Anda di halaman 1dari 26

BIOKIMIA PERAIRAN

RESPIRASI SEL DAN ENERGI

Disusun Oleh :
Kelompok 6 Kelas B
Fauziah Arini

230110130085

M. Aditya

230110130094

Dzaki Rinaldi

230110130102

Satrio Bagas

230110130107

Thesar Maulana

230110130126

Moch. Iqbal F

230110130132

Ridwan Fadil Arif

230110130134

Ina Rahmawati

230110130140

Sarimanah

230110130141

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
JURUSAN PERIKANAN
JATINANGOR

2014

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah begitu
banyak

melimpahkan

karunia

dan

rahmat-Nya

sehingga

kami

dapat

menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya tanpa tantangan yang berarti,
Shalawat teriring salam semoga tetap terlimpah curah kepada panutan alam yakni
Nabi besar Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya sampai
kepada kita semua selaku umatnya hingga akhir zaman.
Alhamdulillah dengan segala keterbatasan makalah Inbreeding yang
merupakan salah satu penunjang mata kuliah Biokimia Perairan dapat kami
selesaikan, semoga dengan segal keterbatasan ini mampu menjadi acuan atau
panduan untuk lebih mendalami mata kuliah Biokimia Perairan khususnya dalam
materi Respirasi sel dan energi.
Dalam makalah ini masih terdapat begitu banyak kekurangan karena
pengetahuan kami mengenai materinya pun masih belum terlalu jauh serta
keterbatasan sumber. Oleh karena itu segala bentuk kritik dan saran yang sifatnya
membangun untuk kesempurnaan makalah ini sangat kami harapkan.

Jatinangor, November 2014


Penyusun

Kelompok 6

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Sebuah sel adalah blok bangunan dasar untuk semua organisme hidup. Sel

dianggap sebagai unit terkecil dari entitas yang hidup dan dapat menciptakan
bentuk kehidupan uniseluler atau kehidupan yang lebih rumit. Sel sangat
membutuhkan ATP untuk memenuhi kebutuhan energi untuk melakukan berbagai
tugas daam tubuh, termasuk menggerakan otot, menjaga organ-organ vital,
pembelahan sel serta replikasi.
Respirasi sel adalah salah satu cara sel memperoleh energi. Ini adalah
fungsi dari metabolisme sel. Respirasi sel mengubah partikel makanan kedalam
air dan karbondioksida. Didalam setiap sel hidup terjadi proses metabolisme.
Salah satu proses

tersebut adalah katabolisme .Katabolisme disebut pula

disimilasi karena dalam proses ini energi yang tersimpan ditimbulkan kembali
atau di bongkar untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan.

1.2

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. Apa itu respirasi sel?
2. Bagaimana respirasi sel pada hewan?
3. Bagaimana tahapan respirasi sel pada hewan?
4. Bagaimana respirasi sel pada tumbuhan?
5. Bagaimana tahapan respirasi sel pada tumbuhan?

1.3

Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. Mengetahui apa itu respirasi sel.
2. Mengetahui respirasi sel hewan
3. Mengetahui tahapan-tahapan dalam respirasi sel hewan.
4. Mengetahui respirasi sel tumbuhan.
5. Mengetahui tahapan-tahapan dalam respirasi sel tumbuhan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Respirasi Sel
Respirasi sel adalah proses penguraian senyawa organik kompleks secara

kimia dengan bantuan oksigen yang menghasilkan energi yang di gunakan untuk
kegiatan hidup makhluk hidup. Definisi respirasi sel dapat disederhanakan
sebagai suatu proses oksidasi bahan makanan dalam sel tubuh untuk
menghasilkan energi. Respirasi sel adalah salah satu contoh dari proses
katabolisme.
Respirasi sel menghasilkan energi dalam bentuk Adenosin trifosfat (ATP)
yang merupakan sumber energi untuk seluruh kegiatan dan aktivitas makhluk
hidup. Bahan baku yang digunakan dalah respirasi sel adalah sejenis gula yang
dikenal dengan istilah gula heksosa. Proses respirasi sel terjadi dalam beberapa
tahap.
2.2

Respirasi sel pada hewan


Respirasi sel pada hewan berlangsung di dalam mitokondria melalui

proses glikolisis ,yakni proses pengubahan atom C6 menjadi C3 .Dilanjutkan


dengan proses dekarboksilasi oksidatif yang mengubah senyawa C3 menjadi
senyawa C2 dan C1 (CO2).Kemudian daur krebs mengubah senyawa C2 menjadi
senyawa C1(CO2).Pada setiap tingkatan ini dihasilkan energi berupa ATP
(Adenosine Tri Phospat) dan Hidrogen . Hidrogen yang berenergi bergabung
dengan akseptor hidrogen untuk dibawa ke transport electron, energinya di
lepaskan dan hidrogen diterima oleh O2 menjadi H2O.
Di dalam proses respirasi dihasilkan senyawa antara CO2 yang merupakan
bahan dasar proses anabolisme.Didalam proses respirasi sel bahan bakarnya
adalah gula heksosa .Pembakaran tersebut memerlukan oksigen bebas,sehingga
reaksi keseluruhan dapat ditulis sebagai berikut:
C6 h 12 O6 + 6 CO

------------------6CO2

+ 6H 2 O+675 kal

2.2.1

Tahapan Respirasi Sel Hewan

1.

Glikolisis
Adalah rangkaian reaksi pengubahan molekul glukosa menjadi asam

piruvat dengan menghasilkan NADH dan ATP.


Sifat sifat glikolisis ialah:
a.

Dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob

b. Dalam glikolisis terdapat kegiatan enzimatis dan Adenosine Trifosfat (ATP)


serta Adenosine Difosfat (ADP)
c. ADP dan ATP berperan dalam pemindahan fosfat dari molukel satu ke
molekul lainnya.
Glukosa sebagai substrat dalam respirasi aerob (maupun anaerob)
diperoleh dari hasil fotosintesis. diawali dengan penambahan satu fosfat oleh
ATPO terhadap glukosa, sehingga terbentuk glukosa -6 fosfat dan ATP menyusut
menjadi ADP. Peristiwa ini disebut fosfolirasi yang berlangsung dengan bantuan
enzim heksokinasi dan ion Mg++ hasil akhir dari fosfolirasi berupa froktusa-1, 6difosfat dan dari sinilah dimulai glikolisis.
Langkah-langkah dalam glikolisis :
1.

Fosforilasi glukosa
Langkah pertama adalah fosforilasi glukosa (penambahan gugus fosfat).

Reaksi ini dimungkinkan oleh enzim heksokinase, yang memisahkan satu gugus
fosfat dari ATP (Adenosine Triphsophate) dan menambahkannya ke glukosa,
mengubahnya menjadi glukosa 6-fosfat. Dalam proses satu molekul ATP, yang
merupakan sumber energi tubuh, digunakan dan akan berubah menjadi ADP
(Adenosin difosfat), karena pemisahan satu gugus fosfat. Seluruh reaksi dapat
diringkas sebagai berikut:
Glukosa (C6H12O6) + ATP + Hexokinase Glukosa-6-Phosphate (C6H11O6P1) +
ADP.

2.

Produksi Fruktosa-6 Fosfat

Langkah kedua adalah produksi fruktosa 6-fosfat. Hal ini dimungkinkan


oleh aksi dari enzim fosfoglukoisomerase. Kerjanya pada produk dari langkah
sebelumnya, glukosa 6-fosfat dan mengubahnya menjadi fruktosa 6-fosfat yang
merupakan isomer nya (Isomer adalah molekul yang berbeda dengan rumus
molekul yang sama tetapi pengaturan yang berbeda dari atom). Seluruh reaksi
diringkas sebagai berikut:
Glukosa 6 Fosfat (C6H11O6P1) + Fosfoglukoisomerase (Enzim) Fruktosa 6Phosphate (C6H11O6P1)
3.

Produksi Fruktosa 1, 6-difosfat


Pada langkah berikutnya, isomer Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi

fruktosa 1, 6-difosfat dengan penambahan gugus fosfat lain. Konversi ini


dimungkinkan oleh enzim fosfofruktokinase yang memanfaatkan satu lagi ATP
molekul dalam proses. Reaksi dapat diringkas sebagai berikut:
Fruktosa 6-fosfat (C6H11O6P1) + fosfofruktokinase (Enzim) + ATP Fruktosa 1,
6-difosfat (C6H10O6P2)
4.

Memisahkan dari Fruktosa 1, 6-difosfat


Pada langkah keempat, enzim adolase melahirkan satu pemisahan

Fruktosa 1, 6-difosfat menjadi dua molekul gula yang berbeda yang keduanya
isomer satu sama lain. Kedua gula yang terbentuk adalah gliseraldehida fosfat dan
dihidroksiaseton fosfat. Reaksi berjalan sebagai berikut:
Fruktosa 1, 6-difosfat (C6H10O6P2) + Aldolase (Enzim) gliseraldehida fosfat
(C3H5O3P1) + Dihydroxyacetone fosfat (C3H5O3P1)
5.

Interkonversi dari Dua Gula


Dihidroksiaseton fosfat adalah molekul berumur pendek. Begitu dibuat, itu

akan dikonversi menjadi gliseraldehida fosfat oleh enzim yang disebut fosfat
triose. Jadi dalam totalitas, langkah keempat dan kelima dari glikolisis
menghasilkan dua molekul gliseraldehida fosfat.

Dihidroksiaseton fosfat (C3H5O3P1) + triose Fosfat gliseraldehida fosfat


(C3H5O3P1)
6.

Pembentukan NADH & asam 1,3-Diphoshoglyceric


Langkah keenam melibatkan dua reaksi penting. Pertama adalah

pembentukan NADH dari NAD

(nikotinamida adenin dinukleotida) dengan

menggunakan enzim fosfat dehidrogenase triose dan kedua adalah penciptaan


asam 1,3-diphoshoglyceric dari molekul fosfat dua gliseraldehida dihasilkan pada
langkah sebelumnya. Kedua reaksinya adalah sebagai berikut:
Fosfat dehidrogenase triose (Enzim) + 2 NAD+ + 2 H- 2NADH (reduksi
Nikotinamida adenin dinukleotida) + 2 H +
Triose fosfat dehidrogenase + 2 gliseraldehida fosfat (C3H5O3P1) + 2P (dari
sitoplasma) 2 molekul asam 1,3-difosfogliserat (C3H4O4P2)
7.

Produksi ATP & Asam 3-fosfogliserat


Langkah ketujuh melibatkan penciptaan 2 molekul ATP bersama dengan

dua molekul asam 3-fosfogliserat dari reaksi phosphoglycerokinase pada dua


molekul produk asam 1,3-difosfogliserat, dihasilkan dari langkah sebelumnya.
2 molekul asam 1,3-difosfogliserat (C3H4O4P2) + + 2ADP phosphoglycerokinase
2 molekul asam 3-fosfogliserat (C3H5O4P1) + 2ATP (Adenosin trifosfat)
8.

Relokasi Atom Fosfor


Langkah delapan adalah reaksi penataan ulang sangat halus yang

melibatkan relokasi dari atom fosfor dalam asam 3-fosfogliserat dari karbon
ketiga dalam rantai untuk karbon kedua dan menciptakan 2 asam fosfogliserat.
Seluruh reaksi diringkas sebagai berikut:
2 molekul asam 3-fosfogliserat (C3H5O4P1) + phosphoglyceromutase (enzim) 2
molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1)
9.

Penghapusan Air

Enzim enolase berperan penting dan menghilangkan sebuah molekul air


dari asam 2-fosfogliserat untuk membentuk asam lain yang disebut asam
fosfoenolpiruvat (PEP). Reaksi ini mengubah kedua molekul asam 2-fosfogliserat
yang terbentuk pada langkah sebelumnya.
2 molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1) + Enolase (Enzim) -> 2 molekul asam
fosfoenolpiruvat (PEP) (C3H3O3P1) + 2 H2O
10.

Penciptaan piruvat Asam & ATP


Langkah ini melibatkan pembentukan dua molekul ATP bersama dengan

dua molekul asam piruvat dari aksi piruvat kinase enzim pada dua molekul asam
fosfoenolpiruvat dihasilkan pada langkah sebelumnya. Hal ini dimungkinkan oleh
transfer atom fosfor dari asam fosfoenolpiruvat (PEP) menjadi ADP (Adenosin
trifosfat). Dengan bantuan enzim transfosforilase fosfogliserat serta ion ion
Mg++ asam 1,3-difosfogliserat kehilangan satu fosfat sehingga berubah menjadi
asam-3- fosfogliserat. Selanjutnya asam-3- fosfogliserat menjadi asam-2fosfogliserat karena pengaruh enzim fosfogliseromutase. Dengan pertolongan
enzim enolase dan ion-ion Mg++,maka asam-2- fosfogliserat melepaskan H2O dan
menjadi asam-2- fosfoenolpiruvat. Perubahan terakhir dalam glikosis adalah
pelepasan satu fosfat dari -2- fosfoenolpiruvat menjadi asam piruvat. Enzim
transfosforilase fosfopiruvat dan ion-ion Mg++ membantu proses ini sedang ADP
meningkat menjadi ATP.
2

molekul asam fosfoenolpiruvat (PEP) (C3H3O3P1) + + Piruvat kinase 2ADP


(Enzim) 2ATP + 2 molekul asam piruvat.

Gambar 1. Glikolisis
Sumber : Buku BSE biologi kelas XII

2.

Reaksi Antara (Dekarboksilasi Oksidatif)


Dalam suatu reaksi metabolisme terjadi reaksi yang begitu kompleks. Satu

tahap reaksi selesai, maka akan masuk pada tahapan selanjutnya. Demikian juga
pada tahap respirasi aerobik ini. Senyawa hasil dari tahapan glikolisis akan masuk
ke tahapan dekarboksilasi oksidatif, yaitu tahapan pembentukan CO2 melalui
reaksi oksidasi reduksi (redoks) dengan O2 sebagai penerima elektronnya.
Dekarboksilasi oksidatif ini terjadi di dalam mitokondria sebelum masuk ke
tahapan siklus Krebs. Oleh karena itu, tahapan ini disebut sebagai tahapan
sambungan (junction) antara glikolisis dengan siklus Krebs. Pada tahapan ini,

asam piruvat (3 atom C) hasil glikolisis dari sitosol diubah menjadi asetil koenzim
A (2 atom C) di dalam mitokondria. Pada tahap 1, molekul piruvat (3 atom C)
melepaskan elektron (oksidasi) membentuk CO2 (piruvat dipecah menjadi
CO2 dan molekul berkarbon 2). Pada tahap 2, NAD+ direduksi (menerima
elektron) menjadi NADH + H+. Pada tahap 3, molekul berkarbon 2 dioksidasi dan
mengikat Ko-A (koenzim A) sehingga terbentuk asetil Ko-A. Hasil akhir tahapan
ini adalah asetil koenzim A, CO2, dan 2NADH.

Gambar 2. Skema dekarboksilasi oksidatif


Sumber : http://4.bp.blogspot.com

3.

Siklus Krebs (Siklus Asam Sitrat)


Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. Siklus

Krebs adalah reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat, yang kemudian
membentuk asam sitrat. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat,
karena menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan
asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Tahap-tahap
Siklus Krebs :
a) Tahap I
Enzim sitrat sintase mengkatalisis reaksi kondensasi antara asetil koenzim-A
dengan oksaloasetat menghasilkan sitrat. Reaksi ini merupakan suatu reaksi

kondensasi aldol antara gugua metal dan asetil koenzim-A dan gugus karbonil
dari oksaloasetat dimana terjadi hidrolisis ikatan tioester dan pembentukan
senyawa koenzim-A bebas. Reaksi ini adalah suatu hidrolisis eksergonik yang
menghasilkan energi dan merupakan reaksi pendorong pertama untuk daur krebs.
b) Tahap II
Merupakan pembentukan isositrat dari sitrat melalui cas-akonitat, dikatalisis
secara reversible oleh enzim akonitase. Enzim ini mengkatalisis reaksi reversible
penambahan H2O pada ikatan rangkap cis-akonitat dalam 2 arah, yang satu ke
pembentukan sitrat dan yang lain ke pembentukan isositrat.
c) Tahap III
Oksidasi isositrat menjadi -ketoglutarat berlangsung melalui pembentukan
enyawa

antara

oksalosuksinat

yang

berikatan

dengan

enzim

isositrat

dehidrogenase dengan NAD berperan sebagai koenzimnya. Enzim yang pertama


mengkatalisis proses oksidasi isositrat menjadi oksalosuksinat dan dekarboksilasi
oksalosuksinat menjadi -ketoglutarat. Pengubahan isositrat ke oksaloasetat dapat
dihambat oleh difenilkloroarsin, sedangkan dekarboksilasi oksaloasetat dihambat
oleh pirofosfat.
d) Tahap IV
Adalah oksidasi -ketoglutarat menjadi suksinat melalui pembentukan suksinil
koenzim-A, yang merupakan reaksi yang ieversibel dan dikatalisis oleh enzim
kompleks -ketoglutarat dehidrogenase. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim suksinil
koenzim-A sintetase yang khas untuk GDP. Selanjutnya GTP yang terbentuk dari
reaksi ini dipakai untuk sntesis ATP dari ADP dengan enzim nukleosida difosfat
kinase.
e) Tahap V
Suksinat dioksidasi menjadi fumarat oleh enzim suksinat dehidrogenase yang
berikatan dengan flavin adenine dinukleotida (FAD) sebagai koenzimnya. Enzim
ini terikat kuat pada membrane dalam mitokondrion. Dalam reaksi ini FAD
berperan sebagai penerima hydrogen.

f) Tahap VI
Merupakan reaksi reversible penambahan satu molekul H2O ke ikatan rangkap
fumarat, meghasilkan L-malat, dengan dikatalisis enzim fumarase tanpa koenzim.
Enzim ini bersifat stereoospesifik, bertindak hanya terhadap bentuk Lstereoisomer dari malat. Dalam reaksi ini fumarase mengkatalisis proses
penambahan tras atom H dan gugus OH ke ikatan rangkap fumarat.
g) Reaksi VII (akhir)
L-malat doksidasi menjadi oksaloasetat oleh enzim L-malat dehidrogenase yang
berikatan dengan NAD. Reaksi ini adalah endergonik tetapi laju rekasinya
berjalan lancer ke kanan. Hal ini dimungkinkan karena reaksi berikutnya, yaitu
reaksi kondensasi oksaloasetat dengan asetil koenzim-A adalah reaksi eksergonik
yang ireversibel.

Gambar 3. Siklus Krebs


Sumber : Campbell, Reece, & Michell, Biologi 1 , hlm.169

4.

Sistem transport electron


Transport elektron disebut sebagai reaksi pemanenan energi kimia. Hal

tersebut disebabkan karena transport elektron menghasilkan molekul ATP


sebanyak 30 molekul dari elektron yang dibawa oleh NADH dan FADH2. Reaksi
transport

elektron

terjadi

pada

membran

dalam

mitokondria.

Transport elektron merupakan reaksi yang membutuhkan oksigen sebagai


akseptor elektron terakhir. Reaksi penangkapan elektron oleh oksigen akan
menyebabkan terbentuknya molekul air (H2O).
Kompleks transport elektron tersusun atas lima kompleks protein, yang
masing-masing memiliki fungsi spesifik.
1. Kompleks I
Kompleks I dinamakan NADH reduktase. Fungsi dari kompleks I adalah
memecah NADH menjadi NAD+ dan H+. Pemecahan tersebut akan menyebabkan
elektron dibebaskan dari NADH. Setiap elektron yang dibebaskan akan bergerak
melintasi kompleks I, yang mengakibatkan ion H+ bergerak dari matriks menuju
ruang intermembran. Elektron yang melintasi kompleks I selanjutnya akan
ditangkap oleh ubiquinon da dibawa menuju kompleks III.
2. Kompleks II
Kompleks II dinamakan suksinat dehidrogenase. Fungsi dari kompleks II
adalah membebaskan elektron yang ada pada FADH2, diikuti dengan reaksi
perubahan suksinat menjadi fumarat. Elektron yang melintasi kompleks II tidak
menyebabkan pergerakan ion hidrogen menuju ruang intermembran. Elektron
juga akan ditangkap oleh ubiquinon, yang akan dibawa menuju kompleks III.
3. Kompleks III
Kompleks III dinamakan dengan sitokrom reduktase. Elektron dari ubiquinon
akan dilalukan melalui kompleks ini. Pergerakan elektron melintasi kompleks ini
menyebabkan ion hidrogen bergerak dari matriks menuju ruang intermembran.
Elektron selanjutnya akan dibawa oleh sitokrom C menuju kompleks IV.
4. Kompleks IV
Pergerakan ion pada kompleks IV menyebabkan aliran ion hidrogen dari
matriks menuju ruang intermembran. Selain itu, elektron akan dikembalikan ke

matriks. Proses ini membutuhkan oksigen. Oksigen berperan sebagai penangkap


elektron terakhir. Reaksi penangkapan tersebut menyebabkan terbentuknya
molekul air (H2O).
6. Kompleks V
Kompleks V merupakan enzim ATP sintase. Enzim tersebut berfungsi untuk
membentuk

molekul

berenergi,

ATP,

dari

ADP

dan

Pi.

Ion hidrogen yang dibergerak menuju ruang intermembran menimbulkan gradien


elektrokimia dari ruang intermembran dengan matriks mitokondria. Matriks
kehilangan ion hidrogen karena bergerak ke ruang intermembran menyebabkan
konsentrasi ion H+ yang lebih rendah. Akibatnya, ion hidrogen akan bergerak
menuju kembali ke matriks untuk menyeimbangkan konsentrasi. Akan tetapi,
membran dalam mitokondria impermeabel (tidak bisa dilalui) terhadap ion H+.
Satu-satunya

lintasan

yang

ada

adalah

kompleks

V.

Pergerakan ion H+ melintasi kompleks V digunakan untuk membentuk ATP.


Setiap ion hidrogen masuk, maka akan dibentuk ATP. Jadi, ada kaitannya antara
proses lewatnya elektron dalam kompleks-kompleks sebelumnya dengan
pembentukan ATP. Aliran elektron menyebabkan ion H+ bergerak ke ruang
intermembran, akibatnya konsentrasi berbeda dan ion hidrogen yang kembali ke
matriks melalui Kompleks V digunakan untuk membentuk ATP.

Gambar 4. Transpor elektron


Sumber : http://evhieydoapoloeh.blogspot.com/2013/08/respirasi-sel.html
Setiap satu molekul NADH yang teroksidasi menjadi NAD akan
melepaskan energi yang digunakan untuk pembentukan 3 molekul ATP.
Sedangkan oksidasi FADH menjadi FAD, energi yang lepas hanya bisa digunakan
untuk membentuk 2 ATP. Jadi, satu mol glukosa yang mengalami proses respirasi
dihasilkan total 38 ATP.
Tabel berikut menjelaskan perhitungan pembentukan ATP per mol glukosa yang
dipecah pada proses respirasi.
Proses

ATP

NADH

FADH

Glikolisis

Dekarboksilasi oksidatif -

Daur

Rantai transpor elektron 34

Total

10

Krebs 2

38

Dalam respirasi aerob,Gula heksosa mengalami pembongkaran dengan


proses yang sangat panjang.Pertamakali glukosa sebagai bahan dasar mengalami
fosfolarisasi ,yaitu proses penambahan fosfat kepada molekul-molekul glukosa
hingga menjadi fruktosa ,ATP dan ADP yang memegang peranan penting sebagai
pengisi fosfat.Adapun pengubahan fruktosa -1,6 difosfat hingga akhirnya
menjadi CO2 dan H2O dapat dibagi menjadi empat tahap ,yaitu glikolisis ,reaksi
antara (dekarboksilasi oksidatif) ,siklus krebs ,dan transfer electron.
Respirasi Anaerob
Oksigen diperlukan dalam respirasi aerob sebagai penerima H yang terakhir dan
membentuk H2O. Bila berlangsung aktivitas respirasi yang sangat intensif seperti
pada kontraksi otot yang berat akan terjadi kekurangan oksigen yang
menyebabkan berlangsungnya respirasi anaerob. Contoh respirasi anaerob adalah

fermentasi asam laktat pada otot, dan fermentasi alkohol yang dilakukan oleh
jamur Sacharromyces (ragi).
1.

Fermentasi asam laktat


Asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis tidak memasuki daur Krebs dan

rantai transpor elektron karena tak ada oksigen sebagai penerima H yang terakhir.
Akibatnya asam piruvat direduksi karena menerima H dari NADH yang terbentuk
saat glikolisis, dan terbentuklah asam laktat yang menyebabkan rasa lelah pada
otot. Peristiwa ini hanya menghasilkan 2 ATP untuk setiap mol glukosa yang
direspirasi.
CH3.CO.COOH + NADH > CH3.CHOH.COOH + NAD + E
(asam piruvat)

(asam laktat)

Gambar 5. Fermentasi asam laktat


Sumber: mulanovich.blogspot.com
2.

Fermentasi alkohol
Pada fermentasi alkohol asam piruvat diubah menjadi asetaldehid yang

kemudian menerima H dari NADH sehingga terbentuk etanol. Reaksi ini juga
menghasilkan 2 ATP.
CH3.CO.COOH > CH3.CHO + NADH > C2H50H + NAD + E
(asam piruvat)

(asetaldehid)

(etanol)

Gambar 6. Fermentasi Alkohol


Sumber : mulanovich.blogspot.com
3.

Respirasi Sel Pada Tumbuhan


Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan untuk

memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.


Fotosintesis juga dapat di artikan proses penyusunan atau pembentukan dengan
menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah
matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu.
Hasil dari Fotosintesis adalah glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan
beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air
serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup
bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis
menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa
menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme
yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut
sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena
dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai
molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk
mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah
bakteri belerang.

Proses fotosintesis berlangsung dengan adanya spektrum cahaya tampak,


dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam
fotosintesis.Fotosintesis menghasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai
hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk
mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen
yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.
3.1

Kloroplas

Gambar 7. Kloroplas
Sumber : dd-sulaiman.blogspot.com
Kloroplas merupakan organel yang hanya didapati pada tumbuhan hijau. Organel
ini memiliki membran rangkap dua, yaitu membran luar dan membran dalam.
Membran dalam memiliki bentuk perluasan yang disebut lamela. Pada lamela
terdapat modifikasi membran yang menyerupai tumpukan koin yang disebut
grana. Setiap grana disusun oleh thilakoid. Pada thilakoid tersebut terdapat
pigmen fotosintetik. Semua ruang bagian dalam kloroplas berisi cairan yang
disebut stroma.
3.2

Fotosintesis pada tumbuhan


Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan

langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan

air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya.
Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Reaksi penghasil
glukosa :
6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti
selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung
melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Pada
respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk
menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut
klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil
terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang
akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan
yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi
dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang
mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan
melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil,
tempat terjadinya proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh
kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan
sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.

Gambar 8. Fotosintesis
Sumber : http://4.bp.blogspot.com
3.3

Proses fotosintesis

Gambar 9. Reaksi Terang dan Reaksi Gelap


Sumber :
Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah
daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk
melangsungkan fotosintesis. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis,

tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis disebut fotosintat, biasanya


dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua
bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak
memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).
1.

Reaksi Terang
Tahap pertama dari sistem fotosintesis adalah reaksi terang, yang sangat

bergantung kepada ketersediaan sinar matahari. Reaksi terang merupakan


penggerak bagi reaksi pengikatan CO2 dari udara. Reaksi ini melibatkan beberapa
kompleks protein dari membran tilakoid yang terdiri dari sistem cahaya
(fotosistem I dan II), sistem pembawa elektron, dan komplek protein pembentuk
ATP (enzim ATP sintase). Reaksi terang mengubah energi cahaya menjadi energi
kimia, juga menghasilkan oksigen dan mengubah ADP dan NADP+ menjadi
energi pembawa ATP dan NADPH.
Reaksi terang terjadi di tilakoid, yaitu struktur cakram yang terbentuk dari
pelipatan membran dalam kloroplas . Membran tilakoid menangkap energi cahaya
dan mengubahnya menjadi energi kimia. Jika ada bertumpuk-tumpuk tilakoid,
maka disebut grana.
Secara ringkas, reaksi terang pada fotosintesis ini terbagi menjadi dua,
yaitu fosforilasi siklik dan fosforilasi nonsiklik. Fosforilasi adalah reaksi
penambahan gugus fosfat kepada senyawa organik untuk membentuk senyawa
fosfat organik. Pada reaksi terang, karena dibantu oleh cahaya, fosforilasi ini
disebut juga fotofosforilasi.

Keseluruhan perjalanan elektron tersebut disebut siklus non siklis, karena


elektron berjalan dari H2O dan akhirnya diterima NADP. Bentuk lain dari lintasan
elektron adalah siklus siklis. Siklus ini bermula dari P700 yang menerima cahaya,
elektron yang lepas diterima feredoksin tetapi tidak diberikan ke NADP
melainkan ke sitokrom, lalu kembali ke P700. Saat elektron berjalan dari sitokrom
ke P700 dihasilkan energi yang digunakan untuk membentuk

ATP.Dari

keterangan di atas dapat diketahui ada tiga bahan yang dihasilkan saat reaksi
terang, yaitu: NADPH, ATP, dan O2. Dua yang pertama digunakan sebagai bahan
untuk terlaksananya reaksi gelap.

Gambar 10. Reaksi Terang


Sumber : funtoysfactory.com
2.

Reaksi Gelap
Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam

fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada
bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan
NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara
bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat
diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan
Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson.

Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom
karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat
kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini
yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap
dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi.
Bagan Reaksi Gelap, klik disini untuk bagan yang lebih besarPada fase
fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan
membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah
menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat
(APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus
fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat. Kemudian, 1,3-bifosfogliserat masuk
ke dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH, yang
kemudian

berubah

fosfogliseraldehid

menjadi

(PGAL)

NADP+,

yang

dan

beratom

3C.

terbentuklah
Selanjutnya,

12

molekul

molekul

fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul


glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa
kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa
difosfat. Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul
ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan
berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP), yang kemudian kembali mengikat CO2
dan menjalani siklus reaksi gelap.
3. Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat), ALPG
(fosfogliseraldehid), RDP (ribulosa difosfat), dan glukosa (C6H12O6).

Gambar 11. Siklus Calvin


Sumber : http://www.kamusq.com

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1

Kesimpulan
Respirasi sel adalah proses penguraian senyawa organik kompleks secara

kimia dengan bantuan oksigen yang menghasilkan energi yang di gunakan untuk
kegiatan hidup makhluk hidup. Definisi respirasi sel dapat disederhanakan
sebagai suatu proses oksidasi bahan makanan dalam sel tubuh untuk
menghasilkan energi
Respirasi sel pada hewan berlangsung di dalam mitokondria melalui
proses glikolisis ,yakni proses pengubahan atom C6 menjadi C3 .Dilanjutkan
dengan proses dekarboksilasi oksidatif yang mengubah senyawa C3 menjadi
senyawa C2 dan C1 (CO2).Kemudian daur krebs mengubah senyawa C2 menjadi
senyawa C1(CO2).Pada setiap tingkatan ini dihasilkan energi berupa ATP
(Adenosine Tri Phospat) dan Hidrogen . Hidrogen yang berenergi bergabung
dengan akseptor hidrogen untuk dibawa ke transport electron, energinya di
lepaskan dan hidrogen diterima oleh O2 menjadi H2O.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan untuk
memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.
Fotosintesis juga dapat di artikan proses penyusunan atau pembentukan dengan
menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah
matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua
bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak
memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).
3.2

Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan para pembaca dapat mengetahui

lebih banyak lagi tentang Respirasi dan energi guna menambah wawasan untuk
pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

See more at: http://www.kamusq.com/2012/09/respirasi-sel-pengertian-dandefinisi.html#sthash.CUm3Q5DO.dpuf