Anda di halaman 1dari 22

FISIKA KUANTUM

256













OPERATOR
MEKANIKA KUANTUM



Werner Heisenberg
(1901 1976), warga
Jerman, sangat terkenal
karena asas
Ketidakpastiannya, ia juga
mengembangkan suatu
rumusan lengkap mengenai
teori kuantum yang
didasarkan pada matriks.
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
257

6.1. Pendahuluan

Operator yang merepresentasikan variabel dinamik dalam
suatu sistem mekanika kuantum memainkan peran yang
penting dalam mekanika kuantum. Hal tersebut dapat disim-
pulkan dari perangkat postulat yang menjadi landasan
mekanika gelombang.
Bab ini khusus mempelajari sifat-sifat operator mekanika
kuantum dan hubungan dengan operator-operator dengan
beberapa kaedah penting. Kesimpulan tentang perilaku suatu
sistem mekanika kuantum seringkali dapat ditarik melalui
hubungan dan sifat-sifat operatornya tanpa harus memecahkan
persamaan diferensial parsial yang berkaitan dengan sistem itu.
Itulaah pula alasan mengapa perlu disajikan satu Bab khusus
untuk keperluan ini
Apakah operator liner itu? Secara umum batasan operator
linier bilamana kerjanya terhadap suatu kombinasi linier dua
fungsi dalam ruang fungsi diberikan oleh:

( )
op 1 1 2 2 1 op 1 2 op 2
A A A ( ( + = +

(6.1)
Dalam hubungan di atas
1 2
dan merupakan tetapan yang
boleh berharga kompleks.
Berpangkal dari operator linier tertentu dapat dibuat
operator linier yang baru melalui operasi aljabar sebagai
berikut.
a. perkalian operator dengan suatu tetapan c:

op op
cA A c ( (


b. jumlah dua operator A
op
dan B
op


op op
A B
op
S +
c. hasil kali dua operator A
op
dan B
op

op op op op
A B A B
op
P (


Khusunya tentang butir c di atas dapat dinyatakan disini bahwa
tidak selamanya A
op
B
op
=B
op
A
op
.
FISIKA KUANTUM
258

6.2. Harga Ekspektasi dan Persoalan Nilai Eigen

Apakah ada syarat yang harus dipenuhi oleh suatu
operator mekanika kuantum?. Karena operator linier A
op
ber-
kaitan dengan variabel dinamika A, maka tentunya diinginkan
agar harga ekspektasi A yang diperoleh dengan memper-
gunakan operator A
op
adalah riel, jadi Persamaan (9.2) harus
riel.


op
A
A


= (6.2)

A adalah riel apabila harga tersebut sama dengan kompleks
konjugatenya, yakni:
A = A
*
(6.3)

Maka ini berarti bahwa :

*
*
A A


= (6.4)

J elas bahwa
*
* * *
karena d d d = = =
} } }
(


Arti daripada
*
op op
A A = adalah
( )
op
*
*
*
* * * *
A A A A
op op op
A d d d
op
= = = = } } }
(


J adi syarat yang harus dipenuhi oleh suatu operator mekanika
kuantum adalah bahwa:

op op
A A = (6.5)
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
259
Operator yang mempunyai sifat semacam ini dinamakan
operator Hermite. Andaikan bahwa suatu keadaan dinyatakan
dengan fungsi gelombang yang merupakan kombinasi linier:
+ ; apakah syarat yang harus dipenuhi agar harga
ekspektasi suatu variabel dinamik itu berharga riel?. Perhatikan
berikut ini.
( )
op
* *
A A A A
op op op op
A = + + + + +
adalah riel dengan adalah tetapan yang mungkin kompleks,
oleh karena itu dipresentasikan saja sebagai

o
; dimana adalah riel
i
o
e

=
Sekarang masalahnya adalah syarat agar riel untuk :
op op
A A
i i
e e

+
Agar riel maka harus sama dengan kompleks konjugetnya:

op op
A A
i i
e e

+ =
op op
A A
i i
e e

+
J adi :
A A A A
op op op op
i i
e e

=
( (


Ini berlaku untuk setiap harga o, jika dan hanya jika :

op op
A A = dan

op op
A A = (6.6)
Atau

*
op op
A A = dan

*
op op
A A = (6.7)
Dari mekanika kuantum telah diketahui bahwa pengukurannya
berlandaskan kebolehjadian, sehingga kita harus berbicara
tentang harga ekspektasi dan statistik harga variabel dinamik-
nya. Dalam statistik maka ukuran yang penting adalah
FISIKA KUANTUM
260
A=A- A , dan
( ) ( ) ( )
1
2 2 2
2
A A atau A A
(
A A =


apabila dijabarkan maka diperoleh bahwa:
( )
2 2
2
A A A A = (6.8)
Pertantayaan sekarang adalah: Apakah ada situasi dengan
A = 0?, artinya tidak ada fluktuasi statistik untuk harga
variabel dinamika A?

2
op
2
A
A


=
2
2 op
2
A
A


=
Apabila tidak fluktuasi A = 0, maka
2
2
A A =

2
2
op op
A A =
Tetapi karena A
op
operator Hermite :

2
op op
A A =
Oleh karena itu:

op op op op
A A A A =
Kesimpulan yang dapat diambil adalah:

op
A (6.9)
Andaikan bahwa faktor perbandingan adalah a, maka :
op
A =a (6.10)
Persamaan (6.10) adalah suatu persamaan nilai eigen untuk
operator A
op
, dimana merupakan fungsi eigen operator itu
dengan nilai eigen a.
J adi kita sampai pada suatu kesimpulkan yang sangat
penting, yakni besaran dinamik A memiliki harga yang pasti
(kebolehjadian =1) tertentu, sistem fisiknya dipresentasikan
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
261
oleh fungsi eigen
a
dari operator hermit A
op
. Harga yang
dimiliki A untuk keadaan yang dinyatakan dengan
a
itu adalah
a:
op
A =a .
Kesimpulan tersebut di atas sangat penting. Hal ini
antara lain dapat dilihat dari operator Hamilto H
op
yang menya-
takan energi total dari suatu sistem. Untuk kasus sistem kon-
servatif, seperti umpamanya sistem atom hidrogen, kita
mengandaikan bahwa energi total sistem memiliki harga ter-
tentu E apabila sistem berada dalam keadaan stationer.

Contoh 6.1.

Momentum linier suatu partikel yang bergerak dalam ruang
bebas, momentumnya berharga pasti dan tertentu, yakni:
p k =
r
r
h dengan
( )
1
2
2
o
k mE =
r
.



6.3. Sifat-sifat Operator Mekanika Kuantum

Untuk memudahkan penyajiannya maka sifat-sifat
operator mekanika kuantum ditampilkan dalam seperangkat
teorema.

Teorema I :
Operator Hamilton untuk parikel tunggal dalam medan potensial
V(r) adalah operator Hermit.


Bukti:
V(r) adalah operator perkalian saja, oleh karena itu bersifat
Hermit.



FISIKA KUANTUM
262
Contoh 6.2.
Apakah operator
2
V bersifat Hermit?
Penyelesaian:
Andaikanlah bahwa dan merupakan fungsi gelombang
untuk H. Perhatikan operasi di bawah ini:


( ) ( ) ( )
* * 2 *
V V = V V + V
r r r r


( ) ( ) ( )
* * * 2
V V = V V + V
r r r r

Pengurangan dan integrasi ruas kiri:
( ) ( ) { } { }
* * 2 * * 2
d d V V V V = V V
} }
r r r r

Integrasi di atas meliputi seluruh ruang konfigurasi; integrasi
ruang ruas kiri dapat dikembalikan pada integrasi permukaan
batas ruang tersebut.
{ } { }
* * * *
d ds V V V = V V
} }
r r r r r

Integral ini sama dengan nol, karena baik maupun
berharga nol di kedudukan tek-berhingga. J adi dapat
dinyatakan sebagai.

{ }
2 * * 2
0 d V V =
}

Atau

( )
* 2 2 *
d d V = V
} }

Oleh karena :

2 2 2
V = V = V ,
Maka :
2
V adalah operator Hermit.
Teorema II
Operator momentum i V
r
h bersifat operator Hermit.
Bukti:
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
263
( )
*
* *
x x x


c c c
= +
c c c

Intregral memberikan:
( )
*
* *
d d d
x x x


c c c
= +
c c c
} } }

Perhatikan ruas pertama
( ) ( )
* *
0
x
x
dxdydz dydz
x

=
=
c
= =
c
} }

Karena dan
*
sama dengan nol di daerah tak berhingga
(solusi persamaan gelombang). Oleh karena itu ruas kanan
sama dengan nol, sehingga:
*
*
d d
x x


c c
=
c c
} }

Perkalikan dengan i h:
*
*
i d i d
x x


| | c c
| |
=
| |
c c
\ .
\ .
} }
h h
Karena ini berlaku juga untuk koordinat y, maupun z, maka
persamaan tersebut dapat diluaskan menjadi:
( ) ( )
*
*
i d i d V = V
} }
r r
h h
J adi i V
r
h adalah merupakan operator Hermit.

Contoh 6.3.
Apakah operator
2
op
L adalah operator Hermit?.
Penyelesaian
Oleh karena
zop
, , P
xop yop
p p dan operator Hermit dan , ,
op op op
x y z
selain operator juga riel, maka operator momentum
, ,
xop yop zop
L L L operator Hermit, maka
2
op
L juga operator Hermit.
Teorema III
Andaikanlah bahwa himpunan
{ }
i
merupakan fungsi eigen
dari suatu operator A
op
dengan nilai eigen yang berlainan
FISIKA KUANTUM
264
{ }
i
a maka
{ }
i
merupakan fungsi ortogonal meliputi seluruh
daeah dimana A
op
operator Hermit.

Bukti:
Pandanglah dua fungsi eigen dan
k

l
. Karena A
op
operator
Hermit, maka:
*
op
A
k k k k k
a a = =
l l l

Tetapi juga:
op
A
k k
a =
l l l

A
op
operator Hermit, oleh karena itu:
op op
A A
k k
=
l l

Darimana diperoleh bahwa:
k k k
a a =
l l l
(6.11)
| |
0
k k
a a = =
l l

Hubungan di atas benar, apabila 0
k
=
l
untuk setiap
kasus dimana indeks k dan l tidak sama. (ingat bahwa
k
a a =
l
. J adi
{ }
i
merupakan himpunan fungsi yang ortogonal.

Teorema IV:
Apabila fungsi gelombang suatu sistem mekanika kuantum
secara simultan merupakan fungsi eigen dari operator A
op
dan
operator B
op
, maka baik A maupun B secara simultan dapat
diukur dengan kepastian.
Bukti:
Andaikan bahwa
i
merupakan fungsi eigen yang dimaksud,
maka:
op i i i
A a =
dan
op i i i
B b =
Darimana diperoleh:
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
265
i op i i
A A a = = (6.12)
i op i i
B B b = =
Keduanya mempunyai harga yang pasti (dianggap bahwa
i

dinormalisasikan, sehingga 1
i i
= ).

Teorema V:
Apabila dua operator A
op
dan B
op
mempunyai perangkat fungsi
eigen yang sama maka:

op op op op
A B B A =
Bukti:
op op i op i i i op i i i i
A B A b b A ba ( ( = = =



op op i op i i i op i i i i
B A B a a B ab ( ( = = =


Oleh karena itu:

op op i op op i
A B B A = (6.13)
Karena 0,
i
= maka
op op op op
A B B A = . Diktehui bahwa A
op
dan
B
op
berkomutasi.
op op op op
A B B A = , berarti bahwa
0.
op op op op
A B B A = A
op
dan B
op
berkomutasi, berarti
, 0.
op op
A B ( =



Teorema VI.
Apabila A
op
dan B
op
berkomutasi, maka fungsi eigen kedua
operator tersebut adalah perangkat yang sama.
Bukti:
Andaikan
i
merupakan fungsi eigen dari operator A
op
, maka:
op i i i
A a =
Kalikan dengan B
op
dari sebelah kiri:
FISIKA KUANTUM
266

op op i op i i
B A B a = =
i op i
a B (


Sekarang A
op
B
op
beroperasi pada
i
:

op op i op op i
A B A B ( =


A
op
dan B
op
berkomutasi, maka :
op op op op
A B B A =
J adi:
0
op op op op
A B B A ( =


Atau

0
op op op op i
A B B A ( =



op op i op op i
A B B A =
Darimana diperoleh bahwa:

op
A
op i i op i
B a B ( ( =

(6.14)
Dengan demikian karena a
i
adalah nilai eigen A
op
untuk fungsi
eigen
i
, maka:

op i i i
B b = (6.15)
Dimana
i
juga fungsi eigen dari B
op
.

Teorema VII
Apabila A
op
dan B
op
berkumutasi, maka harga nilai ekspektasi
dan B A dapat diukur secara serentak dengan kepastian.
Bukti:
Menurut teorema VI karena A
op
dan B
op
berkomutasi maka
kedua operator itu mempunyai perangkat fungsi eigen yang
sama
{ }
i
.

op i
A a
i i
=

op i
B b
i i
=
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
267
Darimana diperoleh bahwa:
A
i op i i i i
A a = = (6.16)
B
i op i i i i
B b = =
Kedua besaran dinamiknya dapat ditetapkan dengan pasti
secara serentak.


6.4. Komutator dan Prinsip Ketidakpastian

Andaikanlah A
op
dan B
op
, bagaimanakah sifat operator
, ?
op op
A B (

A
op
dan B
op
Hermit. Bataskan :
op op
A ,B
op
D (

.
Andaikanlah bahwa dan merupakan fungsi dari ruang
fungsi dimana A
op
dan B
op
beroperasi.
,
op op op
D A B ( =


=
op op op op
A B B A

op op op op op
D A B B A =
=
op op op op
B A A B
=
op op op op
B A A B
Darimana diperoleh bahwa:

op op
D D = (6.17)
D
op
mempunyai sifat yang lain, operator yang memiliki sifat
seperti ini dinamakan operator anti-Hermit (karena ada
perubahan tanda aljabar pada saat dibuat kompleks
konjugatenya). Hal ini sangat berguna untuk menentukan
prinspi ketidakpastian.

Teorema VIII
Komutator dua buah operator Hermit, A
op
dan B
op
, adalah anti-
Hermit. Bila [A
op
,B
op
] ingin ditulis sebagai operator Hermit C
op
,
maka haruslah dibataskan sebagai:
FISIKA KUANTUM
268
iC
op
= [A
op
,B
op
] (6.18)
Bukti:
Apabila dibataskan D
op
= [A
op
,B
op
}, maka D
op
adalah operator
anti-Hermit.
Bila dibataskan [A
op
,B
op
] =iC
op
, maka D
op
=iC
op
.
Subsitusi memberikan (sifat anti-Hermit)

op op
iC iC =
Atau

op op
i C i C =
Atau

op op
C C =
J adi iC
op
=[A
op
,B
op
] adalah operator Hermit.


Contoh 6.4.

Andaikan bahwa [A
op
,B
op
] =iC
op
; A
op
dan B
op
operator Hermit.
Hubungan apakah yang ada diantara ; ; C ? A B dan
Penyelesaian:
Perhatikan sifat operator
op op op
F A i B = + dengan A
op
dan B
op

operator Hermit. J elas bahwa apabila merupakan fungsi dari
ruang fungsi dimana baik A
op
dan B
op
beroperasi:

2
0
op op op
F F F d = >
}

Darimana diperoleh bahwa:

( ) ( )
0
op op op op
A i B A i B + + >
Karena baik A
op
, maupun B
op
operator-operator Hermit, maka:
( )( )
0
op op op op
A i B A i B + >
( )
2 2 2
0
op op op
A B C + >
Ungkapan di atas dapat dijabarkan menjadi:
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
269

2 2 2
0 A B C + >
Pertidaksamaan ini berlaku untuk semua . Ruas kiri mem-
punyai harga terkecil apabila:

2
2
C
B
= ; diangga
2
0 B = , untuk mana

2 2 2
0 A B C + = , dengan harga
tersebut diperoleh:

2
2
2
2
2
0
2
4
C C
A C
B
B
+ =
Atau

2
2 2
4
C
A B =
Sehingga secara umum apabila [A
op
,B
op
]=iC
op
, maka :
2 2 2
1
4
A B C =

Contoh 6.5.

Apakah yang dapat disimpulkan suatu hubungan antara
; ; C A B dan A A A , apabila [A
op
,B
op
]=iC
op
.
Penyelesaian:
Bataskan simpangan harga adalah :

( )
( )
1
2
2
, dengan A= A A A A A
( )
( )
1
2
2
, dengan B= B B B B A
Oleh karena:

( ) ( )
,
op
op op
A B iC
(
=

dan
( ) ( )
2 2 1
4
A B C =
FISIKA KUANTUM
270
Sehingga:

( ) ( )
1
2
A B C A A >
Kesimpulan: Apabila 2 operator, yang masing-masing bertautan
dengan variabel dinamik suatu sistem mekanika kuantum, tidak
berkomutasi, maka hasil perkalian ketidakpastian dalam harga
dua besaran itu apabila diukur secara serentak, adalah lebih
besar dari suatu harga minimum tertentu.

Ini adalah prinsip Heisenberg dalam bentuknya yang paling
umum.

Contoh 6.6.
Tunjukkan bahwa pernyataan tersebut di atas dapat diterapkan
untuk menentukan hubungan :
( ) ( )
2
x
x p A A >
h


Penyelesaian:
Operator :
op
; operator x
xop
p i x
x
c
= =
c
h , sehingga:


( )
op xop xop op
x p p x i x x i x x i
x x x x
c c c c
| | | |
= = =
| |
c c c c
\ . \ .
h h h
J adi :
,
op xop
x p i ( =

h
Dengan menerapkan persamaan
( ) ( )
1
2
A B C A A > , maka
diperoleh:
( ) ( )
2
x
x p A A >
h
.



BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
271
Contoh 6.7.
J ika diketahui
( ) ( )
z
dan L A A Tunjukkan bahwa dengan
menerapkan persamaan
( ) ( )
1
2
A B C A A > , maka diperoleh:
( )( )
2
z
L A A >
h



Penyelesaian:
zop
L i

c
=
c
h dimana :
op
= . Sehingga :
,
op zop
L i

| | c c
( =
|

c c
\ .
h
= 1 i i

| | c c
=
|
c c
\ .
h h
Dengan demikian akan diperoleh:
( )( )
2
z
L A A >
h
.


6.5. Komutator untuk Momentum Anguler

Seperti telah diketahui bahwa H
op
;
2
zop
; L
op
L dan untuk
sistem atom hidrogen memiliki fungsi eigen yang sama. Oleh
karena itu operator-operator termaksud saling berkomutasi:
2 2
op op
, 0 ; L , 0; H , 0
op op zop zop
H L L L ( ( ( = = =


Dalam hal ini berlaku hubungan-hubungan antara L
xop
; L
yop
; dan
L
zop
sebagai berikut.

,
xop yop zop
L L i L ( =

h

FISIKA KUANTUM
272
,
yop zop xop
L L i L ( =

h (6.19)

,
zop xop yop
L L i L ( =

h
Sedangkan hubungan antara L
zop
dan
2
op
L adalah sebagai
berikut.
2 2 2
, , , 0
op zop op yop op xop
L L L L L L ( ( ( = = =

(6.19)
Karena H setangkup terhadap x,y, dan z dalam kasus atom
hidrogen:

2 2 2
, , , 0
op zop op yop op xop
H L H L H L ( ( ( = = =

(6.20)




6.6. Turunan untuk Harga Ekspektasi

Andaikan bahwa Q
op
merupakan suatu operator yang
bertautan dengan variabel dinamik Q suatu sistem mekanika
kuantum. Bagaimanakah perubahan harga ekspektasi dengan
waktu?
Perhatikan :
op
d d
Q Q
dt dt
= =
op op
d d
Q Q
dt dt

+
Diketahui bahwa:

*
*
d
dan -i
dt
op op
d
i H H
dt

= = h h dengan H
op

adalah operator Hamilton. Sehingga diperoleh:
( )
1
op op op op
d
Q H Q Q H
dt i
= +
h

Karena H
op
merupakan operator Hermit, maka berlaku:

op op op op
H Q H Q =
Darimana diperoleh:
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
273

( )
1
op op op op
d
Q Q H Q H
dt i
=
h

=
( )
1
,
op op
Q H
i
(

h

J adi perubahan ekspektasi terhadap waktu adalah :
d
Q
dt
=
( )
1
,
op op
Q H
i
(

h
(6.21)
Apabila Q
op
berkomutasi dengan H
op
maka jelaslah bahwa
0, Q
d
Q
dt
= tidak berubah dengan waktu.

Teorema IX
Harga ekspektasi suatu operator yang berkomutasi dengan
operator Hamilton suatu sistem mekanika kuantum, tidak
berubah dengan waktu.




6.7. Hukum Kekekalan

Andaikanlah bahwa H
op
dari persamaan Schrdinger
bebas waktu suatu sistem mekanika kuantum dapat dipisahkan
perubahannya menjadi:

1 2 op op op
H H H = +
Andaikan bahwa fungsi eigen H
op
:

op
H E =
Sedangkan dan merupakan fungsi eigen, masing-masing
dari
1 2op
dan H
op
H :

1 1 op
H E = (6.22)

2 2 op
H E =
sehingga berlaku :
FISIKA KUANTUM
274
= dan E =E
1
+E
2

Karena merupakan fungsi eigen baik untuk
1op 2op
; H , H
op
H dan maka berlaku:
1 op 2 1op 2
, 0; H , 0; dan H , 0
op op op op
H H H H ( ( ( = = =


Maka berkomutasi
1 2op
, H
op
H dengan H
op
, memberikan bahwa
1 2
dan H H tidak berubah dengan waktu.
Apabila H
op
merupakan operator Hamilton untuk suatu
sistem mekanika kuantum dengan ( ) V r
r
tak bergantung dari
waktu, maka apabila dapat dilakukan pemisahan variabel
sehingga:
1 2 op op op
H H H = + , maka
1 2
dan H H tidak
berubah dengan waktu.



6.8. Paritas

Perhatikan persamaan Schrodinger bebas waktu untuk
partikel tunggal dalam potensial ( ) V r
r
:

2
2
( ) ( ) ( )
2
o
V r r E r
m
V + =
h r r r

Dengan melakukan inversi (refleksi terhadap titik asal koordinat
(0,0,0)), maka persamaan di atas menjadi:

2
2
( ) ( ) ( )
2
o
V r r E r
m
V + =
h r r r
(6.23)
Apabila ( ) V r
r
= ( ) V r
r
, maka kedua persamaan Schrdinger
tersebut di atas setara, artinya bahwa fungsi eigen ( ) r
r

hanya berbeda suatu tetapan dibandingkan dengan ( ) r
r
.
( ) ( ) r r =
r r

Apabila ( ) r
r
diinversikan kembali, maka diperoleh

2
( ) ( ) r r = =
r r

BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
275
Darimana diperoleh bahwa:

2
1 atu =+1 atau =-1 = (6.24)
Dari sini diperoleh bahwa apabila potensial ( ) V r
r
setangkup
terhadap (0,0,0) maka fungsi eigen ( ) r
r
memiliki paritas
tertentu, dapat berparitas ganjil, artinya :
( ) ( ) r r =
r r
(6.25)
Atau dapar berparitas genap, paritas genap, yakni

( ) ( ) r r =
r r
(6.26)
Disini dianggap bahwa keadaan tidak degerate. Untuk
membedakan antara dua paritas tersebut, maka fungsi diberi
indeks, untuk :
Fungsi berparitas genap : ( ) r
+
r

Fungsi berparitas ganjil : ( ) r

r
(6.27)
Andaikanlah P
op
menggambarkan operator melakukan inversi
maka:
( ) ( )
op
P r r
+ +
= +
r r

( ) ( )
op
P r r

=
r r
(6.28)
Disini terlihat bahwa P
op
mempunyai nilai eigen +1 atau -1

Contoh 6.8.
Tunjukkan bahwa paritas tidak berubah dengan waktu, yakni
0
d
P
dt
= .

Penyelesaian:
Untuk itu harus dikaji apabila , 0
op op
P H ( =

.
( ) ( ) ( ) ( )
op op op op
P H r P E r EP r E r = = =
r r r r

Diketahui bahwa potensial ( ) ( ) V r V r =
r r
, maka
( ) ( )
op
H r E r =
r r
, sehingga diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( )
op op op op op
P H r E r H r H P r = = =
r r r r

FISIKA KUANTUM
276
Darimana diperoleh bahwa: , 0
op op
P H ( =

sehingga 0
d
P
dt
=
J adi paritas kekal, apabila ( ) ( ) V r V r =
r r



A. Pemahaman Konsep

1. Menurut pendapat kamu, apa yang dimaksud dengan komut
dua buah operator?
2. Menurut pendapat kamu, apa yang dimaksud dengan
paritas?
3. Menurut pendapat kamu, apa yang dimaksud dengan
hukum ketidak pastian?
4. Menurut pendapat kamu, apa yang dimaksud dengan nilai-
nilai eigen yang berdegenerasi 2.
5. Tuliskan hubungan antara kumutator dan prinsip
ketidakpastian.
6. Apakah yang dimaksud dengan harga ekspektasi?

B. Penerapan Konsep

1. J ika

A,B,danC adalah tiga operator riel. Tunjukkan bahwa:
a.

A+B,C A,C B,C
( ( (
= +


b.

AB,C A B,C A,C B
( ( (
= +


2. J ika

A dan Bkeduanya Hermitian, tunjukkan bahwa

ABadalah Hermitian jika

A,B 0
(
=


3. Diberikan operator dan p x yang fungsi-fungsinya di dalam
ruang Hilber dan sesuai dengan
| |
, x p i = h, tunjukkan
bahwa jika x=x (yakni perkalian dengan x), maka
pmenyatakan
BAB VI : Operator Mekanika Kuantum
277
( ) p i f x
x
c
= +
c
h
4. Sebuah partikel di dalam potensial satu dimensi V(x),
tunjukkan bahwa

2
x
E x p
m
A A >
h

5. Andaikan tiga operator yang terukur,

A,B dan C, jika
diketahui bahwa:


B,C A dan A,C B
( (
= =


Tunjukkan bahwa:

2 2
1
( )
2
AB C A B A A > +
6. Apabila g(x) adalah fungsi terhadap x, tunjukkan bahwa :
| |
,
x
dg
p g i
dx
= h
7. J ika g(x) dan f(x) adalah fungsi-fungsi analitik, tunjukkan
bahwa:

( ) ( ) ( ) ( ) g A f g a f = dimana

A a =
8. Buktikan bahwa jika

dan B A adalah Hermitian, maka

, A B
(

adalah Hermitian jika dan hanya jika

, 0 A B
(
=


9. Tunjukkan bahwa operator momentum liner adalah Hermit.
10. Tunjukkan satu contoh operator anti-Hermit.
11. Tunjukkan bahwa apabila
zop
d
L i
d
= h dan
op
= , maka
berlaku
( ) ( )
2
z
L A A >
h
.
12. Buktikan bahwa harga ekspektasi bukan merupakan funsgi
terhadap waktu, yakni 0
d
X
dt
= , dimana X adalah
harga ekspektasi.