Anda di halaman 1dari 30

DRUG

INTERACTIONs
ANALYSIS AND
MANAGEMENT
(antibiotika)
Rennie Puspa
N,M.Farm.Klin.,Apt
1

Interaksi penting golongan


sefalosporin
Sefalosporin + furosemid : Efek
nefrotoksisitas cefaloridin meningkat.
Diduga furosemid meningkatkan insiden
nekrosis tubuler, sehingga terjadi
penurunan klirens dan peningkatan kadar
plasma cefaloridin. Sedangkan cefaloridin
sendiri nefrotoksik.
2

Pengatasan
Kombinasi Sefalosporin + furosemid harus
diikuti monitoring terhadap fungsi ginjal.
Usia dan kegagaln ginjal merupakan
faktor predisposisi yang penting
Bila pemakaian keduanya tidak bisa
dihindari jangan berikan furosemid 3-4
jam sebelum sefalosporin
3

Interaksi Sefalosporin + probenesid


Kadar plasma beberapa sefalosporin

(cefalotin, cefalexin, cefamandol,


cefazolin, dll) ditingkatkan oleh
probenesid. Probenesid menghambat
ekskresi via ginjal sebagian besar
sefalosporin dengan kompetisi mekanisme
ekskresi. Sefalosporin tertahan ditubuh
4
sehingga resiko nefrotoksik meningkat

Pengatasan
Perlu pemantauan fungsi ginjal pada

kombinasi sefalosporin-probenesid
Kadang peningkatan kadar serum

sefalosporin oleh probenesid ini justru


dimanfaatkan, yaitu pada terapi GO dimana
dibutuhkan kadar serum sefalosporin yang
tinggi menurunkan biaya pengobatan
5

Interaksi penting golongan azol


Ketokonazol + antikonvulsan :
Kadar serum ketokonazol diturunkan
oleh fenitoin (suatu induktor enzim)
sehingga meningkatkan metabolisme
dan klirens ketokonazol perlu
peningkatan dosis ketokonazol.
6

Ketokonazol + inhibitor pompa proton :

Omeprazol menurunkan asiditas lambung

sehingga menurunkan bioavailabilitas ketokonazol.

Ketokonazol adalah suatu basa sukar larut yang

harus diubah oleh asam menjadi garam HCl yang


larut. Senyawa yang mengurangi sekresi gastrin
seperti inhibitor pompa proton, antagonis H 2 dan
antasid, meningkatkan pH lambung sehingga
kelarutan dan absorpsi ketokonazol berkurang.
Sebaliknya terjadi peningkatan kadar plasma
omeprazol karena hambatan metabolisme
omeprazol.

Ketokonazol + rifampisin :
Kadar serum ketokonazol berkurang 5090%, sedangkan kadar serum rifampisin
berkurang 50%.
Tapi interaksi tidak terjadi bila keduanya
diberikan selang waktu 12 jam.
Mekanisme : terjadi peningkatan laju
metabolisme di hati karena keduanya
adalah induktor enzim.

Interaksi golongan poliena


Amfoterisin + kortikosteroid : terjadi
kehilangan K dan retensi garam & air efek
samping terhadap fungsi jantung.
Data klinis : 4 pasien yang mendapat
amfoterisin bersama 25-40 mg hidrokortison
per hari menunjukkan pembengkakan jantung
& gejala gagal jantung. Ukuran jantung
mengecil & kondisi gagal jantung menghilang 2
minggu setelah hidrokortison dihentikan.
9

Interaksi golongan poliena


Amfoterisin menyebabkan hilangnya K
lewat urin, sedang hidrokortison
menyebabkan hilangnya K dan retensi garam
& air kombinasi keduanya menyebabkan
hipokalemia dan overload sirkulasi darah.
Monitor keseimbangan elektrolit dan cairan
serta fungsi jantung selama kombinasi kedua
obat ini.
10

Interaksi golongan amfenikol & tetrasiklin

Kloramfenikol + simetidin :
Terjadi anemia aplastis pada pasien
setelah mendapat kombinasi
keduanya (secara iv)selama 18 hari.
Mekanisme : terjadi adisi efek
depresan sumsum tulang.
11

Interaksi golongan amfenikol & tetrasiklin


Kloramfenikol + fenobarbital : Terjadi penurunan
kadar plasma kloramfenikol dan peningkatan kadar
plasma fenobarbital.

Mekanisme : Fenobarbital adalah senyawa

penginduksi enzim hati yang poten meningkatkan


metabolisme dan klirens kloramfenikol kadar plasma
dan efeknya dikurangi.
Sebaliknya, kloramfenikol adalah penghambat enzim
hati yang poten menghambat metabolisme
meningkatkan efek barbital.

12

Interaksi golongan makrolida & tetrasiklin


Eritromisin + simetidin : simetidin meningkatkan kadar

plasma eritromisin hampir 2 x lipat.

Kasus klinis : terjadi ketulian pada pasien yang

mendapat eritromisin 1 g/hari bersama simetidin 400 mg


2 xsehari. Gangguan pendengaran hilang 5 hari setelah
eritromisin dihentikan.

Mekanisme : simetidin adalah penghambat demetilasi

eritromisin sehingga metabolisme dihambat kadar


serum naik. Ketulian adalah efek samping eritromisin yang
terjadi karena naiknya kadar eritromisin hingga MTC.
13

Interaksi golongan makrolida & tetrasiklin


Eritromisin + senyawa peng-asam atau pem-basa urin :
Pada pengobatan infeksi saluran urin, aktivitas antibakteri
eritromisin maksimal pada urin basa dan minimal pada urin
asam.
Mekanisme : pH urin tidak mempengaruhi kerja ginjal terhadap

eritromisin, tapi berpengaruh langsung terhadap kerja


eritromisin terhadap bakteri. Diduga terjadi induksi mekanisme
transpor aktif pada dinding sel bakteri dan perubahan ionisasi
bakteri sehingga lebih mudah melewati. dinding sel bakteri.
Jadi aktivitas eritromisin dapat ditingkatkan dengan
membasakan urin ( dengan asetazolamida atau NaHCO3)
14

Interaksi golongan aminoglikosida


Aminoglikosida + sefalosporin : Efek nefrotoksik

gentamisin dan tobramisin ditingkatkan pada pemakaian


bersama sefalosporin.
Aminoglikosida + furosemid : Pemakaian bersama dapat

mengakibatkan nefrotoksisitas dan ototoksisitas, karena


masing-masing obat berpotensi mengakibatkan nefrotoksisitas
dan ototoksisitas
Furosemid meningkatkan kerusakan ginjal yang diinduksi
aminoglikosida, salah satunya karena furosemid mengurangi
klirens renal aminoglikosida meningkatkan kadar serum
efek samping >>

15

Interaksi golongan aminoglikosida


Aminoglikosida + indometasin : Sebuah laporan

menyatakan bahwa kadar serum gentamisin


meningkat pada bayi yang mendapat indometasin
Mekanisme : indometasin mengurangi laju filtrasi

tubulus ginjal karena aminoglikosida diekskresikan


terutama lewat filtrasi ginjal maka indometasin
menyebabkan retensi aminoglikosida di ginjal
Pengatasan : dosis aminoglikosida diturunkan sebelum

pemakaian indometasin dan dimonitor fungsi ginjal


setelah kombinasi keduanya

16

Interaksi golongan aminoglikosida


Aminoglikosida + garam Mg : Gagal nafas terjadi pada bayi

yang mendapat MgSO4 setelah pemberian aminoglikosida


Data klinis : Seorang bayi yang dilahirkan ibu yang mengalami

pre-eklampsia diterapi dengan MgSO 4 sebagai pelemas otot


(antikonvulsan) dan kadar serum Mg adalah 4,3 mg/dL. Pada
usia 12 jam pasien mendapat gentamisin 2,5mg/kg im/12jam.
Segera setelah dosis kedua gentamisin bayi tsb berhenti
bernafas dan butuh alat bantu nafas. Setelah pemberian
gentamisin dihentikan kondisi bayi membaik.

17

Interaksi golongan aminoglikosida

Mekanisme : Ion Mg dan aminoglikosida


mempunyai efek memblok aktivitas
neuromuskular yang efeknya dapat aditif. Pada
kasus di atas yang terblok adalah otot saluran
nafas.
Pengatasan : pemakaian antibiotik aminoglikosida
harus dihindari pada bayi yang diterapi ion Mg.
Jika tidak memungkinkan pengawasan ketat
terhadap fungsi pernafasan harus dilakukan
18

Interaksi golongan rifamisin dan


kuinolon
Rifampisin + antasida : Absorpsi rifampisin
dikurangi hingga 1/3 pada pemakaian bersama
antasid.

Mekanisme : Peningkatan pH lambung

karena antasid mengurangi disolusi rifampisin


sehingga mengurangi absorpsinya. Al juga
dapat membentuk khelat tak larut dengan
rifampsisn, sedang Mg trisilikat dapat
mengadsobsi rifampisin.

19

Interaksi golongan rifamisin dan


kuinolon
Kuinolon (siprofloxasin, ofloxasin,

pefloxasin, dll) + antasida : Kadar serum


berbagai kuinolon berkurang pada pemakaian
bersama antasida Al dan Mg beri interval 2-6
jam.

Mekanisme : gugus fungsi tertentu (3-karbonil &

4-oxo) pada antibiotik dapat membentuk khelat


tak larut dengan Al dan Mg sehingga mengurangi
absorpsinya. Khelat yang terbentuk relatif tidak
aktif sebagai antibakteri.

20

Interaksi golongan rifamisin dan


kuinolon
Kuinolon + probenesid : Kadar serum cinoxasin,
fleroxasin, siprofloksasin dan asam nalidiksat
meningkat oleh probenesid ekskresi urin dihambat
oleh probenesid.
Pemberian 1 g probenesid 30 menit sebelum 500 mg
siprofloksasin menurunkan klirens renal siprofloksasin
hingga 50%, tapi parameter farmakokinetik lain tidak
berubah (AUC, kadar plasma) sehingga tidak terjadi
akumulasi siprofloksasin.
Tetapi interaksi terjadi dengan asam nalidiksat.
21

Interaksi golongan sulfonamida


Kotrimoxazol + asam folat : Efek asam folat

untuk terapi anemia megaloblastis dikurangi oleh


kotrimoxazol.

Kasus klinis : 4 pasien anemia megaloblastis

yang diterapi dengan asam folat sambil mendapat


kotrimoxazol terapi gagal dan baru menunjukkan
keberhasilan setelah kotrimoxazol dihentikan.

Mekanisme : diduga kotrimoxazol mengganggu

metabolisme asam folat dalam tubuh


22

Interaksi golongan antiviral

Asiklovir + simetidin atau


probenesid :
Simetidin & probenesid
meningkatkan kadar plasma
asiklovir.
Peningkatan AUC asiklovir
disebabkan reduksi klirens

23

Klasifikasi berdasar
mekanisme kerja

Klasifikasi
berdasar
struktur
kimia

Contoh

Menghambat sintesis dinding -laktam, azol. Penisilin, sefalosporin, vankomisin,


sel
sikloserin, basitrasin, antifungi
azol (klotrimazol, flukonazol,
itrakonazol, ketokonazol)
Mempengaruhi permeabilitas Deterjen,
poliene
membran sel bakteri
kebocoran
senyawa
intraselular

Polimiksin, antifungal poliene


(nistatin, amfoterisin B)

Mempengaruhi
fungsi Makrolida,
subunit ribosom sehingga tetrasiklin
terjadi inhibisi reversibel
terhadap sintesis protein

Kloramfenikol, tetrasiklin, makrolida


(eritromisin, klaritromisin,
azitromisin, klindamisin.
24

Klasifikasi berdasar
mekanisme kerja

Klasifikas
berdasar struktur kimia

Contoh

Mengikat subunit
ribosom sehingga
mengganggu sintesis
protein kematian
bakteri

Aminoglikosida

Aminoglikosida (gentamisin, tobramisin,


kanamisin, streptomisin),
spektinomisin.

Menghambat
metabolisme asam
nukleat bakteri
melalui
penghambatan
polimerase atau
topoisomerase

Rifamisin,
Kuinolon

Rifamisin (rifampisin, rifabutin,


rifapentin), kuinolon

Antimetabolit : memblok Sulfonamida


enzim esensial untuk
metabolisme folat

Trimetoprim/sulfametoksazol,
sulfonamida.

Antiviral

Asiklovir, gansiklovir, zidovudin,


arimantadin25
dsb.

Nukleosida piridin

Bagaimana peran farmasis dalam


penatalaksanaan interaksi obat ?

Banyak kejadian interaksi obat yang sebenarnya

dapat dihindari dan ditangani dengan baik jika


farmasis mengambil tindakan yang tepat dan
dilakukan pada waktu yang tepat
Cara yang paling berhasil adalah dengan

memantau terapi dan memberikan konseling


pada pasien mengenai cara menggunakan obat
dengan benar
26

Apa saja seharusnya isi konseling


pada pasien ?
1) Sampaikanlah pada farmasis dan dokter Anda tentang apa

saja obat yang Anda minum, meliputi obat resep, obat


bebas, jamu, suplemen, vitamin, dll.
2) Gunakanlah obat yang hanya diresepkan khusus untuk Anda
3) Obat harus diminum/digunakan secara tepat untuk

menjamin keamanan dan efektivitasnya


4) Kecuali diinstruksikan lain, minumlah obat dalam keadaan

perut kosong, untuk mencapai onset yang lebih cepat


5) Jika obat tidak boleh digunakan bersama makan, maka

minumlah obat satu jam sebelum atau 2 jam setelah makan


27

lanjutan
6) Minumlah obat dengan segelas air
7) Hindari penggunaan alkohol selama minum obat
8) Hindari konsumsi coklat dan minuman yang
mengandung kafein (kopi, teh, cola), dan
9) Jika Anda punya pertanyaan tentang obat, atau Anda
mengalami gangguan akibat penggunaan obat,
segera konsultasikan dengan farmasis atau dokter.
Farmasis dapat menyampaikan ke dokter untuk
menentukan pengobatan yang lebih baik untuk Anda.
28

Penatalaksanaan
Perlu dilakukan pemantauan secara simultan dan
prospektif mengenai pasien, penyakit, dan terapinya
dengan parameter tertentu, dan kaitkan dengan hasil lab
Interaksi obat biasanya terjadi beberapa hari setelah
digunakan bersama-sama amati
Jika ada dua atau lebih obat yang diketahui berpotensi tinggi
untuk berinteraksi lakukan pemantauan ketat jika
terjadi gejala akibat interaksi sampaikan ke dokter
Kemungkinan tindakan: distop, disesuaikan dosis, diatur
cara pemakaiannya
29

Contoh kasus (TUGAS !!!)

Di apotek

Di RS

Seorang wanita datang ke

Pasien DS(50 th),

apotek Anda, untuk menebus

mendapatkan obat:

resep antibiotik rifampisin


1 x sehari selama 1 bulan.
Selain itu ia membeli pil KB
untuk kontrasepsi.

- glibenklamid
- cotrimoksasol
Interaksi obat potensial
yang terjadi efek

- Adakah interaksi obat yang

hipoglikemik meningkat

potensial terjadi?
- Informasi apa yang akan
disampaikan kepada pasien ?

Apakah yang akan Anda


lakukan jika menjumpai
30