Anda di halaman 1dari 3

GEJALA

Tanda dan gejala dapat bervariasi tergantung dari berat ringannya keseleo serta seberapa parah ligamen yang mengalami
regangan dan atau robekan. Jika keseleo ringan gejalanya yang muncul mungkin hanya sedikit rasa sakit atau bengkak serta
ligament masih dapat diregangkan. Namun jika keseleo parah maka bagian ligamen ada yang mengalami robekan atau putus,
biasanya terjadi pembengkakan dan nyeri yang hebat.
Gejala yang sering terjadi pada saat keseleo adalah:
1. Terasa sangat sakit dan bengkak pada sendi yang keseleo.
2. Kulit akan terlihat berwarna gelap (menghitam atau membiru) karena adanya pendarahan yang membeku (memar)
3. Persendian jadi sulit digunakan atau terasa tidak stabil bila kita menggerakkannya.
4. Ketidakmampuan untuk berjalan atau menanggung berat pada sendi
5. Ada rasa yang sangat sakit dan lunak pada bagian yang keseleo.
6. Pada anak-anak, membuat badannya menjadi panas. Panasnya lebih sering menyerang pada malam hari.
7. Kadang-kadang terasa ada robekan saat cedera terjadi.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KESELEO

Jika mengalami cedera pada jaringan otot lunak seperti keseleo atau terkilir sebaiknya jangan di urut atau di pijit. Berikut tips yang
dapat dilakukan dirumah sebelum berobat ke dokter dengan metode yang disingkat RICE yaitu :
1. Rest (istirahat)
Masa 24-48 jam pertama setelah cedera adalah masa kritis sehingga perlu membatasi aktivitas. Cobalah untuk tidak bergerak atau
memberikan tekanan pada sendi yang terkena. Seringkali penggunaan selempang (sling), bebat atau kruk diperlukan untuk
mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir. Tujuannya untuk melindungi daerah yang keseleo agar tidak bertambah parah.
2. Ice (es)
Dalam 2 x 24 jam pertama setelah cedera, tempelkan kantung es pada bagian yang keseleo selama 20 menit setiap 3-4 jam sekali.
Jangan menempelkan es selama lebih dari 20 menit pada satu waktu karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Tujuannya
adalah untuk mengurangi rasa sakit di bagian yang keseleo dan mengurangi peradangan yang menyebabkan bengkak.
3. Compression (kompresi)
Gunakan pembalut elastis untuk membungkus anggota tubuh yang keseleo. Balutan harus kuat namun jangan terlalu ketat
sehingga tetap nyaman dan tidak memotong sirkulasi darah ke anggota tubuh tersebut. Jika anggota tubuh menjadi dingin, biru
atau kesemutan maka perlu melepaskan pembalut dan lakukan pembalutan ulang dengan rapi. Tujuannya adalah untuk
mengurangi pergerakan daerah yang keseleo dan juga mencegah terjadinya pembengkakan, hal ini dapat dilakukan selama 2
sampai 7 hari.
4. Elevate (tinggikan)
Angkatlah anggota tubuh yang keseleo dengan posisi lebih tinggi dari jantung, jika memungkinkan dapat melakukannya dengan
berbaring dan menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera. Tujuannya untuk mengurangi pembengkakan pada
bagian yang keseleo.
Metode RICE, sebaiknya diterapkan selama 48 hingga 42 jam pasca cedera. Sebaiknya menghidari pemijatan atau urut karena
dapat memperparah cedera. Baru setelah menjalani metode ini (RICE), pasien boleh mendapat terapi lainnya seperti fisioterapi,
terapi panas atau pemijatan. Selain keempat langkah di atas, dapat juga minum obat pereda nyeri. Bila keadaan belum membaik
segera bawa ke dokter atau Rumah Sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Setelah gejala mereda, latihan ringan dapat
dilakukan untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitas. Untuk kasus keseleo berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk
memperbaiki ligamen atau otot yang robek.
PENCEGAHAN
Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya keseleo yaitu :
1. Lakukan pemanasan sebelum melakukan latihan atau aktivitas berat.
2. Kenakan pelindung atau pembalut sendi elastis saat melakukan aktivitas fisik yang berat.
3. Lakukan senam peregangan secara teratur untuk menjaga kekuatan dan kelenturan otot dan sendi.
4. Terapkan diet sehat dan seimbang untuk menjaga otot-otot yang kuat dan mempertahankan berat badan yang ideal.
5. Gunakan langkah-langkah keselamatan untuk mencegah jatuh (pastikan tangga, jalan setapak, pekarangan, dan jalan
masuk bebas dari benda-benda licin yang dapat membuat terpeleset).
6. Pakailah sepatu yang pas. Ganti sepatu olah raga yang solnya sudah aus terpakai sehingga tidak rata.
7. Hindari berolahraga atau beraktivitas ketika lelah atau sakit.
8. Selalu memilih berjalan di permukaan yang rata.

Compression
Compression atau kompresi adalah memberikan balutan bertekanan pada sendi yang sakit. Balutan bertekanan yang
digunakan adalah elastic bandage atau dapat menggunakan supporter ankle. Selain berguna untuk mengurangi
gerakan pada sendi yang sakit, kompresi juga dapat mengurangi bengkak dan nyeri pada sendi. Dari 4 metode
RICE, kompresi dengan elastic bandage adalah yang paling sulit dilakukan oleh orang awam, oleh karena itu akan
saya coba jabarkan dengan detil langkah2nya disertai gambar dan videonya.. untuk contoh saya jabarkan cara
memasang elastic bandage pada ankle.

1. Balut dari arah luar ke dalam, selalu dimulai dari tempat terjauh dari badan kita. Jika pada
pergelangan kaki kita mulai dari pangakal jari-jari kaki. Setiap membalut lingkupi setengah balutan pertama
dengan balutan kedua, setengah balutan kedua dengan balutan ketiga, dan seterusnya. Balut dengan
sedikit kencang dengan cara sedikit menarik dan menegangkan elastic bandage, namun jangan balut terlalu
kencang karena dapat membuat jaringan kaki kekurangan darah dan menambah nyeri dan berbahaya bagi
jaringan kaki. Balut kaki sebanyak dua kali sebelum naik ke atas.
2. Setelah seluruh kaki hingga daerah mata kaki terbalut perban elastic sebanyak dua kali, silangkan
perban ke atas tumit di pergelangan kaki membentuk angka delapan, lalu turun menyilang kembali ke kaki
dan putari bawah kaki. Ulangi sekali lagi membalut pergelangan kaki membentuk angka delapan. Pada
metode ini daerah tumit bebas dari balutan, namun pada metode lain, seperti pada video, tumit juga dibalut
perban elastic.
3. Setelah pergelangan kaki terbalut balutan delapan dua kali, balut naik ke arah betis hingga di
bawah lutut jika perban cukup panjang.