Anda di halaman 1dari 18

Belajar Saham

Di blog ini, elo akan belajar tentang dasar dasar saham. Elo baru aja belajar saham? Blog ini
special gue bikin khusus buat elo.
Belakangan ini, banyak orang yang masuk ke pasar saham, lalu gak lama kemudian kalah, rugi,
bangkrut, keluar dari pasar saham, terus teriak teriak pasar saham itu tempat buang duit, haram,
yang berhasil pasti duitnya panas (baca: cepet ilang), dll.
Kenapa sih banyak orang yang kalah di pasar saham?
Karena mereka tidak mau belajar dulu. Seperti anak kecil yang gak pernah belajar berenang, tapi
nekat ikut olimpiade loncat indah. Halah.
Selain itu, mereka juga gak punya rencana. Di pasar saham, elo harus punya rencana. Jangan asal
masuk aja. Bayangin aja elo dari Jakarta mau ke Surabaya, tapi elo gak punya rencana mau lewat
mana. Kapan sampenya? Yang ada malah elo bisa nyasar sampe Sumatra. Lebay deh.
Yang terakhir, elo harus disiplin. Elo harus ikutin setiap plan yang elo bikin sebelum masuk ke
pasar saham. Dan elo harus terus setia sama plan yang sudah elo bikin.
Oke, cukup sudah basa basi gue yang kalo diterusin bisa jadi novel.
Untuk menggunakan blog ini, elo tinggal ikutin aja step step yang ada. Baca step step nya
secara berurutan yah. Lompat lompat sih gak masalah kalo elo udah bisa trading sebelumnya.

1. Pemula: Belajar dasar dasar trading.


Di bagian ini, elo akan belajar tentang: trend, harga, volume, dan kekuatan pasar. Elo
harus bener bener ngerti tentang istilah di atas. Banyak trader yang gak ngerti tentang dasar
dasar di atas dan akhirnya jatuh bangkrut.

Pemula: Belajar Dasar Trading


Trading adalah berdagang. Di pasar saham, elo dagang saham. Elo harus beli saham, lalu jual
saham yang elo beli. Sama kaya dagang di pasar tradisional, elo beli di harga murah, lalu elo jual
di harga lebih tinggi.
Sama juga dengan pasar tradisional, harga saham juga berfluktuasi. Harga saham naik turun.
Nah, kunci utamanya, elo beli waktu harga rendah, lalu pas harga tinggi, elo jual. Simple banget
gak sih? Ya iyalah, anak kecil aja juga tau. Tapi banyak trader (pemain saham) yang malah
melakukan sebaliknya, dia beli harga tinggi, jual di harga rendah. Ya rugi lah. Tapi elo nanti

akan belajar untuk melakukan yang namanya jual rugi (cut loss) untuk menyelamatkan modal
yang elo punya.
Harga saham bisa diprediksi. Perubahan harga yang terjadi bergerak dalam pola yang berulang
ulang. Pola ini terdiri tahapan (stages), arus (waves), dan trend.

Belajar Menggunakan Stages


Untuk bisa trading dengan baik, elo harus tahu dan mengerti tahapan (stages) yang ada di setiap
saham. Stages akan ngasi tau kapan elo belanja, dan kapan elo harus jualan.
Sekali elo tau saham itu ada di stages tertentu, elo bisa bertindak untuk menghasilkan untung.
Ini gue kasi gambar tentang stages.

Gambar: Stages

Oke, gue gak pinter gambar pake komputer. Tapi paling gak, di sini elo bisa tau gambaran
jelasnya. Kaya gambar anak TK? Yeah, emang kaya gambaran anak TK. Hikz.

Stage Satu
Di stage satu, saham ini telah mengalami penurunan trend berkesinambungan dari waktu yang
lalu. Para penjual sudah selesai jualan. Gak ada yang suka sama saham ini (mungkin karena
banyak yang rugi). Tetapi, trader profesional malah mulai mengumpulkan saham ini. Mereka
lebih tau bahwa ini saat yang tepat untuk belanja, mumpung harganya murah!

Stage Dua
Setelah masa penantian di stage satu, saham ini mulai merangkak naik dan membuat kenaikan
trend. Banyak orang yang gak percaya saham ini naik. Atau bisa juga orang orang tersebut
masih takut untuk masuk ke saham ini (mungkin karena trauma rugi setelah menjual di stage
satu). Bisa dibilang juga, masih banyak orang yang benci sama saham ini. Beberapa trader
profesional masih belanja di stage ini.

Stage Tiga
Akhirnya, stage dua berakhir. Para trader profesional sudah selesai belanja. Dan kenaikan harga
mulai landai, tidak setajam waktu di stage dua. Sayangnya, trader pemula baru masuk di stage
tiga ini. Sementara trader pemula sedang asik asiknya belanja di stage ini, trader profesional
sedang senyum senyum memandangi untung yang ada di portfolio mereka, sambil menjual
sedikit demi sedikit saham yang mereka punya. (Mengakulah wahai trader profesional yang
sedang baca blog ini!)

Stage Empat
Setelah para trader profesional sudah selesai menjual sahamnya, harga perlahan lahan mulai
turun. Parahnya, banyak orang yang gak percaya penurunan trend mulai terjadi. Secara
fundamental, saham ini masih bagus. Banyak orang masih cinta sama saham ini. Penurunan yang
terjadi hanya dianggap koreksi sehat. Mereka mengira kalo saham ini bakal naik lagi.
Di sinilah banyak trader nyangkut. Mereka terlanjur beli di harga tinggi. Karena tidak percaya
saham ini sedang ada di dalam masa downtrend, mereka gak mau jual. Kenyataan yang terjadi:
harga saham ini turun terus! Fenomena yang terjadi: mereka menamai diri mereka nyangkuterz
atau jual rugi (bukan cut loss, tapi rugi banyak, melukai keuangan mereka) dan keluar dari pasar
saham dengan kepala tertunduk.
Ini satu contoh buat elo:

Gambar: Chart ADRO

Stages ini terjadi secara berulang ulang. Baik di chart harian, mingguan, atau tahunan.
Kesimpulannya:
Stage satu: elo belanja
Stage dua: elo diem tanpa transaksi, sambil nunggu harga di puncak
Stage tiga: elo mulai jual saham elo di harga tinggi
Stage empat: elo udah gak punya saham ini dan menunggu hingga saham ini sampe di stage satu
berikutnya
Kelihatannya simpel, tapi di setiap stage, ada yang namanya arus (waves). Elo bisa belajar
tentang waves di halaman Belajar Pola Elliot Waves.
Gak susah banget kan belajar saham buat elo? Gue percaya sebagian besar dari elo bilang: lebih
mending belajar ini daripada belajar fisika atau kimia di sekolah. Hahaha.

Belajar Elliot Waves


Elliot waves adalah sebuah struktur yang menjelaskan bagaimana sebuah saham bergerak.
Semua saham yang ada cenderung bergerak dalam bentuk lima arus (waves) yang terdiri dari
wave kenaikan dan wave penurunan.

Yang harus diperhatikan di Elliot Waves adalah wave kenaikan pertama. Di wave pertama ini,
setiap trader profesional akan memasang mata pada saham incaran mereka. Setelah wave
pertama, akan ada wave kedua yang berupa wave penurunan. Nah wave ke dua yang merupakan
wave penurunan inilah kita masuk.
Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar berikut.

Gambar: Elliot Waves

Wave Pertama
Elliot Waves terdiri dari lima waves. Di mana waves pertama membentuk harga lebih tinggi
(new high) daripada puncak harga sebelumnya. Ini merupakan sinyal saham tersebut
kemungkinan besar akan berubah trend dari downtrend ke uptrend.

Wave Kedua
Lalu di wave ke dua, harga akan membentuk harga terendah baru (new low) yang lebih tinggi
daripada harga terendah sebelumnya. Di sini kita masuk. Nanti gue jelasin pake chart ADRO
yang gue pake di halaman Belajar Stages.

Wave Ketiga
Wave ketiga ini biasanya lebih panjang, dan lebih kuat daripada wave yang lainnya. Kenaikan
yang terjadi sangat tajam. Trader yang baik akan bertahan sampai wave ini sampai di puncaknya.
Wave ketiga ini adalah wave favorit gue.

Wave Keempat

Trader yang telat masuk di saham yang sudah sampai di wave keempat ini akan merasa kecewa
karena harga saham turun.

Wave Kelima
Walaupun mengalami kenaikan, tetapi wave kelima merupakan kekuatan beli terakhir sebelum
akhirnya saham ini menuju ke downtrend.
Untuk downtrend, Elliot Waves tinggal dibalik aja. Penurunan terjadi dari wave kelima lalu
berakhir di wave pertama.

Contoh Elliot Waves di saham ADRO

Gambar: Chart ADRO

Wave 1: Ada kenaikan hingga di harga 1820 1830


Wave 2: Penurunan terjadi hingga di harga 1770 1780
Wave 3: Kenaikan tajam hingga di harga 2000 ke atas
Wave 4: Penurunan harga hingga di harga 1870 1880
Wave 5: Kenaikan terakhir hingga di harga 1970 1980
Seandainya memakai pola Elliot Waves, kita akan masuk di Wave 2. Taruh kata kita tidak bisa
memprediksi penurunan terdalam dan akhirnya masuk di harga 1800. Lalu 3 minggu kemudian
(di gambar kira kira minggu ke 1 atau ke 2) harga mencapai puncaknya di angka 2025) kita
jual saham kita. Taruh kata kita jual di angka 2000 karena gak tau bakal bisa naik lagi ke 2025.
Total profit yang didapat:

Harga jual Harga beli = 2000 1800 = 200 (10% lebih dari harga 1800)
Dibulatkan saja ke bawah menjadi 10%. Kalau modal kita 50.000.000 (lima puluh juta), dan kita
hanya menggunakan 20.000.000 saja untuk membeli saham ADRO ini, maka dalam waktu
kurang dari 1 bulan kita akan mendapatkan keuntungan 2.000.000 (dua juta rupiah).
Well, jumlah yang lebih tinggi daripada gaji sebulan waktu gue kerja di sebuah bank swasta di
tahun 2009 lalu.
Pertanyaan tentang: Apakah itu uptrend? Apakah itu downtrend? Akan gue bahas di posting
berikutnya tentang trend.

Belajar Trend Saham


Apa itu trend?
Elo sudah baca bagian Elliot Waves kan? Nah, contoh saham ADRO adalah contoh uptrend.
Uptrend adalah trend naik. Harga naik dari waktu ke waktu.
Kalau downtrend adalah kebalikan dari uptrend. Trend harganya turun. Harga turun dari waktu
ke waktu.
Waktu belajar stages, kan ada 4 stages tuh. Nah, stage 2 adalah uptrend, dan stage 4 adalah
downtrend.
Kesimpulannya, trend adalah arah pergerakan harga sebuah saham.

Karakteristik Uptrend dan Downtrend


Uptrend bisa kita ketahui dengan adanya harga lebih puncak lebih tinggi daripada harga puncak
sebelumnya (higher high). Selain itu, harga dasar lebih rendah daripada harga rendah
sebelumnya (higher low).
Downtrend adalah kebalikan dari uptrend. Harga puncak lebih rendah daripada harga puncak
sebelumnya (lower high). Harga dasar lebih rendah daripada harga dasar sebelumnya (lower
low).
Kalo digambar jadi begini:

Gambar: Uptrend dan Downtrend

Di pasar, ada 2 jenis saham yang bisa elo pilih buat main.
Saham yang terus terusan naik...

Gambar: saham terus terusan naik

Dan saham yang naik turun di situ situ aja...

Gambar: saham yang naik turun di situ situ aja

Dari 2 jenis saham tersebut, mana yang lebih cocok buat elo?
Kalo saham yang terus terusan naik, penurunan / koreksi yang terjadi (ingat wave 2) biasanya
cuma sebentar dan gak dalem. Bahasa analisis teknikal-nya: pullback. Pullback adalah
penurunan sedikit, lalu dilanjutkan kenaikan harga ke level yang lebih tinggi.
Bagi yang mau masuk di saham jenis pertama, elo masuk di pullback.
Saham yang naik turun di situ situ aja cocok untuk trader yang suka main jangka pendek. Elo
bisa prediksi kapan harus masuk di harga berapa kan? Yup, di harga mendekati harga terendah
sebelumnya.

Menggambar Garis Trend


Seni menggambar garis trend adalah seni yang paling mudah untuk dikuasai daripada seni yang
lain. Daripada pilih seni memahat patung, gue lebih suka seni menggambar garis trend. Sumpah!
Caranya gampang. Elo tinggal cari sederetan harga dasar (low). Terus tinggal bikin garis yang
menghubungkan harga low tersebut.

Gambar: Menggambar garis trend saham PGAS

Nah yang gue gambar pake garis putih adalah garis trend. Uptrend ditandai dengan garis trend
yang mengarah ke kanan atas.
Bagi elo yang lebih suka jadi trader jangka panjang, menggambar garis trend bisa sangat
berguna. Apabila harga menembus ke bawah garis trend, mungkin elo bisa mempertimbangkan
untuk keluar dari saham tersebut. Elo bisa masuk lagi kalo harga menembus lagi ke atas garis
trend.
Bagi gue, gak harus tiap saat harus menggambar garis trend. Biasanya gue pake barang yang
paling dekat sama tempat gue duduk, lalu menggunakannya sebagai penggaris. Dan barang yang
paling sering gue gunakan adalah bungkus rokok.
Semakin lama elo lihat berbagai macam chart saham, semakin mudah elo menentukan trend yang
sedang dialami sebuah saham, tanpa harus menggambar atau menggunakan bungkus rokok.
Berikutnya, elo akan belajar gimana cara mudah memprediksi perubahan trend.

Memprediksi Perubahan Trend


Memprediksi perubahan trend bisa diliat dari 3 gejala berikut:
1. Garis trend patah
2. Ada test harga dan gagal
3. Harga jatuh di bawah low sebelumnya
Dengan menggunakan 3 gejala di atas, kita bisa memprediksi perubahan trend 60% - 80% akurat.

Contoh berikut adalah contoh perubahan trend dari uptrend ke downtrend.

Garis Trend Patah

Gambar: ANTM - trendline broken

Di gejala yang pertama ini, harga menembus garis trend. Sebuah saham lebih sering menembus
garis trend sebelum berubah trendnya menjadi downtrend. Di gejala yang pertama ini, kita bisa
bersiap siap untuk keluar apabila kita ada posisi di saham ini.

Test Harga dan Gagal

Gambar: ANTM - test and failure

Kita tahu kalo uptrend itu pasti membuat higher high dan higher low. Di gejala yang kedua ini,
saham ini mencoba untuk membuat higher high tetapi gagal. Saham ini tidak lagi membuat
higher high, tetapi belum membuat lower low.

Harga Jatuh di Bawah Low Sebelumnya

Gambar: ANTM - lower low

Harga saham ini akhirnya membuat lower low. Di sini kita dapat memastikan trend telah
berubah. Saham ini telah membuat lower high dan lower low, yang menandakan saham ini
sedang downtrend.
Oke untuk hasil akhirnya chart saham ANTM jadi begini. Bagian yang dilingkari adalah bagian
3 gejala terjadi.

Gambar: ANTM - chart terakhir

Untuk perubahan downtrend menjadi uptrend, kita bisa gunakan kebalikan dari 3 gejala di atas.
1. Harga menembus garis trend turun. Garis trend downtrend bisa digaris dengan
menghubungkan antara sederetan lower high.
2. Saham gagal untuk membuat lower low.
3. Harga saham membentuk higher low daripada titik low sebelumnya.
Prediksi perubahan trend ini tidak selalu benar. Ingat bahwa akurasi menggunakan 3 gejala di
atas hanya 60% - 80% saja. Tetapi, dengan menggunakan 3 gejala di atas, kita bisa
mengamankan profit dulu sebelum harga saham terus turun, atau kita bisa mendapatkan profit
lebih besar bila kita memprediksi perubahan trend dari downtrend ke uptrend.
Supaya gampang dan lebih jelas melihat stages, waves, dan trend, kita gunakan Moving Average(MA).

Belajar Moving Average Saham


Moving average berguna untuk mengetahui arah trend sebuah saham. Selain itu, moving average
juga berguna untuk mengetahui perubahan arah trend.
Sebelum membahas lebih jauh, gue akan menjelaskan sedikit tentang moving average (MA).
Moving average adalah harga rata - rata sebuah saham dalam jangka waktu tertentu. Ambil
contoh MA10. MA10 adalah harga rata - rata sebuah saham dalam jangka waktu 10 hari terakhir.
Lalu gimana cara menggunakan moving average untuk bermain saham?

Sebelum lanjut, mari kita lihat gambar berikut:

gambar: Chart CPIN

Melalui gambar di atas, kita dapat melihat ada 2 garis yang mengiringi perubahan harga saham
CPIN. Masing - masing garis tersebut berwarna merah dan biru.
garis merah: moving average 10 (MA10)
garis biru: moving average 20 (MA20)
Di sisi kiri gambar, kita bisa melihat harga CPIN turun terus hingga bagian setengah lebih dari
chart. Penurunan harga ini diikuti juga oleh garis MA10 dan MA20 yang ikut turun. Lalu di
bagian akhir chart, harga mulai naik, diikuti juga oleh kedua garis moving average yang turut
bergerak naik.
Lalu bagaimana menggunakan moving average untuk bermain saham?
Simplenya begini, di bagian yang dilingkari, kita bisa lihat garis merah (MA10) bergerak
memotong garis biru (MA20). Kita sebut perpotongan ini dengan nama Golden Cross. (kalau
gambar kurang jelas, klik gambar untuk memperbesar)
Golden cross merupakan tanda awal saham tersebut akan bergerak naik.
Kebalikan dari golden cross adalah Dead Cross. Di gambar di atas, Dead Cross dapat kita jumpai
di sisi sebelah kiri gambar. Perbedaan Golden Cross dan Dead Cross cukup mudah. Pada Golden
Cross, garis MA10 memotong MA20 dari bawah. Sedangkan pada Dead Cross, garis MA10
memotong MA20 dari atas.
Kalau dari contoh gambar di atas, harga pada saat golden cross terjadi adalah di harga 2.300.

Kalau misalkan saja target kita adalah 10% dari modal, berarti kita akan keluar di harga 2.300 +
(10% x 2.300) = 2.760. Kita bulatkan ke atas menjadi 2.800.
Harga 2.800 tercapai dalam waktu kira - kira 4 minggu kemudian.
Cukup mudah bukan?
Inti dari belajar garis moving average adalah: kita beli saat golden cross terjadi, dan kita jual saat
dead cross terjadi.
Gak harus mutlak pakai aturan ini juga sih. Tidak 100% Golden Cross menandakan saham itu
akan naik tajam. Dead Cross juga belum tentu berarti harga saham tersebut akan anjlok. Nah,
untuk memperkuat strategi sederhana ini, kita perlu belajar mengenai Support dan Resistance.
Dengan menggunakan support dan resitance, kita akan lebih mudah menentukan kapan kita
harus cut loss, kapan kita harus mengambil keuntungan.
Belajar support dan resistance akan gue bahas di posting selanjutnya.
Harga juga bergerak naik dan turun di batas batas tertentu. Ada batas atas (resistance). Ada
batas bawah (support).
Mengenal support dan resistance.
Mengapa harga sebuah saham bergerak hanya di batas batas tertentu? Harga saham bisa
bergerak karena ada manusia yang memperdagangkannya. Dan manusia bisa ditebak. Jadi, elo
harus mengerti tentang aspek psikologi dibalik pergerakan harga saham.
Belajar tentang psikologi dibalik pergerakan harga saham.
Psikologi manusia dibalik pergerakan harga saham membentuk sebuah alur yang dinamakan
chart. Selanjutnya, elo akan belajar cara membaca chart.
Belajar membaca candlestick chart.
Pola candlestick
Chart bisa dibaca seperti membaca cerita.
Oke, dasar dasar belajar saham sampai di sini.
Sudahkah anda mempunyai online broker?
Online Broker: cari, seleksi, dan pilih.
Elo sudah belajar dasar bermain saham. Elo bisa menuju ke step selanjutnya: Strategi Bermain
Saham.

2. Menengah: Strategi sederhana bermain saham.


Di bagian ini, elo akan belajar tentang: chart dan analisis teknikal. Elo juga akan belajar
tentang mengatur keuangan secara benar supaya elo gak berakhir seperti kebanyakan trader
lainnya: Bangkrut.

Menengah: Strategi Bermain Saham


Bermain saham? Uang kok dibuat mainan? Well, gue lebih suka kata bermain daripada bekerja.
Kalo elo lebih suka kalimat Strategi Bekerja Saham... gue gak larang elo menyebutkan kalimat
itu sih. Tapi yang penting pandangan kita sama, mendapatkan penghasilan melalui pasar saham.
Di halaman Belajar Saham gue menyebutkan bahwa di bagian ini elo bakal belajar tentang
Chart. Gue bohong. Elo sudah belajar chart di bagian Pemula: Belajar Dasar Trading.
Mengapa gue bohong? Sebetulnya gue males aja. Gue kebablasan waktu ngetik di bagian itu.
Terus sekarang gue males mengganti bagian belajar chart ke bagian ini.
Mengapa gue menghabiskan waktu mengetikkan alasan alasan di atas? Gue sendiri gak tahu.
Cukup sudah basa basinya.
Di bagian ini, elo akan belajar tentang strategi sederhana dalam bermain saham. Bagi pemula,
mungkin yang cocok buat elo adalah Swing Trading. Gue sendiri juga mulai belajar memperoleh
keuntungan dalam bermain saham melalui strategi ini.
Strategi Swing Trading.
Bagaimana memilih saham yang bagus untuk Swing Trading? Kita beli saham yang telah
melalui arus jual. Saham yang sudah murah. Masuk akal kan?
Kapan saham itu benar benar sudah murah? Jangan jangan kalo kita beli, nanti harga saham
itu turun lagi? Nah, kita akan belajar yang namanya Pullback.
Belajar Trading Pullback
Bermain saham adalah permainan yang sangat berbahaya. Kalo elo masih ingin menyebutnya
bekerja, maka bekerja saham adalah pekerjaan yang sangat berbahaya. Berbahaya kalo elo gak
punya strategi kapan masuk (entry), dan kapan keluar (exit). Di bagian selanjutnya, elo akan tau
bagaimana cara masuk ke sebuah saham (entry strategy), lalu keluar dengan membawa
keuntungan (exit strategy).
Belajar Entry Strategy
Belajar Exit Strategy

Belajar menggunakan Trailing Stop Loss.


Sekarang elo sudah bisa menggunakan Entry dan Exit Strategy. Selanjutnya, elo akan belajar
bagaimana cara mengatur keuangan elo dalam bermain saham.
Portfolio dan Money Management.
Selesai! Elo sudah mempelajari semua strategi sederhana dalam bermain saham. Elo gak harus
sepenuhnya mencontoh strategi di atas. Elo bisa ciptain strategi elo sendiri. Strategi di mana elo
merasa nyaman melakukannya, strategi di mana elo bisa menjadi trader yang elo banget!
Merasa pusing? Terlalu banyak yang harus dipelajari? Berikut gue siapin hal hal apa saja yang
perlu elo inget:
Checklist Strategi Sederhana Bermain Saham
Selanjutnya, elo bakal belajar strategi tingkat lanjut dalam bermain saham. Tenang saja, gak
bakal terlalu rumit kok.

3. Lanjut: Strategi bermain saham tingkat lanjut.


Main saham gak akan ada seninya kalo elo gak belajar hal hal di bagian ini. Elo akan
belajar tentang: Fibbonaci Retracements, dan beberapa trik berguna lainnya dalam bermain
saham.

Strategi Tingkat Lanjut


Oke, elo sudah sampai di bagian akhir dari seri belajar saham ala gue. Setelah belajar bagian ini,
elo akan bisa bermain saham seperti orang yang sudah mahir.

Bandarmologi
Strategi pertama adalah belajar mengetahui apa itu bandarmologi. Bandarmologi sedikit berbau
mistis, dimana hampir setiap saham pasti ada penunggunya.
Bandarmologi: Akumulasi, Fase kenaikan harga, dan Distribusi

Fibonacci Retracements

Strategi berikut penting untuk memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk membeli saham
(entry strategy). Tidak selalu 100% benar, tapi elo bisa gunakan juga pola candlestick untuk
membuat perkiraan yang lebih akurat.
Fibonacci Retracements

Scanning All Stocks


Strategi yang ini gue pakai minimal sebulan sekali. Biasanya, gue lakukan di weekend. Gue
siapin waktu luang, kira kira 5 jam, untuk mengobrak abrik database saham yang ada. Gue
siapin rokok sebungkus, asbak, dan makanan yang banyak. Kadang kalo bosen, gue tinggal
nonton film dulu sih. Jadi, 5 jam gak full buat melakukan strategi ini. Bwuahaha.
Ekstrim: Scanning All Stocks

AR Kanan
Elo sudah beli semua saham yang elo incar, tapi modal elo masih tersisa. Gak ada salahnya elo
coba strategi berikut. Strategi khusus bagi mereka yang kuat jantungnya. Strategi langsung
untung dalam semalam!
Strategi AR Kanan

BO Trading
Pernah merasa bosan waktu menunggu harga naik? Elo sudah punya saham di harga dasar, tapi
kok harganya cuma di situ situ aja? Strategi berikut mungkin cocok buat elo. Tapi ingat, set cut
loss elo dengan ketat.
Break Out Trading
Selamat! Elo sudah selesai belajar dari Pemula: Belajar Dasar Trading, Menengah: Strategi
Bermain Saham, dan Strategi Tingkat Lanjut.

Bonus Buat Elo


Mungkin elo tertarik buat baca artikel artikel yang khusus gue ketik buat elo. Artikel artikel
ini merupakan suplemen tambahan supaya elo tambah hebat dalam bermain saham.
Ada cerita cerita menarik juga seputar pemain saham terkenal di dunia. Elo bisa belajar dari
pengalamannya. Tapi sayang, elo gak bakal mendapatkan cerita versi bahasa Indonesia yang
baik dan benar karena gue terjemahin sendiri cerita cerita itu dari bahasa Inggris.