Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS

Nama

: Fredy Ryan Z.

INDUSTRI

No Mhs

: 24749.

Industri Barang Konsumsi.


PT. Gudang Garam, Tbk (GGRM)
Analisis Porter.
Pemasok .
Untuk pemasok bahan baku utama rokok gudang garam bisa di katakan aman dan sangat
menjanjikan untuk waktu yang panjang dan berasal dari perkebunan tembakau dari Wates
jawa timur dan Temanggung Jawa Tengah. Untuk filter dan kertas sigaret (ambri) Gudang
Garamg masih mengandalkan impor dari Prancis.
Konsumen .
Pemakaian rokok di indonesia sangat banyak diminati oleh animo masyarakat yang sangat
tinggi buktinya harga rokok yang menjulang naik peminat tetap ada dan peminat tidak protes
terhadap kenaika harga tersebut . Data itu dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang
menyebut bahwa jumlah perokok di Indonesia adalah yang terbesar ketiga. Menurut catatan
dari WHO tahun 2008, 65 juta penduduk Indonesia menghisap sebanyak 225 miliar batang
rokok tiap tahunnya. Di satu sisi, hal ini merupakan sebuah pasar yang sangat besar bagi
industri rokok. Dengan 65 juta orang mengkonsumsi rokok, hal ini sama artinya dengan 28
persen dari penduduk Indonesia menjadi perokok. Menurut data Survei Sosial dan Ekonomi
Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik pada 2009, enam dari 10 rumah tangga termiskin
mengalokasikan pengeluarannya untuk rokok. Dan, sebanyak 68% rumah tangga di Indonesia
memiliki pengeluaran untuk membeli rokok
Persaingan Dalam Industri.
tahun 2000, industri rokok relatif stabil, hal ini terlihat dari jumlah perusahaan yang
jumlahnya berkisar 244 sampai dengan 247 perusahaan. Dari total industri rokok tersebut,
sebesar 84,6 persen terdiri dari industri rokok kretek (31420), sebesar 4,1 persen merupakan
industri rokok putih (31430), dan sebesar 11,3 persen dari industri rokok lainnya (31440).
Dilihat dari pertumbuhan, secara total industri rokok tumbuh rata-rata 3,2 persen per tahun.
Persaingan di industri rokok sekarang dipimpin oleh HM Sapoerna Pada kuartal I-2012,
pendapatan perusahaan ini naik sebesar 31,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,
sedangkan penjualan Sampoerna pada kuartal I 2012 mencapai Rp 15,4 triliun, meningkat
dibanding penjualan di kuartal I 2011 sebesar Rp 11,7 triliun. Untuk Gudang Garam menpati
posisi urutan ketiga dibawah PT. Djarum dengan tingkat produksi rokok perusahaan
mencapai 140 juta batang setiap hari. Gudang Garam juga mengalami kenaikan pendapatan
sebesar 21% di kuartal I 2012. Saat ini, kapasitas produksi Gudang Garam berkisar antara
7.000-10.000 batang per menit. Ini berarti, setiap hari produksi minimal sekitar 10.080.000
batang, atau maksimal sekitar 36 juta batang per hari.

Pemain Baru dalam Industri.


Pemain baru dalam industri rokok sangat banyak tetapi jika di lihat dari penjualan rokok
yang dihasilkan dari pendatang baru tersebut tidak terrlalu banyak , hal ini dikarenakan Para
pemain pemain lama yang meliputi Gudang Garam, Djarum, Sampoerna dan Bentoel sudah
mempunyai share yang besar dengan skala produksi mencapai jutaan hingga miliaran batang
per tahun. Dengan kapasitas produksi yang besar serta pencapaian sebuah learning curve
masing masing perusahaan sudah mencapai economics of scale dengan kapasitasnya
masing masing. Dengan demikian sulit bagi para pendatang baru untuk mengancam empat
perusahaan besar industri rokok di Indonesia saat ini. Hal ini diperkuat dengan tingkat
loyalitas pembeli yang cukup kuat pada rokok merek tertentu. karena kualitas rasa dan
racikan dari tembakau yang di produksi berbeda dan cara pengolahan rokok itu sendiri
bermacam macam dan sesuai selera.
Barang Pengganti.
Ada tetapi tidak terlalu potensial karena menggunakan rokok elektrik tapi rokok elektrik
penjualan sangat rendah dan hampir bisa dipastikan peminat rokok tersebut tidak ada .
Analisis Perusahaan.
Gudang garam merupakan salah satu produsen rokok paling sukses di Indonesia. Bersama
kompetitornya, PT. HM. Sampoerna, dari waktu ke waktu mereka berkompetisi dengapemain
asing, namun selalu tetap eksis. Surya Wonowijoyo, merupakan pendiri sekaligus pemilik
awal Gudang Garam, dari salah satu peletak dasar modernisasi industri rokok, sebuah
industry yang berperan besar dalam perekonomian makro.Selain menyerap tenaga kerja
dalam jumlah besar, produsen rokok merupakan penyumbang pendapatan Negara dari pita
cukai. Kini saham PT. Gudang Garam (Tbk) menjadi salah satu saham blue chip yang
diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta.
Tjoa Jien Hwie alias Surya Wonowijoyo lahir di Fukkien, Cina, pada tahun 1923.pada usia 3
tahun ia sudah bermigrasi ke Indonesia bersama keluarganya. Di Indonesia, mereka menuju
kota Sampang di pulau Madura. Sejak kecil, ia memang sudah bergelut dibidang industri
rokok. Ia smpat bekerja di pabrik rokok 93 milik pamannya, karena tidak puas, akhirnya
surya memutuskan keluar, namun keluarnya surya diikuti oleh 50 buruh lainnya. Ini
membuktikan bahwa ia memiliki pengaruh dan charisma kepemimpinan.
Pada usia 35 tahun, ia mendirikan perusahaannya sendiri, pabrik rokok Gudang Garam di
Kediri, Jawa Timur. Konon, pemberian nama Gudang Garam diperolehnya dari mimpi.
Berdiri pada tahun 1958, perusahaan ini kemudian berkembang pesat dengan 500 ribu
karyawan yang menghasilkan 50 juta batang kretek setiap bulan.Pada tahun 1966, Gudang
Garam sudah tercatat sebagai pabrik kretek terbesar di Indonesia. Surya meninggal pada
tahun 1985, tetapi hasil karyanya tetap segar bugar. Keuletan surya tidak sia-sia.Pada tahun
2001, Gudang Garam sudah memiliki 6 unit pabrik diatas lahan sekitar 3000 karyawan tetap.
Cukai rokok ia banyak dibayarkan dari Rp. 100 meiliar per tahun. Beberapa produk PT.
Gudang Garam diantaranya adalah Gudang Garam International, Surya 12, Surya 16, Surya
Slims, Surya Signature, Surya Profesional, Surya Pro Mild, Gudang Garam Nusantara,
Gudang Garam Nusantara Mild, Gudang Garam Merah, Gudang Garam Djaja, Nusa, Taman
Sriwedari dan Sigaret Kretek Filter Klobot.

Persaingan dalam industri dibentuk oleh pemain yang ada dan intensitasnya ditentukan oleh
banyaknya jumlah pemain. Jumlah pemain dalam industri rokok cukup banyak, namun
industri ini didominasi oleh HMS, Gudang Garam, Djarum, PMI, BAT Indonesiadan Bentoel.
Dengan komposisi tersebut, intensitas persaingan secara langsung terjadi pada pemain
dominan dimana masing-masing berupaya untuk meraih posisi market leader. Menurut
majalah SWA, pertumbuhan industri rokok sebesar -0,3% th 2006; 1,9% th 2007; dan
diramalkan 28% th 2008.
Faktor persaingan berbanding terbalik dengan profitabilitas. Saat persaingan semakin besar,
maka profitabilitas semakin kecil, karenanya pemain butuh usaha ekstra keras untuk
meningkatkan product differences dan brand identity.
KARAKTERISTIK PERUSAHAAN
Grup Gudang Garam juga masih mempertahankan karakteristiknya sebagai
perusahaan keluarga.Menurut Basri dan Eng (2004), PT Gudang Garam sebagai satu dari
empat perusahaan terbesar di Indonesia adalah pabrikan rokok sigaret terbesar di Indonesia,
dan perusahaan publik terbesar ke-dua di lantai Bursa Efek Indonesia. PT Gudang Garam
didirikan di Kediri Jawa Timur di tahun 1958 oleh almarhum Surya Wonowidjojo dan
kemudian dilanjutkan oleh putranya yang bernama Rachman Halim (meninggal dunia tahun
2008). Kepemilikan saham oleh keluarga Wonowidjojo mengalami penurunan, di tahun 1985
tercatat 94% saham perusahaan dimiliki oleh keluarga, menurun menjadi 80% di tahun 1996
dan terus menurun menjadi 76% di tahun 2000. Meskipun terus mengalami penurunan porsi
kepemilikan saham, PT Gudang Garam sebagai entitas bisnis tetap mempunyai kinerja yang
baik. Sampai dengan tahun 2004, PT Gudang Garam masih merupakan salah satu perusahaan
di Indonesia yang paling menguntungkan, terutama bila dilihat dari indicator imbal hasil atas
asset (ROA) dan imbal hasil atas ekuitas (ROE) yang masing-masing menunjuk angka lebih
dari 20% sampai 30%. Kinerja usaha ini juga diperlihatkan saat terjadi krisis ekonomi dan
periode setelahnya.
Ilustrasi dua perusahaan di atas menunjukkan keistimewaan perusahaan keluarga
dalam perekonomian suatu Negara.Sebagai perusahaan keluarga yang telah menjalani suksesi
masih tetap dan bahkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan.Bahkan beberapa perusahaan
keluarga berhasil menunjukkan kinerja terbaiknya saat periode krisis melanda suatu
Negara.Hal ini merupakan pendidikan ekonomi yang baik bagi masyarakat dunia usaha.
KINERJA PERUSAHAAN:
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat penurunan laba sebesar Rp196,853 miliar. Laba
perseroan per 30 Juni 2012 tercatat sebesar Rp2,128 triliun, dari sebelumnya Rp2,325 triliun
di periode yang sama di tahun sebelumnya.Laba usaha perseroan turun Rp123,795 miliar,
dari Rp3,170 triliun menjadi Rp3,046 triliun. Selain itu, perseroan juga mencatat penurunan
laba per saham dari Rp1.192 per lembar menjadi Rp1.092 per lembar.Salah satu penyebab
penurunan laba adalah karena pajak dan juga meningkatnya harga bahan baku.
Berdasar analisis diatas maka dapat ditemukan rata rata PER industri sebesar 10,1X, maka
dapat disimpulkan harga saham GGRM overvalued, yang dimana kemungkinan besar akan
terjadi penurunan harga saham GGRM, dan lebih disarankan untuk membeli saham
RMBAkarena PER yang dimiliki masih dibawah jauh rata-rata PER industri dan
kemungkinan mengalami kenaikan harga saham masih sangat memungkinkan.

Ringkasan transaksi di PT. Gudang Garam.

Laporan fundamental PT. Gudang Garam, yang diambil dari tahun 2010, 2011, dan
semester 1 2012.

Dari data diatas, harga saham di semester 1 2012 mengalami penurunan, , laba bersih juga
mengalami penurunan di semester 1 2012.

Perbandingan Rasio Dari Sektor Industri Rokok.

Berdasar analisis diatas maka dapat ditemukan rata rata PER industri sebesar 22.5 x,
diambil dari (PER GGRM + PER HMSP)/2, dibagi 2 karena PER yang dimiliki PMBA
bernilai minus (-), maka dapat disimpulkan harga saham SMGR masih bisa mengalami
peningkatan, karena PER yang dimiliki lebih kecil dari pada PER rata-rata industry yang
sama. Disarankan untuk membelinya.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Gudang Garam, mulai tanggal 1
September 2010 hingga 26 September 2012.

Dilihat dari data chart yang dimulai tangaal 1 September 2010 saham GGRM mengalami
kenaikan level harga 53220 di tanggal 6 September 2011, setelah itu saham GGRM bergarak
naik naik turun hingga pada 13 September 2012 berada pada level 47450.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Gudang Garam, mulai tanggal 1
September 2012 hingga 26 September 2012.

Untuk bulan September 2012 saham GGRM mengalami penurunan yang cukup drastic, yaitu
dari level harga 50350 menjadi 46950. Hal ini dikarenakan pada tahun ini PT. Gudang Garam
mengalami penurunan laba bersih yang berimbas pada turunnya harga saham, Untuk saat ini
lebih baik dilakukan pembelian saham, karena harganya turun.
Retrun Saham PT. Gudang Garam.
1000000000+( 46000-46350)

46350
= 21575.

INDUSTRI DASAR DAN KIMIA


Sektor Industri Semen.
PT.Indocement Tunggal Prakarsa.
Analisis Porter
Pemasok.
Untuk pemasok bahan baku utama semen indocement bisa dikatakan aman atau masih bisa
digunakan untuk jangka panjang, berdasar penelitian yang pernah dilakukan "Dengan tingkat
produksi seperti saat ini, yakni 17 juta ton per tahun, maka cadangan bahan baku di pabrik
Citeureup diperkirakan masih bisa untuk 80 tahun ke depan.
Konsumsi.
Menurut data dan informasi yang dikutip dari http//:www.bumn.go.id, Penjualan semen di
dalam negeri meningkat 15% pada semester I/2012 dibandingkan dengan pencapaian pada
periode yang sama tahun lalu, seiring dengan pertumbuhan sektor konstruksi Permintaan ini
diprediksikan akan terus meningkat seiring dengan adanya akselerasi pembangunan proyek
pemerintah yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia [MP3EI], konsumsi semen nasional tumbuh menjadi 48 juta ton per
tahun atau naik 17,7% dibandingkan dengan 2010. Pada 2012, industri ini diprediksi tumbuh
15% dengan produksi mencapai 54 juta ton. Produksi pada 2013 diprediksi mencapai 60 juta
ton. Namun, hingga saat ini kapasitas produksi baru 56 juta ton per tahun. Serta
embangunan jalan tol tahun 2010-2014 sepanjang 1.334 km yang membutuhkan anggaran US
Dollar 15,2 juta saja akan membutuhkan semen 4 juta ton selama periode tersebut
Persaingan dalam industri.
Saat ini persaingan pasar dalam industri semen masih dipegang semen Gresik, yaitu sekitar
45 % pasar domestik, yang sisanya dipegang oleh Indocement, Holcim Cement, Semen
Tonasa, Semen Baturaja, dan Semen Bosowa,
Pemain baru dalam indusri.
Diperkirakan akan ada satu pendatang baru di pasar semen nasional, yaitu Perusahaan asal
Thailand, Siam Cement Group segera merealisasi pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat,
pada akhir 2012 dengan investasi sedikitnya US$300 juta. Pabrik semen yang memiliki
kapasitas produksi sekitar 1,8 juta ton per tahun ini akan dibangun selama dua setengah
tahun.
Barang Pengganti.
Barang subtitusi untuk semen adalah lembaran baja ataupun menggunakan baja ringan, Tetapi
sekarang telah diteliti bahan sebagai pengganti semen adalah fly ash batu bara, adalah Abu
terbang batu bara adalah sisa hasil pembakaran batu bara.

Return PT. Charoen Popkhand Indonesia


42000000+( 3000-2900)

2900
= 14482,79
ANALISIS
Profil PT. Indocement Tunggal Prakarsa.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Perusahaan) didirikan di Indonesia pada tanggal 16
Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 227. Akta pendirian tersebut
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C22876HT.01.01.Th.85 tanggal 17 Mei 1985, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 946, Tambahan No. 57 tanggal 16 Juli 1985. Anggaran dasar Perusahaan telah
beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir dengan akta notaris Amrul
Partomuan Pohan, S.H., LLM No. 3 tanggal 3 Mei 2007 mengenai, antara lain, perubahan
batas-batas wewenang anggota dewan direksi Perusahaan. Perubahan ini telah dilaporkan
kepada dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum
(SISMINBAKUM) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.W7HT.01.04-7590 tanggal 29 Mei 2007.
Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1985.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan, antara
lain, pabrik semen dan bahan-bahan bangunan, konstruksi dan perdagangan. Saat ini
Perusahaan dan Anak Perusahaan bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi
pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap pakai, serta tambang
agregat.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Wisma Indocement Lantai 8, Jl. Jend. Sudirman Kav.
70-71, Jakarta. Pabriknya berlokasi di Citeureup Jawa Barat, Cirebon Jawa Barat, dan
Tarjun Kalimantan Selatan.
Usaha semen meliputi operasi dari dua belas (12) pabrik Perusahaan yang berlokasi di tiga
lokasi berbeda, yaitu sembilan pabrik semen terpadu di Citeureup Bogor, dua pabrik semen
terpadu di Palimanan Cirebon dan satu pabrik semen terpadu di Tarjun Kalimantan
Selatan, dengan jumlah keseluruhan kapasitas produksi sekitar 17,1 juta ton semen per tahun.
Usaha pabrikasi beton siap pakai dan tambang agregat meliputi operasi dari tiga anak
perusahaan.
Berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tanggal 2 Oktober 1989
yang diaktakan dalam akta notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H., LLM., No. 4, para
pemegang saham menyetujui, antara lain, penawaran umum kepada publik sebesar
59.888.100 saham.
Pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, Perusahaan dan Anak Perusahaan masing-masing
memiliki 6.433 dan 6.637 karyawan tetap (tidak diaudit).
Ringkasan kinerja PT, Indocement Tunggal Prakarsa.

Saham INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk) Kinerja Indo cement dalam 5 tahun terakhir
sangat kokoh dan tumbuh. Hingga kuartal ketiga tahun 2011, EPS masih tetap tumbuh 9%.
Pendapatan (penjualan) selama 5 tahun juga selalu meningkat. Rasio laba terhadap modal
(return on equity) tetap terjaga diatas 20%. Sedangkan rasio hutang terhadap modal (dept to
equity ratio) cukup rendah dan stabil. Secara fundamental, saham INTP sangat baik dan
memiliki prospek yang terus meningkat.
2011

2010

2009

2008

2007

Kuartal 3

Pertumbuhan EPS

+9%

+17%

+57%

+78%

+66%

Pertumbuhan pendapatan

+21%

+5%

+8%

+34%

+16%

Pertumbuhan laba operasi

+7%

+9%

N/A

N/A

N/A

Return
on
(ROE)Annualize

18%

25%

26%

21%

N/A

0,15

0,17

0,24

0,33

N/A

equity

Debt to equity ratio (DER)

Ringkasan transaksi di PT. Indocemet Tunggal Prakarsa.

Dari data transaksi diatas, harga saham INTP terus mengalami naik turun, yang didasarkan
pada data 1 minggu yang lalu hingga 6 bulan yang lalu.

Laporan fundamental PT. Indocemet Tunggal Prakarsa, yang diambil dari tahun 2010,
2011, dan semester 1 2012.

Laporan fundamental INTP menunjukan peningkatan pada laba perusahaan, maka dilihat dari
laporan fundamental tersebut PT. Indocemet Tunggal Prakarsa memiliki fundamental yang
bagus.

Perbandingan Rasio Dari Sektor Industri Semen.

Berdasar analisis diatas maka dapat ditemukan rata rata PER industri sebesar 19,2x, maka
dapat disimpulkan harga saham INTP dimungkinkan bisa mengalami peningkatan, disarankan
untuk membeli saham Indocement (INTP) karena PER yang dimiliki masih dibawah rata-rata
PER industri.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Indocement Tunggal Prakarsa, mulai
tanggal 1 September 2010 hingga 26 September 2012.

Dilihat dari data chart yang dimulai tangaal 1 September 2010 saham INTP mengalami
peunrunan hingga level harga 11350 di tanggal 23 September 2011, setelah itu saham INTP
bergarak naik samapi sengan lavel harga 20500 pada tanggal 13 September 2012.
Berikut ini adalah chart pergerakan saham PT. Indocement Tunggal Prakarsa, mulai
tanggal 1 September 2012 hingga 26 September 2012.

Dari chart diatas dapat diartikan, saat ini harga saham INTP mengalami kenaikan sampai
level harga 20500, kemudian turun kembali ke level harga 20350 pada tanggal 26 September
2012.
Return PT. Indocement Tunggal Prakarsa.
293000000+(20200-20100)

20100
= 14577.