Anda di halaman 1dari 10

K3 SERING DIABAIKAN

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |1

Judul Modul:

Basic LK3

No modul : OTDP SK02

Disusun oleh:
Bayu Dwiantoro

Disetujui oleh:
Welky Yozval

Direview oleh:
Tim LEAD PT SMART Tbk. Downstream
Jakarta

For internal purposes


Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |2

Daftar Isi

1. Tujuan
2. Pengertian K3
3. Tujuan K3
4. Definisi
5. Jenis jenis Bahaya
6. Faoktor Penyebab Kecelakaan Kerja dan Pencemaran Lingkungan
7. Prinsip Dasar Penerapan LK3
8. Kecelakaan
9. Sikap Manusia
10. Flow Penyebab Kecelakaan Kerja
11. Piramida Kecelakaan Kerja
12. Hierarki Pengendalian Resiko
13. Peran Karyawan
14. General EHFS Rules
15. Basic Beliefs dan Responsibility

Daftar pustaka

Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |3

1. Tujuan
Pengetahuan dasar LK3-Lingkungan & K3 untuk menciptakan kondisi kerja yang
aman. nyaman dan sehat.

Upaya mencegah terjadinya kecelakaan dan kerusakan alat yang diakibatkan oleh
tindakan dan kondisi berbahaya di tempat kerja.

Menciptakan Budaya LK3 Di PT. SMART Tbk- Downstream.

2. Pengertian K3
2.1.Menurut Filosofi
K3 adalah Pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan

2.2.Menurut Keilmuan
K3 adalah Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah
kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan, penyakit akibat kerja
(ACCIDENT PREVENTION)
3. Tujuan K3
Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja .

Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien.

Menjamin proses produksi berjalan lancar.

4. Definisi
4.1.Danger
: Merupakan tingkat bahaya dari suatu kondisi
bilamana terjadi accident.
4.2.Safe
: Suatu kondisi suatu kondisi sumber bahaya yang
telah terindentifikasi dan telah dikendalikan ke tingkat yang
memadai.
4.3.Pencemaran
: Masuk atau dimasukkanya makhluk hidup,
zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup
oleh kegiatan yang melebihi baku mutu lingkungan hidup yang
telah ditetapkan.
Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |4

4.4.B3 : Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi,


dan/atau komponen lainnya yang karena sifat, konsentrasi,
dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak
langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan
hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan
serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.
4.5.Keselamatan
: Mengendalikan kerugian dari kecelakaan
(control of accident loss) dan kemampuan untuk
mengidentifikasikan dan menghilangkan (mengontrol) resiko
yang tidak bisa diterima (the ability of identify and eliminate
unacceptable risks)
4.6.Incident
kerja.

: Suatu bahaya yang akan menimbulkan kecelakan

4.7.Accident
kerja.

: Suatu bahaya yang sudah menimbulkan kecelakaan

5. JENIS JENIS BAHAYA


5.1.Bahaya Fisik (Physical Hazard) :
Permukaan licin dan tidak rata.
Bekerja di ketinggian.
Kejatuhan benda dari atas.
Terjepit, terlilit, terbakar dan bahaya lain timbul dari alat.
Bahaya transportasi jalan raya maupun di lokasi kerja.
Kebakaran dan ledakan.
Energi berbahaya seperti listrik, radiasi, kebisingan atau getaran.
Temperatur yang tidak nyaman.
5.2.Physical Ergonomic :
Posisi duduk salah.
Pergerakan yang sama terus menerus.
Desain yang kurang baik.
Tata ruang yang kurang baik.
Membungkuk berlebihan.
Cara mengangkat tidak tepat.
Desain peralatan yang kurang baik.
5.3.Environmental - Ergonomic :
Penerangan yang kurang.
Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |5

Ventilasi yang kurang.


Pengontrolan temperatur yang kurang baik.
Pengaturan kelembaban yang kurang baik.

5.4.Bahaya Kimia (Chemical Hazard) :


Menghirup uap, gas atau partikel bahan kimia berbahaya.
Kontak dengan bahan kimia berbahaya.
Tertelan bahan kimia berbahaya.
Bahan kimia Eksplosif, Flammable,Korosif dan Toksik.
5.5.Bahaya Biologi (Biological Hazard) :
Serangan virus atau bakteri.
Tertular virus atau bakteri.
Sengatan binatang.
Gigitan binatang berbisa.
5.6.Bahaya Psikososial (Psychosocial Hazard) :
Beban kerja yang berlebihan.
Komunikasi yang kurang.
Kekerasan fisik di tempat kerja.
Pelecehan dan intimidasi.
6. FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN.
Hubungan antara tenaga kerja dan bahan dapat mengakibatkan gangguan pada
KESEHATAN.
Hubungan antara tenaga kerja dan alat dapat mengakibatkan pengaruh ke
KESELAMATAN.
Hubungan antara bahan dan alat dapat mengakibatkan pengaruh ke
LINGKUNGAN.
7. PRINSIP DASAR PENERAPAN LK3
7.1.Hazard
Risk Assesment identifikasi
Analisa Potensi Bahaya
7.2.Control
Tindakan Pengendalian Bahaya
8. KECELAKAAN
8.1.Kecelakaan Kerja
: Kecelakaan yang terjadi
di dalam lingkungan pekerjaan (di dalam pabrik)
8.2.Kecelakaan dalam Hubungan Kerja: Kecelakaan
yang terjadi pada saat perjalaan ke kantor atau
Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |6

pulang ke rumah dari kantor dengan rute yang


biasa dilalui dan kecelakaan yang terjadi pada
saat dinas luar.
8.3.Kecelakaan Diluar Hubungan Kerja : Kecelakaan
yang terjadi diluar 2 hal diatas.
9. Sikap Manusia yang menyebabkan kecelakaan kerja/pencemaran (Human Error)
Terburu-buru
Sembrono
Suka Merusak
Menghindar dari Kerumitan
Tidak Ada Perhatian
Jalan Pintas
Salah Anggapan
Salah Pengertian
Salah Operasi
10. Flow penyebab kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan
10.1. Kerugian
10.1.1. Manusia
10.1.2. Peralatan
10.1.3. Material
10.1.4. Lingkungan
10.2. Insiden
10.2.1. menabrak/bentur benda diam/bergerak
10.2.2. terpukul/tabrakoleh benda bergerak.
10.2.3. jatuh dari tempat yang lebih tinggi
10.2.4. jatuh dari tempat yang datar
10.2.5. tusuk, jepit, cubit benda runcing
10.2.6. terjepit, tangkap, jebak diantara objek besar
10.2.7. terpotong, hancur, remuk.
10.2.8. listrik, kimia, radiasi, panas, dingin.
10.2.9. terlalu berat, cepat, tinggi, besar
10.2.10. kegagalan mesin, peralatan
10.2.11. masalah pencemaran
10.3. Penyebab Langsung
10.3.1. Perbuatan yang tidak aman
10.3.2. Kondisi yang tidak aman
10.4. Penyebab Dasar
10.4.1. penyebab pribadi
10.4.2. Faktor Kerja
10.5. Lemahnya Kontrol
10.5.1. Program tidak sesuai
10.5.2. Standard tidak sesuai
10.5.3. Kepatuhan terhadap Standar
11. Piramida Kecelakaan Kerja
Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |7

Untuk kecelakaan kerja terdapat tingkatan dalam kecelakan tersebut yang dapat
di gambarkan dalam piramida kecelakaan kerja berikut.

Gambar 1. Piramida Kecelakaan Kerja


12. Hierarki Pengendalian Resiko
12.1. Eliminasi
12.2. Subtitusi
12.3. Rekayasa Engineering
12.4. Administrasi
12.5. APD
13. Peran karyawan dalam upaya menanggulangi kecelakaan dan pencemaran.
13.1. Secara Indidual
13.1.1. Menumbuhkan kesadaran bahwa EHFS adalah tanggung jawab setiap
individu
Lakukan safety untuk keluarga dan orang orang yang dicintai
Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |8

13.1.2. Aktif dalam P2K3L [Panitia Pembina Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan]
Jika sebagai anggota safety committee _P2K3L diharapkan untuk
berpartisipasi aktif dalam kegiatan P2K3L,
13.1.3. Memakai APD standard [Helm, Safety Shoes] dan mematuhi peraturan
umum LK3 [minimal]
Disiplin memakai APD
13.1.4. Melaporkan kepada atasan atau personil EHFS atau anggota P2K3L jika
melihat kondisi atau perilaku yang berbahaya
Menimbulkan rasa keperdulian terhadap kondisi berbahaya untuk keamanan
dan kenyamanan bersama- ownership program

13.2. Team Work Unit Kerja


13.2.1. Menerapkan Housekeeping di tempat kerja
Housekeeping merupakan praktik safety yang paling sederhana, kecelakaan
dan pencemaran akan berkurang 50% jika menerapkan housekeeping/5R1S
dengan benar.
13.2.2. Mematuhi prosedur dan standard LK3 yang telah ditetapkan
Disiplin mematuhi aturan kerja [SOP, standard],

13.2.3. Memperbaiki sesegera mungkin terhadap kondisi dan tindakan berbahaya


di tempat kerja
Minimalisasi unsafe action dan unsafe condition
13.2.4. Melakukan identifikasi resiko di tempat kerja secara rutin
Identifikasi resiko di tempat kerja merupakan alat bantu untuk menetapkan
suatu tingkat bahaya dan program pencegahannya.
14. General EHFS Rules
Terdapat 26 General EHFS rules yang harus diikuti oleh semua pihak, baik itu
tamu maupun karyawan. Berikut adalah 26 General EHFS rules tersebut :
14.1.
Ingat: Mesin tidak bisa berpikir, Anda yang harus proaktif untuk melakukan
pencegahan kecelakaan.
14.2.
Jika anda tidak mengerti, tanyakan pada rekan kerja atau pengawas
anda. Jangan melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak anda kuasai.
14.3.
Berjalanlah dalam melakukan pekerjaan anda, tidak usah berlari.
14.4.
Jika mengangkat benda jangan membungkuk/ mempergunakan beban
punggung tetapi bertumpulah pada paha. Jika perlu mintalah bantuan pada
pengawas.
14.5.
Perhatikan dan pahami lingkungan kerja anda. Berhati-hatilah pada
peralatan yang sedang bergerak.
14.6.
Laporkan segera setiap kecelakaan kerja pada pengawas/atasan, tidak
peduli sekecil apapun kecelakaan yang terjadi.
Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream

O P E R AT O R T E C H N I C I A N
DEVELOPMENT PROGRAM (OTDP)
Hal |9

14.7.
Patuhilah peraturan keselamatan dan kesehatan kerja [K3] dan jangan
melakukan tindakan berbahaya.
14.8.
Jangan masuk ke dalam tangki kosong atau tempat penyimpanan tanpa
didampingi team.
14.9.
Merokok hanya pada tempat yang telah diizinkan. Jangan membawa
korek api atau pemantik api .
14.10.
Setiap mesin atau peralatan yang berputar harus dilengkapi dengan
pelindung keselamatan [safety guard] dan jangan memindahkan alat pelindung
keselamatan mesin tersebut.
14.11.
Rambut panjang harus terlindungi/tertutup untuk mencegah terjebak
dalam putaran mesin.
14.12.
Kotak listrik [panel/box] harus dalam keadaan tertutup dan hanya petugas
berkompeten yang melakukan pemeriksaan.
14.13.
Lindungi tangan/ jari anda dan jangan mempergunakan cincin (perhiasan)
disekitar alat-alat yang sedang bergerak.
14.14.
Lindungi tangan anda dari mesin-mesin. Pergunakan rambu Log Out/Tag
Out jika melakukan perbaikan.
14.15.
Lindungi mata anda, gunakan kaca mata debu atau alat pelindung lainnya
jika diperlukan.
14.16.
Ingat: Tempat kerja bukan area bermain. Berhati-hatilah dan jangan
bertindak ceroboh.
14.17.
Berhati-hatilah pada kendaraan atau object yang sedang bergerak.
14.18.
Laporkan segera jika menemukan kondisi atau perilaku yang berbahaya
pada pengawas atau atasan anda.
14.19.
Gunakan pakaian yang berkancing dan penutup yang sesuai untuk
menghindari tersangkut atau terjebak dalam putaran mesin.
14.20.
Area kerja harus selalu bersih.
14.21.
Jika bekerja diatas ketinggian 1.8 meter harus mempergunakan sabuk
pengaman [safety belt].
14.22.
Gunakan selalu Alat Pelindung Diri.
14.23.
Minuman yang mengandung alkohol tidak diperbolehkan selama bekerja.
14.24.
Berjalanlah pada jalur orang dan jangan berdiri atau melintas dibawah
object yg berbahaya.
14.25.
Sebelum melakukan pekerjaan pastikan kondisinya aman dan segera
laporkan ke atasan/supervisor jika ditemukan kondisi berbahaya.
14.26.
Jangan melakukan pekerjaan panas/menimbulkan api [pengelasan,
gerinda, solder] sebelum mendapatkan izin dari personil yang berwewenang.
15. Basic Beliefs dan Responsibility
15.1. Basic Beliefs
Semua Kecelakaan/Pencemaran Bisa Dicegah
Semua Kecelakaan/Pencemaran harus segera dilaporkan
15.2. Responsibility
Setiap Manager, Supervisor, Team Members, dan atau Karyawan bertanggung
jawab terhadap pengelolaan Lingkungan dan K3 di masing-masing area
kerjanya.

Copyright 2013 Learning & Development (LEAD) PT SMART Tbk. Downstream