Anda di halaman 1dari 25

Insya Allah Anda Bisa Hafal Al Quran

Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al Quran dan Kami pula yang akan memeliharanya. (Q. S. Al Hijr : 9)

Pengantar

Dalam 5 tahun terakhir, saya telah bertemu dengan ratusan orang yang mengaku berminat menghafal Al Quran. Mereka adalah orang-orang yang hidup di sekitar saya. Saya membayangkan bahwa mungkin ada ribuan orang yang memiliki minat yang sama berada di daerah lain yang tidak bertemu dengan saya. Sebagian diantara mereka adalah orang-orang yang sudah berumur. Mereka mengatakan sangat telat mungkin bagi mereka untuk memulai menghafal Al Quran. Ketika kecil dahulu, tidak ada yang membimbing mereka untuk itu. Sebagian yang lain mengatakan ingin mendidik anak mereka menjadi penghafal Al Quran namun tidak tahu bagaimana caranya. Berdasarkan pengalaman tersebut saya berinisiatif untuk menulis sebuah buku tentang petunjuk menghafal Al Quran. Saya berharap dengan buku ini semakin banyak orang yang bisa menghafal Al Quran, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya dapat bertanya kepadanya dan ikut menghafal Al Quran. Tidak akan ada lagi orang-orang yang menyesali umurnya karena tidak dimanfaatlkan untuk menghafal Al Quran. Saya menyadari ketika saya menulis buku ini, mungkin sudah ada buku lain yang sejenis. Namun, saya mencoba menampilkan buku ini dengan bahasa yang sangat sederhana, komunikatif dan praktis agar mudah dicerna dan dipedomani oleh siapapun yang membacanya. Dalam buku ini, saya memaparkan alasan dan keutamaan menghafal Al Quran, hal-hal yang perlu diketahui sebelum menghafal Al Quran, metode menghafal Al Quran serta problematika menghafal Al Quran dan cara mengatasinya. Seluruhnya saya tulis berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya di dalam menghafal Al Quran.

Akhirnya, mudah-mudahan buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan pembinaan Al Quran di tanah air dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita agar diberikan kemudahan dalam menjalankan segala aktivitas baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.

Penulis

Daftar Isi

Satu. Pendahuluan 1. Menghafal Al Quran dan Perkembangannya 2. Motivasi Menghafal Al Quran 3. Keutamaan Para Penghafal Al Quran

Dua. Hal-Hal Penting Sebelum Menghafal Al Quran 1. Persyaratan Calon Penghafal 2. Usia Terbaik 3. Mushhaf 4. Tempat Menghafal Al Quran 5. Pembimbing 6. Target Hafalan 7. Hal-hal Yang Dapat Menghilangkan Hafalan 8. Etika Penghafal Al Quran

Tiga. Metode Menghafal Al Quran 1. Menambah Hafalan 2. Mengulang Hafalan 3. Tasmi

Empat. Problematika Menghafal Al Quran 1. Hafalan Baru Mudah Hilang 2. Hafalan Tidak Lancar 3. Ragu Pada Ayat-Ayat Yang Hampir Sama 4. Kesulitan Membagi Waktu 5. Menghafal Ketika Sudah Dewasa

Lima. Penutup

Satu Pendahuluan
1. Menghafal Al Quran dan Perkembangannya Al Quran sudah mulai dihafal sejak pertama kali diturunkan. Rasulullah SAW menerima ayat-ayat Al Quran dari Jibril secara lisan karena beliau adalah seorang yang tidak bisa tulis baca. Demikian pula penyebaran Al Quran dari Rasulullah SAW kepada para sahabat juga melalui lisan. Selanjutnya para sahabat juga menghafalkan Al Quran untuk disampaikan kepada yang lain. Disamping itu, salah satu tujuan Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur adalah agar mudah dihafalkan karena ketika itu belum tersedia alat tulis yang memadai dan sebagian mereka masih buta huruf. Dengan demikian, jelaslah bahwa konsep menghafal Al Quran sudah ada sejak pertama kali diturunkan. Pengumpulan Al Quran pada zaman Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan pembukuannya pada zaman Khalifah Utsman Bin Affan dalam bentu sebuah mshhaf telah memberikan warna baru dalam metode penghafalan Al Quran. Dengan adanya mushhaf, para penghafal Al Quran tidak lagi harus menghafalkan Al Quran melalui orang lain. Metode penghafal Al Quran seperti ini lebih

mempermudah para penghafal dalam menghafal Al Quran. Seiring dengan waktu, mushhaf tersebut kemudian dicetak, diterjemahkan dan ditafsirkan dalam berbagai bahasa. Setiap muslim dari seluruh dunia selanjutnya dapat memahami arti dan maksud dari tiap-tiap ayat dalam Al Quran. Keadaan ini tentu lebih memberikan kemudahan bagi penghafal Al Quran karena dengan memahami arti dan maksud ayat akan memudahkan proses penghafalan. Metode penghafalan Al Quran terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Perkembangan teknologi informasi, misalnya, juga memberikan kontribusi berharga bagi para penghafal Al Quran. Melalui internet, para penghafal dapat berkonsultasi langsung dengan para pembina Tahfizhul Quran, ketersediaan Al Quran digital serta fasilitas audio visual memungkinkan para penghafal Al Quran memperlancar hafalannya sambil bekerja atau dalam perjalanan. Namun, sesuatu

yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang adalah semangat kaum muslimin untuk menghafal Al Quran yang semata-mata bertujuan untuk memelihara kemurnian Al Quran.

2. Motivasi Menghafal Al Quran Setiap orang mempunyai alasan yang berbeda-beda ketika akan menghafal Al Quran. Alasan tersebut selanjutnya menjadi motivasi yang memberikan hasil yang berbeda-beda pula. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa orang menghafal Al Quran. a. Mencari ridha Allah SWT Mencari ridha Allah SWT atau sering disebut ikhlas adalah motivasi tertinggi dalam menghafal Al Quran. Bagi orang-orang yang menghafal Al Quran dengan motivasi ini insya Allah akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT selama menghafal Al Quran serta kemuliaan-kemuliaan yang tidak diduga-duga. Mereka akan diberikan kesuksesan di dunia dan diakhirat walaupun mereka tidak pernah memintanya. b. Memelihara kemurnian Al Quran Menghafal Al Quran dengan tujuan untuk memelihara kemurnian Al Quran adalah merupakan sebuah motivasi yang mulia. Motivasi seperti ini juga pernah hadir di kalangan para sahabat ketika banyaknya penghafal Al Quran yang gugur sebagai syuhada. Pada saat sekarang ini, motivasi seperti ini lahir karena semakin lamanya kurun waktu sejak Al Quran diturunkan dan adanya keinginan-keinginan negatif dari orang-orang di luar Islam untuk merubah keaslian Al Quran. c. Mengejar Keutamaan Penghafal Al Quran Sebagian orang menghafal Al Quran karena ingin meraih keutamaankeutamaan penghafal Al Quran yang dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Motivasi ini juga merupakan sebuah motivasi yang baik. Namun perlu difahami bahwa tidak semua penghafal Al Quran akan mendapatkan keutamaankeutamaan tersebut. Keutamaan-keutamaan tersebut hanya dapat diraih bila diikuti dengan usaha-usaha untuk terus mempelajari dan mengamalkan Al Quran.

d. Meningkatkan status sosial Motivasi lain menghafal Al Quran adalah untuk meningkatkan status sosial. Motivasi ini dapat muncul apabila seseorang melihat kehidupan sosial dari para penghafal Al Quran yang sangat baik. Seorang penghafal Al Quran biasanya akan menjadi orang yang sangat dihormati di tengah-tengah masyarakat. Dengan menghafal Al Quran, rezqi seseorang akan menjadi lancar, ia akan mudah mendapatkan pekerjaan dan kehidupan ekonominya pun menjadi meningkat. Motivasi seperti ini kurang baik bagi seorang penghafal Al Quran karena dapat melahirkan seorang penghafal Al Quran yang materialistis. e. Dorongan orang tua Bagi penghafal Al Quran yang masih kanak-kanak tentu belum memahami dengan jelas tujuannya untuk menghafal Al Quran. Yang mereka fahami adalah menghafal Al Quran karena dianjurkan oleh orang tua. Jadi, pada tahap awal dapat dipahami bahwa keinginan untuk menghafal Al Quran bukan tumbuh dari diri anak, namun dari para orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi seorang penghafal Al Quran. Motivasi seperti ini berdampak positif bagi anak-anak yang kemudian berkembang menjadi orang yang cinta Al Quran. Ketika mereka sudah memahami tujuan menghafal Al Quran mereka akan bersyukur karena orang tua mengarahkan mereka untuk itu sejak dini. Namun sebagian anak merasa bahwa hal tersebut bukanlah keinginan mereka dan sangat membebani. Anak-anak seperti ini sama sekali tidak memiliki niat untuk menghafal Al Quran. Akibatnya ketika mereka menyadari hal ini, mereka tidak lagi melanjutkan hafalan mereka.

3. Keutamaan Para Penghafal Al Quran Keutamaan para penghafal Al Quran dapat dilihat dari beberapa hadits Rasulullah SAW, diantaranya menyatakan penghormatan dan kedudukan yang tinggi bagi para penghafal Al Quran, hadiah yang disediakan bagi para penghafal

Al Quran ataupun jaminan kehidupan yang baik bagi penghafal Al Quran. Diantara hadits-hadits tersebut adalah:

a. Diberikan derajat yang tinggi


Dari Umar bin Al Khattab ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda: Sesungguhnya Allah SWT mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Quran (HR. Muslim).

b. Disebut sebagai Ahli Allah SWT


Dari Anas bin Malik ra dia berkata, Rasulullah sas bersabda: Sesungguhnya bagi Allah itu keluarga. Ditanyakan, siapakah mereka itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Ahlul Quran. Mereka itu keluarga Allah dan orang-orang khusus (istimewa) bagi-Nya. (HR. Ahmad, Ibnu Majjah, Ad-Darimi, Hakim dan Nasai)

c. Diberikan derajat yang tinggi serta tambahan nikmat dan kebaikan pada hari kiamat
Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan (HR. Turmudzi)

d. Didahulukan dalam kebaikan


Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said, telah bercerita pada kami Al-Laits dari Ibnu Syihab dari Abdirrahman bin Kaab bin Malik, bahwasannya Jabir bin Abdillah r.a telah menghabarinya bahwasannya Rasulullah saw. pernah mengumpulkan (menjadikan satu) antara dua laki-laki (yang syahid) di perang Uhud dalam satu kain. Kemudian beliau bersabda : Mana di antara mereka yang paling banyak menghafal Al-Quran?, lalu ketika ditunjukkan kepada beliau kepada salah satu (di antara mereka), beliau mendahulukannya dalam liang lahat dan bersabda: Kelak pada hari kiamat aku akan menjadi saksi buat mereka. Lalu beliau memerintahkan untuk mengubur mereka dengan darah-darah mereka tanpa dishalati dan dimandikan (HR. Bukhari).

e. Diberikan kebaikan kepada orang tuanya


Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Amr bin Sarh, telah bercerita kepada kami Ibnu Wahhab, telah menghabariku Yahya bin Ayyub dari Zabban bin Faid dari Sahl bin Muadz AlJuhani dari bapaknya : bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa yang membaca AlQuran dan mengamalkan isinya, maka pada hari kiamat Allah akan memakaikan mahkota kapada orang tuanya yang sinarnya itu lebih terang dari sinar matahari ketika menyinari rumahrumah kalian di dunia. Lantas apa persangkaan kalian tentang orang yang mengamalkan AlQuran ini?

Dua Hal-Hal Penting Sebelum Menghafal Al Quran

1.

Persyaratan Calon Penghafal Kemampuan menghafal Al Quran adalah hidayah dari Allah SWT. Namun,

hidayah tersebut tidak dapat diketahui sebelum seseorang berusaha untuk menghafal Al Quran. Memang pada dasarnya setiap orang berhak untuk berusaha menghafal Al Quran, tapi tidak semua dapat berhasil dengan baik. Untuk dapat menghafal Al Quran dengan baik, seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : a. Dapat membaca Al Quran dengan lancar dan benar Hal ini adalah syarat mutlak bagi anda calon penghafal Al Quran. Dalam proses menghafal Al Quran tidak akan ada lagi proses memperbaiki bacaan. Jika anda belum dapat membaca Al Quran dengan lancar dan benar, maka anda akan menghafal Al Quran dengan bacaan yang salah. Bacaan salah yang sudah terhafal tentu akan sangat sulit untuk diperbaiki. b. Memiliki niat yang ikhlas dan kemauan yang kuat Hal ini juga merupakan syarat penting bagi kesuksesan anda sebagai calon penghafal Al Quran. Anda harus meluruskan niat anda semata-mata karena Allah dan meyakini bahwa Allah SWT akan membantu anda dalam mewujudkan niat tersebut. Dengan adanya kemauan yang kuat, anda pasti akan berusaha keras untuk mencapai niat anda. Doa dan usaha adalah kunci kesuksesan menghafal Al Quran. c. Bersedia menyediakan waktu untuk menghafal Al Quran Hal ini juga penting bagi anda calon penghafal Al Quran. Anda harus bersedia menyediakan waktu secara konstan setiap harinya. Untuk itu, dibutuhkan

kemampuan anda dalam membagi waktu antara menghafal Al Quran dengan kesibukan-kesibukan lainnya.

2.

Usia Terbaik Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu dewasa

bagai mengukir di atas air, demikian petuah orang tua memberikan gambaran bagi kita tentang waktu terbaik untuk belajar termasuk menghafal Al Quran. Hal ini adalah karena pada waktu kanak-kanak, fikiran kita belum dipenuhi oleh hal-hal yang bermacam-macam sebagaimana layaknya orang dewasa. Untuk orang Indonesia secara umum, umur yang terbaik untuk menghafal Al Quran adalah antara 10 s/d 17 tahun. Seseorang pada umur tersebut diyakini akan lebih cepat dan mudah menghafal dibandingkan dengan yang terlalu muda atau terlalu tua. Hal ini bukan berarti bahwa jika anda seorang yang sudah dewasa tidak dapat menghafal Al Quran. Sebenarnya, orang dewasa atau bahkan tua sekalipun masih dapat menghafal Al Quran hanya saja mungkin waktu dan usaha yang dibutuhkan akan lebih banyak.

3.

Mushhaf Mushhaf pribadi adalah sesuatu yang harus disiapkan oleh seorang calon

penghafal Al Quran. Untuk mempermudah proses menghafal, anda harus menggunakan mushhaf yang identik dalam susunan baris dan ayatnya selama proses penghafalan dan seteusnya. Hal ini untuk memudahkan anda mengingat posisi ayat pada setiap halaman. Mengganti-ganti mushhaf akan menyebabkan keragu-raguan ketika membayangkan ayat yang telah dihafal. Mushhaf yang biasanya digunakan oleh para penghafal Al Quran adalah mushhaf pojok. Pada mushhaf ini, setiap halaman akan diakhiri oleh ujung atau nomor ayat. Tujuan penggunaan mushhaf ini adalah untuk memudahkan pembagian ayat yang menjadi target hafalan per hari. Disamping itu, biasanya

mushhaf ini tersedia dalam ukuran yang lebih kecil sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.

4.

Tempat Menghafal Al Quran Menghafal Al Quran dapat anda lakukan dimana saja, di rumah, di mesjid,

di sekolah, di kantor atau bahkan di jalan sekalipun. Namun untuk tahap awal, sebaiknya anda menyediakan satu tempat khusus dimana anda dapat

berkonsentrasi penuh tanpa adanya gangguan. Tempat tersebut bisa saja berada di rumah atau di mesjid tergantung kepada anda.

5.

Pembimbing Sebelum mulai menghafal, sebaiknya anda sudah menemukan seseorang

yang dapat membimbing anda selama proses penghafalan. Seorang pembimbing dibutuhkan untuk memberikan petunjuk kepada anda dan memperbaiki kesalahankesalahan hafalan yang mungkin tidak anda disadari.

6.

Target Hafalan Sebelum menghafal Al Quran sebaiknya anda telah menetapkan target

hafalan tambahan setiap harinya. Misalnya, untuk tahap awal, anda dapat menargetkan setengah halaman per hari. Namun, kebanyakan penghafal Al Quran menargetkan 1 halaman per hari. Dengan menggunakan mushhaf pojok, 1 juz akan dapat diselesaikan dalam 20 hari karena pada mushhaf pojok ada 20 halaman setiap juznya. Kemudian 10 hari dibutuhkan untuk memantapkan hafalan tambahan 1 juz tadi. Dengan demikian, anda akan dapat menyelesaikan 1 juz hafalan tambahan secara mantap dalam 30 hari atau 1 bulan penuh. Dengan target seperti ini, maka dalam 30 bulan atau 2,5 tahun insya Allah anda sudah hafal Al Quran 30 juz.

7.

Hal-hal Yang Dapat Menghilangkan Hafalan Menghafal Al Quran tidaklah seperti menghafal sebuah buku biasa.

Mempertahankan hafalan Al Quran jauh lebih sulit daripada menghafalnya. Seorang penghafal Al Quran haruslah mengetahui hal-hal yang dapat mempercepat hilangnya hafalan agar proses penghafalan dapat berhasi dengan baik. Faktor-faktor yang dapat menghilangkan hafalan Al Quran memiliki pengaruh yang berbeda-beda sesuai dengan kekuatan ingatan seseorang. Bisa saja hal-hal yang dapat menghilangkan hafalan dimaksud hanya sedikit berpengaruh pada orang yang sangat kuat ingatannya. Namun dapat disimpulkan secara umum bahwa beberapa hal yang dapat mengurangi kadar hafalan Al Quran seseorang adalah sebagai berikut : a. Melakukan maksiat kepada Allah SWT Hafalan Al Quran adalah hidayah dari Allah SWT dan hanya dapat menetap pada hati yang bersih. Karena itu, hafalan Al Quran tidak akan bertahan lama di hati orang-orang yang sering melakukan maksiat. Seorang penghafal Al Quran haruslah menjaga hati dan seluruh panca inderanya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. b. Tidak konsisten di dalam mengulang hafalan Ketidak konsistenan di dalam mengulang hafalan juga mempercepat hilangnya hafalan. Mengulang dengan sistem kapan saja tanpa memenuhi target, kadang banyak dan kadang sedikit adalah tidak baik. Penghafal Al Quran akan cenderung malas untuk mengulang. Hal inilah yang dapat menyebabkan hilangnya hafalan. c. Terburu-buru dalam menambah hafalan Terburu-buru ingin cepat dalam menambah hafalan Al Quran sementara hafalan yang sebelumnya belum lancar benar atau menetapkan target diluar kemampuan juga dapat menyebabkan hilangnya hafalan. Hal ini disebabkan karena hafalan yang tidak lancar benar adalah sangat rapuh. Karena itu, sangat penting untuk tidak mengejar kuantitas dalam menghafal tapi utamakanlah kualitas dengan

tetap berpedoman pada target yang telah ditetapkan. Seorang penghafal Al Quran sebaiknya menambah hafalan hanya jika hafalan yang sebelumnya sudah lancar benar. d. Mengganti-ganti mushhaf Mengganti-ganti mushhaf juga akan melemahkan hafalan seseorang. Setiap mushhaf berganti maka posisi ayat akan berubah. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi penghafal untuk membayangkan posisi ayat. Selanjutnya akan timbul kebimbangan pada saat melanjutkan akhir ayat dengan awal ayat berikutnya. e. Terlalu menyibukkan diri dengan urusan dunia Orang-orang yang telah memiliki komitmen untuk menghafal Al Quran hendaklah tidak terlalu memberikan perhatian yang besar bagi urusan dunia. Hal ini adalah karena perhatian yang berlebihan tersebut akan menyebabkannya terabaikannya waktu untuk menghafal Al Quran. Kelalaian dalam menyisakan waktu menghafal Al Quran akan menyebabkan hilangnya hafalan yang telah ada.

8.

Etika Penghafal Al Quran Pada dasarnya, seorang penghafal Al Quran memiliki kedudukan yang

mulia di sisi Allah SWT. Namun, banyak juga penghafal Al Quran yang akhirnya dihinakan oleh Allah SWT karena tidak memelihara dirinya dari hal-hal yang tidak mulia. Oleh karena itu, seorang penghafal Al Quran seharusnya bersikap dengan etika yang layak bagi dirinya. Beberapa etika penghafal Al Quran adalah : a. Tidak takabbur dengan hafalannya Takabbur adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Iblis sendiri telah diusir dari surga karena ketakabburannya. Seorang penghafal Al Quran sangat tidak layak untuk disamakan dengan iblis karena itu ia harus senantiasa memelihara hatinya agar tidak takabbur. Seorang penghafal Al Quran harus selalu sadar bahwa kemampuan menghafal Al Quran bukanlah semata-mata karena kemampuannya tapi karena pertolongan dan hidayah Allah SWT.

b. Selalu memelihara Al Quran Seorang penghafal Al Quran harus selalu memelihara Al Quran dengan cara membacanya, mempelajarinya dan mengajarkannya. Al Quran harus selalu bersamanya dimana saja ia berada. Bibirnya lebih suka melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dari pada perkataan-perkataan yang tidak perlu. Seorang penghafal Al Quran tidak hanya siap untuk terus belajar Al Quran tapi juga bersedia untuk mengajarkan Al Quran. Semua itu dilakukannya untuk memelihara kemurnian dan kelestarian Al Quran. c. Berakhlaq dengan Al Quran Setelah menghafal Al Quran dalam hatinya, seorang penghafal Al Quran harus merealisasikannya dalam tindakannya. Seluruh gerak geriknya harus dapat mencerminkan nilai-nilai Al Quran yang dihafalnya. Seorang penghafal Al Quran harus dapat dijadikan teladan bagi masyarakat di sekitarnya. Berkata lembut, tidak emosional dan selalu tenang adalah beberapa akhlaq seorang penghafal Al Quran.

Tiga Metode Menghafal Al Quran


1. Menambah hafalan Sebagian besar para penghafal Al Quran berpendapat bahwa waktu yang terbaik untuk menambah hafalan adalah pada saat sebelum shalat subuh. Pada waktu ini, anda akan mendapatkan kesegaran jasmani dan rohani yang optimal setelah beristirahat pada malam harinya. Disamping itu, pada waktu ini anda dapat mengkonsentrasikan diri secara penuh karena sunyi dari berbagai keributan lain. Sebelum menambah hafalan, hal yang harus anda lakukan adalah membaca ayat yang akan dihafal minimal 3x pada malam harinya sesaat sebelum tidur. Semakin banyak anda mengulang bacaan ayat tersebut, maka akan semakin mudah bagi anda menghafalnya esok subuh. Kalau memungkinkan, alangkah lebih baik jika anda memperdengarkan bacaan tersebut terlebih dahulu kepada pembimbing anda sebelum menghafalnya untuk menghindari kesalahan bacaan yang tidak anda sadari. Disamping itu, salah satu cara untuk memudahkan anda menghafal Al Quran adalah dengan memahami maknanya. Karena itu, setelah membaca ayat ayat tersebut berulang-ulang, fahamilah makna ayat tersebut dengan membaca terjemahannya. Hal ini akan memudahkan anda dalam mengingat lanjutan ujung ayat kepada awal ayat sesudahnya. Ketika anda terbangun untuk menambah hafalan, maka amalan tambahan yang dapat anda lakukan adalah shalat sunnat tahajjud dan witir. Shalat ini memang lazim dilakukan oleh para penghafal Al Quran namun bukan merupakan kewajiban. Lakukanlah shalat ini beberapa rakaat sesuai kemamuan dan keinginan anda. Selesai shalat, berdoalah kepada Allah SWT dan mohon agar anda diberikan kemudahan dan hidayah dalam menghafal Al Quran. Dalam menambah hafalan, anda tidak perlu menghafal keseluruhan ayat yang menjadi target hafalan anda sekaligus. Namun, lakukanlah dengan menghafal

ayat per ayat. Bacalah ayat pertama berulang-ulang terlebih dahulu. Perhatikan dengan seksama letak masing-masing kata dalam ayat tersebut untuk memudahkan anda membayangkannya. Gunakanlah suara yang keras agar disamping membaca anda juga akan terbantu dengan mendengar ayat tersebut. Setelah anda merasa anda hafal akan ayat ini, cobalah untuk membacanya dengan menutup mushhaf. Lakukanlah hal ini berulang-ulang dan jangan pindah ke ayat berikutnya sebelum anda hafal benar ayat pertama. Setelah anda yakin bahwa anda telah menghafal ayat pertama dengan mantap, lakukan hal yang serupa pada ayat kedua. Jangan pindah ke ayat ketiga sebelum ayat yang kedua benar-benar hafal. Setelah anda menghafal ayat kedua, cobalah mengulanginya dari ayat pertama dan lanjutkan dengan ayat kedua tanpa membuka mushhaf. Demikianlah anda lakukan sampai anda menghafal keseluruhan ayat yang menjadi target anda pada hari itu secara mantap. Jangan lupa yang perlu diingat bahwa setiap selesai menghafal satu ayat anda harus mengulangnya dari sayat pertama dan seterusnya. Setelah itu, tentu hafalan baru tersebut tidak akan terus menerus menetap di ingatan anda. Pada siang harinya, hafalan tersebut berangsur-angsur akan hilang. Tugas anda adalah melakukan hal yang sama seperti yang anda lakukan pada waktu subuh untuk mendatangkan hafalan itu kembali. Aktu yang terbaik untuk melakukan ini adalah sebelum shalat zhuhur. Pada waktu ashar, hafalan ini sudah semakin kuat walaupun mungkin masih ada yang hilang sedikit. Anda harus mengulangnya kembali setelah shalat ashar. Pada malam hari, biasanya anda hanya perlu mengulang kembali hafalan tersebut untuk memastikan bahwa anda telah hafal. Demikianlah waktu 1 hari yang harus anda luangkan untuk mendapatkan hafalan baru anda. Anda dituntut melakukan hal yang sama setiap harinya sampai anda benar-benar menjadi sorang penghafal Al Quran.

2.

Mengulang hafalan Mempertahankan hafalan yang sudah ada lebih berat daripada menambah

hafalan baru. Karena itu selain menambah hafalan, kegiatan penting lain yang harus dilakukan setiap harinya adalah mengulang hafalan. Anda harus bisa membagi waktu untuk menambah dan mengulang hafalan sebelumnya. Biasanya para penghafal Al Quran mengkhususkan waktu subuh untuk menambah hafalan, sementara siang hari sampai dengan malam digunakan untuk mengulang hafalan baru dan hafalan lama. Untuk mengulang hafalan baru, biasanya hanya dibutuhkan waktu setengah jam, sisanya dapat digunakan untuk mengulang hafalan lama. Target ulangan hafalan minimal adalah 5 juz per hari. Bila anda baru menghafal 1 juz, maka hafalan tersebut harus diulang 5x sehari. Sebaliknya bila anda sudah menghafal 20 juz maka ulangan hafalan tersebut harus anda selesaikan dalam 4 hari dan seterusnya. Namun bila anda memiliki kesempatan yang luas, anda dapat menetapkan target ulangan sendiri, misalnya 10 juz per hari atau 15 juz per hari. Yang terpenting adalah konsistensi anda di dalam melakukan ulangan. Tidak ada waktu khusus untuk mengulang hafalan. Kapan saja dan dimana saja bila ada kesempatan anda dapat melakukannya. Biasakanlah anda selalu dalam keadaan berwudlu dan jangan lupa untuk membawa mushhaf anda kemanapun anda pergi. Ketika anda di dalam perjalanan jauh, di atas kendaraan dan sedang menunggu seseorang adalah waktu yang paling mengasyikkan untuk mengulang hafalan. 3. Tasmi Tasmi adalah memperdengarkan hafalan kepada pembimbing. Tasmi dilakukan 2x sehari, pertama untuk tasmi hafalan tambahan dan kedua untuk tasmi hafalan ulangan. Banyaknya hafalan yang ditasmikan adalah 1 halaman untuk hafalan tambahan dan 5 halaman untuk hafalan ulangan. Pada saat tasmi dibutuhkan selembar kertas berisi tabel kemajuan hafalan anda dan sebuah highlighter (stabilo). Minta kepada pembimbing anda untuk mencatat kemajuan hafalan anda serta beberapa hal yang perlu diperbaiki dan

memberikan highlight pada kata-kata yang salah hafal di mushhaf anda. Setelah tasmi bacalah kembali hafalan tersebut dengan mengulang-ulang bagian ayat yang salah ketika tasmi tadi.

Empat Problematika Menghafal Al Quran


1. Hafalan baru mudah hilang Setiap penghafal Al Quran pasti mengahadapi hal ini karena hafalan baru sangat rapuh. Ayat-ayat yang baru anda hafal tadi subuh akan hilang ketika siang bila anda tidak segera menghafalnya kembali. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan : a. Ukurlah kemampuan ingatan anda, berapa lama anda akan dapat mengingat hafalan baru tersebut dengan baik apakah 3 jam, 4 jam atau lebih. Jika anda sudah tahu kemampuan anda adalah sekitar 3 jam misalnya, maka sebelum limit waktu tersebut anda harus kembali mengulang hafalan baru tersebut. b. Tulislah hafalan baru tersebut di atas kertas dan simpanlah di saku anda. Bacalah ia setiap kali anda menyadari bahwa ada sesuatu di saku anda. Jangan pernah mengabaikannya ketika anda ingat. c. Jangan menetapkan target hafalan baru terlalu banyak jika anda memang tidak sanggup menghafalnya. 2. Hafalan tidak lancar Semakin banyak ayat yang sudah anda hafal, maka akan semakin sulit anda untuk mempertahankannya, sehingga akan menyebabkan sebagian hafalan anda tidak lancar. Hal ini sering dihadapi oleh para penghafal yang kesulitan untuk membagi waktunya antara memantapkan hafalan baru dan mengulang hafalan lama. Solusi untuk mengatasi masalah di atas adalah sebagai berikut: a. Identifikasi terlebih dahulu bagian-bagian ayat yang tidak lancar. Hal ini dapat anda lakukan dengan menyuruh seseorang untuk membacakan awal suatu ayat secara acak dan anda melanjutkannya sampai lebih kurang satu halaman. Untuk setiap juznya teman atau pembimbing anda dapat memilih

dua sampai tiga maqra yang dianggap representatif. Dengan demikian, anda akan dapat mengetahui bagian atau juz mana dari hafalan anda yang tidak lancar. b. Berikan perhatian penuh pada bagian-bagian tersebut. Bila anda mengulang secara reguler dari awal sampai akhir hafalan anda, maka ketika sampai kepada bagian dimaksud anda harus mengulang-ulangnya minimal 5 kali. c. Bila bagian yang tidak lancar adalah keseluruhan juz atau sampai beberapa juz, mintalah pembimbing anda untuk mentasmi juz-juz dimaksud secara rutin dan berulang-ulang sampai anda benar-benar lancar. 3. Ragu pada ayat-ayat yang hampir sama Beberapa ayat dalam Al Quran memiliki kemiripan dalam segi susunan kalimat dan makna. Ada beberapa ayat yang pangkalnya sama tetapi ujungnya berbeda, demikian juga ada beberapa ayat yang pangkalnya berbeda tetapi ujungnya sama. Ada pula beberapa ayat yang pangkal dan ujungnya sama tetapi berbeda di tengah, bahkan ada beberapa ayat yang benar-benar sama. Ayat-ayat yang hampir sama tersebut tentu sangat sulit untuk diingat. Bisa saja seorang penghafal yang membaca ayat pada suatu surat berpindah ke surat lainnya karena adanya kemiripan pada ujung ayat. Kesulitan lain adalah mengingat ayat yang selanjutnya bagi masing-masing ayat yang hampir sama. Terlebih lagi, kadang ada ayat-ayat yang mirip lebih dari dua. Untuk menyiasati hal tersebut, maka anda dapat melakukan hal-hal sebagai berikut : a. b. Buatlah catatan tersendiri setiap anda menemui ayat yang hampir sama. Berilah highlight pada ayat-ayat yang hampir sama di mushhaf anda. Setiap kali anda membaca ayat tersebut, ingatlah tempat ayat yang mirip dengannya. Bila anda tidak bisa mengingatnya, bukalah kembali catatan anda. c. Dalam mengulang hafalan, berikanlah frekwensi yang agak banyak pada ayat-ayat yang hampir mirip dibanding ayat-ayat yang biasa. Misalnya, bila

anda membaca ayat biasa sebanyak 1 kali, bacalah ayat yang bersamaan 5 kali. 4. Kesulitan membagi waktu Membagi waktu adalah salah satu problema di dalam menghafal Al Quran. Bagi anak-anak, harus menyediakan waktu menghafal Al Quran disamping waktu sekolah dan belajar. Sementara bagi orang dewasa, harus membagi waktu antara menghafal Al Quran, bekerja dan waktu bagi keluarga. Bila anda kesulitan dalam menyediakan waktu untuk menghafal Al Quran, maka hal-hal yang harus anda lakukan adalah: a. Berusahalah untuk bangun pagi lebih awal di saat orang lain masih tidur, anda akan memperoleh waktu yang banyak dan baik untuk menghafal Al Quran. b. Biasakanlah untuk menghafal Al Quran ketika anda akan tidur di malam hari. c. Bawalah mushhaf anda kemanapun anda pergi sehingga anda dapat membacanya ketika ada waktu luang. d. Buatlah jadwal kegiatan harian anda, masukkan di dalamnya waktu untuk menghafal Al Quran. 5. Menghafal ketika sudah dewasa Tidak ada salahnya menghafal ketika sudah dewasa, namun akan menjadi problema jika anda menyadari bahwa ingatan anda tidak sekuat dulu lagi. Anda akan dibayangi keraguan apakah akan bisa melanjutkan sampai akhir atau akan berhenti di tengah jalan. Ada beberapa orang yang saya temui menghafal Al Quran ketika dewasa. Mereka mengakui bahwa jangka waktu yang dibutuhkan akan menjadi lebih panjang. Jika anak-anak dapat menghafal Al Quran 1 halaman per hari, maka orang dewasa mungkin hanya 1-3 ayat per hari. Namun, akhirnya mereka juga dapat menghabiskan hafalan mereka 30 juz.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh penghafal Al Quran dewasa antara lain: a. Memulai menghafal Al Quran dari surat-surat pendek seperti Juz Amma, Al Mulk, Ar Rahman, Al Waqiah, Yasin, As Sajdah dan sebagainya. b. Tidak menetapkan target hafalan tambahan harian yang terlalu tinggi, cukup 1-3 ayat per hari. c. d. Menjaga komitmen dan konsistensi di dalam menghafal Al Quran. Memperbanyak berdoa kepada Allah SWT semoga diberikan kemudahan di dalam menghafal Al Quran. e. Memanfaatkan setiap waktu dengan baik.

Lima Penutup
Kemampuan untuk menghafal Al Quran adalah buah dari niat yang ikhlas, konsistensi usaha dan hidayah dari Allah SWT. Bila anda telah memiliki niat yang ikhlas untuk menghafal Al Quran, lakukanlah usaha sebagaimana yang tertulis dalam buku ini dan mohonlah hidayah dari Allah SWT. Jangan pernah berpikir bahwa anda tidak mungkin bisa menghafal Al Quran karena tidak ada yang tidak mungkin dengan hidayah Nya. Jangan pula pernah berpikir bahwa menghafal Al Quran adalah sesuatu yang mudah, karena itu akan menghalangi hidayah Nya. Setelah membaca buku ini, pikirkanlah berapa jangka waktu yang anda butuhkan untuk menghafal Al Quran, berapa banyak ayat yang akan anda hafal setiap harinya, aturlah jadwal kegiatan harian anda. Jangan pernah lupa untuk selalu merasa rendah diri dan memohon kekuatan padanya karena hanya dengan hidayah Nya, anda akan bisa hafal Al Quran.