Pembelajaran Kooperatif NHT Matematika
Pembelajaran Kooperatif NHT Matematika
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada abad 21 ini, kita perlu menelaah kembali praktik-praktik
pembelajaran di sekolah-sekolah. Peranan yang harus dimainkan oleh dunia
pedidikan dalam mempersiapkan anak didik untuk berpartisipasi secara utuh
dalam kehidupan bermasyarakat di abad 21 akan sangat berbeda dengan peran
tradisional yang selama ini dipegang erat oleh sekolah-sekolah.
Ada persepsi umum yang sudah berakar dalam dunia pendidikan yang juga
sudah menjadi harapan masyarakat. Persepsi umum ini menganggap bahwa sudah
merupakan tugas guru untuk mengajar dan menyodori siswa dengan muatan-
muatan informasi dan pengetahuan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua
pihak dapat memperoleh informasi yang cepat dan mudah dari berbagai sumber.
Dengan demikian siswa perlu memiliki kemampuan memperoleh, memilih, dan
mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak
pasti, dan kompetitif. emampuan ini membutuhkan pemikiran kritis, sistematis,
logis, kreatif, dan kemauan bekerjasama yang efektif. !ara berfikir seperti ini
dapat dikembangkan melalui belajar matematika, karena matematika memiliki
struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga
memungkinkan kita terampil berpikir rasional.
1
"leh karena pentingnya peranan matematika, maka pengajaran
matematika di berbagai jenjang pendidikan formal perlu mendapat perhatian dan
penanganan yang serius. Para siswa di berbagai jenjang pendidikan termasuk di
sekolah menengah mutlak dituntut untuk menguasai pelajaran matematika.
#ahkan lebih dari itu, siswa diharapkan memiliki hasil belajar matematika yang
tinggi.
$amun kenyataan di lapangan, sebagian besar siswa menganggap bahwa
matematika adalah pelajaran yang sulit. Anggapan yang demikian menyebabkan
sebagian kurang berminat terhadap pelajaran matematika yang akhirnya
berimplikasi pada rendahnya hasil belajar matematika mereka. %eiring dengan
rendahnya hasil belajar siswa, %yamsuddin &dalam $urjannah, 2''() 2*
mengemukakan bahwa merosotnya hasil belajar siswa disebabkan oleh kurangnya
moti+asi siswa dalam belajar.
,ntuk mengatasi hal di atas, tidak terlepas dari kesiapan peserta didik itu
sendiri dan kesiapan pengajar &guru*. Peserta didik dituntut mempunyai minat
terhadap pelajaran matematika. Demikian juga pengajar &guru* harus menguasai
bahan yang diajarkan dan terampil dalam hal mengajarkannya. !ara mengajar
seorang guru sangat menentukan keberhasilan peserta didik. -ika siswa menyukai
cara guru mengajar maka pelajaran yang diajarkan pun akan cepat diserap oleh
siswa. arena itu, seorang guru yang profesional dalam melaksanakan tugas
mengajarnya harus mampu menerapkan berbagai model pembelajaran secara
efektif dan efisien. %alah satu model pembelajaran yang dimaksudkan sebagai
upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dalam artian dapat memacu
2
keingintahuan dan memoti+asi siswa, agar terlibat aktif dalam kegiatan belajar
mengajar adalah model pembelajaran kooperatif. eterlibatan siswa secara aktif
dalam proses belajar mengajar akan memberi peluang besar terhadap pencapaian
tujuan pembelajaran.
%alah satu model pembelajaran yang cocok diterapkan adalah model
pembelajaran kooperatif. .odel pembelajaran ini dimaksudkan untuk lebih
memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk meningkatkan akti+itas
siswa agar benar-benar merasa ikut ambil bagian dan berperan aktif dalam proses
belajar mengajar untuk mengatasi masalah atau menyelesaikan soal-soal yang
diberikan oleh guru.
Pembelajaran kooperatif dalam matematika akan dapat membantu para
siswa meningkatkan sikap positif siswa dalam matematika. Para siswa secara
indi+idu membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya untuk
menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga akan mengurangi bahkan
menghilangkan rasa takut terhadap matematika yang banyak dialami para siswa.
Pembelajaran kooperatif juga telah terbukti sangat bermanfaat bagi para siswa
yang heterogen. Dengan menonjolkan interaksi dalam kelompok, metode belajar
ini dapat membuat siswa menerima siswa lain yang berkemampuan dan berlatar
belakang berbeda. %iswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama
siswa. Adakalanya siswa lebih mudah belajar dari temannya sendiri, adapula
siswa yang lebih mudah belajar dengan mengajari temannya.
3
/asil penelitian yang dilaksanakan %la+in &1012* antara tahun 1032
sampai dengan 1012 menunjukkan bahwa teknik-teknik pembelajaran kooperatif
lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan
pengalaman-pengalaman belajar indi+idual atau kompetitif. /asil penelitian yang
lain misalnya 4inda 4undgren &100(* dan $ur dkk &1003* juga menunjukkan
bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang amat positif untuk siswa
yang rendah hasil belajarnya, antara lain dapat meningkatkan moti+asi,
meningkatkan hasil belajar, retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama.
Dikatakan juga siswa yang belajar dalam kelompok ternyata memiliki perolehan
pengetahuan yang lebih baik dibandingkan siswa yang belajar secara
kon+ensional. &%uarjana, 2''')21*
.elalui model pembelajaran kooperatif inilah diharapkan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Demikian halnya pada siswa %.A $egeri 11
#ulukumba, yang menurut informasi yang diperoleh dari guru bidang studi
matematika bahwa hasil belajar matematika siswa kelas 56
6PA 1 masih rendah,
hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata ujian siswa 2',78. 6nformasi lain yang
didapat dari guru tersebut bahwa dalam kegiatan belajar matematika siswa
cenderung belajar sendiri-sendiri tidak berupaya berinteraksi satu sama lain dalam
membentuk kelompok belajar. Disamping itu keaktifan siswa dalam proses belajar
mengajar juga masih kurang. -ika siswa diberi soal, ia tidak percaya diri dengan
jawabannya sehingga tidak mau mengerjakan soal tersebut di papan tulis. %elama
ini guru hanya menggunakan metode ceramah. Dari permasalahan tersebut maka
alternatif pemecahan masalah yang dapat diberikan adalah dengan menerapkan
4
salah satu tipe pembelajaran kooperatif yaitu Numbered Heads Together (NHT)
karena pembelajaran ini menuntut adanya pembentukan kelompok, di mana siswa
saling bekerja sama dan bertanggung jawab dalam memecahkan masalah serta
saling memoti+asi untuk berprestasi di antara anggota kelompoknya.
#erdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan
suatu penelitian dengan judul .eningkatkan /asil #elajar .atematika %iswa
elas 56 6PA 1 %.A $egeri 11 #ulukumba .elalui .odel Pembelajaran
ooperatif 9ipe $/9 (Numbered Heads Together).
(a) Identifikasi Masalah
#erdasarkan latar belakang di atas, terlihat bahwa hasil belajar
matematika siswa kelas 56
6PA 1 masih rendah, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-
rata ujian siswa 2',78 dari kriteria ketuntasan minimal yang seharusnya mencapai
3',''. 6nformasi lain yang didapat dari guru tersebut bahwa hal ini disebabkan
karena dalam kegiatan belajar matematika siswa cenderung belajar sendiri-sendiri
tidak berupaya berinteraksi satu sama lain dalam membentuk kelompok belajar.
Disamping itu keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar juga masih kurang.
-ika siswa diberi soal, ia tidak percaya diri dengan jawabannya sehingga tidak
mau mengerjakan soal tersebut di papan tulis.
(b) Pemecahan Masalah
Dari permasalahan tersebut maka alternatif pemecahan masalah yang dapat
diberikan adalah dengan menerapkan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yaitu
Numbered Heads Together (NHT) karena pembelajaran ini menuntut adanya
5
pembentukan kelompok, di mana siswa saling bekerja sama dan bertanggung
jawab dalam memecahkan masalah serta saling memoti+asi untuk berprestasi di
antara anggota kelompoknya.
(c) !m!san Masalah
#erdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah :Apakah hasil belajar matematika siswa kelas 56 6PA 1 %.A
$egeri 11 #ulukumba dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif
tipe $/9 &Numbered Heads Together* ;:
(d) "!#!an Penelitian
Pada prinsipnya penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah yang
telah dikemukakan<dipaparkan di atas. Adapun tujuan penelitian ini secara
operasional adalah untuk mengupayakan terjadinya peningkatkan hasil belajar
matematika siswa kelas 56 6PA 1 %.A $egeri 11 #ulukumba melalui model
pembelajaran kooperatif tipe $/9 &Numbered Heads Together*.
(e) Manfaat Penelitian
/asil dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan memberikan manfaat
berarti bagi)
1. =uru) %ebagai masukan tentang pentingnya pengajaran matematika melalui
model pembelajaran kooperatif tipe $/9 dalam memecahkan beberapa
masalah yang dihadapi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar matematika.
6
2. %iswa) Dapat memoti+asi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar
mengajar matematika serta dapat membuat siswa dapat meningkatkan hasil
belajarnya dengan berinteraksi satu sama lain melalui kelompok belajar.
7. %ekolah) %ebagai bahan informasi kepada pihak sekolah yang dapat
dijadikan masukan mengenai salah satu strategi pembelajaran yang efektif.
(. Penulis) %ebagai latihan bagi penulis dalam usaha menyatukan serta
menyusun buah pikiran secara tertulis dan sistematis dalam bentuk karya
ilmiah dan sebagai bahan perbandingan atau referensi khususnya kepada
penulis lain yang akan mengkaji masalah yang rele+an.
7
BAB II
$A%IAN PU&"A$A' $EAN($A PI$I DAN HIP)"E&I&
A. $a#ian P!staka
*. Pengertian Bela#ar
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar
merupakan kegiatan yang paling pokok. 6ni berarti bahwa berhasil tidaknya
pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses
belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. %ekarang timbul
pertanyaan apakah belajar itu sebenarnya;. %amakah belajar dengan latihan,
dengan menghafal, dengan pengumpulan fakta dan study; 9entu saja terhadap
pertanyaan tersebut banyak pendapat yang mungkin satu sama lain berbeda.
.isalnya &%lameto, 1082)2* berpendapat bahwa )
>#elajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan:.
Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali, baik sifat
maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri
seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar.
8
%elanjutnya arti belajar menurut &%. $asution, 1012)70* bahwa )
>#elajar adalah sebagai perubahan kelakuan berkat pengalaman dan
latihan. #elajar membawa sesuatu perubahan pada indi+idu yang belajar,
perubahan tidak hanya mengenai jumlah pengetahuan melainkan juga
dalam bentuk kecakapan, kebiasaan diri, pendeknya mengenai segala aspek
organisme atau pribadi seseorang:.
+. Pengertian Hasil Bela#ar Matematika
/asil belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa yang telah mengikuti
proses belajar mengajar. /asil pada dasarnya merupakan sesuatu yang
diperoleh dari suatu akti+itas, sedangkan belajar merupakan suatu proses yang
mengakibatkan perubahan pada indi+idu, yakni perubahan tingkah laku, baik
aspek pengetahuannya, keterampilannya, maupun aspek sikapnya. .isalnya
dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari ragu-
ragu menjadi yakin, dari tidak sopan menjadi sopan. -ika perubahan tingkah
laku adalah tujuan yang ingin dicapai dari akti+itas belajar, maka perubahan
tingkah laku itulah yang menjadi salah satu indikator yang dijadikan untuk
mengetahui kemajuan indi+idu &siswa* yang telah diperoleh di sekolah.
.enurut imble dan =arme?y &dalam Ali .uhammad, 1013 )1(*, sifat
perubahan perilaku dalam belajar bersifat permanen. Dengan demikian hasil
belajar dapat diidentifikasi dari adanya kemampuan melakukan sesuatu secara
permanen, dapat diulang-ulang dengan hasil yang sama.
9
.enurut Abdurrahman &dalam Arifai, 2''(*,:hasil belajar adalah
kemampuan yang diperoleh anak melalui kegiatan belajar:. #elajar itu sendiri
merupakan proses dari seseorang, di mana hasil belajar dipengaruhi oleh
inteligensi dan penguasaan anak tentang materi yang akan dipelajarinya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
merupakan tingkat atau besarnya perubahan tingkah laku yang dapat dicapai
dari suatu pengalaman yang mengarah pada penguasaan pengetahuan,
kecakapan, dan kebiasaan. Pengalaman di sini merupakan suatu proses yang
selalu berhubungan dengan proses belajar mengajar. esimpulan yang lain,
hasil belajar mengajar adalah ukuran yang menyatakan taraf kemampuan
berupa penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap yang dicapai oleh
seseorang sebagai hasil dari sesuatu yang dipelajari selama waktu tertentu.
/asil belajar siswa dapat diukur dengan menggunakan alat e+aluasi
yang biasanya disebut tes hasil belajar sedangkan hasil belajar matematika
yang dikemukakan oleh /udoyo &100' )170* adalah tingkat keberhasilan atau
penguasaan seorang siswa terhadap bidang studi matematika setelah
menempuh proses belajar mengajar yang terlihat pada nilai yang diperoleh dari
tes hasil belajarnya.
,. M-del Pembela#aran
.odel pembelajaran merupakan salah satu komponen utama dalam
menciptakan suasana belajar yang aktif, ino+atif, kreatif dan menyenangkan.
.odel pembelajaran yang menarik dan +ariatif akan berimplikasi pada minat
maupun moti+asi peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar di
10
kelas. #erikut ini adalah pengertian model pembelajaran menurut pendapat
para tokoh pendidikan antara lain )
1. Agus %uprijono ) pola yang digunakan sebagai pedoman dalam
merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.
2. .ills ) >model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses actual yang
memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak
berdasarkan model itu:
7. @ichard 6 Arends ) model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang
akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-
tahap kegiatan di dalam pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan
pengelolaan kelas.
-adi, dari penjelasan beberapa tokoh di atas dapat ditarik kesimpulan
bahwa .enurut Aaini model pembelajaran adalah pedoman berupa program
atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan
pembelajaran.
,. M-del Pembela#aran $--.eratif
Di antara model-model pembelajaran, model pembelajaran kooperatif
merupakan model pembelajaran yang unik, karena model pembelajaran
kooperatif dalam penerapannya mengaktifkan siswa dengan suatu struktur
tugas dan penghargaan yang berbeda dalam mengupayakan pembelajaran
siswa. %truktur tugas itu menghendaki siswa untuk bekerja bersama dalam
kelompok-kelompok kecil. .odel pembelajaran kooperatif tumbuh dari suatu
11
tradisi pendidikan yang menekankan berfikir dan latihan bertindak demokratis,
pembelajaran aktif, perilaku kooperatif, dan menghormati perbedaan dalam
masyarakat multibudaya.
%uherman dkk &2''1)211* menyatakan bahwa)
:Cooperative Learning mencakup suatu kelompok kecil siswa yang
bekerja sebagai sebuah tim untuk menyelesaikan sebuah masalah,
menyelesaikan suatu tugas, atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai
tujuan bersama lainnya:.
.enurut auchak dan Bggen &dalam 9anwey, 2''()120* belajar
kooperatif dapat didefinisikan sebagai kumpulan strategi mengajar yang
digunakan untuk membantu siswa satu dengan yang lain dalam suatu kelompok
untuk mempelajari sesuatu. %edangkan 4ie &1000)12* menjelaskan bahwa
pembelajaran kooperatif adalah sistem pengajaran yang memberikan
kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama sesama siswa dalam tugas-
tugas yang berstruktur, di mana guru bertindak sebagai fasilitator.
Pembelajaran kooperatif mengacu pada model pembelajaran di mana
siswa bekerja sama dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam
belajar. 4ebih tegas dari itu, %la+in &dalam $ur, 2''') 22* mengemukakan
bahwa model pembelajaran kooperatif siswa bekerja dalam tim yang
beranggotakan empat orang atau lebih untuk menguasai materi yang pada
mulanya dipresentasikan oleh guru.
12
#erdasarkan hal tersebut, pembelajaran kooperatif didefenisikan
sebagai suatu sistem pembelajaran di mana siswa diberi kesempatan untuk
menyelesaikan masalah, menyelesaikan suatu tugas atau mengerjakan sesuatu
untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu kelompok heterogen yang
anggotanya empat sampai lima orang.
9ugas perencanaan penting dalam pembelajaran kooperatif ialah
pembentukan kelompok siswa. Di mana diketahui bahwa pengelompokan
heterogenitas merupakan ciri-ciri yang menonjol dalam model pembelajaran
kooperatif. -ika para siswa yang mempunyai kemampuan berbeda dimasukkan
dalam suatu kelompok yang sama maka akan dapat memberikan keuntungan
bagi para siswa yang berkemampuan rendah atau sedang. %ebaliknya, siswa
yang berkemampuan tinggi kemampuan komunikasi +erbalnya dalam
matematika akan semakin meningkat. 9ujuan pembelajaran kooperatif adalah
menciptakan situasi keberhasilan indi+idu yang ditentukan atau dipengaruhi
oleh keberhasilan kelompoknya. Dalam penerapan pembelajaran kooperatif,
dua atau lebih indi+idu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu
penghargaan bersama. .ereka akan membagi penghargaan bersama.
.odel pembelajaran kooperatif dapat melatih siswa untuk
mendengarkan pendapat-pendapat orang lain dan merangkum pendapat atau
temuan-temuan dalam bentuk tulisan. 9ugas-tugas kelompok akan dapat
memacu para siswa untuk bekerjasama, saling membantu satu sama lain dalam
mengintegrasikan
pengetahuan-pengetahuan baru dengan pengetahuan yang dimilikinya.
13
Pembelajaran kooperatif menekankan pada kehadiran teman sebaya yang
berinteraksi dengan sesamanya sebagai sebuah tim dalam menyelesaikan atau
membahas suatu masalah.
Ada beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam pembelajaran kooperatif
agar lebih menjamin para siswa bekerja secara kooperatif. /al-hal tersebut
meliputi)
1. %iswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka >sehidup
sepenanggungan bersama:.
2. %iswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya, seperti
milik mereka sendiri.
7. %iswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya
memiliki tujuan yang sama.
(. %iswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara
anggota kelompoknya.
8. %iswa akan dikenakan e+aluasi atau diberikan hadiah<penghargaan yang
juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.
2. %iswa dalam berbagai kepemimpinan dan mereka butuh keterampilan untuk
belajar bekerjasama selama proses belajar berlangsung.
3. %iswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara indi+idual materi
yang ditangani dalam kelompok.
14
ebanyakan pembelajaran yang menggunakan model kooperatif
memiliki ciri-ciri sebagai berikut )
1. %iswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan
materi pelajarannya.
2. elompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang
dan rendah.
7. -ika memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku,
jenis kelamin berbeda-beda.
(. Penghargaan lebih berorientasi kelompok daripada indi+idu.
Ada tiga tujuan yang diharapkan dapat dicapai dalam pembelajaran
kooperatif, yaitu)
a* Prestasi akademik
Pembelajaran kooperatif sangat menguntungkan baik bagi siswa
berkemampuan tinggi maupun rendah. hususnya bagi siswa
berkemampuan tinggi, secara akademik akan mendapat keuntungan karena
pengetahuan semakin mendalam.
b* Penerimaan terhadap keanekaragaman
/eterogen yang ditonjolkan dalam pemilihan anggota kelompok akan
mengarahkan siswa untuk mengakui dan menerima perbedaan yang ada
antara dirinya dan orang lain.
c* Pengembangan keterampilan sosial
15
Pembelajaran kooperatif bertujuan mengarahkan kepada keterampilan-
keterampilan kerjasama sebagai suatu tim. eterampilan ini kelak akan
sangat bermanfaat bagi siswa ketika mereka terjun di masyarakat.
9erdapat 2 langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yang
menggunakan pembelajaran kooperatif. 4angkah-langkah tersebut dapat dilihat
pada tabel berikut ini &6brahim dkk, 2''')1'*
4angkah-langkah .odel Pembelajaran ooperatif
/A&E $E(IA"AN (UU
/ase 0
.enyampaikan tujuan dan
memoti+asi siswa
/ase *
.enyampaikan informasi
/ase +
.engorganisasikan siswa ke
dalam kelompok belajar
/ase ,
.embimbing kelompok
=uru menyampaikan semua tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan
memoti+asi siswa belajar.
=uru menyampaikan informasi kepada siswa
dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan
bacaan
=uru menjelaskan kepada siswa bagaimana
caranya membentuk kelompok belajar dan
membantu setiap kelompok agar melakukan
transisi secara efisien.
=uru membimbing kelompok-kelompok belajar
pada saat mereka mengerjakan tugas mereka
16
bekerja dan belajar
/ase 1
B+aluasi
/ase 2
.emberikan penghargaan
=uru menge+aluasi hasil belajar tentang materi
yang telah dipelajari atau masing-masing
kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
=uru mencari cara-cara untuk menghargai baik
upaya maupun hasil belajar indi+idu dan
kelompok.
9abel 2.1. 4angkah-langkah atau Case-fase .odel Pembelajaran ooperatif
Pada pembelajaran kooperatif, siswa dapat mencapai tujuan mereka jika
mereka bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. 9iap-tiap indi+idu ikut
andil dalam mendukung pencapaian tujuan. Demikian pula halnya dengan
tujuan yang akan dicapai untuk suatu kelompok siswa tertentu. 9ujuan
kelompok akan tercapai jika semua anggota kelompok mencapai tujuannya
secara bersama-sama. Pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada siswa
yang berlatar belakang dan kondisi berbeda untuk saling bergantug satu sama
lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui penggunaan struktur penghargaan
kooperatif, siswa belajar untuk menghargai satu sama lain. $amun demikian,
perlu diperhatikan bahwa pembelajaran kooperatif bukan berarti menekan
kemampuan indi+idu. Pembelajaran kooperatif justru memungkinkan untuk
melaksanakan tanggungjawab pribadinya karena adanya sistem akuntabilitas
17
indi+idu. Dang diperkenalkan dalam pembelajaran kooperatif bukan sekedar
kerja kelompoknya tetapi juga penstrukturannya &4ie, 1000)72*.
1. N!mbered Heads "-gether (NH")
9eknik belajar mengajar kepala bernomor &Numbered Heads*
dikembangkan oleh %pencer agen &1002*. %truktur yang dikembangkan oleh
agen ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil
dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif, daripada penghargaan
indi+idual.
Numbered Heads together adalah suatu pendekatan yang dikembangkan
oleh %pencer agen &1007* untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam
menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek
pemahaman mereka terhadap isi pelajaran &6brahim, 2''' ) 21*
Numbered Heads Together ini memberikan kesempatan kepada siswa
untuk saling memberikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling
tepat. %elain itu, mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama
mereka. $umbered /eads 9ogether ini bisa digunakan dalam semua mata
pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.
.enurut 6brahim &2''' ) 77*, langkah-langkah pelaksanaan model
pembelajaran kooperatif tipe $/9 &Numbered Heads Together* secara
sederhana digambarkan sebagai berikut )
18
4angkah 1) Penomoran. =uru membagi siswa ke dalam kelompok
beranggotakan 8 orang dan kepada setiap anggota kelompok
diberi nomor 1-8.
4angkah 2) .engajukan pertanyaan. =uru mengajukan sebuah pertanyaan
kepada siswa. Pertanyaan dapat ber+ariasi. Pertanyaan dapat
amat spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya.
4angkah 7) #erpikir bersama. %iswa menyatukan pendapatnya tentang
jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan semua anggota dalam
timnya mengetahui jawaban itu.
4angkah () .enjawab. =uru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian
siswa yang nomornya sesuai mengacukan tangannya dan
mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas.
%etiap tim terdiri dari siswa yang berkemampuan ber+ariasi. %atu
berkemampuan tinggi, dua sedang, dan satu rendah. Di sini ketergantungan
positif juga dikembangkan, dan yang kurang pintar terbantu oleh yang lebih
pintar. Dang berkemampuan tinggi bersedia membantu, meskipun mungkin
mereka tidak dipanggil untuk menjawab. #antuan yang diberikan dengan
moti+asi tanggung jawab atau nama baik kelompok. Dang paling lemah
diharapkan sangat antusias dengan memahami permasalahan dan jawabannya
karena mereka merasa merekalah yang akan ditunjuk guru untuk menjawab.
Dalam pembagian kelompok, penulis dibantu oleh guru. elompok
yang dibentuk tersebut anggotanya heterogen artinya berdasarkan hasil
19
akademis dan jenis kelamin yang jumlahnya (-8 orang. Dalam setiap kelompok
terdiri dari satu yang berkemampuan tinggi, dua berkemampuan sedang, dan
satu yang berkemampuan rendah. /asil akademis tersebut diperoleh dari hasil
nilai ulangan harian siswa.
B. $erangka Pikir
,ntuk meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran
matematika, guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang optimal
dengan menerapkan berbagai model pembelajaran.
Dalam pembelajaran matematika, salah satu hal yang harus
diperhatikan oleh guru dalam mengajarkan suatu pokok bahasan adalah
pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan,
karena melihat kondisi siswa yang mempunyai karakteristik yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya dalam menerima materi pelajaran yang
disajikan guru di kelas, ada siswa yang mempunyai daya serap cepat dan ada
pula siswa yang mempunyai daya tanggap yang lama.
.enyikapi kenyataan ini, penulis menilai perlu digunakan model
pembelajaran kooperatif dengan tipe $/9, yaitu membagi siswa dalam
beberapa kelompok yang terdiri dari 8 orang siswa dan setiap kelompok
mempunyai tingkat kemampuan yang beragam, ada yang pintar, sedang, dan
ada pula yang tingkat kemampuannya kurang. emudian setiap anggota
kelompok diberikan tanggung jawab untuk memecahkan masalah atau soal
dalam kelompoknya dan diberikan kebebasan mengeluarkan pendapat tanpa
merasa takut salah. "leh karena itu tidak tampak lagi mana siswa yang unggul
20
karena semuanya berbaur dalam satu kelompok dan sama-sama bertanggung
jawab terhadap kelompoknya tersebut. Dengan demikian, untuk meningkatkan
prestasi belajar matematika siswa kelas 56 6PA 1 %.A $egeri 11 #ulukumba,
guru perlu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe $/9 dalam
mengajarkan materi dan diharapkan dengan model pembelajaran kooperatif
tipe $/9 setiap siswa akan mempunyai tingkat kemampuan yang relatif sama
terhadap materi yang diajarkan sehingga prestasi belajar siswa akan lebih baik.
3. Hi.-tesis
#erdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis
penelitian dirumuskan sebagai berikut)
>9erjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas 56 6PA 1
%.A $egeri 11 #ulukumba yang diajar dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe $/9 &Numbered Heads Together*:
21
BAB III
ME")DE PENELI"IAN
A. %enis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas &!lassroom Action
Reseach*. 9indakan yang diberikan adalah penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe $/9 &Numbered Heads Together* dengan tahapan-tahapan
perencanaan, pelaksanaan tindakan, obser+asi, dan refleksi.
B. L-kasi Dan &!b#ek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di %.A $egeri 11 #ulukumba dengan
subjek penelitian adalah siswa kelas 56 6PA 1 dengan jumlah siswa 7( orang,
22
terdiri dari 1' laki-laki dan 2( perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada
semester 6 tahun ajaran 2'12<2'17.
3. /akt-r 4ang Diselidiki
Caktor yang diselidiki dalam penelitian ini adalah sebagai berikut)
1. Caktor siswa dan prosesnya. Daitu dengan melihat kesiapan, kesungguhan,
dan keaktifan siswa di dalam menerima dan mengikuti pelajaran
matematika khususnya dalam mengerjakan tugas secara berkelompok.
Proses yang dimaksud adalah
a. %iswa yang hadir pada saat proses pembelajaran.
b. %iswa yang bertanya materi pelajaran yang belum dimengerti.
c. %iswa yang menjawab pertanyaan lisan guru.
d. %iswa yang menyelesaikan soal di papan tulis.
e. %iswa yang aktif pada saat kerja kelompok
f. %iswa yang melakukan kegiatan lain pada saat kerja kelompok.
g. %iswa yang memberi tanggapan terhadap presentase dari kelompok
lain
2. Caktor output. Daitu hasil belajar matematika siswa yang diperoleh pada
setiap akhir siklus setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe $/9
&Numbered Heads Together*.
D. Pr-sed!r Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, di mana
siklus 6 dilaksanakan sebanyak 7 kali pertemuan dan siklus 66 selama 7 kali
pertemuan. 9iap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin
23
dicapai, di mana antara siklus 6 dan siklus 66 merupakan rangkaian kegiatan
yang saling berkaitan. Dalam artian bahwa pelaksanaan siklus 66 merupakan
kelanjutan dan perbaikan dari siklus 6. %ecara rinci pelaksanaan penelitian
untuk dua siklus tindakan ini sebagai berikut)
(ambaran Um!m &ikl!s I
a. "aha. Perencanaan
%ebelum diadakan penelitian terlebih dahulu dilakukan kegiatan
sebagai berikut)
1. .enelaah kurikulum %.A kelas 56 6PA semester 6 mata pelajaran
matematika.
2. .embuat skenario pembelajaran untuk pelaksanaan tindakan dengan
model pembelajaran kooperatif tipe $/9 &Numbered Heads
Together*.
7. .embuat tugas &dalam bentuk 4%* dan 4% ini akan dikerjakan oleh
siswa secara berkelompok.
(. .embuat instrumen penelitian berupa tes hasil belajar sebanyak 8
nomor dalam bentuk soal essay untuk melakukan e+aluasi di setiap
akhir siklus.
8. .embuat lembar obser+asi untuk melihat bagaimana kondisi atau
keadaan siswa di kelas selama proses belajar mengajar berlangsung.
2. .embuat angket untuk mengetahui tanggapan siswa tentang model
pembelajaran kooperatif 9ipe $/9.
24
b. "aha. "indakan
%etelah tahap perencanaan dianggap matang, kemudian
dilaksanakan tahap tindakan. Pada tahap ini, dilaksanakan kegiatan belajar
mengajar dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif dengan
merujuk kepada tipe $/9.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini sebagai berikut)
1* Pada awal tatap muka, dengan tanya jawab guru menjelaskan materi
sesuai dengan rencana pembelajaran.
2* %iswa dibagi dalam beberapa kelompok. elompok yang dibentuk
tersebut anggotanya heterogen yang jumlahnya ( orang dan kepada
setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai (.
7* =uru menyuruh siswa mengerjakan soal yang ada pada 4% dengan
mendiskusikan jawabannya dengan seluruh anggota kelompok. -ika
terjadi kesulitan disarankan untuk meminta bantuan dalam
kelompoknya terutama kepada anggota kelompok yang berkemampuan
tinggi sebelum meminta bantuan kepada guru.
(* =uru mengajukan salah satu soal yang ada pada 4% &di mana
jawabannya telah disepakati bersama oleh setiap anggota kelompok
dan memastikan setiap anggota kelompok mengerti jawaban tersebut*.
Pemberian 4% diberikan menjelang kerja kelompok sehingga 4% itu
dapat dikatakan daftar pertanyaan.
25
8* =uru memanggil salah satu nomor dari kelompok tertentu. %iswa
dengan nomor yang dipanggil menjawab soal itu untuk seluruh kelas
dan anggota kelompok lain berhak menanggapi jawaban itu.
2* =uru memberikan penghargaan atas hasil kerja kelompok.
c. "aha. -bser5asi dan E5al!asi
%elama kegiatan pembelajaran berlangsung dilakukan obser+asi.
Pelaksanaan obser+asi ini dibantu oleh seorang guru matematika sebagai
obser+er &pengamat*, hal-hal yang menjadi pengamatan adalah )
1. %iswa yang hadir pada saat proses pembelajaran.
2. %iswa yang bertanya materi pelajaran yang belum dimengerti.
7. %iswa yang menjawab pertanyaan lisan guru.
(. %iswa yang menyelesaikan soal di papan tulis
8. %iswa yang aktif pada saat kerja kelompok
2. %iswa yang melakukan kegiatan lain pada saat kerja kelompok.
3. %iswa yang memberi tanggapan terhadap presentase kelompok lain.
%edangkan informasi &data e+aluasi* diperoleh pada akhir siklus
dengan memberikan tes hasil belajar dalam bentuk soal essay sebanyak 8
nomor.
d. efleksi
/asil yang didapatkan dalam tahap obser+asi dikumpulkan
kemudian dianalisis, begitu pula e+aluasinya. /al-hal yang kurang, masih
perlu diperbaiki dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan hasil
yang diperoleh pada setiap pertemuan di siklus 6.
26
/asil analisis siklus 6 inilah yang menjadi acuan penulis
untuk merencanakan siklus 66 sehingga hasil yang dicapai pada siklus
berikutnya sesuai dengan yang diharapkan dan hendaknya bisa lebih baik
dari siklus sebelumnya.
(ambaran Um!m &ikl!s II
Pada siklus 66 ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Pada
dasarnya langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus 66 ini adalah
mengulang tahapan-tahapan pada siklus 6 yang telah memperoleh refleksi,
selanjutnya dikembangkan dan dimodifikasi tahapan-tahapan yang ada pada
siklus 6 dengan beberapa perbaikan dan penambahan sesuai kenyataan yang
ditemukan.
a. "aha. Perencanaan
1. .elanjutkan kembali perencanaan-perencanaan pada siklus 6 yang
dianggap perlu dalam memecahkan persoalan pada siklus 6.
2. Dari refleksi siklus pertama disusun rencana baru yang akan dibuatkan
tindakan.
7. .enyiapkan soal latihan&dalam bentuk 4%*, yang akan diberikan di
kelas pada saat proses pembelajaran untuk lebih mengaktifkan siswa,
dan memberikan bimbingan indi+idu pada siswa yang mengalami
kesulitan.
b. Pelaksanaan "indakan
27
9indakan yang dilakukan pada siklus 66 pada dasarnya adalah
mengulang langkah-langkah pada siklus 6, tetapi pada siklus 66 anggota
kelompoknya diubah.
c. )bser5asi
Pada tahap ini dilakukan obser+asi yang pada dasarnya sama
dengan kegiatan siklus 6 yaitu mengambil data tentang nilai kuantitatif dan
kualitatif siswa. %erta data mengenai kehadiran, sikap, keaktifan baik saat
kegiatan belajar mengajar berlangsung.
d. efleksi
/asil yang diperoleh pada siklus 66 berupa nilai pada tes hasil
belajar, perubahan sikap, maupun refleksi yang diberikan siswa serta data
dari lembar obser+asi dikumpulkan dan dianalisis.
E. Instr!men Penelitian
6nstrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini
adalah)
1. 4embar "bser+asi
4embar obser+asi digunakan untuk mengetahui data tentang kehadiran
siswa, keaktifan, dan perhatian siswa dalam rangka mengikuti proses
belajar mengajar.
2. 9es /asil #elajar
9es hasil belajar digunakan untuk memperoleh informasi tentang
pengusaaan siswa setelah proses pembelajaran.
7. 4embar Pertanyaan tentang @espon %iswa
,ntuk mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe $/9 (Numbered
28
Heads Together), maka diberikan pertanyaan-pertanyaan tentang
tanggapan siswa.
/. "eknik Peng!m.!lan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian
tindakan kelas ini adalah)
1. Data mengenai hasil belajar siswa diperoleh dengan memberikan tes setiap
akhir siklus.
2. Data tentang akti+itas siswa selama proses belajar mengajar diperoleh
dengan menggunakan lembar obser+asi.
7. Data tentang tanggapan siswa terhadap model pembelajaran yang
digunakan, dikumpulkan dengan memberikan angket pada akhir siklus 66.
(b) "eknis Analisis Data
Data tentang hasil pengamatan mengenai perubahan sikap siswa
dianalisis secara kualitatif sedangkan data mengenai hasil belajar siswa
dianalisis secara kuantitatif. Data hasil belajar yang diperoleh dikategorikan
berdasarkan teknik kategori standar yang ditetapkan oleh Departemen
Pendidikan dan ebudayaan &.artini, 2''8)23*. ategorisasi tersebut adalah)
1. $ilai ' - 7( ) dikategorikan >sangat rendah:
2. $ilai 78 - 8( ) dikategorikan >rendah:
7. $ilai 88 - 2( ) dikategorikan >sedang:
(. $ilai 28 - 1( ) dikategorikan >tinggi:
29
8. $ilai 18 - 1'' ) dikategorikan >sangat tinggi
(c) Indikat-r $eberhasilan
6ndikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bila
jumlah siswa yang hasil belajarnya berada dalam kategori tinggi dan sangat
tinggi mengalami peningkatan dari siklus 6 ke siklus 66.
DA/"A PU&"A$A
30
Ali, .uhammad. 1013. uru !alam "roses #ela$ar %enga$ar. #andung) %inar
#aru Algensindo.
Departemen Pendidikan dan ebudayaan, 1007. B+aluasi dan PenilaianE Proyek
Peningkatan .utu =uru, Direktorat -endral Pendidikan Dasar dan
.enengah
Dimiyanti F .udjiono. 100(. #ela$ar dan "embela$aran. Proyek Pembinaan dan
Peningkatan .utu 9enaga ependidikan, Direktorat -enderal Pendidikan
9inggi Departemem Penduidikan dan ebudayaan.
6brahim ., dkk. 2'''. "embela$aran &ooperati'. %urabaya) Pusat %ains dan
.atematika %ekolah. Program Pascasarjana ,$B%A.
.arni. 2''3. %ening(at(an Hasil #ela$ar %atemati(a )is*a &elas +,,,
-
)%"
Negeri ./ %a(assar melalui %odel "embela$aran &ooperati' Tipe NHT
(Numbered Heads Together). %kripsi. C.6PA ,$. .Akassar
%ahabuddin, 1000. %enga$ar dan #ela$ar. .akassar ) ,$..
9aniredja, 9ukiran, dkk. 2'11. %odel0model "embela$aran ,novati'. #andung)
Alfabeta.
.aryuni. 2'1'. "ening(atan Hasil #ela$ar %atemati(a %elalui %etode
Terbimbing )etting &ooperati' "ada )is*a &elas ,1 %T) uppi
&aluppang &ec.%ai*a &ab. 2nre(ang. C6P. ,...
Purwanto, .. $galim. 1001. "si(ologi "endidi(an. #andung)@emaja @osdakarya.
%agala, %yaiful. 2'11. &onsep dan %a(na "embela$aran. #andung) Alfabeta.
%uryabrata, %umadi. 2'11. %etodologi "enilitian. -akarta) @aja =rafindo Persada
31