Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ANALISIS ALGORITMA FUZZY LOGIC CONTROLLER (FLC) DENGAN METODE TSUKAMOTO PADA APLIKASI KENDALI DAYA MOTOR

TUGAS KULIAH KECERDASAN BUATAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Kecerdasan Buatan

Disusun Oleh : Dwikeu Novi asrika 10110376 Wulan Fitriani 10110398 Tita Tjahyati 10110400

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2013

1. LATAR BELAKANG

Dewasa ini otomotif khususnya motor mengalami perkembangan yang begitu pesat karena didukung tingkat kemajuan teknologi dan kualitas sumber daya manusia yang semakin meningkat. Penggunaan motor pada saat ini juga semakin banyak, akan tetapi sebagian orang tidak mengetahui tentang kinerja daya motor dengan baik, karena daya motor sangat berpengaruh untuk kenyamanan dalam berkendara. Sebagian orang tidak memikirkan maksimal dan minimal daya atau berat beban barang bawaan yang harus dibawa saat mengendarai motor. Dengan menggunakan prinsip Fuzzy Logic Controll metode Tsukamoto, program ini bertujuan mencari daya motor berdasarkan dua masukan, yaitu jumlah orang dan berat barang bawaan. Dimana jika barang bawaan ringan dan jumlah orang sedikit maka daya motor berkurang, jika barang bawaan ringan dan jumlah orang banyak maka daya motor berkurang, jika barang bawaan berat dan jumlah orang sedikit maka daya motor bertambah, dan jika barang bawaan berat dan jumlah orang banyak maka daya motor juga bertambah. Fuzzy Logic adalah metodologi pemecahan masalah dengan beribu ribu aplikasi dalam pengendali yang tersimpan dan pemrosesan informasi. Fuzzy Logic menyediakan cara sederhana untuk menggambarkan kesimpulan pasti dari informasi yang ambigu, samar samar, atau tidak tepat. Sedikit banyak, Fuzzy Logic menyerupai pembuatan keputusan pada manusia dengan kemampuannya untuk bekerja dari data yang ditafsirkan dan mencari solusi yang tepat. Fuzzy Logic pada dasarnya merupakan logika bernilai banyak (multivalued logic) yang dapat mendefinisikan nilai diantara keadaan konvensional seperti ya atau tidak, benar

atau salah, hitam atau putih, dan sebagainya. Penalaran fuzzy menyediakan cara untuk memahami kinerja dari system dengan cara menilai input dan output system dari hasil pengamatan. Pada kasus kendali daya motor ini menggunakan prinsip Fuzzy Logic Controller dengan Metode Tsukamoto, setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk IF-Then harus direpresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai hasilnya, output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan secara tegas (crisp) berdasarkan -predikat (fire strength). Hasil akhirnya diperoleh dengan menggunakan ratarata terbobot. Maka dari itu keunggulan dalam membuat program kendali daya motor menggunakan prinsip Fuzzy Logic Controller dengan metode Tsukamoto kita dapat mengetahui berkurang atau bertambah berat beban daya motor yang kita gunakan saat kita akan mengendarai motor.

2. PENGENALAN SISTEM

Program yang kami analisis adalah program kendali logika fuzzy atau Fuzzy Logic Controll dengan menggunakan metode Tsukamoto.Dengan menggunakan pronsip Fuzzy Logic controll metode Tsukamoto program ini bertujuan mencari daya motor berdasarkan dua masukkan, yaitu jumlah orang dan berat barang bawaan. 2.1.Input yang digunakan Input yang dimasukkan adalah banyak atau sedikitnya jumlah orang dan berat atau ringannya barang bawaan. 2.2.Proses yang terjadi Uraian proses yang terjadi : 1. Menghitung Daya motor berkurang atau bertambah dengan rule based yang telah ditentukan. 2. Menghitung derajar keanggotaan untuk masing-masing masukkan. 3. Menghitung a-predikat 1-4 dengan menggunakan fungsi MIN. 4. Menghitung rata-rata terbobot / hasil. 2.3.Representasi Output sistem Output sistem yang dipresentasikan adalah suatu hasil perhitungan daya motor menggunakan logika fuzzy atau Fuzzy Logic Controller dengan menggunakan metode Tsukamoto .

3. ANALISIS SISTEM DAN IMPLEMENTASI SISTEM 3.1.ANALISIS SISTEM Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan, sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Terdapat beberapa proses atau cara kerja dalam logika fuzzy, yaitu : penentuan gugus fuzzy, penerapan aturan if-then, proses inferensi fuzzy. Defuzzifikasi merupakan transformasi yang menyatakan kembali output dari domain fuzzy ke dalam domain crisp. Keluaran fuzzy diperoleh melalui eksekusi dari beberapa fungsi keanggotaan fuzzy. Terdapat tujuh metode yang dapat digunakan pada proses defuzzifikasi (Ross 1995) yaitu : 1. Height method (Max-membership principle), dengan mengambil nilai fungsi keanggotaan terbesar dari keluaran fuzzy yang ada untuk dijadikan sebagai nilai defuzzifikasi. 2. Centroid (Center of Gravity) method, mengambil nilai tengah dari seluruh fungsi keanggotaan keluaran fuzzy yang ada untuk dijadikan nilai defuzzifikasi,. 3. Weighted Average Method, hanya dapat digunakan jika keluaran fungsi keanggotaan dari beberapa proses fuzzy mempunyai bentuk yang sama. 4. Mean-max membership, mempunyai prinsip kerja yang sama dengan metode maximum tetapi lokasi dari fungsi keanggotaan maximum tidak harus unik.

5. Center of sums, mempunyai prinsip kerja yang hampir sama dengan Weighted Average Method tetapi nilai yang dihasilkan merupakan area respektif dari fungsi keanggotaan yang ada. 6. Center of largest area, hanya digunakan jika keluaran fuzzy mempunyai sedikitnya dua sub-daerah yang convex sehingga sub-daerah yang digunakan sebagai nilai defuzzifikasi adalah daerah yang terluas. 7. First (or last) of maxima, menggunakan seluruh keluaran dari fungsi keanggotaan.

Sistem pada kendali daya motor menggunakan prinsip Fuzzy Logic Controller dengan Metode Tsukamoto ini akan memberikan informasi mengenai bertambah atau berkurangnya daya motor. Contoh algoritma logika pada sistem kendali daya motor ini menggunakan konsekuen yang aturan nya berbentuk IF THEN, maka sesuai dengan penerapan metode Tsukamoto dimana pada sistem terdapat perbandingan seperti dibawah ini : 1. IF Barang Bawaan RINGAN && Jumlah Orang SEDIKIT THEN Daya Motor BERKURANG 2. IF Barang Bawaan RINGAN && Jumlah Orang BANYAK THEN Daya Motor BERKURANG 3. IF Barang Bawaan BERAT && Jumlah Orang SEDIKIT THEN Daya Motor BERTAMBAH 4. IF Barang Bawaan BERAT && Jumlah Orang BANYAK THEN Daya Motor BERTAMBAH Maka fungsi diatas harus direpresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai hasilnya, output hasil inferensi dari tiap-tiap

aturan diberikan secara tegas (crisp) berdasarkan -predikat (fire strength). Hasil akhirnya diperoleh dengan menggunakan rata-rata terbobot. Maka dari itu kita dapat mengetahui informasi berkurang atau bertambah berat beban daya motor yang kita gunakan saat kita akan mengendarai motor. 3.2.IMPLEMENTASI Tahapan atau prosedur sistem : 1. Start 2. Masukkan batas bawah dan batas atas masing-masing himpunan (Ringan, berat, sedikit, banyak, berkurang, bertambah) 3. Masukkan input berat barang bawaan (input x) dan jumlah orang (input y) 4. Hitung detajat keanggotaan untuk masing-masing himpunan masukkan (uRingan, uBerat, uSedikit, uBanyak) 5. Hitung a-predikat 1-4 dengan menggunakan fungsi MIN 6. Hitung z1-z4 7. Hitung hasil akhir atau rata-rata terbobot (Z) Capture Scrip yang berkaitan dengan metode atau algoritma yang dibahas: a. Source code rumus / rule base:

b. Source code tombol hitung ( perhitungan daya motor ).

c. Source code reset input x,y.

d. Source code reset semua.

4. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.

Kesimpulan Setelah melakukan analisis algoritma Fuzzy Logic Controller dengan metode

Tsukamoto didapat jawaban atas beberapa permasalahan mengenai penelitian ini. Didapatlah beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut :

1. Susunan perhitungan sistematis dalam memperkirakan berat atau ringan nya barang bawaan yang diinisialisasikan sebagai X dan jumlah orang sebagai Ym sehingga memudahkan pengguna sistem untuk mengakses program tersebut. 2. Sehingga ketika user menggunakan aplikasi tersebut dapat melihat apakah daya motor berkurang atau bertambah. 3. Disimpulkan bahwa jumlah daya moto yang diperoleh dengan menggunakan algoritma Fuzzy Logic Controller dengan metode Tsukamoto memberikan informasi yang efektif.

4.2.Saran Diharapkan nantinya analisis ini dapat membantu dalam pengembangan selanjutnya , maka dari itu saran yang bias disampaikan yaitu : 1. Analisis ini sangat cocok untuk dipelajari bagi pengembang aplikasi yang ingin membuat aplikasi kendali daya motor menggunakan algoritma fuzzy dengan metode Tsukamoto.

2. Diharapkan dalam pengembangan aplikasi kendali daya motor ini membuat interface yang lebih menarik sehingga memudahkan user untuk menggunakan aplikasi tersebut, karena dalam analisis aplikasi kendali daya motor dengan menggunakan algoritama Fuzzy Logic Controller dengan metode Tsukamoto masih terbilang sederhana dan sedikit sulit dimengerti dalam menentukan X dan Y pada Barang bawaan untuk pemula pengguna aplikasi seperti aplikasi kendali daya motor tersebut

5. REFERENSI

http://oto-trendz.blogspot.com/2012/01/untuk-meningkatkan-daya-atau-power.html http://iwayansumarno.blogspot.com/2011/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html http://logikafuzzy.blogspot.com/ http://www.yulyantari.com/tutorial/media.php?mod=tutorial http://yoyomay9.blogspot.com/2013/05/fuzzy-logic.html

6. LAMPIRAN Hasil screenchot program Fuzzy Logic Controller dengan Metode Tsukamoto 1. Tampilan awal Program

2. Tampilan masukkan nilai

3. Tampilan hasil proses