Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
INFORMASI SISTEM PENGELOLAAN TRANSAKSI

1.1 Latar Belakang


Manajer sering kali memusatkan perhatian hanya pada beberapa aktivitas penting
saja, yang disebut sebagai faktor keberhasilan kritis (critical success factor-CSF), yang
memiliki pengaruh sangat besar pada keberhasilan dan kegagalan perusahaan. Dengan
memusatkan perhatian pada CSF, manajemen memastikan bahwa ia akan menghabiskan
waktunya pada hal-hal yang benar-benar berarti. Kemampuan sebuah perusahaan untuk
mengembangkan sistem informasi yang efektif adalah salah satu CSF-nya.
Sistem pemrosesan transaksi akan memproses data yang menguraikan operasi
perusahaan sehari-hari. Pemrosesan ini akan menghasilkan suatu basis data yang
digunakan oleh sistem-sistem lain di dalam perusahaan. Sistem pemrosesan transaksi
sebuah perushaan yang bergerak dalam bisnis distribusi (seperti produsen, distributor, atau
pedagang eceran) memproses pesanan pelanggan, memsan penggantian persediaan, dan
memelihara buku besar.
Meskipun basis data dari sistem pemrosesan transaksi dan sistem organisasi
memiliki nilai yang tinggi, basis data tersebut tidak akan memberikan manfaat ketika
pengguna menginginkan catatan sejarah yang mendalam dari suatu aktivitas tertentu.
Kebutuhan ini telah menghasilkan suatu aplikasi yang saat ini sedang sangat populer
manajemen hubungan pelanggan atau customer relationship management (CRM). CRM
memiliki kebutuhan data yang begitu besarnya sehingga dibutuhkan suatu jenis
penyimpanan yang inovatif data warehouse (gudang data). Data warehouse lamakelamaan terakumulasi, dan data dapat diambil dengan cepat untuk digunakan dalam
pengambilan keputusan. Satu jenis peranti lunak khusus, yang disebut OLAP (on-line
analyitical processing) telah dikembangkkan untuk memberikan informasi kepada para
pengguna data warehouse dalam bentuk multidimensional. Salah satu fitur yang menarik
dari penggudangan data adalah bahwa peranti lunak dapat mengenali pola-pola di dalam

data yang tidak diketahui oleh para pengguna. Jenis data minning (penambangan data)
seperti ini disebut penemuan pengetahuan (knowledge discovery)

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah kemampuan sebuah perusahaan untuk mengembangkan sistem Informasi
yang efektif sebagai salah satu faktor penting penentu keberhasilannya?
2. Apakah yang dimaksud dengan sistem pemrosesan transaksi?
3. Bagaimanakah gambaran dari suatu sistem informasi didalam organisasi?
4. Apa yang dimaksud dengan manajemen hubungan pelanggan dan mengapa ia
5.
6.
7.
8.

membutuhkan kemampuan penyimpanan komputer yang besar?


Apa yang dimaksud dengan Data Warehousing?
Bagaimana cara data disimpan dalam tempat penyimpanan Data Warehouse?
Bagaimana seorang pengguna melakukan penyampaian Informasi?
Bagaimana cara melakukan data Mining (penambahan data)?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui bahwa kemampuan sebuah perusahaan untuk mengembangkan sistem
informasi yang eektik dapat menjadi salah satu faktor kunci keberhasilannya .
2. Untuk mengenali proses-proses sistem pemrosesan transaksi yang akan menguraikan
operasi dasar .perusahaan sehari-hari.
3. Untuk mengetahui gambaran dari suatu sistem informasi didalam organisasi
4. Memahami apa itu manajemen hubungan pelanggan (custemur relationship management)
dan mengapa ia membutuhkan kemampuan penyimpanan komputer yang besar.
5. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Data Warehousing.
6. Mengetahui bagaimana data disimpan dalam suatu penyimpanan data berupa data
warehouse.
7. Mengetahui bagaimana seorang pengguna melakukan penyampaian informasi.
8. Mengetahui bagaimana cara melakukan data Mining (penambahan data).
1.4 Manfaat Penulisan
Mahasiswa mampu menambah informasi dari materi makalah yang kami
sampaikan untuk menunjang proses dalam pembelajaran mata kuliah Sistem Informasi
Manajemen.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.

Informasi

Sebagai

Salah

Satu

Faktor

Penting

Penentu

Keberhasilan

(CSF) Critical Success Factor atau Faktor Penting Penentu Keberhasilan.


Terdapat aktivitas penting yang menunjang keberhasilan atau malah kegagalan
yang didapat hal ini berlaku bagi semua organisasi. Aktifitas-aktifitas penting tersebut
adalah CSF, dan faktor ini dapat berbeda-beda dari satu jenis organisasi ke jenis organisasi
yang lain.
Ketika manajemen sebuah perusahaan menjalankan konsep tentang CSF, mereka
akan memusatkan perhatian pada pengidentifikasian CSF dan kemudian memonitor sampai
seberapa jauh mereka mencapainya.

2.2.

Sistem Pemrosesan Transaksi


Istilah ini digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang mengumpulkan data
yang menguraikan aktifitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan
menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat didalam maupun diluar
perusahaan. Istilah Sistem Pemrosesan Data Elektronik (electronic data processing EDP) dan Sistem Informasi Akuntansi juga telah dipergunakan, namun saat ini kurang
populer.
Sistem pemrosesan transaksi adalah satu-satunya sistem informasi yang memiliki
tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. Sistem
pemrosesan transaksi memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada setiap
unsur lingkungan selain pesaing. Sebagai contoh, sistem pemrosesan transaksi memberikan
faktur dan laporan saldo kepada pelanggan, pesanan pembelian kepada pemasok, dan data
dalam laporan keuangan tahunan kepada para pemegang saham dan pemilik.
Salah satu contoh yang baik dari sistem pemrosesan transaksi adalah sistem yang
digunakan oleh perusahaan-perusahaan ditribusiperusahaan yang mendistribusikan
produk atau jasa kepada para pelanggannya, menyebut sistem seperti ini sebagai suatu
sistem distribusi (distribution system). Ketika mempelajari sistem ini, akan lebih mudah
jika membayangkan perusahaan yang berorientasi pada produk, seperti produsen,
distributor atau pedagang eceran.
Unsur unsur Input, transformasi, dan output dari sistem perusahaan berada di
bagian bawah. Data dikumpulkan dari sistem fisik dan lingkungan, kemudian dimasukan
kedalam basis data. Piranti lunak pemrosesan transaksi mengubah data menjadi intonasi
bagi manajemen perusahaan dan bagi individu-individu serta organisasi-organisasi di
dalam lingkungan perusahaan. (Gambar. A) adalah sebuah model sistem pemrosesan
transaksi.

Tinjauan Sistem

Untuk mendokumentasikan sistem ,kita akan menggunakan diagram arus data, atau
DFD. DFD mendokumentasikan suatu sistem dengan cara yang herarkis, dalam Gambar. B
diagram konteks yang menyajikan kegiatan distribusi dalam lingkungannya.
Seluruh sistem ditunjuk oleh kotak yang diberi label Sistem Distribusi yang
berada di tengah. Unsur unsur lingkungan yang berinteraksi dengan sistem ditunjukan
oleh kotak kotak dan dihubungkan ke sistem oleh panah panah yang disebut arus data
Unsur unsur lingkungan dari sistem distribusi, antara lain :

Pelanggan
Pemasok
Ruang Persediaan Bahan Baku
Manajemen
Pesanan Penjualan (sales Order), Pesanan yang diterima Perusahaan dari Pelanggannya.
Pesanan Pembelian (Purchase Order), Pesanan yang ditempatkan perusahaan kepada
pemasoknya.
Dalam beberapa kasus para pemasoknya sebelum pesanan pembelian dibuat,
perusahaan dapat mengirimkan pemberitahuan penolakan pesanan penjualan kepada para
pelanggannyamungkin karena peringkat kredit mereka yang buruk. Meskipun pemasok
juga dapat mengirimkanpemberitahuan penolakan pesanan pembelian kepada perusahaan.

Subsistem subsistem Utama dari Sistem Distribusi


Subsistem ditentukan melalui kotak-kotak tegak yang diberi nomor dalam figur 8.3.
subsistem yang pertama berhubungan dengan pemenuhan pesanan pelanggan, yang kedua
dengan pemesanan penggantian persediaan dari pemasok, dan yang ketiga dengan
pemeliharaan buku besar perusahaan
Sistem yang Memenuhi Pesanan Pelanggan

Sistem Entry Pesanan (order entry system), memasukan pesanan pelanggan kedalam
sistem.
Sistem Persediaan (inventory system), memelihara catatan persediaan
Sistem Penagihan (billing system), membuat faktur pelanggan
Sistem Piutang Dagang (account receivable system), menagih uang dari para pelanggan
Sistem yang Memesan Persediaan Pengganti

Sistem Pembelian (purchasing system), menerbitkan pesanan pembelian kepada pemasok

untuk persediaan yang dibutuhkan.


Sistem Penerimaan (receiving system), menerima persediaan
Sistem Utang Dagang (account payable system), melakukan pembayaran

Sistem yang Menjalankan Proses Buku Besar

Sistem Buku Besar (general ledger system), adalah sistem akuntansi yang
menggabungkan data dari sistem-sistem akuntansi yang lain dengan tujuan untuk
menyajikan gambaran keuangan operasi perusahaan secara gabungan. Terdapat 2
subsistem yang terkait :

1) Sistem memperbarui buku besar (update general ledger system), pembukuan catatancatatan yang menguraikan berbagai tindakan dan transaksi dalam buku besar.
2) Sistem pembuatan laporan manajemen (prepare management report system),
menggunakan isi buku besar untuk membuat neraca dan laporan laba rugi serta laporan
lainnya.
Menempatkan Sistem Pemrosesan Transaksi dan Prespektif
Sistem pemrosesan transaksi adalah sistem informasi pertama yang terkomputasi.
Selain sebagai area aplikasi yang paling dapat dipahami, sistem ini juga berperan sebagai
fondasi dari semua aplikasi yang lain. Fondasi ini dalam bentuk basis data yang berperan
dalam mendokumentasi barbagai hal yang dibutuhkan perusahaan dalam operasinya dan
interaksi dalam lingkungan.
2.3.

Sistem Informasi Organisasi


Area-area bisnis perusahaan-keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi,
manufaktur, dan pemasaran-menggunakan basis data yang diproduksi oleh sistem
pemrosesan transaksi, ditambah data dari sumber-sumber yang lain, untuk menghasilkan
informasi yang digunakan oleh para manajer dalam mengambil keputusan dan
memecahkan masalah. Jenis sistem informasi lainnya yang telah diimplementasikan di
banyak perusahaan-sistem informasi eksekutif (executive information system-EIS)-

ditujukan untuk tingkat organisasi daripada area bisnis. EIS digunakan oleh para manajer
di tingkat organisasi yang lebih tinggi.
Sistem Informasi Pemasaran
Sistem Informasi Pemasaran (marketing information system - MKIS)
memberikan informasi yang berhubungan dengan aktifitas pemasaran perusahaan.

1)

Subsistem Output
Bauran Pemasaran (marketing mix) :
Subsistem Produk (product subsystem), memberi informasi tentang produk-produk
perusahaan

2) Subsistem Lokasi (place subsystem), memberikan informasi mengenai jaringan distribusi


perusahaan
3) Subsistem Promosi (promotion subsystem), memberikan informasi mengenai iklan dan
aktivitas penjualan pribadi perusahaan.
4) Subsistem Harga (price subsystem), membantu manajer mengambil keputusan harga
5) Subsistem Bauran Terintegrasi (integrated mix - subsystem), memungkinkan manajer
mengembangkan strategi yang mempertimbangakan pengaruh gabungan dari unsur unsur
ke empat subsistem.

1)

Basis data
Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari basis data.
Subsistem Input
Sistem pemrosesan transakasi (transaction processing system), mengumpulkan data
dari sumber sumber internal dan lingkungan lalu memasukannya dalam basis data.

2)

Subsistem riset pemasaran (marketing research subsystem), mengumpulkan data


internal dan lingkungan dengan cara studi studi khusus.

3)

Subsistem Intelejensi Pemasaran (marketing intelegence subsystem), mengumpulkan


data lingkungan yang berfungsi untuk manajemen tetap terinformasi mengenai aktivitas
para pesaing dan pelanggan perusahaan dan unsur unsur lain yang dapat memengaruhi
operasi pemasaran.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informasi sumber daya manusia (human resources information subsystem HRIS), memberikan kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan suber daya
manusia perusahaan.
Subsistem Output HRIS :

Perencanaan
Rekruitmen
Pengelolaan tenaga kerja
Kompensasi karyawan
Tunjangan karyawan
Laporan SDM untuk informasi yang dibutuhkan publik
Sistem Informasi Manufaktur
Sitem informasi manufaktur (manufacturing information system), memberikan
informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur
perusahaan.
Subsistem Informasi Manufaktur :

Manufaktur Produksi
Manufaktur Persediaan
Manufaktur Mutu
Manufaktur Biaya
Sistem Informasi Keuangan
Sistem Informasi Keuangan (financial information system), memberikan informasi
kepada seluruh manajer perusahaan yang beerkaitan dengan aktivitas keuangan
perusahaan.
Subsistem Informasi Keuangan :

Peramalan ekonomi masa depan


Pengelolaan aliran dana perusahaan
Pengendalian keuangan perusahaan
Sistem Informasi Eksekutif
Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System- EIS) adalah suatu
sistem yang memberikan informasi kepada manajer di tingkat yang lebih tinggi atas kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Dipergunakan pula istilah sistem pendukung eksekutif
(executif support system).
EIS perusahaan biasanya terdiri dari atas stasiun-stasiun kerja eksekutif yang
terhubung melalui jaringan ke komputer pusat. Konfigurasi stasiun kerja terdiri atas sebuah
komputer pribadi dengan unit penyimpanan sekunder yang menyimpanan basis data

eksekutif. Basis data ini memuat data dan informasi yang telah diproses sebelumnya oleh
komputer pusat perusahaan.
Model EIS juga menunjukkan komposisi komputer pusat yang berhubunngan
dengan EIS. Data dan informasi dapat dimasukkan ke dalam basis data korporat dari
sumber sumber eksternal, dan berita-berita serta penjelasan akan peristiwa-peristiwa
terbaru dapat dimasukkan oleh anggota staf dengan mempergunakan stasiun kerja mereka
masing-masing. Selain basis data korporat, EIS meliputi kotak surat elektronik para
eksekutif dan koleksi peranti lunak yang menghasilkan inforrmasi eksekutif. Para
perancang EIS membuat sistem secara fleksibel sehingga ia akan dapat memenuhi
keinginan semua eksekutif, apapun itu. Salah satu pendekatan adalah dengan memberikan
kemampuan drill-down(perincian). Dengan pendekatan ini, eksekutif dapat mengeluarkan
tampilan ringkasan dan kemudian secara berurutan menempilkan detail dari tingkat yang
lebih rendah. Drill-down akan terus dilakukan sampai eksekutif merasa puas bahwa
mereka telah mendapatkan jumlah detail sesuai dengan kebutuhan.
2.4.

Manajemen Hubungan Pelanggan


Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management) adalah
manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan
maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini
menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu
strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya akan
lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru.CRM system akan mengakumulasi data
untuk jangka panjang 5 tahun, 10 tahun atau lebih & menggunakan data tersebut
memberikan data kepada para pengguna.Oleh karena itu, perusahaan melakukan upayaupaya untuk memahami para pelanggannya sehingga kebutuhan mereka akan dapat
dipenuhi dan mereka akan tetap setia kepada perusahaan. Unsur utama dalam sebuah
sistem CRM adalah data warehouse (gudang data)

2.5.

Data Warehousing
Seperti yang dapat di bayangkan, seiring dengan terkumulasinya data transaksi
selama bertahun-tahun, maka volume data akan menjadi sangat besar. waktu sesingkat ini
sebuah teknologi komputer mampu mendukung suatu sistem dengan permintaan data
berskala besar seperti itu. Memungkinkan sebuah teknologi komputer untuk membangun
sebuah sistem dengan kapasitas data yang hampir tak terbatas.

v Karakteristik Data Warehouse

Data warehouse (gudang data) telah diberikan untuk menjelaskan penyimpanan


data yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
Kapasitas penyimpanan yang sangat besar
Data diakumulasi dengan menambahkan catatan-catatan baru, bukannya dijaga tetap paling
mutakhir dengan memperbarui catatan-catatan yang sudah ada dengan informasi yang
baru.
Data dapat diambil dengan mudah
Data sepenuhnya untuk pengambilan keputusa, dan tidak digunakan dalam operasi
perusahaan sehari-hari
Beberapa pakar merekomendasikan untuk mengambil pendekatan yang lebih sederhana
dan mengimplementasikan data warehouse dengan cara bertahap. Jika mengikuti
pendekatan ini, akan digunakan istilah pendekatan data mart (toko data) untuk
menguraikan subjek. Data mart adalah suatu basis data berisikan data yang hanya
menguraikan data segmen dari operasi perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan dapat
memiliki data mart pemasaran, data mart sumber daya manusia, dan seterusnya.
Pembuatan dan penggunaan sebuah data warehouse atau data mart disebut data
warehousing dan akan dilakukan oleh suatu sistem.
v Sistem Data Warehousing
Data warehouse adalah bagian utama dari data warehousing yang memasukan data
ke dalam gudang, mengubah isinya menjadi informasi, dan menyediakan informasi
tersebut kepada para pengguna. I:I Data di kumpulkan dari sumber-sumber data dan
dikirimkan ke area pengumpulan sebelum dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan data
warehouse. Suatu sistem penyampaian informasi akan memperoleh data dari tempat
penyimpanan data warehouse dan mengubahnya menjadi informasi bagi penggunannya.
Sumber-sumber data yang utama adalah sistem pemrosesan transaksi, namun
tambahan data dapat diperoleh dari sumber-sumber lain, baik itu internal maupun
lingkungan.
Area pengumpulan adalah tempat dimana data menjalani ekstraksi, transformasi,
dan pemuatan. Suatu Proses yang sering sekali disingkat menjadi ETL, proses Ekstraksi
menggabungkan data dari berbagai macam sumber; proses Transformasi membersihkan
data, menempatkannya dalam suatu format standart, dan membuat ringkasan.

Metadata warehouse adalah data tentang data yang merupakan data yang
menjelaskan data dalam tempat penyimpanan data. Metadata mirip dengan kamus data dari
suatu basis data, dengan kelebihan yang lebih terinci.
2.6.

Cara Data Disimpan Dalam Tempat Penyimpanan Data Warehouse


Dalam suatu basis data, seluruh data mengenai subjek tertentu disimpan bersama
dalam satu lokasi, yang biasanya berbentuk suatu tabel. Data tersebut meliputi data
pengidentifikasi (seperti nomor pelanggan), data deskriptif (seperti nama pelanggan), dan
data kuantitatif (seperti penjualan bulan ini). Ada dua jenis tabel dalam penyimpanan data
warehouse, dalam tabel data tersebut akan digabung yang menghasilkan suatu paket
informasi.
Tabel Dimensi
Data pengidetifikasi dan deskriptif akan disimpan dalam tabel dimensi. Istilah dari
tabel dimensi adalah mengartikan pemikiran bahwa data tersebut dapat menjadi basis
untuk melihat data dari berbagai sudut pandang, atau baerbagai dimensi. Contoh yang
mengilustrasikan sebuah tabel dimensi untuk edintitas atau objek pelanggan.

Tabel yang terpisah-pisah merupakan tabel fakta (fact tables) berisi ukuran ukuran
kuantitatif sebuah etentitas, objek, atau aktifitas. Satu contoh tabel fakta memuat data
mengenai satu aktifitas tertentu-penjualan komersial. Semua fakta terdapat pada gambar
tabel tersebut adalah ukuran dari aktifitas.

Jika digabungakan dengan data tabel dimensi, akan didapatkan berbagai macam analisis,
seperti penjualan bersih menurut wilayah pelanggan, pajak penjualan menurut kode pos,
dan komisi penjualan menurut kode kredit
Paket Informasi
Dari dua data tabel tersebut digabungkan untuk membentuk suatu paket informasi.
Paket Informasi mengidentifikasi semua dimensi yang digunakan dalam analisis suatu
aktifitas tertentu.

Paket informasi terdiri empat dimensi yang dapat digumnakan untuk menganalisi
penjualan komersial menurut waktu, tenaga penjual, pelanggan, produk.
Skema Bintang
Untuk setiap dimensi, akan ada satu kunci yang mengidentifikasikan dimensi dan
menciptakan hubungan ke paket informasi. Dengan menggunakan empat tabel dimensipelanggan, waktu, tenaga penjual, dan produk dalam skema bintang memungkinkan
diperolehnya informasi seperti berikut :

Unit penjualan aktual menurut kode pos pada satu bulan tertentu

Perbandingan jumlah komisi penjualan menurut wilayah penjualan selama dua kuartal
terakhir.

Penjualan produk berdasarkan pelanggan untuk tahun berjalan sampai dengan saat ini
Skema bintang ini berfokus pada penjualan komersial dilihat dari segi pelanggan, tenaga
penjual, produk, dan waktu. Tempat penyimpanan data warehouse terdiri atas beberapa
skema bintang, dengan satu skema untuk setiap jenis aktifitas yang dianalisis.

2.7.

Penyampaian Informasi
Unsur terakhir dalam sistem warehousing adalah sistem penyampaian informasi, yang
mendapat data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan
menjadikan informasi tersebut tersedia bagi pengguna.

v OLAP (on-line analytical processing)


Pembuatan laporan, paket query basis data, dan model-model matematis semuanya
dapat digunakan. Selain itu, terdapat pula satu jenis peranti lunak yang secara khusus telah
dikembangkan untuk data warehouse . peranti lunak tersebut yaitu OLAP, yang merupakan
singkatan dari on-line analytical processing.

OLAP memungkinkan pengguna

berkomunikasi dengan data warehouse melalui GUI ataupun antarmuka WEB dan dengan
cepat memperoleh informasi dalam berbagai jenis format termasuk grafik. Terdapat dua
pendekatan untuk OLAP : ROLAP dan MOLAP. ROLAP (relational on-line analytical
processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data relasional standar. MOLAP
(multidimensional on-line analytical processing) menggunakan suatu sistem manajemen
basis data khusus multidimensional.
2.8.

Data Minning (Penambahan Data)


Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui
pengguna.

Hypothesis verification
dimulai dengan hipotesis pengguna mengenai bagaimana data saling terhubung.
1. Proses pengambilan akan dipandu sepenuhnya oleh pengguna
2. Informasi yang terpilih tidak akan dapat lebih baik dari pemahaman pengguna akan
data.
3. Cara tradisional untuk melakukan query atas suatu database.
Knowledge discovery
sistem data warehouse menganalisa tempat penyimpanan data warehouse, mencari
kelompok-kelompok dengan karakteristik yang sama. Kontribusi penemuan pengetahuan
adalahbahwa ia memberikan sistem data warehousing kemampuan menganalisa data yang
melebihi kemampuan pengguna itu sendiri. Piranti lunak akan mengidentifikasi data-data
yang tidak diketahui oleh pengguna. Kemampuan seperti ini diperoleh dengan
menggunakan kecerdasan buatan.
Menempatkan data Warehousing dalam Prespektif
Kebutuhan akan data warehousing selalu ada sejak dulu, namun teknologi informasi yang
dibutuhkan untuk mendukungnya baru tersedia dan terjangkau belakangan ini. Ketika
teknologi mampu mengejar permintaan, beberapa pencapaian yang dramatis telah berhasil
dilakukan. Dengan kemampuan untuk menyimpan sejumlah data yang praktis tak terbatas
dan mengambilnya dengan cepattelah membuka gerbang-gerbang pemrosesan data yang
baru.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Terdapat aktivitas penting yang menunjang keberhasilan atau malah kegagalan
yang didapat hal ini berlaku bagi semua organisasi. Aktifitas-aktifitas penting tersebut
adalah CSF, dan faktor ini dapat berbeda-beda dari satu jenis organisasi ke jenis organisasi
yang lain.
Sistem Pemrosesan Transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang
mengumpulkan data yang menguraikan aktifitas perusahaan, mengubah data menjadi
informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat didalam
maupun diluar perusahaan.
Sistem informasi didalam organisasi terdiri dari Sistem Informasi Pemasaran,
Sumber Daya Manusia, Manufaktur Keuangan, dan Sistem Informasi Eksekutif.
Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management) adalah
manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan
maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini.
Pembuatan dan penggunaan sebuah data warehouse atau data mart disebut data
warehousing dan akan dilakukan oleh suatu sistem.
Dalam suatu basis data, seluruh data mengenai subjek tertentu disimpan bersama
dalam satu lokasi, yang biasanya berbentuk suatu tabel. Data tersebut meliputi data
pengidentifikasi (seperti nomor pelanggan), data deskriptif (seperti nama pelanggan), dan
data kuantitatif (seperti penjualan bulan ini). Ada dua jenis tabel dalam penyimpanan data
warehouse, dalam tabel data tersebut akan digabung yang menghasilkan suatu paket
informasi.

Unsur terakhir dalam sistem warehousing adalah sistem penyampaian informasi,


yang mendapat data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan
menjadikan informasi tersebut tersedia bagi pengguna.