ARTIKEL TENTANG 6 TOKOH-TOKOH BETAWI

Mohamad Husni Thamrin
Mohammad Husni Thamrin dilahirkan di Jakarta pada 16 Februari 1894 dan wafat di Jakarta, 11 Januari 1941. Beliau dimakamkan di Karet Kubur, Jakarta. Politikus yang Santun Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin, telah banyak berjasa bagi kepentingan bangsa dan negara. Termasuk jasa-jasanya ikut merintis ikatan persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa agar tidak terpecah belah. Jejak langkah putra terbaik bangsa ini perlu dijadikan suri teladan bagi generasi penerus masa kini. Oleh Asvi Warman Adam Mohammad Husni Thamrin dilahirkan di Sawah Besar, Betawi, 16 Februari 1894. Ia berasal dari keluarga berada. Kakeknya, Ort, orang Inggris, pemilik hotel di bilangan Petojo, yang menikah dengan perempuan Betawi, Noeraini. Ayahnya, Thamrin Mohamad Thabrie, pernah menjadi Wedana Batavia tahun 1908, jabatan tertinggi nomor dua yang terbuka bagi warga pribumi setelah bupati.Ia masuk sekolah Belanda, fasih berbahasa ini, mampu berdebat dengan baik. Memulai karier sebagai pegawai magang di Residen Batavia dan pegawai klerk di perusahaan pelayaran KPM, MH Thamrin duduk di Dewan Kota (Gemeenteraad, 1919-1941) lalu di Dewan Rakyat (Volksraad, 1927-1941). Dua modus perjuanganPerjuangan melawan Belanda dilakukan kaum pergerakan dengan dua modus, yaitu bersedia bekerja sama dengan pihak kolonial atau tidak. Bila dwitunggal Soekarno-Hatta disebut perpaduan Jawaluar Jawa serta gabungan orator ulung dengan administrator andal, pasangan Thamrin-Soekarno dilihat sejarawan Bob Hering sebagai paduan modus perjuangan secara kooperatif dengan nonkooperatif.Selama ini kata "kooperatif" memiliki konotasi kurang positif. Orang lebih menghargai tokoh yang berjuang secara non-koo. Namun, kedua jalur itu saling melengkapi perjuangan bangsa dalam mencapai kemerdekaan. Bahkan dari tahun 1933 sampai 1942 saat pergerakan Soekarno-HattaSjahrir terkesan mandek, justru Thamrin tetap bergerak dengan bersemangat di Volksraad.Thamrin sering disebut satu napas dengan Bung Karno. Ia hadir saat Soekarno diadili, kala dijebloskan ke penjara, saat Bung Karno dibuang ke Ende. Belanda menghukum Thamrin dengan tahanan rumah justru setelah Soekarno berkunjung ke rumahnya. Dengan demikian, Thamrin menjadi tali penghubung (trait d’union) kelompok pergerakan yang kooperatif dan nonkooperatif, juga antara kelompok pergerakan dengan Volksraad.Bila Bung Karno berpidato soal makro, seperti falsafah dan ideologi negara, Thamrin menukik kepada persoalan mikro, seperti kampung yang becek tanpa penerangan dan masalah banjir. Ia memprotes mengapa perumahan elite Menteng yang diprioritaskan pembangunannya, sedangkan kampung kumuh diabaikan. Ia mempersoalkan harga kedelai, gula, beras, karet rakyat, kapuk, kopra, dan semua komoditas yang dihasilkan rakyat. Ia berbicara tentang pajak dan sewa tanah.Bersama anggota lain di Volksraad, Thamrin mempertanyakan anggaran pertanian yang hanya 57 juta gulden, sedangkan angkatan darat, laut, dan polisi 174 juta gulden.Ia sering kalah dalam pemungutan suara, tetapi tetap mengajukan mosi bila ada aturan Pemerintah Hindia Belanda yang merugikan perjuangan kaum pergerakan. Thamrin memang kooperatif, tapi tidak berdasar

loyalitas Belanda. Ia tahu persis bagaimana beroposisi secara santun. Kaum Betawi yang didirikan tidak begitu berkembang. Walau tanpa organisasi politik, ia mampu meniti karier politik di Dewan Rakyat.Thamrin bukanlah kooperatif tanpa reserve. Ia memiliki prinsip, sebagai tercermin dalam pernyataannya "Nasionalis kooperatif dan nonkooperatif memiliki satu tujuan bersama yang sama-sama yakin pada Indonesia Merdeka! Jika kami kaum kooperator merasa bahwa pendekatan kami tidak efektif, maka kami akan menjadi yang pertama mengambil arah kebijakan politik yang diperlukan." (Handelingen Volkraad, 1931-1932)Menurut surat kabar Bintang Timur (15/07/1933), Thamrin adalah kampiun kaum nasionalis di Volksraad yang tak diragukan, yang berani mengingatkan pemerintah dalam banyak isu penting. Koran Adil 17 Juli 1933 mengungkapkan, Thamrin selalu menyampaikan pidato dengan argumen yang tepat, yang membuat darah tukang lobi anti-Indonesia Merdeka, seperti Fruin dan Zentgraaff jadi mendidih.Thamrin menggunakan kesempatan secara brilian untuk menarik perhatian sungguh-sungguh terhadap apa yang "sebenarnya hidup dalam kalbu pergerakan seluruhnya". Thamrin berbicara tentang kebenaran dan melakukan pekerjaan sepenuh hati dalam situasi begitu sulit bagi pergerakan. Dalam berdebat yang penting argumen kuat, Thamrin sendiri tidak pernah menggunakan kata-kata tajam dan keras.Ada sebuah pernyataan MH Thamrin yang disampaikan 70 tahun silam, namun masih terasa kebenarannya sampai sekarang meski pemerintah telah gonta-ganti: "Satu hal yang dapat dipastikan bahwa rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit dicari. Kepercayaan terhadap keputusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting, tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, maka pemerintah akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulatan hukum." (Handelingen Volksraad, 1930-1931).Tak kibarkan bendera BelandaMeski pada mulanya dipandang sebagai tokoh kooperatif, pada akhirnya hayatnya justru Thamrin dianggap berbahaya oleh Pemerintah Hindia Belanda. Thamrin tidak mengibarkan bendera Belanda di rumahnya pada ulang tahun Ratu Wilhelmina, 31 Agustus 1940.Dalam suatu kesempatan, ia juga mempelesetkan JINTAN, obat kumur murah buatan Jepang, menjadi "Jenderal Japan Ini Nanti Toeloeng Anak Negeri". Selain itu, tokoh Jepang Kobajashi dipanjangkan menjadi "Koloni Orang Belanda akan Japan Ambil Seantero Indonesia". Ia dikenai tahanan rumah karena dianggap tidak setia kepada Belanda dan main mata dengan pihak Jepang.Di rumahnya di jalan Sawah Besar No 32, Thamrin muntah-muntah dan demam mungkin karena gangguan ginjal, kecapaian dan malaria. Istrinya meminta polisi agar mengizinkan kunjungan dokternya. Akhirnya sang dokter datang, tetapi sudah terlambat, tanggal 10 Januari 1941, suhu badan Thamrin sangat tinggi dan ia hampir tidak bisa bicara. Dokter memberi suntikan untuk menurunkan panasnya, namun penyakitnya tidak tertolong lagi, esok subuh ia meninggal.Pada hari pemakamannya, dari rumahnya di Sawah Besar sampai ke kuburan Karet, lebih dari 20.000 orang mengantarkan jenazah tokoh Betawi itu ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Tahun 1960, Presiden Soekarno mengangkatnya sebagai pahlawan nasional.Kini yang lahir di tengah masyarakat Betawi adalah kelompok massa seperti FBR (Forum Betawi Rempug) yang kemarin ikut mendukung Akbar Tandjung dan pernah menghajar kelompok masyarakat miskin kota di halaman kantor Komnas HAM. Kapan muncul lagi politikus santun seperti MH Thamrin? ?Asvi Warman Adam Sejarawan LIPI Muhammad Husni Thamrin lahir pada 16 Februari 1894 di Sawah Besar, Jakarta Selatan. Setelah menamatkan pelajarannya di Koning Williem II, sejenis SMA ia kemudian bekerja di kantor kepatihan.Karena prestasinya baik, maka ia dipindahkan

Sejak tanggal 6 januari 1941 Husni thamrin dikenakan tahanan rumah. Namanya sekarang diabadikan sebagai suatu pusat seni di Jakarta yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Salemba. Ismail Marzuki yang lebih dikenal dengan panggilan Maing ini.Dewan Kota (Gemeenteraad. sampai gambus. Darah seni Ismail mengalir dari ayahnya. memang memiliki bakat seni yang sulit dicari bandingannya. Ismail memang sangat menyukai lagu-lagu berirama itu.Pegawai magang di Residen Batavia . Ia membentuk Fraksi Nasionalis untuk memperkuat golongan nasional dalam dewan tersebut. Bajunya disetrika licin. Betawi. Banyak nantinya karya yang diciptakan Ismail memiliki irama Latin.ke Kantor Karesidenan dan terakhir ke perusahan pelayaran Koninglijke Paketvaart (KPM) Pada tahun 1927 ia diangkat sebagai anggota Volksraad. Sosoknya pun mengagumkan. cokek. Marzuki. mulai dari keroncong. Perjuangannya di Volksraad tetap dilanjutkan dengan sebuah mosi. Ia terkenal sebagai pemuda yang berkepribadian luhur dan tergolong anak pintar. Akhirnya ia meninggal dunia pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di pekuburan Karet. Di rumah keluarga Marzuki ada gramofon dan piringan hitam yang cukup banyak jumlahnya. seperti rumba. Jadi tidak aneh kalau kemudian Ismail sejak kecil sudah tertarik dengan lagu-lagu. Indonesische dan Indonesiea. 1927-1941). Jakarta Pusat. sepatunya mengkilat dan ia senang berdasi. Jakarta Pusat. karena dituduh bekerja sama dengan Jepang. Alamat : Jalan Sawah Besar No 32 Jakarta Ismail Marzuki Ismail Marzuki Ismail Marzuki adalah salah seorang komponis besar Indonesia yang lahir pada tahun 1914 di Kwitang. khususnya Perancis dan Italia. Nederlands Indische dan Inlander diganti dengan istilah Indonesia. Ismail pun tak segan mengeluarkan uang sakunya untuk membeli piringan hitam lagu Barat. 1919-1941) . maka Thamrin menggantikannya sebagai wakil Ketua Partai Indonesia Raya (Parindra). tango dan beguine. Ismail sejak muda senang tampil necis. . Sutomo meninggal dunia pada tahun 1938. agar istilah Nederlands Indie. 16 Februari 1894 Wafat : Jakarta. Thamrin tidak boleh dikunjungi teman-temannya.Setelah dr. Jakarta. Pak Marzuki dikenal gemar memainkan kecapi dan piawai melagukan syair-syair yang bernapaskan Islam. jali-jali.Dewan Rakyat (Volksraad. yang saat itu seorang pegawai di perusahaan Ford Reparatieer TIO. 11 Januari 1941 Ayah : Thamrin Mohamad Thabrie (Wedana Batavia tahun 1908) Ibu : Pendidikan : Sekolah Belanda Karir : . Jenis lagunya sendiri sangat beragam. Walaupun dalam keadaan sakit.Pegawai klerk di perusahaan pelayaran KPM . Nama : Mohammad Husni Thamrin Lahir : Sawah Besar.

Tembang-tembang macam Rayuan Pulau Kelapa. yakni jazz. tetapi juga perlambang bangsa yang tertindas penjajah. walau pun menyukai dunia musik. Di sini ia menjadi pemain gitar. Rayuan Pulau Kelapa 6. macam harmonika. Orkes Lief Java. Dengan proses kreatif yang produktif dalam rentang 27 tahun menjadi komponis. Bandaneira dan Lenggang Bandung. Ismail yang memiliki bakat dan fasilitas bermusik yang besar tidak menyia-nyiakan karunia yang ada. tidak begitu setuju dengan karir Ismail di jalur musik. Bandung Selatan di Waktu Malam (1948) . Proses penciptaan musik dalam karir Ismail Marzuki dibagi dalam dua periode besar. Sepasang Mata Bola (1946) 7. Beliau terus mendorong agar Ismail tidak kehilangan kepekaan terhadap nasib bangsanya dan mampu berkembang tanpa dikotak-kotakkan oleh golongan kesukuan. antara lain Sepasang Mata Bola (1946). Peran sang ayah sangat besar dalam membentuk kepribadian tersebut. Ismail memang memiliki semangat cinta dan penuh pujaan terhadap Tanah Air. mandolin dsb. sang ayah. Periode kedua pada jaman penjajahan Jepang. hawaiia. Namun. Ismail pun juga banyak menyanyi. Salah satunya adalah Piagam Wijayakusuma yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1961. ketika usianya 17 tahun. Kasim Baba. perjuangan dan kecintaannya pada Tanah Air. dan suaranya banyak didengar dan dikenal masyarakat melalui NIROM. Selain makin banyak menggubah lagu. Setelah sempat bekerja di sebuah toko penjual piringan hitam. Ismail kemudian mengikuti panggilan hatinya untuk bekerja dalam musik. tempat Ismail bermain. Ismail tidak terpengaruh dengan pencitraan yang dibuat oleh Belanda tersebut. Ismail Marzuki telah menciptakan lebih dari 200 lagu. Aryati 2. karya Ismail banyak dipengaruhi oleh irama musik yang terkenal saat itu. Sebaliknya. Bahkan setiap naik kelas. Bandung Selatan di Waktu Malam (1948). Sampul Surat. Karya pertamanya yang berjudul O Sarinah pun lahir di tahun 1931. saksofon dan akordion.Setelah menyelesaikan pendidikan MULO atau setingkat SLTP. Ia pun mengembangkan kemampuan musiknya lebih jauh lagi dengan mencoba untuk menggubah lagu. Beliau kuatir dengan asumsi masyarakat pada saat itu yang masih memandang rendah profesi seniman. Karirnya semakin bersinar setelah Belanda membentuk sebuah radio yang diberi nama Nederlands Indische Radio Omroep Maatshappij (NIROM). Karya Lagu : 1. dan Karangan Bunga dari Selatan lahir di jaman ini. Melati di Tapal Batas (1947) 4. Tembang ini bermakna lebih dari sekadar nama seorang wanita. Pada periode pertama. Ismail akhirnya masuk ke perkumpulan orkes Lief Java. Banyak penghargaan seni yang diberikan kepada Ismail karena dedikasi pada musik. seriosa/klasik ringan dan keroncong. Ismail aktif dalam orkes radionya Jepang. Sementara lagu-lagu perjuangan yang paling masyhur muncul semasa Revolusi Perang Kemerdekaan 1945-1950. Melati di Tapal Batas (1947). Wanita 5. yakni pada periode Hindia-Belanda dan periode pendudukan Jepang serta revolusi kemerdekaan. ia selalu minta dibelikan berbagai macam alat musik. Selamat Datang Pahlawan Muda (1949). diberi kesempatan untuk mengisi siaran musik. Bakat dan jiwa musik Ismail makin berkembang luas. Karyanya yang terkenal adalah Keroncong Serenata. Gugur Bunga 3.

Ma'ing bekerja di Socony Service Station sebagai kasir dengan gaji 30 gulden sebulan. . Ma'ing banyak berkenalan dengan artis pentas. Tapi kemudian ayahnya merasa khawatir kalau nantinya bersifat kebelanda-belandaan. mandolin. *** Tahun 1934. Ma'ing lalu dipindahkan ke Madrasah Unwanul-Falah di Kwitang. pekerjaan sebagai kasir dirasakan kurang cocok baginya. Namun. film. Lagu ciptaannya kemudian direkam ke dalam piringan hitam di Singapura. sehingga ia pindah pekerjaan dengan gaji tidak tetap sebagai verkoper (penjual) piringan hitam produksi Columbia dan Polydor yang berkantor di Jalan Noordwijk (sekarang Jalan Ir.8. Setelah lulus. musik dan penyanyi. saksofon. Menteng. dan gitar. Ma'ing disekolahkan ayahnya ke sebuah sekolah Kristen HIS Idenburg. Lenggang Bandung 13. Ma'ing masuk sekolah MULO dan membentuk grup musik sendiri. Setelah tamat MULO. Sarinah (1931) 9. Keroncong Serenata 10. Penghasilannya tergantung pada jumlah piringan hitam yang dia jual. Selama bekerja sebagai penjual piringan hitam.. Di situ dia memainkan alat musik banyo dan gemar memainkan lagu-lagu gaya Dixieland serta lagu-lagu Barat yang digandrungi pada masa itu. dan Roekiah (orangtua Rachmat Kartolo). Yahya. kemudian menciptakan lagu-lagu sendiri antara lain "Ali Baba Rumba". Ma'ing memasuki perkumpulan orkes musik Lief Jawa sebagai pemain gitar. sejak bocah sudah menunjukkan minat yang besar terhadap seni musik. Belanda membentuk Nederlands Indische Radio Omroep Maatshappij (NIROM) dan orkes musik Lief Java mendapat kesempatan untuk mengisi acara siaran musik. bagaimana pernik-pernik kisah masa lalunya? ORANGTUA Ismail Marzuki termasuk golongan masyarakat Betawa intelek yang berpikiran maju. Bahkan tiap naik kelas Ma'ing diberi hadiah harmonika. Ismail Marzuki dan pencipta-pencipta lagu seangkatannya telah banyak melahirkan lagu populer Indonesia. H. dan "Ya Aini". Rupanya. Ismail Marzuki. Pada 1936. Ismail Marzuki yang dipanggil dengan nama Ma'ing. dia dibelikan ayahnya alat musik sederhana. Selamat Datang Pahlawan Muda (1949) Mengenang Ismail MarzukiTinggalkan Lagu Tak Berjudul dan Bersyair. "Ohle le di Kotaraja". dan harmonium pompa. Karangan Bunga dari Selatan 15. Putra Betawi asli ini lahir di Kwitang (Betawi) pada 11 Mei 1914 dan meninggal di Jakarta pada 25 Mei 1958. Namun. Pada zamannya. Kasim Baba 11.. Karya-karya penting dari Ismail Marzuki sebagai pencipta lagu adalah lagu-lagu perjuangannya. Tak banyak yang tahu bahwa Mei adalah bulan lahir dan meninggalnya komponis besar Indonesia. Sampul Surat 14. pekerjaan ini hanya sebagai batu loncatan ke jenjang karier berikutnya dalam bidang musik. sehingga dia sanggup menabung untuk membeli biola. di antaranya Zahirdin. Tapi Ma'ing mulai menjauhkan diri dari lagu-lagu Barat. Juanda) Jakarta. Bandaneira 12. Ayahnya berpenghasilan cukup sehingga sanggup membeli piringan hitam dan gramafon yang populer disebut "mesin ngomong" oleh masyarakat Betawi tempo dulu. Kartolo. Beranjak dewasa. Nama panggilannya di sekolah adalah Benyamin.

Ketika dia tiba di Jakarta. mencurigai lagu-lagu tersebut lalu melaporkannya ke pihak Kenpetai (Polisi Militer Jepang). lalu alat tiup tersebut dimusnahkan. "My Hula-hula Girl". Ketika itu Ma'ing dan istrinya pindah ke Bandung karena rumah meraka di Jakarta kena serempet peluru mortir. "Kembang Rampai dari Bali" dan bentuk hiburan ringan. yang digubahnya dan kemudian diterjemahkannya ke dalam nada-nada Indonesia. Setelah Perang Dunia II. sehingga Ma'ing sempat diancam oleh Kenpetai. Malah pada 1945 lahir lagu "Selamat Jalan Pahlawan Muda". PRK juga dibubarkan Jepang. "Bisikan Tanah Air". mulai saat itu pula penyakit paru-paru mengganggu Ma'ing. Lagu tersebut tanpa pemberitahuan maupun basa-basi dijadikan lagu pembukaan siaran radio NIROM. Ma'ing menciptakan lagu yang mulai mengarah pada lagulagu perjuangan. Sebuah lagu Rusia ciptaan R. Awal Perang Dunia II (1940) mulai mempengaruhi kehidupan di Hindia-Belanda (Indonesia). ciptaan Ma'ing terus mengalir. Karsov diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda menjadi "Panon Hideung". Radio NIROM dibubarkan diganti dengan nama Hoso Kanri Kyoku. Lagu ini kemudian direkam oleh perusahaan piringan hitam His Master Voice (HMV). Sumitsu. antara lain "Jauh di Mata di Hati Jangan" (1947) dan "Halo-halo Bandung" (1948). Ma'ing mulai mempelajari berbagai jenis lagu tradisional dan lagu Barat. Kepala bagian propaganda Jepang. Antene pemancar mereka buat sendiri dari batang bambu. Ketika berada di Bandung selatan. Kemudian lagu ciptaannya "Bunga Mawar dari Mayangan" dan "Duduk Termenung" dijadikan tema lagu untuk film "Terang Bulan". sehingga grup musik Ma'ing mengajukan protes. Ma'ing terlambat menerima berita. suatu waktu dia diberi hadiah sebuah saksofon oleh kawannya yang ternyata menderita penyakit paru-paru. Tapi. putra Betawi ini tak gentar. *** Pada periode 1943-1944. Pada periode ini dia banyak mempelajari bentuk-bentuk lagu Barat. Ketika Ma'ing membentuk organisasi Perikatan Radio Ketimuran (PRK). Kelak lagu ini diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "Bila Anggrek Mulai Berbunga". Sebuah lagu ciptaannya berbahasa Belanda tapi memiliki intonasi Timur yakni lagu "Als de orchideen bloeien". Karena Ma'ing sangat gemar memainkan berbagai jenis alat musik. bahkan agak mengarah pada bentuk seriosa. Ma'ing malah jadi pemain musik sekaligus mengisi acara lawak dengan nama samaran "Paman Lengser" dibantu oleh "Botol Kosong" alias Memet. dan orkes Lief Java berganti nama Kireina Jawa. pihak Belanda memintanya untuk memimpin orkes studio ketimuran yang berlokasi di Bandung (Tegal-Lega). saat Jepang menduduki seluruh Indonesia. Saat itu Ma'ing mulai memasuki periode menciptakan lagu-lagu perjuangan. Setelah dokter menjelaskan pada Ma'ing. Pada periode 1936-1937. Orkesnya membawakan lagu-lagu Barat. Tahun 1940. namun protes mereka tidak digubris oleh direktur NIROM. Tiap malam Minggu orkes Lief Java mengadakan siaran khusus dengan penyanyi antara lain Annie Landouw. Radio NIROM mulai membatasi acara siaran musiknya. sehingga beberapa orang Indonesia di Betawi mulai membuat radio sendiri dengan nama Vereneging Oostersche Radio Omroep (VORO) berlokasi di Karamat Raya. "Gagah Perwira". Ma'ing menikah dengan penyanyi kroncong Bulis binti Empi. ayahnya telah beberapa hari . Namun. dan "Indonesia Tanah Pusaka". Ini terlibat pada beberapa ciptaannya dalam periode tersebut. Pada Maret 1942. ayah Ma'ing di Jakarta meninggal. Mula-mula syair lagunya masih berbentuk puitis yang lembut seperti "Kalau Melati Mekar Setangkai". antara lain "Rayuan Pulau Kelapa".Orkes musiknya punya sebuah lagu pembukaan yang mereka namakan Sweet Jaya Islander.

jali-jali. saksofon. gambus. Ismail yang tergolong anak pintar. khususnya dalam bidang seni. topik hangatnya adalah lagu-lagu yang baru mereka dengarkan. ada keroncong. walaupun digarap secara populer tapi bentuk syairnya berbobot seriosa. cokek. hingga Ma'ing alias Ismail Marzuki -. merek Ariel buatan Inggris. Di rumahnya ada gramofon dan piringan hitam yang cukup banyak jumlahnya. Kalau teman-temannya datang ke rumah. sejak muda senang tampil necis. Ismail juga tak segan mengeluarkan uang sakunya untuk membeli piringan hitam lagu Barat. Kembang-kembang yang menghiasi makam ayahnya dan telah layu. Ismail sering menghabiskan waktu berjam-jam di muka gramofon dan setiap kali bersiul atau bernyanyi-nyanyi.komponis besar Indonesia itu -. Lagu-lagu ciptaannya yang berbentuk romantis murni hiburan ringan. Tentu saja dengan itu. syairnya dibuat ringan dalam bentuk populer. Malah. * surianto kartaatmadja Dia lahir tanggal 11 Mei 1914. Tentu saja semua itu dimungkinkan karena Pak Marzuki ayah Ismail termasuk orang berkecukupan sebagai pegawai di perusahaan Ford Reparatieer TIO. khususnya Perancis dan Italia. orkes Lief Java juga diberi kesempatan mengisi siaran musik. Panggilan musik semakin menyusup dalam kehidupan Ismail setelah ia menyelesaikan pendidikan MULO atau setingkat SLTP. dan ia senang berdasi. Misalnya lagu "Aryati". mengilhaminya untuk menciptakan lagu "Gugur Bunga". "Saputangan dari Bandung Selatan". Ismail lalu bekerja di toko penjual piringan hitam. Dari ayahnya pula kemungkinan besar Ismail mewarisi bakat musik. sosok yang berkepribadian luhur. Simak saja syair "Oh Kopral Jono" dan "Sersan Mayorku". dan sebagainya. Di sini ia menjadi pemain gitar.dimakamkan. tidak menggunakan bahasa Indonesia tinggi yang sulit dicerna. dan "Juwita Malam".menutup mata selamanya pada 25 Mei 1058. "Selamat Datang Pahlawan Muda". lagu ciptaannya yang ke-103 tidak sempat diberi judul dan syair. dan akordion. Pak Marzuki diketahui gemar memainkan kecapi dan piawai melagukan syairsyair yang bernapaskan Islam. Drs Jajang Gunawijaya MA & Drs Wiyoso Yudoseputro. Lalu kalau kemudian orang menemukan lagu-lagu ciptaan Ismail banyak yang berirama Latin seperti rumba. sebelum akhirnya masuk ke perkumpulan orkes Lief Java. itu juga karena Ismail sangat menyukai lagu-lagu berirama itu. (Lihat misalnya Ismail Marzuki-Komponis Pejuang. Sampai pada lagu ciptaan yang ke 100-an. Tahun 1950 dia masih mencipta lagu "Irian Samba" dan tahun 1957 lagu "Inikah Bahagia" -. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Bang Maing semakin . "Melati di Tapal Batas Bekasi". Bajunya disetrika licin. 1997) Ismail sendiri sejak kanak-kanak sudah tertarik dengan lagu-lagu. "Selendang Sutra". Lagu-lagu ciptaan lainnya mengenai masa perjuangan yang bergaya romantis tanpa mengurangi nilai-nilai semangat perjuangan antara lain "Ke Medan Jaya". "Oh Angin Sampaikan. tango. yang sangat ia kagumi.suatu lagu yang banyak memancing tandatanya dari para pengamat musik. Misalnya syair lagu "Tinggi Gunung Seribu Janji". "Sepasang Mata Bola". Sore hari ia suka keliling kota dengan motor kebanggaannya. Ketika Belanda membentuk Nederlands Indische Radio Omroep Maatshappij (NIROM). sepatunya mengkilat. dan beguine. Salah seorang putra terbaik Betawi ini memiliki bakat seni yang sulit dicari bandingannya. Lagu-lagu yang khusus mengisahkan kehidupan para pejuang kemerekaan. Editor. Ma'ing masih merasa belum puas dan belum bahagia. dan tutup usia tanggal 25 Mei 1958. Jenis lagunya sendiri sangat beragam. Lagu hiburan populer yang (kental) bernafaskan cinta pun sampai-sampai diberi suasana kisah perjuangan kemerdekaan.

Setelah O Sarinah (1931). seriosa/klasik ringan. Selain makin banyak menggubah lagu. Lenggang Bandung. Sampul Surat. dan Revolusi (1945-1950-an). Memang. pemain sandiwara disebut "anak wayang". Ismail pun juga banyak menyanyi. seperti Bandaneira. Sesudahnya Ismail masih menghasilkan lagu-lagu dengan judul yang antara lain merupakan nama tempat. Meski sudah seperti tak terbendung. penyanyi disebut "buaya keroncong". Bang Maing juga masih menghasilkan sejumlah lagu yang sangat terkenal. dan sebagainya-sehingga kamarnya dipenuhi berbagai alat musik. Untuk menegaskan tekadnya.dikenal orang. dalam tahun-tahun akhir kehidupannya. tetapi ia juga perlambang bangsa yang tertindas penjajah. Roselani (1936) yang membawa pendengarnya ke suasana Hawaii. proses penciptaan Ismail Marzuki dapat dibagi dalam dua periode besar. dan Karangan Bunga dari Selatan. Sebutan seperti itu tampaknya belum kena di hati Pak Marzuki. Ismail lalu jadi lebih terbuai oleh aneka alat musiknya itu daripada buku pelajaran. Di luar kerisauannya menyangkut tekad bermusik putranya. Ismail pun tak lepas dari pengaruh tersebut. yaitu bahwa profesi seniman masih sering direndahkan. dan berkembang tanpa dikotak-kotakkan oleh golongan dan kesukuan. Ismail mulai mengisi musik untuk film tahun 1938. Ismail belum menciptakan lagu-lagu perjuangan. Ismail sendiri tidak terpengaruh oleh pencitraan yang diciptakan oleh Belanda tersebut. Periode Pendudukan Jepang (1942-1945). Dalam Periode ini. Sementara lagu-lagu perjuangan yang paling masyhur muncul semasa Revolusi Perang Kemerdekaan 1945-1950. Lagu . jadi ketika usianya 17 tahun. ia mencipta antara lain Keroncong Serenata (1935). Marzuki sendiri terus mendorong agar Ismail juga tidak kehilangan kepekaan terhadap nasib bangsanya. Dalam Periode ini lahir sejumlah lagunya yang terkenal. Dalam Periode pertama. yang hasilnya menjadi rujukan tulisan ini. Bandung Selatan di Waktu Malam (1948). antara lain Sepasang Mata Bola (1946). Menurut penelitian tim penulis Dinas Kebudayaan DKI di atas. Melancong ke Bali (1939). musik jazz. Peran ayahanda Ismail-di luar kesediaannya untuk memenuhi keinginan Ismail pada alat-alat musik-tidak kecil di sini. Lalu. Karya pertamanya adalah O Sarinah yang dia ciptakan tahun 1931. Ini dapat menjelaskan. Warna penciptaan Bakat dan semangat bermusik yang sangat besar. Pak Marzuki rupanya berbagi dengan pandangan yang umum pada waktu itu. Kepekaan Ismail pada perjuangan bangsanya lalu tercermin dalam alam penciptaannya. Lebih-lebih setelah bakat dan jiwa musiknya berkembang luas. Yang pertama Periode Hindia-Belanda (1900-1942). seperti Rayuan Pulau Kelapa. keterbukaannya pada berbagai jenis musik dunia. dan suaranya banyak didengar dan dikenal masyarakat melalui NIROM. Candra Buana (1953). Sabda Alam (1956). serta lingkungan pergaulan. tatkala ia mengarang tiga lagu untuk film Terang Bulan. yakni Hozo Kanri Kyeku (Radio Militer Jepang). mandolin. Melati di Tapal Batas (1947). dan setahun kemudian (1937). Sebutlah. hawaiian. dan-ini dia yang lebih penting-menggubah lagu. tak urung aktivitas seni Ismail sempat membuat khawatir ayahnya. setiap naik kelas ia malah selalu minta dibelikan alat musik-harmonika. dan keroncong. sebagai akibatnya. Ismail aktif dalam orkes radio. Olee Lee di Kutaraja. mengapa lagu-lagu Ismail Mz kaya akan semangat cinta dan penuh pujaan terhadap Tanah Air. mulai populer seiring dengan makin terpaparnya warga di kawasan Hindia-Belanda dengan kebudayaan. Misalnya. Payung Fantasi (1955). ketersediaan aneka instrumen musik yang bisa dia akses. Selamat Datang Pahlawan Muda (1949). Judul itu bermakna lebih dari sekadar nama seorang wanita. Sementara selama Periode Penjajahan Jepang. termasuk musik Barat. Ismail mencipta lagu-lagu berlatar belakang Hikayat 1001 Malam seperti Kasim Baba. Di lain pihak. misalnya. semua itu lalu menjadi lahan yang amat subur bagi Ismail untuk mengembangkan lebih jauh kesenangan main musiknya.

Selendang Sutera yang diberikan gadis pujaan bagi pejuang merupakan suvenir yang menyertai kepergiannya ke medan tempur. apa yang dihasilkan Ismail disebut muizen atau tikus. sebagai lagu Tanah Air dalam masa kebangunan bangsa. hal lain yang menonjol antara lain juga penguasaan bahasa liris Ismail. kontrapunk. pada era reformasi demokratis. dan kecintaan pada Tanah Air. meski lagu itu mengambil inspirasi dari keindahan Tanah Air. Ada yang menyebutnya 202. Padahal. Musik memang sering dikaitkan dengan kata muse. tetapi berani membuat musik. Ismail Marzuki tak juga terbebas dari kritik. dengan konsepsi lagu yang dangkal. dengan bekal disiplin musik klasik. tidak punya ijazah komponis. Sementara lagu indah seperti Murai Kasih yang dinyanyikan dengan manis oleh Rien Djamain. bel canto. Misalnya saja anugerah dari Presiden Soekarno berupa Piagam Wijayakusuma 17 Agustus tahun 1961. selendang sutera tersebut turut berjasa sebagai pembalut luka. Pada bulan Mei seperti sekarang. selanjutnya. Ismail banyak mendapat penghargaan seni. atau Mari Bung. Penggubah lagu tersebut masih berpikir dalam alam "Lief Indie". di tengah komunitas yang sebagian berpendidikan Eropa. perjuangan. Apa pun. bahwa apa yang diciptakan Ismail berkategori "picisan". buta di sini untuk melukiskan Ismail yang tidak pernah sekolah di sebuah konservatorium di Amsterdam. Seperti dijelaskan oleh Firdaus Burhan yang menyusun karangan tentang Ismail Marzuki untuk Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1983/1984. th 1951) ia mengkritik lirik lagu Rayuan Kelapa. Duh. Tetapi penggubahnya hanya sampai pada keindahan saja. kecuali unsur semangat juang. yang bisa dikatakan masih populer berjumlah sekitar 75. Kini. apalagi dalam konteks masa sekarang ini. lagu-lagu Ismail sering diperdengarkan di negara bekas penjajah itu. Dalam buku-buku yang disusun oleh RE Rangkuti. Memang. Akan tetapi. kritik terhadap karya Ismail Marzuki mungkin lepas dari masalah melodi atau musik pada umumnya. malah blinde muizen atau tikus buta. Dalam lagu tersebut. Menurut Manik. sempat muncul penilaian. meski disampaikan tanpa menyebut nama. Romantisme dan kritik Gambaran umum tentang lagu-lagu Ismail Marzuki adalah perjuangan dengan romantismenya. malah karya-karya putra Betawi ini terus dikenang. Syairnya memang menggunakan perkataan yang bisa menimbulkan rasa kebangsaan dan kejayaan. Ismail Marzuki telah menciptakan lebih dari 200 lagu. mungkin termasuk yang sangat pedas. Yang ironis. dengan semua yang telah diberikannya. Yang dikritik adalah glorifikasi Ismail pada perjuangan fisik. dimana orang banyak tak peduli urusan dan kepentingan bangsa-Ismail juga banyak mengangkat masalah sosial-kemasyarakatan yang hangat pada masanya. Untunglah kritik yang dimuat di pers Belanda ini dapat ditahan oleh Ismail. dan sebagainya. padahal itu alam pikiran yang menguntungkan penjajah di masa silam. Kritik L Manik. Jadi. DS Soewito. ijazah harmoni. yang dimuat memang hanya 50 lagu terpopuler. ada juga yang mengatakan sekitar 250. suci dan luhur. Dengan proses kreatif yang produktif dalam rentang 27 tahun menjadi komponis. di negeri yang sejumlah warganya pernah mengejek Ismail Marzuki. atau muzen. dari jumlah itu. dan GS Pardede. meski lagu Rayuan Pulau Kelapa sukses dan banyak dinyanyikan. tercapai tujuannya. Selain urusan puja-memuja Tanah Air-itu sendiri sebenarnya tidak buruk.terakhirnya yang tercatat adalah Inikah Bahagia? (1958). Tetapi. hanya cocok untuk selera orang kampung yang dianggap bukan golongan "intelektual". . ia lemah. dan Keroncong Hasrat Menyala tidak tercantum dalam kumpulan lagu pilihan tersebut. Di baris terakhir ia tulis: Cabik semata. perjuangan Indonesia bukankah juga mencakup perjuangan diplomasi. Dalam lagu Seruan Teruni. Dan ketika lengan pejuang terluka parah. memang selendang hanyalah secarik kain. pada pertempuran. Dalam jurnal Zenit (No 3. Untuk semua dedikasi pada musik. namun alangkah besar makna dan manfaatnya. tetapi lagunya lemah merayu.

5 Maret 1939 Meninggal : Jakarta." Sewajarnyalah demikian.Meraih Piala Citra 1975 dalam film Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya. karena.Aktor. gagah-gagahan dengan uangnya. Ismail Marzuki dikenang oleh bangsa Indonesia sebagai komponis yang hidup pada zaman perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Gesang. L Manik. Hostess Anita (1971) 4. atau sebutan "terbesar" dan sejenisnya. penghibur . Brandal-brandal Metropolitan (1971) . "dalam dunia seniman tidak ada yang paling besar. 5 September 1995 Isteri : Noni (Menikah tahun 1959) Pendidikan : .Meraih Piala Citra 1973 dalam film Intan Berduri (Turino Djunaidi. baik yang hidup pada zaman itu maupun yang hidup pada zaman sekarang. Wacana bangsa Indonesia kini telah beranjak jauh dari apa yang sezaman dengan Ismail Marzuki. Binsar Sitompoel. Lagu Tukang Becak Bang Samiun yang karena satu insiden marah-marah tapi dapat ditenangkan oleh saudara sebangsa yang cinta persatuan. * Benyamin Sueb (1939 . Kalaupun karya-karyanya masih terus hidup. satu hal yang Ismail tidak keliru adalah penuturannya tentang "kesediaan untuk berkorban jiwa raga". seperti pernah disampaikan oleh pemusik Suka Harjana. penyanyi. Jakarta (1955) Riwayat Pekerjaan : . Dunia Belum Kiamat (1971) 3. WR Supratman. Indonesia juga sangat beruntung memiliki seorang Ismail Marzuki. Jakarta (1960) .Kondektur PPD (1959) . Ismail Marzuki tidak bisa dianggap "seniman legendaris tak tertandingi". sesuatu yang pasti makin langka di tengah gelombang materialisme dewasa ini.Akademi Bank Jakarta. dan dengan itu seolah bisa berbuat apa saja.misalnya. selain itu Ismail juga memotret hal lain yang mendalam.Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan. Berterima kasih Indonesia beruntung punya sederet komponis besar seperti C Simandjuntak. Jakarta (1958).Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969) Penghargaan : . 1972) bersama Rima Melati .SMPN Menteng. dan H Mutahar. Tetapi. Di luar kritik dan perkembangan sejarah.Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960) .SMA Taman Madya.1995) Nama : Benyamin Sueb Lahir : Jakarta. Kusbini. Iskandar. Honey Money and Jakarta Fair (1970) 2. Sjaiful Bahri. ada yang tidak suka dengan lirik Sabda Alam. itu karena ada pertalian sejarah dan perasaan kebangsaan antara warga RI.Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1968) . 1975) Film yang dibintangi : 1. Tentu saja. Ismail sebel dengan seorang pria yang mengaku datang dari perjuangan. Tetapi. Jakarta (tidak tamat) . Mungkin saja di era sadar jender sekarang ini.

Musang Berjanggut (1981)49. Si Doel Anak Betawi (1973) 11. Traktor Benyamin (1975) 32. Tante Girang (1983) 50. Kabayan Saba Kota (1992) Seniman Betawi Serba Bisa . Sorga (1977) 41. Duyung Ajaib (1978) 45. Jimat Benyamin (1973) 13. Biang Kerok Beruntung (1973) 14. Banteng Betawi (1971) 6. Benyamin Koboi Ngungsi (1975) 30. Biang Kerok (1972) 10. Bapak Kawin Lagi (1973) 20. Tarzan Kota (1974) 25. Setan Kuburan (1975) 29. Koboi Insyaf/Komedi lawak '88 (1988) 53. Benyamin Jatuh Cinta (1976) 38. Sama Gilanya (1983) 51. Buaya Gile (1975) 27. Akhir Sebuah Impian (1973) 12. Selangit Mesra (1977) 44. Zorro Kemayoran (1976) 34. Benyamin Raja Lenong (1975) 31. Bing Slamet Setan Jalanan (1972) 7. Si Rano (1973) 19. Benyamin Brengsek (1973) 18. Intan Berduri (1972) 9. Dukun Kota (1978) 46. Nyonya dan Pelayan (1977) 43. Percintaan (1973) 15. Ratu Amplop (1974) 22. Pinangan (1976) 40. Tiga Jango (1976) 37. Tarzan Pensiunan (1976) 39. Benyamin Tukang Ngibul (1975) 28. Drakula Mantu (1974) 26. Musuh Bebuyutan (1974) 21. Bersemi Di Lembah Tidar (1978) 48. Benyamin spion 025 (1974) 24. Angkara Murka (1972) 8. Benyamin Si Abu Nawas (1974) 23. Cukong Bloon (1973) 16. Hipies Lokal (1976) 35. Betty Bencong Slebor (1978) 47. Ambisi (1973) 17. Raja Copet (1977) 42. Tuan. Dunia Makin Tua/Asal Tahu Saja (1984) 52. Samson Betawi (1975) 33. Si Doel Anak Modern (1976) 36.5.

Pangkatnya cuma kenek. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas. menjadikan Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya.SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung.” kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. “Tidak ada pilihan lain. tertangkap basah ketika ada razia. mereka membentuk Melodyan Boy. ia ditawari bekerja di perusahaan bis PPD. Di sekolah Taman Madya.Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979. Moenadji (kelima). dan Saidi (ketujuh). “Habis. Dari tujuh saudara kandungnya. Ruslan (keenam). tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga). dengan trayek Lapangan Banteng . Sifatnya yang periang. tetapi urung gara-gara dilarang ibunya. Dengan ‘alat musik’ itu mereka sering membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu. dapat sopir ngajarin korupsi melulu.Sebenarnya selain .Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. Otto Suprapto (ketiga). pemberani. Moh Noer (kedua). Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. “Tergantung kondisi.Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong. tapi tidak tamat. Benyamin kembali menekuni musik. SMP di Jakarta lagi. Seniman yang lahir di Kemayoran.Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan Jago sejak umur 7 tahun. awas!” Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran. 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini. bersama 7 kakakkakaknya.Ia menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. sebuah teater rakyat . Sewaktu kecil. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek.” tuturnya. ongkos penumpang ditarik. Itu pun tidak lama. Korupsi yang dimaksud ialah. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai ‘imbalan'. pintar dan disiplin. Kabur. ia tergolong nakal. Ia sendiri mula-mula takut korupsi. tetapi sang sopir memaksa. Bersama temanteman sekampung di Kemayoran. pemain Dulmuluk.menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta. si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya buat biaya sekolah kakak-kakaknya. Bersama bandnya ini pula. kocak.Pasar Rumput. Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Benyamin sempat membuat orkes kaleng. Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. stem basnya dari kaleng drum minyak besi. Celetukan ‘muke lu jauh’ atau ‘kingkong lu lawan’ pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb. ia mengancam. Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda. Pada 1959. gaji tetap belum terima. sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi temantemannya.” katanya.Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. “Kalau gue kagak naik lantaran aljabar. ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman. tetapi karcis tidak diberikan. Siti Rohaya (keempat). dua engkong Benyamin yaitu Saiti. langsung diterima . Rebab dari kotak obat. daripada diusut. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot.Benyamin bersama saudarasaudaranya membuat alat-alat musik dari barang bekas. Si Jampang dan Nonton Bioskop. seniman Betawi serba bisa yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik. keroncongnya dari kaleng biskuit. tercatat hanya Benyamin yang memiliki nama besar sebagai seniman Betawi. Rohani (kakak pertama). 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak. masuk Taman Madya Cikini. dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang. peniup klarinet dan Haji Ung. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Sialnya. Sejak kecil.

sebenarnya. 1972). 1973). terlihat ketegangan dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengadukaduk emosi penonton. Seperti layaknya semua orang. dan Rima Melati. 1974). 1970). Walau sudah merintis karir sebagai "bintang film" lewat film perdananya. Benyamin Brengsek (Nawi Ismail. Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio. 1976). Dalam hal ini.Ateng. 1976). bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960).Benyamin menjadi teman sang aktor utama. 1974). Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang diperankan oleh Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri. Selain Benyamin tercatat diantaranya Bing Slamet. Jimat Benyamin (Bay Isbahi. dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979. Begini Begitu (duet Ida Royani). mengalir setelah itu Kompor Mleduk belakangan dinyanyikan ulang oleh Harapan Jaya. 1975). Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi. Perannya serius tapi. Seniman yang suka ‘mengomel’ bila melawak ini menjadi salah satu pemain yang namanya sering digunakan menjadi judul film. 1976). Di sini.Dengan Sjuman Djaya.Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail. Judulnya. Nonton Bioskop (dibawakan Bing Slamet) dan puluhan lagu karya Benyamin yang lain. tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam kemampuan akting Benyamin. Tidak puas dengan hanya menyanyi. dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969). Tapi dalam hal film pun dilakoninya. Kursus Administrasi Negara (1964). yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya. yang diperankan oleh Rano Karno kecil. Benyamin lalu main film. 1975) bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976). Di film ini.Dari berkesenian.Dalam "berguru" dengan Bing Slamet. sudah terlihat gaya "asal goblek" Benyamin yang penuh improvisasi dan memancing tawa. 1973) -sebuah "komidi musikal" yang diotaki oleh Bing Slamet . Debutnya Si Jampang. saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974. Traktor Benyamin (Lilik Sudjio. Benyamin juga sempat menimba ilmu dan bekerja di lahan yang ‘serius’ diantaranya mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960). hidup Benyamin (dan keluarganya) berbalik tak lagi getir. Tetapi. 1972) membuat dirinya.Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film . paling tidak ada dua nama yang patut disebut.1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung (Nawi Ismail. Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad. di film Ambisi (Nya Abbas Acup. Sayang. meraih Piala Citra 1973. 1972). 1973). dia berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Tukang Sayur. 1975). Benyamin diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya. 1973). ada proses dimana Benyamin "hanya" menjadi figuran atau paling mentok menjadi aktor pembantu. 1975). Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi.diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail. Terlihat dengan jelas. Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad. dan Bagio. seperti stereotipe orang Betawi. Bing Slamet menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting.seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng Brong. Diawali Honey Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya.Tarsan Kota (Lilik Sudjio. Chaidir Djafar.Benyamin tidak selalu menjadi bintang utama di setiap filmnya.1975). 1974). Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil. Benyamin juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan. antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail. setahun sebelumnya. Bagian Musik Kodam V Jaya (1957-1969). Dirinya menjadi ayah si Doel. 1974). Tiga Janggo (Nawi Ismail. Karena itulah. Cukong Blo'on (Hardy. Samson Betawi (Nawi Ismail. Banteng Betawi (Nawi Ismail. 1976). dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail.menekuni dunia seni. 1973). Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan . Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt. kocak dan tetap "asal goblek". usahanya mengalami kemunduran. Benyamin tidak saja bekerja sama dalam hal musik . Benyamin tak dapat menahan tangisnya.

Memang betul. Ayahnya adalah seorang aktor kawakan. saat Benyamin menonton Earth. dan nuansa itu pun hadir di beberapa lagu di album itu. si aktor tiga zaman." Maka. sang music director.Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama. bersama Harry Sabar. Keenan Nasution. Dan Ampunanmu kental dengan progressive rock. aje gile. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel. and Fire di Amerika .Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995. Selain itu dia juga mempunyai saudara kandung yang juga turut bermain film seperti Tino Karno dan Suti Karno. Ia pernah diwacanakan menjadi .Yang menarik. Soekarno M. Inilah band dan album terakhir Benyamin. Film bergenre komedi horor itu "memaksa" Benyamin beradu akting dengan Tan Tjeng Bok. 1975). Noer." imbuhnya. setelah album itu keluar. Benyamin menyanyi dengan "serius". khususnya warga Jakarta. Kali ini Benyamin menjadi bintang utamanya. jadilah band Gambang Kromong Al-Haj dengan album Biang Kerok. entah kenapa. dan Aditya. Odink Nasution. salah satunya dengan sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles."Di lagu itu. akibat serangan jantung. meski beberapa kali pernah tidak "menjabat" sebagai aktor utama. "Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran.Dari pelawak yang pernah tampil dalam variety show Benjamin Show sambil tour dari kota ke kota sampai Malaysia dan Singapura ini muncul banyak idiom atau celetukan yang sampai kini masih melekat di telinga masyarakat. Tetapi.Yang menarik. dan dua tahun kemudian Benyamin pun main film sekuelnya. Ben menyanyi seperti berdoa. asyik kali ye?". Begitulah. Rano Karno Rano Karno (lahir di Jakarta. lagi-lagi. umur 48 tahun) adalah seorang aktor Indonesia yang terkenal sebagai "Si Doel" dalam film sinetron Si Doel Anak Sekolahan.selain theme song-nya dan settingnya yang hanya diubah sedikit saja. Di album ini. dan meraih Piala Citra. khusuk.dia langsung komentar. seserius apa pun. tapi kehadirannya sungguh bermakna. karya si Raja Komedi Nyak Abbas Akub tahun 1974. atau ma'di rodok. Wind. "Nyanyi yang kayak gitu. Ia bukan lagi sekadar sebagai tokoh masyarakat Betawi. dan rencana promosi ditunda dan tak pernah lagi terwujud kecuali beberapa pentas. tetapi kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu. Benyamin sakit keras. Sebut saja. Coba saja dengar Ampunan. Sementara lagu Dingin Dingin Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas.Aksan Syuman. Karena itu banyak orang merasa kehilangan saat dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa." jelas Harry. ma'di kepe. masih menurut Harry. Film itu adalah Drakula Mantu. 8 Oktober 1960. Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya. Benyamin sebagai ayahnya . Lagi-lagi Benyamin menjadi aktor pendukung. melainkan legenda seniman terbesar yang pernah ada. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.saat menjenguk anaknya yang kuliah di sana . tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa terpingkalpingkal saat Benyamin rekaman lagu I’m a Teacher dan Kisah Kucing Tua dengan penuh improvisasi. yang semuanya lahir dari lidah Benyamin. lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat versi sinetronnya.Penyanyi BeneranTahun 1992. saat sibuk main sinetron dan film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) Benyamin mengutarakan keinginannya pada Harry Sabar. diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era Peter Gabriel. "Mungkin sudah tahu kalau hidupnya tinggal sebentar. tetapi sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin vs Drakula.

Suci Sang Primadona (1977). Karier di dunia hiburan Sejak umur sembilan tahun. di samping menjadi sutradara.[2] Namun pertengahan 2007. Hal ini semapt memunculkan rumor bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. memerankan tokoh anak.[3] Rano kembali mengejutkan publik di penghujung 2007 dengan menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tangerang sesuai dengan keputusan partai pendukung untuk mendampingi Calon Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008[4] Pasangan ini kemudian terpilih sebagai pemenang dan Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.pendamping Fauzi Bowo sebagai wakil gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Rano juga ikut main menjadi Si Doel. Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi. Pada Maret 2008. muncul iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo. . Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Album perdananya. Noer (Minang) dan Istiarti M Noer (Jawa) berperan sebagai pemeran utama. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan 1-6. Dalam sinetron itu. dalam Festifal Film Asia 1974 di Taipei. Sebelumnya Rano pernah menikah dan berakhir dengan perceraian setelah 2 tahun. Yang Sangat Kusayang terhitung cukup laku di pasaran. Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling monumental yang digarapnya bersama saudarasaudaranya dalam Karno's Film. Gita Cinta dari SMA (1979). Namanya mulai dikenal lewat film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjuman Djaja yang diangkat dari cerita Aman Datoek Madjoindo. Sejak itu. putra ketiga dari enam bersaudara pasangan Soekarno M. Rano pun belajar akting di East West Player. Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Rano sudah diajak ayahnya membintangi film Lewat Tengah Malam. Selanjutnya ia mendapat peranan-peranan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976). [sunting] Kehidupan pribadi dan sosial Rano menikah dengan Dewi Indriati pada 8 Februari 1988 dan dikaruniai 2 orang anak.[1] [sunting] Karir politik Di awal tahun 2007. Dalam film itu. Taiwan. ia meraih hadiah The Best Child Actor. Untuk mendukung niatnya terjun ke dunia film. Kemudian. Lewat film Rio Anakku (1973). Ketika industri film Indonesia 'pingsan'. prestasinya pun mulai kelihatan. Rano beralih ke sinetron. Rano pernah berpamitan kepada insan film nasional. penulis cerita dan skenario. untuk lebih berkonsentrasi dalam 'karir baru'-nya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta. ia menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua pihak. Amerika Serikat. PT Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat.

sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan. Adhyatma. Ibu Prof Murprawoto. Mantan Menteri Kesehatan (alm) Prof. Rano bisa menjadi duta UNICEF dari Indonesia. Dr. Ibu Prof. Singgih.Rano Karno pernah diangkat sebagai duta khusus Indonesia dalam bidang pendidikan oleh UNICEF.[5] [sunting] Filmografi • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Malin Kundang (1971) Lingkaran Setan (1972 ) Tabah Sampai Akhir (1973) Si Doel Anak Betawi (1973) Yatim (1973) Rio Anakku (1973) Di Mana Kau Ibu (1973) Si Rano (1973) Romi dan Juli (1974) Jangan Biarkan Mereka Lapar (1974) Perawan Malam (1974) Anak Bintang (1974) Ratapan Si Miskin (1974) Senyum Dipagi Bulan September (1974) Senyum dan Tangis (1974) Sebelum Usia 17 (1975) Tragedi Tante Sex (1976) Wajah Tiga Perempuan (1976) Semau Gue (1977) Suci Sang Primadona (1977) Musim Bercinta (1978) Pelajaran Cinta (1979) Anak-Anak Buangan (1979) Buah Terlarang (1979) Gita Cinta dari SMA (1979) Remaja di Lampu Merah (1979) Puspa Indah Taman Hati (1979) Remaja-Remaja (1979) Nikmatnya Cinta (1980) Roman Picisan (1980) Selamat Tinggal Masa Remaja (1980) Selamat Tinggal Duka (1980) Kembang Semusim (1980) Nostalgia di SMA (1980) Tempatmu di Sisiku (1980) Yang Kembali Bersemi (1980) Kisah Cinta Tommi dan Jerri (1980) Kau Tercipta Untukku (1980) Aladin dan Lampu Wasiat (1980) Senyummu Adalah Tangisku (1980) Bunga Cinta Kasih (1981) Mawar Cinta Berduri Duka (1981) . setelah direkomendasikan oleh Prof Dr Emil Salim.

Masih Ada Kereta Yang Lewat (1987) Macan Kampus (1987) Dia Bukan Bayiku (1988) Arini II (1988) Sumpah Keramat (1988) Adikku Kekasiku (1989) Taksi (1990) Perasaan Perempuan (1990) Suamiku Sayang (1990) Sejak Cinta Diciptakan (1990) Pagar Ayu (1990) Taksi Juga (1991) Bernafas Dalam Lumpur (1991) Perawan Metropolitan (1991) Sekretaris (1991) Kuberikan Segalanya (1992) Selembut Wajah Anggun (1992) Kembali Lagi (1993) Si Jago Merah (2008) Shift (2009) [sunting] Sinetron • • • • • • • Si Doel Anak Sekolahan 1-6 Si Doel Anak Gedongan Gita Cinta Dari SMA Puspa Indah Taman Hati Pelangi Di Hatiku Maha Kasih (episode Putus Asa Itu Dosa) Jomblo [sunting] Penghargaan Khusus • Penghargaan Surjosoemanto dari BP2N (Dewan Film Nasional) 1997 .• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Detik-Detik Cinta Menyentuh (1981) Dalam Lingkaran Cinta (1981) Yang (1984) Asmara Di Balik Pintu (1984) Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984) Ranjau-Ranjau Cinta (1985) Tak Ingin Sendiri (1985) Kidung Cinta (1985) Yang Masih di Bawah Umur (1985) Pertunangan (1985) Anak-Anak Malam (1986) Merangkul Langit (1986) Di Dadaku Ada Cinta (1986) Opera Jakarta (1986) Blauw Bloed (1986) Bilur-Bilur Penyesalan (1987) Arini.

sedang Djailani mendapat dua suara. beliau mengambil studi Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah dari Technische Universitat Braunschweig Jerman dan tamat 1976 sebagai Diplome-Ingenieur. Ranjau-Ranjau Cinta (1985). Fauzi telah menempuh Sepadya (1987).2012 setelah sebelumnya menjadi Wakil Gubernur Jakarta. ia menempati urutan paling terakhir.• • • • • Nominasi FFI: Yang (1984). Ia adalah wakil gubernur Jakarta di masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Dua suara lain menyatakan abstain. Sebagai birokrat. Arini I (1987). 10 April 1948. Fauzi Bowo menikah dengan Hj. Riwayat hidup Putra pasangan Djohari Bowo dan Nuraini binti Abdul Manaf ini menamatkan pendidikan tingkat sekolah dasar di SD St. .-Ing. Dari pernikahan ini. Hj. [sunting] Pilkada 2007 [sunting] Proses pencalonan gubernur Fauzi Bowo mengungguli Agum Gumelar dan Mahfud Djailani dalam penjaringan calon gubernur oleh PPP DKI Jakarta dengan 14 suara. 29 Agustus 1953. umur 61 tahun) adalah Gubernur Jakarta Periode 2007 . Fauzi Bowo (lahir di Jakarta. Fauzi Bowo memulai karirnya dengan mengajar di Fakultas Teknik UI. Kemudian beliau melanjutkan jenjang pendidikan tingkat menengah dan atas di Kolese Kanisius Jakarta. Program Doktor-Ingenieur dari Universitas Kaiserlautern bidang perencanaan diselesaikannya pada tahun 2000. Pada pilkada DKI Jakarta 2007. dalam skoring terhadap enam kandidat calon gubernur yang mengajukan diri ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. kelahiran Semarang. Bellarminus. dan Lemhannas KSA VIII (2000). H. Ia bekerja sebagai pegawai negeri sejak tahun 1977. Setelah menamatkan pendidikan SMA. Sri Hartati pada tanggal 10 April 1974. Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain adalah sebagai Kepala Biro Protokol dan Hubungan Internasional dan Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Namun. Sri Hartati adalah putri dari Sudjono Humardani. Esti Amanda (Tanggal lahir: 5 April 1979) dan Dyah Namira (Tanggal lahir: 1 Februari 1983). Arini II (1989). Sespanas (1989). pasangan Fauzi Bowo dan Sri Hartati dikaruniai 3 orang anak: Humar Ambiya (Tanggal lahir: 20 Juli 1976. Agum meraih lima suara. Kuberikan Segalanya (1992) Aktor Utama Terbaik dalam Taksi FFI 1991 Pemain Cilik Terbaik FFI 1974 di Surabaya Best Child Actor FFA 1974 di Taiwan lewat film Rio Anakku (1973) Aktor Harapan I Pemilihan Best Actor/Actrees PWI 1974 Fauzi Bowo Dr. Fauzi Bowo bersama Prijanto sebagai wakilnya mengungguli pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar.

Fauzi Bowo dan Gubernur Sutiyoso dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya Banjir besar di Jakarta di hampir seluruh wilayah ibukota DKI Jakarta. Dalam perjuangannye si Pitung selalu menggunakan silatnye untuk Amarmakruf nahi munkar nyang berarti mengajak orang ke jalan kebaikan dan mencegah kesesatan. .tidak takabur.. Selain menerima dukungan secara khusus dari Din Syamsudin dan Partai Damai Sejahtera. Hasil jajak pendapat LSI untuk calon Gubernur DKI adalah Fauzi Bowo. dan mempengaruhi popularitas nama Fauzi Bowo.Prijanto unggul dalam pilkada pertama langsung di Jakarta ini dengan 57. SI PITUNG Kisah Si Pitung menggambarkan sosok pendekar Jakarta dalam menghadapi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh penguasa Hindia Belanda pada masa itu.berbudi pekerti baik. pasangan Fauzi Bowo . Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyampaikan hasil jajak pendapat terhadap 700 responden pada minggu ketiga Desember 2006 dengan cara tatap muka. Fauzi Bowo menggantikan Sutiyoso sebagai Gubernur Jakarta periode 2007 .SEBUTAN LAEN : BABE adalah:RADEN MUHAMMAD ALI BIN RADEN SAMIRIN BIN RADEN ABDUL KHADIR BIN PANGERAN RADEN JIDAR (NITIKUSUMA KE-5) Beliau lahir di petunduan palmerah pada tahun 1874 dan wafat pada tahun 1903 di bandenagan utara kecamatan penjaringan-JAKARTA. Ia juga menjadi salah satu calon gubernur yang dicalonkan Partai Bintang Reformasi.87% suara pemilih[1]. Pada tanggal 16 Agustus 2007. Agum Gumelar. dan Bibit Waluyo. Adang Daradjatun.Beliau termasuk pahlawan BETAWI dalam melakukan perlawanan terhadap tuan-tuan tanah Cina dan Belanda. urutan teratas ditempati oleh Sarwono Kusumaatmadja. Pada 22 Januari 2007.Jagoan BETAWI nyang sebenarnye JAGO punye sifat: jujur. Rano Karno. Memang jagoan-jagoan betawi ade juge nyang jahat yaitu jagoan-jagoan bayaran yang di sewa untuk membela tuan-tuan tanah dan penjajah belande.. Sedang.peka terhadap penderitaan orang lain. Kisah ini diyakini nyata keberadaannya oleh para tokoh masyarakat Betawi terutama di daerah Kampung Marunda di mana terdapat Rumah dan Masjid lama. Ia mengikuti Konvensi Partai Golkar 2007. Ia adalah satu-satunya peserta konvensi yang mengembalikan formulir pendaftaran dan satu-satunya peserta yang diusung untuk jabatan gubernur.2012 pada tanggal 7 Oktober 2007[2]. Name asli dari SI PITUNG Name asli dari SI PITUNG.jagoan-jagoan ini doyan kekerasan biasanye di panggil Si tukang kepruk.Dalam skoring itu. ia meraih 80 suara. Sarwono Kusumaatmadja.

Particuliere landerijen adalah tanahtanah milik pribadi nyang sangat luas yang pemilik-pemiliknya dapat disebut tuantuan tanah yang mempunyai hak feodal para penyewa tanah mereka. tetapi sebaliknya disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan materi. di riwayatkan di tanah-tanah partikulir itu penindasan kaum tani lebih kasar dan keji dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa. Mereka menjadi tukang pukul untuk memaksakan kepentingan tuan tanah di wilayah particuliere landerijen (tanah-tanah partikulir) seperti di Tangerang. Pemerintah jajahan jarang campur tangan dalam urusan intern tanah-tanah milik itu. termasuk hak istimewa untuk memungut pajak-pajak pribadi dan tugas-tugas kerja paksa yang berat. dan Cililitan. pada zaman cultuur stelsel (tanam paksa). Ciomas. Bekasi. . Misalnye dulu. sebagian besar jago lebih suka berpihak kepada mesin sistem ekonomi kolonial atau tuan tanah ketimbang membela kaum lemah.Jagoan-jagoan ini tidak lagi mempergunakan ilmu kesaktian dan bela dirinya untuk mencapai kesempurnaan spiritual sebagai manusia. jadi memperbolehkan penyalahgunaan nyang melampaui batas untuk terus berlangsung tanpa ada usaha perbaikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful