BAB II.

PROFIL DAERAH
2.1. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Palangka Raya secara geografis terletak antara 0 45’ Lintang Utara, 3 30’ Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur : Laut Jawa : Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan : Kalimantan Barat
2 o o o

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah 153.564 km atau 8,25% dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia, dan merupakan Provinsi terluas ketiga setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Tengah meliputi 13 Kabupaten dan satu Kota, dengan luas setiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.1. Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Tengah 2007
Luas km2 Persentase 1 Kota Waringin Barat 10.759 7,01 2 Kota Waringin Timur 16.496 10,74 3 Kapuas 14.999 9,77 4 Barito Selatan 8.830 5,75 5 Barito Utara 8.300 5,40 6 Sukamara 3.827 2,49 7 Lamandau 6.414 4,18 8 Seruyan 16.404 10,68 9 Katingan 17.800 11,59 10 Pulang Pisau 8.997 5,86 11 Gunung Mas 10.804 7,04 12 Barito Timur 3.834 2,50 13 Murung raya 23.700 15,43 14 Palangka Raya 2.400 1,56 Jumlah 153.564 100,00 Sumber : Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka, 2008 No Kabupaten/Kota Jumlah Desa/Kelurahan 84 150 186 96 103 32 83 91 153 89 126 65 118 30 1.406

Daerah yang paling luas adalah Kabupaten Murung Raya 23.700 km2 (15,43%) dan Kabupaten Katingan 17.800 km (11,59%),
2 2

sedangkan wilayah terkecil adalah Kota

Palangka Raya dengan luas 2.400 km (1,56%).

II - 1

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 – 150 diatas permukaan laut dengan

kemiringan 8 -15 derajat. Hanya sebagian kecil, yaitu daerah di sebelah utara dengan topografi berbukit yaitu terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter diatas permukaan laut. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata pada siang hari 33 C dan pada malam hari 23 C. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi yaitu 60% per tahun. Rata-rata curah hujan bulanannya mencapai 200 mm. Pada tahun 2007 curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sampai April, sedangkan bulan kering/kemarau terjadi antara Juli sampai dengan Oktober. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa dan banyak sungai besar dan kanal (anjir). Terdapat 11 sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil yang masuk wilayah Kalimantan Tengah. Sungai-sungai besar dengan
O O

kedalaman 5 – 8 m dan lebar berkisar 100 -500 m diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.2. Nama Sungai di Kalimantan Tengah Menurut Panjang, Kedalaman dan Lebar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Nama Sungai Panjang (km) Dapat Dilayari (km) 150 190 250 100 300 270 520 150 500 420 700 Rata-rata kedalaman 8 4 6 6 5 6 6 5 7 6 8 Rata-rata lebar 150 100 150 250 250 350 250 100 450 450 500

Sungai Jelai 200 Sungai Arut 250 Sungai Lamandau 300 Sungai Kumai 175 Sungai Seruyan 350 Sungai Mentaya 400 Sungai Katingan 650 Sungai Sebangau 200 Sungai Kahayan 600 Sungai Kapuas 600 Sungai Barito 900 Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008

Selain sungai di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat anjir/kanal yang menghubungkan antar wilayah desa maupun kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 15.356.699,80 ha sebagian besar berupa kawasan hutan. Pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah berdasarkan RTRW

Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari kawasan hutan lindung 2.250.887,66 ha (14,66%) dan kawasan budidaya 13.105.822,14 ha (85,34%). Penggunaan lahan

berdasarkan rencana RTRW Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 2.1.3. II - 2

Profil Daerah Tabel 2.1.3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007
No A. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kawasan Hutan Lindung 1 Hutan Lindung (HL) 2 Cagar Alam (CA) 3 Taman Wisata (TW) 4 Taman Nasional (TN) 5 Suaka Marga Satwa (SM) 6 Perlindungan dan Pelestarian Hutan (PPH) 7 Konservasi Mangrove (km) 8 Konservasi Air Hitam (KEAH) 9 Konservasi Flora dan Fauna (KFF) 10 Konservasi Gambut Tebal (KGTB) 11 Konservasi Hidrologi (KH) Jumlah A B Kawasan Budidaya 1 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 4 Hutan Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL) 5 Hutan Tanaman Industri (HTI) 6 Areal Transmigrasi 7 Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) 8 Kawasan Handil Rakyat (KHR) 9 Perairan (DS) Jumlah B Total (A+B) Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Luas (ha) 766.392,06 235.079,45 19.142,61 488.056,29 71.664,71 1.628,43 31.018,40 37.225,55 161.849,04 253.797,99 185.023,14 2.250.887,66 3.784.495,64 4.232.518,38 2.789.108,09 1.925.057,79 21.958,04 137.920,13 59.046,32 155.716,95 13.105.822,14 15.356.699,80 %

4,99 1,53 0,12 3,18 0,47 0,01 0,20 0,24 1,05 1,65 1,20 14,66 24,64 27,56 18,16 12,54 0,14 0,90 0,38 1,01
85,34 100,00

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.3 di atas, kawasan budidaya di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berupa daerah hutan baik berupa hutan rawa, gambut, dan hutan produksi. Sebagian kawasan hutan di Kalimantan Tengah berupa lahan gambut dan pernah dijadikan proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan pemerintah pada tahun 1995. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan

berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal) dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101 - 200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan, serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan, sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.

II - 3

081 338.949 5 Barito Utara 28.079 11 Gunung Mas 21.385 8 Seruyan 32.73%) dan Kotawaringin Barat (10.189 65.2.509 44.907 Jumlah 2005 483. sebagian besar (80.433 71.070 63. Demografi Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 sebanyak 2.576 56.174 153.935 110.622 136.766 88.236 9 Katingan 33.1. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kotawaringin Barat 57.678 12 Barito Timur 22. 2. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di daerah dengan akses infrastruktur umum memadai seperti ibukota Provinsi atau di ibukota Kabupaten.325 48.13%) berumur 10 tahun ke atas .047.556 1. Dari keseluruhan penduduk Kalimantan Tengah.748 89.547 1.4 2 .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.266 59.360 39.1.958. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong jarang yaitu rata-rata hanya 13 orang per km .258 168.986 27.524 119.4.556 jiwa atau 51.920 13 Murung raya 21.716 188.052.550 2.047.228 18.994 975.362 94.046 57. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.590 29.900 10 Pulang Pisau 30.220 58.583 124.753 46.442 Jumlah 223.108 167.005. Provinsi Kalimantan Tengah II .004.304 61. Sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah terluas ketiga di Indonesia dengan ditandai lahan yang membentang luas dimana sebagian besar masih ditutupi tumbuhan/vegetasi tropis yang sangat beragam jenisnya.834 92.994 jiwa atau 48. Tabel 2.505 44.577 Jumlah (2006) 498.028.214 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/kota Laki-laki 117.052.432 322.91%).41% dan penduduk perempuan 994.644 7 Lamandau 15.986 Penduduk Perempuan 106.002 4 Barito Selatan 32.515 2 Kotawaringin Timur 79.851 3 Kapuas 128.354 93.261 43.110 1. yaitu didominasi oleh penduduk berumur produktif 10 sampai 14 tahun.576 994.59% atau dengan sex ratio 106%. Sebaran penduduk di Kalimantan Tengah terpadat terdapat di Kota Palangka Raya yaitu 77 jiwa per km dan terkecil di Kabupaten Murung Raya 4 jiwa per km2.513 60.061 6 Sukamara 10.428 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat juga dilihat bahwa penyebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah belum merata.323 Jumlah (2007) 561.995 43.550 jiwa.889 53.54%) diikuti Kotawaringin Timur (15.132 20. terdiri dari penduduk laki-laki 1. 2 Kabupaten terbanyak penduduknya adalah Kabupaten Kapuas (16.250 116.123 2.034 14 Palangka Raya 45.973 171.984 57.220 952.890 1.

b. tambang. baik peternakan besar. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Pemanfaatan potensi hutan di wilayah ini semakin diperketat guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.1. kecil maupun unggas. karet dan kelapa dalam. nilai indeks IPM adalah 73. Selain sumber daya alam tersebut diatas Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Bila dibandingkan dengan nilai IPM secara nasional. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). rawa dan laut. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. Wilayahnya memiliki hamparan yang luas kaya akan hijauan sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. baik berupa hutan dengan berbagai vegetasi baik berupa mangrove. Dibidang perikanan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan sungai. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit.2 (Tabel 2. yaitu indikator kesehatan (indeks harapan hidup). danau dan perikanan laut. Dibidang pertambangan potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan.4 atau sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 73.5 . pertanian dan perkebunan. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C dan gambut yang besar dan potensi batubara. maka nilai IPM Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi ke 5 (lima).Profil Daerah memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih tersedia dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. hal ini II .5. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang melakukan penataan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. hutan bakau dan aneka tanaman hutan. rawa. Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan. Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana telah disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya berupa hutan. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).). Beberapa potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sumber daya hutan.

3 Kalimantan Tengah 73.7 72. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kalimantan Tengah Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.1.0 2 Barito Utara 72.6.8 7 Kotawaringin Barat 71.0 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.2 13 Sukamara 70.9 70.0 97. pengembangan SDM di Provinsi Kalimantan Tengah masih perlu untuk terus ditingkatkan.000) IPM Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kaliamntan Tengah 2005 2006 70.6 71.4 5.4 72.4 69.5. Namun demikian bila dilihat peringkat menurut kabupaten/kota. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah No IPM 2005 1 Kota Palangka Raya 77.2 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab/upatenKota 2006 77.3 11 Seruyan 70.2 71.4 73.9 73. Tabel 2. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.6 8 Barito Timur 70.9 71. Indikator lain yang digunakan untuk melihat II .9 12 Lamandau 70.6.5 6 Kapuas 71.3 5 Gunung Mas 71.5 623.4 70.8 3 Kotawaringin Timur 72.0 14 Pulang Pisau 69.2 5.9 72.6 73. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.9 8.1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengindikasikan bahwa pembinaan SDM di provinsi ini relatif lebih baik.0 10 Katingan 71.3 72.5 4 Barito Selatan 71.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.5 97.8 7. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.1 73.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.5 71.1 9 Murung Raya 71.7 70.6 .6 71. Tabel 2.0 624.

7 .Profil Daerah kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.620 Bukan Angkatan Kerja 360. lulus setingkat SLTP (22.301 Lainnya 38. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.440 Sekolah 104. Sektor lainnya yang juga banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (10. atau secara ratarata penduduk Kalimantan Tengah sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi. Ini berarti penduduk di Kalimantan Tengah sebagian besar bekerja pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill.84% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat Diploma serta S1 atau lebih dengan persentase 6.176 Mengurus Rumah tangga 217.438. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 mengalami sedikit peningkatan.831 Bekerja 1.12%.48%.16%). yaitu 8 tahun.19%). Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sebanyak 68.026.963 Jumlah 1. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kalimantan Tengah adalah sektor pertanian. Tabel 2.96%.72%) dan jasa kemasyarakatan (7. Pada Tahun 2006 TPAK Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 61. Jenis Kegiatan utama Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah per Pebruari Tahun 2008 No A 1 2 B 3 4 5 Jenis Kegiatan Utama Jumlah Angkatan Kerja 1. seperti pekerja kasar. yang lulus SLTA sederajat hanya 16.88%).271 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.077.211 Belum Bekerja 51. sebagian besar memiliki jenjang pendidikan maksimal Sekolah Dasar (54. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. II . yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja. yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.1.7.

47 km yang terdiri dari jalan negara 1.39%).707.96 100.110 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Lapangan Usaha Persentase 68. Selain prasarana jalan.61%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 1. Infrastruktur a.19 km keadaan rusak dan rusak berat.65 7.1. Restoran 129.258.361 2 Pertambangan & penggalian 42. Komunikasi 40. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibu kota kecamatan dan Kabupaten di Kalimnatan Tengah.005 10 Lainnya Jumlah 1. speed boat.707 3 Industri Pengolah 41.133. Sebagian besar permukaan jalan di Kalimantan Tengah masih berupa tanah (56. tongkang dan tiong dan truk air. Alat transportasi air yang digunakan meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal.70 km (30.03 km (15. sebagai prasarana transportasi yang penting lainnya di Kalimantan Tengah adalah prasarna transportasi air.19 68. Hotel. sepanjang 2. Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 10 pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Tengah.571 4 Listrik.184 9 Jasa kemasyarakatan 91.753 8 Keuangan 8.710.95 km.31%) dalam keadaan baik.54 km (18.858.57 km (Tabel 2.1. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 3. Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan. long boat.29 0.95 km dan jalan kabupaten sepanjang 8.9.1. atau sebagai sarana perhubungan dengan provinsi lain. jalan provinsi 1.95 10. Panjang jalan di Kalimantan Tengah pada tahun 2007 adalah 12.11 2.900 7 Angkutan.265 6 Perdagangan. Penduduk 10 tahun Keatas di Provinsi Kalimantan Tengah Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Tahun 2007 Penduduk (Tahun 2007) 1 Pertanian 872.77%).06%) dari panjang jalan tersebut atau 8. II .265.27 3. kelotok.00 2.96 3.) Sebagian besar (66.733.364 5 Bangunan 37.8 .3. Gas & Air Bersih 1. Prasarana transportasi Salah satu prasarana transportasi darat yang penting berupa jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas penduduk dan barang dari satu daerah ke daerah lain.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.8.018.714.22 0.38 3.

Profil Daerah Tabel 2.212 C.20 894.59 5.33 4.356.710.66 989.158.710.03 2.414.9.10.95 8. dan yang dijual sebanyak 382. Asan Beringin Sangkalemo Sanggu Dirung Kuala Pembuang Tumbang Samba Nama Kota Palangka Raya Pangkalan Bun Sampit Muara Teweh Kuala Kurun Buntok Puruk Cahu Kuala Pembuang Tumbang samba Type / jenis pesawat Boeing 737-300. Sumber pengolahan air bersih bersumber dari sungai atau air tanah yang diolah melalui unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah.80 3.70 Kerikil 311.133.24 1.72 341.57 12.842.714.858.38 Rusak 302.00 557.1.39 Tanah 354.01 Kabupaten 901.95 1.57 Kota Jumlah 1. Prasarana listrik dan air minum Prasarana penyediaan tenaga listrik sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa baik yang berasal dari PLTD yang tersebar di kabupaten/kota di Kalimantan Tengah maupun langsung dialirkan dari interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan.790 KWh serta untuk pemakaian sendiri 9.79 6.054 Kwh.212 C.133. Nama Pelabuhan Udara di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Bandara Tjilik Riwut Iskandar H.789. Banyaknya air bersih II .47 Kondisi Permukaan Jalan Baik Sedang Negara 645.049. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual terus bertambah dari tahun ke tahun.212 C.57 12.1.216.06 Jumlah 1.930. sebagai berikut: Tabel 2.96 Provinsi 311. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No A 1 2 3 4 Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan Jenis Permukaan Jalan Negara Provinsi Kabupaten Kota Jumlah Jenis Permukaan Jalan Diaspal 1.01 4.84 Lainnya 0 Rusak Berat 319.54 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 1 2 3 4 B Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki prasarana perhubungan udara yaitu terdapat sebanyak 9 landasan pelabuhan udara.557.236.75 255.582 KWh dan susut/hilang 37.95 1. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang diproduksi sebanyak 448. F.889.707.70 1.95 8. Penyediaan sarana air bersih di Kalimantan Tengah juga sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa di Kalimantan Tengah.697.897.121.212 BN b.733. F28.27.714.212 C.9 .60 652.75 3.47 Jumlah 1.022 Kwh.27 C. Penyediaan tenaga listrik di Kalimantan Tengah dilayani oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang tersebar di setiap kabupaten/kota.01 2. F.19 447.707.08 405.98 1.258.

Kantor Pos di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia disetiap kabupaten/kota bahkan sudah tersebar di setiap kecamatan.421 unit.36% dibanding tahun 2006 sebanyak 15. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 515 unit SMP terdiri 327 SMP Negeri dan 188 SMP Swasta.809 sambungan dan sosial 152 sambungan serta wartel 1. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 yaitu sebanyak 93.6% dibanding tahun 2005 sebanyak 60.605 unit.025.323. Jumlah kapasitas sambungan telepon pada tahun 2007 mencapai 73. dan Perguruan Tinggi 13 unit dengan jumlah mahasiswa 15.443 unit. instansi pemerintah 1. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU dan kejuruan 240 unit dan jumlah siswa 43. pelabuhan dan lainnya 101 pelanggan. Fasilitas telepon seluler dan otomatis tersedia disemua ibukota kabupaten bahkan sampai ke beberapa ibukota kecamatan. d.399 orang.593.578 orang (Tabel 2.141 pelanggan.1.390 pelanggan atau mengalami peningkatan 35. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2.291 siswa.633. Prasarana komunikasi penting lainnya yang juga telah ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah stasiun RRI Palangka Raya serta puluhan stasiun Radio Swasta Niaga dan amatir.11).895 m3 meningkat 17.335 m3. Sekolah TK di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 736 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota. sarana sosial 1. c. II . diikuti bisnis 5. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 88. Stasiun TVRI (TV Lokal) dan Stasitiun Relay dari beberapa TV swasta nasional.637 sambungan. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Provinsi Kalimantan Tengah.090.305 pelanggan. Pelanggan terbesar pada Tahun 2006 adalah rumah tangga mencapai 31. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 17. serta perusahaan dan pertokoan 3. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Universitas. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 30.10 .

Profil Daerah Tabel 2.941 19.1.460 II .609 1. serta ditambah puskesmas pembantu. S D 2.275 305. 42 dokter spesialis.1. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 14 rumah sakit umum tersebar di setiap kabupaten/kota. puskesmas pembantu 861 unit.109 e. dan rumah bersalin 57 unit.025 Sumber : Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Sekolah Guru Negeri Swasta 56 1.1. 1. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari 366 orang dokter umum.460 bidan dan 2. 69 dokter gigi.957 1.961 Jumlah Sekolah 736 2. PT 1 12 11.080 7.198 102. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Puskesmas Pembantu 1 Kotawaringin Barat 12 70 2 Kotawaringin Timur 18 103 3 Kapuas 23 120 4 Barito Selatan 10 53 5 Barito Utara 14 68 6 Sukamara 3 27 7 Lamandau 5 41 8 Seruyan 9 38 9 Katingan 15 89 10 Pulang Pisau 10 66 11 Gunung Mas 9 47 12 Barito Timur 8 45 13 Murung raya 11 51 14 Palangka Raya 8 43 Jumlah 157 861 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/Kota Puskesmas Tenaga Dokter Umum Gigi 41 10 28 8 39 9 23 5 25 5 11 5 17 1 14 2 20 1 22 2 18 1 18 3 19 1 71 16 366 69 Paramedis Perawat Bidan 246 139 324 159 368 221 279 90 212 105 72 34 103 59 117 59 205 108 173 148 122 68 170 92 120 65 446 113 2.957 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.801 5.508 4.000 1.744 3.093 32.880 914 201 28.501 1.891 21. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.419 2.490 14. SMU/K 114 126 28.11.12. seperti dapat dilihat pada Tabel 2. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 157 unit.11 .383 222 205. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.834 1.12. Jumlah Sekolah.967 3. Tabel 2. SLTP 327 188 58. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kabupaten. T K 9 727 980 29.972 4.463 3.834 Jumlah 2.605 515 240 13 4.

berada di daerah khatulistiwa dan terletak diantara: 1o19’ sampai dengan 3o36’ Lintang selatan.921 km 2 (28.08 6 Pangkalan Banteng 1. Wilayah Kotawaringin Barat terletak diantara 3 kabupaten tetangga yaitu: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Laut Jawa : Kabupaten Seruyan : Kabupaten Sukamara 2 Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat seluas 10. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai menjadi Kecamatan Kumai.2.32 2 Arut Selatan 2. Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat 2006 Luas km2 Persentase 1 Kotawaringin Lama 1.306 10. KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 2.31 3 Kumai 2.03 Sumber : Kotawaringin Barat dalam Angka tahun 2006 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 17 18 17 10 11 11 84 Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2. Sesuai dengan Undang Undang No.400 22.1. 110o 25’ sampai dengan 112o 50’ Bujur Timur. dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3. Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun. Kondisi Geografi dan Demografi a.53 99.759 km .15 4 Arut Utara 2. 5 tahun 2002.96 5 Pangkaln Lada 229 3.12 . Tabel 2.13% dari luas Kabupaten).21 Jumlah 239.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.218 11.685 24.921 27. Kecamatan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng.10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan.08% dari luas kabupaten) II .2.2. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No.1.

353.29 9.28 2 2 2 O O O O II .330.75 18. Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Rencana areal Transmigrasi (T2) 6. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei.310. Hutan Nasional (TN) 3.03 % 0. Tabel 2. Hutan Produksi Tetap (HP) 3.07 0.462.33 208. Suaka Margasatwa (SM) Total B. 959.12 693. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas 2.921 km (28.48 215.6922.4 C kelembaban udara berkisar antara 85. Dari luasan lahan yang ada. Kawasan Lindung 1.8. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 10.3 C -23.34 10.90 21.759 km . Luasan Kawasan Hutan Dilihat dari Fungsinya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jenis Penggunaannya A. Topografi dan iklim Topografi Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian antara 0 – 50 m dari permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 40% dan digolongkan menjadi 4 bagian dengan yaitu dataran.142. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2. Areal Transmigrasi (T1) 5.Prod/Kaws. Kawasan Budidaya 1. Jumlah hari hujan pada tahun 2006 tercatat 164 hari dan bulan Pebruari merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 22 hari.77 ha merupakan wilayah hutan dengan luasan berdasarkan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 2. Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut. daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit.2.58%. Hutan Lindung (HL) 2. daerah datar berombak.72 8.95 72.676.506.43 27.8 C dan suhu minimum antara 21.73 1.40 32.66 3.13 .452.12 15.01 0.900. Pemukiman & Penggunaan Lain (KPP/KPPL) 4. Kawasan Khusus (KK) 7.24 356.0 C – 33.81 142.47 37. Hutan Wisata (HW) 4. Suhu udara maksimum berkisar antara 31.17 1.990.13% luas kabupaten) dan kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km (3. Kawasan Pengem. Sungai Kumai dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu 498.Profil Daerah b. c.639.907.47 22.08% luas kabupaten).2.544.2.89 265. Danau dan Sungai (DS) Total Sumber : Profil Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Luas (Ha) / Area 8.2.74 83.

diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. Sumber daya manusia Sumberdaya manusia di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia muda. 2. rawa dan laut. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 sebanyak 204. tambang. Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Hal ini ditunjukkan oleh kepadatan penduduk daerah perkotaan yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan.14 .74% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2. Bila dilihat berdasarkan distribusi usia penduduknya. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah perkotaan. dan sumber daya b.84% dan penduduk perempuan 98. Dibidang pertambangan. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 32. Kabupaten ini memiliki beragam potensi sumber daya alam yang meliputi sumber daya hutan. potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. II .16%.906 jiwa. Penduduk laki-laki di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 108. Selain sumber daya alam tersebut diatas Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk pengembangan peternakan. kecil maupun unggas. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki wilayah sekitar 7% dari total luas provinsi Kalimantan Tengah. perairan yang meliputi sungai.229 jiwa atau 51. dan rawa.16%.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. sungai. pertanian dan perkebunan. karet dan kelapa dalam.2.677 jiwa atau 48. Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. Dibidang perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan laut. baik peternakan besar. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 106. Kabupaten Kotawaringin Barat dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). Jika dilihat dari distribusi penduduk.

8 71.9 70. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada posisi ke 7 (tujuh) diantara 14 kabupaten/kota.6 4 103 619.6 (Tabel 2.16 51.610 orang atau sekitar 65.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.000) IPM Peringkat Kalteng Reduksi shortfall Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kota Waringin Barat 2005 2006 70. sebanyak 161.8 93. Tabel 2.2.3.550 orang.07 Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 mencapai 65.2.4).6 92.6 618.30%. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 65.6 7. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 penduduk tidak produktif.07%. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 120. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 52. atau sebanyak 175. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 51.10 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Pada tahun 2006 diketahui jumlah penduduk usia kerja yang aktivitas terbanyaknya bekerja. menurun dari tahun sebelumnya pada posisi 103. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.2.08 102 II .10% dari total keseluruhan. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Rasio Ketergantungan Persentase 32.4. Sedangkan jumlah pencari kerja yang kegiatannya bukan bekerja pada tahun 2006 sebanyak 295 orang.9 7 1. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.74 65.9 7. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan.10% dari total penduduk.5 71.Profil Daerah Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun).15 . Tabel 2.10% dari total penduduk usia kerja. nilai IPM Kotawaringin Barat adalah 71.

jalan provinsi dan jalan kabupaten. hal ini ditunjukkan oleh jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar masuk terminal. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.524. industri. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.07 buah surat yang diterima dari publik. niaga. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 adalah 1. Frekuensi aktivitas angkutan darat pada tahun 2006 cukup besar. Jalan terdiri atas jalan negara.2. II . Bila dilihat dari produksi dan pemakaian listrik di Kotawaringin Barat sejak Januari – Desember 2006 dengan tingkat produksi 65.133 m3 yang meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1. Volume air yang disalurkan sebanyak 1.542 pelanggan yang terdiri dari rumah tangga.450 pelanggan menjadi 30. Bila dilihat dari jumlah pelanggan dan daya terpasang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. b.52 km. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kotawaringin Barat.451.101 Kwh meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 53.463 Kwh yang terjual mencapai 57.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.465. Surat yang diterima oleh seluruh kantor pos jumlahnya mencapai 1.3.689.16 .867 buah paket pengiriman.380 KVA. c. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. dimana pada tahun 2005 sebanyak 29.164.187. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2006 masing-masing adalah 1. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.739. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 15 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan. social. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung.776 pelanggan pada tahun 2006 dengan daya tersambung mencapai 34. Infrastruktur a.386. instansi pemerintah dan khusus.284.866 Kwh.588 m3. Prasarana air minum dan listrik Berdasarkan data BPAM Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2006 jumlah pelanggan air bersih adalah 7.

Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 12 unit.945 518 Jumlah Sekolah 54 169 9 36 11 13 4 1 6 303 e.17 . Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 13 unit.5.156 92 45 38 372 15 54 61 199 51 24 8 14 89 49 1.347 Sumber : Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 10 160 1. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 36 unit SMP terdiri 25 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta. Arut Selatan 4 17 3. MTs ada 11 unit yang terdiri dari 1 negeri dan 3 swasta.2. Pangkalan Lada 1 6 6. Jumlah Sekolah.2.Profil Daerah d. Kumai 3 16 4. Pangkalan Banteng 2 17 Jumlah 12 75 Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 II . Arut Utara 1 7 5. dan puskesmas pembantu 75 unit Tabel 2. SLTA 9 4 3. Tabel 2.259 620 Jumlah 205 98 34. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 338 unit. Jumlah Sekolah.049 337 -MA 1 3 282 238 -SPPM 1 146 -SMK 3 3 1. S D 160 9 22.070 640 3.5.2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 selengkapnya disajikan pada Tabel 2. Sekolah TK di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 108 unit yang tersebar di 6 kecamatan. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.2. T K 1 53 75 3.6.416 2. Sekolah Pertanian Pembangunan Muhamadiyah ada 1 dan sekolah Menengah Kejuruan ada 6 yang terdiri dari 3 swasta dan 3 negeri. Ktw Lama 1 12 2. Prasarana kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki satu rumah sakit umum (RSUD). Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.6. 9 unit negeri dan 4 unit swasta.760 -MI 4 5 1. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.521 1. Tabel 2. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu 1.384 -MTs 2 9 869 836 4.386 2. SLTP 25 11 5.541 10.

sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2. sedangkan kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Seranau (548 km . Pangkalan Lada 9 6.3. 4 desa). Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kalimantan Barat : Laut Jawa : Kabupaten Katingan : Laut Jawa Secara administratif Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 13 kecamatan dan 150 desa/kelurahan. Arut Selatan 4 5 24 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Jumlah Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Barat terdiri dari 19 orang dokter umum. Ktw Lama 4 1 8 2. Kondisi Geografi dan Demografi a. 88 bidan.7. 124 perawat.2. Kabupaten Kotawaringin Timur berada di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayah kecamatan yang paling luas dan juga jumlah desa yang paling banyak adalah Kecamatan Mentaya Hulu (3. 9 asisten apoteker. 30 desa).1.3. Kumai 5 2 18 4.496 km . dengan luas wilayah 16. Tabel 2. dan 67 orang tenaga teknisi lainnya.1. KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2.3 32' 54''LS.113 0' 46''BT dan 1 23' 14''LS . Arut Utara 3 7 5.18 . 8 dokter gigi.380 km .3. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada titik koordinat 111 0 0 0 2 0 01' 50''BT . Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat 20 44 17 10 7 26 124 Asisten Apotiker 5 2 2 9 Tenaga Teknis 5 39 9 3 3 8 67 1. Pangkalan Banteng 3 22 19 8 88 Jumlah Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 2. 2 2 II . Di Kotawaringin Barat tidak terdapat dokter spesialis.

241 Cempaga Hulu 1. Topografi dan iklim Secara geografis letak desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari dua desa berada pada wilayah pantai. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan A 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Jumlah Desa/Kelurahan B C D X 8 0 0 8 3 0 0 4 3 0 2 6 5 0 1 6 1 0 4 5 4 0 0 4 3 0 1 4 9 0 2 11 8 0 0 8 6 0 0 6 5 0 15 6 28 0 2 29 22 1 6 29 105 1 33 126 Y 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 14 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentaya Hilir Utara M.3.Profil Daerah Tabel 2.380 Antang Kalang 2.183 Parengeaan 1.177 Cempaga 1. dua desa berada pada lereng dan 38 desa berada pada daerah dataran. 2007 X = Datar Y = Berbukit-bukit II . Tabel 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. 2006 b.496 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur. 108 desa berada pada daerah lembah/daerah aliran sungai. Luas Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Setelah Pemekaran Kecamatan).19 .3. Baru Ketapang Baamang Seranau Kota besi Cempaga Cempaga Hulu Parengeaan Mentaya Hulu Antang Kalang Kotawaringin Timur Keterangan: Geografis : A = Pantai C = Lereng Topografis: B = Lembah/DAS D = Dataran Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.2.774 Mentaya Hulu 3.975 Kotawaringin Timur 16.3. Baru Ketapang 358 Baamang 591 Seranau 548 Kota besi 2.1. Kondisi Topografi Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Kondisi topografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 128 desa merupakan wilayah dataran dan 20 desa merupakan wilayah perbukitan. Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Luas(km2) Jumlah Desa (Buah) 8 4 6 6 8 4 4 13 8 6 23 30 30 150 Mentaya Hilir Selatan 318 Teluk Sampit 610 Pulau Hanaut 619 Mentaya Hilir Utara 723 M.2.

182 jiwa dengan 2.4.602 KK.20 . sehingga rata-rata ukuran keluarga (size of family) adalah 4.048 KK. Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Teluk Sampit dengan jumlah penduduk sebanyak 8.3. II .3.3.934 mm dan rata-rata hari hujan per tahun 69 hari.061 jiwa dan jumlah KK sebanyak 14.934 69 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.3. Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua sebanyak 38. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.583 jiwa.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kondisi iklim khususnya curah hujan berdasarkan data tahun 2006 menunjukan bahwa curah hujan dan hari hujan tertinggi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada bulan Oktober hingga Mei. 2006 No Bulan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat curah hujan rata-rata tahunan sebanyak 1. Demografi Berdasarkan data statistik. penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur hingga tahun 2005 berjumlah 305. Data yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.07 jiwa per kepala keluarga (KK). Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Mentaya Baru/Ketapang dengan jumlah penduduk 61.3. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk wilayah beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 29 – 33 Celsius.067 jiwa atau 74.913 kepala keluarga (KK). 0 0 c. Tabel 2. Kondisi Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Curah Hujan Hari Hujan (mm) (Hari) 1 Januari 123 4 2 Februari 106 3 3 Maret 169 7 4 April 148 6 5 Mei 489 5 6 Juni 67 2 7 Juli 25 2 8 Agustus 40 3 9 September 36 4 10 Oktober 99 7 11 November 317 13 12 Desember 315 13 Jumlah 1.

00 4. Data yang lebih rinci mengenai kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada Tabel 2.646 7 Seranau 20.30 1.723 6 Baamang 65.061 14.49 2.49 jiwa/km atau rata-rata 2. Kota Sampit terletak di Kecamatan Mentawa Baru/Ketapang.569 4 Mentaya Hilir Utara 11.588 2 Teluk Sampit 13.340 7 Seranau 10.5.60 853 Kotawaringin Timur 18.046 3 Pulau Hanaut 29.02 4.048 3 Pulau Hanaut 18.913 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.602 6 Baamang 38.28 9.04 4.5 dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya dalah kecamatan Mentawa Baru/Ketapang (170.928 5 M.5.3.983 2.022 12 Mentaya Hulu 28.41 2.07 Kepadatan penduduk rata-rata Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 18.272 7.269 4.81 3.06 2.326 6.11 2.Profil Daerah Tabel 2.075 4 Mentaya Hilir Utara 16.786 2.72 2.04 4.308 11 Parengeaan 13.588 6. Baru Ketapang 170.067 74. Tahun 2005 Jumlah Penduduk Jiwa KK 1 Mentaya Hilir Selatan 20.99 3.80 8.3.63 1.289 Jumlah 305. 2007 No Kecamatan 2 Dari Tabel 2.21 .71 2. Tahun 2005 Rata-rata Penduduk Per km2 Per desa 1 Mentaya Hilir Selatan 65. 2006 No Kecamatan Ukuran Keluarga (jiwa/KK) 4.36 942 13 Antang Kalang 8.128 2 Teluk Sampit 8.54 1.80 jiwa per km2).706 5.13 3.044 12 Mentaya Hulu 8.160 13 Antang Kalang 25.034 jiwa per desa.948 9 Cempaga 14.182 2.07 4. sehingga dapat dimengerti bila penduduknya lebih padat dibandingkan kecamatan lainnya.17 3.4. KecamatanII .3.848 3. Rincian Jumlah Penduduk dan Ukuran Keluarga di Kotawaringin Timur per Kecamatan.646 jiwa dan 8. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur per Kecamatan.86 4.14 4.95 4. Baru Ketapang 61.723 jiwa.583 9.684 5 M.034 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.324 11 Parengeaan 24.03 4.18 4.284 10 Cempaga Hulu 11.451 4. Tabel 2.746 8 Kota besi 11.3.012 6.539 10 Cempaga Hulu 13. Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru/Ketapang lebih padat yakni sebesar 9.120 9 Cempaga 18.844 8 Kota besi 25.

253 5–9 23.264 14.203 2.181 55 – 59 2. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.704 40 – 44 8.6.148 36.499 13.330 40.453 20.667 75 ke atas 1.528 3.067 Sumber: Badan Pusat Statistik Kotawaringin Timur.314 7. perkebunan.2. 2007 No Penggunaan II .017 Jumlah 160.312 70 – 74 1.600 100.020 20 – 24 14. 2006 Sex Ratio 108 107 109 110 110 111 112 114 114 114 117 117 119 117 122 125 111 2.3.356 7.176 1. Tabel 2. pertambangan. Tata Guna Lahan Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.36 jiwa/km2 atau 942 jiwa per desa dan 8.501 21. Sumber daya alam Tata guna lahan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi empat kawasan yakni kawasan hutan.630 9. Jumlah Penduduk Kotawaringin Timur Menurut Kelompok Umur. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.81 3 Permukiman dan penggunaan lainnya 238.HL) 674.871 10.46 5 Jumlah penggunaan 1.327 15. Struktur penduduk berdasarkan kelompok umur bahwa jumlah laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan dengan ratio sebesar 111.HPT.3.88 2 Perkebunan 607.083 35 – 39 9.344 15.2.246 17.7. dan yang paling jarang adalah kecamatan Mentaya Hulu dan Antang Kalang masing-masing sebesar 8.867 3.268 60 – 64 2. 2007 Luas Areal Ha % 1 Kawasan Hutan (HP. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Tahun 2005 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0–4 25.551 30 – 34 10.6.7.3.687 18.464 1.60 jiwa/km2 atau 853 jiwa per desa.00 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.680 22.534 0.245 144.429 5.839 2. pemukiman dan penggunaan lainnya yang rinciannya dapat dilihat pada Tabel 2.571 50 – 54 3.674 25 – 29 11.203 48.175 27.996 29.527.276 92.683 15 – 19 17.997 65 – 69 1.58 6 Total wilayah Kotawaringin Timur 1.121 896 2.784 1.440 8.885 45.693 33.822 305.386 10 – 14 20.050 23.700 45 – 49 5.938 10. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kecamatan lainnya relatif lebih jarang penduduknya.22 .821 3.633 4.3.649.44 4 Pertambangan 7.

78%) meliputi kawasan budidaya non kehutanan seluas 982. Perikanan.19%). Tahun 2007 No I Arah Pemanfaatan Luas Areal Ha % 9.93%).151. 2007 Berdasarkan Tabel 2. sungai.490 orang (3.151.3. Rincian Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.070 d. dan pengangguran sebanyak 9.8 diketahui bahwa luasan areal yang terdapat pada Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut yang penggunaannya diarahkan adalah seluas 1.58 59. Mangrove 6.3. Sedangkan tenaga kerja yang tidak menawarkan dirinya untuk bekerja II .158 II Kawasan Budidaya Non Kehutanan a.71 6.596 Sub jumlah (II) 982.16 2. Permukiman dan lainnya (KPPL) 42.191 ha atau 69.158 ha (10.3. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.00 Kawasan Lindung a.78 100.9.87 0. Arahan pemanfaatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi 1. Dari Tabel 2.19 14.Profil Daerah Dari Tabel 2. Tata guna lahan ini tidak termasuk danau.58% dari luas areal wilayah Kotawaringin Timur.23 .746 e.13%).961 ha (59.119 ha (69. Pertanian Lahan Kering 160.649.68 0.119 IV Total wilayah Kotawaringin Timur 1.67 25.276 ha atau 92. Hutan Lindung 159. Tabel 2.961 III Jumlah yang diarahkan pemanfaatannya 1.9 dapat diketahui bahwa potensi tenaga kerja yang sudah diserap lapangan kerja mencapai 135.51 10.459 Sub jumlah (I) 168. bukan angkatan kerja yakni tenaga kerja yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga atau tenaga kerja penerima pendapatan. b.59%) dan kawasan lindung seluas 168.634 b.151. dan lain-lain.3. pertambakan 2. Berdasarkan Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Kalimantan Tengah Tahun 2006 diketahui jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 241.403 orang (56.59 9. Sumber daya manusia Tenaga kerja adalah penduduk pada usia kerja yakni pada kelompok umur 10 sampai dengan 64 tahun.3.238 c. Pertanian 240.699 b.239 orang. Perkebunan 426. Tenaga kerja ini terdiri dari angkatan kerja yakni angkatan kerja yang mencari kerja.59 69.600 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.78% dari luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.527.677 f.7 dapat diketahui bahwa tata guna lahan sudah mencapai 1. Pertanian Lahan Basah 110.8.

175 800 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten kotawaringin Timur.9. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. 2003 Belum Pendaftaran Ditempatkan ditempatkan tahun ini tahun ini tahun lalu SD dan tidak tamat 13 13 SLTP dan setingkat 2 56 48 SLTA dan setingkat 362 1.56 100.126 Sisa/belum ditempatkan tahun ini 2 382 904 1.346 orang yakni masih sekolah sebanyak 46. Lebih jelasnya terdapat pada Tabel 2.13 3. Mengurus Rumah Tangga 40.3.039 2.595 orang (3.47%).3.00 Pencari kerja yang mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja setempat umumnya berpendidikan SLTA/sederajat dan sarjana muda/sarjana.968 b.11.098 416 Sarjana muda/sarjana 675 1.490 II Bukan Angkatan Kerja a. Tabel 2.968 orang (19.24 .3. mengurus rumah tangga 40. Pengangguran 9.008 323 Jumlah 1. 2006 Jenis/tingkat pendidikan Dihapuskan 8 662 456 1. Tabel 2.783 c.239 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Penduduk Kotawaringin Timur Umur 10 tahun ke Atas dan Jenis Kegiatan Utamanya Tahun 2006 Uraian Jumlah (orang) Angkatan Kerja a.595 Jumlah 241. Sebaran Dominasi Kegiatan Mata Pencaharian Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan Mentaya Hilir Sel Pulau Hanaut Mentaya Hilir utara M. Tabel 2.47 16.3.783 orang (16. Sekolah 46. Bekerja 135. Baru Ketapang Baamang Kota besi Cempaga Parengeaan Pangan 0 1 4 2 4 7 1 7 Peternakan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 9 0 4 2 0 0 14 0 0 4 8 3 0 10 0 Perikanan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 3 II .91 3.11. Banyaknya Pencari Kerja Menurut Jenis Pendidikan dan Jenis Penempatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.56%).403 b.3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah sebanyak 96.93 19. Lainnya 8.10.288 Data tahun 2006 menunjukan bahwa pada struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian didominasi pada kegiatan pertanian tanaman pangan. 2007 No I Persentase (%) 56.91%) dan lainnya sebanyak 8.10.

25 .7 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72.3. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.3. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Peringkat secara Kotawaringin Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah relatif tinggi dan berada pada posisi ke 3 (tiga) diantara 14 kabupaten/kota. nilai IPM Kotawaringin Timur adalah 72.5 80 3 624.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kotawaringin Timur 2005 2006 68.7 98.0 8. Infrastruktur a.7 72.12.9 79.7 72. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan II . Tabel 2.12).3.7 87 0.Profil Daerah Kecamatan Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 0 0 0 11 4 0 0 1 0 31 26 Pertanian Lainnya 0 0 1 0 0 4 Pangan Peternakan Mentaya Hulu 28 0 Cempaga Hulu 31 0 Antang Kalang 12 0 Seranau 5 0 Teluk Sampit 1 0 Jumlah 103 1 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.0 8.3. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.12.81 3 2.3.0 98. 2007 Perikanan 0 0 0 0 1 2 Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Prasarana jalan dan transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.5 (Tabel 2. nasional berada pada posisi ke 87.7 622. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah cukup baik. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kotawaringin Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.

Tingkat pelayanan bandara dapat didarati oleh pesawat jenis Cassa 212 dengan kapasitas 19 orang dan Fokker dengan kapasitas 80 orang.33%.300 km). Untuk lebih jelasnya sebaran sarana prasarana transportasi kebupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2. Sebaran Sarana Prasarana Transportasi Kebupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Prasarana Lalu Lintas (desa) Darat Sungai Logistik 1 Mentaya Hilir Selatan 12 0 0 2 Pulau Hanaut 4 2 0 3 Mentaya Hilir Utara 3 3 0 4 M. jalan provinsi (101.37% .707 m melalui sambungan induk sebesar rata-rata II . Asan yang terletak pada posisi 20 22' LS dan 112 56' BT dengan elevasi 3 meter. tidak mantap 8.391. jalan kabupaten (1.750 km). Baru / Ketapang 5 1 0 5 Baamang 3 3 0 6 Kota besi 6 5 1 7 Cempaga 11 1 11 8 Parengeaan 12 7 12 9 Mentaya Hulu 2 28 8 10 Antang Kalang 8 21 10 Jumlah 66 71 42 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan 2007 No Kecamatan Terminal 2 0 0 1 0 0 1 1 1 0 6 Sarana (desa) Dermaga Bandara 2 0 3 0 0 0 1 0 0 1 8 0 4 0 1 0 0 0 0 0 19 1 0 b.417 km) dan jalan desa (44.3. di mana 3. diikuti oleh prasarana darat sebanyak 66.59%.648.03% .13. Angkutan antar daerah di dalam wilayah kabupaten melalui angkutan sungai didukung oleh 19 pelabuhan dan dermaga yang tersebar di seluruh wilayah.26 3 3 . Angkutan darat terdiri dari angkutan yang berpusat di Kota Sampit.02% 76. Kondisi jalan yang ada bervariasi yaitu kondisi mantap berkisar 15.856 km). angkutan lintas kabupaten dengan fasilitas terminal Patih Rumbih di Kota Sampit dan terminal kecil sebanyak 6 buah. terdapat kecamatan yang tidak mempunyai kendaraan roda empat yaitu pulau Hanaut.16.750 km).65% dan kritis 5. Angkutan udara terdapat pada bandar udara H.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. jalan perkotaan (123. Sebaran keberadaan sarana dan prasarana transportasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur.78.3. Tabel 2.131. Prasarana air minum dan listrik Pada tahun 2006 telah didistribusikan sebanyak 3.13. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari jalan nasional (298.724 m air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur. Sarana transportasi terbanyak adalah melalui sarana sungai sebanyak 77.

Cangkupan Pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Penduduk Cangkupan Pelayanan (jiwa) (jiwa) % 1 Sampit 83.401 2.14.450 1.4 12 Panda Hara 2.146 pelanggan.7 7 Kuala Kuayan 5.492 sambungan.006 sambungan.699 486 18. PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur.267 45.742 KWH.912 28.868 m3 per hari.272 36.6 14 Kareng Pangi 2.0 2 Pelangsian 17.1% yang terlayani oleh PLN. dapat dihitung bahwa baru 48.7 Sumber: Corporate Plan 2001-2006. Dari total distribusi yang disalurkan 3.548 dan pemakaian listrik terjual 79.649 1.800 sambungan telepon yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur. II .0 5 Pundu 3.036 54. Prasarana komunikasi dan penginapan Telekomunikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur telah dilakukan dengan jaringan telepon PTSN maupun telepon seluler.180 33.500 19.077m .284 9.0 15 Bagendang 2. sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 14.3.477.868 m3 disalurkan ke 171 pelanggan kantor pemerintahan dan 86.563 66.104 6.042 2.434 3.912 jiwa atau baru 18.413 1.444 m3. yang dapat tersambung dengan jaringan internet.045 1.052 31.605 2. 2007 No Unit kerja Pelayanan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan tenaga diesel. sejumlah 119.0 8 Kasongan 6.27 . Dilihat dari jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur.0 13 Mentaya Sebrang 4.7 10 Samuda 18. Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2006 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66.791 414 14.0 4 Cempaka Mulia 3. Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 8.7 6 Parengeaan 5.073 1.307 984 19.0 9 Tumbang Samba 9.14. ke 3 3 pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 285 pelanggan sebesar 128.724 54.614 39.309.Profil Daerah 61. Cangkupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.265.231 m disalurkan ke pelanggan badan sosial.7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10.8 Jumlah 184. Untuk lebih jelasnya mengenai cangkupan pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.541 1.846 684 24. c.998 10.3 3 Kota besi 6.580 40. Tabel 2. yang disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 13. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan listrik adalah 36.3.8 11 Kuala Pembuang 13.

3.3.467 buah tempat tidur. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Baru /Ketapang 18 41 0 14 6 6 Baamang 7 22 1 5 3 7 Seranau 2 8 0 1 0 8 Kota besi 3 33 0 8 0 9 Cempaga 1 21 0 5 1 10 Cempaga Hulu 1 19 0 2 0 11 Parengeaan 7 30 0 4 1 12 Mentaya Hulu 3 42 0 6 1 13 Antang Kalang 2 35 0 2 0 Jumlah 55 317 1 56 13 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Baru /Ketapang 1 40 44 554 923 6 Baamang 0 31 10 222 398 7 Seranau 0 0 0 0 0 8 Kota besi 0 2 0 0 0 9 Cempaga 0 2 0 0 0 10 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 11 Parengeaan 0 4 6 60 117 12 Mentaya Hulu 0 0 1 19 29 13 Antang Kalang 0 0 0 0 0 Jumlah 1 86 61 855 1. 2007 SMK 0 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 6 PT 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 Pesantren 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 II .3.16. Sebaran Fasilitas Komunikasi dan Penginapan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Komunikasi Penginapan (buah) Warnet Wartel Hotel Kamar T.15.28 .467 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keberadaan komunikasi terdiri dari 1 buah warnet dan 86 wartel sedangkan fasilitas pariwisata terdiri dari 61 penginapan dengan 855 kamar dan 1. Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas komunikasi dan pariwisata dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Sebaran Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur 2006 No Kecamatan TK SD SDLB SLTP SLTA 1 Mentaya Hilir Selatan 4 23 0 5 1 2 Teluk Sampit 0 7 0 0 0 3 Pulau Hanaut 5 25 0 3 0 4 Mentaya Hilir Utara 2 11 0 1 0 5 M.16. Tidur 1 Mentaya Hilir Selatan 0 5 0 0 0 2 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 3 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 4 Mentaya Hilir Utara 0 2 0 0 0 5 M. Prasarana pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2006 berjumlah 772 dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) dan pesantren.3.15. 2007 No Kecamatan d. Tabel 2.

18. Sebaran fasilitas kesehatan dapat dilhat pada Tabel 2.Profil Daerah Menurut Bappeda (2005).576 4.623 1.3.3. Tabel 2. 2005 Sekolah Guru (orang) 1995 2005 * * 972 769 428 476 223 290 204 1. 27 TPD. apotek yang terdapat di 6 desa dan toko obat di 19 desa.739 Peningkatan jumlah sekoah (%) (3.17 Jumlah Sekolah.3. Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan RSU Puskesmas PP TPD Fasilitas Kesehatan TPB Posyandu Polides 14 0 15 8 32 13 17 16 12 4 17 35 38 221 7 2 8 7 5 5 0 11 13 0 13 13 10 94 Apotik 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Toko Obat 5 0 0 1 10 1 0 0 0 0 1 1 0 19 Mentaya Hilir 0 1 4 1 1 Selatan Teluk Sampit 0 0 4 0 0 Pulau Hanaut 0 1 10 1 0 Mentaya Hilir 0 1 6 1 0 Utara M. Tabel 2.399 4.470 36. S D 150 145 23. Prasarana kesehatan Keberadaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 1 (satu) unit Rumah Sakit Umum (RSU). dapat dilihat pada Tabel 2.125 -SMK 4 9 2. 221 Posyandu.18. SLTP 35 33 7.3. 17 unit Puskesmas. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 1995 dan Tahun 2005 Jumlah Sekolah Murid (unit) (siswa) 1995 2005 1995 2005 1.17.6 125 e.142 3. Baru 1 3 9 12 11 /Ketapang Baamang 0 2 4 3 5 Seranau 0 0 4 0 0 Kota besi 0 1 11 1 0 Cempaga 0 2 6 2 1 Cempaga Hulu 0 1 3 1 0 Parengeaan 0 2 9 2 15 Mentaya Hulu 0 1 7 1 14 Antang Kalang 0 2 15 2 15 Jumlah 1 17 92 27 62 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.7) 36.951 Jumlah 232 202** 33. 2007 II .522 6.3) (5. T K 32 * * * 2. 94 poliklinik desa (polindes). guru dan murid tahun pada tahun 2005 dibandingkan tahun 1995 dan tahun 2005.549 23.794 * data tidak tersedia **belum termasuk jumlah TK Sumber : Bappeda Kotawaringin Timur. perkembangan jumlah sekolah. SLTA 11 15 2.29 .

Tabel 2.999 km atau 9.86% dari luas kabupaten) kemudian Kecamatan Kapuas Hulu dengan luas 2.1.30 .128. umumnya di bagian selatan sebagai daerah potensi pertanian tanaman pangan. KABUPATEN KAPUAS 2.00 3.016.1.00 40. dan kawasan non pasang surut umumnya di bagian utara yang memiliki potensi lahan perkebunan karet rakyat dan perkebunan besar swasta.00 0.4.4. 2007 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 14 7 16 13 8 8 14 9 14 9 19 17 148 Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Mantangai dengan luas 6.016.00 2.4.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.00 100. Kabupaten Kapuas meliputi 12 kecamatan dengan luas setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.31%) dan Kecamatan Timpah seluas 2.20 9 Mantangai 6.4.00 Sumber : Kapuas Dalam Angka.1.90 7 Kapuas Murung 491.00 12.128.61 6 Pulau Petak 135.833.35 3 Selat 394. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas 2007 Luas km2 Persentase 1 Kapuas Kuala 427.00 km 2 (40.85 2 Kapuas Timur 202. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kabupaten Gunung Mas : Laut Jawa : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan) : Kabupaten Pulang Pisau 2 Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.00 13.44 11 Kapuas Tengah 1.596.999. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu dari 14 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Kuala Kapuas.77% dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.27 8 Kapuas Barat 480.44%) serta Kecamatan II .00 km2 (17.00 3.63 4 Basarang 206.00 1.00 km2 (13. Kondisi Geografi dan Demografi a. Kabupaten Kapuas terbagi dalam dua kawasan besar yaitu kawasan pasang surut.22 12 Kapuas Hulu 2.37 5 Kapuas Hilir 91.00 17.596.00 1.31 Jumlah 14.86 10 Timpah 2.00 2.00 0.

31 .85 km. Selain sungai di Kabupaten Kapuas terdapat 4 buah anjir/kanal yaitu: Anjir Serapat sepanjang 28 km. Kabupaten Kapuas memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 21 C sampai 23 C dan temperatur maksimum sampai 36 C. 2).000 ha. diantaranya: 1).000 ha. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Kapuas yaitu dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 diatas permukaan laut dengan kemiringan 8 -15 derajat.900 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m diatas permukaan laut. Pada tahun 2007 Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari.499. Sungai Kapuas dengan panjang 600 km. Pemanfaatan lahan terdiri dari lahan pertanian seluas 280.833 km2 (12.38 km.00 km2 (0. Anjir-anjir tersebut menghubungkan beberapa Wilayah perairan dan sungai yang masuk wilayah kapuas O O O wilayah di Kabupaten Kapuas serta wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Pada bagian selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian diantara 0 -5 m dari permukaan laut dengan elevasi 0 – 8% dan dipengaruhi oleh pasang surut.61%). dan 3). Pemanfaatan lahan pertanian meliputi lahan persawahan yang sebagian besar berupa lahan pasang surut dan tadah hujan. Areal hutan di Kabupaten Kapuas sebagian besar berupa hutan gambut dan sebagian diantaranya berupa lahan eks proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan II .900 ha. Lahan non sawah meliputi rawa. lahan kebun dan lainnya 340. ladang/tegalan.22%) sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kapuas Hilir dengan luas 91. dengan panjang 66.Profil Daerah Kapuas Tengah seluas 1. c. Curah hujan setiap tahun berkisar antara 116-973. kebun. rawa dan beberapa sungai besar dan kanal (anjir). serta kolam dan tambak. Sungai Kapuas Murung. Kapuas memiliki wilayah perairan yang meliputi danau. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan dengan sumber daya air yang cukup banyak menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Anjir Basarang sepanjang 24 km dan Anjir Tamban sepanjang 25 km.0 mm. Anjir Kalampan sepanjang 14.5 km. Daerah pantai pesisir sepanjang 189. pemukiman. Selain perbukitan juga terdapat daerah pegunungan dengan kemiringan 15 – 25 derajat. lahan pertambangan. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1. b. dan hutan produksi sekitar 879. sedangkan bulan kering/kemarau terjadi pada Juli sampai Oktober.

4.57 jiwa per km .513 jiwa atau 49. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya.844 22.733 9. Sebaran penduduk banyak terdapat di Kecamatan Selat (26.53% dan penduduk perempuan 167. serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pemerintah pada tahun 1995.261 6.622 9.002 Sumber: Kapuas Dalam angka. II . Tabel 2.236 90.466 171.730 3 Selat 23.811 9.261 19. 2 Kecamatan terpadat penduduknya adalah 2 2 Kecamatan Selat dengan rata-rata 229 jiwa per km dan penduduk paling sedikit terdapat di Kecamatan Timpah dengan kepadatan 4 jiwa per km .206 45.199 Jumlah 89.856 23.109 167. diatas terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kabupaten Kapuas belum merata.334 9.200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan. terdiri dari penduduk laki-laki 171.773 13. d. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kapuas Kuala 10. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas tahun 2007 sebanyak 338. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata 22.32 .451 9 Mantangai 9.583 jiwa.732 6 Pulau Petak 4. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kabupaten atau di ibukota kecamatan.657 12.185 12.686 6.795 5 Kapuas Hilir 3.077 4.070 Penduduk Perempuan 16.583 Berdasarkan Tabel 2.47% dengan sex ratio 102.087 6.586 9.03%). serta Kapuas Kuala (9.352 8.256 10.067 19.64%) sebagai ibukota kabupaten.330 11 Kapuas Tengah 4.528 9.396 6.70%).702 12 Kapuas Hulu 2.12%.275 3. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah.030 44.513 Jumlah 32.070 jiwa atau 50.377 8 Kapuas Barat 4. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101.549 19. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija.882 22.2.663 37.209 17. diikuti Kecamatan Kapuas Murung (13. sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.409 2 Kapuas Timur 5. dan Kecamatan Mantagai (11.875 8.4.208 18.575 338.35%).726 45.2.766 7 Kapuas Murung 12.532 10 Timpah 2.671 11. 2007 No Kecamatan Laki-laki 16.979 4 Basarang 4.114 18.

Sebagian besar (97.415 ha dan hutan produksi 505. sumber daya dibidang kehutan. danau 98 ha. Dari luasan tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 5.780. granit. Adapun sumber daya hutan Kabupaten Kapuas berdasarkan RTRW Kabupaten Kapuas tahun 2005 memiliki luas wilayah hutan 891. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kapuas perlu melakukan penataan pembangunan dan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. rawa dan laut. Sedangkan potensi gambut diperkirakan sebanyak 16.04 ha.04 ha yang meliputi perairan sungai 151.2. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. baik peternakan besar. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Selain sumber daya alam tersebut diatas. Kabupaten Kapuas kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. dan perikanan laut sekitar 25. koalin. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). 3 Berdasarkan data tahun 2005 Kabupaten Kapuas 3 memiliki potensi cadangan batubara sekitar 210 juta ton. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral.4. intan 3. andesit. pertanian dan perkebunan.600 ha.720 ha.1 juta m serta berbagai bahan galian golongan C seperti pasir kuarsa.88%) wilayah hutan produksi dan produksi terbatas sudah diusahakan dan untuk itu perlu kerja keras dalam rangka melestarikan sumber daya hutan ini. b.5 juta m dan emas 2. zircon dan batu gamping.000 ha dan luas potensi perkebunan 340.202 ha.5 juta ton. Kabupaten kapuas memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan.011 ha. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Beberapa potensi sumber daya alam di Kabupaten Kapuas meliputi sumber daya alam tambang.362. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.Profil Daerah 2. Hal ini karena wilayahnya berupa hamparan yang luas dan kaya dengan hijauan sebaga sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan.000 ha. mika.394 ha dan selebihnya berupa hutan produksi terbatas 380. Dibidang perikanan Kabupaten Kapuas memiliki sumber daya perairan dengan luas perairan mencapai 333.33 . rawa 156. Luas areal pertanian sekitar 280. kecil maupun unggas. Sumber daya alam Kabupaten Kapuas memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat II . Kabupaten Kapuas memiliki potensi sumber daya tambang yang besar.

3 11 Seruyan 70.9 12 Lamandau 70.4 70.4. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).2 13 Sukamara 70.34 .9 70. Angka partisipasi sekolah II . Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.3.3 5 Gunung Mas 71.8 (Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3). nilai IPM Kabupaten Kapuas adalah 72.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM.0 14 Pulang Pisau 69.0 2 Barito Utara 72.2 71.4 69.0 10 Katingan 71.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota 2006 77.2 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.5 6 Kapuas 71.3 72.5 4 Barito Selatan 71.6 8 Barito Timur 70.1 9 Murung Raya 71.3 Kalimantan Tengah 71.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.4.6 71. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. berada pada posisi ke 6 (enam) diantara 14 kabupaten/kota.6 71.4.5 71.4.9 72.9 71.7 72. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.9 73. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .4 72. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.8 3 Kotawaringin Timur 72.8 7 Kotawaringin Barat 71.1 73. Nilai IPM Kabupaten Kapuas termasuk kategori sedang. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Tabel 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah IPM 2005 1 Palangka Raya 77.

3 93.102. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 206.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Kapuas 2005 2006 70.98 km dalam keadaan rusak.35 km dan jalan kabupaten sepanjang 1. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibukota kecamatan.3 7.9 71.6 6 Perkembangan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 menunjukkan sedikit peningkatan. Tabel 2.4. 2.9 94.48%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 308.7 624.3 7. Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Kapuas masih berupa tanah. jalan provinsi 463.98 km (17.710. sebagai prasaran transportasi yang penting lainnya di Kabupaten Kapuas adalah prasarna transportasi air. atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kapuas sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.Profil Daerah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.634.3 70.4.9 km. Rata-rata lama sekolah 7.85 km. Prasarana Transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.3 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.0 7 627. Infrastruktur a. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.42 km. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kapuas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. II .43%) atau 1. sepanjang 298.2 105.89 km (18.6 72. Selain prasarna jalan.05%) dalam keadaan baik.4. namun rata-rata lama sekolah masih tetap.710. Dari sepanjang 1.10 km yang terdiri dari jalan negara 459.8 98. Panjang jalan di Kabupaten Kapuas pada tahun 2007 adalah 2.85 km jalan kabupaten tersebut sebagian besar (64.3.0 1.35 .

Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2007 masing-masing adalah 48.936 Kwh atau meningkat 4. Jumlah pelayanan surat pos yang terjadi di seluruh kantor pos pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 202.938 m . b. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 10. 76 kotak pos dan 13 unit bis surat.301. tongkang dan tiong.825 pelanggan. instansi pemerintah 164.26% dibanding tahun 2006 sebanyak 2. serta perusahaan dan pertokoan 251.051.985. Alat transportasi sungai yang ada di Kabupaten Kapuas meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya.750 m 3 Banyaknya air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 3 meningkat 12. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang dialirkan yang bersumber dari 21 unit pembangkit tenaga diesel sebanyak 2.663 pelanggan. II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kapuas dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Kuala Kapuas.863.255 pelanggan atau mengalami peningkatan 3% dibanding tahun 2006 sebanyak 10. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Kapuas bersumber dari sungai yang diolah dan dikelola oleh 10 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kapuas. Jumlah pelanggan selama tahun 2007 tercatat sebanyak 41. 2 unit pos kelingling.17% dibanding tahun 2006 sebanyak 2. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebanyak 11. c.950 pelanggan. kelotok. dengan kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga R1 mencapai 36.056 buah paket pengiriman dan 11. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. long boat.718 paket penerimaan.248 pelanggan.36 . sarana umum 95 dan badan sosial dan rumahsakit 82 pelanggan. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. 2. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kapuas. speed boat.152 unit. Di Kabupaten Kapuas terdapat 8 unit kantor pos yang tersebar di delapan kecamatan serta ditambah dengan 4 unit rumah pos.948 Kwh.

214 bidan dan 233 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.6. Sekolah TK di Kabupaten Kapuas sebanyak 103 unit yang tersebar di 12 kecamatan.936 orang. 13 dokter gigi. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 502 unit. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 91 unit SMP terdiri 52 SMP Negeri dan 39 SMP Swasta.680 25. II . STAI= Sekolah Tinggi Agama Islam) Sekolah e.834 728 Sumber : Kabupaten Kapuas Dalam Angka.Profil Daerah d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kapuas sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.024 2.37 . SLTP 52 39 7. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas terdapat 1 rumah sakit umum.091 orang.265 545 159 31 5.STIE 1 342 35 1 . T K 102 2936 272 102 2.5. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Guru Jumlah Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah 1. puskesmas pembantu 39 unit. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.4. SMU 16 15 7. seperti dapat dilihat pada tabel 2.300 2. Tabel 2. S D 384 118 54.457 13. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas tahun 2007 terdiri dari 35 orang dokter umum.363 3. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 2.771 666 419 91 4. 4 dokter spesialis.STAI 1 749 71 1 Jumlah 452 276 68.199 5. dan Perguruan Tinggi 2 unit dengan jumlah mahasiswa 1.510 878 502 3. Jumlah Sekolah. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 31 unit. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kecamatan. serta ditambah puskesmas pembantu di setiap UPT transmigrasi yang ada di kabupaten Kapuas. 2007 (STIE= Sekolah Tiggi Ilmu Ekonomi.721 1.PT: . dan polindes 25 unit.4. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 23 unit.

5.38 0 0 0 0 .6. : Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak membujur atau memanjang sepanjang sungai Barito dengan letak 1 20‘ Lintang Utara – 2 35 ‘ Lintang Selatan dan 114 – 115 Bujur Timur. : Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. : Kabupaten Kapuas. : Kalimantan Selatan.1. sehingga posisi dan perbatasan mengalami perubahan sebagai berikut : • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) dengan batas wilayah: • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 No Tenaga Dokter Umum Gigi 1 Kapuas Kuala 2 2 1 2 Kapuas Timur 1 1 1 3 Selat 6 8 2 4 Basarang 1 1 0 5 Kapuas Hilir 1 1 1 6 Pulau Petak 1 1 0 7 Kapuas Murung 4 4 2 8 Kapuas Barat 1 1 0 9 Mantangai 31 3 1 10 Timpah 1 1 1 11 Kapuas Tengah 1 2 1 12 Kapuas Hulu 1 1 1 Jumlah 51 26 11 Sumber : BPS. : Kabupaten Kapuas. : Kabupaten Barito Timur.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.664 km2 terdiri dari 12 Kecamatan. Setelah pemekaran pada tahun 2002 luas II .4. KABUPATEN BARITO SELATAN 2. Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) mempunyai luas wilayah 12. Kabupaten Kapuas Dalam Angka 2007/2008 Kecamatan Puskesmas Paramedis Perawat Bidan 17 10 10 6 55 37 10 15 9 13 11 15 46 29 13 5 21 25 10 9 9 14 6 6 217 184 2. Berdasarkan Undang-undang Nomor 05 tahun 2002 Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.5.

461 121.099 1. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. serta kawasan pemukiman dan wilayah pengembangan.830 km2 terdiri dari 6 Kecamatan.39 2 . Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sumber daya pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan. Pada Tahun 2006 jumlah Penduduk Barito Selatan menjadi 122.099 16.310 jiwa dengan kerapatan penduduk rata-rata 14 jiwa/km2. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 12.71 13. b.933 8.54 21.39 12.50 C (bulan Oktober) dan suhu minimum 24.5. kawasan konservasi. Rata-rata hujan tiap tahun 2.5.578 jiwa laki-laki dan 60.00 Jumlah penduduk 11.065 1. termasuk daerah hujan tipe B.50 C (bulan Juli).664 km2 terdiri dari kawasan hutan. yaitu iklim yang memiliki 1-2 bulan kemarau dalam setahun.665 mm dengan 107 hari hujan.89 100.Profil Daerah wilayah menjadi 8.829 1. Temperatur rata-rata antara 25 – 27 C. O O O d.470 15. Jumlah penduduk dan kerapatan penduduk Barito Selatan menurut kecamatannya dapat dilihat sebagai berikut. c.830 km . Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Barto Selatan Tahun 2004 sebanyak 121.133 45.830 % luas 8.929 jiwa yang terdiri dari 62. Luas wilayah Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Barito Selatan setelah Pemekaran (2004) No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gn.2. 7 kelurahan dan 83 desa termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Suku Terasing (PMST). dengan suhu maksimum 27. Topografi dan iklim Kabupaten Barito Selatan terletak di garis Khatulistiwa.310 Kepadatan (jiwa/km2) 16 8 15 25 14 8 14 2.417 16. kawasan hutan produksi. Sumber daya alam Kabupaten Barito Selatan dengan luas 8.730 16. Tabel 2. kawasan pengembangan hutan rakyat. memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat beraneka ragam.196 1. Bintang Awai Jumlah Luas Wilayah ( km2 ) 708 2.351 perempuan. Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah aliran sungai II .1.02 23.45 20.

Mata kucing.2). granit.4. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. danau dan rawa yang tersebar di seluruh kecamatan.4 97 3. tanah liat. Potensi tambang wilayahini diantaranya minyak bumi dan potensi bahan galian seperti pasir kuarsa. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Selatan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.0 71. Tebu.5 68. Coklat. kaolin. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik.5 620.5 72.3 97. Potensi kekayaan tambang wilayah ini juga masih banyak tersimpan dan menunggu waktu dapat dimanfaatkan. Bintang. Kabupaten Barito Selatan memiliki bentangan hutan alam yang luas dan kaya berbagai macam ragam jenis pohon dan hasil hutan ikutan lainnya yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi. Pensil dan lain-lain.5.3 (Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Dengan potensi sungai.0 8. nilai IPM Kabupaten Barito Selatan adalah 72. serta berbagai jenis anggrek juga tumbuh subur seperti : Anggrek hitam. menyimpan potensi yang sangat besar di sektor perikanan. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 97 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 125.5. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 . Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Barito. dan batu bara.2. Di Barito Selatan juga terdapat ekosistem air hitam yang konon hanya ada dua (2) saja di seluruh dunia.0 8.40 . Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. kawasan ini sangat cocok untuk studi / penelitian dan obyek wisata.80 4 II . b. nilai IPM Kabupaten Barito Utara berada pada posisi ke 4 (empat) diantara 14 kabupaten/kota. Bulan.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67.9 98.2.3 125 6 625.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.

2 km dari tahun ke tahun. c. b.598 unit).507 unit.3. dan Terminal Tabukan.69 km (43. Pada tahun 2004 telah dilakukan perbaikan sepanjang 67. Prasarana listrik dan air minum Pada tahun 2004 prasarana listrik hampir menjangkau sebagian besar wilayah Barito Selatan. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. meningkat 11. Dalam dua tahun terakhir jalan menuju dan dalam kota Marabahan telah menggunakan bahan aspal hotmix. Transportasi darat berupa mobil angkutan. Transportasi di Barito Selatan terdiri dari transportasi darat dan sungai. Prasarana komunikasi Sarana komunikasi di Kabupaten Barito Selatan sebelum tahn 2003 masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel dan kantor pos. Terminal Handil Bakti. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. sebagian besar ruas jalan yang rusak mencapai 324. speed boat. Dari sebanyak 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40. Saait ini f asilatas telepon Flexi dari II .3 km (54. Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat) sehingga penduduk di wilayah ini sudah dapat menggunakan telpon seluler. Terminal Anjir Pasar.Profil Daerah 2. bus air dan motor boat.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. Pada tahun 2002. dan masih terdapat jalan rusak sepanjang 256.35%). 33 miliar. serta tersedia 81 Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Barito Selatan. 14 miliar.8%). Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. Di samping itu. Hingga tahun 2004 telah beroperasi juga berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL.088 unit/ rumah atau meningkat 18.707 unit/rumah.41 . perbaikan dan peningkatan beberapa jembatan kayu ulin menjadi konstruksi beton telah dibangun dengan penambahan siring beton sepanjang 200 m dengan biaya sebesar Rp.61 km (11.4%) dengan biaya Rp. Infrastruktur a. guna memperlancar arus transportasi. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Marabahan. Prasarana transportasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang 592.5.

849 orang.65 km dengan total biaya Rp.3). Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. Tenaga Medis.42 .721 551 1. Jumlah Sekolah.383 orang.3.7 miliar.5. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 183 unit. dan Bidan Teladan dan Dokter Teladan Se-Kalsel.363 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka. pemerintah Kabupaten Barsel telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer.000 km. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. Juara I Balita Sehat Indonesia. Prasarana kesehatan Kabupaten Barito Selatan memiliki fasilitas rumah sakit.680 25. SMU/K 5.. Spesialis dan Paramedis. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 42 unit SMP terdiri 23 SMP Negeri dan 19 SMP Swasta.203 10. f.603 246 Guru Negeri Swasta 12 207 1. Tabel 2.376 3. S D 3. e.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. Posyandu. Prestasi bidang kesehatan yang telah diraih dalam tahun 2003 antara lain: • • • Juara II Dinas Kesehatan Berprestasi.5.319 116 312 165 195 63 1. 25. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006 Sekolah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 2 38 171 12 23 19 7 10 Murid Negeri Swasta 180 1. SLTP 4. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 17 unit dengan jumlah siswa 1.107 1.834 Jumlah Sekolah 40 183 42 17 282 728 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Barito Selatan sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA (Tabel 2.423 1. yaitu RSUD Marabahan tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas. II .838 3. 6. PT: Total 203 79 15. dengan jumlah murid tahun 2006 sebanyak 1.248 Jumlah 452 276 68.572 1. T K 2.462 4. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. 2007 Sekolah TK di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.

khususnya dalam kaitan perkembangan pemerintahan dan pembangunan. yaitu: BPD Cabang Marabahan. Kabupaten Barito Utara terletak pada posisi geografis 114 27’ 00” – 115 49’ 00” BT dan 0 58’ 30” LU – 1 26’ 00” LS dengan batas-batas wilayah: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur.6. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Muara Teweh ditetapkan berdasarkan UU No. Tanah Siang. Awalnya.43 O O O O .6. yaitu wilayah Pembantu Bupati yaitu Kecamatan Murung.Profil Daerah g.22 Tahun 1946. dan : Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas. Laung Tuhup. Selanjutnya. : Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. Montallat. wilayah Kabupaten Barito Utara mencakup 1 (satu) wilayah Pembantu Bupati dan 11 (sebelas) Kecamatan.1. BNI 46 Cabang Marabahan. Kondisi Geografi dan Demografi a. melalui SK Mendagri tanggal 29 Juni 1950 No. BRI Cabang Marabahan. Sumber Barito. dengan ibukotanya di Puruk Cahu. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Selatan beroperasi tiga bank. tentang Pokokpokok Pemerintahan Daerah. yakni mencakup wilayah seluas 32. Seiring perkembangan wilayah.000 km2. KABUPATEN BARITO UTARA 2. dengan 6 Kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah.0.300 km2. Setelah adanya pemekaran Kabupaten pada Tahun 2002. Gunung Purei dan Lahei dengan 10 Kelurahan dan 93 Desa. Gunung Timang. Pada saat itu wilayah Kabupaten Barito Utara masih sangat luas. Permata Intan.17/15/3. Lahei. Montallat. 2. maka Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah ± 8. maka sejak tahun 1982 Kabupaten Administrastif Murung Raya diubah statusnya menjadi Kantor Pembantu Bupati Wilayah Murung Raya dengan ibukota tetap di Puruk Cahu.5 Tahun 1974. Teweh Timur dan Gunung Purei. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. Kecamatan Teweh Tengah. Teweh Timur. wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai daerah otonom membawahi wilayah kabupaten administrasi Murung Raya. Gunung Timang. Wilayah Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya menjadi Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu. : Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan. terluas ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. menyesuaikan dengan keberaan UU No. II .

yaitu dari 3.08% per tahun. : 159.853 jiwa atau 51. 2 II .050 jiwa atau 48. : 69.44 .000 – 3. dan Wilayah dengan curah hujan antara 2.78% atau dengan sex ratio 105.0%.903 jiwa dengan dengan laju pertumbuhan 1. : 186. d. Demografi Jumlah penduduk sampai dengan Januari 2007 adalah 114.605 ha.22% dan penduduk perempuan 56.850 Ha. Yang dipengaruhi oleh musim.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.000 Ha.000 mm/tahun dibagian selatan menjadi lebih dari 4.506 ha.500 – 3.792 ha. Keadaan temperatur udara rata-rata maksimum lebih kurang 35 C dan minimum kurang lebih 20 C dengan kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun.506 ha. Berdasarkan data dan peta curah hujan Kabupaten Barito Utara dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu sebagai berikut: • • Wilayah dengan curah hujan antara 3. Topografi dan iklim Iklim di Kabupaten Barito Utara termasuk iklim tropis yang lembab dan panas. yaitu musim hujan dan musim kemarau.500 mm pertahun. Menurut peta curah hujan Provinsi Kalimantan Tengah.000 m/tahun dibagian utara. dan : 133 ha. Lahan dan penggunaannya Luas Kawasan Kabupaten Barito Utara berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003 adalah 830. : 6. : 91. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Utara rata-rata kerapatan 14 jiwa per km . Penduduk di Kabupaten Barito Utara tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 58.000 mm pertahun O O c. Wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai curah hujan yang tertinggi diantara kabupaten-kabupaten lainnya.000 ha. sedangkan menurut RTRW Kabupaten Barito Utara Tahun 2004 / RTRWP Tahun 1999 luas potensi hutan seluas 485. Luas Kawasan hutan dapat dirinci sebagai berikut : (1) Hutan Produksi (2) Hutan Lindung (3) Cagar Alam (4) Kawasan Pengembangan Produksi (5) Hutan Produksi Terbatas (6) Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (7) Lokasi Transmigrasi : 316.787 ha.

Profil Daerah 2. tambang.8 (Tabel 2. pemerintah Kabupaten Barito Utara telah membangun dua unit DAM kecil di daerah Trinsing dan Trahean Kecamatan Teweh Tengah.1). terdiri dari perairan Sungai.6. Sumber daya alam di Kabupaten Barito Utara adalah meliputi sumberdaya lahan pertanian dan perkebunan. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.6.2. II . nilai IPM Kabupaten Barito Utara adalah 73.1. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Berdasarkan kondisi fisik. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. b.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72. rawa dan laut.928 Ha. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber daya alam Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Rawa. Waduk dan Air Genangan. Untuk mendukung pengembangan pertanian. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. Kabupaten Barito Utara memiliki Luas perairan umum (Perairan air Tawar) 4. Danau. Hanya areal sawah di daerah ini yang menggunakan sarana irigasi (semi teknis). nilai IPM Kabupaten Barito Utara termasuk tinggi berada pada posisi ke 2 (dua) diantara 14 kabupaten/kota.6. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. sumber daya dibidang kehutan. meskipun bila dilihat secara nasional masih perlu lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Selebihnya masih merupakan sawah tadah hujan. wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi yang cukup baik bagi pengembangan usaha pertanian tanaman pangan dan holtikultura.45 .

1 73.46 . Beberapa diantaranya saat ini tengah mengikuti program pendidikan S-2 di luar negeri. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai pencari kerja tahun 2006 adalah 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Utara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.17 2 Keberhasilan pembangunan SDM di wilayah ini dapat pula dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja di wilayah ini.4 7. peningkatan mutu pendidikan.8 77 2 622. S-1 dan Program Pascasarjana.0 98. keterampilan dan kesehatan. serta mendukung pengembangan potensi daerah dalam bentuk sekolah kejuruan.5 8. Pembangunan SDM juga dilakukan melalui peningkatan pembangunan bidang kesehatan.9 61 4. Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong perkembangan aktivitas pendidikan adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan.2 72. Indikatornya antara lain: II . Orientasi pendidikan juga diarahkan agar memenuhi standar akreditasi pemerintah serta responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan bursa tenaga kerja.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 71. dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Peran serta ini antara lain dengan mendorong peran aktif lembaga GN-OTA.4 98.252 orang.3 71. Pengembangan SDM di kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3. Selebihnya adalah SLTP 6%.0 616. Beberapa kebijakan dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang telah ditempuh antara lain pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. Tingkat pendidikan pencari kerja sebagian besar adalah Sarjana Diploma dan Sarjana Strata-1 sebesar 44% dan lulusan SLTA sebesar 37%. peningkatan relevansi pendidikan.6. Komite Sekolah dan lembaga sosial lainnya guna membantu anak usia sekolah dari kalangan kurang mampu.1. Universitas Palangka Raya. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. SD 6% dan tidak tamat SD 7%.

II . 2. transportasi sungai merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan.50 2 Jalan Provinsi 14. Di musim hujan kondisi jalan sangat licin dan hampir tidak bisa dilewati pada tempat-tempat tertentu yang terjal dan pada musim kemarau dibatasi oleh debu yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Montallat. Jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat.46 3.47 .97 4 Jalan Desa 36. • Peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.00 3. dan • Peningkatan produktivitas kerja. Untuk melayani fasilitas kapal-kapal sungai tersebut.6.20 244. tetapi jalur ini sangat tergantung keadaan alam.68 295. Prasarana transportasi Jaringan jalan darat di Kabupaten Barito Utara menurut statusnya terbagi atas jalan negara.04 Jumlah 123. provinsi. Transportasi sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan penting.2.95 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Transportasi melalui Jalan Darat (melalui jalan Negara) arah selatan menuju Banjarmasin dengan jarak ± 425 km ditempuh rata-rata 8 – 10 jam perjalanan.40 3 Jalan Kabupaten 86.88 104. Jalan Negara yang melewati Kabupaten Barito Utara adalah merupakan jalur jalan antar provinsi yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (dari Banjarmasin) ke arah Ampah-Kandui-Muara Teweh. • Penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan.Profil Daerah • Peningkatan usia harapan hidup. 2007 Status Jalan Baik (km) Rusak Berat (km) 64. tersedia Dermaga apung pada ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan. Tabel 2. khususnya kota Muara Teweh.569. kabupaten.93 249.47 Pada jalan HPH sebagian jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan pihak perusahaan.130. baik untuk pengangkutan orang ataupun barang ke dan dari daerah pedalaman.85 792. desa dan jalan HPH. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.58 229. Infrastruktur a.40 77.60 63. Panjang dan kondisi jalan berdasarkan status di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 No Kondisi Sedang Rusak (km) (km) 1 Jalan Negara 213.08 5 Jalan HPH .2. khususnya pada daerah yang berbasis utama pada daerah aliran Sungai Barito dan anak sungainya.6.3.47 205.

Saat ini rute penerbangan Muara Teweh. Pesawat jenis BN dan Casa 212. Fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Barito Utara. ibukota Kabupaten Barito Utara tersedia satu buah kantor cabang PT. Muara Lahei dan Kandui. Lapangan udara di Kabupaten Barito Utara ada satu buah yaitu yang berada di kota Muara Teweh jalan Pendreh Kecamatan Teweh Tengah dengan nama Bandara Beringin. Sarana air bersih dari PDAM umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan seperta Muara Teweh. Transportasi melalui Sungai Barito dan Anak Sungai Barito dengan jarak ± 700 km ke arah selatan menuju Banjarmasin dengan waktu tempuh menggunakan Tongkang mesin sendiri atau ditarik dengan Tugboat ± 48 jam. Indosat. LTH. SLJJ dan SLI. beserta derivatnya. Pelayanan Pos di Barito Utara tersedia satu unit Kantor Pos di Muara Teweh. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa.48 . Direncanakan untuk tamban layanan internet dalam beberapa bulan ke depan akan beroperasi provider dari telkom dengan produknya speedy net. Palangka Raya dan Banjarmasin dibuka dua kali seminggu oleh perusahaan penerbangan perintis Dirgantara Air Servis (DAS). Surabaya. b.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tumpung Laung dan Muara Lahei. Pelayanan telekomunikasi di Muara Teweh. Selain itu juga tersedia fasilitas internet menggunakan telkomnet instan.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Beberapa operator telepon seluler yang saat ini aktif adalah Telkomsel. c. Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang berupaya membangun Bandara Baru di desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah kurang lebih 25 km dari Muara Teweh untuk mengantisifasi perkembangan transport udara. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten. Tiki dan lain-lain. di Muara Teweh ada beberapa cabang perusahaan jasa titipan (travel) yang siap untuk membantu melayani barang-barang kiriman seperti KGP. II . Kapasitas bandara mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 200 jurusan Muara Teweh Jakarta. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Barito Utara adalah tersedianya kantor Pos. Guna melayani kiriman melalui titipan. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN umumnya telah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Barito Utara. XL.

4). Sarana Pendidikan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 Jenjang Negeri Swasta Sekolah 1 TK/RA 1 55 2 SD/MI 177 6 3 SDLB 1 0 4 SMP/MTs 19 14 5 SMA/MA 6 7 6 SMK 2 0 7 PT 0 3 Jumlah 206 85 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Pustu dan Polindes Per Kecamatan Tahun 2006 No 1 2 Kecamatan Montallat Gunung Timang Nama Puskesmas Jumlah Puskesmas Pembantu 7 5 3 3 9 3 10 6 7 4 4 7 8 2 69 Jumlah Poliklinik Desa (Polindes) 6 4 3 3 7 3 1 4 2 7 40 Tumpung Laung Kandui Ketapang 3 Gunung Purei Lampeong 4 Teweh Timur Benangin Mampuak 5 Teweh Tengah Muara Teweh Lanjas Lemo PIR Butong Sei Rahayu 6 Lahei Lahei I Lahei II Benao Jumlah 14 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Puskesmas. Puskesmas. Polindes dan Posyandu serta Apotek (Tabel 2.Profil Daerah d.3). 2007 II .6. Tabel 2.4. Kondisi sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut : – 101 unit dalam kondisi baik – 59 unit mengalami rusak ringan – 64 unit mengalami rusak sedang – 67 unit mengalami rusak berat.3. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 291 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi yang terdiri dari 206 milik pemerintah dan 85 swasta (Tabel 2.49 .6. Tabel 2. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Barito Utara yang ada adalah Rumah Sakit Daerah Muara Teweh Tipe C.6. Puskesmas Pembantu. 2007 No Total 56 183 1 33 13 2 3 291 e.6.

Kondisi Fisik dan Geografi a.7.7. yaitu: BPD Cabang Muara Teweh. f.700 Ha atau kurang lebih 2% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Bank Mandiri serta Asuransi Jiwasraya dan Bumi Putera. KABUPATEN SUKAMARA 2. pantai dan tanah lainnya. BRI Cabang Muara Teweh. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Utara beroperasi beberapa bank.1. Jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah menurut kecamatan disajikan dalam Tabel 2. sarjana kesehatan masyarakat 11 orang.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tenaga yang ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 367 orang. BNI 46 Cabang Muara Teweh. Wilayah kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan dan 29 desa. dengan batas – batas wilayah. yang terdiri dari hutan. Luas dan batas wilayah Luas wilayah Kabupaten Sukamara adalah 3. dan tenaga kesehatan lainnya 64 orang. bidan 101 orang.827 km atau 382. dokter umum 20 orang. Balai Riam. II . 2. tenaga non teknis kesehatan sebanyak 34 orang. Tenaga dokter spesialis 3 orang. perawat 126 orang. Jelai. yaitu Kecamatan Sukamara. apoteker 3 orang. sarjana keperawatan 3 orang.1 berikut. danau. Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung merupakan kecamatan baru yang telah sesuai Perda Kabupaten Sukamara No.7.50 . terdiri dari tenaga teknis kesehatan sebanyak 305 orang. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) 28 orang. Secara geografis kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai 3°07' Lintang Selatan (LS) dan 110°25' sampai dengan 111°9' Bujur Timur (BT). sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Kabupaten Kotawaringin Barat : Laut Jawa : Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat 2 Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 (lima) kecamatan. 03 Tahun 2006 tanggal 12 April 2006 tentang pembentukan Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung yang selanjutnya diundangkan pada tanggal 05 Mei 2006. genangan air. sungai. rawa. Pantai Lunci (diresmikan tanggal 15 Juni 2006) dan Permata Kecubung (diresmikan tanggal 17 Juni 2006). dokter gigi 4 orang.

00 676.21 Persentase terhadap Luas Kabupaten (%) 26.51 .560 16.26 km .000 133.65 21.7. 1 2 3 4 5 Kecamatan Kelurahan Desa 6 4 8 4 7 29 Luas (km2) 1.600 98. Daerah ini dipengaruhi oleh pasang surut dan penggunaan lahan yang cocok adalah untuk tambak.275 18.350 34. II .86 20.7.7 m di atas permukaan laut (dpl). Letak Kabupaten Sukamara berdasarkan ketinggian disajikan pada Tabel 2.00 Sukamara 2 Jelai 1 Balai Riam Pantai Lunci Permata Kecubung Jumlah 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara 2006 Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 Kecamatan.95 3.26 804.980 780 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.035 52.827. Topografi Topografi merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian lokasi untuk investasi/budidaya pertanian dalam arti luas.375 2 Jelai 1) 59.200 17. 2 2 2 2 b.Profil Daerah Tabel 2.92% terletak pada ketinggian 0 .475 3 Balai Riam 2) 1. pertanian tanah kering dan sawah.01 17. Daerah lainnya yang terletak pada ketinggian 7 .7.500 Data pada Tabel 2.2 Ketinggian Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0–7 m 7–25 m 25–100 m 100–500 m Induk 1 Sukamara 31. mangrove/konservasi pantai dan sawah.250 80.00 796.08% yang peruntukan penggunaanya cocok untuk perkebunan.69 100. Jumlah 84.00 522.028 km . menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara sekitar 25. tergantung pada parameter fisik dan kimia tanah lainnya.80 13.500 m dpl sekitar 74. kelapa. Setiap tanaman memerlukan topografi yang sesuai agar dapat berproduksi optimal.2. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Balai Riam seluas 522.130 780 JUMLAH 82. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sukamara dengan luas 1.7. Topografi dan iklim 1).2.1 Jumlah Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukamara No.925 56. kemudian Kecamatan Pantai Lunci dengan luas 804 km dan Kecamatan Jelai seluas 796 km .525 160.028. Tabel 2.900 316.

misalnya pembangunan jalan dan gedung. yang berjarak 2 – 5 km dari pantai. baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai. Fisiografi Kajian fisiografi merupakan salah satu pendekatan keruangan yang menganalisa karakteristik bentang alam berdasarkan persamaan sifat-sifat fisik tanah. Dataran ini dapat dijumpai terutama di antara di sekitar Sungai Jelai dan pantai. Penggunaan lahan dengan kemiringan > 40% ini disarankan kawasan lindung/ kawasan hutan. yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar. Analisis fisiografi juga sebagai masukan dalam analisis daya dukung lingkungan. kemiringan 15-40% berbukit dan kemiringan > 40% bergunung.3.375 316.3. Topografi tanah dengan kemiringan 0-2% termasuk datar. namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai.7. Lahan gambut Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee).900 Jumlah 197.52 . kemiringan 2-15% dari bergelombang sampai berbukit.7.600 133. Seluruh wilayah daratan rendah.7.3 Kemiringan Lahan Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% >40% Jumlah Induk 1 Jelai 133. Data kemiringan lahan Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.375 ha.825 29. sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome).700 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Topografi yang digambarkan dalam kemiringan tanah mempunyai peranan yang penting dalam pemanfaatan tanah baik untuk pembangunan pertanian maupun untuk pembangunan infrastruktur. tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa.200 84.800 37. II .400 84.000 46. yaitu dengan kemiringan lahan lebih dari 40%. Terbentuk dari hasil pengendapan pantai. masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Daratan rendah. Letaknya agak tinggi. 2).025 29. endapan pantai Wilayah ini terdapat di tepi pantai. Berdasarkan Tabel 2. endapan sungai Wilayah ini terdapat di tepi sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil. yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klimaks.700 3. Wilayah Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi beberapa fisiografi sebagai berikut : Daratan rendah. Tabel 2.500 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus.000 3 Balai Riam 18. tanah yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya seluas 3.375 98.600 2 Sukamara 46.

pasir lepas berwarna kekuningan halus-kasar. berukuran 1 – 3 cm. batuan endapan pantai Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah. tebal sekitar dari 50 – 100 m. 1976). 3). Endapan yang dihasilkan oleh proses di sungai menghasilkan tanah endapan di kiri – kanan Sungai Jelai yang dapat mencapai 5 km dari tepi sungai. Daerah tengah dan hulu terbentuk dari batuan endapan dan beku. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut. Batu lempung warna kelabu. Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung. yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam. Yang terbentuk pada masa tersier dan kuarter. Berselingan dengan batu pasir.Profil Daerah Dataran rendah. berdasarkan korelasi dengan Formasi Dahor di Lembar Tewah (Sumintadipura. berwarna kekuningan sampai kelabu. diantaranya danau dan rawa. Ditinjau dari formasi bahan material pembentukannya. Dataran ini memiliki tekstur tanah kasar. terutama disekitar Sungai Jelai dan di sebelah selatan kota sukamara. Daerah pesisir secara geologis terbentuk dari proses endapan-endapan dari sungai dan proses pasang surut dan pengaruh laut. Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault).53 . tebalnya diperkirakan 300 m. coklat kehitaman. bersifat liat. setempat berstruktur sedimen silang siur. kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir. komponen terdiri dari fragmen kuarsit dan basal. sehingga pada beberapa tempat drainase agak terlambat. Geologi Berdasarkan peta geologi lembar Palangka Raya tahun 1995 wilayah Kabupaten Sukamara terbentuk dari batuan endapan dan batuan beku. Sebagian lahan ini telah digunakan untuk pertanian tanaman keras dan selebihnya beruap hutan. tersingkap sebagai sisipan dalam batu pasir dengan ketebalan 20 – 60 cm. Tanah yang terbentuk dari II . Lain-lain Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air. Tanah ini banyak dijumpai dari bagian tengah hingga ke utara dan merupakan lahan yang baik untuk pertanian lahan kering. karbonan setempat mengandung lignit. agak padat. sangat lunak (daerah pasang surut). Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar. yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. Dataran ini membentang dari sukamara hingga ke pantai. mengandung sisa tumbuhan. agak lunak. diendapkan dilingkungan paralik. terdapat di bagian hulu. berbutir sedang sampai kasar. Formasi Dahor (TQd) yang terdiri dari material Konglomerat. tak berlapis (endapan sungai). dan lempung kaolinan warna putih kekuningan. di daerah ini terdapat Formasi Aluvium (Qa) yang tersusun dari material gambut berwarna coklat kehitaman (endapan rawa). lempung kelabu kecoklatan. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Plistosen.

Kobar 1986 No Jumlah 133. II .7.847 36. Data geologi Kabupaten Sukamara sesuai Peta Geologi Bersistem Indonesia. Oleh karena itu sifat batuan secara geologis akan menentukan kesuburan tanah dan kemudian berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan untuk budidaya tanaman. enadapan pasir yang membentuk tanah regosol. Endapan bahan organik yang terkurung dalam jebakan air membentuk tanah gambut yang banyak di jumpai di daerah belakang tepi sungai.500 Dari aspek geologi dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang berasal dari bahan induk pasir adalah sangat terbatas karena tingkat kesuburannya sangat rendah. Data geologi Kabupaten Sukamara terdiri dari batuan endapan dan batuan beku. terutama dari Kuala Jelai hingga ke sungai bakau. terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten sukamara terbentuk dari batuan endapan.900 316. Materi penyusun batuan endapan ini terdiri dari endapan bahan organik yang membentu tanah gambut.600 84. Proses pengendapan dari proses laut menghasilkan tanah/hamparan pasir dan tanggul pesisir di sepanjang pantai. Hamparan pasir ini ada mencapai jarak ± 20 km ke arah daratan.000 3 Balai Riam 62. Jenis tanah tanah yang terbentuk di suatu daerah dipengaruhi oleh struktur batuan induk yang oleh proses bio-fisik atau proses pelapukan akan membentuk jenis tanah tertentu.7. bahwa bagian hulu (bagian kecil) dari sungai ini berasal dari daerah Landform Group Volkan formasi tua yang merupakan daerah dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk breksi gunung api.54 . tahun 1994. Tabel 2. Sedangkan bagian selanjutnya hingga ke hilir melewati landform Group Aluvial dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk batuan sediment yamg mengandung pasir.600 2 Sukamara 84.03 Jumlah 280.053 Sumber : Buku A Ka.4. Dengan menggunakan data pada tabel 2. seperti yang ditampilkan pada Tabel 2.000 98. andesit. Tanah pasir yang terbentuk dari proses ini merupakan tanah yang miskin hara yang banyak dijumpai di pesisir hingga ke bagian tengah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah endapan sungai merupakan lahan yang relatif subur dan sebagian besar telah digunakan sebagai permukiman dan lahan pertanian. endapan lumpur dan lempung mebentuk tanah alluvial dan tanah podsolik.447 36. dan tuf yang bersifat resisten. 1513. lava. Batuan beku dengan bahan pembentuk dari andesit dan basalt membetuk tanah latosol.7.4. Sebagian tanah ini dipergunakan untuk lokasi permukiman dan pertanian.4 Geologi Kabupaten Sukamara . lempung dan sisa-sisa tanaman dan bersifat mudah tererosi.dalam Ha Kecamatan Batuan Endapan Batuan Beku Induk 1 Jelai 133. Lembar Pangkalan Bun.

Bila karakteristiknya tidak mendukung untuk budidaya tanaman. beragam. Tanah yang relatip lebih subur adalah tanah dengan bahan induk dari batuan beku. meningkatkan mineralisasi bahan organic dan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun seperti H2S. maka ketersediaan air yang berharap dari curah hujan sering mengancam sistem produksi tanaman tersebut. amoniak atau metan.55 . Resiko tersebut dapat diketahui dengan cara menyusun potensi masa tanam berdasarkan perhitungan neraca air.Profil Daerah Tanah yang relatip baik adalah tanah yang berasal dari bahan endapan lumpur dan liat yang banyak ditemukan di sekitar bantaran sungai. ada saat-saat dimana dasar tambak nya perlu dikeringkan agar terjadi perbaikan sifat fisik tanahnya. Iklim Curah hujan sebagai salah satu unsur iklim merupakan komponen ekologi utama pemasok air dalam sistem produksi tanaman. kelembaban. Dalam budidaya tambak. Akibat keadaan tersebut. Unsur . dan penyinaran matahari di kecamatan digunakan data-data dari Stasiun Klimatologi dari Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Data iklim tersebut diperoleh dari Stasiun Penangkar Hujan Sukamara selama 5 tahun dari tahun 1999 – 2003. Oleh karena itu. Curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan bulan kering 2-3 bulan adalah cukup baik untuk membuat kondisi tambak seperti tersebut diatas (Soeseno. maka lahan tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan. 4). Stagnasi ketersediaan air tersebut harus dapat diketahui sebelum membangun kebun/tambak agar resiko kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekurangan/kelebihan air lebih kecil. dan sulit dikendalikan. curah hujan. yang mungkin pada saat periode pertumbuhan tanaman/ikan/udang. Hasil rekapitulasi dari data-data suhu. kelembaban nisbi. 1988). Sebagai akibat dari sifat ekstrim nya yang kadang melebihi kebutuhan dan kekeringan tanpa ada hujan. dan terjadi kekurangan air pada periode lainnya. Informasi data iklim sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan kebun tanaman semusim dan tahunan karena iklim merupakan faktor penentu sistem produksi pertanian yang paling sulit dikendalikan. Dengan demikian. suhu. karena karakteristiknya yang memang sangat dinamis. kelembaban dan lama penyinaran matahari. Untuk memprediksi karakteristik suhu udara. maka kesetimbangan air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan berfluktuasi menurut waktu. II . pada periode tertentu akan terjadi kelebihan air.unsur iklim yang sangat penting dalam budidaya pertanian dan perikanan adalah. dalam melakukan evaluasi lahan pertanian. Kondisi tersebut dibutuhkan bulan-bulan kering. Namun. jumlah bulan basah/kering. kualitas lahan yang pertama diperhatikan adalah kondisi iklim nya.

2 31.445 1.9 22.9 26.56 .3 26.1 23.9 27.6 21. Tahun 2003-2007 Rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Sukamara adalah 1.3 26.7 2006 Min Rt2 23.2 26.7 31.6 31.4 23.6 31.0 23.0 31.9 21.0 26.2 113.2 25.8% dan lama penyinaran matahari sebesar 41 – 62%.445 mm/th.7.7 26.2 mm/bln.4 Rt2 26.1 26.6 96.5 26.7.4 35.0 31.4 Max 31.2 23.2 194.5 24.4 26.2 – 84.4 34.7. yaitu zone iklim yang memiliki 3-4 bulan basah dan < 2 bulan kering.9 23.2 32.7.7.4 26.2 25.4 23.4 23.0 35. Berdasarkan kriteria Iklim Oldman (1977).7 23.6 26. Tabel 2. Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003 – 2007 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des 2003 Min Rt2 23.9 22.7 26.0 26.7 26. Pada Tabel 3.5 25.0 26.2 32.9 26. zone iklim di kecamatan Jelai termasuk kedalam D1.6 23.1 31.7 23.0 – 285.7 27.6 26.9 27.2 23.9 26.1 25.5 26.5 31.2 22.0 23.5 23.7 32.0 31.6 27.5 26. dengan jumlah bulan basah sebanyak 4 bulan.0 131.0 31. dan 3 bulan kering.5 Max 30.6 32.3 31.9 23.7 25.5 23.5 23.4 26.4 276.3 31.9 26.2 31.2 51.5 23.7 23.5 Curah Hujan (Mm) Stasiun Penakar Hujan Sukamara Tahun 2003 – 2007 Tahun 1993 2004 2005 2006 Januari 164 199 361 279 Februari 140 251 0 0 Maret 203 115 194 344 April 302 142 127 247 Mei 311 196 181 180 Juni 102 119 78 67 Juli 254 129 74 31 Agustus 79 99 8 0 September 61 48 94 0 Oktober 190 65 131 76 Nopember 323 230 258 187 Desember 316 294 258 197 Rt2 Tahunan 2.5 27.2 193.9 23.9 31.5 23.7 23.8 32.9 32.5 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.3 26.5 – 35 o o o C dan suhu bulanan minimum sebesar 22.0 26.1 C.4 27.1 33.4 23.4 31.7 23.0 30.7 32.9 – 27.2 26.9 31.6 30.1 30. Tahun 2003-2007 Bulan 2007 423 575 115 313 0 115 78 70 52 95 194 315 2.0 Tabel 2.0 26.7 27.6.345 Rt2 Bulanan 285.0 22.4 31.1 23.5 30.5 23. dengan suhu bulanan maksimum 30.0 23.9 27.0 31.7 26.1 22.608 – 2. II .1 31.9 22.5 23.2 51.9 31.9 Max 30.7 27.6 31. Kelembaban udara bulanan sebesar 77.3 26.9 22.5.0 – 23.608 Sumber: Stasiun Penakar Hujan Sukamara.7.7 23.6 26.9 31.0 32.5 32.2 226.1 26. Suhu rata-rata bulanan sebesar 25.5 26.1 33.7 23.0 Max 30.9 27.1 22. Musim hujan terjadi mulai bulan Nopember – April.5 Periode Tahun 2004 2005 Min Rt2 Max Min 23.0 30.5 berikut disajikan curah hujan (mm) stasiun penakar Sukamara tahun 2003-2007.9 26.9 23.4 23. sedangkan rata – rata curah hujan bulanan sebesar 51.9 32.6 dan Tabel 2.5 16.2 26.5 22.0 29.2 173.0 23.6 24.7 26.7 23.2 31.6 32.7 23.9 26.7 31.9 23.0 32. Tabel 2.9 26.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dan lama penyinaran matahari dari kedua stasiun klimatologi tersebut berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.9 26.5 26.4 31.5 26.0 33.7 22.7 23.7 23.764 1.987 1.5 23.0 26.6 23.0 22.0 23.9 25.5 31.0 23.2 2007 Min Rt2 23.7 27.9 C.5 25.1 31.9 32.3 31.4 238.3 32.9 31.6 Suhu Rata-Rata.6 31.

2 99.2 41.4 98.9. tahun 2003-2007 Bulan Tahun 2006 45 47 50 58 67 72 39 39 35 49 49 41 59.8 53.2 84.6 57.7 Penyinaran Matahari (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003-2007 2003 2004 2005 Januari 42 44 49 Februari 45 47 50 Maret 49 50 52 April 52 5 57 Mei 55 57 60 Juni 58 62 62 Juli 56 60 60 Agustus 59 62 62 September 49 60 52 Oktober 50 57 55 Nopember 49 51 50 Desember 42 39 45 Rt2 Tahunan 60.8 82.7. Data penggunaan lahan Kabupaten Sukamara dapat dilihat pada Tabel 2.4 61.6 49.0 Tabel 2.2 80.7.4 Sumber: Stasiun Klimatologi P. Tahun 1999 – 2003 Bulan 2007 81 82 85 81 85 83 80 79 78 80 83 86 98.8 83. Interaksi manusia dengan lahan akan terbentuk pola penggunaan dan intensitas penggunaan lahan.0 96.3 65.8 62.7.6 64.4 47.57 .8 83.8 Kelembaban Udara Rata-Rata (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 1999-2003 Tahun 2003 2004 2005 2006 Januari 84 86 83 80 Februari 83 85 84 81 Maret 81 83 82 83 April 82 85 83 83 Mei 84 85 83 82 Juni 83 82 82 81 Juli 81 81 81 78 Agustus 78 79 79 74 September 79 78 77 74 Oktober 80 81 80 879 Nopember 83 84 82 84 Desember 84 85 84 85 Rt2 Tahunan 98.8 c.9 2007 47 49 51 55 57 60 62 55 52 50 47 38 62.8 82.8 77.2 49.0 55.0 82.6 52.2 77.4 49.3 Rt2 Bulanan 45. Lahan dan penggunaannya Penggunaan lahan adalah wujud interaksi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhannya.0 83.Profil Daerah Tabel 2. Bun. II .2 80.3 Rt2 Bulanan 82.4 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Identifikasi penggunaan lahan erat kaitannya dengan tingkat efisiensi pemanfaatan lahan dan kerusakan lahan.

KPP Luas Total 314.14 11. namun pada kenyataannya hutan tersebut sudah tidak produktif lagi atau kayu yang tumbuh di hutan tersebut sudah tidak ada lagi. jalan) Jumlah Sumber : Hasil analisis citra.711 Ha (37. Meski luas lahan berstatus hutan produksi (HP) cukup luas. Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) 8. 7. Tabel 2. Sukamara Tahun 2006 II . Hutan Transmigrasi 1.286 42.01 7.9 Penggunaan Tanah Kabupaten Sukamara No. selanjutnya berupa semak belukar 78.711 1. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 33.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan budidaya di luar kehutanan adalah : KPP dan KPPL yaitu untuk perkebunan.58 . Luas lahan kehutanan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.099 78. 4.122 28.03%).524 3.00 Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab.10 Luas Hutan Kabupaten Sukamara Menurut Jenisnya Tahun 2006 No.7.853 12.908 5.641 554 44.10.08 37.29 0. tambak dan pemukiman. 5. Dari peruntukan lahan seperti pada tabel tersebut.721 Persentase (%) 2.44 0.01 100 Kebun Campuran Emplasemen Hutan Negara Pemukiman penduduk Kebun Karet Kelapa Sawit Ladang Padang Rumput Rawa dan persawahan Semak dan Belukar Tambak Lainnya (sungai.71 8.480 382. Fungsi Kawasan Luas (Ha) Persentase (%) Kawasan Lindung 12. danau. 2.757 20 141.7. Sebenarnya jika status lahan yang berupa hutan produksi dapat segera dialih fungsikan.435 4.977 Cagar Alam Hutan Lindung (mangrove) Kawasan Budidaya II 6.310 1.7.39 5. 9.03 0. 8.34 20. KPPL 44.55%). 3.21 11.49 139. I 1.17 104.690 1.508 22.321 2. telah habis tertebang dan terbakar.46 20.09 3.55 0. 10. Hutan Produksi (HP) 2. 6. Thn 2006 Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa penggunaan lahan yang terbesar adalah berupa hutan sebesar 141. maka merupakan potensi besar bagi Kabupaten Sukamara untuk membangun sektor perkebunan dan pertanian dalam rangka intensifikasi pemanfaatan lahan. 1.01 37. 11.475 100. 12.97 3.641 Ha (20.

07%). dan Kecamatan Permata Kecubung (16.59 . transmigrasi surut.09%).714 16.518 Balai Riam 2.219 Sumber : Sukamara Dalam Angka 2006 Konsentrasi penduduk Kabupaten Sukamara terbanyak berada di ibukota kabupaten yaitu di wilayah Kecamatan Sukamara (42. Pantai Lunci (13. lihat peta 4.099 5.11 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 No. dengan kategori penduduk jarang. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan disajikan pada Tabel 2.Profil Daerah Penggunaan KPPL diutamakan untuk pemenuhan lahan bagi kegiatan masyarakat meliputi permukiman dan lahan usaha. Balai Riam (14.92%). Berdasarkan sex ratio.56%). Perkebunan untuk kegiatan investasi dalam skala besar utamanya diperuntukkan perkebunan kelapa sawit.180 Persentase (%) 42.251 2.07 14. Tabel 2.330 2.399 4.00 Sukamara 8. 5. Selebihnya tersebar relatif merata di wilayah kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Jelai (13.12 II .769 Pantai Lunci 2.35%).456 2.7.7.038 5.148 Jelai 2.11.728 5.961 jiwa perempuan tersebar pada 5 kecamatan yang bermukim di 3 kelurahan dan 29 desa. 1).210 2.961 Jumlah 15. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2006 sebanyak 36.92 16.09 13. Rata–rata kepadatan penduduk 9. terdiri dari 19.219 laki-laki dan 16. Angkatan kerja Struktur penduduk dapat dilihat dari sex ratio dan dari sisi usia produktif dan non produktif.24 jiwa/km2. Jumlah penduduk per kecamatan disajikan pada Tabel 2.916 36.35 100.202 Jumlah 19.7. 1 2 3 4.1. Alokasi lahan untuk lokasi adalah untuk pengembangan permukiman dan pertanian sawah pasang d.582 Permata Kecubung 3.180 jiwa. Kecamatan Laki-laki Perempuan 7.56 13.

79 121.676 2.550 1.521 Balai Riam 1.158 1.23 137.160 998 40 – 44 986 719 45 – 49 759 578 50 – 54 683 396 55 – 59 301 249 60 – 64 349 315 65 – 69 217 178 70 – 74 144 149 75 + 293 144 Sukamara 19.26 7.219 16.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.035 2.47 120.038 5.56 109.899 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 II .71 3.650 2.60 .85 13. maka ini berarti di Kabupaten Sukamara punya potensi besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dan pendapatan masyarakat Sumakamara pada umumnya.413 2.728 5.21 100. 1 2 3 4 5 Kecamatan 0 -14 15 – 64 > 65 387 172 194 163 209 1.52 1. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 0–4 2.099 5.260 1. Penduduk berdasarkan usia dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : usia produktif (15 – 64 tahun) dan usia non produktif (0-4 tahun dan > 65 tahun).710 2.246 Jumlah 16.84 105.620 20 – 24 1. Perbandingan usia tidak produktif dengan usia produktif menghasilkan angka beban ketergantungan (Dependency Ratio).12 46.7.88 110.17 107.13 Penduduk Sukamara Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif per Kecamatan No. dimana setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sebanyak 113 orang penduduk laki-laki.885 3.474 7.968 10 – 14 2.23 106.732 1.574 Permata Kecubung 2.352 2.916 36.91 92.441 30 – 34 1.577 5–9 3.156 18.7.301 2.52 16.253 6.00 Secara keseluruhan penduduk Sukamara lebih didominasi oleh penduduk laki-laki.47 113.337 1.32 8.180 Angka Beban Tanggungan per 100 orang 104 88 69 96 82 91 Sukamara 7.399 4.705 1.12 Penduduk Sukamara Tahun 2006 Menurut Kelompok Umur.13 131. Oleh karena pada umumnya penduduk yang mencari nafkah dan menjadi kepala keluarga adalah penduduk lalki-laki.13.67 5.98 1.64 203.09 0.961 Persentase 53. Tabel 2.991 2.27 6.153 35 – 39 1.28 116.180 Sex Ratio 103.097 15 – 19 1.81 1.096 4. Angka beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.88 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Jumlah 5.128 2.379 25 – 29 1.271 1.125 Jumlah 15.461 3.538 Jelai 2.39 129.079 550 664 395 293 437 36.31 172.807 3.7.96 4.91 96.29 9.020 Pantai Lunci 2.70 2.31 Persentase (%) 14.84 1.

103 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Kerja Kecamatan PersenBalai Pantai Permata Jumlah tase (%) Riam Lunci Kecubung 3. Tabel 2.052 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Berdasarkan tabel diatas.636 16.7.876 16.719 jiwa.636 jiwa (16.377 jiwa. Jika dipersentase diketahui bahwa jumlah penduduk yang produktif sebanyak 52. ini berarti bahwa setiap 100 orang usia produktif menanggung sebanyak 91 orang penduduk yang tidak produktif.407 1. karena Kabupaten Sukamara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana wilayahnya.662 6.719 Jelai Skmr 3.72 302 151 142 2. sedangkan yang paling sedikit adalah sektor bank & lembaga keuangan hanya 26 jiwa (0.441 Pertanian 1.23 23 7 12 118 0.980 3.664 2005 3.10 302 30 31 745 4.177 1.322 2004 4.870 12.10%).991 jiwa (67.740 1.304 13.76%.314 5. Dari performance dependency ratio ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukamara punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas penduduknya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.780 14.24%.135 13.150 3.086 2002 5.103 1.56 3 2 1 38 0.11%).16 344 105 162 1. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 2.16%).14 Pekerjaan Penduduk Umum > 10 tahun keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama per Kecamatan No. pada tahun 2006 terjadi peningkatan menjadi sebanyak 16. Sektor lain yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa dan sektor industri pengolahan.569 45 30 69 1.991 67. II .896 589 232 14 659 7.11 23 6 11 91 0. sedangkan penduduk yang tidak produktif sebanyak 47. Hal ini cukup wajar.22 6 2 2 26 0. dimana pada tahun 2002 hanya terdapat tenaga kerja sebanyak 12.255 2.377 100 3. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebanyak 10.014 2003 3.048 6.Profil Daerah Angka Dependency Ratio Kabupaten Sukamara adalah 91.368 8.55 50 30 23 364 2.346 Pertambangan & Penggalian 6 Listrik & Air Minum 2 Bangunan/Konstruksi 7 Perdagangan 145 Industri Pengolahan 29 Pengangkutan & Komunikasi 29 Bank & Lembaga Keuangan 2 Jasa-jasa 98 Tahun 2006 1.492 10.61 . terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja tiap tahunnya.35 3.

226 15.714 37. 1 2 3 4 5 Kecamatan 1) 2002 2003 2004 2005 2006 Rata2 Pertumbuhan (%) Jelai 8.505 12.940 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 36.417 35.399 Balai Riam2) 10.501 27.35 2. Berdasarkan Tabel tersebut jumlah penduduk kabupaten sukamara 81. Kecamatan 2025 16.16.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2).127 9. Proyeksi penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2002 sebanyak 31.379 35. Dalam rangka penambahan jumlah penduduk pemerintah daerah merencanakan pembangunan lokasi transmigrasi sebanyak 6 UPT dengan jumlah tambahan penduduk sekitar 1800 KK atau 9000 Jiwa.827 9.186 15.004 15. 2006 No. Tahun 2001 . Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.062 20.2.569 15.728 Pantai Lunci 5.099 Permata Kecubung 5.7. Tabel 2.52 Berdasarkan data jumlah penduduk per kecamatan selama 5 (lima) tahun terakhir diatas.342 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Hasil Analisa.7.7.940 33.286 10. Sukamara 31.955 52.699 jiwa dengan peningkatan penduduk sekitar 133.399 9.755 Kabupaten Sukamara 42.433 3 Balai Riam2) 0.579 13.15 berikut.754 10.916 Kab.668 10.43%.453 14.7.038 81.180 jiwa.949 12.343 36.62 dalam rangka memacu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan penduduk.526 5. Tahun 2010 .746 65.699 2.018 11.445 14.2025 Tingkat Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan 2010 2015 2020 1 Jelai1) 0. maka proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2025 disajikan pada Tabel 2. Sumber daya alam Kabupaten Sukamara memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk dikembangkan II . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.092 50. Tabel 2.16 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Sukamara. Diantara potensi sumber daya alam tersebut adalah sumber daya .038 Sukamara 12.15 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara.2005 Jumlah Penduduk (Jiwa) No.180 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Sukamara dalam Angka Tahun 2006 4.026 10.7.631 4.154 2 Sukamara 0.

seluas 22.122 Ha (11.97%) perkebunan kelapa sawit. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). seluas 42.4 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.6.0 (Tabel 2.Profil Daerah sektor kelautan dan perikanan berupa ikan dan udang dari laut Jawa dan ikan dari perairan umum.394 Ha (25. dan 4) Kawasan Pertambangan Pasir Kuarsa dan Biji Besi di Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung b. menurun dibanding tahun sebelumnya pada peringkat 186. nilai IPM Kabupaten Sukamara relatif rendah berada pada posisi ke 13 (tiga belas) diantara 14 kabupaten/kota.01%) berupa padang rumput dan lahan pasir kuarsa.1). Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.853 Ha (5. pemukiman. Sedangkan sisisanya seluas 97. Perikanan dan Wisata di Kecamatan Jelai.711 Ha (37.45%) untuk penggunaan lain-lain termasuk tambak. sumber daya pertanian dan perkebunan (padi pasang surut.641 Ha (20. dll. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). 2) Kawasan Pertanian. lading. perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat). indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . seluas 78.03) adalah kawasan hutan Negara. Dilihat dari penggunaan lahan yang ada seluas 141. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. Dari beberapa hasil penelitian mengenai potensi wilayah yang dilakukan di Kabupaten telah direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memprioritaskan 4 kawasan pengembangan dengan masing-masing fungsi strategisnya sebagai berkut : 1) Kawasan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kecamatan Sukamara. karet rakyat. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. nilai IPM Kabupaten Sukamara adalah 70.55%) berupa semak belukar. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.dan Pantai Lunci. persawahan. juga sumber daya tambang seperti pasir kuarsa dan biji besi. 3) Kawasan Perkebunan di kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.63 . hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik.

6 6.712 orang).52%.2 67.74% dan penduduk perempuan sebanyak 12. Hal ini jika dikaitkan dengan data penduduk usia 5 tahun ke atas yang sedang atau pernah bersekolah yang besarnya mencapai 90.0 168 13 626. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.50 13 Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut. jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin hanya sebesar 89. Penduduk usia 5 tahun ke atas yang belum atau tidak pernah sekolah mencapai 9.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Sukamara 2005 2006 67. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.02%.2 70.60% penduduk yang sedang atau pernah bersekolah belum dapat membaca dan menulis huruf latin. Dari total penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah sekolah (157. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.38%.64 . Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.17.8 7. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Sukamara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.8 625. Penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak atau belum tamat SD mencapai 44. Lebih sedikitnya jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin mungkin terjadi karena masih ada anak-anak yang duduk di bangku awal sekolah dasar yang belum bisa membaca dan penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak bisa atau sudah tidak bisa lagi membaca. dapat disimpulkan bahwa masih ada sekitar 1.7 94. Tingkat pendidikan II . dengan rincian penduduk laki-laki sebesar 5.17.7.7.98%.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.9 70. Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Sukamara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. sebagian besarnya tidak atau belum tamat SD. Berdasarkan data Susenas tahun 2006.34%.984 orang atau sekitar 28.4 186 1.0 94.

Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Angka partisipasi sekolah kasar penduduk usia sekolah dasar (7-12 tahun) pada tahun 2006 masih rendah. Sedangkan jumlah penduduk yang tamat pendidikan lanjutan ke atas hanya sekitar 14.51%. yakni mencapai 72.23%. sehingga tidak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan cukup dengan mengobati sendiri.Profil Daerah yang terbanyak lainnya yang pernah ditamatkan oleh penduduk adalah SD/MI yakni sekitar 38.65 .51 33. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.7.36%.34% dari total penduduk usia sekolah lanjutan atas (16-18 tahun). Angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan pertama secara umum hanya mencapai 33.37%. Tabel 2. mereka anggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya. hal ini ditunjukkan dari besarnya persentase penduduk usia ini yang sedang bersekolah secara umum hanya mencapai 69. Penyebab lainnya adalah mudahnya mendapatkan obat-obatan yang diperlukan penduduk melakukan pengobatan karena sebagian besar obat yang dipakai untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang diderita oleh penduduk di kabupaten tanah laut dijual bebas di pasaran. Sedangkan angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan atas. jumlahnya secara umum hanya mencapai 28.Sekolah Menengah Pertama .Sekolah Menengah Atas Sumber: Hasil perhitungan data BPS Tahun 2006 Angka partisipasi sekolah kasar tingkat pendidikan lanjutan (usia 13-18 tahun) dan tingkat partisipasi sekolah pendidikan lanjutan atas (usia 16-18 tahun) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah. Angka Partispasi Sekolah Kasar Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Uraian Persentase (%) 69. Sebagian besar dari penduduk Kabupaten Sukamara yang mengalami keluhan kesehatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.08% dari total penduduk usia sekolah lanjutan pertama. juga melakukan pengobatan sendiri.34 Angka Partisipasi Kasar . yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan II . Besarnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri ini mungkin disebabkan oleh penyakit yang menjadi keluhan sebagian besar penduduk ini.Sekolah Dasar .08 28.18.

jalan kerikil 184. Data ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang dapat berfungsi dalam segala cuaca hanya 15.25% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat S1 atau lebih persentasenya kecil sekali. Transportasi darat Sistem transportasi darat sangat penting peranannya dalam meningkatkan mobilitas orang.80%).14%). Meningkatnya arus lalu lintas akan mendorong tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru diantara kawasan yang dilewati sistem jaringan transportasi.66 . Tersedianya jaringan jalan yang didukung dengan noda trnsportasi yang memadai yang menghubungkan desa dengan kota akan memperlancar arus barang dan orang antar desa.21%. sebagian besar hanya berpendidikan maksimal setingkat SLTP (69.34%).90 km yang terdiri dari jalan aspal 106. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten ini. Jangkauan sistem jaringan belum mencapai pusat permukiman. barang dan peningkatan investasi. Lulusan SLTA sederajat hanya 27.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) sebanyak 16.24%.0% dari total panjang jalan. dan sektor pertambangan galian C (0. Pada tahun 2006 TPAK Kabupaten Sukamara sebesar 86. sektor jasa dan pemerintahan (6. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (16. Berdasarkan data jaringan jalan dan sarana angkutan darat yang telah ada dapat disimpulkan bahwa sistem trnasportasi dan layanan angkutan darat di Kecamatan Jelai II . jalan lainnya 5.899 jiwa.86%) 2. industri kecil (3. barang dan jasa. Ini berarti penduduk Kabupaten Sukamara yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill. hanya sekitar 3.89 km.7. sementara hubungan yang sudah lancar adalah pada ruas jalan Sukamara dengan Kotawaringin Lama.54%). Jaringan jalan yang terdapat di Kabupaten Sukamara sepanjang 702. antar desa dengan kota dan antar wilayah yang lebih luas.13 km.66%.62%) sektor pengangkutan (4. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 61. seperti pekerja kasar.08 km. Infrastruktur a. jalan tanah 417.3. sedangkan hubungan dengan pusat permukiman lainnya belum lancar. Prasarana transportasi 1). Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Sukamara adalah sektor pertanian.377 jiwa dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 18. Kondisi ini menjadi kendala bagi pergerakan orang.20 km. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.

berikut. II . Kapasitas dan jangkauan pelayanan listrik dapat dilihat pada Tabel 2. Hal ini perlu diikuti dengan pengembangan pelabuhan Sukamara agar dapat berperan sebagai terminal distribusi lingkup regional dan sebagai pintu gerbang ke Kalimantan Tengah di wilayah barat. Prasarana listrik dan air minum Kebutuhan listrik untuk penerangan di layani oleh PLN Cabang Sukamara dan generator listrik yang disediakan oleh penduduk. Jumlah angkutan sungai yang ada terdiri dari speed boat 31 unit.67 . 3). 2). Pelabuhan Sukamara sangat memegang peran penting sebagai terminal distribusi barang melalui angkutan laut.506 ton. Berkembangnya kegiatan perkebunan dan bangkitan pergerakan angkutan darat akan berdampak pada peningkatan vollume angkutan melalui pelabuhan Sukamara. Transportasi laut Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan daerah ini dengan daerah luar.Profil Daerah masih dalam tahap pengembangan dan belum mampu memberi kontribusi yang optimal untuk memperlancar pergerakan orang . Kabupaten ini mempunyai pelabuhan laut yaitu pelabuhan Sukamara yang berfungsi sebagai pelabuhan nasional. Transportasi sungai Sungai Jelai berperan dalam transportasi yang menghubungkan desa-desa dan menghubungkan desa dengan Sukamara sebagai ibukota kabupaten.7. barang dan jasa. Pada tahun 2006 jumlah kapal yang berlabuh mencapai 1. Sungai Jelai juga merupakan pintu gerbang keluar masuk barang dan orang melalui angkutan laut dari dan keluar kabupaten.015 kunjungan dengan volume aktivitas bongkar mencapai 119. maka kondisi pelabuhan yang ada saat ini kurang memadai untuk mengantisipasi perkembangan di masa datang.19. Sebagian besar desa yang terdapat di wilayah ini dilayani oleh trayek angkutan sungai dari Sukamara yang beroperasi secara reguler. Permukiman yang terdapat di wilayah pesisir yaitu Kecamatan Jelai. Pelayanan jaringan listrik PLN belum menjangkau seluruh desa dan sebagian besar desa menggunakan sumber listrik generator dimiliki oleh pribadi.209 ton dan muat 276. b. Jika dibanding dengan potensi daerah yang menjadi kawasan pelayanan Pelabuhan Sukamara. merupakan kawasan yang bertumpu pada sistem angkutan laut dalam memasarkan hasil produksinya.

2006 Jumlah Langganan (unit) 1. Pelayanan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk dan kegiatan industri masih didatangkan dari Kotawaringin Barat.911 Sumber : PT.7.162 rumah tangga. Pantai Lunci 411 6. Sebagian besar penduduk menggunakan sumber air minum dari pompa. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.435. Balai Riam 271 4. Prasarana air bersih yang dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) hanya ada di Kota Sukamara.461 5.290 214. Lama (Kobar) 1. Sedangkan jumlah pelanggan PLN Ranting Sukamara di luar wilayah kecamatan Kotawaringin Lama adalah sebanyak 3.7. Dari data tersebut maka rumah tangga di wilayah Kota Sukamara yang terlayani PDAM masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 6.208. II . Stasiun penyalur bahan umum (SPBU) belum terdapat di Kota Sukamara.772 345 0 141 707 0 8. Jika diasumsikan satu unit rumah tangga adalah satu pelanggan.297 rumah tangga.550 103.19 Jumlah Pelanggan Listrik dan Daya Terpasang di Kabupaten Sukamara.264.420 Gardu 19 3 20 5 1 48 Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 10. PLN Ranting Sukamara 2006 No. 1 2 3 4 5 6 7 Katagore Pelanggan Jumlah Pelanggan (unit) 331 2 0 9 7 0 23 372 Volume Air yang disalurkan (M3) 66.888 Rumah Tangga Niaga (Besar & Kecil) Industri (Besar & Kecil) Sosial (RS & Rmh Ibadah) Instansi Pemerintah Khusus Hidran Umum Jumlah Sumber : PDAM Sukamara 2006 Pelayanan PDAM di Kabupaten Sukamara masih terbatas di wilayah perkotaan yaitu di Kota Sukamara.150 2. maka dari data tersebut terlihat bahwa layanan listrik di Kabupaten Sukamara baru menjangkau 33. Jelai 466 2. perigi dan sungai.158 3. Ktw. Sukamara 2.7. Permata Kecubung 154 Jumlah 4.41%.450 4.923 76.50%. Jumlah rumah tangga di Kota Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 5.430 290.68 .20 Jumlah Pelanggan PDAM Kabupaten Sukamara No.20.550 1. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sukamara disajikan seperti dalam Tabel 2. Kecamatan Daya terpasang (VA) 354.450 pelanggan.

Jelai.174 1. Prasarana komunikasi Prasarana komunikasi telepon otomat hanya terdapat di kota Sukamara dan telepon satelit di kota kecamatan. Pada tingkat kecamatan telah tersedia 3 unit puskesmas yang terdapat di tiga kecamatan (kecamatan Sukamara. Sekolah TK di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 15 unit yang tersebar di 5 kecamatan. d.7. Semua wilayah kota Sukamara dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sukamara untuk kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik.955 348 3. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 46 unit.Profil Daerah c.355 Sumber : Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Sekolah Guru Negeri Swasta 0 42 349 112 26 67 30 23 0 551 56 Jumlah Sekolah 15 48 10 5 1 79 e. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Sukamara sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 6 unit. dan Balai Riam). dan SMK sebanyak 1 unit. Tabel 2. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sukamara terdapat 1 rumah sakit umum daerah (RSUD). Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 4 unit.7. Madrasah Aliyah 1 Unit. Sebagian besar penduduk menggunakan fasilitas telepon selller (handphone).21 Jumlah Sekolah. T K 0 15 0 686 2.69 . S D/MI 45 3 4. Madrasah Ibtidaiyah 2 unit. Sedangka Pustu terdapat di semua kecamatan yaitu sebanyak 27 unit Pustu. Secara rinci jumlah sarana kesehatan per kecamatan di wilayah kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.433 157 4. Selain fasilitas tersebut terdapat sebanyak 2 unit Pondok Bersalin Desa di kecamatan Sukamara dan Balai Riam. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. Madrasah Tsanawiyah 4 unit. SMP/MTs 7 3 1. SMU/MA 3 2 635 164 5.22 II . SMK 1 0 151 0 Jumlah 56 23 7.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Tabel 2.7.22 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. Rumah Sakit Puskesmas Pustu/Posyandu 4 7 5 4 7 27 Pondok Bersalin 0 1 1 0 0 2

Jelai 0 1 Sukamara 1 1 Balai Riam 0 1 Pantai Lunci 0 0 Permata Kecubung 0 0 Jumlah 1 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006

Jumlah sarana kesehatan yang ada saat ini di wilayah kabupaten Sukamara meski sudah cukup memadai untuk jumlah penduduk yang besarnya hanya 36.180 jiwa, namun perlu ada peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas untuk wilayah kecamatan Pantai Lunci dan kecamatan Permata Kecubung. Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar terdiri dari dokter umum 8 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3 orang, apoteker 5 orang, perawat 63 orang, perawat gigi 6 orang, bidan 30 orang, ahli gizi 5 orang, tenaga kesehatan lingkungan 12 orang, analis kesehatan 6 orang, radiographer 2 orang, pekarya kesehatan 2 orang, sarjana non kesehatan (administrasi) 2 orang. Secara rinci jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.7.23.

Tabel 2.7.23 Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Dokter Dokter Dokter Parawat Spesialis Umum Gigi 1. Jelai 0 1 0 9 2. Sukamara 0 6 1 48 3. Balai Riam 0 1 0 12 4. Pantai Lunci 0 0 0 0 5. Permata Kecubung 0 0 0 0 Jumlah 0 8 1 69 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Kecamatan Bidan 7 13 10 0 0 30

Berdasarkan data di atas maka jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar masih sangat kurang terutama untuk tenaga dokter spesialis sebagai syarat utama

keberadaan sebuah rumah sakit. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sukamara masih mengandalkan dukun kampung dan obat yang dijual di pasaran untuk mengobati penyakit. Penduduk Kabupaten Sukamara yang berada pada kelas menengah ke atas biasanya jika menderita sakit parah mereka berobat ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun atau ke Rumah Sakit yang ada di Semarang dan Surabaya. Kesadaran penduduk terutama penduduk yang tinggal dibantaran sungai akan pentingnya kesehatan relative masih sangat kurang. II - 70 Hal ini bisa dilihat dari prilaku konsumsi yang masih kurang memperhatikan

Profil Daerah syarat-syarat higines, termasuk masih banyaknya penduduk yang membuang kotoran dan sampah di sungai yang sekaligus digunakan sebagai sumber air minum.

f. Prasarana pengairan Kawasan pesisir Kabupaten Sukamara merupakan daerah pasang surut yang telah berkembang dalam kegiatan pertanian sawah dan perkebunan kelapa. Sesuai kondisi yang selalu tergenang air akibat pengaruh pasang surut, pemerintah daerah membangun saluran drainase untuk mengeluarkan air dari daerah rawa, disamping yang dibangun pemerintah, masyarakat membangun saluran yang disebut handil di berbagai tempat di kawasan ini. Panjang saluran pengairan terdapat 20 km dengan kondisi tidak terawat/tidak fungsional.

g. Prasarana dan sarana Lainnya Prasarana lainnya seperti bank, apotik, rumah sakit bersalin masih terbatas. Lembaga keuangan perbankan hanya ada dua yaitu BPD dan unit BRI yang terletak di kota Sukamara. Fasilitas apotik yang sangat perlu untuk mendukung penyediaan obat bagi masyarakat terbatas hanya ada 1 buah di RSUD. Sarana lain seperti SPBU untuk pengisian bahan bakar dengan harga subsidi juga belum tersedia, demikian pula untuk sarana angkutan umum dalam kota juga belum tersedia. Sarana lain yang juga sangat diperlukan untuk peningkatan kecerdasan dan keterampilan penduduk adalah adannya Balai Latihan Kerja, Perpustakaan dan Toko Buku yang lengkap termasuk fasilitas Wartel dan Warnet (Warung Internet).

2.8. KABUPATEN LAMANDAU

2.8.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga beriklim tropis. Kabupaten Lamandau terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Bulik, Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Menthobi Raya, Kecamatan Sematu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Batang Kawa, dan Kecamatan Delang dengan total luas wilayah 6.414 kilometer persegi dengan jumlah pendudk tahun 2006 sebanyak 55.911 jiwa.

II - 71

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Batas wilayah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Barat : Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat. : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara. : Kabupaten Kotawaringin Barat

b. Topografi dan iklim Ketinggian dari permukaan laut pada wilayah Kabupaten Lamandau berkisar antara 25 sampai dengan 500 meter yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan daerah pada kawasan-kawasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah perbukitan di wilayah Kabupaten Lamandau. Secara umum daerah-daerah di Kabupaten Lamandau beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Banyaknya hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan hari hujan adalah 27, adapun jumlah hari hujan pada tahun 2006 adalah sebanyak 193. Curah hujan selama tahun 2006 adalah sebesar 2.286,3 mm.

c. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Lamandau memiliki luas lahan 6.414 km atau setara 4,18% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan serta juga terdiri dari rawa, dataran rendah, dan dialiri oleh sungai-sungai besar maupun kecil. Wilayah aliran sungai menjadi jalur trasnportasi dan urat nadi perekonomian di daerah ini. Meskipun belum tersedia data pasti rencana tataruang wilayah namun secara garis besar keadaan penggunaan lahan di wilayah ini terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, perairan, pemukiman/kampung, padang rumput, ladang/tegalan, kebun, hutan, semak belukar dan alang-alang. Lahan yang berupa hutan lebat dan semak beukan merupakan bagian lahan terbesar dari wilayah ini.
2

d. Demografi Penduduk Kabupaten Lamandau pada tahun 2006 sejumlah 55.911 jiwa, dengan tingkat kepadatan 8,72 jiwa/km . Berdasarkan kecamatan, jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Bulik dengan jumlah penduduk 13.852 jiwa, disusul kecamatan Menthobi Raya sebanyak 8.625 jiwa. Jumlah penduduk terkecil adalah kecamatan Batang Kawa dengan jumlah penduduk hanya 3.057 jiwa.
2

II - 72

77 7 Batang Kawa 4. Selain itu potensi alamnya dengan topografi berbukit sebagian dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan perkebunan.80 3.65 524. kacamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Sematu Jaya dengan kepadatan 91.139.1.8. Kabupaten Lamandau mempunyai objek parawisata yang cukup banyak baik jumlah maupun jenisnya. Penduduk Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Rata-rata Penduduk Per Per RT Desa/Kelurahan 1 Bulik 20.Profil Daerah Tabel 2. Salah satu sumber daya alam yang tersedia berupa kawasan hutan lebat dengan berbagai vegetasi tanaman di dalamnya serta hasil hutan lainnya. Potensi tanaman pertanian yang terbesar adalah padi ladang.43 3.154.84 2 Bulik Timur 5.67 3. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.00 3. sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah kecamatan Belantikan Raya dengan kepadatan 4 jiwa/km .80 519.50 5 Lamandau 4.84 1. serta wisata budaya dan wisata agro.30 3.89 784.00 421.40 586.97 Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka.2.84 jiwa/km .74 6 Belantikan ray 4.62 3 Sematu Jaya 91. kolam).89 8 Dealang 7. Sumber daya alam Kabupaten Lamandau memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang perlu dikelola dan dikembangkan secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat.60 4 Menthobi Raya 13. Objek wisata di Kabupaten Lamandau diantaranya terdiri dari Wisata alam (hutan. 2 2 2.81 1.33 3. Dari jumlah dan tingkat kepadatan penduduk terlihat tingkat penyebaran penduduk di Kabupaten Lamandau tidak merata dan ketidak merataan sebaran penduduk ini merupakan penyebab terhambatnya pembangunan di suatu daerah. sedangkan potensi tanaman perkebunan yang terbesar adalah kelapa sawit dan perkebunan karet rakyat. sungai dan riam ). danau. Wisata tirta (air terjun.73 .09 3. Kabupaten Lamandau memiliki potensi tambang seperti biji besi terdapat hampir di setiap kecamatan.83 3. potensi tambang emas di beberapa kecamatan (Delang. dan Belantikan Raya) serta potensi batu bara di wilayah Kecamatan Lamandau. 2007 No Kecamatan Kepadatan (km2) Jika dilihat dari kepadatan penduduk.46 339.8. II . bukit. Batang Kawa.

hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu mendapat perhatian yang serius.6 7.124 Total 39.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Lamandau 2005 2006 66.9 7.382 2.2 161 11 628.261 Sekolah 9.8.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.685 9. Tabel 2. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di Kabupaten Lamandau.8. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Peringkat IPM secara nasional berada pada posisi ke 160. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.775 25. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.3.2 (Tabel 2.8.2.2. Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kegiatan Utama 2004 2005 2006 25.8 66.3.6 94.8 624.8.272 9.827 Mengurus rumah tangga 5.898 7.860 1.004 44.6 70.969 Bekerja 22.591 Sumber : Kabupaten Lamandau dalam Angka 2006 II . Apabila dilihat dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas menurut jenis kegiatan utama adalah bekerja menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun Tabel 2.9 160 2.9 70.738 43. nilai IPM Kabupaten Lamandau adalah 70.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.828 7.379 Lainnya 1. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.25 12 Membaiknya upaya peningkatan SDM tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal.8. nilai IPM Kabupaten Lamandau masih relatif rendah berada pada posisi ke 12 (dua belas) diantara 14 kabupaten/kota.2).4 95. Tabel 2.74 .

56 km jalan provinsi dan 702 km merupakan jalan kabupaten. Prasarana komunikasi Peranan jasa pos dan telekomunikasi dalam menunjang pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Lamandau amat penting. Pada Tahun 2006 produksi listrik yang disalurkan melalui unit PLN Kabupaten Lamandau sebanyak 3. 244 rumah tangga.181 m dimana sebagian besar disalurkan kepada konsumen rumah tangga sebesar 46.60 km. sedang 244.587 KWh dan yang terjual 3.94 km.140 KWh. Fasilitas penunjang prasarana perhubungan di Kabupaten Lamandau terdapat 1 terminal induk. Jumlah pelanggan di wilayah ini terdiri dari 6 sambungan untuk lembag sosial.8.875.90 km dengan total jalan diaspal 191. serta 5 unit sambungan usaha besar.75 . II . Dengan semakin baiknya pasilitas transportasi yang ada di Kabupaten Lamandau akan berdampak terhadap peningkatan jumlah alat transportasi yang ada. rusak sepanjang 63 km. 1 unit sambungan pemerintah. saat ini dari Kabupaten Lamandau ke ibukota provinsi sudah dapat dilalui melalui transportasi darat dengan menggunakan bus yang melayani penumpang setiap hari. Prasarana listrik dan air minum Penyedian tenaga listrik dikelola oleh Pt Perusahaan Listrik Negara. Bila dilihat dari panjang jalan menurut kondisi jalan yang baik sepanjang 293. Kantor Pos/Kantor Pos dan giro yang ada di Kabupaten Lamandau berjumlah 1 unit termasuk di Kecamatan Bulik dan pos desa berada di Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang.36 km. 3 c.3. 1 terminal pembantu dan pelabuhan sungai. Infrastruktur a. tanah 325. kerikil 177. Dari jalan yang ada di Kabupaten Lamandau sepanjang 195 km merupakan jalan Negara. Seiring dengan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi darat yang utama.19 km.499 m3.30 km. 700. Selain transportasi darat dari Lamandau menuju Kabupaten Kotawaringin Barat juga dapat dilalui menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speed boat. Prasarana dan sarana transportasi Berdasarkan hasil catatan PUD dan Cabang Dinas PU Kabupaten Lamandau tahun 2006 dalam Kabupaten Lamandau Dalam Angka Tahun 2006 terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang 702.Profil Daerah 2. disamping travel.41 km dan yang tidak dirinci sepanjang 8. Jumlah air minum yang dislaurkan di wilayah Kabupaten lamandau pada Tahun 2006 sebanyak 50. dan yang rusak berat sepanjang 102 km. b.

kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi. Prasarana kesehatan Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai Kabupaten Lamandau juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial. serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Keadaan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Menurut Status dan Kecamatan Negeri Jumlah 1 1 Bulik Bulik Timur 1 1 Sematu Jaya Menthobi 1 1 4 Raya 1 1 5 Lamandau Belantikan 1 1 6 Raya 1 1 7 Batang Kawa 1 1 8 Dealang Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka 1 2 3 No. keadaan ekonomi. Kecamatan Sekolah Swasta Negeri 27 14 8 7 4 3 15 Guru Swasta 4 5 5 4 3 2 Jumlah 31 19 13 11 7 5 15 e. Berdasarkan data Kabupaten Lamandau dalam angka tahun 2006 kecamatan belum ada SMU / SMK / MA adalah kecamatan Bulik Timur. prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. tingkat pendidikan. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakitpenyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat. terjangkau dan merata. berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program II . SLTP/MTs sebanyak 22 sekolah dan untuk SLTA/SMK/MA sebanyak 10 sekolah. Tabel 2. sebagian besar penduduk Kabupaten Lamandau sekurang-kurangnya tamat SLTP atau yang sederajat.76 .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.8. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif. jumlah guru terbanyak adalah pada Kecamatan Bulik sebanyak 31 orang. Prasarana pendidikan Pada tahun 2006 jumlah sekolah untuk TK sebanyak 41 sekolah. SD/MI sebanyak 103 sekolah. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD.4. Bila dilihat dari jumlah guru yang ada pun tidak merata. Dengan prioritas ini. sedangkan jumlah guru yang paling sedikit adalah pada SMU Kecamatan Batang Kawa yang hanya 5 orang. Fasilitas pendidikan sekolah khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua kecamatan. Berdasarkan Agenda pembangunan nasional.

Disisi lain Kecamatan Bulik ada 6 orang dokter umum. Begitu juga dengan dokter gigi yang hanya ada di Kecamatan Bulik. ahli gigi 5 orang. 1 dokter gigi. Lamandau. 2. Dukungan infrastruktur/fasiltas kesehatan di Kabupaten Lamandau terdiri dari 1 unit Rumah Sakit Umum. Kabupaten Lamandau memiliki 12 orang dokter umum. Bila dilihat dari jumlah dokter umum yang ada masih tidak merata. hal ini terlihat pada kecamatan Bulik Timur.9’’ Lintang Selatan.9. Secara administratif batas wilayahnya terdiri dari: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat.1. 2 Kabupaten Seruyan terdiri dari 5 kecamatan dan 86 Desa dan 3 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut.Profil Daerah kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. laut dan genangan air. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur. Dari segi tenaga medis. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat berkorelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Secara administratif Kabupaten Seruyan dengan ibukota Kuala Pembuang terletak diantara 111O 29’ 13.471 km terdiri dari hutan. Menthobi Raya. 5 unit puskesmas dan 47 unit puskesmas pembantu serta 21 unit polindes. Belantika Raya. perawat 74 orang. dan tenaga analis 2 orang. Kondisi Geografi dan Demografi a. dan Delang terdapat 2 orang dokter umum pada peran dokter umum ini sangat diharapkan oleh masyarakat. KABUPATEN SERUYAN 2. bidan 47 orang.8’’ Bujur Timur dan 0O 46’ 23’’ – 3O 33’ 43. sungai. Kabupaten Seruyan memiliki luas wilayah 16. dan Batang Kawa belum ada dokter umum.77 . kemudian Kecamatan Sematu Jaya. : Laut Jawa.75’’ – 113O 32’ 16. II .9. rawa. : Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

8 hari.72% terhadap luas Kabupaten. curah hujan rata-rata per tahun 3. Sungai. 2007 b.354.78 . Musim penghujan akan terjadi antara bulan Desember .77% terhadap luas Kabupaten Seruyan. dan • bagian selatan merupakan daerah dataran rendah terdiri atas lahan rawa dan pantai dengan ketinggian dan kemiringan 0-50O dari permukaan laut dan 0 -8 m. Tipe iklim adalah tropis lembab dan panas. Seruyan. • • • • Hutan belantara seluas 11.49 km2 atau seluas 4.68 km2 atau setara 27. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Seruyan terdiri dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan perincian sebagai berikut: • Bagian timur merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak serta ditumbuhi vegetasi berupa bakau dan kayu rawa. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Seruyan yang mempunyai luas wilayah 16.99% terhadap luas Kabupaten Seruyan.1. dan genangan air lainnya seluas 605.087 2 Danau Sembuluh 2.8 mm dengan rata-rata hujan per tahun 13.81 km2 atau sekitar 3. danau.52% terhadap luas Kabupaten Seruyan. dan Pertanahan lainnya seluas 3.404 km atau 11. Luas Wilayah Kabupaten Seruyan Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas (km2) Desa 12 10 10 26 28 Jumlah Kelurahan 2 1 - 1 Seruyan Hilir 6.September.Maret. • Bagian utara merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian di atas 150 m dari permukaan laut dan kemiringan 15 – 40O yang ditumbuhi hutan lebat.424 3 Hanau 1.746 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka. sedangkan Kemarau antara Juli .012 5 Seruyan Hulu 4.6% dari luas wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan dengan rincian sebagia berikut.479.9. Wilayah kabupaten Seruyan termasuk daerah yang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29O C dan temperatur tertinggi 34O C.02 km2 atau 69. Rawa-rawa seluas 733. 2 II . c.512.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.135 4 Seruyan Tengah 2. yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi daerah hilir (daerah bagian selatan). • Bagian barat merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak yang mempunyai vegetasi hutan mangrove dan kayu rawa. daerah ini kaya akan perikanan laut dan darat.

perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. terdiri dari penduduk laki-laki 67.979 4 Seruyan Tengah 15.164 14.345 jiwa atau dengan ratio penduduk laki-laki dan perempuan 107%. berpotensial sebagai pemasok kebutuhan wilayah dan penggunaan hasil produk wilayah dan mendukung berjalannya kegiatan ekonomi wilayah regional.330 29.Profil Daerah d. pantai dan daratan dengan berbagai jenis tanaman dan satwa.9.306 12. dan 6) Anak Sungai S. panjang 65 km. Tabel 2.529 5 Seruyan Hulu 6. 5) Anak Sungai Pukun. II .079 jiwa dan penduduk perempuan 62.979 16. panjang 30 km.2. Wilayah Kabupaten Seruyan dibelah oleh Sungai Seruyan yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 400 km dan yang dapat dilayari 270 km. 3) Anak Sungai Manjul.345 129.9. 2) Anak Sungai Kalua Besa. Dengan bentangan alam yang meliputi wilayah lautan.079 Sumber: Seruyan Dalam Angka. panjang 76 km.815 3 Hanau 17.097 2 Danau Sembuluh 7.634 7.2. kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata adalah 400 m dengan anak sungai terdiri dari : 1) Anaka Sungai Danau Sembulu.689 Jumlah 67. panjang 30 km.79 .567 36. kehutanan. panjang 50 km. Jenis Kelamin. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. dan Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Laki-Laki 1 Seruyan Hilir 19. anjang 30 km. Jumlah Penduduk. Di Kabupaten Seruyan juga dijumpai kaya sumber daya bahan tambang dari berbagai jenis batuan dan mineral.957 14. Sumber daya alam Kabupaten Seruyan merupakan Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. menjadikan Kabupaten Seruyan memiliki potensi alam yang kaya akan sumber daya wisata yang dapat dikembangkan.424 Sex Ratio 108 109 105 109 106 107 2. 2007 No Kecamatan Penduduk Perempuan Jumlah 17.424 jiwa.995 62. Kale. 4) Anak Sungai Salau. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan tahun 2007 sebanyak 129. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten yang strategis di bagian selatan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan menjamin kemudahan interaksi dengan wilayah lainnya. baik sumber daya di perairan.859 6.978 34.

nilai IPM Kabupaten Seruyan adalah 71. nilai IPM Kabupaten Seruyan relatif rendah berada pada posisi ke 11 (sebelas) diantara 14 kabupaten/kota. jalan kabupaten seruyan 383. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada peringkat 136. jalan provinsi 120 km. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146.9.252 km meliputi jalan nasional 90 km. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Seruyan adalah 818. Dalam rangka penyediaan prasarana jalan darat pemerintah daerah dan provinsi berupaya II .81 11 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Seruyan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.80 memperbaiki jalan yang rusak dan meningkatkan akses jalan baru dan .9 80 10 618.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.5 km.3.9.7 7.9.8 7. Prasarana transportasi Prasarana transportasi merupakan prasarana pengangkutan dan perhubungan yang penting.3 615.).3.052 km.2 67. Infrastruktur a.4 87 0.3 99. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik.9 (Tabel 2.7 km serta jalan desa 175. air.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.3. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Seruyan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Seruyan 2005 2006 67.9. Kondisi transportasi yang kurang nyaman memang menjadi kendala bagi Seruyan tumbuh menjadi kota seperti kabupaten pendahulunya.3.8 70. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Karena itu pemerintah daerah Seruyan berupaya membuka semua akses menuju Seruyan lewat darat. jalan perkotaan 49. maupun udara.7 99. Tabel 2. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3 71.

T K 29 1. SLTP 22 unit. Tabel 2.310 5.091 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka. SMU 8 unit dan SMK 2 unit.678 3.699 m .134 1. Pada Tahun 2005 tercatat jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 79. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 190 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. 3 c.4. Sarana air bersih dari PDAM di Kabupaten Seruyan umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan. Pelanggan air bersih di kabupaten Seruyan terdiri dari pelanggan rumah tangga 457 unit dan instansi pemerintah sebanyak 17 unit sambungan. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. Produksi tenaga listrik di Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 sebanyak 8. direncanakan membuka pelabuhan samudra yang Di sektor perhubungan laut berfungsi sebagai prasarana pengangkutan barang terutama pelabuhan CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah).869 2. S D 120 9 14. b. Sarana Pendidikan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.513 Kwh dengan jumlah tenag terjual 7. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN telah menjangkau semua wilayah kecamatan di Kabupaten Seruyan. SLJJ dan SLI. SMK 1 1 124 108 Jumlah 139 51 18. Pelayanan Pos di Seruyan tersedia satu unit Kantor Pos di kuala pembuan. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Seruyan adalah tersedianya kantor Pos.376 Kwh.9.487 463 4.Telkom untuk pelayanan telepon lokal.474.81 . untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu. Selain itu juga tersedia fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Seruyan.Profil Daerah mempersiapkan jembatan di atas Sungai Seruyan. maupun pelabuhan penumpang. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut: TK 29 unit. Pelayanan telekomunikasi di Kuala Pembuang ibu kota Kabupaten Seruyan tersedia satu buah kantor cabang PT. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 66 677 86 120 82 93 56 23 890 313 Jumlah Sekolah 29 129 22 8 2 190 II .738. d. SMU 3 5 565 973 5. SLTP 15 7 3. SD 129 unit.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002 luas wilayah Kabupaten Katingan adalah ± 17. : Laut Jawa.10.52 15. 2.02 6.10.826 17. Luas Wilayah Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Ibukota Kecamatan Tumbang Senamang Tumbang Hiran Tumbang Kaman Tumbang Samba Buntut Bali Pendahara Kasongan Petak Bahandang Baun Bango Pagatan Mendawai Lua(km2) 2. dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Senaman Mantikei dan terkecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Tewang Sangalang Garing (Tabel 2. KABUPATEN KATINGAN 2.52 3.63 12. Kondisi Geografi dan Demografi a.go.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah e. saat ini berjumlah 9 unit ditambah Puskesmas Pembantu 39 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu.id.26 100. Puskesmas disetiap kecamatan.69 8.10.19 3. Tabel 2. • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan terdiri dari 13 dokter umum.178 3.793 1.030 1. 2008 II .1.1).12 4. Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau.089 805 568 663 804 2.604 2. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur : Kabupaten Gunung Mas.3° 30 ' LS.72 4. Berdasarkan daerah administratifnya Kabupaten Katingan terdiri atas 11 kecamatan.10.09 10. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan.440 1. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.0° 20 ' LS dan 113° 45 ' BT. yaitu di antara 112° 0 ' BT .800 % Terhadap Luas Wilayah 14. dan dibantu oleh 26 tenaga perawat dan 46 tenaga bidan.1. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Katingan secara geografis terletak di daerah Khatulistiwa. 1 dokter gigi.82 .24 17.00 Katingan Hulu Marikit Senaman Mantikei Katingan Tengah Pulau Malan Tewang Sangalang Garing Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang Katingan Kuala Mendawai Jumlah Sumber: Katingankab.800 km² dengan Batas Wilayah adalah sebagi berikut.

Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Katingan seluas 17. Sungai Samba = 100 km . Katingan Tengah (14. dan lain-lain) seluas 4. Kabupaten Katingan beriklim tropis yang panas dan lembab dengan suhu udara pada siang hari rata-rata 33°C dan temperatur tertinggi mencapai 36°C. dan Sungai Mahup = 50 km. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Katingan Hilir yaitu 33 jiwa/km . Wilayah Khusus (Hutan Lindung. Sungai Sanamang = 65 km.55%). yaitu adanya Sungai Katingan dengan panjang 650 km yang dapat dilayari 520 km dan bermuara di Laut Jawa dengan anak sungai sebagai berikut : • • • • • • Sungai Kalanaman = 65 km .km2. Beberapa kecamatan lainnya dengan kepadatan penduduk relatif lebih padat adalah Kecamatan Katingan Tengah yaitu 18 jiwa/km2.900 km2 .500 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m terdiri dari: • • • Wilayah Daratan seluas 12. Sungai Hiran = 75 km .83 2 .049 jiwa yang terdiri dari 69.569 jiwa penduduk perempuan atau dengan sex ratio 109 (Tabel 2. penduduk banyak terkosentrasi pada tiga kecamatan yaitu di Katingan Kuala (17. Margasatwa. dan Tewang Sanggalang Garing (7. Sungai Bamban = 75 km .Profil Daerah b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut: • • • Dibagian Selatan merupakan daerah pantai dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut dengan ketinggian 0 – 50 m dari permukaan laut.2). Demografi Berdasarkan Data BPS keadaan penduduk Kabupaten Katingan Tahun 2006 berjumlah 133. c. sedangkan pada malam hari mengalami kelembaban. sedangkan penduduk terjarang berada di Kecamatan Marikit dan Kamipang yauti 3 jiwa.75%). dan Wilayah Perairan seluas 190 km.13%).10.200 m dari permukaan laut. Bila dilihat berdasarkan sebarannya penduduk di Kabupaten Katingan belum merata penyebarannya. Bagian Utara berupa perbukitan dengan ketinggian 200 -1500 m dari permukaan laut. Kecamatan II . 2 d.68%). Keadaan hidrologi dalam wilayah Kabupaten Katingan. Bagian Tengah berupa dataran dengan ketinggian 50 . Katingan Hilir (16.480 jiwa penduduk laki-laki dan 63.410 km .

Bila dilihat penduduk berdasarkan kelompok umurnya pada tahun 2006.766 Pulau Malan 1.322 13.3.283 63.195 3.717 II .673 45–49 4.217 19.891 6.435 10–14 9.865 Marikit 1.263 1.799 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.026 30–34 7.401 12.527 120.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tewang Sanggalang Garing yaitu 17 jiwa/km2.614 133.486 129.917 7.324 9.294 3.702 Tewang Sanggalang Garing 2.865 4.911 Tasik Payawan 1.516 6.507 Sanaman Mantikei 3.363 11.959 5.327 3.707 >64 3.688 20.729 40–44 5.175 9.056 7. Jumlah Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Kecamatan KK Laki-Laki 6.873 3.748 7.074 55–59 2.112 2006 21.408 Jumlah 120.569 Jumlah Penduduk 11.645 Katingan Kuala 5.331 1.07 9.866 Jumlah 2006 33. Tabel 2.265 Katingan Tengah 4.312 4.087 9.61%) berada pada usia kerja (antara 15 – 64 tahun).71 5.742 3.610 2.02 16. dan Kecamatan Katingan Kuala dengan kepadatan penduduk 13 jiwa/km2.042 10.734 7. namun pertumbuhan penduduk tahun 2005 – 2006 meningkat 8%.721 6.643 3.514 16.327 11.692 4.483 6.57 19.132 2.254 20.725 Kamipang 1.27 2.62 1.486 22.107 3.417 130.37 17. terlihat sebagian besar (53.575 23.10.891 11.130 7.595 10.266 2005 21.616 19. sedangkan penduduk bukan usia kerja (46.961 17.425 3.046 19.682 125.908 Mendawai 1.429 126. Sedangkan kecamatan lainnya tergolong jarang penduduknya dengan kepadatan penduduk berkisar antara 3 – 8 jiwa/km2.480 Perempuan 5.907 6.838 8.037 13.307 4.279 50–54 3.56 0 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.528 6.113 11.838 9.409 2.904 15–19 9.609 3.336 8.107 7.65% per tahun.752 5.521 4.311 20.923 9.378 3.021 6.689 11.3.625 6.2.456 3.713 3.084 2.674 9. Pertumbuhan penduduk pada periode mengalami fluktuasi.331 69. 2007 Pertumbuhan penduduk rata-rata Kabupaten Katingan pada periode 2001 sampai 2006 sebesar 1.979 11.77%.127 2. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kelompok Umur Kelompok 2001 2002 2003 Umur 0-4 24.647 4.317 4.438 14.539 3.10.255 60–64 1.298 1.400 Katingan Hilir 5.049 Katingan Hulu 2.693 20–24 10.206 25–29 8.758 7.133 5.768 3.177 19.59%) dinominasi oleh penduduk usia muda antara 0-14 tahun sebanyak 43.072 3.864 35–39 5.179 2.107 3.10.596 12. Jumah penduduk dan Perkembangan penduduk berdasarkan kelompok umurnya dapat dilihat pada Tabel 2.546 5–9 25.429 3. Tabel 2.736 13.84 .718 1. 2007 2004 20.795 17.306 14.136 6.094 3.773 6.

tangkap dan daerah konservasi (closed season) atau daerah resapan serta dapat pula menjadi bisnis agrowisata. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .85 . b. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.5 meningkat sedikit dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Sebagain besar sumber daya alam yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.9. nilai IPM Kabupaten Katingan masih rendah dan berada pada posisi ke 10 (sepuluh) diantara 14 kabupaten/kota.10. Kabupaten Katingan merupakan daerah penghasil kayu 2 2 terbesar di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin HPH maupun izin IPK. nilai IPM Kabupaten Katingan adalah 71. Kawasankawasan sepanjang aliran sungai mempunyai potensi untuk perikanan budidaya.800 km merupakan kabupaten dengan luas wilayahnya terluas kedua mencapai 11. Sumber daya hutan lainnya yang dihasilkan adalah berupa rotan. Kabupaten Katingan memiliki potensi pengembangan sumber daya perkebunan. sedangkan peringkat secara nasional berada pada posisi ke 137. Potensi lainnya adalah tanaman hias salah satunya Nepenthes yang berasal dari hutan dan telah dibudidayakan oleh beberapa petani lokal. Selain sumber daya perairan.3 (Tabel 2. Sumber daya alam Kabupaten Katingan dengan luas wilayah 17. sementara yang dominan saat ini adalah kelapa sawit dan karet. Bentangan wilayahnya yang luas diikuti pula oleh kekayaan sumber daya alamnya.59% dibanding luas wilayah Kalimantan Tengah yaitu setelah Kabupaten Murung Raya dengan luas wilayah 23.700 km (15.Profil Daerah 2. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan.43%). sedangkan sumber daya pertanian tanaman pangan sebagian besar adalah padi.4). hal ini dapat terlihat dari 141 desa dari 152 desa bertempat dipingir DAS.2. Wilayah Kabupaten Katingan dilalui oleh Sungai Katingan dengan 6 (enam) anak sungai yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 650 km dan yang dapat dilayari 520 km. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. kehutanan. Kabupaten Katingan kaya akan hasil hutan baik berupa aneka jenis kayu dan rotan. Sebagian besar penduduk Katingan bertempat tinggal di daerah aliran sungai dengan memanfaatkan sumber daya perairan sungai dan laut. baik sumber daya di perairan. bahan galian.

10.57 d.15 Total 272.20%). Prasarana perhubungan udara yang telah ada berupa lapangan udara yang berada di II . Kabupaten Katingan selain memiliki prasaran perhubungan darat juga memiliki prasaran perhubungan udara dan air.81 3.2 c.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Katingan 2005 2006 67. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting yang menghubungkan antar wilayah.6 71. sedang 3.10.10.1 7.4. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Katingan adalah 272.3 123 8 623.6 71. Infrastruktur a. Tabel 2.69 10 2.04 100. 2007 No 1 Persentase 0.76 0. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.00 Untuk meningkatkan pelayanan dibidang transportasi.86 .5. Baik 7.89 19.5 137 0.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.6 Total 272.07 b.24 43. Rusak Berat 117.00 2. Sedang 10. tanah 52.4 99. kerikil 2.31 79. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Katingan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.4.8 99.24%) dan rusak berat (43. Rusak 136.81%.10.0 67.3. diaspal 2.75 50.76 d. lainnya 215. Tabel 2.43 c.22 2 Kondisi jalan a.22 km dengan kondisi jalan dalam keadaan baik 2.4 621.20 100.22 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. Panjang dan Keadaan Jalan di Kabupaten Katingan Tahun 2006 Uraian Panjang Jalan (km) Jenis Permukaan a.75% dan sebagian besar berada dalam keadaan rusak (50.8 7. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Katingan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.66 b.

di manfaatkan sebagai pelayanan perintis ke wilayah utara dengan pesawat tipe BN.846 c.534 1.252 m³.Profil Daerah Kecamatan Katingan Tengah (Tumbang Samba). Kantor Pos yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir.742 6. Jumlah Kepala Keluarga yang Mendapat Pelayanan Air Bersih Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Kepala Keluarga 1. Sampai Tahun 2006 terdapat 10. Tabel 2. Prasarana komunikasi Kantor Pos merupakan salah satu prasarana tempat pelayanan komunikasi masyarakat.492 8.721 4.721 4. Tumbang Samba. b. Tabel 2.799 Jumlah 1.606 1.460 Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kasongan.606 1.461 Kwh.799 Sumber data : Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Katingan No Sarana 2006 1.577 Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan No Pelayanan PLN 2006 10. Sanaman Mantikei dan Pagatan. Tingkat pelayanan listrik di Kabupaten Katingan setiap tahun mengalami peningkatan khususnya dilihat dari jangkauan pelayanan.7.10.10.329 1.460 pelanggan dengan jumlah produkis listrik 7.87 .220 240 10. Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN di Kabupaten Katingan Tahun 2002-2006 Jumlah KK/Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Listrik 3. Prasarana listrik dan air minum Fasilitas listrik di Kabupaten Katingan sudah dapat menjangkau semua kecamatan dan pengelolaannya dilakukan oleh PLN Cabang Palangka Raya dengan menggunakan listrik tenaga air dari Kalimantan Selatan dan PLTD Katingan Kuala. Lapangan Udara Tumbang Samba berdiri tahun 1984 dan operasional tahun 1987 dengan panjang landasan pacu 650 Meter dan lebar 23 Meter.742 6.462 2 PLTS 115 Jumlah 3.534 1.804. Katingan Tengah.6.492 8.329 1. Pendahara dan Kereng Pangi dengan distribusi air 5 liter/detik dengan jumlah pelanggan 488 dengan kapasitas yang ada 54.846 1. Meskipun demikian jangkauan II . Prasarana Pelabuhan Laut yang ada di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan telah dibangun melalui dana APBN yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2003 dan telah diserahkan kepada daerah dengan status pelabuhan sungai.

Sarana Pendidikan di Kabupaten Katingan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.340 35 330 168 127 149 40 1. SLTP 44 unit. Terdapat beberap penyedia sarana telepon selular di wilayah ini.803 500 Jumlah Sekolah 79 198 44 18 2 341 e.437 7. Untuk menjangkau daerah pedesaan. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut TK sebanyak 79 unit. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah. dan Telepon CDMA Telkom (Flexi). Fasilitas telepon seluler juga telah menjangkau wilayah Kabaupaten Katingan. II . Pada tahun 2007 jumlah prasarana pendidikan sebanyak 341 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. d. SMU 18 unit dan SMK 2 unit. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan terdiri dari 21 dokter umum. Tabel 2. SD 198 unit. SMU 8 10 1. SLTP 29 15 3.88 .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pelayanan Kantor Pos Kasongan mampu menjangkau di 11 kecamatan di Kabupaten Katingan. PT telkom mengupayakan fasilitas Ultraphone.469 1.677 2.265 1. antara lain telepon seluler GSM Telkomsel (Simpati). 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 6 108 1. Sebagian besar (63%) masih berada pada jenjang pendidikan SD. Fasilitas telepon juga telah tersedia di Kabupaten Katingan.10. Satelindo(Mentari) dan XL. Jumlah sambungan telepon di Kabupaten Katingan berjumlah 454 kapasitas sentral dan 454 unit sambungan telepon. dengan beberapa jenis kapasitas yang dimiliki dan digunakan tersebar di beberapa daerah serta fasilitas Cluster yang digunakan untuk melayani pelanggan yang lokasinya satu sama lainnya berdekatan.159 3. T K 1 78 105 2. 2 dokter gigi.143 5. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan di Kabupaten tersedia mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Puskesmas saat ini berjumlah 13 unit tersebar disetiap kecamatan. ditambah Puskesmas Pembantu 52 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu. dan dibantu oleh 97 tenaga perawat dan 61 tenaga bidan. S D 192 6 19.345 4. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. SMK 2 237 Jumlah 230 111 24.598 2.467 murid.8. Jumlah murid yang sekolah mulai dari Tk sampai SLTA sebanyak 377.561 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka.

00 6 Jabiren Raya 1.85% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.96 4 Maliku 413. Tabel 2.564 km ).00 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2008 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 10 8 16 14 9 8 14 15 94 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan.00 4. Bagian selatan terdiri dari pantai pesisir .59 5 Kahayan Hilir 360.323.997 km (899. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sebangau Kuala dengan luas 3.00 100.00 14.14 4.0 LS.11. diantara 110 . dan : Kabupaten Kapuas.25 3 Pandih Batu 535.155 km2.323 km2 dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas 1. Kondisi Geografi dan Demografi a.700 Ha) atau sekitar 5. b. rawa-rawa II . 2 0 0 0 0 2 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan dengan luas setiap kecamatan adalah sebagaimana disajian pada Tabel berikut.120 BT dan 10 .70 7 Kahayan Tengah 783.96 Jumlah 8. Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa.801.1.1. : Laut Jawa.997. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pulang Pisau 2007 Luas km2 Persentase 1 Kahayan Kuala 1. Kabupaten Pulang Pisau dengan ibukota Pulang Pisau memiliki batas wilayah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Kabupaten Gunung Mas. : Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya.70 8 Banama Tingang 626. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kahayan Hilir dengan luas daerah 360 km .00 12. kemudian Kecamatan Jabiren Raya dengan luas 1.Profil Daerah 2.155.11.11.00 km2.00 8.84 2 Sebangau Kuala 3. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. KABUPATEN PULANG PISAU 2.86 5. Topografi dan iklim Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari daerah perbukitan di bagian utara dengan ketinggian antara 50 – 100 m dari permukaan laut dengan elevasi 8 – 15 serta daerah pegunungan dengan elevasi 15 – 25 .801.00 42.89 o o o 2 .00 6. dengan luas wilayah 8.

Lahan dan penggunaannya Wilayah Kabupaten Pulang Pisau seluas 8.5OC. hutan bakau (280 km2) dan kawasan air hitam (65 km ). Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau. rawa-rawa. Bulan kering terjadi pada bulan Juni – September. • • • Anjir Basarang sepanjang 24 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 7 km. : 404 km .095 km2 dan kawasan budidaya seluas 3.3000 mm setiap tahun.9OC. Kawasan hutan terdiri dari kawasan hutan lindung (1.997 km2 terdiri dari kawasan hutan seluas 5. sedangkan temperatur maksimum mencapai 32. : 1. hutan gambut (2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dengan ketinggian antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi 0 – 8o serta dipengaruhi oleh air pasang surut.384 km . : 492 km2. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober-Desember serta Januari-Maret berkisar antara 2000 .5OC dan temperatur minimum 22. dan dilintasi sungai yang termasuk dalam wilayah Pulang Pisau yaitu: • • • Sungai Kahayan sepanjang 600 km. : 99 km . Sungai Sebangau sepanjang 200 km.961 km2). : 753 km .5OC sampai 27. 2 2 2 2 2 2 2 . Temperatur udara rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2006 berkisar antara 26. dan : 16 km2. Kabupaten Pulang Pisau termasuk daerah beriklim tropis lembab. : 46 km . c.5 km yang menghubungkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya.789 km2).90 Hutan produksi Hutan produksi tetap Pertanian ladang basah (sawah) Perkebunan dan peternakan Pemukiman perkotaan Pemukiman Transmigrasi Perairan dan sungai Jaringan jalan : 369 km . Adapun luasan kawasan budidaya terdiri dari: • • • • • • • • II . dan Daerah pantai pesisir sepanjang 13.902 km2. Rata-rata kelembaban udara tiap bulan > 80% dengan rata –rata penyinaran matahari di atas 50%. Anjir Kalampan sepanjang 14. Anjir/Terusan Raya sepanjang 18 km menjadi alur transportasi dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6 km.5 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6.4 km.

Bila dilihat distribusi penduduk berdasarkan usia.377 4.401 9.071 4.110 4 Maliku 413. Tabel 2.326 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.610 jiwa atau 48.00 2.91 .59% dari total penduduk.187 9.39 Sumber: Kabupaten Pulang Pisau.39%. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Kelompok Umur Persentase 0 – 14 29.134 7.972 3.594 10.580 3.21% di kecamatan kota dan 19.155.02% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2.610 Jumlah 19.309 6 Jabiren Raya 1.5 jiwa per km. Jika dilihat dari distribusi penduduk.44%. yang terbanyak adalah penduduk yang bekerja sebagai petani/nelayan sebanyak 27.936 Tabel 2.326 jiwa atau 51.212 7 Kahayan Tengah 783.86 5. Kabupaten Pulang Pisau dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’).400 2 Sebangau Kuala 3. Jumlah dan Sebaran Penduduk Kabupaten Pulang Pisau Menurut Kecamatan Tahun 2007 Luas Wilayah` Rumah (km2) Tangga Laki-laki 1 Kahayan Kuala 1.401 11.783 10.11. atau sebanyak 82.Profil Daerah d. tingkat kepadatan penduduk rata-rata 13.2.396 11. 2008 No Kecamatan Penduduk Perempuan 9.323.13% dan penduduk perempuan sebanyak 58. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 mencapai 68.02 15 – 64 68.14 6.997.11.813 4.11.621 5 Kahayan Hilir 360.59 65 + 2.855 119.936 jiwa.079 61.00 2.40%) dihilir/bagian selatan. 2008 Jumlah penduduk bila dilihat menurut klasifikasi pekerjaan.756 21.801.597 3.3.87%.147 Jumlah 8.00 30. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 sebanyak 119.62% dan dengan jenis II .869 3. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.00 1.554 8 Banama Tingang 626.00 4.39% berdomisili di hulu di bagian utara Kabupaten Pulang Pisau.704 22.787 4.692 11. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006 sampai 2007 sebesar 1.648 12.00 5.262 orang. 19.00 1. terdiri dari penduduk laki-laki 61.081 7. Jumlah dan penyebaran penduduk Pulang Pisau menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.973 3 Pandih Batu 535. persebaran penduduk sebagian besar (61.708 58.2.906 8. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 29.313 23.

Perincian jumlah penduduk menurut klasifikasi pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 2.074 27. dan 3. Kabupaten Pulang Pisau memiliki beragam potensi yang masih dapat 2 2 2 2 dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kabupaten Pulang Pisau yang utama melihat dari luas wilayah 8.37%) merupakan kawasan budidaya.12 4 Pens/Purnawirawan 459 0.75 Jumlah 119. II .22 10 Pekerjaan Lainnya 37.144 1.560 2.34 9 Buruh 8.4. Adapun kawasan budidaya seluas 3. perairan dan sungai dan jaringan jalan.61 7 Petani/Nelayan 33.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pekerjaan lainnya 30.649 7.79 2 TNI 42 0. Wilayah dataran rendah dan wilayah yang dekat pantai memiliki sumber daya alam yang cocok untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.63%) 2 2 merupakan kawasan hutan.14 6 Pedagang 732 0. hutan gambut (2.99 11 Belum/Tidak Bekerja 32.768 100. Tabel 2.11. lahan pertanian.095 km (56.902 km (43. pemukiman.2.789 km ).99%. Wilayah Pulang Pisau dengan lahan yang luas dan tersedianya hijauan memiliki yang besar untuk pengembangan peternakan. 2008 No Jenis Pekerjaan 2.117 30. Pulang Pisau juga memiliki sumber daya mineral dan bahan galian golongan C dan golongan AB.62 8 Peg/Karyawan Swasta 2.799 2.04 3 Polri 149 0.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.961 km ).38 5 Wiraswasta 2. kawasan mangrove/bakau (280 km ) dan kawasan air hitam (65 km ).997 km 2 2 (899.4.75%.043 26. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. wilayah perairan berpotensi sebagai wilayah pengembangan sumber daya perikanan dan daerah pedalaman umumnya berpotensi sebagai daerah pengembangan perkebunan. Kawasan hutan terbagi menjadi kawasan hutan lindung (1. Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Pekerjaan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jumlah Persentase Penduduk 1 PNS 2.902 km terdiri dari hutan produksi dan hutan produksi tetap. perkebunan dan peternakan.700 ha) dengan penggunaan lahan 5.11.92 . Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bekerja sebanyak 26.11.

Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).5 6 Kapuas 71.0 14 Pulang Pisau 69. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi untuk mengejar ketinggalan dari kabupaten lainnya dibidang pembangunan SDM.0 10 Katingan 71.3 Kalimantan Tengah 71.5.7 72.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.8 7 Kotawaringin Barat 71.11. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).9 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 69.Profil Daerah Keaslian alamnya baik perairan dan hutan yang belum banyak terjamah menjadikan daerah ini memiliki potensi sebagai cagar alam dan budaya. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.5). nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah 69.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota IPM 2006 77.2 13 Sukamara 70.9 70.3 5 Gunung Mas 71.9 72. b.5 71.8 3 Kotawaringin Timur 72.3 (Tabel 2. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah 2005 1 Palangka Raya 77.0 2 Barito Utara 72.4 70. Nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah yang paling kecil.4 72. Tabel 2.3 72.1 9 Murung Raya 71.9 12 Lamandau 70.6 71.10.9 73.4 69.93 .5 4 Barito Selatan 71.6 8 Barito Timur 70.6 71. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.2 71. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. indeks pendidikan yang dilihat darirata-rta lama sekolah II .9 71.3 11 Seruyan 70.1 73.

Yang lulus SLTP sederajat 15.6 93.100 0.50%.87 Jumlah 119.6.06 Diploma IV/S1 1.36 Tidak Tamat SD 23.60 D-I/D-II 1.0 91.35 Tidak/Belum Sekolah 20.7.92 D-III 722 0.11.50 SLTP/Sederajat 19.3 69.2 626. Tabel 2.2 7.0 7.172 19.5 69.9 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.86 SD/Sederajat 39.86% dan yang lulus SLTA sederajat 11.98%.777 11.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapaita penduduk.71%).208 16.47 SLTA/Sederajat 13.952 33. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita (Rp. serta penduduk yang memiliki pendidikan tamat S1 atau lebih persentasenya masih sedikit sekitar 0.6.94 .2 625. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Tabel 2. sebagian besar berpendidikan maksimal setingkat SD/tidak tamat SD (51.11.9 67.762 1.000) IPM Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Pulang Pisau 2005 2006 66.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.11. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jenis Pendidikan Jumlah Penduduk Persentase S-2/S-3 75 0.768 100. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk Pulang Pisau. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu. 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II .000 15. Ini berarti penduduk Pulang Pisau yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan keahlian. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.

Panjang jalan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 adalah 979. untuk memperlancar arus transportasi darat.32%.75 596. Infrastruktur a.05 km).39 693.05 167 167 B.09 km).09 A.14 km.95 .09 77. Kondisi Baik 115. Luas areal pelabuhan sekitar 58 Ha dan memiliki aral tambat sepanjang 90 meter dengan lebar 10 meter.7 344 287. II .Profil Daerah Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Pulang Pisau adalah sektor pertanian.8 518.8.05 119.05 119. Berdasarkan statusnya terdiri atas jalan negara (119. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 54.11. Prasarana transportasi Jalan dan jembatan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.05 119.75 61. Penduduk yang bekerja sebagai PNS dan TNI/Polri sebanyak 1. jalan provinsi (167 km) dan jalan kabupaten (693. Tabel 2.34 273.09 46. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten ini. Pelabuhan antar pulau terdapat satu buah yang berada di Kota Pulang Pisau yaitu di perairan Alur Sei Kahayan.25 693. Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki jembatan dengan total panjang 6.05 119.11. 2008 Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki prasarana transportasi air berupa pelabuhan dan dermaga.95%. 2.75 693. Permukaan Aspal 115.5 342. Panjang Jalan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Keadaan jalan Negara (km) 2006 2007 Status Jalan Provinsi (km) 2006 2007 Kabupaten (km) 2006 2007 35 95 466.3. Selain pembangunan badan jalan. Selain itu juga terdapat 11 buah dermaga yang sudah tersebar di setiap kecamatan untuk melayani angkutan sungai dan kapal perintis yang beroperasi sejak tahun 2003.05 167 167 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh (7.05 86 97 Sedang 7 0 37 40 Rusak 0 0 44 30 Jumlah 122. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.05 55 68 Kerikil 4 0 67 74 Tanah 0 0 45 25 Jumlah 119.22%) dan karyawan swasta 2.582 m.54 127.34%.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Pulang Pisau dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Pulang Pisau. Sumber tenaga listrik dialirkan langsung dari jaringan interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan melalui gardu induk di Kelurahan Kalawa. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang tersambung memiliki daya sebanyak 11.390.700 VA atau meningkat 39% dibanding tahun 2006 sebanyak 8.410.400 VA. Jumlah pengguna fasiltas listrik selama tahun 2007 tercatat sebanyak 16.844 pelanggan atau meningkat dianding tahun 2006 sebanyak 12.105 pelanggan. Kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Pulang Pisau bersumber dari sungai dan air tanah yang diolah dan dikelola oleh 2 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pulang Pisau. Kapasitas produksi air bersih pada kedua unit pengolahan tersebut sebanyak 28 liter/detik. Jumlah air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 311.467 m dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.477 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 1.371 pelanggan, serta perusahaan dan pertokoan 25, instansi pemerintah 53, sarana umum 13 dan badan sosial dan rumahsakit 15 pelanggan. c. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Pulang Pisau, seperti kantor pos dan jaringan telepon. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya memberi jasa pelayanan surat menyurat, paket barang, pengiriman uang, dan keagenan untuk cek, giro, tabanas dan pembayaran. Di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 6 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan kecuali di Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya dan Sebangau Kuala yang dilayani melalui pos keliling dan rumah pos. Untuk mendukung pelayanan jasa pos juga telah tersedia bis surat di setiap kecamatan. Pelayanan jasa telekomunikasi di wilayah Pulang Pisau saat ini disediakan oleh beberapa operator layanan yaitu PT Telkom dengan layanan jaringan telepon rumah dan GSM, PT Indosat, PT Telkomsel dan PT Excelcomindo dengan layanan GSM. telekomunikasi telah sampai hampir ke semua kecamatan dengan baik. Layanan
3

d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 64 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 203 unit. Tingkat II - 96

Profil Daerah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 41 unit SMP terdiri 31 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 18 unit SMA. Tabel 2.11.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Total 1. T K 64 64 1445 2. S D 176 27 203 18136 3. SLTP 31 10 41 6900 4. SMU 8 10 18 4810 Jumlah 215 111 326 31291 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau, 2008 Sekolah Guru 19 1434 280 175 1908

e. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada tingkat kecamatan tersedia 9 puskesmas di seluruh kecamatan. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas dengan fasilitas rawat inap 5 unit, puskesmas rawat jalan 4 unit, dan puskesmas pembantu 63 unit, serta57 unit polindes. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 1 dokter spesialis, 3 orang dokter umum, 8 dokter gigi, serta bidan 8 orang dan 137 perawat (Tabel 2.11.10.). Tabel 2.11.10. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah (unit) 1 Rumah Sakit 1 2 Puskesmas 9 3 Puskesmas Pembantu 63 4 Polindes 57 5 Posyandu 157 6 Pos Obat Desa 30 7 Dokter Spesialis Bedah 1 8 Dokter Umum 3 9 Dokter Gigi 8 10 Bidan 8 11 Perawat 137 12 Laboatorium 4 13 Gudang Farmasi 1 14 Apotik 1 Sumber : BPS Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka No Jenis Fasilitas/Pelayanan

2.12. KABUPATEN GUNUNG MAS Perkembangan suatu daerah ditentukan oleh aktivitas ekonomi dan berbagai kebijakan skala mikro maupun skala makro daerah yang bersangkutan. Dengan kata lain, perkembangan II - 97

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

suatu daerah pada dasarnya ditentukan oleh sisi permintaan (demand side) dan sisi penyediaan (supply side) dan juga dari kinerja investasi. Perkembangan Kabupaten Gunung Mas sebagai sebuah kabupaten baru tampaknya masih jauh dari pembagian kerja yang menghendaki terdapatnya kelompok masyarakat yang berkerja (berproduksi) untuk kepentingan ekspor, sementara kelompok lain menghasilkan kebutuhan masyarakat Gunung Mas sendiri. Kondisi obyektif/kenyataannya, hanya sebagian kecil kebutuhan bahan pokok sehari-hari masyarakat Gunung Mas yang dapat dipenuhi oleh produksi daerah sendiri. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan pasokan (supply) yang dipengaruhi oleh lingkungan, struktur ketenagakerjaan, budaya pungut dan infrastruktur yang ada di Gunung Mas.

2.12.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi, Kabupaten Gunung Mas terletak di daerah khatulistiwa, diantara 110
0

- 1200 BT dan 100 - 00 LS, dengan luas wilayah 10.804 km2 (1.080.400 ha) atau

sekitar 7,04% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.564 km2). Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota di Kuala Kurun memiliki batas wilayah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Provinsi Kalimantan Barat. : Pulang Pisau; : Kabupaten Kapuas; : Kabupaten Kasongan; dan

Secara administratif Kabupaten Gunung Mas memiliki 11 kecamatan dengan 12 kelurahan dan 113 desa, dengan luas setiap kecamatan adalah sebagai berikut. Tabel 2.12.1. Luas Daerah Manurut Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2007
km2 1 Manuhing 1.113 2 Manuhing Raya 601 3 Rungan 1.025 4 Rungan Hulu 791 5 Sepang 397 6 Mihing Raya 343 7 Kurun 842 8 Tewah 1.136 9 Kahayan Hulu Utara 1.589 10 Damang Batu 1.425 11 Miri Manasa 1.542 Jumlah 10.804 Sumber : Gunung Mas Dalam Angka, BPS. 2008 No Kecamatan Luas Persentase 10,3 5,6 9,5 7,3 3,7 3,2 7,8 10,5 14,7 13,2 14,3 100,0 Jumlah Desa/Kelurahan 12 6 21 11 7 6 15 16 12 8 11 125

II - 98

dan • Daerah selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang berpotensi mengalami banjir cukup besar pada musim-musim hujan. Kemudian pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah alluvial yang berasal dari endapan sungai dengan jenis tanah Alluvial Hydromorfik Kelabu. Tahun 2004. Alluvial. Sungai Miri (anak Sungai Kahayan). tersebar dan dapat dijumpai di beberapa sungai/anak sungai di wilayah Gunung Mas yaitu Sungai Kahayan. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak. hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terendah pada bulan Agustus dengan rata-rata 0. serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15°-25°. dan Sungai Miri.03 mm dan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 36. Sungai Kahayan dengan panjang ± 600. Wilayah Kabupatan Gunung Mas dilintangi oleh 3 sungai yaitu Sungai Kahayan. yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7-9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan) kurang dari 2 bulan. Rungan dan Manuhing. Gley Humus dan Komplek Regosol Podsolik.75 km. Hydromorfik Kelabu. dan anak-anak sungai lainnya yang berfungsi sebagai penunjang alternatif transportasi darat untuk angkutan barang maupun penumpang.Profil Daerah b.1 mm.25 km. II . rawa-rawa dan ada tiga jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas. Alluvial Hydromorfik. Kabupaten Gunung Mas pada umumnya termasuk beriklim tropis dan lembab dengan temperatur antara 21°C-23°C dan maksimal mencapai 36°C.99 . Ada empat jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas yaitu: • • • • Sungai Manuhing dengan panjang ± 28. disamping itu sebagai pemukiman penduduk masih berada di daerah pinggir sungai. Sungai Rungan dengan panjang ± 86. jenis tanah yang dominan adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang tersebar di bagian utara wilayah Gunung Mas dengan ketebalan 110 cm. Klimatologi wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975) termasuk tipe iklim B1. selain itu juga daerah Kabupaten Gunung Mas memiliki perairan yang meliputi danau.00 km. Pentingnya peranan sungai ini disebabkan oleh terbatasnya/terganggunya prasarana perhubungan darat. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri atas beberapa jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning. Sungai Rungan dan Sungai Manuhing (anak Sungai Rungan). Topografi dan iklim Keadaan topografis Kabupaten Gunung Mas terdiri dari: • Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500m dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan 8°-15°. sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal.

29% dan penduduk perempuan sebanyak 44.003 48. Seiring denga persebaran penduduk tersebut.456 76.482 38.9%). Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 1998-2007 Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004*) 2005*) 2006*) 2007*) Kecamatan Laki-laki 34.100 .231 39.050 2.217 39.025 44.513 39.200 Kahayan Hulu Utara 4.1%) dan Rungan (14.71%.505 Laki-laki Perempuan 37.049 42. Tewah (17.3).195 80.594 41.690 Sepang 2. maka persebaran penduduk Gunun mas terkonsentrasi pada Kecamatan Kurun (21.254 39.505 Sumber: Gunung Mas Dalam Angka 2008 II .432 37. Laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 1998 sampai 2007 sebesar 3.12.357 Miri Manasa 1.478 6.261 Jumlah 71.766 Rasio Jenis Kelamin 110 110 108 113 111 111 110 107 112 112 105 110 Manuhing 3. maka tingkat kepadatan penduduk juga lebih rapat pada ketiga wilayah tersebut (Tabel 2. Jika dilihat dari distribusi penduduk.668 7.836 37.279 Mihing Raya 2.12.713 42. Tabel 2.304 Damang Batu 2.637 3.2.736 45.004 42. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2007 sebanyak 92.31% pertahun dengan tingkat rasio jenis kelamain 110 (Tabel 2.087 83.143 Rungan Hulu 3.505 jiwa atau 52. terdiri dari penduduk laki-laki 48.028 92.819 76.024 39.261 Perempuan 2.933 86.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah c.067 76.197 41.781 2.766 jiwa.10.9%).2).655 44.083 40.730 Rungan 7.671 3.107 9.851 2.12.602 36.261 jiwa atau 47.255 2.848 80.065 Manuhing Raya 2.108 1.562 81.668 Tewah 8.740 Jumlah 48.329 Kurun .

serta daerah pertanian (sawah.44 8.13 3.15 13.360. yang terdiri atas lahan untuk pertanian (kebun.871 Kahayan Hulu Utara 8. pekarangan.59 Manuhing 5.71%. 4) Kawasan Pengembangan Produksi (KPP). 9. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (BPS Provinsi Kalimantan Tengah). kebun). Gunung Mas Dalam Angka 2008 2.336 Tewah 15.9 12. 32. 2) Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). 226. Dilihat dari pemanfaatannya.93 24. kawasan hutan lindung.136 1. sawah) seluas 2.54 ha.44 ha. 7. 15.72%.589 1. 2.766 Sumber.13 2. ratarata luas penguasaan lahan per keluarga pertanian di Gunung Mas adalah sebesar 2.945 Sepang 4.846 Manuhing Raya 5.061.780 Rungan Hulu 6.804 km atau 1.78 10.97 5. 11.400 ha yang sebagian besar merupakan dataran tinggi yang sangat potensial untuk daerah perkebunan. Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara.2 8.329 Mihing Raya 4.2.395 Jumlah 92.025 791 397 343 842 1.33%.155 Damang Batu 4.465 Miri Manasa 3.67 13. ladang.11. Berdasarkan hasil survai “Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas” yang dilaksanakan Pemerintah II . Sumber daya alam Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah 10. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. 11.95 ha. Khusus untuk kawasan rencana pengembangan produksi dan penggunaan lainnya tersedia kawasan lebih dari 50% dari luas wilayah. 20.637 ha.63 ha.208 Rungan 13.51 ha lahan bukan untuk pertanian (bangunan. 191. 8. 3) Kawasan Hutan Lindung (HL). 164.542 10.3.402.080. laha tidur dan lahan lain-lain) seluas 0. ladang. 10. 3.98%.434. Rencana pemanfaatan ruang di Kabupaten Gunung Mas berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2005-2015 yaitu: 1) Kawasan Hutan Produksi. 354. 17. kawasan pemukiman dan untuk rencana pengembangan produksi serta pengunaan lainnya.22%.113 601 1.Profil Daerah Tabel 2.25 8. sungai. Persebaran Penduduk di Kabupaten Gunung Mas Menurut Kecamatan Tahun 2007 Kecamatan 1.425 1.12. danau dan rawa.101 2 . 4.804 Kepadatan Penduduk 5. dan 5) Pemukiman dan Penggunaan lain. 6. 122.16 ha.436 Kurun 20. 5.37 ha. Wilayah Gunung Mas terdiri atas: kawasan hutan produksi (tetap dan terbatas). kawasan pemukiman. Jumlah Penduduk Luas Daerah (km2) 1.

40 Sumber : Laporan Akhir.5).04 1.4 ha dengan seperti tabel berikut.80 0. atau secara rata-rata penduduk Gunung Mas sudah tamat SD namun masih banyak yang belum tamat SLTP.40 3.12.00 b. Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas.7 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.20 0.87 0.26 Kurun 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006.3 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Pemerintan Kabupaten Gunung Mas dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.48 3.32 0.00 0. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.03 0. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dari tahun 2005 – 2006 sedikit meningkat.49 0.85 Kahayan Hulu Utara. diperoleh informasi bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai dan diusahakan untuk pertanian adalah 3. II . lebih baik dari tahun sebelumnya pada posisi 112.5 (Tabel 2.03 Jenis Lahan (Ha) Ladang Sawah 0. Damang 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.47 Rungan dan Rungan Hulu 3.00 0.54 Tewah 2. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas adalah 72. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas relatif lebih baik yaitu berada pada posisi ke 5 (lima) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah baik dan perlu lebih ditingkatkan.09 0.23 2.71 Sepang dan Mihing Raya 4. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.97 2.08 0.4 Penguasaan Lahan Pertanian Oleh Petani di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006 Jumlah Manuhing dan Manuhing Raya 4. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.19 0. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 103.04 3.102 . Tahun 2006 1 2 3 4 5 6 No Kecamatan Kebun 4.12.37 0. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Rata-rata lama sekolah 8. Tabel 2.23 Batu dan Miri Manasa Rata-rata 2.12.08 1.15.

5 112 5 2006 67.16.33% jalan provinsi dan 60.17 Jalan Provinsi 10.67 192.4% dalam kondisi baik serta 46. darat dan udara.3 622.4 98.5.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Gunung Mas 2005 67.3 71. Sebagian besar kondisi jalan rusak dan rusak berat berada pada jalur antara Palangka Raya ke Kuala Kurun yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Sampai dengan tahun 2007.50 81.1%. Aspal b. Diharapkan dalam waktu 1 – 2 tahun kedepan akses jalur transportasi darat antara Palangka Raya dan Kuala Kurun sudah dalam kondisi baik.50 489. Sungai Miri dan Sungai Manuhing. Berdasarkan kondisinya maka hanya 6. Tabel 2. Perkerasan c.00 78.00 16.00 64.49% merupakan jalan kabupaten. 19.00 52.0 8.00 184.40 109. Infrastruktur a. Sungai Rungan.12.6 5 2.4 8. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.3. Prasarana transportasi Prasarana transportasi yang terdapat di Kabupaten Gunung mas terdiri dari sungai. Meskipun telah terdapat prasarana transportasi darat dan udara.103 .92 II . Jenis Permukaan a.00 jalan Kabupaten 33.Profil Daerah Tabel 2.70 0.12. tapi prasarana transportasi utama masih mengandalkan sungai dengan menggunakan jenis perahu klotok dan speed boat.60 0.72 575.5 dalam kondisi sedang. Sedangkan kondisi jalan yang rusak dan rusak berat mencapai 47. Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Gunung Mas Tahun 2007 Keadaan Jalan I.7 99. Tanah Jumlah Jalan Negara 16.3 621.18% jalan negara.4 72.3 103 2. prasarana transportasi darat di Gunung Mas mencakup jalan sepanjang 952 km yang terdiri dari 20. Kerikil/Sirtu d. Jalur utama transportasi sungai adalah Sungai Kahayan.12.

1. maka di setiap kecamatan sejak tahun 2004 terdapat pelayanan jasa telepon seluler (Telkomsel dan Satelindo) disamping sarana komunikasi utama yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indoneia (Telkom). KABUPATEN BARITO TMUR 2. Kondisi Jalan a.115º Bujur Timur dan 1º2’ Lintang Utara .33 24.08% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 1.82 130.381. c. Untuk Sarana komunikasi melalui fasilitas telepon.596 pelanggan dengan kebutuhan total air minum sebanyak 312.30 Jumlah 192. BPS.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keadaan Jalan Jalan Negara Jalan Provinsi jalan Kabupaten 33. Secara astronomis Kabupaten ini terletak pada posisi 114º . 2. 333 juta dan Rp.34 79. terdapat 5 kecamatan yang belum memiliki unit PLN.00 d. Kemampuan PLN wiayah Gunung Mas untuk memproduksi listrik sebesar itu didukung dengan 22 unit mesin diesel. Tahun 2007 ini. Rusak 8.999 juta dan seluruhnya masih dari dalam negeri.92 II. jumlah produksi listrik di wilayah Gunung Mas mencapai 5. Sedang 163. Secara administratif. Rusak Berat 4.70 200. yang terdapat di Kecamatan Sepang.2º5’ Lintang Selatan.00 70. 2.834 km² (atau 2. Kurun dan Tewah.50 10.60 b.150 pelanggan. Jumlah kantor pos di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 3 kantor. Jumlah wesel pos yang diterima dan terkirim sebesar Rp.037 Kwh dengan jumlah yang dijual sebesar 5.20 211. jumlah pelanggan air PDAM pada tahun 2007 sebanyak 1.10 c. Prasarana komunikasi Salah satu sarana komunikasi yang dimanfaatkan masyarakat Gunung Mas adalah Pos. Berdasarkan data PDAM Kabupaten Gunung Mas.17 184.579 pelanggan. Kabupaten Barito Timur ini memiliki batas wilayah sebagai berikut : II .50% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah : 153. 2008 b. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Timur memiliki luas 3. Prasarana listrik dan air minum Dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Gunung mas.564 km²) dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2002.13. Kondisi Geografi dan Demografi a.20 575.00 Sumber : Gunung mas Dalam Angka. Baik 16.761.13. Jumlah pelanggan yang terdaftar pada tahun 2007 mengalami peningkatan 1.707 m3.104 .977 Kwh kepada 4.

400 Ha. Sementara itu untuk jenis dan penamaan tanah dilakukan menurut sistem Soil Taxanomy (USDA.73%). 1990) pada tingkat ordo tanah. 2 2 Pada tahun 2006 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur No. sedangkan pada bagian barat dan selatan terdiri atas daerah (rawa). Satuan wilayah administrasi Kabupaten Barito Timur pada awal pemekaran. dan : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. : 1.50 meter diatas permukaan laut (dpl) dan tingkat kemiringan antara 0 .11 Tahun 2006 ada dua kecamatan yang dimekarkan yaitu Kecamatan Dusun Tengah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Dusun Tengah.007 km terdiri dari 18 desa dan 1 kelurahan.17%). Raren Batuah. Pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur No. Berdasarkan fisiografi wilayah Kabupaten Barito Timur dapat digolongkan 4 (empat) bagian utama sebagai berikut : • • • • Hutan belantara seluas 146.105 . (38. (31. (2.765 Ha. Berdasarkan peta tanah tinjau skala II . serta Kecamatan Dusun Timur dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Dusun Timur dan Paju Epat. : 579 km2 terdiri dari 10 desa.28%). 14 Tahun 2007 tentang pembentukan desa di Kabupaten Barito Timur menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan 102 desa dan 3 kelurahan.467 Ha. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Rawa.82%). Topografi dan iklim Kondisi fisik wilayah (fisiografi) Kabupaten Barito Timur. (27. dan Tanah lainnya seluas 104. pada bagian utara dan timur sebagian besar berada di wilayah daratan dengan tingkat ketinggian antara 0 .rawa seluas 122. : 203 km2 terdiri dari 8 desa. Sungai/ danau / genangan air seluas 10. : 225 km2 terdiri dari 7 desa. dan : 258 km terdiri dari 5 desa dan 1 kelurahan. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. b.532 km2 terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan. dan Paku.011 Ha. terbagi atas 6 (enam) wilayah kecamatan serta 68 desa/kelurahan (terinci 65 desa dan 3 kelurahan) dengan rincian sebagai berikut: 1) Dusun Tengah 2) Pematang Karau 3) Awang 4) Patangkep Tutui 5) Dusun Timur 6) Benua Lima : 1.Profil Daerah • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.8%.

d. Mollisol.67 mm. Secara umum masyarakat Barito Timur dikenal agamis dengan kerukunan dan toleransi beragama cukup tinggi. c. yaitu Kota Ampah (Ibukota Kecamatan Dusun Tengah) yang merupakan pusat utama kegiatan perekonomian untuk Kabupaten Barito TImur dengan tingkat kepadatan paling tinggi mencapai 33 jiwa/km² diikuti oleh kecamatan Dusun Timur dengan Ibukota Tamiang Layang yang sekaligus Ibukota Kabupaten Barito Timur dengan tingkat Kepadatan Penduduk 10 jiwa/km².834 km² yang berada pada ketinggian 0 – 50 m dpl terdiri dari kawasan sebagai berikut Hutan belantara seluas 146. oxisol. 2000) dan peta Land System dan Land Suitability skala 1 : 250. yaitu mencapai 197.000. kawasan konservasi.rata 2%. (38. Sungai/danau/genangan air seluas 10. terutama tanah ordo ultisol. dan Spodosol. (31. Rata-rata curah hujan per tahunnya relatif tinggi. Untuk wilayah Kabupaten Barito Timur yang sebagian besar berada pada wilayah daratan dan perbukitan dengan tanah mineral. berjumlah 81. dengan tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Timur masih tergolong tidak padat yaitu baru mencapai 19 jiwa/km² dengan pertumbuhan penduduk rata.73%). Katolik. Alfisol. Inceptisol.765 ha. dan mollisol pada lahan kering sebagian besar telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan (ladang) dan perkebunan (terutama kebun Karet dan Rotan).400 ha. dan peternakan. Rawa. Agama yang dianut mayoritas di Kabupaten Barito Timur antara lain : Kristen Protestan. Islam.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 1 : 1.82%). Entisol.000 (RePPPort. Ultisol.836 wanita. Tipe iklim Kabupaten Barito Timur adalah tropis dan relatif panas.rawa seluas 122. Oxisol.28%). serta kawasan pemukiman dan pembangunan perkotaan. Demografi Jumlah penduduk menurut hasil registrasi Badan Kependudukan. dimana pada siang hari suhu mencapai 34ºC.17%).382 laki-laki dan 39.011 ha. Bila diamati menurut kecamatan terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti. perkebunan. 1985) di Kalimantan Tengah terdapat 8 (delapan) ordo tahnah yang tersebar pada wilayah kabupaten/ kota yaitu terdiri dari Histosol.106 . dan Tanah lainnya seluas 104. Lahan dan penggunaannya Total luasan Kabupaten Barito Timur seluas 3. dan Kaharingan. (2. Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur pada tahun 2005. kawasan pengembangan khusunya untuk pengembangan sektor pertanian. (27. II . Wilayah daratan terdiri dari kawasan hutan produksi.000 (Puslitanak.467 ha.218 jiwa terdiri atas 41. alfisol.

indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.000 ha dengan dominasi hutan galam. nilai IPM Kabupaten Barito Timur adalah 71. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. nilai IPM Kabupaten Barito Timur tergolong sedang berada pada posisi ke 8 (delapan) diantara 14 kabupaten/kota.315 ha. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini masih perlu lebih baik.107 .13. anak sungai.900 km2 dan lahan budidaya air payau (tambak) seluas 3. Selain itu terdapat potensi kelautan seperti di Kecamatan Tabunganen dengan kawasasn perairan pantai/laut seluas 20.13.127 ha yang mampu menampung sekitar 170.1).6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Sumber daya alam Kabupaten Barito Timur memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk Kesejahteraan bersama.600 ekor sapi bali. Wilayah Barito Timur merupakan areal hutan rawa gambut seluas 60. Pengembangan ternak besar dilakukan denganc ara penggemukan dan pembibitan. Salah satu sumber daya penting yang dimiliki adalah adanya sumber daya lahan pertanian baik lahan pasang surut.2. tegalan dan juga tersedia lahan sawah fungsional. Pada sektor peternakan potensi yang dimiliki meliputi potensi dan daya dukung pengembangan bidang peternakan berupa lahan potensial ± 60 ha dengan dukungan padang rumput dan lahan penggembalaan pemeliharaan seluas 62. b. dan lahan produktif di beberapa lokasi transmigrasi. Ketersediaan sungai besar. Tiap tahun rata-rata menghasilkan 20.1 (Tabel 2.Profil Daerah 2.000 ha. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Salah satu komoditas perkebunan yang 3 prospektif dikembangkan adalah kelapa sawit. Potensi ternak yang dapat dikembangkan berupa ternak besar. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. kecil dan unggas. Potensi sumber daya alam bidang perkebunan meliputi potensi lahan rawa gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 112. kanal dan jalan darat merupakan sarana yang memudahkan aksesibilitas maupun distribusi hasil produksi.000 m kayu galam dengan berbagai ukuran. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 135 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 167. Sumber daya perikanan potensial yang dimiliki antara lain kondisi geografis sebagian besar wilayah Barito Timur yang dikelilingi oleh sungai.

Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.2 71. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.1.108 .13. S-1 dan Program Pascasarjana.6 135 5.4 94. ketrampilan dan kesehatan. “Kabupaten Barito II . Peningkatan mutu pendidikan. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Peningkatan relevansi pendidikan.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Timur 2005 2006 67. penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan.6 8. peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.6 97. ditempuh strategi dan kebijakan antara lain: • • • • Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.6 7. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.1 167 12 620.” Untuk mewujudkan visi tersebut. Indikatornya antara lain: peningkatan usia harapan hidup. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.13.1 70. Dengan mengacu pada visi dan misi Indonesia Sehat dan Kalimantan Tengah tahun 2010.5 67. Tabel 2. program kesehatan Kabupaten Barito Timur menetapkan visi. Visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bartim adalah: “Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. dan peningkatan produktivitas kerja.1. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. dan Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan.3 617.07 8 Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. Pembangunan • • • • kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.

keluarga. Peningkatan kondisi ruas jalan di Kabupaten Barito Timur terus diupayakan.13. speed boat. dan Jalan Kabupaten sepanjang 856. maka sebagian besar jalan yang sudah di aspal yaitu sepanjang 321. dan kondisi rusak berat 266.6 km.70 km.90 km.3 km. Menurut data tahun 2003. kondisi sedang 40 km. Transportasi di Barito Timur terdiri dari transportasi darat dan sungai. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito timur tahun 2006.707 II . dan Jalan Kabupaten sepanjang 707 km. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Tamiang Layang. Jika dilihat dari kondisi permukaan jalan.1 km.5 km.5 km. dan jalan kerikil sepanjang 127. merata dan terjangkau. jalan tanah sepanjang 248. Terminal Handil Bakti. Jalan Provinsi sepanjang 105.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan mengalirnya arus barang dan jasa. panjang jalan darat di wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 1.109 . bus air dan motor boat. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu. Transportasi darat berupa mobil angkutan.Profil Daerah Timur Sehat Tahun 2008”. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. dan Mendorong kemandirian masyarakat kecamatan untuk hidup sehat. dan Terminal Tabukan. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. yang terbagi atas Jalan Negara sepanjang 121. Infrastruktur a.011. Jalan Negara sepanjang 103.6 km.9 km. maka panjang jalan dengan kondisi baik 317. serta tersedia Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. masyarakat dan lingkungan.088 unit/rumah atau meningkat 18. Jika ditinjau dari kondisinya. Misi program pembangunan kesehatan yang dilakukan antara lain: • • • • Menggerakkan pembangunan wilayah kecamatan yang berwawasan kesehatan.3.52 km.. b. guna memperlancar arus transportasi. Terminal Anjir Pasar.4 km. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Bartim. 2. Jalan Provinsi sepanjang 182. Prasarana listrik dan air minum Dari 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini pada tahun 2004 telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.

675 1. d. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas 6 buah. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Barito Timur tahun 2002 No. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat). Jumlah Sekolah. Guru. dan Murid Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kabupaten Barito Timur No Jumlah Jumlah Jumlah Sekolah Murid Guru 1 Taman Kanak-Kanak 23 491 42 2 Sekolah Dasar 147 10.2. yaitu RSUD Tamiang Layang tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.598 unit). Sebelumnya. Prasarana kesehatan Kabupaten Bartim memiliki fasilitas rumah sakit. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah unit/rumah. 2005 Jenjang Pendidikan e. Tabel 2.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. dan Puskesmas Pembantu 41 buah.507 unit. 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan Dokter Jumlah 14 66 115 1 16 54 266 Keterangan 9 Dokter Umum 5 Dokter Gigi Bidan Pengatur Rawat Apoteker/Ass Apoteker SPKU/Pembantu Perawat Tenaga Teknis Jumlah Sumber: Kab. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.880 275 4 SLTA/MA 10 1. c.Barito Timur 2007 II . Perkembangan sarana pendidikan di Kabupaten Bartim adalah sebagai berikut.110 .025 3 SLTP/MIS 23 2.13. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. meningkat 11. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dan Lain-lain. Prasarana pendidikan Pendidikan hal yang mendasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menyikapi luasnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.826 164 5 SMK 2 240 49 Jumlah 205 15. maka pemerintah Kab Barito Timur merehab 18 sekoilah yang terletak di beberapa desa.3. Fasilatas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan.238 1.13. Puskesmas Perawatan 1 buah.555 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Timur.

(8) Seribu Riam. (6) Tanah Siang Selatan. Tanah Siang.14. (2) Tanah Siang. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. : Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) dan Barito Utara. dan : Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas. BNI 46 Cabang Tamiang Layang. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. Luas wilayah mencapai 23. KABUPATEN MURUNG RAYA 2. Baru pada tanggal 2 Juli 2002 ditetapkan sebagai Kabupaten Murung Raya dengan UU No.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. (5) Sumber Barito. 3 tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk 10 kecamatan. 5 tahun 2002 yang meliputi 5 (lima) kecamatan.111 . pemerintah Kabupaten Bartim telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer. Kondisi Geografi dan Demografi a. (4) Permata Intan. 9 kelurahan. dan 115 desa. Sebelumnya.Profil Daerah f.7 miliar. yaitu: (1) Murung.14. 25.65 km dengan total biaya Rp. Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Utara dan Kapuas. yaitu: BPD Cabang Tamiang Layang. 2. Luas Wilayah Murung raya seluas 23. Sejak tahun 2007. berdasarkan Perda No.000 km. (3) Laung Tuhup. O O 2 O O 2 II . yaitu: Murung. daerah ini merupakan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya. Laung Tuhup. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. (9) Sungai Babuat. Permata Intan. terdiri dari 10 kecamatan. (7) Uut Murung. g. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Murung Raya adalah: • • • • Sebelah utara : Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur). dan (10) Barito Tuhup Raya. dan Sumber Barito.1. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Murung Raya (Murung Raya) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Puruk Cahu. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Bartim beroperasi tiga bank. BRI Cabang Tamiang Layang.700 km dengan posisi geografis 0 53’48” – 0 46’06” LU dan 113 20’ – 115 55’ BT.700 km . Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4. 6.

Sungai Babuat (29. Laju pertumbuhan penduduk per kecamatan berkisar antara 3. Demografi Jumlah penduduk sampai akhir tahun 2007 adalah 88. Curah hujan rata-rata 2. Kawasan pemukiman dan kawasan pengembangan budidaya. karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan curah hujan cukup tinggi. Sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Siang yaitu 118. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumber Barito (9. kemudian II .75 km) dan Sungai Busang (75. Lahan dan penggunaannya Total luas areal di Kabupaten Murung Raya seluas 23. 2 d.5OC.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.71 jiwa per km . hutan produksi terbatas. Suhu siang hari rata-rata 26.185 jiwa atau dengan sex ratio 108.04%).832 jiwa dan penduduk perempuan 42.65.58% per tahun. berkisar 2. Sungai Joloi (40. kawasan hutan produksi. c. Penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 45.43% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.017 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0.33%) dan Permata Intan (6.75 km).909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH) sekitar 85%.700 km merupakan wilayah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Tengah.56%) dan Tanah Siang (4.23% pertahun.000 mm/tahun.25 km).20%). Hal ini berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 110 penduduk laki-laki. meskipun demikian penggunaan lahan di Kabupaten ini antara lian diperuntukkan bagi kawasan huutan lindung/kawasan konservasi. Sampai saat ini belum diperoleh data pasti Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten Murung Raya.500 – 4. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya. cagar alam.08%). Pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya sejak tahun 200-2003 rata-rata 5.25 km). Ratio penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2003 adalah 110. malam hari rata-rata 23. Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15.. Kedalaman dasar berkisar antara 3 – 8 m dan badan sungai lebih dari 25 m.56% hingga 9.112 2 . Topografi dan iklim Wilayah Kabupaten Murung Raya dilintasi oleh Sungai Barito dan beberapa anak sungai dengan panjang dan kedalaman sungai yang sangat berfariasi.20%. Beberapa cabang atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu: Sungai Laung (35. diikuti Kecamatan Murung (6. Kabupaten Murung Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan panas. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya ratarata kerapatan 3.2OC. Pertumbuhan penduduk terendah tercatat pada Kecamatan Laung Tuhup (3.

Profil Daerah Kecamatan Sumber Barito 116 dan laung Tuhup 111. Semakin tinggi nilai sex ratio ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki semakin banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan pada periode tertentu

2.14.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

a. Sumber daya alam Kabupaten Murung Raya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat kembangkan. Wilayahnya yang luas dengan bentangan daratan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman hutan dan sumber daya hayati lainnya. Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati di Kabupaten Murung Raya masih relatif rendah dibanding dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar, kabupaten ini memiliki potensi bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa,dan bahan galian non logam lainnya.

b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006, nilai IPM Kabupaten Murung Raya adalah 71,6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71,0 (Tabel 2.14.1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se Provinsi Kalimantan Tengah, Nilai IPM Kabupaten Murung Raya termasuk rendah berada pada posisi ke 9 (sembilan) diantara 14 kabupaten/kota, hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah perlu ditingkatkan lebih baik. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Murung Raya Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.14.1. Tabel 2.14.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Murung Raya Tahun 2005 – 2006
IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67,6 67,8 6,6 7,0 99,3 99,3 624,6 71,0 134 9 627,4 71,6 133 2,06 9

Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan, ketrampilan dan kesehatan. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat II - 113

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Banjarmasin, Universitas Palangka Raya, serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3, S-1 dan Program Pascasarjana, yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pengembangan SDM melalui Pembangunan kesehatan diarahkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya antara lain: • • • • peningkatan usia harapan hidup; penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan; peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat; dan peningkatan produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.

2.14.3. Infrastruktur

a. Prasarana transportasi Transportasi di Mura terdiri dari transportasi udara, darat dan sungai. Bandar udara adalah eks lapangan terbang milik PT Indo Muro Kencana yang bisa didarati oleh jenis pesawat perintis. Transportasi darat berupa mobil angkutan, sedangkan transportasi

sungai berupa klotok, speed boat, bus air dan motor boat. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Mura, guna memperlancar arus transportasi, pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal AKAP di Puruk Cahu Seberang. Tabel 2.14.2. Kondisi jalan di Kabupaten Murung Raya hingga Januari 2008
No 1 2 3 4 5 6 Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Panjang (km) 50,00 399,90 481,35 455,52 20,00 50,57 1.457,34 Lebar (m) 4,50 6,00 6,00 4,00 2,00 6,00 HRS (km) ATB (km) 50,00 8,70 58,70 Latasir (km) 20,00 20,00

No 1 2 3 4 5 6

Lapen (km) 20,00 20,00

Kerikil (km) 30,00 30,00

Beton (km) 20,00 0,16 20,16

Tanah (km) 399,90 471,35 322,62 1.203,87

Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 114

Profil Daerah Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan ekonomi disuatu wilayah. Panjang jalan di Kabupaten Murung raya Tahun 2008 mencapai 1.457,34 km. Sejak tahun 2003 telah dan sedang dibangun Jembatan Sungai Barito Hulu yang melintasi Sungai Barito dengan realiasasi dana sebesar Rp. 41.489.381.000

b. Prasarana listrik dan air minum Sumber tenaga listrik di Kabupaten Murung Raya berasal dari uit pembangkit

perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan data realisasi pengusahaan PLN Ranting Puruk Cahu dan MISIF hingga Desember 2007 terdapat 4.081 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 4.438.150 kwh. Sementara jumlah produksi hanya sebesar 659.844 kwh dan daya distribusi yang tersedia sebesar 635.962 kwh. Tabel 2.14.3. Kondisi Produksi dan Distribusi Tenaga Listrik PLN di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 No. Uraian Produksi Disalurkan ke unit lain Pemakaian sendiri Susut distribusi Susut distribusi Tersedia distribusi Kwh terjual Jumlah pelanggan Daya tersambung Jumlah travo Panjang SUTM Panjang SUTR Daya mesin terpasang Daya mampu Beban puncak Uraian Satuan Kwh Kwh Kwh Kwh % Kwh Kwh Lg Kwh Unit kms kms Unit/Kw Kw Kw Satuan RTG P. Cahu 570.562 0 21.857 -15.644 -2,85 548.705 564.349 2.518 3.330.590 29 43.500 27.431 2.586 1.255 1.156 ULD Mangkahui 17.325 0 346 2.766 16,29 16.979 14.213 330 236.650 2 910 1.712 100 80 79 Sub RTG M. Laung 57.113 0 1.395 -501 -0,90 55.178 56.219 845 599.900 4 18.113 7.904 340 294 250 ULD Tb. Lahung 11.214 0 224 -3.075 -33,71 10.990 14.695 227 171.150 2 973 2.735 80 70 70 ULD M. Untu 3.630 0 60 545 15,27 3.570 3.025 161 99.500 2 1.150 2.150 40 40 20 Jumlah 659.844 0 23.882 -16.536 -2.60 635.962 652.501 4.081 4.438.150 39 64.646 41.932 3.146 1.739 1.575

1 Produksi Kwh 2 Disalurkan ke unit lain Kwh 3 Pemakaian sendiri Kwh 4 Susut distribusi Kwh 5 Susut distribusi % 6 Tersedia distribusi Kwh 7 Kwh terjual Kwh 8 Jumlah pelanggan Lg 9 Daya tersambung Kwh 10 Jumlah travo Unit 11 Panjang SUTM kms 12 Panjang SUTR kms 13 Daya mesin terpasang Unit/Kw 14 Daya mampu Kw 15 Beban puncak Kw Sumber: Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 115

Rumah Tangga RS Pemerintah Tempat Ibadah Sekolah Terminal Air Hidran Umum MCK Instansi Pemerintah Niaga Kecil Niaga Besar TNI/Polri Jumlah Tabel 2.250 1 55 1 0 1 0 3 84 0 5 221 2 15 3 36 35 953 0 1 33 356 6.774 pelanggan dan total penyaluran air bersih sebanyak 443.165 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Sumber air bersih di Kabupaten Murung Raya berasal dari air tanah atau air bersih dari perusahaan daerah air minumu setempat.265 6 3. (Lanjutan) PDAM ABP MANGKAHUI Kubikasi Pelanggan (M3) 1 Rumah Tangga 155 22. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel. Sebelumnya.732 62.821 18 4.546 Sumber: Kabupaten Murung Raya.774 0 221 15 4.335 8 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Uraian Rumah Tangga Ind.267 m3. Realisasi data pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut: Tabel 2.690 10 4.070 2 14. Uraian Jumlah Pelanggan 1.070 14.696 142 60.340 3.127 392.985 0 0 0 0 3 946 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111 17.143 PDAM UNIT IKK MUARA LAUNG Kubikasi Pelanggan (M3) 304 5.647 PDAM ABP PURUK CAHU SEBERANG Kubikasi Pelanggan (M3) 108 16.931 No.4.4. Fasilitas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan hampir di seluruh kecamatan.741 3.198 443.188 2 Ind.116 .498 33 4 14 11 0 5 2 13 185 6 3 1.523 11 Niaga Besar 0 0 12 TNI/Polri 0 0 Jumlah 180 26.244 7.267 c.14.219 713 6. 2008 No.14. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).528 1 573 9 5.774 Jumlah Kubikasi (M3) 340. Kondisi pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya PDAM PUSAT PURUK CAHU Kubikasi Pelanggan (M3) 931 295. II . Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dll.638 3 RS Pemerintah 2 140 4 Tempat Ibadah 1 59 5 Sekolah 0 0 6 Terminal Air 0 0 7 Hidran Umum 0 0 8 MCK 0 0 9 Instansi Pemerintah 0 0 10 Niaga Kecil 8 1. Terdapat seayak 4 unit pengolahan air di wilayah ini dengan total jumlah pelanggan sebanyak 1. Rumah Tangga 14 2.

KOTA PALANGKA RAYA 2. dan lima unit mobil Puskesmas Keliling. : 3 orang.678.Profil Daerah d. Tabel 2. 46 unit Pustu. Kota Palangka Raya terletak pada 6 40' .7 20' BT dan 1 30' – 2 30" LS. : 17 orang. : 2 orang. yaitu satu unit RSUD Puruk Cahu tipe D. Kondisi Geografi dan Demografi a. Wilayah administrasi Kota Palangka II . : 62 orang. 2008 Kecamatan Jumlah Gedung SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 3 7 1 2 1 2 1 2 1 20 7 Jumlah 62 58 45 33 31 229 e.14. 2. Jumlah gedung sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 No. Prasarana kesehatan Kabupaten Mura memiliki fasilitas rumah sakit. Pemda telah memprogramkan kunjungan dokter spesialis secara berkala. satu unit Gudang Farmasi.51 km (267. dan : 54 orang. dengan luas wilayah 2. 12 unit Polindes. Tenaga Medis. : 67 orang.117 2 0 0 0 0 . Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Murung Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak sampai dengan SLTA. : 3 orang. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi.15.15. Spesialis dan Paramedis yang tersedia pada saat ini adalah: • • • • • • • • Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker Skm Perawat Bidan Tenaga lainnya : 1 orang. 8 unit Puskesmas. 135 unit Posyandu.851 Ha). TK SD/MI 1 Murung 19 33 2 Laung Tuhup 6 44 3 Tanah Siang 2 40 4 Permata Intan 4 26 5 Sumber Barito 4 24 Jumlah 35 167 Sumber: Kabupaten Murung Raya.1.5.

485.54 km2. Berdasarkan data dari stasiun meteorologi Provinsi Kalimantan Tengah. : Kabuaten Pulau Pisau. dan : Kabupaten Katingan. (2) Tanah Pertanian 12. Keadaan curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 252. Batas-batas Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kota Palangka RayaGunung Mas. 572. Kota Palangka Raya memiliki temperatur udara maksimum pada tahun 2006 berkisar antara 31. Namun demikian secara umum kelas lereng Kota Palangka Raya termasuk datar yaitu rata-rata <3%. Rata-rata curah hujan per tahun di Palangka Raya adalah 266 mm.50 km2. Suhu rata-rata tiap bulannya berkisar antara 23. (6) Lain-lain 69. Bukit-bukit yang ada mempunyai ketinggian bervariasi antara 118 m sampai 197 m. 583.5OC dan temperatur minimum antara 20. dan Rakumprit dengan luas masing-masing 117.30 km2.86 km2.572 orang atau 49. Demografi Jumlah penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 sebesar 182. c.6OC sampai 33.14 km2.118 .2 knots dan terendah terjadi pada bulan Februari yakni sekitar 1. (4). Areal Perkebunan 22.230 orang atau 50.053. elevensinya semakin tinggi dari arah selatan ke utara. Topografi dan iklim Wilayah Kota Palangka Raya terletak pada ketinggian ± 13 m sampai 97 m di atas permukaan laut. : Kabupaten Gunung Mas.25 km2.65 km2. 352. Sebangau.45% dengan rata-rata kepadatan penduduk 68 orang/km 2 II . Tempat tertinggi terletak di tengah wilayah kota Palangka Raya. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kota Palangka Raya sebesar 2. terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 3.55% dan penduduk perempuan sebesar 92. (5) Sungai dan Danau 42. dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 90.1O – 32.802 jiwa. Bukit Batu.75 km2.5OC sampai 27OC.678.51 km2 dapat terdiri dari (1) Kawasan Hutan 2. yaitu perbukitan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling. (3) Perkampungan 45.62 km2. b.8 mm. Jekan Raya.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Raya terdiri atas 5 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut.41 km2.5 knots. d.00 km2 dan 1. Kota Palangka Raya merupakan daerah yang beriklim tropis seperti pada umumnya wilayah Indonesia. Untuk keadaan kecepatan angin.1OC.

Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 berjumlah 49% untuk laki-laki dan 51% untuk perempuan. 300.43 69. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 69.19 tahun sebanyak 21.703.15. 2.65 km (0. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kota Palangka Raya yang utama melihat dari luas wilayah yang ada dengan penggunaan lahan 2. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah Kecamatan Pahandut dengan jumlah 64. Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 3. Tabel 2. Artinya hanya 1 dari 9 orang yang akan diterima sebagai tenaga kerja.485. Penduduk perempuan di Palangka Raya lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki yang ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 98. danau dan lainII .939 jiwa atau 12%.83%) perkebunan.1.20. sungai.75 km ha 2 2 2 (92. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 44%. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.30 km (0.47%) tanah pertanian.06 km (14. Perbandingan antara pencari kerja dan permintaan tenaga kerja pada tahun 2006 adalah 9 : 1.93%) untuk kawasan pemukiman dan sisanya adalah rawa. Kelompok Umur dan Prosentase Penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Persentase 28.404 jiwa.Profil Daerah Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin.15. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 46%. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin.8%) merupakan kawasan 2 hutan. Jika dilihat dari distribusi penduduk.2. Jumlah pencari kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja di setiap tingkat pendidikan baik laki-laki atau perempuan.06 Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun). 12. Jumlah penduduk yang terbanyak adalah pada usia 15 . Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 44 penduduk tidak produktif.06%.119 .767 jiwa atau 2.51% dari total keseluruhan atau sebanyak 126. 22. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.51 2.

Banyaknya Sekolah. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. dan Guru Menurut Jenis Sekolah Jenis Sekolah Sekolah Kelas Guru TK 102 269 232 SD 102 819 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah lain. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas II . Tabel 2. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk di Kota Palangka Raya yang cenderung semakin meningkat.492 18.120 .2. Kota Palangka Raya telah mengembangkan beragam program dalam rangka memanfaatkan beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.499 SLB 2 14 19 SMP 36 319 711 SMA 18 183 516 SMK 15 114 336 Sumber : Kantor Statistik Kota Palangka Raya. Murid. b. Ruang Kelas. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).043 Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).682 79 10. 2008 Murid 4. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.246 3. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.15. Peningkatan penduduk yang bersekolah selama tahun 2006-2007 merupakan keberhasilan Kota Palangka Raya dalam upaya memperluas pelayanan pendidikan.894 6. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.

3 Tabel 2.60%). Sedangkan sisanya adalah dokter umum.15.73 km). Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.43 km yang dibagi menurut jenis permukaannya yaitu aspal (453.Profil Daerah dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan.15.46%) dan pertanian (9. gastritis. dan jumlah kunjungan penyakit terbanyak. banyaknya tenaga kesehatan. pharingitis. dan yang milik pemerintah sebanyak 3 buah. perawat dan tenaga teknis dengan jumlah masing-masing 110.08%). dan tanah (347. 2. dan diare. pada tahun 2006.3. Indikator Kesehatan di Palangka Raya Tahun 2006. Infrastruktur a.46 km). konstruksi (12. Data indicator tersebut pada tahun 2006 ditunjukan pada table 2. infeksi kulit. kerikil (27. Jumlah kendaraan bermotor di Palangka Raya jauh lebih banyak daripada tak bermotor. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kota Palangka Raya adalah sektor jasa. jumlah kendaraan bermotor adalah 46. alergi kulit.318 kunjungan pada tahun 2006. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kota ini. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. gingivitis. Panjang jalan di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 adalah 828. penyakit tekanan darah tinggi. Jumlah kunjungan terbesar adalah pada penyakit ISPA yaitu sebanyak 49. banyaknya apotek.121 . Indikator Jumlah Rumah Sakit 3 Puskesmas 51 Tenaga Kesehatan 480 Apotek 39 Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. puskesmas. 167 orang.41%. Keluhan-keluhan penyakit lain dari penduduk antara lain penyakit pada system otot jaringan. 2007 Tenaga kesehatan terbesar adalah bidan. Apotek di Palangka Raya sebagian besar milik swasta yaitu sebanyak 36 buah. Indikator kesehatan terletak pada jumlah rumah sakit.826 dan jumlah II . Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (24. dokter gigi dan asisten apoteker. pulpa.3. 161.15.24 km). jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37.

SLTA -SMU -SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 1 112 227 0 30 1 9 6 7 4 2 2 267 119 Murid Negeri Swasta 140 4894 33470 0 6382 19 2024 657 1266 354 758 303 42016 5570 Guru Negeri Swasta 22 375 2050 0 500 13 188 88 112 43 76 45 2760 476 Jumlah Sekolah 113 227 31 15 11 4 386 Sumber : BPS Kota Palangka Raya. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. 2007 II .122 . badan sosial dan rumah sakit (240 pelanggan) dan umum (8 pelanggan).158) kemudian diikuti perusahaan (809 pelanggan). kantor pemerintahan (170 pelanggan). Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kota Palangka Raya.927 pelanggan berarti terjadi peningkatan jumlah pelanggan. Jumlah KWH yang dibangkitkan pada tahun 2006 adalah 126. Jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga (12. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kota Palangka Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.156.708. c. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.568. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 227 unit. Jumlah Sekolah. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon dan telepon seluler untuk sarana hubungan secara langsung.713 dan jumlah KWH yang dijual adalah 113. dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11. b.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kendaraan tak bermotor adalah 1. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Palangka Raya Sekolah 1. d. Kendala yang dihadapi dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah ini adalah masih terbatasnya kendala prasarana jalan dari pusat-pusat produksi di wilayah pedesaan ke pusat pemasaran di Kota Palangka Raya.385 pelanggan. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Tabel 2.461 Jumlah pelanggan air minum selama tahun 2006 tercatat sebanyak 13. T K 2. Sekolah TK di Kota Palangka Raya sebanyak 113 unit yang tersebar di 9 kecamatan. SLTP 4.4.15. S D 3. Di Kota Palangka Raya terdapat 995 buah kantor pos yang tersebar di lima kecamatan.

Sabangau 2 5 7 3. 2007 Tabel 2. Bukit Batu 1 5.15. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Selain dari Sekolah Umum terdapat juga 17 unit Madrasah Ibtidayah. Tabel 2. 18 unit Madrasah Tsanawiyah serta 6 unit Madrasah Aliyah. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kota Palangka Raya.6. dan 167 tenaga teknis. 3 asisten apoteker. Sabangau 1 3. Pahandut 2 2. puskesmas pembantu 43 unit. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 11 unit. 2007 Kecamatan Asisten 3 Tenaga Teknis 26 9 122 10 - II . Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya terdapat 3 rumah sakit yang terletak di Kecamatan Pahandut. kecuali Kecamatan Rakumpit.15. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Palangka Raya terdiri dari 27 orang dokter umum.Profil Daerah Berdasarkan data yang ada.123 . Jekan Raya 14 9 60 82 4. Tahun 2006 Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu 12 2 18 11 - 3 1. 161 perawat. e. Pahandut 7 2 32 42 2.5. tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 31 unit SMP terdiri 30 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta. 60 unit dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 4 unit. Jekan Raya 4 4. 12 dokter gigi. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Palangka Raya Tahun 2006 Dokter Dokter Bidan Perawat Umum Gigi 1. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas hampir di seluruh kecamatan. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 8 unit. 110 bidan. Bukit Batu 4 1 13 30 5.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.