Anda di halaman 1dari 6

10/21/2010

KEY CONCEPTS
ALIRAN

3 &ENERGI
DAUR

4
MATERI FAKTOR
HUKUM

2
PEMBA
TERMODI TAS
NAMIKA

5 DUKUNG
1 DEFINISI
DAYA
ECOLOGY
LINGK.

Kuliah 1 EKOLING
DASAR EKOLOGI UNTUK LINGKUNGAN HIDUP
6 HOMEO
STASIS

Mustika Anggraeni

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10

DEFINISI
• ILMU LINGKUNGAN tidak begitu tepat bila disamakan dengan
MAKHLUK HIDUP
(BIOTA)
EKOLOGI
• ILMU LINGKUNGAN adalah ENVIRONMENTAL SCIENCE
• EKOLOGI adalah ENVIRONMENTAL BIOLOGY
TEMPAT TINGGAL
• ILMU LINGKUNGAN disusun oleh : Biologi, Fisika, Geografi, Ilmu
(RUMAH TANGGA, HABITAT, TANAH, AIR DAN UDARA)
Kimia, cabang ilmu lainnya
• EKOLOGI hanyalah salah satu cabang atau penyusun ilmu
lingkungan
EKOLOGI
“The Study of Environmental Science encompasses the field of ecology, ILMU PENGETAHUAN (LOGOS) MEMPELAJARI
geophysics, geochemistry, forestry, public health, meteorology, HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA MAKHLUK HIDUP
agriculture, oceanography, soil science, and mining, civil, petroleum, (BIOTA) DENGAN TEMPAT TINGGAL (OIKOS)NYA
and power engineering” (Parker, 1990)
EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB
2/09/10 2/09/10

1
10/21/2010

HUBUNGAN EKOLOGI
EKOLOGI SEBAGAI DASAR ILMU-ILMU LINGKUNGAN DENGAN ILMU LINGKUNGAN
ILMU LINGKUNGAN
(Tandjung, 1992a) (Tandjung, 1992a)
BIOSAINS
ILMU LINGKUNGAN KEHAYATAN
(Life “Environmental” Science)
ORGANISME HABITAT
ANATOMI MORFOLOGI EMBRIOLOGI FISIOLOGI ETHOLOGI SOSIOLOGI
HUBUNGAN
TIMBAL BALIK
TAKSONOMI
EVOLUSI - ANATOMI - GEODESI
GENETIKA - MORFOLOGI - GEOLOGI
- EMBRIOLOGI - GEOGRAFI
EKOLOGI - FISIOLOGI EKOLOGI
- AGRONOMI
OCEANOGRAFI - ETHOLOGI - HIDROLOGI
- SOSIOLOGI - LIMNOLOGI
GEOLOGI OCEANOLOGI - TAKSONOMI - OCEANOGRAFI
- EVOLUSI - OCEANOLOGI
GEODESI GEOGRAFI AGRONOMI METEOROLOGI HIDROLOGI LIMNOLOGI - GENETIKA - METEOROLOGI
FISIKOSAINS
ILMU LINGKUNGAN KEBENDAAN
BIOSAINS FISIKOSAINS
(Physical “Environmental” Science)
EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB
2/09/10 2/09/10

MEMAHAMI LINGKUNGAN SECARA HOLISTIK Hukum Termodinamika


Law of Conservation of Energy
• Energy is neither created nor destroyed. When we use energy, it
• PENTINGNYA doesn’t disappear. We change it from one form of energy into
another.
MENCERMATI • A car engine burns gasoline, converting the chemical energy in
ABIOTIK INTEGRASI KETIGANYA gasoline into mechanical energy. Solar cells change radiant energy
into electrical energy. Energy changes form, but the total amount
of energy in the universe stays the same.
• DINAMIKA
LINGKUNGAN : Energy Efficiency (Law of Energy Entropy )
Energy efficiency is the amount of useful energy you get from a system. A perfect,
– KOMPLEKSITAS, energy-efficient machine would change all the energy put in it into useful work—an
BIOTIK CULTURE impossible dream. Converting one form of energy into another form always involves a
– PERUBAHAN, loss of usable energy (entropy).
– KETIDAKPASTIAN, • Pencemaran selalu terjadi dan tidak dapat dihindari karena adanya entropy
• Entropy dapat dikurangi, karena entropy adalah sumber energy dari proses lain
– KONFLIK
EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB
2/09/10 2/09/10

2
10/21/2010

Aliran Energi dan Daur Materi Energy & Material Flow


ECOSYSTEM dapat berfungsi apa bila ada aliran energy dan daur materi.

Energy flows in a simple food chain. At each level of the food chain, about 90% of the
energy is lost in the form of heat. Therefore, as you move up the food chain, there is
less energy available.

Food chain adalah suatu sistem kehidupan yang berupa rantai terbuka disusun oleh
Konsumen I (produsen yaitu tanaman, konsumen II (herbivore), konsumen III
(omnivore/carnivore) s/d konsumen ke–n)

Daur materi adalah rantai makanan sistem tertutup dimana merupakan rantai
makanan yang disambung oleh mikrobia yang menguraikan bangkai yang sudah mati
menjadi mineral yang selanjutnya mineral ini menjadi bagian penyusun dari
tumbuhan (produsen)

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10 2/09/10

Tolerance Limits • Hukum minimum Leibig


– Pertumbuhan tanaman tergantung akan jumlah bahan makanan
yang tersedia dalam jumlah sedikit.
• Every living organism has limits to the environmental conditions it can endure. • Hukum Toleransi Shelford:
Environmental factors must be within appropriate levels for life to persist – organisme mempunyai rentangan batas toleransi yang lebar (eury…)
– Temperature untuk suatu faktor, dan sempit (steno…) untuk faktor yang lain
– Moisture levels
– Nutrient supply
– Organisme dengan rentangan batas toleransi yang lebar, mempunyai
– Soil and water chemistry penyebaran yang luas.
– Living space – Bila kondisi tidak optimum untuk suatu spesies mengenai suatu faktor,
maka batas toleransi menjadi berkurang
• Leibig's Law of Minimum: In 1840, Justus von Liebig proposed that the single – Organisme di alam tidak betul2 hidup dalam kondisi optimal ditinjau
factor in shortest supply relative to demand is the critical determinant in the dari satu sektor fisik tertentu.
distribution of that species.
– Masa pertumbuhan adalah masa yang palingkritis karena batas
• Sheldford's Law of Tolerance: Victor Shelford later expanded Liebig's principal by
stating that each environmental factor has both minimum and maximum levels
toleransi bibit/benih, telur/embryo, dan larva adalah lebih sempit.
called tolerance limits beyond which a particular species cannot survive.

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10 2/09/10

3
10/21/2010

HOMEOSTASIS
• KEADAAN TIDAK PUNAH ATAU TETAP HIDUP
BERKELANJUTAN
NEGATIF
PERTUMBU PERTUMBU
HAN HAN
POPULASI POPULASI
PREDATOR MANGSA
Indikator ekologi
POSITIF
Keadaan kehidupan organisme sangat dipengaruhui oleh lingkungan
tempat tinggalnya. Di darat, tumbuhan dipakai sbg indikator ekologi,
karena peka atas perubahan lingkungan. Di dalam air ikan dapat • PUNCAK HOMEOSTASIS ADALAH BATAS DAYA
berubah dari bentuk idealnya karena perbandingan berat dan
panjangnya dipengaruhi kualitas air. DUKUNG SUATU EKOSISTEM
EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB
2/09/10 2/09/10

Daya Dukung Lingkungan Carrying Capacity Overshoot


(Carriying Capacity)
• Arti harfiah : rasio antara
organisme biotik dengan To overshoot means to grow rapidly
keberadaan lingkungan beyond the limits of carrying
capacity. When this overshoot
hidup occurs, it’s due to a limit or barrier
• Kemampuan alami exceeded within the system, and the
ekosistem untuk system corrects and begins to slow,
stop, or reverse growth. In addition,
melanjutkan kehidupan & as the limits of our natural systems
pertumbuhan are exceeded they are degraded,
• Arti modern (untuk which results in the overall carrying
capacity being diminished.
manusia): Overshoot leads to a sudden and
– Limits to Growth catastrophe collapse.
– Overshoot

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10 2/09/10

4
10/21/2010

WORLD’S POPULATION Miller, 1975 Population Oscillations


Population
20… 7 • In the real world, there are limits to
growth.
1998 6 • Dieback: when the population
decreases as fast as, or faster , than
1988 5
it grows
1975 4 • Some limiting factor comes into
effect.
1960 3 • Overshoot: extent to which a
population exceeds the carrying
1930 2
capacity of its environment.
1850 1 Populations may go through • Malthusian growth: pattern of
repeated oscillating cycles of population explosion followed by a
exponential growth and catastrophic population crash.
YEAR crashes

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10 2/09/10

Hukum Ekologi (Commoner, 1972):


“As the environment is degraded, carrying • Everything is connected to
everything else - humans and other species are
capacity actually shrinks, leaving the connected/dependant on a number of other species.

environment no longer able to support even the • Everything must go somewhere


number of people who could formerly have lived - no matter what you do, and no matter what you use, it has to go
somewhere. For example, when you burn wood, it doesn't
disappear, it turns into smoke which rises into the air, and ash,
in the area on a sustainable basis. No which falls back down to the earth.

population can live beyond the environment’s • Nature knows best - Like it says, nature knows
carrying capacity for very long” best.

• There is no such thing as a free


lunch - Everything you do, must have a reason behind it.
William E. Rees Watch me.. This law basically means you have to do something in order to get
something in return.

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10 2/09/10

5
10/21/2010

……to be continued

EKOLOGI LINGKUNGAN MA- PWK UB


2/09/10