Anda di halaman 1dari 3

Apakah Dia Bisa Menjadi Istriku Kembali di Surga?

Assalamu 'Alaikum Warahmatullah Wabarakatuhu


Saya mau nanya, istri saya baru meninggal dunia karena habis melahirkan anak kedua saya, dan bayinya
meninggal dunia di dalam kandungan pada usia 9 bulan. Yang mau saya tanyakan, apakah nanti saya akan
bertemu dengannya dan menjadi istri saya kembali, karena dia termasuk istri yang sholehah, taat & patuh
dengan saya, terima kasih.
Topan Thypon
________________________________________________
Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuhu
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Saudaraku Topan yang dirahmati Allah, kami turut berbela sungkawa atas apa yang Anda alami. Semoga Allah
melimpahkan kesabaran kepada Anda sehingga dengan penuh keridhaan menerima ketetapan takdir-Nya. Tidak
lupa kami berpesan untuk selalu berharap pahala dari Allah atas musibah ini.
Kami ikut mendoakan Istri Anda yang shalihah, semoga Allah mengampuni dan merahmatinya, juga menerima
amal-amalnya. Kami berhusnudzan sebagaimana yang Anda tuturkan, dia termasuk wanita yang mendapat
kabar gembira melalui sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,



"Siapa wanita (mukminah) yang meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadanya, ia pasti masuk surga."
(HR. Al-Tirmizi dan Ibnu Majah, dari Ummu Salamah yang mendengar langsung dari lisan baginda
Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam)
Dan satu hal yang menggembirakan, wafatnya istri Anda dalam kondisi hamil dan melahirkan. Terdapat sebuah
hadits yang menyebutkan bahwa seorang wanita yang meninggal dunia saat melahirkan akan mendapatkan
pahala orang mati syahid, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam,

:


.
Syuhada (orang-orang mati syahid) yang selain terbunuh di jalan Allah itu ada tujuh: Korban wabah thaun
adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, penderita penyakit lambung (semacam liver) adalah syahid, mati
karena penyakit perut adalah syahid, korban kebakaran adalah syahid, yang mati tertimpa reruntuhan adalah
syahid, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid. (HR. Malik, Ahmad, Abu Dawud,
dan al-nasai, juga Ibnu Majah. Berkata Syuaib Al Arnauth: hadits shahih).
Ibnu Baththal rahimahullah berkata, Adapun wanita yang meninggal bijumin (karena melahirkan), di dalamnya
terdapat dua pendapat: Pertama, wanita yang meninggal karena melahirkan sedangkan anaknya yang berada di
perutnya telah sempurna penciptaannya. Dikatakan juga: Apabila dia meninggal ketika nifas maka dia syahid,
baik dia telah mengeluarkan anaknya lalu meninggal atau dia meninggal sementara anaknya masih berada di
perutnya.
Kedua, adalah wanita yang meninggal masih perawan, sebelum ia mulai menstruasi tersentuh laki-laki. Dan
pendapat pertama lebih masyhur secara bahasa.
Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata dalam Al-Mufhim: "Adapun wanita yang meninggal bijumin (karena
melahirkan), dikatakan: dengan didhammahkan Jim dan dikasrahkannya, yaitu wanita yang meninggal dalam
kondisi hamil, sementara anaknya masih ada di perutnya. Dikatakan: Dia adalah wanita yang meninggal dalam
nifasnya dan karena nifas. Dikatakan juga: Yaitu wanita yang meninggal masih perawan dan belum dipecahkan
keperawanannya. Dikatakan juga: Perawan yang belum dinikahi. Sedangkan pendapat pertama yang lebih baik
dan lebih jelas." Wallahu Taala alam.
Imam al-Nawawi rahimahullah berkata, Adapun 'wanita yang meninggal bijumin (karena melahirkan), -dengan
mendhammahkan jim, menfathahkan dan menkasrahkannya, sedangkan dengan dhummah yang lebih
masyhur- dikatakan: Wanita yang meninggal dalam kondisi hamil bersama anaknya yang masih di perutnya.
Dikatakan juga: Dia adalah wanita perawan, sedangkan yang shahih adalah yang pertama.
Maka sekarang kewajiban Anda untuk menjaga dan meningkatkan iman dan takwa agar mendapatkan husnul
khatimah saat tiba ajal. Karena untuk mencapainya membutuhkan kesungguhan dengan menjaga dan
meningkatkan iman dan takwa, lalu berdoa kepada Allah Ta'ala agar diteguhkan. Jika demikian maka diharapkan
Anda akan bisa berjumpa dengan istri Anda di surga.
Sepasangan suami-istri, jika keduanya benar-benar shalih di sisi Allah, maka ada harapan bisa bersama lagi di
surga. Ini seperti yang Allah firmankan,







"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian
rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan
dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Yaitu) surga Adn yang
mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya
dan anak cucunya,. . " (QS. Al-Ra'd: 22-23)

Makna al-Shalah dalam ( bersama-sama dengan orang-orang yang saleh) adalah iman dan amal shalih,
(dinukil dari Aisar Tafasir, Abu Bakar Jabir al-Jazairi).
Imam al-Thabari berkata tentang orang-orang shalih yang akan membersamainya di surga adalah: Shalih iman
mereka kepada Allah dan ikutnya mereka kepada perintah Allah dan Rasul-Nya'Alaihi Salam. Ini sebagaimana
yang dikatakan Mujahid tentang firman Allah: ( ) : Orang yang beriman di dunia. Dalam redaksi
lain: orang beriman dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka.
Semoga Allah menyatukan kembali cinta Anda berdua di surga. Memudahkan Anda dalam menggapai surga-Nya
sehingga bisa berkumpul bersama istri dan anak Anda di sana. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]
Oleh: Ust. Badrul Tamam