Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MAKALAH

PENGELOLAAN LABORATORIUM
tentang

CARA KERJA
DI LABORATORIUM

Disusun Oleh
KELOMPOK : 6
NAMA ANGGOTA :
1. IDAH HAMIDAH
2. IMAH
3. LAELY LAUFALIA
4. M ABDUL HARIS
5. NONO WARYONO
6. NURSADI

FKIP BIOLOGI KELAS A

UNIVERSITAS WIRALODRA INDRAMAYU


Jl. Ir. H. Juanda Km. 3 Telp (0234)275946 Indramayu 45213
2009
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga proses penyusunan makalah
Pengelolaan Laboratorium mengenai Cara Kerja di Laboratorium ini, dapat
terealisasikan dan tersusun dengan baik.
Hal ini berkat bantuan dari berbagai pihak, terutama untuk pihak
penyedia media internet selaku sumber dan penyaji dari materi yang penulis
susun ini. Dan tak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Dwi F R selaku Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Laboratorrium;
2. Teman-teman seperjuangan serta;
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu – persatu.
Seperti kata pepatah “Tak ada Gading yang Tak Retak”
demikian pula dengan proses penyusunan makalah ini, masih jauh dari kata
sempurna, hal ini tidak terlepas dari keterbatasan kemampuan penulis selaku
penyusun. Oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami
perlukan guna perbaikan pada proses penyusunan makalah berikutnya.
Akhirnya penyusun berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat
bagi penulis khususnya.

Indramayu, 2009

Penulis,

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ……………………………………..
B. Rumusan dan Pembuatan Masalah …………………………..
C. Sistematika Pembahasan …………………………………….
BAB II PEMBAHASAN
A. Mengenal Bahan ………… ….………………………………
B. Menuangkan Bahan ………………….………………………
C. Menimbang …….…………………………………………….
D. Mengukur Volume Bahan Cair …. .………………..………...
E. Menyaring ( Memfilter ) …………..…………………………
F. Memanaskan Bahan …………………………………………
G. Menseterilkan
BAB III KESIMPULAN ………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bekerja di laboratorium tidak sama dengan bekerja di tempat lain.
Bekerja di laboratorium memerlukan keterampilan, kecermatan, dan kehati-
hatian yang cukup tinggi. Tanpa keterampilan dan kecermatan serta kehati-
hatian hanyalah mendatangkan kegagalan di dalam melaksanakan kegiatan
laboratorium bahkan mungkin kecelakaan dapat terjadi. Kecelakaan yang
terjadi di laboratorium terutama disebabkan karena faktor manusia, yaitu
kecerobohan dan ketidaktahuan. Untuk menghindari kegagalan percobaan
dan terutama kecelakaan maka semua pemakai laboratorium harus
memiliki pengetahuan mengenai cara kerja di laboratorium.

B. Rumusan Masalah
Berkaitan dengan bahaya kecelakaan dalam pemakaian
laboratorium dan ketidak hati-hatian dalam penggunaan bahan-bahan yang
ada di lanoratorium.
Untuk membatasi pembahasan masalah dalam makalah ini,
penyusun hanya mengkaji pada hal-hal sebagai berikut :
1. Mengenal bahan yang ada di laboratorium ?
2. Bagaimana cara menuangkan bahan?
3. Bagaiaman cara menimbang dengan menggunakan
neraca?
4. Bagaimana cara mengukur bahan cair?
5. Bagaimana cara Menyaring ( Memfilter ) ?
6. Bagaimana cara memanaskan bahan ?
C. Sistematika pembahasan
Pembahasan materi dalam makalah ini diuraikan dalam tiga bab,
yakni pendahuluan dibahas pada bab I. sedangkan bab II diuraikan
pembahasan materi pokok dan ulasan pembahasan diakhiri dengan
kesimpulan pada bab III.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mengenal Bahan
Bahan kimia yang banyak digunakan di dalam praktikum dapat
dikenali dengan berbagai cara, diantaranya melalui sifatnya dan fasanya
ataupun melalui penginderaan seperti baunya. Setiap sifat yang paling
umum adalah bersifat asam, basa dan bentuk garam. Setiap kelompok ini
juga dapat dibagi lagi menjadi asam kuat, asam lemah, basa kuat, basa
lemah dan garam netral, garam bersifat asam. Fasa bahan kimia dapat
berbentuk padatan, cairan dan gas. Bahan kimia kimia berbentuk padatan
dapat dibagi lagi menjadi bentuk serbuk dan kristal. Bentuk cairan
misalnya semua pelarut organik, dan bentuk gas misalnya NH3, co2, dan
h2s. Berikut adalah tabel contoh dari bahan kimia dengan fasa yang
berbeda :

Padatan Cairan Gas


Ammonium Asetat Alkohol Ammoniak
Ammonium Hidroksida Asam Asetat Fluor
Ammonium Karbonat Aseton Formaldehid
Barium Klorida Asam Fosfat Hidrogen
Kalium Karbonat Asam Klorida Hidrogen Disulfida
Kalium Klorida Asam Nitrat Karbondioksida
Kupri Astetat Asam Sulfat Khlor
Natrium Hidroksida Benzen Nitrogen Dioksida
Natrium Klorida Karbondisulfid Nitrogen Oksigen
Karbontetraklorida Oksigen
Selain dengan cara di atas bahan juga dapat dikenali dengan
menggunakan indera, dengan cara melihat bentuknya atau mencium
baunya, terbatas hanya pada sebagian kecil bahan dan hanya bagi orang
yang sudah terbiasa.
Sebelum mengenali bahan terlebih dahulu mengenal sifatnya
dengan melihat simbol bahaya yang biasanya tercantum dalam label.

B. Menuangkan Bahan
Setiap akan mengambil bahan kimia, terlebih dahulu membaca
label dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan. Peganglah botol dengan
baik, yaitu dengan label yang melekat pada bawah botol. Dengan cara ini
tidak akan ada bahan yang menetes atau menempel pada label sehingga
label tetap utuh.
• Mengambil dan Menuangkan Bahan padat
Teknik mengambil bahan padat adalah sebagai berikut :
1. Peganglah botol bahan dengan label di bawah telapak tangan;
2. Miringkan botol sehingga sedikit bahan masuk ke dalam tutup
botol, kemudian keluarkan tutup botol dengan hati-hati;
3. Ketuk-ketuk tutup botol dengan telunjukk atau batang pengaduk,
sehingga bahan pada tutup jatuh pada tempat yang diinginkan.
Adapun dengan cara lain yaitu :
1. Ambil bahan dengan spatula atau sendok yang sesuai;
2. Ketuk pelan-pelan spatula atau sendok dengan telunjuk atau
gunakan batang pengaduk untuk memindahkan bahan, sehingga bahan jatuh
ke tempat yang diinginkan;
3. Buka tutup botol, miringkan botol dan guncang pelan sehingga
bahan jatuh ke tempat yang diinginkan.
• Mengambil dan Menuangkan Bahan Cair
Untuk mengambil dan menuangkan zat cair di lakukan dengan cara
berikut :
1. Baca label bahan pada botol dengan teliti agar kita
yakin akan bahan yang di ambil
2. Peganglah botol sedemikian rupa sehingga label
botol terletak pada telapak tangan. Hal ini mencegah terjadi
penetesan bahan cair kepada label.
3. Basahi tutup botol dengan bahan di dalam botol
dengan cara botol dimiringkan. Hal ini dilakukan untuk
memudahkan melepas tutup botol.
4. Jika akan menuangkan, buka botol dan jepitlah
tutup botol diantara jari.
5. Tuangkan bahan cair dengan bantuan batang
pengaduk.
Bila menuangkan ke dalam gelas ukur, botol bahan dimiringkan
secara langsung dengan tutup botol dijepit diantara jari atau dengan
cara ditampung terlebih dahulu di dalam gelas kimia kemudian
dituangkan ke dalam gelas ukur sesuai dengan volume yang di
inginkan.

C. Menimbang
Menimbang dnegan cara sebagi berikut :
1. Bersihkan neraca terutama piring neraca harus
bersih dari sisa bahan.
2. Setimbangkan neraca sehingga jarum
menunjukkan skala nol dengan cara menggeserkan skrup pengatur.
3. Timbang tempat bahan, botol, kaca arloji atau
als lainnya dengan cara meletakkan pada prim timbangan dan catat
berat beban tersebut.
4. Masukkan bahan yang hendak ditimbang ke
dalam tempat atau wadah yang sudah ditimbang tadi. Pasang beban
timabangan seberat tempat atau wadah bahan di tambah berat beban
yang diperlukan. Timbanglah sampai benar setimbang.
5. Jika selesai menimbang kembalikan semuanya
pada posisi awal, yiatu skala beban pada skala nol dan penahan piring
neraca dinaikkan agar piring neraca tidak bergoyang. Neraca memiliki
beberapa tipe dan secara garis besar di bagi menjadi neraca halus
(kapsitas kecil) dan neraca kasar (neraca besar).

D. Mengukur Volume Bahan Cair


Mengukur volume dpat dilakukan dengan menggunakan gelas ukru atau
pipet ukur (pipet gondok). Mengukur volume bahan cair dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
1. Gunakan gelas ukur yang ukurannya sesuai dengan volume bahan
yang di ukur;
2. Bacalah skala pada gelas ukur dan tentukan harga setiap skala,
misalnya setiap skala 0,1;
3. Isilah gelas ukur dengan bahan yang diukur volumenya;
4. Bacalah skalanya sesuai dengan yang di inginkan. Pembacaan
skala harus lurus dengan mata. Perhatikan permukaan zat cair yang
diukur. Bila permukaannya cekung di baca pada bagian terbawah
permukaan dan bila permukaannya cembung bacalah pada permukaan
paling atas.
5. Jika volume yang sudah di inginkan sudah tepat, tuangkan ke
dalam wadah yang lain dan janganlupa bersihkan kembali gelas ukur
bekas.
Bila mengukur volume dengan menggunakan pipet ukur lakukan dengan
cara sebagai berikut :
1. Pilih pipet ukur yang sesuai volumenya;
2. Bilas dengan air suling kemudian dengan zat cair yang akan diukur
volumenya;
3. Isaplah zat cair yang akan di ukur sampai di atas garis batas
(ingat ! janganlah mengukur bahan berbahaya dengan cara ini tetapi
gunakan pipet dengan penghisap karet/ball pipet)
4. Tutp ujung pipet dengan telunjuk, kemudian angkat keringkan
ujung pipet dengan kertas saring dan turunkan permukaan zat cair
dengan cara membuka ujung telunjuk secara hati-hati sampai tanda
volume;
5. Masukan zat cair ke tempat yang disediakan. Jangan lupa mencuci
kembali alat ukur yang digunakan.
E. Menyaring ( Memfilter )
Untuk menyaring di lakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Gunakan kertas saring yang sesuai dengan yang diinginkan,
misalnya kertas saring Whatman no.1;
2. Bentuklah kertas sedemikian rupa sehingga sesuai ukuran corong.
Penyobekan bagian bawah kerats saring yang dilipat adalah untuk
memberikan udara sehingga proses penyaringan berjalanlancar;
3. Tempatkan kertas saring pada corong dan basahilah kertas saring
dengan air suling sehingga benar-benar melekat;
4. Pasanglah corong pada statif dan masukan ke dalam tempat
penumpang filtrat;
5. Tuangkan campuran yang akan disaring ke atas corong, hati-hati
jangan sampai melebihi kertas saring.
F. Memanaskan Bahan
Proses pemanasan dan penguapan bahan memerlukan
keterampilan khus untuk keselamatan bekerja. Pengetahuan bahan kimia
sangat diperlukan, misalnya jangan sekali-sekali memanaskan atau
menguapkan bahan yang mudah terbakar di atas nyala api langsung, tetapi
gunakanlah penangas air ata penangas uap. Untuk memanaskan bahan cair
di dalam tabung reaksi lakukanlah langkah sebagai berikut :
• Menyalakan bunsen atau pemanas lain dengan baik;
• Jepitlah tabung reaksi dengan penjepit tabung reaksi;
• Panaskan tabung reaksi diatas nyala api, hadapkan arah tabung
berlawanan dengan muka kita.
BAB III
KESIMPULAN

Dengan uraian diatas