Anda di halaman 1dari 6

a) Menjahit

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan
bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit danbenang. Menjahit dapat
dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang
yang

bekerja

menjahit pakaiandisebut penjahit. Penjahit pakaian

pria

disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan


menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode.
Produk

dari

proses

jahit-menjahit

berupa pakaian, tirai, kasur, seprai, taplak, kain

pelapis

mebel,

dapat
dan

kain

pelapis jok. Benda-benda lain yang dihasilkan melalui proses penjahitan


misalnya layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku.
Di industri garmen, menjahit sebagian besar dilakukan memakai mesin jahit. Di
rumah, orang menjahit memakai jarum tangan atau mesin jahit. Pekerjaan ringan
yang melibatkan jahit-menjahit di rumah misalnya membetulkan jahitan yang
terlepas, menisik pakaian, atau memasang kancing yang terlepas. Sebagai
seni kriya,

orang

menjahit

untuk

membuat sapu

tangan, serbet, bordir,

hingga boneka isi dankerajinan perca.

MACAM-MACAM TUSUK DASAR MENJAHIT


Tusuk dasar yaitu tusuk dengan menggunakan alat jarum tangan. Ada
beberapa tusuk dasar yang biasa digunakan dalam menjahit busana, antara
lain adalah sebagai berikut:
1. Tusuk Jelujur
Teknik membuat tusuk jelujur, yaitu dimulai dari kanan ke kiri, guna tusuk
jelujur adalah untuk membuat jahitan menjadi sempurna. Tusuk jelujur dapat
dibedakan menjadi 3 bentuk.

Tusuk jelujur biasa yaitu tusukan yang menggunakan jarak tidak sama.

Tusuk jelujur dengan jarak tertentu yaitu tusukan dengan jarak yang sama

(konsisten) berguna untuk tusuk sementara Tusuk jelujur renggang yaitu


tusukan dengan menggunakan sengkelik dengan spasi satu, tusukan jelujur
renggang ini digunakan untuk tanda, dengan menggunakan benang rangkap
yang nantinya digunting di antara tusukan tersebut sehingga meninggalkan
jarak benang yang biasa dijadikan tanda dalam menjahit busana.
2. Tusuk Tikam Jejak
Tusuk tikam jejak yaitu tusuk jahitan dengan bentuk jika dilihat dari
bagian atas tusuknya kelihatan seperti jahitan mesin dan bila dilihat dari
bagian bawah tusukannya seperti jahitan rangkap. Jarak tusukan bagian
bawah dua kali jarak tusukan bagian atas, teknik menjahitnya adalah dengan
langkah maju sebelum melangkah mundur ke belakang dengan jarak yang
sama, tusuk tikam jejak berguna untuk pengganti jahit mesin.
3. Tusuk Flanel
Tusuk flanel biasa digunakan untuk mengelim pinggiran busana yang
diobras. Tusuk flanel sering digunakan, terutama untuk busana yang dibuat
dari bahan yang harganya mahal, di samping itu tusuk flanel juga dapat
digunakan sebagai hiasan, sebagai tusuk dasar dan sulaman bayangan, untuk
sulaman bayangan dengan jarak yang lebih rapat (dirapatkan) dan dapat juga
mengikuti motif dekonasi. Caranya, jelujur kain yang sudah diobras 3-4 cm
langkah tusukannya mundur 0,75 cm turun ke bawah, tusuk jarum ke kanan
selanjutnya mundur lagi 0,5 cm tusuk lagi ke atas seperti tusukan pertama
demikian seterusnya sampai selesai. Untuk mendapatkan hasil tusukan yang
halus pada bagian bawah busana (pada rok) atau di mana pun tusuk flanel
digunakan, lakukan dengan halus/tipis waktu menusukkan jarum ke bahan
busana, dengan demikian hasil yang didapatkan juga halus dan tipis bila
dilihat dari bagian balik (bagian buruk busana).
4. Tusuk Feston

Tusuk feston berfungsi untuk penyelesaian tiras seperti tiras lingkar


kerung lengan atau pada pinggiran pakaian bayi. Tusuk feston juga dapat
berfungsi sebagai hiasan bila benang yang digunakan adalah benang hias atau
benang sulam dengan kombinasi warna yang serasi.
5. Tusuk Balut
Tusuk balut berfungsi untuk menyelesaikan tiras pada kampuh untuk klim
rol. Tusuk balut juga dapat digunakan untuk penyelesaian pinggir teknik
aplikasi. Teknik menjahitnya dimulai dari kiri ke kanan atau sebaliknya kanan
ke kiri kesan benang dari tusukan agak miring.
6. Tusuk Batang atau Tusuk Tangkai
Tusuk batang dibuat untuk hiasan, teknik menjahitnya dengan langkah
mundur 0,5 cm dan mengaitkan 5 atau 6 benang pada bahan, jarum ditarik ke
luar akan menghasilkan tusuk tangkai dan seterusnya tusuk mundur lagi
seperti yang pertama begitu seterusnya sampai selesai. Untuk membuat
tangkai yang lebih besar maka jarak tusukan dirapatkan dan mengaitkan kain
lebih banyak (besar).
7. Tusuk Rantai
Tusuk rantai fungsinya untuk membuat hiasan tekniknya dengan langkah
maju, dengan memasukkan jarum dari bawah ke atas, kemudian tusukan
kembali pada lubang tempat jarum dilingkarkan pada jarum, ditarik sehingga
benang yang melingkar berada di lubang kedua selanjutnya jarum kembali
menusuk lubang tempat jarum ke luar dan ekor benang melingkar pada jarum
seperti semula, begitu seterusnya sampai selesai dengan mengikuti motif
hiasannya.
8. Tusuk Silang
Tusuk silang ini berfungsi untuk membuat hiasan. Teknik pengerjaannya
dengan langkah sebagai berikut: dimulai dari kanan atas ke kiri bawah, terus

ke kanan bawah (tusukan pertama). Kemudian tusuk kedua di mulai dari


kanan bawah terus ke kiri atas, letak tusukan sejajar baik tusukan bagian atas
maupun tusukan bagian bawah, (tusukan yang terlihat menyilang di atas kain)
dan seterusnya sampai selesai.
9. Tusuk Piquar
Tusuk piguar biasanya berfungsi untuk memasangkan bulu kuda pada jas
atau mantel. Di samping itu tusuk piquar dapat juga digunakan sebagai tusuk
hias pada busana atau lenan rumah

b) Menyulam
Pengertian menyulam, dalam kamus bahasa Indonesia sulam diartikan 'suji" atau
'tekad ( Poerwadarminta; 1996 : 100). Dalam bahasa Sunda, menyulam disebut
'ngabordeI ' yang berarti membuat hiasan pada kain dengan bermacam benang
berwarna ( Kamus Umum Bahasa Sunda; 1976:64 ). Sulaman menurut Bernice
Barsky dalam buku Aneka Hobi Rumah Tangga adalah Sulaman pemula
merupakan contoh sulam - menyulam dewasa ini. Dengan gambar pemandangan,
huruf, angka, serta bunga hiasan pinggir yang kebanyakan dikerjakan dengan setik
silang pada kain tenunan lurus - sebagian besar muncul dari perkembangan yang
terjadi di Amerika dan Inggris antara tahun 175(3 dan 1840 (Suwargono Wirono;
1984: 57). Menyulam merupakan salah satu teknik menjahit yang bertujuan untuk
dekoratif dengan menggunakan jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk
sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam,
mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet.

Dari pengertian diatas, maka sulaman merupakan kegiatan memberikan hiasan


diatas kain, kulit, dan kertas . Menyulam dapat dikerjakan dengan mesin ataupun
tangan. Piasanya sulam diterapkan pada bagian bagian tertentu, seperti
pinggiran, sambungan, dan sudut sudut yang dianggap perlu.

Dari kamus bahasa sunda sendiri pengertian dari Menyulam adalah sebuah karya
seni yg dibuat oleh tangan manusia. Menyulam juga sudah dikenal baik didalam
negeri maupun diluar negeri. Contohnya negara jepang. Menyulam juga
mampunyai

beberapa

teknik

yaitu,

teknik

jelujur,teknik

rantai,teknik

tangkai,teknik silang, dsb. Menyulam juga mempunyai bentuk

seperti

daun,bunga,tangkai dan lain lain .Untuk membuat sulaman kita memerlukan


bahan yaitu,jarum sulam,benang sulam,gunting,kain strimin/ kain. Cara membuat
: pertama masukan benang kedalam jarum,buat pola,jahit dengan berbagai teknik
dengan teliti dan rapih.
Teknik Menghias
1. Sulaman fantasi
Sulaman fantasi adalah sulaman yang menerapkan bermacam-macam
tusuk hias dengan aneka warna benang. Motif hias yang akan dibuat dikerjakan
dengan bermacam-macam tusuk hias paling sedikit tiga macam tusuk hias.
Pemakaian tusuk hias harus sesuai dengan bentuk ragam hias. Motif hias dapat
berbentuk bunga, pemandangan atau geometris. Biasanya sulaman fantasi ini
dikerjakan pada kain polos misalnya : kain tetoron, poplin, berkolin, mori,
harmonis dan kontras, sehingga sulaman atau hiasan terlihat lebih menonjol,
menarik dan rapih.
2. Sulaman Perancis
Sulaman Perancis merupakan sulaman yang timbul (relief) karena motifmotif diisi dengan tusuk rantai sebagai pengisi atau penebal. Tepi motif dijelujur
halus dua kali penyelesaian motif dengan tusuk pipih. Untuk membuat garis yang
merupakan tangkai daun digunakan tusuk jelujur yang diselesaikan dengan tusuk
balut. Sulaman ini banyak dipergunakan untuk monogram ataupun simbol-simbol,
selain itu juga dapat diterapkan pada blus, kemeja maupun pakaian anak-anak.
3. Mengubah corak

Menyulam dengan merubah corak dikerjakan pada kain yang bercorak


seperti bergaris, berkotak, berbintik. Tusuk-tusuk yang dapat digunakan adalah
tusuk jelujur, tusuk silang, tusuk rantai terbuka, tusuk biku dan lain-lain. Pada
jarak tertentu sesuai desain, kotak, garis atau bulatan diubah atau ditambah
dengan jahitan sehingga terdapat variasi dan hiasan pada kain tersebut. Gunakan
warna benang yang sama dengan warna corak kain. Mengubah corak dapat
diterapkan pada gaun, blus, rok, bantal kursi, taplak dan lain-lain.
4. Smock
Teknik menghias yang disebut dengan smock dikenal pada sulaman diatas
kain yang dikerut rata. Sulaman tersebut dapat dikerjakan pada kain yang dapat
dibagi, yaitu kain bersalur, bergaris, berkotak atau berbintik. Bila smock itu
dikerjakan pada kain polos, maka pada kain tersebut harus diberi tanda-tnda titik
atau garis. Pekerjaan smock sifatnya elastis, kecuali pada bagian tertentu yang
dikehendaki tidak elastis. Benda yang dapat di smock yaitu gaun, blus, rok, bebe
anak, bantal hias dan lain-lain.
5. Terawan
Dengan menarik satu helai benang atau lebih dari tenunan, maka akan
terdapat benang lepas. Bila yang dicabut benang lungsin maka akan terdapat
sejajaran benang pakan yang lepas. Bila dicabut baik lungsin maupun pakan,
maka akan terdapat lubang pada titik persilangan benang yang dicabut. Benang
lepas tersebut diikat dengan tusuk terawang sehingga terdapat hiasan terawang.
6. Sulaman dengan menggunakan Tusuk Silang