BAB II.

PROFIL DAERAH
2.1. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Palangka Raya secara geografis terletak antara 0 45’ Lintang Utara, 3 30’ Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur : Laut Jawa : Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan : Kalimantan Barat
2 o o o

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah 153.564 km atau 8,25% dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia, dan merupakan Provinsi terluas ketiga setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Tengah meliputi 13 Kabupaten dan satu Kota, dengan luas setiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.1. Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Tengah 2007
Luas km2 Persentase 1 Kota Waringin Barat 10.759 7,01 2 Kota Waringin Timur 16.496 10,74 3 Kapuas 14.999 9,77 4 Barito Selatan 8.830 5,75 5 Barito Utara 8.300 5,40 6 Sukamara 3.827 2,49 7 Lamandau 6.414 4,18 8 Seruyan 16.404 10,68 9 Katingan 17.800 11,59 10 Pulang Pisau 8.997 5,86 11 Gunung Mas 10.804 7,04 12 Barito Timur 3.834 2,50 13 Murung raya 23.700 15,43 14 Palangka Raya 2.400 1,56 Jumlah 153.564 100,00 Sumber : Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka, 2008 No Kabupaten/Kota Jumlah Desa/Kelurahan 84 150 186 96 103 32 83 91 153 89 126 65 118 30 1.406

Daerah yang paling luas adalah Kabupaten Murung Raya 23.700 km2 (15,43%) dan Kabupaten Katingan 17.800 km (11,59%),
2 2

sedangkan wilayah terkecil adalah Kota

Palangka Raya dengan luas 2.400 km (1,56%).

II - 1

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 – 150 diatas permukaan laut dengan

kemiringan 8 -15 derajat. Hanya sebagian kecil, yaitu daerah di sebelah utara dengan topografi berbukit yaitu terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter diatas permukaan laut. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata pada siang hari 33 C dan pada malam hari 23 C. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi yaitu 60% per tahun. Rata-rata curah hujan bulanannya mencapai 200 mm. Pada tahun 2007 curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sampai April, sedangkan bulan kering/kemarau terjadi antara Juli sampai dengan Oktober. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa dan banyak sungai besar dan kanal (anjir). Terdapat 11 sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil yang masuk wilayah Kalimantan Tengah. Sungai-sungai besar dengan
O O

kedalaman 5 – 8 m dan lebar berkisar 100 -500 m diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.2. Nama Sungai di Kalimantan Tengah Menurut Panjang, Kedalaman dan Lebar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Nama Sungai Panjang (km) Dapat Dilayari (km) 150 190 250 100 300 270 520 150 500 420 700 Rata-rata kedalaman 8 4 6 6 5 6 6 5 7 6 8 Rata-rata lebar 150 100 150 250 250 350 250 100 450 450 500

Sungai Jelai 200 Sungai Arut 250 Sungai Lamandau 300 Sungai Kumai 175 Sungai Seruyan 350 Sungai Mentaya 400 Sungai Katingan 650 Sungai Sebangau 200 Sungai Kahayan 600 Sungai Kapuas 600 Sungai Barito 900 Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008

Selain sungai di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat anjir/kanal yang menghubungkan antar wilayah desa maupun kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 15.356.699,80 ha sebagian besar berupa kawasan hutan. Pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah berdasarkan RTRW

Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari kawasan hutan lindung 2.250.887,66 ha (14,66%) dan kawasan budidaya 13.105.822,14 ha (85,34%). Penggunaan lahan

berdasarkan rencana RTRW Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 2.1.3. II - 2

Profil Daerah Tabel 2.1.3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007
No A. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kawasan Hutan Lindung 1 Hutan Lindung (HL) 2 Cagar Alam (CA) 3 Taman Wisata (TW) 4 Taman Nasional (TN) 5 Suaka Marga Satwa (SM) 6 Perlindungan dan Pelestarian Hutan (PPH) 7 Konservasi Mangrove (km) 8 Konservasi Air Hitam (KEAH) 9 Konservasi Flora dan Fauna (KFF) 10 Konservasi Gambut Tebal (KGTB) 11 Konservasi Hidrologi (KH) Jumlah A B Kawasan Budidaya 1 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 4 Hutan Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL) 5 Hutan Tanaman Industri (HTI) 6 Areal Transmigrasi 7 Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) 8 Kawasan Handil Rakyat (KHR) 9 Perairan (DS) Jumlah B Total (A+B) Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Luas (ha) 766.392,06 235.079,45 19.142,61 488.056,29 71.664,71 1.628,43 31.018,40 37.225,55 161.849,04 253.797,99 185.023,14 2.250.887,66 3.784.495,64 4.232.518,38 2.789.108,09 1.925.057,79 21.958,04 137.920,13 59.046,32 155.716,95 13.105.822,14 15.356.699,80 %

4,99 1,53 0,12 3,18 0,47 0,01 0,20 0,24 1,05 1,65 1,20 14,66 24,64 27,56 18,16 12,54 0,14 0,90 0,38 1,01
85,34 100,00

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.3 di atas, kawasan budidaya di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berupa daerah hutan baik berupa hutan rawa, gambut, dan hutan produksi. Sebagian kawasan hutan di Kalimantan Tengah berupa lahan gambut dan pernah dijadikan proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan pemerintah pada tahun 1995. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan

berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal) dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101 - 200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan, serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan, sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.

II - 3

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.433 71. Sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah terluas ketiga di Indonesia dengan ditandai lahan yang membentang luas dimana sebagian besar masih ditutupi tumbuhan/vegetasi tropis yang sangat beragam jenisnya.622 136.949 5 Barito Utara 28.266 59.920 13 Murung raya 21.174 153.13%) berumur 10 tahun ke atas .576 994.59% atau dengan sex ratio 106%.54%) diikuti Kotawaringin Timur (15.4.753 46.556 jiwa atau 51.577 Jumlah (2006) 498.228 18.889 53.515 2 Kotawaringin Timur 79. Dari keseluruhan penduduk Kalimantan Tengah.935 110.005. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kotawaringin Barat 57. terdiri dari penduduk laki-laki 1. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.995 43. 2 Kabupaten terbanyak penduduknya adalah Kabupaten Kapuas (16.108 167.258 168.214 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/kota Laki-laki 117.061 6 Sukamara 10.323 Jumlah (2007) 561.907 Jumlah 2005 483.716 188.986 27.1.4 2 .890 1.994 jiwa atau 48.220 952.360 39.354 93.766 88.2. 2.973 171.834 92.081 338.189 65.325 48.576 56.079 11 Gunung Mas 21.028.958.550 jiwa.052.132 20.250 116.002 4 Barito Selatan 32.41% dan penduduk perempuan 994.034 14 Palangka Raya 45.851 3 Kapuas 128.261 43.556 1.547 1.047.509 44.236 9 Katingan 33. yaitu didominasi oleh penduduk berumur produktif 10 sampai 14 tahun.590 29.1. Provinsi Kalimantan Tengah II .678 12 Barito Timur 22. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong jarang yaitu rata-rata hanya 13 orang per km .385 8 Seruyan 32.986 Penduduk Perempuan 106.442 Jumlah 223.900 10 Pulang Pisau 30.748 89.513 60.550 2.91%).428 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat juga dilihat bahwa penyebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah belum merata.052. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di daerah dengan akses infrastruktur umum memadai seperti ibukota Provinsi atau di ibukota Kabupaten.505 44.524 119.583 124. Demografi Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 sebanyak 2.304 61.984 57.046 57.994 975.432 322.070 63.362 94.110 1.220 58.123 2.004. Tabel 2.047.73%) dan Kotawaringin Barat (10. sebagian besar (80. Sebaran penduduk di Kalimantan Tengah terpadat terdapat di Kota Palangka Raya yaitu 77 jiwa per km dan terkecil di Kabupaten Murung Raya 4 jiwa per km2.644 7 Lamandau 15.

baik berupa hutan dengan berbagai vegetasi baik berupa mangrove. pertanian dan perkebunan. baik peternakan besar. Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan.5. Beberapa potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sumber daya hutan. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). nilai indeks IPM adalah 73. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. maka nilai IPM Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi ke 5 (lima). rawa. Selain sumber daya alam tersebut diatas Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Pemanfaatan potensi hutan di wilayah ini semakin diperketat guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Dibidang pertambangan potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan.2 (Tabel 2. hutan bakau dan aneka tanaman hutan. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.4 atau sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 73. yaitu indikator kesehatan (indeks harapan hidup).1.5 . Dibidang perikanan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan sungai. rawa dan laut. tambang. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. b. Wilayahnya memiliki hamparan yang luas kaya akan hijauan sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang melakukan penataan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. kecil maupun unggas. Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana telah disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya berupa hutan.). Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C dan gambut yang besar dan potensi batubara. Bila dibandingkan dengan nilai IPM secara nasional. hal ini II . karet dan kelapa dalam. danau dan perikanan laut.Profil Daerah memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih tersedia dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.

pengembangan SDM di Provinsi Kalimantan Tengah masih perlu untuk terus ditingkatkan.8 3 Kotawaringin Timur 72.2 13 Sukamara 70.0 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.9 8.4 5.9 72. Indikator lain yang digunakan untuk melihat II .4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengindikasikan bahwa pembinaan SDM di provinsi ini relatif lebih baik. Tabel 2.7 72.5 71.9 12 Lamandau 70.5 4 Barito Selatan 71.1.0 97. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.5.7 70.0 14 Pulang Pisau 69.6.4 73.0 10 Katingan 71.000) IPM Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kaliamntan Tengah 2005 2006 70. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah No IPM 2005 1 Kota Palangka Raya 77.0 624.1.3 Kalimantan Tengah 73. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kalimantan Tengah Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3 11 Seruyan 70.1 73.8 7.6.3 5 Gunung Mas 71.5 6 Kapuas 71.1 9 Murung Raya 71.4 72.4 69. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Namun demikian bila dilihat peringkat menurut kabupaten/kota.6 .9 70.6 8 Barito Timur 70. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3 72.6 71.2 5.0 2 Barito Utara 72.4 70.8 7 Kotawaringin Barat 71.5 623.6 73.1.9 73.5 97.2 71. Tabel 2.9 71.2 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab/upatenKota 2006 77.6 71.

440 Sekolah 104.96%. yang lulus SLTA sederajat hanya 16.963 Jumlah 1. lulus setingkat SLTP (22.620 Bukan Angkatan Kerja 360. atau secara ratarata penduduk Kalimantan Tengah sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kalimantan Tengah adalah sektor pertanian.12%.1. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja.48%.077.7. Tabel 2. II .16%). Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.19%).438. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 mengalami sedikit peningkatan. yaitu 8 tahun. sebagian besar memiliki jenjang pendidikan maksimal Sekolah Dasar (54.301 Lainnya 38. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.176 Mengurus Rumah tangga 217.88%).271 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja. seperti pekerja kasar.72%) dan jasa kemasyarakatan (7.211 Belum Bekerja 51. yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sebanyak 68. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. Sektor lainnya yang juga banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (10.84% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat Diploma serta S1 atau lebih dengan persentase 6. Jenis Kegiatan utama Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah per Pebruari Tahun 2008 No A 1 2 B 3 4 5 Jenis Kegiatan Utama Jumlah Angkatan Kerja 1. Pada Tahun 2006 TPAK Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 61.Profil Daerah kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. Ini berarti penduduk di Kalimantan Tengah sebagian besar bekerja pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill.026.831 Bekerja 1.7 .

Selain prasarana jalan. II . Penduduk 10 tahun Keatas di Provinsi Kalimantan Tengah Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Tahun 2007 Penduduk (Tahun 2007) 1 Pertanian 872.95 km dan jalan kabupaten sepanjang 8.110 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Lapangan Usaha Persentase 68.22 0. speed boat. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibu kota kecamatan dan Kabupaten di Kalimnatan Tengah.29 0. Alat transportasi air yang digunakan meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal.571 4 Listrik.03 km (15. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 3.96 100. long boat.265 6 Perdagangan. Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.19 km keadaan rusak dan rusak berat.9.00 2.11 2.258.707 3 Industri Pengolah 41. Komunikasi 40. Panjang jalan di Kalimantan Tengah pada tahun 2007 adalah 12. Infrastruktur a.19 68.265.57 km (Tabel 2.) Sebagian besar (66. Gas & Air Bersih 1. Hotel.753 8 Keuangan 8.95 10.1. Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 10 pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Tengah.31%) dalam keadaan baik.3.47 km yang terdiri dari jalan negara 1.364 5 Bangunan 37.005 10 Lainnya Jumlah 1.95 km.018.38 3.1.39%).714.77%). Prasarana transportasi Salah satu prasarana transportasi darat yang penting berupa jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas penduduk dan barang dari satu daerah ke daerah lain.361 2 Pertambangan & penggalian 42.70 km (30. atau sebagai sarana perhubungan dengan provinsi lain. tongkang dan tiong dan truk air.61%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 1.65 7.710.8.133.96 3.27 3.900 7 Angkutan.733. Sebagian besar permukaan jalan di Kalimantan Tengah masih berupa tanah (56.54 km (18.06%) dari panjang jalan tersebut atau 8. sepanjang 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Restoran 129.1. jalan provinsi 1.184 9 Jasa kemasyarakatan 91.858. sebagai prasarana transportasi yang penting lainnya di Kalimantan Tengah adalah prasarna transportasi air.8 .707. kelotok.

95 8.96 Provinsi 311.133. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang diproduksi sebanyak 448.930.9 .75 255.95 8.Profil Daerah Tabel 2.79 6.95 1.133.714.59 5.01 Kabupaten 901.75 3.20 894.70 Kerikil 311.1.121.54 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 1 2 3 4 B Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki prasarana perhubungan udara yaitu terdapat sebanyak 9 landasan pelabuhan udara.212 C. sebagai berikut: Tabel 2.733. Penyediaan sarana air bersih di Kalimantan Tengah juga sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa di Kalimantan Tengah. Sumber pengolahan air bersih bersumber dari sungai atau air tanah yang diolah melalui unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah.06 Jumlah 1.356.158.889.789.27 C.47 Kondisi Permukaan Jalan Baik Sedang Negara 645.212 C.1.03 2.258. Nama Pelabuhan Udara di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Bandara Tjilik Riwut Iskandar H.57 12.27.47 Jumlah 1.054 Kwh.38 Rusak 302.858.842.84 Lainnya 0 Rusak Berat 319.39 Tanah 354.697.80 3.01 2.9.08 405.236. F. Banyaknya air bersih II .710.897.66 989.212 C. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No A 1 2 3 4 Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan Jenis Permukaan Jalan Negara Provinsi Kabupaten Kota Jumlah Jenis Permukaan Jalan Diaspal 1.790 KWh serta untuk pemakaian sendiri 9.212 BN b.022 Kwh.57 Kota Jumlah 1.19 447.60 652. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual terus bertambah dari tahun ke tahun.24 1. F28.57 12.95 1.557.70 1.72 341.10.707.216.707.98 1.33 4.00 557. Asan Beringin Sangkalemo Sanggu Dirung Kuala Pembuang Tumbang Samba Nama Kota Palangka Raya Pangkalan Bun Sampit Muara Teweh Kuala Kurun Buntok Puruk Cahu Kuala Pembuang Tumbang samba Type / jenis pesawat Boeing 737-300.714.414.049.582 KWh dan susut/hilang 37.710. dan yang dijual sebanyak 382. Prasarana listrik dan air minum Prasarana penyediaan tenaga listrik sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa baik yang berasal dari PLTD yang tersebar di kabupaten/kota di Kalimantan Tengah maupun langsung dialirkan dari interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan. F.01 4.212 C. Penyediaan tenaga listrik di Kalimantan Tengah dilayani oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang tersebar di setiap kabupaten/kota.

dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 30.335 m3. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU dan kejuruan 240 unit dan jumlah siswa 43. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung.895 m3 meningkat 17.141 pelanggan.025.578 orang (Tabel 2. II . instansi pemerintah 1.291 siswa. c. diikuti bisnis 5. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 yaitu sebanyak 93.323. pelabuhan dan lainnya 101 pelanggan.1.809 sambungan dan sosial 152 sambungan serta wartel 1.593. serta perusahaan dan pertokoan 3. Pelanggan terbesar pada Tahun 2006 adalah rumah tangga mencapai 31. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Provinsi Kalimantan Tengah.6% dibanding tahun 2005 sebanyak 60. Kantor Pos di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia disetiap kabupaten/kota bahkan sudah tersebar di setiap kecamatan.421 unit.11). Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2. Fasilitas telepon seluler dan otomatis tersedia disemua ibukota kabupaten bahkan sampai ke beberapa ibukota kecamatan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 17. Jumlah kapasitas sambungan telepon pada tahun 2007 mencapai 73. sarana sosial 1.090. Prasarana komunikasi penting lainnya yang juga telah ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah stasiun RRI Palangka Raya serta puluhan stasiun Radio Swasta Niaga dan amatir. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 515 unit SMP terdiri 327 SMP Negeri dan 188 SMP Swasta.637 sambungan. Stasiun TVRI (TV Lokal) dan Stasitiun Relay dari beberapa TV swasta nasional. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 88. d.36% dibanding tahun 2006 sebanyak 15.605 unit.390 pelanggan atau mengalami peningkatan 35. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Universitas. Sekolah TK di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 736 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota.399 orang.305 pelanggan. dan Perguruan Tinggi 13 unit dengan jumlah mahasiswa 15.443 unit.633.10 .

Tabel 2.198 102.460 II .957 1.275 305.941 19.11 .Profil Daerah Tabel 2.093 32. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari 366 orang dokter umum.12.383 222 205. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.1.11.957 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya. 1.961 Jumlah Sekolah 736 2. 42 dokter spesialis.744 3.460 bidan dan 2.419 2. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 157 unit. T K 9 727 980 29. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. PT 1 12 11. dan rumah bersalin 57 unit. SMU/K 114 126 28. S D 2.463 3. 69 dokter gigi.972 4.967 3.605 515 240 13 4. seperti dapat dilihat pada Tabel 2.609 1.508 4.834 1.000 1.834 Jumlah 2.801 5. Jumlah Sekolah. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kabupaten.490 14.1.025 Sumber : Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Sekolah Guru Negeri Swasta 56 1. puskesmas pembantu 861 unit.1.12.891 21.880 914 201 28.080 7.109 e.501 1. SLTP 327 188 58. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Puskesmas Pembantu 1 Kotawaringin Barat 12 70 2 Kotawaringin Timur 18 103 3 Kapuas 23 120 4 Barito Selatan 10 53 5 Barito Utara 14 68 6 Sukamara 3 27 7 Lamandau 5 41 8 Seruyan 9 38 9 Katingan 15 89 10 Pulang Pisau 10 66 11 Gunung Mas 9 47 12 Barito Timur 8 45 13 Murung raya 11 51 14 Palangka Raya 8 43 Jumlah 157 861 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/Kota Puskesmas Tenaga Dokter Umum Gigi 41 10 28 8 39 9 23 5 25 5 11 5 17 1 14 2 20 1 22 2 18 1 18 3 19 1 71 16 366 69 Paramedis Perawat Bidan 246 139 324 159 368 221 279 90 212 105 72 34 103 59 117 59 205 108 173 148 122 68 170 92 120 65 446 113 2. serta ditambah puskesmas pembantu. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 14 rumah sakit umum tersebar di setiap kabupaten/kota.

1.921 km 2 (28.08% dari luas kabupaten) II . Kecamatan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng.32 2 Arut Selatan 2. Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat.15 4 Arut Utara 2.03 Sumber : Kotawaringin Barat dalam Angka tahun 2006 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 17 18 17 10 11 11 84 Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2. 5 tahun 2002.306 10.400 22.13% dari luas Kabupaten). Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau.10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.31 3 Kumai 2.08 6 Pangkalan Banteng 1.2. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun.1.218 11.53 99.21 Jumlah 239. berada di daerah khatulistiwa dan terletak diantara: 1o19’ sampai dengan 3o36’ Lintang selatan.2. KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 2. Kondisi Geografi dan Demografi a.12 . Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat 2006 Luas km2 Persentase 1 Kotawaringin Lama 1. 110o 25’ sampai dengan 112o 50’ Bujur Timur.921 27. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai menjadi Kecamatan Kumai. Wilayah Kotawaringin Barat terletak diantara 3 kabupaten tetangga yaitu: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Laut Jawa : Kabupaten Seruyan : Kabupaten Sukamara 2 Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat seluas 10. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No.759 km .96 5 Pangkaln Lada 229 3.685 24. dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3.2. Sesuai dengan Undang Undang No. Tabel 2.

Hutan Nasional (TN) 3.330.47 37.2.07 0. Tabel 2. Kawasan Pengem.81 142.990. Topografi dan iklim Topografi Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian antara 0 – 50 m dari permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 40% dan digolongkan menjadi 4 bagian dengan yaitu dataran.907. c.13 .921 km (28.89 265.34 10.75 18. Kawasan Lindung 1.48 215.676.353. Dari luasan lahan yang ada.6922. Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut.95 72.639.40 32.29 9. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu 498.77 ha merupakan wilayah hutan dengan luasan berdasarkan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 2.462.01 0.47 22.12 15.24 356. Kawasan Khusus (KK) 7. Hutan Produksi Tetap (HP) 3.03 % 0.74 83.73 1.13% luas kabupaten) dan kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km (3. Suaka Margasatwa (SM) Total B.17 1. Areal Transmigrasi (T1) 5.544.2.506.8.452.33 208. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 10. Pemukiman & Penggunaan Lain (KPP/KPPL) 4.58%. Danau dan Sungai (DS) Total Sumber : Profil Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Luas (Ha) / Area 8. Luasan Kawasan Hutan Dilihat dari Fungsinya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jenis Penggunaannya A.2. Kawasan Budidaya 1. Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2. daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit.28 2 2 2 O O O O II .759 km . Rencana areal Transmigrasi (T2) 6.0 C – 33. daerah datar berombak.142.72 8. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas 2.Profil Daerah b.43 27. Hutan Lindung (HL) 2.Prod/Kaws.08% luas kabupaten). Suhu udara maksimum berkisar antara 31.12 693.2. Sungai Kumai dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter.8 C dan suhu minimum antara 21. Hutan Wisata (HW) 4.4 C kelembaban udara berkisar antara 85. 959.3 C -23.310.66 3.90 21.900. Jumlah hari hujan pada tahun 2006 tercatat 164 hari dan bulan Pebruari merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 22 hari.

2. Kabupaten ini memiliki beragam potensi sumber daya alam yang meliputi sumber daya hutan. karet dan kelapa dalam. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. kecil maupun unggas. Kabupaten Kotawaringin Barat dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). 2. Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki wilayah sekitar 7% dari total luas provinsi Kalimantan Tengah.677 jiwa atau 48. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 32. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 sebanyak 204. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 106. Hal ini ditunjukkan oleh kepadatan penduduk daerah perkotaan yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan.84% dan penduduk perempuan 98.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Bila dilihat berdasarkan distribusi usia penduduknya.2.229 jiwa atau 51. Dibidang perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan laut. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. Penduduk laki-laki di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 108. II .74% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2. baik peternakan besar. dan sumber daya b. pertanian dan perkebunan. Dibidang pertambangan.906 jiwa.14 . sungai. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin.16%. perairan yang meliputi sungai. dan rawa. rawa dan laut. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah perkotaan.16%. Selain sumber daya alam tersebut diatas Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk pengembangan peternakan. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C. Sumber daya manusia Sumberdaya manusia di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia muda. tambang. Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur. Jika dilihat dari distribusi penduduk.

Sedangkan jumlah pencari kerja yang kegiatannya bukan bekerja pada tahun 2006 sebanyak 295 orang.6 618. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 penduduk tidak produktif. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.6 92.07%.8 71.000) IPM Peringkat Kalteng Reduksi shortfall Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kota Waringin Barat 2005 2006 70.10% dari total keseluruhan.8 93. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. atau sebanyak 175. sebanyak 161. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan.10% dari total penduduk usia kerja. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada posisi ke 7 (tujuh) diantara 14 kabupaten/kota. Tabel 2. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 120. Pada tahun 2006 diketahui jumlah penduduk usia kerja yang aktivitas terbanyaknya bekerja. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 52. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 65.10 2.15 . Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Rasio Ketergantungan Persentase 32.6 4 103 619. Tabel 2.08 102 II . menurun dari tahun sebelumnya pada posisi 103. nilai IPM Kotawaringin Barat adalah 71.Profil Daerah Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun). ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 51.07 Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 mencapai 65.3.10% dari total penduduk.610 orang atau sekitar 65.16 51.6 (Tabel 2.74 65.2.4).9 70.30%.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.2.4.9 7.2.6 7.550 orang.5 71.9 7 1.

542 pelanggan yang terdiri dari rumah tangga. dimana pada tahun 2005 sebanyak 29. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kotawaringin Barat.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.101 Kwh meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 53.2. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. Bila dilihat dari produksi dan pemakaian listrik di Kotawaringin Barat sejak Januari – Desember 2006 dengan tingkat produksi 65.450 pelanggan menjadi 30.588 m3. hal ini ditunjukkan oleh jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar masuk terminal. jalan provinsi dan jalan kabupaten.739. Jalan terdiri atas jalan negara.3.16 . Volume air yang disalurkan sebanyak 1.187.133 m3 yang meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1.284. b. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. instansi pemerintah dan khusus.776 pelanggan pada tahun 2006 dengan daya tersambung mencapai 34. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 adalah 1. industri.451.689.386.866 Kwh.164. II . c. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2006 masing-masing adalah 1. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Bila dilihat dari jumlah pelanggan dan daya terpasang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. niaga. social.465. Frekuensi aktivitas angkutan darat pada tahun 2006 cukup besar. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Surat yang diterima oleh seluruh kantor pos jumlahnya mencapai 1. Prasarana air minum dan listrik Berdasarkan data BPAM Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2006 jumlah pelanggan air bersih adalah 7.463 Kwh yang terjual mencapai 57.52 km.380 KVA. Infrastruktur a.07 buah surat yang diterima dari publik.524.867 buah paket pengiriman. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 15 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan.

Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 13 unit.2. Arut Selatan 4 17 3. Sekolah Pertanian Pembangunan Muhamadiyah ada 1 dan sekolah Menengah Kejuruan ada 6 yang terdiri dari 3 swasta dan 3 negeri. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.6.416 2.2. Tabel 2.6. SLTA 9 4 3.386 2. 9 unit negeri dan 4 unit swasta.541 10. Arut Utara 1 7 5. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 12 unit. Kumai 3 16 4.5.259 620 Jumlah 205 98 34. dan puskesmas pembantu 75 unit Tabel 2. Pangkalan Lada 1 6 6. Jumlah Sekolah.5. SLTP 25 11 5.070 640 3. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu 1. Ktw Lama 1 12 2. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. S D 160 9 22. Sekolah TK di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 108 unit yang tersebar di 6 kecamatan.156 92 45 38 372 15 54 61 199 51 24 8 14 89 49 1.Profil Daerah d. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 selengkapnya disajikan pada Tabel 2.347 Sumber : Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 10 160 1. Pangkalan Banteng 2 17 Jumlah 12 75 Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 II . Tabel 2.760 -MI 4 5 1. Jumlah Sekolah.049 337 -MA 1 3 282 238 -SPPM 1 146 -SMK 3 3 1.2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. Prasarana kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki satu rumah sakit umum (RSUD).2. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 338 unit.17 . T K 1 53 75 3. MTs ada 11 unit yang terdiri dari 1 negeri dan 3 swasta.945 518 Jumlah Sekolah 54 169 9 36 11 13 4 1 6 303 e. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 36 unit SMP terdiri 25 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta.521 1.384 -MTs 2 9 869 836 4.

3. KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2.380 km .496 km . dan 67 orang tenaga teknisi lainnya.1.7. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada titik koordinat 111 0 0 0 2 0 01' 50''BT .113 0' 46''BT dan 1 23' 14''LS . 8 dokter gigi.3. Pangkalan Lada 9 6.3 32' 54''LS. Wilayah kecamatan yang paling luas dan juga jumlah desa yang paling banyak adalah Kecamatan Mentaya Hulu (3. 2 2 II . sedangkan kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Seranau (548 km . 4 desa). 124 perawat. Arut Selatan 4 5 24 3. Kabupaten Kotawaringin Timur berada di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kalimantan Barat : Laut Jawa : Kabupaten Katingan : Laut Jawa Secara administratif Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 13 kecamatan dan 150 desa/kelurahan. 88 bidan. Tabel 2. Pangkalan Banteng 3 22 19 8 88 Jumlah Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 2. 30 desa). dengan luas wilayah 16. Kondisi Geografi dan Demografi a. Ktw Lama 4 1 8 2. Arut Utara 3 7 5. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.3.1.2. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat 20 44 17 10 7 26 124 Asisten Apotiker 5 2 2 9 Tenaga Teknis 5 39 9 3 3 8 67 1.18 .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Jumlah Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Barat terdiri dari 19 orang dokter umum. 9 asisten apoteker. Di Kotawaringin Barat tidak terdapat dokter spesialis. Kumai 5 2 18 4.

177 Cempaga 1.975 Kotawaringin Timur 16.241 Cempaga Hulu 1.2.774 Mentaya Hulu 3.3. Tabel 2.19 . Kondisi topografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 128 desa merupakan wilayah dataran dan 20 desa merupakan wilayah perbukitan. 108 desa berada pada daerah lembah/daerah aliran sungai.Profil Daerah Tabel 2. Baru Ketapang Baamang Seranau Kota besi Cempaga Cempaga Hulu Parengeaan Mentaya Hulu Antang Kalang Kotawaringin Timur Keterangan: Geografis : A = Pantai C = Lereng Topografis: B = Lembah/DAS D = Dataran Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Kondisi Topografi Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Luas(km2) Jumlah Desa (Buah) 8 4 6 6 8 4 4 13 8 6 23 30 30 150 Mentaya Hilir Selatan 318 Teluk Sampit 610 Pulau Hanaut 619 Mentaya Hilir Utara 723 M. 2006 b.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. dua desa berada pada lereng dan 38 desa berada pada daerah dataran. Baru Ketapang 358 Baamang 591 Seranau 548 Kota besi 2.183 Parengeaan 1.1.2. Topografi dan iklim Secara geografis letak desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari dua desa berada pada wilayah pantai. 2007 X = Datar Y = Berbukit-bukit II .3. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan A 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Jumlah Desa/Kelurahan B C D X 8 0 0 8 3 0 0 4 3 0 2 6 5 0 1 6 1 0 4 5 4 0 0 4 3 0 1 4 9 0 2 11 8 0 0 8 6 0 0 6 5 0 15 6 28 0 2 29 22 1 6 29 105 1 33 126 Y 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 14 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentaya Hilir Utara M.496 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur. Luas Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Setelah Pemekaran Kecamatan).380 Antang Kalang 2.

583 jiwa. Data yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. 0 0 c.20 .3. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk wilayah beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 29 – 33 Celsius.4.934 69 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur. Demografi Berdasarkan data statistik.048 KK.934 mm dan rata-rata hari hujan per tahun 69 hari.602 KK.07 jiwa per kepala keluarga (KK). penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur hingga tahun 2005 berjumlah 305.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kondisi iklim khususnya curah hujan berdasarkan data tahun 2006 menunjukan bahwa curah hujan dan hari hujan tertinggi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada bulan Oktober hingga Mei.3. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. 2006 No Bulan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat curah hujan rata-rata tahunan sebanyak 1.3. II . sehingga rata-rata ukuran keluarga (size of family) adalah 4.3. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Mentaya Baru/Ketapang dengan jumlah penduduk 61. Kondisi Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Curah Hujan Hari Hujan (mm) (Hari) 1 Januari 123 4 2 Februari 106 3 3 Maret 169 7 4 April 148 6 5 Mei 489 5 6 Juni 67 2 7 Juli 25 2 8 Agustus 40 3 9 September 36 4 10 Oktober 99 7 11 November 317 13 12 Desember 315 13 Jumlah 1. Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Teluk Sampit dengan jumlah penduduk sebanyak 8.913 kepala keluarga (KK). Tabel 2.3.067 jiwa atau 74.182 jiwa dengan 2.061 jiwa dan jumlah KK sebanyak 14. Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua sebanyak 38.

602 6 Baamang 38.07 Kepadatan penduduk rata-rata Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 18. Tahun 2005 Rata-rata Penduduk Per km2 Per desa 1 Mentaya Hilir Selatan 65.539 10 Cempaga Hulu 13.786 2.588 2 Teluk Sampit 13.182 2.17 3.012 6.723 jiwa.28 9.067 74.569 4 Mentaya Hilir Utara 11.646 jiwa dan 8.63 1.848 3.80 jiwa per km2).49 jiwa/km atau rata-rata 2.3.14 4.11 2.061 14.326 6. 2006 No Kecamatan Ukuran Keluarga (jiwa/KK) 4.3.588 6.983 2.928 5 M.284 10 Cempaga Hulu 11.13 3.048 3 Pulau Hanaut 18.034 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur per Kecamatan.324 11 Parengeaan 24.3.72 2.948 9 Cempaga 14. Tabel 2.844 8 Kota besi 25.646 7 Seranau 20.04 4.95 4.044 12 Mentaya Hulu 8.21 .04 4.120 9 Cempaga 18.128 2 Teluk Sampit 8.36 942 13 Antang Kalang 8.60 853 Kotawaringin Timur 18.913 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.340 7 Seranau 10.289 Jumlah 305.5.18 4.03 4.99 3.41 2.4. Data yang lebih rinci mengenai kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada Tabel 2.54 1.046 3 Pulau Hanaut 29.00 4.06 2.02 4.3. Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru/Ketapang lebih padat yakni sebesar 9. Kota Sampit terletak di Kecamatan Mentawa Baru/Ketapang.269 4.272 7. KecamatanII .022 12 Mentaya Hulu 28. 2007 No Kecamatan 2 Dari Tabel 2.5.71 2. Baru Ketapang 170.80 8.308 11 Parengeaan 13.583 9.07 4.706 5.451 4.30 1.075 4 Mentaya Hilir Utara 16.160 13 Antang Kalang 25.684 5 M.034 jiwa per desa. Tahun 2005 Jumlah Penduduk Jiwa KK 1 Mentaya Hilir Selatan 20. Baru Ketapang 61.49 2. Rincian Jumlah Penduduk dan Ukuran Keluarga di Kotawaringin Timur per Kecamatan. sehingga dapat dimengerti bila penduduknya lebih padat dibandingkan kecamatan lainnya.723 6 Baamang 65.Profil Daerah Tabel 2.86 4.746 8 Kota besi 11.5 dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya dalah kecamatan Mentawa Baru/Ketapang (170.81 3.

067 Sumber: Badan Pusat Statistik Kotawaringin Timur.HL) 674.938 10. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Sumber daya alam Tata guna lahan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi empat kawasan yakni kawasan hutan.253 5–9 23.700 45 – 49 5.680 22.2. 2006 Sex Ratio 108 107 109 110 110 111 112 114 114 114 117 117 119 117 122 125 111 2.356 7. pemukiman dan penggunaan lainnya yang rinciannya dapat dilihat pada Tabel 2.175 27.649.176 1.440 8.58 6 Total wilayah Kotawaringin Timur 1.017 Jumlah 160.203 2. perkebunan.246 17. Jumlah Penduduk Kotawaringin Timur Menurut Kelompok Umur.344 15.083 35 – 39 9.571 50 – 54 3. Tabel 2.667 75 ke atas 1.704 40 – 44 8.464 1.2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kecamatan lainnya relatif lebih jarang penduduknya.784 1.534 0.60 jiwa/km2 atau 853 jiwa per desa.46 5 Jumlah penggunaan 1.36 jiwa/km2 atau 942 jiwa per desa dan 8.245 144.3.674 25 – 29 11.693 33.501 21. 2007 No Penggunaan II . Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.020 20 – 24 14. pertambangan.81 3 Permukiman dan penggunaan lainnya 238.633 4.885 45. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Tahun 2005 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0–4 25.121 896 2.22 .330 40.276 92. dan yang paling jarang adalah kecamatan Mentaya Hulu dan Antang Kalang masing-masing sebesar 8.386 10 – 14 20.148 36.264 14.996 29.551 30 – 34 10.600 100.3. Tabel 2.327 15.997 65 – 69 1.683 15 – 19 17.88 2 Perkebunan 607.499 13. Struktur penduduk berdasarkan kelompok umur bahwa jumlah laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan dengan ratio sebesar 111.822 305.429 5.3.839 2. Tata Guna Lahan Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.44 4 Pertambangan 7.3.6.312 70 – 74 1.821 3.050 23.314 7.00 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.203 48.HPT. 2007 Luas Areal Ha % 1 Kawasan Hutan (HP.6.453 20.630 9.7.528 3.871 10.867 3.7.527.687 18.181 55 – 59 2.268 60 – 64 2.

961 ha (59. pertambakan 2.634 b. Perikanan.78% dari luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.00 Kawasan Lindung a. Arahan pemanfaatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi 1. Pertanian Lahan Basah 110. Sedangkan tenaga kerja yang tidak menawarkan dirinya untuk bekerja II . Tabel 2.8 diketahui bahwa luasan areal yang terdapat pada Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut yang penggunaannya diarahkan adalah seluas 1.93%). Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Mangrove 6.527.Profil Daerah Dari Tabel 2.59 69.51 10.59%) dan kawasan lindung seluas 168.58 59.19 14.16 2.13%). Hutan Lindung 159.3.158 ha (10.151.19%). dan lain-lain. Berdasarkan Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Kalimantan Tengah Tahun 2006 diketahui jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 241.59 9.3.239 orang.151.9 dapat diketahui bahwa potensi tenaga kerja yang sudah diserap lapangan kerja mencapai 135.3. sungai.23 .151.78 100.070 d. Tahun 2007 No I Arah Pemanfaatan Luas Areal Ha % 9. Permukiman dan lainnya (KPPL) 42.58% dari luas areal wilayah Kotawaringin Timur. Pertanian Lahan Kering 160.3.238 c. bukan angkatan kerja yakni tenaga kerja yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga atau tenaga kerja penerima pendapatan. Dari Tabel 2. b.87 0.71 6.158 II Kawasan Budidaya Non Kehutanan a. Tata guna lahan ini tidak termasuk danau. Pertanian 240.596 Sub jumlah (II) 982.78%) meliputi kawasan budidaya non kehutanan seluas 982.3.459 Sub jumlah (I) 168.7 dapat diketahui bahwa tata guna lahan sudah mencapai 1. Perkebunan 426. Rincian Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.699 b. dan pengangguran sebanyak 9.649.68 0. Tenaga kerja ini terdiri dari angkatan kerja yakni angkatan kerja yang mencari kerja.119 IV Total wilayah Kotawaringin Timur 1.746 e.961 III Jumlah yang diarahkan pemanfaatannya 1. Sumber daya manusia Tenaga kerja adalah penduduk pada usia kerja yakni pada kelompok umur 10 sampai dengan 64 tahun.191 ha atau 69.119 ha (69.276 ha atau 92.677 f.600 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.490 orang (3.8.403 orang (56.67 25. 2007 Berdasarkan Tabel 2.9.

93 19. Pengangguran 9.175 800 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten kotawaringin Timur.490 II Bukan Angkatan Kerja a.13 3.91%) dan lainnya sebanyak 8. 2007 No I Persentase (%) 56. Sebaran Dominasi Kegiatan Mata Pencaharian Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan Mentaya Hilir Sel Pulau Hanaut Mentaya Hilir utara M. Banyaknya Pencari Kerja Menurut Jenis Pendidikan dan Jenis Penempatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.00 Pencari kerja yang mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja setempat umumnya berpendidikan SLTA/sederajat dan sarjana muda/sarjana.56%). 2003 Belum Pendaftaran Ditempatkan ditempatkan tahun ini tahun ini tahun lalu SD dan tidak tamat 13 13 SLTP dan setingkat 2 56 48 SLTA dan setingkat 362 1.56 100. 2006 Jenis/tingkat pendidikan Dihapuskan 8 662 456 1.346 orang yakni masih sekolah sebanyak 46.968 b. Lebih jelasnya terdapat pada Tabel 2. Baru Ketapang Baamang Kota besi Cempaga Parengeaan Pangan 0 1 4 2 4 7 1 7 Peternakan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 9 0 4 2 0 0 14 0 0 4 8 3 0 10 0 Perikanan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 3 II .968 orang (19. Tabel 2.595 Jumlah 241.3.3.783 c.008 323 Jumlah 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah sebanyak 96.403 b.039 2. Tabel 2.47 16. mengurus rumah tangga 40.595 orang (3.239 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.3.9.10. Lainnya 8.91 3.3.3. Tabel 2. Bekerja 135.126 Sisa/belum ditempatkan tahun ini 2 382 904 1.11.098 416 Sarjana muda/sarjana 675 1. Penduduk Kotawaringin Timur Umur 10 tahun ke Atas dan Jenis Kegiatan Utamanya Tahun 2006 Uraian Jumlah (orang) Angkatan Kerja a.47%).24 .288 Data tahun 2006 menunjukan bahwa pada struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian didominasi pada kegiatan pertanian tanaman pangan.11. Mengurus Rumah Tangga 40.10. Sekolah 46.783 orang (16.

hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah cukup baik.9 79. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Peringkat secara Kotawaringin Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3.12).Profil Daerah Kecamatan Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 0 0 0 11 4 0 0 1 0 31 26 Pertanian Lainnya 0 0 1 0 0 4 Pangan Peternakan Mentaya Hulu 28 0 Cempaga Hulu 31 0 Antang Kalang 12 0 Seranau 5 0 Teluk Sampit 1 0 Jumlah 103 1 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.12.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kotawaringin Timur 2005 2006 68. nilai IPM Kotawaringin Timur adalah 72. Tabel 2.3.7 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72.25 .3.12. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.81 3 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kotawaringin Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.0 8.3.5 (Tabel 2.0 98. Prasarana jalan dan transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.0 8.3. nasional berada pada posisi ke 87. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan II . 2007 Perikanan 0 0 0 0 1 2 Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.5 80 3 624.7 72.7 87 0.7 622.7 72. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah relatif tinggi dan berada pada posisi ke 3 (tiga) diantara 14 kabupaten/kota. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Infrastruktur a.7 98.

Kondisi jalan yang ada bervariasi yaitu kondisi mantap berkisar 15. jalan kabupaten (1.750 km).131. Asan yang terletak pada posisi 20 22' LS dan 112 56' BT dengan elevasi 3 meter. terdapat kecamatan yang tidak mempunyai kendaraan roda empat yaitu pulau Hanaut.3.3. Angkutan darat terdiri dari angkutan yang berpusat di Kota Sampit.417 km) dan jalan desa (44.707 m melalui sambungan induk sebesar rata-rata II . Sarana transportasi terbanyak adalah melalui sarana sungai sebanyak 77.59%. Tingkat pelayanan bandara dapat didarati oleh pesawat jenis Cassa 212 dengan kapasitas 19 orang dan Fokker dengan kapasitas 80 orang. jalan perkotaan (123. Tabel 2. Untuk lebih jelasnya sebaran sarana prasarana transportasi kebupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari jalan nasional (298. Angkutan udara terdapat pada bandar udara H.13. Angkutan antar daerah di dalam wilayah kabupaten melalui angkutan sungai didukung oleh 19 pelabuhan dan dermaga yang tersebar di seluruh wilayah. Sebaran keberadaan sarana dan prasarana transportasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur.724 m air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur.13.16.391.648.02% 76. Baru / Ketapang 5 1 0 5 Baamang 3 3 0 6 Kota besi 6 5 1 7 Cempaga 11 1 11 8 Parengeaan 12 7 12 9 Mentaya Hulu 2 28 8 10 Antang Kalang 8 21 10 Jumlah 66 71 42 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan 2007 No Kecamatan Terminal 2 0 0 1 0 0 1 1 1 0 6 Sarana (desa) Dermaga Bandara 2 0 3 0 0 0 1 0 0 1 8 0 4 0 1 0 0 0 0 0 19 1 0 b. jalan provinsi (101. Sebaran Sarana Prasarana Transportasi Kebupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Prasarana Lalu Lintas (desa) Darat Sungai Logistik 1 Mentaya Hilir Selatan 12 0 0 2 Pulau Hanaut 4 2 0 3 Mentaya Hilir Utara 3 3 0 4 M.03% . angkutan lintas kabupaten dengan fasilitas terminal Patih Rumbih di Kota Sampit dan terminal kecil sebanyak 6 buah. di mana 3. diikuti oleh prasarana darat sebanyak 66. Prasarana air minum dan listrik Pada tahun 2006 telah didistribusikan sebanyak 3. tidak mantap 8.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.78.65% dan kritis 5.856 km).300 km).26 3 3 .750 km).37% .33%.

ke 3 3 pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 285 pelanggan sebesar 128.052 31.0 5 Pundu 3. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan listrik adalah 36. 2007 No Unit kerja Pelayanan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan tenaga diesel.868 m3 per hari.27 . Dilihat dari jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur.3.477.868 m3 disalurkan ke 171 pelanggan kantor pemerintahan dan 86.4 12 Panda Hara 2.307 984 19.912 jiwa atau baru 18. yang dapat tersambung dengan jaringan internet.450 1.077m .614 39.006 sambungan.0 9 Tumbang Samba 9.104 6.309.7 7 Kuala Kuayan 5.265.14.413 1.912 28. dapat dihitung bahwa baru 48. Prasarana komunikasi dan penginapan Telekomunikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur telah dilakukan dengan jaringan telepon PTSN maupun telepon seluler.699 486 18.0 15 Bagendang 2. Untuk lebih jelasnya mengenai cangkupan pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.742 KWH.231 m disalurkan ke pelanggan badan sosial.284 9. Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2006 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66.8 Jumlah 184.724 54.0 8 Kasongan 6.036 54.580 40.0 4 Cempaka Mulia 3.0 13 Mentaya Sebrang 4.6 14 Kareng Pangi 2. sejumlah 119. PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur.401 2.0 2 Pelangsian 17.846 684 24. Cangkupan Pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Penduduk Cangkupan Pelayanan (jiwa) (jiwa) % 1 Sampit 83.7 10 Samuda 18.444 m3.7 Sumber: Corporate Plan 2001-2006.073 1.267 45.434 3.7 6 Parengeaan 5.7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10.563 66.492 sambungan.500 19.Profil Daerah 61.045 1.3.180 33.548 dan pemakaian listrik terjual 79. c.8 11 Kuala Pembuang 13.042 2. Dari total distribusi yang disalurkan 3.1% yang terlayani oleh PLN. Cangkupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.605 2. sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 14. Tabel 2.541 1. Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 8. yang disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 13.998 10.649 1.272 36.14.3 3 Kota besi 6.800 sambungan telepon yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur.791 414 14.146 pelanggan. II .

Baru /Ketapang 18 41 0 14 6 6 Baamang 7 22 1 5 3 7 Seranau 2 8 0 1 0 8 Kota besi 3 33 0 8 0 9 Cempaga 1 21 0 5 1 10 Cempaga Hulu 1 19 0 2 0 11 Parengeaan 7 30 0 4 1 12 Mentaya Hulu 3 42 0 6 1 13 Antang Kalang 2 35 0 2 0 Jumlah 55 317 1 56 13 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.467 buah tempat tidur.3. 2007 No Kecamatan d. Baru /Ketapang 1 40 44 554 923 6 Baamang 0 31 10 222 398 7 Seranau 0 0 0 0 0 8 Kota besi 0 2 0 0 0 9 Cempaga 0 2 0 0 0 10 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 11 Parengeaan 0 4 6 60 117 12 Mentaya Hulu 0 0 1 19 29 13 Antang Kalang 0 0 0 0 0 Jumlah 1 86 61 855 1.3.16. Sebaran Fasilitas Komunikasi dan Penginapan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Komunikasi Penginapan (buah) Warnet Wartel Hotel Kamar T.3. Sebaran Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur 2006 No Kecamatan TK SD SDLB SLTP SLTA 1 Mentaya Hilir Selatan 4 23 0 5 1 2 Teluk Sampit 0 7 0 0 0 3 Pulau Hanaut 5 25 0 3 0 4 Mentaya Hilir Utara 2 11 0 1 0 5 M.467 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Prasarana pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2006 berjumlah 772 dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) dan pesantren.16. Tabel 2. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keberadaan komunikasi terdiri dari 1 buah warnet dan 86 wartel sedangkan fasilitas pariwisata terdiri dari 61 penginapan dengan 855 kamar dan 1. 2007 SMK 0 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 6 PT 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 Pesantren 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 II .15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.28 . Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas komunikasi dan pariwisata dapat dilihat pada Tabel 2.3.15. Tidur 1 Mentaya Hilir Selatan 0 5 0 0 0 2 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 3 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 4 Mentaya Hilir Utara 0 2 0 0 0 5 M.

S D 150 145 23.17. T K 32 * * * 2.549 23. 17 unit Puskesmas.18.951 Jumlah 232 202** 33.17 Jumlah Sekolah. 2007 II .Profil Daerah Menurut Bappeda (2005).623 1. Sebaran fasilitas kesehatan dapat dilhat pada Tabel 2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 1995 dan Tahun 2005 Jumlah Sekolah Murid (unit) (siswa) 1995 2005 1995 2005 1. SLTP 35 33 7.794 * data tidak tersedia **belum termasuk jumlah TK Sumber : Bappeda Kotawaringin Timur. Prasarana kesehatan Keberadaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 1 (satu) unit Rumah Sakit Umum (RSU). Tabel 2.3. 2005 Sekolah Guru (orang) 1995 2005 * * 972 769 428 476 223 290 204 1.522 6.6 125 e.18.470 36.399 4. 221 Posyandu.739 Peningkatan jumlah sekoah (%) (3.125 -SMK 4 9 2.3. 94 poliklinik desa (polindes). Tabel 2. 27 TPD.142 3. Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan RSU Puskesmas PP TPD Fasilitas Kesehatan TPB Posyandu Polides 14 0 15 8 32 13 17 16 12 4 17 35 38 221 7 2 8 7 5 5 0 11 13 0 13 13 10 94 Apotik 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Toko Obat 5 0 0 1 10 1 0 0 0 0 1 1 0 19 Mentaya Hilir 0 1 4 1 1 Selatan Teluk Sampit 0 0 4 0 0 Pulau Hanaut 0 1 10 1 0 Mentaya Hilir 0 1 6 1 0 Utara M.7) 36.3. guru dan murid tahun pada tahun 2005 dibandingkan tahun 1995 dan tahun 2005. perkembangan jumlah sekolah. SLTA 11 15 2. dapat dilihat pada Tabel 2.3) (5.29 . Baru 1 3 9 12 11 /Ketapang Baamang 0 2 4 3 5 Seranau 0 0 4 0 0 Kota besi 0 1 11 1 0 Cempaga 0 2 6 2 1 Cempaga Hulu 0 1 3 1 0 Parengeaan 0 2 9 2 15 Mentaya Hulu 0 1 7 1 14 Antang Kalang 0 2 15 2 15 Jumlah 1 17 92 27 62 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.576 4. apotek yang terdapat di 6 desa dan toko obat di 19 desa.3.

90 7 Kapuas Murung 491. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kabupaten Gunung Mas : Laut Jawa : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan) : Kabupaten Pulang Pisau 2 Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.1.00 40.999 km atau 9.77% dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu dari 14 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Kuala Kapuas.00 km2 (13.4.00 0.999.44%) serta Kecamatan II .00 1. Tabel 2. Kabupaten Kapuas meliputi 12 kecamatan dengan luas setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.86 10 Timpah 2.00 km 2 (40.596. dan kawasan non pasang surut umumnya di bagian utara yang memiliki potensi lahan perkebunan karet rakyat dan perkebunan besar swasta.00 100.00 0.37 5 Kapuas Hilir 91.22 12 Kapuas Hulu 2.833. Kondisi Geografi dan Demografi a.44 11 Kapuas Tengah 1.016.00 2.85 2 Kapuas Timur 202.4.00 km2 (17.596.27 8 Kapuas Barat 480.4.00 17.00 13.1.30 .1. 2007 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 14 7 16 13 8 8 14 9 14 9 19 17 148 Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Mantangai dengan luas 6. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas 2007 Luas km2 Persentase 1 Kapuas Kuala 427.35 3 Selat 394.128.20 9 Mantangai 6.00 12.128. Kabupaten Kapuas terbagi dalam dua kawasan besar yaitu kawasan pasang surut.016.00 3.31%) dan Kecamatan Timpah seluas 2.63 4 Basarang 206.61 6 Pulau Petak 135. KABUPATEN KAPUAS 2.4. umumnya di bagian selatan sebagai daerah potensi pertanian tanaman pangan.00 2.00 Sumber : Kapuas Dalam Angka.31 Jumlah 14.00 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.00 1.86% dari luas kabupaten) kemudian Kecamatan Kapuas Hulu dengan luas 2.

Kapuas memiliki wilayah perairan yang meliputi danau. Pemanfaatan lahan pertanian meliputi lahan persawahan yang sebagian besar berupa lahan pasang surut dan tadah hujan. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1.31 . lahan kebun dan lainnya 340. Pemanfaatan lahan terdiri dari lahan pertanian seluas 280. Daerah pantai pesisir sepanjang 189. diantaranya: 1).5 km. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Kapuas yaitu dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 diatas permukaan laut dengan kemiringan 8 -15 derajat. pemukiman.0 mm. serta kolam dan tambak.900 ha. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan dengan sumber daya air yang cukup banyak menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal.00 km2 (0. Anjir Kalampan sepanjang 14.85 km.000 ha. Pada tahun 2007 Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari. rawa dan beberapa sungai besar dan kanal (anjir). 2). Curah hujan setiap tahun berkisar antara 116-973. Kabupaten Kapuas memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 21 C sampai 23 C dan temperatur maksimum sampai 36 C. Anjir-anjir tersebut menghubungkan beberapa Wilayah perairan dan sungai yang masuk wilayah kapuas O O O wilayah di Kabupaten Kapuas serta wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. c. Sungai Kapuas Murung. dan 3). sedangkan bulan kering/kemarau terjadi pada Juli sampai Oktober. b. lahan pertambangan. Selain perbukitan juga terdapat daerah pegunungan dengan kemiringan 15 – 25 derajat. dan hutan produksi sekitar 879.499. Anjir Basarang sepanjang 24 km dan Anjir Tamban sepanjang 25 km.38 km. Pada bagian selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian diantara 0 -5 m dari permukaan laut dengan elevasi 0 – 8% dan dipengaruhi oleh pasang surut. Areal hutan di Kabupaten Kapuas sebagian besar berupa hutan gambut dan sebagian diantaranya berupa lahan eks proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan II . Sungai Kapuas dengan panjang 600 km.Profil Daerah Kapuas Tengah seluas 1. kebun. ladang/tegalan.000 ha.900 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m diatas permukaan laut.61%). Selain sungai di Kabupaten Kapuas terdapat 4 buah anjir/kanal yaitu: Anjir Serapat sepanjang 28 km.22%) sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kapuas Hilir dengan luas 91.833 km2 (12. dengan panjang 66. Lahan non sawah meliputi rawa.

686 6.087 6.377 8 Kapuas Barat 4.03%). Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata 22.185 12.663 37.4.513 jiwa atau 49.856 23.875 8. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Tabel 2.451 9 Mantangai 9.622 9. diatas terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kabupaten Kapuas belum merata.396 6.549 19. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah.766 7 Kapuas Murung 12.330 11 Kapuas Tengah 4.2.4.57 jiwa per km .702 12 Kapuas Hulu 2. serta Kapuas Kuala (9.575 338.528 9.070 jiwa atau 50.209 17.979 4 Basarang 4.811 9. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kapuas Kuala 10. serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.53% dan penduduk perempuan 167.583 jiwa.730 3 Selat 23.733 9. sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.657 12.200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan. dan Kecamatan Mantagai (11.275 3. d.261 19.409 2 Kapuas Timur 5.030 44. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas tahun 2007 sebanyak 338. II .32 .466 171.47% dengan sex ratio 102.109 167.882 22. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101. terdiri dari penduduk laki-laki 171.208 18.586 9.067 19.077 4.532 10 Timpah 2.773 13. diikuti Kecamatan Kapuas Murung (13.206 45.334 9.726 45.64%) sebagai ibukota kabupaten.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pemerintah pada tahun 1995.70%). Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. 2007 No Kecamatan Laki-laki 16.199 Jumlah 89.256 10.513 Jumlah 32.583 Berdasarkan Tabel 2.795 5 Kapuas Hilir 3. 2 Kecamatan terpadat penduduknya adalah 2 2 Kecamatan Selat dengan rata-rata 229 jiwa per km dan penduduk paling sedikit terdapat di Kecamatan Timpah dengan kepadatan 4 jiwa per km .114 18.844 22. Sebaran penduduk banyak terdapat di Kecamatan Selat (26.236 90.002 Sumber: Kapuas Dalam angka.070 Penduduk Perempuan 16.261 6.35%).12%.671 11.732 6 Pulau Petak 4.352 8. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kabupaten atau di ibukota kecamatan.2.

04 ha yang meliputi perairan sungai 151. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kapuas perlu melakukan penataan pembangunan dan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. Hal ini karena wilayahnya berupa hamparan yang luas dan kaya dengan hijauan sebaga sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. mika. zircon dan batu gamping. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Luas areal pertanian sekitar 280. dan perikanan laut sekitar 25. intan 3. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.4.33 . Kabupaten Kapuas kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Adapun sumber daya hutan Kabupaten Kapuas berdasarkan RTRW Kabupaten Kapuas tahun 2005 memiliki luas wilayah hutan 891. rawa dan laut.720 ha. sumber daya dibidang kehutan. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat II . andesit. Kabupaten kapuas memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral. pertanian dan perkebunan.000 ha dan luas potensi perkebunan 340.600 ha.04 ha.415 ha dan hutan produksi 505.1 juta m serta berbagai bahan galian golongan C seperti pasir kuarsa. Kabupaten Kapuas memiliki potensi sumber daya tambang yang besar. Beberapa potensi sumber daya alam di Kabupaten Kapuas meliputi sumber daya alam tambang. Sebagian besar (97.202 ha.88%) wilayah hutan produksi dan produksi terbatas sudah diusahakan dan untuk itu perlu kerja keras dalam rangka melestarikan sumber daya hutan ini. b. kecil maupun unggas. rawa 156. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.2. baik peternakan besar. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). 3 Berdasarkan data tahun 2005 Kabupaten Kapuas 3 memiliki potensi cadangan batubara sekitar 210 juta ton.Profil Daerah 2. Sumber daya alam Kabupaten Kapuas memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.000 ha. Dibidang perikanan Kabupaten Kapuas memiliki sumber daya perairan dengan luas perairan mencapai 333. Selain sumber daya alam tersebut diatas. danau 98 ha. koalin. Dari luasan tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 5. Sedangkan potensi gambut diperkirakan sebanyak 16.394 ha dan selebihnya berupa hutan produksi terbatas 380. granit.362. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).780.5 juta m dan emas 2.011 ha.5 juta ton.

2 13 Sukamara 70.4 72.3.4.0 2 Barito Utara 72.4.9 70.9 73. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.9 12 Lamandau 70.5 6 Kapuas 71. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.8 7 Kotawaringin Barat 71.1 73. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah IPM 2005 1 Palangka Raya 77. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).34 .4.5 71.1 9 Murung Raya 71.2 71. Tabel 2.2 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.4.8 (Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.4 70.7 72. nilai IPM Kabupaten Kapuas adalah 72.8 3 Kotawaringin Timur 72.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. berada pada posisi ke 6 (enam) diantara 14 kabupaten/kota.5 4 Barito Selatan 71. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.3 11 Seruyan 70. Angka partisipasi sekolah II . indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota 2006 77.3).6 8 Barito Timur 70.6 71.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 14 Pulang Pisau 69.9 72.4 69.3 Kalimantan Tengah 71. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. Nilai IPM Kabupaten Kapuas termasuk kategori sedang.9 71.3 5 Gunung Mas 71.3 72.6 71. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.0 10 Katingan 71.

Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.3 93.Profil Daerah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu. Rata-rata lama sekolah 7. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibukota kecamatan.85 km.3 7. sepanjang 298.98 km dalam keadaan rusak.3 7.3 70.9 71.102. atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kapuas sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.0 7 627.3 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun. Prasarana Transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.6 72. Selain prasarna jalan. II . Infrastruktur a.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Kapuas 2005 2006 70. Dari sepanjang 1.8 98.48%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 308.4. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kapuas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.9 km.42 km. Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Kapuas masih berupa tanah.0 1. 2. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. Panjang jalan di Kabupaten Kapuas pada tahun 2007 adalah 2.35 km dan jalan kabupaten sepanjang 1.4. Tabel 2.05%) dalam keadaan baik.85 km jalan kabupaten tersebut sebagian besar (64.710.35 .7 624.89 km (18.9 94.2 105.634.10 km yang terdiri dari jalan negara 459.3. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 206.6 6 Perkembangan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 menunjukkan sedikit peningkatan.43%) atau 1.710. sebagai prasaran transportasi yang penting lainnya di Kabupaten Kapuas adalah prasarna transportasi air.98 km (17.4. jalan provinsi 463.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang dialirkan yang bersumber dari 21 unit pembangkit tenaga diesel sebanyak 2. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Di Kabupaten Kapuas terdapat 8 unit kantor pos yang tersebar di delapan kecamatan serta ditambah dengan 4 unit rumah pos.056 buah paket pengiriman dan 11. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.863. tongkang dan tiong. c. 76 kotak pos dan 13 unit bis surat. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kapuas dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Kuala Kapuas.255 pelanggan atau mengalami peningkatan 3% dibanding tahun 2006 sebanyak 10.26% dibanding tahun 2006 sebanyak 2.17% dibanding tahun 2006 sebanyak 2.301. serta perusahaan dan pertokoan 251.248 pelanggan. Jumlah pelayanan surat pos yang terjadi di seluruh kantor pos pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 202.750 m 3 Banyaknya air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 3 meningkat 12.936 Kwh atau meningkat 4.36 .948 Kwh. sarana umum 95 dan badan sosial dan rumahsakit 82 pelanggan. speed boat.718 paket penerimaan.985. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 10.152 unit. long boat. instansi pemerintah 164. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. dengan kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga R1 mencapai 36. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kapuas.825 pelanggan.938 m . 2.051. II . Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Kapuas bersumber dari sungai yang diolah dan dikelola oleh 10 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kapuas. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2007 masing-masing adalah 48. kelotok. b.663 pelanggan. Alat transportasi sungai yang ada di Kabupaten Kapuas meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebanyak 11. Jumlah pelanggan selama tahun 2007 tercatat sebanyak 41. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya.950 pelanggan. 2 unit pos kelingling.

seperti dapat dilihat pada tabel 2.Profil Daerah d. 2007 (STIE= Sekolah Tiggi Ilmu Ekonomi.37 . Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.5. Jumlah Sekolah.PT: .STAI 1 749 71 1 Jumlah 452 276 68. 4 dokter spesialis. Sekolah TK di Kabupaten Kapuas sebanyak 103 unit yang tersebar di 12 kecamatan.199 5.STIE 1 342 35 1 . Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kecamatan. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 91 unit SMP terdiri 52 SMP Negeri dan 39 SMP Swasta. STAI= Sekolah Tinggi Agama Islam) Sekolah e.457 13. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Guru Jumlah Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah 1.300 2.265 545 159 31 5. serta ditambah puskesmas pembantu di setiap UPT transmigrasi yang ada di kabupaten Kapuas. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kapuas sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.024 2. puskesmas pembantu 39 unit. T K 102 2936 272 102 2. S D 384 118 54. Tabel 2. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 2. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 23 unit. dan Perguruan Tinggi 2 unit dengan jumlah mahasiswa 1.771 666 419 91 4. 13 dokter gigi.834 728 Sumber : Kabupaten Kapuas Dalam Angka.4. II .6. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas tahun 2007 terdiri dari 35 orang dokter umum. 214 bidan dan 233 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.4. SLTP 52 39 7. SMU 16 15 7.510 878 502 3.091 orang.721 1. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 31 unit.680 25. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas terdapat 1 rumah sakit umum. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 502 unit.936 orang.363 3. dan polindes 25 unit.

Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) mempunyai luas wilayah 12. : Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. : Kalimantan Selatan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 05 tahun 2002 Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.5. : Kabupaten Barito Timur.1.664 km2 terdiri dari 12 Kecamatan. KABUPATEN BARITO SELATAN 2. Setelah pemekaran pada tahun 2002 luas II . Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) dengan batas wilayah: • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. : Kabupaten Kapuas. : Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.6. Kabupaten Kapuas Dalam Angka 2007/2008 Kecamatan Puskesmas Paramedis Perawat Bidan 17 10 10 6 55 37 10 15 9 13 11 15 46 29 13 5 21 25 10 9 9 14 6 6 217 184 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. sehingga posisi dan perbatasan mengalami perubahan sebagai berikut : • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 No Tenaga Dokter Umum Gigi 1 Kapuas Kuala 2 2 1 2 Kapuas Timur 1 1 1 3 Selat 6 8 2 4 Basarang 1 1 0 5 Kapuas Hilir 1 1 1 6 Pulau Petak 1 1 0 7 Kapuas Murung 4 4 2 8 Kapuas Barat 1 1 0 9 Mantangai 31 3 1 10 Timpah 1 1 1 11 Kapuas Tengah 1 2 1 12 Kapuas Hulu 1 1 1 Jumlah 51 26 11 Sumber : BPS.5. : Kabupaten Kapuas.4.38 0 0 0 0 . Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak membujur atau memanjang sepanjang sungai Barito dengan letak 1 20‘ Lintang Utara – 2 35 ‘ Lintang Selatan dan 114 – 115 Bujur Timur.

Tabel 2.830 km . Pada Tahun 2006 jumlah Penduduk Barito Selatan menjadi 122. Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sumber daya pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan. Temperatur rata-rata antara 25 – 27 C. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 12.730 16. kawasan pengembangan hutan rakyat. termasuk daerah hujan tipe B. dengan suhu maksimum 27.5.50 C (bulan Juli). Jumlah penduduk dan kerapatan penduduk Barito Selatan menurut kecamatannya dapat dilihat sebagai berikut. Rata-rata hujan tiap tahun 2. Bintang Awai Jumlah Luas Wilayah ( km2 ) 708 2. kawasan hutan produksi. Luas wilayah Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Barito Selatan setelah Pemekaran (2004) No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gn.578 jiwa laki-laki dan 60.02 23. serta kawasan pemukiman dan wilayah pengembangan.829 1.1.351 perempuan.89 100. kawasan konservasi.310 jiwa dengan kerapatan penduduk rata-rata 14 jiwa/km2. c.Profil Daerah wilayah menjadi 8.665 mm dengan 107 hari hujan.133 45.39 2 .065 1. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.470 15.54 21.929 jiwa yang terdiri dari 62.2. 7 kelurahan dan 83 desa termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Suku Terasing (PMST).5. yaitu iklim yang memiliki 1-2 bulan kemarau dalam setahun. Sumber daya alam Kabupaten Barito Selatan dengan luas 8. memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat beraneka ragam.310 Kepadatan (jiwa/km2) 16 8 15 25 14 8 14 2.099 16.099 1.45 20. Topografi dan iklim Kabupaten Barito Selatan terletak di garis Khatulistiwa. O O O d.933 8. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Barto Selatan Tahun 2004 sebanyak 121.461 121.50 C (bulan Oktober) dan suhu minimum 24. b. Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah aliran sungai II .830 km2 terdiri dari 6 Kecamatan.417 16.664 km2 terdiri dari kawasan hutan.196 1.00 Jumlah penduduk 11.830 % luas 8.39 12.71 13.

granit. dan batu bara.3 (Tabel 2.2). Tabel 2. Di Barito Selatan juga terdapat ekosistem air hitam yang konon hanya ada dua (2) saja di seluruh dunia. nilai IPM Kabupaten Barito Selatan adalah 72.3 97.0 8. danau dan rawa yang tersebar di seluruh kecamatan.2. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. kawasan ini sangat cocok untuk studi / penelitian dan obyek wisata. serta berbagai jenis anggrek juga tumbuh subur seperti : Anggrek hitam. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 71. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. b. nilai IPM Kabupaten Barito Utara berada pada posisi ke 4 (empat) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. Potensi tambang wilayahini diantaranya minyak bumi dan potensi bahan galian seperti pasir kuarsa. Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.80 4 II .000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67.5.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Barito. tanah liat. Mata kucing. Bulan. Coklat. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.5 72. menyimpan potensi yang sangat besar di sektor perikanan.40 .0 8.2.5 620. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 97 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 125.9 98. Bintang. Tebu. Dengan potensi sungai. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Selatan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .3 125 6 625.5 68. kaolin.4 97 3. Potensi kekayaan tambang wilayah ini juga masih banyak tersimpan dan menunggu waktu dapat dimanfaatkan. Kabupaten Barito Selatan memiliki bentangan hutan alam yang luas dan kaya berbagai macam ragam jenis pohon dan hasil hutan ikutan lainnya yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi. Pensil dan lain-lain.4.5.

Prasarana komunikasi Sarana komunikasi di Kabupaten Barito Selatan sebelum tahn 2003 masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel dan kantor pos. b.61 km (11. Dalam dua tahun terakhir jalan menuju dan dalam kota Marabahan telah menggunakan bahan aspal hotmix.35%).2 km dari tahun ke tahun. Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat) sehingga penduduk di wilayah ini sudah dapat menggunakan telpon seluler.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Barito Selatan. serta tersedia 81 Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. perbaikan dan peningkatan beberapa jembatan kayu ulin menjadi konstruksi beton telah dibangun dengan penambahan siring beton sepanjang 200 m dengan biaya sebesar Rp.69 km (43. Infrastruktur a. Pada tahun 2002. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. Hingga tahun 2004 telah beroperasi juga berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL.4%) dengan biaya Rp.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Prasarana transportasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang 592. dan masih terdapat jalan rusak sepanjang 256. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. Terminal Anjir Pasar.507 unit. Saait ini f asilatas telepon Flexi dari II . c. Pada tahun 2004 telah dilakukan perbaikan sepanjang 67. Dari sebanyak 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.5.088 unit/ rumah atau meningkat 18. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Marabahan.41 .3 km (54. Transportasi darat berupa mobil angkutan. Di samping itu.707 unit/rumah.3.598 unit). guna memperlancar arus transportasi. Transportasi di Barito Selatan terdiri dari transportasi darat dan sungai. Prasarana listrik dan air minum Pada tahun 2004 prasarana listrik hampir menjangkau sebagian besar wilayah Barito Selatan. sebagian besar ruas jalan yang rusak mencapai 324. 33 miliar. Terminal Handil Bakti.Profil Daerah 2. bus air dan motor boat. speed boat. 14 miliar. dan Terminal Tabukan. meningkat 11.8%).

3). Tabel 2.7 miliar.849 orang. Prasarana kesehatan Kabupaten Barito Selatan memiliki fasilitas rumah sakit. Jumlah Sekolah. Prestasi bidang kesehatan yang telah diraih dalam tahun 2003 antara lain: • • • Juara II Dinas Kesehatan Berprestasi. yaitu RSUD Marabahan tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.680 25. SMU/K 5.423 1.248 Jumlah 452 276 68. f. 6.65 km dengan total biaya Rp. T K 2.319 116 312 165 195 63 1. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006 Sekolah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 2 38 171 12 23 19 7 10 Murid Negeri Swasta 180 1.5.. SLTP 4. dan Bidan Teladan dan Dokter Teladan Se-Kalsel. Juara I Balita Sehat Indonesia.42 . dengan jumlah murid tahun 2006 sebanyak 1.462 4. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. 2007 Sekolah TK di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 unit yang tersebar di seluruh kecamatan. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Barito Selatan sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA (Tabel 2.203 10.3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. Posyandu.363 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka.838 3. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4.603 246 Guru Negeri Swasta 12 207 1.5.383 orang. 25. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 183 unit. Spesialis dan Paramedis. pemerintah Kabupaten Barsel telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 17 unit dengan jumlah siswa 1. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan.572 1. II . Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 42 unit SMP terdiri 23 SMP Negeri dan 19 SMP Swasta. S D 3.376 3.000 km. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas. Tenaga Medis.107 1.834 Jumlah Sekolah 40 183 42 17 282 728 1. PT: Total 203 79 15.721 551 1. e.

300 km2. maka sejak tahun 1982 Kabupaten Administrastif Murung Raya diubah statusnya menjadi Kantor Pembantu Bupati Wilayah Murung Raya dengan ibukota tetap di Puruk Cahu.5 Tahun 1974. Kecamatan Teweh Tengah. Setelah adanya pemekaran Kabupaten pada Tahun 2002. Wilayah Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya menjadi Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu. BNI 46 Cabang Marabahan. Montallat. khususnya dalam kaitan perkembangan pemerintahan dan pembangunan. : Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. menyesuaikan dengan keberaan UU No. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. KABUPATEN BARITO UTARA 2. Laung Tuhup.1. : Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan. dengan 6 Kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah. Montallat. Kondisi Geografi dan Demografi a. yakni mencakup wilayah seluas 32. dan : Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas. dengan ibukotanya di Puruk Cahu.Profil Daerah g.000 km2.6.22 Tahun 1946. Teweh Timur. yaitu: BPD Cabang Marabahan. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Selatan beroperasi tiga bank. Gunung Purei dan Lahei dengan 10 Kelurahan dan 93 Desa. wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai daerah otonom membawahi wilayah kabupaten administrasi Murung Raya. Tanah Siang. Teweh Timur dan Gunung Purei. Gunung Timang. melalui SK Mendagri tanggal 29 Juni 1950 No. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Muara Teweh ditetapkan berdasarkan UU No.6. Permata Intan. Pada saat itu wilayah Kabupaten Barito Utara masih sangat luas. terluas ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. yaitu wilayah Pembantu Bupati yaitu Kecamatan Murung. tentang Pokokpokok Pemerintahan Daerah. II .43 O O O O . Gunung Timang. 2. Sumber Barito. Seiring perkembangan wilayah. BRI Cabang Marabahan. Kabupaten Barito Utara terletak pada posisi geografis 114 27’ 00” – 115 49’ 00” BT dan 0 58’ 30” LU – 1 26’ 00” LS dengan batas-batas wilayah: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur.0. wilayah Kabupaten Barito Utara mencakup 1 (satu) wilayah Pembantu Bupati dan 11 (sebelas) Kecamatan. Selanjutnya. Awalnya.17/15/3. Lahei. maka Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah ± 8.

dan : 133 ha.000 mm pertahun O O c.000 mm/tahun dibagian selatan menjadi lebih dari 4. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Utara rata-rata kerapatan 14 jiwa per km .000 Ha.853 jiwa atau 51.506 ha.050 jiwa atau 48. Berdasarkan data dan peta curah hujan Kabupaten Barito Utara dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu sebagai berikut: • • Wilayah dengan curah hujan antara 3.506 ha. : 91. : 6. dan Wilayah dengan curah hujan antara 2.000 m/tahun dibagian utara.500 – 3. Menurut peta curah hujan Provinsi Kalimantan Tengah.605 ha. Yang dipengaruhi oleh musim. Keadaan temperatur udara rata-rata maksimum lebih kurang 35 C dan minimum kurang lebih 20 C dengan kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun. d.78% atau dengan sex ratio 105.903 jiwa dengan dengan laju pertumbuhan 1. sedangkan menurut RTRW Kabupaten Barito Utara Tahun 2004 / RTRWP Tahun 1999 luas potensi hutan seluas 485.08% per tahun. : 69. : 159. Topografi dan iklim Iklim di Kabupaten Barito Utara termasuk iklim tropis yang lembab dan panas.787 ha. yaitu dari 3.000 ha.850 Ha. 2 II . Penduduk di Kabupaten Barito Utara tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 58.500 mm pertahun. Wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai curah hujan yang tertinggi diantara kabupaten-kabupaten lainnya.000 – 3.22% dan penduduk perempuan 56. Luas Kawasan hutan dapat dirinci sebagai berikut : (1) Hutan Produksi (2) Hutan Lindung (3) Cagar Alam (4) Kawasan Pengembangan Produksi (5) Hutan Produksi Terbatas (6) Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (7) Lokasi Transmigrasi : 316.0%.44 . Demografi Jumlah penduduk sampai dengan Januari 2007 adalah 114. Lahan dan penggunaannya Luas Kawasan Kabupaten Barito Utara berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003 adalah 830.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.792 ha. yaitu musim hujan dan musim kemarau. : 186.

pemerintah Kabupaten Barito Utara telah membangun dua unit DAM kecil di daerah Trinsing dan Trahean Kecamatan Teweh Tengah. Sumber daya alam Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. Selebihnya masih merupakan sawah tadah hujan.6.2.6. terdiri dari perairan Sungai.45 . Rawa. II .9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72. wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi yang cukup baik bagi pengembangan usaha pertanian tanaman pangan dan holtikultura.. rawa dan laut. sumber daya dibidang kehutan.1. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Untuk mendukung pengembangan pertanian. Waduk dan Air Genangan. b.928 Ha. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Sumber daya alam di Kabupaten Barito Utara adalah meliputi sumberdaya lahan pertanian dan perkebunan.Profil Daerah 2. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.1). Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.8 (Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Barito Utara termasuk tinggi berada pada posisi ke 2 (dua) diantara 14 kabupaten/kota. meskipun bila dilihat secara nasional masih perlu lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. nilai IPM Kabupaten Barito Utara adalah 73.6. Berdasarkan kondisi fisik. Hanya areal sawah di daerah ini yang menggunakan sarana irigasi (semi teknis). dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. Danau. tambang. Kabupaten Barito Utara memiliki Luas perairan umum (Perairan air Tawar) 4.

Beberapa diantaranya saat ini tengah mengikuti program pendidikan S-2 di luar negeri.4 98.8 77 2 622.2 72. Selebihnya adalah SLTP 6%. Pengembangan SDM di kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. S-1 dan Program Pascasarjana.9 61 4. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai pencari kerja tahun 2006 adalah 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Utara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Beberapa kebijakan dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang telah ditempuh antara lain pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.3 71.4 7.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 71.17 2 Keberhasilan pembangunan SDM di wilayah ini dapat pula dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja di wilayah ini. Orientasi pendidikan juga diarahkan agar memenuhi standar akreditasi pemerintah serta responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan bursa tenaga kerja. peningkatan relevansi pendidikan. SD 6% dan tidak tamat SD 7%. Indikatornya antara lain: II .0 616. peningkatan mutu pendidikan. Komite Sekolah dan lembaga sosial lainnya guna membantu anak usia sekolah dari kalangan kurang mampu. Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.5 8. Peran serta ini antara lain dengan mendorong peran aktif lembaga GN-OTA. Tingkat pendidikan pencari kerja sebagian besar adalah Sarjana Diploma dan Sarjana Strata-1 sebesar 44% dan lulusan SLTA sebesar 37%. Pembangunan SDM juga dilakukan melalui peningkatan pembangunan bidang kesehatan. keterampilan dan kesehatan.46 .252 orang. Universitas Palangka Raya. Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong perkembangan aktivitas pendidikan adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan.0 98.6.1 73. serta mendukung pengembangan potensi daerah dalam bentuk sekolah kejuruan. dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan.

dan • Peningkatan produktivitas kerja.85 792.60 63.00 3.40 77. khususnya pada daerah yang berbasis utama pada daerah aliran Sungai Barito dan anak sungainya.58 229.88 104.97 4 Jalan Desa 36.20 244.08 5 Jalan HPH .47 Pada jalan HPH sebagian jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan pihak perusahaan. Tabel 2.47 205.569. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.04 Jumlah 123.130. khususnya kota Muara Teweh. desa dan jalan HPH.2.3.47 .6.95 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. 2007 Status Jalan Baik (km) Rusak Berat (km) 64. • Penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. tersedia Dermaga apung pada ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan. Di musim hujan kondisi jalan sangat licin dan hampir tidak bisa dilewati pada tempat-tempat tertentu yang terjal dan pada musim kemarau dibatasi oleh debu yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. II . tetapi jalur ini sangat tergantung keadaan alam.Profil Daerah • Peningkatan usia harapan hidup. Transportasi melalui Jalan Darat (melalui jalan Negara) arah selatan menuju Banjarmasin dengan jarak ± 425 km ditempuh rata-rata 8 – 10 jam perjalanan.2. Prasarana transportasi Jaringan jalan darat di Kabupaten Barito Utara menurut statusnya terbagi atas jalan negara. provinsi.68 295.93 249. Transportasi sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan penting. Jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat. transportasi sungai merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan. Untuk melayani fasilitas kapal-kapal sungai tersebut. kabupaten. Infrastruktur a. • Peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Jalan Negara yang melewati Kabupaten Barito Utara adalah merupakan jalur jalan antar provinsi yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (dari Banjarmasin) ke arah Ampah-Kandui-Muara Teweh.50 2 Jalan Provinsi 14.40 3 Jalan Kabupaten 86. 2.6. Montallat. Panjang dan kondisi jalan berdasarkan status di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 No Kondisi Sedang Rusak (km) (km) 1 Jalan Negara 213.46 3. baik untuk pengangkutan orang ataupun barang ke dan dari daerah pedalaman.

ibukota Kabupaten Barito Utara tersedia satu buah kantor cabang PT. Saat ini rute penerbangan Muara Teweh. Sarana air bersih dari PDAM umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan seperta Muara Teweh. di Muara Teweh ada beberapa cabang perusahaan jasa titipan (travel) yang siap untuk membantu melayani barang-barang kiriman seperti KGP. Pelayanan Pos di Barito Utara tersedia satu unit Kantor Pos di Muara Teweh. SLJJ dan SLI. Pesawat jenis BN dan Casa 212. LTH. Tiki dan lain-lain. Transportasi melalui Sungai Barito dan Anak Sungai Barito dengan jarak ± 700 km ke arah selatan menuju Banjarmasin dengan waktu tempuh menggunakan Tongkang mesin sendiri atau ditarik dengan Tugboat ± 48 jam. II . Beberapa operator telepon seluler yang saat ini aktif adalah Telkomsel. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten. Lapangan udara di Kabupaten Barito Utara ada satu buah yaitu yang berada di kota Muara Teweh jalan Pendreh Kecamatan Teweh Tengah dengan nama Bandara Beringin. Direncanakan untuk tamban layanan internet dalam beberapa bulan ke depan akan beroperasi provider dari telkom dengan produknya speedy net. Selain itu juga tersedia fasilitas internet menggunakan telkomnet instan. Kapasitas bandara mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 200 jurusan Muara Teweh Jakarta. Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia. b. Indosat. Pelayanan telekomunikasi di Muara Teweh.48 . Guna melayani kiriman melalui titipan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tumpung Laung dan Muara Lahei. beserta derivatnya. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang berupaya membangun Bandara Baru di desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah kurang lebih 25 km dari Muara Teweh untuk mengantisifasi perkembangan transport udara. Fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Barito Utara. c.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN umumnya telah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Barito Utara. Muara Lahei dan Kandui. Surabaya. Palangka Raya dan Banjarmasin dibuka dua kali seminggu oleh perusahaan penerbangan perintis Dirgantara Air Servis (DAS). Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Barito Utara adalah tersedianya kantor Pos. XL.

6. Tabel 2.3. Sarana Pendidikan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 Jenjang Negeri Swasta Sekolah 1 TK/RA 1 55 2 SD/MI 177 6 3 SDLB 1 0 4 SMP/MTs 19 14 5 SMA/MA 6 7 6 SMK 2 0 7 PT 0 3 Jumlah 206 85 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Tabel 2. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Barito Utara yang ada adalah Rumah Sakit Daerah Muara Teweh Tipe C.49 .6.3).6. Puskesmas.6. Kondisi sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut : – 101 unit dalam kondisi baik – 59 unit mengalami rusak ringan – 64 unit mengalami rusak sedang – 67 unit mengalami rusak berat. Polindes dan Posyandu serta Apotek (Tabel 2.4). Puskesmas Pembantu. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 291 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi yang terdiri dari 206 milik pemerintah dan 85 swasta (Tabel 2.4. Pustu dan Polindes Per Kecamatan Tahun 2006 No 1 2 Kecamatan Montallat Gunung Timang Nama Puskesmas Jumlah Puskesmas Pembantu 7 5 3 3 9 3 10 6 7 4 4 7 8 2 69 Jumlah Poliklinik Desa (Polindes) 6 4 3 3 7 3 1 4 2 7 40 Tumpung Laung Kandui Ketapang 3 Gunung Purei Lampeong 4 Teweh Timur Benangin Mampuak 5 Teweh Tengah Muara Teweh Lanjas Lemo PIR Butong Sei Rahayu 6 Lahei Lahei I Lahei II Benao Jumlah 14 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.Profil Daerah d. 2007 No Total 56 183 1 33 13 2 3 291 e. Puskesmas. 2007 II .

2.827 km atau 382.700 Ha atau kurang lebih 2% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. BRI Cabang Muara Teweh. KABUPATEN SUKAMARA 2. danau. genangan air. Balai Riam. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Utara beroperasi beberapa bank. sarjana kesehatan masyarakat 11 orang.7. Kondisi Fisik dan Geografi a. yaitu: BPD Cabang Muara Teweh. Jelai. Luas dan batas wilayah Luas wilayah Kabupaten Sukamara adalah 3. apoteker 3 orang. Tenaga dokter spesialis 3 orang. bidan 101 orang.7. dengan batas – batas wilayah. Pantai Lunci (diresmikan tanggal 15 Juni 2006) dan Permata Kecubung (diresmikan tanggal 17 Juni 2006). f. tenaga non teknis kesehatan sebanyak 34 orang. pantai dan tanah lainnya. dokter umum 20 orang. BNI 46 Cabang Muara Teweh. Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung merupakan kecamatan baru yang telah sesuai Perda Kabupaten Sukamara No. sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Kabupaten Kotawaringin Barat : Laut Jawa : Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat 2 Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 (lima) kecamatan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tenaga yang ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 367 orang. Bank Mandiri serta Asuransi Jiwasraya dan Bumi Putera. sungai. dokter gigi 4 orang. terdiri dari tenaga teknis kesehatan sebanyak 305 orang. Secara geografis kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai 3°07' Lintang Selatan (LS) dan 110°25' sampai dengan 111°9' Bujur Timur (BT). perawat 126 orang.50 .1. yaitu Kecamatan Sukamara. Jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah menurut kecamatan disajikan dalam Tabel 2. sarjana keperawatan 3 orang. II . 03 Tahun 2006 tanggal 12 April 2006 tentang pembentukan Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung yang selanjutnya diundangkan pada tanggal 05 Mei 2006. dan tenaga kesehatan lainnya 64 orang. yang terdiri dari hutan.7.1 berikut. Wilayah kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan dan 29 desa. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) 28 orang. rawa.

525 160.028.92% terletak pada ketinggian 0 . II . 1 2 3 4 5 Kecamatan Kelurahan Desa 6 4 8 4 7 29 Luas (km2) 1. Topografi dan iklim 1).2 Ketinggian Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0–7 m 7–25 m 25–100 m 100–500 m Induk 1 Sukamara 31.035 52. kelapa.00 676.26 km .028 km .475 3 Balai Riam 2) 1.01 17. 2 2 2 2 b.827.375 2 Jelai 1) 59.500 Data pada Tabel 2.80 13.26 804.275 18.925 56. Tabel 2.250 80.00 796.1 Jumlah Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukamara No.7 m di atas permukaan laut (dpl). mangrove/konservasi pantai dan sawah.000 133.900 316.86 20.7.00 522.600 98.7.95 3. Setiap tanaman memerlukan topografi yang sesuai agar dapat berproduksi optimal.560 16.350 34. tergantung pada parameter fisik dan kimia tanah lainnya.7. Letak Kabupaten Sukamara berdasarkan ketinggian disajikan pada Tabel 2. menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara sekitar 25.2.Profil Daerah Tabel 2.980 780 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.500 m dpl sekitar 74.51 . Jumlah 84. Daerah ini dipengaruhi oleh pasang surut dan penggunaan lahan yang cocok adalah untuk tambak. Daerah lainnya yang terletak pada ketinggian 7 . pertanian tanah kering dan sawah.08% yang peruntukan penggunaanya cocok untuk perkebunan.7. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sukamara dengan luas 1.00 Sukamara 2 Jelai 1 Balai Riam Pantai Lunci Permata Kecubung Jumlah 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara 2006 Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 Kecamatan. Topografi Topografi merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian lokasi untuk investasi/budidaya pertanian dalam arti luas.130 780 JUMLAH 82.2.21 Persentase terhadap Luas Kabupaten (%) 26.200 17.65 21. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Balai Riam seluas 522. kemudian Kecamatan Pantai Lunci dengan luas 804 km dan Kecamatan Jelai seluas 796 km .69 100.

Lahan gambut Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee). sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome). kemiringan 15-40% berbukit dan kemiringan > 40% bergunung. Data kemiringan lahan Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.700 3. endapan pantai Wilayah ini terdapat di tepi pantai.025 29. kemiringan 2-15% dari bergelombang sampai berbukit. Terbentuk dari hasil pengendapan pantai.900 Jumlah 197. Tabel 2. Penggunaan lahan dengan kemiringan > 40% ini disarankan kawasan lindung/ kawasan hutan. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus.3. tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa.825 29. masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. endapan sungai Wilayah ini terdapat di tepi sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil.3 Kemiringan Lahan Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% >40% Jumlah Induk 1 Jelai 133.000 3 Balai Riam 18. Seluruh wilayah daratan rendah.7. 2).375 316.000 46. misalnya pembangunan jalan dan gedung. Letaknya agak tinggi. Analisis fisiografi juga sebagai masukan dalam analisis daya dukung lingkungan. Berdasarkan Tabel 2. baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai.375 ha. Wilayah Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi beberapa fisiografi sebagai berikut : Daratan rendah. yaitu dengan kemiringan lahan lebih dari 40%.375 98.52 .200 84.7. Topografi tanah dengan kemiringan 0-2% termasuk datar. tanah yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya seluas 3. Fisiografi Kajian fisiografi merupakan salah satu pendekatan keruangan yang menganalisa karakteristik bentang alam berdasarkan persamaan sifat-sifat fisik tanah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Topografi yang digambarkan dalam kemiringan tanah mempunyai peranan yang penting dalam pemanfaatan tanah baik untuk pembangunan pertanian maupun untuk pembangunan infrastruktur. yang berjarak 2 – 5 km dari pantai. Dataran ini dapat dijumpai terutama di antara di sekitar Sungai Jelai dan pantai. II . yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klimaks.400 84.3. namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai.800 37. yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar.7.600 2 Sukamara 46.700 3.500 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.600 133. Daratan rendah.

53 . berbutir sedang sampai kasar. sangat lunak (daerah pasang surut). Dataran ini membentang dari sukamara hingga ke pantai. Dataran ini memiliki tekstur tanah kasar. Lain-lain Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air. tersingkap sebagai sisipan dalam batu pasir dengan ketebalan 20 – 60 cm. Daerah tengah dan hulu terbentuk dari batuan endapan dan beku. Ditinjau dari formasi bahan material pembentukannya.Profil Daerah Dataran rendah. Batu lempung warna kelabu. 1976). berdasarkan korelasi dengan Formasi Dahor di Lembar Tewah (Sumintadipura. kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir. tebalnya diperkirakan 300 m. tak berlapis (endapan sungai). Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Plistosen. diendapkan dilingkungan paralik. Geologi Berdasarkan peta geologi lembar Palangka Raya tahun 1995 wilayah Kabupaten Sukamara terbentuk dari batuan endapan dan batuan beku. Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault). Daerah pesisir secara geologis terbentuk dari proses endapan-endapan dari sungai dan proses pasang surut dan pengaruh laut. Tanah ini banyak dijumpai dari bagian tengah hingga ke utara dan merupakan lahan yang baik untuk pertanian lahan kering. yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. diantaranya danau dan rawa. Yang terbentuk pada masa tersier dan kuarter. dan lempung kaolinan warna putih kekuningan. bersifat liat. Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar. di daerah ini terdapat Formasi Aluvium (Qa) yang tersusun dari material gambut berwarna coklat kehitaman (endapan rawa). agak lunak. coklat kehitaman. mengandung sisa tumbuhan. agak padat. Sebagian lahan ini telah digunakan untuk pertanian tanaman keras dan selebihnya beruap hutan. Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung. Berselingan dengan batu pasir. terutama disekitar Sungai Jelai dan di sebelah selatan kota sukamara. setempat berstruktur sedimen silang siur. berukuran 1 – 3 cm. Formasi Dahor (TQd) yang terdiri dari material Konglomerat. batuan endapan pantai Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah. 3). Endapan yang dihasilkan oleh proses di sungai menghasilkan tanah endapan di kiri – kanan Sungai Jelai yang dapat mencapai 5 km dari tepi sungai. yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam. sehingga pada beberapa tempat drainase agak terlambat. pasir lepas berwarna kekuningan halus-kasar. lempung kelabu kecoklatan. Tanah yang terbentuk dari II . tebal sekitar dari 50 – 100 m. berwarna kekuningan sampai kelabu. komponen terdiri dari fragmen kuarsit dan basal. karbonan setempat mengandung lignit. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut. terdapat di bagian hulu.

Hamparan pasir ini ada mencapai jarak ± 20 km ke arah daratan.dalam Ha Kecamatan Batuan Endapan Batuan Beku Induk 1 Jelai 133.4.54 . Jenis tanah tanah yang terbentuk di suatu daerah dipengaruhi oleh struktur batuan induk yang oleh proses bio-fisik atau proses pelapukan akan membentuk jenis tanah tertentu.847 36.4 Geologi Kabupaten Sukamara .600 2 Sukamara 84. Batuan beku dengan bahan pembentuk dari andesit dan basalt membetuk tanah latosol. Proses pengendapan dari proses laut menghasilkan tanah/hamparan pasir dan tanggul pesisir di sepanjang pantai. Lembar Pangkalan Bun.600 84.7.000 98. lava. terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten sukamara terbentuk dari batuan endapan. lempung dan sisa-sisa tanaman dan bersifat mudah tererosi. terutama dari Kuala Jelai hingga ke sungai bakau. dan tuf yang bersifat resisten.03 Jumlah 280. enadapan pasir yang membentuk tanah regosol. Tanah pasir yang terbentuk dari proses ini merupakan tanah yang miskin hara yang banyak dijumpai di pesisir hingga ke bagian tengah.4. Tabel 2. 1513. Sedangkan bagian selanjutnya hingga ke hilir melewati landform Group Aluvial dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk batuan sediment yamg mengandung pasir.053 Sumber : Buku A Ka. Data geologi Kabupaten Sukamara sesuai Peta Geologi Bersistem Indonesia.7. endapan lumpur dan lempung mebentuk tanah alluvial dan tanah podsolik.000 3 Balai Riam 62. bahwa bagian hulu (bagian kecil) dari sungai ini berasal dari daerah Landform Group Volkan formasi tua yang merupakan daerah dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk breksi gunung api.447 36.900 316. Sebagian tanah ini dipergunakan untuk lokasi permukiman dan pertanian. Materi penyusun batuan endapan ini terdiri dari endapan bahan organik yang membentu tanah gambut.500 Dari aspek geologi dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang berasal dari bahan induk pasir adalah sangat terbatas karena tingkat kesuburannya sangat rendah. Oleh karena itu sifat batuan secara geologis akan menentukan kesuburan tanah dan kemudian berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan untuk budidaya tanaman. tahun 1994. Data geologi Kabupaten Sukamara terdiri dari batuan endapan dan batuan beku. Endapan bahan organik yang terkurung dalam jebakan air membentuk tanah gambut yang banyak di jumpai di daerah belakang tepi sungai. Dengan menggunakan data pada tabel 2. Kobar 1986 No Jumlah 133. seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. andesit.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah endapan sungai merupakan lahan yang relatif subur dan sebagian besar telah digunakan sebagai permukiman dan lahan pertanian. II .7.

kualitas lahan yang pertama diperhatikan adalah kondisi iklim nya. kelembaban. Resiko tersebut dapat diketahui dengan cara menyusun potensi masa tanam berdasarkan perhitungan neraca air. Dalam budidaya tambak. Dengan demikian. dalam melakukan evaluasi lahan pertanian. Untuk memprediksi karakteristik suhu udara. Bila karakteristiknya tidak mendukung untuk budidaya tanaman. 1988). Oleh karena itu.Profil Daerah Tanah yang relatip baik adalah tanah yang berasal dari bahan endapan lumpur dan liat yang banyak ditemukan di sekitar bantaran sungai. 4). curah hujan. ada saat-saat dimana dasar tambak nya perlu dikeringkan agar terjadi perbaikan sifat fisik tanahnya. jumlah bulan basah/kering. Kondisi tersebut dibutuhkan bulan-bulan kering. yang mungkin pada saat periode pertumbuhan tanaman/ikan/udang. beragam. dan terjadi kekurangan air pada periode lainnya.unsur iklim yang sangat penting dalam budidaya pertanian dan perikanan adalah. maka lahan tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan. Iklim Curah hujan sebagai salah satu unsur iklim merupakan komponen ekologi utama pemasok air dalam sistem produksi tanaman. dan sulit dikendalikan. maka kesetimbangan air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan berfluktuasi menurut waktu. meningkatkan mineralisasi bahan organic dan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun seperti H2S. karena karakteristiknya yang memang sangat dinamis. Curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan bulan kering 2-3 bulan adalah cukup baik untuk membuat kondisi tambak seperti tersebut diatas (Soeseno. Hasil rekapitulasi dari data-data suhu. Sebagai akibat dari sifat ekstrim nya yang kadang melebihi kebutuhan dan kekeringan tanpa ada hujan. dan penyinaran matahari di kecamatan digunakan data-data dari Stasiun Klimatologi dari Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Namun. Data iklim tersebut diperoleh dari Stasiun Penangkar Hujan Sukamara selama 5 tahun dari tahun 1999 – 2003. pada periode tertentu akan terjadi kelebihan air. amoniak atau metan.55 . maka ketersediaan air yang berharap dari curah hujan sering mengancam sistem produksi tanaman tersebut. kelembaban nisbi. kelembaban dan lama penyinaran matahari. II . Tanah yang relatip lebih subur adalah tanah dengan bahan induk dari batuan beku. Unsur . suhu. Stagnasi ketersediaan air tersebut harus dapat diketahui sebelum membangun kebun/tambak agar resiko kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekurangan/kelebihan air lebih kecil. Akibat keadaan tersebut. Informasi data iklim sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan kebun tanaman semusim dan tahunan karena iklim merupakan faktor penentu sistem produksi pertanian yang paling sulit dikendalikan.

3 26.4 276. Suhu rata-rata bulanan sebesar 25.7 2006 Min Rt2 23.5 23.0 23.7 31.0 23.9 27.9 23.9 22.7 23. Tabel 2.1 30.7.2 31. II .7 23.7.5 26.4 26.9 23.4 35.4 31.5 32.3 26.0 32.0 31.1 23.9 22.6 26. dengan jumlah bulan basah sebanyak 4 bulan.9 26.0 Tabel 2.9 23.6 26.4 26.0 26.4 Max 31.6 23.4 23.7.2 32.5 22.1 31.7 23.4 Rt2 26.0 30.5 23.5 – 35 o o o C dan suhu bulanan minimum sebesar 22.9 26.9 26.4 31.8% dan lama penyinaran matahari sebesar 41 – 62%.5 26.0 23.0 22.2 23.6 27.6 Suhu Rata-Rata. Pada Tabel 3.9 25.2 mm/bln. yaitu zone iklim yang memiliki 3-4 bulan basah dan < 2 bulan kering.6 26.7 23.987 1. Tahun 2003-2007 Rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Sukamara adalah 1. Berdasarkan kriteria Iklim Oldman (1977).9 Max 30.5 Curah Hujan (Mm) Stasiun Penakar Hujan Sukamara Tahun 2003 – 2007 Tahun 1993 2004 2005 2006 Januari 164 199 361 279 Februari 140 251 0 0 Maret 203 115 194 344 April 302 142 127 247 Mei 311 196 181 180 Juni 102 119 78 67 Juli 254 129 74 31 Agustus 79 99 8 0 September 61 48 94 0 Oktober 190 65 131 76 Nopember 323 230 258 187 Desember 316 294 258 197 Rt2 Tahunan 2.2 194.1 22.6 31.7 32.445 mm/th.4 26.0 23.7 25.2 22.9 32.764 1.9 23.0 31.7.608 – 2.0 – 285.7 23.5 30.1 31.2 51.4 23.2 – 84.0 31. dengan suhu bulanan maksimum 30.4 31.5 24. zone iklim di kecamatan Jelai termasuk kedalam D1.9 23.9 26. dan 3 bulan kering.0 31.6 31.5 26.9 27.6 21.0 26.6 30.0 32.7 26.7 23.0 – 23.6.0 26.4 23.3 31.0 26.5 16.4 23.0 33.2 226.9 22.9 32.7 27.608 Sumber: Stasiun Penakar Hujan Sukamara.6 23.2 23.9 31.1 26.6 32.0 23.56 .7 22.6 31.9 C.0 23. Kelembaban udara bulanan sebesar 77.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dan lama penyinaran matahari dari kedua stasiun klimatologi tersebut berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.2 26.6 32.2 26.3 32.0 22.2 25.445 1.4 34.0 29.9 31.5 27.0 35.3 31.5 23.5 23.9 27.5 31.4 238.7.1 26.9 26.3 31.7 27.7 32.7 23.5 23.5 Max 30.0 26.5 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.8 32.9 27.9 22.4 27.7.2 31. sedangkan rata – rata curah hujan bulanan sebesar 51.2 113.6 24.7 26.7 23.5 26.2 25. Tahun 2003-2007 Bulan 2007 423 575 115 313 0 115 78 70 52 95 194 315 2.1 22.2 173.1 33.9 26.5 26. Musim hujan terjadi mulai bulan Nopember – April.0 26.9 31.7 27.9 31.9 – 27. Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003 – 2007 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des 2003 Min Rt2 23.3 26.2 51.2 26.3 26.0 131.6 96.7 26.7 23.5 31.2 31.345 Rt2 Bulanan 285.1 25.5 Periode Tahun 2004 2005 Min Rt2 Max Min 23.2 32.2 193.5 23.5 25. Tabel 2.1 31.9 26.9 31.7 26.9 32.7 23.5 26.7 27.5.0 30.0 31.5 23.6 31.5 25.9 21.1 33.7 31.7 23.4 23.7 26.9 26.6 dan Tabel 2.1 23.5 berikut disajikan curah hujan (mm) stasiun penakar Sukamara tahun 2003-2007.5 23.2 2007 Min Rt2 23.1 C.0 Max 30.

4 Sumber: Stasiun Klimatologi P.6 52.3 Rt2 Bulanan 82. Data penggunaan lahan Kabupaten Sukamara dapat dilihat pada Tabel 2.8 c.8 83.0 83. Lahan dan penggunaannya Penggunaan lahan adalah wujud interaksi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhannya. Interaksi manusia dengan lahan akan terbentuk pola penggunaan dan intensitas penggunaan lahan.2 49.8 82.3 65. Identifikasi penggunaan lahan erat kaitannya dengan tingkat efisiensi pemanfaatan lahan dan kerusakan lahan.4 47.2 77.57 .0 96.4 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Tahun 1999 – 2003 Bulan 2007 81 82 85 81 85 83 80 79 78 80 83 86 98.8 83.3 Rt2 Bulanan 45.2 99.2 84. tahun 2003-2007 Bulan Tahun 2006 45 47 50 58 67 72 39 39 35 49 49 41 59.7.6 64.6 57.7 Penyinaran Matahari (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003-2007 2003 2004 2005 Januari 42 44 49 Februari 45 47 50 Maret 49 50 52 April 52 5 57 Mei 55 57 60 Juni 58 62 62 Juli 56 60 60 Agustus 59 62 62 September 49 60 52 Oktober 50 57 55 Nopember 49 51 50 Desember 42 39 45 Rt2 Tahunan 60.4 61.7.8 53.2 80.2 41.9.0 55.8 77.0 Tabel 2.7.9 2007 47 49 51 55 57 60 62 55 52 50 47 38 62.4 49.6 49. Bun. II .0 82.2 80.8 Kelembaban Udara Rata-Rata (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 1999-2003 Tahun 2003 2004 2005 2006 Januari 84 86 83 80 Februari 83 85 84 81 Maret 81 83 82 83 April 82 85 83 83 Mei 84 85 83 82 Juni 83 82 82 81 Juli 81 81 81 78 Agustus 78 79 79 74 September 79 78 77 74 Oktober 80 81 80 879 Nopember 83 84 82 84 Desember 84 85 84 85 Rt2 Tahunan 98.Profil Daerah Tabel 2.4 98.8 82.8 62.

524 3. Tabel 2. 12.977 Cagar Alam Hutan Lindung (mangrove) Kawasan Budidaya II 6. lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan budidaya di luar kehutanan adalah : KPP dan KPPL yaitu untuk perkebunan.58 . Dari peruntukan lahan seperti pada tabel tersebut. 11.7.55 0. telah habis tertebang dan terbakar.29 0. namun pada kenyataannya hutan tersebut sudah tidak produktif lagi atau kayu yang tumbuh di hutan tersebut sudah tidak ada lagi. jalan) Jumlah Sumber : Hasil analisis citra. KPP Luas Total 314. 2.49 139. KPPL 44. tambak dan pemukiman. Fungsi Kawasan Luas (Ha) Persentase (%) Kawasan Lindung 12. maka merupakan potensi besar bagi Kabupaten Sukamara untuk membangun sektor perkebunan dan pertanian dalam rangka intensifikasi pemanfaatan lahan. Meski luas lahan berstatus hutan produksi (HP) cukup luas.853 12.321 2.7.435 4.17 104. 1. 10.71 8.480 382.39 5. Sukamara Tahun 2006 II .01 100 Kebun Campuran Emplasemen Hutan Negara Pemukiman penduduk Kebun Karet Kelapa Sawit Ladang Padang Rumput Rawa dan persawahan Semak dan Belukar Tambak Lainnya (sungai.757 20 141. Luas lahan kehutanan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.46 20.55%).03%).7. selanjutnya berupa semak belukar 78.641 554 44.08 37. Sebenarnya jika status lahan yang berupa hutan produksi dapat segera dialih fungsikan.099 78.97 3. Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) 8.711 1.908 5.44 0. I 1. 6.475 100. 9.286 42.01 37. 8.10.310 1. 3. Thn 2006 Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa penggunaan lahan yang terbesar adalah berupa hutan sebesar 141. Hutan Produksi (HP) 2. 7.09 3.9 Penggunaan Tanah Kabupaten Sukamara No.10 Luas Hutan Kabupaten Sukamara Menurut Jenisnya Tahun 2006 No. 4.690 1.01 7.00 Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab.508 22.14 11.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.721 Persentase (%) 2. Hutan Transmigrasi 1.641 Ha (20.21 11.122 28. danau.711 Ha (37. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 33.03 0. 5.34 20.

038 5.11.07%).219 laki-laki dan 16. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2006 sebanyak 36.7.769 Pantai Lunci 2. lihat peta 4.180 jiwa. dengan kategori penduduk jarang.92%). Jumlah penduduk per kecamatan disajikan pada Tabel 2.07 14.582 Permata Kecubung 3. Angkatan kerja Struktur penduduk dapat dilihat dari sex ratio dan dari sisi usia produktif dan non produktif.11 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 No.456 2.714 16.330 2. terdiri dari 19.916 36. Rata–rata kepadatan penduduk 9. transmigrasi surut.219 Sumber : Sukamara Dalam Angka 2006 Konsentrasi penduduk Kabupaten Sukamara terbanyak berada di ibukota kabupaten yaitu di wilayah Kecamatan Sukamara (42. 1).56 13.210 2.59 .56%). Berdasarkan sex ratio. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan disajikan pada Tabel 2.09%). Balai Riam (14. Perkebunan untuk kegiatan investasi dalam skala besar utamanya diperuntukkan perkebunan kelapa sawit. Tabel 2. Alokasi lahan untuk lokasi adalah untuk pengembangan permukiman dan pertanian sawah pasang d.24 jiwa/km2.92 16.35%).35 100.1.728 5.7.518 Balai Riam 2. 1 2 3 4.251 2.7. Selebihnya tersebar relatif merata di wilayah kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Jelai (13.09 13.961 jiwa perempuan tersebar pada 5 kecamatan yang bermukim di 3 kelurahan dan 29 desa. 5. Pantai Lunci (13.Profil Daerah Penggunaan KPPL diutamakan untuk pemenuhan lahan bagi kegiatan masyarakat meliputi permukiman dan lahan usaha.180 Persentase (%) 42.12 II . dan Kecamatan Permata Kecubung (16. Kecamatan Laki-laki Perempuan 7.961 Jumlah 15.00 Sukamara 8.099 5.399 4.148 Jelai 2.202 Jumlah 19.

807 3.52 16.52 1.180 Angka Beban Tanggungan per 100 orang 104 88 69 96 82 91 Sukamara 7.26 7.96 4.70 2.961 Persentase 53.79 121.67 5.379 25 – 29 1.56 109. Angka beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2. Oleh karena pada umumnya penduduk yang mencari nafkah dan menjadi kepala keluarga adalah penduduk lalki-laki.153 35 – 39 1.885 3.413 2.550 1.968 10 – 14 2.13 131.352 2.91 92.39 129. Perbandingan usia tidak produktif dengan usia produktif menghasilkan angka beban ketergantungan (Dependency Ratio).099 5.91 96.158 1.710 2.32 8.12 46. Tabel 2.13 Penduduk Sukamara Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif per Kecamatan No.125 Jumlah 15.156 18.47 113.7.097 15 – 19 1.60 .12 Penduduk Sukamara Tahun 2006 Menurut Kelompok Umur.620 20 – 24 1.705 1.47 120.260 1.88 110.650 2.7.899 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 II . dimana setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sebanyak 113 orang penduduk laki-laki.916 36.038 5. Penduduk berdasarkan usia dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : usia produktif (15 – 64 tahun) dan usia non produktif (0-4 tahun dan > 65 tahun).85 13.81 1. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 0–4 2.219 16.21 100.13.64 203.577 5–9 3.71 3.23 106.84 1.246 Jumlah 16.441 30 – 34 1.521 Balai Riam 1.020 Pantai Lunci 2.253 6.180 Sex Ratio 103.31 172.399 4. 1 2 3 4 5 Kecamatan 0 -14 15 – 64 > 65 387 172 194 163 209 1.096 4.301 2.00 Secara keseluruhan penduduk Sukamara lebih didominasi oleh penduduk laki-laki. maka ini berarti di Kabupaten Sukamara punya potensi besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dan pendapatan masyarakat Sumakamara pada umumnya.337 1.538 Jelai 2.732 1.88 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Jumlah 5.474 7.17 107.461 3.28 116.31 Persentase (%) 14.84 105.29 9.676 2.27 6.079 550 664 395 293 437 36.160 998 40 – 44 986 719 45 – 49 759 578 50 – 54 683 396 55 – 59 301 249 60 – 64 349 315 65 – 69 217 178 70 – 74 144 149 75 + 293 144 Sukamara 19.271 1.23 137.128 2.035 2.7.98 1.991 2.09 0.728 5.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.574 Permata Kecubung 2.

22 6 2 2 26 0.896 589 232 14 659 7.135 13.322 2004 4.780 14. Jika dipersentase diketahui bahwa jumlah penduduk yang produktif sebanyak 52.11 23 6 11 91 0.048 6. II .56 3 2 1 38 0.61 .11%).16%).346 Pertambangan & Penggalian 6 Listrik & Air Minum 2 Bangunan/Konstruksi 7 Perdagangan 145 Industri Pengolahan 29 Pengangkutan & Komunikasi 29 Bank & Lembaga Keuangan 2 Jasa-jasa 98 Tahun 2006 1. terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja tiap tahunnya.103 1.407 1.086 2002 5. pada tahun 2006 terjadi peningkatan menjadi sebanyak 16.24%. Sektor lain yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa dan sektor industri pengolahan.368 8.870 12.662 6. karena Kabupaten Sukamara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana wilayahnya. sedangkan penduduk yang tidak produktif sebanyak 47.569 45 30 69 1. Hal ini cukup wajar.72 302 151 142 2. ini berarti bahwa setiap 100 orang usia produktif menanggung sebanyak 91 orang penduduk yang tidak produktif.719 Jelai Skmr 3.314 5.876 16.441 Pertanian 1. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebanyak 10. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 2. Tabel 2.150 3.14 Pekerjaan Penduduk Umum > 10 tahun keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama per Kecamatan No.719 jiwa.991 jiwa (67.664 2005 3. dimana pada tahun 2002 hanya terdapat tenaga kerja sebanyak 12.492 10.16 344 105 162 1.10 302 30 31 745 4.10%).377 jiwa. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Kerja Kecamatan PersenBalai Pantai Permata Jumlah tase (%) Riam Lunci Kecubung 3.636 jiwa (16.23 23 7 12 118 0.55 50 30 23 364 2.052 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Berdasarkan tabel diatas. sedangkan yang paling sedikit adalah sektor bank & lembaga keuangan hanya 26 jiwa (0.991 67.35 3.014 2003 3.7.Profil Daerah Angka Dependency Ratio Kabupaten Sukamara adalah 91.103 7.177 1. Dari performance dependency ratio ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukamara punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas penduduknya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.255 2.304 13.980 3.636 16.740 1.76%.377 100 3.

099 Permata Kecubung 5. maka proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2025 disajikan pada Tabel 2.038 81.949 12.43%.728 Pantai Lunci 5.2025 Tingkat Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan 2010 2015 2020 1 Jelai1) 0. 2006 No.399 Balai Riam2) 10.026 10. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.379 35.433 3 Balai Riam2) 0.16 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Sukamara.018 11.699 jiwa dengan peningkatan penduduk sekitar 133.569 15.399 9.127 9.15 berikut.7.7.916 Kab. Sumber daya alam Kabupaten Sukamara memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk dikembangkan II .180 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Sukamara dalam Angka Tahun 2006 4.699 2.631 4.955 52. Dalam rangka penambahan jumlah penduduk pemerintah daerah merencanakan pembangunan lokasi transmigrasi sebanyak 6 UPT dengan jumlah tambahan penduduk sekitar 1800 KK atau 9000 Jiwa. Proyeksi penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2002 sebanyak 31. Tahun 2001 .062 20.940 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 36. Tahun 2010 .004 15.754 10.714 37. Diantara potensi sumber daya alam tersebut adalah sumber daya .445 14.417 35. 1 2 3 4 5 Kecamatan 1) 2002 2003 2004 2005 2006 Rata2 Pertumbuhan (%) Jelai 8.15 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara.154 2 Sukamara 0.7. Sukamara 31.286 10.755 Kabupaten Sukamara 42.746 65.186 15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.453 14.505 12. Berdasarkan Tabel tersebut jumlah penduduk kabupaten sukamara 81. Tabel 2.343 36.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2).7.526 5.668 10. Tabel 2.2005 Jumlah Penduduk (Jiwa) No.226 15.35 2.038 Sukamara 12.579 13.827 9.501 27.342 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Hasil Analisa.62 dalam rangka memacu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan penduduk.180 jiwa.940 33.092 50.2.7.52 Berdasarkan data jumlah penduduk per kecamatan selama 5 (lima) tahun terakhir diatas. Kecamatan 2025 16.16.

persawahan.0 (Tabel 2. seluas 22.97%) perkebunan kelapa sawit.853 Ha (5.03) adalah kawasan hutan Negara. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. karet rakyat.63 . 2) Kawasan Pertanian. nilai IPM Kabupaten Sukamara adalah 70. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan sisisanya seluas 97. sumber daya pertanian dan perkebunan (padi pasang surut. Dilihat dari penggunaan lahan yang ada seluas 141. menurun dibanding tahun sebelumnya pada peringkat 186.394 Ha (25. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.6. perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat).Profil Daerah sektor kelautan dan perikanan berupa ikan dan udang dari laut Jawa dan ikan dari perairan umum. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . lading. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146.45%) untuk penggunaan lain-lain termasuk tambak. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).711 Ha (37. pemukiman. Dari beberapa hasil penelitian mengenai potensi wilayah yang dilakukan di Kabupaten telah direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memprioritaskan 4 kawasan pengembangan dengan masing-masing fungsi strategisnya sebagai berkut : 1) Kawasan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kecamatan Sukamara. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). seluas 42.1). nilai IPM Kabupaten Sukamara relatif rendah berada pada posisi ke 13 (tiga belas) diantara 14 kabupaten/kota.01%) berupa padang rumput dan lahan pasir kuarsa. Perikanan dan Wisata di Kecamatan Jelai. dll.55%) berupa semak belukar.641 Ha (20. 3) Kawasan Perkebunan di kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung. dan 4) Kawasan Pertambangan Pasir Kuarsa dan Biji Besi di Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung b. juga sumber daya tambang seperti pasir kuarsa dan biji besi.dan Pantai Lunci. seluas 78. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).4 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.122 Ha (11.

7. Lebih sedikitnya jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin mungkin terjadi karena masih ada anak-anak yang duduk di bangku awal sekolah dasar yang belum bisa membaca dan penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak bisa atau sudah tidak bisa lagi membaca. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. dengan rincian penduduk laki-laki sebesar 5. Penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak atau belum tamat SD mencapai 44. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan.7.2 70.7 94.0 168 13 626.0 94.984 orang atau sekitar 28. Dari total penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah sekolah (157.9 70.50 13 Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.34%. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.4 186 1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Sukamara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. sebagian besarnya tidak atau belum tamat SD.52%.74% dan penduduk perempuan sebanyak 12. dapat disimpulkan bahwa masih ada sekitar 1.02%.60% penduduk yang sedang atau pernah bersekolah belum dapat membaca dan menulis huruf latin.17.17.6 6. Tingkat pendidikan II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.8 7.2 67. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.64 . Penduduk usia 5 tahun ke atas yang belum atau tidak pernah sekolah mencapai 9.8 625.712 orang).98%. jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin hanya sebesar 89. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Sukamara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Sukamara 2005 2006 67. Hal ini jika dikaitkan dengan data penduduk usia 5 tahun ke atas yang sedang atau pernah bersekolah yang besarnya mencapai 90.38%. Berdasarkan data Susenas tahun 2006. Tabel 2.

51%. Tabel 2. jumlahnya secara umum hanya mencapai 28.65 . hal ini ditunjukkan dari besarnya persentase penduduk usia ini yang sedang bersekolah secara umum hanya mencapai 69. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Angka partisipasi sekolah kasar penduduk usia sekolah dasar (7-12 tahun) pada tahun 2006 masih rendah. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.37%.Sekolah Menengah Atas Sumber: Hasil perhitungan data BPS Tahun 2006 Angka partisipasi sekolah kasar tingkat pendidikan lanjutan (usia 13-18 tahun) dan tingkat partisipasi sekolah pendidikan lanjutan atas (usia 16-18 tahun) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah.18. Penyebab lainnya adalah mudahnya mendapatkan obat-obatan yang diperlukan penduduk melakukan pengobatan karena sebagian besar obat yang dipakai untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang diderita oleh penduduk di kabupaten tanah laut dijual bebas di pasaran.08% dari total penduduk usia sekolah lanjutan pertama. Besarnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri ini mungkin disebabkan oleh penyakit yang menjadi keluhan sebagian besar penduduk ini. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan II .34% dari total penduduk usia sekolah lanjutan atas (16-18 tahun). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.08 28.Sekolah Dasar . Angka Partispasi Sekolah Kasar Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Uraian Persentase (%) 69. Sedangkan jumlah penduduk yang tamat pendidikan lanjutan ke atas hanya sekitar 14. Angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan pertama secara umum hanya mencapai 33. Sedangkan angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan atas. yakni mencapai 72. Sebagian besar dari penduduk Kabupaten Sukamara yang mengalami keluhan kesehatan.23%.Profil Daerah yang terbanyak lainnya yang pernah ditamatkan oleh penduduk adalah SD/MI yakni sekitar 38. sehingga tidak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan cukup dengan mengobati sendiri.34 Angka Partisipasi Kasar . mereka anggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya.36%.Sekolah Menengah Pertama .7. juga melakukan pengobatan sendiri.51 33.

hanya sekitar 3.7. Kondisi ini menjadi kendala bagi pergerakan orang.21%. Jangkauan sistem jaringan belum mencapai pusat permukiman. seperti pekerja kasar. Lulusan SLTA sederajat hanya 27. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja. Ini berarti penduduk Kabupaten Sukamara yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill.0% dari total panjang jalan. Prasarana transportasi 1).90 km yang terdiri dari jalan aspal 106.13 km.66%. Transportasi darat Sistem transportasi darat sangat penting peranannya dalam meningkatkan mobilitas orang. sebagian besar hanya berpendidikan maksimal setingkat SLTP (69. sedangkan hubungan dengan pusat permukiman lainnya belum lancar. Jaringan jalan yang terdapat di Kabupaten Sukamara sepanjang 702.89 km.3. industri kecil (3. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (16. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten ini. Meningkatnya arus lalu lintas akan mendorong tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru diantara kawasan yang dilewati sistem jaringan transportasi.899 jiwa.66 . Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Sukamara adalah sektor pertanian.80%). sementara hubungan yang sudah lancar adalah pada ruas jalan Sukamara dengan Kotawaringin Lama.54%).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) sebanyak 16.24%.86%) 2. barang dan peningkatan investasi.62%) sektor pengangkutan (4.25% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat S1 atau lebih persentasenya kecil sekali. Pada tahun 2006 TPAK Kabupaten Sukamara sebesar 86.08 km. jalan tanah 417. Berdasarkan data jaringan jalan dan sarana angkutan darat yang telah ada dapat disimpulkan bahwa sistem trnasportasi dan layanan angkutan darat di Kecamatan Jelai II . jalan kerikil 184.14%). Infrastruktur a.377 jiwa dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 18. Tersedianya jaringan jalan yang didukung dengan noda trnsportasi yang memadai yang menghubungkan desa dengan kota akan memperlancar arus barang dan orang antar desa. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 61. Data ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang dapat berfungsi dalam segala cuaca hanya 15. jalan lainnya 5. barang dan jasa. antar desa dengan kota dan antar wilayah yang lebih luas. sektor jasa dan pemerintahan (6.34%).20 km. dan sektor pertambangan galian C (0.

Pelabuhan Sukamara sangat memegang peran penting sebagai terminal distribusi barang melalui angkutan laut. barang dan jasa.Profil Daerah masih dalam tahap pengembangan dan belum mampu memberi kontribusi yang optimal untuk memperlancar pergerakan orang .7. Pelayanan jaringan listrik PLN belum menjangkau seluruh desa dan sebagian besar desa menggunakan sumber listrik generator dimiliki oleh pribadi. Jumlah angkutan sungai yang ada terdiri dari speed boat 31 unit.506 ton. b. Prasarana listrik dan air minum Kebutuhan listrik untuk penerangan di layani oleh PLN Cabang Sukamara dan generator listrik yang disediakan oleh penduduk. Sebagian besar desa yang terdapat di wilayah ini dilayani oleh trayek angkutan sungai dari Sukamara yang beroperasi secara reguler. Jika dibanding dengan potensi daerah yang menjadi kawasan pelayanan Pelabuhan Sukamara.209 ton dan muat 276. 3). Berkembangnya kegiatan perkebunan dan bangkitan pergerakan angkutan darat akan berdampak pada peningkatan vollume angkutan melalui pelabuhan Sukamara. maka kondisi pelabuhan yang ada saat ini kurang memadai untuk mengantisipasi perkembangan di masa datang. 2). Transportasi laut Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan daerah ini dengan daerah luar.015 kunjungan dengan volume aktivitas bongkar mencapai 119. II . Kabupaten ini mempunyai pelabuhan laut yaitu pelabuhan Sukamara yang berfungsi sebagai pelabuhan nasional. berikut. Permukiman yang terdapat di wilayah pesisir yaitu Kecamatan Jelai. Sungai Jelai juga merupakan pintu gerbang keluar masuk barang dan orang melalui angkutan laut dari dan keluar kabupaten. Kapasitas dan jangkauan pelayanan listrik dapat dilihat pada Tabel 2.19.67 . Transportasi sungai Sungai Jelai berperan dalam transportasi yang menghubungkan desa-desa dan menghubungkan desa dengan Sukamara sebagai ibukota kabupaten. merupakan kawasan yang bertumpu pada sistem angkutan laut dalam memasarkan hasil produksinya. Pada tahun 2006 jumlah kapal yang berlabuh mencapai 1. Hal ini perlu diikuti dengan pengembangan pelabuhan Sukamara agar dapat berperan sebagai terminal distribusi lingkup regional dan sebagai pintu gerbang ke Kalimantan Tengah di wilayah barat.

50%. Prasarana air bersih yang dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) hanya ada di Kota Sukamara.450 4.550 1. maka dari data tersebut terlihat bahwa layanan listrik di Kabupaten Sukamara baru menjangkau 33. II .888 Rumah Tangga Niaga (Besar & Kecil) Industri (Besar & Kecil) Sosial (RS & Rmh Ibadah) Instansi Pemerintah Khusus Hidran Umum Jumlah Sumber : PDAM Sukamara 2006 Pelayanan PDAM di Kabupaten Sukamara masih terbatas di wilayah perkotaan yaitu di Kota Sukamara.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Pantai Lunci 411 6. Jika diasumsikan satu unit rumah tangga adalah satu pelanggan. PLN Ranting Sukamara 2006 No.297 rumah tangga.461 5.430 290. Sedangkan jumlah pelanggan PLN Ranting Sukamara di luar wilayah kecamatan Kotawaringin Lama adalah sebanyak 3. Ktw. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sukamara disajikan seperti dalam Tabel 2.41%.420 Gardu 19 3 20 5 1 48 Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 10. perigi dan sungai.158 3.20. Tabel 2.911 Sumber : PT.208. Sebagian besar penduduk menggunakan sumber air minum dari pompa.150 2.450 pelanggan.20 Jumlah Pelanggan PDAM Kabupaten Sukamara No. Dari data tersebut maka rumah tangga di wilayah Kota Sukamara yang terlayani PDAM masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 6.7.550 103. Permata Kecubung 154 Jumlah 4. 1 2 3 4 5 6 7 Katagore Pelanggan Jumlah Pelanggan (unit) 331 2 0 9 7 0 23 372 Volume Air yang disalurkan (M3) 66. Stasiun penyalur bahan umum (SPBU) belum terdapat di Kota Sukamara. Sukamara 2.19 Jumlah Pelanggan Listrik dan Daya Terpasang di Kabupaten Sukamara.435. Jelai 466 2.7.162 rumah tangga. Jumlah rumah tangga di Kota Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 5.923 76. 2006 Jumlah Langganan (unit) 1. Balai Riam 271 4.68 . Kecamatan Daya terpasang (VA) 354.7.290 214. Pelayanan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk dan kegiatan industri masih didatangkan dari Kotawaringin Barat. Lama (Kobar) 1.264.772 345 0 141 707 0 8.

T K 0 15 0 686 2.7. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Sukamara sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 4 unit. S D/MI 45 3 4. Pada tingkat kecamatan telah tersedia 3 unit puskesmas yang terdapat di tiga kecamatan (kecamatan Sukamara.Profil Daerah c. SMK 1 0 151 0 Jumlah 56 23 7.69 . dan Balai Riam).21 Jumlah Sekolah. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sukamara terdapat 1 rumah sakit umum daerah (RSUD).7. Secara rinci jumlah sarana kesehatan per kecamatan di wilayah kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2. dan SMK sebanyak 1 unit. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 46 unit. Selain fasilitas tersebut terdapat sebanyak 2 unit Pondok Bersalin Desa di kecamatan Sukamara dan Balai Riam. Sebagian besar penduduk menggunakan fasilitas telepon selller (handphone). Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 6 unit. Prasarana komunikasi Prasarana komunikasi telepon otomat hanya terdapat di kota Sukamara dan telepon satelit di kota kecamatan. SMP/MTs 7 3 1. Jelai. Tabel 2.955 348 3. Sedangka Pustu terdapat di semua kecamatan yaitu sebanyak 27 unit Pustu.433 157 4.174 1. Madrasah Tsanawiyah 4 unit.22 II . SMU/MA 3 2 635 164 5. Sekolah TK di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 15 unit yang tersebar di 5 kecamatan. Madrasah Ibtidaiyah 2 unit. Semua wilayah kota Sukamara dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sukamara untuk kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik. d. Madrasah Aliyah 1 Unit.355 Sumber : Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Sekolah Guru Negeri Swasta 0 42 349 112 26 67 30 23 0 551 56 Jumlah Sekolah 15 48 10 5 1 79 e.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Tabel 2.7.22 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. Rumah Sakit Puskesmas Pustu/Posyandu 4 7 5 4 7 27 Pondok Bersalin 0 1 1 0 0 2

Jelai 0 1 Sukamara 1 1 Balai Riam 0 1 Pantai Lunci 0 0 Permata Kecubung 0 0 Jumlah 1 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006

Jumlah sarana kesehatan yang ada saat ini di wilayah kabupaten Sukamara meski sudah cukup memadai untuk jumlah penduduk yang besarnya hanya 36.180 jiwa, namun perlu ada peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas untuk wilayah kecamatan Pantai Lunci dan kecamatan Permata Kecubung. Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar terdiri dari dokter umum 8 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3 orang, apoteker 5 orang, perawat 63 orang, perawat gigi 6 orang, bidan 30 orang, ahli gizi 5 orang, tenaga kesehatan lingkungan 12 orang, analis kesehatan 6 orang, radiographer 2 orang, pekarya kesehatan 2 orang, sarjana non kesehatan (administrasi) 2 orang. Secara rinci jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.7.23.

Tabel 2.7.23 Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Dokter Dokter Dokter Parawat Spesialis Umum Gigi 1. Jelai 0 1 0 9 2. Sukamara 0 6 1 48 3. Balai Riam 0 1 0 12 4. Pantai Lunci 0 0 0 0 5. Permata Kecubung 0 0 0 0 Jumlah 0 8 1 69 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Kecamatan Bidan 7 13 10 0 0 30

Berdasarkan data di atas maka jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar masih sangat kurang terutama untuk tenaga dokter spesialis sebagai syarat utama

keberadaan sebuah rumah sakit. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sukamara masih mengandalkan dukun kampung dan obat yang dijual di pasaran untuk mengobati penyakit. Penduduk Kabupaten Sukamara yang berada pada kelas menengah ke atas biasanya jika menderita sakit parah mereka berobat ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun atau ke Rumah Sakit yang ada di Semarang dan Surabaya. Kesadaran penduduk terutama penduduk yang tinggal dibantaran sungai akan pentingnya kesehatan relative masih sangat kurang. II - 70 Hal ini bisa dilihat dari prilaku konsumsi yang masih kurang memperhatikan

Profil Daerah syarat-syarat higines, termasuk masih banyaknya penduduk yang membuang kotoran dan sampah di sungai yang sekaligus digunakan sebagai sumber air minum.

f. Prasarana pengairan Kawasan pesisir Kabupaten Sukamara merupakan daerah pasang surut yang telah berkembang dalam kegiatan pertanian sawah dan perkebunan kelapa. Sesuai kondisi yang selalu tergenang air akibat pengaruh pasang surut, pemerintah daerah membangun saluran drainase untuk mengeluarkan air dari daerah rawa, disamping yang dibangun pemerintah, masyarakat membangun saluran yang disebut handil di berbagai tempat di kawasan ini. Panjang saluran pengairan terdapat 20 km dengan kondisi tidak terawat/tidak fungsional.

g. Prasarana dan sarana Lainnya Prasarana lainnya seperti bank, apotik, rumah sakit bersalin masih terbatas. Lembaga keuangan perbankan hanya ada dua yaitu BPD dan unit BRI yang terletak di kota Sukamara. Fasilitas apotik yang sangat perlu untuk mendukung penyediaan obat bagi masyarakat terbatas hanya ada 1 buah di RSUD. Sarana lain seperti SPBU untuk pengisian bahan bakar dengan harga subsidi juga belum tersedia, demikian pula untuk sarana angkutan umum dalam kota juga belum tersedia. Sarana lain yang juga sangat diperlukan untuk peningkatan kecerdasan dan keterampilan penduduk adalah adannya Balai Latihan Kerja, Perpustakaan dan Toko Buku yang lengkap termasuk fasilitas Wartel dan Warnet (Warung Internet).

2.8. KABUPATEN LAMANDAU

2.8.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga beriklim tropis. Kabupaten Lamandau terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Bulik, Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Menthobi Raya, Kecamatan Sematu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Batang Kawa, dan Kecamatan Delang dengan total luas wilayah 6.414 kilometer persegi dengan jumlah pendudk tahun 2006 sebanyak 55.911 jiwa.

II - 71

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Batas wilayah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Barat : Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat. : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara. : Kabupaten Kotawaringin Barat

b. Topografi dan iklim Ketinggian dari permukaan laut pada wilayah Kabupaten Lamandau berkisar antara 25 sampai dengan 500 meter yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan daerah pada kawasan-kawasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah perbukitan di wilayah Kabupaten Lamandau. Secara umum daerah-daerah di Kabupaten Lamandau beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Banyaknya hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan hari hujan adalah 27, adapun jumlah hari hujan pada tahun 2006 adalah sebanyak 193. Curah hujan selama tahun 2006 adalah sebesar 2.286,3 mm.

c. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Lamandau memiliki luas lahan 6.414 km atau setara 4,18% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan serta juga terdiri dari rawa, dataran rendah, dan dialiri oleh sungai-sungai besar maupun kecil. Wilayah aliran sungai menjadi jalur trasnportasi dan urat nadi perekonomian di daerah ini. Meskipun belum tersedia data pasti rencana tataruang wilayah namun secara garis besar keadaan penggunaan lahan di wilayah ini terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, perairan, pemukiman/kampung, padang rumput, ladang/tegalan, kebun, hutan, semak belukar dan alang-alang. Lahan yang berupa hutan lebat dan semak beukan merupakan bagian lahan terbesar dari wilayah ini.
2

d. Demografi Penduduk Kabupaten Lamandau pada tahun 2006 sejumlah 55.911 jiwa, dengan tingkat kepadatan 8,72 jiwa/km . Berdasarkan kecamatan, jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Bulik dengan jumlah penduduk 13.852 jiwa, disusul kecamatan Menthobi Raya sebanyak 8.625 jiwa. Jumlah penduduk terkecil adalah kecamatan Batang Kawa dengan jumlah penduduk hanya 3.057 jiwa.
2

II - 72

Selain itu potensi alamnya dengan topografi berbukit sebagian dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan perkebunan.Profil Daerah Tabel 2. Wisata tirta (air terjun.50 5 Lamandau 4. sungai dan riam ).30 3.67 3.00 3.8.43 3.139. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Penduduk Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Rata-rata Penduduk Per Per RT Desa/Kelurahan 1 Bulik 20. Potensi tanaman pertanian yang terbesar adalah padi ladang. Sumber daya alam Kabupaten Lamandau memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang perlu dikelola dan dikembangkan secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat. kolam).09 3. sedangkan potensi tanaman perkebunan yang terbesar adalah kelapa sawit dan perkebunan karet rakyat. dan Belantikan Raya) serta potensi batu bara di wilayah Kecamatan Lamandau.62 3 Sematu Jaya 91. Batang Kawa.89 784.80 3.77 7 Batang Kawa 4.81 1.73 . bukit.80 519. potensi tambang emas di beberapa kecamatan (Delang.83 3.154. serta wisata budaya dan wisata agro.89 8 Dealang 7.84 1.60 4 Menthobi Raya 13.74 6 Belantikan ray 4.84 jiwa/km . danau. Salah satu sumber daya alam yang tersedia berupa kawasan hutan lebat dengan berbagai vegetasi tanaman di dalamnya serta hasil hutan lainnya.40 586. 2007 No Kecamatan Kepadatan (km2) Jika dilihat dari kepadatan penduduk.84 2 Bulik Timur 5.33 3.8. kacamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Sematu Jaya dengan kepadatan 91.97 Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka.46 339. Kabupaten Lamandau memiliki potensi tambang seperti biji besi terdapat hampir di setiap kecamatan.1.00 421. II . 2 2 2. sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah kecamatan Belantikan Raya dengan kepadatan 4 jiwa/km . Objek wisata di Kabupaten Lamandau diantaranya terdiri dari Wisata alam (hutan. Dari jumlah dan tingkat kepadatan penduduk terlihat tingkat penyebaran penduduk di Kabupaten Lamandau tidak merata dan ketidak merataan sebaran penduduk ini merupakan penyebab terhambatnya pembangunan di suatu daerah.2. Kabupaten Lamandau mempunyai objek parawisata yang cukup banyak baik jumlah maupun jenisnya.65 524.

969 Bekerja 22. Tabel 2.74 .25 12 Membaiknya upaya peningkatan SDM tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal.738 43.382 2. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu mendapat perhatian yang serius.8. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.2 161 11 628.898 7.9 7.8 66. Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kegiatan Utama 2004 2005 2006 25.8. Peringkat IPM secara nasional berada pada posisi ke 160.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Lamandau 2005 2006 66.8. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.004 44. Tabel 2.685 9.9 160 2.272 9.2).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. nilai IPM Kabupaten Lamandau adalah 70. Apabila dilihat dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas menurut jenis kegiatan utama adalah bekerja menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun Tabel 2.4 95.8 624.124 Total 39.6 94.8.2. nilai IPM Kabupaten Lamandau masih relatif rendah berada pada posisi ke 12 (dua belas) diantara 14 kabupaten/kota. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di Kabupaten Lamandau.9 70. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3.2.6 7.8.591 Sumber : Kabupaten Lamandau dalam Angka 2006 II . Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.261 Sekolah 9.860 1.828 7. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.6 70.379 Lainnya 1.827 Mengurus rumah tangga 5.3.2 (Tabel 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.775 25.

Dari jalan yang ada di Kabupaten Lamandau sepanjang 195 km merupakan jalan Negara.140 KWh. disamping travel. Prasarana dan sarana transportasi Berdasarkan hasil catatan PUD dan Cabang Dinas PU Kabupaten Lamandau tahun 2006 dalam Kabupaten Lamandau Dalam Angka Tahun 2006 terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang 702. Jumlah air minum yang dislaurkan di wilayah Kabupaten lamandau pada Tahun 2006 sebanyak 50. 1 unit sambungan pemerintah. tanah 325. Dengan semakin baiknya pasilitas transportasi yang ada di Kabupaten Lamandau akan berdampak terhadap peningkatan jumlah alat transportasi yang ada. Infrastruktur a.875. 3 c.75 . b.499 m3.8. Prasarana komunikasi Peranan jasa pos dan telekomunikasi dalam menunjang pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Lamandau amat penting. kerikil 177. sedang 244. Fasilitas penunjang prasarana perhubungan di Kabupaten Lamandau terdapat 1 terminal induk.41 km dan yang tidak dirinci sepanjang 8.90 km dengan total jalan diaspal 191.30 km. Prasarana listrik dan air minum Penyedian tenaga listrik dikelola oleh Pt Perusahaan Listrik Negara. Selain transportasi darat dari Lamandau menuju Kabupaten Kotawaringin Barat juga dapat dilalui menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speed boat.36 km. Bila dilihat dari panjang jalan menurut kondisi jalan yang baik sepanjang 293. dan yang rusak berat sepanjang 102 km. serta 5 unit sambungan usaha besar.3. 244 rumah tangga.181 m dimana sebagian besar disalurkan kepada konsumen rumah tangga sebesar 46. 700.94 km. Pada Tahun 2006 produksi listrik yang disalurkan melalui unit PLN Kabupaten Lamandau sebanyak 3. Kantor Pos/Kantor Pos dan giro yang ada di Kabupaten Lamandau berjumlah 1 unit termasuk di Kecamatan Bulik dan pos desa berada di Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang. Jumlah pelanggan di wilayah ini terdiri dari 6 sambungan untuk lembag sosial.587 KWh dan yang terjual 3. 1 terminal pembantu dan pelabuhan sungai. saat ini dari Kabupaten Lamandau ke ibukota provinsi sudah dapat dilalui melalui transportasi darat dengan menggunakan bus yang melayani penumpang setiap hari. II .19 km.60 km. Seiring dengan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi darat yang utama.Profil Daerah 2. 56 km jalan provinsi dan 702 km merupakan jalan kabupaten. rusak sepanjang 63 km.

8.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.76 . SD/MI sebanyak 103 sekolah. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakitpenyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat. Kecamatan Sekolah Swasta Negeri 27 14 8 7 4 3 15 Guru Swasta 4 5 5 4 3 2 Jumlah 31 19 13 11 7 5 15 e. jumlah guru terbanyak adalah pada Kecamatan Bulik sebanyak 31 orang. terjangkau dan merata. prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. sebagian besar penduduk Kabupaten Lamandau sekurang-kurangnya tamat SLTP atau yang sederajat. serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Fasilitas pendidikan sekolah khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua kecamatan. berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program II . Keadaan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Menurut Status dan Kecamatan Negeri Jumlah 1 1 Bulik Bulik Timur 1 1 Sematu Jaya Menthobi 1 1 4 Raya 1 1 5 Lamandau Belantikan 1 1 6 Raya 1 1 7 Batang Kawa 1 1 8 Dealang Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka 1 2 3 No. Berdasarkan Agenda pembangunan nasional. sedangkan jumlah guru yang paling sedikit adalah pada SMU Kecamatan Batang Kawa yang hanya 5 orang. Bila dilihat dari jumlah guru yang ada pun tidak merata. Prasarana pendidikan Pada tahun 2006 jumlah sekolah untuk TK sebanyak 41 sekolah. Dengan prioritas ini.4. Prasarana kesehatan Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai Kabupaten Lamandau juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial. tingkat pendidikan. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif. SLTP/MTs sebanyak 22 sekolah dan untuk SLTA/SMK/MA sebanyak 10 sekolah. Tabel 2. kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi. Berdasarkan data Kabupaten Lamandau dalam angka tahun 2006 kecamatan belum ada SMU / SMK / MA adalah kecamatan Bulik Timur. keadaan ekonomi.

8’’ Bujur Timur dan 0O 46’ 23’’ – 3O 33’ 43. 2. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur. II . dan tenaga analis 2 orang. : Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat.9. Secara administratif Kabupaten Seruyan dengan ibukota Kuala Pembuang terletak diantara 111O 29’ 13. perawat 74 orang.77 . : Laut Jawa. dan Delang terdapat 2 orang dokter umum pada peran dokter umum ini sangat diharapkan oleh masyarakat. Secara administratif batas wilayahnya terdiri dari: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. sungai. Menthobi Raya. rawa. Dari segi tenaga medis. 5 unit puskesmas dan 47 unit puskesmas pembantu serta 21 unit polindes. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. ahli gigi 5 orang. Lamandau. Dukungan infrastruktur/fasiltas kesehatan di Kabupaten Lamandau terdiri dari 1 unit Rumah Sakit Umum.9’’ Lintang Selatan. Begitu juga dengan dokter gigi yang hanya ada di Kecamatan Bulik.471 km terdiri dari hutan. kemudian Kecamatan Sematu Jaya. hal ini terlihat pada kecamatan Bulik Timur.9.1. Disisi lain Kecamatan Bulik ada 6 orang dokter umum. KABUPATEN SERUYAN 2. Kabupaten Lamandau memiliki 12 orang dokter umum. 1 dokter gigi. 2 Kabupaten Seruyan terdiri dari 5 kecamatan dan 86 Desa dan 3 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat berkorelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Bila dilihat dari jumlah dokter umum yang ada masih tidak merata. Kabupaten Seruyan memiliki luas wilayah 16. bidan 47 orang. dan Batang Kawa belum ada dokter umum. laut dan genangan air.75’’ – 113O 32’ 16. Belantika Raya.Profil Daerah kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kondisi Geografi dan Demografi a.

• Bagian barat merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak yang mempunyai vegetasi hutan mangrove dan kayu rawa.8 mm dengan rata-rata hujan per tahun 13. Musim penghujan akan terjadi antara bulan Desember .1. sedangkan Kemarau antara Juli .746 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka.6% dari luas wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan dengan rincian sebagia berikut. dan genangan air lainnya seluas 605.99% terhadap luas Kabupaten Seruyan.72% terhadap luas Kabupaten. dan • bagian selatan merupakan daerah dataran rendah terdiri atas lahan rawa dan pantai dengan ketinggian dan kemiringan 0-50O dari permukaan laut dan 0 -8 m. • Bagian utara merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian di atas 150 m dari permukaan laut dan kemiringan 15 – 40O yang ditumbuhi hutan lebat. yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi daerah hilir (daerah bagian selatan). 2 II .Maret. c. Luas Wilayah Kabupaten Seruyan Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas (km2) Desa 12 10 10 26 28 Jumlah Kelurahan 2 1 - 1 Seruyan Hilir 6.135 4 Seruyan Tengah 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Seruyan yang mempunyai luas wilayah 16.September. Wilayah kabupaten Seruyan termasuk daerah yang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29O C dan temperatur tertinggi 34O C. Tipe iklim adalah tropis lembab dan panas.78 . • • • • Hutan belantara seluas 11. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Seruyan terdiri dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan perincian sebagai berikut: • Bagian timur merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak serta ditumbuhi vegetasi berupa bakau dan kayu rawa.354.02 km2 atau 69. Rawa-rawa seluas 733. daerah ini kaya akan perikanan laut dan darat. 2007 b.512.424 3 Hanau 1. Sungai.9. dan Pertanahan lainnya seluas 3. curah hujan rata-rata per tahun 3.68 km2 atau setara 27.49 km2 atau seluas 4. Seruyan.52% terhadap luas Kabupaten Seruyan.77% terhadap luas Kabupaten Seruyan.81 km2 atau sekitar 3.012 5 Seruyan Hulu 4.8 hari.404 km atau 11. danau.479.087 2 Danau Sembuluh 2.

Wilayah Kabupaten Seruyan dibelah oleh Sungai Seruyan yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 400 km dan yang dapat dilayari 270 km.330 29. Dengan bentangan alam yang meliputi wilayah lautan.979 16. Jenis Kelamin.815 3 Hanau 17. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. pantai dan daratan dengan berbagai jenis tanaman dan satwa. dan 6) Anak Sungai S.424 Sex Ratio 108 109 105 109 106 107 2. 5) Anak Sungai Pukun.634 7. 4) Anak Sungai Salau.567 36. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten yang strategis di bagian selatan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan menjamin kemudahan interaksi dengan wilayah lainnya. Jumlah Penduduk.097 2 Danau Sembuluh 7. panjang 30 km. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan tahun 2007 sebanyak 129. panjang 30 km. 2) Anak Sungai Kalua Besa. Di Kabupaten Seruyan juga dijumpai kaya sumber daya bahan tambang dari berbagai jenis batuan dan mineral. berpotensial sebagai pemasok kebutuhan wilayah dan penggunaan hasil produk wilayah dan mendukung berjalannya kegiatan ekonomi wilayah regional.9.79 .Profil Daerah d.164 14.979 4 Seruyan Tengah 15.2. Kale.957 14.978 34.2. terdiri dari penduduk laki-laki 67. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. dan Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Laki-Laki 1 Seruyan Hilir 19. 2007 No Kecamatan Penduduk Perempuan Jumlah 17. Tabel 2.079 jiwa dan penduduk perempuan 62. II .995 62.345 jiwa atau dengan ratio penduduk laki-laki dan perempuan 107%.345 129. baik sumber daya di perairan. kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata adalah 400 m dengan anak sungai terdiri dari : 1) Anaka Sungai Danau Sembulu.859 6.9.529 5 Seruyan Hulu 6. anjang 30 km. Sumber daya alam Kabupaten Seruyan merupakan Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. 3) Anak Sungai Manjul. panjang 65 km.079 Sumber: Seruyan Dalam Angka. menjadikan Kabupaten Seruyan memiliki potensi alam yang kaya akan sumber daya wisata yang dapat dikembangkan.306 12. panjang 76 km. panjang 50 km. kehutanan.689 Jumlah 67.424 jiwa.

Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Seruyan adalah 818. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. nilai IPM Kabupaten Seruyan relatif rendah berada pada posisi ke 11 (sebelas) diantara 14 kabupaten/kota.2 67.80 memperbaiki jalan yang rusak dan meningkatkan akses jalan baru dan .9 (Tabel 2.3 71.3.3.8 70.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Seruyan 2005 2006 67. Karena itu pemerintah daerah Seruyan berupaya membuka semua akses menuju Seruyan lewat darat.3 615.252 km meliputi jalan nasional 90 km.9.052 km.8 7. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Infrastruktur a.4 87 0. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. air.3.). jalan provinsi 120 km. Tabel 2.9. maupun udara. jalan perkotaan 49. Prasarana transportasi Prasarana transportasi merupakan prasarana pengangkutan dan perhubungan yang penting.81 11 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Seruyan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Kondisi transportasi yang kurang nyaman memang menjadi kendala bagi Seruyan tumbuh menjadi kota seperti kabupaten pendahulunya.9 80 10 618. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.9.3 99.3.9.7 99. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik.7 7.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada peringkat 136.5 km. jalan kabupaten seruyan 383. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Seruyan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.7 km serta jalan desa 175. Dalam rangka penyediaan prasarana jalan darat pemerintah daerah dan provinsi berupaya II . nilai IPM Kabupaten Seruyan adalah 71.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.

2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 66 677 86 120 82 93 56 23 890 313 Jumlah Sekolah 29 129 22 8 2 190 II . Produksi tenaga listrik di Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 sebanyak 8. Selain itu juga tersedia fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Seruyan. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 190 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta.9. SLTP 15 7 3. Sarana air bersih dari PDAM di Kabupaten Seruyan umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan. SD 129 unit. 3 c. SMU 8 unit dan SMK 2 unit.Telkom untuk pelayanan telepon lokal.4.81 . Pelayanan telekomunikasi di Kuala Pembuang ibu kota Kabupaten Seruyan tersedia satu buah kantor cabang PT.487 463 4. S D 120 9 14. Pada Tahun 2005 tercatat jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 79. Tabel 2. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa.474.678 3.699 m . Pelanggan air bersih di kabupaten Seruyan terdiri dari pelanggan rumah tangga 457 unit dan instansi pemerintah sebanyak 17 unit sambungan. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu.Profil Daerah mempersiapkan jembatan di atas Sungai Seruyan. d.134 1. T K 29 1.738. b. Pelayanan Pos di Seruyan tersedia satu unit Kantor Pos di kuala pembuan.091 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka. maupun pelabuhan penumpang. SLJJ dan SLI.310 5.869 2.376 Kwh. Sarana Pendidikan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. direncanakan membuka pelabuhan samudra yang Di sektor perhubungan laut berfungsi sebagai prasarana pengangkutan barang terutama pelabuhan CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah). Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Seruyan adalah tersedianya kantor Pos. SLTP 22 unit.513 Kwh dengan jumlah tenag terjual 7. SMU 3 5 565 973 5. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN telah menjangkau semua wilayah kecamatan di Kabupaten Seruyan. SMK 1 1 124 108 Jumlah 139 51 18. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut: TK 29 unit.

12 4. Puskesmas disetiap kecamatan.52 15. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan terdiri dari 13 dokter umum.63 12.826 17. dan dibantu oleh 26 tenaga perawat dan 46 tenaga bidan. • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat.02 6. yaitu di antara 112° 0 ' BT .604 2.800 % Terhadap Luas Wilayah 14.0° 20 ' LS dan 113° 45 ' BT. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah. Luas Wilayah Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Ibukota Kecamatan Tumbang Senamang Tumbang Hiran Tumbang Kaman Tumbang Samba Buntut Bali Pendahara Kasongan Petak Bahandang Baun Bango Pagatan Mendawai Lua(km2) 2. KABUPATEN KATINGAN 2.3° 30 ' LS.030 1. 1 dokter gigi.1.82 .69 8.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah e.19 3.178 3. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. : Laut Jawa.440 1.00 Katingan Hulu Marikit Senaman Mantikei Katingan Tengah Pulau Malan Tewang Sangalang Garing Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang Katingan Kuala Mendawai Jumlah Sumber: Katingankab. Kondisi Geografi dan Demografi a.52 3.24 17. Tabel 2.id.10.1). saat ini berjumlah 9 unit ditambah Puskesmas Pembantu 39 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu.793 1.10.09 10. Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002 luas wilayah Kabupaten Katingan adalah ± 17.72 4.1. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur : Kabupaten Gunung Mas. Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau.800 km² dengan Batas Wilayah adalah sebagi berikut.10. 2.089 805 568 663 804 2. dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Senaman Mantikei dan terkecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Tewang Sangalang Garing (Tabel 2.10. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Katingan secara geografis terletak di daerah Khatulistiwa.26 100.go. Berdasarkan daerah administratifnya Kabupaten Katingan terdiri atas 11 kecamatan. 2008 II .

dan lain-lain) seluas 4.13%). Katingan Tengah (14. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Katingan Hilir yaitu 33 jiwa/km . Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut: • • • Dibagian Selatan merupakan daerah pantai dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut dengan ketinggian 0 – 50 m dari permukaan laut.200 m dari permukaan laut.83 2 .km2.75%). Wilayah Khusus (Hutan Lindung. Beberapa kecamatan lainnya dengan kepadatan penduduk relatif lebih padat adalah Kecamatan Katingan Tengah yaitu 18 jiwa/km2.900 km2 . Kecamatan II .68%). Demografi Berdasarkan Data BPS keadaan penduduk Kabupaten Katingan Tahun 2006 berjumlah 133.410 km . Bagian Tengah berupa dataran dengan ketinggian 50 . Sungai Sanamang = 65 km. Kabupaten Katingan beriklim tropis yang panas dan lembab dengan suhu udara pada siang hari rata-rata 33°C dan temperatur tertinggi mencapai 36°C. Sungai Samba = 100 km . Bagian Utara berupa perbukitan dengan ketinggian 200 -1500 m dari permukaan laut. dan Tewang Sanggalang Garing (7. dan Wilayah Perairan seluas 190 km.10. yaitu adanya Sungai Katingan dengan panjang 650 km yang dapat dilayari 520 km dan bermuara di Laut Jawa dengan anak sungai sebagai berikut : • • • • • • Sungai Kalanaman = 65 km . penduduk banyak terkosentrasi pada tiga kecamatan yaitu di Katingan Kuala (17. dan Sungai Mahup = 50 km.049 jiwa yang terdiri dari 69.500 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m terdiri dari: • • • Wilayah Daratan seluas 12.569 jiwa penduduk perempuan atau dengan sex ratio 109 (Tabel 2.2). Katingan Hilir (16.480 jiwa penduduk laki-laki dan 63. c. Sungai Bamban = 75 km . Bila dilihat berdasarkan sebarannya penduduk di Kabupaten Katingan belum merata penyebarannya. sedangkan penduduk terjarang berada di Kecamatan Marikit dan Kamipang yauti 3 jiwa. Margasatwa. 2 d. Keadaan hidrologi dalam wilayah Kabupaten Katingan. Sungai Hiran = 75 km . sedangkan pada malam hari mengalami kelembaban.55%). Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Katingan seluas 17.Profil Daerah b.

195 3.865 4.77%.616 19.206 25–29 8.072 3.294 3.429 126.62 1.409 2.400 Katingan Hilir 5.417 130.516 6.307 4.327 3.049 Katingan Hulu 2.84 .107 3.042 10.873 3.279 50–54 3.486 22.107 7.713 3. Bila dilihat penduduk berdasarkan kelompok umurnya pada tahun 2006.734 7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tewang Sanggalang Garing yaitu 17 jiwa/km2.688 20.610 2.2.254 20.917 7.507 Sanaman Mantikei 3.401 12.324 9.3.408 Jumlah 120.056 7.074 55–59 2.046 19.717 II .127 2.864 35–39 5.483 6.429 3.838 9.037 13.07 9.674 9.312 4.217 19.10.336 8.10.311 20.904 15–19 9.084 2.65% per tahun. Tabel 2.959 5.37 17.263 1.766 Pulau Malan 1.306 14.327 11.758 7. dan Kecamatan Katingan Kuala dengan kepadatan penduduk 13 jiwa/km2. terlihat sebagian besar (53.596 12.026 30–34 7.59%) dinominasi oleh penduduk usia muda antara 0-14 tahun sebanyak 43.527 120.718 1.175 9.133 5.865 Marikit 1.094 3. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kelompok Umur Kelompok 2001 2002 2003 Umur 0-4 24.425 3.752 5.56 0 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.911 Tasik Payawan 1.456 3.595 10.907 6.866 Jumlah 2006 33. sedangkan penduduk bukan usia kerja (46.773 6.132 2.61%) berada pada usia kerja (antara 15 – 64 tahun).768 3.10.721 6.438 14.02 16.179 2.107 3.891 6.725 Kamipang 1. namun pertumbuhan penduduk tahun 2005 – 2006 meningkat 8%.112 2006 21.331 1.692 4.521 4.569 Jumlah Penduduk 11.113 11.322 13.702 Tewang Sanggalang Garing 2.480 Perempuan 5. Tabel 2. 2007 Pertumbuhan penduduk rata-rata Kabupaten Katingan pada periode 2001 sampai 2006 sebesar 1.317 4.908 Mendawai 1.645 Katingan Kuala 5.27 2.298 1. 2007 2004 20.283 63.838 8.673 45–49 4.71 5.693 20–24 10.021 6.087 9.614 133.923 9.363 11.609 3.486 129.729 40–44 5.3.643 3.130 7.682 125.57 19.331 69.625 6. Sedangkan kecamatan lainnya tergolong jarang penduduknya dengan kepadatan penduduk berkisar antara 3 – 8 jiwa/km2. Jumah penduduk dan Perkembangan penduduk berdasarkan kelompok umurnya dapat dilihat pada Tabel 2.528 6.736 13.979 11.689 11.891 11.799 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.265 Katingan Tengah 4.539 3.255 60–64 1.707 >64 3.575 23.748 7. Jumlah Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Kecamatan KK Laki-Laki 6.177 19.378 3.647 4.961 17.742 3.266 2005 21.435 10–14 9.795 17.514 16.136 6. Pertumbuhan penduduk pada periode mengalami fluktuasi.546 5–9 25.

Wilayah Kabupaten Katingan dilalui oleh Sungai Katingan dengan 6 (enam) anak sungai yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 650 km dan yang dapat dilayari 520 km. sedangkan sumber daya pertanian tanaman pangan sebagian besar adalah padi. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan.9. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . Selain sumber daya perairan. Sebagian besar penduduk Katingan bertempat tinggal di daerah aliran sungai dengan memanfaatkan sumber daya perairan sungai dan laut. hal ini dapat terlihat dari 141 desa dari 152 desa bertempat dipingir DAS. sedangkan peringkat secara nasional berada pada posisi ke 137.700 km (15.43%). bahan galian.800 km merupakan kabupaten dengan luas wilayahnya terluas kedua mencapai 11. Sebagain besar sumber daya alam yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. nilai IPM Kabupaten Katingan masih rendah dan berada pada posisi ke 10 (sepuluh) diantara 14 kabupaten/kota. kehutanan. nilai IPM Kabupaten Katingan adalah 71.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. sementara yang dominan saat ini adalah kelapa sawit dan karet. Sumber daya alam Kabupaten Katingan dengan luas wilayah 17. baik sumber daya di perairan.4). Kawasankawasan sepanjang aliran sungai mempunyai potensi untuk perikanan budidaya.3 (Tabel 2. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.5 meningkat sedikit dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Bentangan wilayahnya yang luas diikuti pula oleh kekayaan sumber daya alamnya. Kabupaten Katingan memiliki potensi pengembangan sumber daya perkebunan.10. Sumber daya hutan lainnya yang dihasilkan adalah berupa rotan. tangkap dan daerah konservasi (closed season) atau daerah resapan serta dapat pula menjadi bisnis agrowisata.59% dibanding luas wilayah Kalimantan Tengah yaitu setelah Kabupaten Murung Raya dengan luas wilayah 23. b.85 . Kabupaten Katingan kaya akan hasil hutan baik berupa aneka jenis kayu dan rotan. Potensi lainnya adalah tanaman hias salah satunya Nepenthes yang berasal dari hutan dan telah dibudidayakan oleh beberapa petani lokal. Kabupaten Katingan merupakan daerah penghasil kayu 2 2 terbesar di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin HPH maupun izin IPK.Profil Daerah 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.

4.10. Prasarana perhubungan udara yang telah ada berupa lapangan udara yang berada di II .76 d.5 137 0.81%.15 Total 272.22 km dengan kondisi jalan dalam keadaan baik 2. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Katingan adalah 272.10.6 Total 272. kerikil 2. Rusak 136.22 2 Kondisi jalan a.5. lainnya 215.75 50.24 43.24%) dan rusak berat (43.1 7.4 99. tanah 52. Panjang dan Keadaan Jalan di Kabupaten Katingan Tahun 2006 Uraian Panjang Jalan (km) Jenis Permukaan a.66 b.75% dan sebagian besar berada dalam keadaan rusak (50. diaspal 2.0 67.6 71.6 71.57 d.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.69 10 2. 2007 No 1 Persentase 0. Baik 7.3. Tabel 2.86 . Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Katingan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.20 100. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting yang menghubungkan antar wilayah.76 0.31 79. Infrastruktur a.22 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka.2 c.81 3.3 123 8 623. Tabel 2.4 621.8 7. Rusak Berat 117.89 19.04 100.8 99.43 c.10.00 Untuk meningkatkan pelayanan dibidang transportasi. sedang 3.00 2.10.07 b. Kabupaten Katingan selain memiliki prasaran perhubungan darat juga memiliki prasaran perhubungan udara dan air. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Katingan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Katingan 2005 2006 67.4. Sedang 10. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.20%).

Katingan Tengah.606 1.721 4. Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN di Kabupaten Katingan Tahun 2002-2006 Jumlah KK/Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Listrik 3.460 Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kasongan. Sanaman Mantikei dan Pagatan. Kantor Pos yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir.329 1.534 1.Profil Daerah Kecamatan Katingan Tengah (Tumbang Samba).721 4.492 8.742 6.252 m³.577 Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan No Pelayanan PLN 2006 10. Jumlah Kepala Keluarga yang Mendapat Pelayanan Air Bersih Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Kepala Keluarga 1. Tumbang Samba.329 1.461 Kwh.10. Prasarana Pelabuhan Laut yang ada di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan telah dibangun melalui dana APBN yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2003 dan telah diserahkan kepada daerah dengan status pelabuhan sungai.220 240 10. di manfaatkan sebagai pelayanan perintis ke wilayah utara dengan pesawat tipe BN.6.799 Sumber data : Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Katingan No Sarana 2006 1. Pendahara dan Kereng Pangi dengan distribusi air 5 liter/detik dengan jumlah pelanggan 488 dengan kapasitas yang ada 54. b. Lapangan Udara Tumbang Samba berdiri tahun 1984 dan operasional tahun 1987 dengan panjang landasan pacu 650 Meter dan lebar 23 Meter.492 8.10.799 Jumlah 1.460 pelanggan dengan jumlah produkis listrik 7.606 1.804.462 2 PLTS 115 Jumlah 3. Tingkat pelayanan listrik di Kabupaten Katingan setiap tahun mengalami peningkatan khususnya dilihat dari jangkauan pelayanan. Meskipun demikian jangkauan II .7. Sampai Tahun 2006 terdapat 10.846 1. Tabel 2. Prasarana komunikasi Kantor Pos merupakan salah satu prasarana tempat pelayanan komunikasi masyarakat.87 .742 6. Tabel 2.846 c.534 1. Prasarana listrik dan air minum Fasilitas listrik di Kabupaten Katingan sudah dapat menjangkau semua kecamatan dan pengelolaannya dilakukan oleh PLN Cabang Palangka Raya dengan menggunakan listrik tenaga air dari Kalimantan Selatan dan PLTD Katingan Kuala.

dan dibantu oleh 97 tenaga perawat dan 61 tenaga bidan. PT telkom mengupayakan fasilitas Ultraphone. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. Pada tahun 2007 jumlah prasarana pendidikan sebanyak 341 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut TK sebanyak 79 unit. 2 dokter gigi.265 1.340 35 330 168 127 149 40 1. Sebagian besar (63%) masih berada pada jenjang pendidikan SD.159 3.467 murid. Untuk menjangkau daerah pedesaan. Satelindo(Mentari) dan XL. SLTP 44 unit.561 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka.143 5. Tabel 2. SD 198 unit. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 6 108 1. Fasilitas telepon seluler juga telah menjangkau wilayah Kabaupaten Katingan.437 7.469 1. II . dan Telepon CDMA Telkom (Flexi). SMU 8 10 1. dengan beberapa jenis kapasitas yang dimiliki dan digunakan tersebar di beberapa daerah serta fasilitas Cluster yang digunakan untuk melayani pelanggan yang lokasinya satu sama lainnya berdekatan. antara lain telepon seluler GSM Telkomsel (Simpati). Jumlah murid yang sekolah mulai dari Tk sampai SLTA sebanyak 377.803 500 Jumlah Sekolah 79 198 44 18 2 341 e. Sarana Pendidikan di Kabupaten Katingan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.598 2. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan di Kabupaten tersedia mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Terdapat beberap penyedia sarana telepon selular di wilayah ini. d.10. T K 1 78 105 2.8. S D 192 6 19. SMU 18 unit dan SMK 2 unit. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pelayanan Kantor Pos Kasongan mampu menjangkau di 11 kecamatan di Kabupaten Katingan.88 . Jumlah sambungan telepon di Kabupaten Katingan berjumlah 454 kapasitas sentral dan 454 unit sambungan telepon.677 2. SMK 2 237 Jumlah 230 111 24.345 4. ditambah Puskesmas Pembantu 52 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu. Puskesmas saat ini berjumlah 13 unit tersebar disetiap kecamatan. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan terdiri dari 21 dokter umum. SLTP 29 15 3. Fasilitas telepon juga telah tersedia di Kabupaten Katingan.

59 5 Kahayan Hilir 360.14 4. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi.323. Kondisi Geografi dan Demografi a.801.11.85% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153. dan : Kabupaten Kapuas.00 100.86 5.11. Topografi dan iklim Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari daerah perbukitan di bagian utara dengan ketinggian antara 50 – 100 m dari permukaan laut dengan elevasi 8 – 15 serta daerah pegunungan dengan elevasi 15 – 25 .70 8 Banama Tingang 626.155 km2.00 12.00 14. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kahayan Hilir dengan luas daerah 360 km . rawa-rawa II .00 6 Jabiren Raya 1.700 Ha) atau sekitar 5. Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa.120 BT dan 10 .96 Jumlah 8.70 7 Kahayan Tengah 783.801. diantara 110 .0 LS.89 o o o 2 . b. : Laut Jawa.84 2 Sebangau Kuala 3.564 km ). Tabel 2.00 42.00 km2.00 6.997.25 3 Pandih Batu 535.997 km (899. Kabupaten Pulang Pisau dengan ibukota Pulang Pisau memiliki batas wilayah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Kabupaten Gunung Mas. Bagian selatan terdiri dari pantai pesisir .155.1.Profil Daerah 2. kemudian Kecamatan Jabiren Raya dengan luas 1.00 8.323 km2 dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas 1.11.1.00 4. dengan luas wilayah 8.96 4 Maliku 413. KABUPATEN PULANG PISAU 2. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sebangau Kuala dengan luas 3. 2 0 0 0 0 2 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan dengan luas setiap kecamatan adalah sebagaimana disajian pada Tabel berikut. : Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya.00 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2008 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 10 8 16 14 9 8 14 15 94 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pulang Pisau 2007 Luas km2 Persentase 1 Kahayan Kuala 1.

Kawasan hutan terdiri dari kawasan hutan lindung (1.5OC.5 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6. Lahan dan penggunaannya Wilayah Kabupaten Pulang Pisau seluas 8. dan dilintasi sungai yang termasuk dalam wilayah Pulang Pisau yaitu: • • • Sungai Kahayan sepanjang 600 km. Anjir/Terusan Raya sepanjang 18 km menjadi alur transportasi dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6 km. • • • Anjir Basarang sepanjang 24 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 7 km. Kabupaten Pulang Pisau termasuk daerah beriklim tropis lembab.902 km2. 2 2 2 2 2 2 2 .5OC sampai 27. Sungai Sebangau sepanjang 200 km. : 404 km . : 46 km .961 km2). : 1. c.5 km yang menghubungkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya. sedangkan temperatur maksimum mencapai 32. Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau.90 Hutan produksi Hutan produksi tetap Pertanian ladang basah (sawah) Perkebunan dan peternakan Pemukiman perkotaan Pemukiman Transmigrasi Perairan dan sungai Jaringan jalan : 369 km .997 km2 terdiri dari kawasan hutan seluas 5. : 99 km . dan Daerah pantai pesisir sepanjang 13. hutan bakau (280 km2) dan kawasan air hitam (65 km ). hutan gambut (2.4 km.9OC.789 km2). : 753 km .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dengan ketinggian antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi 0 – 8o serta dipengaruhi oleh air pasang surut. Adapun luasan kawasan budidaya terdiri dari: • • • • • • • • II . Temperatur udara rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2006 berkisar antara 26. dan : 16 km2. Rata-rata kelembaban udara tiap bulan > 80% dengan rata –rata penyinaran matahari di atas 50%. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober-Desember serta Januari-Maret berkisar antara 2000 .5OC dan temperatur minimum 22. Anjir Kalampan sepanjang 14. Bulan kering terjadi pada bulan Juni – September. rawa-rawa.384 km .3000 mm setiap tahun.095 km2 dan kawasan budidaya seluas 3. : 492 km2.

11.401 9.081 7.155.2.326 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.02 15 – 64 68. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 mencapai 68.39 Sumber: Kabupaten Pulang Pisau.756 21.39%.313 23.708 58.44%.40%) dihilir/bagian selatan. yang terbanyak adalah penduduk yang bekerja sebagai petani/nelayan sebanyak 27.936 Tabel 2.00 5.594 10. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 sebanyak 119.212 7 Kahayan Tengah 783.11. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.11.00 1.580 3.86 5.147 Jumlah 8.00 2.59 65 + 2.39% berdomisili di hulu di bagian utara Kabupaten Pulang Pisau.610 Jumlah 19.87%. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Kelompok Umur Persentase 0 – 14 29.134 7.783 10.554 8 Banama Tingang 626.801. tingkat kepadatan penduduk rata-rata 13.377 4.21% di kecamatan kota dan 19.62% dan dengan jenis II . Jumlah dan Sebaran Penduduk Kabupaten Pulang Pisau Menurut Kecamatan Tahun 2007 Luas Wilayah` Rumah (km2) Tangga Laki-laki 1 Kahayan Kuala 1. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006 sampai 2007 sebesar 1.071 4.936 jiwa.610 jiwa atau 48.621 5 Kahayan Hilir 360. Tabel 2.813 4.187 9.00 2.Profil Daerah d. Jumlah dan penyebaran penduduk Pulang Pisau menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.309 6 Jabiren Raya 1.648 12.02% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2.59% dari total penduduk. 2008 No Kecamatan Penduduk Perempuan 9.326 jiwa atau 51.855 119.396 11.400 2 Sebangau Kuala 3. Jika dilihat dari distribusi penduduk.14 6.997.597 3.00 4.91 .692 11.2.704 22. Kabupaten Pulang Pisau dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’).869 3.787 4.110 4 Maliku 413. terdiri dari penduduk laki-laki 61.262 orang.3.906 8.972 3.973 3 Pandih Batu 535. 19.323. atau sebanyak 82. persebaran penduduk sebagian besar (61.079 61.00 30.5 jiwa per km.13% dan penduduk perempuan sebanyak 58.401 11.00 1. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 29. 2008 Jumlah penduduk bila dilihat menurut klasifikasi pekerjaan. Bila dilihat distribusi penduduk berdasarkan usia.

768 100.2.902 km (43.700 ha) dengan penggunaan lahan 5.63%) 2 2 merupakan kawasan hutan.11. Kawasan hutan terbagi menjadi kawasan hutan lindung (1. II .961 km ).75%. lahan pertanian. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. perairan dan sungai dan jaringan jalan. Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bekerja sebanyak 26. Pulang Pisau juga memiliki sumber daya mineral dan bahan galian golongan C dan golongan AB.560 2.11.79 2 TNI 42 0.14 6 Pedagang 732 0.799 2. Wilayah dataran rendah dan wilayah yang dekat pantai memiliki sumber daya alam yang cocok untuk kegiatan pertanian tanaman pangan. perkebunan dan peternakan.22 10 Pekerjaan Lainnya 37. pemukiman.62 8 Peg/Karyawan Swasta 2. Perincian jumlah penduduk menurut klasifikasi pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 2.997 km 2 2 (899.37%) merupakan kawasan budidaya.4.043 26. dan 3.75 Jumlah 119. Tabel 2.92 .11.789 km ).04 3 Polri 149 0. Adapun kawasan budidaya seluas 3. 2008 No Jenis Pekerjaan 2.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kabupaten Pulang Pisau yang utama melihat dari luas wilayah 8. hutan gambut (2.38 5 Wiraswasta 2. kawasan mangrove/bakau (280 km ) dan kawasan air hitam (65 km ).144 1.4.902 km terdiri dari hutan produksi dan hutan produksi tetap.117 30.61 7 Petani/Nelayan 33.99 11 Belum/Tidak Bekerja 32. Wilayah Pulang Pisau dengan lahan yang luas dan tersedianya hijauan memiliki yang besar untuk pengembangan peternakan.12 4 Pens/Purnawirawan 459 0.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pekerjaan lainnya 30. Kabupaten Pulang Pisau memiliki beragam potensi yang masih dapat 2 2 2 2 dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.34 9 Buruh 8. wilayah perairan berpotensi sebagai wilayah pengembangan sumber daya perikanan dan daerah pedalaman umumnya berpotensi sebagai daerah pengembangan perkebunan.99%. Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Pekerjaan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jumlah Persentase Penduduk 1 PNS 2.095 km (56.649 7.074 27.

9 73.5.5 4 Barito Selatan 71. Tabel 2.8 7 Kotawaringin Barat 71.5).3 11 Seruyan 70.5 71.3 72.9 70.9 72.3 Kalimantan Tengah 71.6 8 Barito Timur 70. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi untuk mengejar ketinggalan dari kabupaten lainnya dibidang pembangunan SDM.6 71.4 69.2 71. b. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.4 70.9 71.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota IPM 2006 77.8 3 Kotawaringin Timur 72. indeks pendidikan yang dilihat darirata-rta lama sekolah II . Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.5 6 Kapuas 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah 2005 1 Palangka Raya 77. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).7 72.4 72.Profil Daerah Keaslian alamnya baik perairan dan hutan yang belum banyak terjamah menjadikan daerah ini memiliki potensi sebagai cagar alam dan budaya.93 .3 5 Gunung Mas 71.2 13 Sukamara 70. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.9 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 69.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 2 Barito Utara 72.1 9 Murung Raya 71.0 10 Katingan 71.6 71.9 12 Lamandau 70.11.3 (Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah 69.1 73.0 14 Pulang Pisau 69. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah yang paling kecil. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).10.

86 SD/Sederajat 39. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.7.6 93.0 7.86% dan yang lulus SLTA sederajat 11.100 0.11.87 Jumlah 119.172 19.2 626.5 69.92 D-III 722 0.11.9 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II .35 Tidak/Belum Sekolah 20.06 Diploma IV/S1 1.2 625.50%.000 15.208 16.9 67.11. Tabel 2.768 100. Ini berarti penduduk Pulang Pisau yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan keahlian.777 11.3 69. serta penduduk yang memiliki pendidikan tamat S1 atau lebih persentasenya masih sedikit sekitar 0.762 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapaita penduduk. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jenis Pendidikan Jumlah Penduduk Persentase S-2/S-3 75 0.60 D-I/D-II 1.50 SLTP/Sederajat 19. Tabel 2.952 33. Yang lulus SLTP sederajat 15.71%).2 7.6.0 91. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.36 Tidak Tamat SD 23. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.47 SLTA/Sederajat 13.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk Pulang Pisau. sebagian besar berpendidikan maksimal setingkat SD/tidak tamat SD (51.6.98%. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita (Rp.000) IPM Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Pulang Pisau 2005 2006 66.94 .

05 55 68 Kerikil 4 0 67 74 Tanah 0 0 45 25 Jumlah 119. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.34%. Infrastruktur a.582 m.09 km).8 518.05 119.05 119.11.05 119.34 273. Pelabuhan antar pulau terdapat satu buah yang berada di Kota Pulang Pisau yaitu di perairan Alur Sei Kahayan.7 344 287. Penduduk yang bekerja sebagai PNS dan TNI/Polri sebanyak 1. 2.22%) dan karyawan swasta 2. Permukaan Aspal 115.11.09 46. jalan provinsi (167 km) dan jalan kabupaten (693. Luas areal pelabuhan sekitar 58 Ha dan memiliki aral tambat sepanjang 90 meter dengan lebar 10 meter.Profil Daerah Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Pulang Pisau adalah sektor pertanian. 2008 Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki prasarana transportasi air berupa pelabuhan dan dermaga.75 61.09 77. Kondisi Baik 115.05 119.75 596. Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki jembatan dengan total panjang 6. untuk memperlancar arus transportasi darat.05 167 167 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.54 127.09 A.05 86 97 Sedang 7 0 37 40 Rusak 0 0 44 30 Jumlah 122. Prasarana transportasi Jalan dan jembatan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.05 167 167 B. II .39 693.25 693. Tabel 2.8.32%. Selain itu banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh (7. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten ini.3. Panjang Jalan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Keadaan jalan Negara (km) 2006 2007 Status Jalan Provinsi (km) 2006 2007 Kabupaten (km) 2006 2007 35 95 466. Selain pembangunan badan jalan. Panjang jalan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 adalah 979.95 .75 693.95%.14 km. Berdasarkan statusnya terdiri atas jalan negara (119.5 342. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 54. Selain itu juga terdapat 11 buah dermaga yang sudah tersebar di setiap kecamatan untuk melayani angkutan sungai dan kapal perintis yang beroperasi sejak tahun 2003.05 km).

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Pulang Pisau dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Pulang Pisau. Sumber tenaga listrik dialirkan langsung dari jaringan interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan melalui gardu induk di Kelurahan Kalawa. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang tersambung memiliki daya sebanyak 11.390.700 VA atau meningkat 39% dibanding tahun 2006 sebanyak 8.410.400 VA. Jumlah pengguna fasiltas listrik selama tahun 2007 tercatat sebanyak 16.844 pelanggan atau meningkat dianding tahun 2006 sebanyak 12.105 pelanggan. Kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Pulang Pisau bersumber dari sungai dan air tanah yang diolah dan dikelola oleh 2 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pulang Pisau. Kapasitas produksi air bersih pada kedua unit pengolahan tersebut sebanyak 28 liter/detik. Jumlah air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 311.467 m dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.477 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 1.371 pelanggan, serta perusahaan dan pertokoan 25, instansi pemerintah 53, sarana umum 13 dan badan sosial dan rumahsakit 15 pelanggan. c. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Pulang Pisau, seperti kantor pos dan jaringan telepon. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya memberi jasa pelayanan surat menyurat, paket barang, pengiriman uang, dan keagenan untuk cek, giro, tabanas dan pembayaran. Di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 6 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan kecuali di Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya dan Sebangau Kuala yang dilayani melalui pos keliling dan rumah pos. Untuk mendukung pelayanan jasa pos juga telah tersedia bis surat di setiap kecamatan. Pelayanan jasa telekomunikasi di wilayah Pulang Pisau saat ini disediakan oleh beberapa operator layanan yaitu PT Telkom dengan layanan jaringan telepon rumah dan GSM, PT Indosat, PT Telkomsel dan PT Excelcomindo dengan layanan GSM. telekomunikasi telah sampai hampir ke semua kecamatan dengan baik. Layanan
3

d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 64 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 203 unit. Tingkat II - 96

Profil Daerah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 41 unit SMP terdiri 31 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 18 unit SMA. Tabel 2.11.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Total 1. T K 64 64 1445 2. S D 176 27 203 18136 3. SLTP 31 10 41 6900 4. SMU 8 10 18 4810 Jumlah 215 111 326 31291 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau, 2008 Sekolah Guru 19 1434 280 175 1908

e. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada tingkat kecamatan tersedia 9 puskesmas di seluruh kecamatan. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas dengan fasilitas rawat inap 5 unit, puskesmas rawat jalan 4 unit, dan puskesmas pembantu 63 unit, serta57 unit polindes. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 1 dokter spesialis, 3 orang dokter umum, 8 dokter gigi, serta bidan 8 orang dan 137 perawat (Tabel 2.11.10.). Tabel 2.11.10. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah (unit) 1 Rumah Sakit 1 2 Puskesmas 9 3 Puskesmas Pembantu 63 4 Polindes 57 5 Posyandu 157 6 Pos Obat Desa 30 7 Dokter Spesialis Bedah 1 8 Dokter Umum 3 9 Dokter Gigi 8 10 Bidan 8 11 Perawat 137 12 Laboatorium 4 13 Gudang Farmasi 1 14 Apotik 1 Sumber : BPS Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka No Jenis Fasilitas/Pelayanan

2.12. KABUPATEN GUNUNG MAS Perkembangan suatu daerah ditentukan oleh aktivitas ekonomi dan berbagai kebijakan skala mikro maupun skala makro daerah yang bersangkutan. Dengan kata lain, perkembangan II - 97

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

suatu daerah pada dasarnya ditentukan oleh sisi permintaan (demand side) dan sisi penyediaan (supply side) dan juga dari kinerja investasi. Perkembangan Kabupaten Gunung Mas sebagai sebuah kabupaten baru tampaknya masih jauh dari pembagian kerja yang menghendaki terdapatnya kelompok masyarakat yang berkerja (berproduksi) untuk kepentingan ekspor, sementara kelompok lain menghasilkan kebutuhan masyarakat Gunung Mas sendiri. Kondisi obyektif/kenyataannya, hanya sebagian kecil kebutuhan bahan pokok sehari-hari masyarakat Gunung Mas yang dapat dipenuhi oleh produksi daerah sendiri. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan pasokan (supply) yang dipengaruhi oleh lingkungan, struktur ketenagakerjaan, budaya pungut dan infrastruktur yang ada di Gunung Mas.

2.12.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi, Kabupaten Gunung Mas terletak di daerah khatulistiwa, diantara 110
0

- 1200 BT dan 100 - 00 LS, dengan luas wilayah 10.804 km2 (1.080.400 ha) atau

sekitar 7,04% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.564 km2). Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota di Kuala Kurun memiliki batas wilayah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Provinsi Kalimantan Barat. : Pulang Pisau; : Kabupaten Kapuas; : Kabupaten Kasongan; dan

Secara administratif Kabupaten Gunung Mas memiliki 11 kecamatan dengan 12 kelurahan dan 113 desa, dengan luas setiap kecamatan adalah sebagai berikut. Tabel 2.12.1. Luas Daerah Manurut Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2007
km2 1 Manuhing 1.113 2 Manuhing Raya 601 3 Rungan 1.025 4 Rungan Hulu 791 5 Sepang 397 6 Mihing Raya 343 7 Kurun 842 8 Tewah 1.136 9 Kahayan Hulu Utara 1.589 10 Damang Batu 1.425 11 Miri Manasa 1.542 Jumlah 10.804 Sumber : Gunung Mas Dalam Angka, BPS. 2008 No Kecamatan Luas Persentase 10,3 5,6 9,5 7,3 3,7 3,2 7,8 10,5 14,7 13,2 14,3 100,0 Jumlah Desa/Kelurahan 12 6 21 11 7 6 15 16 12 8 11 125

II - 98

Sungai Rungan dan Sungai Manuhing (anak Sungai Rungan). Hydromorfik Kelabu. Gley Humus dan Komplek Regosol Podsolik. tersebar dan dapat dijumpai di beberapa sungai/anak sungai di wilayah Gunung Mas yaitu Sungai Kahayan. jenis tanah yang dominan adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang tersebar di bagian utara wilayah Gunung Mas dengan ketebalan 110 cm. selain itu juga daerah Kabupaten Gunung Mas memiliki perairan yang meliputi danau. disamping itu sebagai pemukiman penduduk masih berada di daerah pinggir sungai. rawa-rawa dan ada tiga jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas.00 km.03 mm dan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 36.25 km. Rungan dan Manuhing.75 km. Alluvial Hydromorfik. Alluvial. dan • Daerah selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang berpotensi mengalami banjir cukup besar pada musim-musim hujan. Ada empat jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas yaitu: • • • • Sungai Manuhing dengan panjang ± 28. hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terendah pada bulan Agustus dengan rata-rata 0. serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15°-25°. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak. Topografi dan iklim Keadaan topografis Kabupaten Gunung Mas terdiri dari: • Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500m dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan 8°-15°. yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7-9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan) kurang dari 2 bulan. Klimatologi wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975) termasuk tipe iklim B1. II . dan Sungai Miri. Sungai Kahayan dengan panjang ± 600.99 .Profil Daerah b. Kemudian pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah alluvial yang berasal dari endapan sungai dengan jenis tanah Alluvial Hydromorfik Kelabu.1 mm. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri atas beberapa jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning. Tahun 2004. Sungai Miri (anak Sungai Kahayan). Pentingnya peranan sungai ini disebabkan oleh terbatasnya/terganggunya prasarana perhubungan darat. Sungai Rungan dengan panjang ± 86. Wilayah Kabupatan Gunung Mas dilintangi oleh 3 sungai yaitu Sungai Kahayan. Kabupaten Gunung Mas pada umumnya termasuk beriklim tropis dan lembab dengan temperatur antara 21°C-23°C dan maksimal mencapai 36°C. sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. dan anak-anak sungai lainnya yang berfungsi sebagai penunjang alternatif transportasi darat untuk angkutan barang maupun penumpang.

279 Mihing Raya 2.3).217 39. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2007 sebanyak 92.513 39.12.740 Jumlah 48.108 1.255 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah c. Tewah (17.12.261 jiwa atau 47.9%).819 76.766 jiwa. maka persebaran penduduk Gunun mas terkonsentrasi pada Kecamatan Kurun (21.050 2.025 44.004 42.028 92.329 Kurun .200 Kahayan Hulu Utara 4. Jika dilihat dari distribusi penduduk.29% dan penduduk perempuan sebanyak 44. maka tingkat kepadatan penduduk juga lebih rapat pada ketiga wilayah tersebut (Tabel 2.024 39.357 Miri Manasa 1.836 37.851 2. Tabel 2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 1998-2007 Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004*) 2005*) 2006*) 2007*) Kecamatan Laki-laki 34.655 44.143 Rungan Hulu 3.730 Rungan 7.1%) dan Rungan (14.261 Jumlah 71.478 6.933 86.31% pertahun dengan tingkat rasio jenis kelamain 110 (Tabel 2.304 Damang Batu 2.505 Laki-laki Perempuan 37.781 2.003 48.12.594 41.067 76.087 83.100 .505 Sumber: Gunung Mas Dalam Angka 2008 II .10.049 42.505 jiwa atau 52. terdiri dari penduduk laki-laki 48.9%).668 Tewah 8.2).713 42.71%.637 3.195 80.231 39.2.602 36.456 76.668 7. Laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 1998 sampai 2007 sebesar 3. Seiring denga persebaran penduduk tersebut.254 39.848 80.083 40.690 Sepang 2.671 3.197 41.432 37.562 81.482 38.736 45.766 Rasio Jenis Kelamin 110 110 108 113 111 111 110 107 112 112 105 110 Manuhing 3.065 Manuhing Raya 2.261 Perempuan 2.107 9.

6.9 12.59 Manuhing 5. sawah) seluas 2. kawasan pemukiman.155 Damang Batu 4.37 ha.360. 122. 5. 10.15 13.98%.465 Miri Manasa 3. 8.637 ha.025 791 397 343 842 1. ladang. 3. 3) Kawasan Hutan Lindung (HL). Sumber daya alam Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah 10.95 ha.Profil Daerah Tabel 2.766 Sumber. Khusus untuk kawasan rencana pengembangan produksi dan penggunaan lainnya tersedia kawasan lebih dari 50% dari luas wilayah.71%. Jumlah Penduduk Luas Daerah (km2) 1. 2) Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).061. 15.080.78 10.25 8.33%.13 2. 20. yang terdiri atas lahan untuk pertanian (kebun.2.12. 32.945 Sepang 4. kawasan hutan lindung.395 Jumlah 92.336 Tewah 15. serta daerah pertanian (sawah.113 601 1. Persebaran Penduduk di Kabupaten Gunung Mas Menurut Kecamatan Tahun 2007 Kecamatan 1. 11. Dilihat dari pemanfaatannya.804 km atau 1.13 3.2 8. pekarangan.780 Rungan Hulu 6.16 ha. 9.434.44 8. ratarata luas penguasaan lahan per keluarga pertanian di Gunung Mas adalah sebesar 2.93 24. 354.51 ha lahan bukan untuk pertanian (bangunan. laha tidur dan lahan lain-lain) seluas 0.402. danau dan rawa.589 1.542 10. Gunung Mas Dalam Angka 2008 2. kawasan pemukiman dan untuk rencana pengembangan produksi serta pengunaan lainnya. 226.54 ha. 2. 11.804 Kepadatan Penduduk 5. sungai. Rencana pemanfaatan ruang di Kabupaten Gunung Mas berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2005-2015 yaitu: 1) Kawasan Hutan Produksi. 7. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (BPS Provinsi Kalimantan Tengah).436 Kurun 20. Wilayah Gunung Mas terdiri atas: kawasan hutan produksi (tetap dan terbatas).3. 4) Kawasan Pengembangan Produksi (KPP).67 13.22%. Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara.425 1. Berdasarkan hasil survai “Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas” yang dilaksanakan Pemerintah II . 191.208 Rungan 13. 164. ladang. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. 17. kebun). 4.329 Mihing Raya 4.72%.101 2 . dan 5) Pemukiman dan Penggunaan lain.400 ha yang sebagian besar merupakan dataran tinggi yang sangat potensial untuk daerah perkebunan.846 Manuhing Raya 5.136 1.44 ha.97 5.63 ha.871 Kahayan Hulu Utara 8.11.

Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas adalah 72.4 ha dengan seperti tabel berikut.08 0.32 0. Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas.54 Tewah 2. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 103.85 Kahayan Hulu Utara.00 b.87 0.15.03 Jenis Lahan (Ha) Ladang Sawah 0. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah baik dan perlu lebih ditingkatkan. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.19 0.12.3 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.37 0. diperoleh informasi bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai dan diusahakan untuk pertanian adalah 3.04 3.97 2. Damang 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.20 0.102 . II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006.00 0.4 Penguasaan Lahan Pertanian Oleh Petani di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006 Jumlah Manuhing dan Manuhing Raya 4. Tahun 2006 1 2 3 4 5 6 No Kecamatan Kebun 4. Tabel 2.03 0.71 Sepang dan Mihing Raya 4. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.5 (Tabel 2.08 1.49 0.40 3.47 Rungan dan Rungan Hulu 3.09 0. lebih baik dari tahun sebelumnya pada posisi 112.5). Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.12. Rata-rata lama sekolah 8. Pemerintan Kabupaten Gunung Mas dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.48 3.40 Sumber : Laporan Akhir.00 0.23 2.7 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.26 Kurun 2.23 Batu dan Miri Manasa Rata-rata 2. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dari tahun 2005 – 2006 sedikit meningkat.12. atau secara rata-rata penduduk Gunung Mas sudah tamat SD namun masih banyak yang belum tamat SLTP. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas relatif lebih baik yaitu berada pada posisi ke 5 (lima) diantara 14 kabupaten/kota.80 0.04 1. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.

12. Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Gunung Mas Tahun 2007 Keadaan Jalan I.5.4 8.12.3.18% jalan negara.33% jalan provinsi dan 60. Meskipun telah terdapat prasarana transportasi darat dan udara.00 52.50 81.3 621.4 98.6 5 2.72 575.00 64.3 622. tapi prasarana transportasi utama masih mengandalkan sungai dengan menggunakan jenis perahu klotok dan speed boat.40 109.00 78. 19.00 184.67 192. Tanah Jumlah Jalan Negara 16. Sungai Rungan. Infrastruktur a. Prasarana transportasi Prasarana transportasi yang terdapat di Kabupaten Gunung mas terdiri dari sungai.Profil Daerah Tabel 2.17 Jalan Provinsi 10.4% dalam kondisi baik serta 46. darat dan udara.12. Perkerasan c.00 jalan Kabupaten 33.70 0.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Gunung Mas 2005 67.49% merupakan jalan kabupaten.50 489.103 .1%.3 71.4 72. Kerikil/Sirtu d. Berdasarkan kondisinya maka hanya 6. Jalur utama transportasi sungai adalah Sungai Kahayan.3 103 2. Sungai Miri dan Sungai Manuhing. Aspal b. prasarana transportasi darat di Gunung Mas mencakup jalan sepanjang 952 km yang terdiri dari 20.16. Sedangkan kondisi jalan yang rusak dan rusak berat mencapai 47.00 16.5 112 5 2006 67.60 0. Sebagian besar kondisi jalan rusak dan rusak berat berada pada jalur antara Palangka Raya ke Kuala Kurun yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Jenis Permukaan a.7 99. Sampai dengan tahun 2007.5 dalam kondisi sedang. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.92 II .0 8. Tabel 2. Diharapkan dalam waktu 1 – 2 tahun kedepan akses jalur transportasi darat antara Palangka Raya dan Kuala Kurun sudah dalam kondisi baik.

c. Berdasarkan data PDAM Kabupaten Gunung Mas. Rusak 8.150 pelanggan. 2. Jumlah pelanggan yang terdaftar pada tahun 2007 mengalami peningkatan 1.115º Bujur Timur dan 1º2’ Lintang Utara . Secara astronomis Kabupaten ini terletak pada posisi 114º . Prasarana komunikasi Salah satu sarana komunikasi yang dimanfaatkan masyarakat Gunung Mas adalah Pos.33 24. Kurun dan Tewah. Kemampuan PLN wiayah Gunung Mas untuk memproduksi listrik sebesar itu didukung dengan 22 unit mesin diesel.999 juta dan seluruhnya masih dari dalam negeri. Secara administratif. maka di setiap kecamatan sejak tahun 2004 terdapat pelayanan jasa telepon seluler (Telkomsel dan Satelindo) disamping sarana komunikasi utama yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indoneia (Telkom). Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Timur memiliki luas 3. jumlah pelanggan air PDAM pada tahun 2007 sebanyak 1.50 10.707 m3. KABUPATEN BARITO TMUR 2.50% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah : 153. jumlah produksi listrik di wilayah Gunung Mas mencapai 5.834 km² (atau 2.10 c.00 d.60 b.13.70 200.579 pelanggan.564 km²) dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2002.977 Kwh kepada 4. Tahun 2007 ini.2º5’ Lintang Selatan. Jumlah wesel pos yang diterima dan terkirim sebesar Rp.00 Sumber : Gunung mas Dalam Angka. Sedang 163. terdapat 5 kecamatan yang belum memiliki unit PLN. yang terdapat di Kecamatan Sepang.596 pelanggan dengan kebutuhan total air minum sebanyak 312.1. Jumlah kantor pos di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 3 kantor. Kabupaten Barito Timur ini memiliki batas wilayah sebagai berikut : II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keadaan Jalan Jalan Negara Jalan Provinsi jalan Kabupaten 33. Baik 16. 2008 b.20 575.34 79.92 II.17 184. Rusak Berat 4.761. Prasarana listrik dan air minum Dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Gunung mas.104 .037 Kwh dengan jumlah yang dijual sebesar 5. Untuk Sarana komunikasi melalui fasilitas telepon.13.82 130.20 211. 2. 333 juta dan Rp.30 Jumlah 192.381. Kondisi Jalan a.08% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 1.00 70. BPS. Kondisi Geografi dan Demografi a.

105 . sedangkan pada bagian barat dan selatan terdiri atas daerah (rawa). : 225 km2 terdiri dari 7 desa. Pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur No.17%). 1990) pada tingkat ordo tanah.50 meter diatas permukaan laut (dpl) dan tingkat kemiringan antara 0 . terbagi atas 6 (enam) wilayah kecamatan serta 68 desa/kelurahan (terinci 65 desa dan 3 kelurahan) dengan rincian sebagai berikut: 1) Dusun Tengah 2) Pematang Karau 3) Awang 4) Patangkep Tutui 5) Dusun Timur 6) Benua Lima : 1. Rawa. Topografi dan iklim Kondisi fisik wilayah (fisiografi) Kabupaten Barito Timur.007 km terdiri dari 18 desa dan 1 kelurahan. : 1.532 km2 terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan. (2.73%). Berdasarkan fisiografi wilayah Kabupaten Barito Timur dapat digolongkan 4 (empat) bagian utama sebagai berikut : • • • • Hutan belantara seluas 146. : 579 km2 terdiri dari 10 desa. dan : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.400 Ha. serta Kecamatan Dusun Timur dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Dusun Timur dan Paju Epat. 14 Tahun 2007 tentang pembentukan desa di Kabupaten Barito Timur menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan 102 desa dan 3 kelurahan. dan : 258 km terdiri dari 5 desa dan 1 kelurahan.765 Ha. b. dan Tanah lainnya seluas 104. : 203 km2 terdiri dari 8 desa.467 Ha. Satuan wilayah administrasi Kabupaten Barito Timur pada awal pemekaran. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. 2 2 Pada tahun 2006 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur No. pada bagian utara dan timur sebagian besar berada di wilayah daratan dengan tingkat ketinggian antara 0 .rawa seluas 122. (31.28%).8%. Sungai/ danau / genangan air seluas 10. Raren Batuah.11 Tahun 2006 ada dua kecamatan yang dimekarkan yaitu Kecamatan Dusun Tengah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Dusun Tengah. (38.Profil Daerah • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.82%). : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Sementara itu untuk jenis dan penamaan tanah dilakukan menurut sistem Soil Taxanomy (USDA.011 Ha. (27. Berdasarkan peta tanah tinjau skala II . dan Paku.

kawasan konservasi. Islam. Oxisol. dan mollisol pada lahan kering sebagian besar telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan (ladang) dan perkebunan (terutama kebun Karet dan Rotan). 2000) dan peta Land System dan Land Suitability skala 1 : 250.011 ha. Rata-rata curah hujan per tahunnya relatif tinggi.000. dan Tanah lainnya seluas 104. Ultisol.218 jiwa terdiri atas 41.106 . d. alfisol. terutama tanah ordo ultisol.836 wanita.000 (Puslitanak. Tipe iklim Kabupaten Barito Timur adalah tropis dan relatif panas. dan peternakan. (27. (2. (38.000 (RePPPort.28%). dimana pada siang hari suhu mencapai 34ºC. c. Inceptisol. yaitu Kota Ampah (Ibukota Kecamatan Dusun Tengah) yang merupakan pusat utama kegiatan perekonomian untuk Kabupaten Barito TImur dengan tingkat kepadatan paling tinggi mencapai 33 jiwa/km² diikuti oleh kecamatan Dusun Timur dengan Ibukota Tamiang Layang yang sekaligus Ibukota Kabupaten Barito Timur dengan tingkat Kepadatan Penduduk 10 jiwa/km².834 km² yang berada pada ketinggian 0 – 50 m dpl terdiri dari kawasan sebagai berikut Hutan belantara seluas 146. II . Bila diamati menurut kecamatan terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti.73%). Secara umum masyarakat Barito Timur dikenal agamis dengan kerukunan dan toleransi beragama cukup tinggi. Mollisol.17%). Katolik. oxisol. dan Spodosol. 1985) di Kalimantan Tengah terdapat 8 (delapan) ordo tahnah yang tersebar pada wilayah kabupaten/ kota yaitu terdiri dari Histosol.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 1 : 1. Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur pada tahun 2005.765 ha. Alfisol.67 mm. yaitu mencapai 197.400 ha. serta kawasan pemukiman dan pembangunan perkotaan.382 laki-laki dan 39. dan Kaharingan. dengan tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Timur masih tergolong tidak padat yaitu baru mencapai 19 jiwa/km² dengan pertumbuhan penduduk rata. Lahan dan penggunaannya Total luasan Kabupaten Barito Timur seluas 3. Entisol. Sungai/danau/genangan air seluas 10. Agama yang dianut mayoritas di Kabupaten Barito Timur antara lain : Kristen Protestan.467 ha.rata 2%. berjumlah 81. Untuk wilayah Kabupaten Barito Timur yang sebagian besar berada pada wilayah daratan dan perbukitan dengan tanah mineral. kawasan pengembangan khusunya untuk pengembangan sektor pertanian. (31. Demografi Jumlah penduduk menurut hasil registrasi Badan Kependudukan.82%). Rawa. perkebunan.rawa seluas 122. Wilayah daratan terdiri dari kawasan hutan produksi.

000 ha dengan dominasi hutan galam.127 ha yang mampu menampung sekitar 170. Tiap tahun rata-rata menghasilkan 20.6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 135 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 167.000 ha. Pada sektor peternakan potensi yang dimiliki meliputi potensi dan daya dukung pengembangan bidang peternakan berupa lahan potensial ± 60 ha dengan dukungan padang rumput dan lahan penggembalaan pemeliharaan seluas 62.600 ekor sapi bali. Salah satu komoditas perkebunan yang 3 prospektif dikembangkan adalah kelapa sawit. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.13. Sumber daya alam Kabupaten Barito Timur memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk Kesejahteraan bersama. Selain itu terdapat potensi kelautan seperti di Kecamatan Tabunganen dengan kawasasn perairan pantai/laut seluas 20. Sumber daya perikanan potensial yang dimiliki antara lain kondisi geografis sebagian besar wilayah Barito Timur yang dikelilingi oleh sungai. Pengembangan ternak besar dilakukan denganc ara penggemukan dan pembibitan. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. dan lahan produktif di beberapa lokasi transmigrasi. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Wilayah Barito Timur merupakan areal hutan rawa gambut seluas 60.900 km2 dan lahan budidaya air payau (tambak) seluas 3. b.107 . Potensi sumber daya alam bidang perkebunan meliputi potensi lahan rawa gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 112.Profil Daerah 2. Salah satu sumber daya penting yang dimiliki adalah adanya sumber daya lahan pertanian baik lahan pasang surut. Ketersediaan sungai besar.2. nilai IPM Kabupaten Barito Timur tergolong sedang berada pada posisi ke 8 (delapan) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini masih perlu lebih baik. tegalan dan juga tersedia lahan sawah fungsional. kecil dan unggas. kanal dan jalan darat merupakan sarana yang memudahkan aksesibilitas maupun distribusi hasil produksi. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .13.1 (Tabel 2.1).315 ha. Potensi ternak yang dapat dikembangkan berupa ternak besar.000 m kayu galam dengan berbagai ukuran. nilai IPM Kabupaten Barito Timur adalah 71. anak sungai.

Visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bartim adalah: “Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.3 617.6 97.1 167 12 620.13. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.6 135 5.1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.6 8. Tabel 2.” Untuk mewujudkan visi tersebut.108 . serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.13. Dengan mengacu pada visi dan misi Indonesia Sehat dan Kalimantan Tengah tahun 2010. Peningkatan relevansi pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan. ditempuh strategi dan kebijakan antara lain: • • • • Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.07 8 Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. dan peningkatan produktivitas kerja. “Kabupaten Barito II .1 70. Indikatornya antara lain: peningkatan usia harapan hidup.1.2 71. program kesehatan Kabupaten Barito Timur menetapkan visi. dan Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. ketrampilan dan kesehatan. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3. Pembangunan • • • • kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Timur 2005 2006 67. S-1 dan Program Pascasarjana.4 94.5 67.6 7.

Infrastruktur a. masyarakat dan lingkungan. Jalan Provinsi sepanjang 105.3 km. 2. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Tamiang Layang. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. dan Terminal Tabukan. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Bartim. dan kondisi rusak berat 266.90 km.707 II ..3.1 km. Terminal Anjir Pasar. bus air dan motor boat. jalan tanah sepanjang 248. Transportasi darat berupa mobil angkutan.52 km. maka panjang jalan dengan kondisi baik 317.13. Jika dilihat dari kondisi permukaan jalan.6 km. Peningkatan kondisi ruas jalan di Kabupaten Barito Timur terus diupayakan. keluarga.6 km. Jika ditinjau dari kondisinya. yang terbagi atas Jalan Negara sepanjang 121. Menurut data tahun 2003. b. Misi program pembangunan kesehatan yang dilakukan antara lain: • • • • Menggerakkan pembangunan wilayah kecamatan yang berwawasan kesehatan.5 km.109 . sedangkan transportasi sungai berupa klotok. merata dan terjangkau. dan Jalan Kabupaten sepanjang 707 km. dan Jalan Kabupaten sepanjang 856. Jalan Negara sepanjang 103. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan mengalirnya arus barang dan jasa. serta tersedia Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. kondisi sedang 40 km.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33.5 km. speed boat. Transportasi di Barito Timur terdiri dari transportasi darat dan sungai. Jalan Provinsi sepanjang 182. guna memperlancar arus transportasi. dan jalan kerikil sepanjang 127. panjang jalan darat di wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 1.088 unit/rumah atau meningkat 18. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito timur tahun 2006. maka sebagian besar jalan yang sudah di aspal yaitu sepanjang 321. Prasarana listrik dan air minum Dari 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini pada tahun 2004 telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.011. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu.4 km.9 km.Profil Daerah Timur Sehat Tahun 2008”.70 km. Terminal Handil Bakti. dan Mendorong kemandirian masyarakat kecamatan untuk hidup sehat.

Sebelumnya. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Barito Timur tahun 2002 No. c. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas 6 buah. Prasarana kesehatan Kabupaten Bartim memiliki fasilitas rumah sakit.13.13. meningkat 11.110 . Fasilatas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. d. Tabel 2.2. yaitu RSUD Tamiang Layang tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.826 164 5 SMK 2 240 49 Jumlah 205 15.598 unit).675 1. Perkembangan sarana pendidikan di Kabupaten Bartim adalah sebagai berikut.025 3 SLTP/MIS 23 2. Puskesmas Perawatan 1 buah. 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan Dokter Jumlah 14 66 115 1 16 54 266 Keterangan 9 Dokter Umum 5 Dokter Gigi Bidan Pengatur Rawat Apoteker/Ass Apoteker SPKU/Pembantu Perawat Tenaga Teknis Jumlah Sumber: Kab.Barito Timur 2007 II . Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dan Lain-lain. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4.555 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Timur. Tabel 2.880 275 4 SLTA/MA 10 1. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. Prasarana pendidikan Pendidikan hal yang mendasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menyikapi luasnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Jumlah Sekolah.238 1. maka pemerintah Kab Barito Timur merehab 18 sekoilah yang terletak di beberapa desa. dan Puskesmas Pembantu 41 buah. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah unit/rumah. 2005 Jenjang Pendidikan e. Guru.3.507 unit.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. dan Murid Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kabupaten Barito Timur No Jumlah Jumlah Jumlah Sekolah Murid Guru 1 Taman Kanak-Kanak 23 491 42 2 Sekolah Dasar 147 10.

Bank dan Asuransi Di Kabupaten Bartim beroperasi tiga bank. Laung Tuhup. Sebelumnya. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844.7 miliar. dan Sumber Barito. daerah ini merupakan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya. g. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. Baru pada tanggal 2 Juli 2002 ditetapkan sebagai Kabupaten Murung Raya dengan UU No. Tanah Siang. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4. 6. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Murung Raya adalah: • • • • Sebelah utara : Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur).14. KABUPATEN MURUNG RAYA 2. BRI Cabang Tamiang Layang. (8) Seribu Riam. (6) Tanah Siang Selatan. yaitu: BPD Cabang Tamiang Layang.700 km . (7) Uut Murung. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Murung Raya (Murung Raya) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Puruk Cahu. terdiri dari 10 kecamatan. berdasarkan Perda No. dan (10) Barito Tuhup Raya. Luas Wilayah Murung raya seluas 23. dan 115 desa. : Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) dan Barito Utara. O O 2 O O 2 II . 5 tahun 2002 yang meliputi 5 (lima) kecamatan. yaitu: (1) Murung. pemerintah Kabupaten Bartim telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer.65 km dengan total biaya Rp. Kondisi Geografi dan Demografi a. (2) Tanah Siang.000 km. 9 kelurahan.700 km dengan posisi geografis 0 53’48” – 0 46’06” LU dan 113 20’ – 115 55’ BT. Permata Intan. (9) Sungai Babuat. (3) Laung Tuhup.111 .14.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. (5) Sumber Barito. Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Utara dan Kapuas. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. yaitu: Murung.Profil Daerah f. BNI 46 Cabang Tamiang Layang. 25. 2. 3 tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk 10 kecamatan. (4) Permata Intan. Luas wilayah mencapai 23. dan : Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas. Sejak tahun 2007.1.

Kabupaten Murung Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan panas. Curah hujan rata-rata 2. hutan produksi terbatas.185 jiwa atau dengan sex ratio 108. kemudian II .20%). kawasan hutan produksi. Topografi dan iklim Wilayah Kabupaten Murung Raya dilintasi oleh Sungai Barito dan beberapa anak sungai dengan panjang dan kedalaman sungai yang sangat berfariasi.017 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0. malam hari rata-rata 23. Sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Siang yaitu 118.700 km merupakan wilayah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Tengah. karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan curah hujan cukup tinggi.43% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.71 jiwa per km . Pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya sejak tahun 200-2003 rata-rata 5. meskipun demikian penggunaan lahan di Kabupaten ini antara lian diperuntukkan bagi kawasan huutan lindung/kawasan konservasi. Demografi Jumlah penduduk sampai akhir tahun 2007 adalah 88.56% hingga 9.909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH) sekitar 85%.75 km) dan Sungai Busang (75. Pertumbuhan penduduk terendah tercatat pada Kecamatan Laung Tuhup (3. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumber Barito (9. Ratio penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2003 adalah 110. Suhu siang hari rata-rata 26. Kedalaman dasar berkisar antara 3 – 8 m dan badan sungai lebih dari 25 m.000 mm/tahun.500 – 4. Penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 45.75 km).04%). Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15.56%) dan Tanah Siang (4.112 2 . berkisar 2. Sungai Joloi (40. Beberapa cabang atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu: Sungai Laung (35. cagar alam. Hal ini berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 110 penduduk laki-laki. Kawasan pemukiman dan kawasan pengembangan budidaya. Laju pertumbuhan penduduk per kecamatan berkisar antara 3.832 jiwa dan penduduk perempuan 42.65. Lahan dan penggunaannya Total luas areal di Kabupaten Murung Raya seluas 23.. Sungai Babuat (29.08%).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.20%. c. diikuti Kecamatan Murung (6.25 km).2OC. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya.23% pertahun. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya ratarata kerapatan 3.25 km).5OC.33%) dan Permata Intan (6. 2 d.58% per tahun. Sampai saat ini belum diperoleh data pasti Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten Murung Raya.

Profil Daerah Kecamatan Sumber Barito 116 dan laung Tuhup 111. Semakin tinggi nilai sex ratio ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki semakin banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan pada periode tertentu

2.14.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

a. Sumber daya alam Kabupaten Murung Raya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat kembangkan. Wilayahnya yang luas dengan bentangan daratan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman hutan dan sumber daya hayati lainnya. Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati di Kabupaten Murung Raya masih relatif rendah dibanding dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar, kabupaten ini memiliki potensi bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa,dan bahan galian non logam lainnya.

b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006, nilai IPM Kabupaten Murung Raya adalah 71,6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71,0 (Tabel 2.14.1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se Provinsi Kalimantan Tengah, Nilai IPM Kabupaten Murung Raya termasuk rendah berada pada posisi ke 9 (sembilan) diantara 14 kabupaten/kota, hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah perlu ditingkatkan lebih baik. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Murung Raya Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.14.1. Tabel 2.14.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Murung Raya Tahun 2005 – 2006
IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67,6 67,8 6,6 7,0 99,3 99,3 624,6 71,0 134 9 627,4 71,6 133 2,06 9

Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan, ketrampilan dan kesehatan. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat II - 113

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Banjarmasin, Universitas Palangka Raya, serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3, S-1 dan Program Pascasarjana, yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pengembangan SDM melalui Pembangunan kesehatan diarahkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya antara lain: • • • • peningkatan usia harapan hidup; penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan; peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat; dan peningkatan produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.

2.14.3. Infrastruktur

a. Prasarana transportasi Transportasi di Mura terdiri dari transportasi udara, darat dan sungai. Bandar udara adalah eks lapangan terbang milik PT Indo Muro Kencana yang bisa didarati oleh jenis pesawat perintis. Transportasi darat berupa mobil angkutan, sedangkan transportasi

sungai berupa klotok, speed boat, bus air dan motor boat. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Mura, guna memperlancar arus transportasi, pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal AKAP di Puruk Cahu Seberang. Tabel 2.14.2. Kondisi jalan di Kabupaten Murung Raya hingga Januari 2008
No 1 2 3 4 5 6 Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Panjang (km) 50,00 399,90 481,35 455,52 20,00 50,57 1.457,34 Lebar (m) 4,50 6,00 6,00 4,00 2,00 6,00 HRS (km) ATB (km) 50,00 8,70 58,70 Latasir (km) 20,00 20,00

No 1 2 3 4 5 6

Lapen (km) 20,00 20,00

Kerikil (km) 30,00 30,00

Beton (km) 20,00 0,16 20,16

Tanah (km) 399,90 471,35 322,62 1.203,87

Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 114

Profil Daerah Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan ekonomi disuatu wilayah. Panjang jalan di Kabupaten Murung raya Tahun 2008 mencapai 1.457,34 km. Sejak tahun 2003 telah dan sedang dibangun Jembatan Sungai Barito Hulu yang melintasi Sungai Barito dengan realiasasi dana sebesar Rp. 41.489.381.000

b. Prasarana listrik dan air minum Sumber tenaga listrik di Kabupaten Murung Raya berasal dari uit pembangkit

perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan data realisasi pengusahaan PLN Ranting Puruk Cahu dan MISIF hingga Desember 2007 terdapat 4.081 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 4.438.150 kwh. Sementara jumlah produksi hanya sebesar 659.844 kwh dan daya distribusi yang tersedia sebesar 635.962 kwh. Tabel 2.14.3. Kondisi Produksi dan Distribusi Tenaga Listrik PLN di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 No. Uraian Produksi Disalurkan ke unit lain Pemakaian sendiri Susut distribusi Susut distribusi Tersedia distribusi Kwh terjual Jumlah pelanggan Daya tersambung Jumlah travo Panjang SUTM Panjang SUTR Daya mesin terpasang Daya mampu Beban puncak Uraian Satuan Kwh Kwh Kwh Kwh % Kwh Kwh Lg Kwh Unit kms kms Unit/Kw Kw Kw Satuan RTG P. Cahu 570.562 0 21.857 -15.644 -2,85 548.705 564.349 2.518 3.330.590 29 43.500 27.431 2.586 1.255 1.156 ULD Mangkahui 17.325 0 346 2.766 16,29 16.979 14.213 330 236.650 2 910 1.712 100 80 79 Sub RTG M. Laung 57.113 0 1.395 -501 -0,90 55.178 56.219 845 599.900 4 18.113 7.904 340 294 250 ULD Tb. Lahung 11.214 0 224 -3.075 -33,71 10.990 14.695 227 171.150 2 973 2.735 80 70 70 ULD M. Untu 3.630 0 60 545 15,27 3.570 3.025 161 99.500 2 1.150 2.150 40 40 20 Jumlah 659.844 0 23.882 -16.536 -2.60 635.962 652.501 4.081 4.438.150 39 64.646 41.932 3.146 1.739 1.575

1 Produksi Kwh 2 Disalurkan ke unit lain Kwh 3 Pemakaian sendiri Kwh 4 Susut distribusi Kwh 5 Susut distribusi % 6 Tersedia distribusi Kwh 7 Kwh terjual Kwh 8 Jumlah pelanggan Lg 9 Daya tersambung Kwh 10 Jumlah travo Unit 11 Panjang SUTM kms 12 Panjang SUTR kms 13 Daya mesin terpasang Unit/Kw 14 Daya mampu Kw 15 Beban puncak Kw Sumber: Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 115

985 0 0 0 0 3 946 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111 17.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Sumber air bersih di Kabupaten Murung Raya berasal dari air tanah atau air bersih dari perusahaan daerah air minumu setempat. 2008 No.696 142 60.774 0 221 15 4.14.165 1.143 PDAM UNIT IKK MUARA LAUNG Kubikasi Pelanggan (M3) 304 5.267 m3. Terdapat seayak 4 unit pengolahan air di wilayah ini dengan total jumlah pelanggan sebanyak 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Uraian Rumah Tangga Ind. Kondisi pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya PDAM PUSAT PURUK CAHU Kubikasi Pelanggan (M3) 931 295. Rumah Tangga RS Pemerintah Tempat Ibadah Sekolah Terminal Air Hidran Umum MCK Instansi Pemerintah Niaga Kecil Niaga Besar TNI/Polri Jumlah Tabel 2.498 33 4 14 11 0 5 2 13 185 6 3 1.931 No.821 18 4.116 .070 2 14.741 3.4. Uraian Jumlah Pelanggan 1.638 3 RS Pemerintah 2 140 4 Tempat Ibadah 1 59 5 Sekolah 0 0 6 Terminal Air 0 0 7 Hidran Umum 0 0 8 MCK 0 0 9 Instansi Pemerintah 0 0 10 Niaga Kecil 8 1.647 PDAM ABP PURUK CAHU SEBERANG Kubikasi Pelanggan (M3) 108 16.732 62.219 713 6. Realisasi data pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut: Tabel 2. (Lanjutan) PDAM ABP MANGKAHUI Kubikasi Pelanggan (M3) 1 Rumah Tangga 155 22.523 11 Niaga Besar 0 0 12 TNI/Polri 0 0 Jumlah 180 26. II .690 10 4. Fasilitas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan hampir di seluruh kecamatan.127 392.070 14.188 2 Ind. Sebelumnya.4.267 c. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.244 7.774 pelanggan dan total penyaluran air bersih sebanyak 443.265 6 3. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dll.14.340 3. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).546 Sumber: Kabupaten Murung Raya.335 8 3.250 1 55 1 0 1 0 3 84 0 5 221 2 15 3 36 35 953 0 1 33 356 6.528 1 573 9 5. Rumah Tangga 14 2.774 Jumlah Kubikasi (M3) 340.198 443.

Tabel 2. Prasarana kesehatan Kabupaten Mura memiliki fasilitas rumah sakit.117 2 0 0 0 0 . Jumlah gedung sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 No. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Murung Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak sampai dengan SLTA. : 3 orang. satu unit Gudang Farmasi. Kondisi Geografi dan Demografi a. dengan luas wilayah 2. dan : 54 orang. Tenaga Medis. Kota Palangka Raya terletak pada 6 40' . 12 unit Polindes. : 62 orang. Spesialis dan Paramedis yang tersedia pada saat ini adalah: • • • • • • • • Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker Skm Perawat Bidan Tenaga lainnya : 1 orang.678. : 67 orang.15. : 2 orang.Profil Daerah d. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan.14.7 20' BT dan 1 30' – 2 30" LS.851 Ha).1. 135 unit Posyandu. dan lima unit mobil Puskesmas Keliling. : 3 orang. 46 unit Pustu. Pemda telah memprogramkan kunjungan dokter spesialis secara berkala. TK SD/MI 1 Murung 19 33 2 Laung Tuhup 6 44 3 Tanah Siang 2 40 4 Permata Intan 4 26 5 Sumber Barito 4 24 Jumlah 35 167 Sumber: Kabupaten Murung Raya. 8 unit Puskesmas. KOTA PALANGKA RAYA 2.15. yaitu satu unit RSUD Puruk Cahu tipe D.5. 2008 Kecamatan Jumlah Gedung SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 3 7 1 2 1 2 1 2 1 20 7 Jumlah 62 58 45 33 31 229 e. Wilayah administrasi Kota Palangka II .51 km (267. 2. : 17 orang.

Bukit Batu. (3) Perkampungan 45. terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 3.62 km2. (4).41 km2.51 km2 dapat terdiri dari (1) Kawasan Hutan 2. elevensinya semakin tinggi dari arah selatan ke utara. (2) Tanah Pertanian 12.802 jiwa. : Kabupaten Gunung Mas.55% dan penduduk perempuan sebesar 92. dan Rakumprit dengan luas masing-masing 117. d. Demografi Jumlah penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 sebesar 182. dan : Kabupaten Katingan.50 km2.2 knots dan terendah terjadi pada bulan Februari yakni sekitar 1. Berdasarkan data dari stasiun meteorologi Provinsi Kalimantan Tengah. Rata-rata curah hujan per tahun di Palangka Raya adalah 266 mm. b.678. dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 90. yaitu perbukitan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling. Areal Perkebunan 22.8 mm.5OC dan temperatur minimum antara 20. Kota Palangka Raya merupakan daerah yang beriklim tropis seperti pada umumnya wilayah Indonesia. : Kabuaten Pulau Pisau. 583. (6) Lain-lain 69.1O – 32.485. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kota Palangka Raya sebesar 2.86 km2. Suhu rata-rata tiap bulannya berkisar antara 23.572 orang atau 49. Keadaan curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 252.5OC sampai 27OC.053. Topografi dan iklim Wilayah Kota Palangka Raya terletak pada ketinggian ± 13 m sampai 97 m di atas permukaan laut. Tempat tertinggi terletak di tengah wilayah kota Palangka Raya. Bukit-bukit yang ada mempunyai ketinggian bervariasi antara 118 m sampai 197 m.14 km2. c. Batas-batas Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kota Palangka RayaGunung Mas. Sebangau.6OC sampai 33.54 km2. Untuk keadaan kecepatan angin. 572.1OC. Kota Palangka Raya memiliki temperatur udara maksimum pada tahun 2006 berkisar antara 31.30 km2. Namun demikian secara umum kelas lereng Kota Palangka Raya termasuk datar yaitu rata-rata <3%.45% dengan rata-rata kepadatan penduduk 68 orang/km 2 II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Raya terdiri atas 5 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut.118 . 352.00 km2 dan 1.230 orang atau 50.5 knots.65 km2. Jekan Raya. (5) Sungai dan Danau 42.25 km2.75 km2.

yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 69.1.15. 2.404 jiwa. Artinya hanya 1 dari 9 orang yang akan diterima sebagai tenaga kerja.51 2. Jumlah pencari kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja di setiap tingkat pendidikan baik laki-laki atau perempuan. Perbandingan antara pencari kerja dan permintaan tenaga kerja pada tahun 2006 adalah 9 : 1. Tabel 2. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 berjumlah 49% untuk laki-laki dan 51% untuk perempuan.Profil Daerah Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 44 penduduk tidak produktif. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. Jika dilihat dari distribusi penduduk.75 km ha 2 2 2 (92.703. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Penduduk perempuan di Palangka Raya lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki yang ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 98.43 69.15. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 46%. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 44%.83%) perkebunan.767 jiwa atau 2. 22. 12.51% dari total keseluruhan atau sebanyak 126.06 Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun). Jumlah penduduk yang terbanyak adalah pada usia 15 . Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kota Palangka Raya yang utama melihat dari luas wilayah yang ada dengan penggunaan lahan 2.19 tahun sebanyak 21.119 .93%) untuk kawasan pemukiman dan sisanya adalah rawa.939 jiwa atau 12%.2.485.8%) merupakan kawasan 2 hutan.47%) tanah pertanian. 300. Kelompok Umur dan Prosentase Penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Persentase 28.20.06%.65 km (0.06 km (14. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. danau dan lainII .30 km (0. Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 3. sungai. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah Kecamatan Pahandut dengan jumlah 64.

yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Ruang Kelas.492 18. Murid. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).246 3. dan Guru Menurut Jenis Sekolah Jenis Sekolah Sekolah Kelas Guru TK 102 269 232 SD 102 819 1. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.2.499 SLB 2 14 19 SMP 36 319 711 SMA 18 183 516 SMK 15 114 336 Sumber : Kantor Statistik Kota Palangka Raya. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.043 Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. Peningkatan penduduk yang bersekolah selama tahun 2006-2007 merupakan keberhasilan Kota Palangka Raya dalam upaya memperluas pelayanan pendidikan. Tabel 2. b. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk di Kota Palangka Raya yang cenderung semakin meningkat.894 6. 2008 Murid 4.120 . Kota Palangka Raya telah mengembangkan beragam program dalam rangka memanfaatkan beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Banyaknya Sekolah. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.682 79 10.15. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah lain.

dan yang milik pemerintah sebanyak 3 buah.60%). Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kota Palangka Raya adalah sektor jasa. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kota ini. Apotek di Palangka Raya sebagian besar milik swasta yaitu sebanyak 36 buah.3 Tabel 2. kerikil (27. 161. penyakit tekanan darah tinggi. puskesmas. Sedangkan sisanya adalah dokter umum.121 . Panjang jalan di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 adalah 828. Jumlah kunjungan terbesar adalah pada penyakit ISPA yaitu sebanyak 49.08%). Data indicator tersebut pada tahun 2006 ditunjukan pada table 2. perawat dan tenaga teknis dengan jumlah masing-masing 110. dan jumlah kunjungan penyakit terbanyak. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37. Infrastruktur a. pharingitis. banyaknya tenaga kesehatan. Jumlah kendaraan bermotor di Palangka Raya jauh lebih banyak daripada tak bermotor. gastritis. banyaknya apotek. infeksi kulit.46%) dan pertanian (9.43 km yang dibagi menurut jenis permukaannya yaitu aspal (453.41%. dokter gigi dan asisten apoteker. 167 orang. konstruksi (12. alergi kulit. Indikator Jumlah Rumah Sakit 3 Puskesmas 51 Tenaga Kesehatan 480 Apotek 39 Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.826 dan jumlah II . jumlah kendaraan bermotor adalah 46. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.3. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat. Indikator Kesehatan di Palangka Raya Tahun 2006.15.46 km). 2.24 km).Profil Daerah dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan.3. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. dan diare.73 km). Keluhan-keluhan penyakit lain dari penduduk antara lain penyakit pada system otot jaringan.15. pulpa.318 kunjungan pada tahun 2006. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (24. dan tanah (347. pada tahun 2006. gingivitis.15. 2007 Tenaga kesehatan terbesar adalah bidan. Indikator kesehatan terletak pada jumlah rumah sakit.

Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kota Palangka Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Palangka Raya Sekolah 1. badan sosial dan rumah sakit (240 pelanggan) dan umum (8 pelanggan).122 . Jumlah KWH yang dibangkitkan pada tahun 2006 adalah 126. Sekolah TK di Kota Palangka Raya sebanyak 113 unit yang tersebar di 9 kecamatan.156. b. Jumlah Sekolah. SLTP 4. Tabel 2.4. d. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara. c. dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya.385 pelanggan.927 pelanggan berarti terjadi peningkatan jumlah pelanggan. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kota Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah ini adalah masih terbatasnya kendala prasarana jalan dari pusat-pusat produksi di wilayah pedesaan ke pusat pemasaran di Kota Palangka Raya. S D 3. Jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga (12. T K 2.568. kantor pemerintahan (170 pelanggan). seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon dan telepon seluler untuk sarana hubungan secara langsung.713 dan jumlah KWH yang dijual adalah 113. 2007 II . Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kendaraan tak bermotor adalah 1.708. SLTA -SMU -SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 1 112 227 0 30 1 9 6 7 4 2 2 267 119 Murid Negeri Swasta 140 4894 33470 0 6382 19 2024 657 1266 354 758 303 42016 5570 Guru Negeri Swasta 22 375 2050 0 500 13 188 88 112 43 76 45 2760 476 Jumlah Sekolah 113 227 31 15 11 4 386 Sumber : BPS Kota Palangka Raya. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 227 unit.461 Jumlah pelanggan air minum selama tahun 2006 tercatat sebanyak 13.158) kemudian diikuti perusahaan (809 pelanggan).15. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Di Kota Palangka Raya terdapat 995 buah kantor pos yang tersebar di lima kecamatan.

123 . Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 8 unit. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Palangka Raya Tahun 2006 Dokter Dokter Bidan Perawat Umum Gigi 1. Jekan Raya 4 4. e. Selain dari Sekolah Umum terdapat juga 17 unit Madrasah Ibtidayah. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 11 unit. tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 31 unit SMP terdiri 30 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta.6. Pahandut 7 2 32 42 2. Sabangau 2 5 7 3. puskesmas pembantu 43 unit. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kota Palangka Raya. Pahandut 2 2. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. 3 asisten apoteker. Bukit Batu 4 1 13 30 5. 12 dokter gigi. Jekan Raya 14 9 60 82 4. 60 unit dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 4 unit. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas hampir di seluruh kecamatan. Tahun 2006 Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu 12 2 18 11 - 3 1. dan 167 tenaga teknis. Bukit Batu 1 5.15. 18 unit Madrasah Tsanawiyah serta 6 unit Madrasah Aliyah. 110 bidan. Sabangau 1 3. 2007 Tabel 2. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya terdapat 3 rumah sakit yang terletak di Kecamatan Pahandut. 2007 Kecamatan Asisten 3 Tenaga Teknis 26 9 122 10 - II .15. 161 perawat. Tabel 2.5.Profil Daerah Berdasarkan data yang ada. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. kecuali Kecamatan Rakumpit. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Palangka Raya terdiri dari 27 orang dokter umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.