Anda di halaman 1dari 20

Problema Bedah Toraks

Pembimbing: dr. Saleh Setiawan, Sp.B

RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

Bedah
Toraks

Bedah Jantung

Bedah non
Jantung

Bedah Paru

Pembedahan

Pemeriksaan pra bedah


1. Pemeriksaan faal paru
2. Bronkoskopi
3. Bronkografi
4. Tomografi atau CT Scan
5. Plan foto toraks
6. Pemeriksaan lain untuk
hepar dan ginjal

menentukan

Bedah Toraks non Jantung

faal

Bedah

jantung dibagi dua: tertutup dan


terbuka
Dalam keadaan normal, faal jantung paru
berhenti tidak boleh melewati 3 menit.
Bila diperlukan penghentian faal jantung paru
lebih dari 3 menit, diperlukan tindakan untuk
mengatasi kerusakan otak dan jaringan lain,
agar penderita dapat hidup pasca bedah:
Deep hypothermia atau profound hypothermia
Cardiopulmonary by pass (CPB)

Bedah Jantung

Deep hypothermia atau profound hypothermia


Caranya penderita dianastesi umum, direndam
dalam air es atau dimasukkan ke dalam freezer
sampai mencapai suhu 20C kemudian dikeluarkan
Perubahan

fisiologis yang terjadi:


Tubuh akan menggigil
Vasokontriksi pembuluh darah
Gangguan pH dan elektrolit
Agregasi darah
Dengan surface cooling untuk mencapai suhu
18C, diperlukan waktu yang lama, tergantung
pada besar atau luas permukaan tubuh dan
lemahnya tubuh

Cardiopumonary by pass (CPB)


Dasar kerja mesin CPB ialah darah vena dikeluarkan
kemudian diberi O2 dan CO2 dikeluarkan dan darah
yang sudah diproses di mesin dimasukan kembali
melalui kanula serta ke tubuh penderita. Darah
dikeluarkan secara gravitasi dan dimasukkan kembali
ke tubuh penderitan dengan sigma motor (De Bakey).
Darah yang dimasukkan ke dalam sigma motor
tidak lebih dari 2,8 L/menit/m.
Darah yang keluar dari tubuh akan menggumpal,
untuk mencegahnya, 10 menit sebelum kanulasi
berikan heparin 2-3 mg/kgBB. Setelah pembedahan
selesai, heparin dinetralisir dengan protamin dengan
dosis dua kali heparin.

Masalah

yang timbul dengan pemakaian CPB:

Perdarahan pasca bedah


Dengan priming volume apakah cairan elektrolit
saja cukup? Apakah cairan koloid dan elektrolit?
Apakah elektrolit dengan albumin?
Syok sindrom
Hipotermia
Agregasi trombosit dan protein emboli otak dan
gangguan pembekuan darah
Operasi

1.
2.
3.
4.

jantung dibagi menurut:

Kelainan
Kelainan
Kelainan
Kelainan

kongenital
jantung reumatik
jantung koroner
ritme jantung

Trauma Toraks
Pembimbing: dr. Saleh Setiawan, Sp.B

RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

Penanganan Waktu Penderita Masuk Rumah Sakit


Anamnesa
Waktu Kejadian
Tempat kejadian
Jenis senjata
Arah masuk dan keluarnya perlukaan
Keadaan penderita selama perjalanan ke rumah sakit
2.
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi :
Kalau penderita bisa duduk di periksa duduk kalau tidak
mungkin dalam posisi tidur (tentukan luka masuk dan luka
keluar)
Gerakan dan posisi akhir saat inspirasi, gerakan simetris atau
tidak
Akhir dari ekspirasi
1.

Palpasi:
Diraba ada atau tidaknya krepitasi
Nyeri tekan anteroposterior dan laterolateral
Bandingkan fremitus kanan dan kiri
Perkusi:
Adanya sonor, timpani atau hipersonor
Adanya batas pekak
Auskultasi:
Bandinkan bunyi nafas kanan dan kiri
Bunyi nafas melam atau tidak
Batas antara bunyi nafas yang hilang dengan yang normal
Periksa tekanan darah, bila syok segera pasang infus. Kalau perlu
intubasi untuk bantuan pernafasan.
3. Jika keadaan stabil pasien di minta melakukan pemeriksaan
radiologik

Tamponade Jantung
Keluhan

dan Gejala
Trauma tajam di daerah perikardium atau di perkirakan
menembus jantung
Gelisah
Pucat, keringat dingin
Terdapat peninggian tekanan vena jugular
Pekak jantung melebar
Bunyi jantung melemah
Terdapat tanda tanda Paradoxical pulse presurre
Gambaran EKG low voltage seluruh lead
Perikardiosentesiss keluar darah
Bila di curigai ada tamponade dilakukan torakotomi eksplorasi

Pendarahan
Syok bila kluar darah atau cairan intravaskuler sebanyak 15 20% dari
blood volume.
1. Penderita trauma tembus thorak masuk tanda syok (setelah jahitan kedap
udara) :
Di infus dan transfusi darah yang sesuai
Di infus dengan jarum yg besar, kalau perlu dua infus
Berikan kristaloid sampai keadaan membaik
2. Sementara itu di periksa secara fisik dengan cepat:
Anamnesa
Pucat dan anemia
Adanya sesak nafas, takipnoe atau takikardi
Ada nya peka pada sisi yang terkena
Bunyi nafas melemah atau menghilang
3. Dilakukan torakotomi segera

Pneumotoraks
Tension Pneumotoraks: Keadaan dimana udara yang keluar dari paru paru masuk
ke rongga pleura sehingga menybabkan tekanan dalam pleura meningkat
Keluhan sesak nafas yang progresif dan berat
Ambil jarum suntik stril, desinfeksi kulit di sela iga II, garis midklavikular sisi
yang terkena
Pneumotoraks biasa
Sesak nafas
Nyeri
Batuk batuk
Palpasi
Terdapat krepitasi karna ememfisema
Fremitus menurun dari pada bag yang lain
Perkusi
Adanya hipersonor
Auskultasi
Bunyi nafas berkurang atau menghilang

Hematotoraks
Keluhan:

nyeri dan sesak nafas yang progresif

Infeksi

Gerakan nafas yang tertinggal

Palpasi

Perkusi

Batas pekak tidak jelas

Auskultasi

Fremitus lebih keras dari sisi yang lain

Bunyi nafas menghilang atau tidak terdengar

WSD

EMPYEMA THORAKS

Definisi

Terkumpulnya pus atau cairan purulen di rongga


toraks
Etiologi

Infeksi paru, empyema pasca trauma, selulitis di


dekat pleura
Perkembangan
1.

keadaan empiema

Fase eksudat
Cairan di pleura jernih, biasanya fase
berlangsung dengan cepat. Penegakkan
diagnosis dengan pemeriksaan kimiawi dan
mikroskopis cairan punksi.

2. Fase Fibro-purulen
Pus lebih kental karena terdapat fibrinfibrin yang merupakan penyulit pungsi
ataupun WSD
3. Fase Organisasi
Pus bersepta-septa atau lokulasi, penyembuhan
lebih sulit, terjadi penebalan pelura visceralis
sehingga pengembangan paru terhambat

Patofisiologi

Infeksi paru menyebabkan penyempitan dan


tertutupnya bronkioli dan alveoli sehingga terjadi
gangguan perkembangan paru dan faal respirasi
Pada empiema akut sekat mediastinum masih
dapat bergerak ke kiri dan kanan. Bila ada
tekanan positif dari salah satu rongga dada akan
menyebabkan sekat mediastinum ini mudah
bergeser ke sisi yang sehat.
Bila berlanjut, terjadi fibrosis pada jaringan paru
sehingga terjadi gangguan faal respirasi.

Prinsip

pengobatan empiema paru

1. Pengeluaran pus seluruhnya


2. Paru dapat mengembang sampai pleura
parietalis menempel dengan pleura visceralis
(obliterasi rongga empiema)
3. Memberantas infeksi dengan antibiotik
Penanganan

1.
2.
3.
4.

Pungsi pleura dan mengeluarkan cairan


Water sealed drainage (WSD)
Dekortikasi
Torakoplasti

WASSALAMUALAIKUM WR. WB
TERIMA KASIH