BAB II.

PROFIL DAERAH
2.1. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Palangka Raya secara geografis terletak antara 0 45’ Lintang Utara, 3 30’ Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur : Laut Jawa : Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan : Kalimantan Barat
2 o o o

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah 153.564 km atau 8,25% dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia, dan merupakan Provinsi terluas ketiga setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Tengah meliputi 13 Kabupaten dan satu Kota, dengan luas setiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.1. Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Tengah 2007
Luas km2 Persentase 1 Kota Waringin Barat 10.759 7,01 2 Kota Waringin Timur 16.496 10,74 3 Kapuas 14.999 9,77 4 Barito Selatan 8.830 5,75 5 Barito Utara 8.300 5,40 6 Sukamara 3.827 2,49 7 Lamandau 6.414 4,18 8 Seruyan 16.404 10,68 9 Katingan 17.800 11,59 10 Pulang Pisau 8.997 5,86 11 Gunung Mas 10.804 7,04 12 Barito Timur 3.834 2,50 13 Murung raya 23.700 15,43 14 Palangka Raya 2.400 1,56 Jumlah 153.564 100,00 Sumber : Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka, 2008 No Kabupaten/Kota Jumlah Desa/Kelurahan 84 150 186 96 103 32 83 91 153 89 126 65 118 30 1.406

Daerah yang paling luas adalah Kabupaten Murung Raya 23.700 km2 (15,43%) dan Kabupaten Katingan 17.800 km (11,59%),
2 2

sedangkan wilayah terkecil adalah Kota

Palangka Raya dengan luas 2.400 km (1,56%).

II - 1

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 – 150 diatas permukaan laut dengan

kemiringan 8 -15 derajat. Hanya sebagian kecil, yaitu daerah di sebelah utara dengan topografi berbukit yaitu terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter diatas permukaan laut. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata pada siang hari 33 C dan pada malam hari 23 C. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi yaitu 60% per tahun. Rata-rata curah hujan bulanannya mencapai 200 mm. Pada tahun 2007 curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sampai April, sedangkan bulan kering/kemarau terjadi antara Juli sampai dengan Oktober. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa dan banyak sungai besar dan kanal (anjir). Terdapat 11 sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil yang masuk wilayah Kalimantan Tengah. Sungai-sungai besar dengan
O O

kedalaman 5 – 8 m dan lebar berkisar 100 -500 m diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.2. Nama Sungai di Kalimantan Tengah Menurut Panjang, Kedalaman dan Lebar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Nama Sungai Panjang (km) Dapat Dilayari (km) 150 190 250 100 300 270 520 150 500 420 700 Rata-rata kedalaman 8 4 6 6 5 6 6 5 7 6 8 Rata-rata lebar 150 100 150 250 250 350 250 100 450 450 500

Sungai Jelai 200 Sungai Arut 250 Sungai Lamandau 300 Sungai Kumai 175 Sungai Seruyan 350 Sungai Mentaya 400 Sungai Katingan 650 Sungai Sebangau 200 Sungai Kahayan 600 Sungai Kapuas 600 Sungai Barito 900 Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008

Selain sungai di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat anjir/kanal yang menghubungkan antar wilayah desa maupun kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 15.356.699,80 ha sebagian besar berupa kawasan hutan. Pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah berdasarkan RTRW

Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari kawasan hutan lindung 2.250.887,66 ha (14,66%) dan kawasan budidaya 13.105.822,14 ha (85,34%). Penggunaan lahan

berdasarkan rencana RTRW Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 2.1.3. II - 2

Profil Daerah Tabel 2.1.3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007
No A. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kawasan Hutan Lindung 1 Hutan Lindung (HL) 2 Cagar Alam (CA) 3 Taman Wisata (TW) 4 Taman Nasional (TN) 5 Suaka Marga Satwa (SM) 6 Perlindungan dan Pelestarian Hutan (PPH) 7 Konservasi Mangrove (km) 8 Konservasi Air Hitam (KEAH) 9 Konservasi Flora dan Fauna (KFF) 10 Konservasi Gambut Tebal (KGTB) 11 Konservasi Hidrologi (KH) Jumlah A B Kawasan Budidaya 1 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 4 Hutan Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL) 5 Hutan Tanaman Industri (HTI) 6 Areal Transmigrasi 7 Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) 8 Kawasan Handil Rakyat (KHR) 9 Perairan (DS) Jumlah B Total (A+B) Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Luas (ha) 766.392,06 235.079,45 19.142,61 488.056,29 71.664,71 1.628,43 31.018,40 37.225,55 161.849,04 253.797,99 185.023,14 2.250.887,66 3.784.495,64 4.232.518,38 2.789.108,09 1.925.057,79 21.958,04 137.920,13 59.046,32 155.716,95 13.105.822,14 15.356.699,80 %

4,99 1,53 0,12 3,18 0,47 0,01 0,20 0,24 1,05 1,65 1,20 14,66 24,64 27,56 18,16 12,54 0,14 0,90 0,38 1,01
85,34 100,00

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.3 di atas, kawasan budidaya di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berupa daerah hutan baik berupa hutan rawa, gambut, dan hutan produksi. Sebagian kawasan hutan di Kalimantan Tengah berupa lahan gambut dan pernah dijadikan proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan pemerintah pada tahun 1995. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan

berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal) dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101 - 200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan, serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan, sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.

II - 3

550 2.590 29. Sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah terluas ketiga di Indonesia dengan ditandai lahan yang membentang luas dimana sebagian besar masih ditutupi tumbuhan/vegetasi tropis yang sangat beragam jenisnya.028. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kotawaringin Barat 57.4.13%) berumur 10 tahun ke atas .360 39.1.266 59.900 10 Pulang Pisau 30.220 952.54%) diikuti Kotawaringin Timur (15.986 27. Demografi Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 sebanyak 2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. 2 Kabupaten terbanyak penduduknya adalah Kabupaten Kapuas (16.261 43.622 136.047.515 2 Kotawaringin Timur 79.766 88.432 322. terdiri dari penduduk laki-laki 1.678 12 Barito Timur 22.002 4 Barito Selatan 32.513 60.325 48.509 44.716 188.958. 2. Sebaran penduduk di Kalimantan Tengah terpadat terdapat di Kota Palangka Raya yaitu 77 jiwa per km dan terkecil di Kabupaten Murung Raya 4 jiwa per km2.4 2 .547 1. Dari keseluruhan penduduk Kalimantan Tengah.110 1.1.442 Jumlah 223.258 168.907 Jumlah 2005 483. Provinsi Kalimantan Tengah II .081 338.047.052.41% dan penduduk perempuan 994.889 53.753 46.428 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat juga dilihat bahwa penyebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah belum merata.052. Tabel 2.994 jiwa atau 48.556 1.748 89.890 1.583 124.2.174 153.304 61.108 167.323 Jumlah (2007) 561. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di daerah dengan akses infrastruktur umum memadai seperti ibukota Provinsi atau di ibukota Kabupaten. yaitu didominasi oleh penduduk berumur produktif 10 sampai 14 tahun.935 110.214 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/kota Laki-laki 117.644 7 Lamandau 15.834 92.994 975. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong jarang yaitu rata-rata hanya 13 orang per km .949 5 Barito Utara 28.034 14 Palangka Raya 45.576 56.433 71.236 9 Katingan 33.005.986 Penduduk Perempuan 106.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.91%).576 994.362 94.550 jiwa.061 6 Sukamara 10.189 65.250 116.556 jiwa atau 51.228 18.070 63.995 43.73%) dan Kotawaringin Barat (10.354 93.577 Jumlah (2006) 498.59% atau dengan sex ratio 106%.079 11 Gunung Mas 21.132 20.973 171.046 57.851 3 Kapuas 128.524 119.004.920 13 Murung raya 21.505 44.385 8 Seruyan 32.984 57.123 2.220 58. sebagian besar (80.

Beberapa potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sumber daya hutan. hutan bakau dan aneka tanaman hutan. b.2 (Tabel 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM secara nasional. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). kecil maupun unggas. nilai indeks IPM adalah 73. Dibidang perikanan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan sungai. baik peternakan besar. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. baik berupa hutan dengan berbagai vegetasi baik berupa mangrove. Selain sumber daya alam tersebut diatas Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan.5. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. karet dan kelapa dalam.4 atau sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 73.Profil Daerah memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih tersedia dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. danau dan perikanan laut. Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan. Dibidang pertambangan potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. rawa dan laut.1. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana telah disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya berupa hutan. yaitu indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Wilayahnya memiliki hamparan yang luas kaya akan hijauan sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. pertanian dan perkebunan. Pemanfaatan potensi hutan di wilayah ini semakin diperketat guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. hal ini II . Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.).5 . tambang. rawa. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang melakukan penataan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. maka nilai IPM Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi ke 5 (lima). diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C dan gambut yang besar dan potensi batubara.

6.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.8 7.0 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.3 Kalimantan Tengah 73.5 623.4 70.6.0 10 Katingan 71.5 71.000) IPM Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kaliamntan Tengah 2005 2006 70.9 12 Lamandau 70.6 .0 97.9 70.5 97. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.6 73.4 73. pengembangan SDM di Provinsi Kalimantan Tengah masih perlu untuk terus ditingkatkan.0 2 Barito Utara 72.1.8 7 Kotawaringin Barat 71.6 71. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. Namun demikian bila dilihat peringkat menurut kabupaten/kota.0 624.9 73.4 5.7 70.4 72.3 72.1.1 73.1 9 Murung Raya 71.2 13 Sukamara 70.5.1.5 6 Kapuas 71.9 71. Tabel 2. Indikator lain yang digunakan untuk melihat II .6 71. Tabel 2.3 11 Seruyan 70. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kalimantan Tengah Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.6 8 Barito Timur 70.2 5.4 69. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.7 72.8 3 Kotawaringin Timur 72.3 5 Gunung Mas 71.5 4 Barito Selatan 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah No IPM 2005 1 Kota Palangka Raya 77.9 8.2 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab/upatenKota 2006 77.9 72.0 14 Pulang Pisau 69.2 71.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengindikasikan bahwa pembinaan SDM di provinsi ini relatif lebih baik.

yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja.19%).72%) dan jasa kemasyarakatan (7.12%.7 .16%). II .84% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat Diploma serta S1 atau lebih dengan persentase 6. Tabel 2.211 Belum Bekerja 51. atau secara ratarata penduduk Kalimantan Tengah sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kalimantan Tengah adalah sektor pertanian. seperti pekerja kasar.176 Mengurus Rumah tangga 217. yang lulus SLTA sederajat hanya 16. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 mengalami sedikit peningkatan. yaitu 8 tahun. Jenis Kegiatan utama Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah per Pebruari Tahun 2008 No A 1 2 B 3 4 5 Jenis Kegiatan Utama Jumlah Angkatan Kerja 1.88%). yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.271 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja. sebagian besar memiliki jenjang pendidikan maksimal Sekolah Dasar (54.077.48%. Ini berarti penduduk di Kalimantan Tengah sebagian besar bekerja pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.026.438. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sebanyak 68. namun rata-rata lama sekolah masih tetap.Profil Daerah kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.96%. Sektor lainnya yang juga banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (10. Pada Tahun 2006 TPAK Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 61.831 Bekerja 1.301 Lainnya 38.440 Sekolah 104. lulus setingkat SLTP (22.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.963 Jumlah 1.7.620 Bukan Angkatan Kerja 360.

31%) dalam keadaan baik. Restoran 129.110 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Lapangan Usaha Persentase 68. Infrastruktur a.65 7.1.70 km (30.018.733.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.714.184 9 Jasa kemasyarakatan 91.95 km.8 .39%).858.710. Selain prasarana jalan.258.265 6 Perdagangan.1.707.005 10 Lainnya Jumlah 1. Komunikasi 40.364 5 Bangunan 37. II . atau sebagai sarana perhubungan dengan provinsi lain.38 3.) Sebagian besar (66.29 0.95 km dan jalan kabupaten sepanjang 8.57 km (Tabel 2. Hotel.9.1. Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibu kota kecamatan dan Kabupaten di Kalimnatan Tengah. Panjang jalan di Kalimantan Tengah pada tahun 2007 adalah 12.133.47 km yang terdiri dari jalan negara 1. Alat transportasi air yang digunakan meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal. sebagai prasarana transportasi yang penting lainnya di Kalimantan Tengah adalah prasarna transportasi air. jalan provinsi 1.3.27 3.707 3 Industri Pengolah 41.753 8 Keuangan 8.8.77%).361 2 Pertambangan & penggalian 42. sepanjang 2.95 10. Sebagian besar permukaan jalan di Kalimantan Tengah masih berupa tanah (56. tongkang dan tiong dan truk air. Gas & Air Bersih 1.96 100. Penduduk 10 tahun Keatas di Provinsi Kalimantan Tengah Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Tahun 2007 Penduduk (Tahun 2007) 1 Pertanian 872. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 3. Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 10 pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Tengah. Prasarana transportasi Salah satu prasarana transportasi darat yang penting berupa jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas penduduk dan barang dari satu daerah ke daerah lain.00 2.06%) dari panjang jalan tersebut atau 8.19 68.61%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 1. speed boat.571 4 Listrik.03 km (15.54 km (18.96 3.22 0. kelotok.265. long boat.19 km keadaan rusak dan rusak berat.900 7 Angkutan.11 2.

858.707.258.158.714.95 8. F.27 C.75 3.01 4.96 Provinsi 311.19 447.707.72 341.80 3.00 557.710.789.57 Kota Jumlah 1. Penyediaan tenaga listrik di Kalimantan Tengah dilayani oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang tersebar di setiap kabupaten/kota. F28.84 Lainnya 0 Rusak Berat 319.049.08 405.01 2.57 12.889.38 Rusak 302.212 C.10. Penyediaan sarana air bersih di Kalimantan Tengah juga sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa di Kalimantan Tengah.60 652. sebagai berikut: Tabel 2. Nama Pelabuhan Udara di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Bandara Tjilik Riwut Iskandar H.33 4.356. Prasarana listrik dan air minum Prasarana penyediaan tenaga listrik sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa baik yang berasal dari PLTD yang tersebar di kabupaten/kota di Kalimantan Tengah maupun langsung dialirkan dari interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan.01 Kabupaten 901.27.57 12.216.98 1. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang diproduksi sebanyak 448.557.03 2.1. Banyaknya air bersih II .95 1.897. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual terus bertambah dari tahun ke tahun.582 KWh dan susut/hilang 37.20 894.022 Kwh.59 5.95 8.054 Kwh.75 255. F.710.930.733.714.47 Jumlah 1.47 Kondisi Permukaan Jalan Baik Sedang Negara 645.212 C.70 1.236.212 BN b.212 C.790 KWh serta untuk pemakaian sendiri 9.121.79 6.66 989.1. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No A 1 2 3 4 Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan Jenis Permukaan Jalan Negara Provinsi Kabupaten Kota Jumlah Jenis Permukaan Jalan Diaspal 1.212 C.414.95 1.Profil Daerah Tabel 2. dan yang dijual sebanyak 382.54 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 1 2 3 4 B Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki prasarana perhubungan udara yaitu terdapat sebanyak 9 landasan pelabuhan udara.133.697. Sumber pengolahan air bersih bersumber dari sungai atau air tanah yang diolah melalui unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah.9.133.9 .24 1.39 Tanah 354.70 Kerikil 311. Asan Beringin Sangkalemo Sanggu Dirung Kuala Pembuang Tumbang Samba Nama Kota Palangka Raya Pangkalan Bun Sampit Muara Teweh Kuala Kurun Buntok Puruk Cahu Kuala Pembuang Tumbang samba Type / jenis pesawat Boeing 737-300.06 Jumlah 1.842.

291 siswa.399 orang. Pelanggan terbesar pada Tahun 2006 adalah rumah tangga mencapai 31. instansi pemerintah 1. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU dan kejuruan 240 unit dan jumlah siswa 43. Fasilitas telepon seluler dan otomatis tersedia disemua ibukota kabupaten bahkan sampai ke beberapa ibukota kecamatan.6% dibanding tahun 2005 sebanyak 60. sarana sosial 1.025. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2. II .637 sambungan.895 m3 meningkat 17. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 88.335 m3.11). Kantor Pos di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia disetiap kabupaten/kota bahkan sudah tersebar di setiap kecamatan. pelabuhan dan lainnya 101 pelanggan. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Provinsi Kalimantan Tengah.1.390 pelanggan atau mengalami peningkatan 35.605 unit.090.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 17. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 515 unit SMP terdiri 327 SMP Negeri dan 188 SMP Swasta. d. c. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Stasiun TVRI (TV Lokal) dan Stasitiun Relay dari beberapa TV swasta nasional.305 pelanggan. diikuti bisnis 5.10 . dan Perguruan Tinggi 13 unit dengan jumlah mahasiswa 15.323. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Universitas.809 sambungan dan sosial 152 sambungan serta wartel 1.421 unit.593.633. Jumlah kapasitas sambungan telepon pada tahun 2007 mencapai 73.578 orang (Tabel 2.36% dibanding tahun 2006 sebanyak 15. Prasarana komunikasi penting lainnya yang juga telah ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah stasiun RRI Palangka Raya serta puluhan stasiun Radio Swasta Niaga dan amatir. Sekolah TK di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 736 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 yaitu sebanyak 93. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 30.443 unit.141 pelanggan. serta perusahaan dan pertokoan 3.

serta ditambah puskesmas pembantu.12. 42 dokter spesialis. puskesmas pembantu 861 unit.1.198 102.383 222 205. PT 1 12 11.463 3. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari 366 orang dokter umum. SMU/K 114 126 28.605 515 240 13 4.880 914 201 28. 69 dokter gigi. Jumlah Sekolah.834 Jumlah 2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.834 1.11 .609 1. Tabel 2. SLTP 327 188 58. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 14 rumah sakit umum tersebar di setiap kabupaten/kota.Profil Daerah Tabel 2.025 Sumber : Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Sekolah Guru Negeri Swasta 56 1.744 3. S D 2.508 4.972 4.891 21.419 2. T K 9 727 980 29.11. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Puskesmas Pembantu 1 Kotawaringin Barat 12 70 2 Kotawaringin Timur 18 103 3 Kapuas 23 120 4 Barito Selatan 10 53 5 Barito Utara 14 68 6 Sukamara 3 27 7 Lamandau 5 41 8 Seruyan 9 38 9 Katingan 15 89 10 Pulang Pisau 10 66 11 Gunung Mas 9 47 12 Barito Timur 8 45 13 Murung raya 11 51 14 Palangka Raya 8 43 Jumlah 157 861 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/Kota Puskesmas Tenaga Dokter Umum Gigi 41 10 28 8 39 9 23 5 25 5 11 5 17 1 14 2 20 1 22 2 18 1 18 3 19 1 71 16 366 69 Paramedis Perawat Bidan 246 139 324 159 368 221 279 90 212 105 72 34 103 59 117 59 205 108 173 148 122 68 170 92 120 65 446 113 2.801 5. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.109 e.080 7.12. seperti dapat dilihat pada Tabel 2.460 bidan dan 2.000 1.1.460 II . dan rumah bersalin 57 unit.957 1. 1.957 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 157 unit.490 14.967 3.275 305.093 32.1. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kabupaten.941 19.501 1.961 Jumlah Sekolah 736 2.

31 3 Kumai 2. Kondisi Geografi dan Demografi a.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2. Sesuai dengan Undang Undang No.2. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat 2006 Luas km2 Persentase 1 Kotawaringin Lama 1.13% dari luas Kabupaten).306 10.96 5 Pangkaln Lada 229 3.685 24.53 99.21 Jumlah 239. 110o 25’ sampai dengan 112o 50’ Bujur Timur. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai menjadi Kecamatan Kumai.08 6 Pangkalan Banteng 1.32 2 Arut Selatan 2. Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau. dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3. Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat.218 11.03 Sumber : Kotawaringin Barat dalam Angka tahun 2006 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 17 18 17 10 11 11 84 Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan. 5 tahun 2002. berada di daerah khatulistiwa dan terletak diantara: 1o19’ sampai dengan 3o36’ Lintang selatan.1.400 22.2.759 km . Wilayah Kotawaringin Barat terletak diantara 3 kabupaten tetangga yaitu: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Laut Jawa : Kabupaten Seruyan : Kabupaten Sukamara 2 Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat seluas 10.2. Kecamatan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng.921 27. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No.08% dari luas kabupaten) II .1.12 . Tabel 2.921 km 2 (28. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun.15 4 Arut Utara 2. KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 2.

Kawasan Pengem. Sungai Kumai dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter.24 356. Rencana areal Transmigrasi (T2) 6. daerah datar berombak.676.89 265. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu 498.13% luas kabupaten) dan kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km (3.81 142. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 10.75 18.2.452. Tabel 2. Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan.142. Kawasan Khusus (KK) 7. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2. Kawasan Lindung 1. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas 2.506.74 83.2. Hutan Nasional (TN) 3.759 km .12 693.639.48 215. Suhu udara maksimum berkisar antara 31. Pemukiman & Penggunaan Lain (KPP/KPPL) 4. Hutan Wisata (HW) 4.900.330.95 72. Hutan Produksi Tetap (HP) 3.29 9.6922.66 3.01 0.907.47 37.13 . Danau dan Sungai (DS) Total Sumber : Profil Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Luas (Ha) / Area 8. Luasan Kawasan Hutan Dilihat dari Fungsinya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jenis Penggunaannya A. Hutan Lindung (HL) 2.990.2.8 C dan suhu minimum antara 21.12 15.77 ha merupakan wilayah hutan dengan luasan berdasarkan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 2.58%. c.40 32.43 27.2.Profil Daerah b.07 0.4 C kelembaban udara berkisar antara 85. Suaka Margasatwa (SM) Total B.90 21.47 22.72 8. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei.462.310. Areal Transmigrasi (T1) 5. 959.544.73 1.921 km (28.3 C -23.08% luas kabupaten).28 2 2 2 O O O O II .33 208.353. Kawasan Budidaya 1.17 1.8.34 10. Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut.Prod/Kaws. Dari luasan lahan yang ada. Jumlah hari hujan pada tahun 2006 tercatat 164 hari dan bulan Pebruari merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 22 hari.0 C – 33.03 % 0. Topografi dan iklim Topografi Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian antara 0 – 50 m dari permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 40% dan digolongkan menjadi 4 bagian dengan yaitu dataran. daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit.

Penduduk laki-laki di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 108. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.16%. baik peternakan besar.229 jiwa atau 51. Bila dilihat berdasarkan distribusi usia penduduknya.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki wilayah sekitar 7% dari total luas provinsi Kalimantan Tengah. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C. karet dan kelapa dalam. Sumber daya manusia Sumberdaya manusia di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia muda. pertanian dan perkebunan. Dibidang perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan laut. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 sebanyak 204. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 32. kecil maupun unggas.74% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2.16%.2.84% dan penduduk perempuan 98.677 jiwa atau 48. tambang. perairan yang meliputi sungai. Kabupaten ini memiliki beragam potensi sumber daya alam yang meliputi sumber daya hutan. rawa dan laut. Selain sumber daya alam tersebut diatas Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk pengembangan peternakan. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah perkotaan. potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan.906 jiwa. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. sungai. dan rawa.2. Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin.14 . dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 106. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. II . Kabupaten Kotawaringin Barat dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. 2. dan sumber daya b. Hal ini ditunjukkan oleh kepadatan penduduk daerah perkotaan yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan. Dibidang pertambangan. Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur. Jika dilihat dari distribusi penduduk.

2. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 51. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada posisi ke 7 (tujuh) diantara 14 kabupaten/kota.10% dari total penduduk usia kerja.5 71. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 120.9 7.6 618.10 2.6 4 103 619.10% dari total penduduk.16 51.Profil Daerah Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun). Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.07 Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 mencapai 65.15 .10% dari total keseluruhan.550 orang.6 92.6 7.610 orang atau sekitar 65.9 7 1.08 102 II . Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Rasio Ketergantungan Persentase 32. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 52. nilai IPM Kotawaringin Barat adalah 71.2.4.3.30%.8 71. Tabel 2. Tabel 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. sebanyak 161. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan.8 93.000) IPM Peringkat Kalteng Reduksi shortfall Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kota Waringin Barat 2005 2006 70. Sedangkan jumlah pencari kerja yang kegiatannya bukan bekerja pada tahun 2006 sebanyak 295 orang.07%. atau sebanyak 175. menurun dari tahun sebelumnya pada posisi 103.9 70. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 65.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 penduduk tidak produktif.4).2.74 65.6 (Tabel 2. Pada tahun 2006 diketahui jumlah penduduk usia kerja yang aktivitas terbanyaknya bekerja.

hal ini ditunjukkan oleh jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar masuk terminal. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 adalah 1. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. dimana pada tahun 2005 sebanyak 29. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2006 masing-masing adalah 1. Bila dilihat dari jumlah pelanggan dan daya terpasang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.16 . jalan provinsi dan jalan kabupaten. Prasarana air minum dan listrik Berdasarkan data BPAM Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2006 jumlah pelanggan air bersih adalah 7. Volume air yang disalurkan sebanyak 1. Bila dilihat dari produksi dan pemakaian listrik di Kotawaringin Barat sejak Januari – Desember 2006 dengan tingkat produksi 65.451. II .689.588 m3. social.133 m3 yang meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung.867 buah paket pengiriman.101 Kwh meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 53. Surat yang diterima oleh seluruh kantor pos jumlahnya mencapai 1. Frekuensi aktivitas angkutan darat pada tahun 2006 cukup besar.386. Infrastruktur a.465.164.776 pelanggan pada tahun 2006 dengan daya tersambung mencapai 34.542 pelanggan yang terdiri dari rumah tangga.866 Kwh.739.380 KVA. b. Jalan terdiri atas jalan negara. c.07 buah surat yang diterima dari publik. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 15 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan.463 Kwh yang terjual mencapai 57.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kotawaringin Barat.2.524.284.450 pelanggan menjadi 30. instansi pemerintah dan khusus. niaga.3. industri.52 km.187.

521 1. S D 160 9 22.384 -MTs 2 9 869 836 4. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.2. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 36 unit SMP terdiri 25 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta.945 518 Jumlah Sekolah 54 169 9 36 11 13 4 1 6 303 e. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 12 unit.6.760 -MI 4 5 1. Pangkalan Lada 1 6 6.2. Sekolah Pertanian Pembangunan Muhamadiyah ada 1 dan sekolah Menengah Kejuruan ada 6 yang terdiri dari 3 swasta dan 3 negeri.347 Sumber : Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 10 160 1.17 .2. MTs ada 11 unit yang terdiri dari 1 negeri dan 3 swasta. Ktw Lama 1 12 2.070 640 3. T K 1 53 75 3.541 10.259 620 Jumlah 205 98 34. Kumai 3 16 4. Jumlah Sekolah.5. 9 unit negeri dan 4 unit swasta.6. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 338 unit. Tabel 2. Prasarana kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki satu rumah sakit umum (RSUD). Arut Selatan 4 17 3. SLTP 25 11 5. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu 1. Pangkalan Banteng 2 17 Jumlah 12 75 Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 II .416 2.2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 selengkapnya disajikan pada Tabel 2. SLTA 9 4 3. Arut Utara 1 7 5. Tabel 2. Sekolah TK di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 108 unit yang tersebar di 6 kecamatan.156 92 45 38 372 15 54 61 199 51 24 8 14 89 49 1.Profil Daerah d.386 2. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 13 unit. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. dan puskesmas pembantu 75 unit Tabel 2. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.5.049 337 -MA 1 3 282 238 -SPPM 1 146 -SMK 3 3 1. Jumlah Sekolah.

Kondisi Geografi dan Demografi a. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.1. Wilayah kecamatan yang paling luas dan juga jumlah desa yang paling banyak adalah Kecamatan Mentaya Hulu (3. sedangkan kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Seranau (548 km .3 32' 54''LS. 124 perawat.7. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kalimantan Barat : Laut Jawa : Kabupaten Katingan : Laut Jawa Secara administratif Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 13 kecamatan dan 150 desa/kelurahan.18 . 2 2 II .3. Arut Utara 3 7 5. 30 desa).496 km . 4 desa).380 km . Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat 20 44 17 10 7 26 124 Asisten Apotiker 5 2 2 9 Tenaga Teknis 5 39 9 3 3 8 67 1. Di Kotawaringin Barat tidak terdapat dokter spesialis.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Jumlah Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Barat terdiri dari 19 orang dokter umum. Arut Selatan 4 5 24 3. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada titik koordinat 111 0 0 0 2 0 01' 50''BT . Tabel 2. 8 dokter gigi. Kabupaten Kotawaringin Timur berada di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. 88 bidan. Ktw Lama 4 1 8 2. dengan luas wilayah 16.1. Pangkalan Banteng 3 22 19 8 88 Jumlah Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 2. KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2.113 0' 46''BT dan 1 23' 14''LS .3.2. 9 asisten apoteker. Kumai 5 2 18 4. dan 67 orang tenaga teknisi lainnya.3. Pangkalan Lada 9 6.

108 desa berada pada daerah lembah/daerah aliran sungai.2.975 Kotawaringin Timur 16. Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Luas(km2) Jumlah Desa (Buah) 8 4 6 6 8 4 4 13 8 6 23 30 30 150 Mentaya Hilir Selatan 318 Teluk Sampit 610 Pulau Hanaut 619 Mentaya Hilir Utara 723 M.2.177 Cempaga 1. dua desa berada pada lereng dan 38 desa berada pada daerah dataran.241 Cempaga Hulu 1.183 Parengeaan 1. Topografi dan iklim Secara geografis letak desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari dua desa berada pada wilayah pantai.380 Antang Kalang 2. Kondisi Topografi Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Baru Ketapang Baamang Seranau Kota besi Cempaga Cempaga Hulu Parengeaan Mentaya Hulu Antang Kalang Kotawaringin Timur Keterangan: Geografis : A = Pantai C = Lereng Topografis: B = Lembah/DAS D = Dataran Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.496 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur. Luas Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Setelah Pemekaran Kecamatan).1. Kondisi topografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 128 desa merupakan wilayah dataran dan 20 desa merupakan wilayah perbukitan. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan A 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Jumlah Desa/Kelurahan B C D X 8 0 0 8 3 0 0 4 3 0 2 6 5 0 1 6 1 0 4 5 4 0 0 4 3 0 1 4 9 0 2 11 8 0 0 8 6 0 0 6 5 0 15 6 28 0 2 29 22 1 6 29 105 1 33 126 Y 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 14 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentaya Hilir Utara M.19 .Profil Daerah Tabel 2.3. 2007 X = Datar Y = Berbukit-bukit II .774 Mentaya Hulu 3. Tabel 2. 2006 b. Baru Ketapang 358 Baamang 591 Seranau 548 Kota besi 2.3.3.

07 jiwa per kepala keluarga (KK). Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Mentaya Baru/Ketapang dengan jumlah penduduk 61.067 jiwa atau 74.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kondisi iklim khususnya curah hujan berdasarkan data tahun 2006 menunjukan bahwa curah hujan dan hari hujan tertinggi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada bulan Oktober hingga Mei. Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Teluk Sampit dengan jumlah penduduk sebanyak 8. 0 0 c.3. penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur hingga tahun 2005 berjumlah 305.4.048 KK. 2006 No Bulan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat curah hujan rata-rata tahunan sebanyak 1. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.3. Tabel 2.583 jiwa.3.182 jiwa dengan 2.602 KK.913 kepala keluarga (KK).20 .3. Data yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Kondisi Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Curah Hujan Hari Hujan (mm) (Hari) 1 Januari 123 4 2 Februari 106 3 3 Maret 169 7 4 April 148 6 5 Mei 489 5 6 Juni 67 2 7 Juli 25 2 8 Agustus 40 3 9 September 36 4 10 Oktober 99 7 11 November 317 13 12 Desember 315 13 Jumlah 1. II . sehingga rata-rata ukuran keluarga (size of family) adalah 4. Demografi Berdasarkan data statistik.934 mm dan rata-rata hari hujan per tahun 69 hari. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk wilayah beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 29 – 33 Celsius.934 69 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.3. Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua sebanyak 38.061 jiwa dan jumlah KK sebanyak 14.

81 3.706 5.4.928 5 M.86 4.13 3.451 4.07 4.5.067 74.289 Jumlah 305.120 9 Cempaga 18.3.034 jiwa per desa.00 4.3.046 3 Pulau Hanaut 29.5 dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya dalah kecamatan Mentawa Baru/Ketapang (170.075 4 Mentaya Hilir Utara 16.269 4.948 9 Cempaga 14.646 jiwa dan 8.182 2.723 6 Baamang 65. 2006 No Kecamatan Ukuran Keluarga (jiwa/KK) 4.14 4.18 4. Baru Ketapang 61.048 3 Pulau Hanaut 18.04 4. Kota Sampit terletak di Kecamatan Mentawa Baru/Ketapang.723 jiwa.17 3.04 4.602 6 Baamang 38. Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru/Ketapang lebih padat yakni sebesar 9.41 2. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur per Kecamatan.539 10 Cempaga Hulu 13.5.844 8 Kota besi 25. Tahun 2005 Rata-rata Penduduk Per km2 Per desa 1 Mentaya Hilir Selatan 65.983 2.02 4.21 .36 942 13 Antang Kalang 8.95 4.684 5 M.583 9.80 8.07 Kepadatan penduduk rata-rata Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 18.3.Profil Daerah Tabel 2.284 10 Cempaga Hulu 11.340 7 Seranau 10.569 4 Mentaya Hilir Utara 11.11 2.308 11 Parengeaan 13.786 2.71 2.034 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.646 7 Seranau 20. Tabel 2.022 12 Mentaya Hulu 28.012 6.3. Data yang lebih rinci mengenai kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada Tabel 2.80 jiwa per km2).044 12 Mentaya Hulu 8.128 2 Teluk Sampit 8.326 6. Baru Ketapang 170.49 2. KecamatanII .272 7.848 3.54 1.99 3.30 1.061 14.49 jiwa/km atau rata-rata 2.72 2.588 6.03 4.913 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.160 13 Antang Kalang 25. 2007 No Kecamatan 2 Dari Tabel 2. Tahun 2005 Jumlah Penduduk Jiwa KK 1 Mentaya Hilir Selatan 20.06 2.746 8 Kota besi 11.63 1.28 9. Rincian Jumlah Penduduk dan Ukuran Keluarga di Kotawaringin Timur per Kecamatan.60 853 Kotawaringin Timur 18.324 11 Parengeaan 24. sehingga dapat dimengerti bila penduduknya lebih padat dibandingkan kecamatan lainnya.588 2 Teluk Sampit 13.

2.067 Sumber: Badan Pusat Statistik Kotawaringin Timur.600 100.276 92.440 8.674 25 – 29 11. Jumlah Penduduk Kotawaringin Timur Menurut Kelompok Umur.528 3.36 jiwa/km2 atau 942 jiwa per desa dan 8.3.7.245 144.356 7.344 15.HPT.6.81 3 Permukiman dan penggunaan lainnya 238. dan yang paling jarang adalah kecamatan Mentaya Hulu dan Antang Kalang masing-masing sebesar 8.704 40 – 44 8.867 3.386 10 – 14 20.534 0.181 55 – 59 2.822 305.938 10.00 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.176 1.633 4. perkebunan.885 45.60 jiwa/km2 atau 853 jiwa per desa.203 48. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Tahun 2005 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0–4 25.501 21.821 3.58 6 Total wilayah Kotawaringin Timur 1.020 20 – 24 14.050 23.88 2 Perkebunan 607.203 2.175 27.429 5. 2006 Sex Ratio 108 107 109 110 110 111 112 114 114 114 117 117 119 117 122 125 111 2.464 1.700 45 – 49 5.253 5–9 23. pertambangan.121 896 2.3.839 2.246 17.693 33.6.649.3.46 5 Jumlah penggunaan 1.683 15 – 19 17.2.314 7.667 75 ke atas 1.268 60 – 64 2.330 40.997 65 – 69 1. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kecamatan lainnya relatif lebih jarang penduduknya.083 35 – 39 9. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.453 20.3.551 30 – 34 10.527.784 1.499 13. Tabel 2.HL) 674.996 29.22 . pemukiman dan penggunaan lainnya yang rinciannya dapat dilihat pada Tabel 2.687 18.7.148 36.871 10.017 Jumlah 160.630 9. Sumber daya alam Tata guna lahan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi empat kawasan yakni kawasan hutan. Struktur penduduk berdasarkan kelompok umur bahwa jumlah laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan dengan ratio sebesar 111.44 4 Pertambangan 7.312 70 – 74 1. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.680 22.327 15.264 14. 2007 No Penggunaan II . Tata Guna Lahan Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. 2007 Luas Areal Ha % 1 Kawasan Hutan (HP.571 50 – 54 3.

Pertanian Lahan Basah 110.151. Pertanian Lahan Kering 160.9 dapat diketahui bahwa potensi tenaga kerja yang sudah diserap lapangan kerja mencapai 135. dan lain-lain.459 Sub jumlah (I) 168.596 Sub jumlah (II) 982.78%) meliputi kawasan budidaya non kehutanan seluas 982.191 ha atau 69. bukan angkatan kerja yakni tenaga kerja yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga atau tenaga kerja penerima pendapatan. 2007 Berdasarkan Tabel 2.403 orang (56. Permukiman dan lainnya (KPPL) 42. Tahun 2007 No I Arah Pemanfaatan Luas Areal Ha % 9.9.67 25. Tenaga kerja ini terdiri dari angkatan kerja yakni angkatan kerja yang mencari kerja. Hutan Lindung 159. Mangrove 6. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.00 Kawasan Lindung a.746 e.3.158 ha (10.8 diketahui bahwa luasan areal yang terdapat pada Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut yang penggunaannya diarahkan adalah seluas 1.Profil Daerah Dari Tabel 2.649.58% dari luas areal wilayah Kotawaringin Timur. Perikanan.19 14. b. Perkebunan 426. Arahan pemanfaatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi 1.71 6.87 0.8. sungai.3.070 d.16 2.3. dan pengangguran sebanyak 9. Berdasarkan Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Kalimantan Tengah Tahun 2006 diketahui jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 241.961 III Jumlah yang diarahkan pemanfaatannya 1.51 10.3. Tata guna lahan ini tidak termasuk danau.7 dapat diketahui bahwa tata guna lahan sudah mencapai 1.158 II Kawasan Budidaya Non Kehutanan a. Dari Tabel 2.961 ha (59.68 0.677 f.527.119 IV Total wilayah Kotawaringin Timur 1.276 ha atau 92.238 c.600 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.119 ha (69.58 59.13%).699 b.59 9.634 b.59%) dan kawasan lindung seluas 168.151.239 orang.490 orang (3.78 100.23 .59 69. Tabel 2. Rincian Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.93%). pertambakan 2.19%). Pertanian 240.78% dari luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.3.151. Sumber daya manusia Tenaga kerja adalah penduduk pada usia kerja yakni pada kelompok umur 10 sampai dengan 64 tahun. Sedangkan tenaga kerja yang tidak menawarkan dirinya untuk bekerja II .

56%).403 b.13 3.9. Tabel 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.3.968 b. 2007 No I Persentase (%) 56.91 3.00 Pencari kerja yang mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja setempat umumnya berpendidikan SLTA/sederajat dan sarjana muda/sarjana. mengurus rumah tangga 40.968 orang (19.490 II Bukan Angkatan Kerja a. Sekolah 46.3.10.346 orang yakni masih sekolah sebanyak 46.008 323 Jumlah 1.91%) dan lainnya sebanyak 8. 2003 Belum Pendaftaran Ditempatkan ditempatkan tahun ini tahun ini tahun lalu SD dan tidak tamat 13 13 SLTP dan setingkat 2 56 48 SLTA dan setingkat 362 1.595 Jumlah 241.56 100.11.3.783 c.24 . Tabel 2.11.47 16. Mengurus Rumah Tangga 40. Sebaran Dominasi Kegiatan Mata Pencaharian Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan Mentaya Hilir Sel Pulau Hanaut Mentaya Hilir utara M.10.098 416 Sarjana muda/sarjana 675 1.175 800 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten kotawaringin Timur.239 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah. 2006 Jenis/tingkat pendidikan Dihapuskan 8 662 456 1.3.3.039 2. Penduduk Kotawaringin Timur Umur 10 tahun ke Atas dan Jenis Kegiatan Utamanya Tahun 2006 Uraian Jumlah (orang) Angkatan Kerja a.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah sebanyak 96.595 orang (3.288 Data tahun 2006 menunjukan bahwa pada struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian didominasi pada kegiatan pertanian tanaman pangan.93 19. Bekerja 135.783 orang (16. Lainnya 8. Lebih jelasnya terdapat pada Tabel 2.126 Sisa/belum ditempatkan tahun ini 2 382 904 1. Baru Ketapang Baamang Kota besi Cempaga Parengeaan Pangan 0 1 4 2 4 7 1 7 Peternakan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 9 0 4 2 0 0 14 0 0 4 8 3 0 10 0 Perikanan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 3 II .47%). Tabel 2. Banyaknya Pencari Kerja Menurut Jenis Pendidikan dan Jenis Penempatan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pengangguran 9.

3. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.0 98.5 80 3 624. nasional berada pada posisi ke 87. Prasarana jalan dan transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.12).Profil Daerah Kecamatan Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 0 0 0 11 4 0 0 1 0 31 26 Pertanian Lainnya 0 0 1 0 0 4 Pangan Peternakan Mentaya Hulu 28 0 Cempaga Hulu 31 0 Antang Kalang 12 0 Seranau 5 0 Teluk Sampit 1 0 Jumlah 103 1 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah relatif tinggi dan berada pada posisi ke 3 (tiga) diantara 14 kabupaten/kota.7 87 0.9 79. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah cukup baik.7 72. nilai IPM Kotawaringin Timur adalah 72.7 98.0 8. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Peringkat secara Kotawaringin Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.12.3.81 3 2. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan II . indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.7 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72.0 8.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kotawaringin Timur 2005 2006 68. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.5 (Tabel 2.25 .12. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Infrastruktur a. Tabel 2.7 622.3.3.3. 2007 Perikanan 0 0 0 0 1 2 Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kotawaringin Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.7 72.

tidak mantap 8.131. Sebaran keberadaan sarana dan prasarana transportasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur. Baru / Ketapang 5 1 0 5 Baamang 3 3 0 6 Kota besi 6 5 1 7 Cempaga 11 1 11 8 Parengeaan 12 7 12 9 Mentaya Hulu 2 28 8 10 Antang Kalang 8 21 10 Jumlah 66 71 42 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan 2007 No Kecamatan Terminal 2 0 0 1 0 0 1 1 1 0 6 Sarana (desa) Dermaga Bandara 2 0 3 0 0 0 1 0 0 1 8 0 4 0 1 0 0 0 0 0 19 1 0 b.33%.13.750 km).391. di mana 3.417 km) dan jalan desa (44.724 m air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur.750 km). Tingkat pelayanan bandara dapat didarati oleh pesawat jenis Cassa 212 dengan kapasitas 19 orang dan Fokker dengan kapasitas 80 orang.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Angkutan antar daerah di dalam wilayah kabupaten melalui angkutan sungai didukung oleh 19 pelabuhan dan dermaga yang tersebar di seluruh wilayah.26 3 3 . angkutan lintas kabupaten dengan fasilitas terminal Patih Rumbih di Kota Sampit dan terminal kecil sebanyak 6 buah.65% dan kritis 5. jalan provinsi (101. Asan yang terletak pada posisi 20 22' LS dan 112 56' BT dengan elevasi 3 meter.59%.13. Untuk lebih jelasnya sebaran sarana prasarana transportasi kebupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2. Angkutan udara terdapat pada bandar udara H.78.3. Prasarana air minum dan listrik Pada tahun 2006 telah didistribusikan sebanyak 3. terdapat kecamatan yang tidak mempunyai kendaraan roda empat yaitu pulau Hanaut. Sebaran Sarana Prasarana Transportasi Kebupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Prasarana Lalu Lintas (desa) Darat Sungai Logistik 1 Mentaya Hilir Selatan 12 0 0 2 Pulau Hanaut 4 2 0 3 Mentaya Hilir Utara 3 3 0 4 M.02% 76.707 m melalui sambungan induk sebesar rata-rata II .300 km). diikuti oleh prasarana darat sebanyak 66.856 km).16. Angkutan darat terdiri dari angkutan yang berpusat di Kota Sampit.648. jalan perkotaan (123. jalan kabupaten (1.37% .3. Kondisi jalan yang ada bervariasi yaitu kondisi mantap berkisar 15. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari jalan nasional (298. Tabel 2.03% . Sarana transportasi terbanyak adalah melalui sarana sungai sebanyak 77.

699 486 18.Profil Daerah 61.477.649 1. II . Tabel 2.614 39.309.036 54.742 KWH. dapat dihitung bahwa baru 48.7 7 Kuala Kuayan 5.7 6 Parengeaan 5. c.4 12 Panda Hara 2.146 pelanggan.27 .444 m3. Cangkupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.6 14 Kareng Pangi 2.265.434 3.0 5 Pundu 3.045 1.1% yang terlayani oleh PLN.580 40. Untuk lebih jelasnya mengenai cangkupan pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.14.0 15 Bagendang 2.500 19.7 10 Samuda 18.541 1. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan listrik adalah 36. PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur.267 45.3 3 Kota besi 6.284 9. yang dapat tersambung dengan jaringan internet.0 4 Cempaka Mulia 3. Dari total distribusi yang disalurkan 3.724 54. Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2006 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66. sejumlah 119.912 jiwa atau baru 18. Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 8.7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10.272 36.042 2.450 1.791 414 14.8 11 Kuala Pembuang 13.104 6.231 m disalurkan ke pelanggan badan sosial.006 sambungan.998 10.846 684 24.3.307 984 19.800 sambungan telepon yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur. yang disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 13.868 m3 disalurkan ke 171 pelanggan kantor pemerintahan dan 86. sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 14.912 28.548 dan pemakaian listrik terjual 79.563 66.0 9 Tumbang Samba 9.0 2 Pelangsian 17.077m . Dilihat dari jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur.14.605 2. 2007 No Unit kerja Pelayanan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan tenaga diesel.8 Jumlah 184.868 m3 per hari. Cangkupan Pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Penduduk Cangkupan Pelayanan (jiwa) (jiwa) % 1 Sampit 83.7 Sumber: Corporate Plan 2001-2006.0 13 Mentaya Sebrang 4.180 33.073 1. Prasarana komunikasi dan penginapan Telekomunikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur telah dilakukan dengan jaringan telepon PTSN maupun telepon seluler.413 1.3.492 sambungan.052 31.0 8 Kasongan 6. ke 3 3 pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 285 pelanggan sebesar 128.401 2.

28 . 2007 No Kecamatan d.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keberadaan komunikasi terdiri dari 1 buah warnet dan 86 wartel sedangkan fasilitas pariwisata terdiri dari 61 penginapan dengan 855 kamar dan 1.16. Tidur 1 Mentaya Hilir Selatan 0 5 0 0 0 2 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 3 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 4 Mentaya Hilir Utara 0 2 0 0 0 5 M.467 buah tempat tidur. Baru /Ketapang 18 41 0 14 6 6 Baamang 7 22 1 5 3 7 Seranau 2 8 0 1 0 8 Kota besi 3 33 0 8 0 9 Cempaga 1 21 0 5 1 10 Cempaga Hulu 1 19 0 2 0 11 Parengeaan 7 30 0 4 1 12 Mentaya Hulu 3 42 0 6 1 13 Antang Kalang 2 35 0 2 0 Jumlah 55 317 1 56 13 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Sebaran Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur 2006 No Kecamatan TK SD SDLB SLTP SLTA 1 Mentaya Hilir Selatan 4 23 0 5 1 2 Teluk Sampit 0 7 0 0 0 3 Pulau Hanaut 5 25 0 3 0 4 Mentaya Hilir Utara 2 11 0 1 0 5 M.3.15.3. Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas komunikasi dan pariwisata dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2.467 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Prasarana pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2006 berjumlah 772 dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) dan pesantren.15. Tabel 2. Baru /Ketapang 1 40 44 554 923 6 Baamang 0 31 10 222 398 7 Seranau 0 0 0 0 0 8 Kota besi 0 2 0 0 0 9 Cempaga 0 2 0 0 0 10 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 11 Parengeaan 0 4 6 60 117 12 Mentaya Hulu 0 0 1 19 29 13 Antang Kalang 0 0 0 0 0 Jumlah 1 86 61 855 1. Sebaran Fasilitas Komunikasi dan Penginapan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Komunikasi Penginapan (buah) Warnet Wartel Hotel Kamar T.16. 2007 SMK 0 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 6 PT 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 Pesantren 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 II .3.3.

17 unit Puskesmas.29 .3. 27 TPD.142 3. SLTA 11 15 2.3) (5.18.125 -SMK 4 9 2.470 36. apotek yang terdapat di 6 desa dan toko obat di 19 desa.951 Jumlah 232 202** 33.3. 2007 II . SLTP 35 33 7. 2005 Sekolah Guru (orang) 1995 2005 * * 972 769 428 476 223 290 204 1. 221 Posyandu. T K 32 * * * 2.17. perkembangan jumlah sekolah.739 Peningkatan jumlah sekoah (%) (3.549 23. 94 poliklinik desa (polindes).7) 36. Prasarana kesehatan Keberadaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 1 (satu) unit Rumah Sakit Umum (RSU).576 4. Baru 1 3 9 12 11 /Ketapang Baamang 0 2 4 3 5 Seranau 0 0 4 0 0 Kota besi 0 1 11 1 0 Cempaga 0 2 6 2 1 Cempaga Hulu 0 1 3 1 0 Parengeaan 0 2 9 2 15 Mentaya Hulu 0 1 7 1 14 Antang Kalang 0 2 15 2 15 Jumlah 1 17 92 27 62 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.18. guru dan murid tahun pada tahun 2005 dibandingkan tahun 1995 dan tahun 2005. S D 150 145 23. Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan RSU Puskesmas PP TPD Fasilitas Kesehatan TPB Posyandu Polides 14 0 15 8 32 13 17 16 12 4 17 35 38 221 7 2 8 7 5 5 0 11 13 0 13 13 10 94 Apotik 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Toko Obat 5 0 0 1 10 1 0 0 0 0 1 1 0 19 Mentaya Hilir 0 1 4 1 1 Selatan Teluk Sampit 0 0 4 0 0 Pulau Hanaut 0 1 10 1 0 Mentaya Hilir 0 1 6 1 0 Utara M.6 125 e. Tabel 2.623 1.Profil Daerah Menurut Bappeda (2005).399 4. dapat dilihat pada Tabel 2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 1995 dan Tahun 2005 Jumlah Sekolah Murid (unit) (siswa) 1995 2005 1995 2005 1. Tabel 2.17 Jumlah Sekolah.3.794 * data tidak tersedia **belum termasuk jumlah TK Sumber : Bappeda Kotawaringin Timur. Sebaran fasilitas kesehatan dapat dilhat pada Tabel 2.3.522 6.

86% dari luas kabupaten) kemudian Kecamatan Kapuas Hulu dengan luas 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.44 11 Kapuas Tengah 1.596.4.00 3. dan kawasan non pasang surut umumnya di bagian utara yang memiliki potensi lahan perkebunan karet rakyat dan perkebunan besar swasta. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu dari 14 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Kuala Kapuas.00 3.596. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kabupaten Gunung Mas : Laut Jawa : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan) : Kabupaten Pulang Pisau 2 Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.35 3 Selat 394.61 6 Pulau Petak 135.4. KABUPATEN KAPUAS 2. Kabupaten Kapuas meliputi 12 kecamatan dengan luas setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.1.833.37 5 Kapuas Hilir 91.77% dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.00 km 2 (40.1.00 2.00 km2 (13.00 0.00 km2 (17.016.00 100.00 0.44%) serta Kecamatan II .90 7 Kapuas Murung 491.27 8 Kapuas Barat 480.85 2 Kapuas Timur 202.128.00 Sumber : Kapuas Dalam Angka.016.4.1.999 km atau 9.00 17. Kabupaten Kapuas terbagi dalam dua kawasan besar yaitu kawasan pasang surut.31%) dan Kecamatan Timpah seluas 2.00 12.999.00 40.30 .128.00 13.00 1.86 10 Timpah 2. Kondisi Geografi dan Demografi a.31 Jumlah 14. umumnya di bagian selatan sebagai daerah potensi pertanian tanaman pangan.63 4 Basarang 206. Tabel 2.00 2.22 12 Kapuas Hulu 2. 2007 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 14 7 16 13 8 8 14 9 14 9 19 17 148 Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Mantangai dengan luas 6. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas 2007 Luas km2 Persentase 1 Kapuas Kuala 427.00 1.4.20 9 Mantangai 6.

Curah hujan setiap tahun berkisar antara 116-973.5 km.900 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m diatas permukaan laut. diantaranya: 1).000 ha. Selain sungai di Kabupaten Kapuas terdapat 4 buah anjir/kanal yaitu: Anjir Serapat sepanjang 28 km.85 km. Anjir Kalampan sepanjang 14. Kabupaten Kapuas memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 21 C sampai 23 C dan temperatur maksimum sampai 36 C. Daerah pantai pesisir sepanjang 189. rawa dan beberapa sungai besar dan kanal (anjir). Lahan non sawah meliputi rawa. Kapuas memiliki wilayah perairan yang meliputi danau. Anjir Basarang sepanjang 24 km dan Anjir Tamban sepanjang 25 km. kebun. Pada tahun 2007 Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari.Profil Daerah Kapuas Tengah seluas 1. dan hutan produksi sekitar 879.900 ha. Sungai Kapuas Murung. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Kapuas yaitu dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 diatas permukaan laut dengan kemiringan 8 -15 derajat. dan 3). serta kolam dan tambak. b. Anjir-anjir tersebut menghubungkan beberapa Wilayah perairan dan sungai yang masuk wilayah kapuas O O O wilayah di Kabupaten Kapuas serta wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. c. dengan panjang 66.833 km2 (12.61%).499. sedangkan bulan kering/kemarau terjadi pada Juli sampai Oktober.00 km2 (0. Areal hutan di Kabupaten Kapuas sebagian besar berupa hutan gambut dan sebagian diantaranya berupa lahan eks proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan II . lahan kebun dan lainnya 340. Pemanfaatan lahan terdiri dari lahan pertanian seluas 280. 2).000 ha. ladang/tegalan. Pada bagian selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian diantara 0 -5 m dari permukaan laut dengan elevasi 0 – 8% dan dipengaruhi oleh pasang surut.38 km. Pemanfaatan lahan pertanian meliputi lahan persawahan yang sebagian besar berupa lahan pasang surut dan tadah hujan. pemukiman.22%) sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kapuas Hilir dengan luas 91.0 mm. Selain perbukitan juga terdapat daerah pegunungan dengan kemiringan 15 – 25 derajat.31 . lahan pertambangan. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan dengan sumber daya air yang cukup banyak menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Sungai Kapuas dengan panjang 600 km.

32 .64%) sebagai ibukota kabupaten. terdiri dari penduduk laki-laki 171.067 19.513 Jumlah 32.256 10.451 9 Mantangai 9. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101. serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.773 13.206 45. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kapuas Kuala 10.732 6 Pulau Petak 4.334 9.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pemerintah pada tahun 1995. Tabel 2.583 jiwa. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija.275 3.726 45.528 9.844 22. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata 22. diatas terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kabupaten Kapuas belum merata.4.409 2 Kapuas Timur 5.856 23.208 18. d. diikuti Kecamatan Kapuas Murung (13. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya.070 jiwa atau 50.53% dan penduduk perempuan 167.03%).2.236 90.549 19.575 338.002 Sumber: Kapuas Dalam angka.2.811 9.077 4.730 3 Selat 23. II .979 4 Basarang 4.087 6. 2 Kecamatan terpadat penduduknya adalah 2 2 Kecamatan Selat dengan rata-rata 229 jiwa per km dan penduduk paling sedikit terdapat di Kecamatan Timpah dengan kepadatan 4 jiwa per km .686 6.671 11.330 11 Kapuas Tengah 4.532 10 Timpah 2.352 8. sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.513 jiwa atau 49. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kabupaten atau di ibukota kecamatan.47% dengan sex ratio 102.586 9.57 jiwa per km .657 12. serta Kapuas Kuala (9.875 8.114 18.396 6.35%). Sebaran penduduk banyak terdapat di Kecamatan Selat (26.199 Jumlah 89.109 167. dan Kecamatan Mantagai (11.733 9.4.185 12.663 37.622 9.583 Berdasarkan Tabel 2.12%. 2007 No Kecamatan Laki-laki 16.766 7 Kapuas Murung 12. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas tahun 2007 sebanyak 338.070 Penduduk Perempuan 16.70%).882 22.209 17.466 171.200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan.702 12 Kapuas Hulu 2.377 8 Kapuas Barat 4.261 19.795 5 Kapuas Hilir 3.030 44.261 6.

04 ha yang meliputi perairan sungai 151. baik peternakan besar. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).04 ha. Selain sumber daya alam tersebut diatas. granit. koalin. zircon dan batu gamping.000 ha. Sumber daya alam Kabupaten Kapuas memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.2.000 ha dan luas potensi perkebunan 340. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).415 ha dan hutan produksi 505. Kabupaten Kapuas memiliki potensi sumber daya tambang yang besar. mika.720 ha. intan 3. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.5 juta m dan emas 2. kecil maupun unggas. sumber daya dibidang kehutan. Luas areal pertanian sekitar 280. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat II . andesit. Sedangkan potensi gambut diperkirakan sebanyak 16.88%) wilayah hutan produksi dan produksi terbatas sudah diusahakan dan untuk itu perlu kerja keras dalam rangka melestarikan sumber daya hutan ini. Kabupaten kapuas memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan. Adapun sumber daya hutan Kabupaten Kapuas berdasarkan RTRW Kabupaten Kapuas tahun 2005 memiliki luas wilayah hutan 891. pertanian dan perkebunan.362. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.5 juta ton. dan perikanan laut sekitar 25.202 ha.Profil Daerah 2.780. Kabupaten Kapuas kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan.394 ha dan selebihnya berupa hutan produksi terbatas 380.4. Sebagian besar (97. rawa dan laut. b.33 . Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kapuas perlu melakukan penataan pembangunan dan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. 3 Berdasarkan data tahun 2005 Kabupaten Kapuas 3 memiliki potensi cadangan batubara sekitar 210 juta ton. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Dari luasan tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 5. Dibidang perikanan Kabupaten Kapuas memiliki sumber daya perairan dengan luas perairan mencapai 333. rawa 156.600 ha. Hal ini karena wilayahnya berupa hamparan yang luas dan kaya dengan hijauan sebaga sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan.011 ha.1 juta m serta berbagai bahan galian golongan C seperti pasir kuarsa. danau 98 ha. Beberapa potensi sumber daya alam di Kabupaten Kapuas meliputi sumber daya alam tambang.

3 5 Gunung Mas 71.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Angka partisipasi sekolah II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.4 72.1 9 Murung Raya 71. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.5 4 Barito Selatan 71.9 70. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.6 8 Barito Timur 70. berada pada posisi ke 6 (enam) diantara 14 kabupaten/kota. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).9 73.9 71.5 71.3). Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.4.4 70.7 72.8 3 Kotawaringin Timur 72.3 72. Nilai IPM Kabupaten Kapuas termasuk kategori sedang.5 6 Kapuas 71.2 13 Sukamara 70.9 12 Lamandau 70.4. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.6 71.34 .3 11 Seruyan 70.2 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.0 2 Barito Utara 72. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. nilai IPM Kabupaten Kapuas adalah 72.6 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah IPM 2005 1 Palangka Raya 77.0 10 Katingan 71.4 69.3.3 Kalimantan Tengah 71. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .1 73.0 14 Pulang Pisau 69.4. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.4.8 7 Kotawaringin Barat 71. Tabel 2.8 (Tabel 2. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM.2 71.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota 2006 77.9 72.

4. Tabel 2.05%) dalam keadaan baik.85 km jalan kabupaten tersebut sebagian besar (64. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Kapuas masih berupa tanah.0 7 627.3 70.4. atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kapuas sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.35 . 2.85 km. jalan provinsi 463.6 72. Panjang jalan di Kabupaten Kapuas pada tahun 2007 adalah 2. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibukota kecamatan.6 6 Perkembangan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 menunjukkan sedikit peningkatan.7 624.0 1.8 98.98 km (17.3.Profil Daerah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu. Prasarana Transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.9 94.4.102. Rata-rata lama sekolah 7. sebagai prasaran transportasi yang penting lainnya di Kabupaten Kapuas adalah prasarna transportasi air. II . sepanjang 298.10 km yang terdiri dari jalan negara 459. Dari sepanjang 1.43%) atau 1. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 206.9 km.710.35 km dan jalan kabupaten sepanjang 1.98 km dalam keadaan rusak.710.48%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 308. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kapuas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Infrastruktur a.3 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Kapuas 2005 2006 70.3 93.3 7.3 7.2 105.89 km (18.634.9 71.42 km. Selain prasarna jalan.

718 paket penerimaan.663 pelanggan. Di Kabupaten Kapuas terdapat 8 unit kantor pos yang tersebar di delapan kecamatan serta ditambah dengan 4 unit rumah pos. 2.985. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. II .950 pelanggan.051.17% dibanding tahun 2006 sebanyak 2.152 unit.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.948 Kwh.26% dibanding tahun 2006 sebanyak 2. 76 kotak pos dan 13 unit bis surat. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Kapuas bersumber dari sungai yang diolah dan dikelola oleh 10 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kapuas. serta perusahaan dan pertokoan 251. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 10. long boat.938 m . tongkang dan tiong.936 Kwh atau meningkat 4. speed boat. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kapuas. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. instansi pemerintah 164. c. Jumlah pelayanan surat pos yang terjadi di seluruh kantor pos pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 202. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang dialirkan yang bersumber dari 21 unit pembangkit tenaga diesel sebanyak 2. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebanyak 11.750 m 3 Banyaknya air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 3 meningkat 12. b.301. sarana umum 95 dan badan sosial dan rumahsakit 82 pelanggan.825 pelanggan.36 . Jumlah pelanggan selama tahun 2007 tercatat sebanyak 41.255 pelanggan atau mengalami peningkatan 3% dibanding tahun 2006 sebanyak 10. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2007 masing-masing adalah 48. kelotok.863.056 buah paket pengiriman dan 11. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kapuas dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Kuala Kapuas.248 pelanggan. Alat transportasi sungai yang ada di Kabupaten Kapuas meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal. 2 unit pos kelingling. dengan kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga R1 mencapai 36.

II .6. T K 102 2936 272 102 2. S D 384 118 54. serta ditambah puskesmas pembantu di setiap UPT transmigrasi yang ada di kabupaten Kapuas.STAI 1 749 71 1 Jumlah 452 276 68. STAI= Sekolah Tinggi Agama Islam) Sekolah e. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas tahun 2007 terdiri dari 35 orang dokter umum. SMU 16 15 7.Profil Daerah d.363 3.STIE 1 342 35 1 .771 666 419 91 4. Jumlah Sekolah. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Guru Jumlah Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah 1. 4 dokter spesialis. SLTP 52 39 7. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 23 unit.024 2. 2007 (STIE= Sekolah Tiggi Ilmu Ekonomi. Tabel 2. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas terdapat 1 rumah sakit umum. dan polindes 25 unit. seperti dapat dilihat pada tabel 2.4.510 878 502 3. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 91 unit SMP terdiri 52 SMP Negeri dan 39 SMP Swasta. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kapuas sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.265 545 159 31 5.4.PT: . dan Perguruan Tinggi 2 unit dengan jumlah mahasiswa 1.457 13.199 5.37 . Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kecamatan.680 25. 13 dokter gigi.5.834 728 Sumber : Kabupaten Kapuas Dalam Angka.300 2. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 31 unit. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 2. 214 bidan dan 233 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 502 unit. puskesmas pembantu 39 unit.936 orang.721 1. Sekolah TK di Kabupaten Kapuas sebanyak 103 unit yang tersebar di 12 kecamatan.091 orang. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.

: Kabupaten Kapuas. Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) mempunyai luas wilayah 12. : Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. sehingga posisi dan perbatasan mengalami perubahan sebagai berikut : • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. Setelah pemekaran pada tahun 2002 luas II . : Kabupaten Barito Timur.6.1. Berdasarkan Undang-undang Nomor 05 tahun 2002 Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak membujur atau memanjang sepanjang sungai Barito dengan letak 1 20‘ Lintang Utara – 2 35 ‘ Lintang Selatan dan 114 – 115 Bujur Timur. Kondisi Geografi dan Demografi a. Kabupaten Kapuas Dalam Angka 2007/2008 Kecamatan Puskesmas Paramedis Perawat Bidan 17 10 10 6 55 37 10 15 9 13 11 15 46 29 13 5 21 25 10 9 9 14 6 6 217 184 2. : Kabupaten Kapuas.4. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) dengan batas wilayah: • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. KABUPATEN BARITO SELATAN 2. : Kalimantan Selatan.5.664 km2 terdiri dari 12 Kecamatan. : Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.5. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 No Tenaga Dokter Umum Gigi 1 Kapuas Kuala 2 2 1 2 Kapuas Timur 1 1 1 3 Selat 6 8 2 4 Basarang 1 1 0 5 Kapuas Hilir 1 1 1 6 Pulau Petak 1 1 0 7 Kapuas Murung 4 4 2 8 Kapuas Barat 1 1 0 9 Mantangai 31 3 1 10 Timpah 1 1 1 11 Kapuas Tengah 1 2 1 12 Kapuas Hulu 1 1 1 Jumlah 51 26 11 Sumber : BPS.38 0 0 0 0 .

1. Topografi dan iklim Kabupaten Barito Selatan terletak di garis Khatulistiwa. b.578 jiwa laki-laki dan 60. yaitu iklim yang memiliki 1-2 bulan kemarau dalam setahun.196 1.417 16. Pada Tahun 2006 jumlah Penduduk Barito Selatan menjadi 122.929 jiwa yang terdiri dari 62. Tabel 2. kawasan konservasi.099 1.50 C (bulan Oktober) dan suhu minimum 24. Luas wilayah Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Barito Selatan setelah Pemekaran (2004) No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gn.54 21.470 15. Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah aliran sungai II .39 12.5.830 % luas 8. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat beraneka ragam.02 23.933 8. termasuk daerah hujan tipe B.5.310 jiwa dengan kerapatan penduduk rata-rata 14 jiwa/km2. c.00 Jumlah penduduk 11.89 100. Bintang Awai Jumlah Luas Wilayah ( km2 ) 708 2. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Barto Selatan Tahun 2004 sebanyak 121. serta kawasan pemukiman dan wilayah pengembangan.Profil Daerah wilayah menjadi 8. 7 kelurahan dan 83 desa termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Suku Terasing (PMST).730 16.39 2 . Temperatur rata-rata antara 25 – 27 C.310 Kepadatan (jiwa/km2) 16 8 15 25 14 8 14 2.351 perempuan.2.71 13. Rata-rata hujan tiap tahun 2.065 1. kawasan hutan produksi. dengan suhu maksimum 27.133 45.45 20. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 12.461 121. Jumlah penduduk dan kerapatan penduduk Barito Selatan menurut kecamatannya dapat dilihat sebagai berikut.830 km2 terdiri dari 6 Kecamatan. kawasan pengembangan hutan rakyat.665 mm dengan 107 hari hujan. Sumber daya alam Kabupaten Barito Selatan dengan luas 8. Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sumber daya pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan. O O O d.829 1.50 C (bulan Juli).664 km2 terdiri dari kawasan hutan.830 km .099 16.

4 97 3.80 4 II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Barito. dan batu bara. Mata kucing.2. menyimpan potensi yang sangat besar di sektor perikanan.3 (Tabel 2.5 72. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.5. kaolin. Potensi tambang wilayahini diantaranya minyak bumi dan potensi bahan galian seperti pasir kuarsa.0 8. danau dan rawa yang tersebar di seluruh kecamatan.5.3 125 6 625.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Tabel 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Selatan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.2. nilai IPM Kabupaten Barito Selatan adalah 72.9 98. nilai IPM Kabupaten Barito Utara berada pada posisi ke 4 (empat) diantara 14 kabupaten/kota.3 97. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Bulan.0 8. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 . granit.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67. Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.40 . tanah liat. Bintang. b.0 71. Potensi kekayaan tambang wilayah ini juga masih banyak tersimpan dan menunggu waktu dapat dimanfaatkan. Kabupaten Barito Selatan memiliki bentangan hutan alam yang luas dan kaya berbagai macam ragam jenis pohon dan hasil hutan ikutan lainnya yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi.5 68. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.4. Di Barito Selatan juga terdapat ekosistem air hitam yang konon hanya ada dua (2) saja di seluruh dunia. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 97 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 125. kawasan ini sangat cocok untuk studi / penelitian dan obyek wisata. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. serta berbagai jenis anggrek juga tumbuh subur seperti : Anggrek hitam. Coklat.5 620. Tebu.2). hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. Pensil dan lain-lain. Dengan potensi sungai.

Terminal Anjir Pasar.3 km (54. Dari sebanyak 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Barito Selatan. bus air dan motor boat.69 km (43.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. 33 miliar. dan Terminal Tabukan. Terminal Handil Bakti. guna memperlancar arus transportasi.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Pada tahun 2002.5. serta tersedia 81 Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan.35%). Hingga tahun 2004 telah beroperasi juga berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL.088 unit/ rumah atau meningkat 18. dan masih terdapat jalan rusak sepanjang 256.3. c.Profil Daerah 2. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Marabahan. Dalam dua tahun terakhir jalan menuju dan dalam kota Marabahan telah menggunakan bahan aspal hotmix. Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat) sehingga penduduk di wilayah ini sudah dapat menggunakan telpon seluler.598 unit). Prasarana transportasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang 592. speed boat. Saait ini f asilatas telepon Flexi dari II . Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. Infrastruktur a. sebagian besar ruas jalan yang rusak mencapai 324.61 km (11. Pada tahun 2004 telah dilakukan perbaikan sepanjang 67. Transportasi di Barito Selatan terdiri dari transportasi darat dan sungai. perbaikan dan peningkatan beberapa jembatan kayu ulin menjadi konstruksi beton telah dibangun dengan penambahan siring beton sepanjang 200 m dengan biaya sebesar Rp.707 unit/rumah. sedangkan transportasi sungai berupa klotok.8%). Prasarana listrik dan air minum Pada tahun 2004 prasarana listrik hampir menjangkau sebagian besar wilayah Barito Selatan.2 km dari tahun ke tahun. Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. meningkat 11. Transportasi darat berupa mobil angkutan.4%) dengan biaya Rp.507 unit. 14 miliar. b.41 . Prasarana komunikasi Sarana komunikasi di Kabupaten Barito Selatan sebelum tahn 2003 masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel dan kantor pos. Di samping itu.

838 3. Spesialis dan Paramedis. e.423 1.5. T K 2. yaitu RSUD Marabahan tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.000 km. Posyandu. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Barito Selatan sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA (Tabel 2.5.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006 Sekolah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 2 38 171 12 23 19 7 10 Murid Negeri Swasta 180 1.42 .680 25. S D 3. Jumlah Sekolah. f. dan Bidan Teladan dan Dokter Teladan Se-Kalsel. Prestasi bidang kesehatan yang telah diraih dalam tahun 2003 antara lain: • • • Juara II Dinas Kesehatan Berprestasi. Prasarana kesehatan Kabupaten Barito Selatan memiliki fasilitas rumah sakit. SLTP 4. SMU/K 5. 2007 Sekolah TK di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 unit yang tersebar di seluruh kecamatan. Juara I Balita Sehat Indonesia. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. pemerintah Kabupaten Barsel telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer.462 4.383 orang. dengan jumlah murid tahun 2006 sebanyak 1. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 183 unit.721 551 1.7 miliar. 25.3. 6.3)..834 Jumlah Sekolah 40 183 42 17 282 728 1. Tenaga Medis.572 1.376 3. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 17 unit dengan jumlah siswa 1.849 orang. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4.65 km dengan total biaya Rp.107 1. II . Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 42 unit SMP terdiri 23 SMP Negeri dan 19 SMP Swasta.363 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka.319 116 312 165 195 63 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.603 246 Guru Negeri Swasta 12 207 1. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. Tabel 2. PT: Total 203 79 15.203 10.248 Jumlah 452 276 68.

2. Teweh Timur. dengan ibukotanya di Puruk Cahu. menyesuaikan dengan keberaan UU No. yaitu: BPD Cabang Marabahan. Selanjutnya.000 km2. Kabupaten Barito Utara terletak pada posisi geografis 114 27’ 00” – 115 49’ 00” BT dan 0 58’ 30” LU – 1 26’ 00” LS dengan batas-batas wilayah: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur. maka sejak tahun 1982 Kabupaten Administrastif Murung Raya diubah statusnya menjadi Kantor Pembantu Bupati Wilayah Murung Raya dengan ibukota tetap di Puruk Cahu. yakni mencakup wilayah seluas 32.5 Tahun 1974. terluas ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. KABUPATEN BARITO UTARA 2. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Muara Teweh ditetapkan berdasarkan UU No.17/15/3. Seiring perkembangan wilayah. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Selatan beroperasi tiga bank. melalui SK Mendagri tanggal 29 Juni 1950 No.43 O O O O . Gunung Timang. Kondisi Geografi dan Demografi a. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya.300 km2.6. Kecamatan Teweh Tengah. : Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. dan : Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas. Teweh Timur dan Gunung Purei. BRI Cabang Marabahan. II . Montallat. Setelah adanya pemekaran Kabupaten pada Tahun 2002. Gunung Purei dan Lahei dengan 10 Kelurahan dan 93 Desa.22 Tahun 1946.Profil Daerah g.1. BNI 46 Cabang Marabahan. Sumber Barito. maka Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah ± 8. Gunung Timang. yaitu wilayah Pembantu Bupati yaitu Kecamatan Murung. Wilayah Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya menjadi Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu. Awalnya.6. Pada saat itu wilayah Kabupaten Barito Utara masih sangat luas. : Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan. khususnya dalam kaitan perkembangan pemerintahan dan pembangunan. wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai daerah otonom membawahi wilayah kabupaten administrasi Murung Raya. dengan 6 Kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah. Laung Tuhup. Lahei.0. Montallat. wilayah Kabupaten Barito Utara mencakup 1 (satu) wilayah Pembantu Bupati dan 11 (sebelas) Kecamatan. Tanah Siang. Permata Intan. tentang Pokokpokok Pemerintahan Daerah.

000 m/tahun dibagian utara. Yang dipengaruhi oleh musim.000 mm/tahun dibagian selatan menjadi lebih dari 4.506 ha. : 69. Lahan dan penggunaannya Luas Kawasan Kabupaten Barito Utara berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003 adalah 830.500 mm pertahun.0%.000 – 3. Menurut peta curah hujan Provinsi Kalimantan Tengah. yaitu musim hujan dan musim kemarau.44 .000 ha. dan : 133 ha.22% dan penduduk perempuan 56. Demografi Jumlah penduduk sampai dengan Januari 2007 adalah 114.506 ha. : 186. Topografi dan iklim Iklim di Kabupaten Barito Utara termasuk iklim tropis yang lembab dan panas.787 ha. Berdasarkan data dan peta curah hujan Kabupaten Barito Utara dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu sebagai berikut: • • Wilayah dengan curah hujan antara 3.605 ha.500 – 3.78% atau dengan sex ratio 105. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Utara rata-rata kerapatan 14 jiwa per km . Penduduk di Kabupaten Barito Utara tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 58. 2 II .903 jiwa dengan dengan laju pertumbuhan 1. Keadaan temperatur udara rata-rata maksimum lebih kurang 35 C dan minimum kurang lebih 20 C dengan kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun. : 6. d. : 159. dan Wilayah dengan curah hujan antara 2.08% per tahun.050 jiwa atau 48.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. Luas Kawasan hutan dapat dirinci sebagai berikut : (1) Hutan Produksi (2) Hutan Lindung (3) Cagar Alam (4) Kawasan Pengembangan Produksi (5) Hutan Produksi Terbatas (6) Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (7) Lokasi Transmigrasi : 316.000 Ha. Wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai curah hujan yang tertinggi diantara kabupaten-kabupaten lainnya.850 Ha. sedangkan menurut RTRW Kabupaten Barito Utara Tahun 2004 / RTRWP Tahun 1999 luas potensi hutan seluas 485.792 ha.000 mm pertahun O O c. yaitu dari 3. : 91.853 jiwa atau 51.

Untuk mendukung pengembangan pertanian. Kabupaten Barito Utara memiliki Luas perairan umum (Perairan air Tawar) 4. meskipun bila dilihat secara nasional masih perlu lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. Selebihnya masih merupakan sawah tadah hujan. wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi yang cukup baik bagi pengembangan usaha pertanian tanaman pangan dan holtikultura.6.6..1). nilai IPM Kabupaten Barito Utara termasuk tinggi berada pada posisi ke 2 (dua) diantara 14 kabupaten/kota.2.928 Ha. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. Hanya areal sawah di daerah ini yang menggunakan sarana irigasi (semi teknis). Sumber daya alam di Kabupaten Barito Utara adalah meliputi sumberdaya lahan pertanian dan perkebunan.1. rawa dan laut. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.8 (Tabel 2. Sumber daya alam Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. sumber daya dibidang kehutan. II . serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. tambang. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.45 . Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. pemerintah Kabupaten Barito Utara telah membangun dua unit DAM kecil di daerah Trinsing dan Trahean Kecamatan Teweh Tengah. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. nilai IPM Kabupaten Barito Utara adalah 73.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72. b. Danau. Berdasarkan kondisi fisik. Rawa.Profil Daerah 2. Waduk dan Air Genangan. terdiri dari perairan Sungai.6.

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.3 71. serta mendukung pengembangan potensi daerah dalam bentuk sekolah kejuruan.4 98. dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. Indikatornya antara lain: II . Beberapa diantaranya saat ini tengah mengikuti program pendidikan S-2 di luar negeri.9 61 4.1. Universitas Palangka Raya.252 orang. Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.2 72.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 71.17 2 Keberhasilan pembangunan SDM di wilayah ini dapat pula dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja di wilayah ini. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. peningkatan mutu pendidikan.46 .0 616. Komite Sekolah dan lembaga sosial lainnya guna membantu anak usia sekolah dari kalangan kurang mampu.6. SD 6% dan tidak tamat SD 7%. Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong perkembangan aktivitas pendidikan adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan.8 77 2 622.0 98.5 8. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Utara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Pembangunan SDM juga dilakukan melalui peningkatan pembangunan bidang kesehatan. keterampilan dan kesehatan. S-1 dan Program Pascasarjana. Orientasi pendidikan juga diarahkan agar memenuhi standar akreditasi pemerintah serta responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan bursa tenaga kerja.4 7. Selebihnya adalah SLTP 6%. Beberapa kebijakan dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang telah ditempuh antara lain pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. Pengembangan SDM di kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. Peran serta ini antara lain dengan mendorong peran aktif lembaga GN-OTA.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.1 73. Tingkat pendidikan pencari kerja sebagian besar adalah Sarjana Diploma dan Sarjana Strata-1 sebesar 44% dan lulusan SLTA sebesar 37%. peningkatan relevansi pendidikan. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai pencari kerja tahun 2006 adalah 2.

• Peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.2. II . Jalan Negara yang melewati Kabupaten Barito Utara adalah merupakan jalur jalan antar provinsi yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (dari Banjarmasin) ke arah Ampah-Kandui-Muara Teweh. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.3.47 . Transportasi sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan penting.6.00 3.2. Panjang dan kondisi jalan berdasarkan status di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 No Kondisi Sedang Rusak (km) (km) 1 Jalan Negara 213. Montallat.569.47 205. Prasarana transportasi Jaringan jalan darat di Kabupaten Barito Utara menurut statusnya terbagi atas jalan negara.130.50 2 Jalan Provinsi 14. baik untuk pengangkutan orang ataupun barang ke dan dari daerah pedalaman. Di musim hujan kondisi jalan sangat licin dan hampir tidak bisa dilewati pada tempat-tempat tertentu yang terjal dan pada musim kemarau dibatasi oleh debu yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat.47 Pada jalan HPH sebagian jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan pihak perusahaan. khususnya pada daerah yang berbasis utama pada daerah aliran Sungai Barito dan anak sungainya.85 792.88 104. transportasi sungai merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan.60 63.20 244. tersedia Dermaga apung pada ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan.40 77. dan • Peningkatan produktivitas kerja.46 3. kabupaten. Untuk melayani fasilitas kapal-kapal sungai tersebut. 2007 Status Jalan Baik (km) Rusak Berat (km) 64.08 5 Jalan HPH .40 3 Jalan Kabupaten 86. • Penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan.68 295. Tabel 2.6. desa dan jalan HPH. Infrastruktur a.Profil Daerah • Peningkatan usia harapan hidup.95 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. tetapi jalur ini sangat tergantung keadaan alam.93 249. khususnya kota Muara Teweh. 2. Transportasi melalui Jalan Darat (melalui jalan Negara) arah selatan menuju Banjarmasin dengan jarak ± 425 km ditempuh rata-rata 8 – 10 jam perjalanan.58 229.04 Jumlah 123.97 4 Jalan Desa 36. provinsi.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tumpung Laung dan Muara Lahei.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Palangka Raya dan Banjarmasin dibuka dua kali seminggu oleh perusahaan penerbangan perintis Dirgantara Air Servis (DAS). untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten. Transportasi melalui Sungai Barito dan Anak Sungai Barito dengan jarak ± 700 km ke arah selatan menuju Banjarmasin dengan waktu tempuh menggunakan Tongkang mesin sendiri atau ditarik dengan Tugboat ± 48 jam. Guna melayani kiriman melalui titipan. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Barito Utara adalah tersedianya kantor Pos. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN umumnya telah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Barito Utara. beserta derivatnya. Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia. b. ibukota Kabupaten Barito Utara tersedia satu buah kantor cabang PT. Lapangan udara di Kabupaten Barito Utara ada satu buah yaitu yang berada di kota Muara Teweh jalan Pendreh Kecamatan Teweh Tengah dengan nama Bandara Beringin. Kapasitas bandara mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 200 jurusan Muara Teweh Jakarta. Fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Barito Utara. SLJJ dan SLI. Tiki dan lain-lain. Sarana air bersih dari PDAM umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan seperta Muara Teweh.48 . Pelayanan Pos di Barito Utara tersedia satu unit Kantor Pos di Muara Teweh. Pesawat jenis BN dan Casa 212. Pelayanan telekomunikasi di Muara Teweh. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. Selain itu juga tersedia fasilitas internet menggunakan telkomnet instan. XL. Muara Lahei dan Kandui. Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang berupaya membangun Bandara Baru di desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah kurang lebih 25 km dari Muara Teweh untuk mengantisifasi perkembangan transport udara. Indosat. c. Direncanakan untuk tamban layanan internet dalam beberapa bulan ke depan akan beroperasi provider dari telkom dengan produknya speedy net. Saat ini rute penerbangan Muara Teweh. LTH. Beberapa operator telepon seluler yang saat ini aktif adalah Telkomsel. di Muara Teweh ada beberapa cabang perusahaan jasa titipan (travel) yang siap untuk membantu melayani barang-barang kiriman seperti KGP. Surabaya. II .

Tabel 2. Kondisi sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut : – 101 unit dalam kondisi baik – 59 unit mengalami rusak ringan – 64 unit mengalami rusak sedang – 67 unit mengalami rusak berat.4). Puskesmas Pembantu. 2007 No Total 56 183 1 33 13 2 3 291 e.6. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 291 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi yang terdiri dari 206 milik pemerintah dan 85 swasta (Tabel 2. Tabel 2. Polindes dan Posyandu serta Apotek (Tabel 2. Puskesmas.3). 2007 II .49 . Pustu dan Polindes Per Kecamatan Tahun 2006 No 1 2 Kecamatan Montallat Gunung Timang Nama Puskesmas Jumlah Puskesmas Pembantu 7 5 3 3 9 3 10 6 7 4 4 7 8 2 69 Jumlah Poliklinik Desa (Polindes) 6 4 3 3 7 3 1 4 2 7 40 Tumpung Laung Kandui Ketapang 3 Gunung Purei Lampeong 4 Teweh Timur Benangin Mampuak 5 Teweh Tengah Muara Teweh Lanjas Lemo PIR Butong Sei Rahayu 6 Lahei Lahei I Lahei II Benao Jumlah 14 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.Profil Daerah d. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Barito Utara yang ada adalah Rumah Sakit Daerah Muara Teweh Tipe C.6.6. Sarana Pendidikan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 Jenjang Negeri Swasta Sekolah 1 TK/RA 1 55 2 SD/MI 177 6 3 SDLB 1 0 4 SMP/MTs 19 14 5 SMA/MA 6 7 6 SMK 2 0 7 PT 0 3 Jumlah 206 85 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.6.4.3. Puskesmas.

BNI 46 Cabang Muara Teweh. sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Kabupaten Kotawaringin Barat : Laut Jawa : Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat 2 Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 (lima) kecamatan. sarjana keperawatan 3 orang. Jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah menurut kecamatan disajikan dalam Tabel 2. dokter gigi 4 orang. Pantai Lunci (diresmikan tanggal 15 Juni 2006) dan Permata Kecubung (diresmikan tanggal 17 Juni 2006). KABUPATEN SUKAMARA 2. Wilayah kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan dan 29 desa. dengan batas – batas wilayah. rawa. Jelai. sungai. perawat 126 orang.1. yaitu: BPD Cabang Muara Teweh.827 km atau 382. yaitu Kecamatan Sukamara. yang terdiri dari hutan. Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung merupakan kecamatan baru yang telah sesuai Perda Kabupaten Sukamara No.7. Tenaga dokter spesialis 3 orang. Secara geografis kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai 3°07' Lintang Selatan (LS) dan 110°25' sampai dengan 111°9' Bujur Timur (BT). Kondisi Fisik dan Geografi a. dokter umum 20 orang.7. 2.1 berikut. Bank Mandiri serta Asuransi Jiwasraya dan Bumi Putera.7.700 Ha atau kurang lebih 2% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. pantai dan tanah lainnya. bidan 101 orang. genangan air. Balai Riam.50 . terdiri dari tenaga teknis kesehatan sebanyak 305 orang. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Utara beroperasi beberapa bank. f. II . Luas dan batas wilayah Luas wilayah Kabupaten Sukamara adalah 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tenaga yang ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 367 orang. 03 Tahun 2006 tanggal 12 April 2006 tentang pembentukan Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung yang selanjutnya diundangkan pada tanggal 05 Mei 2006. sarjana kesehatan masyarakat 11 orang. danau. dan tenaga kesehatan lainnya 64 orang. tenaga non teknis kesehatan sebanyak 34 orang. BRI Cabang Muara Teweh. apoteker 3 orang. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) 28 orang.

Setiap tanaman memerlukan topografi yang sesuai agar dapat berproduksi optimal.65 21.2.375 2 Jelai 1) 59.26 804.250 80.00 676. Topografi Topografi merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian lokasi untuk investasi/budidaya pertanian dalam arti luas.028 km . Daerah ini dipengaruhi oleh pasang surut dan penggunaan lahan yang cocok adalah untuk tambak. Jumlah 84. tergantung pada parameter fisik dan kimia tanah lainnya.035 52. Daerah lainnya yang terletak pada ketinggian 7 .525 160.2. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sukamara dengan luas 1.7. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Balai Riam seluas 522. menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara sekitar 25.80 13.500 Data pada Tabel 2.130 780 JUMLAH 82.92% terletak pada ketinggian 0 .7. 1 2 3 4 5 Kecamatan Kelurahan Desa 6 4 8 4 7 29 Luas (km2) 1.08% yang peruntukan penggunaanya cocok untuk perkebunan.51 .21 Persentase terhadap Luas Kabupaten (%) 26. Topografi dan iklim 1).900 316.925 56.Profil Daerah Tabel 2. 2 2 2 2 b.7.275 18.7 m di atas permukaan laut (dpl). Tabel 2.980 780 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.000 133. II .86 20.00 Sukamara 2 Jelai 1 Balai Riam Pantai Lunci Permata Kecubung Jumlah 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara 2006 Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 Kecamatan.600 98.95 3. Letak Kabupaten Sukamara berdasarkan ketinggian disajikan pada Tabel 2.69 100.475 3 Balai Riam 2) 1.500 m dpl sekitar 74. kelapa. mangrove/konservasi pantai dan sawah.1 Jumlah Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukamara No.26 km .01 17.350 34. pertanian tanah kering dan sawah.2 Ketinggian Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0–7 m 7–25 m 25–100 m 100–500 m Induk 1 Sukamara 31.00 522.028.7.560 16.00 796.827. kemudian Kecamatan Pantai Lunci dengan luas 804 km dan Kecamatan Jelai seluas 796 km .200 17.

Wilayah Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi beberapa fisiografi sebagai berikut : Daratan rendah.500 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.700 3.3. Terbentuk dari hasil pengendapan pantai.375 98.600 2 Sukamara 46.000 3 Balai Riam 18. misalnya pembangunan jalan dan gedung. Topografi tanah dengan kemiringan 0-2% termasuk datar.400 84.3.7.800 37. yang berjarak 2 – 5 km dari pantai. tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa. endapan sungai Wilayah ini terdapat di tepi sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil. Dataran ini dapat dijumpai terutama di antara di sekitar Sungai Jelai dan pantai. yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar.600 133. Seluruh wilayah daratan rendah. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus. endapan pantai Wilayah ini terdapat di tepi pantai. Berdasarkan Tabel 2. Lahan gambut Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee).900 Jumlah 197.7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Topografi yang digambarkan dalam kemiringan tanah mempunyai peranan yang penting dalam pemanfaatan tanah baik untuk pembangunan pertanian maupun untuk pembangunan infrastruktur. Letaknya agak tinggi. Daratan rendah. baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai. Tabel 2. kemiringan 15-40% berbukit dan kemiringan > 40% bergunung. Analisis fisiografi juga sebagai masukan dalam analisis daya dukung lingkungan. 2).3 Kemiringan Lahan Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% >40% Jumlah Induk 1 Jelai 133.375 316.825 29.375 ha. Penggunaan lahan dengan kemiringan > 40% ini disarankan kawasan lindung/ kawasan hutan.700 3. tanah yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya seluas 3. Fisiografi Kajian fisiografi merupakan salah satu pendekatan keruangan yang menganalisa karakteristik bentang alam berdasarkan persamaan sifat-sifat fisik tanah.7. Data kemiringan lahan Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2. II . sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome). masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut.200 84.025 29.000 46. yaitu dengan kemiringan lahan lebih dari 40%. yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klimaks. namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai.52 . kemiringan 2-15% dari bergelombang sampai berbukit.

Daerah pesisir secara geologis terbentuk dari proses endapan-endapan dari sungai dan proses pasang surut dan pengaruh laut. di daerah ini terdapat Formasi Aluvium (Qa) yang tersusun dari material gambut berwarna coklat kehitaman (endapan rawa). agak padat. tersingkap sebagai sisipan dalam batu pasir dengan ketebalan 20 – 60 cm. Dataran ini memiliki tekstur tanah kasar. coklat kehitaman. karbonan setempat mengandung lignit. Yang terbentuk pada masa tersier dan kuarter. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Plistosen. 1976). yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. terutama disekitar Sungai Jelai dan di sebelah selatan kota sukamara. Tanah yang terbentuk dari II . tebalnya diperkirakan 300 m. Formasi Dahor (TQd) yang terdiri dari material Konglomerat. Dataran ini membentang dari sukamara hingga ke pantai. pasir lepas berwarna kekuningan halus-kasar. Batu lempung warna kelabu. Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar. Daerah tengah dan hulu terbentuk dari batuan endapan dan beku. komponen terdiri dari fragmen kuarsit dan basal. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut. sangat lunak (daerah pasang surut). lempung kelabu kecoklatan. tak berlapis (endapan sungai). berwarna kekuningan sampai kelabu. Berselingan dengan batu pasir. diendapkan dilingkungan paralik. tebal sekitar dari 50 – 100 m. yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam. sehingga pada beberapa tempat drainase agak terlambat. berdasarkan korelasi dengan Formasi Dahor di Lembar Tewah (Sumintadipura. terdapat di bagian hulu. setempat berstruktur sedimen silang siur. batuan endapan pantai Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah. bersifat liat. Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung. dan lempung kaolinan warna putih kekuningan. agak lunak. mengandung sisa tumbuhan. 3). berukuran 1 – 3 cm. Sebagian lahan ini telah digunakan untuk pertanian tanaman keras dan selebihnya beruap hutan. diantaranya danau dan rawa.53 . Endapan yang dihasilkan oleh proses di sungai menghasilkan tanah endapan di kiri – kanan Sungai Jelai yang dapat mencapai 5 km dari tepi sungai. berbutir sedang sampai kasar. Lain-lain Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air. Ditinjau dari formasi bahan material pembentukannya. Geologi Berdasarkan peta geologi lembar Palangka Raya tahun 1995 wilayah Kabupaten Sukamara terbentuk dari batuan endapan dan batuan beku. Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault).Profil Daerah Dataran rendah. kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir. Tanah ini banyak dijumpai dari bagian tengah hingga ke utara dan merupakan lahan yang baik untuk pertanian lahan kering.

Jenis tanah tanah yang terbentuk di suatu daerah dipengaruhi oleh struktur batuan induk yang oleh proses bio-fisik atau proses pelapukan akan membentuk jenis tanah tertentu.7.03 Jumlah 280.54 .7.900 316. Oleh karena itu sifat batuan secara geologis akan menentukan kesuburan tanah dan kemudian berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan untuk budidaya tanaman. Dengan menggunakan data pada tabel 2. dan tuf yang bersifat resisten. Data geologi Kabupaten Sukamara terdiri dari batuan endapan dan batuan beku. enadapan pasir yang membentuk tanah regosol.500 Dari aspek geologi dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang berasal dari bahan induk pasir adalah sangat terbatas karena tingkat kesuburannya sangat rendah.000 98.447 36. andesit.600 84. endapan lumpur dan lempung mebentuk tanah alluvial dan tanah podsolik. lempung dan sisa-sisa tanaman dan bersifat mudah tererosi.7. II . Sedangkan bagian selanjutnya hingga ke hilir melewati landform Group Aluvial dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk batuan sediment yamg mengandung pasir. Lembar Pangkalan Bun. Tabel 2. terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten sukamara terbentuk dari batuan endapan.000 3 Balai Riam 62. Proses pengendapan dari proses laut menghasilkan tanah/hamparan pasir dan tanggul pesisir di sepanjang pantai.053 Sumber : Buku A Ka. Endapan bahan organik yang terkurung dalam jebakan air membentuk tanah gambut yang banyak di jumpai di daerah belakang tepi sungai.4 Geologi Kabupaten Sukamara . seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. Kobar 1986 No Jumlah 133. tahun 1994.4. Sebagian tanah ini dipergunakan untuk lokasi permukiman dan pertanian.847 36. Batuan beku dengan bahan pembentuk dari andesit dan basalt membetuk tanah latosol. 1513.4. Materi penyusun batuan endapan ini terdiri dari endapan bahan organik yang membentu tanah gambut. lava. Data geologi Kabupaten Sukamara sesuai Peta Geologi Bersistem Indonesia. Hamparan pasir ini ada mencapai jarak ± 20 km ke arah daratan. Tanah pasir yang terbentuk dari proses ini merupakan tanah yang miskin hara yang banyak dijumpai di pesisir hingga ke bagian tengah. bahwa bagian hulu (bagian kecil) dari sungai ini berasal dari daerah Landform Group Volkan formasi tua yang merupakan daerah dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk breksi gunung api. terutama dari Kuala Jelai hingga ke sungai bakau.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah endapan sungai merupakan lahan yang relatif subur dan sebagian besar telah digunakan sebagai permukiman dan lahan pertanian.600 2 Sukamara 84.dalam Ha Kecamatan Batuan Endapan Batuan Beku Induk 1 Jelai 133.

Profil Daerah Tanah yang relatip baik adalah tanah yang berasal dari bahan endapan lumpur dan liat yang banyak ditemukan di sekitar bantaran sungai. yang mungkin pada saat periode pertumbuhan tanaman/ikan/udang. meningkatkan mineralisasi bahan organic dan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun seperti H2S. Untuk memprediksi karakteristik suhu udara. amoniak atau metan.55 . curah hujan. Bila karakteristiknya tidak mendukung untuk budidaya tanaman. kelembaban nisbi.unsur iklim yang sangat penting dalam budidaya pertanian dan perikanan adalah. maka lahan tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan. kualitas lahan yang pertama diperhatikan adalah kondisi iklim nya. Tanah yang relatip lebih subur adalah tanah dengan bahan induk dari batuan beku. dan penyinaran matahari di kecamatan digunakan data-data dari Stasiun Klimatologi dari Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Stagnasi ketersediaan air tersebut harus dapat diketahui sebelum membangun kebun/tambak agar resiko kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekurangan/kelebihan air lebih kecil. kelembaban dan lama penyinaran matahari. Hasil rekapitulasi dari data-data suhu. jumlah bulan basah/kering. ada saat-saat dimana dasar tambak nya perlu dikeringkan agar terjadi perbaikan sifat fisik tanahnya. pada periode tertentu akan terjadi kelebihan air. Iklim Curah hujan sebagai salah satu unsur iklim merupakan komponen ekologi utama pemasok air dalam sistem produksi tanaman. 4). Unsur . Namun. maka kesetimbangan air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan berfluktuasi menurut waktu. Data iklim tersebut diperoleh dari Stasiun Penangkar Hujan Sukamara selama 5 tahun dari tahun 1999 – 2003. Oleh karena itu. Kondisi tersebut dibutuhkan bulan-bulan kering. Curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan bulan kering 2-3 bulan adalah cukup baik untuk membuat kondisi tambak seperti tersebut diatas (Soeseno. Sebagai akibat dari sifat ekstrim nya yang kadang melebihi kebutuhan dan kekeringan tanpa ada hujan. dan terjadi kekurangan air pada periode lainnya. suhu. beragam. Akibat keadaan tersebut. Resiko tersebut dapat diketahui dengan cara menyusun potensi masa tanam berdasarkan perhitungan neraca air. Dalam budidaya tambak. kelembaban. Informasi data iklim sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan kebun tanaman semusim dan tahunan karena iklim merupakan faktor penentu sistem produksi pertanian yang paling sulit dikendalikan. II . dan sulit dikendalikan. maka ketersediaan air yang berharap dari curah hujan sering mengancam sistem produksi tanaman tersebut. 1988). dalam melakukan evaluasi lahan pertanian. karena karakteristiknya yang memang sangat dinamis. Dengan demikian.

2 23.7 26.7 31.3 26.2 26.9 26.7 25.5 26.0 30.9 Max 30.0 – 23.0 22.4 31. Tabel 2.0 30.5 Max 30.1 31.5 23.9 23.9 27.0 32. Tabel 2.0 26.5 25.6 30.0 26.3 31.2 51.7. Kelembaban udara bulanan sebesar 77.7 22.9 31.0 23.5 25.6 96.2 31.0 26.7 26.9 – 27.4 26.3 32.4 238.9 26. yaitu zone iklim yang memiliki 3-4 bulan basah dan < 2 bulan kering.2 194.0 26.6 31.6 26.7 32.1 23.345 Rt2 Bulanan 285.4 26.9 22.0 31.8 32.2 51.9 26.0 26.1 26.7 23.1 C.7 27.6 31.5 23.4 31.0 131.4 23.9 22.0 33.9 32.2 32.5 23.4 31.9 27.9 31.7 23.1 23.7 2006 Min Rt2 23.3 31.5 31.5 23.6 Suhu Rata-Rata.0 Max 30.7 26.7 23.4 35.1 30.3 31.7.9 23.3 26.6 23.9 C.5 Curah Hujan (Mm) Stasiun Penakar Hujan Sukamara Tahun 2003 – 2007 Tahun 1993 2004 2005 2006 Januari 164 199 361 279 Februari 140 251 0 0 Maret 203 115 194 344 April 302 142 127 247 Mei 311 196 181 180 Juni 102 119 78 67 Juli 254 129 74 31 Agustus 79 99 8 0 September 61 48 94 0 Oktober 190 65 131 76 Nopember 323 230 258 187 Desember 316 294 258 197 Rt2 Tahunan 2.9 31.0 23.7 23.9 26.8% dan lama penyinaran matahari sebesar 41 – 62%.2 173.0 31.7. Pada Tabel 3.4 23.5 26.2 32.4 276.445 1.5 26.5 23.0 29.5 26.7 23.7 26.7.0 31.5 16. sedangkan rata – rata curah hujan bulanan sebesar 51.0 26.5 23. Tahun 2003-2007 Bulan 2007 423 575 115 313 0 115 78 70 52 95 194 315 2.9 22.5 23.6 26. dengan jumlah bulan basah sebanyak 4 bulan. dan 3 bulan kering.4 Max 31.4 27.9 27.4 23.0 32.3 26.764 1.987 1.4 26.5 berikut disajikan curah hujan (mm) stasiun penakar Sukamara tahun 2003-2007.0 23.5.9 32.0 23. Musim hujan terjadi mulai bulan Nopember – April.9 26.1 33.608 – 2.6 21.4 23.9 26.9 23.4 Rt2 26.7 23.56 .2 mm/bln. dengan suhu bulanan maksimum 30.2 31.7 27.7 23.9 31. Tahun 2003-2007 Rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Sukamara adalah 1.9 22.1 22.6 dan Tabel 2.0 31.6 24.2 31.5 23.2 113.7 32.5 27.7 23. II .7 31.1 33.9 25.1 26.9 26.5 26.7 27.1 22. zone iklim di kecamatan Jelai termasuk kedalam D1.7 23.5 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.2 26.7 26.5 22.6 23.3 26.6 31.0 31.2 25.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dan lama penyinaran matahari dari kedua stasiun klimatologi tersebut berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.445 mm/th.0 23.7.0 – 285.1 31.6 32.6.2 226.2 23.9 23.1 25.5 30.5 26.5 Periode Tahun 2004 2005 Min Rt2 Max Min 23.9 26.2 193.1 31.7 23.6 32.6 27.6 31.2 2007 Min Rt2 23. Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003 – 2007 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des 2003 Min Rt2 23.4 23.608 Sumber: Stasiun Penakar Hujan Sukamara.6 26.5 31.7 23. Suhu rata-rata bulanan sebesar 25.2 26.2 – 84.2 22.5 – 35 o o o C dan suhu bulanan minimum sebesar 22. Berdasarkan kriteria Iklim Oldman (1977).9 31.9 23.0 23.7 27.9 21.9 27.4 34.5 32.7.9 32.5 24.0 22.0 35.2 25.0 Tabel 2.

Bun.2 41.9 2007 47 49 51 55 57 60 62 55 52 50 47 38 62.0 55.2 49.2 84. Interaksi manusia dengan lahan akan terbentuk pola penggunaan dan intensitas penggunaan lahan.Profil Daerah Tabel 2.8 82.8 53. Data penggunaan lahan Kabupaten Sukamara dapat dilihat pada Tabel 2.0 83. Tahun 1999 – 2003 Bulan 2007 81 82 85 81 85 83 80 79 78 80 83 86 98.3 Rt2 Bulanan 82.8 82.6 57.6 49.0 82.2 80.9.0 96.7.0 Tabel 2.7 Penyinaran Matahari (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003-2007 2003 2004 2005 Januari 42 44 49 Februari 45 47 50 Maret 49 50 52 April 52 5 57 Mei 55 57 60 Juni 58 62 62 Juli 56 60 60 Agustus 59 62 62 September 49 60 52 Oktober 50 57 55 Nopember 49 51 50 Desember 42 39 45 Rt2 Tahunan 60.4 98.4 49.3 Rt2 Bulanan 45.4 61.2 99.57 .8 c.6 64.8 Kelembaban Udara Rata-Rata (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 1999-2003 Tahun 2003 2004 2005 2006 Januari 84 86 83 80 Februari 83 85 84 81 Maret 81 83 82 83 April 82 85 83 83 Mei 84 85 83 82 Juni 83 82 82 81 Juli 81 81 81 78 Agustus 78 79 79 74 September 79 78 77 74 Oktober 80 81 80 879 Nopember 83 84 82 84 Desember 84 85 84 85 Rt2 Tahunan 98. Identifikasi penggunaan lahan erat kaitannya dengan tingkat efisiensi pemanfaatan lahan dan kerusakan lahan.4 47. tahun 2003-2007 Bulan Tahun 2006 45 47 50 58 67 72 39 39 35 49 49 41 59.4 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.2 80.7.4 Sumber: Stasiun Klimatologi P.8 83.3 65.8 77. II .8 62.7. Lahan dan penggunaannya Penggunaan lahan adalah wujud interaksi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhannya.2 77.8 83.6 52.

6.03%). Luas lahan kehutanan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2. KPP Luas Total 314. 11. Dari peruntukan lahan seperti pada tabel tersebut.46 20. lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan budidaya di luar kehutanan adalah : KPP dan KPPL yaitu untuk perkebunan.9 Penggunaan Tanah Kabupaten Sukamara No.39 5.01 37.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.58 .321 2.34 20. telah habis tertebang dan terbakar. 2. I 1. 3. 9.14 11.49 139.7.01 100 Kebun Campuran Emplasemen Hutan Negara Pemukiman penduduk Kebun Karet Kelapa Sawit Ladang Padang Rumput Rawa dan persawahan Semak dan Belukar Tambak Lainnya (sungai. KPPL 44. tambak dan pemukiman.10.480 382.01 7.977 Cagar Alam Hutan Lindung (mangrove) Kawasan Budidaya II 6.10 Luas Hutan Kabupaten Sukamara Menurut Jenisnya Tahun 2006 No.310 1.7. 5.55 0.29 0. maka merupakan potensi besar bagi Kabupaten Sukamara untuk membangun sektor perkebunan dan pertanian dalam rangka intensifikasi pemanfaatan lahan.97 3.711 1. Thn 2006 Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa penggunaan lahan yang terbesar adalah berupa hutan sebesar 141.908 5.00 Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab.524 3.690 1.286 42. Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) 8. Fungsi Kawasan Luas (Ha) Persentase (%) Kawasan Lindung 12. Hutan Transmigrasi 1.099 78.09 3. 4.122 28.757 20 141.44 0. Sebenarnya jika status lahan yang berupa hutan produksi dapat segera dialih fungsikan. 1. Hutan Produksi (HP) 2. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 33. Sukamara Tahun 2006 II .853 12. 7.03 0.71 8.508 22.08 37.711 Ha (37.7.641 Ha (20. Tabel 2. jalan) Jumlah Sumber : Hasil analisis citra. namun pada kenyataannya hutan tersebut sudah tidak produktif lagi atau kayu yang tumbuh di hutan tersebut sudah tidak ada lagi. selanjutnya berupa semak belukar 78.435 4. Meski luas lahan berstatus hutan produksi (HP) cukup luas.721 Persentase (%) 2. 10. danau. 8.641 554 44.475 100. 12.55%).21 11.17 104.

1.24 jiwa/km2.Profil Daerah Penggunaan KPPL diutamakan untuk pemenuhan lahan bagi kegiatan masyarakat meliputi permukiman dan lahan usaha.210 2. 1).961 Jumlah 15.148 Jelai 2. Angkatan kerja Struktur penduduk dapat dilihat dari sex ratio dan dari sisi usia produktif dan non produktif.35%).59 .92 16.180 Persentase (%) 42.330 2. lihat peta 4.399 4. Pantai Lunci (13.202 Jumlah 19.92%).07%). dengan kategori penduduk jarang. Balai Riam (14.7.728 5.09%).769 Pantai Lunci 2.7. Rata–rata kepadatan penduduk 9.56%).12 II .916 36. transmigrasi surut.714 16.11.00 Sukamara 8. Jumlah penduduk per kecamatan disajikan pada Tabel 2.099 5. 5.961 jiwa perempuan tersebar pada 5 kecamatan yang bermukim di 3 kelurahan dan 29 desa. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan disajikan pada Tabel 2. Selebihnya tersebar relatif merata di wilayah kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Jelai (13.180 jiwa.35 100.219 Sumber : Sukamara Dalam Angka 2006 Konsentrasi penduduk Kabupaten Sukamara terbanyak berada di ibukota kabupaten yaitu di wilayah Kecamatan Sukamara (42.11 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 No.582 Permata Kecubung 3. Alokasi lahan untuk lokasi adalah untuk pengembangan permukiman dan pertanian sawah pasang d. Tabel 2.07 14. dan Kecamatan Permata Kecubung (16. Perkebunan untuk kegiatan investasi dalam skala besar utamanya diperuntukkan perkebunan kelapa sawit. Kecamatan Laki-laki Perempuan 7.09 13.56 13. 1 2 3 4.251 2.518 Balai Riam 2.456 2.038 5. Berdasarkan sex ratio.219 laki-laki dan 16. terdiri dari 19.7. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2006 sebanyak 36.

88 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Jumlah 5.21 100.807 3.12 46.91 96.153 35 – 39 1.27 6.47 113.968 10 – 14 2.96 4.28 116.099 5.13 131.961 Persentase 53.728 5.125 Jumlah 15.413 2.301 2.097 15 – 19 1.39 129.550 1. 1 2 3 4 5 Kecamatan 0 -14 15 – 64 > 65 387 172 194 163 209 1.246 Jumlah 16.67 5. Penduduk berdasarkan usia dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : usia produktif (15 – 64 tahun) dan usia non produktif (0-4 tahun dan > 65 tahun).84 1.253 6.12 Penduduk Sukamara Tahun 2006 Menurut Kelompok Umur.160 998 40 – 44 986 719 45 – 49 759 578 50 – 54 683 396 55 – 59 301 249 60 – 64 349 315 65 – 69 217 178 70 – 74 144 149 75 + 293 144 Sukamara 19.710 2.260 1.474 7.538 Jelai 2.441 30 – 34 1.620 20 – 24 1. Oleh karena pada umumnya penduduk yang mencari nafkah dan menjadi kepala keluarga adalah penduduk lalki-laki.096 4. Angka beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.521 Balai Riam 1.23 106.732 1.128 2.84 105.52 1.00 Secara keseluruhan penduduk Sukamara lebih didominasi oleh penduduk laki-laki.180 Angka Beban Tanggungan per 100 orang 104 88 69 96 82 91 Sukamara 7. maka ini berarti di Kabupaten Sukamara punya potensi besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dan pendapatan masyarakat Sumakamara pada umumnya.705 1.91 92.038 5.13 Penduduk Sukamara Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif per Kecamatan No.85 13.035 2.13.52 16.577 5–9 3.09 0.899 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 II . dimana setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sebanyak 113 orang penduduk laki-laki.7.64 203.31 Persentase (%) 14.156 18.31 172.916 36.17 107.26 7.70 2.7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.219 16.79 121.180 Sex Ratio 103.7.60 .650 2.079 550 664 395 293 437 36.23 137.020 Pantai Lunci 2.991 2.676 2.885 3.81 1.88 110. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 0–4 2.71 3. Tabel 2.379 25 – 29 1.158 1.271 1.32 8.47 120.29 9.399 4.337 1.461 3.352 2. Perbandingan usia tidak produktif dengan usia produktif menghasilkan angka beban ketergantungan (Dependency Ratio).56 109.98 1.574 Permata Kecubung 2.

103 1.10 302 30 31 745 4.23 23 7 12 118 0. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebanyak 10.569 45 30 69 1.377 jiwa.255 2.135 13.719 Jelai Skmr 3.14 Pekerjaan Penduduk Umum > 10 tahun keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama per Kecamatan No.014 2003 3.56 3 2 1 38 0.35 3. Dari performance dependency ratio ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukamara punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas penduduknya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.441 Pertanian 1.870 12.177 1. ini berarti bahwa setiap 100 orang usia produktif menanggung sebanyak 91 orang penduduk yang tidak produktif. Jika dipersentase diketahui bahwa jumlah penduduk yang produktif sebanyak 52.55 50 30 23 364 2.72 302 151 142 2. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 2.22 6 2 2 26 0.407 1.61 . karena Kabupaten Sukamara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana wilayahnya. Tabel 2.636 16.322 2004 4.11%).636 jiwa (16.052 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Berdasarkan tabel diatas.346 Pertambangan & Penggalian 6 Listrik & Air Minum 2 Bangunan/Konstruksi 7 Perdagangan 145 Industri Pengolahan 29 Pengangkutan & Komunikasi 29 Bank & Lembaga Keuangan 2 Jasa-jasa 98 Tahun 2006 1. sedangkan yang paling sedikit adalah sektor bank & lembaga keuangan hanya 26 jiwa (0.664 2005 3.368 8.Profil Daerah Angka Dependency Ratio Kabupaten Sukamara adalah 91. sedangkan penduduk yang tidak produktif sebanyak 47.377 100 3.991 jiwa (67. Sektor lain yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa dan sektor industri pengolahan.314 5.11 23 6 11 91 0.991 67.7.719 jiwa.896 589 232 14 659 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Kerja Kecamatan PersenBalai Pantai Permata Jumlah tase (%) Riam Lunci Kecubung 3.76%.086 2002 5.24%.876 16.304 13. terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja tiap tahunnya. II .662 6.16 344 105 162 1.103 7. pada tahun 2006 terjadi peningkatan menjadi sebanyak 16.16%). dimana pada tahun 2002 hanya terdapat tenaga kerja sebanyak 12.150 3.048 6.10%). Hal ini cukup wajar.740 1.492 10.780 14.980 3.

Tabel 2.453 14.7.940 33.7. Sukamara 31.445 14. Proyeksi penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2002 sebanyak 31.955 52. Diantara potensi sumber daya alam tersebut adalah sumber daya .286 10.154 2 Sukamara 0.631 4.7.43%.062 20.916 Kab. Dalam rangka penambahan jumlah penduduk pemerintah daerah merencanakan pembangunan lokasi transmigrasi sebanyak 6 UPT dengan jumlah tambahan penduduk sekitar 1800 KK atau 9000 Jiwa. 1 2 3 4 5 Kecamatan 1) 2002 2003 2004 2005 2006 Rata2 Pertumbuhan (%) Jelai 8.092 50.569 15.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2).433 3 Balai Riam2) 0.2.746 65.004 15.2005 Jumlah Penduduk (Jiwa) No.579 13. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.018 11. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.754 10.417 35.728 Pantai Lunci 5.15 berikut.35 2. maka proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2025 disajikan pada Tabel 2.16.940 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 36.127 9.62 dalam rangka memacu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan penduduk.026 10.501 27.827 9.505 12.342 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Hasil Analisa.399 9.099 Permata Kecubung 5.379 35.7.526 5.038 Sukamara 12.399 Balai Riam2) 10. Tahun 2010 .038 81.699 jiwa dengan peningkatan penduduk sekitar 133. 2006 No.949 12. Tabel 2.7.343 36.186 15.180 jiwa. Kecamatan 2025 16.180 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Sukamara dalam Angka Tahun 2006 4. Tahun 2001 .755 Kabupaten Sukamara 42.2025 Tingkat Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan 2010 2015 2020 1 Jelai1) 0.714 37. Sumber daya alam Kabupaten Sukamara memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk dikembangkan II .52 Berdasarkan data jumlah penduduk per kecamatan selama 5 (lima) tahun terakhir diatas.15 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara.16 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Sukamara.226 15.668 10. Berdasarkan Tabel tersebut jumlah penduduk kabupaten sukamara 81.699 2.

0 (Tabel 2. 2) Kawasan Pertanian.6.853 Ha (5. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).45%) untuk penggunaan lain-lain termasuk tambak. juga sumber daya tambang seperti pasir kuarsa dan biji besi. lading. Sedangkan sisisanya seluas 97.63 . Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.641 Ha (20. menurun dibanding tahun sebelumnya pada peringkat 186. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .1). karet rakyat. 3) Kawasan Perkebunan di kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung. Perikanan dan Wisata di Kecamatan Jelai. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).711 Ha (37. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. seluas 42. nilai IPM Kabupaten Sukamara adalah 70.Profil Daerah sektor kelautan dan perikanan berupa ikan dan udang dari laut Jawa dan ikan dari perairan umum.122 Ha (11. Dilihat dari penggunaan lahan yang ada seluas 141. persawahan. nilai IPM Kabupaten Sukamara relatif rendah berada pada posisi ke 13 (tiga belas) diantara 14 kabupaten/kota. sumber daya pertanian dan perkebunan (padi pasang surut. pemukiman.01%) berupa padang rumput dan lahan pasir kuarsa. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. seluas 78.03) adalah kawasan hutan Negara. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat). Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. seluas 22.97%) perkebunan kelapa sawit.55%) berupa semak belukar.dan Pantai Lunci. dll. Dari beberapa hasil penelitian mengenai potensi wilayah yang dilakukan di Kabupaten telah direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memprioritaskan 4 kawasan pengembangan dengan masing-masing fungsi strategisnya sebagai berkut : 1) Kawasan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kecamatan Sukamara.394 Ha (25. dan 4) Kawasan Pertambangan Pasir Kuarsa dan Biji Besi di Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung b. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).4 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.

jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin hanya sebesar 89.6 6.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.64 . Tabel 2.17.74% dan penduduk perempuan sebanyak 12. sebagian besarnya tidak atau belum tamat SD.34%.7 94.98%.60% penduduk yang sedang atau pernah bersekolah belum dapat membaca dan menulis huruf latin.2 70.984 orang atau sekitar 28.7.52%. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Sukamara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.0 94. dengan rincian penduduk laki-laki sebesar 5.0 168 13 626.17. Lebih sedikitnya jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin mungkin terjadi karena masih ada anak-anak yang duduk di bangku awal sekolah dasar yang belum bisa membaca dan penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak bisa atau sudah tidak bisa lagi membaca. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Sukamara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. Penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak atau belum tamat SD mencapai 44. Hal ini jika dikaitkan dengan data penduduk usia 5 tahun ke atas yang sedang atau pernah bersekolah yang besarnya mencapai 90.2 67. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. dapat disimpulkan bahwa masih ada sekitar 1.38%. Dari total penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah sekolah (157.8 625.7. Berdasarkan data Susenas tahun 2006.9 70. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat. Tingkat pendidikan II .02%. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.712 orang).50 13 Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Sukamara 2005 2006 67.8 7. Penduduk usia 5 tahun ke atas yang belum atau tidak pernah sekolah mencapai 9.4 186 1.

Sekolah Dasar . Sedangkan jumlah penduduk yang tamat pendidikan lanjutan ke atas hanya sekitar 14.51%.36%. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan II . mereka anggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya. hal ini ditunjukkan dari besarnya persentase penduduk usia ini yang sedang bersekolah secara umum hanya mencapai 69. Angka Partispasi Sekolah Kasar Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Uraian Persentase (%) 69.08% dari total penduduk usia sekolah lanjutan pertama. juga melakukan pengobatan sendiri. Sebagian besar dari penduduk Kabupaten Sukamara yang mengalami keluhan kesehatan.Sekolah Menengah Atas Sumber: Hasil perhitungan data BPS Tahun 2006 Angka partisipasi sekolah kasar tingkat pendidikan lanjutan (usia 13-18 tahun) dan tingkat partisipasi sekolah pendidikan lanjutan atas (usia 16-18 tahun) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah.37%.34 Angka Partisipasi Kasar .08 28. sehingga tidak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan cukup dengan mengobati sendiri. Tabel 2.51 33. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi. jumlahnya secara umum hanya mencapai 28. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. yakni mencapai 72.18. Besarnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri ini mungkin disebabkan oleh penyakit yang menjadi keluhan sebagian besar penduduk ini.34% dari total penduduk usia sekolah lanjutan atas (16-18 tahun).7. Sedangkan angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan atas.23%.Sekolah Menengah Pertama . Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Angka partisipasi sekolah kasar penduduk usia sekolah dasar (7-12 tahun) pada tahun 2006 masih rendah.65 . Penyebab lainnya adalah mudahnya mendapatkan obat-obatan yang diperlukan penduduk melakukan pengobatan karena sebagian besar obat yang dipakai untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang diderita oleh penduduk di kabupaten tanah laut dijual bebas di pasaran. Angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan pertama secara umum hanya mencapai 33.Profil Daerah yang terbanyak lainnya yang pernah ditamatkan oleh penduduk adalah SD/MI yakni sekitar 38.

90 km yang terdiri dari jalan aspal 106. antar desa dengan kota dan antar wilayah yang lebih luas.14%). sementara hubungan yang sudah lancar adalah pada ruas jalan Sukamara dengan Kotawaringin Lama. sektor jasa dan pemerintahan (6. Infrastruktur a. Berdasarkan data jaringan jalan dan sarana angkutan darat yang telah ada dapat disimpulkan bahwa sistem trnasportasi dan layanan angkutan darat di Kecamatan Jelai II . dan sektor pertambangan galian C (0. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 61.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) sebanyak 16. barang dan peningkatan investasi. Data ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang dapat berfungsi dalam segala cuaca hanya 15. jalan tanah 417. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (16.86%) 2. Jaringan jalan yang terdapat di Kabupaten Sukamara sepanjang 702.25% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat S1 atau lebih persentasenya kecil sekali.66 . Jangkauan sistem jaringan belum mencapai pusat permukiman.20 km.08 km.0% dari total panjang jalan. jalan lainnya 5.13 km.54%). Meningkatnya arus lalu lintas akan mendorong tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru diantara kawasan yang dilewati sistem jaringan transportasi.7. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Sukamara adalah sektor pertanian. Pada tahun 2006 TPAK Kabupaten Sukamara sebesar 86. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.377 jiwa dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 18.34%). Lulusan SLTA sederajat hanya 27.24%.66%.3. Transportasi darat Sistem transportasi darat sangat penting peranannya dalam meningkatkan mobilitas orang. hanya sekitar 3. Prasarana transportasi 1).21%. seperti pekerja kasar. sebagian besar hanya berpendidikan maksimal setingkat SLTP (69. industri kecil (3. Tersedianya jaringan jalan yang didukung dengan noda trnsportasi yang memadai yang menghubungkan desa dengan kota akan memperlancar arus barang dan orang antar desa.62%) sektor pengangkutan (4. Kondisi ini menjadi kendala bagi pergerakan orang. Ini berarti penduduk Kabupaten Sukamara yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten ini. jalan kerikil 184. sedangkan hubungan dengan pusat permukiman lainnya belum lancar.89 km. barang dan jasa.80%).899 jiwa.

Permukiman yang terdapat di wilayah pesisir yaitu Kecamatan Jelai. II . Hal ini perlu diikuti dengan pengembangan pelabuhan Sukamara agar dapat berperan sebagai terminal distribusi lingkup regional dan sebagai pintu gerbang ke Kalimantan Tengah di wilayah barat. b. Kapasitas dan jangkauan pelayanan listrik dapat dilihat pada Tabel 2.19. Transportasi laut Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan daerah ini dengan daerah luar. Transportasi sungai Sungai Jelai berperan dalam transportasi yang menghubungkan desa-desa dan menghubungkan desa dengan Sukamara sebagai ibukota kabupaten. Sungai Jelai juga merupakan pintu gerbang keluar masuk barang dan orang melalui angkutan laut dari dan keluar kabupaten. Prasarana listrik dan air minum Kebutuhan listrik untuk penerangan di layani oleh PLN Cabang Sukamara dan generator listrik yang disediakan oleh penduduk. barang dan jasa. Jika dibanding dengan potensi daerah yang menjadi kawasan pelayanan Pelabuhan Sukamara. Pelabuhan Sukamara sangat memegang peran penting sebagai terminal distribusi barang melalui angkutan laut.506 ton. Sebagian besar desa yang terdapat di wilayah ini dilayani oleh trayek angkutan sungai dari Sukamara yang beroperasi secara reguler. Pada tahun 2006 jumlah kapal yang berlabuh mencapai 1. Jumlah angkutan sungai yang ada terdiri dari speed boat 31 unit. maka kondisi pelabuhan yang ada saat ini kurang memadai untuk mengantisipasi perkembangan di masa datang. Berkembangnya kegiatan perkebunan dan bangkitan pergerakan angkutan darat akan berdampak pada peningkatan vollume angkutan melalui pelabuhan Sukamara.67 .Profil Daerah masih dalam tahap pengembangan dan belum mampu memberi kontribusi yang optimal untuk memperlancar pergerakan orang . Pelayanan jaringan listrik PLN belum menjangkau seluruh desa dan sebagian besar desa menggunakan sumber listrik generator dimiliki oleh pribadi. berikut.209 ton dan muat 276.7. 2).015 kunjungan dengan volume aktivitas bongkar mencapai 119. merupakan kawasan yang bertumpu pada sistem angkutan laut dalam memasarkan hasil produksinya. 3). Kabupaten ini mempunyai pelabuhan laut yaitu pelabuhan Sukamara yang berfungsi sebagai pelabuhan nasional.

550 1.41%. Jika diasumsikan satu unit rumah tangga adalah satu pelanggan. Tabel 2.50%.461 5.290 214. Lama (Kobar) 1.888 Rumah Tangga Niaga (Besar & Kecil) Industri (Besar & Kecil) Sosial (RS & Rmh Ibadah) Instansi Pemerintah Khusus Hidran Umum Jumlah Sumber : PDAM Sukamara 2006 Pelayanan PDAM di Kabupaten Sukamara masih terbatas di wilayah perkotaan yaitu di Kota Sukamara. Sebagian besar penduduk menggunakan sumber air minum dari pompa.450 pelanggan. Ktw.150 2. Jelai 466 2.550 103.264. Balai Riam 271 4.450 4. Kecamatan Daya terpasang (VA) 354. Prasarana air bersih yang dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) hanya ada di Kota Sukamara.208.7.297 rumah tangga.158 3. Sedangkan jumlah pelanggan PLN Ranting Sukamara di luar wilayah kecamatan Kotawaringin Lama adalah sebanyak 3. PLN Ranting Sukamara 2006 No. maka dari data tersebut terlihat bahwa layanan listrik di Kabupaten Sukamara baru menjangkau 33. 2006 Jumlah Langganan (unit) 1. Dari data tersebut maka rumah tangga di wilayah Kota Sukamara yang terlayani PDAM masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 6.435. Jumlah rumah tangga di Kota Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 5.772 345 0 141 707 0 8. 1 2 3 4 5 6 7 Katagore Pelanggan Jumlah Pelanggan (unit) 331 2 0 9 7 0 23 372 Volume Air yang disalurkan (M3) 66. Permata Kecubung 154 Jumlah 4.162 rumah tangga. Stasiun penyalur bahan umum (SPBU) belum terdapat di Kota Sukamara.7. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sukamara disajikan seperti dalam Tabel 2.20 Jumlah Pelanggan PDAM Kabupaten Sukamara No.20.68 .420 Gardu 19 3 20 5 1 48 Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 10.430 290.923 76. Sukamara 2. perigi dan sungai.911 Sumber : PT.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Pelayanan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk dan kegiatan industri masih didatangkan dari Kotawaringin Barat.19 Jumlah Pelanggan Listrik dan Daya Terpasang di Kabupaten Sukamara. II . Pantai Lunci 411 6.7.

Madrasah Ibtidaiyah 2 unit. Sebagian besar penduduk menggunakan fasilitas telepon selller (handphone). Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sukamara terdapat 1 rumah sakit umum daerah (RSUD). S D/MI 45 3 4. Prasarana komunikasi Prasarana komunikasi telepon otomat hanya terdapat di kota Sukamara dan telepon satelit di kota kecamatan.22 II .955 348 3.433 157 4. SMU/MA 3 2 635 164 5. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 4 unit.69 . T K 0 15 0 686 2. Selain fasilitas tersebut terdapat sebanyak 2 unit Pondok Bersalin Desa di kecamatan Sukamara dan Balai Riam. Jelai. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. dan Balai Riam). Secara rinci jumlah sarana kesehatan per kecamatan di wilayah kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2. dan SMK sebanyak 1 unit. Sekolah TK di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 15 unit yang tersebar di 5 kecamatan. SMK 1 0 151 0 Jumlah 56 23 7. Madrasah Aliyah 1 Unit. d.7. Tabel 2. SMP/MTs 7 3 1.7. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 46 unit.355 Sumber : Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Sekolah Guru Negeri Swasta 0 42 349 112 26 67 30 23 0 551 56 Jumlah Sekolah 15 48 10 5 1 79 e. Sedangka Pustu terdapat di semua kecamatan yaitu sebanyak 27 unit Pustu.21 Jumlah Sekolah.Profil Daerah c. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Sukamara sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Pada tingkat kecamatan telah tersedia 3 unit puskesmas yang terdapat di tiga kecamatan (kecamatan Sukamara. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 6 unit. Semua wilayah kota Sukamara dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sukamara untuk kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Madrasah Tsanawiyah 4 unit.174 1.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Tabel 2.7.22 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. Rumah Sakit Puskesmas Pustu/Posyandu 4 7 5 4 7 27 Pondok Bersalin 0 1 1 0 0 2

Jelai 0 1 Sukamara 1 1 Balai Riam 0 1 Pantai Lunci 0 0 Permata Kecubung 0 0 Jumlah 1 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006

Jumlah sarana kesehatan yang ada saat ini di wilayah kabupaten Sukamara meski sudah cukup memadai untuk jumlah penduduk yang besarnya hanya 36.180 jiwa, namun perlu ada peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas untuk wilayah kecamatan Pantai Lunci dan kecamatan Permata Kecubung. Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar terdiri dari dokter umum 8 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3 orang, apoteker 5 orang, perawat 63 orang, perawat gigi 6 orang, bidan 30 orang, ahli gizi 5 orang, tenaga kesehatan lingkungan 12 orang, analis kesehatan 6 orang, radiographer 2 orang, pekarya kesehatan 2 orang, sarjana non kesehatan (administrasi) 2 orang. Secara rinci jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.7.23.

Tabel 2.7.23 Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Dokter Dokter Dokter Parawat Spesialis Umum Gigi 1. Jelai 0 1 0 9 2. Sukamara 0 6 1 48 3. Balai Riam 0 1 0 12 4. Pantai Lunci 0 0 0 0 5. Permata Kecubung 0 0 0 0 Jumlah 0 8 1 69 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Kecamatan Bidan 7 13 10 0 0 30

Berdasarkan data di atas maka jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar masih sangat kurang terutama untuk tenaga dokter spesialis sebagai syarat utama

keberadaan sebuah rumah sakit. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sukamara masih mengandalkan dukun kampung dan obat yang dijual di pasaran untuk mengobati penyakit. Penduduk Kabupaten Sukamara yang berada pada kelas menengah ke atas biasanya jika menderita sakit parah mereka berobat ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun atau ke Rumah Sakit yang ada di Semarang dan Surabaya. Kesadaran penduduk terutama penduduk yang tinggal dibantaran sungai akan pentingnya kesehatan relative masih sangat kurang. II - 70 Hal ini bisa dilihat dari prilaku konsumsi yang masih kurang memperhatikan

Profil Daerah syarat-syarat higines, termasuk masih banyaknya penduduk yang membuang kotoran dan sampah di sungai yang sekaligus digunakan sebagai sumber air minum.

f. Prasarana pengairan Kawasan pesisir Kabupaten Sukamara merupakan daerah pasang surut yang telah berkembang dalam kegiatan pertanian sawah dan perkebunan kelapa. Sesuai kondisi yang selalu tergenang air akibat pengaruh pasang surut, pemerintah daerah membangun saluran drainase untuk mengeluarkan air dari daerah rawa, disamping yang dibangun pemerintah, masyarakat membangun saluran yang disebut handil di berbagai tempat di kawasan ini. Panjang saluran pengairan terdapat 20 km dengan kondisi tidak terawat/tidak fungsional.

g. Prasarana dan sarana Lainnya Prasarana lainnya seperti bank, apotik, rumah sakit bersalin masih terbatas. Lembaga keuangan perbankan hanya ada dua yaitu BPD dan unit BRI yang terletak di kota Sukamara. Fasilitas apotik yang sangat perlu untuk mendukung penyediaan obat bagi masyarakat terbatas hanya ada 1 buah di RSUD. Sarana lain seperti SPBU untuk pengisian bahan bakar dengan harga subsidi juga belum tersedia, demikian pula untuk sarana angkutan umum dalam kota juga belum tersedia. Sarana lain yang juga sangat diperlukan untuk peningkatan kecerdasan dan keterampilan penduduk adalah adannya Balai Latihan Kerja, Perpustakaan dan Toko Buku yang lengkap termasuk fasilitas Wartel dan Warnet (Warung Internet).

2.8. KABUPATEN LAMANDAU

2.8.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga beriklim tropis. Kabupaten Lamandau terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Bulik, Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Menthobi Raya, Kecamatan Sematu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Batang Kawa, dan Kecamatan Delang dengan total luas wilayah 6.414 kilometer persegi dengan jumlah pendudk tahun 2006 sebanyak 55.911 jiwa.

II - 71

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Batas wilayah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Barat : Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat. : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara. : Kabupaten Kotawaringin Barat

b. Topografi dan iklim Ketinggian dari permukaan laut pada wilayah Kabupaten Lamandau berkisar antara 25 sampai dengan 500 meter yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan daerah pada kawasan-kawasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah perbukitan di wilayah Kabupaten Lamandau. Secara umum daerah-daerah di Kabupaten Lamandau beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Banyaknya hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan hari hujan adalah 27, adapun jumlah hari hujan pada tahun 2006 adalah sebanyak 193. Curah hujan selama tahun 2006 adalah sebesar 2.286,3 mm.

c. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Lamandau memiliki luas lahan 6.414 km atau setara 4,18% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan serta juga terdiri dari rawa, dataran rendah, dan dialiri oleh sungai-sungai besar maupun kecil. Wilayah aliran sungai menjadi jalur trasnportasi dan urat nadi perekonomian di daerah ini. Meskipun belum tersedia data pasti rencana tataruang wilayah namun secara garis besar keadaan penggunaan lahan di wilayah ini terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, perairan, pemukiman/kampung, padang rumput, ladang/tegalan, kebun, hutan, semak belukar dan alang-alang. Lahan yang berupa hutan lebat dan semak beukan merupakan bagian lahan terbesar dari wilayah ini.
2

d. Demografi Penduduk Kabupaten Lamandau pada tahun 2006 sejumlah 55.911 jiwa, dengan tingkat kepadatan 8,72 jiwa/km . Berdasarkan kecamatan, jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Bulik dengan jumlah penduduk 13.852 jiwa, disusul kecamatan Menthobi Raya sebanyak 8.625 jiwa. Jumlah penduduk terkecil adalah kecamatan Batang Kawa dengan jumlah penduduk hanya 3.057 jiwa.
2

II - 72

67 3.40 586.89 784.8.80 3.77 7 Batang Kawa 4.09 3.97 Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka. Dari jumlah dan tingkat kepadatan penduduk terlihat tingkat penyebaran penduduk di Kabupaten Lamandau tidak merata dan ketidak merataan sebaran penduduk ini merupakan penyebab terhambatnya pembangunan di suatu daerah.65 524. 2007 No Kecamatan Kepadatan (km2) Jika dilihat dari kepadatan penduduk.2.139. Kabupaten Lamandau memiliki potensi tambang seperti biji besi terdapat hampir di setiap kecamatan. II . Sumber daya alam Kabupaten Lamandau memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang perlu dikelola dan dikembangkan secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat.62 3 Sematu Jaya 91.8.84 1.Profil Daerah Tabel 2.80 519. Penduduk Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Rata-rata Penduduk Per Per RT Desa/Kelurahan 1 Bulik 20.84 2 Bulik Timur 5. kacamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Sematu Jaya dengan kepadatan 91.81 1. serta wisata budaya dan wisata agro.00 421. Wisata tirta (air terjun. Batang Kawa.00 3. bukit. 2 2 2.33 3. Objek wisata di Kabupaten Lamandau diantaranya terdiri dari Wisata alam (hutan. dan Belantikan Raya) serta potensi batu bara di wilayah Kecamatan Lamandau. Salah satu sumber daya alam yang tersedia berupa kawasan hutan lebat dengan berbagai vegetasi tanaman di dalamnya serta hasil hutan lainnya. Potensi tanaman pertanian yang terbesar adalah padi ladang. potensi tambang emas di beberapa kecamatan (Delang. Selain itu potensi alamnya dengan topografi berbukit sebagian dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan perkebunan. danau. sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah kecamatan Belantikan Raya dengan kepadatan 4 jiwa/km .154.89 8 Dealang 7. sedangkan potensi tanaman perkebunan yang terbesar adalah kelapa sawit dan perkebunan karet rakyat. sungai dan riam ). Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Kabupaten Lamandau mempunyai objek parawisata yang cukup banyak baik jumlah maupun jenisnya.46 339.1.43 3. kolam).60 4 Menthobi Raya 13.73 .83 3.30 3.74 6 Belantikan ray 4.84 jiwa/km .50 5 Lamandau 4.

3.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Lamandau 2005 2006 66.9 7.8.004 44.6 94. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.2).685 9.2. nilai IPM Kabupaten Lamandau adalah 70.261 Sekolah 9.379 Lainnya 1. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.4 95. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.827 Mengurus rumah tangga 5.8 66.8 624. Peringkat IPM secara nasional berada pada posisi ke 160.828 7. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di Kabupaten Lamandau.3.124 Total 39.8. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.9 160 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. Tabel 2. Apabila dilihat dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas menurut jenis kegiatan utama adalah bekerja menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun Tabel 2. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.382 2.2.25 12 Membaiknya upaya peningkatan SDM tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kegiatan Utama 2004 2005 2006 25. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu mendapat perhatian yang serius. Tabel 2.6 7.8.898 7.8.272 9.2 (Tabel 2.8.2 161 11 628.860 1.9 70.969 Bekerja 22.6 70.74 .738 43.775 25. nilai IPM Kabupaten Lamandau masih relatif rendah berada pada posisi ke 12 (dua belas) diantara 14 kabupaten/kota.591 Sumber : Kabupaten Lamandau dalam Angka 2006 II .

Prasarana komunikasi Peranan jasa pos dan telekomunikasi dalam menunjang pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Lamandau amat penting.41 km dan yang tidak dirinci sepanjang 8. 700. kerikil 177.36 km. Kantor Pos/Kantor Pos dan giro yang ada di Kabupaten Lamandau berjumlah 1 unit termasuk di Kecamatan Bulik dan pos desa berada di Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang.30 km. Prasarana listrik dan air minum Penyedian tenaga listrik dikelola oleh Pt Perusahaan Listrik Negara. tanah 325. 244 rumah tangga.90 km dengan total jalan diaspal 191. Infrastruktur a.875. rusak sepanjang 63 km. saat ini dari Kabupaten Lamandau ke ibukota provinsi sudah dapat dilalui melalui transportasi darat dengan menggunakan bus yang melayani penumpang setiap hari. 3 c.94 km. serta 5 unit sambungan usaha besar. Fasilitas penunjang prasarana perhubungan di Kabupaten Lamandau terdapat 1 terminal induk.75 .140 KWh. disamping travel. dan yang rusak berat sepanjang 102 km. II . Bila dilihat dari panjang jalan menurut kondisi jalan yang baik sepanjang 293. Prasarana dan sarana transportasi Berdasarkan hasil catatan PUD dan Cabang Dinas PU Kabupaten Lamandau tahun 2006 dalam Kabupaten Lamandau Dalam Angka Tahun 2006 terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang 702.499 m3. Dengan semakin baiknya pasilitas transportasi yang ada di Kabupaten Lamandau akan berdampak terhadap peningkatan jumlah alat transportasi yang ada. b. 1 terminal pembantu dan pelabuhan sungai.3.19 km.Profil Daerah 2.587 KWh dan yang terjual 3. 1 unit sambungan pemerintah.8. Dari jalan yang ada di Kabupaten Lamandau sepanjang 195 km merupakan jalan Negara. Selain transportasi darat dari Lamandau menuju Kabupaten Kotawaringin Barat juga dapat dilalui menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speed boat. Pada Tahun 2006 produksi listrik yang disalurkan melalui unit PLN Kabupaten Lamandau sebanyak 3. Seiring dengan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi darat yang utama.181 m dimana sebagian besar disalurkan kepada konsumen rumah tangga sebesar 46. Jumlah pelanggan di wilayah ini terdiri dari 6 sambungan untuk lembag sosial. 56 km jalan provinsi dan 702 km merupakan jalan kabupaten.60 km. sedang 244. Jumlah air minum yang dislaurkan di wilayah Kabupaten lamandau pada Tahun 2006 sebanyak 50.

terjangkau dan merata. sebagian besar penduduk Kabupaten Lamandau sekurang-kurangnya tamat SLTP atau yang sederajat. kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi. tingkat pendidikan. SLTP/MTs sebanyak 22 sekolah dan untuk SLTA/SMK/MA sebanyak 10 sekolah. Keadaan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Menurut Status dan Kecamatan Negeri Jumlah 1 1 Bulik Bulik Timur 1 1 Sematu Jaya Menthobi 1 1 4 Raya 1 1 5 Lamandau Belantikan 1 1 6 Raya 1 1 7 Batang Kawa 1 1 8 Dealang Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka 1 2 3 No. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD.76 . Berdasarkan Agenda pembangunan nasional. Kecamatan Sekolah Swasta Negeri 27 14 8 7 4 3 15 Guru Swasta 4 5 5 4 3 2 Jumlah 31 19 13 11 7 5 15 e. Prasarana kesehatan Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai Kabupaten Lamandau juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakitpenyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat.4. Tabel 2. Bila dilihat dari jumlah guru yang ada pun tidak merata. Berdasarkan data Kabupaten Lamandau dalam angka tahun 2006 kecamatan belum ada SMU / SMK / MA adalah kecamatan Bulik Timur.8. SD/MI sebanyak 103 sekolah. Dengan prioritas ini. serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. Prasarana pendidikan Pada tahun 2006 jumlah sekolah untuk TK sebanyak 41 sekolah. berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program II . sedangkan jumlah guru yang paling sedikit adalah pada SMU Kecamatan Batang Kawa yang hanya 5 orang. Fasilitas pendidikan sekolah khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua kecamatan. jumlah guru terbanyak adalah pada Kecamatan Bulik sebanyak 31 orang. keadaan ekonomi.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif.

sungai. dan Delang terdapat 2 orang dokter umum pada peran dokter umum ini sangat diharapkan oleh masyarakat. laut dan genangan air. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur. 2.Profil Daerah kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kondisi Geografi dan Demografi a. rawa. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. ahli gigi 5 orang. Kabupaten Lamandau memiliki 12 orang dokter umum.9’’ Lintang Selatan.77 . Bila dilihat dari jumlah dokter umum yang ada masih tidak merata. hal ini terlihat pada kecamatan Bulik Timur. 5 unit puskesmas dan 47 unit puskesmas pembantu serta 21 unit polindes.8’’ Bujur Timur dan 0O 46’ 23’’ – 3O 33’ 43. Begitu juga dengan dokter gigi yang hanya ada di Kecamatan Bulik. KABUPATEN SERUYAN 2. Dari segi tenaga medis.9. 2 Kabupaten Seruyan terdiri dari 5 kecamatan dan 86 Desa dan 3 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut. Lamandau. Dukungan infrastruktur/fasiltas kesehatan di Kabupaten Lamandau terdiri dari 1 unit Rumah Sakit Umum. kemudian Kecamatan Sematu Jaya. perawat 74 orang.471 km terdiri dari hutan. Disisi lain Kecamatan Bulik ada 6 orang dokter umum.1. Secara administratif batas wilayahnya terdiri dari: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat.75’’ – 113O 32’ 16. Secara administratif Kabupaten Seruyan dengan ibukota Kuala Pembuang terletak diantara 111O 29’ 13. dan Batang Kawa belum ada dokter umum. : Laut Jawa. Kabupaten Seruyan memiliki luas wilayah 16. : Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat berkorelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Menthobi Raya.9. bidan 47 orang. dan tenaga analis 2 orang. II . 1 dokter gigi. Belantika Raya.

Wilayah kabupaten Seruyan termasuk daerah yang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29O C dan temperatur tertinggi 34O C. 2 II .512.8 mm dengan rata-rata hujan per tahun 13. dan Pertanahan lainnya seluas 3.49 km2 atau seluas 4. • Bagian barat merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak yang mempunyai vegetasi hutan mangrove dan kayu rawa. sedangkan Kemarau antara Juli .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. daerah ini kaya akan perikanan laut dan darat.746 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka.81 km2 atau sekitar 3.8 hari. Luas Wilayah Kabupaten Seruyan Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas (km2) Desa 12 10 10 26 28 Jumlah Kelurahan 2 1 - 1 Seruyan Hilir 6.9. Sungai. Tipe iklim adalah tropis lembab dan panas.354.68 km2 atau setara 27. c. yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi daerah hilir (daerah bagian selatan). 2007 b. Rawa-rawa seluas 733. curah hujan rata-rata per tahun 3. • • • • Hutan belantara seluas 11. danau. Musim penghujan akan terjadi antara bulan Desember .404 km atau 11. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Seruyan yang mempunyai luas wilayah 16.479.02 km2 atau 69.424 3 Hanau 1.6% dari luas wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan dengan rincian sebagia berikut. Seruyan. • Bagian utara merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian di atas 150 m dari permukaan laut dan kemiringan 15 – 40O yang ditumbuhi hutan lebat.52% terhadap luas Kabupaten Seruyan.Maret. dan genangan air lainnya seluas 605.012 5 Seruyan Hulu 4.77% terhadap luas Kabupaten Seruyan.72% terhadap luas Kabupaten.135 4 Seruyan Tengah 2. dan • bagian selatan merupakan daerah dataran rendah terdiri atas lahan rawa dan pantai dengan ketinggian dan kemiringan 0-50O dari permukaan laut dan 0 -8 m.78 . Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Seruyan terdiri dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan perincian sebagai berikut: • Bagian timur merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak serta ditumbuhi vegetasi berupa bakau dan kayu rawa.99% terhadap luas Kabupaten Seruyan.September.1.087 2 Danau Sembuluh 2.

Wilayah Kabupaten Seruyan dibelah oleh Sungai Seruyan yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 400 km dan yang dapat dilayari 270 km. panjang 76 km. panjang 50 km.815 3 Hanau 17. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan.164 14. dan Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Laki-Laki 1 Seruyan Hilir 19. 2007 No Kecamatan Penduduk Perempuan Jumlah 17. 3) Anak Sungai Manjul. II . Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. terdiri dari penduduk laki-laki 67.Profil Daerah d.957 14.978 34.097 2 Danau Sembuluh 7. panjang 65 km. Jumlah Penduduk. Di Kabupaten Seruyan juga dijumpai kaya sumber daya bahan tambang dari berbagai jenis batuan dan mineral. 5) Anak Sungai Pukun.079 Sumber: Seruyan Dalam Angka. berpotensial sebagai pemasok kebutuhan wilayah dan penggunaan hasil produk wilayah dan mendukung berjalannya kegiatan ekonomi wilayah regional. 4) Anak Sungai Salau.2.995 62.079 jiwa dan penduduk perempuan 62. Jenis Kelamin. menjadikan Kabupaten Seruyan memiliki potensi alam yang kaya akan sumber daya wisata yang dapat dikembangkan.306 12.330 29.2. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten yang strategis di bagian selatan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan menjamin kemudahan interaksi dengan wilayah lainnya. panjang 30 km.689 Jumlah 67. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan tahun 2007 sebanyak 129.979 16.424 Sex Ratio 108 109 105 109 106 107 2.9. baik sumber daya di perairan.345 jiwa atau dengan ratio penduduk laki-laki dan perempuan 107%.567 36.529 5 Seruyan Hulu 6.859 6.979 4 Seruyan Tengah 15. Tabel 2. Sumber daya alam Kabupaten Seruyan merupakan Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Kale.79 . dan 6) Anak Sungai S. pantai dan daratan dengan berbagai jenis tanaman dan satwa. panjang 30 km.634 7. kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata adalah 400 m dengan anak sungai terdiri dari : 1) Anaka Sungai Danau Sembulu. 2) Anak Sungai Kalua Besa.345 129.9. Dengan bentangan alam yang meliputi wilayah lautan.424 jiwa. kehutanan. anjang 30 km.

nilai IPM Kabupaten Seruyan relatif rendah berada pada posisi ke 11 (sebelas) diantara 14 kabupaten/kota.8 70.80 memperbaiki jalan yang rusak dan meningkatkan akses jalan baru dan . Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Seruyan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3 615. Tabel 2. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. Dalam rangka penyediaan prasarana jalan darat pemerintah daerah dan provinsi berupaya II .5 km. nilai IPM Kabupaten Seruyan adalah 71.9. jalan perkotaan 49. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. maupun udara. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.9. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.052 km.7 99. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Seruyan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Seruyan adalah 818.252 km meliputi jalan nasional 90 km.). Karena itu pemerintah daerah Seruyan berupaya membuka semua akses menuju Seruyan lewat darat.4 87 0. jalan provinsi 120 km.9 (Tabel 2.8 7. jalan kabupaten seruyan 383. Prasarana transportasi Prasarana transportasi merupakan prasarana pengangkutan dan perhubungan yang penting.9. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. air.81 11 2.3 99.7 km serta jalan desa 175.9 80 10 618. mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada peringkat 136. Infrastruktur a.9. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.3.2 67.3.3.3 71.7 7.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Kondisi transportasi yang kurang nyaman memang menjadi kendala bagi Seruyan tumbuh menjadi kota seperti kabupaten pendahulunya.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Seruyan 2005 2006 67.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.

Tabel 2. SMU 3 5 565 973 5. SD 129 unit. 3 c. Pelanggan air bersih di kabupaten Seruyan terdiri dari pelanggan rumah tangga 457 unit dan instansi pemerintah sebanyak 17 unit sambungan. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN telah menjangkau semua wilayah kecamatan di Kabupaten Seruyan. b. SLTP 15 7 3. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. d. Pelayanan Pos di Seruyan tersedia satu unit Kantor Pos di kuala pembuan. Selain itu juga tersedia fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Seruyan. S D 120 9 14. direncanakan membuka pelabuhan samudra yang Di sektor perhubungan laut berfungsi sebagai prasarana pengangkutan barang terutama pelabuhan CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah). Pelayanan telekomunikasi di Kuala Pembuang ibu kota Kabupaten Seruyan tersedia satu buah kantor cabang PT.Telkom untuk pelayanan telepon lokal.513 Kwh dengan jumlah tenag terjual 7. Pada Tahun 2005 tercatat jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 79. SLJJ dan SLI.738. Produksi tenaga listrik di Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 sebanyak 8.869 2. SMK 1 1 124 108 Jumlah 139 51 18.487 463 4.699 m .4. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut: TK 29 unit. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 66 677 86 120 82 93 56 23 890 313 Jumlah Sekolah 29 129 22 8 2 190 II .376 Kwh. T K 29 1. Sarana air bersih dari PDAM di Kabupaten Seruyan umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Seruyan adalah tersedianya kantor Pos. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 190 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta.81 .474.091 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka.678 3.310 5.Profil Daerah mempersiapkan jembatan di atas Sungai Seruyan.9.134 1. SMU 8 unit dan SMK 2 unit. Sarana Pendidikan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu. maupun pelabuhan penumpang. SLTP 22 unit.

09 10.10. : Laut Jawa.030 1.793 1.69 8. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur : Kabupaten Gunung Mas.63 12. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Katingan secara geografis terletak di daerah Khatulistiwa.0° 20 ' LS dan 113° 45 ' BT.1. 2.12 4. Luas Wilayah Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Ibukota Kecamatan Tumbang Senamang Tumbang Hiran Tumbang Kaman Tumbang Samba Buntut Bali Pendahara Kasongan Petak Bahandang Baun Bango Pagatan Mendawai Lua(km2) 2. 1 dokter gigi. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.800 % Terhadap Luas Wilayah 14.3° 30 ' LS.604 2. 2008 II .52 3.10. Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau.52 15. Tabel 2. Kondisi Geografi dan Demografi a.1.72 4.82 . Puskesmas disetiap kecamatan.26 100.02 6.440 1.24 17.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah e.10.178 3. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan.089 805 568 663 804 2. saat ini berjumlah 9 unit ditambah Puskesmas Pembantu 39 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu.10.826 17. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan terdiri dari 13 dokter umum. dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Senaman Mantikei dan terkecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Tewang Sangalang Garing (Tabel 2. dan dibantu oleh 26 tenaga perawat dan 46 tenaga bidan.19 3.800 km² dengan Batas Wilayah adalah sebagi berikut.go. Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002 luas wilayah Kabupaten Katingan adalah ± 17. KABUPATEN KATINGAN 2.00 Katingan Hulu Marikit Senaman Mantikei Katingan Tengah Pulau Malan Tewang Sangalang Garing Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang Katingan Kuala Mendawai Jumlah Sumber: Katingankab.id. • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. yaitu di antara 112° 0 ' BT .1). Berdasarkan daerah administratifnya Kabupaten Katingan terdiri atas 11 kecamatan.

13%). Beberapa kecamatan lainnya dengan kepadatan penduduk relatif lebih padat adalah Kecamatan Katingan Tengah yaitu 18 jiwa/km2.55%).410 km . Sungai Sanamang = 65 km. penduduk banyak terkosentrasi pada tiga kecamatan yaitu di Katingan Kuala (17.200 m dari permukaan laut. yaitu adanya Sungai Katingan dengan panjang 650 km yang dapat dilayari 520 km dan bermuara di Laut Jawa dengan anak sungai sebagai berikut : • • • • • • Sungai Kalanaman = 65 km .569 jiwa penduduk perempuan atau dengan sex ratio 109 (Tabel 2. dan Sungai Mahup = 50 km. Wilayah Khusus (Hutan Lindung.68%). Kecamatan II . dan Tewang Sanggalang Garing (7.900 km2 . Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Katingan seluas 17.Profil Daerah b.75%). Bagian Utara berupa perbukitan dengan ketinggian 200 -1500 m dari permukaan laut.10. sedangkan pada malam hari mengalami kelembaban. Margasatwa.049 jiwa yang terdiri dari 69. Katingan Hilir (16. Sungai Hiran = 75 km . Sungai Samba = 100 km . 2 d.83 2 . Sungai Bamban = 75 km .500 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m terdiri dari: • • • Wilayah Daratan seluas 12. Bagian Tengah berupa dataran dengan ketinggian 50 . dan lain-lain) seluas 4.2). dan Wilayah Perairan seluas 190 km. Kabupaten Katingan beriklim tropis yang panas dan lembab dengan suhu udara pada siang hari rata-rata 33°C dan temperatur tertinggi mencapai 36°C. Katingan Tengah (14. sedangkan penduduk terjarang berada di Kecamatan Marikit dan Kamipang yauti 3 jiwa. Keadaan hidrologi dalam wilayah Kabupaten Katingan. Bila dilihat berdasarkan sebarannya penduduk di Kabupaten Katingan belum merata penyebarannya. c.km2. Demografi Berdasarkan Data BPS keadaan penduduk Kabupaten Katingan Tahun 2006 berjumlah 133.480 jiwa penduduk laki-laki dan 63. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut: • • • Dibagian Selatan merupakan daerah pantai dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut dengan ketinggian 0 – 50 m dari permukaan laut. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Katingan Hilir yaitu 33 jiwa/km .

527 120. Tabel 2. namun pertumbuhan penduduk tahun 2005 – 2006 meningkat 8%.324 9.891 11.046 19.742 3.306 14.312 4.528 6.689 11.037 13.112 2006 21.265 Katingan Tengah 4.56 0 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.072 3.766 Pulau Malan 1.255 60–64 1.707 >64 3.961 17.721 6.907 6.866 Jumlah 2006 33. Bila dilihat penduduk berdasarkan kelompok umurnya pada tahun 2006.107 3.10.57 19.175 9.923 9.734 7.65% per tahun. Tabel 2.758 7.401 12.074 55–59 2.107 7.838 9. Pertumbuhan penduduk pada periode mengalami fluktuasi.61%) berada pada usia kerja (antara 15 – 64 tahun).729 40–44 5.438 14.279 50–54 3.911 Tasik Payawan 1.647 4. Jumah penduduk dan Perkembangan penduduk berdasarkan kelompok umurnya dapat dilihat pada Tabel 2.400 Katingan Hilir 5.575 23.682 125.206 25–29 8.84 .693 20–24 10.07 9.891 6.748 7.094 3. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kelompok Umur Kelompok 2001 2002 2003 Umur 0-4 24.336 8.865 4.62 1.3.331 69.136 6.049 Katingan Hulu 2.486 22.596 12.959 5. 2007 2004 20.435 10–14 9.838 8. Jumlah Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Kecamatan KK Laki-Laki 6. terlihat sebagian besar (53.483 6.752 5.179 2.609 3.516 6.546 5–9 25.283 63.736 13.713 3.10.718 1.408 Jumlah 120.327 3.456 3.768 3. 2007 Pertumbuhan penduduk rata-rata Kabupaten Katingan pada periode 2001 sampai 2006 sebesar 1.614 133.195 3.087 9.595 10.625 6.113 11.429 126. sedangkan penduduk bukan usia kerja (46.979 11.378 3.539 3.569 Jumlah Penduduk 11.042 10.217 19.917 7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tewang Sanggalang Garing yaitu 17 jiwa/km2.133 5.2.331 1.643 3.59%) dinominasi oleh penduduk usia muda antara 0-14 tahun sebanyak 43.773 6.692 4.322 13.417 130.266 2005 21.02 16.026 30–34 7.298 1.688 20.3.107 3.795 17.363 11.021 6.71 5.799 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.864 35–39 5.084 2.177 19.514 16.307 4.873 3. Sedangkan kecamatan lainnya tergolong jarang penduduknya dengan kepadatan penduduk berkisar antara 3 – 8 jiwa/km2.132 2.056 7.127 2.904 15–19 9.865 Marikit 1.507 Sanaman Mantikei 3.311 20.409 2.610 2.263 1.725 Kamipang 1. dan Kecamatan Katingan Kuala dengan kepadatan penduduk 13 jiwa/km2.717 II .317 4.480 Perempuan 5.27 2.429 3.521 4.702 Tewang Sanggalang Garing 2.674 9.130 7.37 17.425 3.673 45–49 4.294 3.486 129.327 11.616 19.77%.10.908 Mendawai 1.254 20.645 Katingan Kuala 5.

sementara yang dominan saat ini adalah kelapa sawit dan karet. Kawasankawasan sepanjang aliran sungai mempunyai potensi untuk perikanan budidaya. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . Bentangan wilayahnya yang luas diikuti pula oleh kekayaan sumber daya alamnya. Kabupaten Katingan merupakan daerah penghasil kayu 2 2 terbesar di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin HPH maupun izin IPK. Selain sumber daya perairan. bahan galian. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. Kabupaten Katingan memiliki potensi pengembangan sumber daya perkebunan. sedangkan peringkat secara nasional berada pada posisi ke 137.9. Potensi lainnya adalah tanaman hias salah satunya Nepenthes yang berasal dari hutan dan telah dibudidayakan oleh beberapa petani lokal. baik sumber daya di perairan. Kabupaten Katingan kaya akan hasil hutan baik berupa aneka jenis kayu dan rotan. nilai IPM Kabupaten Katingan adalah 71.3 (Tabel 2.Profil Daerah 2. hal ini dapat terlihat dari 141 desa dari 152 desa bertempat dipingir DAS. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.10. Sumber daya alam Kabupaten Katingan dengan luas wilayah 17. sedangkan sumber daya pertanian tanaman pangan sebagian besar adalah padi. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.2. Wilayah Kabupaten Katingan dilalui oleh Sungai Katingan dengan 6 (enam) anak sungai yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 650 km dan yang dapat dilayari 520 km. Sebagian besar penduduk Katingan bertempat tinggal di daerah aliran sungai dengan memanfaatkan sumber daya perairan sungai dan laut. tangkap dan daerah konservasi (closed season) atau daerah resapan serta dapat pula menjadi bisnis agrowisata.700 km (15. b.4). kehutanan.5 meningkat sedikit dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.85 .43%).59% dibanding luas wilayah Kalimantan Tengah yaitu setelah Kabupaten Murung Raya dengan luas wilayah 23.800 km merupakan kabupaten dengan luas wilayahnya terluas kedua mencapai 11. nilai IPM Kabupaten Katingan masih rendah dan berada pada posisi ke 10 (sepuluh) diantara 14 kabupaten/kota. Sumber daya hutan lainnya yang dihasilkan adalah berupa rotan. Sebagain besar sumber daya alam yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.

04 100.22 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. Infrastruktur a.57 d. 2007 No 1 Persentase 0.4. Kabupaten Katingan selain memiliki prasaran perhubungan darat juga memiliki prasaran perhubungan udara dan air.75% dan sebagian besar berada dalam keadaan rusak (50. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Katingan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.24 43.15 Total 272.89 19.2 c.6 71. diaspal 2.66 b.0 67.4 621.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Katingan 2005 2006 67. tanah 52.1 7.4 99. Rusak 136.20 100.5 137 0. lainnya 215. Tabel 2. Rusak Berat 117.24%) dan rusak berat (43.22 km dengan kondisi jalan dalam keadaan baik 2. Prasarana perhubungan udara yang telah ada berupa lapangan udara yang berada di II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Katingan adalah 272.3 123 8 623.10.07 b. Baik 7. Sedang 10.76 0.5.6 71.00 Untuk meningkatkan pelayanan dibidang transportasi. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.20%).6 Total 272.69 10 2.10.81 3. Tabel 2.43 c. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting yang menghubungkan antar wilayah.31 79. sedang 3.8 7.10. kerikil 2. Panjang dan Keadaan Jalan di Kabupaten Katingan Tahun 2006 Uraian Panjang Jalan (km) Jenis Permukaan a.4.76 d.81%.22 2 Kondisi jalan a.00 2.3. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Katingan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.75 50.86 .10.8 99.

Kantor Pos yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir.846 c. Tabel 2.799 Jumlah 1.10.577 Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan No Pelayanan PLN 2006 10.87 . di manfaatkan sebagai pelayanan perintis ke wilayah utara dengan pesawat tipe BN. b. Sampai Tahun 2006 terdapat 10.804.606 1. Prasarana listrik dan air minum Fasilitas listrik di Kabupaten Katingan sudah dapat menjangkau semua kecamatan dan pengelolaannya dilakukan oleh PLN Cabang Palangka Raya dengan menggunakan listrik tenaga air dari Kalimantan Selatan dan PLTD Katingan Kuala.220 240 10.742 6.329 1.7. Tingkat pelayanan listrik di Kabupaten Katingan setiap tahun mengalami peningkatan khususnya dilihat dari jangkauan pelayanan.460 pelanggan dengan jumlah produkis listrik 7. Pendahara dan Kereng Pangi dengan distribusi air 5 liter/detik dengan jumlah pelanggan 488 dengan kapasitas yang ada 54.721 4.461 Kwh.492 8.534 1. Tabel 2. Lapangan Udara Tumbang Samba berdiri tahun 1984 dan operasional tahun 1987 dengan panjang landasan pacu 650 Meter dan lebar 23 Meter. Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN di Kabupaten Katingan Tahun 2002-2006 Jumlah KK/Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Listrik 3.6. Katingan Tengah.799 Sumber data : Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Katingan No Sarana 2006 1. Jumlah Kepala Keluarga yang Mendapat Pelayanan Air Bersih Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Kepala Keluarga 1.534 1.252 m³.10. Tumbang Samba.Profil Daerah Kecamatan Katingan Tengah (Tumbang Samba).462 2 PLTS 115 Jumlah 3. Sanaman Mantikei dan Pagatan.846 1.492 8.460 Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kasongan. Prasarana Pelabuhan Laut yang ada di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan telah dibangun melalui dana APBN yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2003 dan telah diserahkan kepada daerah dengan status pelabuhan sungai. Meskipun demikian jangkauan II . Prasarana komunikasi Kantor Pos merupakan salah satu prasarana tempat pelayanan komunikasi masyarakat.721 4.329 1.742 6.606 1.

Puskesmas saat ini berjumlah 13 unit tersebar disetiap kecamatan. 2 dokter gigi.10. S D 192 6 19.467 murid.469 1. Sebagian besar (63%) masih berada pada jenjang pendidikan SD. SLTP 44 unit.345 4. d.8. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan terdiri dari 21 dokter umum. Pada tahun 2007 jumlah prasarana pendidikan sebanyak 341 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta.677 2. T K 1 78 105 2. ditambah Puskesmas Pembantu 52 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu. II .803 500 Jumlah Sekolah 79 198 44 18 2 341 e. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah. dengan beberapa jenis kapasitas yang dimiliki dan digunakan tersebar di beberapa daerah serta fasilitas Cluster yang digunakan untuk melayani pelanggan yang lokasinya satu sama lainnya berdekatan. Fasilitas telepon juga telah tersedia di Kabupaten Katingan. SLTP 29 15 3. SD 198 unit. PT telkom mengupayakan fasilitas Ultraphone. Terdapat beberap penyedia sarana telepon selular di wilayah ini.437 7.88 .340 35 330 168 127 149 40 1. Tabel 2. antara lain telepon seluler GSM Telkomsel (Simpati). Jumlah murid yang sekolah mulai dari Tk sampai SLTA sebanyak 377.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pelayanan Kantor Pos Kasongan mampu menjangkau di 11 kecamatan di Kabupaten Katingan. Fasilitas telepon seluler juga telah menjangkau wilayah Kabaupaten Katingan.143 5.598 2. Sarana Pendidikan di Kabupaten Katingan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. Satelindo(Mentari) dan XL. SMK 2 237 Jumlah 230 111 24. dan Telepon CDMA Telkom (Flexi). SMU 18 unit dan SMK 2 unit. dan dibantu oleh 97 tenaga perawat dan 61 tenaga bidan. Jumlah sambungan telepon di Kabupaten Katingan berjumlah 454 kapasitas sentral dan 454 unit sambungan telepon.561 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 6 108 1. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut TK sebanyak 79 unit. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan di Kabupaten tersedia mulai dari tingkat TK sampai SLTA. SMU 8 10 1.159 3.265 1. Untuk menjangkau daerah pedesaan.

sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kahayan Hilir dengan luas daerah 360 km .11.00 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2008 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 10 8 16 14 9 8 14 15 94 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan.323 km2 dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas 1.96 Jumlah 8.0 LS.89 o o o 2 .86 5.84 2 Sebangau Kuala 3.00 4.564 km ). dengan luas wilayah 8. Kabupaten Pulang Pisau dengan ibukota Pulang Pisau memiliki batas wilayah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Kabupaten Gunung Mas. b.Profil Daerah 2.00 6 Jabiren Raya 1. : Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi.85% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.997.14 4.120 BT dan 10 .00 14.00 km2.1. Tabel 2.1. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sebangau Kuala dengan luas 3. diantara 110 . Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pulang Pisau 2007 Luas km2 Persentase 1 Kahayan Kuala 1.323.00 8.997 km (899. Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa.96 4 Maliku 413. Kondisi Geografi dan Demografi a.155. rawa-rawa II .00 42.155 km2. : Laut Jawa. kemudian Kecamatan Jabiren Raya dengan luas 1. Bagian selatan terdiri dari pantai pesisir .00 100.00 12. 2 0 0 0 0 2 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan dengan luas setiap kecamatan adalah sebagaimana disajian pada Tabel berikut.70 7 Kahayan Tengah 783.11.00 6. KABUPATEN PULANG PISAU 2. Topografi dan iklim Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari daerah perbukitan di bagian utara dengan ketinggian antara 50 – 100 m dari permukaan laut dengan elevasi 8 – 15 serta daerah pegunungan dengan elevasi 15 – 25 .801.25 3 Pandih Batu 535.11.70 8 Banama Tingang 626. dan : Kabupaten Kapuas.801.59 5 Kahayan Hilir 360.700 Ha) atau sekitar 5.

Adapun luasan kawasan budidaya terdiri dari: • • • • • • • • II .5OC sampai 27. dan Daerah pantai pesisir sepanjang 13. : 99 km .4 km. : 492 km2. sedangkan temperatur maksimum mencapai 32. dan : 16 km2.5 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6. : 1.5OC. hutan bakau (280 km2) dan kawasan air hitam (65 km ).997 km2 terdiri dari kawasan hutan seluas 5. Kabupaten Pulang Pisau termasuk daerah beriklim tropis lembab. c. : 404 km . : 46 km . dan dilintasi sungai yang termasuk dalam wilayah Pulang Pisau yaitu: • • • Sungai Kahayan sepanjang 600 km.90 Hutan produksi Hutan produksi tetap Pertanian ladang basah (sawah) Perkebunan dan peternakan Pemukiman perkotaan Pemukiman Transmigrasi Perairan dan sungai Jaringan jalan : 369 km . 2 2 2 2 2 2 2 .5OC dan temperatur minimum 22.3000 mm setiap tahun.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dengan ketinggian antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi 0 – 8o serta dipengaruhi oleh air pasang surut.9OC. • • • Anjir Basarang sepanjang 24 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 7 km.902 km2. Bulan kering terjadi pada bulan Juni – September. Anjir/Terusan Raya sepanjang 18 km menjadi alur transportasi dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6 km. hutan gambut (2.789 km2).384 km .961 km2). Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau. Kawasan hutan terdiri dari kawasan hutan lindung (1. Rata-rata kelembaban udara tiap bulan > 80% dengan rata –rata penyinaran matahari di atas 50%. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober-Desember serta Januari-Maret berkisar antara 2000 .095 km2 dan kawasan budidaya seluas 3. Sungai Sebangau sepanjang 200 km. rawa-rawa. : 753 km .5 km yang menghubungkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya. Lahan dan penggunaannya Wilayah Kabupaten Pulang Pisau seluas 8. Temperatur udara rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2006 berkisar antara 26. Anjir Kalampan sepanjang 14.

11.610 jiwa atau 48.13% dan penduduk perempuan sebanyak 58.855 119.972 3.906 8.756 21.400 2 Sebangau Kuala 3.554 8 Banama Tingang 626.708 58.00 5.00 2. Jumlah dan penyebaran penduduk Pulang Pisau menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.692 11.313 23.783 10. Bila dilihat distribusi penduduk berdasarkan usia. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Kelompok Umur Persentase 0 – 14 29. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 sebanyak 119.2.326 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.997.87%.00 30.262 orang.11.081 7.147 Jumlah 8. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 29.62% dan dengan jenis II .91 . Kabupaten Pulang Pisau dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’).5 jiwa per km.39 Sumber: Kabupaten Pulang Pisau.39%. 2008 Jumlah penduduk bila dilihat menurut klasifikasi pekerjaan.11.377 4. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006 sampai 2007 sebesar 1.594 10.309 6 Jabiren Raya 1. persebaran penduduk sebagian besar (61.02 15 – 64 68. atau sebanyak 82.973 3 Pandih Batu 535.40%) dihilir/bagian selatan.396 11.134 7.00 2. Jumlah dan Sebaran Penduduk Kabupaten Pulang Pisau Menurut Kecamatan Tahun 2007 Luas Wilayah` Rumah (km2) Tangga Laki-laki 1 Kahayan Kuala 1.00 1. Jika dilihat dari distribusi penduduk.401 11.110 4 Maliku 413.2.14 6.071 4.648 12.39% berdomisili di hulu di bagian utara Kabupaten Pulang Pisau.401 9.936 Tabel 2.621 5 Kahayan Hilir 360.323.187 9.3. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.869 3.212 7 Kahayan Tengah 783.59% dari total penduduk.326 jiwa atau 51. 2008 No Kecamatan Penduduk Perempuan 9.00 1. terdiri dari penduduk laki-laki 61.704 22.44%.787 4.610 Jumlah 19. yang terbanyak adalah penduduk yang bekerja sebagai petani/nelayan sebanyak 27.079 61.801.21% di kecamatan kota dan 19.597 3.580 3.00 4.936 jiwa.813 4. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 mencapai 68. Tabel 2.Profil Daerah d. 19.02% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2.86 5.59 65 + 2. tingkat kepadatan penduduk rata-rata 13.155.

Perincian jumlah penduduk menurut klasifikasi pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Wilayah Pulang Pisau dengan lahan yang luas dan tersedianya hijauan memiliki yang besar untuk pengembangan peternakan.768 100. Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bekerja sebanyak 26.04 3 Polri 149 0.22 10 Pekerjaan Lainnya 37.700 ha) dengan penggunaan lahan 5. pemukiman.799 2.902 km terdiri dari hutan produksi dan hutan produksi tetap.095 km (56. Wilayah dataran rendah dan wilayah yang dekat pantai memiliki sumber daya alam yang cocok untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.997 km 2 2 (899.75 Jumlah 119.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. kawasan mangrove/bakau (280 km ) dan kawasan air hitam (65 km ). II .144 1.789 km ).38 5 Wiraswasta 2.14 6 Pedagang 732 0.4.79 2 TNI 42 0.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pekerjaan lainnya 30.2.62 8 Peg/Karyawan Swasta 2. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kabupaten Pulang Pisau yang utama melihat dari luas wilayah 8.4. wilayah perairan berpotensi sebagai wilayah pengembangan sumber daya perikanan dan daerah pedalaman umumnya berpotensi sebagai daerah pengembangan perkebunan.99 11 Belum/Tidak Bekerja 32.61 7 Petani/Nelayan 33.99%.902 km (43.961 km ). Kabupaten Pulang Pisau memiliki beragam potensi yang masih dapat 2 2 2 2 dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.92 . dan 3.75%.117 30. hutan gambut (2.12 4 Pens/Purnawirawan 459 0.63%) 2 2 merupakan kawasan hutan. perkebunan dan peternakan. Tabel 2. 2008 No Jenis Pekerjaan 2. Pulang Pisau juga memiliki sumber daya mineral dan bahan galian golongan C dan golongan AB.34 9 Buruh 8. Adapun kawasan budidaya seluas 3. lahan pertanian. perairan dan sungai dan jaringan jalan. Kawasan hutan terbagi menjadi kawasan hutan lindung (1.560 2.11. Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Pekerjaan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jumlah Persentase Penduduk 1 PNS 2.11.11.37%) merupakan kawasan budidaya.649 7.043 26.074 27.

indeks pendidikan yang dilihat darirata-rta lama sekolah II .0 2 Barito Utara 72. nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah 69.11.9 73. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah 2005 1 Palangka Raya 77.3 5 Gunung Mas 71.3 72.4 69. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.0 10 Katingan 71. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.8 7 Kotawaringin Barat 71. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.1 73.9 72. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.5 4 Barito Selatan 71.93 . Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).2 71.2 13 Sukamara 70.10.6 71. b.3 (Tabel 2.5). hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi untuk mengejar ketinggalan dari kabupaten lainnya dibidang pembangunan SDM.1 9 Murung Raya 71.6 71. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).Profil Daerah Keaslian alamnya baik perairan dan hutan yang belum banyak terjamah menjadikan daerah ini memiliki potensi sebagai cagar alam dan budaya.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota IPM 2006 77.6 8 Barito Timur 70.9 70.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.8 3 Kotawaringin Timur 72. Nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah yang paling kecil.4 70.5 71. Tabel 2.9 12 Lamandau 70.0 14 Pulang Pisau 69.3 11 Seruyan 70.9 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 69.7 72.4 72.5 6 Kapuas 71.5.9 71.3 Kalimantan Tengah 71.

11. serta penduduk yang memiliki pendidikan tamat S1 atau lebih persentasenya masih sedikit sekitar 0.47 SLTA/Sederajat 13. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Tabel 2.2 626.6.11.71%). Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk Pulang Pisau.768 100.000 15.87 Jumlah 119.86% dan yang lulus SLTA sederajat 11.86 SD/Sederajat 39. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.952 33.98%.6.9 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.06 Diploma IV/S1 1.2 625.36 Tidak Tamat SD 23.92 D-III 722 0. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jenis Pendidikan Jumlah Penduduk Persentase S-2/S-3 75 0.7.94 . Tabel 2.11. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapaita penduduk.000) IPM Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Pulang Pisau 2005 2006 66.0 7. 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II .762 1.172 19.777 11. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.50%.60 D-I/D-II 1.9 67.5 69.6 93. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita (Rp.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.0 91.208 16. sebagian besar berpendidikan maksimal setingkat SD/tidak tamat SD (51. Ini berarti penduduk Pulang Pisau yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan keahlian.3 69.50 SLTP/Sederajat 19.2 7. Yang lulus SLTP sederajat 15.100 0.35 Tidak/Belum Sekolah 20.

75 693. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Infrastruktur a.8 518.32%.582 m.Profil Daerah Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Pulang Pisau adalah sektor pertanian.11.05 167 167 B. Kondisi Baik 115. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten ini.7 344 287. Tabel 2. 2. jalan provinsi (167 km) dan jalan kabupaten (693. Selain itu juga terdapat 11 buah dermaga yang sudah tersebar di setiap kecamatan untuk melayani angkutan sungai dan kapal perintis yang beroperasi sejak tahun 2003.09 77. II . Panjang jalan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 adalah 979.09 A. 2008 Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki prasarana transportasi air berupa pelabuhan dan dermaga.39 693.25 693. Prasarana transportasi Jalan dan jembatan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.09 km). Berdasarkan statusnya terdiri atas jalan negara (119.95%. Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki jembatan dengan total panjang 6. Selain pembangunan badan jalan.05 119. Permukaan Aspal 115. untuk memperlancar arus transportasi darat.05 86 97 Sedang 7 0 37 40 Rusak 0 0 44 30 Jumlah 122.75 596.05 119.8.11.5 342.14 km.34 273.34%. Selain itu banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh (7.05 119. Pelabuhan antar pulau terdapat satu buah yang berada di Kota Pulang Pisau yaitu di perairan Alur Sei Kahayan.95 .54 127.05 55 68 Kerikil 4 0 67 74 Tanah 0 0 45 25 Jumlah 119.22%) dan karyawan swasta 2. Penduduk yang bekerja sebagai PNS dan TNI/Polri sebanyak 1. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 54.05 167 167 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.75 61.05 119.05 km). Luas areal pelabuhan sekitar 58 Ha dan memiliki aral tambat sepanjang 90 meter dengan lebar 10 meter. Panjang Jalan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Keadaan jalan Negara (km) 2006 2007 Status Jalan Provinsi (km) 2006 2007 Kabupaten (km) 2006 2007 35 95 466.3.09 46.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Pulang Pisau dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Pulang Pisau. Sumber tenaga listrik dialirkan langsung dari jaringan interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan melalui gardu induk di Kelurahan Kalawa. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang tersambung memiliki daya sebanyak 11.390.700 VA atau meningkat 39% dibanding tahun 2006 sebanyak 8.410.400 VA. Jumlah pengguna fasiltas listrik selama tahun 2007 tercatat sebanyak 16.844 pelanggan atau meningkat dianding tahun 2006 sebanyak 12.105 pelanggan. Kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Pulang Pisau bersumber dari sungai dan air tanah yang diolah dan dikelola oleh 2 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pulang Pisau. Kapasitas produksi air bersih pada kedua unit pengolahan tersebut sebanyak 28 liter/detik. Jumlah air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 311.467 m dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.477 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 1.371 pelanggan, serta perusahaan dan pertokoan 25, instansi pemerintah 53, sarana umum 13 dan badan sosial dan rumahsakit 15 pelanggan. c. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Pulang Pisau, seperti kantor pos dan jaringan telepon. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya memberi jasa pelayanan surat menyurat, paket barang, pengiriman uang, dan keagenan untuk cek, giro, tabanas dan pembayaran. Di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 6 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan kecuali di Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya dan Sebangau Kuala yang dilayani melalui pos keliling dan rumah pos. Untuk mendukung pelayanan jasa pos juga telah tersedia bis surat di setiap kecamatan. Pelayanan jasa telekomunikasi di wilayah Pulang Pisau saat ini disediakan oleh beberapa operator layanan yaitu PT Telkom dengan layanan jaringan telepon rumah dan GSM, PT Indosat, PT Telkomsel dan PT Excelcomindo dengan layanan GSM. telekomunikasi telah sampai hampir ke semua kecamatan dengan baik. Layanan
3

d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 64 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 203 unit. Tingkat II - 96

Profil Daerah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 41 unit SMP terdiri 31 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 18 unit SMA. Tabel 2.11.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Total 1. T K 64 64 1445 2. S D 176 27 203 18136 3. SLTP 31 10 41 6900 4. SMU 8 10 18 4810 Jumlah 215 111 326 31291 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau, 2008 Sekolah Guru 19 1434 280 175 1908

e. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada tingkat kecamatan tersedia 9 puskesmas di seluruh kecamatan. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas dengan fasilitas rawat inap 5 unit, puskesmas rawat jalan 4 unit, dan puskesmas pembantu 63 unit, serta57 unit polindes. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 1 dokter spesialis, 3 orang dokter umum, 8 dokter gigi, serta bidan 8 orang dan 137 perawat (Tabel 2.11.10.). Tabel 2.11.10. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah (unit) 1 Rumah Sakit 1 2 Puskesmas 9 3 Puskesmas Pembantu 63 4 Polindes 57 5 Posyandu 157 6 Pos Obat Desa 30 7 Dokter Spesialis Bedah 1 8 Dokter Umum 3 9 Dokter Gigi 8 10 Bidan 8 11 Perawat 137 12 Laboatorium 4 13 Gudang Farmasi 1 14 Apotik 1 Sumber : BPS Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka No Jenis Fasilitas/Pelayanan

2.12. KABUPATEN GUNUNG MAS Perkembangan suatu daerah ditentukan oleh aktivitas ekonomi dan berbagai kebijakan skala mikro maupun skala makro daerah yang bersangkutan. Dengan kata lain, perkembangan II - 97

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

suatu daerah pada dasarnya ditentukan oleh sisi permintaan (demand side) dan sisi penyediaan (supply side) dan juga dari kinerja investasi. Perkembangan Kabupaten Gunung Mas sebagai sebuah kabupaten baru tampaknya masih jauh dari pembagian kerja yang menghendaki terdapatnya kelompok masyarakat yang berkerja (berproduksi) untuk kepentingan ekspor, sementara kelompok lain menghasilkan kebutuhan masyarakat Gunung Mas sendiri. Kondisi obyektif/kenyataannya, hanya sebagian kecil kebutuhan bahan pokok sehari-hari masyarakat Gunung Mas yang dapat dipenuhi oleh produksi daerah sendiri. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan pasokan (supply) yang dipengaruhi oleh lingkungan, struktur ketenagakerjaan, budaya pungut dan infrastruktur yang ada di Gunung Mas.

2.12.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi, Kabupaten Gunung Mas terletak di daerah khatulistiwa, diantara 110
0

- 1200 BT dan 100 - 00 LS, dengan luas wilayah 10.804 km2 (1.080.400 ha) atau

sekitar 7,04% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.564 km2). Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota di Kuala Kurun memiliki batas wilayah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Provinsi Kalimantan Barat. : Pulang Pisau; : Kabupaten Kapuas; : Kabupaten Kasongan; dan

Secara administratif Kabupaten Gunung Mas memiliki 11 kecamatan dengan 12 kelurahan dan 113 desa, dengan luas setiap kecamatan adalah sebagai berikut. Tabel 2.12.1. Luas Daerah Manurut Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2007
km2 1 Manuhing 1.113 2 Manuhing Raya 601 3 Rungan 1.025 4 Rungan Hulu 791 5 Sepang 397 6 Mihing Raya 343 7 Kurun 842 8 Tewah 1.136 9 Kahayan Hulu Utara 1.589 10 Damang Batu 1.425 11 Miri Manasa 1.542 Jumlah 10.804 Sumber : Gunung Mas Dalam Angka, BPS. 2008 No Kecamatan Luas Persentase 10,3 5,6 9,5 7,3 3,7 3,2 7,8 10,5 14,7 13,2 14,3 100,0 Jumlah Desa/Kelurahan 12 6 21 11 7 6 15 16 12 8 11 125

II - 98

75 km. Klimatologi wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975) termasuk tipe iklim B1. Sungai Miri (anak Sungai Kahayan). Ada empat jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas yaitu: • • • • Sungai Manuhing dengan panjang ± 28.1 mm. Alluvial. jenis tanah yang dominan adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang tersebar di bagian utara wilayah Gunung Mas dengan ketebalan 110 cm. dan • Daerah selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang berpotensi mengalami banjir cukup besar pada musim-musim hujan. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak. Gley Humus dan Komplek Regosol Podsolik.25 km. sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Kemudian pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah alluvial yang berasal dari endapan sungai dengan jenis tanah Alluvial Hydromorfik Kelabu.03 mm dan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 36. Hydromorfik Kelabu. Wilayah Kabupatan Gunung Mas dilintangi oleh 3 sungai yaitu Sungai Kahayan. Topografi dan iklim Keadaan topografis Kabupaten Gunung Mas terdiri dari: • Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500m dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan 8°-15°. Alluvial Hydromorfik. Sungai Rungan dan Sungai Manuhing (anak Sungai Rungan). Sungai Kahayan dengan panjang ± 600. rawa-rawa dan ada tiga jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas.00 km. dan Sungai Miri. Sungai Rungan dengan panjang ± 86. Pentingnya peranan sungai ini disebabkan oleh terbatasnya/terganggunya prasarana perhubungan darat. tersebar dan dapat dijumpai di beberapa sungai/anak sungai di wilayah Gunung Mas yaitu Sungai Kahayan. selain itu juga daerah Kabupaten Gunung Mas memiliki perairan yang meliputi danau. disamping itu sebagai pemukiman penduduk masih berada di daerah pinggir sungai.Profil Daerah b. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri atas beberapa jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning. Tahun 2004. dan anak-anak sungai lainnya yang berfungsi sebagai penunjang alternatif transportasi darat untuk angkutan barang maupun penumpang. serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15°-25°. hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terendah pada bulan Agustus dengan rata-rata 0. Rungan dan Manuhing. Kabupaten Gunung Mas pada umumnya termasuk beriklim tropis dan lembab dengan temperatur antara 21°C-23°C dan maksimal mencapai 36°C. yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7-9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan) kurang dari 2 bulan.99 . II .

781 2.513 39.024 39.087 83.9%).003 48.71%.31% pertahun dengan tingkat rasio jenis kelamain 110 (Tabel 2.933 86.12. Laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 1998 sampai 2007 sebesar 3.482 38.848 80.107 9.12.217 39. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 1998-2007 Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004*) 2005*) 2006*) 2007*) Kecamatan Laki-laki 34.766 Rasio Jenis Kelamin 110 110 108 113 111 111 110 107 112 112 105 110 Manuhing 3.637 3.10.254 39.255 2.231 39.851 2.100 .819 76.195 80.025 44. Seiring denga persebaran penduduk tersebut.478 6. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2007 sebanyak 92.261 Jumlah 71.279 Mihing Raya 2.671 3.028 92.304 Damang Batu 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah c. maka persebaran penduduk Gunun mas terkonsentrasi pada Kecamatan Kurun (21.505 Laki-laki Perempuan 37.067 76. maka tingkat kepadatan penduduk juga lebih rapat pada ketiga wilayah tersebut (Tabel 2.9%).261 jiwa atau 47.2.668 7.690 Sepang 2.505 Sumber: Gunung Mas Dalam Angka 2008 II .836 37.065 Manuhing Raya 2.2).668 Tewah 8.736 45.357 Miri Manasa 1.004 42.200 Kahayan Hulu Utara 4.766 jiwa.083 40.602 36. Tewah (17.655 44.049 42.261 Perempuan 2.1%) dan Rungan (14. Tabel 2.562 81.432 37.594 41.505 jiwa atau 52.143 Rungan Hulu 3.740 Jumlah 48.456 76.12. Jika dilihat dari distribusi penduduk.329 Kurun .713 42.197 41.29% dan penduduk perempuan sebanyak 44. terdiri dari penduduk laki-laki 48.3).730 Rungan 7.108 1.050 2.

2 8. 4) Kawasan Pengembangan Produksi (KPP). 8. 2.72%.637 ha.436 Kurun 20. Khusus untuk kawasan rencana pengembangan produksi dan penggunaan lainnya tersedia kawasan lebih dari 50% dari luas wilayah. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.15 13.542 10. Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara. ladang. 9.945 Sepang 4. laha tidur dan lahan lain-lain) seluas 0. sungai.804 km atau 1.402. serta daerah pertanian (sawah.71%. 11. 10. 2) Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). 7. 5. 122. 191. danau dan rawa.97 5.67 13.101 2 .78 10.44 ha. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (BPS Provinsi Kalimantan Tengah).155 Damang Batu 4.95 ha.113 601 1. sawah) seluas 2. dan 5) Pemukiman dan Penggunaan lain.360. Dilihat dari pemanfaatannya.589 1.33%.3.846 Manuhing Raya 5.025 791 397 343 842 1. 11.080.871 Kahayan Hulu Utara 8. 20.400 ha yang sebagian besar merupakan dataran tinggi yang sangat potensial untuk daerah perkebunan. 4.766 Sumber.63 ha.37 ha.54 ha.59 Manuhing 5. 164. 6.804 Kepadatan Penduduk 5. Berdasarkan hasil survai “Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas” yang dilaksanakan Pemerintah II .336 Tewah 15. pekarangan.208 Rungan 13. ratarata luas penguasaan lahan per keluarga pertanian di Gunung Mas adalah sebesar 2. Rencana pemanfaatan ruang di Kabupaten Gunung Mas berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2005-2015 yaitu: 1) Kawasan Hutan Produksi.780 Rungan Hulu 6.9 12.329 Mihing Raya 4. 354.2.Profil Daerah Tabel 2.44 8.13 3. kawasan hutan lindung. kawasan pemukiman. Wilayah Gunung Mas terdiri atas: kawasan hutan produksi (tetap dan terbatas).395 Jumlah 92. kebun).16 ha.465 Miri Manasa 3. kawasan pemukiman dan untuk rencana pengembangan produksi serta pengunaan lainnya. 32. yang terdiri atas lahan untuk pertanian (kebun. Persebaran Penduduk di Kabupaten Gunung Mas Menurut Kecamatan Tahun 2007 Kecamatan 1. 17. 15.25 8. 226. Gunung Mas Dalam Angka 2008 2.51 ha lahan bukan untuk pertanian (bangunan.425 1.12.13 2.98%. 3) Kawasan Hutan Lindung (HL).434.11. Jumlah Penduduk Luas Daerah (km2) 1.136 1.22%. Sumber daya alam Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah 10.93 24. ladang.061. 3.

48 3.87 0.03 Jenis Lahan (Ha) Ladang Sawah 0.97 2. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah baik dan perlu lebih ditingkatkan. Damang 2.12.03 0. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.04 3. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas adalah 72.102 .40 Sumber : Laporan Akhir.23 Batu dan Miri Manasa Rata-rata 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.26 Kurun 2. Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas.15.09 0.54 Tewah 2.80 0.00 0.5).20 0.7 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.12. II .4 ha dengan seperti tabel berikut.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006.00 b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.19 0. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Tahun 2006 1 2 3 4 5 6 No Kecamatan Kebun 4.32 0. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas relatif lebih baik yaitu berada pada posisi ke 5 (lima) diantara 14 kabupaten/kota. atau secara rata-rata penduduk Gunung Mas sudah tamat SD namun masih banyak yang belum tamat SLTP. Pemerintan Kabupaten Gunung Mas dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.23 2.00 0.3 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.08 0. Tabel 2. lebih baik dari tahun sebelumnya pada posisi 112. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dari tahun 2005 – 2006 sedikit meningkat. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.71 Sepang dan Mihing Raya 4.4 Penguasaan Lahan Pertanian Oleh Petani di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006 Jumlah Manuhing dan Manuhing Raya 4.5 (Tabel 2. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 103.12.85 Kahayan Hulu Utara.47 Rungan dan Rungan Hulu 3.04 1. Rata-rata lama sekolah 8.08 1. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.49 0. diperoleh informasi bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai dan diusahakan untuk pertanian adalah 3.40 3.37 0.

5. Aspal b. Prasarana transportasi Prasarana transportasi yang terdapat di Kabupaten Gunung mas terdiri dari sungai.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Gunung Mas 2005 67.60 0. Meskipun telah terdapat prasarana transportasi darat dan udara.3 103 2.00 64.7 99.5 dalam kondisi sedang.18% jalan negara.3 71.12. Tabel 2.67 192. Sungai Miri dan Sungai Manuhing.49% merupakan jalan kabupaten. 19.70 0. darat dan udara.5 112 5 2006 67.17 Jalan Provinsi 10.Profil Daerah Tabel 2.92 II .0 8.33% jalan provinsi dan 60. Berdasarkan kondisinya maka hanya 6. Infrastruktur a. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.3 622. Sebagian besar kondisi jalan rusak dan rusak berat berada pada jalur antara Palangka Raya ke Kuala Kurun yang saat ini masih dalam proses pembangunan. prasarana transportasi darat di Gunung Mas mencakup jalan sepanjang 952 km yang terdiri dari 20.103 . Tanah Jumlah Jalan Negara 16. Diharapkan dalam waktu 1 – 2 tahun kedepan akses jalur transportasi darat antara Palangka Raya dan Kuala Kurun sudah dalam kondisi baik.00 78.00 52. Jenis Permukaan a.50 81.40 109.3 621. Sedangkan kondisi jalan yang rusak dan rusak berat mencapai 47.00 jalan Kabupaten 33.72 575.00 184.12.00 16.12. Sampai dengan tahun 2007. tapi prasarana transportasi utama masih mengandalkan sungai dengan menggunakan jenis perahu klotok dan speed boat.3.4 98. Sungai Rungan. Kerikil/Sirtu d.6 5 2. Perkerasan c. Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Gunung Mas Tahun 2007 Keadaan Jalan I.1%. Jalur utama transportasi sungai adalah Sungai Kahayan.16.50 489.4 72.4% dalam kondisi baik serta 46.4 8.

60 b. 2.999 juta dan seluruhnya masih dari dalam negeri.00 d.30 Jumlah 192. Kabupaten Barito Timur ini memiliki batas wilayah sebagai berikut : II . maka di setiap kecamatan sejak tahun 2004 terdapat pelayanan jasa telepon seluler (Telkomsel dan Satelindo) disamping sarana komunikasi utama yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indoneia (Telkom). jumlah pelanggan air PDAM pada tahun 2007 sebanyak 1.13.34 79.761.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keadaan Jalan Jalan Negara Jalan Provinsi jalan Kabupaten 33. Tahun 2007 ini.50% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah : 153. Secara astronomis Kabupaten ini terletak pada posisi 114º .00 Sumber : Gunung mas Dalam Angka. Kondisi Geografi dan Demografi a. 2.115º Bujur Timur dan 1º2’ Lintang Utara .596 pelanggan dengan kebutuhan total air minum sebanyak 312.17 184. Jumlah wesel pos yang diterima dan terkirim sebesar Rp. jumlah produksi listrik di wilayah Gunung Mas mencapai 5.1.150 pelanggan.20 211. KABUPATEN BARITO TMUR 2.33 24.977 Kwh kepada 4.381.00 70. Baik 16. 333 juta dan Rp. BPS. 2008 b. Untuk Sarana komunikasi melalui fasilitas telepon. c. Rusak 8.579 pelanggan.834 km² (atau 2. terdapat 5 kecamatan yang belum memiliki unit PLN.037 Kwh dengan jumlah yang dijual sebesar 5.08% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 1. Jumlah pelanggan yang terdaftar pada tahun 2007 mengalami peningkatan 1.82 130.13. Kurun dan Tewah.20 575.104 . Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Timur memiliki luas 3. yang terdapat di Kecamatan Sepang. Prasarana listrik dan air minum Dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Gunung mas. Sedang 163.92 II.707 m3.10 c.2º5’ Lintang Selatan. Kemampuan PLN wiayah Gunung Mas untuk memproduksi listrik sebesar itu didukung dengan 22 unit mesin diesel. Berdasarkan data PDAM Kabupaten Gunung Mas. Secara administratif.50 10. Kondisi Jalan a. Jumlah kantor pos di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 3 kantor.564 km²) dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2002. Rusak Berat 4. Prasarana komunikasi Salah satu sarana komunikasi yang dimanfaatkan masyarakat Gunung Mas adalah Pos.70 200.

Satuan wilayah administrasi Kabupaten Barito Timur pada awal pemekaran. serta Kecamatan Dusun Timur dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Dusun Timur dan Paju Epat. Sementara itu untuk jenis dan penamaan tanah dilakukan menurut sistem Soil Taxanomy (USDA.73%).50 meter diatas permukaan laut (dpl) dan tingkat kemiringan antara 0 . : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.765 Ha. : 579 km2 terdiri dari 10 desa. b. (38. Topografi dan iklim Kondisi fisik wilayah (fisiografi) Kabupaten Barito Timur. Berdasarkan fisiografi wilayah Kabupaten Barito Timur dapat digolongkan 4 (empat) bagian utama sebagai berikut : • • • • Hutan belantara seluas 146.532 km2 terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan. 14 Tahun 2007 tentang pembentukan desa di Kabupaten Barito Timur menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan 102 desa dan 3 kelurahan. sedangkan pada bagian barat dan selatan terdiri atas daerah (rawa). Berdasarkan peta tanah tinjau skala II .28%).400 Ha. dan : 258 km terdiri dari 5 desa dan 1 kelurahan. dan Paku.17%).105 .Profil Daerah • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. : 225 km2 terdiri dari 7 desa. Sungai/ danau / genangan air seluas 10. Rawa.rawa seluas 122. dan : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. (27.8%. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. (31.82%).007 km terdiri dari 18 desa dan 1 kelurahan. 1990) pada tingkat ordo tanah. pada bagian utara dan timur sebagian besar berada di wilayah daratan dengan tingkat ketinggian antara 0 .011 Ha. Raren Batuah. : 203 km2 terdiri dari 8 desa. : 1. terbagi atas 6 (enam) wilayah kecamatan serta 68 desa/kelurahan (terinci 65 desa dan 3 kelurahan) dengan rincian sebagai berikut: 1) Dusun Tengah 2) Pematang Karau 3) Awang 4) Patangkep Tutui 5) Dusun Timur 6) Benua Lima : 1. (2.467 Ha. Pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur No. 2 2 Pada tahun 2006 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur No.11 Tahun 2006 ada dua kecamatan yang dimekarkan yaitu Kecamatan Dusun Tengah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Dusun Tengah. dan Tanah lainnya seluas 104.

Secara umum masyarakat Barito Timur dikenal agamis dengan kerukunan dan toleransi beragama cukup tinggi. Katolik. Alfisol. Mollisol. alfisol. dan peternakan.765 ha. Wilayah daratan terdiri dari kawasan hutan produksi.67 mm. Oxisol.000 (Puslitanak.28%). Islam.rawa seluas 122. yaitu mencapai 197.011 ha. Ultisol. dan Kaharingan. Lahan dan penggunaannya Total luasan Kabupaten Barito Timur seluas 3.rata 2%. Bila diamati menurut kecamatan terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti. oxisol. Agama yang dianut mayoritas di Kabupaten Barito Timur antara lain : Kristen Protestan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 1 : 1. Sungai/danau/genangan air seluas 10. 2000) dan peta Land System dan Land Suitability skala 1 : 250. yaitu Kota Ampah (Ibukota Kecamatan Dusun Tengah) yang merupakan pusat utama kegiatan perekonomian untuk Kabupaten Barito TImur dengan tingkat kepadatan paling tinggi mencapai 33 jiwa/km² diikuti oleh kecamatan Dusun Timur dengan Ibukota Tamiang Layang yang sekaligus Ibukota Kabupaten Barito Timur dengan tingkat Kepadatan Penduduk 10 jiwa/km². dan Tanah lainnya seluas 104. kawasan konservasi. serta kawasan pemukiman dan pembangunan perkotaan. dimana pada siang hari suhu mencapai 34ºC. kawasan pengembangan khusunya untuk pengembangan sektor pertanian. (2. Rata-rata curah hujan per tahunnya relatif tinggi. terutama tanah ordo ultisol. Untuk wilayah Kabupaten Barito Timur yang sebagian besar berada pada wilayah daratan dan perbukitan dengan tanah mineral. perkebunan.382 laki-laki dan 39. (38.000.106 .467 ha. dengan tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Timur masih tergolong tidak padat yaitu baru mencapai 19 jiwa/km² dengan pertumbuhan penduduk rata. Tipe iklim Kabupaten Barito Timur adalah tropis dan relatif panas.73%). berjumlah 81. Inceptisol. (31.834 km² yang berada pada ketinggian 0 – 50 m dpl terdiri dari kawasan sebagai berikut Hutan belantara seluas 146.82%). dan mollisol pada lahan kering sebagian besar telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan (ladang) dan perkebunan (terutama kebun Karet dan Rotan).17%). Demografi Jumlah penduduk menurut hasil registrasi Badan Kependudukan. Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur pada tahun 2005. II .400 ha. Rawa. (27. dan Spodosol.000 (RePPPort.218 jiwa terdiri atas 41. Entisol. c.836 wanita. 1985) di Kalimantan Tengah terdapat 8 (delapan) ordo tahnah yang tersebar pada wilayah kabupaten/ kota yaitu terdiri dari Histosol. d.

107 . dan lahan produktif di beberapa lokasi transmigrasi. Selain itu terdapat potensi kelautan seperti di Kecamatan Tabunganen dengan kawasasn perairan pantai/laut seluas 20.1 (Tabel 2. kanal dan jalan darat merupakan sarana yang memudahkan aksesibilitas maupun distribusi hasil produksi.1). Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 135 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 167.600 ekor sapi bali.315 ha. Wilayah Barito Timur merupakan areal hutan rawa gambut seluas 60. Pada sektor peternakan potensi yang dimiliki meliputi potensi dan daya dukung pengembangan bidang peternakan berupa lahan potensial ± 60 ha dengan dukungan padang rumput dan lahan penggembalaan pemeliharaan seluas 62.6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.2. b.000 ha dengan dominasi hutan galam.000 ha. Salah satu sumber daya penting yang dimiliki adalah adanya sumber daya lahan pertanian baik lahan pasang surut. Potensi ternak yang dapat dikembangkan berupa ternak besar. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Sumber daya alam Kabupaten Barito Timur memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk Kesejahteraan bersama. Salah satu komoditas perkebunan yang 3 prospektif dikembangkan adalah kelapa sawit. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.900 km2 dan lahan budidaya air payau (tambak) seluas 3. tegalan dan juga tersedia lahan sawah fungsional.13. kecil dan unggas. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Ketersediaan sungai besar.13. anak sungai. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.127 ha yang mampu menampung sekitar 170. Tiap tahun rata-rata menghasilkan 20. nilai IPM Kabupaten Barito Timur tergolong sedang berada pada posisi ke 8 (delapan) diantara 14 kabupaten/kota.Profil Daerah 2. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini masih perlu lebih baik. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .000 m kayu galam dengan berbagai ukuran. nilai IPM Kabupaten Barito Timur adalah 71. Pengembangan ternak besar dilakukan denganc ara penggemukan dan pembibitan. Potensi sumber daya alam bidang perkebunan meliputi potensi lahan rawa gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 112. Sumber daya perikanan potensial yang dimiliki antara lain kondisi geografis sebagian besar wilayah Barito Timur yang dikelilingi oleh sungai.

Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. dan peningkatan produktivitas kerja.1. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pembangunan • • • • kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.5 67. Peningkatan mutu pendidikan.1 70. program kesehatan Kabupaten Barito Timur menetapkan visi. penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. “Kabupaten Barito II . Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.108 . ditempuh strategi dan kebijakan antara lain: • • • • Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.6 7.1. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.4 94.2 71.13. Dengan mengacu pada visi dan misi Indonesia Sehat dan Kalimantan Tengah tahun 2010.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Timur 2005 2006 67.3 617. S-1 dan Program Pascasarjana. Indikatornya antara lain: peningkatan usia harapan hidup. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.” Untuk mewujudkan visi tersebut.6 97.6 135 5. Peningkatan relevansi pendidikan. Visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bartim adalah: “Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.13.6 8. peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.1 167 12 620. dan Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. ketrampilan dan kesehatan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.07 8 Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan.

5 km. Jalan Provinsi sepanjang 182. dan kondisi rusak berat 266. maka sebagian besar jalan yang sudah di aspal yaitu sepanjang 321. Jalan Negara sepanjang 103. Terminal Anjir Pasar. Peningkatan kondisi ruas jalan di Kabupaten Barito Timur terus diupayakan. Jika ditinjau dari kondisinya. b. guna memperlancar arus transportasi. masyarakat dan lingkungan. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan mengalirnya arus barang dan jasa.109 .707 II . jalan tanah sepanjang 248. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Tamiang Layang.Profil Daerah Timur Sehat Tahun 2008”. sedangkan transportasi sungai berupa klotok.13. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Bartim. Jalan Provinsi sepanjang 105.70 km. serta tersedia Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. dan Terminal Tabukan. bus air dan motor boat. Transportasi darat berupa mobil angkutan. Prasarana listrik dan air minum Dari 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini pada tahun 2004 telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.6 km. keluarga. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito timur tahun 2006. Menurut data tahun 2003. yang terbagi atas Jalan Negara sepanjang 121.5 km.088 unit/rumah atau meningkat 18. Transportasi di Barito Timur terdiri dari transportasi darat dan sungai.3.4 km.6 km.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33.9 km.90 km. dan jalan kerikil sepanjang 127. kondisi sedang 40 km. Jika dilihat dari kondisi permukaan jalan. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu. dan Jalan Kabupaten sepanjang 856. maka panjang jalan dengan kondisi baik 317. merata dan terjangkau. panjang jalan darat di wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 1. Misi program pembangunan kesehatan yang dilakukan antara lain: • • • • Menggerakkan pembangunan wilayah kecamatan yang berwawasan kesehatan. Terminal Handil Bakti. speed boat.1 km.3 km. Infrastruktur a. dan Mendorong kemandirian masyarakat kecamatan untuk hidup sehat..011. dan Jalan Kabupaten sepanjang 707 km.52 km. 2.

dan Puskesmas Pembantu 41 buah.13. Prasarana kesehatan Kabupaten Bartim memiliki fasilitas rumah sakit.3. d.507 unit. Puskesmas Perawatan 1 buah. Prasarana pendidikan Pendidikan hal yang mendasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menyikapi luasnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.2. Jumlah Sekolah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah unit/rumah. Tabel 2.598 unit). meningkat 11.110 .675 1. 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan Dokter Jumlah 14 66 115 1 16 54 266 Keterangan 9 Dokter Umum 5 Dokter Gigi Bidan Pengatur Rawat Apoteker/Ass Apoteker SPKU/Pembantu Perawat Tenaga Teknis Jumlah Sumber: Kab. Guru. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4.880 275 4 SLTA/MA 10 1. Sebelumnya. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat). c.025 3 SLTP/MIS 23 2.555 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Timur.13. yaitu RSUD Tamiang Layang tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.238 1. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Barito Timur tahun 2002 No. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dan Lain-lain. Tabel 2. Fasilatas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan.826 164 5 SMK 2 240 49 Jumlah 205 15. dan Murid Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kabupaten Barito Timur No Jumlah Jumlah Jumlah Sekolah Murid Guru 1 Taman Kanak-Kanak 23 491 42 2 Sekolah Dasar 147 10. maka pemerintah Kab Barito Timur merehab 18 sekoilah yang terletak di beberapa desa. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. 2005 Jenjang Pendidikan e. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas 6 buah.Barito Timur 2007 II . sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel. Perkembangan sarana pendidikan di Kabupaten Bartim adalah sebagai berikut.

Permata Intan. (2) Tanah Siang. 9 kelurahan.1. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4. 3 tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk 10 kecamatan.14. (4) Permata Intan. : Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) dan Barito Utara. terdiri dari 10 kecamatan. Baru pada tanggal 2 Juli 2002 ditetapkan sebagai Kabupaten Murung Raya dengan UU No. (5) Sumber Barito. 5 tahun 2002 yang meliputi 5 (lima) kecamatan. yaitu: (1) Murung. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Murung Raya adalah: • • • • Sebelah utara : Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur). (8) Seribu Riam.Profil Daerah f.111 .000 km. Laung Tuhup.700 km dengan posisi geografis 0 53’48” – 0 46’06” LU dan 113 20’ – 115 55’ BT. 2.7 miliar. (7) Uut Murung. daerah ini merupakan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya. Sejak tahun 2007.14.700 km . Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Utara dan Kapuas. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. (3) Laung Tuhup. yaitu: BPD Cabang Tamiang Layang. BRI Cabang Tamiang Layang. Tanah Siang. Luas wilayah mencapai 23. berdasarkan Perda No. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. Kondisi Geografi dan Demografi a. Sebelumnya. dan Sumber Barito. 25.65 km dengan total biaya Rp. pemerintah Kabupaten Bartim telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer. dan (10) Barito Tuhup Raya. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Bartim beroperasi tiga bank. (9) Sungai Babuat. dan : Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas. O O 2 O O 2 II . 6. KABUPATEN MURUNG RAYA 2. Luas Wilayah Murung raya seluas 23. (6) Tanah Siang Selatan. g. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Murung Raya (Murung Raya) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Puruk Cahu. BNI 46 Cabang Tamiang Layang. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. dan 115 desa. yaitu: Murung.

hutan produksi terbatas. c.. Sampai saat ini belum diperoleh data pasti Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten Murung Raya.23% pertahun. karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan curah hujan cukup tinggi.20%).75 km). Demografi Jumlah penduduk sampai akhir tahun 2007 adalah 88. kemudian II . Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya sejak tahun 200-2003 rata-rata 5. Lahan dan penggunaannya Total luas areal di Kabupaten Murung Raya seluas 23.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.71 jiwa per km .000 mm/tahun. kawasan hutan produksi. Curah hujan rata-rata 2.112 2 . malam hari rata-rata 23. cagar alam.25 km). Ratio penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2003 adalah 110.75 km) dan Sungai Busang (75.500 – 4.25 km). Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya ratarata kerapatan 3.832 jiwa dan penduduk perempuan 42. Hal ini berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 110 penduduk laki-laki. Kedalaman dasar berkisar antara 3 – 8 m dan badan sungai lebih dari 25 m.56% hingga 9.43% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. 2 d.5OC.58% per tahun.33%) dan Permata Intan (6.700 km merupakan wilayah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Tengah. berkisar 2.56%) dan Tanah Siang (4. Suhu siang hari rata-rata 26.20%. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumber Barito (9. meskipun demikian penggunaan lahan di Kabupaten ini antara lian diperuntukkan bagi kawasan huutan lindung/kawasan konservasi. Pertumbuhan penduduk terendah tercatat pada Kecamatan Laung Tuhup (3. diikuti Kecamatan Murung (6. Beberapa cabang atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu: Sungai Laung (35. Kawasan pemukiman dan kawasan pengembangan budidaya. Sungai Babuat (29. Sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Siang yaitu 118.185 jiwa atau dengan sex ratio 108.08%). Topografi dan iklim Wilayah Kabupaten Murung Raya dilintasi oleh Sungai Barito dan beberapa anak sungai dengan panjang dan kedalaman sungai yang sangat berfariasi.017 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0.2OC. Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15. Penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 45. Laju pertumbuhan penduduk per kecamatan berkisar antara 3. Kabupaten Murung Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan panas.65.04%).909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH) sekitar 85%. Sungai Joloi (40.

Profil Daerah Kecamatan Sumber Barito 116 dan laung Tuhup 111. Semakin tinggi nilai sex ratio ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki semakin banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan pada periode tertentu

2.14.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

a. Sumber daya alam Kabupaten Murung Raya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat kembangkan. Wilayahnya yang luas dengan bentangan daratan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman hutan dan sumber daya hayati lainnya. Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati di Kabupaten Murung Raya masih relatif rendah dibanding dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar, kabupaten ini memiliki potensi bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa,dan bahan galian non logam lainnya.

b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006, nilai IPM Kabupaten Murung Raya adalah 71,6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71,0 (Tabel 2.14.1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se Provinsi Kalimantan Tengah, Nilai IPM Kabupaten Murung Raya termasuk rendah berada pada posisi ke 9 (sembilan) diantara 14 kabupaten/kota, hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah perlu ditingkatkan lebih baik. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Murung Raya Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.14.1. Tabel 2.14.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Murung Raya Tahun 2005 – 2006
IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67,6 67,8 6,6 7,0 99,3 99,3 624,6 71,0 134 9 627,4 71,6 133 2,06 9

Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan, ketrampilan dan kesehatan. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat II - 113

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Banjarmasin, Universitas Palangka Raya, serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3, S-1 dan Program Pascasarjana, yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pengembangan SDM melalui Pembangunan kesehatan diarahkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya antara lain: • • • • peningkatan usia harapan hidup; penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan; peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat; dan peningkatan produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.

2.14.3. Infrastruktur

a. Prasarana transportasi Transportasi di Mura terdiri dari transportasi udara, darat dan sungai. Bandar udara adalah eks lapangan terbang milik PT Indo Muro Kencana yang bisa didarati oleh jenis pesawat perintis. Transportasi darat berupa mobil angkutan, sedangkan transportasi

sungai berupa klotok, speed boat, bus air dan motor boat. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Mura, guna memperlancar arus transportasi, pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal AKAP di Puruk Cahu Seberang. Tabel 2.14.2. Kondisi jalan di Kabupaten Murung Raya hingga Januari 2008
No 1 2 3 4 5 6 Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Panjang (km) 50,00 399,90 481,35 455,52 20,00 50,57 1.457,34 Lebar (m) 4,50 6,00 6,00 4,00 2,00 6,00 HRS (km) ATB (km) 50,00 8,70 58,70 Latasir (km) 20,00 20,00

No 1 2 3 4 5 6

Lapen (km) 20,00 20,00

Kerikil (km) 30,00 30,00

Beton (km) 20,00 0,16 20,16

Tanah (km) 399,90 471,35 322,62 1.203,87

Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 114

Profil Daerah Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan ekonomi disuatu wilayah. Panjang jalan di Kabupaten Murung raya Tahun 2008 mencapai 1.457,34 km. Sejak tahun 2003 telah dan sedang dibangun Jembatan Sungai Barito Hulu yang melintasi Sungai Barito dengan realiasasi dana sebesar Rp. 41.489.381.000

b. Prasarana listrik dan air minum Sumber tenaga listrik di Kabupaten Murung Raya berasal dari uit pembangkit

perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan data realisasi pengusahaan PLN Ranting Puruk Cahu dan MISIF hingga Desember 2007 terdapat 4.081 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 4.438.150 kwh. Sementara jumlah produksi hanya sebesar 659.844 kwh dan daya distribusi yang tersedia sebesar 635.962 kwh. Tabel 2.14.3. Kondisi Produksi dan Distribusi Tenaga Listrik PLN di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 No. Uraian Produksi Disalurkan ke unit lain Pemakaian sendiri Susut distribusi Susut distribusi Tersedia distribusi Kwh terjual Jumlah pelanggan Daya tersambung Jumlah travo Panjang SUTM Panjang SUTR Daya mesin terpasang Daya mampu Beban puncak Uraian Satuan Kwh Kwh Kwh Kwh % Kwh Kwh Lg Kwh Unit kms kms Unit/Kw Kw Kw Satuan RTG P. Cahu 570.562 0 21.857 -15.644 -2,85 548.705 564.349 2.518 3.330.590 29 43.500 27.431 2.586 1.255 1.156 ULD Mangkahui 17.325 0 346 2.766 16,29 16.979 14.213 330 236.650 2 910 1.712 100 80 79 Sub RTG M. Laung 57.113 0 1.395 -501 -0,90 55.178 56.219 845 599.900 4 18.113 7.904 340 294 250 ULD Tb. Lahung 11.214 0 224 -3.075 -33,71 10.990 14.695 227 171.150 2 973 2.735 80 70 70 ULD M. Untu 3.630 0 60 545 15,27 3.570 3.025 161 99.500 2 1.150 2.150 40 40 20 Jumlah 659.844 0 23.882 -16.536 -2.60 635.962 652.501 4.081 4.438.150 39 64.646 41.932 3.146 1.739 1.575

1 Produksi Kwh 2 Disalurkan ke unit lain Kwh 3 Pemakaian sendiri Kwh 4 Susut distribusi Kwh 5 Susut distribusi % 6 Tersedia distribusi Kwh 7 Kwh terjual Kwh 8 Jumlah pelanggan Lg 9 Daya tersambung Kwh 10 Jumlah travo Unit 11 Panjang SUTM kms 12 Panjang SUTR kms 13 Daya mesin terpasang Unit/Kw 14 Daya mampu Kw 15 Beban puncak Kw Sumber: Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 115

sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.127 392.143 PDAM UNIT IKK MUARA LAUNG Kubikasi Pelanggan (M3) 304 5.116 .774 0 221 15 4.070 14.638 3 RS Pemerintah 2 140 4 Tempat Ibadah 1 59 5 Sekolah 0 0 6 Terminal Air 0 0 7 Hidran Umum 0 0 8 MCK 0 0 9 Instansi Pemerintah 0 0 10 Niaga Kecil 8 1. (Lanjutan) PDAM ABP MANGKAHUI Kubikasi Pelanggan (M3) 1 Rumah Tangga 155 22.219 713 6. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dll. Terdapat seayak 4 unit pengolahan air di wilayah ini dengan total jumlah pelanggan sebanyak 1.931 No.732 62. Realisasi data pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut: Tabel 2. Fasilitas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan hampir di seluruh kecamatan. Sebelumnya. 2008 No.165 1.696 142 60. II . Rumah Tangga RS Pemerintah Tempat Ibadah Sekolah Terminal Air Hidran Umum MCK Instansi Pemerintah Niaga Kecil Niaga Besar TNI/Polri Jumlah Tabel 2.267 m3. Uraian Jumlah Pelanggan 1.821 18 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Uraian Rumah Tangga Ind.335 8 3. Rumah Tangga 14 2.340 3.4.523 11 Niaga Besar 0 0 12 TNI/Polri 0 0 Jumlah 180 26.265 6 3. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).774 pelanggan dan total penyaluran air bersih sebanyak 443.498 33 4 14 11 0 5 2 13 185 6 3 1. Kondisi pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya PDAM PUSAT PURUK CAHU Kubikasi Pelanggan (M3) 931 295.690 10 4.14.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Sumber air bersih di Kabupaten Murung Raya berasal dari air tanah atau air bersih dari perusahaan daerah air minumu setempat.250 1 55 1 0 1 0 3 84 0 5 221 2 15 3 36 35 953 0 1 33 356 6.244 7.647 PDAM ABP PURUK CAHU SEBERANG Kubikasi Pelanggan (M3) 108 16.741 3.070 2 14.528 1 573 9 5.188 2 Ind.985 0 0 0 0 3 946 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111 17.546 Sumber: Kabupaten Murung Raya.4.267 c.14.198 443.774 Jumlah Kubikasi (M3) 340.

: 67 orang. dengan luas wilayah 2.5. Pemda telah memprogramkan kunjungan dokter spesialis secara berkala. Wilayah administrasi Kota Palangka II . Tabel 2. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Murung Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak sampai dengan SLTA.15. : 2 orang. satu unit Gudang Farmasi.7 20' BT dan 1 30' – 2 30" LS. : 3 orang.15. Jumlah gedung sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 No. 46 unit Pustu.117 2 0 0 0 0 . yaitu satu unit RSUD Puruk Cahu tipe D. : 17 orang.14. dan : 54 orang. Kondisi Geografi dan Demografi a. 135 unit Posyandu.851 Ha).51 km (267. Spesialis dan Paramedis yang tersedia pada saat ini adalah: • • • • • • • • Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker Skm Perawat Bidan Tenaga lainnya : 1 orang.678. KOTA PALANGKA RAYA 2. TK SD/MI 1 Murung 19 33 2 Laung Tuhup 6 44 3 Tanah Siang 2 40 4 Permata Intan 4 26 5 Sumber Barito 4 24 Jumlah 35 167 Sumber: Kabupaten Murung Raya. 12 unit Polindes. Prasarana kesehatan Kabupaten Mura memiliki fasilitas rumah sakit. 2008 Kecamatan Jumlah Gedung SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 3 7 1 2 1 2 1 2 1 20 7 Jumlah 62 58 45 33 31 229 e.Profil Daerah d. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. 8 unit Puskesmas. Kota Palangka Raya terletak pada 6 40' . : 62 orang. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan. 2. : 3 orang. dan lima unit mobil Puskesmas Keliling. Tenaga Medis.1.

50 km2.86 km2. b.75 km2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Raya terdiri atas 5 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut. Kota Palangka Raya memiliki temperatur udara maksimum pada tahun 2006 berkisar antara 31.65 km2.802 jiwa. (5) Sungai dan Danau 42.51 km2 dapat terdiri dari (1) Kawasan Hutan 2.572 orang atau 49.45% dengan rata-rata kepadatan penduduk 68 orang/km 2 II .230 orang atau 50.55% dan penduduk perempuan sebesar 92. dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 90.14 km2. Untuk keadaan kecepatan angin. : Kabuaten Pulau Pisau.118 .1OC. Rata-rata curah hujan per tahun di Palangka Raya adalah 266 mm.053.41 km2. Suhu rata-rata tiap bulannya berkisar antara 23. Batas-batas Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kota Palangka RayaGunung Mas.8 mm. Demografi Jumlah penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 sebesar 182.00 km2 dan 1.678.54 km2. dan : Kabupaten Katingan. c. (4).1O – 32. Bukit-bukit yang ada mempunyai ketinggian bervariasi antara 118 m sampai 197 m. 583. Tempat tertinggi terletak di tengah wilayah kota Palangka Raya.30 km2.5OC dan temperatur minimum antara 20. d. Namun demikian secara umum kelas lereng Kota Palangka Raya termasuk datar yaitu rata-rata <3%. elevensinya semakin tinggi dari arah selatan ke utara.485. Areal Perkebunan 22.2 knots dan terendah terjadi pada bulan Februari yakni sekitar 1.25 km2. Jekan Raya. Topografi dan iklim Wilayah Kota Palangka Raya terletak pada ketinggian ± 13 m sampai 97 m di atas permukaan laut. (3) Perkampungan 45. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kota Palangka Raya sebesar 2. Keadaan curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 252. (6) Lain-lain 69.62 km2.6OC sampai 33. 572. Bukit Batu.5OC sampai 27OC. Kota Palangka Raya merupakan daerah yang beriklim tropis seperti pada umumnya wilayah Indonesia. 352. Berdasarkan data dari stasiun meteorologi Provinsi Kalimantan Tengah. yaitu perbukitan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling. terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 3. (2) Tanah Pertanian 12. : Kabupaten Gunung Mas. dan Rakumprit dengan luas masing-masing 117.5 knots. Sebangau.

Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kota Palangka Raya yang utama melihat dari luas wilayah yang ada dengan penggunaan lahan 2.2. 2.83%) perkebunan. Perbandingan antara pencari kerja dan permintaan tenaga kerja pada tahun 2006 adalah 9 : 1. Penduduk perempuan di Palangka Raya lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki yang ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 98.51% dari total keseluruhan atau sebanyak 126.93%) untuk kawasan pemukiman dan sisanya adalah rawa. sungai.404 jiwa.06%. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 berjumlah 49% untuk laki-laki dan 51% untuk perempuan. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 46%. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 69.767 jiwa atau 2. Jumlah pencari kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja di setiap tingkat pendidikan baik laki-laki atau perempuan.939 jiwa atau 12%.8%) merupakan kawasan 2 hutan. Kelompok Umur dan Prosentase Penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Persentase 28.15. 22. Jika dilihat dari distribusi penduduk.703.06 Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun).30 km (0. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 44%. Artinya hanya 1 dari 9 orang yang akan diterima sebagai tenaga kerja. 300. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 44 penduduk tidak produktif.75 km ha 2 2 2 (92. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.Profil Daerah Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin.20. 12.119 .1.06 km (14.65 km (0. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah Kecamatan Pahandut dengan jumlah 64.47%) tanah pertanian. Tabel 2. Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 3. Jumlah penduduk yang terbanyak adalah pada usia 15 .15.485.51 2.43 69. danau dan lainII .19 tahun sebanyak 21.

246 3.894 6. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Tabel 2. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk di Kota Palangka Raya yang cenderung semakin meningkat. 2008 Murid 4.492 18. dan Guru Menurut Jenis Sekolah Jenis Sekolah Sekolah Kelas Guru TK 102 269 232 SD 102 819 1.499 SLB 2 14 19 SMP 36 319 711 SMA 18 183 516 SMK 15 114 336 Sumber : Kantor Statistik Kota Palangka Raya.682 79 10. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Ruang Kelas. Peningkatan penduduk yang bersekolah selama tahun 2006-2007 merupakan keberhasilan Kota Palangka Raya dalam upaya memperluas pelayanan pendidikan.2. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).120 . Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. b. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Banyaknya Sekolah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah lain. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas II .15. Murid. Kota Palangka Raya telah mengembangkan beragam program dalam rangka memanfaatkan beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.043 Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.

121 . penyakit tekanan darah tinggi.08%).41%.15. dan tanah (347.3. puskesmas. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.Profil Daerah dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. Panjang jalan di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 adalah 828.3 Tabel 2.43 km yang dibagi menurut jenis permukaannya yaitu aspal (453. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37. dan diare.826 dan jumlah II .15. dan yang milik pemerintah sebanyak 3 buah. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kota ini. banyaknya tenaga kesehatan.46%) dan pertanian (9. 2.60%). perawat dan tenaga teknis dengan jumlah masing-masing 110. gingivitis. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (24. Sedangkan sisanya adalah dokter umum. Indikator Jumlah Rumah Sakit 3 Puskesmas 51 Tenaga Kesehatan 480 Apotek 39 Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Indikator Kesehatan di Palangka Raya Tahun 2006.46 km). gastritis. 2007 Tenaga kesehatan terbesar adalah bidan. Keluhan-keluhan penyakit lain dari penduduk antara lain penyakit pada system otot jaringan. dan jumlah kunjungan penyakit terbanyak. pada tahun 2006. Apotek di Palangka Raya sebagian besar milik swasta yaitu sebanyak 36 buah. konstruksi (12.3. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kota Palangka Raya adalah sektor jasa. infeksi kulit. kerikil (27. alergi kulit. pulpa.73 km). Jumlah kendaraan bermotor di Palangka Raya jauh lebih banyak daripada tak bermotor. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. banyaknya apotek. 161. 167 orang. Jumlah kunjungan terbesar adalah pada penyakit ISPA yaitu sebanyak 49.15. Indikator kesehatan terletak pada jumlah rumah sakit. dokter gigi dan asisten apoteker. pharingitis. jumlah kendaraan bermotor adalah 46. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.24 km). Infrastruktur a. Data indicator tersebut pada tahun 2006 ditunjukan pada table 2.318 kunjungan pada tahun 2006.

2007 II . SLTP 4. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon dan telepon seluler untuk sarana hubungan secara langsung. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. d. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Palangka Raya Sekolah 1.4.708. dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kota Palangka Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga (12. Jumlah Sekolah. Tabel 2.385 pelanggan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 227 unit. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. c. Sekolah TK di Kota Palangka Raya sebanyak 113 unit yang tersebar di 9 kecamatan.568. kantor pemerintahan (170 pelanggan). Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara.461 Jumlah pelanggan air minum selama tahun 2006 tercatat sebanyak 13. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kota Palangka Raya.713 dan jumlah KWH yang dijual adalah 113. S D 3. b.158) kemudian diikuti perusahaan (809 pelanggan).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kendaraan tak bermotor adalah 1. T K 2. SLTA -SMU -SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 1 112 227 0 30 1 9 6 7 4 2 2 267 119 Murid Negeri Swasta 140 4894 33470 0 6382 19 2024 657 1266 354 758 303 42016 5570 Guru Negeri Swasta 22 375 2050 0 500 13 188 88 112 43 76 45 2760 476 Jumlah Sekolah 113 227 31 15 11 4 386 Sumber : BPS Kota Palangka Raya. badan sosial dan rumah sakit (240 pelanggan) dan umum (8 pelanggan).927 pelanggan berarti terjadi peningkatan jumlah pelanggan. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. Jumlah KWH yang dibangkitkan pada tahun 2006 adalah 126. Kendala yang dihadapi dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah ini adalah masih terbatasnya kendala prasarana jalan dari pusat-pusat produksi di wilayah pedesaan ke pusat pemasaran di Kota Palangka Raya.156. Di Kota Palangka Raya terdapat 995 buah kantor pos yang tersebar di lima kecamatan.122 .15.

dan 167 tenaga teknis. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya terdapat 3 rumah sakit yang terletak di Kecamatan Pahandut. 110 bidan. kecuali Kecamatan Rakumpit. 18 unit Madrasah Tsanawiyah serta 6 unit Madrasah Aliyah. Selain dari Sekolah Umum terdapat juga 17 unit Madrasah Ibtidayah. Pahandut 2 2. Pahandut 7 2 32 42 2. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas hampir di seluruh kecamatan. 3 asisten apoteker.15. Bukit Batu 1 5. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 31 unit SMP terdiri 30 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta.6. Sabangau 2 5 7 3. Tahun 2006 Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu 12 2 18 11 - 3 1. e.123 . 2007 Tabel 2. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Palangka Raya terdiri dari 27 orang dokter umum. Bukit Batu 4 1 13 30 5. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 8 unit. 12 dokter gigi. 161 perawat. puskesmas pembantu 43 unit. Sabangau 1 3. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 11 unit.5. Jekan Raya 4 4. Jekan Raya 14 9 60 82 4. 60 unit dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 4 unit.Profil Daerah Berdasarkan data yang ada. 2007 Kecamatan Asisten 3 Tenaga Teknis 26 9 122 10 - II . Tabel 2. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kota Palangka Raya.15. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Palangka Raya Tahun 2006 Dokter Dokter Bidan Perawat Umum Gigi 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful