Anda di halaman 1dari 2

http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?

cp-documentid=4263253

By muhammad.ramdan, okezone.com, Updated: 8/8/2010 7:37 AM

Gagal Temui SBY, Indra Curhat ke Patung Gorila

Demi memperoleh keadilan bagi sang anak tercinta, apa pun akan
dilakukan oleh seorang bapak. Hal ini pula yang dilakukan Indra Azwan,
pria berusia 51 tahun ini nekat berjalan kaki dari kampung halamannya
di Malang menuju Jakarta.

JAKARTA - Demi memperoleh keadilan bagi sang anak tercinta, apa pun
akan dilakukan oleh seorang bapak. Hal ini pula yang dilakukan Indra
Azwan, pria berusia 51 tahun ini nekat berjalan kaki dari kampung
halamannya di Malang menuju Jakarta.

Tekadnya hanya satu untuk menemui Presiden Susilo Bambang


Yudhoyono (SBY) demi menyampaikan keluh-kesahnya yang dipemdam
selama ini. Indra datang ke Jakarta meminta keadilan atas kasus
anaknya yang tewas ditabrak oknum Polri.

Sayang, perjuangannya berjalan kaki tersebut kandas. Indra tidak bisa


bertemu dengan Presiden SBY. Karena tidak ada lagi pihak yang peduli
kepada nasibnya, Indra pun menyambangi Kebun Binatang Ragunan.
Indra mengadukkan nasibnya ke seekor gorila.

Namun saat tiba di kebun binatang tersebut, niat Indra curhat pada
binatang gorila juga tidak kesampaian. Sebab, keburu tutup dan
gorilanya sudah masuk kandang. Akhirnya, Indra hanya curhat pada
patung gorila yang berada di Pusat Primata Ragunan sekira pukul 17.00
WIB, Minggu (8/8/2100).

"Pak, saya kan laporan nih. Kok diam aja. Saya kan sudah datang, kok
bapak diam aja. Bapak sibuk lagi rapat yah, sampai-sampai tidak mau
ketemu saya. Nasib saya gimana ini pak."

Demikian celotehan Indra di hadapan patung gorila. Soktak pemadangan


miris ini membuat pengunjung lainnya terharu. Sebagian pengujung
tetap menyemangati bapak yang satu ini agar tetap tabah, tegar, dan
terus memperjuangkan nasib yang mendapat ketidakadilan dalam
hukum.

Hampir 15 menit, Indra berkeluh-kesah atas nasibnya yang tidak


dianggap oleh para pembesar di negeri ini. Saat hendak pulang, suasana
haru kembali pecah. Pasalnya, Indra tetap ingin pulang ke kampung
halamannya di Malang dengan jalan kaki.

Salah satu putrinya sambil menangis merayu sang bapak agar pulang
naik kendaraan umum saja lantaran kondisi fisiknya yang
memprihatinkan setelah melakukan pejalanan jauh dengan jalan kaki ke
Jakarta. Namun Indra tetap keukeuh dengan pendiriannya ingin pulang
jalan kaki.

Sekadar diketahui, Indra rela berjalan kaki dari Malang untuk meraih
simpati dan ingin bertemu Presiden SBY. Anaknya, Rifki Andika (7),
tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri.

Sayangnya, proses hukum atas kasus tersebut berjalan sangat lama


sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian.
Keputusannya, hakim malah membebaskan Joko dari segala dakwaan,
karena kasusnya sudah kadaluwarsa. Selain aksi jalan kaki, Indra juga
pernah melakukan mogok makan di Monas tahun lalu.