100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
857 tayangan37 halaman

Tugas Matematika

Dokumen tersebut menyelesaikan soal sistem persamaan linear tiga variabel untuk menentukan nilai x1, x2, dan x3 berdasarkan 3 persamaan yang diberikan. Metode yang digunakan adalah menghitung determinan matriks koefisien dan menggunakannya untuk menghitung nilai ketiga variabel tersebut. Hasil akhirnya adalah x1 = -1,902, x2 = 6,829, dan x3 = 7,560.

Diunggah oleh

Lala Tree Love
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
857 tayangan37 halaman

Tugas Matematika

Dokumen tersebut menyelesaikan soal sistem persamaan linear tiga variabel untuk menentukan nilai x1, x2, dan x3 berdasarkan 3 persamaan yang diberikan. Metode yang digunakan adalah menghitung determinan matriks koefisien dan menggunakannya untuk menghitung nilai ketiga variabel tersebut. Hasil akhirnya adalah x1 = -1,902, x2 = 6,829, dan x3 = 7,560.

Diunggah oleh

Lala Tree Love
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tentukan nilai x1, x2, dan x3

3x1 + 5x2 + x3 = 36
X1 + 2x2+ 4x3 = 42
4x1 + 3x2 + 2x3 = 28
(

)[

]=

D = ( 3.2.2+5.4.4+1.1.3)-(4.2.1+3.4.3+2.1.5)
D = ( 12+80+3)-(8+36+10)
D = 95-54
D = 41
(

Dx1 = ( 36.2.2+28.4.5+42.1.3)-(28.2.1+3.4.36+2.42.5)
Dx1 = (144+560+126)-(56+432+420)
Dx1 = 830-908
Dx1 = -78

Dx2 = ( 3.42.2+36.4.4+1.1.28)-(4.42.1+28.4.3+2.1.36)
DX2 = (252+576+28)-(168+336+72)
Dx2 = 856-576
Dx2 = 280

(
Dx3 = (3.2.28+5.42.4+36.1.3)-(4.2.36+3.42.3+28.1.5)

DX3 = (168+840+108)-(288+378+140)
Dx3 = 1116-806
Dx3 = 310

X1 =

= -1,902

X2 =

= 6,829

X3 =

= 7,560

Jadi X1 = -1.902 , X2 = 6,829 , X3 = 7,560

4.
Nama Benda
Meja
Kursi
Jam kerja

Pembuatan
Meja
4 jam
3 jam
100 jam

Keuntungan maksimal yang diperoleh


Langkah-langkah
1. Tentukan variable

Pengecatan
Kursi
2 jam
1 jam
100 jam

Maksimum Jam Kerja


240 jam
240 jam
240 jam

X1=meja
X2=kursi
2. Fungsi Tujuan
Zmax= 7x1+5x2
3. Fungsi kendala/batasan
a. 4x1+2x2 240 (meja))
b. 3x1+x2 240 (kursi)
c. 100x1+100x2 100 (jam kerja)
4. Membuat grafik
a. 4x1+2x2 240
X1=0 , x2=120
X2=0, x1= 60
b. 3x1+x2 240
X1=0, x2=
X2=0, x1=
c. 100x1+100x2 240
X1=0, x2=
X2=0, x1=
(Pak kami Dak biso gambarnyo. Ajari kami dulu)

Cara mendapatkan solusi optimal


Titik A
X1=0, x2=0
Masukkan nilai x1 dan x2 kedalam z
Z=7x1+5x2
= 7.0+5.0
=0
Titik B
X1=60, x2=0
Masukkan nilai x1 dan x2 kedalam z
Z= 7.60+5.0
= 420
Titik C
Mencari titik potong (1) dan (3)
4x1+2x2= 240

x1 4x1+2x2= 240

x2, 3x1+x2=30

3x1+x2= 30

x2 6x1+2x2=60

-2x1=180

3.-90+x2=30
x2=

X1= -90

Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue)


1.

Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27, di mana P: Price (harga) dan Q: Output.Bagaimanakah fungsi
marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan
memproduksi 10 output, serta terangkan artinya.
Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue)
R = P.Q
R = (3Q+27).Q
R = 3Q2+27Q
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue)
MR = dR/dQ = 6Q + 27
Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 , maka
MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87

Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya
tambahan pendapatan sebesar 87, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1
unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87
2.

Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 - 5P, dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.


Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal
pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan ,serta terangkan artinya.
Jawab:
Karena fungsi permintaanya Q = 6 - 5P, dimana harus diubah dahulu menjadi
P = 6/5 1/5Q
Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue):
R = P.Q
R = (6/5 1/5Q) Q

R = 6/5Q-1/5Q2

Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue):


MR = dR/dQ = 6/5 - 2/5Q
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1, maka
MR= dR/dQ = 6/5 - 2/5.(1) = 6/5 - 2/5 = 4/5
artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya
tambahan pendapatan sebesar 4/5,sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1
unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5, sebaliknya untuk setiap
penurunan
3. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 4 Q
Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal
pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output, serta terangkan artinya.
Jawab:
Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) :
R = AR . Q
R = (80 4 Q) Q
R = 80 Q 4 Q2
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) :
MR = dR/dQ = 80 - 8 Q
Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7, maka
MR = dR/dQ = 80 - 8(7) = 80 56 = 24
Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya
tambahan pendapatan sebesar 24, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1
unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.

4.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30. e Q/2


Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal
pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan, serta terangkan artinya.
Jawab :
Funsi total pendapatan (Total Revenue) :
R=AR.Q
R=(30.e Q/2)Q
R=30Q.e Q/2
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) :
Dengan mengambil U = 30 Q. Sehingga U=30
Dan V = e Q/2 Sehingga V=1/2.e Q/2
Maka MR= dR/dQ = U V+U V
= 30.e Q/2+30 Q.1/2.e Q/2
= 30.e Q/2+15 Q. e Q/2
= e Q/2(30+15 Q)
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2
Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15.2) = 60 e
Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan
pendapatan sebesar 60 e, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit
akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e.
Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost)
3.
Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut:
C = Q3 - 4Q2 + 10Q + 75
Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika
perusahaan memproduksi 2 penjualan, serta terangkan arti.
Jawab:
Fungsi total biaya (total biaya):
C = Q3 - 4Q2 + 10Q + 75
Fungsi Marginal Biaya (marginal cost):
C = 3Q2 - 8Q + 10
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2, maka
MC = C= 3Q2 - 8Q + 10 = 3(2)2 - 8(2) + 10 = 12 16 + 10 = 6
Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya
tambahan biaya sebesar 6, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit
akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.
Optimasi Satu Variabel
(Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum)

Dalam masalah optimasi, ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. Misalkan untuk fungsi dengan
i.

satu variabel y= f (x), permasalahannya:


Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab, maka pertanyaan selanjutnya
baru bisa dijawab yaitu:
ii. Berapakah y yang optimum tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan pertama, langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini:
Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x)

Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue)


1.

Harga jual barang P = - 2Q + 16, tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar
diperoleh total pendapatan maksimum.
Jawab:
Fungsi total pendapatan:
P = - 2Q + 16
R = P.Q = (- 2Q + 16) Q
R = - 2Q2 + 16Q
Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0
R = - 4Q + 16 = 0
4Q = 16
Q=4
Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum,
maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan:
R = - 4
Ternyata R = - 4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4.
Total pendapatan maksimumnya:
R = - 2Q2 + 16Q

R = - 2(4)2 + 16(4)
R = 32
Jadi ketika menjual produk sebanyak 4, maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.

2.

Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue)


Harga jual barang P = 16 - 2Q, tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh
marginal pendapatan maksimum. Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut?
Jawab:
Fungsi permintaan:
Fungsi total pendapatan:

P = 16 - 2Q
R = P.Q = (16 - 2Q) Q

Fungsi marginal pendapatan:

= 16Q 2Q2
MR = 16Q - 2Q2

Turunan pertama:
16 = 4Q
Q=4
Turunan kedua:

MR = 16 - 4Q = 0

MR = - 4 < 0

Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.
Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q - 2Q2
= 16(4) - 2(4)2
= 48
contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost)
3.
Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 - 1000Q + 85000
Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum?
Berapakah total biaya minimum tersebut?
Jawab:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C= 10Q 1000 = 0
10Q = 1000
Q = 100
C = 10 > 0
Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.
Total biaya minimumnya sebesar:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C = 5(100)2 - 1000(100) + 85000
C = 35000
Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000
Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost)

4.

Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500


Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum?
Berapakah marginal biaya minimum tersebut?
Jawab:
Fungsi total biaya: C = Q3 - 90Q2 + 2800Q + 56500
Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
Turunan pertama:
6Q = 180
Q = 30
Turunan kedua:

MC= 6Q 180 = 0

MR = 6 > 0

Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.
Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
= 3(30)2 - 180(30) + 2800
= 100
Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100

5.

Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit


Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut:
P = 1000 - 2Q Dan C = Q3 - 59Q2 + 1315Q + 2000
Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ?
Berapakah laba maksimum tersebut ?
Jawab:
Fungsi pendapatan: R = P.Q
R = (1000 - 2Q).Q
R = 1000 Q - 2 Q2
Fungsi biaya: C = Q3 - 59Q2 +1315Q + 2000
Fungsi laba: Laba = Pendapatan biaya
Laba = (1000Q - 2Q2) - (Q3 - 59Q2 + 1315Q + 2000)
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q - 315
= Q2 - 38Q + 105
= (Q - 3) (Q - 35) = 0
Q1 = 3 Dan Q2 = 35
Turunan kedua:
Laba = - 6Q + 114
Untuk Q1 = 3, maka turunan ke dua = - 6(3) + 114 = 96 > 0
Berarti jika di produksi output sebanyak 3, maka labanya akan minimum.
Untuk Q2 = 35, maka turunan ke dua = - 6(35) + 114 = - 96 < 0

Berarti jika di produksi output sebanyak 35, maka labanya akan maksimum.
Laba maksimum nya sebesar :
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
= - (35)3 + 57(35)2 - 315(35) - 2000
= 13925
Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak :
13925
Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak
Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak, misalnya pajak penjualan yang
di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. Pemerintah
berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut. Untuk itu pemerintah harus menentukan
berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum. Total pajak
yang akan di terima perintah : T = t. Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan
Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum,
yang telah mempertimbangkan biaya pajak.
Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah:
Laba = pendapatan (biaya + pajak)
= R (C+T),
R: Pendapatan
=RCT
=RCtQ

C: Biaya
T: Pajak

Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha, yang memberikan laba maksimum setelah
mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.
6.
Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut :
R = 15Q - 2Q2 Dan C = 3Q
Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah
memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = R C t Q
= 15 Q 2 Q2 3Q t Q
= -2 Q2 + 12Q t Q
Turunan pertama: Laba = - 4Q + 12 t = 0
12 t = 2Q
2Q
Q*
Q*

= 12 - t
= 12 - t
4
=bt

Turunan ke dua: Laba = - 4 < 0


Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 t, pengusaha akan memperoleh laba maksimum.
Dari sudut pandang pemerintah:
Pajak: T =t (3 t)
=3t 1/4 t2
Turunan pertama: T1 = 3 t = 0
T=6
Turunan ke dua : T = -
Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6
Karena Q* = 3 t = 3 6/4 (6) = 3 1,5 = 1,5
Maka total pajak maksimum: T = t . Q* = 1,5 = 9
Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9
Contoh soal:
7.

Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut:
R = 360 Q 10,5 Q2 Dan C = 100 Q 4 Q2
Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum?
Berapakah laba maksimum tersebut?
Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum, berapakah tarif pajak yang harus di
kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut?
Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah?
Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = R C t Q
= 360 Q 10,5 Q2 (100 Q 4 Q2) t Q
= 360 Q 10,5 Q2 100 Q + 4 Q2 t Q
= 260 Q 6,5 Q2 t Q
Turunan pertama: Laba = 260 13 Q t = 0
260 t = 13 Q
Q = 260 t
13
Q*= 20 1 t
13
Turunan ke dua : Laba = - 13 < 0
Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 1/ 13 t, pengusaha akan memperoleh laba maksimum.
Dari sudut pandang pemerintah:
Pajak: T = t Q*
= t (20 1/13 t)
= 20 t 1/3 t 2

Turunan pertama : T = 20 2/13 t = 0


20

= 2/13 t
t = 130
Turunan ke dua : T = - 2/13
Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130
Karena Q2 = 20 1 t
13
= 20 1 (130)
13
= 20 10
= 10
Maka
Total pajak maksimum:
T = t . Q*
= 130 . 10
= 1300
Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.
Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya:
Laba = 260 Q 6,5Q2 t Q
= 260 (10) 6,5(10)2 (130)(10)
= 2600 65 1300
= 1235
Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235

Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan


Dalam hal persediaan, manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika
jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak, hal itu berarti
menimbulkan biaya penyimpanan. Akan tetapi, sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan
sedikit saja, maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. Demikian pula
jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen
akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). Jika kelangkaan barang tersebut terjadi
berlarut-larut, maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan
cara melirik produk dari pesaing. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan
yang bersangkutan kehilangan pelanggan, kehilangan pangsa pasarnya. Perusahaan tersebut, untuk
kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali
karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar
misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya)
Biaya- biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan, di antaranya:

1.

biaya pemesanan,

2.
3.

biaya penyimpanan,
biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau
pemasaran.
Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan
berkala (batch arrival model). Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model

ini di asumsikan bahwa :


1. Jumlah kebutuhan barang, yang berarti jumlah pemesanan barang, dalam suatu periode waktu tertentu di
ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu.
2.
biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang.
3.

tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan
persediaan.
4.

sub-periode kedatangan panjangnya tetap.

Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini:


Persediaan ( Q )

Q/2

Jumlah Rata-rata Persediaan

Waktu
D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali
pemesanan
Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu
C: biaya total persediaan
C: biaya pemesanan setiap kali memesan
C2: biaya penyimpanan per-periode waktu

Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total
persediaan (C) minimum. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka akan dihitung total biaya
pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut:
Total biaya pemesanan:
Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg, maka D = 100 dan Q = 25 sehingga
setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total
pemesanan: (D/Q) C1.
Total biaya penyimpanan:
Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode
waktu: (Q/2) C2
Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan

C=

C1 +

C2

Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat
diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dicari:
jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang
minimum:
Total biaya persediaan: C =

Turunan pertama:

C1 +

C2

= D.Q1 . C1. C2
C = D.C1.(-1) .Q-2 + C2
D.C1 + C2
Q2

=0
=0

C2

D.C1
Q2

Q2

D.C1
C2

Turunan kedua: C = 2D.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum.


Contoh soal:

Q3

8.

seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan. Biaya pemesanan
setiap kali memesan sebesar Rp. 2500 per-pemesanan, sedangkan biaya penyimpanannya Rp. 50 perminggu.
Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan?
Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan?
Berapakah total biaya persediaan minimumnya?
Jawab:
Jika diketahui bahwa:
D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg
C1: Biaya pemesanan: Rp. 2500
C2: Biaya penyimpanan: Rp. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan.
Jumlah yang harus dipesan:

Q =
Q = 50
Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan
sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.
Total biaya persediaan: C =

C1 +

C2

C=

2500 +
200
C = 10.000
Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10.000

Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.


Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.
Misal: y = f(x), maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut elastisitas y terhadap x. Di
tulis Eyx.
Analisis fungsi
Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x, jika diketahui fungsinya, digunakan
Rumus: Eyx = y/y
x/x

atau Eyx = y/ x
y/x

untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx

y/x
contoh soal: Elastisitas Permintaan
Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 - 0,5 P
Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4, P2 = 8, dan P3 = 12
Jawab:
Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 - 0,5(4) = 8 2 = 6
Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0,5 = -0,5 . 4 = -1
Qd / P1 6/4
6 3
Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3
Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah
Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 - 0,5(8) = 8 4 = 4
Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0,5 = -0,5.8 = -1
Qd/P1 4/8
4
Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1
Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah
Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 - 0,5(12) = 8 6 = 2
Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0,5 = -0,5.12 = -3
Qd/P3
2/12
2
Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3
Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah

=1/3 <1 (INELASTIS)

= 1 (UNITARY ELASTIS)

E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS)

Analisa Grafis: Elastisitas permintaan


Contoh soal:
4.
Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan:
Qd = 8 0,5 P, Grafik fungsinya:

Qd
=

EQDP1=4

EQDP2=8 =
EQDP3=12=

=1

=3

5.

Contoh soal: Elastisitas penawaran


Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P
Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4, P2 = 8, Dan P3 = 12
Jawab:
Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14
Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . 4 = 8 = 4
Qs/P1 14/4
14 14 7
Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7
Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS)
Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22
Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . 8 = 16 = 8
Qs/P2 22/8
22 22 11
Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11
Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS)
Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30
Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . 12 = 24= 4
Qs/P3 30/12
30 30 5
Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5
Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS)
Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran
Contoh soal :
6.

Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P, grafik fungsinya:

EQDP1=4 =

EQDP2=8 =

EQDP3=12 =

=
=
=

QS

Qd= 6 + 2P
30
22
14
6
4

8 12

I.
II.

Penerapan Teori Diferensial Berantai


Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari:
Marginal Revenue Product Of Labour (MRPL)*
Marginal Revenue Product Of Capital (MRPC)*

1.

Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL)


Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut:
R = - Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi, sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L.
Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:

n
n

Berapakah Marginal Physical Product Of Labour (MRP L) Dan jelaskan artinya!


Berapakah Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L) Dan jelaskan artinya!
Jawab:
Fungsi Produksi:

Q = 4 L Sehingga

Marginal Physical product of labour (MRP L):


=4
Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang,
#

untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang
yang diproduksi sebanyak 4 unit; sebaliknya

untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang
yang diproduksi sebanyak 4 unit
Fungsi pendapatan:
R = - Q2 + 140Q + 5
Marginal Revenue:

= - 2Q + 140

Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL):


=

= (-2Q + 140) (4)


= -8Q + 560
Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL) = - 8Q + 560
=- 8 (4L) + 560
= - 32 L + 560
Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang, maka MRPL = -32(10) + 560
= -320 + 560
= 240
Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang,
untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan
sebanyak 240; sebaliknya
untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan

#
#

sebanyak 240
contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC)
Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = - 3000Q2 + 410000Q + 7 di

2.

mana Q adalah produksi, sedangkan fungsi produksinya Q = 3C. Jika kapital yang dimiliki 1000:
Berapakah Marginal Physical Product of Capital (MPPC) dan jelaskan artinya!
Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC) dan jelaskan artinya!
Jawab:
Fungsi produksi:
Q = 3C sehingga
Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC
Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000,

untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang

diproduksi sebanyak 3 unit; sebaliknya


untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang
diproduksi sebanyak 3 unit.
Fungsi pendapatan:

R = -3000Q2 + 410000Q + 7

Marginal revenue:

= -6000Q + 410000

maka

Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC):


=

= (-6000Q + 410000) (3)


= -18000Q + 1230000000
Jadi marginal revenue product of capital (MRPL)
= -18000Q+1230000000
= -18000(3C)+1230000000
= -54000C+1230000000
Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL
= -54000C+1230000000
= -54000(1000)+1230000000
= -54000000+1230000000

#
#

= 1176000000
Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000, maka
untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak
1176000000 sebaliknya
untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak
1176000000

Penerapan Teori Diferensial Parsial


Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari:
I.
Elastisitas Parsial
II. Optimasi 2 variabel:
Maksimasi pendapatan

Minimasi biaya
Maksimasi laba/keuntungan
III. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS)
Elastisitas Persial
Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. Akan tetapi, juga ternyata
di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang
komplementernya. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. Misalnya ada dua barang yaitu barang
1 dan barang 2. fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut:
Qd1 = f (P1,P2,Y) Dan Qd2 = f (P1,P2,Y)
Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P1), harga barang lain (P2), dan
pendapatan (Y). Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya
sendiri (P2), harga barang lain (P1), dan besarnya pendapatan (Y).
Price elastisity of demand
Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri, yaitu: kepekaan fungsi
permintaan barang 1 (Qd1), akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan
barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2):

Jadi

E QdP1 =

dan E QdP2 =

Cross Elasticity of demand


Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain, yaitu: kepekaan fungsi
permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan
barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1):
Jadi E QdP1 =
dan EQdp2 =
Income Elasticity of Demand
Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan:
Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan
fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y);
Jadi

E QdP1 =

Hubungan antar-komoditi:

dan E QdP2 =

# jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif, maka hubungan antar komoditi adalah
substitusi; sedangkan
# jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif, maka hubungan antar komoditi adalah
komplementer.
Contoh soal:
1.
Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y
Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000
Carilah: - Price Elasticity of Demand
- Cross Elasticity of Demand
- Income Elasticity of Demand
Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r?
Jawab:
Price Elasticity of Demand:
E QdPr =
=
Cross Elasticity of Demand:

E QdPr =
Income Elasticity of Demand:
E QdPr =
Hubungan antara komoditi r dan j:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j
adalah Subtitusi.
Optimasi Dua Variabel.
Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut:
Y=f(x1,x2)
Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan:
1.
Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum)
2.
Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum)

Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut:

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan
menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan

pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang
optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan
penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan
optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.
Contoh soal: Maksimasi pendapatan
1.
Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 3 Q12 2 Q1 Q2 2Q22 + 120 Q2 180
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh
pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya?
Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual :
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan:
R1 = 160 6 Q1 2 Q2 = 0
R2 = 120 2 Q1 4 Q2 = 0
Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan:
Fungsinya menjadi: 6 Q1 2 Q2 = - 160
2 Q1 4 Q2 = - 120
Maka

Q1 =

Q2 =
=
=
Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya:
R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4

Matriks hessiannya: H =
Matriks pertamanya : D1 =

<0

Matriks keduannya : D2 = H =
= (-6)(-4) (-2)(-2)
= 24 4
= 20 > 0

= 20

= 20

karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum.
Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 180
R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) 180
R = 2620
Contoh soal: Minimasi biaya
2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum?
Berapakah biaya minimumnya?
Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi:
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya:
C1 = 16Q1 2Q2 40 = 0
C2 = -2Q1 + 12Q2 42 = 0
Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan:
Fungsinya menjadi: 16Q1 2Q2 = 40
-2Q1 + 12Q2 = 42
Maka

Q1 =

Q2 =

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:


R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12
16
-2

Matriks Hessiannya: H =

Matriks pertamanya : D1 =
>0
Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2
=(16) (12) (-2) (-2)

=3

= 2,12 = 2

=192 4
=188 > 0
Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum.
Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180
C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180
C = 60
Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan
2.

Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut:


R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba
maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab:
Fungsi labanya:
Laba = R C
= 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22)
= 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba:
Laba1 = 12 6 Q1 = 0,
maka Q1 = 2
Laba2 = 8 4 Q2 = 0,

maka Q2 = 2

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:


Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4
Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0
Laba 21 Laba22

0 -4

Matriks pertamanya: D1 =
<0
Matriks keduanya : D2 = H = - 6
0

-(0)(0)
= 24 0

= 24 > 0
Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum.
Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22
Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2
Laba = 24+16-12-8
Laba = 20

7.3.1

Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS)

Rumus: MRTS =
Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K,L), maka mencari MRTS-nya dengan
MRTS =
Contoh soal:
1.

Di berikan fungsi produksi sebagai berikut:


Q = 0,2K 0,5 + 0,8L 0,5, Di mana K = 160 dan L = 40
Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya!
Jawab:
MRTS =

MRTS =
MRTS =
MRTS = 4 . 2
MRTS = 8
2.

Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0,3 L 0,7


K = 210 dan L = 70
Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya!
Jawab:
MRTS =

=
=
MRTS =
MRTS =
MRTS = 7
PENYELESAIAN SOAL-SOAL
Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue)
1.
carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 Q
jawab:
fungsi permintaan: P = 16 Q
fungsi pendapatan: R = P . Q
R = (16 Q) . Q*
R = 16 Q Q2
Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 2Q

apatan (Total Revenue)


2.
fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini:
AR = 120 6 Q
# Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum?
# Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh?
# Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik!
Jawab:
Fungsi pendapatan rata-rata:
AR = 120 6 Q
Fungsi pendapatan:
TR = AR . Q
= (120 6Q) . Q
= 120 Q 6 Q2
Turunan pertama fungsi pendapatan: TR = 120 12Q = 0
120 = 12Q
Q = 10

0 menjamin pendapatan maksimum.


Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.
Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q 6 Q2

R maksimum = 120(10) 6(10)2


= 1200 600
= 600
jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600
fungsi pendapatan rata-rata:
AR = 120 6 Q
fungsi marginal pendapatan:

TR= MR = 120 12 Q

maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut:


AR.MR

120

AR = 120 - 6Q
MR =120 12Q
10

20

Minimasi total biaya (Total Cost)


3.

Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut:


TC = Q3 4Q2 + 4Q +4
# Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum?
# Berapakah total biaya minimumnya?
Jawab:
Fungsi total biaya:

TC = Q3 4Q2 + 4Q + 4

Turunan pertama fungsi total biaya: TC= 3Q2 8Q + 4 = 0


(3Q - 2)(Q - 2) = 0
3Q - 2 = 0, Q1 = 2/3
Q - 2 = 0, Q2 = 2

Turunan kedua fungsi total biaya: TC= 6Q 8


Untuk Q1 = 2/3 maka TC= 6 (2/3) 8 = - 4 < 0
Untuk Q2 = 2
maka TC= 6 (2) 8 = 4
>0
Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC>0, yaitu Q = 2.
Total biaya minimum:
TC = Q3 4Q2 + 4Q + 4
TC = (2)3 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4
Maksimasi penerimaan total pajak
4. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut:
P = - 5Q + 100 dan C = 5Q2 30Q
Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah
memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = P . Q C t Q
= -5Q + 100 (5Q2-30Q) tQ
= -5Q2 + 25Q Tq + 100
Turunan pertama:
Laba

= -10Q + 25 t = 0
25 t = 10Q
Q* = 25 t
10
Q* = 2,5 1/10 t

Turunan kedua:
Laba = -10 < 0
Jadi dengan memproduksi Q* = 2,5 1/10 t, pengusaha memperoleh laba maksimum.
Jadi sudut pandang pemerintah:
Pajak: T = t Q*
= t (2,5 1/10 t)
= 2,5 t 1/10 t 2
turunan pertama:

T = 2,5 1/5 t = 0
2,5= 1/5 t
t = 12,5

turunan kedua:

T= -1/5 < 0

Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12,5
Karna Q* = 2,5 1/10 t = 2,5 1/10(12,5) = 2,5 1,25 = 1,25
Maka total pajak maksimum: T = t . Q* = 12,5 . 1,25 = 15,625
Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15,625

Minimasi total biaya persediaan


5. Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.biaya pemesanan tiap
kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan, sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.
# berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan?
# berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan?
# berapakah total biaya persediaan minimumnya?
Jawab:
Jika diketahui bahwa:
D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg
C1: biaya pemesanan : Rp 6000
C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan
Jumlah yang harus di pesan :

Q=

Q=
Q = 120
jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.
Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak:
D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.
Total biaya persediaan:

C=
C=
C = 144000
Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000
Elastisitas persial
6.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut:
Qd = 16 0,4 P1 0,8 P2 + P3 + Y
Untuk P1 = 20, P2 = 10, P3 = 40, dan Y = 40
# carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya!
# bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan!
Jawab:
Qd1 = 16 0,4 P1 0,8 P2 + P3 + Y
Qd1 = 16 0,4(20) 0,8(10) + 40 + 40

Qd1 = 80
Price elasticity of demand:
E Qd1P1 =
Cross elasticity of demand
E Qd1P2 =
E Qd1P3 =
Income elasticity of demand
E Qd1Y =
Hubungan antara komoditi 1 dan 2:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif, maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2
adalah subtitusi.
Hubungan antara komoditi 1 dan 3:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif , maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3
adalah subtitusi.
Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital
7. fungsi produksi : Q = 1/2K L = , dengan K = 4, L = 16
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
Jika fungsi pendapatan R = 2Q, maka
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
jawab:
fungsi produksi:

Q= KL
Q = 4 16
Q=.8
Q=4

Sehingga:
Marginal Physical Product of Labour (MPRL):

#
#

Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang


untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang
yang diproduksi sebanyak 1 unit; sebaliknya
untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang
yang diproduksi sebanyak 1 unit

Marginal Physical Product of Capital (MRPC):


= . K. 1/2L = K 1/2 L -1/2

#
#

=
Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4,
untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang
diproduksi sebanyak 1/8 unit; sebaliknya
untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang
diproduksi sebanyak 1/8 unit
jika fungsi pendapatan:

R = 2Q

sehingga

Marginal Revenue:
Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL):

Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1


Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang,
#

untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan
sebanyak 1; sebaliknya

untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan
sebanyak 1.
Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC):

= (2).(1/4)
= 1/4
Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4
Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang,
#

untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan
sebanyak 1; sebaliknya

untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan
sebanyak 1.

Minimasi Biaya dari Dua Produk


8.
Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut:
Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 8 Q1 16 Q2
#
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum?
#
Berapakah biaya minimum yang diperoleh?
Jawab:
Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 8 Q1 16 Q2
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya:
Biaya1 = 24 Q1 8 = 0,
Biaya2 = 8 Q2 16 = 0,

maka Q1=3
maka Q2=2

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:


Biaya11= 24 , Biaya12= 0 , Biaya21= 0 , Biaya22= 8

Matriks Hessiannya : H=
Matriks pertamanya : D1 =

Matriks keduanya : D2 = H=
= (24) (8) - (0) (0)
= 192 - 0
= 192 > 0
Karena D1> 0 dan D2> 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum.
Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar
berproduksi pada tingkat biaya minimum.
Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22- 8Q1+ 16Q2
Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2- 8(3) +16(2)
Biaya = 12.9 + 4.4 - 24-32
Biaya = 68
Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi
pada biaya minimum sebesar 68.
Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk
9.
Fungsi Laba diberikan Laba = - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1+12Q2
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba
maksimum?
Berapakah laba maksimum yang diperoleh?
Jawab:
Fungsi Labanya : - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1+12Q2
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba:
Laba1 = - 8Q1 + 32 = 0
makaQ1 = 4
Laba2 = - 4Q2 +12 = 0
makaQ2 = 3
Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:
Laba11= - 8 , laba12= 0 , laba21= 0 , laba22= - 4

Matriks Hessiannya: H=
Matriks pertamanya: D1 =

Matriks keduanya : D2 = H=
= (-8) (-4) (0) (0)
= 32 > 0
Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum.
Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh
laba maksimum.

Laba maksimumnya:

Laba = - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1 + 12Q2


Laba = - 4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3)
Laba = - 4.16 - 2.9 + 32.4 + 12.3

Laba = 82
Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh
laba maksimum sebesar 82.
SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI
1.

fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut :


Qd2 = 5200 + 4P1 3P2 8P3 + 0,25 Y
Untuk P1 = 200, P2 = 100, P3 = 500 dan Y = 5000
# carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya!

# bagaimana hubungan antara komoditi - komoditi tersebut? Jelaskan!


2.total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut:
R = 221Q + 5100 2Q2 dan C = 125Q + 4100
# berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah
memperoleh total pajak maksimum?
# berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh
laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak?
# berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ?
# berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut?
3.fungsi produksi: Q = 0,5 K2 + 2KL + L2,
dengan K = 20 L = 40
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
Jika fungsi pendapatan R = 3Q, maka
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
4.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut:
TC = 6Q12- 3Q1 Q2 + 12Q2 24 Q1 10 Q2
# Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan
minimum!
# Berapakah total biaya minimum tersebut?
5.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini .
carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik!

memperoleh total biaya

Q
(P1,Q1) = (12,9)

(P2,Q2) = (24,6)
(P3,Q3) = (36,3)
0

48

Anda mungkin juga menyukai