ARTIKEL TENTANG 6 TOKOH-TOKOH BETAWI

Mohamad Husni Thamrin
Mohammad Husni Thamrin dilahirkan di Jakarta pada 16 Februari 1894 dan wafat di Jakarta, 11 Januari 1941. Beliau dimakamkan di Karet Kubur, Jakarta. Politikus yang Santun Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin, telah banyak berjasa bagi kepentingan bangsa dan negara. Termasuk jasa-jasanya ikut merintis ikatan persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa agar tidak terpecah belah. Jejak langkah putra terbaik bangsa ini perlu dijadikan suri teladan bagi generasi penerus masa kini. Oleh Asvi Warman Adam Mohammad Husni Thamrin dilahirkan di Sawah Besar, Betawi, 16 Februari 1894. Ia berasal dari keluarga berada. Kakeknya, Ort, orang Inggris, pemilik hotel di bilangan Petojo, yang menikah dengan perempuan Betawi, Noeraini. Ayahnya, Thamrin Mohamad Thabrie, pernah menjadi Wedana Batavia tahun 1908, jabatan tertinggi nomor dua yang terbuka bagi warga pribumi setelah bupati.Ia masuk sekolah Belanda, fasih berbahasa ini, mampu berdebat dengan baik. Memulai karier sebagai pegawai magang di Residen Batavia dan pegawai klerk di perusahaan pelayaran KPM, MH Thamrin duduk di Dewan Kota (Gemeenteraad, 1919-1941) lalu di Dewan Rakyat (Volksraad, 1927-1941). Dua modus perjuanganPerjuangan melawan Belanda dilakukan kaum pergerakan dengan dua modus, yaitu bersedia bekerja sama dengan pihak kolonial atau tidak. Bila dwitunggal Soekarno-Hatta disebut perpaduan Jawaluar Jawa serta gabungan orator ulung dengan administrator andal, pasangan Thamrin-Soekarno dilihat sejarawan Bob Hering sebagai paduan modus perjuangan secara kooperatif dengan nonkooperatif.Selama ini kata "kooperatif" memiliki konotasi kurang positif. Orang lebih menghargai tokoh yang berjuang secara non-koo. Namun, kedua jalur itu saling melengkapi perjuangan bangsa dalam mencapai kemerdekaan. Bahkan dari tahun 1933 sampai 1942 saat pergerakan Soekarno-HattaSjahrir terkesan mandek, justru Thamrin tetap bergerak dengan bersemangat di Volksraad.Thamrin sering disebut satu napas dengan Bung Karno. Ia hadir saat Soekarno diadili, kala dijebloskan ke penjara, saat Bung Karno dibuang ke Ende. Belanda menghukum Thamrin dengan tahanan rumah justru setelah Soekarno berkunjung ke rumahnya. Dengan demikian, Thamrin menjadi tali penghubung (trait d’union) kelompok pergerakan yang kooperatif dan nonkooperatif, juga antara kelompok pergerakan dengan Volksraad.Bila Bung Karno berpidato soal makro, seperti falsafah dan ideologi negara, Thamrin menukik kepada persoalan mikro, seperti kampung yang becek tanpa penerangan dan masalah banjir. Ia memprotes mengapa perumahan elite Menteng yang diprioritaskan pembangunannya, sedangkan kampung kumuh diabaikan. Ia mempersoalkan harga kedelai, gula, beras, karet rakyat, kapuk, kopra, dan semua komoditas yang dihasilkan rakyat. Ia berbicara tentang pajak dan sewa tanah.Bersama anggota lain di Volksraad, Thamrin mempertanyakan anggaran pertanian yang hanya 57 juta gulden, sedangkan angkatan darat, laut, dan polisi 174 juta gulden.Ia sering kalah dalam pemungutan suara, tetapi tetap mengajukan mosi bila ada aturan Pemerintah Hindia Belanda yang merugikan perjuangan kaum pergerakan. Thamrin memang kooperatif, tapi tidak berdasar

loyalitas Belanda. Ia tahu persis bagaimana beroposisi secara santun. Kaum Betawi yang didirikan tidak begitu berkembang. Walau tanpa organisasi politik, ia mampu meniti karier politik di Dewan Rakyat.Thamrin bukanlah kooperatif tanpa reserve. Ia memiliki prinsip, sebagai tercermin dalam pernyataannya "Nasionalis kooperatif dan nonkooperatif memiliki satu tujuan bersama yang sama-sama yakin pada Indonesia Merdeka! Jika kami kaum kooperator merasa bahwa pendekatan kami tidak efektif, maka kami akan menjadi yang pertama mengambil arah kebijakan politik yang diperlukan." (Handelingen Volkraad, 1931-1932)Menurut surat kabar Bintang Timur (15/07/1933), Thamrin adalah kampiun kaum nasionalis di Volksraad yang tak diragukan, yang berani mengingatkan pemerintah dalam banyak isu penting. Koran Adil 17 Juli 1933 mengungkapkan, Thamrin selalu menyampaikan pidato dengan argumen yang tepat, yang membuat darah tukang lobi anti-Indonesia Merdeka, seperti Fruin dan Zentgraaff jadi mendidih.Thamrin menggunakan kesempatan secara brilian untuk menarik perhatian sungguh-sungguh terhadap apa yang "sebenarnya hidup dalam kalbu pergerakan seluruhnya". Thamrin berbicara tentang kebenaran dan melakukan pekerjaan sepenuh hati dalam situasi begitu sulit bagi pergerakan. Dalam berdebat yang penting argumen kuat, Thamrin sendiri tidak pernah menggunakan kata-kata tajam dan keras.Ada sebuah pernyataan MH Thamrin yang disampaikan 70 tahun silam, namun masih terasa kebenarannya sampai sekarang meski pemerintah telah gonta-ganti: "Satu hal yang dapat dipastikan bahwa rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit dicari. Kepercayaan terhadap keputusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting, tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, maka pemerintah akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulatan hukum." (Handelingen Volksraad, 1930-1931).Tak kibarkan bendera BelandaMeski pada mulanya dipandang sebagai tokoh kooperatif, pada akhirnya hayatnya justru Thamrin dianggap berbahaya oleh Pemerintah Hindia Belanda. Thamrin tidak mengibarkan bendera Belanda di rumahnya pada ulang tahun Ratu Wilhelmina, 31 Agustus 1940.Dalam suatu kesempatan, ia juga mempelesetkan JINTAN, obat kumur murah buatan Jepang, menjadi "Jenderal Japan Ini Nanti Toeloeng Anak Negeri". Selain itu, tokoh Jepang Kobajashi dipanjangkan menjadi "Koloni Orang Belanda akan Japan Ambil Seantero Indonesia". Ia dikenai tahanan rumah karena dianggap tidak setia kepada Belanda dan main mata dengan pihak Jepang.Di rumahnya di jalan Sawah Besar No 32, Thamrin muntah-muntah dan demam mungkin karena gangguan ginjal, kecapaian dan malaria. Istrinya meminta polisi agar mengizinkan kunjungan dokternya. Akhirnya sang dokter datang, tetapi sudah terlambat, tanggal 10 Januari 1941, suhu badan Thamrin sangat tinggi dan ia hampir tidak bisa bicara. Dokter memberi suntikan untuk menurunkan panasnya, namun penyakitnya tidak tertolong lagi, esok subuh ia meninggal.Pada hari pemakamannya, dari rumahnya di Sawah Besar sampai ke kuburan Karet, lebih dari 20.000 orang mengantarkan jenazah tokoh Betawi itu ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Tahun 1960, Presiden Soekarno mengangkatnya sebagai pahlawan nasional.Kini yang lahir di tengah masyarakat Betawi adalah kelompok massa seperti FBR (Forum Betawi Rempug) yang kemarin ikut mendukung Akbar Tandjung dan pernah menghajar kelompok masyarakat miskin kota di halaman kantor Komnas HAM. Kapan muncul lagi politikus santun seperti MH Thamrin? ?Asvi Warman Adam Sejarawan LIPI Muhammad Husni Thamrin lahir pada 16 Februari 1894 di Sawah Besar, Jakarta Selatan. Setelah menamatkan pelajarannya di Koning Williem II, sejenis SMA ia kemudian bekerja di kantor kepatihan.Karena prestasinya baik, maka ia dipindahkan

khususnya Perancis dan Italia. 1919-1941) . Sutomo meninggal dunia pada tahun 1938. Jakarta Pusat. Ismail Marzuki yang lebih dikenal dengan panggilan Maing ini. seperti rumba. . mulai dari keroncong. Ismail sejak muda senang tampil necis. Jadi tidak aneh kalau kemudian Ismail sejak kecil sudah tertarik dengan lagu-lagu.Pegawai klerk di perusahaan pelayaran KPM . Darah seni Ismail mengalir dari ayahnya. Betawi. sampai gambus. jali-jali. Indonesische dan Indonesiea. tango dan beguine. Banyak nantinya karya yang diciptakan Ismail memiliki irama Latin. Sosoknya pun mengagumkan. sepatunya mengkilat dan ia senang berdasi.Setelah dr. Jenis lagunya sendiri sangat beragam.Dewan Kota (Gemeenteraad.ke Kantor Karesidenan dan terakhir ke perusahan pelayaran Koninglijke Paketvaart (KPM) Pada tahun 1927 ia diangkat sebagai anggota Volksraad. cokek. Namanya sekarang diabadikan sebagai suatu pusat seni di Jakarta yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Salemba. Ismail pun tak segan mengeluarkan uang sakunya untuk membeli piringan hitam lagu Barat. Ia terkenal sebagai pemuda yang berkepribadian luhur dan tergolong anak pintar.Dewan Rakyat (Volksraad. 16 Februari 1894 Wafat : Jakarta. Di rumah keluarga Marzuki ada gramofon dan piringan hitam yang cukup banyak jumlahnya. Thamrin tidak boleh dikunjungi teman-temannya. Alamat : Jalan Sawah Besar No 32 Jakarta Ismail Marzuki Ismail Marzuki Ismail Marzuki adalah salah seorang komponis besar Indonesia yang lahir pada tahun 1914 di Kwitang. Ismail memang sangat menyukai lagu-lagu berirama itu. Nama : Mohammad Husni Thamrin Lahir : Sawah Besar. Marzuki. Nederlands Indische dan Inlander diganti dengan istilah Indonesia. 11 Januari 1941 Ayah : Thamrin Mohamad Thabrie (Wedana Batavia tahun 1908) Ibu : Pendidikan : Sekolah Belanda Karir : . karena dituduh bekerja sama dengan Jepang. 1927-1941). maka Thamrin menggantikannya sebagai wakil Ketua Partai Indonesia Raya (Parindra). yang saat itu seorang pegawai di perusahaan Ford Reparatieer TIO. Ia membentuk Fraksi Nasionalis untuk memperkuat golongan nasional dalam dewan tersebut. Jakarta Pusat. agar istilah Nederlands Indie.Pegawai magang di Residen Batavia . Pak Marzuki dikenal gemar memainkan kecapi dan piawai melagukan syair-syair yang bernapaskan Islam. memang memiliki bakat seni yang sulit dicari bandingannya. Bajunya disetrika licin. Jakarta. Akhirnya ia meninggal dunia pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di pekuburan Karet. Walaupun dalam keadaan sakit. Perjuangannya di Volksraad tetap dilanjutkan dengan sebuah mosi.Sejak tanggal 6 januari 1941 Husni thamrin dikenakan tahanan rumah.

Aryati 2.Setelah menyelesaikan pendidikan MULO atau setingkat SLTP. Periode kedua pada jaman penjajahan Jepang. tetapi juga perlambang bangsa yang tertindas penjajah. Bandaneira dan Lenggang Bandung. walau pun menyukai dunia musik. Kasim Baba. Bakat dan jiwa musik Ismail makin berkembang luas. Orkes Lief Java. Dengan proses kreatif yang produktif dalam rentang 27 tahun menjadi komponis. Ismail pun juga banyak menyanyi. ia selalu minta dibelikan berbagai macam alat musik. Beliau terus mendorong agar Ismail tidak kehilangan kepekaan terhadap nasib bangsanya dan mampu berkembang tanpa dikotak-kotakkan oleh golongan kesukuan. mandolin dsb. Karyanya yang terkenal adalah Keroncong Serenata. Ia pun mengembangkan kemampuan musiknya lebih jauh lagi dengan mencoba untuk menggubah lagu. Sepasang Mata Bola (1946) 7. macam harmonika. Karirnya semakin bersinar setelah Belanda membentuk sebuah radio yang diberi nama Nederlands Indische Radio Omroep Maatshappij (NIROM). Namun. Pada periode pertama. Selain makin banyak menggubah lagu. Tembang ini bermakna lebih dari sekadar nama seorang wanita. diberi kesempatan untuk mengisi siaran musik. dan Karangan Bunga dari Selatan lahir di jaman ini. hawaiia. Peran sang ayah sangat besar dalam membentuk kepribadian tersebut. Selamat Datang Pahlawan Muda (1949). sang ayah. karya Ismail banyak dipengaruhi oleh irama musik yang terkenal saat itu. Ismail aktif dalam orkes radionya Jepang. Banyak penghargaan seni yang diberikan kepada Ismail karena dedikasi pada musik. Ismail kemudian mengikuti panggilan hatinya untuk bekerja dalam musik. saksofon dan akordion. Karya pertamanya yang berjudul O Sarinah pun lahir di tahun 1931. Sementara lagu-lagu perjuangan yang paling masyhur muncul semasa Revolusi Perang Kemerdekaan 1945-1950. Ismail akhirnya masuk ke perkumpulan orkes Lief Java. Karya Lagu : 1. yakni pada periode Hindia-Belanda dan periode pendudukan Jepang serta revolusi kemerdekaan. Gugur Bunga 3. Rayuan Pulau Kelapa 6. Ismail memang memiliki semangat cinta dan penuh pujaan terhadap Tanah Air. Di sini ia menjadi pemain gitar. Wanita 5. Proses penciptaan musik dalam karir Ismail Marzuki dibagi dalam dua periode besar. Salah satunya adalah Piagam Wijayakusuma yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1961. Bandung Selatan di Waktu Malam (1948) . Melati di Tapal Batas (1947). perjuangan dan kecintaannya pada Tanah Air. Setelah sempat bekerja di sebuah toko penjual piringan hitam. Beliau kuatir dengan asumsi masyarakat pada saat itu yang masih memandang rendah profesi seniman. Sebaliknya. Bahkan setiap naik kelas. tempat Ismail bermain. dan suaranya banyak didengar dan dikenal masyarakat melalui NIROM. seriosa/klasik ringan dan keroncong. Ismail tidak terpengaruh dengan pencitraan yang dibuat oleh Belanda tersebut. Bandung Selatan di Waktu Malam (1948). ketika usianya 17 tahun. Tembang-tembang macam Rayuan Pulau Kelapa. Sampul Surat. Ismail yang memiliki bakat dan fasilitas bermusik yang besar tidak menyia-nyiakan karunia yang ada. tidak begitu setuju dengan karir Ismail di jalur musik. yakni jazz. Melati di Tapal Batas (1947) 4. antara lain Sepasang Mata Bola (1946). Ismail Marzuki telah menciptakan lebih dari 200 lagu.

Ismail Marzuki. Karangan Bunga dari Selatan 15. *** Tahun 1934.. sehingga dia sanggup menabung untuk membeli biola. saksofon. Kasim Baba 11. Juanda) Jakarta. pekerjaan sebagai kasir dirasakan kurang cocok baginya. Kartolo. mandolin. Ma'ing bekerja di Socony Service Station sebagai kasir dengan gaji 30 gulden sebulan. Belanda membentuk Nederlands Indische Radio Omroep Maatshappij (NIROM) dan orkes musik Lief Java mendapat kesempatan untuk mengisi acara siaran musik. sehingga ia pindah pekerjaan dengan gaji tidak tetap sebagai verkoper (penjual) piringan hitam produksi Columbia dan Polydor yang berkantor di Jalan Noordwijk (sekarang Jalan Ir. Putra Betawi asli ini lahir di Kwitang (Betawi) pada 11 Mei 1914 dan meninggal di Jakarta pada 25 Mei 1958. Ismail Marzuki dan pencipta-pencipta lagu seangkatannya telah banyak melahirkan lagu populer Indonesia. Ma'ing masuk sekolah MULO dan membentuk grup musik sendiri. "Ohle le di Kotaraja". Lenggang Bandung 13. Ayahnya berpenghasilan cukup sehingga sanggup membeli piringan hitam dan gramafon yang populer disebut "mesin ngomong" oleh masyarakat Betawi tempo dulu. Penghasilannya tergantung pada jumlah piringan hitam yang dia jual. Pada zamannya. dan gitar. dia dibelikan ayahnya alat musik sederhana. Tapi kemudian ayahnya merasa khawatir kalau nantinya bersifat kebelanda-belandaan. Rupanya. Menteng. Tapi Ma'ing mulai menjauhkan diri dari lagu-lagu Barat.8. Nama panggilannya di sekolah adalah Benyamin. Namun. Karya-karya penting dari Ismail Marzuki sebagai pencipta lagu adalah lagu-lagu perjuangannya. Ma'ing memasuki perkumpulan orkes musik Lief Jawa sebagai pemain gitar. dan harmonium pompa. musik dan penyanyi.. Ma'ing disekolahkan ayahnya ke sebuah sekolah Kristen HIS Idenburg. Ma'ing lalu dipindahkan ke Madrasah Unwanul-Falah di Kwitang. dan Roekiah (orangtua Rachmat Kartolo). Setelah lulus. Beranjak dewasa. Namun. di antaranya Zahirdin. Keroncong Serenata 10. Tak banyak yang tahu bahwa Mei adalah bulan lahir dan meninggalnya komponis besar Indonesia. Ismail Marzuki yang dipanggil dengan nama Ma'ing. Selama bekerja sebagai penjual piringan hitam. H. film. sejak bocah sudah menunjukkan minat yang besar terhadap seni musik. . Ma'ing banyak berkenalan dengan artis pentas. Di situ dia memainkan alat musik banyo dan gemar memainkan lagu-lagu gaya Dixieland serta lagu-lagu Barat yang digandrungi pada masa itu. Sarinah (1931) 9. Sampul Surat 14. bagaimana pernik-pernik kisah masa lalunya? ORANGTUA Ismail Marzuki termasuk golongan masyarakat Betawa intelek yang berpikiran maju. Bahkan tiap naik kelas Ma'ing diberi hadiah harmonika. Selamat Datang Pahlawan Muda (1949) Mengenang Ismail MarzukiTinggalkan Lagu Tak Berjudul dan Bersyair. Yahya. Lagu ciptaannya kemudian direkam ke dalam piringan hitam di Singapura. dan "Ya Aini". Setelah tamat MULO. kemudian menciptakan lagu-lagu sendiri antara lain "Ali Baba Rumba". pekerjaan ini hanya sebagai batu loncatan ke jenjang karier berikutnya dalam bidang musik. Pada 1936. Bandaneira 12.

Ma'ing menikah dengan penyanyi kroncong Bulis binti Empi. Sumitsu. saat Jepang menduduki seluruh Indonesia. Orkesnya membawakan lagu-lagu Barat. Awal Perang Dunia II (1940) mulai mempengaruhi kehidupan di Hindia-Belanda (Indonesia). Karsov diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda menjadi "Panon Hideung". *** Pada periode 1943-1944. Setelah Perang Dunia II. antara lain "Rayuan Pulau Kelapa". Sebuah lagu ciptaannya berbahasa Belanda tapi memiliki intonasi Timur yakni lagu "Als de orchideen bloeien". Tapi. Lagu ini kemudian direkam oleh perusahaan piringan hitam His Master Voice (HMV). suatu waktu dia diberi hadiah sebuah saksofon oleh kawannya yang ternyata menderita penyakit paru-paru. Radio NIROM mulai membatasi acara siaran musiknya. lalu alat tiup tersebut dimusnahkan. Kemudian lagu ciptaannya "Bunga Mawar dari Mayangan" dan "Duduk Termenung" dijadikan tema lagu untuk film "Terang Bulan". Pada periode 1936-1937. dan orkes Lief Java berganti nama Kireina Jawa. Malah pada 1945 lahir lagu "Selamat Jalan Pahlawan Muda". bahkan agak mengarah pada bentuk seriosa. Ma'ing menciptakan lagu yang mulai mengarah pada lagulagu perjuangan. ciptaan Ma'ing terus mengalir. Namun. Kelak lagu ini diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "Bila Anggrek Mulai Berbunga". "Kembang Rampai dari Bali" dan bentuk hiburan ringan. Ma'ing terlambat menerima berita. Mula-mula syair lagunya masih berbentuk puitis yang lembut seperti "Kalau Melati Mekar Setangkai". Ma'ing malah jadi pemain musik sekaligus mengisi acara lawak dengan nama samaran "Paman Lengser" dibantu oleh "Botol Kosong" alias Memet. Ketika dia tiba di Jakarta. Pada periode ini dia banyak mempelajari bentuk-bentuk lagu Barat. ayahnya telah beberapa hari . Antene pemancar mereka buat sendiri dari batang bambu. PRK juga dibubarkan Jepang. namun protes mereka tidak digubris oleh direktur NIROM. "My Hula-hula Girl". yang digubahnya dan kemudian diterjemahkannya ke dalam nada-nada Indonesia. mulai saat itu pula penyakit paru-paru mengganggu Ma'ing. Lagu tersebut tanpa pemberitahuan maupun basa-basi dijadikan lagu pembukaan siaran radio NIROM. Setelah dokter menjelaskan pada Ma'ing. "Bisikan Tanah Air". Sebuah lagu Rusia ciptaan R. Pada Maret 1942. pihak Belanda memintanya untuk memimpin orkes studio ketimuran yang berlokasi di Bandung (Tegal-Lega). Ketika berada di Bandung selatan. ayah Ma'ing di Jakarta meninggal. antara lain "Jauh di Mata di Hati Jangan" (1947) dan "Halo-halo Bandung" (1948). Ketika itu Ma'ing dan istrinya pindah ke Bandung karena rumah meraka di Jakarta kena serempet peluru mortir. sehingga beberapa orang Indonesia di Betawi mulai membuat radio sendiri dengan nama Vereneging Oostersche Radio Omroep (VORO) berlokasi di Karamat Raya. Ma'ing mulai mempelajari berbagai jenis lagu tradisional dan lagu Barat. Karena Ma'ing sangat gemar memainkan berbagai jenis alat musik. Radio NIROM dibubarkan diganti dengan nama Hoso Kanri Kyoku. Kepala bagian propaganda Jepang. "Gagah Perwira". dan "Indonesia Tanah Pusaka".Orkes musiknya punya sebuah lagu pembukaan yang mereka namakan Sweet Jaya Islander. Tiap malam Minggu orkes Lief Java mengadakan siaran khusus dengan penyanyi antara lain Annie Landouw. sehingga grup musik Ma'ing mengajukan protes. Ketika Ma'ing membentuk organisasi Perikatan Radio Ketimuran (PRK). sehingga Ma'ing sempat diancam oleh Kenpetai. Saat itu Ma'ing mulai memasuki periode menciptakan lagu-lagu perjuangan. putra Betawi ini tak gentar. Ini terlibat pada beberapa ciptaannya dalam periode tersebut. Tahun 1940. mencurigai lagu-lagu tersebut lalu melaporkannya ke pihak Kenpetai (Polisi Militer Jepang).

Di rumahnya ada gramofon dan piringan hitam yang cukup banyak jumlahnya. sosok yang berkepribadian luhur. walaupun digarap secara populer tapi bentuk syairnya berbobot seriosa. Tahun 1950 dia masih mencipta lagu "Irian Samba" dan tahun 1957 lagu "Inikah Bahagia" -. lagu ciptaannya yang ke-103 tidak sempat diberi judul dan syair. jali-jali. Drs Jajang Gunawijaya MA & Drs Wiyoso Yudoseputro. Sampai pada lagu ciptaan yang ke 100-an. Lagu-lagu yang khusus mengisahkan kehidupan para pejuang kemerekaan. Bajunya disetrika licin. Dari ayahnya pula kemungkinan besar Ismail mewarisi bakat musik. ada keroncong. Sore hari ia suka keliling kota dengan motor kebanggaannya. "Saputangan dari Bandung Selatan". "Sepasang Mata Bola". hingga Ma'ing alias Ismail Marzuki -. topik hangatnya adalah lagu-lagu yang baru mereka dengarkan. dan ia senang berdasi. 1997) Ismail sendiri sejak kanak-kanak sudah tertarik dengan lagu-lagu. Ketika Belanda membentuk Nederlands Indische Radio Omroep Maatshappij (NIROM). Salah seorang putra terbaik Betawi ini memiliki bakat seni yang sulit dicari bandingannya. cokek. Lalu kalau kemudian orang menemukan lagu-lagu ciptaan Ismail banyak yang berirama Latin seperti rumba. Kalau teman-temannya datang ke rumah. Pak Marzuki diketahui gemar memainkan kecapi dan piawai melagukan syairsyair yang bernapaskan Islam. Ismail yang tergolong anak pintar. mengilhaminya untuk menciptakan lagu "Gugur Bunga". dan akordion. khususnya dalam bidang seni. (Lihat misalnya Ismail Marzuki-Komponis Pejuang. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. itu juga karena Ismail sangat menyukai lagu-lagu berirama itu. Jenis lagunya sendiri sangat beragam. merek Ariel buatan Inggris. dan beguine.komponis besar Indonesia itu -. sejak muda senang tampil necis. "Oh Angin Sampaikan. dan tutup usia tanggal 25 Mei 1958.menutup mata selamanya pada 25 Mei 1058. Ma'ing masih merasa belum puas dan belum bahagia. Kembang-kembang yang menghiasi makam ayahnya dan telah layu. Tentu saja dengan itu. yang sangat ia kagumi. Ismail juga tak segan mengeluarkan uang sakunya untuk membeli piringan hitam lagu Barat. Bang Maing semakin . "Selendang Sutra". syairnya dibuat ringan dalam bentuk populer. "Selamat Datang Pahlawan Muda". Misalnya syair lagu "Tinggi Gunung Seribu Janji". dan sebagainya. "Melati di Tapal Batas Bekasi". tango. sebelum akhirnya masuk ke perkumpulan orkes Lief Java.dimakamkan. tidak menggunakan bahasa Indonesia tinggi yang sulit dicerna. saksofon. Tentu saja semua itu dimungkinkan karena Pak Marzuki ayah Ismail termasuk orang berkecukupan sebagai pegawai di perusahaan Ford Reparatieer TIO. Di sini ia menjadi pemain gitar. gambus. Lagu-lagu ciptaannya yang berbentuk romantis murni hiburan ringan. dan "Juwita Malam". Editor. khususnya Perancis dan Italia. Lagu hiburan populer yang (kental) bernafaskan cinta pun sampai-sampai diberi suasana kisah perjuangan kemerdekaan. Ismail sering menghabiskan waktu berjam-jam di muka gramofon dan setiap kali bersiul atau bernyanyi-nyanyi. Ismail lalu bekerja di toko penjual piringan hitam. sepatunya mengkilat. Misalnya lagu "Aryati". orkes Lief Java juga diberi kesempatan mengisi siaran musik. Malah. Simak saja syair "Oh Kopral Jono" dan "Sersan Mayorku". * surianto kartaatmadja Dia lahir tanggal 11 Mei 1914.suatu lagu yang banyak memancing tandatanya dari para pengamat musik. Panggilan musik semakin menyusup dalam kehidupan Ismail setelah ia menyelesaikan pendidikan MULO atau setingkat SLTP. Lagu-lagu ciptaan lainnya mengenai masa perjuangan yang bergaya romantis tanpa mengurangi nilai-nilai semangat perjuangan antara lain "Ke Medan Jaya".

Selamat Datang Pahlawan Muda (1949). antara lain Sepasang Mata Bola (1946). Melati di Tapal Batas (1947). Menurut penelitian tim penulis Dinas Kebudayaan DKI di atas. tak urung aktivitas seni Ismail sempat membuat khawatir ayahnya. dan-ini dia yang lebih penting-menggubah lagu. dan Revolusi (1945-1950-an). Roselani (1936) yang membawa pendengarnya ke suasana Hawaii. Marzuki sendiri terus mendorong agar Ismail juga tidak kehilangan kepekaan terhadap nasib bangsanya. Ismail lalu jadi lebih terbuai oleh aneka alat musiknya itu daripada buku pelajaran. Sebutlah. yakni Hozo Kanri Kyeku (Radio Militer Jepang). Sesudahnya Ismail masih menghasilkan lagu-lagu dengan judul yang antara lain merupakan nama tempat. dan keroncong. dan setahun kemudian (1937). jadi ketika usianya 17 tahun. Lenggang Bandung. Ismail pun juga banyak menyanyi. dalam tahun-tahun akhir kehidupannya. ia mencipta antara lain Keroncong Serenata (1935). Kepekaan Ismail pada perjuangan bangsanya lalu tercermin dalam alam penciptaannya. mengapa lagu-lagu Ismail Mz kaya akan semangat cinta dan penuh pujaan terhadap Tanah Air. Ismail aktif dalam orkes radio. dan berkembang tanpa dikotak-kotakkan oleh golongan dan kesukuan. Sementara lagu-lagu perjuangan yang paling masyhur muncul semasa Revolusi Perang Kemerdekaan 1945-1950. termasuk musik Barat. Candra Buana (1953). yaitu bahwa profesi seniman masih sering direndahkan. musik jazz. Meski sudah seperti tak terbendung. Ismail mulai mengisi musik untuk film tahun 1938. Memang. Karya pertamanya adalah O Sarinah yang dia ciptakan tahun 1931. proses penciptaan Ismail Marzuki dapat dibagi dalam dua periode besar. Dalam Periode ini lahir sejumlah lagunya yang terkenal. serta lingkungan pergaulan. ketersediaan aneka instrumen musik yang bisa dia akses. Lagu . seperti Bandaneira. Judul itu bermakna lebih dari sekadar nama seorang wanita. Bang Maing juga masih menghasilkan sejumlah lagu yang sangat terkenal. Setelah O Sarinah (1931). seriosa/klasik ringan. Periode Pendudukan Jepang (1942-1945). Bandung Selatan di Waktu Malam (1948). seperti Rayuan Pulau Kelapa. Ismail belum menciptakan lagu-lagu perjuangan. Selain makin banyak menggubah lagu. Ismail mencipta lagu-lagu berlatar belakang Hikayat 1001 Malam seperti Kasim Baba. Ismail pun tak lepas dari pengaruh tersebut. penyanyi disebut "buaya keroncong". Melancong ke Bali (1939). Sebutan seperti itu tampaknya belum kena di hati Pak Marzuki. Peran ayahanda Ismail-di luar kesediaannya untuk memenuhi keinginan Ismail pada alat-alat musik-tidak kecil di sini. hawaiian. keterbukaannya pada berbagai jenis musik dunia. dan suaranya banyak didengar dan dikenal masyarakat melalui NIROM. Lebih-lebih setelah bakat dan jiwa musiknya berkembang luas. setiap naik kelas ia malah selalu minta dibelikan alat musik-harmonika. Untuk menegaskan tekadnya. pemain sandiwara disebut "anak wayang". yang hasilnya menjadi rujukan tulisan ini. Lalu. Payung Fantasi (1955). Ismail sendiri tidak terpengaruh oleh pencitraan yang diciptakan oleh Belanda tersebut. Sementara selama Periode Penjajahan Jepang. Di lain pihak. Olee Lee di Kutaraja. Sabda Alam (1956). Dalam Periode pertama. Dalam Periode ini. tetapi ia juga perlambang bangsa yang tertindas penjajah. Misalnya. Ini dapat menjelaskan. sebagai akibatnya. mulai populer seiring dengan makin terpaparnya warga di kawasan Hindia-Belanda dengan kebudayaan. Warna penciptaan Bakat dan semangat bermusik yang sangat besar. semua itu lalu menjadi lahan yang amat subur bagi Ismail untuk mengembangkan lebih jauh kesenangan main musiknya. tatkala ia mengarang tiga lagu untuk film Terang Bulan. misalnya.dikenal orang. Di luar kerisauannya menyangkut tekad bermusik putranya. dan Karangan Bunga dari Selatan. mandolin. dan sebagainya-sehingga kamarnya dipenuhi berbagai alat musik. Pak Marzuki rupanya berbagi dengan pandangan yang umum pada waktu itu. Yang pertama Periode Hindia-Belanda (1900-1942). Sampul Surat.

Dalam lagu Seruan Teruni. dimana orang banyak tak peduli urusan dan kepentingan bangsa-Ismail juga banyak mengangkat masalah sosial-kemasyarakatan yang hangat pada masanya. Dalam buku-buku yang disusun oleh RE Rangkuti. Apa pun. Musik memang sering dikaitkan dengan kata muse. sempat muncul penilaian. bel canto. memang selendang hanyalah secarik kain. selendang sutera tersebut turut berjasa sebagai pembalut luka. malah karya-karya putra Betawi ini terus dikenang. . di negeri yang sejumlah warganya pernah mengejek Ismail Marzuki. Misalnya saja anugerah dari Presiden Soekarno berupa Piagam Wijayakusuma 17 Agustus tahun 1961. Kritik L Manik. dan Keroncong Hasrat Menyala tidak tercantum dalam kumpulan lagu pilihan tersebut. Selendang Sutera yang diberikan gadis pujaan bagi pejuang merupakan suvenir yang menyertai kepergiannya ke medan tempur. meski lagu Rayuan Pulau Kelapa sukses dan banyak dinyanyikan. Untuk semua dedikasi pada musik. pada era reformasi demokratis. padahal itu alam pikiran yang menguntungkan penjajah di masa silam. Yang dikritik adalah glorifikasi Ismail pada perjuangan fisik. apalagi dalam konteks masa sekarang ini. ijazah harmoni. Akan tetapi. Sementara lagu indah seperti Murai Kasih yang dinyanyikan dengan manis oleh Rien Djamain. Ada yang menyebutnya 202. ada juga yang mengatakan sekitar 250. Syairnya memang menggunakan perkataan yang bisa menimbulkan rasa kebangsaan dan kejayaan. th 1951) ia mengkritik lirik lagu Rayuan Kelapa. Seperti dijelaskan oleh Firdaus Burhan yang menyusun karangan tentang Ismail Marzuki untuk Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1983/1984. dengan bekal disiplin musik klasik. Kini. meski disampaikan tanpa menyebut nama. Ismail Marzuki telah menciptakan lebih dari 200 lagu. Di baris terakhir ia tulis: Cabik semata. DS Soewito. Dan ketika lengan pejuang terluka parah. dengan konsepsi lagu yang dangkal. tercapai tujuannya. Jadi. hal lain yang menonjol antara lain juga penguasaan bahasa liris Ismail. malah blinde muizen atau tikus buta. dari jumlah itu. dan kecintaan pada Tanah Air. Ismail banyak mendapat penghargaan seni. kontrapunk. apa yang dihasilkan Ismail disebut muizen atau tikus. Selain urusan puja-memuja Tanah Air-itu sendiri sebenarnya tidak buruk. Tetapi penggubahnya hanya sampai pada keindahan saja. Pada bulan Mei seperti sekarang. Memang. sebagai lagu Tanah Air dalam masa kebangunan bangsa. tetapi berani membuat musik. Dalam jurnal Zenit (No 3. Ismail Marzuki tak juga terbebas dari kritik. buta di sini untuk melukiskan Ismail yang tidak pernah sekolah di sebuah konservatorium di Amsterdam. pada pertempuran. tetapi lagunya lemah merayu. suci dan luhur. dan sebagainya. perjuangan Indonesia bukankah juga mencakup perjuangan diplomasi. atau Mari Bung. Dalam lagu tersebut. perjuangan. Tetapi. meski lagu itu mengambil inspirasi dari keindahan Tanah Air.terakhirnya yang tercatat adalah Inikah Bahagia? (1958). Untunglah kritik yang dimuat di pers Belanda ini dapat ditahan oleh Ismail. kritik terhadap karya Ismail Marzuki mungkin lepas dari masalah melodi atau musik pada umumnya. atau muzen. lagu-lagu Ismail sering diperdengarkan di negara bekas penjajah itu. Duh. Romantisme dan kritik Gambaran umum tentang lagu-lagu Ismail Marzuki adalah perjuangan dengan romantismenya. Dengan proses kreatif yang produktif dalam rentang 27 tahun menjadi komponis. tidak punya ijazah komponis. kecuali unsur semangat juang. bahwa apa yang diciptakan Ismail berkategori "picisan". dan GS Pardede. hanya cocok untuk selera orang kampung yang dianggap bukan golongan "intelektual". Padahal. namun alangkah besar makna dan manfaatnya. ia lemah. Menurut Manik. yang dimuat memang hanya 50 lagu terpopuler. di tengah komunitas yang sebagian berpendidikan Eropa. Yang ironis. yang bisa dikatakan masih populer berjumlah sekitar 75. selanjutnya. mungkin termasuk yang sangat pedas. dengan semua yang telah diberikannya. Penggubah lagu tersebut masih berpikir dalam alam "Lief Indie".

Tentu saja. WR Supratman. 5 September 1995 Isteri : Noni (Menikah tahun 1959) Pendidikan : . Dunia Belum Kiamat (1971) 3. 5 Maret 1939 Meninggal : Jakarta." Sewajarnyalah demikian. penyanyi. Indonesia juga sangat beruntung memiliki seorang Ismail Marzuki. Tetapi.Akademi Bank Jakarta. Sjaiful Bahri.misalnya. 1975) Film yang dibintangi : 1. dan dengan itu seolah bisa berbuat apa saja.Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1968) . Kalaupun karya-karyanya masih terus hidup. Jakarta (1960) . Binsar Sitompoel.SMPN Menteng. seperti pernah disampaikan oleh pemusik Suka Harjana. atau sebutan "terbesar" dan sejenisnya. Hostess Anita (1971) 4. satu hal yang Ismail tidak keliru adalah penuturannya tentang "kesediaan untuk berkorban jiwa raga".Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan. Jakarta (1955) Riwayat Pekerjaan : . penghibur . 1972) bersama Rima Melati . Brandal-brandal Metropolitan (1971) . gagah-gagahan dengan uangnya. Tetapi.Meraih Piala Citra 1975 dalam film Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya. Di luar kritik dan perkembangan sejarah. selain itu Ismail juga memotret hal lain yang mendalam. Jakarta (1958). Ismail Marzuki tidak bisa dianggap "seniman legendaris tak tertandingi". L Manik.Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960) . itu karena ada pertalian sejarah dan perasaan kebangsaan antara warga RI. Lagu Tukang Becak Bang Samiun yang karena satu insiden marah-marah tapi dapat ditenangkan oleh saudara sebangsa yang cinta persatuan. Wacana bangsa Indonesia kini telah beranjak jauh dari apa yang sezaman dengan Ismail Marzuki. Berterima kasih Indonesia beruntung punya sederet komponis besar seperti C Simandjuntak. karena.Meraih Piala Citra 1973 dalam film Intan Berduri (Turino Djunaidi. Ismail Marzuki dikenang oleh bangsa Indonesia sebagai komponis yang hidup pada zaman perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. "dalam dunia seniman tidak ada yang paling besar. Iskandar. Kusbini. * Benyamin Sueb (1939 . dan H Mutahar. baik yang hidup pada zaman itu maupun yang hidup pada zaman sekarang. Mungkin saja di era sadar jender sekarang ini.SMA Taman Madya.Kondektur PPD (1959) . Gesang. Ismail sebel dengan seorang pria yang mengaku datang dari perjuangan.Aktor. ada yang tidak suka dengan lirik Sabda Alam.Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969) Penghargaan : . Honey Money and Jakarta Fair (1970) 2. sesuatu yang pasti makin langka di tengah gelombang materialisme dewasa ini. Jakarta (tidak tamat) .1995) Nama : Benyamin Sueb Lahir : Jakarta.

Samson Betawi (1975) 33. Benyamin Raja Lenong (1975) 31. Drakula Mantu (1974) 26. Buaya Gile (1975) 27. Benyamin Brengsek (1973) 18. Tarzan Kota (1974) 25. Biang Kerok Beruntung (1973) 14. Sorga (1977) 41. Tuan. Si Doel Anak Betawi (1973) 11. Kabayan Saba Kota (1992) Seniman Betawi Serba Bisa . Jimat Benyamin (1973) 13. Angkara Murka (1972) 8. Benyamin Tukang Ngibul (1975) 28. Sama Gilanya (1983) 51. Raja Copet (1977) 42.5. Cukong Bloon (1973) 16. Bing Slamet Setan Jalanan (1972) 7. Nyonya dan Pelayan (1977) 43. Tiga Jango (1976) 37. Benyamin Jatuh Cinta (1976) 38. Biang Kerok (1972) 10. Tante Girang (1983) 50. Selangit Mesra (1977) 44. Akhir Sebuah Impian (1973) 12. Benyamin spion 025 (1974) 24. Traktor Benyamin (1975) 32. Si Rano (1973) 19. Si Doel Anak Modern (1976) 36. Duyung Ajaib (1978) 45. Dunia Makin Tua/Asal Tahu Saja (1984) 52. Bersemi Di Lembah Tidar (1978) 48. Zorro Kemayoran (1976) 34. Dukun Kota (1978) 46. Koboi Insyaf/Komedi lawak '88 (1988) 53. Benyamin Si Abu Nawas (1974) 23. Musang Berjanggut (1981)49. Intan Berduri (1972) 9. Percintaan (1973) 15. Tarzan Pensiunan (1976) 39. Betty Bencong Slebor (1978) 47. Benyamin Koboi Ngungsi (1975) 30. Pinangan (1976) 40. Musuh Bebuyutan (1974) 21. Banteng Betawi (1971) 6. Setan Kuburan (1975) 29. Ambisi (1973) 17. Hipies Lokal (1976) 35. Bapak Kawin Lagi (1973) 20. Ratu Amplop (1974) 22.

5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak. Moh Noer (kedua). “Habis.Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang. Pangkatnya cuma kenek. Korupsi yang dimaksud ialah. Seniman yang lahir di Kemayoran. daripada diusut. “Tergantung kondisi. stem basnya dari kaleng drum minyak besi.Sebenarnya selain . awas!” Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. pemberani. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai ‘imbalan'. Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda. sebuah teater rakyat . tetapi sang sopir memaksa. Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Sifatnya yang periang. sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi temantemannya. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Siti Rohaya (keempat). “Tidak ada pilihan lain. menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya.” katanya.Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong.SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. kocak.Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979. Sejak kecil.Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Celetukan ‘muke lu jauh’ atau ‘kingkong lu lawan’ pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb. Kabur. Sialnya. Ruslan (keenam). Ia sendiri mula-mula takut korupsi.” tuturnya. si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya. ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD.Ia menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. masuk Taman Madya Cikini. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu. Dengan ‘alat musik’ itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu. Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. dan Saidi (ketujuh). bersama 7 kakakkakaknya. Si Jampang dan Nonton Bioskop. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta. gaji tetap belum terima. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas. 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini. Dari tujuh saudara kandungnya. langsung diterima .Benyamin bersama saudarasaudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. tertangkap basah ketika ada razia. pintar dan disiplin. dengan trayek Lapangan Banteng .menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. pemain Dulmuluk. dua engkong Benyamin yaitu Saiti.” kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin sempat membuat orkes kaleng. ia tergolong nakal. seniman Betawi serba bisa yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik. keroncongnya dari kaleng biskuit. tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga).Pasar Rumput. Di sekolah Taman Madya. Itu pun tidak lama. Sewaktu kecil. Otto Suprapto (ketiga). tetapi karcis tidak diberikan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. ia mengancam. dapat sopir ngajarin korupsi melulu. tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi. peniup klarinet dan Haji Ung. mereka membentuk Melodyan Boy.Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. Bersama temanteman sekampung di Kemayoran. tetapi urung gara-gara dilarang ibunya. “Kalau gue kagak naik lantaran aljabar. tapi tidak tamat. ongkos penumpang ditarik. Pada 1959. Rohani (kakak pertama). Rebab dari kotak obat. Benyamin kembali menekuni musik. SMP di Jakarta lagi. Bersama bandnya ini pula. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek. ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman. Moenadji (kelima).

hidup Benyamin (dan keluarganya) berbalik tak lagi getir. Sayang. terlihat ketegangan dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengadukaduk emosi penonton. Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960). 1975) bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976). 1974). 1973). Tidak puas dengan hanya menyanyi. Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi. 1976). Seniman yang suka ‘mengomel’ bila melawak ini menjadi salah satu pemain yang namanya sering digunakan menjadi judul film. Benyamin tak dapat menahan tangisnya. Tapi dalam hal film pun dilakoninya. yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya. 1974). Debutnya Si Jampang. Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt.1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung (Nawi Ismail.Ateng. Tetapi.Benyamin tidak selalu menjadi bintang utama di setiap filmnya. Perannya serius tapi.Dengan Sjuman Djaya. Di film ini. Benyamin tidak saja bekerja sama dalam hal musik . seperti stereotipe orang Betawi.Dari berkesenian. Walau sudah merintis karir sebagai "bintang film" lewat film perdananya. sudah terlihat gaya "asal goblek" Benyamin yang penuh improvisasi dan memancing tawa. Benyamin diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya. meraih Piala Citra 1973.diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail. 1974). Benyamin lalu main film. antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail. Tiga Janggo (Nawi Ismail. 1973). Begini Begitu (duet Ida Royani). Dirinya menjadi ayah si Doel. Banteng Betawi (Nawi Ismail. 1973). dan Rima Melati. Terlihat dengan jelas. paling tidak ada dua nama yang patut disebut. Benyamin juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan. dan Bagio. 1972) membuat dirinya.Tarsan Kota (Lilik Sudjio. Traktor Benyamin (Lilik Sudjio. Benyamin juga sempat menimba ilmu dan bekerja di lahan yang ‘serius’ diantaranya mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960). 1973) -sebuah "komidi musikal" yang diotaki oleh Bing Slamet . Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi. 1975). ada proses dimana Benyamin "hanya" menjadi figuran atau paling mentok menjadi aktor pembantu. Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad. dia berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Tukang Sayur.Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail. tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam kemampuan akting Benyamin. Kursus Administrasi Negara (1964). 1976).menekuni dunia seni.Dalam "berguru" dengan Bing Slamet. kocak dan tetap "asal goblek". Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969). mengalir setelah itu Kompor Mleduk belakangan dinyanyikan ulang oleh Harapan Jaya. Di sini. saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974. Chaidir Djafar. yang diperankan oleh Rano Karno kecil. 1972). Selain Benyamin tercatat diantaranya Bing Slamet. Diawali Honey Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya. Seperti layaknya semua orang. bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960). Cukong Blo'on (Hardy. sebenarnya. 1975). 1976). dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969). Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan . 1976). Judulnya. Benyamin Brengsek (Nawi Ismail.Benyamin menjadi teman sang aktor utama.Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film . di film Ambisi (Nya Abbas Acup. Dalam hal ini. dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail. Jimat Benyamin (Bay Isbahi. 1972). Bing Slamet menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting.seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng Brong. Nonton Bioskop (dibawakan Bing Slamet) dan puluhan lagu karya Benyamin yang lain.1975). dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979. 1973). Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil. Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang diperankan oleh Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri. Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad. 1970). 1974). usahanya mengalami kemunduran. Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio. setahun sebelumnya. 1975). Samson Betawi (Nawi Ismail. Karena itulah.

Ia bukan lagi sekadar sebagai tokoh masyarakat Betawi. Odink Nasution. Tetapi. tetapi kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu. sang music director. dan rencana promosi ditunda dan tak pernah lagi terwujud kecuali beberapa pentas." imbuhnya. Rano Karno Rano Karno (lahir di Jakarta. asyik kali ye?". bersama Harry Sabar. Ia pernah diwacanakan menjadi . masih menurut Harry. 8 Oktober 1960. tapi kehadirannya sungguh bermakna. aje gile. tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa terpingkalpingkal saat Benyamin rekaman lagu I’m a Teacher dan Kisah Kucing Tua dengan penuh improvisasi. Ayahnya adalah seorang aktor kawakan. ma'di kepe. salah satunya dengan sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles. dan dua tahun kemudian Benyamin pun main film sekuelnya. dan Aditya. khususnya warga Jakarta. Coba saja dengar Ampunan. 1975). yang semuanya lahir dari lidah Benyamin. Kali ini Benyamin menjadi bintang utamanya. Di album ini. "Nyanyi yang kayak gitu. "Mungkin sudah tahu kalau hidupnya tinggal sebentar. Wind. lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat versi sinetronnya. diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era Peter Gabriel.Dari pelawak yang pernah tampil dalam variety show Benjamin Show sambil tour dari kota ke kota sampai Malaysia dan Singapura ini muncul banyak idiom atau celetukan yang sampai kini masih melekat di telinga masyarakat. si aktor tiga zaman.Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995. Sementara lagu Dingin Dingin Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas. Begitulah.Aksan Syuman. meski beberapa kali pernah tidak "menjabat" sebagai aktor utama. tetapi sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin vs Drakula. "Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran. Karena itu banyak orang merasa kehilangan saat dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa." Maka. setelah album itu keluar. Lagi-lagi Benyamin menjadi aktor pendukung. dan meraih Piala Citra.Penyanyi BeneranTahun 1992. saat Benyamin menonton Earth. Keenan Nasution. Sebut saja. Soekarno M. Dan Ampunanmu kental dengan progressive rock. Benyamin sakit keras. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel. dan nuansa itu pun hadir di beberapa lagu di album itu.Yang menarik. Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya."Di lagu itu. and Fire di Amerika . lagi-lagi. Selain itu dia juga mempunyai saudara kandung yang juga turut bermain film seperti Tino Karno dan Suti Karno.Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama. Noer." jelas Harry. Inilah band dan album terakhir Benyamin. saat sibuk main sinetron dan film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) Benyamin mengutarakan keinginannya pada Harry Sabar. seserius apa pun. jadilah band Gambang Kromong Al-Haj dengan album Biang Kerok. Memang betul. atau ma'di rodok.saat menjenguk anaknya yang kuliah di sana . Film itu adalah Drakula Mantu. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut. Ben menyanyi seperti berdoa.dia langsung komentar. Benyamin sebagai ayahnya . karya si Raja Komedi Nyak Abbas Akub tahun 1974. entah kenapa. Film bergenre komedi horor itu "memaksa" Benyamin beradu akting dengan Tan Tjeng Bok. melainkan legenda seniman terbesar yang pernah ada. Benyamin menyanyi dengan "serius".Yang menarik.selain theme song-nya dan settingnya yang hanya diubah sedikit saja. khusuk. akibat serangan jantung. umur 48 tahun) adalah seorang aktor Indonesia yang terkenal sebagai "Si Doel" dalam film sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Rano pun belajar akting di East West Player. untuk lebih berkonsentrasi dalam 'karir baru'-nya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta. Hal ini semapt memunculkan rumor bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. prestasinya pun mulai kelihatan. Rano sudah diajak ayahnya membintangi film Lewat Tengah Malam. Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi. muncul iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo. ia meraih hadiah The Best Child Actor. Ketika industri film Indonesia 'pingsan'. Namanya mulai dikenal lewat film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjuman Djaja yang diangkat dari cerita Aman Datoek Madjoindo. Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Dalam sinetron itu. putra ketiga dari enam bersaudara pasangan Soekarno M. Yang Sangat Kusayang terhitung cukup laku di pasaran.[2] Namun pertengahan 2007.[1] [sunting] Karir politik Di awal tahun 2007. Selanjutnya ia mendapat peranan-peranan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976). Sejak itu.pendamping Fauzi Bowo sebagai wakil gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2007. di samping menjadi sutradara. Gita Cinta dari SMA (1979). Lewat film Rio Anakku (1973). Suci Sang Primadona (1977). Untuk mendukung niatnya terjun ke dunia film. Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling monumental yang digarapnya bersama saudarasaudaranya dalam Karno's Film. Dalam film itu. memerankan tokoh anak. Amerika Serikat. ia menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013. Pada Maret 2008. Rano pernah berpamitan kepada insan film nasional. Sebelumnya Rano pernah menikah dan berakhir dengan perceraian setelah 2 tahun. [sunting] Kehidupan pribadi dan sosial Rano menikah dengan Dewi Indriati pada 8 Februari 1988 dan dikaruniai 2 orang anak. Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Taiwan. PT Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua pihak. dalam Festifal Film Asia 1974 di Taipei. Album perdananya. Kemudian. Noer (Minang) dan Istiarti M Noer (Jawa) berperan sebagai pemeran utama.[3] Rano kembali mengejutkan publik di penghujung 2007 dengan menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tangerang sesuai dengan keputusan partai pendukung untuk mendampingi Calon Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008[4] Pasangan ini kemudian terpilih sebagai pemenang dan Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013. Rano beralih ke sinetron. Karier di dunia hiburan Sejak umur sembilan tahun. penulis cerita dan skenario. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan 1-6. . Rano juga ikut main menjadi Si Doel.

[5] [sunting] Filmografi • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Malin Kundang (1971) Lingkaran Setan (1972 ) Tabah Sampai Akhir (1973) Si Doel Anak Betawi (1973) Yatim (1973) Rio Anakku (1973) Di Mana Kau Ibu (1973) Si Rano (1973) Romi dan Juli (1974) Jangan Biarkan Mereka Lapar (1974) Perawan Malam (1974) Anak Bintang (1974) Ratapan Si Miskin (1974) Senyum Dipagi Bulan September (1974) Senyum dan Tangis (1974) Sebelum Usia 17 (1975) Tragedi Tante Sex (1976) Wajah Tiga Perempuan (1976) Semau Gue (1977) Suci Sang Primadona (1977) Musim Bercinta (1978) Pelajaran Cinta (1979) Anak-Anak Buangan (1979) Buah Terlarang (1979) Gita Cinta dari SMA (1979) Remaja di Lampu Merah (1979) Puspa Indah Taman Hati (1979) Remaja-Remaja (1979) Nikmatnya Cinta (1980) Roman Picisan (1980) Selamat Tinggal Masa Remaja (1980) Selamat Tinggal Duka (1980) Kembang Semusim (1980) Nostalgia di SMA (1980) Tempatmu di Sisiku (1980) Yang Kembali Bersemi (1980) Kisah Cinta Tommi dan Jerri (1980) Kau Tercipta Untukku (1980) Aladin dan Lampu Wasiat (1980) Senyummu Adalah Tangisku (1980) Bunga Cinta Kasih (1981) Mawar Cinta Berduri Duka (1981) . Rano bisa menjadi duta UNICEF dari Indonesia. Adhyatma. Dr. Mantan Menteri Kesehatan (alm) Prof. Singgih. setelah direkomendasikan oleh Prof Dr Emil Salim.Rano Karno pernah diangkat sebagai duta khusus Indonesia dalam bidang pendidikan oleh UNICEF. Ibu Prof. Ibu Prof Murprawoto. sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Detik-Detik Cinta Menyentuh (1981) Dalam Lingkaran Cinta (1981) Yang (1984) Asmara Di Balik Pintu (1984) Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984) Ranjau-Ranjau Cinta (1985) Tak Ingin Sendiri (1985) Kidung Cinta (1985) Yang Masih di Bawah Umur (1985) Pertunangan (1985) Anak-Anak Malam (1986) Merangkul Langit (1986) Di Dadaku Ada Cinta (1986) Opera Jakarta (1986) Blauw Bloed (1986) Bilur-Bilur Penyesalan (1987) Arini. Masih Ada Kereta Yang Lewat (1987) Macan Kampus (1987) Dia Bukan Bayiku (1988) Arini II (1988) Sumpah Keramat (1988) Adikku Kekasiku (1989) Taksi (1990) Perasaan Perempuan (1990) Suamiku Sayang (1990) Sejak Cinta Diciptakan (1990) Pagar Ayu (1990) Taksi Juga (1991) Bernafas Dalam Lumpur (1991) Perawan Metropolitan (1991) Sekretaris (1991) Kuberikan Segalanya (1992) Selembut Wajah Anggun (1992) Kembali Lagi (1993) Si Jago Merah (2008) Shift (2009) [sunting] Sinetron • • • • • • • Si Doel Anak Sekolahan 1-6 Si Doel Anak Gedongan Gita Cinta Dari SMA Puspa Indah Taman Hati Pelangi Di Hatiku Maha Kasih (episode Putus Asa Itu Dosa) Jomblo [sunting] Penghargaan Khusus • Penghargaan Surjosoemanto dari BP2N (Dewan Film Nasional) 1997 .

[sunting] Pilkada 2007 [sunting] Proses pencalonan gubernur Fauzi Bowo mengungguli Agum Gumelar dan Mahfud Djailani dalam penjaringan calon gubernur oleh PPP DKI Jakarta dengan 14 suara. Fauzi Bowo bersama Prijanto sebagai wakilnya mengungguli pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar. Kemudian beliau melanjutkan jenjang pendidikan tingkat menengah dan atas di Kolese Kanisius Jakarta. Ia adalah wakil gubernur Jakarta di masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Hj. H. Pada pilkada DKI Jakarta 2007. dalam skoring terhadap enam kandidat calon gubernur yang mengajukan diri ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. . Fauzi Bowo (lahir di Jakarta. Arini II (1989). Program Doktor-Ingenieur dari Universitas Kaiserlautern bidang perencanaan diselesaikannya pada tahun 2000. 10 April 1948. umur 61 tahun) adalah Gubernur Jakarta Periode 2007 .2012 setelah sebelumnya menjadi Wakil Gubernur Jakarta. Dari pernikahan ini. Setelah menamatkan pendidikan SMA. Kuberikan Segalanya (1992) Aktor Utama Terbaik dalam Taksi FFI 1991 Pemain Cilik Terbaik FFI 1974 di Surabaya Best Child Actor FFA 1974 di Taiwan lewat film Rio Anakku (1973) Aktor Harapan I Pemilihan Best Actor/Actrees PWI 1974 Fauzi Bowo Dr. Fauzi Bowo menikah dengan Hj. Fauzi Bowo memulai karirnya dengan mengajar di Fakultas Teknik UI. Esti Amanda (Tanggal lahir: 5 April 1979) dan Dyah Namira (Tanggal lahir: 1 Februari 1983). beliau mengambil studi Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah dari Technische Universitat Braunschweig Jerman dan tamat 1976 sebagai Diplome-Ingenieur. Arini I (1987). Fauzi telah menempuh Sepadya (1987).• • • • • Nominasi FFI: Yang (1984). Bellarminus. Sri Hartati adalah putri dari Sudjono Humardani. pasangan Fauzi Bowo dan Sri Hartati dikaruniai 3 orang anak: Humar Ambiya (Tanggal lahir: 20 Juli 1976. Sebagai birokrat. Ia bekerja sebagai pegawai negeri sejak tahun 1977.-Ing. dan Lemhannas KSA VIII (2000). Agum meraih lima suara. Riwayat hidup Putra pasangan Djohari Bowo dan Nuraini binti Abdul Manaf ini menamatkan pendidikan tingkat sekolah dasar di SD St. Dua suara lain menyatakan abstain. Sespanas (1989). Ranjau-Ranjau Cinta (1985). 29 Agustus 1953. kelahiran Semarang. Namun. Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain adalah sebagai Kepala Biro Protokol dan Hubungan Internasional dan Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta. sedang Djailani mendapat dua suara. Sri Hartati pada tanggal 10 April 1974. ia menempati urutan paling terakhir.

Kisah ini diyakini nyata keberadaannya oleh para tokoh masyarakat Betawi terutama di daerah Kampung Marunda di mana terdapat Rumah dan Masjid lama.jagoan-jagoan ini doyan kekerasan biasanye di panggil Si tukang kepruk. Ia juga menjadi salah satu calon gubernur yang dicalonkan Partai Bintang Reformasi. Memang jagoan-jagoan betawi ade juge nyang jahat yaitu jagoan-jagoan bayaran yang di sewa untuk membela tuan-tuan tanah dan penjajah belande. ia meraih 80 suara. Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyampaikan hasil jajak pendapat terhadap 700 responden pada minggu ketiga Desember 2006 dengan cara tatap muka.Dalam skoring itu. SI PITUNG Kisah Si Pitung menggambarkan sosok pendekar Jakarta dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh penguasa Hindia Belanda pada masa itu. Agum Gumelar. Dalam perjuangannye si Pitung selalu menggunakan silatnye untuk Amarmakruf nahi munkar nyang berarti mengajak orang ke jalan kebaikan dan mencegah kesesatan.2012 pada tanggal 7 Oktober 2007[2]..berbudi pekerti baik. dan mempengaruhi popularitas nama Fauzi Bowo.. Pada 22 Januari 2007.SEBUTAN LAEN : BABE adalah:RADEN MUHAMMAD ALI BIN RADEN SAMIRIN BIN RADEN ABDUL KHADIR BIN PANGERAN RADEN JIDAR (NITIKUSUMA KE-5) Beliau lahir di petunduan palmerah pada tahun 1874 dan wafat pada tahun 1903 di bandenagan utara kecamatan penjaringan-JAKARTA.Jagoan BETAWI nyang sebenarnye JAGO punye sifat: jujur. dan Bibit Waluyo.peka terhadap penderitaan orang lain. Selain menerima dukungan secara khusus dari Din Syamsudin dan Partai Damai Sejahtera.Prijanto unggul dalam pilkada pertama langsung di Jakarta ini dengan 57. urutan teratas ditempati oleh Sarwono Kusumaatmadja. Rano Karno. Ia mengikuti Konvensi Partai Golkar 2007. Fauzi Bowo dan Gubernur Sutiyoso dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya Banjir besar di Jakarta di hampir seluruh wilayah ibukota DKI Jakarta. Name asli dari SI PITUNG Name asli dari SI PITUNG. pasangan Fauzi Bowo .tidak takabur. Fauzi Bowo menggantikan Sutiyoso sebagai Gubernur Jakarta periode 2007 .Beliau termasuk pahlawan BETAWI dalam melakukan perlawanan terhadap tuan-tuan tanah Cina dan Belanda. . Sarwono Kusumaatmadja. Hasil jajak pendapat LSI untuk calon Gubernur DKI adalah Fauzi Bowo. Sedang.87% suara pemilih[1]. Adang Daradjatun. Ia adalah satu-satunya peserta konvensi yang mengembalikan formulir pendaftaran dan satu-satunya peserta yang diusung untuk jabatan gubernur. Pada tanggal 16 Agustus 2007.

dan Cililitan. Pemerintah jajahan jarang campur tangan dalam urusan intern tanah-tanah milik itu. termasuk hak istimewa untuk memungut pajak-pajak pribadi dan tugas-tugas kerja paksa yang berat. Particuliere landerijen adalah tanahtanah milik pribadi nyang sangat luas yang pemilik-pemiliknya dapat disebut tuantuan tanah yang mempunyai hak feodal para penyewa tanah mereka.Jagoan-jagoan ini tidak lagi mempergunakan ilmu kesaktian dan bela dirinya untuk mencapai kesempurnaan spiritual sebagai manusia. Misalnye dulu. pada zaman cultuur stelsel (tanam paksa). sebagian besar jago lebih suka berpihak kepada mesin sistem ekonomi kolonial atau tuan tanah ketimbang membela kaum lemah. tetapi sebaliknya disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan materi. Ciomas. di riwayatkan di tanah-tanah partikulir itu penindasan kaum tani lebih kasar dan keji dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa. Mereka menjadi tukang pukul untuk memaksakan kepentingan tuan tanah di wilayah particuliere landerijen (tanah-tanah partikulir) seperti di Tangerang. Bekasi. jadi memperbolehkan penyalahgunaan nyang melampaui batas untuk terus berlangsung tanpa ada usaha perbaikan. .