Anda di halaman 1dari 32

Infeksi Meningitis

Fransisca Hilda Carolina


Pratiwi
11.2014.222

Anatomi Selaput Otak


Duramater
Araknoid
Piamater

Liquor Cerebrospinalis
Mengontrol
eksitabilitas otak
dengan mengatur
komposisi ion,
membawa keluar
metabolit-metabolit,
dan memberikan
beberapa
perlindungan
terhadap perubahanperubahan tekanan.

Meningitis
Inflamasi pd selaput otak yg mengenai lapisan piamater
(lapisan dalam selaput otak) dan subaraknoid maupun
aracnoid, dan termasuk cairan serebrospinal (CCS).
Peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu membran
atau selaput yang melapisi otak dan medulla spinalis, dapat
disebabkan organisme seperti virus, bakteri, yang menyebar
masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.

Klasifikasi
Berdasarkan
perubahan
pada cairan
otak
Meningitis
serosa

Meningitis
purulenta

Berdasarkan
mikroorganis
me penyebab
Meningitis
bakterial

Meningitis
viral

Etiologi
Paling sering : bakteri dan virus
Meningitis serosa, paling banyak Mumps

virus, Echo virus, dan Coxsackie virus


Herpes simplex , Herpes zooster, dan

entero virus jarang menjadi penyebab


meningitis aseptic (viral).

Usia

Mikroorganisme (purulenta)

Neonatus

E. Coli
Streptococcus beta hemoliticus

Balita

Haemophilus influenzae
Meningococcus
Pneumococcus

5-20 tahun

Haemophilus influenzae
Neisseria meningitidis
Streptococcus Pneumococcus

Dewasa

Meningococcus, Pneumococcus, Stafilocccus,


Streptococcus dan Listeria.

Meningitis Bakterialis
Meningitis

purulenta/bakterial/septik

menimbulkan eksudasi berupa pus, disebabkan


oleh kuman non spesifik dan nonvirus.
Bakteri : Streptococcus pneuemonia,
Neisseria meningitidis,
Haemophilus influenza,
Staphylococcus aureus dan
Mycobakterium tuberculosis.

Meningitis Virus
Meningitis

virus/aseptik,

sering

akibat

lanjutan

dari

penyakit akibat virus, meliputi; measles, mumps, herpes


simplek, dan herpes zoster.
Dibagi menjadi dua kelompok, yaitu virus RNA dan virus
DNA.
Virus RNA : enterovirus (polio), arbovirus (rubella), flavivirus
(dengue), mixovirus (influenza, parotitis, morbili).
Virus DNA : herpes, dan retrovirus.

Faktor resiko
Usia
Imunosupresi
Riwayat kontak dengan pasien
meningitis

3 jalur
penetrasi
kuman

Hematogen

Direct
( head
trauma )

Local
extension

Patofisiologi
Mikroorganisme
(bakteri, Vrus)
Kerusakan
neurologis
Masuk melalui
hematogen, trauma,
prosedur bedah,ruptur
serebri

Sistem saraf
pusat

Hidrosefalus

Inflamasi di
piamater,
subaraknoid

Penyebaran
keseluruh
saraf
kranial dan
kranial

Patofisiolologi meningitis tb
BTA masuk
ke tubuh

Tersering
inhalasi

Multiplikasi

Infeksi
pada
paru

Meningen
MENINGITIS
Membentuk
tuberkel
Pelepasan
BTA ke
ruang
araknoid

Rupture
tuberkel
meningen

Bila
daya
tahan
tubuh
menuru

BTA tidak
aktif/
dormain

Stadium Meningitis TB
Stadium I
Gejala ringan. Pada anak : demam, muntah, nafsu
makan menurun, bb turun. Pada orang dewasa : panas
hilang timbul, nyeri kepala
Stadium II
Nyeri kepala hebat, gangguan kesadaran, kejang,
tanda rangsang meningeal +, tanda peningkatan
intrakranial
Stadium III
Kelumpuhan, koma, pupil dilatasi, nadi dan nafas tidak
teratur

Diagnosis Meningitis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik dan Pemeriksaan
neurologis/ rangsang meningeal
Pemeriksaan Penunjang

Anamnesis

GCS

Pemeriksaan rangsang
meningeal

Kaku kuduk

Brudzinski sign I dan II


Laseque sign
Kernig sign

Pemeriksaan Saraf Kranial

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan Pungsi Lumbal
Pemeriksaan radiologi (ro, CTScan)
Tes tuberkulin

Pemeriksaan Pungsi Lumbal


Tes

Meningitis
Bakterialis

Meningitis
virus

Meningitis
TBC

Tekanan LP

Meningkat

Biasanya
normal

Bervariasi

Warna

Keruh

Jernih

Xanthochromi
a

Jumlah sel

> 1000/ml

< 100/ml

Bervariasi

Jenis sel

Predominan
PMN

Predominan
MN

Predominan
MN

Protein

Sedikit
meningkat

Normal/
meningkat

Meningkat

Glukosa

Normal/
turun<30%

Biasanya
normal

Rendah,
turun>30%

Tanda dan Gejala Meningitis


Awitan gejala akut (<24 jam) disertai
Trias meningitis: demam, nyeri kepala hebat
dan kaku kuduk.
Sakit kepala, demam, mual, muntah, photopobia
Tanda rangsang meningeal (+)
Peningkatan tekanan intrakranial

Penatalaksanaan
Acyclovir (800 mg PO 5x/hari selama 7 hari)

Memperpendek durasi nyeri akut dan


kecepatan

penyembuhan

vesikel,

pengobatan

dimulai dalam waktu kurang lebih 48 jam.


Famcyclovir (500 mg PO 3x/hari selama 7 hari)

atau
Valasiklovir lebih baik diserap (2 g PO 4x/hari)

Penatalaksanaan

Sumber: Cass D. Meningitis. The Canadian Journal of CME: University of


Toronto;

Penatalaksanaan
Ampicilin
Cefotaxime
Ceftriaxone
Cefizoxime
Nafcillin
Chloramphenicol
Vancomycin
TrimetoprimSulfamethoxazol
e

Anak/ kgBB

Dewasa

75-100 mg/ 6
jam
50 mg/ 6 jam

2 g/ 4 jam
2-3 g/ 6 jam

50 mg/ 12 jam

2-3 g/ 24 jam

50 mg/ 6 jam

4 g/ 8 jam

50 mg/ 6 jam

1,5 g/ 4 jam

25 mg/ 6 jam

1,5 g/ 6 jam

10 mg/ 6 jam

0,5 g/ 6 jam

25 mg/ 6 jam

25 mg/ 6 jam

Penatalaksanaan

Komplikasi Mayor

Komplikasi Minor

Edema otak / herniasi

Septic syok

Arteritis vasospasme

Respiratory distress

Septic sinus/trombosis

syndrome

venous

Arteritis

Hidrosefalus

Gangguan elektrolit

Serebritis

Komplikasi mielitis

Subdural efusi
Abses otak

Pencegahan meningitis
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier

Prognosis
Prognosis pada meningitis bakteri adalah buruk pada usia yang
lebih muda, infeksi berat. Mortalitas bergantung pada virulensi
kuman penyebab, daya tahan tubuh pasien, terlambat atau
cepatnya mendapat pengobatan yang tepat dan pada cara
pengobatan dan perawatan yang diberikan.
Prognosis pada meningitis tuberkulosis pada pasien yang tidak
diobati biasanya meninggal dunia. Yang berumur 3 tahun
mempunyai prognosis lebih buruk daripada yang tua.
Prognosis pada meningitis virus, penyakit ini self limited dan
penyembuhannya sempurna.