Anda di halaman 1dari 31

Bab I/Teorema Mekanika Kuantum

BAB I
TEOREMA MEKANIKA KUANTUM
1.1 Pengantar
Persamaan Schrdinger untuk atom yang hanya mempunyai satu elektron dapat kita
selesaikan secara pasti, tetapi tidak demikian halnya untuk atom yang berelektron banyak dan
juga molekul, karena dalam kedua sistem yang terakhir terjadi repulsi antara satu elektron
dengan elektron lain !ntuk itu, kita butuh metode lain untuk menyelesaikan persamaan
Schrodinger untuk atom berelektron banyak dan molekul "da dua metode yang akan kita
bicarakan pada Bab II dan Bab III, yaitu metode #ariasi dan teori perturbasi !ntuk dapat
memahami kedua metode tersebut kita harus mengembangkan lebih lanjut pemahaman kita
terhadap mekanika kuantum, yang secara garis besar telah kita pelajari $adi target bab ini
adalah membahas secara lebih mendalam mengenai teorema mekanika kuantum
Sebelum mulai, marilah kita mengenal beberapa notasi integral yang akan
dipergunakan %e&init integral seluruh ruang atas operator sembarang yang terletak di antara
dua buah &ungsi yaitu f
m
dan f
n
biasanya ditulis'

n
(
" f f
m

d ) n
" f f
m

)
( )
n
" f f
m

)
n m "

*+,+-
.otasi *+,+- di atas diperkenalkan oleh %irac, dan disebut notasi kurung Bentuk integral di
atas juga sering ditulis'

n
(
" f f
m

d ) "
m n
*+,/-
.otasi untuk integral seluruh ruang atas dua buah &ungsi fm dan fn ditulis'

n m
f f
(
d ) n m
f f
)
( )
n m
f f
)
m n
*+,0-
Karena [ ]
(
(

f f
n m
)

n m
f f
(
d, maka'
m n
(
)
m n
*+,1-
dan dalam kasus khusus yaitu fm ) fn maka *+,1- dapat ditulis '
m m
(

)
m m

2al,hal lain yang perlu diingat adalah'


+-

n m
f f
(
d ) + jika fm ) fn dan &ungsinya disebut ternormalisasi *+,3-

n m
f f
(
d ) 4 jika fm fn dan &ungsinya disebut ortogonal *+,5-
6atatan'

n m
f f
(
d juga boleh ditulis
m n
*Kronikle %elta- yang harganya ) 4 jika fm fn

dan berharga + jika fm ) f
n
+
d
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
/- $ika ' A

) a dengan a bilangan konstan, maka disebut &ungsi eigen sedang a disebut


nilai eigen atau' jika adalah &ungsi eigen terhadap operator A

, maka berlaku hubungan'


A

) a dengan a adalah nilai eigen *+,7-


1.2 Operator Hermit
!ntuk memahami operator ini, kita harus mengingat kembali pengertian operator linear
dan pengertian nilai rata,rata 8perator linear adalah operator yang me9akili besaran &isik,
misal operator energi, operator energi kinetik, operator momentum angular dan lain,lain
Selanjutnya telah kita ketahui pula bah9a jika A

adalah operator linear yang me9akili besaran


&isik ", maka nilai rata,rata " dinyatakan dengan'
"
)


(
A

d *+,:-
dengan adalah &ungsi keadaan sistem Karena nilai rata,rata selalu merupakan bilangan real,
maka'
"
)
"
(
atau'


(
A

d ) ( )


(
"

d *+,;-
Persamaan *+,;- harus berlaku bagi setiap &ungsi yang me9akili keadaan tertentu suatu
sistem atau persamaan *+,;- harus berlaku bagi setiap &ungsi berkelakuan baik (well behaved
function) 8perator linear yang memenuhi persamaan *+,;- itulah yang disebut operator
2ermit
Beberapa buku teks menulis operator 2ermit sebagai operator yang mengikuti persamaan'

g A f

(
d )

(
- " * f g

d *+,+4-
untuk &ungsi f dan g yang berkelakuan baik Perlu dicatat secara khusus bah9a pada ruas kiri
persamaan *+,+4-, operator A

bekerja pada &ungsi g sedang di ruas kanan, operator bekerja


pada &ungsi f %alam kasus khusus yaitu jika f ) g maka bentuk *+,+4- akan tereduksi menjadi
bentuk *+,;-
/
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Teorema ang ber!ubungan "engan Operator Hermit
"da beberapa teorema penting sehubungan dengan operator 2ermit, yaitu'
Teorema 1# .ilai eigen untuk operator 2ermit pasti merupakan bilangan real
Teorema 2# %ua buah &ungsi
+
dan
/
berhubungan dengan operator 2ermit A

dan baik
+
maupun
/
adalah &ungsi eigen terhadap operator A

dengan nilai eigen yang


berbeda, maka
+
dan
/
adalah ortogonal $ika kedua &ungsi tersebut mempunyai
nilai eigen yang sama atau degenerate *jadi tidak ortogonal-, maka selalu ada cara
agar dijadikan ortogonal
Pembuktian Teorema 1#
"da dua hal penting yang termuat dalam pernyataan teorema + yaitu bah9a operator
yang dipergunakan adalah operator 2ermit jadi harus mengikuti *+,;- dan ada pernyataan
eigen value, ini berarti bah9a &ungsi yang dibicarakan adalah &ungsi eigen, jadi hubungan *+,7-
berlaku !ntuk ini kita misalkan &ungsinya adalah , dan karena A

adalah operator hermit,


maka menurut *+,;-'


(
A

d ) ( )


(
A

d
atau'


(
A

d )


( (
A

d *+,++-
Menurut *+,7- ' A

) a dengan a adalah nilai eigen untuk


( (
A

) a
(

dengan a
(
adalah nilai eigen untuk

sehingga *+,++- dapat ditulis' a

(
d

) a
(

d
(

Menurut *+,3- nilai

(
d

)
d
(

) +, jadi' a ) a
(
2arga a ) a
(
hanya mungkin jika a bilangan real
Pembuktian Teorema 2#
Karena
+
dan
/
adalah &ungsi eigen terhadap operator misal operator A

, maka berlaku'
A

+
) a
+

+
dan A


/
) a
/

/
*+,+/-
Karena A

adalah operator 2ermit terhadap


+
dan
/
maka menurut *+,+4- berlaku'


/
(
+
A

d ) ( )


(
+ /
A

d
atau'


/
(
+
A

d )


(
+
(
/
A

d *+,+0-
Substitusikan *+,+/- ke dalam *+,+0-, menghasilkan'
0
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
a
/

+ /
(
d

) a
+
(

/ +
(
d

Menurut teorema I, harga a


(
) a, jadi'
a
/

+ /
(
d

)
a
+

/ +
(
d

*+,+1-
Menurut *+,1-,

+ /
(
d

/ +
(
d

, jadi persamaan *+,+1- boleh ditulis'


a
/

+ /
(
d

)
a
+

+ /
(
d

atau' a
/

+ /
(
d


a
+

+ /
(
d

) 4
atau' *a
/

a
+
-

+ /
(
d

) 4 *+,+3-
$ika a
+
tidak sama dengan a
/
maka dari *+,+3- tersebut *a
/
a
+
- tidak mungkin nol, sehingga'

+ /
(
d

) 4 *+,+5-
Karena

+ /
(
d

) 4, maka
+
dan
/
ortogonal
$adi terbukti, jika dua buah &ungsi eigen mempunyai nilai eigen berbeda terhadap
operator tertentu, maka kedua &ungsi tersebut ortogonal <ang menjadi pertanyaan sekarang
adalah, mungkinkah dua buah &ungsi eigen yang independen, mempunyai nilai eigen yang
sama= $a9abnya adalah ya Ini terjadi pada kasus degenerasi Pada kasus ini, beberapa &ungsi
eigen yang independen, mempunyai nilai eigen yang sama !ntuk dua &ungsi eigen yang
degenerate atau yang nilai eigen,nya sama, maka kedua &ungsi tersebut tidak ortogonal
%engan demikian, maka kita hanya boleh mengatakan bah9a dua &ungsi eigen yang
berhubungan dengan operator 2ermit adalah ortogonal jika kedua &ungsi eigen itu tidak
degenerate
Apaka! Degenerate itu $
Telah disinggung di atas bah9a jika dua atau lebih &ungsi eigen yang independen
mempunyai nilai eigen sama, maka kasus seperti itu disebut degenerate !ntuk lebih
memahami masalah degenerate ini, marilah kita ingat kembali &ungsi gelombang partikel dalam
kotak yang telah kita pelajari >ungsi gelombang partikel dalam kotak 0 dimensi dinyatakan
sebagai'
)
?

y

@
dengan '

?
)
/ /
+ /
A?
n
A?
?

_
,

/
sin

? B
y
)
/
/
+ /
Ay
n
Ay
y

_
,

/
sin

y dan
y
)
/
/
+ /
Ay
n
Ay
y

_
,

/
sin

y
jadi'
1
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
)
: /
+ /
A? Ay A@
n
A?
?

sin
/

_
,

? sin
/n
Ay
y

y

sin
/n
Ay
y

y
*+,+7-
$ika operator 2ermit, misal operator 2amilton dikenakan pada &ungsi gelombang tersebut
maka nilai eigennya adalah energi yang besarnya'
C ) C
?
D C
y
D C
@

dengan '
C
?
)
h n
mA
?
?
/ /
/
:
B C
y
)
h n
mA
y
y
/ /
/
:
dan C
@
)
h n
mA
@
@
/ /
/
:
*+,+:-
sehingga'
C )
h
m
n
A
n
A
n
A
?
?
y
y
@
@
/ /
/
/
/
/
/
:
D D

_
,

$ika kotaknya kubus dengan rusuk A'


C )
h
m
n
A
? y @
/
/ / /
/
:
D n D n

_
,

*+,+;-
$ika kotaknya berbentuk kubus, maka menurut *+,+;- harga nilai eigen C
+,+,/
) C
+,/,+
) C
/,+,+
)
h
m
A
/
/
:
5

_
,

meskipun eigen function,nya


+,+,/

+,/,+

/,+,+
Keadaan seperti itulah contoh
kasus degenerate !ntuk kasus degenerate tersebut, biasanya dikatakan bah9a derajad
degenerasinya ) 0, karena ada 0 &ungsi gelombang berbeda yang nilai eigen,nya sama yaitu
+,
+,/
B
+,/,+
dan
/,+,+
Sudah barang tentu masih tak terhingga banyaknya kasus degenerate untuk
&ungsi gelombang partikel dalam kotak berbentuk kubus misal pasangan
+,+,0
B
+,0,+
dan
0,+,+
dan masih banyak lagi
Satu hal yang penting dari keadaan degenerate itu ialah, bah9a jika &ungsi,&ungsi eigen
yang degenerate itu dikombinasilinearkan, maka akan terbentuk &ungsi eigen yang baru
%onto!' $ika &ungsi adalah kombinasi linear dari
+,+,/
,
+,/,+
dan
/,+,+
yang dinyatakan
dalam bentuk' ) c
+

+,+,/
D c
/

+,/,+
D
/,+,+
*+,/4-
Karena
+,+,/
,
+,/,+
dan
/,+,+
adalah degenerate, maka pasti merupakan &ungsi eigen yang
nilai eigennya sama dengan nilai eigen &ungsi,&ungsi penyusunnya
<ang harus diingat adalah bah9a jika adalah kombinasi linear dari
+,+,/
dan
+,0,+
sehingga dapat ditulis' ) c
+

+,+,/
D c
/

+,0,+
*+,/+-
3
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
maka bukan &ungsi eigen karena nilai eigen
+,+,/
dan c
/

+,0,+
pasti tidak sama
Eelasi *+,/4- disebut degenerasi karena &ungsi eigen penyusunnya degenerate sedang *+,/+-
bukan degenerasi $ika kepada kita ditanyakan berapa energi pada *+,/4- maka ja9abnya
adalah C )
h
m
A
/
/
:
5

_
,


Ortogonali&a&i
Misal kita mempunyai dua buah &ungsi eigen yang degenerate, jadi nilai eigennya sama
maka menurut teorema / kedua &ungsi tersebut tidak ortogonal Pertanyaannya adalah
dapatkah kita membuatnya menjadi ortogonal= $a9abnya adalah, dapat
Sekarang kita akan menunjukkan bah9a dalam kasus degenerasi *yang &ungsi,&ungsinya
tidak ortogonal-, dapat kita buat menjadi ortogonal Kita misalkan kita mempunyai operator
2ermit A

dan dua buah &ungsi eigen independen yaitu &ungsi f dan &ungsi F yang mempunyai
nilai eigen yang sama yaitu s, maka berarti'
A

f ) s f B A

F ) s F
Karena nilai eigen keduanya sama, maka f dan F pasti tidak ortogonal "gar diperoleh dua
&ungsi baru yang ortogonal, ditempuh langkah sebagai berikut'
Kita buat &ungsi eigen baru yaitu g
+
dan g
/
yang merupakan kombinasi linear f dan F
sehingga membentuk misalnya'
g
+
) f dan g
/
) F D c f dengan c adalah konstanta
Kita harus menentukan harga c tertentu agar g
+
dan g
/
ortogonal "gar ortogonal harus
dipenuhi syarat'

/
(
+
g g
d ) 4 atau'

- c D *
(
f G f
d) 4 atau '

G f
(
d D

f f
*
c
d ) 4 atau '

G f
(
d D c

f f
*
d ) 4
$adi agar g
+
dan g
/
ortogonal, maka harga c harus'
c )



(
(
f f
G f
Sekarang kita telah mempunyai dua &ungsi ortogonal yaitu g
+
dan g
/
yaitu'
5
d
d
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
g
+
) f dan g
/
) F D c f dengan c )



(
(
f f
G f
Prosedur yang telah kita tempuh ini disebut Ortogonalisasi Schmidt.
1.' Ek&pan&i (embarang )ung&i Men*a"i Kombina&i +inear )ung&i Eigen
Setelah kita membicarakan ortogonalitas &ungsi eigen dari operator 2ermit, sekarang
akan kita bicarakan si&at penting lain dari &ungsi tersebutB si&at ini mengijinkan kita untuk
mengubah bentuk sembarang &ungsi >
*?-
menjadi kombinasi linear &ungsi,&ungsi eigen $ika
kombinasi linear &ungsi eigen itu adalah a
+

+
D a
/

/
D a
0

0
D a
n

n
, atau agar lebih singkat
kita tulis saja dengan bentuk
a
n n

+
G
, maka ekspansi &ungsi yang dimaksud adalah'
>
*?-
)
a
n n

+
G
*+,//-
dengan ' a
n
)

n ?
all ?
(
* -
> d?

*+,/0-
Bagaimana mendapat *+,/0- di atas = Marilah kita ikuti langkah,langkah berikut'
Kedua ruas *+,//- kita kalikan dengan
m
(
sehingga diperoleh'

m
(
>
*?-
)
a
n n

m

(
G
+
*+,/1-
$ika kedua ruas *+,/1- diintegralkan maka diperoleh'

m
(
>
*?-
d?

)
a
n n

m

(
G

+
d? *+,/3-
Telah kita ketahui bah9a '

m
(
d?
n

)
m n
*+,/5-
sehingga *+,/3- dapat ditulis'

m
(
>
*?-
d?

)
a
n

m n

+
G
*+,/7-
Euas kanan *+,/7- adalah'
a
n

m n

+
G

) a
+

m +
D a
/

m /
D a
m

m m
D a
m D+

m *mD+-
D
) a
+
0

D a
/
0 D a
m
1

D a
m D+
0

D
7
d
d
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
) a
m
Sehingga *+,/7- dapat ditulis'

m
(
>
*?-
d?

) a
m
atau a
m
)
m
(
>
*?-
d? *+,/:-
$ika indek m pada *+,/:- diganti n maka persamaan *+,/0- yang dicari diperoleh yaitu'
a
n
)

n ?
all ?
(
* -
> d?

%onto!#
%iketahui' >*?- ) ? untuk 4 H ? H a//
>*?- ) + ? untuk a// H ? H a
Ckspansilah >*?- ke dalam &ungsi eigen untuk partikel dalam kotak satu dimensi yang panjang
kotaknya ) a
$a9ab'
>ungsi gelombang partikel dalam kotak satu dimensi dengan panjang kotak ) a adalah'

n
)
/
+ /
a
n
a

_
,

/
sin

? *+,/;-
$adi bentuk ekspansinya menurut *+,//-'
>
*?-
)
a
n n

+
G
)
/
+ /
+
a
a
n

_
,

/
G
sin
n
a
?

*+,04-
Menurut *+,/0- '
a
n
)

n ?
all ?
(
* -
> d?

)
/
+ /
a
n
a
? >
?

_
,

/
* -
sin

d?
)
/
+ /
a
n
a
? >
?

_
,

/
* -
sin

d?
)
/
+ /
4
/
a
?
a

_
,

/ /
sin
n
a
? d?

D
/
+
+ /
/
a
a
a

_
,

/
/
* - ? sin
n
a
? d?

)
( ) /
/
0 /
/ /
a
n
n
/
sin

*+,0+-
$adi'
a
+
)
( ) /
0 /
/
a
/

B a
/
) 4 B a
0
)
( ) /
0
0 /
/ /
a
/

B a
1
) 4 B a
3
)
( ) /
3
0 /
/ /
a
/

B a
5
) 4 dan
seterusnya
:
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Kita masukkan *+,0+- ke dalam *+,04-, maka'
>
*?-
)
/
+ /
+
a
a
n

_
,

/
G
sin
n
a
?

)
( ) ( ) ( ) /
0
0
3
3
+ / 0 /
/
0 /
/ /
0 /
/ /
a
? ? ?

_
,

_
,

/ I I I

/a
sin
a

/a
sin
a

/a
sin
a


)
( ) / 0 3
+ / 0 /
/
a
? ? ?

_
,

_
,

/ I
/a

+
+
sin
a

+
0
sin
a

+
3
sin
a

/ / /



)
1 0 3
/
a
? ? ?



+
+
sin
a

+
0
sin
a

+
3
sin
a

/ / /
+

_
,

Pengertian Complete Set


Pada contoh ekspansi &ungsi diatas, &ungsi >
*?-
dapat diekspansi ke dalam bentuk
kombinasi linear &ungsi gelombang partikel dalam kotak
n
dan dalam hal ini himpunan &ungsi
disebut himpunan lengkap atau Complete Set "pakah semua
n
dapat digunakan untuk
mengekspansi &ungsi >= $a9abnya ternyata tidak, hanya himpunan &ungsi yang merupakan
himpunan lengkap saja yang dapat digunakan untuk mengekspansi &ungsi >. Selanjutnya
mengenai himpunan lengkap, dibuat de&inisi sebagai berikut'
2impunan &ungsi dapat disebut sebagai impunan !engkap jika
himpunan &ungsi tersebut dapat digunakan untuk mengekspansi sembarang
&ungsi > menjadi kombinasi linear dengan mengikuti persamaan >
*?-
)
a
n n

+
G
dengan a
n
adalah tetapan sembarang
6ontoh himpunan &ungsi gelombang yang bukan himpunan lengkap adalah himpunan &ungsi
gelombang elektron atom hidrogen yang sudah pernah kita pelajari Meskipun kita tahu bah9a
&ungsi gelombang elektron atom hidrogen yaitu
*n, l, m -
adalah &ungsi r,,, namun jika
seandainya kita mempunyai sembarang &ungsi >*r,,- maka &ungsi tersebut tidak dapat
diekspansi menjadi kombinasi linear , karena seperti kita ketahui bah9a hidrogen hanya
berhubungan dengan energi diskrit saja padahal energi elektron bisa saja kontinum, yaitu ketika
elektron dalam proses lepas dari sistem atom menjelang terjadinya ionisasi $adi
n
atom
hidrogen bukan merupakan himpunan lengkap sehingga tidak mungkin kita mengekspansi
>*r,,- menjadi himpunan linear
*n, l, m-
>ungsi gelombang hidrogen baru disebut himpunan
&ungsi lengkap jika menyertakan himpunan &ungsi gelombang yang berkorelasi dengan energi
;
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
kontinum yang biasanya ditulis
*C, l, m-
$ika &ungsi gelombang hidrogen sudah dinyatakan
secara lengkap seperti itu maka &ungsi >
*r,,-
dapat diekspansi, yaitu menjadi kombinasi linear
&ungsi diskrit dan kombinasi linear &ungsi kontinum
Teorema '#
$ika g
+
, g
/
adalah himpunan lengkap &ungsi eigen dari operator A

dan jika &ungsi >


juga &ungsi eigen dari operator A

dengan nilai eigen k *jadi A

> ) k >, sedang > diekspansi


dalam bentuk > )

i
i i
g a
, maka g
i
yang a
i
nya tidak nol mempunyai nilai eigen k juga $adi
ekspansi terhadap >, hanya melibatkan &ungsi,&ungsi eigen yang mempunyai nilai eigen yang
sama dengan nilai eigen >. Selanjutnya sebagai rangkuman dari sub,bab +/ dan +0 dapat
dinyatakan bah9a )ung&i-.ung&i eigen "ari operator Hermite/ membentuk !impunan
lengkap ortonormal "an nilai eigenna a"ala! real.
1.0 Eigen )ung&i 1ari Operator Commute
$ika &ungsi secara simultan adalah &ungsi eigen dari dua buah operator A

dan "

dengan nilai eigen a


j
dan b
j
, maka pengukuran properti " menghasilkan a
j
dan pengukuran B
menghasilkan b
j
$adi kedua properti " dan B mempunyai nilai de&init jika merupakan &ungsi
eigen baik terhadap A

maupun "


Pada bab J sub bab 3+ kita telah menyatakan bah9a suatu &ungsi adalah eigen
terhadap A

dan "

jika kedua operator tersebut commute atau'


A

) a
i

dan "

) b
i

$ika ' *+,0/-


K A

, "

L ) 4 *+,00-
Sekarang pernyataan pada bab J tersebut akan kita buktikan <ang harus kita buktikan adalah'
K A

, "

L ) 4
Kita tahu' K A

, "

L ) A

"

"

*+,01-
$ika dioperasikan pada
i
'
K A

, "

L
i
) A

"

i
"

i

) A

* "

i
- "

* A

i
-

) A

b
i

"

a
i

i


) b
i
A

a
i "

i

) b
i
a
i

a
i
b
i

i
+4
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
K A

, "

L ) b
i
a
i
a
i
b
i
) 4 *terbukti- *+,03-
Pembuktian di atas adalah pembuktian untuk teorema 1 yang bunyinya'
Teorema 0# $ika 8perator linear A

dan "

mempunyai himpunan &ungsi eigen yang sama


maka A

dan "

adalah commute
Perlu diingat A

dan "

yang dimaksud oleh teorema 1 hanya A

dan "

yang
masing,masing merupakan operator linear $ika A

dan "

bukan operator linear maka


keduanya bisa tidak commute meskipun seandainya keduanya mempunyai &ungsi eigen yang
sama Sebagai contoh *,- yang kita bahas di bab J, adalah &ungsi eigen dari operator
#
!


dan operator $
!

tetapi kedua operator tersebut non commute


Teorema 2 # $ika operator 2ermite A

dan "

adalah commute, maka kita dapat memilih


himpunan lengkap &ungsi eigen untuk kedua operator itu
Pembuktiannya adalah sebagai berikut'
"nggap saja &ungsi g
i
adalah &ungsi eigen dari operator A

dengan nilai eigen a


i
maka
kita dapat menulis'
A

g
i
) a
i
g
i
*+,05-
$ika operator "

dioperasikan pada kedua ruas *+,05- di atas, maka'


"

* A

g
i
- ) "

*a
i
g
i
- *+,07-
Karena A

dan "

commute dan karena "

linear maka'
A

* "

g
i
- ) a
i
* "

g
i
- *+,0:-
Persamaan *+,0:- di atas menyatakan bah9a &ungsi "

g
i
adalah &ungsi eigen terhadap
operator A

dengan nilai eigen a


i
, persis sama dengan &ungsi g
i
yang juga &ungsi eigen
terhadap operator A

dengan nilai eigen a


i
Marilah kita untuk sementara menganggap bah9a
nilai eigen dari operator A

tersebut non degenerate, hingga untuk sembarang harga nilai eigen


a
i
yang diberikan berasal dari satu dan hanya satu &ungsi eigen yang linearly independent $ika
ini benar, maka kedua &ungsi eigen g
i
dan "

g
i
yang mempunyai nilai eigen sama yaitu a
i
harus linearly dependent, yaitu, &ungsi yang satu harus merupakan kelipatan sederhana dari
yang lain,
"

g
i )
k
i
g
i
*+,0;-
dengan k
i
adalah konstan Persamaan *+,0;- itu menyatakan bah9a &ungsi g
i
merupakan
&ungsi eigen dari operator "

sebagaimana yang hendak kita buktikan


$adi, jika A

dan "

commute dan &ungsi g


i
adalah &ungsi eigen terhadap A

maka g
i
juga merupakan &ungsi eigen dari "

*$adi Teorema 3 adalah kebalikan dari Teorema 1-


++
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Teorema 3# $ika g
i
dan g
j
adalah &ungsi eigen dari operator 2ermite A

dengan nilai eigen


berbeda *misal A

g
i
) a
i
g
i
dan A

g
j
)

a
j
g
j
dengan a
i
a
j
-
,
dan jika "

adalah
operator linear yang commute terhadap A

, maka'
H g
j
| "

|g
i
M ) 4 atau

r s
%
" g
i
g

d ) 4 *+,14-
dengan s,r adalah seluruh ruang Pembuktiannya adalah sebagai berikut'
Karena A

dan "

commute, maka &ungsi eigen terhadap A

adalah juga &ungsi eigen


terhadap "

, meski dengan nilai eigen berbeda $adi g


i
juga &ungsi eigen terhadap "

, yang
jika nilai eigennya dimisalkan k
i
maka'
"

g
i
) k
i
g
i
*+,1+-
dengan demikian *+,14- boleh ditulis'

r s
i i j
g k g
d )

r s
i j i
g g k
)
i
k
4 ) 4 *terbukti-
1.2 Parita&
"da operator mekanika kuantum yang tidak dikenal dalam mekanika klasik, contohnya
adalah operator paritas Marilah kita ingat kembali bah9a dalam osilator harmonis, kita
mengenal adanya &ungsi genap dan ganjil "kan kita lihat bagaimana si&at ini dikaitkan dengan
operator paritas
8perator paritas,

dapat dilihat dari e&eknya apabila ia bekerja pada sembarang


&ungsi 8perator ini akan mengubah tanda semua koordinat 6artessius, sehingga kita boleh
mende&inisikan'

f * ?, y, @ - ) f *?, y, @-
6ontohnya'

* ?
/
/ ? e
/y
D 0 @
0
- ) N *?-
/
/ *,?- e
/y
D 0 *@-
0
O
) ?
/
D / ? e
/y
0@
0
$ika seandainya g
i
adalah &ungsi eigen dari operator paritas dengan nilai eigen a
i
maka
kita dapat menulis'

g
i
) a
i
g
i
*+,1/-
Si&at paling penting dari operator ini adalah kuadratnya'
/

f * ?, y, @ - )

f * ?, y, @ - )

f *?, y, @- ) f * ?, y, @ -
+/
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Karena f nya &ungsi sembarang maka
/

adalah operator satuan *unit 8perator-, jadi'


/

) +

*+,10-
Sekarang, bagaimana jika kita gunakan
/

untuk *+,1/- = 2asilnya adalah'


/

g
i
)

g
i
)

a
i
g
i
) a
i

g
i
)
/
i
a
g
i
*+,11-
Karena

adalah unit operator, maka *+,11- menjadi'


g
i
)
/
i
a
g
i
*+,13-
atau' a
i
) D + *+,15-
Karena a
i
adalah nilai eigen untuk
/

, maka nilai eigen untuk


/

adalah + dan +
Perlu dicatat bah9a hal ini berlaku untuk semua operator yang kuadratnya merupakan operator
satuan
Bagaimana &ungsi eigen "ari operator Parita& $ Kita lihat kembali persamaan *+,1/-

g
i
) a
i
g
i
Karena nilai eigen operator ini D +, maka persamaan di atas dapat ditulis'

g
i
) D + g
i
*+,17-
$ika g
i
adalah g
*?, y, @-
, maka'

g
*?, y, @-
) D + g
*?, y, @ -
atau *+,1:-
g
*?, y, @-
) D + g
*?, y, @ -
*+,1;-
$ika nilai eigennya D+, maka'
g
*?, y, @-
) g
*?, y, @ -
*+,34-
jadi g &ungsi genap $ika nilai eigen ) +, maka'
g
* ?, y, @ -
) g
* ?, y, @ -
*+,3+-
jadi g adalah &ungsi ganjil %engan demikian dapat disimpulkan bah9a'
.ung&i eigen "ari operator parita& a"ala!
&emua .ung&i well behaved ang mungkin
baik genap maupun gan*il.
+0
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Bagaimana *ika Operator Parita& Commute "engan operator Hamilton $
Manakala operator paritas commute dengan operator 2amilton maka semua &ungsi
yang eigen terhadap operator 2amilton pasti eigen juga dengan operator paritas Kita ambil
saja himpunan &ungsi
i
adalah &ungsi eigen terhadap operator

. Kemudian, jika operator


paritas dan 2amilton commute, kita boleh menulis'
K

L ) 4 *+,3/-
dan juga boleh menyatakan bah9a
i
adalah &ungsi eigen bagi operator paritas tidak peduli
&ungsi tersebut ganjil atau genap !ntuk sistem partikel tunggal,
K

L ) K * J
?
m /
/
/ /
+


-,

L ) K
?
m /
/
/ /

L D K J,

L
)
m /
/

K

?
/
/

L D K J,

L *+,30-
2arga K
?
/
/

L adalah 4, ini dengan mudah dapat dibuktikan sebagai berikut'


K
?
/
/

L >*?- )
?
/
/

>*?-


?
/
/

>*?-
)
?
/
/

>*?-
( )

?

( )

?

>*?-
)
?
/
/

>*?-
?
/
/

>*?- ) 4
%engan demikian *+,30- dapat ditulis'
K

L ) K J,

L *+,31-
Sekarang kita e#aluasi ruas kanan *+,31-'
K J*?-,

L >*?- ) J*?-

>*?-

J*?- >*?-
) J*?- >*?- J*?- >*?- *+,33-
.ilai *+,33- ditentukan oleh &ungsi energi potensial $ika &ungsi energi potensial adalah &ungsi
genap, maka J*?- ) J*?-, maka *+,33- menjadi'
K J*?-,

L ) 4 sehingga *+,31- menjadi'


K

L ) 4 *+,35-
Ini berarti'
+1
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Teorema 4# $ika &ungsi J adalah &ungsi genap, maka

dan

adalah commute,
sehingga kita dapat memilih sembarang &ungsi gelombang stasioner baik genap
maupun ganjil sebagai &ungsi eigen dari kedua operator tersebut
>ungsi genap atau ganjil yang merupakan &ungsi eigen bagi kedua operator 2amilton
dan paritas itu disebut &ungsi definit paritas
$ika semua energi le#elnya adalah nondegenerate *umumnya memang benar untuk
sistem partikel tunggal- berarti hanya ada satu &ungsi gelombang independen yang berhubungan
dengan masing,masing energi le#el $adi untuk kasus nondegenerate, maka &ungsi gelombang
stasioner yang &ungsi energi potensialnya &ungsi genap adalah de&init paritas Sebagai contoh
&ungsi gelombang osilator harmonis adalah de&init paritas karena &ungsi energi potensialnya P
k?
/
*&ungsi energi potensial genap-
$ika energi le#el degenerate, berarti tidak cuma satu &ungsi gelombang independen
yang memiliki nilai eigen tersebut %engan demikian kita memiliki banyak sekali pilihan &ungsi
gelombang sebagai akibat dari kombinasi linear dari &ungsi,&ungsi degenerasi itu
1.3 Pengukuran "an Kea"aan (uperpo&i&i
Mekanika kuantum dapat dipandang sebagai suatu cara untuk menghitung probabilitas
dari berbagai kemungkinan hasil pengukuran Sebagai contoh, jika kita mempunyai &ungsi
*?,t- maka probabilitas hasil pengukuran posisi partikel pada saat t berada antara ? dan ? D
d? dinyatakan oleh |*?,t-|
/
d?
Sekarang kita akan memperhatikan pengukuran properti secara umum, misal besaran
" !ntuk ini yang dipertanyakan adalah bagaimana menggunakan untuk menghitung
probabilitas masing,masing hasil pengukuran " yang mungkin Kita akan mengupas in&ormasi
apa saja yang dikandung oleh yang merupakan jantungnya mekanika kuantum Subyek
pembahasan kita adalah sistem n partikel dan menggunakan Q sebagai simbol dari koordinat 0n
Telah kita postulatkan bah9a hanya nilai eigen a
i
dari operator R lah yang merupakan
kemungkinan hasil pengukuran besaran "
%engan menggunakan g
i
sebagai &ungsi eigen dari R, maka kita boleh menulis'
R g
i * Q-
) a
i
g
i * Q-
*+,37-
Telah kita postulatkan pada sub bab +0 bah9a &ungsi eigen dari sembarang operator 2ermite
yang me9akili besaran fisik teramati, membentuk himpunan lengkap Karena g
i
adalah
+3
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
himpunan lengkap kita dapat mengekspansi &ungsi dalam suatu deret yang suku,sukunya
adalah g
i
jadi'
*Q,t- )

i
& i i
g c
- *
*+,3:a-
"gar dapat menggambarkan bah9a adalah &ungsi 9aktu, maka koe&isien c
i
harus merupakan
&ungsi 9aktu sehingga *+,3:a- lebih baik ditulis'
*Q,t- )

i
& i
t
i
g c
- *
- *
*+,3:b-
Karena ||
/
adalah rapat peluang *probability density- maka'
( d ) + *+,3;-
Substitusi *+,3:a- ke dalam *+,3;- menghasilkan'


i i
i t i i t i
g c g c
- *
( (
- *
d )


i %
% t %
i t i
g c g c
- *
( (
- *
d ) + *+,54-
Karena pengintegralan hanya terhadap koordinat, maka'

% i
t i t %
c c
- *
(
- *
- Q * i
(
j
g g d ) + *+,5+-
$ika i ) j, maka'

i i
- t * i
(
- t * i
c c
) + atau'
/
i
i
c

) + *+,5/-
Kita akan menguji signi&ikansi *+,5/- secara singkat'
Ingat bah9a jika &ungsi ternormalisasi, maka nilai rata besaran " adalah'
H " M ) ( R d
%engan menggunakan *+,3:-, maka'
H " M )

% i
% t %
g c
( (
- *
R - Q * i - t * i
g c
d )

j i
- t * i
(
- t * j
c c

i %
g A g
(

d
atau'
H " M )

j i
- t * i
(
- t * j
c c
i %
g a g
i
(
d

j i
- t * i
(
- t * j
c c
a
i i %
g g
(
d
H " M )
/
i
i
c

a
i
*+,50-
Bagaimana menginterpretasi *+,50- = Perlu diketahui, bah9a nilai eigen suatu operator adalah
kemungkinan dari bilangan,bilangan yang diperoleh jika kita melakukan pengukuran terhadap
besaran yang di9akili oleh operator tersebut %alam sembarang pengukuran terhadap besaran
", kita akan memperoleh salah satu harga a
i
Kemudian marilah kita ingat kembali teori
+5
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
mengenai rata,rata yang kita pelajari dalam matematika $ika kita mempunyai n buah data S
dengan rincian S
+
sebanyak n
+
, S
/
sebanyak n
/
dan seterusnya maka, rata,rata S adalah '
H S M )
n
S n S n S n
i i / / + +
+
)
+
+
S
n
n
D
/
/
S
n
n

i
i
S
n
n
) P
+
S
+
D P
/
S
/
P
i
S
i
$adi'
H S M )

i
i i
S P
*+,51-
Sekarang jika dari pengukuran terhadap besaran " diperoleh nilai,nilai eigen a
+
, a
/
a
i
maka
rata,rata " adalah'
H " M )

i
i i
a P
*+,53-
dengan P
i
adalah probabilitas mendapatkan nilai a
i
pada pengukuran besaran " $ika hanya ada
sebuah &ungsi eigen independen untuk setiap nilai eigen *nondegenerate- maka banyaknya
eigen &ungsi sama dengan banyaknya nilai eigen Selanjutnya dengan membandingkan *+,53-
terhadap *+,50- maka dapat dipastikan bah9a
|c
i
|
/
) P
i
*+,55-
yaitu probabilitas memperoleh harga a
i
ketika dilakukan pengukuran terhadap besaran "
Teorema 5# $ika a
i
adalah nilai eigen non degenerate dari operator R dan g
i
adalah &ungsi
eigen ternormalisasi *R g
i
) a
i
g
i
- maka, manakala besaran " diukur dalam
sistem mekanika kuantum yang &ungsi statenya pada 9aktu diadakan pengukuran
adalah , probabilitas mendapatkan hasil a
i
adalah |c
i
|
/
, dengan c
i
adalah
koe&isien g
i
pada ekspansi )
i
c
i
g
i
$ika nilai eigen a
i
degenerate,
probabilitas mendapatkan a
i
pada saat " diukur adalah jumlah dari |c
i
|
/
&ungsi,
&ungsi eigen yang nilai eigennya a
i

Kapanka! !a&il pengukuran be&aran A "apat "ipre"ik&i &e6ara tepat$ Kita dapat
melakukan itu jika semua koe&isien pada ekspansi )
i
c
i
g
i
adalah nol kecuali satu koe&isien
saja yaitu misalnya c
k
!ntuk kasus ini maka *+,55- menjadi |c
k
|
/
) P
k
) + "rtinya peluang
untuk mendapatkan nilai eigen seharga a
k
) +, artinya, nilai eigennya pasti a
k

Selanjutnya kita dapat memandang ekspansi deret )


i
c
i
g
i
sebagai ekspresi bentuk
umum &ungsi yang merupakan superposisi dari &ungsi eigen g
i
dari operator R Masing,
masing &ungsi eigen g
i
berhubungan dengan nilai eigen a
i
milik besaran "
+7
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
Selanjutnya bagaimana cara menghitung koe&isien c
i
sehingga pada akhirnya kita dapat
menghitung |c
i
|
/
= 6aranya kita kalikan )
i
c
i
g
i
dengan g
(
j
kemudian integralkan ke
seluruh ruang, sehingga diperoleh'
g
(
j
d ) g
(
j

i
c
i
g
i
d )
i
c
i
g
(
j
g
i
d c
i

i
g
(
j
g
i
d
$ika ortonormal'
g
(
j
d ) c
i
atau'
c
i
) g
(
j
d < g
(
j
| > *+,57-
Kuantitas < g
(
j
| M disebut amplitudo probabilitas. Selanjutnya probabilitas mendapatkan
nilai eigen non degenerate a
i
pada pengukuran " adalah Klihat *+,55-L'
P
i
) |c
i
|
/
) | g
(
j
d|
2
|< g
(
j
| >|
2
*+,5:-
$adi jika kita mengetahui state sistem sebagaimana ditentukan oleh &ungsi maka kita dapat
menggunakan *+,5:- untuk memprediksi probabilitas dari berbagai kemungkinan hasil
pengukuran besaran "
Teorema 7# $ika besaran B diukur dalam sistem mekanika kuantum yang &ungsi statenya pada
saat pengukuran adalah , maka probabilitas dari pengamatan nilai eigen a
j
dari
operator R adalah |Hg
j
| >|
2
, dengan g
j
adalah &ungsi eigen ternormalisasi yang
mempunyai nilai eigen a
j

Integral
Hg
j
| > g
(
j
d akan mempunyai nilai absolut substansial jika &ungsi
ternormalisasi g
j
dan berada pada daerah yang saling berdekatan dan dengan demikian
harganya di daerah tertentu dalam ruangan hampir sama $ika tidak demikian maka bisa terjadi
g
j
terlalu besar sedang terlalu kecil *atau sebaliknya- sehingga hasil kali g
j
selalu terlalu
kecil "kibatnya absolut kuadratnya juga terlalu kecil sehingga probabilitas untuk mendapatkan
nilai eigen a
i
juga sangat kecil
%onto!# %ilakukan pengukuran terhadap A
@
elektron atom hidrogen yang &ungsinya pada saat
diadakan pengukuran adalah &ungsi /p
?
Tentukan hasil,hasil pengukuran yang
mungkin dan tentukan pula probabilitas masing,masing hasil pengukuran
8a9ab# a-
/p?
adalah kombinasi linear dari
/p*D+-
dan
/p*+-
$adi harga A@ yang mungkin
adalah dan karena A@ adalah m
+:
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
b- !ntuk menentukan probabilitas masing,masing, kita ekspansi
/p?
atas &ungsi,&ungsi
penyusunnya'
/p?
) /
+//

/p*D+-
D /
+//

/p*+-

Persamaan diatas adalah bentuk ekspansi
/p?
atas
/p*D+-
dan
/p*+-
dengan koe&isien c
+
) c
/
) /
+//
Menurut teorema :, probabilitasnya adalah' P
+
) |/
+//
|
/
) P ) P
/
P
+
adalah
probabilitas mendapatkan A@ ) sedang P
/
adalah probabilitas mendapatkan A@ )
%onto!# "kan dilakukan pengukuran terhadap energi *C- bagi partikel dalam bo? yang
panjangnya a dan pada saat pengukuran dilakukan partikel berada pada keadaan non
stasioner ) 04
+//
a
3//
? *a?- untuk 4 H ? H a Tentukan hasil,hasil pengukuran yang
mungkin dan tentukan pula probabilitas masing,masing hasil pengukuran
$a9ab' !ntuk partikel dalam bo?'
C ) n
/
h
/
/*:ma
/
-dengan n ) +, /, 0, dan non degenerate *karena + dimensi- sedang
&ungsi eigennya adalah
n
) *//a-
+//
sin *n/a- ? !ntuk menghitung probabilitasnya maka kita
ekspansi saat itu atas
n
, jadi'
)
n
c
n

n
Menurut *+,57- ' c
i
) g
(
j
d
jadi' c
n
)
n
d ) 04
+//
a
3//
*//a-
+//
{? *a?-Osin *n/a- ? d?
)
0 0
/ / +
n
/14

K + *+-
n
L *Buktikan- *+,5;-
P
n
) |c
n
|
/
)
5 5
n
/14

K + *+-
n
L
/

6atatan' $ika anda akan membuktikan *+,5;- yang perlu dicatat adalah bah9a cos n ) *+-
n
1.4 Po&tulat-Po&tulat Mekanika Kuantum
Sepanjang perjalanan kita dalam mempelajari mekanika kuantum, kita telah mengenal
postulat,postulat mekanika kuantum Sekarang ini, kita akan merangkumnya'
Po&tulat I. Keadaan *state- sistem dideskripsi oleh &ungsi yang merupakan &ungsi
koordinat dan 9aktu >ungsi ini disebut &ungsi keadaan atau &ungsi gelombang
yang memuat semua in&ormasi mengenai sistem Selanjutnya juga
dipostulatkan bah9a harus bernilai tunggal, continous, ternormalisasi dan
&uadraticall$ integrable
Po&tulat II. Setiap besaran fisik teramati, berhubungan dengan operator 2ermite linear
+;
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
!ntuk menurunkan operator ini, tulislah ekspresinya secara mekanika klasik
dalam koordinat 6artessius, dan hubungkanlah dengan komponen momentum
linearnya, kemudian gantilah setiap koordinat ? dengan

?
dan setiap
komponen p
?
dengan
?
i

Po&tulat III. .ilai yang mungkin, yang dapat diperoleh dari besaran fisik " hanyalah nilai
eigen a
i
dalam persamaan R g
i
) a
i
g
i

dengan R adalah operator yang
berhubungan besaran fisik " dan g
i
adalah &ungsi eigen yang 9ell beha#ed
Po&tulat I:. $ika R adalah operator 2ermite linear yang me9akili besaran fisik teramati
tertentu, maka &ungsi g
i
dari operator R membentuk himpunan lengkap
%atatan#
Postulat IJ di atas lebih bersi&at sebagai postulat matematik artinya kurang bersi&at
postulat fisik, karena tidak ada pembuktian matematik sama sekali terhadap postulat ini
Karena tidak ada pembuktian matematik terhadap kelengkapan himpunan, maka kita harus
berasumsi terhadap kelengkapannya Postulat IJ mengijinkan kita untuk mengekspansi &ungsi
gelombang untuk sembarang keadaan sebagai superposisi dari &ungsi,&ungsi eigen ortonormal
dari sembarang operator mekanika kuantum Ckspansinya adalah dalam bentuk'
)
i
c
i
g
i
*+,74-
Po&tulat :. $ika *Q,t- adalah &ungsi ternormalisasi yang me9akili suatu sistem pada saat
t, maka nilai rata,rata besaran fisik " pada saat t, adalah'
H " M )
(
d *+,7+-
Po&tulat :I. Keadaan bergantung 9aktu dalam sistem mekanika kuantum dinyatakan
dengan menggunakan persamaan Schrodinger bergantung 9aktu'
t i

) H

*+,
7/-
/4
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
dengan H

adalah operator 2amilton *Cnergi- sistem itu


1.5 Pengukuran "an Interpreta&i Mekanika Kuantum
%alam mekanika kuantum perubahan suatu sistem terjadi melalui dua macam cara
<ang pertama perubahan yang terjadi secara berangsur,angsur dari 9aktu ke 9aktu
*re#ersibel- Perubahan jenis ini ditunjukkan oleh persamaan Schrodinger bergantung 9aktu *+,
7/- 6ara kedua adalah perubahan yang terjadi secara spontan *irre#ersibel-, diskontinyu *tidak
terus menerus- dan probabilitas kejadiannya sangat &luktuati& dan ditentukan oleh sistem itu
sendiri $enis perubahan spontan ini tidak dapat diprediksi secara pasti karena hasil
pengukurannya juga tidak dapat diprediksi secara pastiB hanya probabilitas kejadiannya saja
yang dapat diprediksi Perubahan spontan dalam disebabkan oleh pengukuran yang disebut
re"uk&i .ung&i gelombang. Pengukuran terhadap besaran " yang menghasilkan a
k
berakibat
mengubah &ungsi menjadi g
k
yaitu &ungsi eigen operator R yang nilai eigennya a
k
!ntuk lebih
jelasnya adalah sebagai berikut' Misal kita melakukan dua kali pengukuran terhadap A@
elektron dalam atom hidrogen Pada pengukuran pertama dihasilkan A@ ) / Pada saat ini
&ungsi gelombangnya tentu &ungsi gelombang dengan m ) /, sehingga secara umum &ungsi
gelombangnya adalah
* n,

, /-
dengan

M / dan n M

D+ Selanjutnya misal pada


pengukuran kedua diperoleh A@ ) Pada pengukuran kedua ini, hasil pengukuran pasti
berasal dari &ungsi gelombang hidrogen yang m ) +, sehingga &ungsi gelombangnya adalah

*n,

,+-
dengan

M + dan n M

D+ $adi tampak adanya perubahan &ungsi gelombang secara


mendadak akibat adalah pengulangan pengukuran Inilah penjelasan dari reduksi &ungsi
gelombang.
2al penting lain yang perlu mendapat perhatian mengenai pengukuran adalah bah9a
dalam mekanika kuantum, pengukuran merupakan sesuatu yang sangat kontro#ersial
Bagaimana dan kegiatan apa yang terjadi dalam kaitannya dengan reduksi pada saat terjadi
pengukuran sungguh sesuatu yang sangat tidak jelas "da fisika9an yang berpendapat reduksi
merupakan postulat tambahan bagi mekanika kuantum, sementara fisika9an lain menyatakan
bah9a reduksi merupakan teorema yang diturunkan dari postulat lain Para ahli saling
berbeda pendapat mengenai reduksi ini *AC Balentine, /441- Balentine mendukung
interpretasi ansemble statistika pada mekanika kuantum, yang dikemukakan oleh Cinstein,
yang menyatakan bah9a &ungsi gelombang tidak mendeskripsi keadaan sistem tunggal
/+
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
*sebagaimana dalam interpretasi ortodok- tetapi memberikan deskripsi statistikal terhadap
sekelompok sistem *dalam jumlah besar/ ansemble-B dengan interpretasi seperti ini maka silang
pendapat mengenai reduksi &ungsi gelombang tidak terjadi
TBagi sebagian besar fisika9an, problema untuk mendapatkan teori mekanika kuantum
yang berhubungan dengan pengukuran masih merupakan suatu persoalan yang belum ada
penyelesaiannya "danya perbedaan pendapat ketidakpastian dalam pengukuran kuantum
dan lain,lain semua itu mere&leksikan adanya ketaksepahaman dalam menginterpretasi
mekanika kuantum secara globalT *M $ammer, '(()-
Si&at probabilistik dalam mekanika kuantum telah membuat para fisika9an bingung,
termasuk di antaranya Cinstein, de Broglie dan Schrodinger Sampai,sampai mereka
menyatakan bah9a mekanika kuantum belum memberikan deskripsi $ang memuaskan bagi
realitas fisik Selanjutnya, hukum probabilistik mekanika kuantum, secara sederhana dapat
dipandang sebagai re&leksi dari hukum deterministik yang beroperasi pada le#el sub mekanika
kuantum dan yang melibatkan #ariabel tersembunyi *hidden variables) Sebuah analogi bagi
kasus ini diberikan oleh fisika9an Bohm, yaitu kasus gerak Bro9n partikel debu di udara
Partikel,partikel bergerak di ba9ah kondisi &luktuasi random, sehingga posisi dan geraknya
tidak dapat ditentukan secara pasti oleh posisi dan kecepatannya Secara analogis pula, gerak
elektron dapat ditentukan oleh #ariabel tersembunyi yang ada dalam le#el sub mekanika
kuantum Interpretasi ortodok *sering disebut interpretasi 6openhagen- yang dikembangkan
oleh 2eissenberg dan Bohr, mena&ikan adanya #ariabel tersembunyi dan menyatakan bah9a
hukum mekanika kuantum memberikan deskripsi lengkap bagi realitas fisik
Pada tahun +;51 $S Bell membuktikan bah9a dalam eksperimen tertentu yang
melibatkan dua partikel yang terpisah jauh, yang pada a9alnya berada pada daerah yang sama
dalam ruangan, orang harus membuat beberapa kemungkinan teori #ariabel tersembunyi untuk
memprediksi adanya perbedaan dengan yang dilakukan oleh mekanika kuantum %alam teori
lokal, dua partikel yang sangat berjauhan akan saling independen 2asil beberapa eksperimen
sesuai dengan prediksi mekanika kuantum, dan hal ini memperkuat keyakinan mekanika
kuantum untuk mela9an teori #ariabel tersembunyi lokal
Selanjutnya analisis yang dilakukan oleh Bell dan ka9an,ka9an menunjukkan bah9a
hasil eksperimen ini beserta prediksinya terhadap mekanika kuantum adalah tidak kompatibel
dengan pandangan dunia mengenai realisme dan lokalitas Eealisme *juga disebut obyekti#itas-
adalah doktrin yang menyatakan bah9a realitas eksternal itu eksis dan si&at,si&at de&initnya
//
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
adalah independen terhadap benar tidaknya realitas yang kita amati Sedang lokalitas adalah ke,
instan,an aksi pada jarak yang memungkinkan sebuah sistem berpengaruh terhadap yang lain
ketika sistem itu harus melintas dengan kecepatan yang tidak melebihi kecepatan cahaya
Teori kuantum memprediksi dan eksperimen mengkor&irmasi bah9a manakala
pengukuran dilakukan pada dua partikel yang pada mulanya berinteraksi dan kemudian
dipisahkan oleh jarak yang tak terbatas maka hasil pengukuran terhadap partikel yang satu
dipengaruhi oleh pengukuran partikel yang lain dan juga dipengaruhi oleh si&at kedua partikel
yang diukur 2al ini membuat adanya pendapat bah9a mekanika kuantum adalah magic *%
Freenberger, /441-
Meskipun prediksi,prediksi eksperimen mekanika kuantum tidak arguabel, trtapi
ternyata interpretasi konseptualnya masih saja menjadi topik debat yang hangat dan menarik
bagi para ahli, bahkan sampai saat ini
1.7 Matrik "an Mekanika Kuantum
"ljabar Matrik merupakan peralatan yang sangat penting dalam kalkulasi mekanika
kuantum modern Matrik juga menjadi salah satu cara dalam mem&ormulasikan beberapa teori
mekanika kuantum Sub bab ini akan mere#ie9 ingatan kita tentang matrik dan hubungannya
dengan mekanika kuantum
Matrik adalah penataan bilangan,bilangan dalam baris dan kolom Bilangan,bilangan
yang menyusun matrik disebut elemen matrik Seandainya matrik " terdiri atas m baris dan n
kolom, dan seandainya a
ij
* i ) +, /, 0, m sedang j ) +, /, 0,n- adalah pernyataan untuk
elemen baris i kolom j, maka'
A )

,
_

m#
n /
n +
/ m
//
+/
+ m
/+
++
a

a
a

a
a
a

a
a
A disebut matrik m ? n $angan bingung antara matrik dengan determinan, Matrik tidak harus
bujur sangkar dan tidak sama dengan sebuah bilangan tunggal $ika sebuah matrik hanya terdiri
atas sebuah baris saja, maka matrik itu disebut matrik baris atau matrik #ektor Sedang jika
sebuah matrik hanya terdiri atas sebuah kolom saja, maka matrik itu disebut matrik kolom
%ua buah matrik A dan B adalah sama jika jumlah baris dan kolomnya sama serta
elemen,elemen yang seletak nilainya sama
/0
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
%ua buah matrik dapat dijumlahkan jika kedua matrik itu berdimensi sama
Penjumlahan dilakukan dengan menggabungkan elemen yang seletak $ika matrik % ) A D B
maka elemen c
ij
) a
ij
Db
ij
dengan i ) +, /, 0 m dan j ) +, /, 0, n atau'
$ika % ) A D B maka c
ij
) a
ij
D b
ij
*+,70-
$ika sebuah matrik dikalikan dengan sebuah bilangan k yang konstan maka dihasilkan matrik
baru yang elemen,elemen adalah k kali elemen matrik semula, jadi'
% ) kA maka c
ij
) ka
ij
*+,71-
$ika A
m ; n
sedang B
n ; p
/ maka perkalian matrik % < A ; B adalah matrik berdimensi m ?
p
Sebagai contoh'
A <
,
_

+
/ / +

1
0

4
+
B )

,
_


+4
5
/

0
3
4

:
/
+
$ika % ) " ? B, maka dimensi matrik 6 adalah / ? 0, yaitu'
% )

,
_

01
/3

/0
/
+
+5

4
+
Perkalian antar matrik bersi&at non commutati&, artinya AB dan BA tidak harus sama bahkan
untuk contoh kita di atas BA tak terde&inisi
Matrik yang jumlah baris dan kolomnya sama disebut matrik sQuare atau matrik bujur
sangkar Matrik bujur sangkar disebut matrik diagonal jika selain elemen diagonal utama, nilai
elemen lain adalah nol %an matrik diagonal yang elemen diagonal utamanya +, disebut matrik
satuan 6ontoh matrik satuan orde 0'

,
_

+
4
4

4
+
4

4
4
+
Hubungan matrik "engan Mekanika kuantum
Pada sub bab ++, kita telah menjumpai bentuk f
i
(
R f
j
d yang juga boleh ditulis H
f
i
(
|R|f
j
M Bentuk integral tersebut dalam bahasa matrik adalah elemen ij dari matrik A, oleh
karena itu ia juga boleh ditulis "
ij
$adi jika kita mempunyai matrik A berikut'
/1
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
A )

,
_

"
"



"
"
//
+/
/+
++
maka elemen,elemen'
"
++
) H f
+
(
|R| f
+
M B "
+/
) H f
+
(
|R|f
/
M
"
/+
) H f
/
(
|R| f
+
M B "
//
) H f
/
(
|R| f
/
M dan seterusnya
Matrik tersebut di atas disebut matrik representati& dari operator linear R dengan basis Nf
i
O
Karena pada umumnya N f
i
O terdiri atas &ungsi,&ungsi yang banyaknya tak terhingga maka
matrik order A adalah tak terhingga
$ika C

) R D G

maka integral sebagai elemen matrik % adalah'


6
ij
) H f
i
(
|C

| f
j
M ) H f
i
(
| + G

| f
j
M ) f
i
(
*RDG

- f
j
d
f
i
(
R f
j
d + f
i
(
G

f
j
d
ij
D F
ij
*+,73-
$adi'
$ika C

) R D G

maka 6
ij
) "
ij
D F
ij
*+,75-
%engan menggunakan logika dari *+,70- maka 6
ij
) "
ij
D F
ij
pasti berasal dari penjumlahan
matrik % < A = B, sehingga'
$ika C

) R D G

maka % ) A D > *+,77-


dengan %, A dan > adalah matrik representati& dari operator linear C

, R dan G

2al yang sama, yaitu '


jika C

) kR maka 6
ij
) k "
ij
*+,7:-
Selanjutnya jika' R ) C

maka'
"
ij
) f
i
(
R f
j
d f
i
(
C

f
j
d *+,7;-
>ungsi G

f
j
dapat diekspansi ke dalam suku,suku himpunan &ungsi ortonormal Nf
k
O menurut
persamaan '
G

f
j
)
k
c
k
f
k
dengan c
k
) f
k
G

f
j
d jadi'
G

f
j
)
k
f
k
G

f
j
d f
k
)
k
< f
k
|G

| f
j
M f
k
)
k
F
kj
f
k
*+,:4-
dan "
ij
menjadi'
U "
ij
) f
i
(
C

f
j
d f
i
(
C

k
F
kj
f
k
d
k
f
i
(
C

f
k
d F
kj

)
k
6
ij
Fij *+,:+-
$adi'
/3
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
$ika R ) C

maka "
ij
)
k
6
ij
Fij *+,:/-
Persamaan "
ij
)
k
6
ij
Fij adalah aturan perkalian matrik A < %. >/ *a"i#
$ika R ) C

maka A < %. > *+,:0-


Selanjutnya kombinasi *+,7;- dengan *+,:/- menghasilkan aturan penjumlahan yang sangat
berman&aat, yaitu'

k
6
ij
Fij ) f
i
(
C

f
j
d atau'

k
H f
i
(
|C

| f
j
M H f
i
(
|G

| f
j
M ) H f
i
(
|C

| f
j
M *+,:1-
Selanjutnya berangkat dari "
ij
) H f
i
(
|R| f
j
M kita dapat memperoleh'
"
ij
) H f
i
(
|R| f
j
M ) "
ij
) f
i
(
R f
j
d
$ika nilai eigen dari f
j
terhadap R adalah a
j
maka'
"
ij
) f
i
(
a
j
f
j
d a
j
f
i
(
f
j
d a
j
H f
i
(
| f
j
M *+,:3-
Satu hal yang sangat mendasar dari hubungan antara matrik dengan operator mekanika
kuantum adalah jika kita memahami matrik representati& A berarti kita juga mengenal
operator R
1. 1? )ung&i Eigen Untuk Operator Po&i&i
Kita telah menurunkan &ungsi eigen untuk operator momentum linear dan momentum
angular Pertanyaan kita sekarang adalah, bagaimana &ungsi eigen untuk operator posisi =
8perator posisi ditulis #

yang operasinya adalah ? kali atau


#

) ?
$ika &ungsi eigen posisi kita misalkan g
*?-
dan nilai eigennya a, maka'
#

g
*?-
) a g
*?-
atau'
? g
*?-
) a g
*?-
atau *+,:5-
*? a- g
*?-
) 4 *+,:7-
%ari *+,:7- dapat disimpulkan bah9a '
untuk ? ) a g
*?-
4 *+,::-
untuk ? a g
*?-
) 4 *+,:;-
Kesimpulan di atas memba9a kita kepada pemikiran mengenai si&at g
*?-
, yaitu bah9a
seandainya &ungsi state ) g
*?-
, dan jika dilakukan pengukuran terhadap ?, maka kemungkinan
/5
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
hasilnya adalah a, dan itu hanya benar jika probabilitas nya ||
/
adalah nol untuk ? a agar
memenuhi *+,:;-
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai &ungsi g
*?-
, akan diperkenalkan &ungsi
2ea#iside step 2
*?-
yang de&inisinya *gambar +,+-

Fambar ++' >ungsi 2ea#iside step
%ari gambar itu tampak bah9a'
2
*?-
) + untuk ? M 4
2
*?-
) P untuk ? ) 4 *+,;4-
2
*?-
) 4 untuk ? H 4
Selanjutnya akan diperkenalkan &ungsi %elta %irac
*?-
yang merupakan turunan dari &ungsi
2ea#iside step

*?-
) d 2
*?-
/ d? *+,;+-
%ari *+,;4- dan *+,;+- diperoleh'

*?-
) 4 untuk ? 4 *+,;/-
Karena pada ? ) 4 terjadi lompatan mendadak pada harga 2
*?-
, maka turunan tak terhingga,
jadi'

*?-
) G untuk ? ) 4 *+,;0-
Sekarang kita perhatikan *+,;4- $ika ? diganti ? a, maka *+,;4- akan menjadi lebih umum,
yaitu dalam bentuk'
2
*? a-
) + untuk *? V a- M 4
2
*? a-
) P untuk *? , a- ) 4 *+,;1-
2
*? a-
) 4 untuk *? V a -H 4
/7
+//
+
2*?-
?
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
atau'
2
*? a-
) + untuk ? M a
2
*? a-
) P untuk ? ) a *+,;3-
2
*? a-
) 4 untuk ? H a
%engan demikian maka'

*?a-
) 4 untuk ? a B *?a- ) G untuk ? ) a *+,;5-
Sekarang perhatikan integral berikut'

G
G
f
*?-

*?,a-
d?
C#aluasi terhadap integral tersebut menggunakan metode parsial ! dJ ) !J J d!
dengan ! ) f
*?-
sedang dJ )
*?,a-
d? sehingga d! ) f I
*?-
d? dan mengacu *+,;+-, maka J )
2
*?a-
$adi'

G
G
f
*?-

*?,a-
d? )
G
G
a- , *? - *
2

1
]
1

#
f

G
G
2
*?a-
f I
*?-
d?

G
G
f
*?-

*?,a-
d? ) f *G-

G
G
2
*?a-
f I
*?-
d? *+,;7-
Karena 2
*?,a-
hilang kalau ? H a maka *+,;7- menjadi'

G
G
f
*?-

*?,a-
d? ) f *G-

G
a
2
*?a-
f I
*?-
d? *+,;7-
Suku

G
a
2
*?a-
f I
*?-
d? pada *+,;7- adalah J d! jadi *+,;7- menjadi'

G
G
f
*?-

*?,a-
d? ) f*a- *+,;:-
$ika kita bandingkan *+,;:- dengan persamaan
j
6
j

ij
) 6
i
kita dapat melihat bah9a peran
&ungsi delta %irac dalam integral sama dengan peran Kronecker delta dalam jumlah atau
sigma
/:
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
$adi dapat dipastikan'

G
G

*?,a-
d? ) + *+,;;-
Si&at *+,;5- dari &ungsi delta %irac sama dengan si&at *+,::- dan *+,:;-, dari &ungsi eigen posisi
g
*?-
%engan demikian secara tentati& dapat dinyatakan bah9a &ungsi eigen posisi adalah'
g
*?-
)
*?,a-
*+,+44-
000
(oal-&oal Bab 1
+ "pakah Hf
m
|R|f
n
M sama dengan Hf
m
|Rf
n
M =
/ "pakah suatu operator 2ermite dapat ditunjukkan oleh persamaan Hm|nM ) Hn|mM
(
=
0 %iketahui operator R dan G

adalah 2ermitian dan c adalah bilangan konstan real


a- buktikan bah9a cR adalah 2ermitian
b- Buktikan
bah9a RDG

adalah 2ermitian
1 %engan menggunakan f
i
) " sin n? dan f
j
) "I sin m?, buktikan bah9a operator d
/
/d?
/

adalah operator 2ermitian
3 Mana di antara operator,operator berikut yang dapat menjadi operator mekanika kuantum=
a- * -
+//
b- d/d? c- d
/
/d?
/
d- i*d/d?-
5 Tentukan nilai integral,integral dari sistem atom hidrogen berikut'
a- H
/ 1 1
|R
|
3 1 1
> b-
H
01 0
|G

|
3 1 0
> c-
H
01 1
|C

|
3 1 1
>
R adalah operator A@, G

adalah operator momentum angular A


/
dan C

adalah
operator 2amilton
7 $ika >
*?-
) ? *a V ? - untuk 4 H ? H adalah &ungsi gelombang partikel dalam bo? dan

n
) *//a-
+//
sin*n/a- ? adalah himpunan lengkap &ungsi gelombang dalam bo?, tentukan'
a- ekspansi >
*?-
)
n
a
n

n
b- C
+
, C
/
dan C
0
c- probabilitas mendapatkan C
+
, C
/
dan C
0
/;
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
: $ika

adalah operator paritas, tentukan


*

jika n bilangan ganjil positi& =


Bagaimana pula jika n genap positi& = *.ote' Terapkan

pada sembarang f*?, y, @-


; %iketahui

adalah operator paritas dan


i
*?- adalah &ungsi gelombang osilator
harmonik ternormalisasi %ide&inisikan bah9a elemen matrik
ij
adalah'
ij
)

i
(
i
W W

d
buktikan bah9a elemen matrik
ij
) 4 untuk i j dan
ij


)

D +
+4 $ika R adalah operator linear dimana R
n
) + Tentukan nilai eigen dari R
++ Buktikan bah9a operator paritas adalah linear Buktikan pula bah9a operator paritas
adalah hermitian *Pembuktian cukup dalam satu dimensi-
+/ Karena operator

adalah 2ermitian, maka dua &ungsi eigen terhadap

yang
mempunyai nilai eigen berbeda pasti ortogonal Buktikan X
+0 %engan menggunakan operator A
/
, sebuah &ungsi gelombang mempunyai nilai eigen
5
$ika diadakan pengukuran terhadap A@, tentukan harga,harga yang mungkin dan
probabilitasnya masing,masing
+1 Tentukan'
a-

G
G
*?- d? b-

+
G
*?- d? c-

+
+
*?- d?
+3 - Tentukan'
a-

G
G
f*?-*?,3- d? $ika f*?- ) ?
/
b-

G
4
f*?-*?,5- d? jika f*?- ) P ?
/
D 3
+5 !ntuk matrik'
A )

,
_

0
+

4
/
B )

,
_

1
+

1
+
Tentukan'
04
Bab I/Teorema Mekanika Kuantum
a- AB b- BA c- A D B d- 0A e- A D 1B
)))444)))
0+