Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal penting yang harus dilaksanakan semua orang. Setiap Negara
punya kebijakan sendiri tentang pendidikan untuk setiap warganya. Kemendiknas sebagai instasi
tertinggi di Negara Indonesia setiap tahunnya akan terus menerus melakukan berbagai cara agar
semua orang mendapatkan pendidikan yang layak. Pada kenyataannya banyak sekali orang-
orang yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak dikarenakan berbagai macam faktor. Salah
satu faktor yang sangat mempengaruhi mengapa orang-orang tersebut tidak mendapatkan
pendidikan yang layak adalah faktor biaya. Banyaknya instansi pendidikan yang mengharuskan
siswanya membayar uang yang terbilang mahal menyebabkan orang-orang tersebut merasa
terbebani. ungkin jika hanya sebatas sampai S! masih dirasa masih mampu untuk
membayar biayanya. !kan tetapi pada uni"ersitas# biaya kuliah jauh lebih mahal dibandingkan
S!. $leh karena itu banyak sekali yang pendidikannya tidak mencapai bangku kuliah.
SPP kuliah tiap semester pada uni"ersitas negeri maupun swasta semakin lama semakin
mahal. %ntuk %ni"ersitas Brawijaya sendiri sudah menerapkan SPP Proporsional yang
menentukan biaya SPP mahasiswanya sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tua. &etapi
system ini dirasa kurang efektif karena masih banyak mahasiswa yang ekonominya kurang tetapi
masih mendapatkan SPP yang besar. %ntuk itu disini kita membuat suatu sistem penentuan SPP
Proporsional dengan menggunakan "ariabel inputan berupa pendapatan ayah# pendapatan ibu#
tanggungan keluarga# biaya rekening listrik dan biaya rekening air dan akan menghasilkan output
berupa SPP Proporsional. Pada sistem ini menggunakan fu''y inference dengan metode
&sukamoto untuk menghasilkan output berupa SPP Proporsional.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah sebagai
berikut(
a. )aktor apa saja yang mempengaruhi penentuan SPP Proporsional*
b. Bagaimana menghitung penentuan SPP Proporsional menggunakan fu''y inference
dengan metode tsukamoto*
c. Bagaimana implementasi sistem penentuan SPP proporsional menggunakan fuzzy
inference*
1.3. Tujuan
Penelitian ini bertujuan antara lain (
a. %ntuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi penentuan SPP Proporsional
b. %ntuk mengetahui perhitungan penentuan SPP Proporsional dengan menggunakan fuzzy
inference
c. %ntuk mengetahui bagaimana cara implementasi system penentuan SPP Proporsional
menggunakan fuzzy inference
1.. Man!aat
anfaat dari penelitian ini antara lain (
a. %ntuk membantu penentuan SPP Proporsional secara akurat
b. Sebagai bahan referensi pada penelitian fu''y inference selanjutnya# khususnya dengan
metode tsukamoto
BAB II
"A#IAN PU$TA"A
2.1. L%g&ka 'u(()
+ogika fu''y adalah salah satu komponen pembentuk soft computing. +ogika fu''y
pertama kali diperkenalkan oleh Prof. +otfi !. ,adeh pada tahun -./0. 1asar logika fu''y
adalah teori himpunan fu''y. Pada teori himpunan fu''y# peranan derajat keanggotaan sebagai
penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau
derajat keanggotaan atau membership functionmenjadi ciri utama dalam penalaran dengan logika
fu''y tersebut 2Kusuma 1ewi# 34456.
+ogika fu''y dapat dianggap sebagai kotak hitam yang berhubungan antara ruang input
menuju ruangoutput 2Kusuma 1ewi# 34456. Kotak hitam tersebut berisi cara atau metode yang
dapat digunakan untuk mengolah data input menjadi output dalam bentuk informasi yang baik
7-8.
2.2. H&m*unan 'u(()
9impunan adalah suatu kumpulan atau koleksi objek-objek yang mempunyai kesamaan
sifat tertentu 2)rans Susilo# 344/6. 9impunan fu''y merupakan suatu pengembangan lebih lanjut
tentang konsep himpunan dalam matematika 758.
Pada himpunan tegas 2crisp6# nilai keanggotaan suatu item : dalam suatu himpunan !#
yang sering ditulis dengan 2;6# memiliki dua kemungkinan# yaitu(
-. Satu 2-6# yang berarti bahwa suatu item menjadi anggota dalam suatu himpunan# atau
3. Nol 246# yang berarti bahwa suatu item tidak menjadi anggota dalam suatu himpunan.
9impunan )u''y memiliki 3 atribut 2Kusuma 1ewi# 34456# yaitu(
-. +inguistik# yaitu penamaan suatu grup yang mewakili suatu keadaan atau kondisi tertentu
dengan menggunakan bahasa alami# speerti( %1!# P!<$B!=!# &%!.
3. Numeris# yaitu suatu nilai 2angka6 yang menunjukkan ukuran dari suatu "ariabel seperti( >4#
30# 04# dsb 738.
2.3. Mem+ersh&* 'un,t&%n
)ungsi Keanggotaan 2membership function6 adalah suatu kur"a yang menunjukkan
pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya 2sering juga disebut dengan derajat
keanggotaan6 yang memiliki inter"al antara 4 sampai -. Salah satu cara yang dapat digunakan
untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah dengan melalui pendekatan fungsi. !da beberapa
fungsi yang bisa digunakan.
<epresentasi +inear
Pada representasi linear# pemetaan input ke derajat keanggotannya digambarkan sebagai
suatu garis lurus. Bentuk ini paling sederhana dan menjadi pilihan yang baik untuk mendekati
suatu konsep yang kurang
jelas.
!da 3 keadaan himpunan fu''y yang linear. Pertama# kenaikan himpunan dimulai pada
nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan nol 748 bergerak ke kanan menuju ke nilai
domain yang memiliki derajat keanggotaan lebih tinggi
<epresentasi Kur"a Segitiga
Kur"a Segitiga pada dasarnya merupakan gabungan antara 3 garis 2linear6 seperti terlihat
pada ?ambar di bawah ini(
<epresentasi Kur"a &rapesium
Kur"a Segitiga pada dasarnya seperti bentuk segitiga# hanya saja ada beberapa titik yang
memiliki nilai keanggotaan -
<epresentasi Kur"a Bentuk +onceng 2Bell @ur"e6
%ntuk merepresentasikan bilangan fu''y# biasanya digunakan kur"a berbentuk lonceng.
Kur"a berbentuk lonceng ini terbagi atas 5 kelas# yaitu( himpunan fu''y PI# beta# dan ?auss.
Perbedaan ketiga kur"a ini terletak pada gradiennya.
i. Kur"a PI
Kur"a PI berbentuk lonceng dengan derajat keanggotaan - terletak pada pusat dengan
domain 2A6# dan lebar kur"a 2B6. Nilai kur"a untuk suatu nilai domain : diberikan sebagai(
ii. Kur"a BC&!
Seperti halnya kur"a PI# kur"a BC&! juga berbentuk lonceng namun lebih rapat. Kur"a
ini juga didefinisikan dengan 3 parameter# yaitu nilai pada domain yang menunjukkan
pusat kur"a 2A6# dan setengah lebar kur"a 2B6 . Nilai kur"a untuk suatu nilai domain :#
diberikan sebagai(
iii. Kur"a ?!%SS
Dika kur"a PI dan kur"a BC&! menggunakan 3 parameter yaitu 2A6 dan 2B6# kur"a
?!%SS juga menggunakan 2A6 untuk menunjukkan nilai domain pada pusat kur"a# dan
2k6 yang menunjukkan lebar kur"a. Nilai kur"a untuk suatu nilai domain : diberikan
sebagai 708(
2.. 'u(() In!eren,e $)stem
Sistem Inferensi )u''y 2)u''y Inference SystemE)IS6 disebut juga fu''y inference engine
adalah sistem yang dapat melakukan penalaran dengan prinsip serupa seperti manusia melakukan
penalaran dengan nalurinya.
&erdapat beberapa jenis )IS yang dikenal yaitu amdani# Sugeno dan &sukamoto. )IS
yang paling mudah dimengerti# karena paling sesuai dengan naluri manusia adalah )IS
amdani. )IS tersebut bekerja berdasarkan kaidah-kaidah linguistik dan memiliki algoritma
fu''y yang menyediakan sebuah aproksimasi untuk dimasuki analisa matematik.
Proses dalam )IS ditunjukan pada ?ambar 5. Input yang diberikan kepada )IS adalah
berupa bilangan tertentu dan output yang dihasilkan juga harus berupa bilangan tertentu. Kaidah-
kaidah dalam bahasa linguistik dapat digunakan sebagai input yang bersifat teliti harus
dikon"ersikan terlebih dahulu# lalu melakukan penalaran berdasarkan kaidah-kaidah dan
mengkon"ersi hasil penalaran tersebut menjadi output yang bersifat teliti 7>8.
2.-. Met%.e Tsukam%t%
Pada etode &sukamoto# setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk I)-&hen harus
direpresentasikan dengan suatu himpunan fu''y dengan fungsi keanggotaan yang monoton.
Sebagai hasilnya# output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan secara tegas 2crisp6
berdasarkan F- predikat 2fire strength6. 9asil akhirnya diperoleh dengan menggunakan rata-rata
terbobot 7/8.
BAB III
HA$IL PEMBAHA$AN
3.1. Perh&tungan Manual
Pada bagian ini# akan dijelaskan mengenai tahap-tahap perhitungan inferensi fu''y untuk
kasus penentuan SPP Proporsional.
Gariabel input pada kasus ini secara default ada tiga# yaitu Pendapatan !yah# Pendapatan
Ibu# dan &otal &anggungan Keluarga. Penentuan range dan linguistik dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
<ule untuk tiga "ariabel input di atas dijelaskan pada tabel di bawah ini.
I) pendapatanHayah KC@I+ !N1 pendapatanHibu KC@I+ !N1 tanggungan KC@I+ !N1 listrik
KC@I+ !N1 air KC@I+ &9CN spp %<!9
@$N&$9 INP%&!N dari program (
<ange pendapatanHayah I 74 5444 0444 -44448
<ange pendapatanHibu I 74 5444 0444 -44448
<ange tanggungan I 704 J0 -44 -308
<ange rekening listrik I 7-44 -04 344 3048
<ange rekening air I 7-44 -04 344 3048
INP%&!N user (
PendapatanHayah I 3044
PendapatanHibu I -444
&anggungan I -44
embership (
<umus yang digunakan(
K%<G! , (
K%<G! S (
K%<G! P9I (
embership (
Pendapatan !yah (
(x) Kecil = 1 -> x 0
1-2(( x 0) / (500 0)) -> 0 x 500
2(( x- 500) / (500-0)) -> 500 x 1000
0 -> x 10000
(x) Sedang = 0 -> x 0
2(( x- 0) / (300-0)) -> 0 x 1500
1-2(( x 300 ) / (300 0)) -> 150 x 300
1 -> 300 x 500
1-2(( x 500 ) / (1000 500)) -> 500 x 750
2(( x- 1000) / (1000-500)) -> 750 x 1000
0 -> x 1000
(x) Besa = 0 -> x 0
2(( x- 0) / (500-0)) -> 0 x 500
1-2(( x 500) / (500 0)) -> 500 x 1000
1 -> x 1000
Pendapatan ibu (
(x) Kecil = 1 -> x 0
1-2(( x 0) / (500 0)) -> 0 x 500
2(( x- 500) / (500-0)) -> 500 x 1000
0 -> x 1000
(x) Sedang = 0 -> x 0
2(( x- 0) / (300-0)) -> 0 x 150
1-2(( x 300 ) / (300 0)) -> 0 x 300
1 -> 300 x 500
1-2(( x 500 ) / (1000 500)) -> 500 x 750
2(( x- 1000) / (1000-500)) -> 750 x 1000
0 -> x 1000
(x) Besa = 0 -> x 0
2(( x- 0) / (1000-0)) -> 0 x 1000
1-2(( x 1000) / (1000 0)) -> 750 x 1000
1 -> x 1000
&anggungan
(x) Sedi!i" = 1 -> x 50
1-2(( x 50) / (125 50)) -> 50 x #7$5
2(( x- 125) / (125-50)) -> #7$5 x 125
0 -> x 125
(x) Besa = 0 -> x 50
2(( x- 50) / (125-0) -> 50 x #7$5
1-2(( x 50) / (125 0)) -> #7$5 x 125
1 -> x 125
Listrik
(x) Sedi!i" = 1 -> x 100
1-2(( x 175) / (250 175)) -> 100 x 175
2(( x- 250) / (250-175)) -> 175 x 250
0 -> x 250
(x) Besa = 0 -> x 100
2(( x- 175) / (250-175) -> 100 x 175
1-2(( x 250) / (250 175)) -> 175 x 250
1 -> x 250
Air
(x) Sedi!i" = 1 -> x 100
1-2(( x 175) / (250 175)) -> 100 x 175
2(( x- 250) / (250-175)) -> 175 x 250
0 -> x 250
(x) Besa = 0 -> x 100
2(( x- 175) / (250-175) -> 100 x 175
1-2(( x 250) / (250 175)) -> 175 x 250
1 -> x 250
S@<CCNS%& CBC<S9IP (
Kur"a Pendapatan !yah
Kur"a Pendapatan ibu
Kur"a &anggungan (
K%&a lis"i! '
K%&a ai '
K%&a (%")%" s))'
PCN?%DI!N(
Input Pendapatan !yah <p 3.044.444K Pendapatan Ibu <p -.444.444K &anggungan Keluarga <p
-444.444
*
(
+n)%" ,ing%is"i! -
. /
S)
)
0end
a)a"
an
12a3
0en
da)
a"an
+4%
5a
ng
g%
ng
an
,i
s"
i
!
1
i

)e
nd
a2
a3
)e
nd
i4
%
"an
gg
%n
ga
n
,i
s"
i
!
1
i
-
)e
nd
a2a
3
-
)e
nd
i4%
-
"an
gg%
nga
n
-
lis"
i!
-
ai
1
250 100 10
0
1
5
0
1
5
0 Ke
cil
K
ec
il
Se
di!i
"
K
e
ci
l
K
e
c
il
06#
75
067
#
062
222
22
06
77
77
7#
06
77
77
7#
06
22
22
22
1#
70
6#
27
1#
70
6#
27
9asil akhir ( 1#706#27
3.2. Im*lementas& Pr%gram
BAB I/
PENUTUP
.1. "es&m*ulan
1ari hasil pembahasan di atas# dapat disimpulkan bahwa untuk menghitung penentuan SPP
Proporsional antara lain menggunakan "ariabel pendapatan ayah# pendapatan ibu# dan
tanggungan keluarga. 1an pada sistem di atas perhitungan menggunakan fuzzy inference dengan
metode &sukamoto. )ungsi keanggotaan yang digunakan pada program ini yaitu menggunakan
fungsi representasi Bell menggunakan kur"a PI. &iap "ariabel mempunyai beberapa nilai
linguistik# dan data yang diinputkan berupa data numeris.
.2$aran
Implementasi program ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk penambahan "ariabel yang
dinamis dan perlu dibuat rule yang dinamis agar dapat mengakomodasi penambahan "ariabel
baru yang dimasukkan.
DA'TAR PU$TA"A
7-8 http(EEinformatika.web.idElogika-fu''y.htm
738 http(EEwww.yulyantari.comEtutorialEmedia.php*modIdetailmateriLmatI.LbabI>
758 http(EEmos'esaje.blogspot.comE34-3E4>Ehimpunan-fu''y.html
7>8 http(EElogikafu''y.blogspot.comE
708 http(EEhanagumori.blogspot.comE34--E4/Efungsi-keanggotaan.html
7/8 http(EEwww.yulyantari.comEtutorialEmedia.php*modIdetailsubLsubI-MLbabI>LmatI->