Anda di halaman 1dari 26

Potogenesis dan

Potofisiologi
Patologi adalah : Ilmu untuk studi mengenai

penyakit , keadaan sakit atau ganguan hidup.


Patologi terbagi 2 :
1. P. Klinik : Yaitu mempelajari perubahan
perubahan yang
terjadi secara kimia klinis pada tubuh manusia
sebagai akibat dari proses penyakit
2. P. Anatomi : Yaitu Dampak penyakit terhadap
tubuh
manusia secara Morfologi,Imunologi
dan
Hematologi. Ex: - Otopsi
- Biopsi

Patofisiologi :

Yaitu mempelajari
mengenai fungsifungsi yang berubah akibat
proses
suatu penyakit
I. Konsep keadaan
Normal

Sulit dijelaskan secara absolut

karena keadaan normal


1. Setiap Individu
merupakan sesuatu yang
mempunyai susunan
selalu bergerak antara
keadaan normal dan abnormal.
genetik yang berbeda.
Keadaan normal pada setiap
2. Setiap Individu
dapat berbeda-beda
mempunyai pengalaman
mengingat bahwa setiap
yang berbeda dalam
individu adalah unik dan utuh
berinteraksi dengan
namun keadaan normal sulit
lingkungan
dijelaskan.
3. Setiap Individu mepunyai
Perbedaan atau variasi
parameter Fisiologis yang
keadaan normal pada setiap
berbeda.
individu disebabkan :

II. Konsep tentang


penyakit
Penyakit ialah : Kegagalan

III.Perkembangan
Penyakit
Etiologi
Faktor faktor yang
menimbulkan penyakit tertentu

dari ekanisme adaptasi


suatu organisme untuk
beraksi secara tepat
Konsep Penyebab
terhadap rangsangan atau
A
B
tekanan sehingga timbul
ganguan pada fungsi atau
Sebab
akibat
struktur dari sistem tubuh.
Atau
penyakit ialah :
Sebuah peristiwa yang
Perubahan pada individu
yang menyebabkan
memegang peranan penting
parameter kesehatan berada dalam timbulnya suatu
di bawah kisaran normal
penyakit

Penyebab itu harus


mendahului
akibat Mis :
Penyakit

b. Patogenesis
Proses berjangkitnya penyakit yang dimulai

dari permulaan terjadinya infeksi sampai


dengan timbulnya reaksi akhir.
Beberapa penyakit memiliki respon yang

cepat, sedangkan yang lain memiliki gejala


yang lama, yang lain dapat menjadi kronis :
Apa perbedaan acute dan kronis???

c. Mekanisme Penyakit
Pada awal perkembangan suatu penyakit

dapat mencetuskan sejumlah perubahan


dalam proses biologik yang dapat di deteksi
oleh analisis,laboratorium,walapun tidak
memiliki gejala-gejala subjektif, dengan
demikian banyak penyakit memiliki, stadium
sub klinis, yang selama stadium ini fungsi
pasien berjalan secara normal.
ex : Penyakit ginjal kronis, dapat merusak
salah satu ginjal, dan merusak bagian yang
lain, sebelum gejala-gejala yang berkaitan
muncul.

IV. Faktor faktor yang berperan menimbulkan


penyakit
pada manusia

a. Factor Ekstrinsik

luar

Luar, ( terdapat di
Individu)

ex : - asap rokok
- obat-obatan
- diet

Seberapa besar seseorang


memiliki kendali atas faktor ini
bervariasi, berkisar dari
kemungkinan kontrol total,
sebagai contoh : bahan
makanan rendah lemak
membantu mencegah penyakit
jantung, tetapi makanan bukan
lah satu-satu nya indikator
tibulnya suatu penyakit, Jadi
jelaslah setiap orang akan
merespon secara berbeda

b. Factor Intrinsik

Dalam (di dalam


individu)
Factor Intrinsik atau
Internal adalah Factor
yang terdapat di dalam
masing2 orang.
Factor ini mencakup :
- Usia
- Jenis kelamin
- Tinggi Badan

Serupa dengan Factor


extrinsik kontribusi
masing-masing faktor
bervariasi tetapi faktor
intrinsik yang paling
penting signifikan karena
mengandung susunan
genetik masing-masing
orang

Gene Pool
Yang diterima saat
menimbulkan pengaruh
yang kuat pada
pertumbuhan dan
perkembangan manusia

ex : Inf. Yang ditularkan dari


udara ( F. exstrinsik)

Bukan peny. Genetik,namun genetik orang


tersebut akan sangat menentukan respon
imun terhadap ancaman miko organisme
tersebut

Kongenital

Herediter
diwarisi

Penyakit yang terdapat sejak lahir


Penyakit yang secara genetis
dari salah satu orang tua

Interaksi Antara Faktor Estrinsik dan Instrinsik

Memungkinkan kita memberikan


pengobatan yang sesuai
dan merancang strategi
untuk mencegah nya

sehingga
Perlunya Dokter memperoleh riwayat
kesehatan keluarga yang akurat dan
lengkap (Anamnesa)

Serta rincian yang akurat mengenai


aktifitis sosial dan lingkungan

Manusia memiliki sekitar 30.000 70.000,gen


Gen ialah unit dasar hereditas yang terdiri
atas :
- DNA ( Deoksiribonukleat)
- RNA ( Ribonikleat)
- Protein

Asam DNA di Transkripsikan menjadi


Asam
RNA lalu di Translasikan menjadi
Asam Amino (Protein)

MEKANISME ADAPTASI
SEL
1. Organisme Sel.
Walaupun tubuh mengandung banyak jenis sel yang
berbeda dengan fungsi yang sangat spesifik,
sel-sel memiliki kebutuhan yang sama
- Oksigen
- Air
- Zat makanan - Sarana pembuangan sampah
- Suhu
Sel juga mempunyai unit kehidupan yang memiliki Manifestasi
berbagai Fenomena yang berkaitan dengan
kehidupan.
maka sel juga merupakan
unit dasar penyakit

Gambar sel
Di dalam sel

Nukleus
B
e
r
k
e
r
j
a
DNA

terpusat di

dalam nukleus

DNA sebenarnya di laksanakan


di dalam
Sitoplasma

Merupakan bagian sel di luar Nukleus


Sitoplasma merupakan Medium berair yang mengandung
banyak struktur sedemikian kecil sehingga hanya bisa
diamati
dengan Mikroskop Elektron.
bertugas

Mitokondria

Sumber tenaga
suatu sel

memproduksi energi di dalam sel

Retikulum endoplasma & Aparatus golgi


yaitu sistem pembuatan dan menyalurkanya ke dalam
sitoplasma
Aparatus golgi juga alat pengemas yang membungkus
produk-produk sel untuk dikeluarkan (sekresi) atau juga
untuk disimpan di dalam sel.
Lisosom
Merupakan enzim pencernaan yang dibatasi
mebran yang disiapkan oleh sel, dan di
biarkan tidak aktif sampai dibutuhkan.
Setiap sel berhubungan antara satu dengan yang lain, melalui
berbagai cara seperti membentuk jaringan dan organ:
Jaringan ikat menjaga kesatuan tubuh, karena
jaringan ini memiliki subtansi antar sel

Merupakan zat di antara sel

Zat ini meliputi

Kolagen

Suatu protein yang dihasilkan


dalam bentuk serabut yang
sangat kuat ( sama seperti
tendon dan Ligamen)
Di dalam Rangka, Zat antar sel ini terisi dengan garam-garam
kalsium

2. Modalitas Cedera Sel

Sel-sel dapat mengalami cedera atau mati dengan


berbagai cara :
2
a. Defesiensi O
b. defesiensi zat-zat gizi penting

O2

itu

Merupakan energi penggerak mesin sel, oleh karena


tanpa oksigen berbagai aktifitas sel dapat berhenti
dengan cepat
Cedera fisik, tetapi paling sedikit ganguan nya.

Cedera mekanis

Merupakan penyebab penyakit


Pada manusia
c. Radiasi
d. Kejutan Listrik
e. Sengatan lebah
f. obat-obatan

3. Sel yang di serang

a.

Sel
jaringan
organisme (man)

organ

sistem organ

Adaptasi Fisiologi
- Terjadi perubahan fungsi sel guna
menyesuaikan diri dengan lingkungan
- Dapat atau tanpa perubahan bentuk sel
ex : jumlah sel darah merah orang yang
tinggal
di pengunungan > dengan orang
yang tinggal di dataran rendah

b. Adaptasi Biokimiawi
- Terjadi karena terpapar bahan kimia
- Dapat terjadi ganguan pada metabolisme
- Jika kronik dapat muncul reaksi ( gejala
penyakit)
ex : Resistensi Insulin pada penderita DM
c. Adaptasi Morfologi
- di jumpai perubahan bentuk sel
- bisa diikuti dengan perubahan fungsi
ex : Hipertensi otot jantung pada penderita
hipertensi
- Jika tanpa perubahan fungsi
ex : Hipertrofi otot bisep/ trisep pada
binaragawan

Perubahan pada sel yang cedera


- Jika rangsangan dihentikan, sel yang mengalami
cedera akan sehat kembali ( Perubahan reversible)
-

(Perubahan Irreversible)

Perubahan ke arah kematian sel

Kematian Sel yang terprogram


(Apoptosis)
Bentuk kematian sel ini ini, sebenarnya diprogram oleh
informasi genetik yang telah ada di dalam sel dengan
adanya aktifasi gen atau pelepasan beberapa proses
dari Inhibisi normal sehingga terjadilah kematian sel
Ex : 1. Pembentukan jari tangan dan kaki pada janin
2. Pengelupasan endometrium pada saat awal
Menstruasi

Kematian sel yang terprogram juga diperlukan


untuk menghancurkan sel yang menjadi
ancaman bagi organisme seperti :
Sel-sel yang terinfeksi virus
2. Sel-sel Imum
3. Sel-sel dengan kerusakan DNA
4. Sel-sel cancer
Perbedaan antara :

Apotosis : - Kematian sel yang terprogram dan


merupakan bagian pusat
perkembangan
normal.

Nekrosis : - Kematian sel yang tidak terdapat pada


perkembangan normal
- Dan merespon cedera atau kerusakan Toksik
- Mengenai sel-sel yang dikelilingi oleh
peradangan
1.

Klasifikasi Patologi
Pengendapan garam kalsium yang tidak larut
dari aliran darah sehingga menyebabkan
jaringan menjadi kaku
dan keras
Tulang dan gigi
Klasifikasi Distrofik
yaitu : Jaringan luka yang tidak cepat
dihancurkan
ex : Inf yang terjadi di paru dan getah
bening

Klasifikasi Metastatik
Yaitu : Garam kalsium yang mengendap
dalam jaringan lunak tubuh, tanpa
dijumpai kerusakan jaringan atau
nekrosis
ex : - Hiperparatiroidisme
- Pe
fungsi ginjal