Anda di halaman 1dari 34

SUMBER DAN KARAKTERISTIK TINJA DAN LIMBAH CAIR

Oleh : HM. Soeparman, M.Sc.

DEPARTEMEN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO, 10 MARET 2010
1

POKOK BAHASAN
A. B. C. D. PENGERTIAN TINJA DAN LIMBAH CAIR SUMBER TINJA DAN LIMBAH CAIR KARAKTERISTIK TINJA DAN LIMBAH CAIR KARAKTERISTIK KOMPONEN LIMBAH CAIR LIMBAH CAIR DOMESTIK LIMBAH CAIR INDUSTRI REMBESAN DAN LUAPAN AIR HUJAN LIMBAH CAIR KOTAPRAJA EVALUASI LIMBAH CAIR
2

E.

A. PENGERTIAN TINJA DAN LIMBAH CAIR


TINJA TINJA ADALAH BAHAN BUANGAN YANG DIKELUARKAN DARI TUBUH MANUSIA MELALUI ANUS SEBAGAI SISA DARI PROSES PENCERNAAN MAKANAN DI SEPANJANG SISTEM SALURAN PENCERNAAN (TRACTUS DIGESTIFUS) DALAM PEMBAHASAN SELANJUTNYA, PENGERTIAN TINJA MENCAKUP JUGA AIR SENI YANG DIKELUARKAN DARI TUBUH MANUSIA MELALUI SISTEM UROGENITALIS
3

LIMBAH CAIR
OKUN & PONGHIS (1975, H. XII) :

LIMBAH CAIR ADALAH SEMUA LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA, TERMASUK AIR KOTOR & SEMUA LIMBAH INDUSTRI YANG DIBUANG KE SISTEM SALURAN LIMBAH CAIR, KECUALI AIR HUJAN ATAU DRAINASE PERMUKAAN
TCHOBANOGLOUS & ELLIASSEN (1979, H. 1) : LIMBAH CAIR ADALAH GABUNGAN CAIRAN ATAU SAMPAH YANG TERBAWA AIR DARI TEMPAT TINGGAL, KANTOR, BANGUNAN PERDAGANGAN, INDUSTRI, SERTA AIR TANAH, AIR PERMUKAAN, DAN AIR HUJAN YANG MUNGKIN ADA
4

WILLGOOSO (UDIN JABU, 1990/1991, H. 9) :


LIMBAH CAIR ADALAH AIR YANG MEMBAWA SAMPAH DARI TEMPAT TINGGAL, BANGUNAN PERDAGANGAN, DAN INDUSTRI BERUPA CAMPURAN AIR DAN BAHAN PADAT TERLARUT ATAU BAHAN TERSUSPENSI

ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY (UDIN JABU, 1990, H. 9) :


LIMBAH CAIR ADALAH AIR YANG MEMBAWA BAHAN PADAT TERLARUT ATAU TERSUSPENSI DARI TEMPAT TINGGAL, KEBUN, BANGUNAN PERDAGANGAN, DAN INDUSTRI
5

SOEPARMAN & SUPARMIN (2001, H. 12) LIMBAH CAIR ADALAH GABUNGAN ATAU CAMPURAN DARI AIR DAN BAHAN-BAHAN PENCEMAR YANG TERBAWA OLEH AIR, BAIK DALAM KEADAAN TERLARUT MAUPUN TERSUSPENSI YANG TERBUANG DARI SUMBER DOMESTIK (PERKANTORAN, PERUMAHAN, DAN PERDAGANGAN), SUMBER INDUSTRI, DAN PADA SAAT TERTENTU TERCAMPUR DENGAN AIR TANAH, AIR PERMUKAAN, ATAU AIR HUJAN

B. SUMBER TINJA DAN LIMBAH CAIR


SUMBER TINJA : 1. MANUSIA SBG INDIVIDU
MANUSIA YG HIDUP SENDIRI DLM SATU TEMPAT TINGGAL TERPISAH DARI INDIVIDU YG MENEMPATI TEMPAT TINGGAL LAIN, ATAU KELOMPOK MANUSIA YG SATU INDIVIDU DGN INDIVIDU LAINNYA TERIKAT DLM SATU HUBUNGAN KEKELUARGAAN AT KEKERABATAN YG MENEMPATI SATU TEMPAT TINGGAL SBG SATU KELUARGA

2. MANUSIA SBG KELOMPOK


KUMPULAN MANUSIA YG BERTEMPAT TINGGAL DI SATU WILAYAH GEOGRAFIS DGN BATAS-BATAS TERTENTU. INDIVIDU DLM KELOMPOK TERIKAT OLEH SATU HUBUNGAN KEMASYARAKATAN YG MEMILIKI NORMA KELOMPOK YG DISEPAKATI BERSAMA
7

SUMBER LIMBAH CAIR : 1. AKTIFITAS MANUSIA


AKTIFITAS AKTIFITAS AKTIFITAS AKTIFITAS AKTIFITAS AKTIFITAS RUMAH TANGGA PERKANTORAN PERDAGANGAN PERINDUSTRIAN PERTANIAN PELAYANAN JASA

2. AKTIFITAS ALAM
HUJAN LIMBAH CAIR/AIR LARIAN (STORM WATER RUNOFF) + 30% MEREMBES KE DLM TANAH AIR TANAH + 70% MENGALIR DI PERMUKAAN TANAH AIR PERMUKAAN DPT MASUK KE SANITARY SEWER AIR LUAPAN (INFLOW)

TABEL KEGIATAN-KEGIATAN PENGHASIL LIMBAH CAIR DARI BERBAGAI SUMBER No. 1 Sumber limbah cair Kegiatan rumah tangga Kegiatan perkantoran Kegiatan perdagangan Kegiatan perindustrian Kegiatan penghasil limbah cair Pencucian pakaian, pencucian alat makan/minum, memasak, mandi, pengepelan lantai, pencucian kendaraan, penggunaan toilet dsb Aktifitas kantin makanan & minuman, penggunaan toilet, pencucian peralatan, pembersihan lantai dsb Pengepelan lantai gedung, pencucian alat makan/minum, penggunaan toilet, pencucian pakaian, pencucian kendaraan dsb. Tergantung jenis industri, meliputi : pencucian bahan baku, pencucuian peralatan, proses produksi, pembersihan lantai, pendinginan mesin, dsb (lihat tabel) Penggunaan air untuk mengairi lahan pertanian, potensial tercampur nutrient dari sisa penggunaan fertilizer, dan pestisida Tergantung jenis pelayanan usaha, meliputi : pencucian alat kerja, pencucuian alat makan/minum, pembersihan bangunan, pencucuian kendaraan, pemeliharaan taman, pencucuian pakaian serta linen, penyiapan makanan/minuman, penggunaan toilet dsb. 9

Kegiatan pertanian Kegiatan pelayanan jasa

KEGIATAN INDUSTRI POTENSIAL MENGHASILKAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) KARAKTERISTIK LIMBAH B3 ADALAH : 1. MUDAH MELEDAK 2. MUDAH TERBAKAR 3. BERSIFAT REAKTIF 4. BERACUN

5. MENYEBABKAN INFEKSI
6. BERSIFAT KOROSIF CONTOH LIMBAH B3 : ALDRIN, DIELDRIN, BENZIDINE & GARAM-2NYA, CADMIUM & SENYAWA2NYA, CYANIDE & SENYAWA-2NYA, DDT, ENDRIN, MERCURY & SENYAWA-2NYA, CAMPURAN POLYCHLORINATED BIPHENYLS (PCBS), TOXAPHENE
10

C. KARAKTERISTIK TINJA DAN LIMBAH CAIR


KARAKTERISTIK TINJA : AZRUL AZWAR (1995, H.74) : ORANG NORMAL MENGHASILKAN TINJA RATA-RATA 83 GRAM & AIR SENI SEKITAR 970 GRAM PERHARI GOTAAS (1956, H.35) : KUANTITAS TINJA TANPA URINE : 135-270 GRAM/KAPITA/HARI BERAT BASAH, ATAU 35-70 GRAM/KAPITA/HARI BERAT KERING UNTUK KEPERLUAN PERENCANAAN SARANA PEMBUANGAN TINJA, BILA TIDAK TERSEDIA DATA HASIL PENELITIAN SETEMPAT, DPT DIGUNAKAN ANGKA KUANTITAS TINJA MANUSIA 1 KG BERAT BASAH/ORANG/HARI KOMPOSISI TINJA & AIR SENI TERDIRI DARI TERUTAMA : AIR, BAHAN ORGANIK, NITROGEN, FOSFOR, POTASIUM, KARBON, KALSIUM LIHAT TABEL

11

KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR : PARAMETER KUALITAS LIMBAH CAIR : BAHAN PADAT TERSUSPENSI BAHAN PADAT TERLARUT KEBUTUHAN OKSIGEN BIOKIMIA (BOD) KEBUTUHAN OKSIGEN KIMIAWI (COD) ORGANISME KOLIFORM PH OKSIGEN TERLARUT (DO) KEBUTUHAN KLOR (CHLORINE DEMAND) NUTRIEN LOGAM BERAT PARAMETER LAIN (LEMAK, DETERJEN, TEMPERATUR, BAHAN RADIOAKTIF, FENOL, MINYAK, SENYAWA-SENYAWA LAIN YG MENGHASILKAN UAP YG MUDAH TERBAKAR & BERISIKO TINGGI
12

BAHAN PADAT TERSUSPENSI (SUSPENDED SOLIDS)


BATASAN : ADALAH BH PADAT YG DIHILANGKAN PD PENYARINGAN MELALUI MEDIA STANDAR HALUS DGN DIAMETER 1 MIKRON PENGELOMPOKAN : BAHAN PADAT YG TETAP (FIXED SOLIDS) BAHAN PADAT YG MENGUAP (VOLATILE SOLIDS) BERDASAR SIFAT KEMAMPUAN PENGENDAPAN : BH PADAT YG DPT DIENDAPKAN (SETTLEABLE SOLIDS) BH PADAT YG TIDAK DPT MENGENDAP (NONSETTLEABLE SOLIDS) PENTING DLM PERENCANAAN & PEMBUANGAN MENENTUKAN PERSYARATAN BANGUNAN UNTUK PENANGANAN LUMPUR, TERMASUK UNTUK DEWATERING & DRYING
13

BAHAN PADAT TERLARUT (DISOLVED SOLIDS)


BATASAN : ADALAH BH PADAT YG TERDAPAT DLM FILTRAT YG DIPEROLEH SETELAH PENGHILANGAN BH PADAT TERSUSPENSI KETERANGAN : MEWAKILI GARAM-GARAM DLM LARUTAN, TERMASUK GARAM-GARAM MINERAL DARI PENYEDIAAN AIR TIDAK DPT DIHILANGKAN MELALUI PENGOLAHAN KONVENSIONAL PENTING TERUTAMA BILA LIMBAH CAIR AKAN DIGUNAKAN KEMBALI SETELAH PENGOLAHAN (WATER REUSE)
14

KEBUTUHAN OKSIGEN BIOKIMIA (BOD)


BATASAN : ADALAH UKURAN KANDUNGAN BH ORGANIK DLM LIMBAH CAIR YG DITENTUKAN DGN MENGUKUR JUMLAH OKSIGEN YG DISERAP OLEH SAMPEL LIMBAH CAIR AKIBAT ADANYA MIKROORGANISME SELAMA SATU PERIODE WAKTU TERTENTU, BIASANYA 5 HARI, PD SATU TEMPERATUR TERTENTU, BIASANYA 20oC KETERANGAN : MERUPAKAN UKURAN UTAMA KEKUATAN LIMBAH CAIR MERUPAKAN PETUNJUK DARI PENGARUH YG DIPERKIRAKAN TERJADI PD BADAN AIR PENERIMA BERKAITAN DGN PENGURANGAN KANDUNGAN OKSIGENNYA
15

KEBUTUHAN OKSIGEN KIMIAWI (COD)


BATASAN : ADALAH JUMLAH OKSIGEN (MG O2) YG DIBUTUHKAN UNTUK MENGOKSIDASI ZAT-ZAT ORGANIS YG ADA DLM 1 LITER SAMPEL AIR, DI MANA PENGOKSIDASI K2Cr2O7 DIGUNAKAN SBG SUMBER OKSIGEN.
PERBANDINGAN RATA-RATA ANGKA BOD5/COD UNTUK BEBERAPA JENIS AIR
JENIS AIR AIR BUANGAN DOMESTIK (PENDUDUK) AIR BUANGAN DOMESTIK SETELAH PENGENDAPAN PRIMER AIR BUANGAN DOMESTIK SETELAH PENGOLAHAN SCR BIOLOGIS AIR SUNGAI BOD5/COD 0,40-0,60 0,60 0,20 0,10 16

ORGANISME KOLIFORM MERUPAKAN ORGANISME INDIKATOR YG MELIPUTI ESCHERICHIA COLI YG BERASAL DARI SAL PENC MAKANAN BINATANG BERDARAH PANAS ADANYA ORGANISME KOLIFORM MENUNJUKKAN KEMUNGKINAN ADANYA PATOGEN, BAIK VIRUS ATAUPUN BAKTERI. KARENA TINJA MANUSIA MENGANDUNG KIRAKIRA 1 X 1012 ORGANISME KOLIFORM PER KAPITA PER HARI, HARUS DICURIGAI SEMUA LIMBAH CAIR DARI KEGIATAN RUMAH TANGGA TERKONTAMINASI BERAT OLEH BAKTERI INI
17

PH BATASAN : ADALAH UKURAN KEASAMAN (ACIDITY) ATAU KEBASAAN (ALKALINITY) LIMBAH CAIR. PH MENUNJUKKAN PERLU ATAU TIDAKNYA PENGOLAHAN PENDAHULUAN (PRETREATMENT) UNTUK MENCEGAH TERJADINYA GANGGUAN PD PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SECARA KONVENSIONAL. SECARA UMUM, DPT DIKATAKAN BAHWA PH LIMBAH CAIR DOMESTIK ADALAH MENDEKATI NETRAL
18

OKSIGEN TERLARUT (DO)


PENTING DLM PENGOPERASIAN SISTEM SALURAN PEMBUANGAN MAUPUN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR DI DAERAH YG BERIKLIM HANGAT DAN DI MANA SAL LIMBAH CAIR KEMIRINGANNYA DATAR, SHG KECEPATAN ALIRAN MENJADI RENDAH, AKAN TERJADI ENDAPAN BH PADAT, DAN LIMBAH CAIR MEMERLUKAN WAKTU LAMA UNTUK SP KE BANG PENGOLAHAN. LIMBAH CAIR KEMUNGKINAN AKAN MENJADI TIDAK MENGANDUNG OKSIGEN DAN SAMPAI PD KONDISI SEPTIK LIMBAH CAIR YG DLM KONDISI SEPTIK LEBIH SUKAR DIOLAH DAN MENIMBULKAN BAU PD SISTEM SEWERAGE DAN BANGUNAN PENGOLAHAN TUJUAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR SEBELUM DIOLAH ADALAH MEMELIHARA KANDUNGAN OKSIGEN YG TERLARUT DAN CUKUP UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KONDISI ANAEROBIK
19

KEBUTUHAN KLOR (CHLORINE DEMAND)

MERUPAKAN PARAMETER KUALITAS LIMBAH CAIR YG PENTING KARENA PENDESINFEKSIAN THD EFFLUEN LIMBAH CAIR YG DIOLAH MEMERLUKAN ANGKA KEBUTUHAN KLOR ANGKA KEBUTUHAN KLOR MERUPAKAN FUNGSI DARI KEKUATAN LIMBAH CAIR SEMAKIN TINGGI DERAJAT PENGOLAHAN, SEMAKIN KECIL ANGKA KEBUTUHAN KLOR DARI EFFLUEN TSB

20

NUTRIEN LIMBAH CAIR MENGANDUNG NUTRIEN (MIS. NITROGEN & FOSFOR) DLM KONSENTRASI YG BERMAKNA YG MERUPAKAN ZAT PEMBANGUN BAGI ORGANISME HIDUP PENGOLAHAN KONVENSIONAL TIDAK MENGURANGI KONSENTRASI ITU SCR BERMAKNA KONSENTRASI NUTRIEN YG TINGGI PD EFFLUEN LIMBAH CAIR DPT MERANGSANG PERTUMBUHAN ALGAE SECARA BERLEBIHAN, SHG AIR PENERIMA DPT DIRUSAK OLEH PENGAYAAN ITU, YAITU YG DISEBUT EUTROFIKASI
21

LOGAM BERAT BILA INDUSTRI MEMBUANG LIMBAH CAIR KE SISTEM SAL LIMBAH CAIR, BANYAK LOGAM BERAT MASUK KE DLM SISTEM DAN MENGGANGGU PROSES PENGOLAHAN ATAU KUALITAS AIR PENERIMA TEMBAGA YG BERAKUMULASI DLM TANGKI PENGURAIAN LUMPUR AKAN MENGGANGGU PROSES PENGURAIAN ITU JENIS LOGAM BERAT YG DPT TERKANDUNG DLM LIMBAH CAIR A.L. : Hg, Ni, Cr, Pb, Cd, Mn, Cu DAN Fe
22

PARAMETER LAIN
LEMAK YG TERLALU BANYAK DPT MENYEBABKAN KESULITAN BESAR DLM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. PELUMAS, LEMAK, MINYAK TANAH DARI SETASIUN-2 PENGISIAN BISA MENIMBULKAN KESULITAN SHG DIPERLUKAN ADANYA ALAT PEMISAH (SEPARATOR) DETERJEN DPT MENIMBULKAN MASALAH TERUTAMA BILA LIMBAH CAIR DIMASUKKAN KE DLM ALIRAN YG BERGELOMBANG (TURBULENT) SHG BUSA MENJADI BERBAU KANDUNGAN BAHAN LAIN YG BERBAHAYA ADALAH : BAHAN RADIOAKTIF, FENOL (MIS DARI PABRIK GAS), MINYAK DAN SENYAWA LAIN YG DPT MENGHASILKAN UAP YG MUDAH TERBAKAR DAN BERISIKO MELEDAK
23

D. KARAKTERISTIK KOMPONEN LIMBAH CAIR

DIBEDAKAN DLM UNTUK EMPAT MACAM KOMPONEN LIMBAH CAIR : LIMBAH CAIR DOMESTIK LIMBAH CAIR INDUSTRI REMBESAN & LUAPAN AIR HUJAN
24

LIMBAH CAIR DOMESTIK


LIMBAH CAIR DOMESTIK ADALAH HASIL BUANGAN DARI PERUMAHAN, BANGUNAN PERDAGANGAN, PERKANTORAN, DAN SARANA SEJENISNYA VOLUME LIMBAH CAIR DARI DAERAH PERUMAHAN BERVARIASI DARI 200-400 LITER/ORANG/HARI TGT PD TIPE RUMAH BEBAN BOD YG DITIMBULKAN PD LIMBAH CAIR KIRA-KIRA 80 GRAM/ORANG/HARI RASIO BERAT BOD:N:P YG UMUMNYA DITERIMA UNTUK KEPERLUAN PENGOLAHAN BIOLOGIS ADALAH 100:5:1, LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA SEBELUM DIOLAH MEMPUNYAI RASIO 100:17:5
25

PEMBEBANAN UNIT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SERING DINYATAKAN DLM ISTILAH KG bod/HARI ATAU KG BH PADAT/HARI, DAN KUANTITAS ALIRAN DLM M3/HARI KONSENTRASI BH PENCEMAR DINYATAKAN DLM SATUAN MG/L HUBUNGAN ANTARA PARAMETER-2 TSB DINYATAKAN DLM PERSAMAAN BERIKUT :
KONSENTRASI C (MG/L) X Q (M3) KG C = 1000

KETERANGAN :

C = BOD, SS AT UNSUR LAIN, DLM MG/L


Q = VOLUME LIMBAH CAIR. DALAM M3 1000 = (KG/M3) / (MG/L)
26

LIMBAH CAIR INDUSTRI


LIMBAH CAIR INDUSTRI ADALAH LIMBAH CAIR YG SEBAGIAN BESAR TERDIRI DARI BUANGAN INDUSTRI INDUSTRI YG BERADA DLM BATAS WILAYAH KOTAPRAJA BIASANYA MEMBUANG LIMBAH CAIRNYA KE SISTEM SAL LIMBAH CAIR KOTA SETELAH MELAKUKAN PENGOLAHAN PENDAHULUAN LIMBAH PELAPISAN LOGAM SERING MEMERLUKAN PENGOLAHAN PENDAHULUAN UNTUK MENGHILANGKAN ION LOGAM BERACUN YG TERKANDUNG DI DALAMNYA KARAKTERISTIK EMPAT MACAM INDUSTRI (PEMROSESAN SUSU, PEMBUNGKUSAN DAGING, TEKSTIL SINTETIS, PABRIK KLOROFENOL) LIHAT TABEL. KONSENTRASI BOD LIMBAH CAIR INDUSTRI BERKISAR DARI 5-20 KALI LEBIH BESAR DARI PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK
27

UNTUK PENANGANAN LIMBAH CAIR INDUSTRI, KUANTITAS DAN KEKUATAN ALIRAN LIMBAH CAIR DIHUBUNGKAN DGN JUMLAH ORANG YG MENGHASILKAN LIMBAH CAIR YG BERKUANTITAS SETARA DGN LIMBAH CAIR INDUSTRI HYDRAULIC POPULATION EQUIVALENT DIDASARKAN PD VOL ALIRAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA SEBESAR 400 LITER/ORANG/HARI BOD POPULATION EQUIVALENT DIDASARKAN PD BEBAN BOD SEBESAR 80 GRAM/ORANG/HARI KUANTITAS ALIRAN DPT JUGA DIHUBUNGKAN DGN BANYAKNYA LIMBAH CAIR YG DIHASILKAN PER UNIT BAHAN MENTAH YG DIOLAH ATAU DGN BARANG JADI YG DIHASILKAN

28

REMBESAN & LUAPAN


REMBESAN (INFILTRATION) ADALAHAIR TANAH YG MEMASUKI SALURAN LIMBAH CAIR DAN SAMBUNGANNYA KE BANGUNAN, APABILA ADA SAMBUNGAN YG RUSAK DAN PIPA ATAU BAK PEMERIKSA YG PECAH ATAU RETAK LUAPAN (INFLOW) ADALAH AIR YG TERBUANG KE DLM PIPA SALURAN LIMBAH CAIR AT KE SAMBUNGAN PELAYANAN, DARI SUMBER SEPERTI : SALURAN DEKAT PONDASI, TALANG ATAP, SAL DI HALAMAN GEDUNG, PENDINGIN RUANGAN (AC), DAN BUANGAN AIR BERSIH LAINNYA DARI BANGUNAN PERDAGANGAN & INDUSTRI SPESIFIKASI KONSTRUKSI BIASANYA MEMPERBOLEHKAN ANGKA MAKSIMUM REMBESAN SEBESAR 45 L/HARI/KM PANJANG/MM DIAMETER PIPA
29

AIR HUJAN
AIR HUJAN DIARTIKAN SBG KOMPONEN LIMBAH CAIR YG BERASAL DARI ALIRAN AIR HUJAN DI ATAS PERMUKAAN TANAH (STORM RUNOFF) UNTUK PERENCANAAN SAL AIR HUJAN (STORM SEWER), KUANTITAS AIR HUJAN DIHITUNG DGN RUMUS METODE RASIONAL SBB : Q = 0,278 CIA DIMANA : Q = ANGKA MAKSIMUM ALIRAN AIR HUJAN (M3/DETIK) C = KOEFISIEN ALIRAN HUJAN YG TGT PD JENIS & SIFAT PERMUKAAN (LIHAT TABEL) I = INTENSITAS CURAH HUJAN RATA-2 UNTUK PERIODE CURAH HUJAN MAKSIMUM YG LAMANYA SAMA DGN WAKTU YG DIPERLUKAN WIL DRAINASE UNTUK MEMIMBULKAN ALIRAN (MM/JAM) A = LUAS WILAYAH DRAINASE (KM2)

30

LIMBAH CAIR KOTAPRAJA


LIMBAH CAIR KOTAPRAJA MERUPAKAN CAMPURAN DARI LIMBAH CAIR DOMESTIK, LIMBAH CAIR INDUSTRI, REMBESAN DAN LUAPAN, SERTA ALIRAN TERUSAN (INTERCEPTED FLOW) DARI SISTEM SALURAN GABUNGAN. KISARAN ANGKA ALIRAN PER JAM DARI MINIMUM KE MAKSIMUM ADALAH 20-250% DARI ANGKA ALIRAN RATARATA UNTUK KOMUNITAS KECIL, DAN 50-200% UNTUK KOTA BESAR ALIRAN TERENDAH PD DINI HARI SEKITAR PUKUL 5, ALIRAN PUNCAK TERJADI MENJELANG TENGAH HARI KEKUATAN LIMBAH CAIR TERBESAR TERJADI SELAMA HARI KERJA PD SAAT AKTIFITAS RUMAH TANGGA & INDUSTRI MEMBUANG SEJUMLAH BESAR BH ORGANIK. KEKUATAN AKAN BERKURANG PD MALAM HARI
31

LIMBAH INDUSTRI
PEMBUANGAN SECARA TERPISAH PEMISAHAN & PENGOLAHAN PENDAHULUAN

LIMBAH CAIR PERUMAHAN & PERDAGANGAN

REMBESAN & LUAPAN

GABUNGAN AIR HUJAN & LINBAH CAIR RUMAH TANGGA

AIR PENDINGIN YG TIDAK TERCEMAR DRAINASE PERMUKAAN

SALURAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA (SANITARY SEWER) SALURAN TERUSAN (INTERCEPTED SEWER) BANGUNAN PENGOLAHAN LIC KOTAPRAJA SALURAN PINTAS LUAPAN BERLEBIHAN EFFLUEN YG SDH DIOLAH

SALURAN AIR HUJAN (STORM SEWER)

32

EVALUASI LIMBAH CAIR


TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL YG TEPAT SANGAT PENTING UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN YG TELITI DLM EVALUASI LIMBAH CAIR SAMPEL INDIVIDUAL (GRAB SAMPLE) DI AMBIL SEWAKTU-2, HANYA MEWAKILI KONDISI PD SAAT PENGAMBILAN SAMPEL GABUNGAN (COMPOSITE SAMPLE) = CAMPURAN DARI SAMPEL INDIVIDUAL YG DIAMBIL SCR PROPORSIONAL SESUAI POLA ALIRAN LIMBAH CAIR PORSI SAMPEL PER UNIT ALIRAN DIHITUNG DGN RUMUS SBB

PORSI SAMPEL YG DIPERLUKAN PER UNIT ALIRAN

TOTAL VOLUME SAMPEL YG DIINGINKAN = ANGKA ALIRAN RATA2 X JUMLAH PORSI


33

KEPUSTAKAAN
HAMMER, MARK J, 1977, WATER AND WASTE-WATER TECHNOLOGY, NEW YORK: JOHN WILEY & SONS

GOTAAS, HAROLD B, 1956, COMPOSTING, GENEVA: WHO


OKUN, DANIEL A & GEORGE PONGHIS, 1975, COMMUNITY WASTEWATER COLLECTION AND DISPOSAL, GENEVA: WHO

34

Anda mungkin juga menyukai