Anda di halaman 1dari 3

Hemorroid

Posted on 18 February 2011 by ArtikelBedah

DEFINISI Hemorrhoid adanya prolapsus bantalan anus (Anal Cushion) Dilatasi satu/ lebih segmen vena dalam pleksus hemoroidalis Nama lain : wasir, ambein, pila, piles Pria > wanita (2:1) Terutama usia >50 tahun Posisi primer: jam 3, 7 dan 11. Kanalis analis berasal dari proktoderm Panjang sekitar 3 cm Membentuk sudut ke dorsal dgn rektum. Batas atas : garis anorektal (garis mukokutan, linea pektinata, linea dentata) Terdapat kripta anus dan muara kelenjar Kolumna Morgagni : lipatan longitudinal mukosa di atas linea dentata. Garis Hilton : lekukan antar sfingter sirkuler . Anal cushion: vascular submucosa, connective tissue, Treitz / Park muscle Teori Hemorrhoid Teori Varikosse (Jaman Hippocrates) Dilatasi vena Peninggian tekanan vena Kelemahan dinding vena Obstruksi venous dinding rectum, spasme spincter Teori Hiperplasia Vascular Histologis tidak ditemukan Teori Sliding Anal Cushion Adanya sliding dari bantalan anus Mekanisme dasar terjadinya Hemorrhoid adalah Pembendungan hipertropi bantalan anus interna Kegagalan pengosongan vena Bantalan anus Mobile Terperangkapnya bantalan anus oleh sfingter ani KLASIFIKASI 1. Hemorrhoid Interna Diatas Linea Dentata. 2. Hemorrhoid Eksterna Dibawah Linea Dentata. GRADING HEMORRHOID INTERNA Grade I : Perdarahan merah segar tanpa nyeri waktu defekasi, tidak terdapat prolap. Anoskopi hemorrhoid membesar dan menonjol. Grade II: Hemorrhoid menonjol melalui kanalis analis saat mengedan ringan namun dapat masuk kembali secara spontan.

Grade III: Hemorrhoid menonjol saat mengedan dan harus didorong masuk secara manual Grade IV: Hemorrhoid menonjol keluar dan tidak dapat didorong masuk kembali PRINSIP PENANGANAN 1. Kelainan Anorektal yang sering dijumpai dan bisa ditemukan bersama-sama kelainan anorektal yang maligna. 2. Anal cushion merupakan struktur anatomis fungsional tidak membutuhkan penanganan kecuali bila sudah timbul gejala-gejala 3. Strategi penanganan sangat tergantung dari banyaknya jaringan yang prolapsus melewati anal verge. 4. Saat menunggu perbaikan gejala biasanya terjadi setelah 6 minggu penanganan tambahan untuk memperbaiki gejala-gejala. PENANGANAN. A. Penanganan Non Invasive. 1. Pencegahan (Prevention) Hindari konstipasi kronik, Hindari makanan pedas, Diet Bulk Laxatives , Hindari mengedan saat defeksi, Jangan memakai pencahar. 2. Medikamentosa Menghentikan perdarahan, gatal, nyeri. Memperbaiki defekasi : suplemen fiber dan pelunak feces (stool softener). B. Penanganan Invasive. I. Minimal Invasive (Instrumentasi) 1. Skleroterapi 2. Rubber band ligation 3. Cryosurgery 4. Infra Red Coagulation 5. Stapled II. Operative Penanganan Irreducible Prolapsed Hemoroid Prolaps Anal Cushion Fungsi sudah tidak efektif untuk mempertahankan kontinensia kerusakan fungsi motoris. Therapi Pembedahan ( Hemmoroidectomy ) : 1. Open Hemmoroidectomy ( Milligan Morgan ) 2. Submukosa Hemmoroidectomy ( Parks )

3. Close Hemmoroidectomy ( Ferguson ) 4. Whitehead 5. Langenback Ferguson (Close Hemoroidectomy) Penanganan nyeri pasca operasi Pasca operasi hemoroidektomi sangat nyeri. Metode penanganan nyeri pasca operasi: Berikan anastesi yang baik, Analgesi yang adekwat, Bulk laxative dan sitz bath, Gunakan diatermi Penanganan perdarahan pasca operasi Ditemukan sekitar 3,3% 6,7% Jarang ditemukan kurang dari 24 jam pasca operasi Perdarahan sekunder pada hari ke 7 14 pasca operasi terjadi sepsis pedikel hemoroid atau terjadi robekan luka operasi saat defekasi Penanganan : Adrenalin anal pack,Baloon catheter tamponade, Injeksi adrenalin 1 : 10.000 submukosa