BAB II.

PROFIL DAERAH
2.1. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Palangka Raya secara geografis terletak antara 0 45’ Lintang Utara, 3 30’ Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur : Laut Jawa : Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan : Kalimantan Barat
2 o o o

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah 153.564 km atau 8,25% dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia, dan merupakan Provinsi terluas ketiga setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Tengah meliputi 13 Kabupaten dan satu Kota, dengan luas setiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.1. Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Tengah 2007
Luas km2 Persentase 1 Kota Waringin Barat 10.759 7,01 2 Kota Waringin Timur 16.496 10,74 3 Kapuas 14.999 9,77 4 Barito Selatan 8.830 5,75 5 Barito Utara 8.300 5,40 6 Sukamara 3.827 2,49 7 Lamandau 6.414 4,18 8 Seruyan 16.404 10,68 9 Katingan 17.800 11,59 10 Pulang Pisau 8.997 5,86 11 Gunung Mas 10.804 7,04 12 Barito Timur 3.834 2,50 13 Murung raya 23.700 15,43 14 Palangka Raya 2.400 1,56 Jumlah 153.564 100,00 Sumber : Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka, 2008 No Kabupaten/Kota Jumlah Desa/Kelurahan 84 150 186 96 103 32 83 91 153 89 126 65 118 30 1.406

Daerah yang paling luas adalah Kabupaten Murung Raya 23.700 km2 (15,43%) dan Kabupaten Katingan 17.800 km (11,59%),
2 2

sedangkan wilayah terkecil adalah Kota

Palangka Raya dengan luas 2.400 km (1,56%).

II - 1

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 – 150 diatas permukaan laut dengan

kemiringan 8 -15 derajat. Hanya sebagian kecil, yaitu daerah di sebelah utara dengan topografi berbukit yaitu terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter diatas permukaan laut. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata pada siang hari 33 C dan pada malam hari 23 C. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi yaitu 60% per tahun. Rata-rata curah hujan bulanannya mencapai 200 mm. Pada tahun 2007 curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sampai April, sedangkan bulan kering/kemarau terjadi antara Juli sampai dengan Oktober. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa dan banyak sungai besar dan kanal (anjir). Terdapat 11 sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil yang masuk wilayah Kalimantan Tengah. Sungai-sungai besar dengan
O O

kedalaman 5 – 8 m dan lebar berkisar 100 -500 m diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.2. Nama Sungai di Kalimantan Tengah Menurut Panjang, Kedalaman dan Lebar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Nama Sungai Panjang (km) Dapat Dilayari (km) 150 190 250 100 300 270 520 150 500 420 700 Rata-rata kedalaman 8 4 6 6 5 6 6 5 7 6 8 Rata-rata lebar 150 100 150 250 250 350 250 100 450 450 500

Sungai Jelai 200 Sungai Arut 250 Sungai Lamandau 300 Sungai Kumai 175 Sungai Seruyan 350 Sungai Mentaya 400 Sungai Katingan 650 Sungai Sebangau 200 Sungai Kahayan 600 Sungai Kapuas 600 Sungai Barito 900 Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008

Selain sungai di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat anjir/kanal yang menghubungkan antar wilayah desa maupun kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 15.356.699,80 ha sebagian besar berupa kawasan hutan. Pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah berdasarkan RTRW

Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari kawasan hutan lindung 2.250.887,66 ha (14,66%) dan kawasan budidaya 13.105.822,14 ha (85,34%). Penggunaan lahan

berdasarkan rencana RTRW Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 2.1.3. II - 2

Profil Daerah Tabel 2.1.3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007
No A. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kawasan Hutan Lindung 1 Hutan Lindung (HL) 2 Cagar Alam (CA) 3 Taman Wisata (TW) 4 Taman Nasional (TN) 5 Suaka Marga Satwa (SM) 6 Perlindungan dan Pelestarian Hutan (PPH) 7 Konservasi Mangrove (km) 8 Konservasi Air Hitam (KEAH) 9 Konservasi Flora dan Fauna (KFF) 10 Konservasi Gambut Tebal (KGTB) 11 Konservasi Hidrologi (KH) Jumlah A B Kawasan Budidaya 1 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 4 Hutan Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL) 5 Hutan Tanaman Industri (HTI) 6 Areal Transmigrasi 7 Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) 8 Kawasan Handil Rakyat (KHR) 9 Perairan (DS) Jumlah B Total (A+B) Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Luas (ha) 766.392,06 235.079,45 19.142,61 488.056,29 71.664,71 1.628,43 31.018,40 37.225,55 161.849,04 253.797,99 185.023,14 2.250.887,66 3.784.495,64 4.232.518,38 2.789.108,09 1.925.057,79 21.958,04 137.920,13 59.046,32 155.716,95 13.105.822,14 15.356.699,80 %

4,99 1,53 0,12 3,18 0,47 0,01 0,20 0,24 1,05 1,65 1,20 14,66 24,64 27,56 18,16 12,54 0,14 0,90 0,38 1,01
85,34 100,00

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.3 di atas, kawasan budidaya di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berupa daerah hutan baik berupa hutan rawa, gambut, dan hutan produksi. Sebagian kawasan hutan di Kalimantan Tengah berupa lahan gambut dan pernah dijadikan proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan pemerintah pada tahun 1995. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan

berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal) dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101 - 200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan, serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan, sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.

II - 3

123 2.550 2.220 58.994 975.258 168.986 27.081 338.004.890 1.070 63.907 Jumlah 2005 483.047.433 71.110 1.428 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat juga dilihat bahwa penyebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah belum merata.266 59.220 952.061 6 Sukamara 10.59% atau dengan sex ratio 106%.1.13%) berumur 10 tahun ke atas .583 124.577 Jumlah (2006) 498.622 136.590 29. 2 Kabupaten terbanyak penduduknya adalah Kabupaten Kapuas (16.556 jiwa atau 51.986 Penduduk Perempuan 106.261 43. Sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah terluas ketiga di Indonesia dengan ditandai lahan yang membentang luas dimana sebagian besar masih ditutupi tumbuhan/vegetasi tropis yang sangat beragam jenisnya. sebagian besar (80.250 116.2.002 4 Barito Selatan 32. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di daerah dengan akses infrastruktur umum memadai seperti ibukota Provinsi atau di ibukota Kabupaten.362 94.973 171.052. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong jarang yaitu rata-rata hanya 13 orang per km .132 20.958.214 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/kota Laki-laki 117.354 93.046 57.766 88.047.304 61. yaitu didominasi oleh penduduk berumur produktif 10 sampai 14 tahun.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.4 2 . Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kotawaringin Barat 57.524 119.716 188.949 5 Barito Utara 28.034 14 Palangka Raya 45.834 92.547 1.678 12 Barito Timur 22.360 39.920 13 Murung raya 21.54%) diikuti Kotawaringin Timur (15.509 44.236 9 Katingan 33.984 57. terdiri dari penduduk laki-laki 1.644 7 Lamandau 15.189 65.442 Jumlah 223.005. Sebaran penduduk di Kalimantan Tengah terpadat terdapat di Kota Palangka Raya yaitu 77 jiwa per km dan terkecil di Kabupaten Murung Raya 4 jiwa per km2.079 11 Gunung Mas 21.505 44.889 53.174 153.108 167.515 2 Kotawaringin Timur 79.995 43.900 10 Pulang Pisau 30.432 322. Tabel 2.41% dan penduduk perempuan 994.028.91%). Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.576 56.851 3 Kapuas 128.753 46. Dari keseluruhan penduduk Kalimantan Tengah. Demografi Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 sebanyak 2.4.73%) dan Kotawaringin Barat (10.994 jiwa atau 48.385 8 Seruyan 32.550 jiwa.228 18.325 48.556 1.513 60. 2.323 Jumlah (2007) 561.935 110.1.748 89.052.576 994. Provinsi Kalimantan Tengah II .

4 atau sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 73. Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).Profil Daerah memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih tersedia dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. pertanian dan perkebunan. baik peternakan besar. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang melakukan penataan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. karet dan kelapa dalam. baik berupa hutan dengan berbagai vegetasi baik berupa mangrove. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).1. Selain sumber daya alam tersebut diatas Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Pemanfaatan potensi hutan di wilayah ini semakin diperketat guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. yaitu indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.2 (Tabel 2. Dibidang pertambangan potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. kecil maupun unggas. rawa dan laut. b. Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana telah disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya berupa hutan. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Bila dibandingkan dengan nilai IPM secara nasional. danau dan perikanan laut.5 . dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. Wilayahnya memiliki hamparan yang luas kaya akan hijauan sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan.). Beberapa potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sumber daya hutan. rawa. hal ini II . Dibidang perikanan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan sungai. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C dan gambut yang besar dan potensi batubara. maka nilai IPM Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi ke 5 (lima).5. hutan bakau dan aneka tanaman hutan. tambang. nilai indeks IPM adalah 73.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengindikasikan bahwa pembinaan SDM di provinsi ini relatif lebih baik. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah No IPM 2005 1 Kota Palangka Raya 77. Indikator lain yang digunakan untuk melihat II .8 7 Kotawaringin Barat 71.4 5.000) IPM Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kaliamntan Tengah 2005 2006 70. Tabel 2.6 8 Barito Timur 70.5 71.4 70.6.3 5 Gunung Mas 71.8 3 Kotawaringin Timur 72.0 97. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Namun demikian bila dilihat peringkat menurut kabupaten/kota.3 Kalimantan Tengah 73.6 .9 8.3 72. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kalimantan Tengah Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.9 71.2 5.9 72.6 73.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.5 623.9 73. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.4 73.9 70.6 71.1.2 71.0 10 Katingan 71.5 97.6.0 2 Barito Utara 72.2 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab/upatenKota 2006 77.8 7.0 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Tabel 2.1 9 Murung Raya 71.0 14 Pulang Pisau 69.6 71.1.2 13 Sukamara 70.7 70. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.5 6 Kapuas 71.0 624.4 69. pengembangan SDM di Provinsi Kalimantan Tengah masih perlu untuk terus ditingkatkan.4 72.5.9 12 Lamandau 70.3 11 Seruyan 70. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.5 4 Barito Selatan 71.1.7 72.1 73.

176 Mengurus Rumah tangga 217.026.963 Jumlah 1. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.211 Belum Bekerja 51. yaitu 8 tahun. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja.1. Ini berarti penduduk di Kalimantan Tengah sebagian besar bekerja pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill.88%).48%.301 Lainnya 38.Profil Daerah kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. Tabel 2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.72%) dan jasa kemasyarakatan (7.16%). Sektor lainnya yang juga banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (10. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kalimantan Tengah adalah sektor pertanian. Pada Tahun 2006 TPAK Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 61.271 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.438. yang lulus SLTA sederajat hanya 16.831 Bekerja 1.84% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat Diploma serta S1 atau lebih dengan persentase 6.077.440 Sekolah 104. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sebanyak 68. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 mengalami sedikit peningkatan. II . atau secara ratarata penduduk Kalimantan Tengah sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.7 .19%). sebagian besar memiliki jenjang pendidikan maksimal Sekolah Dasar (54. lulus setingkat SLTP (22. Jenis Kegiatan utama Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah per Pebruari Tahun 2008 No A 1 2 B 3 4 5 Jenis Kegiatan Utama Jumlah Angkatan Kerja 1. seperti pekerja kasar.96%.12%.7. yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.620 Bukan Angkatan Kerja 360. namun rata-rata lama sekolah masih tetap.

1.03 km (15.1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Selain prasarana jalan.265 6 Perdagangan.38 3.19 68. tongkang dan tiong dan truk air.707. long boat.9.06%) dari panjang jalan tersebut atau 8.3.31%) dalam keadaan baik.265. Prasarana transportasi Salah satu prasarana transportasi darat yang penting berupa jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas penduduk dan barang dari satu daerah ke daerah lain. Komunikasi 40.95 10.364 5 Bangunan 37.00 2.110 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Lapangan Usaha Persentase 68.54 km (18.858.27 3. Gas & Air Bersih 1. Hotel. sepanjang 2.65 7.018.1.95 km dan jalan kabupaten sepanjang 8. kelotok. atau sebagai sarana perhubungan dengan provinsi lain.361 2 Pertambangan & penggalian 42.22 0.258. Infrastruktur a. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 3. Panjang jalan di Kalimantan Tengah pada tahun 2007 adalah 12.95 km.39%).19 km keadaan rusak dan rusak berat.005 10 Lainnya Jumlah 1. jalan provinsi 1.733.714.900 7 Angkutan.11 2.133.8 .47 km yang terdiri dari jalan negara 1. Penduduk 10 tahun Keatas di Provinsi Kalimantan Tengah Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Tahun 2007 Penduduk (Tahun 2007) 1 Pertanian 872.8.61%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 1.) Sebagian besar (66. II .57 km (Tabel 2. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibu kota kecamatan dan Kabupaten di Kalimnatan Tengah. Alat transportasi air yang digunakan meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal. Restoran 129.571 4 Listrik. sebagai prasarana transportasi yang penting lainnya di Kalimantan Tengah adalah prasarna transportasi air.70 km (30. speed boat.29 0.710.77%).96 3.707 3 Industri Pengolah 41. Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan. Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 10 pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Tengah.184 9 Jasa kemasyarakatan 91.753 8 Keuangan 8.96 100. Sebagian besar permukaan jalan di Kalimantan Tengah masih berupa tanah (56.

57 12.1.98 1.236.697.96 Provinsi 311.158.414.84 Lainnya 0 Rusak Berat 319.03 2.72 341. Penyediaan tenaga listrik di Kalimantan Tengah dilayani oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang tersebar di setiap kabupaten/kota.1.842.258.212 C.121. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang diproduksi sebanyak 448.212 BN b.27 C.707.95 1.01 4.790 KWh serta untuk pemakaian sendiri 9. Penyediaan sarana air bersih di Kalimantan Tengah juga sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa di Kalimantan Tengah.707.714.212 C.Profil Daerah Tabel 2.57 12. F.01 Kabupaten 901.57 Kota Jumlah 1.133.39 Tanah 354.70 1.19 447. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual terus bertambah dari tahun ke tahun.930.054 Kwh.897.889.582 KWh dan susut/hilang 37.557. Nama Pelabuhan Udara di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Bandara Tjilik Riwut Iskandar H.75 255.08 405.47 Jumlah 1.00 557.022 Kwh.60 652.212 C. Asan Beringin Sangkalemo Sanggu Dirung Kuala Pembuang Tumbang Samba Nama Kota Palangka Raya Pangkalan Bun Sampit Muara Teweh Kuala Kurun Buntok Puruk Cahu Kuala Pembuang Tumbang samba Type / jenis pesawat Boeing 737-300.216.710.75 3. Prasarana listrik dan air minum Prasarana penyediaan tenaga listrik sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa baik yang berasal dari PLTD yang tersebar di kabupaten/kota di Kalimantan Tengah maupun langsung dialirkan dari interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan.38 Rusak 302. Sumber pengolahan air bersih bersumber dari sungai atau air tanah yang diolah melalui unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah. sebagai berikut: Tabel 2.714.049.47 Kondisi Permukaan Jalan Baik Sedang Negara 645. F.54 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 1 2 3 4 B Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki prasarana perhubungan udara yaitu terdapat sebanyak 9 landasan pelabuhan udara.95 8.59 5.70 Kerikil 311.133.95 1.27.06 Jumlah 1.79 6.10. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No A 1 2 3 4 Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan Jenis Permukaan Jalan Negara Provinsi Kabupaten Kota Jumlah Jenis Permukaan Jalan Diaspal 1.20 894.66 989.33 4. F28.356.80 3.789.9 . dan yang dijual sebanyak 382.858.733.9.212 C. Banyaknya air bersih II .24 1.95 8.710.01 2.

sarana sosial 1. II . seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. c. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 515 unit SMP terdiri 327 SMP Negeri dan 188 SMP Swasta.1.593.141 pelanggan.305 pelanggan. Pelanggan terbesar pada Tahun 2006 adalah rumah tangga mencapai 31. Jumlah kapasitas sambungan telepon pada tahun 2007 mencapai 73.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 17. Prasarana komunikasi penting lainnya yang juga telah ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah stasiun RRI Palangka Raya serta puluhan stasiun Radio Swasta Niaga dan amatir. diikuti bisnis 5. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 30.090.291 siswa. Fasilitas telepon seluler dan otomatis tersedia disemua ibukota kabupaten bahkan sampai ke beberapa ibukota kecamatan. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Provinsi Kalimantan Tengah.895 m3 meningkat 17. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2.421 unit.633. Stasiun TVRI (TV Lokal) dan Stasitiun Relay dari beberapa TV swasta nasional.10 .399 orang.637 sambungan.443 unit.11). Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 yaitu sebanyak 93.809 sambungan dan sosial 152 sambungan serta wartel 1.578 orang (Tabel 2. pelabuhan dan lainnya 101 pelanggan.36% dibanding tahun 2006 sebanyak 15. Sekolah TK di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 736 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota. instansi pemerintah 1.390 pelanggan atau mengalami peningkatan 35.605 unit. dan Perguruan Tinggi 13 unit dengan jumlah mahasiswa 15.323. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Universitas. Kantor Pos di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia disetiap kabupaten/kota bahkan sudah tersebar di setiap kecamatan.025. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU dan kejuruan 240 unit dan jumlah siswa 43. d.6% dibanding tahun 2005 sebanyak 60. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 88. serta perusahaan dan pertokoan 3.335 m3.

109 e.12.605 515 240 13 4.490 14.744 3. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.460 bidan dan 2.834 1.460 II . Jumlah Sekolah. seperti dapat dilihat pada Tabel 2.198 102.972 4. S D 2.025 Sumber : Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Sekolah Guru Negeri Swasta 56 1.11 .Profil Daerah Tabel 2. Tabel 2. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 14 rumah sakit umum tersebar di setiap kabupaten/kota. 1. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Puskesmas Pembantu 1 Kotawaringin Barat 12 70 2 Kotawaringin Timur 18 103 3 Kapuas 23 120 4 Barito Selatan 10 53 5 Barito Utara 14 68 6 Sukamara 3 27 7 Lamandau 5 41 8 Seruyan 9 38 9 Katingan 15 89 10 Pulang Pisau 10 66 11 Gunung Mas 9 47 12 Barito Timur 8 45 13 Murung raya 11 51 14 Palangka Raya 8 43 Jumlah 157 861 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/Kota Puskesmas Tenaga Dokter Umum Gigi 41 10 28 8 39 9 23 5 25 5 11 5 17 1 14 2 20 1 22 2 18 1 18 3 19 1 71 16 366 69 Paramedis Perawat Bidan 246 139 324 159 368 221 279 90 212 105 72 34 103 59 117 59 205 108 173 148 122 68 170 92 120 65 446 113 2. 42 dokter spesialis. SMU/K 114 126 28.834 Jumlah 2. SLTP 327 188 58. 69 dokter gigi.093 32. dan rumah bersalin 57 unit.941 19.609 1. T K 9 727 980 29.1.419 2.880 914 201 28. serta ditambah puskesmas pembantu. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 157 unit.891 21. PT 1 12 11.463 3. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.501 1. puskesmas pembantu 861 unit.957 1.000 1. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kabupaten.11. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari 366 orang dokter umum.1.961 Jumlah Sekolah 736 2.508 4.1.383 222 205.080 7.12.801 5.275 305.967 3.957 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.

400 22.10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan. Kondisi Geografi dan Demografi a. berada di daerah khatulistiwa dan terletak diantara: 1o19’ sampai dengan 3o36’ Lintang selatan. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No. Wilayah Kotawaringin Barat terletak diantara 3 kabupaten tetangga yaitu: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Laut Jawa : Kabupaten Seruyan : Kabupaten Sukamara 2 Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat seluas 10. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai menjadi Kecamatan Kumai.1.2. Kecamatan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng.08% dari luas kabupaten) II .13% dari luas Kabupaten).21 Jumlah 239.218 11. KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 2. 110o 25’ sampai dengan 112o 50’ Bujur Timur.32 2 Arut Selatan 2.15 4 Arut Utara 2. Tabel 2. Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau.759 km .08 6 Pangkalan Banteng 1. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun.306 10.921 km 2 (28. 5 tahun 2002.1.2.2. dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3.03 Sumber : Kotawaringin Barat dalam Angka tahun 2006 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 17 18 17 10 11 11 84 Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.685 24.53 99.921 27. Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat.12 .31 3 Kumai 2. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat 2006 Luas km2 Persentase 1 Kotawaringin Lama 1. Sesuai dengan Undang Undang No.96 5 Pangkaln Lada 229 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.

Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut. Sungai Kumai dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter.07 0. Danau dan Sungai (DS) Total Sumber : Profil Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Luas (Ha) / Area 8.95 72.921 km (28. 959.48 215.81 142.33 208. Suhu udara maksimum berkisar antara 31.2.759 km .24 356.12 15.8 C dan suhu minimum antara 21.12 693.462. Kawasan Budidaya 1.310.3 C -23. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 10. Topografi dan iklim Topografi Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian antara 0 – 50 m dari permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 40% dan digolongkan menjadi 4 bagian dengan yaitu dataran. daerah datar berombak.43 27. Luasan Kawasan Hutan Dilihat dari Fungsinya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jenis Penggunaannya A.142. Dari luasan lahan yang ada.13% luas kabupaten) dan kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km (3.990. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei.506. Kawasan Khusus (KK) 7.47 22.6922. c.907.73 1. Rencana areal Transmigrasi (T2) 6. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu 498.40 32.2.75 18. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas 2.17 1.452. Jumlah hari hujan pada tahun 2006 tercatat 164 hari dan bulan Pebruari merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 22 hari.03 % 0.90 21. daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit.29 9. Hutan Produksi Tetap (HP) 3. Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan.2.01 0.Prod/Kaws.353.Profil Daerah b.28 2 2 2 O O O O II .34 10.900. Hutan Wisata (HW) 4.89 265. Kawasan Pengem.66 3.4 C kelembaban udara berkisar antara 85.47 37. Hutan Lindung (HL) 2.13 . Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2.72 8.330.676.8.0 C – 33.74 83.58%.2.544.08% luas kabupaten).639. Suaka Margasatwa (SM) Total B. Tabel 2. Hutan Nasional (TN) 3.77 ha merupakan wilayah hutan dengan luasan berdasarkan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 2. Pemukiman & Penggunaan Lain (KPP/KPPL) 4. Areal Transmigrasi (T1) 5. Kawasan Lindung 1.

Jika dilihat dari distribusi penduduk. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. Penduduk laki-laki di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 108.16%.2. Bila dilihat berdasarkan distribusi usia penduduknya. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. kecil maupun unggas.16%. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. rawa dan laut. Dibidang pertambangan.677 jiwa atau 48. Hal ini ditunjukkan oleh kepadatan penduduk daerah perkotaan yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan. Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 106. pertanian dan perkebunan.229 jiwa atau 51. Selain sumber daya alam tersebut diatas Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk pengembangan peternakan. Kabupaten Kotawaringin Barat dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki wilayah sekitar 7% dari total luas provinsi Kalimantan Tengah. dan sumber daya b. perairan yang meliputi sungai. dan rawa. sungai. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah perkotaan. Sumber daya manusia Sumberdaya manusia di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia muda. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 sebanyak 204.74% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2. Dibidang perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan laut. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 32. Kabupaten ini memiliki beragam potensi sumber daya alam yang meliputi sumber daya hutan. karet dan kelapa dalam.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. 2. tambang. II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.906 jiwa.14 . Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur. potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. baik peternakan besar. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C.84% dan penduduk perempuan 98.

Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.550 orang.5 71.07 Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 mencapai 65.9 7 1.9 70.Profil Daerah Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun).6 618.15 . Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 120.16 51.2.74 65. Tabel 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan.2.610 orang atau sekitar 65.6 92.30%. Tabel 2. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 51.10% dari total penduduk usia kerja.8 71. nilai IPM Kotawaringin Barat adalah 71.6 (Tabel 2.6 7. sebanyak 161. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 penduduk tidak produktif.07%.4.2.3. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada posisi ke 7 (tujuh) diantara 14 kabupaten/kota.000) IPM Peringkat Kalteng Reduksi shortfall Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kota Waringin Barat 2005 2006 70. Pada tahun 2006 diketahui jumlah penduduk usia kerja yang aktivitas terbanyaknya bekerja. Sedangkan jumlah pencari kerja yang kegiatannya bukan bekerja pada tahun 2006 sebanyak 295 orang.10 2.9 7. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 65. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 52.08 102 II .9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.10% dari total keseluruhan. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Rasio Ketergantungan Persentase 32.8 93.6 4 103 619. menurun dari tahun sebelumnya pada posisi 103.4). atau sebanyak 175.10% dari total penduduk.

450 pelanggan menjadi 30. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 15 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan. Surat yang diterima oleh seluruh kantor pos jumlahnya mencapai 1.588 m3. Infrastruktur a.07 buah surat yang diterima dari publik. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2006 masing-masing adalah 1. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. Frekuensi aktivitas angkutan darat pada tahun 2006 cukup besar.386.187. niaga. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 adalah 1. hal ini ditunjukkan oleh jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar masuk terminal.16 . Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.101 Kwh meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 53.867 buah paket pengiriman.52 km.689. Bila dilihat dari produksi dan pemakaian listrik di Kotawaringin Barat sejak Januari – Desember 2006 dengan tingkat produksi 65.739. industri. dimana pada tahun 2005 sebanyak 29. jalan provinsi dan jalan kabupaten.164. c. Bila dilihat dari jumlah pelanggan dan daya terpasang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.451.3.542 pelanggan yang terdiri dari rumah tangga. instansi pemerintah dan khusus. b. social.465.524.284.380 KVA. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kotawaringin Barat. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Prasarana air minum dan listrik Berdasarkan data BPAM Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2006 jumlah pelanggan air bersih adalah 7.2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.463 Kwh yang terjual mencapai 57. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. Jalan terdiri atas jalan negara. II . Volume air yang disalurkan sebanyak 1.866 Kwh.133 m3 yang meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1.776 pelanggan pada tahun 2006 dengan daya tersambung mencapai 34.

Pangkalan Lada 1 6 6. Arut Selatan 4 17 3.6.070 640 3. Kumai 3 16 4. Arut Utara 1 7 5.259 620 Jumlah 205 98 34. Jumlah Sekolah. Ktw Lama 1 12 2.384 -MTs 2 9 869 836 4. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 selengkapnya disajikan pada Tabel 2.416 2. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu 1.17 . Prasarana kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki satu rumah sakit umum (RSUD). Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. S D 160 9 22.Profil Daerah d.2. Sekolah TK di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 108 unit yang tersebar di 6 kecamatan.2. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 13 unit. Jumlah Sekolah.5.156 92 45 38 372 15 54 61 199 51 24 8 14 89 49 1. T K 1 53 75 3. dan puskesmas pembantu 75 unit Tabel 2. Tabel 2.386 2.521 1.945 518 Jumlah Sekolah 54 169 9 36 11 13 4 1 6 303 e.541 10.5.2. Sekolah Pertanian Pembangunan Muhamadiyah ada 1 dan sekolah Menengah Kejuruan ada 6 yang terdiri dari 3 swasta dan 3 negeri.2. MTs ada 11 unit yang terdiri dari 1 negeri dan 3 swasta.347 Sumber : Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 10 160 1. SLTA 9 4 3. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 338 unit. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 36 unit SMP terdiri 25 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta. SLTP 25 11 5.6.760 -MI 4 5 1. Tabel 2. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.049 337 -MA 1 3 282 238 -SPPM 1 146 -SMK 3 3 1. Pangkalan Banteng 2 17 Jumlah 12 75 Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 II . 9 unit negeri dan 4 unit swasta. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 12 unit.

Kumai 5 2 18 4. 88 bidan. 30 desa).7. 124 perawat. Pangkalan Lada 9 6. Kondisi Geografi dan Demografi a.380 km .3.18 . Arut Utara 3 7 5. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada titik koordinat 111 0 0 0 2 0 01' 50''BT . sedangkan kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Seranau (548 km . Pangkalan Banteng 3 22 19 8 88 Jumlah Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 2.3. Wilayah kecamatan yang paling luas dan juga jumlah desa yang paling banyak adalah Kecamatan Mentaya Hulu (3. KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2.1. Kabupaten Kotawaringin Timur berada di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. 8 dokter gigi. 9 asisten apoteker. dan 67 orang tenaga teknisi lainnya.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Jumlah Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Barat terdiri dari 19 orang dokter umum. Tabel 2. Ktw Lama 4 1 8 2.3 32' 54''LS.2. 4 desa).1.113 0' 46''BT dan 1 23' 14''LS . Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat 20 44 17 10 7 26 124 Asisten Apotiker 5 2 2 9 Tenaga Teknis 5 39 9 3 3 8 67 1. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kalimantan Barat : Laut Jawa : Kabupaten Katingan : Laut Jawa Secara administratif Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 13 kecamatan dan 150 desa/kelurahan. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2. dengan luas wilayah 16. Arut Selatan 4 5 24 3. 2 2 II .3. Di Kotawaringin Barat tidak terdapat dokter spesialis.496 km .

Luas Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Setelah Pemekaran Kecamatan). Baru Ketapang 358 Baamang 591 Seranau 548 Kota besi 2. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan A 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Jumlah Desa/Kelurahan B C D X 8 0 0 8 3 0 0 4 3 0 2 6 5 0 1 6 1 0 4 5 4 0 0 4 3 0 1 4 9 0 2 11 8 0 0 8 6 0 0 6 5 0 15 6 28 0 2 29 22 1 6 29 105 1 33 126 Y 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 14 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentaya Hilir Utara M.380 Antang Kalang 2.2. 108 desa berada pada daerah lembah/daerah aliran sungai. Kondisi topografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 128 desa merupakan wilayah dataran dan 20 desa merupakan wilayah perbukitan.3. Tabel 2.3. 2007 X = Datar Y = Berbukit-bukit II .496 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.241 Cempaga Hulu 1. Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Luas(km2) Jumlah Desa (Buah) 8 4 6 6 8 4 4 13 8 6 23 30 30 150 Mentaya Hilir Selatan 318 Teluk Sampit 610 Pulau Hanaut 619 Mentaya Hilir Utara 723 M. 2006 b.3.19 .2.Profil Daerah Tabel 2.975 Kotawaringin Timur 16. Baru Ketapang Baamang Seranau Kota besi Cempaga Cempaga Hulu Parengeaan Mentaya Hulu Antang Kalang Kotawaringin Timur Keterangan: Geografis : A = Pantai C = Lereng Topografis: B = Lembah/DAS D = Dataran Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.183 Parengeaan 1.1. Topografi dan iklim Secara geografis letak desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari dua desa berada pada wilayah pantai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.177 Cempaga 1.774 Mentaya Hulu 3. dua desa berada pada lereng dan 38 desa berada pada daerah dataran. Kondisi Topografi Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

583 jiwa.3. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Mentaya Baru/Ketapang dengan jumlah penduduk 61. Demografi Berdasarkan data statistik.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kondisi iklim khususnya curah hujan berdasarkan data tahun 2006 menunjukan bahwa curah hujan dan hari hujan tertinggi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada bulan Oktober hingga Mei. Tabel 2.048 KK. Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Teluk Sampit dengan jumlah penduduk sebanyak 8.3. II . Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk wilayah beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 29 – 33 Celsius.3.182 jiwa dengan 2.913 kepala keluarga (KK).4.602 KK.20 . Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.07 jiwa per kepala keluarga (KK).067 jiwa atau 74. sehingga rata-rata ukuran keluarga (size of family) adalah 4. Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua sebanyak 38.934 69 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.3. Kondisi Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Curah Hujan Hari Hujan (mm) (Hari) 1 Januari 123 4 2 Februari 106 3 3 Maret 169 7 4 April 148 6 5 Mei 489 5 6 Juni 67 2 7 Juli 25 2 8 Agustus 40 3 9 September 36 4 10 Oktober 99 7 11 November 317 13 12 Desember 315 13 Jumlah 1. penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur hingga tahun 2005 berjumlah 305. 2006 No Bulan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat curah hujan rata-rata tahunan sebanyak 1. Data yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.3.934 mm dan rata-rata hari hujan per tahun 69 hari.061 jiwa dan jumlah KK sebanyak 14. 0 0 c.

3.308 11 Parengeaan 13.11 2.4.746 8 Kota besi 11.067 74.539 10 Cempaga Hulu 13.81 3.71 2. 2006 No Kecamatan Ukuran Keluarga (jiwa/KK) 4. KecamatanII .269 4.80 8.00 4.272 7.60 853 Kotawaringin Timur 18.54 1.3. Tahun 2005 Rata-rata Penduduk Per km2 Per desa 1 Mentaya Hilir Selatan 65.18 4.Profil Daerah Tabel 2.02 4.646 7 Seranau 20.13 3.948 9 Cempaga 14.022 12 Mentaya Hulu 28.86 4.04 4.14 4.602 6 Baamang 38. 2007 No Kecamatan 2 Dari Tabel 2.5.72 2.36 942 13 Antang Kalang 8.723 jiwa.451 4.99 3.848 3.03 4.80 jiwa per km2).583 9.182 2. sehingga dapat dimengerti bila penduduknya lebih padat dibandingkan kecamatan lainnya.012 6. Baru Ketapang 170. Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru/Ketapang lebih padat yakni sebesar 9.034 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.061 14.21 .28 9.684 5 M.569 4 Mentaya Hilir Utara 11.588 6.17 3. Kota Sampit terletak di Kecamatan Mentawa Baru/Ketapang.04 4. Data yang lebih rinci mengenai kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada Tabel 2. Baru Ketapang 61.983 2.340 7 Seranau 10.928 5 M. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur per Kecamatan.3.588 2 Teluk Sampit 13.913 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.048 3 Pulau Hanaut 18.075 4 Mentaya Hilir Utara 16.844 8 Kota besi 25.3.160 13 Antang Kalang 25. Rincian Jumlah Penduduk dan Ukuran Keluarga di Kotawaringin Timur per Kecamatan.706 5.49 jiwa/km atau rata-rata 2.324 11 Parengeaan 24.41 2.046 3 Pulau Hanaut 29.95 4.49 2.120 9 Cempaga 18. Tabel 2.5 dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya dalah kecamatan Mentawa Baru/Ketapang (170.284 10 Cempaga Hulu 11.63 1.5.786 2.07 4.034 jiwa per desa.06 2.646 jiwa dan 8.07 Kepadatan penduduk rata-rata Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 18.326 6.128 2 Teluk Sampit 8.289 Jumlah 305.044 12 Mentaya Hulu 8. Tahun 2005 Jumlah Penduduk Jiwa KK 1 Mentaya Hilir Selatan 20.723 6 Baamang 65.30 1.

58 6 Total wilayah Kotawaringin Timur 1.HPT.680 22.649.600 100.175 27.996 29.499 13.344 15.784 1.885 45. Tabel 2. 2006 Sex Ratio 108 107 109 110 110 111 112 114 114 114 117 117 119 117 122 125 111 2.253 5–9 23.2.6.821 3.330 40.44 4 Pertambangan 7.453 20. dan yang paling jarang adalah kecamatan Mentaya Hulu dan Antang Kalang masing-masing sebesar 8.429 5.067 Sumber: Badan Pusat Statistik Kotawaringin Timur.7. perkebunan.3.527.867 3.176 1.81 3 Permukiman dan penggunaan lainnya 238.687 18.704 40 – 44 8.22 .871 10. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Tahun 2005 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0–4 25.633 4. pertambangan.276 92.700 45 – 49 5.464 1.7. 2007 No Penggunaan II .312 70 – 74 1.017 Jumlah 160. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kecamatan lainnya relatif lebih jarang penduduknya.6.181 55 – 59 2. Tata Guna Lahan Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.203 2.528 3.440 8.938 10.245 144.148 36.997 65 – 69 1. 2007 Luas Areal Ha % 1 Kawasan Hutan (HP.3. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.534 0.674 25 – 29 11. Sumber daya alam Tata guna lahan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi empat kawasan yakni kawasan hutan.693 33.3.327 15.36 jiwa/km2 atau 942 jiwa per desa dan 8.60 jiwa/km2 atau 853 jiwa per desa.683 15 – 19 17. Tabel 2.268 60 – 64 2.3.203 48.356 7.050 23.246 17.2. Struktur penduduk berdasarkan kelompok umur bahwa jumlah laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan dengan ratio sebesar 111. pemukiman dan penggunaan lainnya yang rinciannya dapat dilihat pada Tabel 2.121 896 2. Jumlah Penduduk Kotawaringin Timur Menurut Kelompok Umur.HL) 674.46 5 Jumlah penggunaan 1.630 9.020 20 – 24 14.839 2.00 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.264 14.571 50 – 54 3.386 10 – 14 20.083 35 – 39 9.314 7.88 2 Perkebunan 607.667 75 ke atas 1.822 305.551 30 – 34 10.501 21.

9.151. 2007 Berdasarkan Tabel 2.68 0.119 IV Total wilayah Kotawaringin Timur 1.13%). Tahun 2007 No I Arah Pemanfaatan Luas Areal Ha % 9. Dari Tabel 2.Profil Daerah Dari Tabel 2.600 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.59%) dan kawasan lindung seluas 168. Tata guna lahan ini tidak termasuk danau.459 Sub jumlah (I) 168.9 dapat diketahui bahwa potensi tenaga kerja yang sudah diserap lapangan kerja mencapai 135.238 c.276 ha atau 92.78 100. Pertanian Lahan Basah 110.158 ha (10.3.961 ha (59.58% dari luas areal wilayah Kotawaringin Timur.151.71 6.3.8 diketahui bahwa luasan areal yang terdapat pada Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut yang penggunaannya diarahkan adalah seluas 1. Perikanan.7 dapat diketahui bahwa tata guna lahan sudah mencapai 1.51 10. dan pengangguran sebanyak 9.119 ha (69.58 59.59 69.699 b.634 b.649. Sumber daya manusia Tenaga kerja adalah penduduk pada usia kerja yakni pada kelompok umur 10 sampai dengan 64 tahun. bukan angkatan kerja yakni tenaga kerja yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga atau tenaga kerja penerima pendapatan.00 Kawasan Lindung a.59 9.78% dari luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.151.93%). sungai. Pertanian 240.8. pertambakan 2.403 orang (56.191 ha atau 69.746 e.070 d. Berdasarkan Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Kalimantan Tengah Tahun 2006 diketahui jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 241.596 Sub jumlah (II) 982.23 .19%). b.961 III Jumlah yang diarahkan pemanfaatannya 1. Perkebunan 426. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.158 II Kawasan Budidaya Non Kehutanan a.490 orang (3. Tabel 2.67 25.19 14. dan lain-lain.3.87 0.3.527. Sedangkan tenaga kerja yang tidak menawarkan dirinya untuk bekerja II . Permukiman dan lainnya (KPPL) 42.78%) meliputi kawasan budidaya non kehutanan seluas 982.677 f. Pertanian Lahan Kering 160.239 orang. Tenaga kerja ini terdiri dari angkatan kerja yakni angkatan kerja yang mencari kerja. Hutan Lindung 159. Rincian Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Mangrove 6.16 2. Arahan pemanfaatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi 1.3.

175 800 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten kotawaringin Timur. mengurus rumah tangga 40.239 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah.3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah sebanyak 96. Penduduk Kotawaringin Timur Umur 10 tahun ke Atas dan Jenis Kegiatan Utamanya Tahun 2006 Uraian Jumlah (orang) Angkatan Kerja a. Tabel 2.10.56%). Lebih jelasnya terdapat pada Tabel 2.3. Sekolah 46.126 Sisa/belum ditempatkan tahun ini 2 382 904 1.346 orang yakni masih sekolah sebanyak 46.24 .11.595 orang (3. Sebaran Dominasi Kegiatan Mata Pencaharian Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan Mentaya Hilir Sel Pulau Hanaut Mentaya Hilir utara M.91 3. Mengurus Rumah Tangga 40.288 Data tahun 2006 menunjukan bahwa pada struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian didominasi pada kegiatan pertanian tanaman pangan.11. Pengangguran 9. Tabel 2. 2006 Jenis/tingkat pendidikan Dihapuskan 8 662 456 1. Bekerja 135.098 416 Sarjana muda/sarjana 675 1.93 19.56 100. Baru Ketapang Baamang Kota besi Cempaga Parengeaan Pangan 0 1 4 2 4 7 1 7 Peternakan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 9 0 4 2 0 0 14 0 0 4 8 3 0 10 0 Perikanan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 3 II .968 orang (19. 2007 No I Persentase (%) 56.3.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.13 3. Lainnya 8.039 2.403 b.91%) dan lainnya sebanyak 8.47%).783 c.3.10.47 16.9.783 orang (16.008 323 Jumlah 1.490 II Bukan Angkatan Kerja a. 2003 Belum Pendaftaran Ditempatkan ditempatkan tahun ini tahun ini tahun lalu SD dan tidak tamat 13 13 SLTP dan setingkat 2 56 48 SLTA dan setingkat 362 1.968 b.595 Jumlah 241.00 Pencari kerja yang mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja setempat umumnya berpendidikan SLTA/sederajat dan sarjana muda/sarjana. Tabel 2. Banyaknya Pencari Kerja Menurut Jenis Pendidikan dan Jenis Penempatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

3.12.7 98. Prasarana jalan dan transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.3.12. Tabel 2.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kotawaringin Timur 2005 2006 68.Profil Daerah Kecamatan Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 0 0 0 11 4 0 0 1 0 31 26 Pertanian Lainnya 0 0 1 0 0 4 Pangan Peternakan Mentaya Hulu 28 0 Cempaga Hulu 31 0 Antang Kalang 12 0 Seranau 5 0 Teluk Sampit 1 0 Jumlah 103 1 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.0 98.9 79. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kotawaringin Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. nilai IPM Kotawaringin Timur adalah 72.5 (Tabel 2.3.7 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72.7 87 0. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3.81 3 2. Infrastruktur a. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan II . hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah cukup baik.7 72.7 72. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. nasional berada pada posisi ke 87.0 8.5 80 3 624.0 8. 2007 Perikanan 0 0 0 0 1 2 Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah relatif tinggi dan berada pada posisi ke 3 (tiga) diantara 14 kabupaten/kota.3. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.12).7 622.25 . Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Peringkat secara Kotawaringin Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.

Sarana transportasi terbanyak adalah melalui sarana sungai sebanyak 77. jalan kabupaten (1. Untuk lebih jelasnya sebaran sarana prasarana transportasi kebupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.3.33%. terdapat kecamatan yang tidak mempunyai kendaraan roda empat yaitu pulau Hanaut. Sebaran Sarana Prasarana Transportasi Kebupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Prasarana Lalu Lintas (desa) Darat Sungai Logistik 1 Mentaya Hilir Selatan 12 0 0 2 Pulau Hanaut 4 2 0 3 Mentaya Hilir Utara 3 3 0 4 M. jalan perkotaan (123.131.300 km).59%.724 m air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur.391.3.78. Prasarana air minum dan listrik Pada tahun 2006 telah didistribusikan sebanyak 3. tidak mantap 8. Tingkat pelayanan bandara dapat didarati oleh pesawat jenis Cassa 212 dengan kapasitas 19 orang dan Fokker dengan kapasitas 80 orang. di mana 3.750 km). Kondisi jalan yang ada bervariasi yaitu kondisi mantap berkisar 15. Angkutan darat terdiri dari angkutan yang berpusat di Kota Sampit. Baru / Ketapang 5 1 0 5 Baamang 3 3 0 6 Kota besi 6 5 1 7 Cempaga 11 1 11 8 Parengeaan 12 7 12 9 Mentaya Hulu 2 28 8 10 Antang Kalang 8 21 10 Jumlah 66 71 42 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan 2007 No Kecamatan Terminal 2 0 0 1 0 0 1 1 1 0 6 Sarana (desa) Dermaga Bandara 2 0 3 0 0 0 1 0 0 1 8 0 4 0 1 0 0 0 0 0 19 1 0 b. Sebaran keberadaan sarana dan prasarana transportasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur. Angkutan antar daerah di dalam wilayah kabupaten melalui angkutan sungai didukung oleh 19 pelabuhan dan dermaga yang tersebar di seluruh wilayah. diikuti oleh prasarana darat sebanyak 66.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.856 km). Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari jalan nasional (298. Angkutan udara terdapat pada bandar udara H. Asan yang terletak pada posisi 20 22' LS dan 112 56' BT dengan elevasi 3 meter. jalan provinsi (101.65% dan kritis 5.26 3 3 .13.02% 76.648.16. angkutan lintas kabupaten dengan fasilitas terminal Patih Rumbih di Kota Sampit dan terminal kecil sebanyak 6 buah. Tabel 2.417 km) dan jalan desa (44.750 km).13.707 m melalui sambungan induk sebesar rata-rata II .03% .37% .

073 1.307 984 19.912 jiwa atau baru 18.231 m disalurkan ke pelanggan badan sosial.791 414 14.0 13 Mentaya Sebrang 4.146 pelanggan.7 6 Parengeaan 5.8 11 Kuala Pembuang 13.1% yang terlayani oleh PLN. yang disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 13.272 36. Cangkupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10. PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur. Prasarana komunikasi dan penginapan Telekomunikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur telah dilakukan dengan jaringan telepon PTSN maupun telepon seluler.500 19. Dari total distribusi yang disalurkan 3.27 .006 sambungan.614 39.7 10 Samuda 18. sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 14. ke 3 3 pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 285 pelanggan sebesar 128.605 2.444 m3.868 m3 disalurkan ke 171 pelanggan kantor pemerintahan dan 86.724 54. II .0 9 Tumbang Samba 9.563 66. 2007 No Unit kerja Pelayanan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan tenaga diesel.3.0 8 Kasongan 6.699 486 18.413 1.649 1. Dilihat dari jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur.309.0 15 Bagendang 2.580 40.265. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan listrik adalah 36. yang dapat tersambung dengan jaringan internet.045 1. Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 8.14. Tabel 2.284 9.104 6.14.548 dan pemakaian listrik terjual 79.0 5 Pundu 3.180 33.800 sambungan telepon yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur.042 2. dapat dihitung bahwa baru 48.267 45. sejumlah 119.077m . c.7 Sumber: Corporate Plan 2001-2006.8 Jumlah 184.450 1.7 7 Kuala Kuayan 5.742 KWH.3 3 Kota besi 6.998 10.434 3.3.912 28.0 2 Pelangsian 17. Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2006 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66. Cangkupan Pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Penduduk Cangkupan Pelayanan (jiwa) (jiwa) % 1 Sampit 83.0 4 Cempaka Mulia 3. Untuk lebih jelasnya mengenai cangkupan pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.846 684 24.Profil Daerah 61.477.541 1.4 12 Panda Hara 2.492 sambungan.868 m3 per hari.401 2.036 54.6 14 Kareng Pangi 2.052 31.

2007 SMK 0 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 6 PT 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 Pesantren 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 II . Tabel 2.3.15.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keberadaan komunikasi terdiri dari 1 buah warnet dan 86 wartel sedangkan fasilitas pariwisata terdiri dari 61 penginapan dengan 855 kamar dan 1.467 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Tidur 1 Mentaya Hilir Selatan 0 5 0 0 0 2 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 3 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 4 Mentaya Hilir Utara 0 2 0 0 0 5 M. Sebaran Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur 2006 No Kecamatan TK SD SDLB SLTP SLTA 1 Mentaya Hilir Selatan 4 23 0 5 1 2 Teluk Sampit 0 7 0 0 0 3 Pulau Hanaut 5 25 0 3 0 4 Mentaya Hilir Utara 2 11 0 1 0 5 M. Baru /Ketapang 1 40 44 554 923 6 Baamang 0 31 10 222 398 7 Seranau 0 0 0 0 0 8 Kota besi 0 2 0 0 0 9 Cempaga 0 2 0 0 0 10 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 11 Parengeaan 0 4 6 60 117 12 Mentaya Hulu 0 0 1 19 29 13 Antang Kalang 0 0 0 0 0 Jumlah 1 86 61 855 1.3. Sebaran Fasilitas Komunikasi dan Penginapan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Komunikasi Penginapan (buah) Warnet Wartel Hotel Kamar T.16.3. Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas komunikasi dan pariwisata dapat dilihat pada Tabel 2.28 . 2007 No Kecamatan d.15. Tabel 2. Baru /Ketapang 18 41 0 14 6 6 Baamang 7 22 1 5 3 7 Seranau 2 8 0 1 0 8 Kota besi 3 33 0 8 0 9 Cempaga 1 21 0 5 1 10 Cempaga Hulu 1 19 0 2 0 11 Parengeaan 7 30 0 4 1 12 Mentaya Hulu 3 42 0 6 1 13 Antang Kalang 2 35 0 2 0 Jumlah 55 317 1 56 13 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.467 buah tempat tidur. Prasarana pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2006 berjumlah 772 dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) dan pesantren.16.3.

522 6.17 Jumlah Sekolah.18. SLTA 11 15 2.3. Prasarana kesehatan Keberadaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 1 (satu) unit Rumah Sakit Umum (RSU). apotek yang terdapat di 6 desa dan toko obat di 19 desa. S D 150 145 23.6 125 e. guru dan murid tahun pada tahun 2005 dibandingkan tahun 1995 dan tahun 2005.549 23.125 -SMK 4 9 2.739 Peningkatan jumlah sekoah (%) (3.399 4. Tabel 2.3.623 1.470 36.7) 36. T K 32 * * * 2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 1995 dan Tahun 2005 Jumlah Sekolah Murid (unit) (siswa) 1995 2005 1995 2005 1.17.Profil Daerah Menurut Bappeda (2005).142 3. perkembangan jumlah sekolah. 17 unit Puskesmas.951 Jumlah 232 202** 33. Sebaran fasilitas kesehatan dapat dilhat pada Tabel 2. 221 Posyandu.3) (5.29 .794 * data tidak tersedia **belum termasuk jumlah TK Sumber : Bappeda Kotawaringin Timur.18.3. SLTP 35 33 7.3. 27 TPD. 2005 Sekolah Guru (orang) 1995 2005 * * 972 769 428 476 223 290 204 1.576 4. 94 poliklinik desa (polindes). Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan RSU Puskesmas PP TPD Fasilitas Kesehatan TPB Posyandu Polides 14 0 15 8 32 13 17 16 12 4 17 35 38 221 7 2 8 7 5 5 0 11 13 0 13 13 10 94 Apotik 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Toko Obat 5 0 0 1 10 1 0 0 0 0 1 1 0 19 Mentaya Hilir 0 1 4 1 1 Selatan Teluk Sampit 0 0 4 0 0 Pulau Hanaut 0 1 10 1 0 Mentaya Hilir 0 1 6 1 0 Utara M. Tabel 2. Baru 1 3 9 12 11 /Ketapang Baamang 0 2 4 3 5 Seranau 0 0 4 0 0 Kota besi 0 1 11 1 0 Cempaga 0 2 6 2 1 Cempaga Hulu 0 1 3 1 0 Parengeaan 0 2 9 2 15 Mentaya Hulu 0 1 7 1 14 Antang Kalang 0 2 15 2 15 Jumlah 1 17 92 27 62 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. dapat dilihat pada Tabel 2. 2007 II .

2007 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 14 7 16 13 8 8 14 9 14 9 19 17 148 Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Mantangai dengan luas 6.00 17.128.44%) serta Kecamatan II .44 11 Kapuas Tengah 1.00 2. KABUPATEN KAPUAS 2.86 10 Timpah 2.596. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas 2007 Luas km2 Persentase 1 Kapuas Kuala 427.4.4.00 1.00 0. Tabel 2. Kabupaten Kapuas meliputi 12 kecamatan dengan luas setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.00 3.27 8 Kapuas Barat 480.00 1.85 2 Kapuas Timur 202.22 12 Kapuas Hulu 2. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu dari 14 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Kuala Kapuas.016.1. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kabupaten Gunung Mas : Laut Jawa : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan) : Kabupaten Pulang Pisau 2 Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.31%) dan Kecamatan Timpah seluas 2.00 13.833.128.999.00 km2 (13. Kabupaten Kapuas terbagi dalam dua kawasan besar yaitu kawasan pasang surut.00 3.31 Jumlah 14.596. umumnya di bagian selatan sebagai daerah potensi pertanian tanaman pangan. dan kawasan non pasang surut umumnya di bagian utara yang memiliki potensi lahan perkebunan karet rakyat dan perkebunan besar swasta.00 100.00 km 2 (40.00 40.35 3 Selat 394.63 4 Basarang 206. Kondisi Geografi dan Demografi a.00 0.1.90 7 Kapuas Murung 491.30 .4.999 km atau 9.00 12.00 2.37 5 Kapuas Hilir 91.4.00 km2 (17.1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.20 9 Mantangai 6.77% dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.016.61 6 Pulau Petak 135.00 Sumber : Kapuas Dalam Angka.86% dari luas kabupaten) kemudian Kecamatan Kapuas Hulu dengan luas 2.

22%) sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kapuas Hilir dengan luas 91. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Kapuas yaitu dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 diatas permukaan laut dengan kemiringan 8 -15 derajat. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan dengan sumber daya air yang cukup banyak menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Anjir-anjir tersebut menghubungkan beberapa Wilayah perairan dan sungai yang masuk wilayah kapuas O O O wilayah di Kabupaten Kapuas serta wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. dan 3).0 mm. Curah hujan setiap tahun berkisar antara 116-973.499. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1. 2). lahan pertambangan. diantaranya: 1). Areal hutan di Kabupaten Kapuas sebagian besar berupa hutan gambut dan sebagian diantaranya berupa lahan eks proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan II .31 . b.000 ha.Profil Daerah Kapuas Tengah seluas 1. kebun. dan hutan produksi sekitar 879. Sungai Kapuas Murung. Lahan non sawah meliputi rawa.00 km2 (0. Kapuas memiliki wilayah perairan yang meliputi danau. Pada tahun 2007 Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari. Sungai Kapuas dengan panjang 600 km. lahan kebun dan lainnya 340.833 km2 (12.900 ha.000 ha. c.85 km. Selain perbukitan juga terdapat daerah pegunungan dengan kemiringan 15 – 25 derajat. dengan panjang 66. Kabupaten Kapuas memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 21 C sampai 23 C dan temperatur maksimum sampai 36 C. serta kolam dan tambak.5 km.38 km. Pada bagian selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian diantara 0 -5 m dari permukaan laut dengan elevasi 0 – 8% dan dipengaruhi oleh pasang surut. ladang/tegalan. Anjir Kalampan sepanjang 14. rawa dan beberapa sungai besar dan kanal (anjir). sedangkan bulan kering/kemarau terjadi pada Juli sampai Oktober. Selain sungai di Kabupaten Kapuas terdapat 4 buah anjir/kanal yaitu: Anjir Serapat sepanjang 28 km. Pemanfaatan lahan pertanian meliputi lahan persawahan yang sebagian besar berupa lahan pasang surut dan tadah hujan. pemukiman. Pemanfaatan lahan terdiri dari lahan pertanian seluas 280. Anjir Basarang sepanjang 24 km dan Anjir Tamban sepanjang 25 km. Daerah pantai pesisir sepanjang 189.900 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m diatas permukaan laut.61%).

47% dengan sex ratio 102.773 13. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah.070 Penduduk Perempuan 16. diatas terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kabupaten Kapuas belum merata.979 4 Basarang 4.726 45.882 22.586 9.657 12.396 6.730 3 Selat 23.466 171. d.451 9 Mantangai 9.330 11 Kapuas Tengah 4.067 19.109 167.513 Jumlah 32.663 37.64%) sebagai ibukota kabupaten.4.200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan.811 9. sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.236 90. diikuti Kecamatan Kapuas Murung (13.702 12 Kapuas Hulu 2.077 4. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Tabel 2.875 8. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kapuas Kuala 10.2.70%).256 10. terdiri dari penduduk laki-laki 171.030 44.844 22.686 6.261 19.53% dan penduduk perempuan 167.070 jiwa atau 50.334 9.114 18.795 5 Kapuas Hilir 3.275 3. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas tahun 2007 sebanyak 338.549 19.732 6 Pulau Petak 4.32 .261 6.35%).352 8.532 10 Timpah 2.209 17. Sebaran penduduk banyak terdapat di Kecamatan Selat (26.766 7 Kapuas Murung 12.733 9. serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.4. dan Kecamatan Mantagai (11.199 Jumlah 89.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pemerintah pada tahun 1995. serta Kapuas Kuala (9.856 23.583 jiwa.03%).185 12.528 9.087 6.583 Berdasarkan Tabel 2. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya.622 9.575 338.57 jiwa per km .002 Sumber: Kapuas Dalam angka.2.671 11.513 jiwa atau 49. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101. 2007 No Kecamatan Laki-laki 16. II . 2 Kecamatan terpadat penduduknya adalah 2 2 Kecamatan Selat dengan rata-rata 229 jiwa per km dan penduduk paling sedikit terdapat di Kecamatan Timpah dengan kepadatan 4 jiwa per km .377 8 Kapuas Barat 4. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata 22.409 2 Kapuas Timur 5. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kabupaten atau di ibukota kecamatan.12%.206 45.208 18.

Sedangkan potensi gambut diperkirakan sebanyak 16. mika. Dari luasan tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 5. andesit.5 juta ton.5 juta m dan emas 2. Adapun sumber daya hutan Kabupaten Kapuas berdasarkan RTRW Kabupaten Kapuas tahun 2005 memiliki luas wilayah hutan 891. Dibidang perikanan Kabupaten Kapuas memiliki sumber daya perairan dengan luas perairan mencapai 333. danau 98 ha. rawa 156.33 .394 ha dan selebihnya berupa hutan produksi terbatas 380. 3 Berdasarkan data tahun 2005 Kabupaten Kapuas 3 memiliki potensi cadangan batubara sekitar 210 juta ton. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat II . dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.600 ha.1 juta m serta berbagai bahan galian golongan C seperti pasir kuarsa.000 ha dan luas potensi perkebunan 340.88%) wilayah hutan produksi dan produksi terbatas sudah diusahakan dan untuk itu perlu kerja keras dalam rangka melestarikan sumber daya hutan ini. Beberapa potensi sumber daya alam di Kabupaten Kapuas meliputi sumber daya alam tambang.780.Profil Daerah 2.2.04 ha. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kapuas perlu melakukan penataan pembangunan dan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. b. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. pertanian dan perkebunan. baik peternakan besar. Sumber daya alam Kabupaten Kapuas memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.202 ha. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral. intan 3. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).415 ha dan hutan produksi 505. kecil maupun unggas. zircon dan batu gamping.720 ha.000 ha. Kabupaten kapuas memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan. koalin. granit. Sebagian besar (97. Hal ini karena wilayahnya berupa hamparan yang luas dan kaya dengan hijauan sebaga sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan.04 ha yang meliputi perairan sungai 151. Kabupaten Kapuas memiliki potensi sumber daya tambang yang besar. Luas areal pertanian sekitar 280. Kabupaten Kapuas kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. sumber daya dibidang kehutan. dan perikanan laut sekitar 25. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. rawa dan laut.011 ha. Selain sumber daya alam tersebut diatas.362.4. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).

9 71.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 10 Katingan 71.0 2 Barito Utara 72. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.8 7 Kotawaringin Barat 71.3 Kalimantan Tengah 71. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM.4. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).5 4 Barito Selatan 71.2 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.7 72. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah IPM 2005 1 Palangka Raya 77.3 11 Seruyan 70.6 8 Barito Timur 70.34 . Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.4 69.3).2 71.8 (Tabel 2.1 9 Murung Raya 71. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .0 14 Pulang Pisau 69.4.4 70. Nilai IPM Kabupaten Kapuas termasuk kategori sedang.8 3 Kotawaringin Timur 72. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.9 73.1 73.2 13 Sukamara 70.6 71.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota 2006 77. nilai IPM Kabupaten Kapuas adalah 72.4. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.5 6 Kapuas 71. berada pada posisi ke 6 (enam) diantara 14 kabupaten/kota.3. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.4.3 72. Angka partisipasi sekolah II .9 72.3 5 Gunung Mas 71. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.9 12 Lamandau 70.4 72.6 71.5 71.9 70.

Rata-rata lama sekolah 7. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kapuas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.85 km jalan kabupaten tersebut sebagian besar (64.10 km yang terdiri dari jalan negara 459.8 98. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Infrastruktur a.42 km.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Kapuas 2005 2006 70.3 70.102. II .7 624.2 105.35 .3 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.3 7.9 94.4. jalan provinsi 463. Tabel 2.4.Profil Daerah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu. sebagai prasaran transportasi yang penting lainnya di Kabupaten Kapuas adalah prasarna transportasi air.98 km dalam keadaan rusak.35 km dan jalan kabupaten sepanjang 1. 2.43%) atau 1.710.3 7. sepanjang 298.98 km (17.634. Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Kapuas masih berupa tanah. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 206. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibukota kecamatan.3 93.9 71.6 72.05%) dalam keadaan baik.0 7 627.3.9 km. atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kapuas sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.48%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 308.89 km (18. Panjang jalan di Kabupaten Kapuas pada tahun 2007 adalah 2.0 1. Dari sepanjang 1. Prasarana Transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.6 6 Perkembangan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 menunjukkan sedikit peningkatan.85 km. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. Selain prasarna jalan.710.4.

718 paket penerimaan.863. tongkang dan tiong. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2007 masing-masing adalah 48. 2 unit pos kelingling.36 . dengan kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga R1 mencapai 36. 76 kotak pos dan 13 unit bis surat.948 Kwh.950 pelanggan.051.255 pelanggan atau mengalami peningkatan 3% dibanding tahun 2006 sebanyak 10. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebanyak 11. 2.301.056 buah paket pengiriman dan 11. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kapuas dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Kuala Kapuas. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. speed boat. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. II .825 pelanggan.248 pelanggan. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang dialirkan yang bersumber dari 21 unit pembangkit tenaga diesel sebanyak 2. b.152 unit.17% dibanding tahun 2006 sebanyak 2. long boat. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. Di Kabupaten Kapuas terdapat 8 unit kantor pos yang tersebar di delapan kecamatan serta ditambah dengan 4 unit rumah pos. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 10.750 m 3 Banyaknya air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 3 meningkat 12. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. kelotok. Alat transportasi sungai yang ada di Kabupaten Kapuas meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal. serta perusahaan dan pertokoan 251. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Kapuas bersumber dari sungai yang diolah dan dikelola oleh 10 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kapuas. sarana umum 95 dan badan sosial dan rumahsakit 82 pelanggan. instansi pemerintah 164. Jumlah pelayanan surat pos yang terjadi di seluruh kantor pos pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 202.26% dibanding tahun 2006 sebanyak 2.936 Kwh atau meningkat 4. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kapuas.663 pelanggan. Jumlah pelanggan selama tahun 2007 tercatat sebanyak 41. c.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.938 m .985.

dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 2. S D 384 118 54.363 3.834 728 Sumber : Kabupaten Kapuas Dalam Angka. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 31 unit. T K 102 2936 272 102 2.STAI 1 749 71 1 Jumlah 452 276 68.4.5. puskesmas pembantu 39 unit. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 91 unit SMP terdiri 52 SMP Negeri dan 39 SMP Swasta.024 2.936 orang.300 2.37 . 4 dokter spesialis. SMU 16 15 7. seperti dapat dilihat pada tabel 2.510 878 502 3.STIE 1 342 35 1 .265 545 159 31 5. STAI= Sekolah Tinggi Agama Islam) Sekolah e.457 13. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Guru Jumlah Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah 1. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan. 2007 (STIE= Sekolah Tiggi Ilmu Ekonomi.199 5.6. serta ditambah puskesmas pembantu di setiap UPT transmigrasi yang ada di kabupaten Kapuas. SLTP 52 39 7. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 502 unit.680 25. 13 dokter gigi.771 666 419 91 4. Sekolah TK di Kabupaten Kapuas sebanyak 103 unit yang tersebar di 12 kecamatan.091 orang.721 1. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas tahun 2007 terdiri dari 35 orang dokter umum. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas terdapat 1 rumah sakit umum. dan polindes 25 unit.PT: . Jumlah Sekolah. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kapuas sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Tabel 2. dan Perguruan Tinggi 2 unit dengan jumlah mahasiswa 1.4. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 23 unit.Profil Daerah d. II . Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kecamatan. 214 bidan dan 233 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.

sehingga posisi dan perbatasan mengalami perubahan sebagai berikut : • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara.38 0 0 0 0 .1. : Kabupaten Kapuas. : Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.4. : Kabupaten Kapuas. Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak membujur atau memanjang sepanjang sungai Barito dengan letak 1 20‘ Lintang Utara – 2 35 ‘ Lintang Selatan dan 114 – 115 Bujur Timur.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. : Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) mempunyai luas wilayah 12. Berdasarkan Undang-undang Nomor 05 tahun 2002 Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Kabupaten Kapuas Dalam Angka 2007/2008 Kecamatan Puskesmas Paramedis Perawat Bidan 17 10 10 6 55 37 10 15 9 13 11 15 46 29 13 5 21 25 10 9 9 14 6 6 217 184 2.5. : Kabupaten Barito Timur.5. : Kalimantan Selatan. Setelah pemekaran pada tahun 2002 luas II . Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) dengan batas wilayah: • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 No Tenaga Dokter Umum Gigi 1 Kapuas Kuala 2 2 1 2 Kapuas Timur 1 1 1 3 Selat 6 8 2 4 Basarang 1 1 0 5 Kapuas Hilir 1 1 1 6 Pulau Petak 1 1 0 7 Kapuas Murung 4 4 2 8 Kapuas Barat 1 1 0 9 Mantangai 31 3 1 10 Timpah 1 1 1 11 Kapuas Tengah 1 2 1 12 Kapuas Hulu 1 1 1 Jumlah 51 26 11 Sumber : BPS. KABUPATEN BARITO SELATAN 2. Kondisi Geografi dan Demografi a.6.664 km2 terdiri dari 12 Kecamatan.

71 13. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 12. Jumlah penduduk dan kerapatan penduduk Barito Selatan menurut kecamatannya dapat dilihat sebagai berikut.461 121.099 16. kawasan hutan produksi. kawasan konservasi. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Barto Selatan Tahun 2004 sebanyak 121. yaitu iklim yang memiliki 1-2 bulan kemarau dalam setahun.5.2.829 1. Tabel 2.830 km2 terdiri dari 6 Kecamatan.310 jiwa dengan kerapatan penduduk rata-rata 14 jiwa/km2. Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah aliran sungai II .933 8. memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat beraneka ragam. Sumber daya alam Kabupaten Barito Selatan dengan luas 8.Profil Daerah wilayah menjadi 8.54 21.133 45.664 km2 terdiri dari kawasan hutan.00 Jumlah penduduk 11. Temperatur rata-rata antara 25 – 27 C.50 C (bulan Oktober) dan suhu minimum 24. Luas wilayah Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Barito Selatan setelah Pemekaran (2004) No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gn.417 16.065 1.351 perempuan.39 12.830 % luas 8. Bintang Awai Jumlah Luas Wilayah ( km2 ) 708 2. Topografi dan iklim Kabupaten Barito Selatan terletak di garis Khatulistiwa.470 15. Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sumber daya pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.665 mm dengan 107 hari hujan.45 20.099 1.578 jiwa laki-laki dan 60.02 23.39 2 . O O O d.929 jiwa yang terdiri dari 62.830 km . dengan suhu maksimum 27. termasuk daerah hujan tipe B. serta kawasan pemukiman dan wilayah pengembangan. c. kawasan pengembangan hutan rakyat. 7 kelurahan dan 83 desa termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Suku Terasing (PMST). Rata-rata hujan tiap tahun 2.50 C (bulan Juli). Pada Tahun 2006 jumlah Penduduk Barito Selatan menjadi 122. b.5.89 100.730 16.196 1.1.310 Kepadatan (jiwa/km2) 16 8 15 25 14 8 14 2.

b. Bulan. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 97 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 125. kaolin. Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Barito Utara berada pada posisi ke 4 (empat) diantara 14 kabupaten/kota. danau dan rawa yang tersebar di seluruh kecamatan.4.0 8.2. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Selatan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.4 97 3. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67. Pensil dan lain-lain.80 4 II .5.0 8.0 71. Dengan potensi sungai. Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. granit. kawasan ini sangat cocok untuk studi / penelitian dan obyek wisata.2). Potensi tambang wilayahini diantaranya minyak bumi dan potensi bahan galian seperti pasir kuarsa. Coklat. Kabupaten Barito Selatan memiliki bentangan hutan alam yang luas dan kaya berbagai macam ragam jenis pohon dan hasil hutan ikutan lainnya yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi.3 (Tabel 2. serta berbagai jenis anggrek juga tumbuh subur seperti : Anggrek hitam.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Barito. tanah liat. Tebu.5 68. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3 97.40 .5. nilai IPM Kabupaten Barito Selatan adalah 72. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .3 125 6 625. Mata kucing. Potensi kekayaan tambang wilayah ini juga masih banyak tersimpan dan menunggu waktu dapat dimanfaatkan.5 620. Di Barito Selatan juga terdapat ekosistem air hitam yang konon hanya ada dua (2) saja di seluruh dunia.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.2. dan batu bara. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Bintang. menyimpan potensi yang sangat besar di sektor perikanan. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik.5 72.9 98.

pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Marabahan. sebagian besar ruas jalan yang rusak mencapai 324. Terminal Handil Bakti. Prasarana listrik dan air minum Pada tahun 2004 prasarana listrik hampir menjangkau sebagian besar wilayah Barito Selatan. meningkat 11. Prasarana komunikasi Sarana komunikasi di Kabupaten Barito Selatan sebelum tahn 2003 masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel dan kantor pos. Prasarana transportasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang 592. Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Dalam dua tahun terakhir jalan menuju dan dalam kota Marabahan telah menggunakan bahan aspal hotmix.41 . dan Terminal Tabukan.3 km (54. Transportasi darat berupa mobil angkutan.5.707 unit/rumah. c. Di samping itu. 33 miliar.598 unit).35%). Saait ini f asilatas telepon Flexi dari II .8%). Hingga tahun 2004 telah beroperasi juga berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Barito Selatan. serta tersedia 81 Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan.507 unit. b. Dari sebanyak 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40. guna memperlancar arus transportasi. Transportasi di Barito Selatan terdiri dari transportasi darat dan sungai. Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat) sehingga penduduk di wilayah ini sudah dapat menggunakan telpon seluler. perbaikan dan peningkatan beberapa jembatan kayu ulin menjadi konstruksi beton telah dibangun dengan penambahan siring beton sepanjang 200 m dengan biaya sebesar Rp. Terminal Anjir Pasar. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2.61 km (11.3. Pada tahun 2004 telah dilakukan perbaikan sepanjang 67.4%) dengan biaya Rp.088 unit/ rumah atau meningkat 18. dan masih terdapat jalan rusak sepanjang 256.69 km (43. sedangkan transportasi sungai berupa klotok.Profil Daerah 2. 14 miliar. Pada tahun 2002. speed boat. Infrastruktur a. bus air dan motor boat.2 km dari tahun ke tahun.

25. Spesialis dan Paramedis.3).383 orang. T K 2.248 Jumlah 452 276 68. dengan jumlah murid tahun 2006 sebanyak 1. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. Prestasi bidang kesehatan yang telah diraih dalam tahun 2003 antara lain: • • • Juara II Dinas Kesehatan Berprestasi. 2007 Sekolah TK di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.3. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas. S D 3. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006 Sekolah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 2 38 171 12 23 19 7 10 Murid Negeri Swasta 180 1.363 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka. Juara I Balita Sehat Indonesia. 6.680 25. SMU/K 5. PT: Total 203 79 15. pemerintah Kabupaten Barsel telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer. Tenaga Medis. Posyandu. SLTP 4. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Barito Selatan sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA (Tabel 2.107 1. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 183 unit.203 10.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan.423 1.5. Prasarana kesehatan Kabupaten Barito Selatan memiliki fasilitas rumah sakit.000 km.5.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp.42 . Jumlah Sekolah. Tabel 2. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 42 unit SMP terdiri 23 SMP Negeri dan 19 SMP Swasta. dan Bidan Teladan dan Dokter Teladan Se-Kalsel.65 km dengan total biaya Rp.. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4.462 4. II .7 miliar.834 Jumlah Sekolah 40 183 42 17 282 728 1. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian.319 116 312 165 195 63 1. yaitu RSUD Marabahan tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.849 orang. f.838 3. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 17 unit dengan jumlah siswa 1.572 1.721 551 1.603 246 Guru Negeri Swasta 12 207 1.376 3. e.

Sumber Barito. Kondisi Geografi dan Demografi a.22 Tahun 1946. BNI 46 Cabang Marabahan. maka Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah ± 8. : Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan. KABUPATEN BARITO UTARA 2.6. Teweh Timur dan Gunung Purei. Wilayah Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya menjadi Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu. Tanah Siang.6. menyesuaikan dengan keberaan UU No. Selanjutnya. Gunung Purei dan Lahei dengan 10 Kelurahan dan 93 Desa. yaitu wilayah Pembantu Bupati yaitu Kecamatan Murung. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Muara Teweh ditetapkan berdasarkan UU No.000 km2. Montallat. dengan ibukotanya di Puruk Cahu.1. 2.43 O O O O . BRI Cabang Marabahan. Teweh Timur. Kabupaten Barito Utara terletak pada posisi geografis 114 27’ 00” – 115 49’ 00” BT dan 0 58’ 30” LU – 1 26’ 00” LS dengan batas-batas wilayah: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur. wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai daerah otonom membawahi wilayah kabupaten administrasi Murung Raya.0. yaitu: BPD Cabang Marabahan.17/15/3. Kecamatan Teweh Tengah. Seiring perkembangan wilayah. tentang Pokokpokok Pemerintahan Daerah. : Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. Permata Intan. Montallat. II . Setelah adanya pemekaran Kabupaten pada Tahun 2002. Laung Tuhup.Profil Daerah g. maka sejak tahun 1982 Kabupaten Administrastif Murung Raya diubah statusnya menjadi Kantor Pembantu Bupati Wilayah Murung Raya dengan ibukota tetap di Puruk Cahu. Pada saat itu wilayah Kabupaten Barito Utara masih sangat luas. Awalnya. melalui SK Mendagri tanggal 29 Juni 1950 No. Gunung Timang. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. khususnya dalam kaitan perkembangan pemerintahan dan pembangunan. wilayah Kabupaten Barito Utara mencakup 1 (satu) wilayah Pembantu Bupati dan 11 (sebelas) Kecamatan. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Selatan beroperasi tiga bank. terluas ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. Lahei. yakni mencakup wilayah seluas 32.5 Tahun 1974.300 km2. dan : Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas. dengan 6 Kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah. Gunung Timang.

000 Ha.850 Ha.000 m/tahun dibagian utara. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Utara rata-rata kerapatan 14 jiwa per km . : 186.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.000 ha.0%.500 mm pertahun.000 mm/tahun dibagian selatan menjadi lebih dari 4. : 159. Lahan dan penggunaannya Luas Kawasan Kabupaten Barito Utara berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003 adalah 830. Luas Kawasan hutan dapat dirinci sebagai berikut : (1) Hutan Produksi (2) Hutan Lindung (3) Cagar Alam (4) Kawasan Pengembangan Produksi (5) Hutan Produksi Terbatas (6) Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (7) Lokasi Transmigrasi : 316. d. : 91.22% dan penduduk perempuan 56.000 mm pertahun O O c. Keadaan temperatur udara rata-rata maksimum lebih kurang 35 C dan minimum kurang lebih 20 C dengan kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun. : 6. : 69. dan : 133 ha.903 jiwa dengan dengan laju pertumbuhan 1. Topografi dan iklim Iklim di Kabupaten Barito Utara termasuk iklim tropis yang lembab dan panas. 2 II .44 . Wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai curah hujan yang tertinggi diantara kabupaten-kabupaten lainnya.853 jiwa atau 51.787 ha. yaitu musim hujan dan musim kemarau.78% atau dengan sex ratio 105.08% per tahun.050 jiwa atau 48. sedangkan menurut RTRW Kabupaten Barito Utara Tahun 2004 / RTRWP Tahun 1999 luas potensi hutan seluas 485. dan Wilayah dengan curah hujan antara 2. Berdasarkan data dan peta curah hujan Kabupaten Barito Utara dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu sebagai berikut: • • Wilayah dengan curah hujan antara 3.506 ha. Demografi Jumlah penduduk sampai dengan Januari 2007 adalah 114.506 ha. Yang dipengaruhi oleh musim. Penduduk di Kabupaten Barito Utara tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 58. yaitu dari 3.792 ha.500 – 3.000 – 3. Menurut peta curah hujan Provinsi Kalimantan Tengah.605 ha.

1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. meskipun bila dilihat secara nasional masih perlu lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi yang cukup baik bagi pengembangan usaha pertanian tanaman pangan dan holtikultura.45 .928 Ha. Rawa. Untuk mendukung pengembangan pertanian.2. terdiri dari perairan Sungai. b.. II . serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. nilai IPM Kabupaten Barito Utara termasuk tinggi berada pada posisi ke 2 (dua) diantara 14 kabupaten/kota. Waduk dan Air Genangan. Sumber daya alam Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. sumber daya dibidang kehutan. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. Hanya areal sawah di daerah ini yang menggunakan sarana irigasi (semi teknis). nilai IPM Kabupaten Barito Utara adalah 73. Danau. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.8 (Tabel 2.Profil Daerah 2. Berdasarkan kondisi fisik.1. Kabupaten Barito Utara memiliki Luas perairan umum (Perairan air Tawar) 4. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72. Selebihnya masih merupakan sawah tadah hujan. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. tambang.6.6. rawa dan laut. Sumber daya alam di Kabupaten Barito Utara adalah meliputi sumberdaya lahan pertanian dan perkebunan. pemerintah Kabupaten Barito Utara telah membangun dua unit DAM kecil di daerah Trinsing dan Trahean Kecamatan Teweh Tengah. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.6. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.

252 orang. S-1 dan Program Pascasarjana. serta mendukung pengembangan potensi daerah dalam bentuk sekolah kejuruan.1.2 72.0 616.9 61 4. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.4 98. dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. Peran serta ini antara lain dengan mendorong peran aktif lembaga GN-OTA.3 71. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 71. Universitas Palangka Raya.46 . Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. peningkatan relevansi pendidikan.0 98.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.1 73. Orientasi pendidikan juga diarahkan agar memenuhi standar akreditasi pemerintah serta responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan bursa tenaga kerja. Indikatornya antara lain: II .4 7.17 2 Keberhasilan pembangunan SDM di wilayah ini dapat pula dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja di wilayah ini. Beberapa kebijakan dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang telah ditempuh antara lain pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.8 77 2 622. Komite Sekolah dan lembaga sosial lainnya guna membantu anak usia sekolah dari kalangan kurang mampu. Selebihnya adalah SLTP 6%. Pengembangan SDM di kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Utara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Pembangunan SDM juga dilakukan melalui peningkatan pembangunan bidang kesehatan. keterampilan dan kesehatan. Tingkat pendidikan pencari kerja sebagian besar adalah Sarjana Diploma dan Sarjana Strata-1 sebesar 44% dan lulusan SLTA sebesar 37%. Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong perkembangan aktivitas pendidikan adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai pencari kerja tahun 2006 adalah 2. peningkatan mutu pendidikan.6. Beberapa diantaranya saat ini tengah mengikuti program pendidikan S-2 di luar negeri.5 8. SD 6% dan tidak tamat SD 7%.

40 3 Jalan Kabupaten 86. Prasarana transportasi Jaringan jalan darat di Kabupaten Barito Utara menurut statusnya terbagi atas jalan negara.46 3.2.20 244. khususnya kota Muara Teweh. dan • Peningkatan produktivitas kerja.04 Jumlah 123.Profil Daerah • Peningkatan usia harapan hidup. • Peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.85 792.97 4 Jalan Desa 36.50 2 Jalan Provinsi 14.93 249. tersedia Dermaga apung pada ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan.95 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.6. khususnya pada daerah yang berbasis utama pada daerah aliran Sungai Barito dan anak sungainya. • Penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan.130. II . Panjang dan kondisi jalan berdasarkan status di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 No Kondisi Sedang Rusak (km) (km) 1 Jalan Negara 213. Montallat. kabupaten.40 77. tetapi jalur ini sangat tergantung keadaan alam.00 3. transportasi sungai merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan. Tabel 2.3.88 104. Transportasi sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan penting.6. Jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat. provinsi. Infrastruktur a.47 205. desa dan jalan HPH.569.58 229. Jalan Negara yang melewati Kabupaten Barito Utara adalah merupakan jalur jalan antar provinsi yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (dari Banjarmasin) ke arah Ampah-Kandui-Muara Teweh.47 Pada jalan HPH sebagian jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan pihak perusahaan. 2. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat. 2007 Status Jalan Baik (km) Rusak Berat (km) 64.68 295. baik untuk pengangkutan orang ataupun barang ke dan dari daerah pedalaman.47 .08 5 Jalan HPH .2. Di musim hujan kondisi jalan sangat licin dan hampir tidak bisa dilewati pada tempat-tempat tertentu yang terjal dan pada musim kemarau dibatasi oleh debu yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. Untuk melayani fasilitas kapal-kapal sungai tersebut.60 63. Transportasi melalui Jalan Darat (melalui jalan Negara) arah selatan menuju Banjarmasin dengan jarak ± 425 km ditempuh rata-rata 8 – 10 jam perjalanan.

Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. di Muara Teweh ada beberapa cabang perusahaan jasa titipan (travel) yang siap untuk membantu melayani barang-barang kiriman seperti KGP. Indosat. Muara Lahei dan Kandui. SLJJ dan SLI. Guna melayani kiriman melalui titipan.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Beberapa operator telepon seluler yang saat ini aktif adalah Telkomsel. beserta derivatnya. b. Lapangan udara di Kabupaten Barito Utara ada satu buah yaitu yang berada di kota Muara Teweh jalan Pendreh Kecamatan Teweh Tengah dengan nama Bandara Beringin.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tumpung Laung dan Muara Lahei. Pelayanan Pos di Barito Utara tersedia satu unit Kantor Pos di Muara Teweh. Direncanakan untuk tamban layanan internet dalam beberapa bulan ke depan akan beroperasi provider dari telkom dengan produknya speedy net. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten. Palangka Raya dan Banjarmasin dibuka dua kali seminggu oleh perusahaan penerbangan perintis Dirgantara Air Servis (DAS). Sarana air bersih dari PDAM umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan seperta Muara Teweh. Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia. Fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Barito Utara. Tiki dan lain-lain. Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang berupaya membangun Bandara Baru di desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah kurang lebih 25 km dari Muara Teweh untuk mengantisifasi perkembangan transport udara. ibukota Kabupaten Barito Utara tersedia satu buah kantor cabang PT. Selain itu juga tersedia fasilitas internet menggunakan telkomnet instan. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Barito Utara adalah tersedianya kantor Pos. Transportasi melalui Sungai Barito dan Anak Sungai Barito dengan jarak ± 700 km ke arah selatan menuju Banjarmasin dengan waktu tempuh menggunakan Tongkang mesin sendiri atau ditarik dengan Tugboat ± 48 jam. XL. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN umumnya telah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Barito Utara. LTH. Pelayanan telekomunikasi di Muara Teweh. Kapasitas bandara mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 200 jurusan Muara Teweh Jakarta. Pesawat jenis BN dan Casa 212. Surabaya. Saat ini rute penerbangan Muara Teweh. c.48 . II .

Sarana Pendidikan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 Jenjang Negeri Swasta Sekolah 1 TK/RA 1 55 2 SD/MI 177 6 3 SDLB 1 0 4 SMP/MTs 19 14 5 SMA/MA 6 7 6 SMK 2 0 7 PT 0 3 Jumlah 206 85 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Tabel 2. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 291 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi yang terdiri dari 206 milik pemerintah dan 85 swasta (Tabel 2.49 . 2007 II .6. Puskesmas. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Barito Utara yang ada adalah Rumah Sakit Daerah Muara Teweh Tipe C.3. Tabel 2. Polindes dan Posyandu serta Apotek (Tabel 2.3). Puskesmas.6.4).4.6. Pustu dan Polindes Per Kecamatan Tahun 2006 No 1 2 Kecamatan Montallat Gunung Timang Nama Puskesmas Jumlah Puskesmas Pembantu 7 5 3 3 9 3 10 6 7 4 4 7 8 2 69 Jumlah Poliklinik Desa (Polindes) 6 4 3 3 7 3 1 4 2 7 40 Tumpung Laung Kandui Ketapang 3 Gunung Purei Lampeong 4 Teweh Timur Benangin Mampuak 5 Teweh Tengah Muara Teweh Lanjas Lemo PIR Butong Sei Rahayu 6 Lahei Lahei I Lahei II Benao Jumlah 14 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.6. Kondisi sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut : – 101 unit dalam kondisi baik – 59 unit mengalami rusak ringan – 64 unit mengalami rusak sedang – 67 unit mengalami rusak berat. 2007 No Total 56 183 1 33 13 2 3 291 e.Profil Daerah d. Puskesmas Pembantu.

Pantai Lunci (diresmikan tanggal 15 Juni 2006) dan Permata Kecubung (diresmikan tanggal 17 Juni 2006).1 berikut. dengan batas – batas wilayah. Secara geografis kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai 3°07' Lintang Selatan (LS) dan 110°25' sampai dengan 111°9' Bujur Timur (BT). Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Utara beroperasi beberapa bank. Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung merupakan kecamatan baru yang telah sesuai Perda Kabupaten Sukamara No.50 . 03 Tahun 2006 tanggal 12 April 2006 tentang pembentukan Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung yang selanjutnya diundangkan pada tanggal 05 Mei 2006. Jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah menurut kecamatan disajikan dalam Tabel 2. BRI Cabang Muara Teweh. f. apoteker 3 orang.700 Ha atau kurang lebih 2% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. perawat 126 orang. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) 28 orang. Balai Riam. terdiri dari tenaga teknis kesehatan sebanyak 305 orang. bidan 101 orang. Tenaga dokter spesialis 3 orang.827 km atau 382. Kondisi Fisik dan Geografi a. sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Kabupaten Kotawaringin Barat : Laut Jawa : Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat 2 Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 (lima) kecamatan. 2. II . genangan air. dan tenaga kesehatan lainnya 64 orang.7. sarjana kesehatan masyarakat 11 orang.1. rawa.7. dokter umum 20 orang. sarjana keperawatan 3 orang. Luas dan batas wilayah Luas wilayah Kabupaten Sukamara adalah 3. sungai. dokter gigi 4 orang. yaitu Kecamatan Sukamara. yang terdiri dari hutan. tenaga non teknis kesehatan sebanyak 34 orang.7. yaitu: BPD Cabang Muara Teweh. Jelai. danau. pantai dan tanah lainnya.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tenaga yang ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 367 orang. BNI 46 Cabang Muara Teweh. Wilayah kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan dan 29 desa. Bank Mandiri serta Asuransi Jiwasraya dan Bumi Putera. KABUPATEN SUKAMARA 2.

mangrove/konservasi pantai dan sawah.65 21.500 m dpl sekitar 74.21 Persentase terhadap Luas Kabupaten (%) 26. Topografi Topografi merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian lokasi untuk investasi/budidaya pertanian dalam arti luas. kelapa.2 Ketinggian Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0–7 m 7–25 m 25–100 m 100–500 m Induk 1 Sukamara 31. 2 2 2 2 b.2.200 17.980 780 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.26 km .08% yang peruntukan penggunaanya cocok untuk perkebunan. Letak Kabupaten Sukamara berdasarkan ketinggian disajikan pada Tabel 2.525 160. pertanian tanah kering dan sawah.7.475 3 Balai Riam 2) 1.Profil Daerah Tabel 2.95 3.250 80. Daerah lainnya yang terletak pada ketinggian 7 . menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara sekitar 25.69 100. Setiap tanaman memerlukan topografi yang sesuai agar dapat berproduksi optimal.028 km .028. 1 2 3 4 5 Kecamatan Kelurahan Desa 6 4 8 4 7 29 Luas (km2) 1.00 Sukamara 2 Jelai 1 Balai Riam Pantai Lunci Permata Kecubung Jumlah 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara 2006 Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 Kecamatan.000 133.1 Jumlah Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukamara No.600 98.7. Topografi dan iklim 1).00 522.92% terletak pada ketinggian 0 . Daerah ini dipengaruhi oleh pasang surut dan penggunaan lahan yang cocok adalah untuk tambak.26 804. Jumlah 84.900 316.130 780 JUMLAH 82.51 .80 13.275 18.00 676.7.560 16.500 Data pada Tabel 2. kemudian Kecamatan Pantai Lunci dengan luas 804 km dan Kecamatan Jelai seluas 796 km .375 2 Jelai 1) 59. II .7 m di atas permukaan laut (dpl).01 17. tergantung pada parameter fisik dan kimia tanah lainnya.2.827. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Balai Riam seluas 522. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sukamara dengan luas 1.00 796.035 52.7.350 34.86 20.925 56. Tabel 2.

Letaknya agak tinggi. Berdasarkan Tabel 2. sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome). kemiringan 15-40% berbukit dan kemiringan > 40% bergunung. tanah yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya seluas 3. yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar. Daratan rendah. Seluruh wilayah daratan rendah.3. Analisis fisiografi juga sebagai masukan dalam analisis daya dukung lingkungan.500 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.375 ha.600 2 Sukamara 46. yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klimaks.900 Jumlah 197.000 46.000 3 Balai Riam 18. Tabel 2.375 98.200 84. masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Lahan gambut Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Topografi yang digambarkan dalam kemiringan tanah mempunyai peranan yang penting dalam pemanfaatan tanah baik untuk pembangunan pertanian maupun untuk pembangunan infrastruktur. yaitu dengan kemiringan lahan lebih dari 40%.800 37. misalnya pembangunan jalan dan gedung.52 . Dataran ini dapat dijumpai terutama di antara di sekitar Sungai Jelai dan pantai.3 Kemiringan Lahan Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% >40% Jumlah Induk 1 Jelai 133. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus. Terbentuk dari hasil pengendapan pantai. Fisiografi Kajian fisiografi merupakan salah satu pendekatan keruangan yang menganalisa karakteristik bentang alam berdasarkan persamaan sifat-sifat fisik tanah.7. II .025 29.700 3. kemiringan 2-15% dari bergelombang sampai berbukit.7. baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai.600 133. Topografi tanah dengan kemiringan 0-2% termasuk datar. namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai.700 3.375 316. Data kemiringan lahan Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.3.825 29. endapan sungai Wilayah ini terdapat di tepi sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil. endapan pantai Wilayah ini terdapat di tepi pantai.7. Penggunaan lahan dengan kemiringan > 40% ini disarankan kawasan lindung/ kawasan hutan. Wilayah Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi beberapa fisiografi sebagai berikut : Daratan rendah.400 84. 2). yang berjarak 2 – 5 km dari pantai. tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa.

Tanah yang terbentuk dari II .53 . 3). agak padat. Sebagian lahan ini telah digunakan untuk pertanian tanaman keras dan selebihnya beruap hutan. karbonan setempat mengandung lignit. kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir. tebalnya diperkirakan 300 m. Yang terbentuk pada masa tersier dan kuarter. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Plistosen. Tanah ini banyak dijumpai dari bagian tengah hingga ke utara dan merupakan lahan yang baik untuk pertanian lahan kering. sehingga pada beberapa tempat drainase agak terlambat. mengandung sisa tumbuhan. Ditinjau dari formasi bahan material pembentukannya. Dataran ini membentang dari sukamara hingga ke pantai. 1976). Daerah pesisir secara geologis terbentuk dari proses endapan-endapan dari sungai dan proses pasang surut dan pengaruh laut. Batu lempung warna kelabu. diendapkan dilingkungan paralik. yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam. Geologi Berdasarkan peta geologi lembar Palangka Raya tahun 1995 wilayah Kabupaten Sukamara terbentuk dari batuan endapan dan batuan beku. Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault). dan lempung kaolinan warna putih kekuningan. tak berlapis (endapan sungai). setempat berstruktur sedimen silang siur. coklat kehitaman.Profil Daerah Dataran rendah. pasir lepas berwarna kekuningan halus-kasar. berdasarkan korelasi dengan Formasi Dahor di Lembar Tewah (Sumintadipura. berukuran 1 – 3 cm. terdapat di bagian hulu. lempung kelabu kecoklatan. tebal sekitar dari 50 – 100 m. bersifat liat. Lain-lain Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air. Endapan yang dihasilkan oleh proses di sungai menghasilkan tanah endapan di kiri – kanan Sungai Jelai yang dapat mencapai 5 km dari tepi sungai. diantaranya danau dan rawa. komponen terdiri dari fragmen kuarsit dan basal. Formasi Dahor (TQd) yang terdiri dari material Konglomerat. agak lunak. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut. tersingkap sebagai sisipan dalam batu pasir dengan ketebalan 20 – 60 cm. Dataran ini memiliki tekstur tanah kasar. Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar. batuan endapan pantai Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah. yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. berbutir sedang sampai kasar. Daerah tengah dan hulu terbentuk dari batuan endapan dan beku. terutama disekitar Sungai Jelai dan di sebelah selatan kota sukamara. berwarna kekuningan sampai kelabu. Berselingan dengan batu pasir. di daerah ini terdapat Formasi Aluvium (Qa) yang tersusun dari material gambut berwarna coklat kehitaman (endapan rawa). Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung. sangat lunak (daerah pasang surut).

Jenis tanah tanah yang terbentuk di suatu daerah dipengaruhi oleh struktur batuan induk yang oleh proses bio-fisik atau proses pelapukan akan membentuk jenis tanah tertentu.7.847 36. 1513.000 3 Balai Riam 62.54 .4. Sebagian tanah ini dipergunakan untuk lokasi permukiman dan pertanian. terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten sukamara terbentuk dari batuan endapan.000 98. lempung dan sisa-sisa tanaman dan bersifat mudah tererosi.dalam Ha Kecamatan Batuan Endapan Batuan Beku Induk 1 Jelai 133. Batuan beku dengan bahan pembentuk dari andesit dan basalt membetuk tanah latosol. andesit.900 316. bahwa bagian hulu (bagian kecil) dari sungai ini berasal dari daerah Landform Group Volkan formasi tua yang merupakan daerah dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk breksi gunung api. Data geologi Kabupaten Sukamara sesuai Peta Geologi Bersistem Indonesia.7.4.500 Dari aspek geologi dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang berasal dari bahan induk pasir adalah sangat terbatas karena tingkat kesuburannya sangat rendah. tahun 1994. Tabel 2. Lembar Pangkalan Bun. Hamparan pasir ini ada mencapai jarak ± 20 km ke arah daratan.447 36. Tanah pasir yang terbentuk dari proses ini merupakan tanah yang miskin hara yang banyak dijumpai di pesisir hingga ke bagian tengah.600 84. Sedangkan bagian selanjutnya hingga ke hilir melewati landform Group Aluvial dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk batuan sediment yamg mengandung pasir. Oleh karena itu sifat batuan secara geologis akan menentukan kesuburan tanah dan kemudian berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan untuk budidaya tanaman.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah endapan sungai merupakan lahan yang relatif subur dan sebagian besar telah digunakan sebagai permukiman dan lahan pertanian.03 Jumlah 280. enadapan pasir yang membentuk tanah regosol. lava.7. terutama dari Kuala Jelai hingga ke sungai bakau. dan tuf yang bersifat resisten. Materi penyusun batuan endapan ini terdiri dari endapan bahan organik yang membentu tanah gambut. Dengan menggunakan data pada tabel 2. Proses pengendapan dari proses laut menghasilkan tanah/hamparan pasir dan tanggul pesisir di sepanjang pantai. seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. II . Kobar 1986 No Jumlah 133. endapan lumpur dan lempung mebentuk tanah alluvial dan tanah podsolik. Data geologi Kabupaten Sukamara terdiri dari batuan endapan dan batuan beku.600 2 Sukamara 84. Endapan bahan organik yang terkurung dalam jebakan air membentuk tanah gambut yang banyak di jumpai di daerah belakang tepi sungai.053 Sumber : Buku A Ka.4 Geologi Kabupaten Sukamara .

suhu. II . Akibat keadaan tersebut. Resiko tersebut dapat diketahui dengan cara menyusun potensi masa tanam berdasarkan perhitungan neraca air. maka lahan tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan. dalam melakukan evaluasi lahan pertanian. maka ketersediaan air yang berharap dari curah hujan sering mengancam sistem produksi tanaman tersebut. Data iklim tersebut diperoleh dari Stasiun Penangkar Hujan Sukamara selama 5 tahun dari tahun 1999 – 2003. dan terjadi kekurangan air pada periode lainnya. Dalam budidaya tambak. Kondisi tersebut dibutuhkan bulan-bulan kering. pada periode tertentu akan terjadi kelebihan air. kelembaban. Namun. Stagnasi ketersediaan air tersebut harus dapat diketahui sebelum membangun kebun/tambak agar resiko kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekurangan/kelebihan air lebih kecil. karena karakteristiknya yang memang sangat dinamis. 1988). Bila karakteristiknya tidak mendukung untuk budidaya tanaman. jumlah bulan basah/kering. Unsur . Hasil rekapitulasi dari data-data suhu. dan penyinaran matahari di kecamatan digunakan data-data dari Stasiun Klimatologi dari Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Iklim Curah hujan sebagai salah satu unsur iklim merupakan komponen ekologi utama pemasok air dalam sistem produksi tanaman. yang mungkin pada saat periode pertumbuhan tanaman/ikan/udang. Oleh karena itu. Dengan demikian. meningkatkan mineralisasi bahan organic dan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun seperti H2S. kualitas lahan yang pertama diperhatikan adalah kondisi iklim nya.unsur iklim yang sangat penting dalam budidaya pertanian dan perikanan adalah. 4). Untuk memprediksi karakteristik suhu udara. kelembaban dan lama penyinaran matahari.Profil Daerah Tanah yang relatip baik adalah tanah yang berasal dari bahan endapan lumpur dan liat yang banyak ditemukan di sekitar bantaran sungai. kelembaban nisbi. Tanah yang relatip lebih subur adalah tanah dengan bahan induk dari batuan beku. maka kesetimbangan air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan berfluktuasi menurut waktu. Sebagai akibat dari sifat ekstrim nya yang kadang melebihi kebutuhan dan kekeringan tanpa ada hujan. dan sulit dikendalikan. Curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan bulan kering 2-3 bulan adalah cukup baik untuk membuat kondisi tambak seperti tersebut diatas (Soeseno. curah hujan. beragam.55 . ada saat-saat dimana dasar tambak nya perlu dikeringkan agar terjadi perbaikan sifat fisik tanahnya. Informasi data iklim sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan kebun tanaman semusim dan tahunan karena iklim merupakan faktor penentu sistem produksi pertanian yang paling sulit dikendalikan. amoniak atau metan.

9 26.0 Tabel 2.0 29.1 30.4 Max 31.9 26.6 21.7 23.6 32.7 32.5 23.9 26.2 23.1 23.9 31.3 26.7 31.5 24.0 26.1 23.3 31.4 27.0 – 285.5 Curah Hujan (Mm) Stasiun Penakar Hujan Sukamara Tahun 2003 – 2007 Tahun 1993 2004 2005 2006 Januari 164 199 361 279 Februari 140 251 0 0 Maret 203 115 194 344 April 302 142 127 247 Mei 311 196 181 180 Juni 102 119 78 67 Juli 254 129 74 31 Agustus 79 99 8 0 September 61 48 94 0 Oktober 190 65 131 76 Nopember 323 230 258 187 Desember 316 294 258 197 Rt2 Tahunan 2. Pada Tabel 3.4 238.3 32.1 22.9 22.608 Sumber: Stasiun Penakar Hujan Sukamara.5 22.2 26.9 26.4 23.1 C.0 23. Berdasarkan kriteria Iklim Oldman (1977).7 23.9 22.5 31.9 31.0 23.4 23.5 23.5 23.0 131.4 31.7.7 26.2 226.4 31.0 23.1 25.3 26.7 26.9 27.0 30.7.7 26.0 26.9 23.5 23. dan 3 bulan kering.5 26.5 26.5 25.7 26.9 23.7 26.7 22.4 23.2 32. II .9 C.5. Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003 – 2007 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des 2003 Min Rt2 23.8% dan lama penyinaran matahari sebesar 41 – 62%.0 – 23.4 276.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dan lama penyinaran matahari dari kedua stasiun klimatologi tersebut berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2. zone iklim di kecamatan Jelai termasuk kedalam D1.6 32.9 32.5 30.4 23.0 26.3 26.5 26.9 23.1 31.7 23.9 31.5 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Tabel 2.0 26.5 – 35 o o o C dan suhu bulanan minimum sebesar 22.0 32.9 26.9 25. Musim hujan terjadi mulai bulan Nopember – April.3 31.2 26.5 Periode Tahun 2004 2005 Min Rt2 Max Min 23.0 30.7 23.0 35.0 Max 30.5 23.7.2 51.7.7 32.5 16.0 26.5 32.7 23.2 51.56 .9 Max 30.2 mm/bln.0 31.4 26.7.5 23.6.7 31.6 26.5 25.3 31.6 30.0 26.2 26.7 27.9 31.5 23.4 31.0 23. yaitu zone iklim yang memiliki 3-4 bulan basah dan < 2 bulan kering.6 27.1 33.9 27.9 32.345 Rt2 Bulanan 285.0 32. Kelembaban udara bulanan sebesar 77.9 – 27.9 26.5 berikut disajikan curah hujan (mm) stasiun penakar Sukamara tahun 2003-2007.0 31.6 dan Tabel 2.0 31.1 26.445 mm/th.1 33.4 26.6 31.7 23. Tahun 2003-2007 Rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Sukamara adalah 1.2 25. Suhu rata-rata bulanan sebesar 25.8 32.1 22.7 23.2 113.7 23.0 23.7 2006 Min Rt2 23.608 – 2.2 31.7.764 1.7 27.9 31.5 23. Tabel 2.0 33.9 27.2 173.6 31.6 23.1 31.5 26.4 34.5 Max 30.2 2007 Min Rt2 23.6 96.5 27.2 194.7 27.7 23.6 26.0 31.6 31.2 31.4 23.4 35.4 Rt2 26.0 22.2 32.1 31.9 21.2 23.2 31.7 25.6 23.7 23.445 1.6 24.2 22. Tahun 2003-2007 Bulan 2007 423 575 115 313 0 115 78 70 52 95 194 315 2.9 26.9 32.5 26.9 27.4 26.7 27.9 26.2 193.5 31.2 25.9 23.0 31.1 26.6 31.9 22.0 23. sedangkan rata – rata curah hujan bulanan sebesar 51.2 – 84.9 23.987 1.6 Suhu Rata-Rata.3 26.6 26.5 26.7 23. dengan suhu bulanan maksimum 30. dengan jumlah bulan basah sebanyak 4 bulan.0 22.9 22.

4 49.2 77. Lahan dan penggunaannya Penggunaan lahan adalah wujud interaksi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhannya.4 61.7. Identifikasi penggunaan lahan erat kaitannya dengan tingkat efisiensi pemanfaatan lahan dan kerusakan lahan.0 96.2 80.2 84.2 49.8 83.3 Rt2 Bulanan 45.4 98.6 64. Bun.9 2007 47 49 51 55 57 60 62 55 52 50 47 38 62. tahun 2003-2007 Bulan Tahun 2006 45 47 50 58 67 72 39 39 35 49 49 41 59.8 53. Tahun 1999 – 2003 Bulan 2007 81 82 85 81 85 83 80 79 78 80 83 86 98.8 c.8 83.2 99.8 82.6 57.4 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.2 80.7.Profil Daerah Tabel 2.0 82.3 Rt2 Bulanan 82.8 82.0 83.3 65.4 47.2 41.8 77.6 49.9.57 . Data penggunaan lahan Kabupaten Sukamara dapat dilihat pada Tabel 2. II .7 Penyinaran Matahari (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003-2007 2003 2004 2005 Januari 42 44 49 Februari 45 47 50 Maret 49 50 52 April 52 5 57 Mei 55 57 60 Juni 58 62 62 Juli 56 60 60 Agustus 59 62 62 September 49 60 52 Oktober 50 57 55 Nopember 49 51 50 Desember 42 39 45 Rt2 Tahunan 60.6 52.4 Sumber: Stasiun Klimatologi P.0 55. Interaksi manusia dengan lahan akan terbentuk pola penggunaan dan intensitas penggunaan lahan.8 62.7.8 Kelembaban Udara Rata-Rata (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 1999-2003 Tahun 2003 2004 2005 2006 Januari 84 86 83 80 Februari 83 85 84 81 Maret 81 83 82 83 April 82 85 83 83 Mei 84 85 83 82 Juni 83 82 82 81 Juli 81 81 81 78 Agustus 78 79 79 74 September 79 78 77 74 Oktober 80 81 80 879 Nopember 83 84 82 84 Desember 84 85 84 85 Rt2 Tahunan 98.0 Tabel 2.

286 42.03 0.01 7. 1.10.321 2. 10.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Hutan Transmigrasi 1. 2.757 20 141. jalan) Jumlah Sumber : Hasil analisis citra. 8. I 1. danau.00 Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. 12. 5.711 1.55 0.09 3.49 139. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 33. Sebenarnya jika status lahan yang berupa hutan produksi dapat segera dialih fungsikan. Hutan Produksi (HP) 2.099 78.58 .39 5.21 11.711 Ha (37. 3.641 Ha (20.34 20.08 37. Sukamara Tahun 2006 II .7. Thn 2006 Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa penggunaan lahan yang terbesar adalah berupa hutan sebesar 141.01 100 Kebun Campuran Emplasemen Hutan Negara Pemukiman penduduk Kebun Karet Kelapa Sawit Ladang Padang Rumput Rawa dan persawahan Semak dan Belukar Tambak Lainnya (sungai. Fungsi Kawasan Luas (Ha) Persentase (%) Kawasan Lindung 12. Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) 8.44 0.55%).524 3. Dari peruntukan lahan seperti pada tabel tersebut. 6. selanjutnya berupa semak belukar 78.29 0. Tabel 2. 9. namun pada kenyataannya hutan tersebut sudah tidak produktif lagi atau kayu yang tumbuh di hutan tersebut sudah tidak ada lagi.122 28.690 1. 7.17 104. maka merupakan potensi besar bagi Kabupaten Sukamara untuk membangun sektor perkebunan dan pertanian dalam rangka intensifikasi pemanfaatan lahan.435 4.7.7.10 Luas Hutan Kabupaten Sukamara Menurut Jenisnya Tahun 2006 No.9 Penggunaan Tanah Kabupaten Sukamara No.480 382.97 3.508 22. tambak dan pemukiman.14 11. 11.03%).475 100.641 554 44.908 5. KPP Luas Total 314. lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan budidaya di luar kehutanan adalah : KPP dan KPPL yaitu untuk perkebunan. Meski luas lahan berstatus hutan produksi (HP) cukup luas. Luas lahan kehutanan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.853 12. KPPL 44. telah habis tertebang dan terbakar.310 1. 4.01 37.721 Persentase (%) 2.46 20.977 Cagar Alam Hutan Lindung (mangrove) Kawasan Budidaya II 6.71 8.

Tabel 2.56%).92 16.456 2.714 16.92%).7.582 Permata Kecubung 3.7. dan Kecamatan Permata Kecubung (16.219 Sumber : Sukamara Dalam Angka 2006 Konsentrasi penduduk Kabupaten Sukamara terbanyak berada di ibukota kabupaten yaitu di wilayah Kecamatan Sukamara (42.961 Jumlah 15. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan disajikan pada Tabel 2. transmigrasi surut. Rata–rata kepadatan penduduk 9. terdiri dari 19. Berdasarkan sex ratio. Angkatan kerja Struktur penduduk dapat dilihat dari sex ratio dan dari sisi usia produktif dan non produktif.202 Jumlah 19.35%). Pantai Lunci (13.399 4.09 13.07%).099 5.1. Jumlah penduduk per kecamatan disajikan pada Tabel 2.24 jiwa/km2. Alokasi lahan untuk lokasi adalah untuk pengembangan permukiman dan pertanian sawah pasang d.148 Jelai 2.219 laki-laki dan 16.35 100.56 13.12 II .180 Persentase (%) 42.769 Pantai Lunci 2.00 Sukamara 8.59 . 1 2 3 4. Perkebunan untuk kegiatan investasi dalam skala besar utamanya diperuntukkan perkebunan kelapa sawit.180 jiwa.518 Balai Riam 2.251 2. Balai Riam (14.11.Profil Daerah Penggunaan KPPL diutamakan untuk pemenuhan lahan bagi kegiatan masyarakat meliputi permukiman dan lahan usaha.916 36.210 2.038 5. Selebihnya tersebar relatif merata di wilayah kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Jelai (13.09%). Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2006 sebanyak 36.11 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 No.07 14. dengan kategori penduduk jarang. 5.728 5. 1).7. Kecamatan Laki-laki Perempuan 7. lihat peta 4.330 2.961 jiwa perempuan tersebar pada 5 kecamatan yang bermukim di 3 kelurahan dan 29 desa.

991 2.574 Permata Kecubung 2.899 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 II .47 113.12 Penduduk Sukamara Tahun 2006 Menurut Kelompok Umur.521 Balai Riam 1.961 Persentase 53.125 Jumlah 15.7.710 2.079 550 664 395 293 437 36. Tabel 2.85 13.60 .128 2.807 3. Angka beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.81 1. Perbandingan usia tidak produktif dengan usia produktif menghasilkan angka beban ketergantungan (Dependency Ratio).31 172.88 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Jumlah 5.32 8.538 Jelai 2.219 16.732 1.096 4. 1 2 3 4 5 Kecamatan 0 -14 15 – 64 > 65 387 172 194 163 209 1.156 18.271 1.260 1.158 1.26 7.160 998 40 – 44 986 719 45 – 49 759 578 50 – 54 683 396 55 – 59 301 249 60 – 64 349 315 65 – 69 217 178 70 – 74 144 149 75 + 293 144 Sukamara 19.17 107.441 30 – 34 1.676 2.099 5.84 105.253 6.728 5. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 0–4 2.474 7.461 3.550 1.620 20 – 24 1.352 2. maka ini berarti di Kabupaten Sukamara punya potensi besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dan pendapatan masyarakat Sumakamara pada umumnya.23 106.23 137.020 Pantai Lunci 2.705 1.47 120.52 16.09 0.097 15 – 19 1.337 1.98 1.180 Sex Ratio 103.413 2.71 3.180 Angka Beban Tanggungan per 100 orang 104 88 69 96 82 91 Sukamara 7.968 10 – 14 2.379 25 – 29 1.7.153 35 – 39 1.91 92.577 5–9 3.56 109.88 110.27 6.21 100.035 2.916 36.79 121.91 96.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.28 116.885 3. dimana setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sebanyak 113 orang penduduk laki-laki. Oleh karena pada umumnya penduduk yang mencari nafkah dan menjadi kepala keluarga adalah penduduk lalki-laki.246 Jumlah 16.650 2.399 4.29 9.13.12 46.96 4.00 Secara keseluruhan penduduk Sukamara lebih didominasi oleh penduduk laki-laki.64 203.301 2.7.70 2.84 1. Penduduk berdasarkan usia dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : usia produktif (15 – 64 tahun) dan usia non produktif (0-4 tahun dan > 65 tahun).31 Persentase (%) 14.67 5.13 131.038 5.13 Penduduk Sukamara Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif per Kecamatan No.39 129.52 1.

16 344 105 162 1. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 2.56 3 2 1 38 0.780 14. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Kerja Kecamatan PersenBalai Pantai Permata Jumlah tase (%) Riam Lunci Kecubung 3.719 jiwa.10%). karena Kabupaten Sukamara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana wilayahnya. Sektor lain yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa dan sektor industri pengolahan.14 Pekerjaan Penduduk Umum > 10 tahun keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama per Kecamatan No.377 jiwa.662 6.740 1.664 2005 3.407 1.35 3.991 jiwa (67.103 7.150 3.304 13.61 .052 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Berdasarkan tabel diatas. Hal ini cukup wajar.569 45 30 69 1. pada tahun 2006 terjadi peningkatan menjadi sebanyak 16. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebanyak 10.896 589 232 14 659 7. II .103 1. Jika dipersentase diketahui bahwa jumlah penduduk yang produktif sebanyak 52. Dari performance dependency ratio ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukamara punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas penduduknya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.16%).55 50 30 23 364 2.636 16.636 jiwa (16. dimana pada tahun 2002 hanya terdapat tenaga kerja sebanyak 12.346 Pertambangan & Penggalian 6 Listrik & Air Minum 2 Bangunan/Konstruksi 7 Perdagangan 145 Industri Pengolahan 29 Pengangkutan & Komunikasi 29 Bank & Lembaga Keuangan 2 Jasa-jasa 98 Tahun 2006 1.76%.876 16.72 302 151 142 2.086 2002 5.11%).23 23 7 12 118 0.135 13.314 5. ini berarti bahwa setiap 100 orang usia produktif menanggung sebanyak 91 orang penduduk yang tidak produktif.719 Jelai Skmr 3.177 1.991 67.870 12.441 Pertanian 1.322 2004 4.492 10. Tabel 2.10 302 30 31 745 4.255 2.014 2003 3.24%.22 6 2 2 26 0.7.980 3. sedangkan yang paling sedikit adalah sektor bank & lembaga keuangan hanya 26 jiwa (0. sedangkan penduduk yang tidak produktif sebanyak 47. terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja tiap tahunnya.11 23 6 11 91 0.368 8.Profil Daerah Angka Dependency Ratio Kabupaten Sukamara adalah 91.048 6.377 100 3.

004 15. Dalam rangka penambahan jumlah penduduk pemerintah daerah merencanakan pembangunan lokasi transmigrasi sebanyak 6 UPT dengan jumlah tambahan penduduk sekitar 1800 KK atau 9000 Jiwa.342 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Hasil Analisa.154 2 Sukamara 0.399 Balai Riam2) 10.940 33.699 jiwa dengan peningkatan penduduk sekitar 133.038 81.343 36.505 12.16. Tabel 2.7.186 15.15 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara.180 jiwa. Sumber daya alam Kabupaten Sukamara memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk dikembangkan II .43%.7.417 35.699 2.668 10.180 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Sukamara dalam Angka Tahun 2006 4. 2006 No.728 Pantai Lunci 5.7.754 10. Tabel 2.631 4.226 15.038 Sukamara 12. Tahun 2010 .916 Kab.955 52.286 10. Sukamara 31.35 2.569 15.714 37. Kecamatan 2025 16. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.746 65. 1 2 3 4 5 Kecamatan 1) 2002 2003 2004 2005 2006 Rata2 Pertumbuhan (%) Jelai 8.52 Berdasarkan data jumlah penduduk per kecamatan selama 5 (lima) tahun terakhir diatas.949 12. Tahun 2001 .2025 Tingkat Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan 2010 2015 2020 1 Jelai1) 0.379 35.7. maka proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2025 disajikan pada Tabel 2.940 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 36.2.099 Permata Kecubung 5.127 9. Proyeksi penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2002 sebanyak 31.62 dalam rangka memacu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan penduduk.092 50.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2).579 13.026 10.018 11. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.755 Kabupaten Sukamara 42.453 14.526 5.15 berikut.16 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Sukamara.7.501 27.062 20.445 14.433 3 Balai Riam2) 0.399 9. Berdasarkan Tabel tersebut jumlah penduduk kabupaten sukamara 81. Diantara potensi sumber daya alam tersebut adalah sumber daya .827 9.2005 Jumlah Penduduk (Jiwa) No.

63 .1). Sedangkan sisisanya seluas 97. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.394 Ha (25. seluas 22. Perikanan dan Wisata di Kecamatan Jelai. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. 2) Kawasan Pertanian. perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat).97%) perkebunan kelapa sawit.55%) berupa semak belukar. Dilihat dari penggunaan lahan yang ada seluas 141.Profil Daerah sektor kelautan dan perikanan berupa ikan dan udang dari laut Jawa dan ikan dari perairan umum. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.122 Ha (11.641 Ha (20.dan Pantai Lunci. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik.711 Ha (37. Dari beberapa hasil penelitian mengenai potensi wilayah yang dilakukan di Kabupaten telah direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memprioritaskan 4 kawasan pengembangan dengan masing-masing fungsi strategisnya sebagai berkut : 1) Kawasan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kecamatan Sukamara. 3) Kawasan Perkebunan di kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung.853 Ha (5. seluas 78. karet rakyat. nilai IPM Kabupaten Sukamara relatif rendah berada pada posisi ke 13 (tiga belas) diantara 14 kabupaten/kota. dan 4) Kawasan Pertambangan Pasir Kuarsa dan Biji Besi di Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung b.45%) untuk penggunaan lain-lain termasuk tambak.03) adalah kawasan hutan Negara. sumber daya pertanian dan perkebunan (padi pasang surut.0 (Tabel 2. lading.6. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). menurun dibanding tahun sebelumnya pada peringkat 186.4 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. seluas 42. dll. persawahan. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). pemukiman. nilai IPM Kabupaten Sukamara adalah 70. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.01%) berupa padang rumput dan lahan pasir kuarsa. juga sumber daya tambang seperti pasir kuarsa dan biji besi.

Penduduk usia 5 tahun ke atas yang belum atau tidak pernah sekolah mencapai 9.0 168 13 626.9 70.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Sukamara 2005 2006 67.712 orang). dengan rincian penduduk laki-laki sebesar 5. jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin hanya sebesar 89.17. Tingkat pendidikan II .2 67.2 70.60% penduduk yang sedang atau pernah bersekolah belum dapat membaca dan menulis huruf latin.8 625.0 94.02%.7.34%.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.984 orang atau sekitar 28. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.98%. Hal ini jika dikaitkan dengan data penduduk usia 5 tahun ke atas yang sedang atau pernah bersekolah yang besarnya mencapai 90. dapat disimpulkan bahwa masih ada sekitar 1. Lebih sedikitnya jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin mungkin terjadi karena masih ada anak-anak yang duduk di bangku awal sekolah dasar yang belum bisa membaca dan penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak bisa atau sudah tidak bisa lagi membaca.6 6.4 186 1.50 13 Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.52%. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Sukamara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.17.7 94. Penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak atau belum tamat SD mencapai 44. sebagian besarnya tidak atau belum tamat SD.38%. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Dari total penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah sekolah (157.8 7.64 . Berdasarkan data Susenas tahun 2006. Tabel 2.7.74% dan penduduk perempuan sebanyak 12. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Sukamara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.

sehingga tidak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan cukup dengan mengobati sendiri. Angka Partispasi Sekolah Kasar Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Uraian Persentase (%) 69.51 33. Sedangkan jumlah penduduk yang tamat pendidikan lanjutan ke atas hanya sekitar 14. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.Sekolah Dasar . jumlahnya secara umum hanya mencapai 28. Besarnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri ini mungkin disebabkan oleh penyakit yang menjadi keluhan sebagian besar penduduk ini. hal ini ditunjukkan dari besarnya persentase penduduk usia ini yang sedang bersekolah secara umum hanya mencapai 69.37%. Sebagian besar dari penduduk Kabupaten Sukamara yang mengalami keluhan kesehatan.51%. Penyebab lainnya adalah mudahnya mendapatkan obat-obatan yang diperlukan penduduk melakukan pengobatan karena sebagian besar obat yang dipakai untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang diderita oleh penduduk di kabupaten tanah laut dijual bebas di pasaran.23%.Sekolah Menengah Pertama . Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.18.Profil Daerah yang terbanyak lainnya yang pernah ditamatkan oleh penduduk adalah SD/MI yakni sekitar 38.34 Angka Partisipasi Kasar .08 28. Angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan pertama secara umum hanya mencapai 33.36%.Sekolah Menengah Atas Sumber: Hasil perhitungan data BPS Tahun 2006 Angka partisipasi sekolah kasar tingkat pendidikan lanjutan (usia 13-18 tahun) dan tingkat partisipasi sekolah pendidikan lanjutan atas (usia 16-18 tahun) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Angka partisipasi sekolah kasar penduduk usia sekolah dasar (7-12 tahun) pada tahun 2006 masih rendah. mereka anggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya. juga melakukan pengobatan sendiri.65 .08% dari total penduduk usia sekolah lanjutan pertama. yakni mencapai 72.34% dari total penduduk usia sekolah lanjutan atas (16-18 tahun). yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan II . Tabel 2. Sedangkan angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan atas.7.

Data ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang dapat berfungsi dalam segala cuaca hanya 15.54%). Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (16. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Sukamara adalah sektor pertanian. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 61. hanya sekitar 3. Lulusan SLTA sederajat hanya 27.13 km. Meningkatnya arus lalu lintas akan mendorong tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru diantara kawasan yang dilewati sistem jaringan transportasi.3.90 km yang terdiri dari jalan aspal 106.20 km. Ini berarti penduduk Kabupaten Sukamara yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill. jalan lainnya 5.66 . Prasarana transportasi 1). Transportasi darat Sistem transportasi darat sangat penting peranannya dalam meningkatkan mobilitas orang. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten ini.80%). Jaringan jalan yang terdapat di Kabupaten Sukamara sepanjang 702.66%.0% dari total panjang jalan. Berdasarkan data jaringan jalan dan sarana angkutan darat yang telah ada dapat disimpulkan bahwa sistem trnasportasi dan layanan angkutan darat di Kecamatan Jelai II . sedangkan hubungan dengan pusat permukiman lainnya belum lancar.86%) 2. Infrastruktur a. Pada tahun 2006 TPAK Kabupaten Sukamara sebesar 86.899 jiwa. barang dan jasa. industri kecil (3. Tersedianya jaringan jalan yang didukung dengan noda trnsportasi yang memadai yang menghubungkan desa dengan kota akan memperlancar arus barang dan orang antar desa.21%. sebagian besar hanya berpendidikan maksimal setingkat SLTP (69.34%). dan sektor pertambangan galian C (0. barang dan peningkatan investasi.377 jiwa dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 18. jalan kerikil 184. antar desa dengan kota dan antar wilayah yang lebih luas. sementara hubungan yang sudah lancar adalah pada ruas jalan Sukamara dengan Kotawaringin Lama. Jangkauan sistem jaringan belum mencapai pusat permukiman.14%).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) sebanyak 16. sektor jasa dan pemerintahan (6. Kondisi ini menjadi kendala bagi pergerakan orang.89 km.08 km. seperti pekerja kasar. jalan tanah 417.7.25% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat S1 atau lebih persentasenya kecil sekali. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.24%.62%) sektor pengangkutan (4.

Permukiman yang terdapat di wilayah pesisir yaitu Kecamatan Jelai. Sungai Jelai juga merupakan pintu gerbang keluar masuk barang dan orang melalui angkutan laut dari dan keluar kabupaten. merupakan kawasan yang bertumpu pada sistem angkutan laut dalam memasarkan hasil produksinya. Sebagian besar desa yang terdapat di wilayah ini dilayani oleh trayek angkutan sungai dari Sukamara yang beroperasi secara reguler. berikut. 2).209 ton dan muat 276. Pada tahun 2006 jumlah kapal yang berlabuh mencapai 1. maka kondisi pelabuhan yang ada saat ini kurang memadai untuk mengantisipasi perkembangan di masa datang. Transportasi laut Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan daerah ini dengan daerah luar. II . 3). Kabupaten ini mempunyai pelabuhan laut yaitu pelabuhan Sukamara yang berfungsi sebagai pelabuhan nasional. b. Kapasitas dan jangkauan pelayanan listrik dapat dilihat pada Tabel 2. Jumlah angkutan sungai yang ada terdiri dari speed boat 31 unit. Hal ini perlu diikuti dengan pengembangan pelabuhan Sukamara agar dapat berperan sebagai terminal distribusi lingkup regional dan sebagai pintu gerbang ke Kalimantan Tengah di wilayah barat. Jika dibanding dengan potensi daerah yang menjadi kawasan pelayanan Pelabuhan Sukamara.Profil Daerah masih dalam tahap pengembangan dan belum mampu memberi kontribusi yang optimal untuk memperlancar pergerakan orang . Transportasi sungai Sungai Jelai berperan dalam transportasi yang menghubungkan desa-desa dan menghubungkan desa dengan Sukamara sebagai ibukota kabupaten.67 .19. Berkembangnya kegiatan perkebunan dan bangkitan pergerakan angkutan darat akan berdampak pada peningkatan vollume angkutan melalui pelabuhan Sukamara. Pelabuhan Sukamara sangat memegang peran penting sebagai terminal distribusi barang melalui angkutan laut.7. Pelayanan jaringan listrik PLN belum menjangkau seluruh desa dan sebagian besar desa menggunakan sumber listrik generator dimiliki oleh pribadi.506 ton.015 kunjungan dengan volume aktivitas bongkar mencapai 119. barang dan jasa. Prasarana listrik dan air minum Kebutuhan listrik untuk penerangan di layani oleh PLN Cabang Sukamara dan generator listrik yang disediakan oleh penduduk.

550 103. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sukamara disajikan seperti dalam Tabel 2.20. Pantai Lunci 411 6.41%. Lama (Kobar) 1.50%.7. Ktw.68 . Balai Riam 271 4. Jika diasumsikan satu unit rumah tangga adalah satu pelanggan. Stasiun penyalur bahan umum (SPBU) belum terdapat di Kota Sukamara. Kecamatan Daya terpasang (VA) 354. Permata Kecubung 154 Jumlah 4.888 Rumah Tangga Niaga (Besar & Kecil) Industri (Besar & Kecil) Sosial (RS & Rmh Ibadah) Instansi Pemerintah Khusus Hidran Umum Jumlah Sumber : PDAM Sukamara 2006 Pelayanan PDAM di Kabupaten Sukamara masih terbatas di wilayah perkotaan yaitu di Kota Sukamara.290 214.923 76.430 290. Sedangkan jumlah pelanggan PLN Ranting Sukamara di luar wilayah kecamatan Kotawaringin Lama adalah sebanyak 3.19 Jumlah Pelanggan Listrik dan Daya Terpasang di Kabupaten Sukamara.772 345 0 141 707 0 8.208.450 pelanggan.158 3.7. maka dari data tersebut terlihat bahwa layanan listrik di Kabupaten Sukamara baru menjangkau 33.297 rumah tangga. Dari data tersebut maka rumah tangga di wilayah Kota Sukamara yang terlayani PDAM masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 6.20 Jumlah Pelanggan PDAM Kabupaten Sukamara No. 2006 Jumlah Langganan (unit) 1.162 rumah tangga.550 1. Prasarana air bersih yang dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) hanya ada di Kota Sukamara.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Sebagian besar penduduk menggunakan sumber air minum dari pompa.461 5. Sukamara 2. Jelai 466 2. 1 2 3 4 5 6 7 Katagore Pelanggan Jumlah Pelanggan (unit) 331 2 0 9 7 0 23 372 Volume Air yang disalurkan (M3) 66. Pelayanan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk dan kegiatan industri masih didatangkan dari Kotawaringin Barat. Tabel 2. perigi dan sungai.911 Sumber : PT.264. Jumlah rumah tangga di Kota Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 5.7. II . PLN Ranting Sukamara 2006 No.150 2.450 4.420 Gardu 19 3 20 5 1 48 Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 10.435.

Selain fasilitas tersebut terdapat sebanyak 2 unit Pondok Bersalin Desa di kecamatan Sukamara dan Balai Riam. T K 0 15 0 686 2. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 6 unit. Semua wilayah kota Sukamara dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sukamara untuk kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Madrasah Ibtidaiyah 2 unit. Madrasah Tsanawiyah 4 unit. Prasarana komunikasi Prasarana komunikasi telepon otomat hanya terdapat di kota Sukamara dan telepon satelit di kota kecamatan. S D/MI 45 3 4. Secara rinci jumlah sarana kesehatan per kecamatan di wilayah kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.174 1.355 Sumber : Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Sekolah Guru Negeri Swasta 0 42 349 112 26 67 30 23 0 551 56 Jumlah Sekolah 15 48 10 5 1 79 e. dan SMK sebanyak 1 unit. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 4 unit.69 . Madrasah Aliyah 1 Unit. Tabel 2. Sekolah TK di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 15 unit yang tersebar di 5 kecamatan. d.Profil Daerah c. SMK 1 0 151 0 Jumlah 56 23 7. SMP/MTs 7 3 1. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sukamara terdapat 1 rumah sakit umum daerah (RSUD). Sebagian besar penduduk menggunakan fasilitas telepon selller (handphone). dan Balai Riam).7.955 348 3.22 II . Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Sukamara sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Pada tingkat kecamatan telah tersedia 3 unit puskesmas yang terdapat di tiga kecamatan (kecamatan Sukamara. Jelai. Sedangka Pustu terdapat di semua kecamatan yaitu sebanyak 27 unit Pustu. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 46 unit. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.7.21 Jumlah Sekolah.433 157 4. SMU/MA 3 2 635 164 5.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Tabel 2.7.22 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. Rumah Sakit Puskesmas Pustu/Posyandu 4 7 5 4 7 27 Pondok Bersalin 0 1 1 0 0 2

Jelai 0 1 Sukamara 1 1 Balai Riam 0 1 Pantai Lunci 0 0 Permata Kecubung 0 0 Jumlah 1 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006

Jumlah sarana kesehatan yang ada saat ini di wilayah kabupaten Sukamara meski sudah cukup memadai untuk jumlah penduduk yang besarnya hanya 36.180 jiwa, namun perlu ada peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas untuk wilayah kecamatan Pantai Lunci dan kecamatan Permata Kecubung. Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar terdiri dari dokter umum 8 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3 orang, apoteker 5 orang, perawat 63 orang, perawat gigi 6 orang, bidan 30 orang, ahli gizi 5 orang, tenaga kesehatan lingkungan 12 orang, analis kesehatan 6 orang, radiographer 2 orang, pekarya kesehatan 2 orang, sarjana non kesehatan (administrasi) 2 orang. Secara rinci jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.7.23.

Tabel 2.7.23 Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Dokter Dokter Dokter Parawat Spesialis Umum Gigi 1. Jelai 0 1 0 9 2. Sukamara 0 6 1 48 3. Balai Riam 0 1 0 12 4. Pantai Lunci 0 0 0 0 5. Permata Kecubung 0 0 0 0 Jumlah 0 8 1 69 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Kecamatan Bidan 7 13 10 0 0 30

Berdasarkan data di atas maka jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar masih sangat kurang terutama untuk tenaga dokter spesialis sebagai syarat utama

keberadaan sebuah rumah sakit. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sukamara masih mengandalkan dukun kampung dan obat yang dijual di pasaran untuk mengobati penyakit. Penduduk Kabupaten Sukamara yang berada pada kelas menengah ke atas biasanya jika menderita sakit parah mereka berobat ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun atau ke Rumah Sakit yang ada di Semarang dan Surabaya. Kesadaran penduduk terutama penduduk yang tinggal dibantaran sungai akan pentingnya kesehatan relative masih sangat kurang. II - 70 Hal ini bisa dilihat dari prilaku konsumsi yang masih kurang memperhatikan

Profil Daerah syarat-syarat higines, termasuk masih banyaknya penduduk yang membuang kotoran dan sampah di sungai yang sekaligus digunakan sebagai sumber air minum.

f. Prasarana pengairan Kawasan pesisir Kabupaten Sukamara merupakan daerah pasang surut yang telah berkembang dalam kegiatan pertanian sawah dan perkebunan kelapa. Sesuai kondisi yang selalu tergenang air akibat pengaruh pasang surut, pemerintah daerah membangun saluran drainase untuk mengeluarkan air dari daerah rawa, disamping yang dibangun pemerintah, masyarakat membangun saluran yang disebut handil di berbagai tempat di kawasan ini. Panjang saluran pengairan terdapat 20 km dengan kondisi tidak terawat/tidak fungsional.

g. Prasarana dan sarana Lainnya Prasarana lainnya seperti bank, apotik, rumah sakit bersalin masih terbatas. Lembaga keuangan perbankan hanya ada dua yaitu BPD dan unit BRI yang terletak di kota Sukamara. Fasilitas apotik yang sangat perlu untuk mendukung penyediaan obat bagi masyarakat terbatas hanya ada 1 buah di RSUD. Sarana lain seperti SPBU untuk pengisian bahan bakar dengan harga subsidi juga belum tersedia, demikian pula untuk sarana angkutan umum dalam kota juga belum tersedia. Sarana lain yang juga sangat diperlukan untuk peningkatan kecerdasan dan keterampilan penduduk adalah adannya Balai Latihan Kerja, Perpustakaan dan Toko Buku yang lengkap termasuk fasilitas Wartel dan Warnet (Warung Internet).

2.8. KABUPATEN LAMANDAU

2.8.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga beriklim tropis. Kabupaten Lamandau terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Bulik, Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Menthobi Raya, Kecamatan Sematu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Batang Kawa, dan Kecamatan Delang dengan total luas wilayah 6.414 kilometer persegi dengan jumlah pendudk tahun 2006 sebanyak 55.911 jiwa.

II - 71

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Batas wilayah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Barat : Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat. : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara. : Kabupaten Kotawaringin Barat

b. Topografi dan iklim Ketinggian dari permukaan laut pada wilayah Kabupaten Lamandau berkisar antara 25 sampai dengan 500 meter yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan daerah pada kawasan-kawasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah perbukitan di wilayah Kabupaten Lamandau. Secara umum daerah-daerah di Kabupaten Lamandau beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Banyaknya hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan hari hujan adalah 27, adapun jumlah hari hujan pada tahun 2006 adalah sebanyak 193. Curah hujan selama tahun 2006 adalah sebesar 2.286,3 mm.

c. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Lamandau memiliki luas lahan 6.414 km atau setara 4,18% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan serta juga terdiri dari rawa, dataran rendah, dan dialiri oleh sungai-sungai besar maupun kecil. Wilayah aliran sungai menjadi jalur trasnportasi dan urat nadi perekonomian di daerah ini. Meskipun belum tersedia data pasti rencana tataruang wilayah namun secara garis besar keadaan penggunaan lahan di wilayah ini terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, perairan, pemukiman/kampung, padang rumput, ladang/tegalan, kebun, hutan, semak belukar dan alang-alang. Lahan yang berupa hutan lebat dan semak beukan merupakan bagian lahan terbesar dari wilayah ini.
2

d. Demografi Penduduk Kabupaten Lamandau pada tahun 2006 sejumlah 55.911 jiwa, dengan tingkat kepadatan 8,72 jiwa/km . Berdasarkan kecamatan, jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Bulik dengan jumlah penduduk 13.852 jiwa, disusul kecamatan Menthobi Raya sebanyak 8.625 jiwa. Jumlah penduduk terkecil adalah kecamatan Batang Kawa dengan jumlah penduduk hanya 3.057 jiwa.
2

II - 72

Dari jumlah dan tingkat kepadatan penduduk terlihat tingkat penyebaran penduduk di Kabupaten Lamandau tidak merata dan ketidak merataan sebaran penduduk ini merupakan penyebab terhambatnya pembangunan di suatu daerah.154.89 784. Wisata tirta (air terjun.139.89 8 Dealang 7.00 3.73 . Penduduk Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Rata-rata Penduduk Per Per RT Desa/Kelurahan 1 Bulik 20.84 2 Bulik Timur 5.80 519.83 3.80 3.30 3. kolam). potensi tambang emas di beberapa kecamatan (Delang.8. II . Objek wisata di Kabupaten Lamandau diantaranya terdiri dari Wisata alam (hutan. Batang Kawa.62 3 Sematu Jaya 91.33 3.81 1.50 5 Lamandau 4.43 3. Potensi tanaman pertanian yang terbesar adalah padi ladang.97 Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka. Salah satu sumber daya alam yang tersedia berupa kawasan hutan lebat dengan berbagai vegetasi tanaman di dalamnya serta hasil hutan lainnya.84 1.Profil Daerah Tabel 2.60 4 Menthobi Raya 13. serta wisata budaya dan wisata agro. Kabupaten Lamandau mempunyai objek parawisata yang cukup banyak baik jumlah maupun jenisnya.09 3. 2 2 2.1.00 421. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.84 jiwa/km .65 524. Kabupaten Lamandau memiliki potensi tambang seperti biji besi terdapat hampir di setiap kecamatan. dan Belantikan Raya) serta potensi batu bara di wilayah Kecamatan Lamandau. bukit. sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah kecamatan Belantikan Raya dengan kepadatan 4 jiwa/km . kacamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Sematu Jaya dengan kepadatan 91.77 7 Batang Kawa 4.8. Selain itu potensi alamnya dengan topografi berbukit sebagian dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan perkebunan.46 339. 2007 No Kecamatan Kepadatan (km2) Jika dilihat dari kepadatan penduduk.40 586.74 6 Belantikan ray 4. sedangkan potensi tanaman perkebunan yang terbesar adalah kelapa sawit dan perkebunan karet rakyat.67 3. danau.2. Sumber daya alam Kabupaten Lamandau memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang perlu dikelola dan dikembangkan secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat. sungai dan riam ).

9 160 2. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.2 161 11 628.6 70.8.8 624. Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kegiatan Utama 2004 2005 2006 25.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.2.8 66.2 (Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Lamandau adalah 70.3. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.2).74 .4 95.3. Tabel 2. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu mendapat perhatian yang serius.382 2.898 7. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.379 Lainnya 1.124 Total 39.9 7.272 9.004 44.8.8. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Apabila dilihat dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas menurut jenis kegiatan utama adalah bekerja menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun Tabel 2.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Lamandau 2005 2006 66.8.9 70.261 Sekolah 9.6 7.775 25. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.738 43.827 Mengurus rumah tangga 5.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.8. Tabel 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. nilai IPM Kabupaten Lamandau masih relatif rendah berada pada posisi ke 12 (dua belas) diantara 14 kabupaten/kota.25 12 Membaiknya upaya peningkatan SDM tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal. Peringkat IPM secara nasional berada pada posisi ke 160. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di Kabupaten Lamandau.2.6 94.685 9.591 Sumber : Kabupaten Lamandau dalam Angka 2006 II .828 7.969 Bekerja 22.860 1.

Prasarana listrik dan air minum Penyedian tenaga listrik dikelola oleh Pt Perusahaan Listrik Negara. 244 rumah tangga.90 km dengan total jalan diaspal 191. Selain transportasi darat dari Lamandau menuju Kabupaten Kotawaringin Barat juga dapat dilalui menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speed boat.41 km dan yang tidak dirinci sepanjang 8. 700. 1 terminal pembantu dan pelabuhan sungai. Seiring dengan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi darat yang utama. Dari jalan yang ada di Kabupaten Lamandau sepanjang 195 km merupakan jalan Negara. Bila dilihat dari panjang jalan menurut kondisi jalan yang baik sepanjang 293.94 km. Kantor Pos/Kantor Pos dan giro yang ada di Kabupaten Lamandau berjumlah 1 unit termasuk di Kecamatan Bulik dan pos desa berada di Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang.Profil Daerah 2. Fasilitas penunjang prasarana perhubungan di Kabupaten Lamandau terdapat 1 terminal induk. 1 unit sambungan pemerintah. Jumlah pelanggan di wilayah ini terdiri dari 6 sambungan untuk lembag sosial. 3 c.140 KWh.3. Pada Tahun 2006 produksi listrik yang disalurkan melalui unit PLN Kabupaten Lamandau sebanyak 3. tanah 325. serta 5 unit sambungan usaha besar.181 m dimana sebagian besar disalurkan kepada konsumen rumah tangga sebesar 46. dan yang rusak berat sepanjang 102 km.75 . rusak sepanjang 63 km.60 km. kerikil 177.8. Jumlah air minum yang dislaurkan di wilayah Kabupaten lamandau pada Tahun 2006 sebanyak 50. sedang 244.36 km. Dengan semakin baiknya pasilitas transportasi yang ada di Kabupaten Lamandau akan berdampak terhadap peningkatan jumlah alat transportasi yang ada.30 km. b. 56 km jalan provinsi dan 702 km merupakan jalan kabupaten.587 KWh dan yang terjual 3. Infrastruktur a. II . disamping travel. Prasarana dan sarana transportasi Berdasarkan hasil catatan PUD dan Cabang Dinas PU Kabupaten Lamandau tahun 2006 dalam Kabupaten Lamandau Dalam Angka Tahun 2006 terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang 702. saat ini dari Kabupaten Lamandau ke ibukota provinsi sudah dapat dilalui melalui transportasi darat dengan menggunakan bus yang melayani penumpang setiap hari.499 m3.19 km. Prasarana komunikasi Peranan jasa pos dan telekomunikasi dalam menunjang pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Lamandau amat penting.875.

sebagian besar penduduk Kabupaten Lamandau sekurang-kurangnya tamat SLTP atau yang sederajat. prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi.8. berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program II . Tabel 2. jumlah guru terbanyak adalah pada Kecamatan Bulik sebanyak 31 orang.4. SD/MI sebanyak 103 sekolah. keadaan ekonomi. terjangkau dan merata. Prasarana pendidikan Pada tahun 2006 jumlah sekolah untuk TK sebanyak 41 sekolah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. tingkat pendidikan. Fasilitas pendidikan sekolah khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua kecamatan. Kecamatan Sekolah Swasta Negeri 27 14 8 7 4 3 15 Guru Swasta 4 5 5 4 3 2 Jumlah 31 19 13 11 7 5 15 e. Dengan prioritas ini. Bila dilihat dari jumlah guru yang ada pun tidak merata. Berdasarkan data Kabupaten Lamandau dalam angka tahun 2006 kecamatan belum ada SMU / SMK / MA adalah kecamatan Bulik Timur. sedangkan jumlah guru yang paling sedikit adalah pada SMU Kecamatan Batang Kawa yang hanya 5 orang. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakitpenyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat. serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Keadaan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Menurut Status dan Kecamatan Negeri Jumlah 1 1 Bulik Bulik Timur 1 1 Sematu Jaya Menthobi 1 1 4 Raya 1 1 5 Lamandau Belantikan 1 1 6 Raya 1 1 7 Batang Kawa 1 1 8 Dealang Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka 1 2 3 No. Prasarana kesehatan Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai Kabupaten Lamandau juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial. Berdasarkan Agenda pembangunan nasional. SLTP/MTs sebanyak 22 sekolah dan untuk SLTA/SMK/MA sebanyak 10 sekolah. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif.76 .

rawa. ahli gigi 5 orang. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. kemudian Kecamatan Sematu Jaya. Secara administratif Kabupaten Seruyan dengan ibukota Kuala Pembuang terletak diantara 111O 29’ 13. Lamandau. bidan 47 orang. dan tenaga analis 2 orang. Dukungan infrastruktur/fasiltas kesehatan di Kabupaten Lamandau terdiri dari 1 unit Rumah Sakit Umum. : Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat. perawat 74 orang. dan Batang Kawa belum ada dokter umum. 1 dokter gigi. 2. II .75’’ – 113O 32’ 16. dan Delang terdapat 2 orang dokter umum pada peran dokter umum ini sangat diharapkan oleh masyarakat.471 km terdiri dari hutan. Kabupaten Seruyan memiliki luas wilayah 16. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur.9. 5 unit puskesmas dan 47 unit puskesmas pembantu serta 21 unit polindes. sungai. Menthobi Raya. Dari segi tenaga medis.8’’ Bujur Timur dan 0O 46’ 23’’ – 3O 33’ 43.9’’ Lintang Selatan. Kabupaten Lamandau memiliki 12 orang dokter umum. Begitu juga dengan dokter gigi yang hanya ada di Kecamatan Bulik.77 . KABUPATEN SERUYAN 2.Profil Daerah kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. : Laut Jawa.9. Belantika Raya. Kondisi Geografi dan Demografi a.1. Secara administratif batas wilayahnya terdiri dari: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. 2 Kabupaten Seruyan terdiri dari 5 kecamatan dan 86 Desa dan 3 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut. Bila dilihat dari jumlah dokter umum yang ada masih tidak merata. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat berkorelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Disisi lain Kecamatan Bulik ada 6 orang dokter umum. hal ini terlihat pada kecamatan Bulik Timur. laut dan genangan air.

c.September. Sungai.404 km atau 11.Maret.1.78 . Seruyan. dan genangan air lainnya seluas 605.087 2 Danau Sembuluh 2.8 mm dengan rata-rata hujan per tahun 13. Rawa-rawa seluas 733.512.746 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka. • Bagian utara merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian di atas 150 m dari permukaan laut dan kemiringan 15 – 40O yang ditumbuhi hutan lebat. • • • • Hutan belantara seluas 11.68 km2 atau setara 27.99% terhadap luas Kabupaten Seruyan.354.72% terhadap luas Kabupaten. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Seruyan terdiri dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan perincian sebagai berikut: • Bagian timur merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak serta ditumbuhi vegetasi berupa bakau dan kayu rawa.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. dan • bagian selatan merupakan daerah dataran rendah terdiri atas lahan rawa dan pantai dengan ketinggian dan kemiringan 0-50O dari permukaan laut dan 0 -8 m.424 3 Hanau 1. curah hujan rata-rata per tahun 3. danau.02 km2 atau 69.8 hari.479. 2 II . dan Pertanahan lainnya seluas 3. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Seruyan yang mempunyai luas wilayah 16.6% dari luas wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan dengan rincian sebagia berikut.9. Luas Wilayah Kabupaten Seruyan Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas (km2) Desa 12 10 10 26 28 Jumlah Kelurahan 2 1 - 1 Seruyan Hilir 6. Wilayah kabupaten Seruyan termasuk daerah yang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29O C dan temperatur tertinggi 34O C.49 km2 atau seluas 4. Musim penghujan akan terjadi antara bulan Desember .77% terhadap luas Kabupaten Seruyan.135 4 Seruyan Tengah 2.012 5 Seruyan Hulu 4. daerah ini kaya akan perikanan laut dan darat.81 km2 atau sekitar 3. 2007 b. yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi daerah hilir (daerah bagian selatan). sedangkan Kemarau antara Juli . Tipe iklim adalah tropis lembab dan panas. • Bagian barat merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak yang mempunyai vegetasi hutan mangrove dan kayu rawa.52% terhadap luas Kabupaten Seruyan.

Kale.567 36.529 5 Seruyan Hulu 6. 3) Anak Sungai Manjul. Jenis Kelamin.9. dan Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Laki-Laki 1 Seruyan Hilir 19.2. 5) Anak Sungai Pukun.164 14.Profil Daerah d.79 .689 Jumlah 67.979 16.424 Sex Ratio 108 109 105 109 106 107 2.079 jiwa dan penduduk perempuan 62.9.345 jiwa atau dengan ratio penduduk laki-laki dan perempuan 107%.306 12. berpotensial sebagai pemasok kebutuhan wilayah dan penggunaan hasil produk wilayah dan mendukung berjalannya kegiatan ekonomi wilayah regional.815 3 Hanau 17. terdiri dari penduduk laki-laki 67. baik sumber daya di perairan.345 129. menjadikan Kabupaten Seruyan memiliki potensi alam yang kaya akan sumber daya wisata yang dapat dikembangkan. kehutanan. panjang 30 km. Dengan bentangan alam yang meliputi wilayah lautan.634 7.2. Tabel 2. pantai dan daratan dengan berbagai jenis tanaman dan satwa. panjang 76 km. kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata adalah 400 m dengan anak sungai terdiri dari : 1) Anaka Sungai Danau Sembulu.995 62. panjang 50 km. Sumber daya alam Kabupaten Seruyan merupakan Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam.097 2 Danau Sembuluh 7.079 Sumber: Seruyan Dalam Angka. Di Kabupaten Seruyan juga dijumpai kaya sumber daya bahan tambang dari berbagai jenis batuan dan mineral. dan 6) Anak Sungai S. panjang 65 km.859 6. anjang 30 km.330 29. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan tahun 2007 sebanyak 129. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. 2007 No Kecamatan Penduduk Perempuan Jumlah 17. II . Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.957 14. Wilayah Kabupaten Seruyan dibelah oleh Sungai Seruyan yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 400 km dan yang dapat dilayari 270 km.978 34. 4) Anak Sungai Salau. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten yang strategis di bagian selatan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan menjamin kemudahan interaksi dengan wilayah lainnya. 2) Anak Sungai Kalua Besa. Jumlah Penduduk.424 jiwa. panjang 30 km.979 4 Seruyan Tengah 15.

jalan kabupaten seruyan 383. Prasarana transportasi Prasarana transportasi merupakan prasarana pengangkutan dan perhubungan yang penting.2 67. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Seruyan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. nilai IPM Kabupaten Seruyan adalah 71.7 km serta jalan desa 175.8 7. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.3. nilai IPM Kabupaten Seruyan relatif rendah berada pada posisi ke 11 (sebelas) diantara 14 kabupaten/kota.9.3. jalan provinsi 120 km. Infrastruktur a. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Kondisi transportasi yang kurang nyaman memang menjadi kendala bagi Seruyan tumbuh menjadi kota seperti kabupaten pendahulunya. air.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Seruyan 2005 2006 67.8 70.052 km. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Seruyan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Seruyan adalah 818. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146.81 11 2. Dalam rangka penyediaan prasarana jalan darat pemerintah daerah dan provinsi berupaya II .3 615.252 km meliputi jalan nasional 90 km.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.). Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. maupun udara. Tabel 2.9.9 80 10 618.9.7 7.3 99. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.80 memperbaiki jalan yang rusak dan meningkatkan akses jalan baru dan .7 99. jalan perkotaan 49.3 71. mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada peringkat 136.5 km.3.4 87 0. Karena itu pemerintah daerah Seruyan berupaya membuka semua akses menuju Seruyan lewat darat. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.9 (Tabel 2.9.3.

Produksi tenaga listrik di Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 sebanyak 8. Sarana Pendidikan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. SD 129 unit.678 3. SLTP 22 unit. T K 29 1. Pada Tahun 2005 tercatat jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 79. b.376 Kwh. SLTP 15 7 3.091 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut: TK 29 unit.699 m . SMU 8 unit dan SMK 2 unit. SMK 1 1 124 108 Jumlah 139 51 18.869 2. d. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 66 677 86 120 82 93 56 23 890 313 Jumlah Sekolah 29 129 22 8 2 190 II .9.4. SLJJ dan SLI.487 463 4. Pelanggan air bersih di kabupaten Seruyan terdiri dari pelanggan rumah tangga 457 unit dan instansi pemerintah sebanyak 17 unit sambungan.Profil Daerah mempersiapkan jembatan di atas Sungai Seruyan. Pelayanan Pos di Seruyan tersedia satu unit Kantor Pos di kuala pembuan.310 5. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN telah menjangkau semua wilayah kecamatan di Kabupaten Seruyan. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 190 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. 3 c.474. direncanakan membuka pelabuhan samudra yang Di sektor perhubungan laut berfungsi sebagai prasarana pengangkutan barang terutama pelabuhan CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah). Pelayanan telekomunikasi di Kuala Pembuang ibu kota Kabupaten Seruyan tersedia satu buah kantor cabang PT.134 1. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Seruyan adalah tersedianya kantor Pos. Selain itu juga tersedia fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Seruyan. Sarana air bersih dari PDAM di Kabupaten Seruyan umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu.738.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Tabel 2. SMU 3 5 565 973 5.513 Kwh dengan jumlah tenag terjual 7. S D 120 9 14. maupun pelabuhan penumpang.81 .

604 2. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Katingan secara geografis terletak di daerah Khatulistiwa.826 17.800 % Terhadap Luas Wilayah 14. Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002 luas wilayah Kabupaten Katingan adalah ± 17.10. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan.82 . 2008 II . dan dibantu oleh 26 tenaga perawat dan 46 tenaga bidan. yaitu di antara 112° 0 ' BT . Tabel 2. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur : Kabupaten Gunung Mas. Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau.19 3.1.3° 30 ' LS. Berdasarkan daerah administratifnya Kabupaten Katingan terdiri atas 11 kecamatan. KABUPATEN KATINGAN 2.26 100. Luas Wilayah Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Ibukota Kecamatan Tumbang Senamang Tumbang Hiran Tumbang Kaman Tumbang Samba Buntut Bali Pendahara Kasongan Petak Bahandang Baun Bango Pagatan Mendawai Lua(km2) 2. • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Senaman Mantikei dan terkecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Tewang Sangalang Garing (Tabel 2. Kondisi Geografi dan Demografi a. : Laut Jawa. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.72 4.02 6.800 km² dengan Batas Wilayah adalah sebagi berikut. 2.793 1.10.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah e.00 Katingan Hulu Marikit Senaman Mantikei Katingan Tengah Pulau Malan Tewang Sangalang Garing Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang Katingan Kuala Mendawai Jumlah Sumber: Katingankab.id. 1 dokter gigi.10.69 8.178 3.63 12. saat ini berjumlah 9 unit ditambah Puskesmas Pembantu 39 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu.09 10.24 17.030 1.go.1.52 15.440 1. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan terdiri dari 13 dokter umum.52 3.10.12 4.1). Puskesmas disetiap kecamatan.089 805 568 663 804 2.0° 20 ' LS dan 113° 45 ' BT.

km2.900 km2 .13%). Sungai Samba = 100 km .500 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m terdiri dari: • • • Wilayah Daratan seluas 12. Bila dilihat berdasarkan sebarannya penduduk di Kabupaten Katingan belum merata penyebarannya. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut: • • • Dibagian Selatan merupakan daerah pantai dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut dengan ketinggian 0 – 50 m dari permukaan laut. sedangkan pada malam hari mengalami kelembaban. sedangkan penduduk terjarang berada di Kecamatan Marikit dan Kamipang yauti 3 jiwa. Katingan Hilir (16. Wilayah Khusus (Hutan Lindung. Keadaan hidrologi dalam wilayah Kabupaten Katingan.Profil Daerah b. c. Beberapa kecamatan lainnya dengan kepadatan penduduk relatif lebih padat adalah Kecamatan Katingan Tengah yaitu 18 jiwa/km2. Sungai Bamban = 75 km . Kecamatan II . Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Katingan seluas 17. dan Tewang Sanggalang Garing (7. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Katingan Hilir yaitu 33 jiwa/km .569 jiwa penduduk perempuan atau dengan sex ratio 109 (Tabel 2. Margasatwa.83 2 .55%). Sungai Sanamang = 65 km. dan lain-lain) seluas 4. Sungai Hiran = 75 km .480 jiwa penduduk laki-laki dan 63. yaitu adanya Sungai Katingan dengan panjang 650 km yang dapat dilayari 520 km dan bermuara di Laut Jawa dengan anak sungai sebagai berikut : • • • • • • Sungai Kalanaman = 65 km . Kabupaten Katingan beriklim tropis yang panas dan lembab dengan suhu udara pada siang hari rata-rata 33°C dan temperatur tertinggi mencapai 36°C. Demografi Berdasarkan Data BPS keadaan penduduk Kabupaten Katingan Tahun 2006 berjumlah 133.75%). dan Sungai Mahup = 50 km. dan Wilayah Perairan seluas 190 km. Bagian Tengah berupa dataran dengan ketinggian 50 .410 km .2). penduduk banyak terkosentrasi pada tiga kecamatan yaitu di Katingan Kuala (17.049 jiwa yang terdiri dari 69. 2 d.68%).200 m dari permukaan laut.10. Bagian Utara berupa perbukitan dengan ketinggian 200 -1500 m dari permukaan laut. Katingan Tengah (14.

417 130.682 125. namun pertumbuhan penduduk tahun 2005 – 2006 meningkat 8%.748 7.429 126.673 45–49 4.074 55–59 2.298 1.294 3.689 11.521 4.766 Pulau Malan 1.378 3.773 6.10.266 2005 21.838 8.713 3.026 30–34 7. Pertumbuhan penduduk pada periode mengalami fluktuasi.175 9.132 2.718 1.891 11.206 25–29 8.084 2.409 2.908 Mendawai 1.331 1.575 23.042 10.087 9.27 2.57 19.195 3.736 13.923 9.331 69.595 10.2. Tabel 2.539 3.959 5.864 35–39 5. Sedangkan kecamatan lainnya tergolong jarang penduduknya dengan kepadatan penduduk berkisar antara 3 – 8 jiwa/km2.904 15–19 9.094 3.707 >64 3.516 6.327 11.322 13.528 6.486 22.721 6.865 Marikit 1.021 6.127 2.37 17.647 4.59%) dinominasi oleh penduduk usia muda antara 0-14 tahun sebanyak 43.62 1.483 6.255 60–64 1.527 120.873 3.324 9.263 1.979 11.734 7.546 5–9 25.486 129. 2007 Pertumbuhan penduduk rata-rata Kabupaten Katingan pada periode 2001 sampai 2006 sebesar 1.674 9.3.112 2006 21.3.307 4.61%) berada pada usia kerja (antara 15 – 64 tahun).401 12.133 5.692 4.866 Jumlah 2006 33.177 19.480 Perempuan 5. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kelompok Umur Kelompok 2001 2002 2003 Umur 0-4 24.71 5.306 14. 2007 2004 20.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tewang Sanggalang Garing yaitu 17 jiwa/km2.046 19.107 3.327 3.725 Kamipang 1.768 3.645 Katingan Kuala 5. Tabel 2.917 7.596 12.113 11.072 3.84 . Jumah penduduk dan Perkembangan penduduk berdasarkan kelompok umurnya dapat dilihat pada Tabel 2.311 20.799 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.907 6.610 2.317 4.614 133.049 Katingan Hulu 2.265 Katingan Tengah 4.729 40–44 5.865 4.02 16.911 Tasik Payawan 1.77%. Bila dilihat penduduk berdasarkan kelompok umurnya pada tahun 2006.07 9.838 9. terlihat sebagian besar (53.217 19.056 7.702 Tewang Sanggalang Garing 2.65% per tahun.507 Sanaman Mantikei 3.130 7.425 3.688 20.283 63.752 5.891 6.363 11.336 8.56 0 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.429 3.456 3.254 20.616 19. Jumlah Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Kecamatan KK Laki-Laki 6.107 3.037 13.107 7.435 10–14 9.279 50–54 3. dan Kecamatan Katingan Kuala dengan kepadatan penduduk 13 jiwa/km2.693 20–24 10.408 Jumlah 120.625 6.136 6.438 14.742 3.569 Jumlah Penduduk 11.643 3.312 4.179 2. sedangkan penduduk bukan usia kerja (46.609 3.514 16.400 Katingan Hilir 5.10.717 II .758 7.795 17.961 17.10.

Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. kehutanan. sedangkan sumber daya pertanian tanaman pangan sebagian besar adalah padi. sementara yang dominan saat ini adalah kelapa sawit dan karet. Sebagian besar penduduk Katingan bertempat tinggal di daerah aliran sungai dengan memanfaatkan sumber daya perairan sungai dan laut.59% dibanding luas wilayah Kalimantan Tengah yaitu setelah Kabupaten Murung Raya dengan luas wilayah 23. nilai IPM Kabupaten Katingan adalah 71. Wilayah Kabupaten Katingan dilalui oleh Sungai Katingan dengan 6 (enam) anak sungai yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 650 km dan yang dapat dilayari 520 km. baik sumber daya di perairan. Kabupaten Katingan memiliki potensi pengembangan sumber daya perkebunan. Kabupaten Katingan kaya akan hasil hutan baik berupa aneka jenis kayu dan rotan.10. Kawasankawasan sepanjang aliran sungai mempunyai potensi untuk perikanan budidaya. b.3 (Tabel 2. Kabupaten Katingan merupakan daerah penghasil kayu 2 2 terbesar di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin HPH maupun izin IPK. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.43%). Bentangan wilayahnya yang luas diikuti pula oleh kekayaan sumber daya alamnya. Sumber daya alam Kabupaten Katingan dengan luas wilayah 17.700 km (15.85 . Potensi lainnya adalah tanaman hias salah satunya Nepenthes yang berasal dari hutan dan telah dibudidayakan oleh beberapa petani lokal. Selain sumber daya perairan. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.9. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. tangkap dan daerah konservasi (closed season) atau daerah resapan serta dapat pula menjadi bisnis agrowisata.5 meningkat sedikit dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. nilai IPM Kabupaten Katingan masih rendah dan berada pada posisi ke 10 (sepuluh) diantara 14 kabupaten/kota. sedangkan peringkat secara nasional berada pada posisi ke 137. bahan galian.Profil Daerah 2.2. Sumber daya hutan lainnya yang dihasilkan adalah berupa rotan. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .4). hal ini dapat terlihat dari 141 desa dari 152 desa bertempat dipingir DAS.800 km merupakan kabupaten dengan luas wilayahnya terluas kedua mencapai 11. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Sebagain besar sumber daya alam yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.

10.04 100. Infrastruktur a.4 99.15 Total 272.69 10 2.57 d.4 621.5 137 0.10.75% dan sebagian besar berada dalam keadaan rusak (50. Prasarana perhubungan udara yang telah ada berupa lapangan udara yang berada di II .8 7. Baik 7.10. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Katingan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.89 19.6 71. tanah 52.10. Kabupaten Katingan selain memiliki prasaran perhubungan darat juga memiliki prasaran perhubungan udara dan air.22 2 Kondisi jalan a.07 b. Rusak 136.81%. 2007 No 1 Persentase 0.43 c.2 c.8 99.20 100.3.4. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Katingan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.6 71.1 7.00 2.22 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. Rusak Berat 117.75 50.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.6 Total 272. Tabel 2. sedang 3. Tabel 2. diaspal 2. kerikil 2.81 3.76 d.66 b. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting yang menghubungkan antar wilayah. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.24 43.20%).22 km dengan kondisi jalan dalam keadaan baik 2.86 .31 79. Sedang 10.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Katingan 2005 2006 67.5.00 Untuk meningkatkan pelayanan dibidang transportasi. lainnya 215.0 67.3 123 8 623. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Katingan adalah 272.76 0.24%) dan rusak berat (43. Panjang dan Keadaan Jalan di Kabupaten Katingan Tahun 2006 Uraian Panjang Jalan (km) Jenis Permukaan a.4.

di manfaatkan sebagai pelayanan perintis ke wilayah utara dengan pesawat tipe BN.742 6. Tabel 2.742 6.7. Jumlah Kepala Keluarga yang Mendapat Pelayanan Air Bersih Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Kepala Keluarga 1.846 c. Prasarana komunikasi Kantor Pos merupakan salah satu prasarana tempat pelayanan komunikasi masyarakat.6. b.252 m³. Prasarana Pelabuhan Laut yang ada di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan telah dibangun melalui dana APBN yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2003 dan telah diserahkan kepada daerah dengan status pelabuhan sungai.606 1.534 1. Prasarana listrik dan air minum Fasilitas listrik di Kabupaten Katingan sudah dapat menjangkau semua kecamatan dan pengelolaannya dilakukan oleh PLN Cabang Palangka Raya dengan menggunakan listrik tenaga air dari Kalimantan Selatan dan PLTD Katingan Kuala.492 8. Tabel 2.220 240 10. Tumbang Samba.534 1.87 .721 4. Sanaman Mantikei dan Pagatan.799 Jumlah 1.492 8. Kantor Pos yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir.606 1.804. Sampai Tahun 2006 terdapat 10.799 Sumber data : Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Katingan No Sarana 2006 1. Lapangan Udara Tumbang Samba berdiri tahun 1984 dan operasional tahun 1987 dengan panjang landasan pacu 650 Meter dan lebar 23 Meter.721 4.Profil Daerah Kecamatan Katingan Tengah (Tumbang Samba).10.461 Kwh. Meskipun demikian jangkauan II . Katingan Tengah.462 2 PLTS 115 Jumlah 3.329 1.846 1. Tingkat pelayanan listrik di Kabupaten Katingan setiap tahun mengalami peningkatan khususnya dilihat dari jangkauan pelayanan.10. Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN di Kabupaten Katingan Tahun 2002-2006 Jumlah KK/Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Listrik 3.460 Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kasongan.460 pelanggan dengan jumlah produkis listrik 7.329 1.577 Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan No Pelayanan PLN 2006 10. Pendahara dan Kereng Pangi dengan distribusi air 5 liter/detik dengan jumlah pelanggan 488 dengan kapasitas yang ada 54.

SLTP 29 15 3.143 5. 2 dokter gigi.340 35 330 168 127 149 40 1. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah. Satelindo(Mentari) dan XL. antara lain telepon seluler GSM Telkomsel (Simpati). 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 6 108 1. SMU 8 10 1. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan terdiri dari 21 dokter umum. SMU 18 unit dan SMK 2 unit. S D 192 6 19. Fasilitas telepon seluler juga telah menjangkau wilayah Kabaupaten Katingan. Fasilitas telepon juga telah tersedia di Kabupaten Katingan. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut TK sebanyak 79 unit.265 1.803 500 Jumlah Sekolah 79 198 44 18 2 341 e. Puskesmas saat ini berjumlah 13 unit tersebar disetiap kecamatan.467 murid. Terdapat beberap penyedia sarana telepon selular di wilayah ini. II . dan dibantu oleh 97 tenaga perawat dan 61 tenaga bidan.437 7. Untuk menjangkau daerah pedesaan. Pada tahun 2007 jumlah prasarana pendidikan sebanyak 341 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. dengan beberapa jenis kapasitas yang dimiliki dan digunakan tersebar di beberapa daerah serta fasilitas Cluster yang digunakan untuk melayani pelanggan yang lokasinya satu sama lainnya berdekatan. PT telkom mengupayakan fasilitas Ultraphone.677 2.469 1. SD 198 unit. ditambah Puskesmas Pembantu 52 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu.8.88 . Sebagian besar (63%) masih berada pada jenjang pendidikan SD. T K 1 78 105 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pelayanan Kantor Pos Kasongan mampu menjangkau di 11 kecamatan di Kabupaten Katingan. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan di Kabupaten tersedia mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Tabel 2.345 4. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. SLTP 44 unit.10.159 3. SMK 2 237 Jumlah 230 111 24. dan Telepon CDMA Telkom (Flexi).598 2. d. Jumlah sambungan telepon di Kabupaten Katingan berjumlah 454 kapasitas sentral dan 454 unit sambungan telepon. Sarana Pendidikan di Kabupaten Katingan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.561 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. Jumlah murid yang sekolah mulai dari Tk sampai SLTA sebanyak 377.

323.0 LS. diantara 110 .120 BT dan 10 .00 14.1.801.00 100.70 7 Kahayan Tengah 783.11.11.11.564 km ).96 Jumlah 8. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kahayan Hilir dengan luas daerah 360 km . Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pulang Pisau 2007 Luas km2 Persentase 1 Kahayan Kuala 1.96 4 Maliku 413. Topografi dan iklim Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari daerah perbukitan di bagian utara dengan ketinggian antara 50 – 100 m dari permukaan laut dengan elevasi 8 – 15 serta daerah pegunungan dengan elevasi 15 – 25 .85% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.00 6. dan : Kabupaten Kapuas. Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa. : Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. Kabupaten Pulang Pisau dengan ibukota Pulang Pisau memiliki batas wilayah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Kabupaten Gunung Mas.70 8 Banama Tingang 626.84 2 Sebangau Kuala 3. rawa-rawa II .997.89 o o o 2 .86 5.00 6 Jabiren Raya 1. KABUPATEN PULANG PISAU 2.00 42.25 3 Pandih Batu 535.00 km2.00 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2008 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 10 8 16 14 9 8 14 15 94 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sebangau Kuala dengan luas 3.700 Ha) atau sekitar 5. 2 0 0 0 0 2 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan dengan luas setiap kecamatan adalah sebagaimana disajian pada Tabel berikut.00 4. dengan luas wilayah 8.801.997 km (899.Profil Daerah 2. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. Tabel 2.323 km2 dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas 1. Kondisi Geografi dan Demografi a.1.00 8. Bagian selatan terdiri dari pantai pesisir .155. : Laut Jawa. b.155 km2.00 12. kemudian Kecamatan Jabiren Raya dengan luas 1.59 5 Kahayan Hilir 360.14 4.

hutan gambut (2.5OC sampai 27.789 km2).90 Hutan produksi Hutan produksi tetap Pertanian ladang basah (sawah) Perkebunan dan peternakan Pemukiman perkotaan Pemukiman Transmigrasi Perairan dan sungai Jaringan jalan : 369 km . dan Daerah pantai pesisir sepanjang 13. c. Rata-rata kelembaban udara tiap bulan > 80% dengan rata –rata penyinaran matahari di atas 50%. : 1. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober-Desember serta Januari-Maret berkisar antara 2000 .9OC. rawa-rawa.902 km2. Anjir/Terusan Raya sepanjang 18 km menjadi alur transportasi dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6 km. 2 2 2 2 2 2 2 .384 km . dan : 16 km2.095 km2 dan kawasan budidaya seluas 3.5 km yang menghubungkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya.5OC. Sungai Sebangau sepanjang 200 km. Anjir Kalampan sepanjang 14.4 km. Temperatur udara rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2006 berkisar antara 26.961 km2). : 753 km . • • • Anjir Basarang sepanjang 24 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 7 km. Adapun luasan kawasan budidaya terdiri dari: • • • • • • • • II . : 404 km .3000 mm setiap tahun. sedangkan temperatur maksimum mencapai 32. : 46 km .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dengan ketinggian antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi 0 – 8o serta dipengaruhi oleh air pasang surut. Kawasan hutan terdiri dari kawasan hutan lindung (1. dan dilintasi sungai yang termasuk dalam wilayah Pulang Pisau yaitu: • • • Sungai Kahayan sepanjang 600 km. Bulan kering terjadi pada bulan Juni – September. : 99 km .997 km2 terdiri dari kawasan hutan seluas 5. Kabupaten Pulang Pisau termasuk daerah beriklim tropis lembab. Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau.5OC dan temperatur minimum 22.5 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6. hutan bakau (280 km2) dan kawasan air hitam (65 km ). : 492 km2. Lahan dan penggunaannya Wilayah Kabupaten Pulang Pisau seluas 8.

110 4 Maliku 413.580 3.610 jiwa atau 48.597 3.2.692 11.262 orang.400 2 Sebangau Kuala 3.2.071 4.3.00 5.14 6.554 8 Banama Tingang 626.00 2. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 mencapai 68.079 61.02 15 – 64 68.326 jiwa atau 51.00 2.212 7 Kahayan Tengah 783.59% dari total penduduk. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 sebanyak 119.155.39%. Kabupaten Pulang Pisau dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’).59 65 + 2.13% dan penduduk perempuan sebanyak 58. yang terbanyak adalah penduduk yang bekerja sebagai petani/nelayan sebanyak 27.00 1.62% dan dengan jenis II .648 12.610 Jumlah 19.756 21.377 4.936 Tabel 2. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006 sampai 2007 sebesar 1.5 jiwa per km.40%) dihilir/bagian selatan. terdiri dari penduduk laki-laki 61. tingkat kepadatan penduduk rata-rata 13.11.39% berdomisili di hulu di bagian utara Kabupaten Pulang Pisau.187 9.91 . Bila dilihat distribusi penduduk berdasarkan usia. 2008 Jumlah penduduk bila dilihat menurut klasifikasi pekerjaan. atau sebanyak 82.396 11.11.855 119.997.704 22.323. 19.00 4.86 5.081 7.00 30. 2008 No Kecamatan Penduduk Perempuan 9. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Kelompok Umur Persentase 0 – 14 29.147 Jumlah 8.11. Jumlah dan Sebaran Penduduk Kabupaten Pulang Pisau Menurut Kecamatan Tahun 2007 Luas Wilayah` Rumah (km2) Tangga Laki-laki 1 Kahayan Kuala 1.Profil Daerah d.973 3 Pandih Batu 535.326 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Tabel 2.972 3.936 jiwa.39 Sumber: Kabupaten Pulang Pisau. Jika dilihat dari distribusi penduduk. persebaran penduduk sebagian besar (61.00 1.21% di kecamatan kota dan 19.621 5 Kahayan Hilir 360.401 11.813 4.87%.02% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.313 23.134 7.783 10.708 58. Jumlah dan penyebaran penduduk Pulang Pisau menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.801.787 4.906 8.401 9.869 3.44%.309 6 Jabiren Raya 1.594 10. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 29.

34 9 Buruh 8. hutan gambut (2. Kawasan hutan terbagi menjadi kawasan hutan lindung (1.117 30. Wilayah dataran rendah dan wilayah yang dekat pantai memiliki sumber daya alam yang cocok untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.62 8 Peg/Karyawan Swasta 2. Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bekerja sebanyak 26.11. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kabupaten Pulang Pisau yang utama melihat dari luas wilayah 8.144 1. Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Pekerjaan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jumlah Persentase Penduduk 1 PNS 2.043 26.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.074 27. Adapun kawasan budidaya seluas 3. dan 3. Wilayah Pulang Pisau dengan lahan yang luas dan tersedianya hijauan memiliki yang besar untuk pengembangan peternakan.560 2.700 ha) dengan penggunaan lahan 5. Kabupaten Pulang Pisau memiliki beragam potensi yang masih dapat 2 2 2 2 dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.04 3 Polri 149 0. Pulang Pisau juga memiliki sumber daya mineral dan bahan galian golongan C dan golongan AB. II .22 10 Pekerjaan Lainnya 37.14 6 Pedagang 732 0. kawasan mangrove/bakau (280 km ) dan kawasan air hitam (65 km ).75 Jumlah 119.12 4 Pens/Purnawirawan 459 0. 2008 No Jenis Pekerjaan 2.768 100.4.11. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.4.789 km ).38 5 Wiraswasta 2.649 7.63%) 2 2 merupakan kawasan hutan.99 11 Belum/Tidak Bekerja 32. wilayah perairan berpotensi sebagai wilayah pengembangan sumber daya perikanan dan daerah pedalaman umumnya berpotensi sebagai daerah pengembangan perkebunan.095 km (56.37%) merupakan kawasan budidaya.799 2.902 km terdiri dari hutan produksi dan hutan produksi tetap.99%.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pekerjaan lainnya 30.902 km (43. perkebunan dan peternakan. perairan dan sungai dan jaringan jalan.61 7 Petani/Nelayan 33.997 km 2 2 (899. lahan pertanian.79 2 TNI 42 0.961 km ). pemukiman.11. Tabel 2.2.92 . Perincian jumlah penduduk menurut klasifikasi pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 2.75%.

93 .6 71.Profil Daerah Keaslian alamnya baik perairan dan hutan yang belum banyak terjamah menjadikan daerah ini memiliki potensi sebagai cagar alam dan budaya.10.3 72. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi untuk mengejar ketinggalan dari kabupaten lainnya dibidang pembangunan SDM.1 73.0 14 Pulang Pisau 69.0 10 Katingan 71.3 11 Seruyan 70.6 8 Barito Timur 70. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.3 5 Gunung Mas 71.9 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 69.2 71.8 3 Kotawaringin Timur 72.4 72. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).5 71.8 7 Kotawaringin Barat 71.11. indeks pendidikan yang dilihat darirata-rta lama sekolah II .2 13 Sukamara 70.5.7 72.9 73.3 (Tabel 2. b.9 70. Tabel 2.1 9 Murung Raya 71.6 71.9 71.3 Kalimantan Tengah 71. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota IPM 2006 77.0 2 Barito Utara 72.5 6 Kapuas 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah 2005 1 Palangka Raya 77.4 70.4 69. Nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah yang paling kecil. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.5). nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah 69.9 12 Lamandau 70.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.5 4 Barito Selatan 71. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).9 72. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.

2 7.06 Diploma IV/S1 1.50%.36 Tidak Tamat SD 23. sebagian besar berpendidikan maksimal setingkat SD/tidak tamat SD (51.11.11. Yang lulus SLTP sederajat 15. Tabel 2.768 100.11.87 Jumlah 119.000) IPM Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Pulang Pisau 2005 2006 66.208 16. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jenis Pendidikan Jumlah Penduduk Persentase S-2/S-3 75 0.762 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapaita penduduk. serta penduduk yang memiliki pendidikan tamat S1 atau lebih persentasenya masih sedikit sekitar 0.000 15.94 . 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II .777 11.71%).9 67.100 0.952 33. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.0 7.86 SD/Sederajat 39.47 SLTA/Sederajat 13.3 69.6.7.9 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.50 SLTP/Sederajat 19.172 19.6.2 626.0 91. Tabel 2.98%.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.5 69.6 93. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk Pulang Pisau. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.60 D-I/D-II 1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita (Rp.2 625.86% dan yang lulus SLTA sederajat 11.35 Tidak/Belum Sekolah 20. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.92 D-III 722 0. Ini berarti penduduk Pulang Pisau yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan keahlian.

54 127.34%. Panjang jalan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 adalah 979. Luas areal pelabuhan sekitar 58 Ha dan memiliki aral tambat sepanjang 90 meter dengan lebar 10 meter. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 54.Profil Daerah Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Pulang Pisau adalah sektor pertanian.09 46.09 77.95 . Selain itu juga terdapat 11 buah dermaga yang sudah tersebar di setiap kecamatan untuk melayani angkutan sungai dan kapal perintis yang beroperasi sejak tahun 2003. Pelabuhan antar pulau terdapat satu buah yang berada di Kota Pulang Pisau yaitu di perairan Alur Sei Kahayan.95%.05 119. Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki jembatan dengan total panjang 6.582 m.75 596.11.39 693.05 55 68 Kerikil 4 0 67 74 Tanah 0 0 45 25 Jumlah 119. Prasarana transportasi Jalan dan jembatan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Infrastruktur a.32%.14 km. Kondisi Baik 115.05 119.8 518. untuk memperlancar arus transportasi darat.8.7 344 287. Panjang Jalan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Keadaan jalan Negara (km) 2006 2007 Status Jalan Provinsi (km) 2006 2007 Kabupaten (km) 2006 2007 35 95 466.05 119.09 km). Penduduk yang bekerja sebagai PNS dan TNI/Polri sebanyak 1. Tabel 2.3. II .09 A.34 273.75 61. 2.05 167 167 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Selain pembangunan badan jalan.5 342.75 693.22%) dan karyawan swasta 2. Berdasarkan statusnya terdiri atas jalan negara (119.05 86 97 Sedang 7 0 37 40 Rusak 0 0 44 30 Jumlah 122. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten ini. Permukaan Aspal 115.05 km).05 119.25 693. jalan provinsi (167 km) dan jalan kabupaten (693.11. 2008 Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki prasarana transportasi air berupa pelabuhan dan dermaga.05 167 167 B. Selain itu banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh (7. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Pulang Pisau dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Pulang Pisau. Sumber tenaga listrik dialirkan langsung dari jaringan interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan melalui gardu induk di Kelurahan Kalawa. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang tersambung memiliki daya sebanyak 11.390.700 VA atau meningkat 39% dibanding tahun 2006 sebanyak 8.410.400 VA. Jumlah pengguna fasiltas listrik selama tahun 2007 tercatat sebanyak 16.844 pelanggan atau meningkat dianding tahun 2006 sebanyak 12.105 pelanggan. Kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Pulang Pisau bersumber dari sungai dan air tanah yang diolah dan dikelola oleh 2 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pulang Pisau. Kapasitas produksi air bersih pada kedua unit pengolahan tersebut sebanyak 28 liter/detik. Jumlah air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 311.467 m dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.477 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 1.371 pelanggan, serta perusahaan dan pertokoan 25, instansi pemerintah 53, sarana umum 13 dan badan sosial dan rumahsakit 15 pelanggan. c. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Pulang Pisau, seperti kantor pos dan jaringan telepon. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya memberi jasa pelayanan surat menyurat, paket barang, pengiriman uang, dan keagenan untuk cek, giro, tabanas dan pembayaran. Di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 6 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan kecuali di Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya dan Sebangau Kuala yang dilayani melalui pos keliling dan rumah pos. Untuk mendukung pelayanan jasa pos juga telah tersedia bis surat di setiap kecamatan. Pelayanan jasa telekomunikasi di wilayah Pulang Pisau saat ini disediakan oleh beberapa operator layanan yaitu PT Telkom dengan layanan jaringan telepon rumah dan GSM, PT Indosat, PT Telkomsel dan PT Excelcomindo dengan layanan GSM. telekomunikasi telah sampai hampir ke semua kecamatan dengan baik. Layanan
3

d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 64 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 203 unit. Tingkat II - 96

Profil Daerah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 41 unit SMP terdiri 31 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 18 unit SMA. Tabel 2.11.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Total 1. T K 64 64 1445 2. S D 176 27 203 18136 3. SLTP 31 10 41 6900 4. SMU 8 10 18 4810 Jumlah 215 111 326 31291 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau, 2008 Sekolah Guru 19 1434 280 175 1908

e. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada tingkat kecamatan tersedia 9 puskesmas di seluruh kecamatan. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas dengan fasilitas rawat inap 5 unit, puskesmas rawat jalan 4 unit, dan puskesmas pembantu 63 unit, serta57 unit polindes. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 1 dokter spesialis, 3 orang dokter umum, 8 dokter gigi, serta bidan 8 orang dan 137 perawat (Tabel 2.11.10.). Tabel 2.11.10. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah (unit) 1 Rumah Sakit 1 2 Puskesmas 9 3 Puskesmas Pembantu 63 4 Polindes 57 5 Posyandu 157 6 Pos Obat Desa 30 7 Dokter Spesialis Bedah 1 8 Dokter Umum 3 9 Dokter Gigi 8 10 Bidan 8 11 Perawat 137 12 Laboatorium 4 13 Gudang Farmasi 1 14 Apotik 1 Sumber : BPS Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka No Jenis Fasilitas/Pelayanan

2.12. KABUPATEN GUNUNG MAS Perkembangan suatu daerah ditentukan oleh aktivitas ekonomi dan berbagai kebijakan skala mikro maupun skala makro daerah yang bersangkutan. Dengan kata lain, perkembangan II - 97

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

suatu daerah pada dasarnya ditentukan oleh sisi permintaan (demand side) dan sisi penyediaan (supply side) dan juga dari kinerja investasi. Perkembangan Kabupaten Gunung Mas sebagai sebuah kabupaten baru tampaknya masih jauh dari pembagian kerja yang menghendaki terdapatnya kelompok masyarakat yang berkerja (berproduksi) untuk kepentingan ekspor, sementara kelompok lain menghasilkan kebutuhan masyarakat Gunung Mas sendiri. Kondisi obyektif/kenyataannya, hanya sebagian kecil kebutuhan bahan pokok sehari-hari masyarakat Gunung Mas yang dapat dipenuhi oleh produksi daerah sendiri. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan pasokan (supply) yang dipengaruhi oleh lingkungan, struktur ketenagakerjaan, budaya pungut dan infrastruktur yang ada di Gunung Mas.

2.12.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi, Kabupaten Gunung Mas terletak di daerah khatulistiwa, diantara 110
0

- 1200 BT dan 100 - 00 LS, dengan luas wilayah 10.804 km2 (1.080.400 ha) atau

sekitar 7,04% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.564 km2). Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota di Kuala Kurun memiliki batas wilayah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Provinsi Kalimantan Barat. : Pulang Pisau; : Kabupaten Kapuas; : Kabupaten Kasongan; dan

Secara administratif Kabupaten Gunung Mas memiliki 11 kecamatan dengan 12 kelurahan dan 113 desa, dengan luas setiap kecamatan adalah sebagai berikut. Tabel 2.12.1. Luas Daerah Manurut Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2007
km2 1 Manuhing 1.113 2 Manuhing Raya 601 3 Rungan 1.025 4 Rungan Hulu 791 5 Sepang 397 6 Mihing Raya 343 7 Kurun 842 8 Tewah 1.136 9 Kahayan Hulu Utara 1.589 10 Damang Batu 1.425 11 Miri Manasa 1.542 Jumlah 10.804 Sumber : Gunung Mas Dalam Angka, BPS. 2008 No Kecamatan Luas Persentase 10,3 5,6 9,5 7,3 3,7 3,2 7,8 10,5 14,7 13,2 14,3 100,0 Jumlah Desa/Kelurahan 12 6 21 11 7 6 15 16 12 8 11 125

II - 98

75 km. Topografi dan iklim Keadaan topografis Kabupaten Gunung Mas terdiri dari: • Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500m dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan 8°-15°. Tahun 2004. jenis tanah yang dominan adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang tersebar di bagian utara wilayah Gunung Mas dengan ketebalan 110 cm. Sungai Kahayan dengan panjang ± 600. Sungai Rungan dan Sungai Manuhing (anak Sungai Rungan). Ada empat jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas yaitu: • • • • Sungai Manuhing dengan panjang ± 28. Pentingnya peranan sungai ini disebabkan oleh terbatasnya/terganggunya prasarana perhubungan darat. yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7-9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan) kurang dari 2 bulan. disamping itu sebagai pemukiman penduduk masih berada di daerah pinggir sungai. Rungan dan Manuhing. Sungai Miri (anak Sungai Kahayan). selain itu juga daerah Kabupaten Gunung Mas memiliki perairan yang meliputi danau. Sungai Rungan dengan panjang ± 86.1 mm. tersebar dan dapat dijumpai di beberapa sungai/anak sungai di wilayah Gunung Mas yaitu Sungai Kahayan. dan • Daerah selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang berpotensi mengalami banjir cukup besar pada musim-musim hujan. Alluvial. Hydromorfik Kelabu. dan Sungai Miri. Alluvial Hydromorfik. serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15°-25°.99 . Klimatologi wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975) termasuk tipe iklim B1. hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terendah pada bulan Agustus dengan rata-rata 0. Kemudian pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah alluvial yang berasal dari endapan sungai dengan jenis tanah Alluvial Hydromorfik Kelabu. dan anak-anak sungai lainnya yang berfungsi sebagai penunjang alternatif transportasi darat untuk angkutan barang maupun penumpang. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri atas beberapa jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning. rawa-rawa dan ada tiga jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas.25 km. sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. II .Profil Daerah b. Gley Humus dan Komplek Regosol Podsolik. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak. Kabupaten Gunung Mas pada umumnya termasuk beriklim tropis dan lembab dengan temperatur antara 21°C-23°C dan maksimal mencapai 36°C.03 mm dan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 36.00 km. Wilayah Kabupatan Gunung Mas dilintangi oleh 3 sungai yaitu Sungai Kahayan.

254 39.740 Jumlah 48.329 Kurun .067 76.505 Sumber: Gunung Mas Dalam Angka 2008 II .668 Tewah 8.083 40.003 48.195 80.143 Rungan Hulu 3.9%).3).29% dan penduduk perempuan sebanyak 44.2.505 jiwa atau 52.197 41.456 76. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2007 sebanyak 92.12.736 45.562 81.12.505 Laki-laki Perempuan 37.848 80. terdiri dari penduduk laki-laki 48.690 Sepang 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah c.819 76.31% pertahun dengan tingkat rasio jenis kelamain 110 (Tabel 2.025 44.851 2. Tabel 2. Jika dilihat dari distribusi penduduk.261 jiwa atau 47.279 Mihing Raya 2.261 Perempuan 2.668 7.836 37.049 42.065 Manuhing Raya 2.637 3.655 44.12. Seiring denga persebaran penduduk tersebut.231 39. Tewah (17.933 86.671 3.478 6.357 Miri Manasa 1.087 83.1%) dan Rungan (14.482 38.10.028 92.602 36.108 1.050 2.766 Rasio Jenis Kelamin 110 110 108 113 111 111 110 107 112 112 105 110 Manuhing 3.594 41.730 Rungan 7. maka persebaran penduduk Gunun mas terkonsentrasi pada Kecamatan Kurun (21.9%). Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 1998-2007 Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004*) 2005*) 2006*) 2007*) Kecamatan Laki-laki 34.766 jiwa.304 Damang Batu 2.261 Jumlah 71.2).200 Kahayan Hulu Utara 4.024 39.100 .107 9.781 2.432 37.217 39. Laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 1998 sampai 2007 sebesar 3.713 42.71%.513 39.255 2. maka tingkat kepadatan penduduk juga lebih rapat pada ketiga wilayah tersebut (Tabel 2.004 42.

9.54 ha. 8. 32.637 ha.136 1. 15. Jumlah Penduduk Luas Daerah (km2) 1. 354.804 Kepadatan Penduduk 5.44 ha. Wilayah Gunung Mas terdiri atas: kawasan hutan produksi (tetap dan terbatas).113 601 1. 4) Kawasan Pengembangan Produksi (KPP). 2) Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). sawah) seluas 2.804 km atau 1.434.63 ha.871 Kahayan Hulu Utara 8.155 Damang Batu 4. kawasan hutan lindung.9 12. Gunung Mas Dalam Angka 2008 2.11. 7. 122. 10.51 ha lahan bukan untuk pertanian (bangunan.080. 191. Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara. kebun).2 8. Dilihat dari pemanfaatannya. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (BPS Provinsi Kalimantan Tengah).13 3.542 10. kawasan pemukiman. 20.336 Tewah 15. Persebaran Penduduk di Kabupaten Gunung Mas Menurut Kecamatan Tahun 2007 Kecamatan 1. Khusus untuk kawasan rencana pengembangan produksi dan penggunaan lainnya tersedia kawasan lebih dari 50% dari luas wilayah.25 8. 6.59 Manuhing 5. 3) Kawasan Hutan Lindung (HL).15 13.72%.71%.16 ha.061.22%.97 5. 4.Profil Daerah Tabel 2.395 Jumlah 92.846 Manuhing Raya 5. 164. serta daerah pertanian (sawah. 11.329 Mihing Raya 4. ratarata luas penguasaan lahan per keluarga pertanian di Gunung Mas adalah sebesar 2. kawasan pemukiman dan untuk rencana pengembangan produksi serta pengunaan lainnya. danau dan rawa.44 8. Sumber daya alam Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah 10.33%.2. ladang.67 13. Berdasarkan hasil survai “Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas” yang dilaksanakan Pemerintah II . Rencana pemanfaatan ruang di Kabupaten Gunung Mas berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2005-2015 yaitu: 1) Kawasan Hutan Produksi.95 ha.465 Miri Manasa 3.78 10. 17.93 24. 3.101 2 . Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.436 Kurun 20. dan 5) Pemukiman dan Penggunaan lain.400 ha yang sebagian besar merupakan dataran tinggi yang sangat potensial untuk daerah perkebunan.402.37 ha.945 Sepang 4.425 1.98%.589 1. ladang. sungai. 11.766 Sumber. 226. pekarangan.360. laha tidur dan lahan lain-lain) seluas 0.3. 5.13 2.780 Rungan Hulu 6.025 791 397 343 842 1. 2. yang terdiri atas lahan untuk pertanian (kebun.208 Rungan 13.12.

23 2.71 Sepang dan Mihing Raya 4.5 (Tabel 2. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.09 0. Tabel 2.12.15.23 Batu dan Miri Manasa Rata-rata 2. Pemerintan Kabupaten Gunung Mas dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dari tahun 2005 – 2006 sedikit meningkat. lebih baik dari tahun sebelumnya pada posisi 112. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.08 0. Rata-rata lama sekolah 8. Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah baik dan perlu lebih ditingkatkan.37 0. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.04 1.19 0.4 ha dengan seperti tabel berikut.97 2.7 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.54 Tewah 2.80 0.12.26 Kurun 2.20 0. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.32 0.85 Kahayan Hulu Utara.03 0. II . serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas relatif lebih baik yaitu berada pada posisi ke 5 (lima) diantara 14 kabupaten/kota. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 103.40 Sumber : Laporan Akhir.47 Rungan dan Rungan Hulu 3.12.3 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.49 0. atau secara rata-rata penduduk Gunung Mas sudah tamat SD namun masih banyak yang belum tamat SLTP. Tahun 2006 1 2 3 4 5 6 No Kecamatan Kebun 4. Damang 2.4 Penguasaan Lahan Pertanian Oleh Petani di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006 Jumlah Manuhing dan Manuhing Raya 4. diperoleh informasi bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai dan diusahakan untuk pertanian adalah 3.03 Jenis Lahan (Ha) Ladang Sawah 0.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006.5).00 0. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas adalah 72.48 3.08 1.40 3.04 3.87 0.00 b.102 .00 0.

prasarana transportasi darat di Gunung Mas mencakup jalan sepanjang 952 km yang terdiri dari 20. tapi prasarana transportasi utama masih mengandalkan sungai dengan menggunakan jenis perahu klotok dan speed boat.70 0.5. Sungai Rungan. Kerikil/Sirtu d.12. Sedangkan kondisi jalan yang rusak dan rusak berat mencapai 47. Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Gunung Mas Tahun 2007 Keadaan Jalan I. 19. Sebagian besar kondisi jalan rusak dan rusak berat berada pada jalur antara Palangka Raya ke Kuala Kurun yang saat ini masih dalam proses pembangunan.3. Jalur utama transportasi sungai adalah Sungai Kahayan.5 112 5 2006 67.12.40 109.49% merupakan jalan kabupaten.50 489. Aspal b.72 575.00 64.17 Jalan Provinsi 10.1%.67 192.3 71.4 72.5 dalam kondisi sedang.103 .00 16. Berdasarkan kondisinya maka hanya 6.33% jalan provinsi dan 60.50 81. Meskipun telah terdapat prasarana transportasi darat dan udara. darat dan udara. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Sungai Miri dan Sungai Manuhing.18% jalan negara.6 5 2.4 98. Sampai dengan tahun 2007. Infrastruktur a. Diharapkan dalam waktu 1 – 2 tahun kedepan akses jalur transportasi darat antara Palangka Raya dan Kuala Kurun sudah dalam kondisi baik.60 0. Perkerasan c. Jenis Permukaan a.00 184.0 8. Tabel 2.16.00 78.3 103 2.00 52.Profil Daerah Tabel 2.3 621.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Gunung Mas 2005 67.7 99.4 8.92 II .4% dalam kondisi baik serta 46.00 jalan Kabupaten 33.12. Tanah Jumlah Jalan Negara 16. Prasarana transportasi Prasarana transportasi yang terdapat di Kabupaten Gunung mas terdiri dari sungai.3 622.

Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Timur memiliki luas 3.037 Kwh dengan jumlah yang dijual sebesar 5. Rusak 8.30 Jumlah 192.761.20 575.20 211.10 c.70 200. maka di setiap kecamatan sejak tahun 2004 terdapat pelayanan jasa telepon seluler (Telkomsel dan Satelindo) disamping sarana komunikasi utama yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indoneia (Telkom). Tahun 2007 ini. BPS.92 II. Rusak Berat 4.115º Bujur Timur dan 1º2’ Lintang Utara .2º5’ Lintang Selatan.834 km² (atau 2.999 juta dan seluruhnya masih dari dalam negeri.34 79.13.977 Kwh kepada 4. jumlah pelanggan air PDAM pada tahun 2007 sebanyak 1. Jumlah pelanggan yang terdaftar pada tahun 2007 mengalami peningkatan 1.17 184.707 m3. c. 2008 b.60 b.104 .00 Sumber : Gunung mas Dalam Angka. Prasarana komunikasi Salah satu sarana komunikasi yang dimanfaatkan masyarakat Gunung Mas adalah Pos. Kondisi Jalan a. Untuk Sarana komunikasi melalui fasilitas telepon.00 d.579 pelanggan.00 70.08% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 1. Berdasarkan data PDAM Kabupaten Gunung Mas. jumlah produksi listrik di wilayah Gunung Mas mencapai 5.564 km²) dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2002.13. Kondisi Geografi dan Demografi a.50 10. Kurun dan Tewah. 333 juta dan Rp.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keadaan Jalan Jalan Negara Jalan Provinsi jalan Kabupaten 33. Secara astronomis Kabupaten ini terletak pada posisi 114º . 2. terdapat 5 kecamatan yang belum memiliki unit PLN. Jumlah wesel pos yang diterima dan terkirim sebesar Rp.381. KABUPATEN BARITO TMUR 2.1.150 pelanggan. Kemampuan PLN wiayah Gunung Mas untuk memproduksi listrik sebesar itu didukung dengan 22 unit mesin diesel.33 24. Jumlah kantor pos di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 3 kantor. yang terdapat di Kecamatan Sepang. Secara administratif. Kabupaten Barito Timur ini memiliki batas wilayah sebagai berikut : II . 2.50% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah : 153.596 pelanggan dengan kebutuhan total air minum sebanyak 312. Prasarana listrik dan air minum Dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Gunung mas. Sedang 163. Baik 16.82 130.

Topografi dan iklim Kondisi fisik wilayah (fisiografi) Kabupaten Barito Timur.17%).011 Ha. (31. : 225 km2 terdiri dari 7 desa. pada bagian utara dan timur sebagian besar berada di wilayah daratan dengan tingkat ketinggian antara 0 .82%). (38.28%).73%). : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. 2 2 Pada tahun 2006 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur No. (27. b.8%.007 km terdiri dari 18 desa dan 1 kelurahan. 1990) pada tingkat ordo tanah. (2. dan : 258 km terdiri dari 5 desa dan 1 kelurahan. terbagi atas 6 (enam) wilayah kecamatan serta 68 desa/kelurahan (terinci 65 desa dan 3 kelurahan) dengan rincian sebagai berikut: 1) Dusun Tengah 2) Pematang Karau 3) Awang 4) Patangkep Tutui 5) Dusun Timur 6) Benua Lima : 1. serta Kecamatan Dusun Timur dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Dusun Timur dan Paju Epat.532 km2 terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan. sedangkan pada bagian barat dan selatan terdiri atas daerah (rawa). Pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur No. : 203 km2 terdiri dari 8 desa.50 meter diatas permukaan laut (dpl) dan tingkat kemiringan antara 0 . 14 Tahun 2007 tentang pembentukan desa di Kabupaten Barito Timur menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan 102 desa dan 3 kelurahan.11 Tahun 2006 ada dua kecamatan yang dimekarkan yaitu Kecamatan Dusun Tengah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Dusun Tengah.Profil Daerah • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan fisiografi wilayah Kabupaten Barito Timur dapat digolongkan 4 (empat) bagian utama sebagai berikut : • • • • Hutan belantara seluas 146. Satuan wilayah administrasi Kabupaten Barito Timur pada awal pemekaran. Berdasarkan peta tanah tinjau skala II .105 . dan Tanah lainnya seluas 104.rawa seluas 122. Sungai/ danau / genangan air seluas 10. dan : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. : 1. Sementara itu untuk jenis dan penamaan tanah dilakukan menurut sistem Soil Taxanomy (USDA. dan Paku.467 Ha.765 Ha.400 Ha. : 579 km2 terdiri dari 10 desa. Rawa. Raren Batuah. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.

000. Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur pada tahun 2005. perkebunan. alfisol. (38.218 jiwa terdiri atas 41. Untuk wilayah Kabupaten Barito Timur yang sebagian besar berada pada wilayah daratan dan perbukitan dengan tanah mineral.000 (Puslitanak. dan peternakan. Sungai/danau/genangan air seluas 10.834 km² yang berada pada ketinggian 0 – 50 m dpl terdiri dari kawasan sebagai berikut Hutan belantara seluas 146. dan mollisol pada lahan kering sebagian besar telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan (ladang) dan perkebunan (terutama kebun Karet dan Rotan). terutama tanah ordo ultisol. (27. dengan tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Timur masih tergolong tidak padat yaitu baru mencapai 19 jiwa/km² dengan pertumbuhan penduduk rata. Bila diamati menurut kecamatan terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti. Demografi Jumlah penduduk menurut hasil registrasi Badan Kependudukan. yaitu mencapai 197.82%). Oxisol. Agama yang dianut mayoritas di Kabupaten Barito Timur antara lain : Kristen Protestan. dan Spodosol. serta kawasan pemukiman dan pembangunan perkotaan.17%). Rata-rata curah hujan per tahunnya relatif tinggi.73%). Inceptisol.467 ha.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 1 : 1. Katolik. yaitu Kota Ampah (Ibukota Kecamatan Dusun Tengah) yang merupakan pusat utama kegiatan perekonomian untuk Kabupaten Barito TImur dengan tingkat kepadatan paling tinggi mencapai 33 jiwa/km² diikuti oleh kecamatan Dusun Timur dengan Ibukota Tamiang Layang yang sekaligus Ibukota Kabupaten Barito Timur dengan tingkat Kepadatan Penduduk 10 jiwa/km². (2. Lahan dan penggunaannya Total luasan Kabupaten Barito Timur seluas 3.382 laki-laki dan 39.28%). Alfisol. Tipe iklim Kabupaten Barito Timur adalah tropis dan relatif panas. Islam.836 wanita. Rawa.rawa seluas 122. II . (31. Wilayah daratan terdiri dari kawasan hutan produksi. oxisol.rata 2%. dan Kaharingan. kawasan konservasi.67 mm. 1985) di Kalimantan Tengah terdapat 8 (delapan) ordo tahnah yang tersebar pada wilayah kabupaten/ kota yaitu terdiri dari Histosol. berjumlah 81. Entisol. Ultisol.400 ha. 2000) dan peta Land System dan Land Suitability skala 1 : 250. Secara umum masyarakat Barito Timur dikenal agamis dengan kerukunan dan toleransi beragama cukup tinggi. d. c.011 ha.765 ha.000 (RePPPort. dimana pada siang hari suhu mencapai 34ºC. dan Tanah lainnya seluas 104. kawasan pengembangan khusunya untuk pengembangan sektor pertanian.106 . Mollisol.

000 ha dengan dominasi hutan galam. dan lahan produktif di beberapa lokasi transmigrasi. Potensi ternak yang dapat dikembangkan berupa ternak besar.Profil Daerah 2. Pada sektor peternakan potensi yang dimiliki meliputi potensi dan daya dukung pengembangan bidang peternakan berupa lahan potensial ± 60 ha dengan dukungan padang rumput dan lahan penggembalaan pemeliharaan seluas 62.000 ha.127 ha yang mampu menampung sekitar 170.600 ekor sapi bali. Tiap tahun rata-rata menghasilkan 20. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini masih perlu lebih baik.107 . Salah satu komoditas perkebunan yang 3 prospektif dikembangkan adalah kelapa sawit.1 (Tabel 2. tegalan dan juga tersedia lahan sawah fungsional. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . anak sungai. kecil dan unggas. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Pengembangan ternak besar dilakukan denganc ara penggemukan dan pembibitan. Salah satu sumber daya penting yang dimiliki adalah adanya sumber daya lahan pertanian baik lahan pasang surut. Selain itu terdapat potensi kelautan seperti di Kecamatan Tabunganen dengan kawasasn perairan pantai/laut seluas 20. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.2.315 ha. Ketersediaan sungai besar.13. Sumber daya alam Kabupaten Barito Timur memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk Kesejahteraan bersama.1). Sumber daya perikanan potensial yang dimiliki antara lain kondisi geografis sebagian besar wilayah Barito Timur yang dikelilingi oleh sungai. Potensi sumber daya alam bidang perkebunan meliputi potensi lahan rawa gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 112.6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. kanal dan jalan darat merupakan sarana yang memudahkan aksesibilitas maupun distribusi hasil produksi. b. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 135 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 167.900 km2 dan lahan budidaya air payau (tambak) seluas 3.000 m kayu galam dengan berbagai ukuran. nilai IPM Kabupaten Barito Timur adalah 71. Wilayah Barito Timur merupakan areal hutan rawa gambut seluas 60. nilai IPM Kabupaten Barito Timur tergolong sedang berada pada posisi ke 8 (delapan) diantara 14 kabupaten/kota.13.

peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.5 67. Peningkatan relevansi pendidikan.1 167 12 620. Tabel 2. S-1 dan Program Pascasarjana. Indikatornya antara lain: peningkatan usia harapan hidup.1. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dengan mengacu pada visi dan misi Indonesia Sehat dan Kalimantan Tengah tahun 2010.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Timur 2005 2006 67.6 8.1. ditempuh strategi dan kebijakan antara lain: • • • • Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.6 97.” Untuk mewujudkan visi tersebut.1 70. Visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bartim adalah: “Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.6 135 5.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.3 617. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.6 7. dan Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. ketrampilan dan kesehatan.07 8 Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. “Kabupaten Barito II . serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.4 94.108 .13. Peningkatan mutu pendidikan.2 71.13. Pembangunan • • • • kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. program kesehatan Kabupaten Barito Timur menetapkan visi. dan peningkatan produktivitas kerja.

pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Tamiang Layang.5 km. Jika dilihat dari kondisi permukaan jalan. Misi program pembangunan kesehatan yang dilakukan antara lain: • • • • Menggerakkan pembangunan wilayah kecamatan yang berwawasan kesehatan. Jika ditinjau dari kondisinya. b. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan mengalirnya arus barang dan jasa. Jalan Negara sepanjang 103. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito timur tahun 2006. Menurut data tahun 2003. panjang jalan darat di wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 1. Peningkatan kondisi ruas jalan di Kabupaten Barito Timur terus diupayakan. yang terbagi atas Jalan Negara sepanjang 121. keluarga. Transportasi darat berupa mobil angkutan.. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. Transportasi di Barito Timur terdiri dari transportasi darat dan sungai. 2.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu.13. speed boat. merata dan terjangkau. dan jalan kerikil sepanjang 127. Terminal Anjir Pasar.3 km. Prasarana listrik dan air minum Dari 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini pada tahun 2004 telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.088 unit/rumah atau meningkat 18. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.707 II . guna memperlancar arus transportasi. bus air dan motor boat. Jalan Provinsi sepanjang 105. dan Terminal Tabukan. dan Jalan Kabupaten sepanjang 856. jalan tanah sepanjang 248.Profil Daerah Timur Sehat Tahun 2008”.5 km.109 .6 km. Terminal Handil Bakti.9 km.011. dan kondisi rusak berat 266. kondisi sedang 40 km. Infrastruktur a.70 km. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Bartim. maka panjang jalan dengan kondisi baik 317.52 km.3. maka sebagian besar jalan yang sudah di aspal yaitu sepanjang 321.1 km. serta tersedia Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. Jalan Provinsi sepanjang 182.6 km. dan Mendorong kemandirian masyarakat kecamatan untuk hidup sehat.90 km. masyarakat dan lingkungan.4 km. dan Jalan Kabupaten sepanjang 707 km.

5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. Sebelumnya.507 unit.025 3 SLTP/MIS 23 2.238 1.675 1.13. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. d.13. Tabel 2.Barito Timur 2007 II . Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Barito Timur tahun 2002 No. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat). meningkat 11. 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan Dokter Jumlah 14 66 115 1 16 54 266 Keterangan 9 Dokter Umum 5 Dokter Gigi Bidan Pengatur Rawat Apoteker/Ass Apoteker SPKU/Pembantu Perawat Tenaga Teknis Jumlah Sumber: Kab.598 unit). maka pemerintah Kab Barito Timur merehab 18 sekoilah yang terletak di beberapa desa.826 164 5 SMK 2 240 49 Jumlah 205 15. yaitu RSUD Tamiang Layang tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C. Tabel 2. dan Murid Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kabupaten Barito Timur No Jumlah Jumlah Jumlah Sekolah Murid Guru 1 Taman Kanak-Kanak 23 491 42 2 Sekolah Dasar 147 10. Puskesmas Perawatan 1 buah. c.110 . Prasarana pendidikan Pendidikan hal yang mendasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menyikapi luasnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.3. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dan Lain-lain. Fasilatas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. Perkembangan sarana pendidikan di Kabupaten Bartim adalah sebagai berikut. Guru. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4.2. 2005 Jenjang Pendidikan e. dan Puskesmas Pembantu 41 buah. Prasarana kesehatan Kabupaten Bartim memiliki fasilitas rumah sakit.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah unit/rumah. Jumlah Sekolah.555 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Timur.880 275 4 SLTA/MA 10 1. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas 6 buah.

14. dan : Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas. (9) Sungai Babuat. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. yaitu: Murung. (5) Sumber Barito.14. Luas wilayah mencapai 23. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Murung Raya adalah: • • • • Sebelah utara : Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur). Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4. (3) Laung Tuhup.Profil Daerah f.1. BNI 46 Cabang Tamiang Layang. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. KABUPATEN MURUNG RAYA 2. 9 kelurahan. g.111 . Sebelumnya. Tanah Siang. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. 3 tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk 10 kecamatan. 5 tahun 2002 yang meliputi 5 (lima) kecamatan. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Bartim beroperasi tiga bank. Laung Tuhup. Luas Wilayah Murung raya seluas 23. (8) Seribu Riam. dan 115 desa. pemerintah Kabupaten Bartim telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer. berdasarkan Perda No. dan Sumber Barito.65 km dengan total biaya Rp.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. O O 2 O O 2 II . dan (10) Barito Tuhup Raya. yaitu: (1) Murung. (4) Permata Intan. (7) Uut Murung. Sejak tahun 2007. BRI Cabang Tamiang Layang. (6) Tanah Siang Selatan.000 km. Kondisi Geografi dan Demografi a.700 km dengan posisi geografis 0 53’48” – 0 46’06” LU dan 113 20’ – 115 55’ BT. yaitu: BPD Cabang Tamiang Layang. Baru pada tanggal 2 Juli 2002 ditetapkan sebagai Kabupaten Murung Raya dengan UU No. (2) Tanah Siang.7 miliar. 6. terdiri dari 10 kecamatan. : Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) dan Barito Utara.700 km . 2. Permata Intan. daerah ini merupakan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya. 25. Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Utara dan Kapuas. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Murung Raya (Murung Raya) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Puruk Cahu.

kawasan hutan produksi. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumber Barito (9. Topografi dan iklim Wilayah Kabupaten Murung Raya dilintasi oleh Sungai Barito dan beberapa anak sungai dengan panjang dan kedalaman sungai yang sangat berfariasi. berkisar 2.185 jiwa atau dengan sex ratio 108.20%).832 jiwa dan penduduk perempuan 42. Sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Siang yaitu 118.000 mm/tahun. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya. hutan produksi terbatas. karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan curah hujan cukup tinggi. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya sejak tahun 200-2003 rata-rata 5.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. diikuti Kecamatan Murung (6. Beberapa cabang atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu: Sungai Laung (35. cagar alam. Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15. Penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 45. Kedalaman dasar berkisar antara 3 – 8 m dan badan sungai lebih dari 25 m. Demografi Jumlah penduduk sampai akhir tahun 2007 adalah 88.43% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.71 jiwa per km .112 2 . Curah hujan rata-rata 2.75 km) dan Sungai Busang (75.25 km). 2 d. Hal ini berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 110 penduduk laki-laki..75 km).5OC.20%.04%).017 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0. Suhu siang hari rata-rata 26. c.33%) dan Permata Intan (6.700 km merupakan wilayah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Tengah.23% pertahun.08%).56%) dan Tanah Siang (4. Kawasan pemukiman dan kawasan pengembangan budidaya.2OC.56% hingga 9.58% per tahun. Kabupaten Murung Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan panas.909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH) sekitar 85%. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya ratarata kerapatan 3. Pertumbuhan penduduk terendah tercatat pada Kecamatan Laung Tuhup (3. Sungai Joloi (40.500 – 4. Sungai Babuat (29. malam hari rata-rata 23. Lahan dan penggunaannya Total luas areal di Kabupaten Murung Raya seluas 23. Laju pertumbuhan penduduk per kecamatan berkisar antara 3.65. Sampai saat ini belum diperoleh data pasti Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten Murung Raya. kemudian II . Ratio penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2003 adalah 110.25 km). meskipun demikian penggunaan lahan di Kabupaten ini antara lian diperuntukkan bagi kawasan huutan lindung/kawasan konservasi.

Profil Daerah Kecamatan Sumber Barito 116 dan laung Tuhup 111. Semakin tinggi nilai sex ratio ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki semakin banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan pada periode tertentu

2.14.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

a. Sumber daya alam Kabupaten Murung Raya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat kembangkan. Wilayahnya yang luas dengan bentangan daratan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman hutan dan sumber daya hayati lainnya. Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati di Kabupaten Murung Raya masih relatif rendah dibanding dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar, kabupaten ini memiliki potensi bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa,dan bahan galian non logam lainnya.

b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006, nilai IPM Kabupaten Murung Raya adalah 71,6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71,0 (Tabel 2.14.1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se Provinsi Kalimantan Tengah, Nilai IPM Kabupaten Murung Raya termasuk rendah berada pada posisi ke 9 (sembilan) diantara 14 kabupaten/kota, hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah perlu ditingkatkan lebih baik. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Murung Raya Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.14.1. Tabel 2.14.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Murung Raya Tahun 2005 – 2006
IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67,6 67,8 6,6 7,0 99,3 99,3 624,6 71,0 134 9 627,4 71,6 133 2,06 9

Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan, ketrampilan dan kesehatan. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat II - 113

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Banjarmasin, Universitas Palangka Raya, serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3, S-1 dan Program Pascasarjana, yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pengembangan SDM melalui Pembangunan kesehatan diarahkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya antara lain: • • • • peningkatan usia harapan hidup; penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan; peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat; dan peningkatan produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.

2.14.3. Infrastruktur

a. Prasarana transportasi Transportasi di Mura terdiri dari transportasi udara, darat dan sungai. Bandar udara adalah eks lapangan terbang milik PT Indo Muro Kencana yang bisa didarati oleh jenis pesawat perintis. Transportasi darat berupa mobil angkutan, sedangkan transportasi

sungai berupa klotok, speed boat, bus air dan motor boat. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Mura, guna memperlancar arus transportasi, pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal AKAP di Puruk Cahu Seberang. Tabel 2.14.2. Kondisi jalan di Kabupaten Murung Raya hingga Januari 2008
No 1 2 3 4 5 6 Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Panjang (km) 50,00 399,90 481,35 455,52 20,00 50,57 1.457,34 Lebar (m) 4,50 6,00 6,00 4,00 2,00 6,00 HRS (km) ATB (km) 50,00 8,70 58,70 Latasir (km) 20,00 20,00

No 1 2 3 4 5 6

Lapen (km) 20,00 20,00

Kerikil (km) 30,00 30,00

Beton (km) 20,00 0,16 20,16

Tanah (km) 399,90 471,35 322,62 1.203,87

Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 114

Profil Daerah Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan ekonomi disuatu wilayah. Panjang jalan di Kabupaten Murung raya Tahun 2008 mencapai 1.457,34 km. Sejak tahun 2003 telah dan sedang dibangun Jembatan Sungai Barito Hulu yang melintasi Sungai Barito dengan realiasasi dana sebesar Rp. 41.489.381.000

b. Prasarana listrik dan air minum Sumber tenaga listrik di Kabupaten Murung Raya berasal dari uit pembangkit

perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan data realisasi pengusahaan PLN Ranting Puruk Cahu dan MISIF hingga Desember 2007 terdapat 4.081 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 4.438.150 kwh. Sementara jumlah produksi hanya sebesar 659.844 kwh dan daya distribusi yang tersedia sebesar 635.962 kwh. Tabel 2.14.3. Kondisi Produksi dan Distribusi Tenaga Listrik PLN di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 No. Uraian Produksi Disalurkan ke unit lain Pemakaian sendiri Susut distribusi Susut distribusi Tersedia distribusi Kwh terjual Jumlah pelanggan Daya tersambung Jumlah travo Panjang SUTM Panjang SUTR Daya mesin terpasang Daya mampu Beban puncak Uraian Satuan Kwh Kwh Kwh Kwh % Kwh Kwh Lg Kwh Unit kms kms Unit/Kw Kw Kw Satuan RTG P. Cahu 570.562 0 21.857 -15.644 -2,85 548.705 564.349 2.518 3.330.590 29 43.500 27.431 2.586 1.255 1.156 ULD Mangkahui 17.325 0 346 2.766 16,29 16.979 14.213 330 236.650 2 910 1.712 100 80 79 Sub RTG M. Laung 57.113 0 1.395 -501 -0,90 55.178 56.219 845 599.900 4 18.113 7.904 340 294 250 ULD Tb. Lahung 11.214 0 224 -3.075 -33,71 10.990 14.695 227 171.150 2 973 2.735 80 70 70 ULD M. Untu 3.630 0 60 545 15,27 3.570 3.025 161 99.500 2 1.150 2.150 40 40 20 Jumlah 659.844 0 23.882 -16.536 -2.60 635.962 652.501 4.081 4.438.150 39 64.646 41.932 3.146 1.739 1.575

1 Produksi Kwh 2 Disalurkan ke unit lain Kwh 3 Pemakaian sendiri Kwh 4 Susut distribusi Kwh 5 Susut distribusi % 6 Tersedia distribusi Kwh 7 Kwh terjual Kwh 8 Jumlah pelanggan Lg 9 Daya tersambung Kwh 10 Jumlah travo Unit 11 Panjang SUTM kms 12 Panjang SUTR kms 13 Daya mesin terpasang Unit/Kw 14 Daya mampu Kw 15 Beban puncak Kw Sumber: Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 115

931 No.774 Jumlah Kubikasi (M3) 340. Realisasi data pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut: Tabel 2.528 1 573 9 5.14.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Sumber air bersih di Kabupaten Murung Raya berasal dari air tanah atau air bersih dari perusahaan daerah air minumu setempat.732 62.198 443.498 33 4 14 11 0 5 2 13 185 6 3 1. Fasilitas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan hampir di seluruh kecamatan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Uraian Rumah Tangga Ind. Rumah Tangga RS Pemerintah Tempat Ibadah Sekolah Terminal Air Hidran Umum MCK Instansi Pemerintah Niaga Kecil Niaga Besar TNI/Polri Jumlah Tabel 2. Uraian Jumlah Pelanggan 1.116 .127 392.696 142 60.267 m3.143 PDAM UNIT IKK MUARA LAUNG Kubikasi Pelanggan (M3) 304 5.774 0 221 15 4.070 2 14.546 Sumber: Kabupaten Murung Raya.774 pelanggan dan total penyaluran air bersih sebanyak 443.219 713 6. II .267 c.265 6 3. Rumah Tangga 14 2.244 7.340 3. (Lanjutan) PDAM ABP MANGKAHUI Kubikasi Pelanggan (M3) 1 Rumah Tangga 155 22.335 8 3.250 1 55 1 0 1 0 3 84 0 5 221 2 15 3 36 35 953 0 1 33 356 6. Kondisi pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya PDAM PUSAT PURUK CAHU Kubikasi Pelanggan (M3) 931 295. 2008 No.985 0 0 0 0 3 946 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111 17. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).070 14.638 3 RS Pemerintah 2 140 4 Tempat Ibadah 1 59 5 Sekolah 0 0 6 Terminal Air 0 0 7 Hidran Umum 0 0 8 MCK 0 0 9 Instansi Pemerintah 0 0 10 Niaga Kecil 8 1.14.188 2 Ind.165 1. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dll. Sebelumnya.741 3.523 11 Niaga Besar 0 0 12 TNI/Polri 0 0 Jumlah 180 26.647 PDAM ABP PURUK CAHU SEBERANG Kubikasi Pelanggan (M3) 108 16. Terdapat seayak 4 unit pengolahan air di wilayah ini dengan total jumlah pelanggan sebanyak 1. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.821 18 4.4.690 10 4.4.

851 Ha). satu unit Gudang Farmasi. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan. Jumlah gedung sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 No. : 67 orang. : 3 orang. Tenaga Medis. 46 unit Pustu. Kota Palangka Raya terletak pada 6 40' . yaitu satu unit RSUD Puruk Cahu tipe D. 12 unit Polindes. dan lima unit mobil Puskesmas Keliling.1. 135 unit Posyandu. : 62 orang.15. : 2 orang. dengan luas wilayah 2.14.Profil Daerah d. 2. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Murung Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak sampai dengan SLTA.7 20' BT dan 1 30' – 2 30" LS. Prasarana kesehatan Kabupaten Mura memiliki fasilitas rumah sakit.15. Tabel 2.5. : 3 orang. KOTA PALANGKA RAYA 2. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. Pemda telah memprogramkan kunjungan dokter spesialis secara berkala. TK SD/MI 1 Murung 19 33 2 Laung Tuhup 6 44 3 Tanah Siang 2 40 4 Permata Intan 4 26 5 Sumber Barito 4 24 Jumlah 35 167 Sumber: Kabupaten Murung Raya. 2008 Kecamatan Jumlah Gedung SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 3 7 1 2 1 2 1 2 1 20 7 Jumlah 62 58 45 33 31 229 e. Kondisi Geografi dan Demografi a. 8 unit Puskesmas.678. Wilayah administrasi Kota Palangka II . Spesialis dan Paramedis yang tersedia pada saat ini adalah: • • • • • • • • Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker Skm Perawat Bidan Tenaga lainnya : 1 orang. dan : 54 orang.51 km (267.117 2 0 0 0 0 . : 17 orang.

Keadaan curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 252.2 knots dan terendah terjadi pada bulan Februari yakni sekitar 1. Bukit-bukit yang ada mempunyai ketinggian bervariasi antara 118 m sampai 197 m.50 km2.25 km2.1OC. (4).86 km2.51 km2 dapat terdiri dari (1) Kawasan Hutan 2. 352.54 km2.00 km2 dan 1. Suhu rata-rata tiap bulannya berkisar antara 23. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kota Palangka Raya sebesar 2. Jekan Raya. Batas-batas Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kota Palangka RayaGunung Mas. c.75 km2. Demografi Jumlah penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 sebesar 182. Sebangau.30 km2. terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 3. Kota Palangka Raya memiliki temperatur udara maksimum pada tahun 2006 berkisar antara 31.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Raya terdiri atas 5 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut. Rata-rata curah hujan per tahun di Palangka Raya adalah 266 mm.55% dan penduduk perempuan sebesar 92.14 km2. Namun demikian secara umum kelas lereng Kota Palangka Raya termasuk datar yaitu rata-rata <3%.118 .1O – 32. 583.572 orang atau 49. Berdasarkan data dari stasiun meteorologi Provinsi Kalimantan Tengah.45% dengan rata-rata kepadatan penduduk 68 orang/km 2 II .678. elevensinya semakin tinggi dari arah selatan ke utara. d.053.5OC sampai 27OC. Areal Perkebunan 22.41 km2.230 orang atau 50.802 jiwa.8 mm. dan : Kabupaten Katingan. : Kabupaten Gunung Mas. (3) Perkampungan 45. Topografi dan iklim Wilayah Kota Palangka Raya terletak pada ketinggian ± 13 m sampai 97 m di atas permukaan laut. (6) Lain-lain 69.6OC sampai 33. dan Rakumprit dengan luas masing-masing 117. (2) Tanah Pertanian 12.5 knots.485.62 km2. dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 90. yaitu perbukitan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling.65 km2. : Kabuaten Pulau Pisau. 572. Tempat tertinggi terletak di tengah wilayah kota Palangka Raya. Kota Palangka Raya merupakan daerah yang beriklim tropis seperti pada umumnya wilayah Indonesia.5OC dan temperatur minimum antara 20. Untuk keadaan kecepatan angin. b. Bukit Batu. (5) Sungai dan Danau 42.

119 .06 Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun). Tabel 2.2. Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 3. Penduduk perempuan di Palangka Raya lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki yang ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 98. 300.15.1.47%) tanah pertanian. Artinya hanya 1 dari 9 orang yang akan diterima sebagai tenaga kerja. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kota Palangka Raya yang utama melihat dari luas wilayah yang ada dengan penggunaan lahan 2. 22. 12.20.43 69. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.703.75 km ha 2 2 2 (92. danau dan lainII .767 jiwa atau 2. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 berjumlah 49% untuk laki-laki dan 51% untuk perempuan.06 km (14. Jika dilihat dari distribusi penduduk. Jumlah penduduk yang terbanyak adalah pada usia 15 . persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah Kecamatan Pahandut dengan jumlah 64.83%) perkebunan. Jumlah pencari kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja di setiap tingkat pendidikan baik laki-laki atau perempuan.51% dari total keseluruhan atau sebanyak 126. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 69. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin.06%. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.8%) merupakan kawasan 2 hutan.65 km (0. sungai. 2.Profil Daerah Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 44 penduduk tidak produktif.404 jiwa.30 km (0.939 jiwa atau 12%.485. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 44%.19 tahun sebanyak 21.15. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 46%.93%) untuk kawasan pemukiman dan sisanya adalah rawa.51 2. Perbandingan antara pencari kerja dan permintaan tenaga kerja pada tahun 2006 adalah 9 : 1. Kelompok Umur dan Prosentase Penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Persentase 28.

492 18. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Tabel 2. Peningkatan penduduk yang bersekolah selama tahun 2006-2007 merupakan keberhasilan Kota Palangka Raya dalam upaya memperluas pelayanan pendidikan.499 SLB 2 14 19 SMP 36 319 711 SMA 18 183 516 SMK 15 114 336 Sumber : Kantor Statistik Kota Palangka Raya. Banyaknya Sekolah. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.682 79 10. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Murid.043 Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah lain. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. 2008 Murid 4. Kota Palangka Raya telah mengembangkan beragam program dalam rangka memanfaatkan beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.2.15. b.894 6. Ruang Kelas. dan Guru Menurut Jenis Sekolah Jenis Sekolah Sekolah Kelas Guru TK 102 269 232 SD 102 819 1.120 . Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk di Kota Palangka Raya yang cenderung semakin meningkat.246 3. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.

Infrastruktur a.826 dan jumlah II . puskesmas. Jumlah kendaraan bermotor di Palangka Raya jauh lebih banyak daripada tak bermotor. pharingitis.43 km yang dibagi menurut jenis permukaannya yaitu aspal (453.121 . Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kota Palangka Raya adalah sektor jasa. gingivitis.3 Tabel 2. dan diare. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.08%).15. Data indicator tersebut pada tahun 2006 ditunjukan pada table 2. Indikator Kesehatan di Palangka Raya Tahun 2006. gastritis. pada tahun 2006. 161. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37.60%).3.24 km). Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (24. dokter gigi dan asisten apoteker. kerikil (27.318 kunjungan pada tahun 2006. Indikator Jumlah Rumah Sakit 3 Puskesmas 51 Tenaga Kesehatan 480 Apotek 39 Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.15.46%) dan pertanian (9. 2. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Jumlah kunjungan terbesar adalah pada penyakit ISPA yaitu sebanyak 49. pulpa. dan tanah (347. dan yang milik pemerintah sebanyak 3 buah.Profil Daerah dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. infeksi kulit. Sedangkan sisanya adalah dokter umum. Indikator kesehatan terletak pada jumlah rumah sakit. 167 orang.46 km). konstruksi (12. alergi kulit. 2007 Tenaga kesehatan terbesar adalah bidan. jumlah kendaraan bermotor adalah 46. penyakit tekanan darah tinggi. banyaknya apotek. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kota ini.15.73 km). banyaknya tenaga kesehatan. Panjang jalan di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 adalah 828. dan jumlah kunjungan penyakit terbanyak. perawat dan tenaga teknis dengan jumlah masing-masing 110. Keluhan-keluhan penyakit lain dari penduduk antara lain penyakit pada system otot jaringan. Apotek di Palangka Raya sebagian besar milik swasta yaitu sebanyak 36 buah. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.3.41%.

dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11. Sekolah TK di Kota Palangka Raya sebanyak 113 unit yang tersebar di 9 kecamatan. S D 3. Tabel 2. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon dan telepon seluler untuk sarana hubungan secara langsung.927 pelanggan berarti terjadi peningkatan jumlah pelanggan.461 Jumlah pelanggan air minum selama tahun 2006 tercatat sebanyak 13.708.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kendaraan tak bermotor adalah 1.15. kantor pemerintahan (170 pelanggan). Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kota Palangka Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Di Kota Palangka Raya terdapat 995 buah kantor pos yang tersebar di lima kecamatan. T K 2. SLTA -SMU -SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 1 112 227 0 30 1 9 6 7 4 2 2 267 119 Murid Negeri Swasta 140 4894 33470 0 6382 19 2024 657 1266 354 758 303 42016 5570 Guru Negeri Swasta 22 375 2050 0 500 13 188 88 112 43 76 45 2760 476 Jumlah Sekolah 113 227 31 15 11 4 386 Sumber : BPS Kota Palangka Raya.158) kemudian diikuti perusahaan (809 pelanggan).122 .4. Jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga (12. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Palangka Raya Sekolah 1.156. Jumlah KWH yang dibangkitkan pada tahun 2006 adalah 126. 2007 II . c. SLTP 4. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara.713 dan jumlah KWH yang dijual adalah 113. b. badan sosial dan rumah sakit (240 pelanggan) dan umum (8 pelanggan). Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kota Palangka Raya. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 227 unit. d.568. Kendala yang dihadapi dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah ini adalah masih terbatasnya kendala prasarana jalan dari pusat-pusat produksi di wilayah pedesaan ke pusat pemasaran di Kota Palangka Raya. Jumlah Sekolah.385 pelanggan.

2007 Kecamatan Asisten 3 Tenaga Teknis 26 9 122 10 - II . e. Bukit Batu 1 5. puskesmas pembantu 43 unit.Profil Daerah Berdasarkan data yang ada. 110 bidan. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kota Palangka Raya. 60 unit dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 4 unit. Sabangau 2 5 7 3. Pahandut 7 2 32 42 2.15. 2007 Tabel 2. dan 167 tenaga teknis. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 8 unit. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya terdapat 3 rumah sakit yang terletak di Kecamatan Pahandut.123 .15. kecuali Kecamatan Rakumpit. Jekan Raya 4 4. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas hampir di seluruh kecamatan. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. 18 unit Madrasah Tsanawiyah serta 6 unit Madrasah Aliyah. 161 perawat.5. Jekan Raya 14 9 60 82 4. Bukit Batu 4 1 13 30 5. Sabangau 1 3. tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 31 unit SMP terdiri 30 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta. Tahun 2006 Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu 12 2 18 11 - 3 1. 3 asisten apoteker. Tabel 2. Selain dari Sekolah Umum terdapat juga 17 unit Madrasah Ibtidayah. Pahandut 2 2. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Palangka Raya Tahun 2006 Dokter Dokter Bidan Perawat Umum Gigi 1.6. 12 dokter gigi. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Palangka Raya terdiri dari 27 orang dokter umum. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 11 unit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful