Anda di halaman 1dari 2

Pengertian dan Konsep Manajemen Strategi

Kata strategi berasal dari bahasa Yunani: Strategos (Stratos = militer dan ag = memimpin) yang
berarti generalship atau sesautu yang dikerjakan oleh para jenderal dalam membuat rencana untuk
memenangkan perang.
Dalam manajemen strategis yang baru, Mintzberg mengemukakan 5 P yang sama artinya dengan
strategi, yaitu: perencanaan (plan), pola (patern), posisi (position), perspektif (perspective), dan
permainan atau taktik (play).

Strategi Militer
Pada mulanya konsep strategi digunakan untuk kepentingan militer, yaitu suatu cara, seni, rencana,
siasat (trick) yang digunakan untuk mengalahkan musuh dan untuk memengkan perang serta untuk
mengatasi konflik. Pada tahun 60-70 an, diadopsi dalam dunia bisnis, dan semua konsep dugunakan
dalam manajemen stratejik; seperti Misi (Mission), tujuan (Goal) , SWOT Analysis, sasaran (Objective)
dan Strategy. Jika dalam dunia militer, strategi digunakan untuk mengalahkan musuh dan
memenangkan perang, sedangkan dalam dunia bisnis, manajemen stategi digunakan untuk
memengkan persaingan. Dilihat dari tujuannya, baik dalam dunia militer muapun bisnis tidak
dikehendaki adanya konflik/pertempuran, tetapi mereka bertujuan untuk mendapatkan daerah
kekuasaan (territory) dan pangsa pasar (market share).
Kini, konsep strategi banyak digunakan bukan saja pada kepentingan militer, tetapi berlaku pada
semua tingkatan organisasi, baik organisasi pencari laba maupun organisasi nirlaba, swasta ataupun
pemerintah.
Strategi didisain dan dilakukan untuk mencapai tujuan suatu organisasi baik yang berjangka pendek
maupun jang ka panjang. Oleh sebab itu, strategi dapat diartikan sebagai alat (means) untuk mencapai
tujuan (ends). Tujuan adalah keadaan yang diharapkan terjadi dimasa depan. Menurut Gibson (1993)
ada tiga dimensi waktu pencapaian tujuan (efektifitas) organisasi, yaitu:
a. Efektivitas jangka pendek
b. Efektivitas jangka menengah
c. Efektivitas jangka panjang

: production, efficiency, and satisfaction.


: adaptiveness and development.
: survival

Untuk mencapai tujuan tersebut biasanya ada sasaran-sasaran (objectives). Sasaran (objekctives)
adalah tujuan khusus yang ingin dicapai yang biasanya digunakan suatu ukuran tertentu seperti
besaran/ukuran, tife, hakekat, ruang lingkup kepentingan dan ukuran keberhasilan lainnya.
Strategi sebagai alat, akan berfungsi efektif apabila organisasi memiliki sumberdaya, keterampilan,
dan kemampuan (kapabilitas) dalam menghadapi lingkungannya. Oleh sebab itu, strategi merupakan
jawaban yang tepat terhadap peluang (opportunities), kekuatan (strenght), kelemahan (weakness) dan

tantangangan (threats) yang datang dari lingkungan yang dinamis dan bergejolak untuk mencapai
tujuan jangka panjang.
Menurut C.Hax dan S Majluf (1996), strategi adalah respon terhadap peluang dan ancaman eksternal,
dan respon terhadap kekuatan dan kelemahan internal untuk mencapai keunggulan bersaing yang
memiliki daya tahan lama.
Strategi militer adalah sebuah kebijakan dilaksanakan oleh organisasi militer untuk mengejar sasaransasaran strategis yang diinginkan. Carl von Clausewitz menyatakan bahwa strategi militer adalah
tujuan yang ditentukan oleh politik dan perang alah kesinambungan politik dengan cara militer.
Strategi militer berupa pembinaan, pengembangan, penggelaran dan penggunaan seluruh kekuatan
dan kemampuan militer untuk mendukung strategi pertahanan dalam rangka menjaga, melindungi,
dan memelihara kepentingan nasional. Pembinaan dan penggunaan militer diarahkan pada
keterpaduan tiga angkatan (Darat, Laut, dan Udara) tanpa meninggalkan ciri khas angkatan, baik
dalam operasi gabungan maupun operasi angkatan masing-masing.
Metode ini berdasarkan pada kekuatan fisik dan ancaman yang nyata. Posisi/kekuasaan digunakan
juga dalam bentuk dan ancaman, bila keinginan pimpinan tidak dipatuhi. Ini merupakan strategi
struktur tingkat tinggi.

Keuntungan dan Kelebihan Strategi Militer


Keuntungan: