Anda di halaman 1dari 9

Introduction to Digital Communication

a. Blok Diagram Sistem Komunikasi Digital

Transmitter
:
Formatter
: Mengubah sinyal analog menjadi
sinyal digital
Source Encoder
: Kompresi data dengan
meminimalisasi bitrate rata-rata dan enkripsi data.
Channel Encoder : Menambahkan bit-bit redudansi
untuk deteksi dan koreksi error di receiver.
Modulator
: Menumpangkan sinyal digital ke
sinyal carrier berbentuk analog.

Receiver
:
Demodulator
: Memisahkan sinyal carrier
dengan sinyal info.
Channel Decoder : Koreksi dan deteksi error.
Source Decoder
: Dekompresi dan dekripsi
data.
Formatter
: Mengubah sinyal digital menjadi
sinyal analog.

b. Jenis Modulasi Digital


Amplitude Shift Keying (ASK)
Suatu modulasi dimana logika 1 diwakili dengan adanya
sinyal dan logika 0 diwakili dengan tidak ada sinyal. Modulasi ASK
merupakan modulasi yang paling sederhana, dimana sinyal carrier
dimodulasi berdasarkan amplitudo sinyal digital.

Blok Modulator :

Diagram Konstelasi

Banyaknya titik tergantung dari banyaknya simbol (M).

Blok Demodulasi

1. Sinyal ASK di deteksi oleh detektor selubung yang


prinsip kerja nya menyerupai penyearah (rectifier),
sehingga keluaran detektor selubung adalah bagian
positif dari sinyal ASK.
2. Untuk mendapatkan selubung dari keluaran detektor
selubung, diperlukan LPF untuk menghilangkan
komponen sinyal carrier dari sinyal tersebut.
3. Voltage Comparator mengembalikan bentuk pola data
ke pola digital dengan melakukan decision dan
regenerasi sinyal keluaran LPF.
Penerapan ASK
1. Infrared Remote Control Extender dengan
menggunakan modul IR-8510, TLP916A dan RLP916A.
Kelebihan dan Kekurangan
(+) Mempunyai bit perbauds (kecepatan digital) yang
tinggi.
(-) Sangat sulit untuk menentukan level sinyal yang
tetap, pada saat ditransmisikan jarak jauh
kemungkinan akan terkena distorsi dan redaman.

Frequency Shift Keying (FSK)


Modulasi frekuensi di suatu informasi digital.
Blok modulator :

Inverter pada bagian bawah berperasn sebagai


pengubah, jika input 1 maka keluarannya 0. Multiplier
berfungsi sebagai saklar/switch yang berhubungan
dengan pembawa agar berada pada kondisi on atau off.
Jika simbol yang ditransmisi 1 maka upper channel (jalur
yang atas) on, lower channel (jalur yang bawah) off. Jika
bit yang ditransmisi 0 maka upper channel off, lower
channel on. Sehingga keluaran modulator merupakan
perpaduan dari dua buah carrier yang berbeda frekuensi.
Diagram Konstelasi

Blok Demodulasi :
Output dari BPF akan seperti sinyal ASK, sehingga
dapat di demodulasi dengan Asynchron (envelope).
Decision Berfungsi untuk memilih dua output
envelope/detektor selubung yang paling mirip dengan
sinyal info. Decision juga membentuk sinyal
gelombang menjadi sinyal kotak.

Penerapan FSK
1. Digital Enhanced Cordless Telecommunication (DECT),
membuat sistem telepon tanpa kabel.
2. AMPS, teknologi mobile telepon generasi pertama
masih menggunakan FDMA.
3. CT2, standar telepon tanpa kabel.
4. ERMES, sistem radio paging eropa.
5. Land Mobile Radio System (LMRS).
6. Modem.
Kelebihan dan Kekurangan
(+) Memudahkan proses demodulasi, kemungkinan error
rate nya kecil.
(-) Hanya bisa diaplikasikan di komunikasi data dengan
bitrate yang rendah.

Phase Shift Keying (PSK)


Pada modulasi PSK fasa dari sinyal gelombang pembawa
berubah-ubah sesuai dengan perubahan sinyal digital (informasi)
sedangkan frekuensi dan amplitudo yang sama. Modulasi fasa ini
memiliki variasi PSK yang berbeda tergantung dari fase yang
memodulasinya, yaitu BPSK, 8-PSK, 16-PSK, QPSK.
Blok Modulator

Gambar blok modulator diatas disebut dengan Balanced


Modulator. Frekuensi pembawa akan berubah fasa
tergantung dari pulsa input. Modulator tersebut memiliki
dua input, sinyal carrier yang dihasilkan oleh osilator yang
memiliki frekuensi dan amplitudo yang tetap, dan sinyal
informasi dalam bentuk digital (biner). Jika input 0 sinyal
pembawa akan tetap pada fasa nya, jika input 1 sinyal
pembawa akan membalik fasa sebesar 180 derajat.

Diagram Konstelasi

Blok Demodulasi

Keluaran dari balanced modulator akan melewati filter


untuk memblock sinyal DC. PLL berperan untuk mengubah
sinyal analog menjadi sinyal kotak (digital). Kemudian
frekuensi divider akan mereduksi frekuensi pada sinyal
kotak yang mirip dengan frekuensi sinyal carrier. Setelah
itu sinyal kotak dikirim ke dalam blok phase shift untuk
menyesuaikan fase agar analog switch dapat dikontrol.
Keluaran dari analog switch akan masuk ke dalam blok
rectifier dan komparator untuk membentuk sinyal seperti
pada demodulasi ASK.

Penerapan PSK
- Cordless Telephone
- Fax Machine
- Modem Komputer

Kelebihan dan Kekurangan


(+) BPSK : Menggunakan format yang sederhana,cocok
untuk transmisi data dengan kecepatan tinggi.
(+) QPSK : Dapat mentransmisikan dua bit per simbol
(-) BPSK : hanya dapat mentransmisikan 1 bit persimbol.

Quadrature Amplitude Modulation (QAM)


M-QAM (M-ary Quadrature Amplitudo Modulation) merupakan
salah satu teknik modulasi digital multi level yang saat ini banyak
digunakan pada system komunikasi. Hal ini disebabkan karena
konstelasi sinyal M-QAM yang tidak begitu rapat, bila dibandingkan
dengan system modulasi lainnya, misalnya dengan system M-ary
Quadrature Phase Shift Keying (M-QPSK). Pada komunikasi nirkabel,
penggunaan M-QAM dapat ditemui pada system pengkodean dan
modulasi Worldwide Interoprability for Microwave Access (WIMAX)
sebagai salah satu teknik modulasi subcarrier Orthogonal Frequency
Division Multiplex (OFDM).

Blok Modulator

Pada proses modulasi M-QAM, aliran bit-bit pertama kali dipetakan dengan
Gray Mapping (Gray Coding) ke dalam koordinat konstelasi sinyal biner In Phase
(1) dan Quadrature (Q). Sinyal hasil modulasi M-QAM dapat dinyatakan ke dalam
persamaan :
Sm (t) = Am I cos + j Am

sin

dimana sudut phase dapat diperoleh dari :


= .t = 2fct
dan amplitude sinyal (Am) dapat dinyatakan sebagai :

Am=

2. Em (t)
T

dengan Em(t) adalah energy sinyal, m = 1, 2, . M, dan 0 t T


M adalah jumlah multilevel modulasi atau jumlah maksimum data pada
M-QAM dalam bentuk urusan bit. Untuk system modulasi 4-QAM dapat
dikirimkan data dalam biner, sedangkan untuk 64-QAM dapat dikirimkan 64 data
dalam biner. Jumlah untaian biner yang dapat merepresentasikan data disebut
dengan ukuran konstelasi bit, disimbolkan dengan k, dan dapat dinyatakan
sebagai :
K = log

Dengan Am selain sebagai amplitude sinyal, juga dapat mempresentasikan


jumlah maksimum data yang dikirimkan mengikuti persamaan :

Am = 2m 1 M

Diagram Konstelasi

Blok Demodulasi

Pada proses demodulasi M-QAM, aliran sinyal-sinyal analog akhirnya


dikembalikan men jadi sinyal-sinyal biner dengan menggunakan Gray Mapping
(Gray Coding). Pemetaan sinyal pada modulasi M-QAM dengan Gray Mapping
(Gray Coding) dapat dilakukan dengan mengkombinasikan sisi tegak (Quadrature
= Q) dan sisi sudut (In-phase = I) konstelasi sinyal. Angka-angka yang secara
umum digunakan untuk menyatakan nilai Am Q sebagai sisi tegak Q dan nilai AM
I sebagai sisi sudut I adalah konstanta d.
c. Kelebihan dan kekurangan Modulasi Digital
Kelebihan :
1. Mampu mengirimkan data dalam bentuk kodebinary (0 dan 1).
2. Mampu mengirimkan data lebih cepat dengan kapasitas yang
lebih besar.
3. Memiliki tingkat kesalahan yang kecil
4. Data akan untuh dan akan lebih terjamin pada saat dikirimkan.
5. Lebih dtabil dan tidak terpengaruh cuaca.
Kekurangan :
1. Mudah error
2. Bila terjadi gangguan maka sistemnya lngsung berhenti.

d. Konsep Bit Error Rate (BER)


Bit error rate adalah suatu rumusan kesalahan laju bit (bit error)
yang terjadi selama pentransmisian data antara terminal pengirim dan
penerima. Caranya dengan membandingkan antara data masukan total
yang dikirim dengan jumlah data keluaran yang rusak.