P. 1
DAFTAR PERATURAN PERTANAHAN DI INDONESIA, 2011

DAFTAR PERATURAN PERTANAHAN DI INDONESIA, 2011

|Views: 752|Likes:
Dipublikasikan oleh MEDIA DATA RISET, PT
I. PENDAHULUAN
II. OVERVIEW PERTANAHAN INDONESIA
2.1. Kondisi Pertanahan Indonesia
2.1.1. Luas kawasan hutan
2.1.2. Alokasi Tanah Obyek Landreform
2.1.3. Redistribusi Tanah
2.1.4. Penerima Manfaat Tanah
2.1.5. Legalisasi Aset
2.1.5.1. Legalisasi Asset Tanah dengan Dana APBN
2.1.5.2. Legalisasi Asset Tanah dengan Dana Masyarakat
2.1.6. Matrik Kesesuaian Penggunaan Tanah dengan Rencana Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
2.1.7. Perkembangan Lahan Perumahan
2.1.8. Sektor Otomotif Paling Banyak Serap Lokasi Kawasan Industri
2.1.9. Transaksi Lahan Industri
2.2. Harga Tanah
2.2.1. Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran
2.2.2. Harga Tanah di Jakarta
2.2.2.1. Harga Tanah Kawasan Industri
2.2.2.2. Harga Lahan Kawasan Industri Luar Jakarta
2.2.2.3. Harga Tanah di Komplek Perumahan
2.2.3. Harga Tanah di Surabaya
2.2.3.1. Harga Tanah Industri Surabaya

III. DAFTAR PERATURAN
3.1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
3.2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah
3.3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah
3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah
3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 3 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan
3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 2009 Tentang Kawasan Industri
3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan
3.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban Dan Pendayagunaan Tanah Terlantar
3.10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 Tahun 2010 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional
3.11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
3.12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara
3.13. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
3.14. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
3.15. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 Tentang Lembaga Penjaminan
3.16. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 54 Tahun 2008 Tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur
3.17. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 23 Tahun 1980 Tentang Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing
3.18. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 1992 Tentang Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing
3.19. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 98 Tahun 1993 Tentang Perubahan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 Tentang Kawasan Industri
3.20. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 33 Tahun 1990 Tentang Penggunaan Tanah Bagi Pembangunan Kawasan Industri
3.21.Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 2003 Tentang Kebijakan Nasional Di Bidang Pertanahan
3.22. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1991 Tentang Pengaturan Penguasaan Tanah Obyek Landreform Secara Swadaya
3.23. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 2 Tahun 1993 Tentang Tata Cara Memperoleh Izin Lokasi Dan Hak Atas T
I. PENDAHULUAN
II. OVERVIEW PERTANAHAN INDONESIA
2.1. Kondisi Pertanahan Indonesia
2.1.1. Luas kawasan hutan
2.1.2. Alokasi Tanah Obyek Landreform
2.1.3. Redistribusi Tanah
2.1.4. Penerima Manfaat Tanah
2.1.5. Legalisasi Aset
2.1.5.1. Legalisasi Asset Tanah dengan Dana APBN
2.1.5.2. Legalisasi Asset Tanah dengan Dana Masyarakat
2.1.6. Matrik Kesesuaian Penggunaan Tanah dengan Rencana Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
2.1.7. Perkembangan Lahan Perumahan
2.1.8. Sektor Otomotif Paling Banyak Serap Lokasi Kawasan Industri
2.1.9. Transaksi Lahan Industri
2.2. Harga Tanah
2.2.1. Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran
2.2.2. Harga Tanah di Jakarta
2.2.2.1. Harga Tanah Kawasan Industri
2.2.2.2. Harga Lahan Kawasan Industri Luar Jakarta
2.2.2.3. Harga Tanah di Komplek Perumahan
2.2.3. Harga Tanah di Surabaya
2.2.3.1. Harga Tanah Industri Surabaya

III. DAFTAR PERATURAN
3.1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
3.2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah
3.3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah
3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah
3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 3 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan
3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 2009 Tentang Kawasan Industri
3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan
3.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban Dan Pendayagunaan Tanah Terlantar
3.10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 Tahun 2010 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional
3.11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
3.12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara
3.13. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
3.14. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
3.15. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 Tentang Lembaga Penjaminan
3.16. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 54 Tahun 2008 Tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur
3.17. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 23 Tahun 1980 Tentang Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing
3.18. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 1992 Tentang Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing
3.19. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 98 Tahun 1993 Tentang Perubahan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 Tentang Kawasan Industri
3.20. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 33 Tahun 1990 Tentang Penggunaan Tanah Bagi Pembangunan Kawasan Industri
3.21.Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 2003 Tentang Kebijakan Nasional Di Bidang Pertanahan
3.22. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1991 Tentang Pengaturan Penguasaan Tanah Obyek Landreform Secara Swadaya
3.23. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 2 Tahun 1993 Tentang Tata Cara Memperoleh Izin Lokasi Dan Hak Atas T

More info:

Published by: MEDIA DATA RISET, PT on Jun 01, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2012

pdf

text

original

PENAWARAN

DAFTAR PERATURAN PERTANAHAN DI INDONESIA, 2011
Juni, 2011
Untuk mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur 2011-2014 pemerintah menganggarkan Rp4,9 triliun guna pembebasan lahan pada periode 2008-2013. Anggaran dialokasikan untuk membantu investor mengakuisisi lahan yang harganya tidak pasti. Dalam Perpres Nomor 13 Tahun 2010, pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur dikerjakan oleh pemerintah dengan APBN.Hal ini wujud dari komitmen kuat pemerintah untuk menarik investasi langsung, dengan menjamin 100% masalah pembebasan lahan bagi proyek infrastruktur. Selama ini persoalan tanah dan pengadaan lahan merupakan masalah yang selalu menghambat penyediaan infrastruktur dalam negeri. Penyediaan infrastruktur terhambat lambannya proses pembebasan lahan.Untuk menanggulangi hal tersebut Pemerintah harus berani mengambilalih masalah pembebasan lahan agar proyekproyek infrastruktur yang ditawarkan bisa direalisasikan. Misalnya, pembangunan proyek 24 jalan tol yang sebagian menyasar trans Jawa masih mandek karena kesulitan membebaskan lahan. Sementara itu permintaan lahan kawasan industri pada 2011 terus mengalami peningkatan. Menurut survei Colliers International, penyerapan lahan industri kuartal 1-2011 seluas 344 hektare setara dengan 63% realisasi penjualan lahan industri 2010 yang mencapai 543 hektare. Pasokan lahan industri terbesar akan berasal dari wilayah Karawang, sekitar 36% dari total lahan industri. Sedangkan sisanya berasal dari sejumlah kawasan lainnya, seperti Bekasi 26%, Serang 21%, Jakarta 10%, Tangerang 5% dan Bogor 2%. Derasnya aliran investasi investasi asing ke Indonesia memicu lonjakan permintaan lahan dibandingkan periode sama tahun lalu. Harga jual rata-rata lahan di kawasan industri mencapai Rp 800.000 per meter persegi, atau US$91,8 per meter persegi. Total penjualan lahan industri antara Januari-Maret 2011 mencapai 344 hektare.Dari enam kawasan industri seperti, Karawang, Bekasi, Serang, Jakarta, Tangerang dan Bogor, Kawasan Industri Suryacipta mendominasi transaksi penjualan lahan industri hingga 50%. Transaksi penjualan terbesar dilakukan oleh Suryacipta dengan menjual seluas 81 hektare lahan pada perusahaan perusahaan asal Jepang yang bergerak di sektor otomotif. Selain Suryacipta, transaksi penjualan lahan dilakukan oleh Delta Silicon sebesar 24%, Bekasi Fajar 8%, KI1C 8%, Greenland 4%, Kota Bukit Indah 2%, Kota Bukit Indah-Indotaisei 1%, Modem Cikande 1%, Krakatau Industrial Estate Cilegon 1%, dan MM2100 Industrial Town 1%. Berkaitan dengan penguasaan lahan untuk kepentingan berbagai proyek swasta maupun BUMN, dalam hal ini PT Media Data Riset merasa perlu untuk menyusun Daftar Peraturan Pertanahan di Indonesia, 2011. Dalam Daftar Peraturan ini, dimuat berbagai peraturan yang berkaitan dengan pertanahan meliputi, UndangUndang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, UndangUndang No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara, Undang-Undang No.28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, serta kebijakan-kebijakan lainnya di sektor pertanahan. Daftar Peraturan Pertanahan di Indonesia 2011 ini, disusun dalam bentuk buku setebal 800 halaman (2 buku) dan kami tawarkan seharga Rp 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah) per-copy dalam versi Bahasa Indonesia. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi PT Media Data Riset melalui Telepon (021) 809-3140, 809-6071, Fax (021) 809-3140, 809-6071, atau email : info@mediadata.co.id. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama penawaran ini. Jakarta, Juni 2011 PT Media Data Riset

Drh. H. Daddy Kusdriana M.Si Direktur Utama

DAFTAR ISI DAFTAR PERATURAN PERTANAHAN DI INDONESIA, 2011 Juni, 2011
I. PENDAHULUAN II. OVERVIEW PERTANAHAN INDONESIA 2.1. Kondisi Pertanahan Indonesia 2.1.1. Luas kawasan hutan 2.1.2. Alokasi Tanah Obyek Landreform 2.1.3. Redistribusi Tanah 2.1.4. Penerima Manfaat Tanah 2.1.5. Legalisasi Aset 2.1.5.1. Legalisasi Asset Tanah dengan Dana APBN 2.1.5.2. Legalisasi Asset Tanah dengan Dana Masyarakat 2.1.6. Matrik Kesesuaian Penggunaan Tanah dengan Rencana Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah 2.1.7. Perkembangan Lahan Perumahan 2.1.8. Sektor Otomotif Paling Banyak Serap Lokasi Kawasan Industri 2.1.9. Transaksi Lahan Industri 2.2. Harga Tanah 2.2.1. Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran 2.2.2. Harga Tanah di Jakarta 2.2.2.1. Harga Tanah Kawasan Industri 2.2.2.2. Harga Lahan Kawasan Industri Luar Jakarta 2.2.2.3. Harga Tanah di Komplek Perumahan 2.2.3. Harga Tanah di Surabaya 2.2.3.1. Harga Tanah Industri Surabaya III. DAFTAR PERATURAN 3.1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria 3.2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah 3.3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah 3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah 3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota 3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 3 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan 3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 2009 Tentang Kawasan Industri 3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan 3.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban Dan Pendayagunaan Tanah Terlantar 3.10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 Tahun 2010 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional 3.11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang 3.12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara 3.13. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum 3.14. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum 3.15. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 Tentang Lembaga Penjaminan 3.16. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 54 Tahun 2008 Tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur 3.17. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 23 Tahun 1980 Tentang Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing 3.18. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 1992 Tentang Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing 3.19. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 98 Tahun 1993 Tentang Perubahan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 Tentang Kawasan Industri 3.20. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 33 Tahun 1990 Tentang Penggunaan Tanah Bagi Pembangunan Kawasan Industri

3.21.Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 2003 Tentang Kebijakan Nasional Di Bidang Pertanahan 3.22. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1991 Tentang Pengaturan Penguasaan Tanah Obyek Landreform Secara Swadaya 3.23. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 2 Tahun 1993 Tentang Tata Cara Memperoleh Izin Lokasi Dan Hak Atas Tanah Bagi Perusahaan Dalam Rangka Penanaman Modal 3.24. Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 21 Tahun 1994 Tentang Tata Cara Perolehan Tanah Bagi Perusahaan Dalam Rangka Penanaman Modal 3.25. Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 6 Tahun 1998 Tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah Untuk Rumah Tinggal Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional 3.26. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertahanan Nasional No. 2 Tahun 1999 Tentang Izin Lokasi 3.27. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 5 Tahun 1999 Tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat 3.28. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 3 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. 3.29. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 6 Tahun 2008 Tentang Penyederhanaan Dan Percepatan Standar Prosedur Operasi Pengaturan Dan Pelayanan Pertanahan Untuk Jenis Pelayanan Pertanahan Tertentu 3.30. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 1 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Dan Pengaturan Pertanahan 3.31. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 4 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Penertiban Tanah Terlantar 3.32. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 1 Tahun 2011 Tentang ***

Pelimpahan Kewenangan Pemberian Hak Atas Tanah Dan Kegiatan Pendaftaran Tanah Tertentu 3.33. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 2 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pertimbangan Teknis Pertanahan Dalam Penerbitan Izin Lokasi, Penetapan Lokasi Dan Izin Perubahan Penggunaan Tanah 3.34. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 3 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Pengkajian Dan Penanganan Kasus Pertanahan 3.35. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 58/PMK.02/2008 Tentang Biaya Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum 3.36. Peraturan Menteri Keuangan No.243/PMK.03/2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 635/KMK.04/1994 Tentang Pelaksanaan Pembayaran Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah Dan/ Atau Bangunan 3.37. Peraturan Bersama Menteri Keuangan Dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 186/PMK.06/2009 No. 24 Tahun 2009 Tentang Pensertipikatan Barang Milik Negara Berupa Tanah 3.38. Peraturan Menteri Keuangan No.132 /PMK.02/2010 Tentang Indeks Dalam Rangka Penghitungan Penetapan Tarif Pelayanan PNBP Pada Badan Pertanahan Nasional 3.49. Peraturan Bersama Menteri Keuangan Dan Menteri Dalam Negeri No. 213/PMK.07/2010 Nomor 58 Tahun 2010 Tentang Tahapan Persiapan Pengalihan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan Sebagai Pajak Daerah 3.40. Kesepakatan Bersama Antara Menteri Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia Dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 06/SKB/M/2007, No. MOU-01/MBU/2007, No. 4-SKB-BPN RI2007 Tentang Pemanfaatan Tanah Milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Untuk Percepatan Pembangunan Rumah Susun Di Kawasan Perkotaan Bagi Masyarakat Menengah Bawah.

FORMULIR PEMESANAN
PT MEDIA DATA RISET Jl. SMA XIV, No. 12 A Cawang–UKI, Jakarta 13630 Phone : (021) 809-6071, 809 3140 Fax : (021) 809-6071, e-mail : info@mediadata.co.id PENAWARAN DAFTAR PERATURAN PERTANAHAN DI INDONESIA, 2011 Juni, 2011 Edisi Bahasa Indonesia Nama (Mr/Mrs/Ms) Position Nama Perusahaan NPWP No. Alamat

WS

Telepon Tanda Tangan Tanggal

Fax :

Harga : Edisi Bhs. Indonesia - Rp 4.500.000 (Empat juta lima ratus ribu rupiah) Catatan : Harga belum termasuk pajak (10% PPn) Di luar Jakarta dan luar negeri; ditambah biaya pengiriman (Jasa Kurir) Pembayaran ( √ ) : Cash Cheque Transfer to - PT MEDIA DATA RISET AC. NO. 070 000 534 0497 BANK MANDIRI CAB. DEWI SARTIKA JAKARTA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->