Anda di halaman 1dari 5

Menoragia dan metroragia sertamenometroragia tergolong kedalam penyakit gangguan haid.

Menoragia adalah jumlah perdarahan haid yang berlebihan (lebih dari 80 ml ) dan metroragia adalah perdarahan per vaginam antara dua siklus haid. Pada haid normal, jumlah darah yang keluar tidak lebih dari 40 ml dan berhenti setelah proses pengelupasan endometrium berakhir. Pada sebagian wanita terjadi perdarahan haid dalam jumlah yang melebihi 80 ml (menoragia) atau terjadi perdarahan berupa bercak bercak diluar siklus haid (metroragia) atau campuran (menometroragia). Pada sebagian kasus, penyebab keadaan ini tidak jelas. Sejumlah penyebab penyakit gangguan haid adalah : 1. Mioma uteri 2. Polip endometrium atau polip servik 3. Endometriosis 4. Infeksi 5. Efek samping kontrasepsi Menoragia, metroragia atau menometroragia yang berlarut larut akan menyebabkan anemia dengan segala akibat ikutannya terhadapberbagai sistem tubuh yang membahayakan jiwa.

GEJALA
Gejala menoragia antara lain :

Perdarahan fase menstruasi yang berlebihan Perdarahan diantara dua siklus haid Nyeri mengejang pada abdomen bagian bawah Lesu

PENYEBAB

Pada sebagian besar kasus tidak ditemukan penyebab yang pasti dan sejumlah penyebab yang diduga dapat menyebabkan menoragia adalah :

1. ABORTUS - secara spontan atau disengaja (abortus provokatus) 2. KEHAMILAN EKTOPIK umumnya berupa metroragia akibat lepasnya implantasi hasil konsepsi di daerah tuba yang menyebabkan perdarahan pada selaput lendir (endometrium) rahim 3. GANGGUAN HORMONAL menurunnya fungsi kelenjar gondok (hipotiroid kadar tiroksin rendah) . 4. ENDOMETRIOSIS sel-sel endometrium mengadakan migrasi keluar rongga rahim antara lain kedalam ovarium atau kedinding rahim 5. INFEKSI antara lain klamidia atau penyakit radang panggul ( PID pelvic inflamatory disease ). 6. MEDIKAMENTOSA penggunaan zat anti pembekuan darah dapat mengganggu proses pembekuan darah. 7. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM AKDR (IUD) alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim dan dapat bersifat sebagai benda asing sehingga memicu terjadinya perdarahan per vaginam yang tidak normal.

8. KONTRASEPSI HORMONAL pil kontrasepsi kombinasi atau injeksi depoprovera. 9. MIOMA UTERI- tumor yang berasal dari otot rahim (miometrium), tempat tumbuhnya mioma dapat dilihat pada gambar diatas. 10. POLIP tonjolan kecil bertangkai yang tumbuh dari endometrium dan seringkali disebabkan oleh mioma uteri (pedunculated submucous myoma ). 11. GANGGUAN PERDARAHAN leukemia dan penyakit von Willebrand. 12. KEGANASAN sebagian besar kasus adalah keganasan yang berasal dari endometrium dan sejumlah kecil berasal dari miometrium.

HASIL PENELITIAN
Pada sebagian besar kasus , penyebab pasti gangguan haid ini tidak diketahui. Penelitian menemukan adanya bahan kimia tertentu yang berada dalam uterus dan berkaitan dengan proses haid. Endotelin adalah bahan kimia yang membantu menghentikan perdarahan haid, pada kasus menoragia kadar endotelin lebih kecil dibandingkan normal.

METODE DIAGNOSTIK Pemeriksaan diagnostik pada kasus menoragia antara lain adalah:
1. Pemeriksaan umum 2. Anamnesa medik menstruasi 3. Pemeriksaan ginekologi 4. Hapusan Pap Smear 5. Pemeriksaan darah 6. Ultrasonografi transvaginal 7. Biopsi endometrium PILIHAN TERAPI Terapi menoragia tergantung pada penyebab dan meliputi antara lain :

Medikamentosa pemberian inhibitor prostaglandin (asam mefenamat), terapi pengganti hormonal dan antibiotika Dilatase dan Kuretase (D&C) Mengganti jenis kontrasepsi Pembedahan - pengangkatan tumor, polip , mioma atau terapi kehamilan ektopik. Terapi latar belakang penyakit - Gangguan fungsi kelenjar gondok atau gangguan pembekuan darah. Histerektomi

Kesimpulan

Menoragia adalah jumlah perdarahan haid yang berlebihan Metroragia adalah perdarahan diluar siklus haid. Pada sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya penyebab pasti Menoragia umumnya disebabkan oleh polip mioma uteri endometriosis infeksi dan beberapa jenis metode kontrasepsi Pilihan terapi antara lain : obat obatan, D & C, ablasi endometrium atau pengangkatan rahim (histerektomi)

Diposka

Sited oleh Bambang Widjanarko di 15:16


Label: Gangguan Haid, Ginekologi Umum

At http://ogsukapura.blogspot.com/2010/03/menoragia.html
KASUS Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke poliklinik obstetric ginekologi RSUD SARAS HUSADA. Dari anamnesis didapatkan keterangan bahwa pasien mengeluh ada gangguan haid yang dirasakan sejak 5 tahun yang lalu. Dalam sebulan haid sebanyak 1 kali. Setiap haid lamanya 8-22 hari. Setiap hari ganti pembalut 7 sampai 8 kali. Darah haid berwarna merah kehitaman. Sakit perut saat haid (+) . Riwayat keputihan (+) menjelang haid dan sesudah haid. Pasien juga mengeluh rasa penuh dan berat sejak 6 bulan yang lalu pada perut bagian bawah. Nyeri dan rasa kemeng di daerah perut bagian bawah. Gangguan BAK berupa BAK sering, sedikit-sedikit, nyeri saat/ sebelum/ sesudah BAK tidak ada. Sulit buang air besar dan nyeri saat BAB tidak ada. Teraba benjolan di perut disangkal.Sebelum masuk rumah sakit pasien pernah memeriksakan kesehatannya di tempat praktek dokter Sp.OG karena gangguan haid. Dari hasil pemeriksaan USG di dokter Sp.OG tersebut didapatkan massa di uterus sebesar 8x10 cm serta didiagnosis mioma uteri

Riwayat menstruasi sebelum terjadi gangguan haid, menarche umur 13 tahun, siklus teratur 30 hari sekali, banyaknya : normal (3 pembalut/ hari), lamanya : 5-7 hari. Riwayat penggunaan KB (-), pasien tidak pernah menggunakan KB . Riwayat pernikahan : suami ke I, menikah 1x selama 20 tahun. Jumlah anak : 1orang, usia 10 tahun.. Riwayat abortus tidak pernah mengalami keguguran. Riwayat penyakit dahulu : tidak pernah menderita penyakit jantung, paru, hati, ginjal, DM dan hipertensi. Riwayat penyakit keluarga : tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular, mioma, keturunan dan kejiwaan. Riwayat penyakit keganasan pada keluarga : tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit keganasan. Riwayat alergi tidak mempunyai alergi terhadap obatobatan, makanan dan cuaca. Hasil pemeriksaan fisik pasien di poliklinik kebidanan dan kandungan menunjukkan keadaan umum baik dengan kesadaran compos mentis. Pemeriksaan tanda vital pasien menunjukkan tekanan darah adalah 100/ 70, dengan denyut nadi 80 x/ menit regular, respirasi 24 x/menit dan suhu tubuh 36,40 C. Pada pemeriksaan fisik di regio abdomen Fundus uteri 2,5 jari di atas simpisis pubis, teraba massa mioma berukuran 12 x 9 cm, konsistensi kenyal dan bersifat mobile. Nyeri tekan (-). Pemeriksaan penunjang USG menunjukkan Tampak uterus membesar dengan ukuran 10 x 8 cm DI

Cited on http://www.fkumyecase.net/wiki/index.php?page=Penrgakkan+Diagnosis+Mioma+Uteri by
nur djannah