Tugas Matematika
Tugas Matematika
3x1 + 5x2 + x3 = 36
X1 + 2x2+ 4x3 = 42
4x1 + 3x2 + 2x3 = 28
(
)[
]=
D = ( 3.2.2+5.4.4+1.1.3)-(4.2.1+3.4.3+2.1.5)
D = ( 12+80+3)-(8+36+10)
D = 95-54
D = 41
(
Dx1 = ( 36.2.2+28.4.5+42.1.3)-(28.2.1+3.4.36+2.42.5)
Dx1 = (144+560+126)-(56+432+420)
Dx1 = 830-908
Dx1 = -78
Dx2 = ( 3.42.2+36.4.4+1.1.28)-(4.42.1+28.4.3+2.1.36)
DX2 = (252+576+28)-(168+336+72)
Dx2 = 856-576
Dx2 = 280
(
Dx3 = (3.2.28+5.42.4+36.1.3)-(4.2.36+3.42.3+28.1.5)
DX3 = (168+840+108)-(288+378+140)
Dx3 = 1116-806
Dx3 = 310
X1 =
= -1,902
X2 =
= 6,829
X3 =
= 7,560
4.
Nama Benda
Meja
Kursi
Jam kerja
Pembuatan
Meja
4 jam
3 jam
100 jam
Pengecatan
Kursi
2 jam
1 jam
100 jam
X1=meja
X2=kursi
2. Fungsi Tujuan
Zmax= 7x1+5x2
3. Fungsi kendala/batasan
a. 4x1+2x2 240 (meja))
b. 3x1+x2 240 (kursi)
c. 100x1+100x2 100 (jam kerja)
4. Membuat grafik
a. 4x1+2x2 240
X1=0 , x2=120
X2=0, x1= 60
b. 3x1+x2 240
X1=0, x2=
X2=0, x1=
c. 100x1+100x2 240
X1=0, x2=
X2=0, x1=
(Pak kami Dak biso gambarnyo. Ajari kami dulu)
x1 4x1+2x2= 240
x2, 3x1+x2=30
3x1+x2= 30
x2 6x1+2x2=60
-2x1=180
3.-90+x2=30
x2=
X1= -90
Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27, di mana P: Price (harga) dan Q: Output.Bagaimanakah fungsi
marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan
memproduksi 10 output, serta terangkan artinya.
Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue)
R = P.Q
R = (3Q+27).Q
R = 3Q2+27Q
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue)
MR = dR/dQ = 6Q + 27
Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 , maka
MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87
Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya
tambahan pendapatan sebesar 87, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1
unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87
2.
R = 6/5Q-1/5Q2
Dalam masalah optimasi, ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. Misalkan untuk fungsi dengan
i.
Harga jual barang P = - 2Q + 16, tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar
diperoleh total pendapatan maksimum.
Jawab:
Fungsi total pendapatan:
P = - 2Q + 16
R = P.Q = (- 2Q + 16) Q
R = - 2Q2 + 16Q
Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0
R = - 4Q + 16 = 0
4Q = 16
Q=4
Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum,
maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan:
R = - 4
Ternyata R = - 4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4.
Total pendapatan maksimumnya:
R = - 2Q2 + 16Q
R = - 2(4)2 + 16(4)
R = 32
Jadi ketika menjual produk sebanyak 4, maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.
2.
P = 16 - 2Q
R = P.Q = (16 - 2Q) Q
= 16Q 2Q2
MR = 16Q - 2Q2
Turunan pertama:
16 = 4Q
Q=4
Turunan kedua:
MR = 16 - 4Q = 0
MR = - 4 < 0
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.
Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q - 2Q2
= 16(4) - 2(4)2
= 48
contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost)
3.
Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 - 1000Q + 85000
Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum?
Berapakah total biaya minimum tersebut?
Jawab:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C= 10Q 1000 = 0
10Q = 1000
Q = 100
C = 10 > 0
Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.
Total biaya minimumnya sebesar:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C = 5(100)2 - 1000(100) + 85000
C = 35000
Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000
Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost)
4.
MC= 6Q 180 = 0
MR = 6 > 0
Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.
Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
= 3(30)2 - 180(30) + 2800
= 100
Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100
5.
Berarti jika di produksi output sebanyak 35, maka labanya akan maksimum.
Laba maksimum nya sebesar :
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
= - (35)3 + 57(35)2 - 315(35) - 2000
= 13925
Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak :
13925
Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak
Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak, misalnya pajak penjualan yang
di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. Pemerintah
berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut. Untuk itu pemerintah harus menentukan
berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum. Total pajak
yang akan di terima perintah : T = t. Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan
Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum,
yang telah mempertimbangkan biaya pajak.
Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah:
Laba = pendapatan (biaya + pajak)
= R (C+T),
R: Pendapatan
=RCT
=RCtQ
C: Biaya
T: Pajak
Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha, yang memberikan laba maksimum setelah
mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.
6.
Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut :
R = 15Q - 2Q2 Dan C = 3Q
Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah
memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = R C t Q
= 15 Q 2 Q2 3Q t Q
= -2 Q2 + 12Q t Q
Turunan pertama: Laba = - 4Q + 12 t = 0
12 t = 2Q
2Q
Q*
Q*
= 12 - t
= 12 - t
4
=bt
Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut:
R = 360 Q 10,5 Q2 Dan C = 100 Q 4 Q2
Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum?
Berapakah laba maksimum tersebut?
Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum, berapakah tarif pajak yang harus di
kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut?
Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah?
Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = R C t Q
= 360 Q 10,5 Q2 (100 Q 4 Q2) t Q
= 360 Q 10,5 Q2 100 Q + 4 Q2 t Q
= 260 Q 6,5 Q2 t Q
Turunan pertama: Laba = 260 13 Q t = 0
260 t = 13 Q
Q = 260 t
13
Q*= 20 1 t
13
Turunan ke dua : Laba = - 13 < 0
Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 1/ 13 t, pengusaha akan memperoleh laba maksimum.
Dari sudut pandang pemerintah:
Pajak: T = t Q*
= t (20 1/13 t)
= 20 t 1/3 t 2
= 2/13 t
t = 130
Turunan ke dua : T = - 2/13
Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130
Karena Q2 = 20 1 t
13
= 20 1 (130)
13
= 20 10
= 10
Maka
Total pajak maksimum:
T = t . Q*
= 130 . 10
= 1300
Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.
Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya:
Laba = 260 Q 6,5Q2 t Q
= 260 (10) 6,5(10)2 (130)(10)
= 2600 65 1300
= 1235
Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235
1.
biaya pemesanan,
2.
3.
biaya penyimpanan,
biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau
pemasaran.
Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan
berkala (batch arrival model). Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model
tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan
persediaan.
4.
Q/2
Waktu
D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali
pemesanan
Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu
C: biaya total persediaan
C: biaya pemesanan setiap kali memesan
C2: biaya penyimpanan per-periode waktu
Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total
persediaan (C) minimum. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka akan dihitung total biaya
pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut:
Total biaya pemesanan:
Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg, maka D = 100 dan Q = 25 sehingga
setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total
pemesanan: (D/Q) C1.
Total biaya penyimpanan:
Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode
waktu: (Q/2) C2
Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan
C=
C1 +
C2
Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat
diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dicari:
jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang
minimum:
Total biaya persediaan: C =
Turunan pertama:
C1 +
C2
= D.Q1 . C1. C2
C = D.C1.(-1) .Q-2 + C2
D.C1 + C2
Q2
=0
=0
C2
D.C1
Q2
Q2
D.C1
C2
Q3
8.
seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan. Biaya pemesanan
setiap kali memesan sebesar Rp. 2500 per-pemesanan, sedangkan biaya penyimpanannya Rp. 50 perminggu.
Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan?
Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan?
Berapakah total biaya persediaan minimumnya?
Jawab:
Jika diketahui bahwa:
D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg
C1: Biaya pemesanan: Rp. 2500
C2: Biaya penyimpanan: Rp. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan.
Jumlah yang harus dipesan:
Q =
Q = 50
Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan
sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.
Total biaya persediaan: C =
C1 +
C2
C=
2500 +
200
C = 10.000
Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10.000
atau Eyx = y/ x
y/x
y/x
contoh soal: Elastisitas Permintaan
Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 - 0,5 P
Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4, P2 = 8, dan P3 = 12
Jawab:
Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 - 0,5(4) = 8 2 = 6
Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0,5 = -0,5 . 4 = -1
Qd / P1 6/4
6 3
Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3
Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah
Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 - 0,5(8) = 8 4 = 4
Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0,5 = -0,5.8 = -1
Qd/P1 4/8
4
Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1
Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah
Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 - 0,5(12) = 8 6 = 2
Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0,5 = -0,5.12 = -3
Qd/P3
2/12
2
Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3
Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah
= 1 (UNITARY ELASTIS)
E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS)
Qd
=
EQDP1=4
EQDP2=8 =
EQDP3=12=
=1
=3
5.
Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P, grafik fungsinya:
EQDP1=4 =
EQDP2=8 =
EQDP3=12 =
=
=
=
QS
Qd= 6 + 2P
30
22
14
6
4
8 12
I.
II.
1.
n
n
Q = 4 L Sehingga
untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang
yang diproduksi sebanyak 4 unit; sebaliknya
untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang
yang diproduksi sebanyak 4 unit
Fungsi pendapatan:
R = - Q2 + 140Q + 5
Marginal Revenue:
= - 2Q + 140
#
#
sebanyak 240
contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC)
Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = - 3000Q2 + 410000Q + 7 di
2.
mana Q adalah produksi, sedangkan fungsi produksinya Q = 3C. Jika kapital yang dimiliki 1000:
Berapakah Marginal Physical Product of Capital (MPPC) dan jelaskan artinya!
Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC) dan jelaskan artinya!
Jawab:
Fungsi produksi:
Q = 3C sehingga
Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC
Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000,
untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang
R = -3000Q2 + 410000Q + 7
Marginal revenue:
= -6000Q + 410000
maka
#
#
= 1176000000
Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000, maka
untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak
1176000000 sebaliknya
untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak
1176000000
Minimasi biaya
Maksimasi laba/keuntungan
III. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS)
Elastisitas Persial
Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. Akan tetapi, juga ternyata
di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang
komplementernya. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. Misalnya ada dua barang yaitu barang
1 dan barang 2. fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut:
Qd1 = f (P1,P2,Y) Dan Qd2 = f (P1,P2,Y)
Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P1), harga barang lain (P2), dan
pendapatan (Y). Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya
sendiri (P2), harga barang lain (P1), dan besarnya pendapatan (Y).
Price elastisity of demand
Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri, yaitu: kepekaan fungsi
permintaan barang 1 (Qd1), akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan
barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2):
Jadi
E QdP1 =
dan E QdP2 =
E QdP1 =
Hubungan antar-komoditi:
dan E QdP2 =
# jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif, maka hubungan antar komoditi adalah
substitusi; sedangkan
# jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif, maka hubungan antar komoditi adalah
komplementer.
Contoh soal:
1.
Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y
Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000
Carilah: - Price Elasticity of Demand
- Cross Elasticity of Demand
- Income Elasticity of Demand
Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r?
Jawab:
Price Elasticity of Demand:
E QdPr =
=
Cross Elasticity of Demand:
E QdPr =
Income Elasticity of Demand:
E QdPr =
Hubungan antara komoditi r dan j:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j
adalah Subtitusi.
Optimasi Dua Variabel.
Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut:
Y=f(x1,x2)
Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan:
1.
Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum)
2.
Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum)
Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut:
Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan
menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan
pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang
optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan
penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan
optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.
Contoh soal: Maksimasi pendapatan
1.
Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 3 Q12 2 Q1 Q2 2Q22 + 120 Q2 180
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh
pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya?
Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual :
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan:
R1 = 160 6 Q1 2 Q2 = 0
R2 = 120 2 Q1 4 Q2 = 0
Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan:
Fungsinya menjadi: 6 Q1 2 Q2 = - 160
2 Q1 4 Q2 = - 120
Maka
Q1 =
Q2 =
=
=
Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya:
R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4
Matriks hessiannya: H =
Matriks pertamanya : D1 =
<0
Matriks keduannya : D2 = H =
= (-6)(-4) (-2)(-2)
= 24 4
= 20 > 0
= 20
= 20
karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum.
Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 180
R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) 180
R = 2620
Contoh soal: Minimasi biaya
2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum?
Berapakah biaya minimumnya?
Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi:
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya:
C1 = 16Q1 2Q2 40 = 0
C2 = -2Q1 + 12Q2 42 = 0
Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan:
Fungsinya menjadi: 16Q1 2Q2 = 40
-2Q1 + 12Q2 = 42
Maka
Q1 =
Q2 =
Matriks Hessiannya: H =
Matriks pertamanya : D1 =
>0
Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2
=(16) (12) (-2) (-2)
=3
= 2,12 = 2
=192 4
=188 > 0
Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum.
Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180
C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180
C = 60
Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan
2.
Jawab:
Fungsi labanya:
Laba = R C
= 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22)
= 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba:
Laba1 = 12 6 Q1 = 0,
maka Q1 = 2
Laba2 = 8 4 Q2 = 0,
maka Q2 = 2
0 -4
Matriks pertamanya: D1 =
<0
Matriks keduanya : D2 = H = - 6
0
-(0)(0)
= 24 0
= 24 > 0
Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum.
Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22
Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2
Laba = 24+16-12-8
Laba = 20
7.3.1
Rumus: MRTS =
Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K,L), maka mencari MRTS-nya dengan
MRTS =
Contoh soal:
1.
MRTS =
MRTS =
MRTS = 4 . 2
MRTS = 8
2.
=
=
MRTS =
MRTS =
MRTS = 7
PENYELESAIAN SOAL-SOAL
Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue)
1.
carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 Q
jawab:
fungsi permintaan: P = 16 Q
fungsi pendapatan: R = P . Q
R = (16 Q) . Q*
R = 16 Q Q2
Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 2Q
TR= MR = 120 12 Q
120
AR = 120 - 6Q
MR =120 12Q
10
20
TC = Q3 4Q2 + 4Q + 4
= -10Q + 25 t = 0
25 t = 10Q
Q* = 25 t
10
Q* = 2,5 1/10 t
Turunan kedua:
Laba = -10 < 0
Jadi dengan memproduksi Q* = 2,5 1/10 t, pengusaha memperoleh laba maksimum.
Jadi sudut pandang pemerintah:
Pajak: T = t Q*
= t (2,5 1/10 t)
= 2,5 t 1/10 t 2
turunan pertama:
T = 2,5 1/5 t = 0
2,5= 1/5 t
t = 12,5
turunan kedua:
T= -1/5 < 0
Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12,5
Karna Q* = 2,5 1/10 t = 2,5 1/10(12,5) = 2,5 1,25 = 1,25
Maka total pajak maksimum: T = t . Q* = 12,5 . 1,25 = 15,625
Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15,625
Q=
Q=
Q = 120
jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.
Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak:
D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.
Total biaya persediaan:
C=
C=
C = 144000
Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000
Elastisitas persial
6.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut:
Qd = 16 0,4 P1 0,8 P2 + P3 + Y
Untuk P1 = 20, P2 = 10, P3 = 40, dan Y = 40
# carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya!
# bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan!
Jawab:
Qd1 = 16 0,4 P1 0,8 P2 + P3 + Y
Qd1 = 16 0,4(20) 0,8(10) + 40 + 40
Qd1 = 80
Price elasticity of demand:
E Qd1P1 =
Cross elasticity of demand
E Qd1P2 =
E Qd1P3 =
Income elasticity of demand
E Qd1Y =
Hubungan antara komoditi 1 dan 2:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif, maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2
adalah subtitusi.
Hubungan antara komoditi 1 dan 3:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif , maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3
adalah subtitusi.
Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital
7. fungsi produksi : Q = 1/2K L = , dengan K = 4, L = 16
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
Jika fungsi pendapatan R = 2Q, maka
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
jawab:
fungsi produksi:
Q= KL
Q = 4 16
Q=.8
Q=4
Sehingga:
Marginal Physical Product of Labour (MPRL):
#
#
#
#
=
Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4,
untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang
diproduksi sebanyak 1/8 unit; sebaliknya
untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang
diproduksi sebanyak 1/8 unit
jika fungsi pendapatan:
R = 2Q
sehingga
Marginal Revenue:
Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL):
untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan
sebanyak 1; sebaliknya
untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan
sebanyak 1.
Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC):
= (2).(1/4)
= 1/4
Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4
Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang,
#
untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan
sebanyak 1; sebaliknya
untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan
sebanyak 1.
maka Q1=3
maka Q2=2
Matriks Hessiannya : H=
Matriks pertamanya : D1 =
Matriks keduanya : D2 = H=
= (24) (8) - (0) (0)
= 192 - 0
= 192 > 0
Karena D1> 0 dan D2> 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum.
Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar
berproduksi pada tingkat biaya minimum.
Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22- 8Q1+ 16Q2
Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2- 8(3) +16(2)
Biaya = 12.9 + 4.4 - 24-32
Biaya = 68
Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi
pada biaya minimum sebesar 68.
Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk
9.
Fungsi Laba diberikan Laba = - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1+12Q2
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba
maksimum?
Berapakah laba maksimum yang diperoleh?
Jawab:
Fungsi Labanya : - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1+12Q2
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba:
Laba1 = - 8Q1 + 32 = 0
makaQ1 = 4
Laba2 = - 4Q2 +12 = 0
makaQ2 = 3
Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:
Laba11= - 8 , laba12= 0 , laba21= 0 , laba22= - 4
Matriks Hessiannya: H=
Matriks pertamanya: D1 =
Matriks keduanya : D2 = H=
= (-8) (-4) (0) (0)
= 32 > 0
Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum.
Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh
laba maksimum.
Laba maksimumnya:
Laba = 82
Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh
laba maksimum sebesar 82.
SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI
1.
Q
(P1,Q1) = (12,9)
(P2,Q2) = (24,6)
(P3,Q3) = (36,3)
0
48