PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Pendahuluan
Dalam proses produksi tenaga listrik sebuah pembangkit
thermal terdapat beberapa sistem yang harus diperlukan, sistem
tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya, sehingga apabila
salah satu sistim mengalami gangguan maka proses produksi
tenaga listrik akan terganggu diantara sistemsistem tersebut salah
satunya adalah :
Sistem Air Pendingin
Pada sistem itu sendiri terdiri dari beberapa peralatan
sebagai contoh di PLTU Gresik Unit 3-4 dalam sistem pendingin
terdiri dua sistem air pendinginan yaitu:
sistem pendingin air laut.
sistem pendingin air tawar.
Alat Bantu pada Sistem pendingin air laut adalah : Saringan
Pantai (coarse screen ), Bar screen, Traveling screen, Pompa CWP,
Saluraan (prees tunnel), Condenser, Pompa borter, CWHE dan valvevalve. Sedang sarana penunjangnya adalah Chloropac sistem,
Catodik perotection, ferrous injeksi, traprogge sistem serta Priming
vacuum pump.
Alat Bantu pada Sistem pendingin air tawar adalah : tanki air
penambah ( stand pipe ) Pompa air pendingin ( cooling water
pump ), CWHE, Pipa saluran, Pipapipa pendingin ( cooler ), valvevalve. Sedang sarana penunjangnya adalah Kurilec injeksi.
Setiap peralatan dalam sebuah sistem harus sesuai
dengan unjuk kerjanya agar dapat dicapai hasil yang maksimal,
sedang
untuk
menjaga
keandalan
peralatan
kita
harus
melaksanakan operasi dan maintenance secara baik dan benar,
berkaitan dengan hal tersebut operator sebagai pelaksana operasi
harus mengerti dan memahami betul filosofi serta SOP operasi dari
setiap peralatan yang menjadi tanggung jawabnya.
1
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Siklus Aliran air laut ( circulating water ) dan air Tawar (cooling
water )
Main Oil Cooler
Stand Pipe
Generator H2 Cooler
Boiler Feed Pump
Compresor
Sampling Rack
Fire Water
Make Up Water
Others
SWBP
CWHE
CONDENSER
B
Ke LAUT
CWP
SWBP
Gambar : 1 Siklus Aliran air laut dan air Tawar
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
I. Sistem Air Pendingin air Laut
Sistem air pendingin ( circulating water ) merupakan sistem
alat Bantu yang sangat penting dalam PLTU Gresik Unit 3-4 tanpa
pasokan air pendingin ke condenser, turbin sistem kondensasinya
tidak dapat dioperasikan, begitu juga di CWHE ( Cooling Water Head
Exchager ) air pendingin minyak pelumas bearing turbin, minyak
pelumas bearing pompapompa, pendingin H2 generator dan
pendingin peralatan mesin yang lainnya akan terganggu.
Sistem air pendingin ini harus dirancang sedemikian sehingga
dapat memenuhi operasi yang ekonomis dan andal pada unit
pembangkit. Rancangan sistem pendingin air laut ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan adalah:
a). Menjamin tersedianya air pendingin untuk keperluan PLTU
setiap waktu.
b). Kesiapan dan pengaturan jumlah air yang tepat untuk
menghasilkan efisien PLTU yang optimum pada semua
kondisi beban.
c). Penyediaan air yang stabil pada semua keadaan, tanpa
pengaturan.
d). Biaya investasi dan oprasinya rendah.
Jumlah dan temperatur air pendingin yang tersedia akan
menentukan efisiensi dan tidaknya sebuah unit PLTU itu sendiri,
contohnya vakum kondenser, tingginya temperatur bearing-bearing
pompa dan tingginya temperatur yang didinginkan oleh sistem air
pendingin tersebut. Banyaknya lokasi unit PLTU yang berada didekat
laut karena tersedianya sumber air pendingin yang sangat banyak.
Ditepi
sungai
atau
dekat
danau
dapat
juga
dengan
dipertimbangankan sebagai lokasi sebuah unit PLTU .
Dalam perhitungan biasanya untuk mengkondensasikan
uap 0,29 kg diperlukan air pendingin sekitar 0,45 kg.
3
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
PLTU 20 MW atau lebih kecil memerlukan sekitar 0,22 m 3 ( 50
gallon ) untuk setiap satuan tenaga listrik yang dibangkitkan 0,22
m3 / kwh.
PLTU 120 MW membutuhkan sekitar 0,17 m3 / kwh.
PLTU 200 MW membutuhkan sekitar 0,14 m3 / kwh.
Jumlah panas yang dibuang ke laut adalah sangat besar,
tetapi kerugian panas ini menjadi berkurang bila kapasitas unitnya
makin besar seperti diperlihatkan pada uraian diatas.
Adapun peralatan utama penunjang sistem air pendingin air laut
adalah sebagai berikut:
1. Saringan Air Pendingin (Intake screen).
2. Sistem pembersih Saringan
3. Pompa Air Pendingin Ciculating Water Pump ( CWP ).
4. Saluran Air Pendingin.
5. Condenser.
6. Sea Water Booster Pump.
7. Cooling Water Head Excharge.
8. Sarana Penunjang Lainnya.
I.1 Saringan Air Pendingin
Pada umumnya sistem penyaringan air pendingin dapat dilakukan
dalam tiga tahapan yaitu:
a). Saringan Pantai (coarse screen )
b). Saringan Kasar ( bar screen )
C). Saringan Putar ( Traveling screen ).
I.1a . Saringan Pantai .
Saringan yang berfungsi untuk memecah ombak dan menahan
kotoran besar yang akan masuk kedalam saluran air pendingin,
saringan ini terdiri balok-balok beton dan dipasang dengan jarah
beberapa meter dipinggir pantai agar kotoran besar tidak masuk
didalam saluran masuk air pendingin sebelum saringan kasar.
4
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
I.1b . Saringan Kasar ( bar screen )
Saringan ini juga disebut saringan pita terdiri dari batangan besi
yang disusun berjajar dengan tinggi dan lebar sesuai kontruksi
saluran masuk air pendingin, saringan ini dipasang sikat dan
kantong kotoran / sampah diputar oleh motor, kotoran atau sampah
yang menempel akan jatuh terkumpul pada tempat penampungan
yang telah disediakan, nantinya dibuang ke saluran pembuangan
sampah agar bar screen ini tetap bersih dan dipasang pada mulut
saluran masuk air pendingin sebelum saringan putar / traveling
screen.
Data Bar Sreen
Type
: Inclied bar screen with trash
Number
: 2 per unit
rake
Operation speed
High speed
: 3.0 ( m / min )
Low speed
:1.5 ( m / min )
Motor
Type
: Outdoor use , weather proof
Number
: 1 per unit
Capacity ( kw )
: 2.2 / 1.1 4 / 8 poles
Voltaage ( volt)
: 440
Fungsi :
Menyaring dan menahan kotoran / sampah sebelum air
masuk ke system pendingin.
Batasan operasi :
Difrensial water level 200 mm
: low speed
Difrensial water level 300 mm
: high speed
Setting timers
: setiap 4 jam
5
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Interlock :
Syarat - syarat start :
1. Automatic start by timer and differential water
level.
2. Semi auto contro switch operation.
3. Manual operation by bar screen or screnn lokal
panel.
I.1c. Saringan Putar ( Treveling screen )
Saringan ini juga disebut saringan pita ( band screen ) saringan
yang terdiri dari beberapa elemen penyaring yang membentuk
sabuk dan digerakkan oleh rantai dan roller, sedang kedalaman
runag saringan dan panjang pita tergantung dari perkiraan variasi
permukaan air laut. Bila saringan ini digerakkan / diputar maka
kotoran atau sampah yang menempel akan jatuh terkumpul pada
tempet penampungan yang telah disediakan, saringan ini dipasang
sebelum pompa air pendingin ( CWP ).
Data Traveling Sreen
Type
: Inclied bar screen with trash
Number
: 2 per unit
rake
Operation speed
High speed ( m / min )
: 3.0
Low speed ( m / min )
:1.5
Auotmatic start differensial head
(m)
: 200
Screen
Screen mesh and cloth gauge: 2.0 mm 0 , 10 square
open
6
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Motor
Type
: Outdoor use , weather proof
Number
: 1 per unit
Capacity ( kw )
: 2.2 / 1.1 4 / 8 poles
Voltaage ( volt)
: 440
Fungsi :
Menyaring kotoran / sampah sebelum air masuk ke system
pendingin.
Batasan operasi :
Difrensial water level 200 mm
: low speed
Difrensial water level 300 mm
: high speed
Setting timers
: setiap 4 jam
Interlock :
Syarat - syarat start :
1. Automatic start by timer and differential water
level.
2. Semi auto contro switch operation.
3. Manual operation by bar screen or ascreen lokal
panel.
I.I.2. Pembersih Saringan ( Wash Pump ).
Sistem ini dilengkapi oleh pemipaan yang diatur sedemikian rupa
disamping saluran pembuangan untuk kotoran keluar dan pompa air
bertekanan hingga 6 kg/cm agar kotoran / sampah cepat lepas dari
saringan dan terbuang ke saluran yang tersedia.
Data Wash Pump
Type
: Vertical, Mixed flow
Number
: 1 per unit
Capacity
( m3 / h )
: 300
7
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Dish Press (Kg/cm )
: 6.18
Motor
Type
: Outdoor use , weather proof
Capacity
( kw )
: 75
Voltage
(V )
: 440
Fungsi :
Membersihkan kotoran / sampah yang menempel pada bar
screen dan traveling screen sebelum air masuk ke sistem
pendingin.
Batasan operasi :
Wash water press low (under 2.8 kg/ ) wash pump stand
by start.
Wash pump lubricating water low pump stop
Automatic start by timer and differential water level.
Semi auto contro switch operation.
Manual operation by bar screen or screnn lokal panel.
Interlock :
Syarat - syarat start :
1. Wash pump start signal
2. Solenoid valve open.
3. flow relay on
4. Timer (timer up )
5.
Wash pump start
6. Timer ( timer up )
7. Solenoid valve Close.
I.3 Pompa Air Pendingin ( Circulating Water Pump ).
8
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Pompa air pendingin Circulating Water Pump ( CWP ) di PLTU Gresik
Unit 3-4 yang digunakan jenis pompa sentrifugal pompa pemasukan
tunggal dengan type aliran campuran, karena rumah pompa dapat
bervariasi sesuai kondisi setempat dan pompa ini sangat efisien
karena dayanya sebanding dengan besarnya keluaran artinya
keluaran rendah dayanya juga rendan begitu sebaliknya.
Akibat pemompaan akan timbul tekanan sehingga mengakibatkan
adanya kobocoran melalui poros pompa
untuk menghindari
kerusakan atau bagian lainnya maka Pompa CWP dilengkapi perapat
poros pompa berupa air bertekanan yang diambilkan dari discharge
pompa itu sendiri, selain berfungsi sebagai perapat juga sebagai
pendingin poros pompa.
1. Circulating Water Pump
Spesifikasi :
Pompa :
Type : Vertical, mixed flow
Capacity : 195 m3 / min
Total head : 9,5 m
Revolution : 370 rpm
Inching / starting current : 382 Amper
Motor :
Tegangan kerja : 4000 v
Capacity motor
: 400 kw
Fungsi :
Memompa air laut untuk mensuplay air pendingin di
condenser, cooling water head excharge
dan chloropacc
sistem.
Batasan Operasi :
Bearing Lubricating water flow > 30 liter per menit
CWP tidak bisa start apabila
Discharge valve posisi terbuka
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Bearing Lubricating water flow kurang dari
30
liter per menit
CWP akan trip dari over load dan over current.
CWP B akan trip bila generator lock out relat (86G)
kerja.
Interlock :
Syarat start :
1. Disharge valve posisi tertutup.
2. Bearing Lubricating water flow 30 liter/menit
Pompa akan automatic stop bila :
1. Electric trouble
2. CWP B akan trip bila generator lock out relay (86G)
kerja.
Catatan :
CWP beroperasi tidak normal jika terjadi kondisi
sbb :
Vibrasi peak peak.> 80
Current> 82 A
Gland temp high> 80C
Noise> 60 desibel
I.4 Saluran Air Pendingin
Pada PLTU Gresik Unit 3-4 sistem pemasokan air pendingin
menggunakan tiap unit dipasok melalui kanal masing-masnig
dengan cara ini pemeliharaan saluran air pendingin pada salah satu
unit tidak mempengaruhi unit lainnya sehingga unit lain tetap dapat
beroperasi yang lain over houle.
Namun pada saat akan menjalankan sistem air pendingin dari
kondisi kosong harus dilakukan dengan prosedure yang benar,
sebab bila tidak akan menyebabkan terjadinya water hummer atau
10
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
getaran pada saluran dengan kata llain udara terjebak yang bisa
membuat saluran pecah / bocor.
Intruksi Kerja manjalankan CWP pada saat saluran kosong adalan
Sebagai berikut:
Periksa
semua
manhole
pada
kanal
maupun
di
kondenser harus sudah terpasang rapat.
Aturlah semua valve di kondenser pada posisi yang
benar yaitu :
valve inlet kondenser buka 100%, outlet kondenser buka
30%, valve back wash buka 100% semua velve drain di
kondenser
tertutup,
semua
venting
di
kondenser
bukaan, inlet pompa boster coling water Heat Excharge
tertutup.
Pompa priming dalam keadaan siap dijalankan.
Buka venting di dalam saluran ( press tunnel ).
Tutup valve disch pompa CWP.
Yakinkan air sealing pompa dan motor CWP tersedia.
Jalankan salah satu pompa CWP.
Buka valve disch CWP perlahan-lahan ( 10 %, s/d 25%, ).
Bila air telah keluar dari venting di saluran tutup valve
ventingnya dan tutup valve venting di condenser bila
telah keluar air berarti water box dikondenser telah
penuh.
Pengisian
saluran
selesai
kemudian
atur
valve-valve
dikondenser sesuai kebutuhan.
I.5 Condenser.
Air laut di condenser hanya sebagai media pendingin dialirkan
didalam tube condenser dengan type two passes, reverse flow,
divided water box cara ini membuat condenser di PLTU Gresik Unit
3-4 sangat efisien dibanding type lain.
11
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Fungsi :
Mendinginkan uap bekas dari steam turbin, merubah fase
uap menjadi fase air yang digunakan sebagai air pengisi
boiler.
Spesifikasi :
Design absolut pressure
65
Water Velocity in tube
: 2 m / sec
mmHg.abs
Cleaness factor
85
Circulating water capacity
: 21.660
Circulating water inlet temperatur
: 30 C
Circulating water outlet tamperatur : 39.89 C
Total effective tube surfase
:10.590
: 35 m3
Hot well capacity
Batasan operasi :
Tekanan
condenser
tidak
boleh
menyebabkan
kebasahan condensasi uap turbin melebihi 12 %
( wetness 12% ).
Circulating water inlet / outlet temperatur
: 30C /
39.89C
Tekanan condenser
65
mmHg
Abs
Pengaman tekanan condensr :
Vacum 635 mmHg : Alarm vacuum low.
Vacum 572 mmHg : Turbin trip.
I.6 Sea Water Booster Pump.
Fungsi :
Memompa air laut dari intake chanel menuju cooling watyer
Heat Exchager ( sebagai media pendingin ).
12
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Spesifikasi :
Pompa
Capasity
: 20 M/min
Total head
: 14 M
Speed
: 975 rpm
Motor
Capasity
: 65 Kw
Votage / Current
: 440 Volt / 112 A
Frequensy
: 50 Hz
Batasan operasi :
* Temperaturgland pompa : 40 C.
* Temperatur Motor casing : 75 C
* Noise
: < 90 dB
* Diffential strainer High
: 0.21 Kg/cm
* Temperatur Grease motor : Room +55 C
* Temperatur Grease pompa
: Room +40 C
Syarat start Sea Water Boster Pump :
Power source SWBP sudah ada
Megger oke >2 m Ohm
Buka valve suction dan discharge SWBP (V7-11 & V715)
Tutup valve drain CWHE sisi air laut
Buka vent valve CWHE sisi air laut
Buka inlet valve CWHE sisi air laut (V7-17) 15 %
Tutup vent valve jika sudah keluar air laut
Buka penuh inlet valve CWHE (V7-17)
Buka valve seal SWBP
SWBP
bisa
di
jalankan
dari
CCR,
membuka outlet CWHE dilokal 50 %
13
bersamaan
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Interlock
SWBP bisa dijalankan bila CWP sudah jalan
SWBP B auto start bila SWBP A trip atau
sebaliknya
Ann.
Sea
water
strainer
diff.pressure
high
bila
diff.>0,21 kg/cm
(DPIS.1019-1A)
I.7 Cooling Water Heat Exchager.
Disini air laut dialirkan didalam tube cooling water heat
Exchager.
Fungsi :
Menurunkan temperatur air pendingin air tawar yang
digunakan oleh peralatan alat-alat Bantu unit.
Spesifikasi :
Number
: Two (2) sets per unit
Cooler duty (per)set
: 3.572 x 10.000.000
Kcal / Hr
Cleaness factor
: 85 %
Heat transfer
: 1844.4 x Kcal /M
Hr C
Batasan operasi :
* Total pressure drop
:4.0 maq
* Design temperatur
:43 C
* Design Pressure
: 3.6 Kg/cm
* Circulating water inlet temperatur
: 33 C
* Circulating water outlet tamperatur
C
I.8 Sarana Penunjang Lainnya.
14
35.98
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Disamping peralatan utama ada pula peralatan penunjang lainnya
pada sistem air pendingin air laut adalah sebagai berikut:
1. Sistem injeksi Cholopac.
2. Sistem injeksi Ferrous.
3. Sistem Cathodik Protection.
4. Sistem Bola Taprogge.
5. Pompa Priming vacuum.
Namun kesemuanya tidak kami bahas secara mendetail dan akan
dibahas pada materi berikutnya secara mendalam dan disini kami
urakan fungsi dari peralatan penunjang tersebut.
!.8.1 Sistem injeksi Cholopac.
Fungsi :
Memproduksi klorine dengan mengurai unsure air laut
menjadi klorine dengan system elektrolisa.
Na Cl + H2 O
Nao Cl + H2
Spesifikasi :
Generato ca[asity
50
kg/hr
6.25
Equivelent
klorine
Capasity each modul
kg/hr
Equivelent
klorine
Hydrostatistic press
: 100 psi
Hydraulic flow 8 modul Generator
: 40 m / Hr (176 gpm
)
Each Modul
: 5.0 m/Hr ( 22 gpm )
Cell Current / Cell Voltage
:181 Amps DC / 9.6
Volt DC
Rated Power (with 30C & 18 g/l chlorine sea water & 50
Kg/Hr
Prduction )
: 2900 Amps / 79 Volt DC
Batasan operasi :
15
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
* Tekanan condenser
tidak boleh menyebabkan
kebasahan
condensasi uap turbin melebihi 12 % ( wetness 12%
).
* Circulating water inlet temperatur
: 30 C
I.8.2 Sistem Injeksi Ferrous.
Fungsi :
Bahan kimia yang digunakan untuk menjaga agar tube-tube
kondenser tidak terjjadi korosi atau untuk melapisi tube-tube
kondenser.
Spesifikasi :
Number
Capacity
:2
(M3 / h)
: 1.5
Discharge pressure Kg/cm
: 2.0
Motor
Capacity / Volage ( Kw / V )
: ( 0.75 / 440 )
Solution Tank
: 5.5 m3 /h
Capasity
Agitator
Motor
: 2.2KW x 3 x 4P x 440
V
Batasan operasi :
* Tangki diisi serbuk ferrous sulfate sebanyak 5 sak
atau 100 kg dan air setelah itu diaduk oleh
agitator.
Injeksikan ke kondenser sisi A = 40%, sisi B = 40% dan
untuk CWHE sisanya yaitu 20 %.
I.8.3 Sistem Kathodik Protection.
16
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Fungsi :
Memproteksi
logam
dengan
membanjiri
logam
tersebut dengan elektron bebas, sehingga elekron logam itu
sendiri, tidak akan lepas ke lingkungannya. dengan demikian,
korosi logam dapat dihindari.
Spesifikasi :
Type
: Automatic electrical anti corrosion
Electrode
: Lead-silver alloy anode
device
Material
Number
: Lead- silver alloy
: 28 pcs
Service life
: 5 year
Batasan operasi :
* Tegangan output rectifier anode electrode + 1.5 v
s/d 3.5 v
* Zine electrode potensial katodik = + 0.45 s/d 0.7 V
V
1
V
2
Cu/CuS
O4
P/S
Arus
Anod
e
Loga
m
Ref
Elekton
Gambar : 2 ( Rangkaian Katodik Protection di Kondenser )
17
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
I.8.4 Sistem Bola Taprogge.
Fungsi :
Membersihkan
tube-tube
kondenser
dengan
bola-bola
secara sirkulasi.
Spesifikasi :
Type
: ball recirculation
Manufacture
: Taprogge GmbH
Number
: two (2) set/unit
Ball
Material
: Sponge rubber
Size (mm)
: 26 N
Number
1,000/1
charge
500
collector)
Motor
Capacity
: 4.0 KW
Voltage
: 440 V
Batasan operasi :
Ball
Cleaning
Condensor
dilaksanakan
routin
seminggu sekali.
Jumlah bola yang dipakai 400 biji sekali operasi untuk
satu sisi condensor
I.8.5 Priming Vacum Pump.
Fungsi :
Menghisap udara terjebak yang dibawa air laut dalam water
box kondenser dialirkan ke udara luar .
Spesifikasi :
Type
Water
automatic
18
sealed
type
with
fully
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
: ( nominal = 0.6 Nm3/ min) 136
Air suction capacity
at actual
Suction pressure temperature
Suction vacuum : 228.6 ( 9.0 in Hg.abs )
Seal water capacity
: 900 ( kg / h )
Seal water tank capacity : 0.08 ( m3 )
Motor
Capacity
: 7.5 ( KW )
Voltaage
: 440 ( V )
Batasan operasi :
* Priming vacuum pump start auto apabila level air
laut di water box nunjuk 4540 mm
Priming vacuum pump stop auto apabila level
air laut di water box nunjuk 5740 mm.
II. Sistem Pendingin air Tawar.
Sistem
pendingin
air
tawar
ini
hanya
mengandalkan
penyerapan panas oleh air laut di Cooling Water Heat Exchager
yang dirancang mampu menyerap panas dari 43.1 menjadi 38C
sehingga dapat memenuhi operasi pada unit pembangkit.
Adapun peralatan utama penunjang sistem air pendingin air tawar
adalah sebagai berikut:
1.
Tanki air penambah ( stand pipe ).
2.
Pompa air pendingin ( Cooling Water Pump )
3.
Cooling Water Heat Exchager ( CWHE ).
4.
Sea Water Booster Pump ( SWBP ).
5.
Sarana penunjang ( injeksi Kurilex ).
II.1 Tanki air penambah ( stand pipe ).
Spesifikasi :
Capacity : 40 m3
19
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Batasan Operasi :
Stand pipe level ann.high : NWL + 300 mm.
Stand pipe level ann low : NWL - 300 mm.
II.2 Cooling Water Pump
Fungsi :
Memompa air ke semua pendingin seperti minyak pelumas
bearing turbin, minyak pelumas bearing pompapompa,
pendingin udara komprosor, pendingin H2 generator dan
peralatan lain yang memerlukan.
Spesifikasi :
Pompa :
Type
: Horizontal , axial split
Case, double suction
Total head kg/cm g : 6.0 ( 40 m Head )
: 700 m3 / h
Capacity
Shaft horse power
: 96.29 KW
Speed
Motor :
: 1.500 s.s ( rpm ).
Tegangan kerja
: 440 V
Capacity
: 22 kw
Batasan operasi :
Ann. Discharge press. Low : 5,7 Kg/cm2
Ann Temperatur High
: > 38 C
Syarat start Cooling Water Pump :
Power source sudah ada
Megger oke > 2 m Ohm
Cooling water stand pipe level normal
Tutup drain valve CWHE sisi air tawar
Buka Vent valve CWHE sisi air tawar
Inlet valve CWHE (V6-9) buka 15 %
Valve suction & discharge Cooling water pump
dibuka
( V6-1 & V6-5)
20
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Bila vent sudah keluar air tawar segera ditutup
Inlet dan outlet CWHE sisi air tawar dibuka (V6-9
& V6-7)
Periksa dan buka seal untuk Cooling water pump
Cooling waterpump bisa dijalankan darim local.
II.3 Cooling Water Heat Exchager ( CWHE ).
Fungsi :
Menurunkan temperatur air pendingin yang digunakan oleh
peralatan alat-alat Bantu unit.
Spesifikasi :
Number
: Two (2) sets per unit
Cooler duty (per)set
: 3.572 x 10.000.000
Kcal / Hr
Cleaness factor
: 85 %
Heat transfer
: 1844.4 x Kcal /M
Hr C
Batasan operasi :
* Total pressure drop
:4.0 maq
* Design temperatur
:43 C
* Design Pressure
: 3.6 Kg/cm
* Circulating water inlet temperatur
: 33 C
* Circulating water outlet tamperatur
: 35.98
C
II.4 Sea Water Booster Pump.
Fungsi :
Memompa air laut dari intake chanel menuju cooling watyer
Heat Exchager ( sebagai media pendingin ).
Spesifikasi :
21
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Pompa
Capasity
: 20 M/min
Total head
: 14 M
Speed
: 975 rpm
Motor
Capasity
: 65 Kw
Votage / Current
: 440 Volt / 112 A
Frequency
: 50 Hz
Batasan operasi :
* Temperaturgland pompa : 40 C.
* Temperatur Motor casing : 75 C
* Noise
: < 90 dB
* Diffential strainer High
: 0.21 Kg/cm
* Temperatur Grease motor : Room +55 C
* Temperatur Grease pompa
: Room +40 C
II.5 Sarana penunjang Injeksi Kurilex .
Fungsi :
Menjaga air cooling water ( pendingin air tawar ) agar dapat
bekerja optimal dan peralatan yang digunakan tidak cepat
rusak.
Spesifikasi :
Chemical injection pump
Type
: Horizontal plunger type
Capacity
: 0,826 l / min
Disch.press.
: 7.0 kg/cm. Max
Chemical solution tank
Capacity
: 1.7 m3
22
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Number one
: (1) per two (2) units
Motor :
Type
: Totally enclosed fan cooled
Capacity
: 0.4 kw
Teg.kerja
: 440 V
Batasan operasi :
Ann, level tank Low : NWL 400 mm
III. Intruksi Kerja Sistem Air Pendingin
III.1. Circulating Water Pump ( CWP )
In Service CWP
Persiapan
-
Pastikan disch valve CWP A: V7-1 dan B: V7-7 kondisi full
close.
Buka valve strainer lubricating water CWP #3 A V7-52,V7-53
dan CWP B V7-55,V7-56.
Buka selenoid valve lubricating water :
CWP A V6-29, V6-30 & CWP B V6-32, v6-33.
Pastikan bahwa level minyak pelumas kondisi normal.
Hasil megger baik (minmal > 10 M Ohm ), breaker di MC /4.16
kv roll On.
Pelaksanaan
-
Start CWP dengan control Switch di BTG panel board CCR dan
pastikan:
Solonoid lube water buka auto ( SV-108 1A & SV 108-1B).
1 menit setelah di START CWP harus running.
Lampu indicator Merah nyala ( lampu hijau mati ).
Disch valve CWP membuka secara auto sampai full open.
23
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Tiada kebocoran pada pompa dan valve maupun
lubricating sistem.
Vibrasi, noise dan temp bearing upper / lower kiondisi
normal.
Setelah CWP normal operasi, atur pembukaan outlet
condenser masing-masing 65% ( tekanan 0.25 kg/cm.
Out Service CWP .
Persiapan
-
Turunkan beban 50% dari kapasitas maxsimem.
Tutup Suction valve SWBP chloropac plant:
CWP 3A : V7-500 & 3B V7-501 dan V7-502 & 4B V7503.
Pelaksanaan
-
Stop CWP dengan control Switch di BTG panel board CCR dan
pastikan:
Disch valve CWP menutup secara auto.
Solonoid lube water buka auto selama 4 menitsetelah itu
nutup lagi.
Setelah pembukaan disch valve < 10% motor CWP akan
stop auto.
Indicator di BTG panel CCR lampu hijau nyala ( lampu
merah mati ).
Setelah disch valve CWP nutup penuh lampu disch valve
hijau nyala.
Setelah CWP stop atur bukaan outlet valve condenser
65% / tek inlet condenser 0.25 kg/cm.
III.2. Sea Water Boster Pump ( SWBP )
Persiapan
24
UP GRK
-
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Pastikan bahwa bearing oil SWBP yang di inservice kan kondisi
normal.
Putar poros pompa dengan tangan pompa yang akan di
inservice kan.
Pastikan inlet dan outlet valve SWBP ( V17-11 / V17-12 dan
V17-15 / V17-16 )pada posisi buka penuh.
Keluarkan udara pada casing pompa dan outlet stainer
dengan vent valve.
Pastikan bahwa pompa CWP minimal satu pompa beroperasi.
Pada saat start atau change over koordinasi dengan CCR.
Pelaksanaan
-
Setelah persiapan telah dilakukan start SWBP yang akan di
inservice kan.
Pastikan disch press dan diff press strainer SWBP dalam
kondisi normal.
Stop SWBP yang akan di out service kan, buat laporan bila ada.
III.3. Back Wash Condenser.
Back Wash Condenser
Persiapan
-
Pastikan bahwa CWP jalan 2 pompa & line normal operasi.
Pastikan bahwa power supply untuk back wash valve dan
control normal.
Check tekanan vacuum condenser.
Koordinasi operator CCR dan lokal siap untuk melaksanakan
back wash.
Pelaksanaan Back Wash I
-
Pastikan selector switch posisi AUTO Cooling water outlet
valve V3 & V4 menuju kaposisi buka penuh.
25
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
-
Selama proses cooling water outlet valve buka penuh,
yakinkan tidak ada valve yang abnormal ( disch press arus
motor ).
Putar selector swtch pada posisi Back Wash I
Selama proses back wash I valve
yang operasi V1, V4 & V7 bekerja ber samaan, dimana
condenser inlet & outlet V1,V7 nutup dan water box
connecting valve V7 bukaa penuh.
Pastikan condenser back wash valve V5,V6 membuka penuh.
Setelah valve V5 & V6 buka penuh lampu indicator Back
Wash I nyala artinya proses back wash I sedang
berlangsung.
Catatan
Waktu back wash dilakukan selama 30 menit.
Sebelum melaksanakan back wash II selector switch ke
posisi normal.
Penormalan kembali Back Wash I
-
Posisikan selector switch ke posisi normal.
Yakinkan condenser back wash valve V5 & V6 kondisi
menutup.
Setelah valve V5 & V6 nutup, valve V1, V4 buka & V7 akan
nutup secara bersamaan ( interlock ).
Setelah proses diatas tercapai , lampu indicator normal akan
menyala.
Pelaksanaan Back Wash II tunggu vacuum normal kembali.
Pelaksanaan Back Wash II
-
Posisikan selector switch back wask pada posisi Back Wash
II.
Selama proses back wash II, yakinkan valve yang oprsasi V2,
V3 & V7 bekerja bersamaan dimana cooling water inlet dan
26
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
outlet valve V2, V3 menutup dan water box connecting valve
V7 membuka.
-
Pastikan bahwa condenser back wash valve V5 & V6 kondisi
buka.
Setelah valve V5 & V6 buka penuh lampu indicator back wash
II nyala berarti proses back wash II sedang berlangsung.
Pelaksanaan back wash II selama 30 menit dan setelah back
wash tercapai pindah switch ke posisi normal.
Penormalan kembali Back Wash II
-
Posisikan selector switch ke posisi normal.
Yakinkan condenser back wash valve V5 & V6 kondisi
menutup.
Setelah valve V5 & V6 nutup, valve V2, V3 buka & V7 akan
nutup secara bersamaan ( interlock ).
Setelah proses diatas tercapai , lampu indicator normal akan
menyala.
Bila vacuum condenser telah normal pindahkan selector
switch back wash
pada posisi Manual dan buka outlet condenser sisi A dan
sisi B masing masing 65%.
V7-7
A1
A2
B2
27
B1
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
V7-5
V7-3
V7-6
V7-8
V7-9
V7-9
To discharge canal
From CWP
Gambar : Condensor normal operasi
V7-7
a
A1
A2
B2
V7-5
V7-3
B1
V7-6
V7-8
V7-9
V7-9
To discharge canal
From CWP
Gambar : Condensor Back wash I
V7-7
A1
a
A2
B2
V7-5
B1
V7-6
28
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
V7-3
V7-8
V7-9
V7-9
To discharge canal
From CWP
Gambar : Condensor Back wash II
III.4. Cooling Water Pump
Persiapan
-
Pastikan hasil meger motor diatas tegangan nominal +1 M
Omh.
Pastikan suction pompa V6-1 / V6-2 posisi buka.
Disch valve A / B ( V6-5 / V6-6 ) buka throutle 50%
Periksa minyak pelumas pada bearing pompa, greise
motor( normal ).
Buka vent pd pompa kemudian tutup lagi pabila tak ada udara
pada line.
Pelaksanaan
-
Start Cooling water pump A / B .
Buka disch pompa pelan-pelan sampai 100%.
Periksa para meter-meter:
Suction pompa pressure 2.5 kg/cm.
Disch pressure 6 kg/cm.
Yakinkan Cooling water pump operasi normal.
Informasikan ke CCR pompa satu siap di stand bykan :
Throutle disch valve A /B V6-5 / V6-6 50%.
Matikan pompa cooling water pump salah satu.
Buka penuh disch valve A / B ( V6-5 / V6-6 ).
29
UP GRK
-
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Catatan:
o Press disch low < 5.6 kg/cm ( PS 92-12 ) ANN
o Disch press < 5 kg/cm ( PS 92-11 u/ pompa A /B ).
o Cooling water Temp > 38 C ( TS 92-12 ) ANN.
III.5. Cooling Water Head Excherge ( CWHE ).
Persiapan
-
Pastikan bahwa power supply untuk motor valve kondisi On.
Pastikan SWBP telah in service salah satu ( A / B ).
Tentukan Cooling Water Heat Exchanger yang di inservice ( A /
B ).
Pelaksanaan
-
Tutup valve drain sisi air laut yang akan di inservice kan V7316 & V7-317.
Buka valve vent air lautyang akan di inservice kan V7-338 &
V7-337.
Buka inlet air laut yang diservicekan V7-17 & V7-18 selama
15% dan tunggu sampai air laut keluar dari vent lalu tutup,
buka penuh inlet valve.
Buka outlet valve air laut CWHE yg di inservice dan tutup
outlet valve aair laut yg di out service kan V7-23 / V7-24
hingga masing-masing 25%.
Buka inlet valve cooling water CWHE yg di inservice kan V6-7 /
V6-8 dan outlet valve cooling water CWHE yg di inservice V6-9
/ V6-9 bersamaan.
Tutup inlet valve cooling water CWHE yg di out service V6-6 /
V6-8 dan outlet valve cooling water CWHE yg di out service
V6-9 / V6-9 bersamaan.
Tutup outlet valve air laut CWHE yg di out service V7-23 / V724 dari 25% ke 0% secara bersamaan dan buka outlet valve
30
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
air laut CWHE yg di in service kan V7-23 / V7-24 dari25 ke
50% (lampu indikator normal nyala).
-
Tutup inlet valve air laut CWHE yg di out service V7-17 / V7-18
hingga kondisi full close kemudian buka vent dan drainnya
sampai air laut habis.
V3
V1
To Canal
CWHE
Inlet sea water
V4
V2
Gambar : CWHE normal operasi
III.6. Back Wash Cooling Water Head Excherge
( CWHE ).
Persiapan
-
Pastikan bahwa power supply untuk motor valve kondisi On.
Pastikan SWBP telah in service salah satu ( A / B ).
Tentukan Cooling Water Heat Exchanger yang di inservice ( A /
B ).
Lampi indicator di panel nyala semua.
Pelaksanaan Back Wash:
-
Cos pindah dari Manual ke posisi Auto lampu indicator
nyala.
C O S pindak dari posisi Normal ke Back wash
Periksa sacara bersama:
V1 ( inlet sea water normal ) menutup dari 100% ke 0%
31
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
V2 inlet sea water reverse ) membuka dari 0% ke 100%.
V3 ( outlet sea water reverse ) membuka dari 0% ke 50%.
V4 ( outlet sea water normal ) menutup dari 100% ke 0%.
Back washing dilaksanakan selama 30 menit.
Pelaksanaan Penormalan :
-
C O S pindak dari posisi back wash ke Normal
Periksa sacara bersama:
V1 ( inlet sea water normal ) membuak dari 0% ke 100%
V2 inlet sea water reverse ) menutup 100% ke 0%.
V3 ( outlet sea water reverse ) menutup dari 50% ke 0%.
V4 ( outlet sea water normal ) membuka dari 0% ke 100%.
COS pindah dari Auto ke Manual
V3
To Canal
V1
Inlet sea water
CWHE
V4
V2
Gambar : CWHE Back washing
Catatan :
Jika temperatur inlet air laut < 33C CWHE operasi individu
Jika temperatur inlet air laut sekitar 33 s/d 36C CWHE
operasi paralel dua CWHE
Jika temperatur inlet air laut sekitar > 36C CWHE operasi
series/bertingkatl dua CWHE
Kecepatan air laut didalam tube dibatasi 2.0 m/s
32
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
III.7. Chloropac
Persiapan
CWP beroperasi satu atau lebih.
Persiapkan valve-valve berikut pada posisi buka.
V7-500,501,502,503 valve suplai air laut dari CWP
V7-504 inlet strainer dan V7-516 outlet strainer
V7-673 inlet pompa dan V7-522 outlet pompa
V7-673 inlet pompa dan V7-522 outlet pompa
V7-676 inlet header chloropac no 1 , V7-531 inlet chloropac no
1.
V7-534,536,538,540,542,544,546,548 valve inlet modul
V7-535,537,539,541,543,545,547,549 valve outlet modul
V7-582 valve vent modul, V7-588 valve inlet de-gas tank no 1
V7-682 inlet dozing pump dan V7-597 outlet dozing pump
V7-600 inlet LV-101 dan V7-603 otlet LV-101
V7-618,619,620,621 valve suplai chlorine ke CWP
3A,3B,4A,dan 4B
V7-616,617 valve header chlorine #3/4
Persiapkan valve-valve berikut pada posisi tutup
V7-528,530 valve connecting ke chloropac no 2 dan no 3.
V7-582 Valve vent modul , V7-583 Valve drain modul , 7-591
valve drain de-gas tank
Laksanakan pengukuran tahanan isolasi motor
SWBP,Hypochloritedosing pump,dan blower degas tank
Pelaksanaan Start
Start Sea Water Boster Pump
Start Blower Degas tank
33
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Tunggu sampai level Degas tank NWL, Start Hypochlorite
Dosing Pump
Masukkan power MC 4,16 KV di panel MCC dari posisi trip ke
posisi close lampu indikator merah nyala.
Posisikan on untuk Cell Safety Alarm Board di panel
Masukkan DC Power supplay, Rectifier diposiikan ke ON
ditandai dengan lampu merah nyala
Atur Arus DC dengan memutar knop variable resistor ( 57 R )
searah jarum jam sesuai dengan kemampuan Chloropac
sambil mengamati penunjukan ampere meter di panel.
Stop Clhoropac.
Turunkan arus DC sampai minimum dengan variable resistor
( 57 R ).
Rectifier di posisi OFF lihat lampu indikator hijau nyala.
Swicth OFF power untuk cell safety alarm board di panel
Matikan power MC 4,16 KV di panel MCC dengan mmindah
posisi close ke posisi trip lampu indikator hijau nyala.
Stop sea water boster pump, hypochlorite dosing pump &
blower de-gas tank.
Tutup valve V7 - 531 inlet chloropac no 1, Tutup valve V7 - 531
inlet chloropac no 1
Buka V7-582 Valve venting modul, Buka V7-583 Valve drain
modul dan
Buka V7-591 valve drain de-gas tank
Lakukan flushing modul generator hypochlorite dengan
menggunakan air tawar selama 15 menit
III.8. Injesi Ferrous
Persiapan
34
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Megger Motor Ferrous Injection Pump, Breaker motor sudah
ON.
Pastikan Ferrous Tank Sudah terisi penuh ( perhatikan level
glass).
Jalankan Agitator / aduk dengan udara agar ferrous bisa larut
dalam air.
Pelaksanaan
Buka suction valve Ferrous Injection Pump A / B (V7 - 84 atau
V7- 85).
Buka ( trotle ) discharge ferrous pump A / B ( V7 - 88 atau V7 89 ).
Jalankan Ferrous Pump dan atur tekanan pompa dengan
mengatur pembukaan discharge pump.
Amati penurunan level Ferrous Tank pada level Glass.
Setelah level tank turun 40 % pindahkan injeksi ke condensor
sisi B.
Buka V7 - 91 ( Condensor sisi B ) dan tutup V7 - 92 (Condensor
sisi A).
Injeksi Ferrous ke Condensor sisi B sampai level Tank turun 80
%.
Pindahkan Injeksi Ferrous dari Condensor B ke Cooling water
Heat Exchager.
Buka V7 - 93 ( sisi CWHE ) dan tutup V7 - 91 ( Condensor sisi B
).
Injeksi feroous ke CWHE sampai level tangki habis .
Pastikan pompa akan mati jika level ferrous tanki habis.
Flusing line:
Tutup Discharge valve Ferrous Pump A / B ( V7 - 88 atau V7 89 ).
35
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Tutup Suction valve Ferrous Pump A / B ( V7 - 84 atau V7 85 ).
Buka semua line injeksi ke Condensor A / B dan CWHE ( V7 91, V7 - 92, V7 - 93 ).
Buka V7 - 83 valve line flusing dari service water secukupnya (
agar service water pump tidak jalan 2 ).
Lakukan flusing selama 10 menit dan Lakukan flusing
selama 10 menit
III.9. Condenser
Inservice Condenser
Persiapan
-
Pastikan Main Hole condenser telah tertutup semua.
Pastikan bahwa salah satu CWP A / B telah beroperasi normal.
Pastikan bahwa breaker-breaker dibawah ini pada posisi ON:
-
Motor valve inlet condenser A / B ( V7-3 atau V7-4 )
Motor valve back washing condenser A / B ( V7-5 atau
V7-6 )
Motor valve water box conection V7-7.
Motor valve outlet condenser A / B ( V7-8 atau V7-9 )
Tutup drain valve water box condenser :
Condenser A ( V7-305 dan V7- 307 ), Condenser B ( V7-305
dan V7- 307).
Buka vent valve water box condenser :
Condenser A ( V4-561 dan V4- 563 ), Condenser B ( V4-562
dan V- 564).
Pelaksanaan
-
Buka motor valve inlet condenser yang akan di-inservicekan
15 %.
Tunggu vent condenser keluar air, selanjutnya tutup vent
valve tersebut.
36
UP GRK
-
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Buka motor valve inlet condenser yg di-inservicekan posisi full
open
Atur bukaan motor valve outlet condenser yg di-inservicekan
hingg 35% ( tekanan inlet condenser : 0.25 kg/cm ).
Buka valve condenser air Evacuation yg diinservicekan (V4662 & V- 663).
Aktifkan Cathodic protection water box condenser yg diinservicekan.
Start CWP satunya lagi A / B. Atur bukaan motor valve outlet
condenser yg diinservicekan hingga 65% ( tekanan inlet
condenser : 0.25 kg/cm).
Out service Condenser
Persiapan
-
Turunkan beban unit 50% dari kapasitas maximum.
Tutup valve condenser air Evacuation yg di-outservice ( V4662 / V4-663).
Matikan salah satu CWP A / B.
Kurangi pembukaan motor valve outlet condenser yg dioutservice hingga 35% ( tekanan inlet condenser 0.25
kg/cm ).
Amati penurunan tekanan vacuum condenser.
Pelaksanaan
-
Tutup motor valve inlet condenser yg di-out service ( V7-3
atau V7-4 )
Atur bukaan motor valve outlet condenser yg di-out service
35% s/d 65% ( tekanan inlet condenser 0.25 kg/cm ).
Tutup penuh motor valve outlet condenser yang dioutservicekan.
37
UP GRK
-
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Buka motor valve vent condenser yg di-outservicekan ( V9653 / V9-654).
Buka drain valve condenser yg di-out service ( V7-307 / V7308).
Jalankan sump pit pump condenser , usahakan leak detector
jangan tercelup air.
Matikan power cathodic protection untuk yg di-out service.
Matikan breaker
Inlet valve condenser yg di-out servicekan.
Outlet valve condenser yg di-out servicekan.
Condenser water box conection valve.
Condenser water box washsing valve yg di-out servicekan.
Pull Lock priming vacuum pump.
III.10. Sistem Bola taprogge
Persiapan
-
Periksa power supply ball cleaning system dan megger.
Masukkan bola tapproge sebanyak 400 biji kedalam ball
collector.
Isi air kedalam ball koector melalui valve V 7-33 / V7-37.
Periksa bola keadaan melayang dalam air kemudian ball
kolector ditutup.
Buka valve V7-33 / V7-37 kemudian buka valve vent V7-320 /
V7-22 dan tutup lagi setelah keluar air. Buka valve V7-32 / V736.
Pelaksanaan
-
COS ( cange over switch ) posisi manual.
A/B Ball screen posisi catching, A/B Ball circulation pump
dijalankan.
A/B Ball catching flap posisi circulation selama 60 menit.
Setelah 60 menit A/B ball catching flap diposisi collection.
38
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
-
A/B Ball catching flap posisi colection selama 30 menit
kemudian ball recirculation pompa matikan.
A/B Ball screen diposisi backwashing.
Untuk item no.4 ,5,6 kondisi sekarang pelaksanaan ball
circulation dibuat selama 30 menit dan collecting flap
collection selama 60 menit.
III.11. Injeksi Kurilek
Persiapan
-
Pastikan tersedianya larutan nitrous ( NO2) pada tanki injeksi
dalam jumlah yang cukup.
Pastikan cooling yang akan diinjeksikan.
Pastikan pompa sistem injeksi dapat berfungsi baik.
Pelaksanaan
-
Catat level tanki awal untuk perhitungan jumlah yg
dibutuhkan.
Buka valve injeksi untuk unit yang akan dilakukan injeksi.
Start pompa injeksi nitrous sesuai sistem pendingin yg akan
diinjeksi.
Periksa kerja pompa untuk memastikan bahwa proses injeksi
sesuai sasaran.
III.13. Priming Vacum Pump
Persiapan
-
Pastikan meger pompa diatas batas nominal (teg nominal + 1
M omh).
Selector switch pompa Priming vacuum posisi AUTO.
Pastikan koordinasi operator CCR dan lokal telah siap.
Pelaksanaan
-
Tombol push bottom On reset di EHCtset panel:
Lampu merah diEHC test panel reset nyala.
Lampu kuning di EHC test panel Lock out mati
Lampu hijau di EHC test panel Oil Trip mati.
39
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
UP GRK
Reset Ann Emergency governor over speed trip di turbin board.
III.8. Bar Screen dan Traveling Screen
Manual
Persiapan
-
Pastikan bahwa level air laut surut < 1 meter CWP by level.
Selector Bar Screen & Traveling Screen serta Wash pump
posisi local.
Pelaksanaan
-
Jalankan Wash pump dari panel local.
Nyakinkan lampu merah panel local nyala.
Periksa semua peralatan yang jalan normal.
Bila level air sudah kembali normal ( level > 1 meter ) matikan
Wash pump.
Kembalikan posisi selector di screen wash pump dari local ke
auto.
Start Auto
Persiapan
-
Pastikan bahwa setting timer mampu kerja ( buat sesuai
kebutuhan ).
Selector Bar Screen & Traveling Screen serta Wash pump
posisi auto.
Pindah posisi Wash pump sesuai routine ( salah satu Stand
by )
Pelaksanaan
-
Yakinkan Wash pump berjalan sesuai setting timer .
lampu merah panel local nyala.
Lampu merah panel screen wash pump nyala sesuai
posisinya.
Pastikan semua peralatan operasi secara normal.
40
UP GRK
PT PJB Unit Pembangkitan Gresik
Materi Pembekalan Operator Lokal
Materi : Sistem Air Pendingin
Pompa Wash pump mati secara auto sesuai setting timer.
Yakinkan bahwa lampu hijau di panel screen wash pump nyala
semua.
41