Anda di halaman 1dari 23

PENINGKATAN KINERJA DAN

BUDAYA KERJA PENGHULU

H. Eddy Mawardi, SH., MH


(PPK Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan
Syariah)
Surabaya, 5 April 2016

MEMBANGUN KINERJA BERSAMA NAWA


CITA

NAWA
CITA

Road
Map
Reformasi
Birokrasi

Mewujudkan Grand Design Reformasi Birokrasi

Tujua Untuk memberikan arah kebijakan pelaksanaan


reformasi birokrasi selama kurun waktu 2010-2025 agar
n
pelaksanaan reformasi birokrasi di K/L dan Pemda
dapat
berjalan
secara
efektif,
efisien,
terukur,
konsisten, terintegrasi, melembaga dan berkelanjutan.

STRATEGI REFORMASI BIROKRASI


NASIONAL
UU
UU Aparatur
Aparatur Sipil
Sipil Negara
Negara

1.
1. Makro
Makro ::
Kerangka
Kerangka
Regulasi
Regulasi
Nasional
Nasional

2.
2. Mikro
Mikro ::
Program/kegiat
Program/kegiat
an
an pd
pd tingkat
tingkat
Instansi
Instansi (K/L
(K/L
4
dan
dan Pemda)
Pemda)

RUU
RUU Administrasi
Administrasi Pemerintahan
Pemerintahan
RUU
RUU Sistem
Sistem Pengawasan
Pengawasan Internal
Internal
Pemerintah
Pemerintah
9
9 Program
Program Percepatan
Percepatan Reformasi
Reformasi
Birokrasi
Birokrasi
1. Penataan Struktur Organisasi Pemerintah
2. Penataan Jumlah dan Distribusi PNS
3. Pengembangan Sistem Seleksi dan Promosi Secara
Terbuka
4. Peningkatan Profesionalisasi PNS
5. Pengembangan Sistem Pemerintahan Elektronik yang
terintegrasi
6. Peningkatan Pelayanan Publik
7. Peningkatan Integritas dan Akuntabilitas Kinerja
Aparatur
8.
Kesejahteraan Pegawai Negeri
8
8 Peningkatan
Area
Area
9.
Peningkatan Efisiensi Belanja Aparatur
Perubahan
Perubahan

AREA
AREA PERUBAHAN,
PERUBAHAN, HASIL
HASIL YANG
YANG DIHARAPKAN,
DIHARAPKAN, DAN
DAN
TUJUAN
TUJUAN
REFORMASI
BIROKRASI
REFORMASI
BIROKRASI TUJUAN RB
AREA PERUBAHAN
HASIL YANG DIHARAPKAN

1
2

Mind Set &


Culture
Set Aparatur
Peraturan
Per-UU-an

Organisasi

Tata Laksana

Terbangunnya Perubahan Pola


Pikir, Budaya Kerja, Komitmen,
Partisipasi, dan Perubahan Perilaku
Yang Diinginkan

1.Pemerintah yang
Bersih dan Bebas
KKN

Regulasi Yang Lebih Tertib, Tidak


Tumpang Tindih Dan Kondusif
Organisasi yang Tepat Ukuran dan
Tepat Fungsi (Right Size & Right
Function)
Sistem, Proses dan Prosedur Kerja
yg Jelas, Efektif, Efisien, Terukur
Sesuai Prinsip-prinsip Good
Governance
SDM Aparatur yg Berintegritas,
Netral, Kompeten, Capable,
Profesional, Berkinerja Tinggi dan
Sejahtera
Meningkatnya Penyelenggaraan
Pemerintahan Yang Bersih & Bebas
KKN

Sumber Daya
Manusia
Aparatur

Pengawasan

Akuntabilitas

Meningkatnya Kapasitas dan


Akuntabilitas Kinerja Birokrasi

Pelayanan
Publik

Pelayanan Prima Sesuai Kebutuhan


dan Harapan Masyarakat

2. Efektivitas dan
Efisiensi Kegiatan
Pemerintahan

3. Peningkatan
Kualitas Pengambilan
Kebijakan

4. Peningkatan
Kualitas Pelayanan
Publik
INDIKATOR
INDIKATOR
KEBERHASILA
KEBERHASILA
NN

TUJUAN REFORMASI BIROKRASI

Efisiensi
Efisiensi dan
dan
Efektivitas
Efektivitas
Pemerintaha
Pemerintaha
n
n

Pemerintaha
Pemerintaha
n
n terbuka
terbuka
berbasis
berbasis IT
IT

SDM
SDM Aparatur
Aparatur
yang
yang
kompeten
kompeten
dan
dan
kompetitif
kompetitif

Pemerintahan
Pemerintahan
melayani
melayani dan
dan
partisipatif
partisipatif

Tujuan
Tujuan Akhir
Akhir
1.
1. Bebas
Bebas KKN
KKN
2.
2. Akuntabel
Akuntabel dan
dan
berkinerja
berkinerja
3.
3. Pelayanan
Pelayanan
publik
publik yang
yang
berkualitas
berkualitas

SASARAN REFORMASI
BIROKRASI
1

ISU STRATEGIS
LEMAHNYA
PENEGAKAN
HUKUM

PENGADAAN
BARANG DAN
JASA MASIH
BELUM DAPAT
DISELENGGARA
KAN SECARA
EFISIEN
ORGANISASI
GEMUK,
FRAGMENTED
DAN TUMPANG
TINDIH FUNGSI

INTEGRITAS
PNS YANG
MASIH RENDAH

PENERAPAN
E-GOVERNMENT
BELUM
MERATA

RENDAHNYA
KOMITMEN
PENCEGAHAN
DAN
PEMBERANTASA
N KORUPSI

APARAT
PENGAWAS
INTERNAL
PEMERINTAH
MASIH LEMAH

SISTEM
REMUNERASI
BELUM LAYAK
DAN BERBASIS
KINERJA

KUALITAS
PELAYANAN
PUBLLIK
MASIH
RENDAH

KUALITAS
AKUNTABILITAS
KINERJA
INSTANSI
PEMERINTAH
MASIH RENDAH
MASIH
RENDAHNYA
KOMPETENSI,
BELUM SESUAI
DENGAN
KEBUTUHAN
DALAM JABATAN;
KINERJA BELUM
OPTIMAL

Strategisnya Peran Penghulu Dalam


Mewujudkan Reformasi Birokrasi
1 Secara

historis keberadaan penghulu tidak dapat


dilepaskan dari dinamika kehidupan masyarakat dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses
pembangunan
secara
menyeluruh.
Hal
ini
menggambarkan hubungan yang erat antara
negara dan agama

Penghulu merupakan ujung tombak negara dalam


bidang perkawinan. Penghulu juga menjadi panutan
masyarakat dalam hukum Islam lainnya selain hukum
perkawinan, hal ini menegaskan bahwa penghulu
adalah representasi pejabat sekaligus ulama

3 Penghulu diharapkan dapat memberikan pelayanan

prima terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat


agar Pelayanan Publik yang tercipta sesuai dengan
keinginan Reformasi Birokrasi

Landasan Hukum
Kepenghuluan

Siapa Penghulu
KMA No. 477

Kegiatan Kepenghuluan
(PER/62/M.PAN/6/2005)

Pelayanan dan konsultasi


nikah/rujuk:
perencanaan kegiatan
kepenghuluan
pengawasan pencatatan
nikah/rujuk
pelaksanaan pelayanan
nikah/rujuk
penasihatan dan konsultasi
nikah/rujuk
pemantauan pelanggaran
ketentuan nikah/rujuk
pelayanan fatwa hukum
munakahat dan
bimbingan muamalah
pembinaan keluarga sakinah
pemantauan dan evaluasi
kegiatan kepenghuluan

Pengembangan
kepenghuluan:
pengkajian masalah hukum
munakahat (bahsul masail
munakahat dan ahwal
assyaksiyah)
pengembangan metode
penasihatan
konseling dan pelaksanaan
nikah/rujuk
pengembangan perangkat dan
standar pelayanan nikah/rujuk
penyusunan kompilasi fatwa
hukum munakahat
koordinasi kegiatan lintas
sektoral di bidang nikah dan
rujuk

TANTANGAN KEPENGHULUAN
Adanya berbagai perubahan yang terjadi akibat
REFORMASI BIROKRASI
Otonomi daerah
Globalisasi yang identik dengan modernisasi dan
industrialisasi yang telah membawa perubahan nilai
kehidupan masyarakat, seperti:
Lunturnya nilai-nilai agama
Dekadensi moral
Gaya hidup barat
Krisis keluarga
Pergaulan bebas
Kenakalan remaja
Aborsi
KDRT

TANTANGAN
KEPENGHULUAN

VS
BUDAYA KERJA
PENGHULU

Masih Seperti Inikah Kita ???

Semoga Mutu SDM di KUA


TIDAK Seperti Berikut ini :
1. Suka mengeluh, banyak menuntut,
egois
2. Bekerja seenaknya, kepedulian kurang
3. Kerja seba tanggung, sering menunda,
manipulatif
4. Malas, disiplin buruk, stamina kerja
rendah
5. Pengabdian minim, sense of belonging
tipis, gairah kerja kurang
6. Terjebak rutinitas, menolak perubahan,
kurang kreatif
7. Bekerja asal-asalan, cepat merasa puas
8. Jiwa melayani rendah, merasa hebat,

BUDAYA KERJA
Budaya kerja adalah suatu falsafah
yang didasari oleh pandangan hidup
sebagai nilai-nilai yang yang menjadi
sifat, kebiasaan dan kekuatan
pendorong, membudaya dalam
kehidupan suatu kelompok masyarakat
atau organisasi kemudian tercermin
dari sikap menjadi perilaku,
kepercayaan, cita-cita, pendapat dan
tindakan yang terwujud sebagai
kerja atau bekerja

FUNGSI BUDAYA KERJA


1

Manfaat Budaya Kerja


Mengubah sikap dan perilaku pegawai untuk
meningkatkan produktivitas kerja.
Meningkatkan kepuasan kerja dan pelanggan,
pengawasan fungsional, dan mengurangi
pemborosan.
Menjamin hasil kerja berkualitas
Memperkuat jaringan kerja ( networking)
Menjamin keterbukaan ( accountable )
Membangun kebersamaan

FALKAH 5 BUDAYA KERJA


KEMENTEIAN AGAMA

LIMA NILAI BUDAYA KERJA KEMENTERIAN


AGAMA

A.INTEGRITAS
B.PROFESIONALITAS
C.INOVASI
D.TANGGUNGJAWAB
E.KETELADANAN

PERUBAHAN
Bukanlah dimaknai

Dari melakukan
Sebuah lompatan

BESAR
KARENA KEHIDUPAN
ITU SENDIRI
Dibangun dari hal-hal

YANG KECIL
SUDAHKAH KITA MENGAMALKAN 5
NILAI BUDAYA KERJA KEMENTERIAN
AGAMA SEBAGAI PENGHULU ??