Anda di halaman 1dari 16

I.

Pengertian Antioksidan
Radikal bebas adalah atom atau molekul yang kehilangan pasangan elektronnya
dipermukaan kulit luarnya. Sebagai contoh, molekul oksigen yang normal lengkap pasangan
elektronnya rumusnya adalah O
2,
tetapi bila berubah menjadi radikal bebas maka menjadi O
2
-
atau dinamakan Superoksida. Radikal bebas oksigen ini sangat cepat merusak jaringan-jaringan
sel di dalam tubuh. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu zat yang dapat mengatasi ancaman
dari bahaya radikal bebas tersebut. Salah satu zat tersebut adalah antioksidan.
Antioksidan adalah senyawa yang mempunyai struktur molekul yang dapat memberikan
elektronnya dengan cuma-cuma kepada kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama
sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas.
Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan
mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda
atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan
Rossell, 1990).
Antioksidan adalah molekul mampu memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lain
(reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas, yang memulai reaksi berantai dan merusak
sel). Antioksidan adalah mengakhiri reaksi berantai ini dengan menghapus radikal bebas antara,
dan menghambat reaksi oksidasi lainnya dengan menjadi teroksidasi sendiri.
Antioksidan alami dapat diperoleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-
polongan dan juga disintesis dalam tubuh manusia.
Antioksidan juga tersedia dalam suplemen yang diformulasikan secara khusus.
Zat anti oksidan adalah substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas.
Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara
alami ada didalam tubuh sebagai hasil dari reaksi biokimia di dalam tubuh. Radikal bebas juga
terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan
alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar Ultra Violet, X-rays, dan ozon.
Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat anti oksidan atau saat tubuh
kelebihan radikal bebas.


II. Manfaat dan Fungsi Antioksidan
Antioksidan merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh yang secara umum dapat
menghambat oksidasi lemak. Dalam tubuh manusia terdapat radikal bebas, sebagai sampingan
dari proses pembentukan energy. Pada jumlah tertentu, radikal bebas dibutuhkan agar dapat
membantu sel darah putih atau leukosit untuk menghancurkan atau memakan kuman yang masuk
kedalam tubuh.
Namun apabila radikal bebas terlalu banyak ada didalam tubuh maka radikal bebeas akan
bersifat merusak tubuh. Meningkatnya radikal bebas yang berlebih akan mengakibatkan penuaan
dini., karena dapat merusak senyawa lemak yang dapat menghilangkan elastisita kekencangan
kulit sehingga mengakibatkan keriput.
Selain mencegah penuaan dini,antioksidan mampu mencegah tumbuhnya sel kanker
payudara pada wanita. Antioksidan seperti flavonoida, glikosida, dan polifenol, juga mampu
mencegah penyakit Alzheimer (penyakit pikun pada manula) dan kardiovaskuler.
Antioksidan di dalam tubuh memiliki peran yang sangat penting. Beberapa peran antioksidan
antara lain:
1.Mengobati Cedera Otak
Karena tingkat metabolisme yang tinggi dan kadar lipid tak jenuh ganda, otak
secara unik rentan terhadap cedera oksidatif, menjadikan lipid sebgai target yang
teroksidasi. Sehingga, antioksidan biasanya digunakan sebagai obat untuk mengobati
berbagai bentuk cedera otak. Beberapa contoh antioksidan yang digunakan untuk
mengobati cedera otak reperfusi dan cedera otak traumatis antara lain, mimetics
superoksida dismutase, natrium thiopental dan propofol, sementara eksperimen obat
disufenton natrium dan ebselen sedang diterapkan dalam pengobatan stroke. Senyawa ini
muncul untuk mencegah stres oksidatif dalam neuron dan mencegah apoptosis dan
kerusakan saraf.
2. Mencegah Penyakit
Seperti kita ketahui radikal bebas meneybabkan berbagai penyakit bagi tubuh kita,
karena jika radikal bebas jumlahnya lebih banyak dalam tubuh kita jika dibandingkan
dengan anti oksidan maka akan menyebabkan radikal bebas masuk kedalam sel yang baik
sehingga sel tersebut akan berubah fungsi hingga menimbulkan penyakit.


Contohnya:
a. Ubiquinone Mitokondria, dapat mencegah kerusakan hati yang disebabkan oleh
alkohol yang berlebihan.
b. mencegah penyakit neurodegenerative seperti penyakit Alzheimer, penyakit
Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis, dan gangguan pendengaran.
c. Diprediksi bahwa antioksidan mampu menurunkan jumlah lipoprotein dalam darah
sehingga dapat mengurangi resiko serangan jantung. Suatu observasi awal
menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi vitamin E beresiko rendah terkena
penyakit jantung.
d. Beberapa percobaan menyelidiki suplemen dengan antioksidan dosis tinggi, yang
dilakukan oleh "Suplementasi en Vitamines et Mineraux Antioxydants"
(SU.VI.MAX) lebih dari 12.500 orang Perancis pria dan wanita yang
mengkonsumsi antioksidan (120 mg asam askorbat, 30 mg vitamin E, 6 mg beta
karoten, 100 ug selenium, dan 20 mg seng) atau plasebo pil dosis rendah selama
rata-rata 7,5 tahun. Studi menyimpulkan bahwa suplementasi antioksidan dosis
rendah menurunkan kejadian kanker.
3. Diet
Berdasarkan teori bahwa pada orang yang memiliki kelebihan berat badan, terjadi
penimbunan lemak yang berlebihan, sehingga dapat berakumulasi di hati. Keadaan ini
bermula dari peningkatan kadar asam lemak bebas sebagai katabolisme lemak di dalam
darah. Asam lemak bebas dengan jumlah yang meningkat akan diambil oleh hati dan
produksi VLDL(Very Low Density Lipoprotein) tidak dapat mengikuti kecepatan aliran
masuk asam lemak bebas sehingga terjadi penimbunan triasilgliserol yang akan
menyebabkan timbunan lemak pada hati. Akumulasi keadaan ini dapat memicu
pembentukan peroksida lipid yang pada akhirnya akan mempengaruhi proses
metabolisme besi sehingga akan terjadi radikal bebas.

4. Gangguan pernafasan
Antioksidan bisa berasal dari vitamin dan dibuat sendiri dalam tubuh. Misalnya,
ubiquinol (koenzim Q) kurang diserap dari usus dan dibuat pada manusia melalui jalur
mevalonate. Contoh lain adalah glutathione, yang terbuat dari asam amino. Sebagaimana
glutathione dalam usus dipecah menjadi sistein bebas, glisin dan asam glutamat sebelum
diserap. Konsentrasi glutathione yang cukup berguna sebagai bagian dari pengobatan
beberapa penyakit, seperti sebagai sindrom gangguan pernapasan akut, malnutrisi energi
protein.
5. Melindungi Membran Sel
Vitamin E adalah nama umum untuk tokoferol yang merupakan vitamin yang
larut dalam lemak dengan sifat antioksidan, -tokoferol paling banyak dipelajari karena
memiliki bioavailabilitas tinggi dan melindungi membran dari oksidasi oleh radikal bebas
dan bereaksi dengan lipid yang dihasilkan dalam reaksi berantai peroksidasi lipid.

III. Mekanisme Kerja Antioksidan
Mekanisme kerja antioksidan memiliki dua fungsi. Fungsi pertama merupakan fungsi utama
dari antioksidan yaitu sebagai pemberi atom hidrogen. Antioksidan (AH) yang mempunyai
fungsi utama tersebut sering disebut sebagai antioksidan primer. Senyawa ini dapat memberikan
atom hidrogen secara cepat ke radikal lipida (R*, ROO*) atau mengubahnya ke bentuk lebih
stabil, sementara turunan radikal antioksidan (A*) tersebut memiliki keadaan lebih stabil
dibanding radikal lipida.
Fungsi kedua merupakan fungsi sekunder antioksidan, yaitu memperlambat laju autooksidasi
dengan berbagai mekanisme diluar mekanisme pemutusan rantai autooksidasi dengan
pengubahan radikal lipida ke bentuk lebih stabil (Gordon,1990).
Penambahan antioksidan (AH) primer dengan konsentrasi rendah pada lipida dapat
menghambat atau mencegah reaksi autooksidasi lemak dan minyak. Penambahan tersebut dapat
menghalangi reaksi oksidasi pada tahap inisiasi maupun propagasi (Gambar 1). Radikal-radikal
antioksidan (A*) yang terbentuk pada reaksi tersebut relatif stabil dan tidak mempunyai cukup
energi untuk dapat bereaksi dengan molekul lipida lain membentuk radikal lipida baru (Gordon,
1990).

Inisiasi : R* + AH > RH + A*
Radikal lipida

Propagasi : ROO* + AH > ROOH + A*

Gambar 1. Reaksi Penghambatan antioksidan primer terhadap radikal lipida (Gordon 1990)

IV. Macam-Macam Antioksidan

1) Pengelompokan Antioksidan berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi 5 yaitu :
a) Antioksidan Primer Antioksidan ini berfungsi untuk mencegah terbentuknya radikal
bebas baru karena ia dapat merubah radikal bebas yangada menjadi molekul yang
berkurang dampak negatifnya yaitu sebelum sempat bereaksi. Antioksidan primer yang
ada dalam tubuh yang sangat terkenal adalah enzim superoksida dismutase. Enzim ini
sangat penting sekali karena dapat melinduhngi hancrnya sel-sel dalam tubuh akibat
serangan radikal bebas. Bekerjanya enzim ini sangat idpengaruhi oleh mineral-mineral
seperti mangan, seng, tembaga dan selenium yang harus terdapat dalam makanan dan
minuman.
b) Antioksidan Sekunder Antioksidan sekunder merupakan senyawa yang berfungsi
menangkap radikal bebas serta mencegah terjadinya reaksi berantai sehingga tidak
terjadi keursakan yang lebih besar. Contoh yang populer, antioksidan sekunder adalah
vitamin E, vitamin C, dan betakaroten yang dapat diperoleh dari buah-buahan.
Antioksidan bisa didapatkan dari makanan. Akan tetapi, banyak yang tidak mengetahui
bahwa makanan tersebut sebenarnya banyak mengandung antioksidan sehingga mereka
membeli suplemen antioksidan yang harganya cukup mahal. Beberapa contoh makanan sumber
antioksidan antara lain:
1. Vitamin A : Wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot,
mangga, susu dan ikan.
2. Vitamin C : Lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek,
pepaya, stroberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk
kepruk, bayam, tomat dan nanas.
3. Vitamin E : Asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang kacangan, biji bijian,
minyak sayur, sereal.
4. Karotin : Beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur sayuran hijau, buah buah
berwarna merah, tomat, rumput laut.
5. Polipenol : Buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari,
kacang, kulit buah, buah delima dan minuman anggur.

c) Antioksidan Tersier Antioksidan tersier merupakan senyawa yang memperbaiki sel-sel
dan jaringan yang rusak karena serangan radikalbebas. Biasanya yang termasuk
kelompok ini adalah jenis enzim misalnya metionin sulfoksidan reduktase yang dapat
memperbaiki DNA dalam inti sel. Enzim tersebut bermanfaat untuk perbaikan DNA
pada penderita kanker.
d) Oxygen Scavanger Antioksidan yang termasuk oxygen scavanger mengikat oksigen
sehingga tidak mendukung reaksi oksidasi, misalnya vitamin C.
e) Chelators atau Sequesstrants Senyawa yang dapat mengikat logam sehingga logam
tersebut tidak dapat mengkatalis reaksi oksidasi. Akibatnya kerusakan dapat dicegah.
Contohnya senyawa tersebut adalah asam sitrat dan asam amino. Tubuh dapat
menghasilkan antioksidan yang berupa enzim yang aktif bila didukung oleh nutrisi
pendukung atau mineral yang disebut juga ko-faktor. Antioksidan yang dihasilkan oleh
tubuh antara lain adalah seperti berikut :
1. Superoksidasi Dismutase
Antioksidan ini merupakan enzim yang bekerja bila ada pembantunya,
yaitu berupa mineral-mineral seperti tembaga dan mangan yang bersumber
pada kacang-kacangan atau padi-padian. Dengan demikian sangat diperlukan
sekali mengonsumsi bahan tersebut.
2. Glutathione Peroksidase
Adalah enzim yang berperan aktif dalam menghilangkan H
2
O
2
dalam
tubuh dan mempergunakannya untuk merubah Glutathione (GSH) menjadi
glutathione teroksidasi (GSSG) dengan reaksi sebagai berikut :
H
2
O
2
+ 2GSH 2H
2
O + GSSG

Enzim tersebut mendukung aktivitas enzim SOD bersama-sama dengan
enzim katalase dan menjaga konsentrasi oksigen akhir agar stabil dan tidak
berubah menjadi pro-oksidan. Makanan yang kaya glutathione adalah kubis,
brokoli,asparagus,alpukat,dan kenari.
Glutathione sangat penting sekali melindungi selaput-selaput sel. Senyawa
ini merupakan tripeptida yang terdiri dari asam amino glisin, asam glutamate
dan sistein.
3. Katalase
Enzim katalase di samping mendukung aktivitas enzim SOD juga dapat
mengkatalisa perubahan berbagai macam peroksida dan radikal bebas menjadi
oksigen dan air.
Enzim-enzim tersebut di atas dalam bekerjanya sangat membutuhkan
mineral-mineral penyusun sebagai berikut :
Copper (Cu)
Zinc (Zn)
Selenium (Se)
Manganese (Mn)
Besi (Fe)


2) Pengelompokan Antioksidan berdasarkan pembentukan :

1. Antioksidan yang dibuat oleh tubuh kita sendiri yang berupa enzim antara lain
superoksida dismutase, glutathione peroxidase, perxidasi dan katalase.
2. Antioksidan alami yang dapat diperoleh dari tanaman atau hewan yaitu tokoferol,
vitamin C, betakaroten, flavonoid dan senyawa fenolik.
3. Antioksidan sintetik,yang dibuat dari bahan-bahan kimia yaitu Butylated
Hroxyanisole (BHA), BHT, TBHQ, PG dan NDGA yang ditambahkan dalam
makanan untuk mencegah kerusakan lemak.


3) 7 Antioksidan dengan fungsi super :
a. Asam Ellagic
Asam elagik merupakan struktur phenol yang pertama kali ditemukan pada
tahun 1960an diketahui menpunyai kemampuan dalam mencegah proses
penggumpalan darah. Lebih lanjut pada tahun 70an sampai 80an asam elagik mulai
banyak diteliti dan ternyata secara significan dapat menghambat pertumbuhan
beberapa jenis tumor. Penelitian yang dilakukan oleh Dr D Nixon dari Medical
University of South Carolina (1993) menunjukkan kemampuan Asam Elagik
(Ellagic Acid) dapat melawan dan menghambat pertumbuhan sel kangker sekaligus
menghentikan proses Mitosis (perkembangbiakan sel). Asam Ellagic merupakan
antioksidan yang dapat menghalangi efek-efek yang merusak dari oksigen bebas.
Penelitian di Hollings Cancer Center di Medical University of South California
(MUSC) menemukan bahwa asam ellagic berfungsi memperlambat pertumbuhan
sel abnormal pada usus manusia dan mencegah terinfeksinya sel-sel dari human
papiloma virus (HPV), yang terkait dengan kanker serviks.
Bahkan, senyawa tersebut hanya menyerang sel-sel kanker tanpa merusak sel
sehat, suatu proses yang bermanfaat dalam memerangi prostat, payudara, paru-paru,
kanker kerongkongan dan kulit.
Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian di Jepang, tikus-tikus percobaan diberi
makanan yang tinggi senyawa polipenonya. Satu kelompok diberi asam Ellagic
secara khusus. Tikus-tikus itu ternyata memiliki karsinogen potensial dalam
mencegah kanker lidah. Semua tikus-tikus yang diberi makanan senyawa polipenol
memperlihatan prosentase yang menurun terhadap serangan kanker. Akan tetapi,
yang diberi asam Ellagic seluruhnya terbebas dari ancaman kanker ini. Mereka
akhirnya menduga bahwa asam Ellagiclah (dan polipenol lainnya) yang dapat
membantu mencegah kanker dalam jaringan-jaringan yang lain seperti kulit, paru-
paru, hati dan esofagus.
Sumber: Raspberry merah, delima, stroberi, blueberry dan kenari.
b. Proanthocyanidins
Proanthocyanidins dasarnya polimer rantai flavonoid seperti catechin. Salah
satu ditemukan tahun 1936 oleh Profesor Jacques Masquelier juga di kenal sebagai
Proantosianidin (PA atau PAC) makanya di sebut Vitamin P. Dalam tubuh manusia,
mereka akan bertindak sebagai antioksidan (radikal bebas ).
Proanthocyanidins adalah vasoaktif polifenol telah di klaim bisa menurunan
risiko penyakit jantung koroner dan kematian lebih rendah untuk keseluruhan, pada
daerah baratdaya Perancis dan Sardinia yang terkait dengan umur panjang
meningkat dalam populasi setelah di cek mereka gemar mengkomsumsi
Proanthocyanidins dari anggur putih dengan konsentrasi tinggi.
Proanthocyanidins adalah senyawa yang memberikan warna merah dan biru
pada buah, dan telah terbukti bermanfaat untuk memperkuat kapiler, memperbaiki
penglihatan dalam gelap, mendukung integritas dinding pembuluh darah dan
mencegah pembekuan darah.
Proanthocyanidins menekan produksi protein endotelin-1 yang dapat
menyempitkan pembuluh darah.
Studi-studi ini menyediakan data yang mendukung Paradox Prancis yang
hipotesis bahwa asupan proanthocyanidins dan flavonoid lainnya mencegah
terjadinya penyakit tingkat lebih tinggi ( penyakit jantung , diabetes ).
Proanthocyanidins memiliki aktivitas antioksidan dan mereka berperan dalam
stabilisasi kolagen dan elastin mereka adalah dua protein penting dalam jaringan
ikat pada organ dukungan, sendi, pembuluh darah, dan otot. Mungkin karena
dampaknya pada pembuluh darah, proanthocyanidins telah dilaporkan dalam
penelitian buta-ganda untuk mengurangi durasi-angkat edema .
Antioksidan umum saat ini yang digunakan adalah vitamin C dan vitamin E ,
namun studi menunjukkan bahwa kemampuan antioksidan proanthocyanidins
adalah 20 kali lebih kuat dari vitamin C dan 50 kali lebih kuat daripada vitamin E.
Proanthocyanidins juga memiliki afinitas terhadap membran sel, memberikan
dukungan nutrisi untuk mengurangi permeabilitas kapiler dan kerapuhan.
Sumber: Kismis, biji anggur, kulit buah anggur, bilberry, cranberry, kismis hitam,
teh hijau, teh hitam, kulit kayu pinus, kakao.
c. Glutation
Glutation adalah molekul yang sangat kecil dan merupakan antioksidan yang
paling penting karena berada di dalam sel. Molekul ini mampu menetralisir radikal
bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu hati mengeluarkan
racun dari tubuh.
Glutathione adalah tripeptida [tiga protein dalam satu molekul] yaitu cystein,
glutamin acid, and glycin. Glutathione secara alami terdapat dan diproduksi dalam
tubuh. Tetapi, seiring makin lanjut usia, makin berkuranglah kadar Glutathione
yang menyebabkan kesehatan optimal tidak tercapai, secara fisik, psikis, dan sosial.
Glutathione berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, regenerasi sel,
bersifat antioksidan dan anti toksin.
Kadar Glutathione dalam tubuh merupakan biomarker [indikator] untuk
membedakan individu sehat dengan yang individu penyakitan. Glutation sering
disebut "master antioksidan" karena berfungsi sebagai regulator dan regenerator
dari kekebalan sel dan agen detoksifikasi yang paling berharga dalam tubuh
manusia. Rendahnya tingkat glutation dalam tubuh erat kaitannya dengan disfungsi
hati, disfungsi kekebalan tubuh, penyakit jantung, penuaan dini dan kematian.
Banyak fungsi sel-sel tubuh yang tergantung pada Glutathione, seperti:
Berkurangnya Glutathione menyebabkan daya tahan tubuh berkurang,
fungsi organ tubuh terganggu, otot-otot kaku, timbul penyakit
degeneratif [parkinson, kepikunan, tremor, dll], muncul tanda-tanda
penuaan.
Tanpa Glutathione antioksidan lain spt Vit C & E tidak bekerja optimal.
Tanpa Glutathione, tubuh tidak dapat menghasilkan antibodi untuk
melawan infeksi bakteri, virus, & polusi.
Tanpa Glutathione, proses penyeimbangan radikal bebas di dalam tubuh
tidak akan tercapai. Efek radikal bebas merusak dinding sel tubuh yang
menyebabkan timbulnya penyakit, seperti kanker dan berbagai penyakit
degeneratif lain.
Sumber: Susu kambing, whey protein, asparagus, alpukat, peterseli, brokoli.
d. Polyphenol
Polifenol (polyphenol) merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam
tumbuhan dan bersifat antioksidan kuat. Polifenol adalah kelompok antioksidan
yang secara alami ada di dalam sayuran (brokoli, kol, seledri), buah-buahan(apel,
delima, melon, ceri, pir, dan stroberi), kacang-kacangan (walnut, kedelai, kacang
tanah), minyak zaitun, dan minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur
merah/red wine). Polifenol umumnya banyak terkandung dalam kulit buah.
Senyawa polifenol terdiri dari beberapa subkelas yakni, flavonol, isoflavon
(dalam kedelai), flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin
seperti epikatekin, epigalo-katekin, apigalo-katekin galat, dan quercetin umumnya
ditemukan dalam teh dan apel. Dua unsur terakhir merupakan antioksidan kuat,
dengan kekuatan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan vitamin E yang
dikenal sebagai antioksidan potensial. Jenis polifenol lain adalah tanin (terkandung
dalam teh dan cokelat)
Menurut sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, senyawa
ini telah terbukti mencegah kondisi degeneratif, termasuk kanker dan penyakit
kardiovaskular dan neurodegenerative.
Sumber: Stroberi, teh hijau, teh hitam, kulit anggur, anggur merah, bawang,
brokoli, sayuran hijau, apel, blueberry, kakao (buah-buahan dan sayuran
semua sebagian mengandung beberapa polifenol).
e. Vitamin E
Vitamin E pertama kali ditemukan pada tahun 1922 oleh Dr. H.M Evans dari
California melalui penelitian untuk mempertahankan kehamilan normal tikus betina
diperlukan suatu subtansi tak dikenal. Tanpa bahan ini, janin tikus akan mati dalam
sepuluh hari saat dikandung. Tikus jantan yang kekurangan bahan ini juga
mengalami kelainan pada testisnya . Sehingga saat itu vitamin E disebut sebagai
vitamin anti kemandulan. Pada wanita juga dianjurkan sebagai perawatan untuk
kemandulan, kelainan menstruasi, peradangan vagina, gejala menopause, mencegah
keguguran dan kesuburan benih.
Ada 4 jenis Tokoferol yang penting dalam makanan alfa-,beta-,gamma-,delta-
toko-ferol dan tokotrienol. Karakteristik kimia utamanya adalah bertindak sebagai
antioksidan. Tokoferol terdiri atas struktur cincin 6-kromanol dengan rantai
samping jenuh panjang 16 karbon fitol. Perbedaan antar jenis Tokoferol terletak
pada jumlah dan posisi gugus metil pada struktur cincin.
Tokotrienol mempunyai tiga ikatan rangkap pada rantai samping. Perbedaan
struktur ini mempengaruhi tingkat aktivitas Vitamin E secara biologik. Tokotrienol
tidak banyak terdapat di alam dan kurang aktif secara biologik. Alfa-tokoferol
adalah bentuk Vitamin E paling aktif, yang digunakan pula sebagai standar
pengukuran Vitamin E dalam makanan. Jumlah Vitamin E dalam bentuk lain
dinyatakan dalam bentuk tokoferol ekivalen (TE). Bentuk sintetik Vitamin E
mempunyai aktivitas biologik 50% daripada alfa-tokoferol yang terdapat di alam.
Bentuk yang paling populer dari vitamin E adalah alpha-tokoferol, disamping
juga gamma-tokoferol. Sebuah studi dalam Journal of National Cancer Institute
menemukan bahwa risiko kanker prostat turun secara signifikan dengan tingkat
tinggi vitamin E.
Diketahui bahwa pria dengan tingkat alfa-tokoferol yang tinggi dalam darah, 51
persen lebih rendah mengembangkan kanker prostat. Sementara orang yang tinggi
tingkat gamma-tokoferol dalam darah, 43 persen lebih rendah terkena penyakit
tersebut.
Sumber: Kacang-kacangan, minyak sayur, minyak gandum, sayuran hijau.
f. Karotenoid
Karotenoid adalah golongan senyawa kimia organik bernutrisi yang terdapat
pada pigmen alami tumbuhan dan hewan. Berdasarkan struktur kimianya,
karotenoid masuk ke dalam golongan terpenoid. Karotenoid merupakan zat yang
menyebabkan warna merah, kuning, oranye, dan hijau tua pada buah dan sayuran.
Peran penting karotenoid adalah sebagai agen antioksidan dan dalam sistem
fotosintesis. Selain itu, karotenoid juga dapat diubah menjadi vitamin esensial.

Ada sekitar 600 karotenoid yang dikenal dan ditemukan pada tumbuhan. Sekitar
25 jenis karotenoid dalam makanan manusia diserap dan dibawa ke dalam aliran
darah. Karotenoid sulit larut dalam air, namun paling baik larut dalam lipid.
Karotenoid ditransportasikan dalam tubuh oleh partikel kolesterol yang kaya lipid
(LDL).
Mikronutien ini dipercaya ampuh melawan radikal bebas, menghambat dan
mencegah kanker serviks, paru-paru, prostat, usus besar, endometrium dan kanker
esofagus.
Sumber: jeruk, sayur dan buah berwarna hijau tua dan kuning, seperti kentang
manis, aprikot, lobak, wortel, melon, labu dan tomat. Telur dan spirulina
juga sumber yang baik



g. Ozon
Ozon adalah super antioksidan dan super-detoks yang selektif menghilangkan
virus, bakteri, logam beracun, dan patogen lain dari tubuh. Terapi ozon efektif
untuk mengobati berbagai penyakit seperti lupus, rematik, skleroderma, eksim,
jerawat, Lyme, kelelahan kronis, dan kondisi lain yang tak terhitung. Ozon bahkan
telah digunakan untuk mengobati kanker di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir,
dengan tingkat keberhasilan yang mengesankan.
Ozon (O3) adalah komponen udara segar yang terjadi secara alami, sebagai
hasil reaksi antara sinar ultraviolet dari matahari dengan lapisan atas atmosfir bumi,
dan membentuk lapisan pelindung yang menyelimuti bumi. Ozon adalah produk gas
dengan rumus kimia O3, ozon ini tidak sama dengan ozon yang terdapat di lapisan
atmosfir yang paling tinggi, yang fungsinya untuk menahan sinar ultra violet ke
Bumi. Untuk pengobatan, ozon diperoleh dari suatu proses oksigen murni yang
dialirkan melalui Corona Electrical Discharge. Ozon sendiri adalah jenis gas yang
sangat reaktif dan tidak stabil, dengan masa hidup yang sangat pendek (20-30
menit) sebelum kembali menjadi Oksigen.
Ozon untuk pengobatan dibuat dengan cara mengaktifkan Oksigen berstandar
mutu medis dengan menggunakan listrik (alatnya disebut Ozone Generator) untuk
menghasilkan Ozon. Setelah masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah, ozon
akan terpecah menjadi O2 dan O atau atom oksigen tunggal. Oksigen bermanfaat
bagi kelangsungan hidup sel, sedangkan satu atom tunggal Oksigen adalah
oxydizer berenergi tinggi yang dapat membakar mikroorganisme yang berbahaya
dalam tubuh.
Proses oksidasi tidak terjadi pada sel-sel tubuh normal dan sehat, karena sel
sehat mempunyai antioksidan yang dapat melindungi sel dari efek oksidasi tersebut.
Sebaliknya, Oksigen justru mengoptimalkan fungsi organ-organ tubuh. Disamping
itu, manfaat dari O3 sendiri adalah untuk meningkatkan sistem imun (interleukin),
antioksidan, hipokoagulasi (pengenceran) darah dan meningkatkan kerja enzim dan
hormon di dalam tubuh. Sifat dasar ozon mempunyai kemampuan tinggi untuk
antibau, antivirus, antibakteri, antiparasit, antijamur dan antioksidan.

V. Penemuan Mutakhir Antioksidan
Penemuan ini bisa menunjukkan cara perawatan untuk membalikkan steatosis, atau
timbunan berlemak dalam hati yang bisa berujung pada sirosis dan kanker. Tim peneliti yang
diketuai oleh Victor Darley-Usmar, Ph.D., profesor patologi di UAB, memperkenalkan
sebuah antioksidan bernama Mitochondria-targeted ubiquinone, atau MitoQ, ke mitokondria
tikus yang diberikan alkohol setiap hari selama lima hingga enam minggu dalam jumlah yang
cukup untuk menyamai konsumsi alkohol berlebihan pada manusia.
Alkoholik kronis, mereka yang minum berlebihan setiap hari, mengalami penimbunan
lemak dalam sel-sel hati. Ketika alkohol dimetabolisir dalam hati, dia menciptakan radikal-
radikal bebas yang merusak mitokondria dalam sel-sel hati dan mencegah mereka untuk
menggunakan sejumlah oksigen yang cukup untuk menghasilkan energi.
MitoQ mampu mencegah dan menetralisir radikal-radikal bebas sebelum mereka
merusak mitokondria, mencegah rentetan efek-efek yang pada akhirnya berujung pada
steatosis.
Penemuan tersebut dipublikasikan pada tanggal 21 April 2011 di jurnal Hepatology
VI. Kesimpulan
Antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi
antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan Rossell, 1990). Dalam
tubuh manusia terdapat radikal bebas, sebagai sampingan dari proses pembentukan
energy. Pada jumlah tertentu, radikal bebas dibutuhkan agar dapat membantu sel darah
putih atau leukosit untuk menghancurkan atau memakan kuman yang masuk kedalam
tubuh namun jika jumlahnya berlebih akan berbahaya untuk kesehatan , oleh Antioksidan
alami dapat diperoleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan
dan juga disintesis dalam tubuh manusia.
karena itulah diperlukan antioksidan untuk menangkal radikal bebas tersebut. Selain
mencegah penuaan dini, antioksidan mampu mencegah tumbuhnya sel kanker payudara
pada wanita. Antioksidan seperti flavonoida, glikosida, dan polifenol, juga mampu
mencegah penyakit Alzheimer (penyakit pikun pada manula) dan kardiovaskuler.
Macam-macam antioksidan dibagi menjadi 3, namun yang perlu diperhatikan dalam
mengonsumsi antioksidan agar mendapatkan khasiat yang baik adalah asam ellagic,
Proanthocyanidins, Glutation, Polyphenol, Vitamin E, Karotenoid, serta ozon yang
digunakan sebagai terapi antiosidan karena menggunakan udara segar dalam mekanisme
terapi ozon