Anda di halaman 1dari 38

Soal :

Diketahui Denah & Potongan Bangunannya adalah sebagai berikut :

A'

1'
40/60

40/60

30/40

30/40

30/40

30/40

30/40

30/40

30/40

40/60

2
y
30/40
40/60

40/60

3
3'

30/40

30/40

3m

7.5 m

10.5 m

x
Denah Bangunan

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

30x30

Typical Cross Bangunan

Data - data :

Tebal Pelat Lantai 1 sampai Lantai 3 adalah


12 cm
.
Tebal Pelat Lantai Atap adalah
9.6 cm
.
Pada as 1' ; 3' ; A' ; C' ada tembok setengah bata setinggi
1.0
m
Pada as A dan C ada tembok setengah bata setinggi
1.5 m + jendela ( kaca ) setinggi 1,5 m
( tapi hanya batas pada jarak dari as 1 ke as 3 ).
Pada as 1 dan 3 ( terbatas dari jarak A ke C ) ada tembok setengah bata setinggi 1,5 m + Jendela kaca setinggi 1,5 m.
Bangunan tersebut untuk perkantoran.
Lokasi Bangunan : Tangerang : Anggap gaya gempa dalam arah x.
Jenis tanah : Termasuk lunak ( menurut pedoman peraturan gempa ).
Pertanyaan :
Lukiskan Diagram Momen untuk portal as 1 akibat gaya gempa saja ?
Jawab :
Berikut Langkah - langkah perhitungannya :
1 . Periksa dulu apakah memenuhi syarat untuk type D
2 . Menghitung berat masing - masing lantai, berat total bangunan
3 . Menentukan gaya geser dasar : V = Cd . Wt
4
5
6
7
8

. Pembagian gaya geser dasar pada masing - masing lantai


. Pemeriksaan waktu getar T
. Pembagian gaya geser tingkat pada masing-masing kolom
. Koreksi gaya geser masing-masing kolom portal as 1 (yang ditanya ) akibat momen torsi
. Menentukan titik belok kolom, dan gambar diagram momen total.

Langkah 1. Syarat struktur D


a) A ( = lebar arah X ) dan B ( = panjang arah Y ) tidak boleh melebihi 10 bentang atau 50 m
A= 3.0
+
7.5
+
10.5
+
3
=
24 m
B= 3.0
+
4.5
+
4.5
+
3.5
=
16 m
memenuhi syarat
b) A terletak antara 0,2 B sampai dengan 5 B
0,2 B=
3.1 m
5B =
77.5 m
Sedangkan A =
24 m yang lebih kecil dari 5 B =
memenuhi syarat
c) H/A dan H/B lebih kecil dari 5
H = tinggi bangunan :
15.5
H/A =
=
0.645833333
24
15.5
15.5
memenuhi syarat
H/B =

3.5

4.5

77.5 m

4.5

15.5 m

d) Tinggi struktur maksimal 10 tingkat atau 35 m


sedangkan struktur kita adalah empat tingkat dan tingginya adalah
memenuhi syarat

15.5 m

e) Panjang tonjolan dibatasi yaitu K1 dan K2 melebihi 0,25 A atau 0,25 B


Pada Struktur kita tidak ada tonjolan
memenuhi syarat
0,34 A
7.2 m

0,34 A
7.2 m

3m

7.5 m

10.5 m

A=

24 m

12 m
f)

Semua kolom portal vertikal dan menerus di dalam garis sumbu yang sama sepanjang tinggi gedung sampai pondasiny
memenuhi syarat

g) Pada setiap taraf penempatan unsur - unsur penahan beban lateral harus memenuhi pembatasan - pembatasan sep
paling sedikit 10% inersia unsur penahan lateral ( dalam hal ini kolom ) total terletak di dalam daerah 1 ( pada gam
inersia total kolom berada di dalam daerah - daerah.
Checking :
Jumlah Kolom = 9
Daerah 1 ada 3 kolom , jadi =

3I
9I

x100%=

33.3333 % > 10 %

Daerah 2 ada 3 kolom , jadi =

3I
9I

x100%=

33.3333 % > 10 %

memenuhi syarat

h) Perbandingan berat lantai dan harga D untuk tingkat lantai tertentu tidak boleh berselisih lebih dari 125 %, perbandingan
tinggi. Untuk bagian atap, syarat ini tak perlu dipenuhi.

KARENA : kita belum menghitung harga D dan berat lantai bangunan maka syarat ini akan kita cek kembali setelah per

i)

Tinggi tingkat tak boleh berselisih lebih dari 40% tinggi tingkat lainnya
memenuhi syarat

j)

Jarak Pusat Kekakuan dan Pusat massa tak boleh melebihi 0,15A atau 0,15B ( pilih terbesar ). Karena kita belum men
kekakuan maka syarat ini kita anggap dulu terpenuhi, nantinya di re- check kembali.

Langkah 2. Menghitung berat masing - masing lantai :


Beban hidup atap adalah

100 kg/m2

Beban hidup lantai ( untuk perkantoran )

250

Beban tembok setengah bata

kg/m2

250 kg/m

Beban dinding kaca ( termasuk rangkanya )

10 kg/m2

Tebal Pelat atap adalah


9.6 cm
+ plafond & rangkanya
Tebal Pelat Lantai yaitu
12 cm
Koefisien reduksi beban hidup ( terhadap peninjauan gempa ) untuk kantor = 0,30

18 kg/m2

Lantai Atap :
Beban mati :
Berat Pelat = (
24
x
Tembok setengah bata tinggi 1 m keliling
(2x

24

+ 2x

15

0.096

250

)mx

2,400

kg/m3

15

)m x

1.0

Balok arah X =

3x

24

0.4

)x( 0.6

0.096

)2.400kg/m3

Balok arah Y =

3x

15

0.3

)x( 0.4

0.096

)2.400kg/m

Anak Balok Y=

2x

0.3

)x( 0.4

0.096

)2.400kg/m3

Berat Kolom =
Plafond =

24

9(

0.3

15

Beban hidup reduksi =

0.3

18

0,3 x

100

kg/m2

3
2

)x

x 2.400kg/m3

=
=

24

15

=
W ATAP

Lantai Tiga :
Beban mati :
Berat Pelat = (
24 x
15 x
0.12
Tembok setengah bata sekeliling bangunan dengan tinggi 1 meter
(2x 24
+ 2x
15
)m x
1.0
x
250
Tembok tinggi 1,5 meter
(2x
18 ) +
(2x
9 )x
1.5
x
250
Dinding Kaca 1,5 meter
(2x
18 ) +
(2x
9 )x
1.5
x
10

)xm

2,400

kg/m3

kg/m2

kg/m2

kg/m2

Balok arah X =

3x

24

0.4

)x( 0.6

0.12

)2.400kg/m3

Balok arah Y =

3x

15

0.3

)x( 0.4

0.12

)2.400kg/m3

Anak Balok Y=

2x

0.3

)x( 0.4

0.12

)2.400kg/m

Berat Kolom =
Plafond =

24

3
9(

0.3

15

x
x

0.3

4.5
2

)x

x 2.400kg/m3

Lantai 2 dan Lantai 1 diambil sama dengan Lantai 4 sehingga :


Lantai Atap
=
171,266
kg
Lantai 3
=
212,635
kg
Lantai 2
=
212,635
kg
Lantai 1
=
212,635
kg
+
=

809,172

kg

=
=

10.5
24

m2
=
=

15
W LANTAI

W TOTAL

18

Beban tangga & anggap tebal pelat 20 cm, luas tangga =


(
0.2
x
10.5
x
500
)
Beban hidup reduksi =
0,3 x 250
x

Langkah 3. Menentukan Gaya Geser Dasar :


V = Cd x Wt

dengan Cd = C . I . K

Menentukan Nilai C :
Lokasi Tangerang termasuk wilayah 4 ( Buku Peraturan Tentang Gempa Indonesia )
Jenis Tanah adalah Lunak
Harga T ( waktu getar gedung ) digunakan rumus pendekatan
T=

0,06 H 3/4
3/4
=
0.06
x
15.5
=
0.47
detik
Untuk wilayah 4 nilai C atau Koefisien Gempa dasar ( Buku Peraturan Tentang Gempa Indonesia )
C=

0.05

Menentukan Nilai I :
Diambil Nilai I =

1.5

Menentukan Nilai K :
K= 1
( Portal daktail Beton Bertulang )
Jadi Cd =

0.05

V=

0.075

1.5

809,172

=
=

0.075
60,687.86 kg

Langkah 4. Pembagian Gaya Geser ke masing masing lantai :


Fi =

Rumus :

Taraf Lantai
4
3
2
1

Wi x hi

xV

Wi x hi

hi

Wi
( meter )
15.5
12.5
8
3.5

Wi x hi

( ton )
171.27
212.64
212.64
212.64

Fi ( ton )
2,654.62
2,657.94
1,701.08
744.22

20.766
20.792
13.307
5.822

7,757.87

Langkah 5. Menentukan harga T


Tetapi kita perlukan harga D, mka dari itu harus dicari dulu harga Dx untuk semua kolom
tinjau 1 portal arah X misalkan portal as 1
Kekakuan Balok dan Kolom :
Kolom persegi dengan dimensi 30 x 30 untuk tingkat 4 dan 3 :
Kc

1/12.b.h3
300

225

cm3

K diambil 1000 cm3

Kc

0.225

cm3

K diambil 1000 cm3

Kc

0.4740741

K diambil 1000 cm3

Kc

0.9763393

Kolom persegi dengan dimensi 40 x 40 untuk tingkat 2 :


Kc

1/12.b.h3
450

474.07

Kolom persegi dengan dimensi 45 x 45 untuk tingkat dasar:


1/12.b.h3
Kc
=
=
976.34
cm3
350

Balok arah X
Balok arah X bentang

7.5

m ( Merupakan balok T sebagai berikut ) :

Untuk Balok Atap


97.6
9.6

60

40

Ix

kb

9.6

97.6
9.6

x
x

4.8
97.6

1
12

97.6

9.6

1
12

40

50.4

1,009,643.12

1,009,643.12
750
x 1000

+
+

40
40

x
x

50
50

34.8

97.6

9.6

x(

40

50.4

x(

25.2811

25.2811

cm

4.8

)2 +
25.2

60

- 25.2811443

23.6471

cm

cm4
=

1.3461908306

Untuk Balok Lantai


112
12

60

40

Ix

kb

12

112
12

x
x

6
112

1
12

112

12

1
12

40

48

1,096,297.41

1,096,297.41
750
x 1000

+
+

40
40

x
x

48
48

36

112

12

x(

40

48

x(

cm4
=

1.4617298824

23.6471

60

- 23.6470588

)2 +

24

Balok arah X bentang

10.5

m ( Merupakan balok T sebagai berikut ) :

Untuk Balok Atap


97.6
9.6

60

40
kb

1,009,643.12
900
x 1000

1.1218256921

Untuk Balok Lantai


112
12

60

40
kb

1,096,297.41
900
x 1000

Balok arah Y
Balok arah Y bentang

4.5

1.2181082353

m ( Merupakan balok T sebagai berikut ) :

Untuk Balok Atap


87.6
9.6

40

30

Ix

kb

9.6

87.6
9.6

x
x

4.8
87.6

1
12

87.6

9.6

1
12

30

30.4

251,702.84

251,702.84
450
x 1000

+
+

30
30

x
x

30
30

24.8

87.6

9.6

x(

30

30.4

x(

cm4
=

0.5593396399

15.2053

15.2053

40

cm

- 15.2052574

4.8

)2 +

15.2

Untuk Balok Lantai


102
12

40

30

Ix

kb

12

102
12

x
x

6
102

1
12

102

12

1
12

30

28

268,823.81

268,823.81
450
x 1000

+
+

30
30

x
x

28
28

26

102

12

x(

30

28

x(

14.1395

14.1395

40

cm

- 14.1395349

)2 +

14

cm4
=

0.5973862532

Harga kb dan kc serta k dan D dituliskan sebagai berikut :


Portal As A=B=C dan Portal As 1=2=3
1.3462
0.2250
k=
6.2398
a= 0.7573
D= 0.1704

1.1218
0.2250
k=
11.4397
a=
0.8512
D=
0.1915

0.2250
k= 5.1999
a= 0.7222
D= 0.1625

1.4617
0.2250
k=
6.4966
a= 0.7646
D= 0.1720

1.2181
0.2250
k=
11.9104
a=
0.8562
D=
0.1927

0.2250
k= 5.4138
a= 0.7302
D= 0.1643

1.4617
0.4741
k=
3.0833
a= 0.6066
D= 0.2876

1.2181
0.4741
k=
5.6528
a=
0.7387
D=
0.3502

0.4741
k= 2.5694
a= 0.5623
D= 0.2666

1.4617
0.9763
k=
1.4972
a= 0.4281
D= 0.4180

1.2181
0.9763
k=
2.7448
a=
0.5785
D=
0.5648

0.9763
k= 1.2476
a= 0.3842
D= 0.3751

Lantai atap

Lantai 4

Lantai 3

Lantai 2

Pemeriksan Waktu Getar arah X


W i . di 2

Rumus T = 6,3

g. Fi . di2
Berikut tabelnya :
Tinggi
Kolom

Dx Total D ( t/cm )

1.5732

31.46

2
3

4.5
4.5

1.5870
2.7129

31.74
54.26

3.5

4.0736

81.47

No

12 xEK

Satuan D=

Tingkat 4,3 dan 2 =

0,75 D
( t/cm )

D=

12

Qi
0,75 D

Qi ( ton )

i ( cm )

di

wi ( ton )

20.8

20.8

0.660

3.725

171.27

20.8
13.3

41.6
54.9

1.309
1.011

3.065
1.756

212.64
212.64

5.8

60.7

0.745

0.745

212.64

200,000

1,000

2.4

Persamaan Gempa direduksi 0,75 nya :


Untuk Harga Dx total =
0.75
i=

Fi ( ton )

x
300

10

2.4

1.5732

10

kg
cm

26,667

= 26.7

t
cm

31.464178 t/cm

26.7 =

Perhitungan horizontal lantai relatif terhadap lantai dibawahnya.

di=
Simpangan horizontal pusat massa pada taraf I akibat beban gempa horizontal yang ditentukan untuk penentuan Fi.
di

Tx = 6,3

W i . di 2
g. Fi . d

Tx= 6,3

dimana g =

980

cm/dt2

2
i

5,148.9
980 x 168.8

Tx =
1.11144499 detik
Hilangkan sewaktu menghitung C, harga T pendekatan yang dipakai adalah
Syarat :
T exact > 80% . T pendekatan
1.1114449887 >
0.8
x
0.524
1.1114449887 >
0.4192
Memenuhi Syarat dan Gaya Gempa tak perlu diulangi lagi.

0.524

Langkah 6. Pembagian gaya geser tingkat ke kolom


karena portal 4 = portal 3 = portal 2 = portal 1 (dalam hal jumlah D nya) maka gaya gempa arah x langsung di bagi 4.

=
D

=
=

=
=

=
=

0.1704

Q=

0.1704
0.5244
= 1.6868

D=

0.1720

Q=

0.1720
0.5290
= 1.6905

D=

0.2876

Q=

0.2876
0.9043
= 1.0579

D=

0.4180

Q=

0.4180
1.3579
= 0.4480

5.19161174

D=
x

5.1916

Q=

0.1915

0.1915
0.5244
= 1.8960

D=
x

5.1916

Q=

0.1625

0.1625
0.5244
= 1.6087

1
4

x 20.8

5.19810118

D=
x

5.1981

Q=

0.1927

0.1927
0.5290
= 1.8931

D=
x

5.1981

Q=

0.1643

0.1643
0.5290
= 1.6145

1
4

x 13.3

3.32678475

D=
x

3.3268

Q=

0.3502

0.3502
0.9043
= 1.2882

D=
x

3.3268

Q=

0.2666

0.2666
0.9043
= 0.9807

0.9043

D=

0.5290

x 20.8

0.5244

1
4

1
4

x 5.8

1.45546833
1.3579

D=
x

1.4555

Q=

0.5648

0.5648
1.3579
= 0.6054

D=
x

1.4555

Q=

0.3751

0.3751
1.3579
= 0.4020

Langkah 7. Pembagian gaya geser akibat torsi


Data yang di ambil adalah harga D pada kolom arah y (tinjauan arah y)

Dianggap portal as A = as C, meskipun kekakuan balok 30/30 cm portal C (dari 2-3) merupakan balok L lebih kecil dari p
merupakan balok T.
Harga Kb, Kc, K, a, Dy dituliskan sebagai berikut:

15.5

12.5

8.0

3.5

0.5593
0.2250
k=
2.4860
a= 0.5542
D= 0.1247

0.5974
0.2250
k=
5.1410
a=
0.7199
D=
0.1620

0.2250
k= 2.6551
a= 0.5704
D= 0.1283

0.5593
0.2250
k=
2.4860
a= 0.5542
D= 0.1247

0.5974
0.2250
k=
5.1410
a=
0.7199
D=
0.1620

0.2250
k= 2.6551
a= 0.5704
D= 0.1283

0.5593
0.4741
k=
1.1799
a= 0.3710
D= 0.1759

0.5974
0.4741
k=
2.4400
a=
0.5495
D=
0.2605

0.4741
k= 1.2601
a= 0.3865
D= 0.1832

0.5593
0.9763
k=
0.5729
a= 0.2227
D= 0.2174

0.5974
0.9763
k=
1.1848
a=
0.3720
D=
0.3632

0.9763
k= 0.6119
a= 0.2343
D= 0.2287

Lantai atap

Lantai 4

Lantai 3

Lantai 2

Sehingga harga D dalam satuan 12EK/h2 dimana Ebeton = 200 t/cm3 dan K = 1.000 cm3. selanjutnya harga DX dan DY ditulis

1) Denah Bangunan lantai atap (pelat daak)

A'

1'
1
DX = 0.1704
Dy = 0.1247

DX =
Dy =

0.1915
0.1247

DX =
Dy =

DX = 0.1704
Dy = 0.1620

DX =
Dy =

0.1915
0.1620

DX =
Dy =

DX =
Dy =

DX =
Dy =

0.1915
0.1283

DX =
Dy =

0.1704
0.1283

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Denah Bangunan lantai atap (pelat daak)

Menentukan titik pusat kekakuan (CR), dengan sumber referensi diambil sisi pelat.

xr =
=

yr =
=

((0,1247+0,1620+0,1283)*3)+((0,1247+0,1620+0,1283)*10,5)+((0,1247+0,1620+0,1283)*21,5)
3*(0,1247+0,1620+0,1283)
14.525
1.245

11.67

((0,1704+0,1915+0,1625)*3)+((0,1704+0,1915+0,1625)*7,5)+(((0,1704+0,1915+0,1625)*12)))
3*(0,1704+0,1915+0,1625)
11.799
1.5732

7.50

Menentukan titik pusat massa (CM).


Beban hidup lantai atap = 100 kg/m2
Beban mati (dead-load) beton bertulang = 2400 kg/m2
Beban yang diperhitungkan adalah beban mati (DL) + beban hidup (LL) atau dengan notasi q (kg/m2)
Beban balok diabaikan

xm =
=

ym =
=

(21,5*12*(3+1/2*(7,5+12))) x q
[(21.5x12)- x q]
3289.5
258

12.75

[21,5 x 12 x (3+ 1/2(4,5+4,5)] x q]


[(21.5x12)] x q
1935
258

7.50

XM = 12,75 m
XR = 11,67 m

A'

eC=1,08 m

1'
1
XM = 11,85 m

eC=0,18 m

XR = 11,67 m

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh harga eksentrisitas (ec) = 1,08 m,nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian atap terjadi d
torsi pada arah x.

2) Denah Bangunan lantai 4

A'

1'
1
DX = 0.1720
Dy = 0.1247

DX =
Dy =

0.1927
0.1247

DX =
Dy =

DX = 0.1720
Dy = 0.1620

DX =

0.1927
0.1620

DX =

Dy =

DX =
Dy =

DX =
Dy =

0.1927
0.1283

DX =
Dy =

0.1720
0.1283

Dy =

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Denah Bangunan lantai 4

Menentukan titik pusat kekakuan (CR), dengan sumber referensi diambil sisi pelat.

xr =

((0,1247+0,1620+0,1283)*3)+((0,1247+0,1620+0,1283)*10,5)+((0,1247+0,1620+0,1283)*21,5)
3*(0,1247+0,1620+0,1283)
14.525
1.245

yr =

11.67

((0,1704+0,1915+0,1625)*3)+((0,1704+0,1915+0,1625)*7,5)+(((0,1704+0,1915+0,1625)*12)))
3*(0,1704+0,1915+0,1625)
11.799
1.5732

7.50

Menentukan titik pusat massa (CM).


Beban hidup lantai (untuk perkantoran)= 250 kg/m2
Beban mati (dead-load) beton bertulang = 2400 kg/m2
Beban yang diperhitungkan adalah beban mati (DL) + beban hidup (LL) atau dengan notasi q (kg/m2)
Beban balok diabaikan

xm =
=

ym =

(21,5*12*(3+1/2*(7,5+12)))-((7,5*4,5*(3+3,75+12)) x q
[(21,5x12)-(7,5x4.5)] x q
2656.6875
224.25

11.85

(21,5*12*(3+1/2*(4,5+4,5)))-((7,5*4,5*(3+2,25+4,5))x q]

ym =
=

[(21,5x12)-(7,5x4.5)] x q
1605.9375
224.25

7.16

XM = 11,85 m

eC=0,18 m

XR = 11,67 m

A'

1'
1

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh harga eksentrisitas (ec) = 0,18 dan 0,34, nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian lantai
pengaruh torsi pada arah x sebesar 0,18 dan arah y sebesar 0,34.
3) Denah Bangunan lantai 3

A'

1'
1
DX = 0.2876
Dy = 0.1759

DX =
Dy =

0.3502
0.1759

DX =
Dy =

DX = 0.2876

DX =

0.3502

DX =

Dy = 0.2605

Dy =

0.2605

Dy =

DX =
Dy =

DX =
Dy =

0.3502
0.1832

DX =
Dy =

0.2876
0.1832

3'

3m

7.5 m

10.5 m

Denah Bangunan lantai 3

Menentukan titik pusat kekakuan (CR), dengan sumber referensi diambil sisi pelat.

xr =
=

yr =
=

((0,1759+0,2605+0,1832)*3)+((0,1759+0,2605+0,1832)*10,5)+((0,1759+0,2605+0,1832)*21,5)
3*(0,1759+0,2605+0,1832)
21.686
1.8588

11.67

((0,2876+0,3502+0,2666)*3)+((0,2876+0,3502+0,2666)*7,5)+(((0,2876+0,3502+0,2666)*12)))
3*(0,2876+0,3502+0,2666)
20.349
2.7132

7.50

Menentukan titik pusat massa (CM).


Beban hidup lantai atap = 250 kg/m2
Beban mati (dead-load) beton bertulang = 2400 kg/m2
Beban yang diperhitungkan adalah beban mati (DL) + beban hidup (LL) atau dengan notasi q (kg/m2)
Beban balok diabaikan

(21,5*12*(3+1/2*(7,5+12)))-((7,5*4,5*(3+3,75+12)) x q
[(21,5x12)-(7,5x4.5)] x q

xm =
=

2656.6875
224.25

11.85

(21,5*12*(3+1/2*(4,5+4,5)))-((7,5*4,5*(3+2,25+4,5))x q]
[(21,5x12)-(7,5x4.5)] x q

ym =
=

1605.9375
224.25

7.16

XM = 11,85 m

eC=0,18 m

XR = 11,67 m

A'

1'
1

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh harga eksentrisitas (ec) = 0,18 dan 0,34, nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian lantai
pengaruh torsi pada arah x sebesar 0,18 dan arah y sebesar 0,34.

2) Denah Bangunan lantai 4

A'

1'
1
DX = 0.4180
Dy = 0.2174

DX =
Dy =

0.5648
0.2174

DX =
Dy =

DX = 0.4180
Dy = 0.3632

DX =

0.5648
0.3632

DX =

Dy =

DX =
Dy =

DX =
Dy =

0.5648
0.2287

DX =
Dy =

0.4180
0.2287

Dy =

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Denah Bangunan lantai 4

Menentukan titik pusat kekakuan (CR), dengan sumber referensi diambil sisi pelat.

xr =
=

yr =
=

((0,2174+0,3632+0,2287)*3)+((0,2174+0,3632+0,2287)*10,5)+((0,2174+0,3632+0,2287)*21,5)
3*(0,2174+0,3632+0,2287)
28.3255
2.4279

11.67

((0,4180+0,5648+0,3751)*3)+((0,4180+0,5648+0,3751)*7,5)+(((0,4180+0,5648+0,3751)*12)))
3*(0,4180+0,5648+0,3751)
30.55275
4.0737

7.50

Menentukan titik pusat massa (CM).


Beban hidup lantai (untuk perkantoran)= 250 kg/m2
Beban mati (dead-load) beton bertulang = 2400 kg/m2
Beban yang diperhitungkan adalah beban mati (DL) + beban hidup (LL) atau dengan notasi q (kg/m2)
Beban balok diabaikan

xm =
=

ym =

(21,5*12*(3+1/2*(7,5+12)))-((7,5*4,5*(3+3,75+12)) x q
[(21,5x12)-(7,5x4.5)] x q
2656.6875
224.25

11.85

(21,5*12*(3+1/2*(4,5+4,5)))-((7,5*4,5*(3+2,25+4,5))x q]

ym =
=

[(21,5x12)-(7,5x4.5)] x q
1605.9375
224.25

7.16

XM = 11,85 m

eC=0,18 m

XR = 11,67 m

A'

1'
1

3
3'

3m

7.5 m

10.5 m

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh harga eksentrisitas (ec) = 0,18 dan 0,34, nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian lantai
pengaruh torsi pada arah x sebesar 0,18 dan arah y sebesar 0,34.

30/40

4.5

30/40

4.5

30x30

3.0

30x30

4.5

30x30

4.5

30x30

3.5

C'

Denah Bangunan

Typical Cross Bangunan

m + jendela ( kaca ) setinggi 1,5 m

k setengah bata setinggi 1,5 m + Jendela kaca setinggi 1,5 m.

ris sumbu yang sama sepanjang tinggi gedung sampai pondasinya.

n beban lateral harus memenuhi pembatasan - pembatasan seperti pada gambar di atas yaitu
am hal ini kolom ) total terletak di dalam daerah 1 ( pada gambar ) dan paling sedikit 10 %

antai tertentu tidak boleh berselisih lebih dari 125 %, perbandingan tersebut untuk lantai yang lebih

antai bangunan maka syarat ini akan kita cek kembali setelah perhitungan harga D dan W selesai.

lebihi 0,15A atau 0,15B ( pilih terbesar ). Karena kita belum menghitung pusat massa dan pusat
nantinya di re- check kembali.

82,944 kg
19,500 kg
34,836 kg
9,850 kg
3,940 kg
2,916

kg

6,480 kg
10,800 kg
171,266 kg

103,680

kg
19,500 kg
6,786 kg
306 kg
33,178 kg
9,072 kg
1,210 kg
4,374

kg

6,480 kg
1,050 kg
27,000 kg
212,635 kg

Buku Peraturan Tentang Gempa Indonesia )

)2

)2

)2

)2

wi . di2

dap lantai dibawahnya.

detik

Fi.di2

2,377

77.36

1,998
656

63.74
23.37

118
5,149

4.34
168.81

5.1916

5.1981

3.3268

1.4555

auan arah y)

30 cm portal C (dari 2-3) merupakan balok L lebih kecil dari pada balok 30/30 cm yang

0 t/cm3 dan K = 1.000 cm3. selanjutnya harga DX dan DY dituliskan pada denah berikut:

C'
3.0

4.5

4.5

3.0

0.1625
0.1247

0.1625
0.1620

0.1625
0.1283

nah Bangunan lantai atap (pelat daak)

bil sisi pelat.

5)+((0,1247+0,1620+0,1283)*21,5)
0,1247+0,1620+0,1283)

)+(((0,1704+0,1915+0,1625)*12)))
0,1704+0,1915+0,1625)

atau dengan notasi q (kg/m2)

C'

eC=0,00 m

3.0

4.5

4.5

3.0

XR = XM = 7,5 m

eC=0,34 m

YM = 7,16 m
m

YR = 7,50 m

nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian atap terjadi defleksi akibat adanya pengaruh

C'
3.0

4.5

4.5

3.0

0.1643
0.1247

0.1643
0.1620

0.1643
0.1283

Denah Bangunan lantai 4

si diambil sisi pelat.

1283)*10,5)+((0,1247+0,1620+0,1283)*21,5)
3*(0,1247+0,1620+0,1283)

1625)*7,5)+(((0,1704+0,1915+0,1625)*12)))
3*(0,1704+0,1915+0,1625)

atau dengan notasi q (kg/m2)

C'
3.0

4.5

eC=0,34 m
YM = 7,16 m
4.5

3.0

YR = 7,50 m

n 0,34, nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian lantai 4 terjadi defleksi akibat adanya

C'
3.0

4.5

4.5

0.2666
0.1759

0.2666
0.2605

0.2666
0.1832

3.0

Denah Bangunan lantai 3

bil sisi pelat.

5)+((0,1759+0,2605+0,1832)*21,5)
0,1759+0,2605+0,1832)

)+(((0,2876+0,3502+0,2666)*12)))
0,2876+0,3502+0,2666)

atau dengan notasi q (kg/m2)

C'
3.0

4.5

eC=0,34 m
YM = 7,16 m
4.5

3.0

YR = 7,50 m

n 0,34, nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian lantai 4 terjadi defleksi akibat adanya

C'
3.0

4.5

4.5

3.0

0.3751
0.2174

0.3751
0.3632

0.3751
0.2287

Denah Bangunan lantai 4

bil sisi pelat.

5)+((0,2174+0,3632+0,2287)*21,5)
0,2174+0,3632+0,2287)

)+(((0,4180+0,5648+0,3751)*12)))
0,4180+0,5648+0,3751)

atau dengan notasi q (kg/m2)

C'
3.0

4.5

eC=0,34 m
YM = 7,16 m
4.5

3.0

YR = 7,50 m

n 0,34, nilai ini menunjukkan bahwa untuk kontruksi bagian lantai 4 terjadi defleksi akibat adanya