Anda di halaman 1dari 61

MATERI PERKULIAHAN

Metode Elemen Hingga (TS-4035)


Dosen : Ben Novarro BB, ST., MT.

METODE ELEMEN HINGGA


SEJARAH PERKEMBANGAN

Hremmkoff dan Mc Henry (1940-an) menggunakan susunan


rangka elemen satu dimensi batang dan balok bagi penyelesaian
tegangan dalam benda padat kontinum.
Courant (1943) melakukan kajian solusi tegangan dan bentuk
irasional,Dia memperkenalkan fungsi bentuk atau fungsi
interpolasi precewise elemen segitiga dan segiempat subregion
yang dirakit menjadi system global struktur sebagai cara
memperoleh solusi numeric.
Levy (1947) mengembangkan metode gaya atau cara
fleksibilitas, kemudian.
Levy (1953) dia memperkenalkan cara lain yang disebut metoda
perpindahan atau metoda matrik kekakuan

BAHASAN

Rangka Bidang (Plane Truss)


Rangka Ruang (Space Truss)
Portal Bidang (Plane Frame)
Grid
Portal Ruang (Space Frame)

Derajat Kebebasan (DOF)1


Rangka Bidang (Plane Truss)
F4, 4

x
F3, 3

k
m

F2, 2

E,I,A,l

i
F1, 1
X

2 Derajat kebebasan per joint pada elemen

Derajat Kebebasan (DOF)2


Rangka Ruang (Space Truss)
y
F2,2
F1,1

F5,5

F3,3

F6,6

F4,4

3 Derajat kebebasan per joint pada elemen

Derajat Kebebasan (DOF)3


Portal Bidang (Plane Frame)
y
5,F5
2,F2

6,F6

1,F1

x
4,F4

i
3,F3

E,I,A,L

3 Derajat kebebasan per joint pada elemen

Derajat Kebebasan (DOF)4


Grid
F
3

F
1

F
2

F
6

F
5

F
4

3 Derajat kebebasan per joint pada elemen

Derajat Kebebasan (DOF)5


Portal Ruang (Space Frame)
ym
F5

F4
F6

zm

F2
F1
F11

F3

F8
F7
F12

F9

F10

xm

6 Derajat kebebasan per joint pada elemen

Rangka Bidang (Plane Truss)1


1.DERAJAT KEBEBASAN STRUKTUR
Rotasi titik tidak memberikan pengaruh terhadap tanggap elemen. Hanya gerakan
translasi titik kumpul yang merupakan derajat kebebasan
NX = 2*JTK 2*NS - NR
hal mana :
NX = jumlah derajat kebebasan struktur
JTK = jumlah total titik kumpul, termasuk yang menjadi perletakan
NS = jumlah total perletakan sendi
NR = jumlah total perletakan rol
7

16

1
1

17

10

18

11

10

13

12

19

11

14

15

5
6

Rangka Bidang (Plane Truss)2


7

16

17

18

10

11

10

13

12

19

14

11

15

Gambar : Penomoran elemen and titik kumpul

X10,P10

X12,P12
X9,P9

X14,P14
X11,P11

X1,P1
2

X13,P13

X4,P4

X2,P2

X15,P15

X6,P6

X8,P8
X7,P7

X5,P5
4

X17,P17
11

10

X3,P3
3

X18,P18

X16,P16

Gambar : Jumlah derajat kebebasan rangka

DOF = (2*11) - (2*2) = 22 - 4 = 18.

Rangka Bidang (Plane Truss)3


2.MATRIK KEKAKUAN ELEMEN [S]m
Matrik Kekakuan ini merupakan matrik kekakuan elemen pada sistem
koordinat lokal/elemen, pada batang rangka hanya bekerja tarik atau
tekan

EA

0
EA

0
0
0
0

EA

0
EA

0
0

0

0

F1
F
2

F3
F4

atau S m m F m

Rangka Bidang (Plane Truss)4


3.MATRIK KEKAKUAN [K]m
perakitan matrik [K] dari matrik elemen [S] memerlukan proses
transformasi koordinat
Hubungan [S]{}={F} ditransformasi menjadi [K]{X} = {P}
Dimana hubungan keduanya menjadi
{} = [T]{X}

1

2

3
4

cos
sin

sin
cos
0
0

0
0
cos
sin

0
0
sin

cos

X1
X
2

X3
X 4

Rangka Bidang (Plane Truss)5


Demikian pula dengan gaya ekivalen

dinyatakan sebagai

Atau {F} = [T]{P].

P1 P2 P3 P4

Sehingga :

F1 F2 F3 F4

cos
sin

F1
F
2
F3
F4

sin
cos

0
0

cos

sin

0
0

sin

cos

Matrik [T] didefinisikan sebagai matrik transformasi koordinat.

P1

P2

P3

P4

Rangka Bidang (Plane Truss)6


akan diperoleh matrik kekakuan elemen [k]m ditinjau dari sistem koordinat
global/struktur sebagai berikut :

EA

0
EA

0
0
0
0

EA

0
EA

0
0
0
cos sin

0 sin cos
0
0


0
0
cos sin
0


0
0
sin cos
0

X1
0
0
cos sin

X2
sin cos
0
0

X3
0
0
cos sin

X 4
0
0
sin cos

Dalam notasi matrik : [S]m [T ]m {X}m = [T]m {P}m


:

Mengalikan persamaan dengan matrik invers

T 1S T X T 1 T P
T 1S T X P
T 1 S T K

T 1 :

P1
P2

P3
P4

Rangka Bidang (Plane Truss)7


matrik invers

T 1

juga merupakan matrik transpose

T 1 = T T

Dimana:

T T

Sehingga:

T T

Matrik orthogonal

cos sin

sin

cos

cos sin

sin

T 1 S T X P
T T S T X P
T T S T K

cos

Rangka Bidang (Plane Truss)8


4.MERAKIT MATRIK KEKAKUAN STRUKTUR [K]S

T
[k]m = T S T
Hasil perkalian matrik merupakan transformasi matrik kekakuan elemen [S]
menjadi matrik kekakuan elemen pada sistem koordinat struktur

1
1

[k]m =

2
3
4

cos 2

EA sin cos

L cos 2

sin cos

sin cos
sin 2
sin cos
sin 2

cos 2

sin cos

sin

sin cos
cos 2
sin cos

sin cos

sin 2

Rangka Bidang (Plane Truss)9


4.MERAKIT MATRIK KEKAKUAN STRUKTUR [K]S
X10,P10

X12,P12
X9,P9

X14,P14
X11,P11

X13,P13

X1,P1
3

X6,P6

k 16

11

12

k13

k14

k11

10

12

k 21

k12
k 22

k 23

k 32

k 33

k 41

k 42

k 43

k 24

k 34
k 44

11

13

12

14

15

5
6

k8

19

indeks derajat kebebasan elemen

11

k 31

10

indeks derajat kebebasan struktur

18

X7,P7

11

10

10

17

X8,P8
X5,P5

16

X17,P17
11

10

X3,P3

X15,P15

X4,P4

X2,P2

X18,P18

X16,P16

2
2

11

12

indeks derajat kebebasan struktur


indeks derajat kebebasan elemen

k11

k12

k13

k14

k 21

k 22

k 23

k 24

k 31

k 32

k 33

k 34

11

12

k 41

k 42

k 43

k 44

Rangka Bidang (Plane Truss)9

Rangka Bidang (Plane Truss)10


5.VEKTOR BEBAN EKIVALEN {P}
x

P04
Y

F03
y

P03

F04
i

P02

F02

P01

F01
(a) Pola Pembebanan Bentang pada Elemen
dan Gaya Ujung

(b) Gaya Ujung Ekivalen pada


Sistem Koordinat Struktur/Global

F0 m T P0 m
cos

F01

F02

F03
F04

sin

sin
cos

P01
P
0
0
02
P03
cos sin

sin cos P04


0

Rangka Bidang (Plane Truss)10


5.VEKTOR BEBAN EKIVALEN {P}

EA

0
EA

0
F1

F2

EA

L
0
EA


F3
F4
L

EA

0
EA

0
0
0
0
0
0
0
0

EA
L
0
EA
L
0

0

0

1
F1
F
2
2
atau S m m F m
3
F3
F4
4


0

0

0

cos
sin
0
0

- sin
cos
0
0

0
0
cos
sin

0
- sin

cos

X1e X1S

X e2 XS2
e
S
X 3 X11
e
S
X 4 X12

ANALISIS RANGKA BIDANG

2.8m

2.5m

60.60.5

4m

60.60.5

3m

4m

1.Penentuan Luas Penampang Profil dan Bentang Elemen

profil baja 60.60.5 ,maka luas penampang A = 2*5.82 = 11.64 cm2

W/2

W/4

2.5m

W/4

2.8
m

0.1 W
3

5
5

2
11

4m

12
13

10

4m

7
3m

Gaya ekivalen dititik, penomoran titik


kumpul dan elemen :

2. Penentuan Derajat Kebebasan (DOF) Struktur

3. Merakit matriks kekakuan (S)m setiap elemen terhadap sumbu lokal/elemen


Dari hubungan {F}m = [S]m{}m

EA

L
0
EA

F1

F2

F3
F4

L
0

0
0
0
0

EA
L
0
EA
L
0

0 1

2
0

0

0 4

Maka Matrik kekakuan elemen

EA

L
0
EA

S m

L
0

0
0
0
0

EA
L
0
EA
L
0

F4,4

F3,

F2,

F1,
1

E,L,A

4. Merakit matriks kekakuan [k]m setiap elemen terhadap sumbu global

k m

0
0
cos sin
sin cos

0
0

0
0
cos sin

0
sin cos
0

EA

L
0
EA

L
0

0
0
0
0

EA

L
0
EA
L
0

0
0
0 cos sin

0
0
0 sin cos

0
cos sin
0 0

0
0
sin cos

Parameter unsur matrik [k]m

Matriks kekakuan [k]m setiap elemen :

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

5. Merakit matriks kekakuan struktur keseluruhan [K]s dari matrik kekakuan elemen [k]m .

penyusunan unsur matrik kekakuan struktur berdasarkan derajat kebebasan pada setiap
titik kumpul, disusun unsur matrik kekakuan lengkan [K]S sebagai berikut

K 11

K 21
K 31

K 12
K 22
K 32

K 13
K 23
K 33

K 14
K 24
K 34

K 15
K 25
K 35

K 16
K 26
K 36

K 17
K 27
K 37

K 18
K 28
K 38

K 19
K 29
K 39

K 110
K 210
K 310

K 111
K 211
K 311

K 112

K 2 12
K 3 12

K 41
K
51
K
61
K 71
K 81

K 91
K
10 1
K 111
K
12 1

K 42

K 43

K 44

K 45

K 46

K 47

K 48

K 49

K 410

K 411

K 4 12

K 52
K 62
K 72
K 82
K 92
K 10 2
K 11 2
K 12 2

K 53
K 63
K 73
K 83
K 93
K 10 3
K 11 3
K 12 3

K 54
K 64
K 74
K 84
K 94
K 10 4
K 11 4
K 12 4

K 55
K 65
K 75
K 85
K 95
K 10 5
K 11 5
K 12 5

K 56
K 66
K 76
K 86
K 96
K10 6
K 11 6
K12 6

K 57
K 67
K 77
K 87
K 97
K 10 7
K 11 7
K 12 7

K 58
K 68
K 78
K 88
K 98
K10 8
K11 8
K12 8

K 59
K 69
K 79
K 89
K 99
K 10 9
K 11 9
K 12 9

K 510
K 610
K 710
K 810
K 910
K 10 10
K 1110
K 12 10

K 511
K 611
K 711
K 811
K 911
K1011
K 111
K 12 11

KS

K 5 12

K 6 12
K 7 12
K 8 12

K 9 12
K 10 12

K 1112
K 12 12

Memasukkan nilai [K]s pada setiap komponen unsur matrik, maka diperoleh :

6. Merakit vektor beban luar struktur {P}s dan beban-beban titik kumpul struktur.
Menentukan beban terpusat ekivalen {P}s dilakukan dengan menghitung pengaruh
kemungkinan beban luar maksimum yang bekerja pada sistim struktur.

6. Merakit vektor beban luar struktur {P}s dan beban-beban titik kumpul struktur.

7. Menyelesaikan persamaan matriks [K]s* X ={P}s


Dengan menyatakan hubungan derajat kebasan struktur terhadap gaya terpusat ekivalen sebagai
persamaan linear simultan [K] S*{X}S={P}S :

Maka diperoleh besarnya perpindahan translasi titik-titik kumpul.

7. Menyelesaikan persamaan matriks [K]s* X ={P}s


Beberapa cara mendapatkan vektor {X} (translasi titik-titik kumpul) antara lain
adalah mencari matrik invers [K]-1s dan mengalikannya dengan ={P}s

diperoleh :

X1

X
2

X3

X4
X
5
X 6

X
7
X8

X9
X
10

X11

X12

84

43

245

91

237

- 93
108 *
[ m]
237
- 142

90
- 94

83

- 35

8. Menggambarkan garis elastis struktur (perpindahan titik-titik kumpul terhadap


posisi semula).

diperoleh :

X1

X
2

X3

84

- 43
245

X4
X
5

- 91
237

- 93
[ m]
237
- 142

90
- 94

83

- 35

X 6
8

10 *
X7

X8

X
9

10

X11

X12

Garis Elastis Sistem Struktur Beban Gempa Positif

9. Gaya Dalam Elemen

Setelah memperoleh vektor {X}s, maka gaya-gaya dalam batang


(berupa gaya aksial) dihitung dari derajat kebebasan sebagai berikut :
[S]{}={F}
{} = [T]{X}

EA

L
0

atau

EA
L
0

0
0
0
0

EA
L
0
EA
L
0

0
cos

0 - sin

0
0

0

sin
cos
0
0

S m T m X m F m

0
0
cos
sin

S
i
X1 X k

0 X i2 X Sl

- sin X i X S
m
3

cos
X i4 X Sn

F1

F2

F3
F4

9. Gaya Dalam Elemen

Perhitungan gaya-gaya dalam aksial [kg] bagi setiap elemen adalah :

9. Gaya Dalam Elemen

Perhitungan gaya-gaya dalam aksial [kg] bagi setiap elemen adalah :

9. Gaya Dalam Elemen

Perhitungan gaya-gaya dalam aksial [kg] bagi setiap elemen adalah :

9. Gaya Dalam Elemen

Perhitungan gaya-gaya dalam aksial [kg] bagi setiap elemen adalah :

Portal Bidang (Plane Frame)1


3.DERAJAT KEBEBASAN STRUKTUR

NX 3NJ 3NFJ 2NPJ NR


dimana
NJ = jumlah total titik kumpul, termasuk perletakan
NFJ = jumlah titik yang sifatnya JEPIT
NPJ = jumlah titik yang sifatnya SENDI
NR = jumlah titik yang sifatnya ROL
12

13
13

11

12
8

DOF = (3*13) - (3*2) - (2*1) -(1) = 30

10

10

9
7

11
9

7
5

2
1

3
Penomoran elemen and titik kumpul

Portal Bidang (Plane Frame)2

Garis elastis dan vektor perpindahan/rotasi titik kumpul

Portal Bidang (Plane Frame)3

Vektor Gaya Ekivalen Titik Kumpul

Portal Bidang (Plane Frame)4


2.MATRIK KEKAKUAN ELEMEN [S]m
y

5,F

2,F
1,F

EA

12EI
3
6EI
2

6EI
2
4EI

12EI
2
6EI
2

0
6EI
2
2EI

EA

0
0
EA

0
0

4,F

E,I,A,
L

3,F
3

EA

j6
i

6,F

12EI
3

6EI
2

6EI
2

2EI

0
12EI
3
6EI
2

1

2

F1
F
2

3 F3
F
0 4 4
5 F5
6EI F
2 6 6

4EI

S
m

F m

Portal Bidang (Plane Frame)5


3.MATRIK KEKAKUAN [K]m
perakitan matrik [K] dari matrik elemen [S] memerlukan proses
transformasi koordinat
Hubungan [S]{}={F} ditransformasi menjadi [K]{X} = {P}
Dimana hubungan keduanya menjadi

0
0
0
1
cos sin 0

sin cos 0

0
0
0
2

3
0
0
1
0
0
0

0
0
0
cos

sin

4
0
5
0
0 sin cos 0

6
0
0
0
0
0
1

X1
X
2
X 3

X
4
X5

X 6

Portal Bidang (Plane Frame)6


F1 F2 F3 F4 F5 F6

besaran gaya ujung elemen

dinyatakan dengan

P1 P2 P3 P4 P5 P6

melalui transformasi koordinat

Sehingga :

0
0
0
F1
cos sin 0
F
sin cos 0

0
0
0
2


F3
0
0
1
0
0
0


F
0
0
0
cos

sin


4
0
F5
0
0 sin cos 0



F6
0
0
0
0
0
1

P1
P2
P3

P4
P5

P6

atau {F}m = [T]{P]m.


Matrik [T] didefinisikan sebagai matrik transformasi koordinat.

Portal Bidang (Plane Frame)7


akan diperoleh matrik kekakuan elemen [k]m ditinjau dari sistem koordinat
global/struktur sebagai berikut :
2

EA
L

12EI

6EI

L3
6EI

L2
4EI

L2

EA
- L

12EI
3

L
6EI
L2

4
-

EA

L
0

EA

L
2EI

12EI
L3
6EI
L2

12EI

L
6EI
L2

6
0

6EI

6EI

L 2 co s

2 E I s in
0
L

: 0
6EI
0
- 2
L
4EI
L

sin

c o s
0

0 X
0 X

0 X
0 X

1 X
0

cos

s in

cos

s in

cos
s in

s in

cos
0

co s

s in

sin

co s

Dalam notasi matrik : [S]m [T ]m {X}m = [T]m {P}m


Mengalikan persamaan dengan matrik invers

T 1S T X T 1 T P
T 1S T X P

T 1 :

T 1 S T K

P1

0 P 2
0 P 3

0 P4
0 P5

1 P 6
0

matrik invers

Portal Bidang (Plane Frame)8


T 1 juga merupakan matrik transpose T T

T 1 = T T
Dimana:

Sehingga:

cos
sin

0
T
T
0

- sin

cos
0
0
0
0

0
1
0
0
0

0
0
cos
sin
0

0
0
- sin
cos
0

T 1 S T X P
T T S T X P
T T S T K

0
0
0

0
0

Portal Bidang (Plane Frame)9


4.MERAKIT MATRIK KEKAKUAN STRUKTUR [K]S
T

[k]m = T S T

Hasil perkalian matrik merupakan transformasi matrik kekakuan elemen [S] menjadi matrik
kekakuan elemen pada sistem koordinat struktur