Anda di halaman 1dari 13

CHAPTER 3

COST BEHAVIOR

Time Horizon

Dalam menentukan apakah suatu biaya adalah tetap atau variable bergantung

pada horizon waktu. Menurut ekonom, dalam jangka pangjang semua biaya adalah

variable, dalam jangka pendek setidaknya ada satu biaya yang tetap. Namun, biaya

yang berbeda memiliki panjang jangka pendek yang berbeda. Misalnya, bahan baku

langsung relative mudah untuk disesuaikan. Oleh karena itu, biaya ini secara khas

dianggap sebagai biaya tetap. Panjang dari periode jangka pendek tergantung pada

jangkauan tertentu dari penliaian manajemen dan maksud untuk apa perilaku biaya

diestimasi. Misalnya, mengajukan penawaran khusus, pesanan khusus mungkin hanya

memiliki jangka waktu sebulan-cukup panjang untuk menciptakan penawaran dan

memproduksi pesanan, gabungan, akan mempengaruhi periode yang jauh lebih

panjang.

Kegiatan, penggunaan Sumber daya, dan perilaku biaya

Kapasitas kegiatan secara sederhana adalah kemampuan untuk menunjukkan

kegiatan. Untuk menunjukkan kegiatan, kapasitas harus diperoleh terlebih dahulu.

Penggunaan sumber daya dapat dikategorikan menjadi 2 macam,yaitu:

1. Flexible Resources

Tingkat kinerja kegiatan kapasitas yang diperlukan untuk berhubungan

dengan tingkat di mana kegiatan ditunjukkan secara efisien. Sumber daya

diperlukan untuk memungkinkan kegiatan ditunjukkan. Sumber daya hanyalah

elemen ekonomik yang dikonsumsi dalam melakukan kegiatan. Sumber daya


hanyalah elemen ekonomik yang dikonsumsi dalam melakukan kegiatan.

2. Committed Resources

Penggunaan sumber daya adalah jumlah kapasitas kegiatan yang digunakan

dalam memproduksi keluaran kegiatan. Karenanya, penggunaan sumber daya

ekuivalen dengan keluaran kegiatan. Jika semua kapasitas kegiatan yang

dimiliki tidak digunakan, maka kita memiliki kapasitas yang tidak digunakan.

Sumber daya dipasok memiliki dua cara, yaitu : (1) sesuai dengan yang

digunakan (dan dibutuhkan) dan (2) sebelum penggunaan. Sumber daya

dipasok sesuai yang digunakan dan dibutuhkan adalah sumber daya yang

diperoleh dari sumber luar, di mana istilah akuisisi tidak memerlukan

komitmen jangka panjang untuk sumber daya dalam jumlah berapapun.

Karenanya, organisasi bebas untuk membeli hanya jumlah sumber daya yang

dibutuhkan. Sebagai hasilnya, jumlah sumber daya yang dipasok sama dengan

jumlah yang diminta. Tidak terdapat kapasitas kegiatan yang tidak digunakan

untuk kategori ini.

Perilaku Biaya Anak tangga

Pada pembahasan mengenai perilaku biaya, telah diasumsikan bahwa

fungsi biaya adalah terus-menerus. Dalam kenyataan, beberapa fungsi biaya

mungkin terputus, seperti peraga di bawah ini. Jenis fungsi biaya ini dikenal

sebagai funsi anak tanga. Fungsi biaya anak tangga berguna untuk

memperlihatkan tingkat biaya konstan pada suatu rentang output kegiatan

tertentu dan kemudian meningkat ke tingkat biaya yang lebih tinggi pada titik

yang sama, di mana biaya tidak berubah untuk rentang kegiatan yang sama.

Pada peraga berikut, biayanya sebesar $100 selama keluaran kegiatan antara
0 dan 20 unit. Jika volumenya antara 20 dan 40 unit, biaya meningkat hingga

$200.

500

400

300

200

100

20 40 60 80 100 120

Keluaran Kegiatan (unit)

Peraga FUNGSI BIAYA TANGGA

1. Biaya anak tangga variable

2. Biaya anak tangga tetap

CHAPTER 4

ACTIVITY BASED COSTING

Functional-Based Product Costing

Menetapkan biaya dari bahan langsung (direct material) dan upah tenaga

kerja langsung (direct labor) pada produk merupakan sedikit tantangan. Biaya-biaya

ini dapat ditetapkan pada produk menggunakan cara meniru langsung (direct

tracing) dan sebagian besar sistem biaya berdasarkan fungsional didesain untuk

memastikan bahwa meniru ini mengambil tempat yang sesuai.


Biaya overhead menggambarkan masalah yang berbeda. Biaya pertama

berdasarkan fungsional menetapkan biaya overhead pada unit fungsional, membuat

antara plantwide atau kelompok biaya departemental (departemental cost pools).

Pengelompokkan biaya ini kemudian ditetapkan untuk produk menggunakan

predetermined overhead rates berdasarkan unit level drivers.

Predetermined overhead cost dikalkulasi pada awal tahun menggunakan

formula sebagai berikut :

overhead rate = budgeted annual overhead / budgeted annual driver level

Predetermined rates digunakan karena overhead dan produksi sering

mendatangkan ketidakseragaman sepanjang tahun, dan tidak mungkin untuk

menunggu sampai akhir tahun untuk kalkulasi penetapan biaya overhead sebenarnya.

Sistem biaya yang menggunakan predetermined overhead rates dan biaya

sebenarnya (actual) untuk bahan langsung (direct material) dan upah tenaga kerja

langsung (direct labor) menunjuk sebagai sistem biaya normal (normal costing

system).

Dalam functional-based costing hanya unit level drivers digunakan untuk

mengkalkulasi overhead rates. Unit level drivers adalah faktor-faktor dimana

ukuran permintaan ditempatkan pada aktivitas unit level oleh produk. Aktivitas unit

level adalah aktivitas-aktivitas ditunjukkan setiap dan setiap waktu unit dari produk

yang diproduksi.

Lima hal yang biasanya paling banyak menggunakan unit level driver adalah

• Unit diproduksi (unit produced)

• Jam upah tenaga kerja langsung (direct labor hours)

• Direct labor dollars


• Jam mesin (machine hours)

• Direct material dollars

Plantwide atau departemental predetermined overhead rates digunakan

untuk menetapkan atau mempergunakan biaya overhead untuk memproduksi sebagai

produk sebenarnya aktivitas berkembang.

Total overhead ditetapkan untuk produksi sebenarnya pada beberapa poin

waktu disebut applied overhead.

Applied overhead = Overhead rate X Activity driver usage

OVERHEAD APPLICATION : PLANTWIDE RATE

Dalam pendekatan plantwide rate, semua anggaran biaya overhead

diakumulasi pada single plantwide cost pool. Plantwide rate kemudian dikalkulasi

menggunakan single unit level driver, seperti jam upah tenaga kerja langsung.

Terakhir, biaya overhead ditetapkan pada produk dengan mengalikan rate dengan

jam upah tenaga kerja langsung sebenarnya yang digunakan oleh setiap produk.

Biaya Overhead Per Unit

Cara menghitung biaya overhead per unit yaitu

Overhead applied to production = Predetermined Overhead Rate X Direct

Labor Hour

Overhead per unit = Overhead applied

Unit Produced

Underapplied Dan Overapplied Overhead

Perbedaan antara actual overhead dan applied overhead adalah overhead


variance. Jika actual overhead lebih besar daripada applied overhead, kemudian

variance disebut underapplied overhead. Jika applied overhead lebih besar daripada

actual overhead, kemudian variance disebut overapplied overhead.

Disposition Of Overhead Variance

Overhead variance memberikan satu dari dua cara :

• Jika immaterial, ditetapkan pada harga pokok penjualan (cost of good sold)

• Jika material, dialokasi antara Work In Process Inventory, Finished Goods

Inventory dan Cost Of Good Sold

Ditetapkan Pada Cost Of Good Sold

Overhead variance ditambahkan ke cost of good sold jika underapplied dan

dikurangkan dari cost of good sold jika overapplied.

Contoh : Diasumsikan bahwa Suncalc mempunyai saldo akhir pada cost of good sold

yang jumlahnya sama dengan $500.000. Underapplied variance dari $20.000 akan

ditambahkan untuk produksi baru, penyesuaian menjadi $20.000.

Asumsi bahwa keduanya actual dan applied overhead diakumulasi pada catatan

overhead control. Jurnal diasosiasikan dengan penyesuaian akan menjadi :

Cost Of Good Sold $20.000

Overhead control $20.000

Dialokasikan Pada Catatan Produksi

Jika overhead variance material, itu harus dialokasikan ke produksi secara

periode. Secara konseptual, biaya overhead dari suatu periode termasuk pada

dimulainya barang diproduksi tetapi tidak dilengkapi (Work in process inventory),

barang jadi tetapi tidak terjual (Finished goods inventory), dan barang jadi dan
terjual (Cost of good sold).

Menggunakan applied overhead menangkap sebab original dan efek hubungan

digunakan untuk menetapkan overhead. Menggunakan saldo lain, seperti total biaya

manufaktur, mendapat hasil penetapan yang tidak wajar penambahan overhead.

Overhead Application : Departmental Rates

Untuk departmental rates, biaya overhead pertama kali ditetapkan untuk

bagian-bagian produksi individual, membuat bagian overhead cost pools. Pada

tingkat ini, bagian produksi adalah tujuan biaya dan penganggaran biaya overhead

ditetapkan menggunakan direct tracing, driver tracing atau allocation.

Biaya-biaya ditetapkan untuk bagian produksi individual, kemudian unit level

drivers seperti jam upah tenaga kerja langsung (Untuk bagian tenaga kerja intensif)

dan jam mesin (Untuk bagian mesin intensif) digunakan untuk memperhitungkan

penetapan sebelumnya overhead rates untuk setiap departemen.

Pada tingkat kedua, overhead ditetapkan pada produk dengan mengalikan

departemen rates dengan jumlah dari driver product menggunakan bagian

respektif.

Batas-batas dari plantwide dan departemental rates

Dua faktor utama dapat mengurangi kemampuan dari unit based plantwide

dan departemental rates untuk menetapkan biaya overhead secara akurat :

• Proporsi dari non unit related biaya overhead ke total biaya overhead adalah

besar

• Derajat dari ragam produk adalah besar

Non-unit Related Overhead Costs


Non unit based drivers adalah faktor-faktor lain daripada angka-angka dari

unit-unit diproduksi, dimana begitu saja ukuran permintaan dimana produk

ditempatkan pada kegiatan-kegiatan.

Jika proporsi dari total biaya overhead ini biaya non-unit related

menggambarkan jumlah yang besar, menggunakan unit level drivers untuk

menetapkan non unit related biaya overhead ini dapat menghasilkan penyimpangan

biaya produk.

Product Diversity

Product Diversity (ragam produk) berarti bahwa produk mengkonsumsi

aktivitas overhead dalam proporsi berbeda.

Proporsi dari setiap aktivitas dikonsumsi oleh produk didefinisikan sebagai

ratio konsumsi.

Ragam poduk disebabkan oleh sifat dari desain dan proses manufaktur dari

produk. Satu dimensi dari ragam produk adalah kompleksitas produk. Sejak sistem

berdasarkan fungsional menggunakan rata-rata tingkat alokasi untuk menetapkan

biaya overhead melewati seluruh garis produk, mereka cenderung untuk under

applied biaya overhead untuk meninggikan produk komplek, dan over applied biaya

overhead untuk mengurangi produk komplek.

Permasalahan Dengan Ketelitian Penetapan Biaya

Dalam perhitungan biaya overhead ada dua cara yang dapat digunakan dan

keduanya memiliki challenge yang berbeda, yaitu menggunakan metode palntwide

atau departementalisasi.
Masalah utama dari kedua metode perhitugan diatas adalah karena

penggunaan asumsi jam kerja mesin, jam kerja langsung, atau apapun yang akan

menyebabkan biaya overhead.

Perbandingan Dari Metode Penetapan Biaya Product

Dalam exhibit 4-7 dibandingkan ketika unit cost dihitung berdasarkan

activity based costing dengan functional –based costing, baik menggunakan metode

plantwide maupun departementalisasi. Dari perbandingan tersebut dapat dilihat

dengan jelas bahwa perhitungan unit cost menggunakan unit based activity sangat

mempengaruhi perhitungan biaya overhead.

ACTIVITY – BASED COSTING SYSTEM

Perusahaan Goodmark merupakan suatu contoh perusahaan yang menunjukan

dengan jelas bahwa prime cost memiliki peran yang sama dalam perhitungan biaya

baik mengunakan functional based maupun activity based dimana keduanya

menggunakan direct tracing to product.

Direct Direct
Overhead
materials labor

Resources drivers
direct direct
tracing tracing Activity
cost pools

activity cost drivers

PRODUCTS
Lewat contoh itu juga menunjukan perbedaan yang utama antara kedua metode

tersebut yaitu bagaimana biaya overhead diperlakukan dalam penentuan harga

product tersebut.

Aktivitas -biaya umum runutan sistem penetapan biaya pertama yang

didasarkan kepada aktivitas lalu kepada produk-produk dan object biaya lain.

Asumsi dasar adalah bahwa setiap aktivitas mengkonsumsi sumber daya, dan

produk-produk dan object biaya lain konsumsi aktivitas.

Satu perahu-perahu sistim ABC potensi tentang biaya produk pembangkit

lebih akurat dibanding suatu sistem penetapan biaya yang berbasis fungsional. Di

dalam merancang satu sistim ABC, ada enam langkah-langkah penting.

1. Identifikasi, mendefinisikan, dan mengklasifikasikan aktivitas.

2. Menempatkan setiap unsur biaya ke dalam setiap aktivitas.

3. Menempatkan biaya dari aktivitas sekunder kedalam aktivitas utama.

4. Mengidentifikasikan objek biaya dan menentukan rincian jumlah spesifik yang

diserap oleh spesifik obyek biaya.

5. Kalkulasikan rate untuk aktivitas utama.

6. Menempatkan biaya setiap aktivitas pada obyek biaya.

Identifikasi Aktivitas, Definisi, Dan Penggolongan

Mengidentifikasi aktivitas adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam

merancang ABC system. Suatu kegiatan atau akyivitas harus menunjukkan tindakan-

tindakan yang diambil atau pekerjaan yang dilaksanakan oleh peralatan atau orang-

orang untuk orang lain. Mengidentifikasi satu aktivitas adalah setara dengan

menggambarkan suatu tindakan yang diambil. Suatu daftar sederhana yang memuat

identitas suatu aktivitas disebut activity inventory.


Definisi Aktivitas

Begitu satu persediaan dari aktivitas diambil, lalu aktivitas menujukan

digunakan untuk menggambarkan aktivitas. Aktivitas menujukan bukanlah informasi

keuangan dan keuangan ties bahwa menguraikan aktivitas yang individu. Satu kamus

aktivitas mendaftar aktivitas dalam satu organisasi beserta atribut-atribut yang

diinginkan. Atribut-atribut memilih bergantung pada tujuan itu yang sedang dilayani.

Penggolongan Aktivitas

Fasilitas-fasilitas penggolongan aktivitas prestasi dari tujuan manajerial

kunci seperti: penetapan biaya produk atau pelanggan, kemajuan berkelanjutan,

manajemen mutu total, dan manajemen biaya lingkungan. Sebagai contoh, untuk

penetapan biaya bermaksud, aktivitas dapat digolongkan sebagai primer atau

sekunder. Suatu aktivitas yang utama adalah satu aktivitas yang mengkonsumsi oleh

suatu biaya yang akhir menolak seperti suatu produk atau pelanggan. Suatu aktivitas

yang sekunder adalah satu yang mengkonsumsi oleh object biaya

intermediate/antara seperti aktivitas yang utama, bahan-bahan, atau aktivitas yang

sekunder lain. Mengenali perbedaan antara kedua jenis-jenis dari penetapan biaya

produk fasilitas-fasilitas aktivitas. Exhibit 4-8 juga menyiratkan bahwa produk

mengkonsumsi aktivitas tetapi hanya aktivitas yang utama. Dengan demikian,

sebelum menugaskan biaya-biaya dari aktivitas yang utama kepada produk-produk,

ongkos aktivitas yang sekunder mengkonsumsi oleh aktivitas yang utama yang harus

ditugaskan kepada aktivitas yang utama. Banyak penggolongan aktivitas bermanfaat

lainnya ada. Di dalam merancang satu sistem penetapan biaya aktivitas, atribut-

atribut yang diinginkan dan penggolongan-penggolongan penting perlu untuk ditandai

di muka sekali sehingga data yang perlu dapat dikumpulkan untuk kamus aktivitas.
Mengumpulkan Data Yang Perlu

Wawancara-wawancara, kuestioner-kuestioner, survei-survei, dan

pengamatan bersifat umum tentang data pertemuan untuk satu sistim ABC.

Wawancara dengan para manajer atau orang yang banyak mengetahui, contoh

pendekatan dengan departemen-departemen fungsional yang paling umum barangkali

untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Pertanyaan-pertanyaan wawancara

dapat digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas dan aktivitas menujukan yang

diperlukan untuk penetapan biaya atau tujuan-tujuan managerial lain. Informasi

yang diperoleh dari pertanyaan-pertanyaan wawancara bertindak sebagai dasar

untuk membangun satu kamus aktivitas. Dalam menyusun suatu wawancara,

pertanyaan-pertanyaan itu perlu mengungkapkan kunci tertentu untuk memberi

petunjuk. Pertanyaan-pertanyaan wawancara harus tersusun dengan baik sehingga

tersedia jawaban yang mengizinkan /membiarkan adanya keinginan untuk

pengidentifikasian.

Menempatkan BIAYA-BIAYA DARI Sumber-Sumber BIAYA overhead PADA

setiap AKTIVITAS

Setelah mengidentifikasi dan gambarkan aktivitas, tugas yang berikutnya

sedang menentukan berapa banyak biaya-biaya itu untuk melaksanakan masing-

masing aktivitas. Ongkos satu aktivitas hanyalah ongkos sumber daya mengkonsumsi

oleh aktivitas. Aktivitas mengkonsumsi sumber daya seperti tenaga kerja, bahan-

bahan, energi, dan modal. Ongkos sumber daya ini ditemukan di dalam buku besar,

tetapi berapa banyak membelanjakan di masing-masing aktivitas tidak diungkapkan.

biaya-biaya sumber daya yang harus ditugaskan kepada aktivitas menggunakan

penjiplakan langsung dan pengemudi. Karena sumber daya tenaga kerja, suatu
acuan/matriks penyebaran pekerjaan sering gunakan. Suatu acuan/matriks

penyebaran pekerjaan hanya mengidentifikasi jumlah dari tenaga kerja

mengkonsumsi oleh masing-masing aktivitas dan berasal dari proses wawancara.