P. 1
BAB 02 Profil Daerah Kalteng_Final

BAB 02 Profil Daerah Kalteng_Final

|Views: 1,153|Likes:
Dipublikasikan oleh Yeniwati Burhamsyah

More info:

Published by: Yeniwati Burhamsyah on Dec 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

BAB II.

PROFIL DAERAH
2.1. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Palangka Raya secara geografis terletak antara 0 45’ Lintang Utara, 3 30’ Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur : Laut Jawa : Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan : Kalimantan Barat
2 o o o

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah 153.564 km atau 8,25% dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia, dan merupakan Provinsi terluas ketiga setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Tengah meliputi 13 Kabupaten dan satu Kota, dengan luas setiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.1. Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Tengah 2007
Luas km2 Persentase 1 Kota Waringin Barat 10.759 7,01 2 Kota Waringin Timur 16.496 10,74 3 Kapuas 14.999 9,77 4 Barito Selatan 8.830 5,75 5 Barito Utara 8.300 5,40 6 Sukamara 3.827 2,49 7 Lamandau 6.414 4,18 8 Seruyan 16.404 10,68 9 Katingan 17.800 11,59 10 Pulang Pisau 8.997 5,86 11 Gunung Mas 10.804 7,04 12 Barito Timur 3.834 2,50 13 Murung raya 23.700 15,43 14 Palangka Raya 2.400 1,56 Jumlah 153.564 100,00 Sumber : Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka, 2008 No Kabupaten/Kota Jumlah Desa/Kelurahan 84 150 186 96 103 32 83 91 153 89 126 65 118 30 1.406

Daerah yang paling luas adalah Kabupaten Murung Raya 23.700 km2 (15,43%) dan Kabupaten Katingan 17.800 km (11,59%),
2 2

sedangkan wilayah terkecil adalah Kota

Palangka Raya dengan luas 2.400 km (1,56%).

II - 1

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 – 150 diatas permukaan laut dengan

kemiringan 8 -15 derajat. Hanya sebagian kecil, yaitu daerah di sebelah utara dengan topografi berbukit yaitu terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter diatas permukaan laut. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata pada siang hari 33 C dan pada malam hari 23 C. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi yaitu 60% per tahun. Rata-rata curah hujan bulanannya mencapai 200 mm. Pada tahun 2007 curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sampai April, sedangkan bulan kering/kemarau terjadi antara Juli sampai dengan Oktober. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa dan banyak sungai besar dan kanal (anjir). Terdapat 11 sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil yang masuk wilayah Kalimantan Tengah. Sungai-sungai besar dengan
O O

kedalaman 5 – 8 m dan lebar berkisar 100 -500 m diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.2. Nama Sungai di Kalimantan Tengah Menurut Panjang, Kedalaman dan Lebar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Nama Sungai Panjang (km) Dapat Dilayari (km) 150 190 250 100 300 270 520 150 500 420 700 Rata-rata kedalaman 8 4 6 6 5 6 6 5 7 6 8 Rata-rata lebar 150 100 150 250 250 350 250 100 450 450 500

Sungai Jelai 200 Sungai Arut 250 Sungai Lamandau 300 Sungai Kumai 175 Sungai Seruyan 350 Sungai Mentaya 400 Sungai Katingan 650 Sungai Sebangau 200 Sungai Kahayan 600 Sungai Kapuas 600 Sungai Barito 900 Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008

Selain sungai di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat anjir/kanal yang menghubungkan antar wilayah desa maupun kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 15.356.699,80 ha sebagian besar berupa kawasan hutan. Pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah berdasarkan RTRW

Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari kawasan hutan lindung 2.250.887,66 ha (14,66%) dan kawasan budidaya 13.105.822,14 ha (85,34%). Penggunaan lahan

berdasarkan rencana RTRW Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 2.1.3. II - 2

Profil Daerah Tabel 2.1.3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007
No A. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kawasan Hutan Lindung 1 Hutan Lindung (HL) 2 Cagar Alam (CA) 3 Taman Wisata (TW) 4 Taman Nasional (TN) 5 Suaka Marga Satwa (SM) 6 Perlindungan dan Pelestarian Hutan (PPH) 7 Konservasi Mangrove (km) 8 Konservasi Air Hitam (KEAH) 9 Konservasi Flora dan Fauna (KFF) 10 Konservasi Gambut Tebal (KGTB) 11 Konservasi Hidrologi (KH) Jumlah A B Kawasan Budidaya 1 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 4 Hutan Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL) 5 Hutan Tanaman Industri (HTI) 6 Areal Transmigrasi 7 Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) 8 Kawasan Handil Rakyat (KHR) 9 Perairan (DS) Jumlah B Total (A+B) Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Luas (ha) 766.392,06 235.079,45 19.142,61 488.056,29 71.664,71 1.628,43 31.018,40 37.225,55 161.849,04 253.797,99 185.023,14 2.250.887,66 3.784.495,64 4.232.518,38 2.789.108,09 1.925.057,79 21.958,04 137.920,13 59.046,32 155.716,95 13.105.822,14 15.356.699,80 %

4,99 1,53 0,12 3,18 0,47 0,01 0,20 0,24 1,05 1,65 1,20 14,66 24,64 27,56 18,16 12,54 0,14 0,90 0,38 1,01
85,34 100,00

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.3 di atas, kawasan budidaya di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berupa daerah hutan baik berupa hutan rawa, gambut, dan hutan produksi. Sebagian kawasan hutan di Kalimantan Tengah berupa lahan gambut dan pernah dijadikan proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan pemerintah pada tahun 1995. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan

berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal) dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101 - 200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan, serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan, sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.

II - 3

958.748 89. Sebaran penduduk di Kalimantan Tengah terpadat terdapat di Kota Palangka Raya yaitu 77 jiwa per km dan terkecil di Kabupaten Murung Raya 4 jiwa per km2. sebagian besar (80.261 43.986 27.91%). yaitu didominasi oleh penduduk berumur produktif 10 sampai 14 tahun.052.360 39.433 71.556 jiwa atau 51.515 2 Kotawaringin Timur 79.509 44.250 116. 2.505 44.851 3 Kapuas 128.323 Jumlah (2007) 561. terdiri dari penduduk laki-laki 1.935 110.028.266 59.061 6 Sukamara 10.576 56.004.984 57.889 53.189 65.304 61.986 Penduduk Perempuan 106.59% atau dengan sex ratio 106%.678 12 Barito Timur 22.590 29. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di daerah dengan akses infrastruktur umum memadai seperti ibukota Provinsi atau di ibukota Kabupaten.354 93.41% dan penduduk perempuan 994.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.034 14 Palangka Raya 45.753 46.046 57.890 1.220 58.54%) diikuti Kotawaringin Timur (15.622 136.432 322.108 167.132 20.994 975. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kotawaringin Barat 57.907 Jumlah 2005 483.174 153.110 1.1. 2 Kabupaten terbanyak penduduknya adalah Kabupaten Kapuas (16.362 94.576 994.550 2. Sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah terluas ketiga di Indonesia dengan ditandai lahan yang membentang luas dimana sebagian besar masih ditutupi tumbuhan/vegetasi tropis yang sangat beragam jenisnya.258 168.228 18.4 2 .220 952.556 1.236 9 Katingan 33.428 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat juga dilihat bahwa penyebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah belum merata.949 5 Barito Utara 28.002 4 Barito Selatan 32.920 13 Murung raya 21.973 171. Provinsi Kalimantan Tengah II .644 7 Lamandau 15.73%) dan Kotawaringin Barat (10.047.2.13%) berumur 10 tahun ke atas . Dari keseluruhan penduduk Kalimantan Tengah.442 Jumlah 223.524 119.214 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/kota Laki-laki 117.834 92.005.052.513 60.325 48. Tabel 2. Demografi Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 sebanyak 2.081 338.994 jiwa atau 48.047.577 Jumlah (2006) 498.1.550 jiwa.547 1.4.716 188.123 2.766 88.995 43.583 124.070 63.900 10 Pulang Pisau 30. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong jarang yaitu rata-rata hanya 13 orang per km . Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.385 8 Seruyan 32.079 11 Gunung Mas 21.

hal ini II . karet dan kelapa dalam. b. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. rawa. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Wilayahnya memiliki hamparan yang luas kaya akan hijauan sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. danau dan perikanan laut. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. baik berupa hutan dengan berbagai vegetasi baik berupa mangrove.2 (Tabel 2.4 atau sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 73.Profil Daerah memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih tersedia dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. rawa dan laut. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).5 .5. Selain sumber daya alam tersebut diatas Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang melakukan penataan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. pertanian dan perkebunan. yaitu indikator kesehatan (indeks harapan hidup). nilai indeks IPM adalah 73. Dibidang pertambangan potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. Pemanfaatan potensi hutan di wilayah ini semakin diperketat guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan.). Bila dibandingkan dengan nilai IPM secara nasional. Beberapa potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sumber daya hutan. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C dan gambut yang besar dan potensi batubara. hutan bakau dan aneka tanaman hutan. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.1. tambang. baik peternakan besar. Dibidang perikanan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan sungai. Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana telah disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya berupa hutan. maka nilai IPM Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi ke 5 (lima). kecil maupun unggas.

6 73.9 12 Lamandau 70.6 71.4 70.7 70.9 70.1.1.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.2 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab/upatenKota 2006 77.8 3 Kotawaringin Timur 72.000) IPM Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kaliamntan Tengah 2005 2006 70.3 Kalimantan Tengah 73.0 14 Pulang Pisau 69.9 73. Tabel 2. pengembangan SDM di Provinsi Kalimantan Tengah masih perlu untuk terus ditingkatkan.5.0 624. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kalimantan Tengah Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.1 73.0 10 Katingan 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah No IPM 2005 1 Kota Palangka Raya 77. Indikator lain yang digunakan untuk melihat II .5 71. Namun demikian bila dilihat peringkat menurut kabupaten/kota.4 73.1 9 Murung Raya 71.2 5.3 5 Gunung Mas 71.0 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.5 97.6 71.4 72. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.6.3 11 Seruyan 70.6. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengindikasikan bahwa pembinaan SDM di provinsi ini relatif lebih baik.5 623.7 72.6 .0 97.9 72. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.2 13 Sukamara 70.5 6 Kapuas 71.6 8 Barito Timur 70.8 7.4 5.8 7 Kotawaringin Barat 71.2 71.0 2 Barito Utara 72.4 69. Tabel 2.3 72.9 71.9 8.5 4 Barito Selatan 71.

Sektor lainnya yang juga banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (10.84% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat Diploma serta S1 atau lebih dengan persentase 6.88%).211 Belum Bekerja 51. lulus setingkat SLTP (22. Ini berarti penduduk di Kalimantan Tengah sebagian besar bekerja pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill. atau secara ratarata penduduk Kalimantan Tengah sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.19%). Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sebanyak 68.963 Jumlah 1.301 Lainnya 38. seperti pekerja kasar.16%).12%. Tabel 2.831 Bekerja 1. II . Pada Tahun 2006 TPAK Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 61.077.440 Sekolah 104.7 .271 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.438.96%.72%) dan jasa kemasyarakatan (7. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. yang lulus SLTA sederajat hanya 16.176 Mengurus Rumah tangga 217.620 Bukan Angkatan Kerja 360. sebagian besar memiliki jenjang pendidikan maksimal Sekolah Dasar (54.1. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kalimantan Tengah adalah sektor pertanian. yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun. Jenis Kegiatan utama Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah per Pebruari Tahun 2008 No A 1 2 B 3 4 5 Jenis Kegiatan Utama Jumlah Angkatan Kerja 1.Profil Daerah kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. yaitu 8 tahun. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja.026.48%. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 mengalami sedikit peningkatan.7.

753 8 Keuangan 8. sebagai prasarana transportasi yang penting lainnya di Kalimantan Tengah adalah prasarna transportasi air.110 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Lapangan Usaha Persentase 68.27 3.265 6 Perdagangan.018. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 3.1. sepanjang 2. Gas & Air Bersih 1. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibu kota kecamatan dan Kabupaten di Kalimnatan Tengah. Selain prasarana jalan.95 10.00 2. Alat transportasi air yang digunakan meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal.) Sebagian besar (66.96 100.61%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 1.184 9 Jasa kemasyarakatan 91.77%).65 7.06%) dari panjang jalan tersebut atau 8. kelotok. Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.005 10 Lainnya Jumlah 1.03 km (15.258.95 km dan jalan kabupaten sepanjang 8. jalan provinsi 1.858. Prasarana transportasi Salah satu prasarana transportasi darat yang penting berupa jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas penduduk dan barang dari satu daerah ke daerah lain.11 2. speed boat.39%). II .1.707.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.47 km yang terdiri dari jalan negara 1.70 km (30.54 km (18.9. Sebagian besar permukaan jalan di Kalimantan Tengah masih berupa tanah (56. tongkang dan tiong dan truk air. atau sebagai sarana perhubungan dengan provinsi lain.22 0.8 .31%) dalam keadaan baik.96 3.95 km.1.19 68.133. Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 10 pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Tengah.707 3 Industri Pengolah 41.8. Infrastruktur a.265.29 0. Panjang jalan di Kalimantan Tengah pada tahun 2007 adalah 12.714.57 km (Tabel 2. Restoran 129.571 4 Listrik.364 5 Bangunan 37.710. Komunikasi 40.19 km keadaan rusak dan rusak berat. Hotel.733. long boat.900 7 Angkutan. Penduduk 10 tahun Keatas di Provinsi Kalimantan Tengah Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Tahun 2007 Penduduk (Tahun 2007) 1 Pertanian 872.361 2 Pertambangan & penggalian 42.3.38 3.

24 1.84 Lainnya 0 Rusak Berat 319. Banyaknya air bersih II .216.212 BN b.557.03 2.714.01 Kabupaten 901.95 8.59 5.789.022 Kwh.9.27 C.356.133.212 C.19 447.710.70 1.20 894.72 341. Asan Beringin Sangkalemo Sanggu Dirung Kuala Pembuang Tumbang Samba Nama Kota Palangka Raya Pangkalan Bun Sampit Muara Teweh Kuala Kurun Buntok Puruk Cahu Kuala Pembuang Tumbang samba Type / jenis pesawat Boeing 737-300.96 Provinsi 311.47 Jumlah 1.95 1.98 1.707.27.06 Jumlah 1.38 Rusak 302.39 Tanah 354.710. F.80 3.70 Kerikil 311.57 12.054 Kwh. F28.57 12.1.697.733.582 KWh dan susut/hilang 37. Sumber pengolahan air bersih bersumber dari sungai atau air tanah yang diolah melalui unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah.75 3.212 C.158. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual terus bertambah dari tahun ke tahun.95 1. sebagai berikut: Tabel 2.133. dan yang dijual sebanyak 382. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No A 1 2 3 4 Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan Jenis Permukaan Jalan Negara Provinsi Kabupaten Kota Jumlah Jenis Permukaan Jalan Diaspal 1. F.Profil Daerah Tabel 2.897.121.414.57 Kota Jumlah 1.75 255. Prasarana listrik dan air minum Prasarana penyediaan tenaga listrik sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa baik yang berasal dari PLTD yang tersebar di kabupaten/kota di Kalimantan Tengah maupun langsung dialirkan dari interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan.33 4.10.858.212 C.1.889.9 .01 4.95 8.08 405.00 557.54 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 1 2 3 4 B Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki prasarana perhubungan udara yaitu terdapat sebanyak 9 landasan pelabuhan udara.258.714.707. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang diproduksi sebanyak 448.049.66 989. Nama Pelabuhan Udara di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Bandara Tjilik Riwut Iskandar H. Penyediaan sarana air bersih di Kalimantan Tengah juga sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa di Kalimantan Tengah.930.212 C.790 KWh serta untuk pemakaian sendiri 9.47 Kondisi Permukaan Jalan Baik Sedang Negara 645.60 652.842.79 6.236. Penyediaan tenaga listrik di Kalimantan Tengah dilayani oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang tersebar di setiap kabupaten/kota.01 2.

390 pelanggan atau mengalami peningkatan 35.11).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 17. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 30.633. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Universitas.421 unit.1. II . Sekolah TK di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 736 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Fasilitas telepon seluler dan otomatis tersedia disemua ibukota kabupaten bahkan sampai ke beberapa ibukota kecamatan.090. Stasiun TVRI (TV Lokal) dan Stasitiun Relay dari beberapa TV swasta nasional.6% dibanding tahun 2005 sebanyak 60. d. dan Perguruan Tinggi 13 unit dengan jumlah mahasiswa 15.895 m3 meningkat 17.605 unit.36% dibanding tahun 2006 sebanyak 15. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 88.443 unit.637 sambungan. Kantor Pos di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia disetiap kabupaten/kota bahkan sudah tersebar di setiap kecamatan. Prasarana komunikasi penting lainnya yang juga telah ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah stasiun RRI Palangka Raya serta puluhan stasiun Radio Swasta Niaga dan amatir. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 515 unit SMP terdiri 327 SMP Negeri dan 188 SMP Swasta.305 pelanggan.399 orang.335 m3.578 orang (Tabel 2.323. pelabuhan dan lainnya 101 pelanggan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2.141 pelanggan. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Provinsi Kalimantan Tengah.809 sambungan dan sosial 152 sambungan serta wartel 1.593. diikuti bisnis 5.10 . Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU dan kejuruan 240 unit dan jumlah siswa 43.291 siswa. instansi pemerintah 1. Pelanggan terbesar pada Tahun 2006 adalah rumah tangga mencapai 31. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 yaitu sebanyak 93.025. serta perusahaan dan pertokoan 3. Jumlah kapasitas sambungan telepon pada tahun 2007 mencapai 73. c. sarana sosial 1. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung.

SLTP 327 188 58. dan rumah bersalin 57 unit.1.383 222 205.000 1. puskesmas pembantu 861 unit. seperti dapat dilihat pada Tabel 2.834 Jumlah 2.744 3.12.419 2.801 5. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Puskesmas Pembantu 1 Kotawaringin Barat 12 70 2 Kotawaringin Timur 18 103 3 Kapuas 23 120 4 Barito Selatan 10 53 5 Barito Utara 14 68 6 Sukamara 3 27 7 Lamandau 5 41 8 Seruyan 9 38 9 Katingan 15 89 10 Pulang Pisau 10 66 11 Gunung Mas 9 47 12 Barito Timur 8 45 13 Murung raya 11 51 14 Palangka Raya 8 43 Jumlah 157 861 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/Kota Puskesmas Tenaga Dokter Umum Gigi 41 10 28 8 39 9 23 5 25 5 11 5 17 1 14 2 20 1 22 2 18 1 18 3 19 1 71 16 366 69 Paramedis Perawat Bidan 246 139 324 159 368 221 279 90 212 105 72 34 103 59 117 59 205 108 173 148 122 68 170 92 120 65 446 113 2.490 14.834 1. serta ditambah puskesmas pembantu.Profil Daerah Tabel 2.025 Sumber : Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Sekolah Guru Negeri Swasta 56 1. 69 dokter gigi.501 1. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kabupaten.972 4.460 II .11.961 Jumlah Sekolah 736 2.463 3.1.605 515 240 13 4.957 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya. S D 2.609 1.508 4. PT 1 12 11. 42 dokter spesialis.275 305.198 102. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari 366 orang dokter umum. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.941 19.12.1.957 1. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.093 32. T K 9 727 980 29.11 .460 bidan dan 2. Tabel 2.080 7.967 3. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 14 rumah sakit umum tersebar di setiap kabupaten/kota. 1.880 914 201 28. Jumlah Sekolah.109 e.891 21. SMU/K 114 126 28. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 157 unit.

921 km 2 (28. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat 2006 Luas km2 Persentase 1 Kotawaringin Lama 1.10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan.96 5 Pangkaln Lada 229 3. Sesuai dengan Undang Undang No.2.759 km .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2. Kondisi Geografi dan Demografi a. Tabel 2.31 3 Kumai 2.1. Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau.1. Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat.21 Jumlah 239. 5 tahun 2002.12 .15 4 Arut Utara 2. berada di daerah khatulistiwa dan terletak diantara: 1o19’ sampai dengan 3o36’ Lintang selatan.13% dari luas Kabupaten).921 27.2. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No.53 99. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun. 110o 25’ sampai dengan 112o 50’ Bujur Timur. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai menjadi Kecamatan Kumai. KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 2.2. dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3. Wilayah Kotawaringin Barat terletak diantara 3 kabupaten tetangga yaitu: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Laut Jawa : Kabupaten Seruyan : Kabupaten Sukamara 2 Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat seluas 10.400 22.685 24.08% dari luas kabupaten) II .03 Sumber : Kotawaringin Barat dalam Angka tahun 2006 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 17 18 17 10 11 11 84 Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.08 6 Pangkalan Banteng 1.32 2 Arut Selatan 2. Kecamatan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng.306 10.218 11.

13 . daerah datar berombak.90 21.17 1.40 32. Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Kawasan Pengem.142. daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit.990. Suhu udara maksimum berkisar antara 31.24 356.907.03 % 0.75 18. Pemukiman & Penggunaan Lain (KPP/KPPL) 4.8.74 83.13% luas kabupaten) dan kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km (3.08% luas kabupaten). Danau dan Sungai (DS) Total Sumber : Profil Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Luas (Ha) / Area 8. Kawasan Budidaya 1.58%. Topografi dan iklim Topografi Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian antara 0 – 50 m dari permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 40% dan digolongkan menjadi 4 bagian dengan yaitu dataran.676. Hutan Produksi Tetap (HP) 3. Rencana areal Transmigrasi (T2) 6. Areal Transmigrasi (T1) 5.3 C -23. Jumlah hari hujan pada tahun 2006 tercatat 164 hari dan bulan Pebruari merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 22 hari. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 10.07 0.12 15.43 27.8 C dan suhu minimum antara 21.759 km .66 3. Dari luasan lahan yang ada.6922. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas 2.2. Tabel 2. Hutan Lindung (HL) 2. Luasan Kawasan Hutan Dilihat dari Fungsinya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jenis Penggunaannya A.34 10.2.639. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu 498.72 8.81 142.310.506.Profil Daerah b. 959. Suaka Margasatwa (SM) Total B.28 2 2 2 O O O O II .2.01 0.33 208.462. Hutan Wisata (HW) 4.73 1.47 37. Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut.48 215. Hutan Nasional (TN) 3.353.29 9. Sungai Kumai dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter.921 km (28. c.47 22.900. Kawasan Lindung 1. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2.89 265. Kawasan Khusus (KK) 7.77 ha merupakan wilayah hutan dengan luasan berdasarkan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 2.12 693.95 72.2.544.4 C kelembaban udara berkisar antara 85.330.452.Prod/Kaws. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei.0 C – 33.

Penduduk laki-laki di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 108. dan rawa. tambang. sungai. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. kecil maupun unggas.16%. perairan yang meliputi sungai.906 jiwa. Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki wilayah sekitar 7% dari total luas provinsi Kalimantan Tengah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. 2. rawa dan laut. Kabupaten ini memiliki beragam potensi sumber daya alam yang meliputi sumber daya hutan.677 jiwa atau 48. Dibidang perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan laut. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 32. dan sumber daya b.14 . Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. Jika dilihat dari distribusi penduduk. potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. Dibidang pertambangan. Sumber daya manusia Sumberdaya manusia di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia muda. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 106.74% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2.16%.2. II . diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C. Bila dilihat berdasarkan distribusi usia penduduknya. Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin.229 jiwa atau 51. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah perkotaan. Selain sumber daya alam tersebut diatas Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk pengembangan peternakan.84% dan penduduk perempuan 98. Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 sebanyak 204. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.2. Kabupaten Kotawaringin Barat dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). pertanian dan perkebunan. baik peternakan besar. karet dan kelapa dalam. Hal ini ditunjukkan oleh kepadatan penduduk daerah perkotaan yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan.

2.9 7.16 51.6 7.6 4 103 619. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.10% dari total penduduk. Tabel 2. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Rasio Ketergantungan Persentase 32.9 70. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. atau sebanyak 175.07 Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 mencapai 65.5 71. Tabel 2.2. sebanyak 161. menurun dari tahun sebelumnya pada posisi 103. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 120. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.30%.10 2. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 51.8 71.15 .6 (Tabel 2. Pada tahun 2006 diketahui jumlah penduduk usia kerja yang aktivitas terbanyaknya bekerja.07%.10% dari total penduduk usia kerja. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada posisi ke 7 (tujuh) diantara 14 kabupaten/kota.4).550 orang.10% dari total keseluruhan.8 93.3.000) IPM Peringkat Kalteng Reduksi shortfall Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kota Waringin Barat 2005 2006 70.Profil Daerah Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun).08 102 II .4. nilai IPM Kotawaringin Barat adalah 71.610 orang atau sekitar 65.6 92. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 65.74 65.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Sedangkan jumlah pencari kerja yang kegiatannya bukan bekerja pada tahun 2006 sebanyak 295 orang.2. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 penduduk tidak produktif.6 618.9 7 1. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 52.

Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. c. Frekuensi aktivitas angkutan darat pada tahun 2006 cukup besar.776 pelanggan pada tahun 2006 dengan daya tersambung mencapai 34.867 buah paket pengiriman. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.465. niaga.07 buah surat yang diterima dari publik.52 km. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 adalah 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.689. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Infrastruktur a. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2006 masing-masing adalah 1.187. Prasarana air minum dan listrik Berdasarkan data BPAM Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2006 jumlah pelanggan air bersih adalah 7.542 pelanggan yang terdiri dari rumah tangga.3. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.739. Bila dilihat dari produksi dan pemakaian listrik di Kotawaringin Barat sejak Januari – Desember 2006 dengan tingkat produksi 65.16 . industri. hal ini ditunjukkan oleh jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar masuk terminal. jalan provinsi dan jalan kabupaten.2.386.380 KVA. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kotawaringin Barat. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 15 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan.133 m3 yang meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1.451. Bila dilihat dari jumlah pelanggan dan daya terpasang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.450 pelanggan menjadi 30.866 Kwh.588 m3. dimana pada tahun 2005 sebanyak 29. instansi pemerintah dan khusus. II . Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.524. social.284.463 Kwh yang terjual mencapai 57. Jalan terdiri atas jalan negara.164. b. Volume air yang disalurkan sebanyak 1.101 Kwh meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 53. Surat yang diterima oleh seluruh kantor pos jumlahnya mencapai 1.

156 92 45 38 372 15 54 61 199 51 24 8 14 89 49 1.070 640 3.259 620 Jumlah 205 98 34. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 36 unit SMP terdiri 25 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta.541 10.2. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Arut Utara 1 7 5. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 338 unit. MTs ada 11 unit yang terdiri dari 1 negeri dan 3 swasta. Pangkalan Lada 1 6 6. Jumlah Sekolah.5. Jumlah Sekolah.2. SLTP 25 11 5.760 -MI 4 5 1.384 -MTs 2 9 869 836 4.347 Sumber : Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 10 160 1. Pangkalan Banteng 2 17 Jumlah 12 75 Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 II .049 337 -MA 1 3 282 238 -SPPM 1 146 -SMK 3 3 1.Profil Daerah d.416 2. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. dan puskesmas pembantu 75 unit Tabel 2. S D 160 9 22. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 13 unit.521 1.945 518 Jumlah Sekolah 54 169 9 36 11 13 4 1 6 303 e.5. Prasarana kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki satu rumah sakit umum (RSUD). Ktw Lama 1 12 2. T K 1 53 75 3. Tabel 2. Sekolah TK di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 108 unit yang tersebar di 6 kecamatan.6.2. Tabel 2. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 12 unit. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 selengkapnya disajikan pada Tabel 2. SLTA 9 4 3.6.2. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu 1.386 2. Sekolah Pertanian Pembangunan Muhamadiyah ada 1 dan sekolah Menengah Kejuruan ada 6 yang terdiri dari 3 swasta dan 3 negeri.17 . Kumai 3 16 4. 9 unit negeri dan 4 unit swasta. Arut Selatan 4 17 3.

2 2 II .1. dengan luas wilayah 16.7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Jumlah Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Barat terdiri dari 19 orang dokter umum. Pangkalan Banteng 3 22 19 8 88 Jumlah Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 2. 88 bidan. 124 perawat.113 0' 46''BT dan 1 23' 14''LS .380 km . Kumai 5 2 18 4.3 32' 54''LS. Tabel 2. Kabupaten Kotawaringin Timur berada di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. sedangkan kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Seranau (548 km .2. Di Kotawaringin Barat tidak terdapat dokter spesialis. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada titik koordinat 111 0 0 0 2 0 01' 50''BT . 9 asisten apoteker.1. Arut Utara 3 7 5.496 km . Kondisi Geografi dan Demografi a. 30 desa). 4 desa). sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2. Ktw Lama 4 1 8 2. dan 67 orang tenaga teknisi lainnya. Arut Selatan 4 5 24 3. 8 dokter gigi. Wilayah kecamatan yang paling luas dan juga jumlah desa yang paling banyak adalah Kecamatan Mentaya Hulu (3. KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kalimantan Barat : Laut Jawa : Kabupaten Katingan : Laut Jawa Secara administratif Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 13 kecamatan dan 150 desa/kelurahan. Pangkalan Lada 9 6.18 .3.3. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat 20 44 17 10 7 26 124 Asisten Apotiker 5 2 2 9 Tenaga Teknis 5 39 9 3 3 8 67 1.3.

3.3.2. Baru Ketapang Baamang Seranau Kota besi Cempaga Cempaga Hulu Parengeaan Mentaya Hulu Antang Kalang Kotawaringin Timur Keterangan: Geografis : A = Pantai C = Lereng Topografis: B = Lembah/DAS D = Dataran Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Topografi dan iklim Secara geografis letak desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari dua desa berada pada wilayah pantai. Kondisi topografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 128 desa merupakan wilayah dataran dan 20 desa merupakan wilayah perbukitan.2. 108 desa berada pada daerah lembah/daerah aliran sungai. 2007 X = Datar Y = Berbukit-bukit II .183 Parengeaan 1.496 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.19 . Baru Ketapang 358 Baamang 591 Seranau 548 Kota besi 2.241 Cempaga Hulu 1. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan A 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Jumlah Desa/Kelurahan B C D X 8 0 0 8 3 0 0 4 3 0 2 6 5 0 1 6 1 0 4 5 4 0 0 4 3 0 1 4 9 0 2 11 8 0 0 8 6 0 0 6 5 0 15 6 28 0 2 29 22 1 6 29 105 1 33 126 Y 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 14 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentaya Hilir Utara M. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Kondisi Topografi Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Tabel 2.975 Kotawaringin Timur 16.Profil Daerah Tabel 2. dua desa berada pada lereng dan 38 desa berada pada daerah dataran. Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Luas(km2) Jumlah Desa (Buah) 8 4 6 6 8 4 4 13 8 6 23 30 30 150 Mentaya Hilir Selatan 318 Teluk Sampit 610 Pulau Hanaut 619 Mentaya Hilir Utara 723 M.380 Antang Kalang 2. Luas Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Setelah Pemekaran Kecamatan). 2006 b.1.774 Mentaya Hulu 3.3.177 Cempaga 1.

934 69 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur. Demografi Berdasarkan data statistik. Kondisi Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Curah Hujan Hari Hujan (mm) (Hari) 1 Januari 123 4 2 Februari 106 3 3 Maret 169 7 4 April 148 6 5 Mei 489 5 6 Juni 67 2 7 Juli 25 2 8 Agustus 40 3 9 September 36 4 10 Oktober 99 7 11 November 317 13 12 Desember 315 13 Jumlah 1.182 jiwa dengan 2. 0 0 c. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Mentaya Baru/Ketapang dengan jumlah penduduk 61.934 mm dan rata-rata hari hujan per tahun 69 hari.067 jiwa atau 74. Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Teluk Sampit dengan jumlah penduduk sebanyak 8. II .602 KK. Data yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.3.583 jiwa.048 KK. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.3.061 jiwa dan jumlah KK sebanyak 14.3.20 . Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua sebanyak 38. sehingga rata-rata ukuran keluarga (size of family) adalah 4.3.4.07 jiwa per kepala keluarga (KK). 2006 No Bulan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat curah hujan rata-rata tahunan sebanyak 1. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk wilayah beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 29 – 33 Celsius.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kondisi iklim khususnya curah hujan berdasarkan data tahun 2006 menunjukan bahwa curah hujan dan hari hujan tertinggi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada bulan Oktober hingga Mei.913 kepala keluarga (KK).3. penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur hingga tahun 2005 berjumlah 305. Tabel 2.

Kota Sampit terletak di Kecamatan Mentawa Baru/Ketapang.Profil Daerah Tabel 2.80 jiwa per km2).723 jiwa.786 2.284 10 Cempaga Hulu 11.72 2.28 9. sehingga dapat dimengerti bila penduduknya lebih padat dibandingkan kecamatan lainnya.948 9 Cempaga 14.99 3.983 2.746 8 Kota besi 11.602 6 Baamang 38.120 9 Cempaga 18.588 2 Teluk Sampit 13. Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru/Ketapang lebih padat yakni sebesar 9.272 7.5.02 4.289 Jumlah 305.706 5.034 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.18 4.160 13 Antang Kalang 25. Tabel 2.913 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.5.5 dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya dalah kecamatan Mentawa Baru/Ketapang (170.034 jiwa per desa. Data yang lebih rinci mengenai kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada Tabel 2.07 4.60 853 Kotawaringin Timur 18.81 3.012 6.00 4.539 10 Cempaga Hulu 13. Baru Ketapang 61.54 1.71 2.569 4 Mentaya Hilir Utara 11.11 2.340 7 Seranau 10.844 8 Kota besi 25.451 4.182 2. Rincian Jumlah Penduduk dan Ukuran Keluarga di Kotawaringin Timur per Kecamatan.928 5 M.95 4.046 3 Pulau Hanaut 29.30 1.49 jiwa/km atau rata-rata 2.067 74.04 4.49 2.36 942 13 Antang Kalang 8.3. Baru Ketapang 170.646 7 Seranau 20.684 5 M.324 11 Parengeaan 24. 2006 No Kecamatan Ukuran Keluarga (jiwa/KK) 4. Tahun 2005 Jumlah Penduduk Jiwa KK 1 Mentaya Hilir Selatan 20.061 14.63 1.022 12 Mentaya Hulu 28.07 Kepadatan penduduk rata-rata Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 18.03 4.128 2 Teluk Sampit 8.848 3.17 3. KecamatanII .308 11 Parengeaan 13.4.044 12 Mentaya Hulu 8.723 6 Baamang 65. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur per Kecamatan. Tahun 2005 Rata-rata Penduduk Per km2 Per desa 1 Mentaya Hilir Selatan 65.269 4.86 4.075 4 Mentaya Hilir Utara 16.3.13 3.646 jiwa dan 8.583 9.588 6.3.326 6.3.21 . 2007 No Kecamatan 2 Dari Tabel 2.41 2.14 4.06 2.80 8.04 4.048 3 Pulau Hanaut 18.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kecamatan lainnya relatif lebih jarang penduduknya.633 4.501 21. Tata Guna Lahan Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Jumlah Penduduk Kotawaringin Timur Menurut Kelompok Umur.81 3 Permukiman dan penggunaan lainnya 238. pemukiman dan penggunaan lainnya yang rinciannya dapat dilihat pada Tabel 2.630 9. Tabel 2.312 70 – 74 1. 2006 Sex Ratio 108 107 109 110 110 111 112 114 114 114 117 117 119 117 122 125 111 2.996 29.667 75 ke atas 1.867 3. 2007 No Penggunaan II .700 45 – 49 5.7.181 55 – 59 2. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.2.245 144.938 10.3.551 30 – 34 10.356 7.499 13.121 896 2.885 45.3.649.429 5.683 15 – 19 17.453 20. pertambangan.464 1.268 60 – 64 2.527.784 1.528 3. Tabel 2.680 22.58 6 Total wilayah Kotawaringin Timur 1.148 36.HL) 674.997 65 – 69 1. Sumber daya alam Tata guna lahan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi empat kawasan yakni kawasan hutan.386 10 – 14 20.36 jiwa/km2 atau 942 jiwa per desa dan 8.327 15.276 92.00 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.203 2.88 2 Perkebunan 607.674 25 – 29 11.46 5 Jumlah penggunaan 1.050 23. Struktur penduduk berdasarkan kelompok umur bahwa jumlah laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan dengan ratio sebesar 111.176 1. perkebunan.175 27.571 50 – 54 3.344 15.534 0.203 48.HPT.22 .871 10.017 Jumlah 160. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Tahun 2005 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0–4 25.2.44 4 Pertambangan 7.246 17.704 40 – 44 8.839 2.067 Sumber: Badan Pusat Statistik Kotawaringin Timur.822 305.687 18.600 100.440 8. 2007 Luas Areal Ha % 1 Kawasan Hutan (HP.264 14.6. dan yang paling jarang adalah kecamatan Mentaya Hulu dan Antang Kalang masing-masing sebesar 8.3.3.60 jiwa/km2 atau 853 jiwa per desa.314 7.020 20 – 24 14.083 35 – 39 9.253 5–9 23.6.7.693 33.330 40.821 3.

239 orang. Tahun 2007 No I Arah Pemanfaatan Luas Areal Ha % 9. Dari Tabel 2.Profil Daerah Dari Tabel 2.68 0.158 II Kawasan Budidaya Non Kehutanan a.13%).87 0. Rincian Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Sedangkan tenaga kerja yang tidak menawarkan dirinya untuk bekerja II .78 100.00 Kawasan Lindung a. Arahan pemanfaatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi 1.58% dari luas areal wilayah Kotawaringin Timur. Pertanian 240. dan pengangguran sebanyak 9. sungai.527. Tenaga kerja ini terdiri dari angkatan kerja yakni angkatan kerja yang mencari kerja.634 b.67 25.459 Sub jumlah (I) 168.19 14.19%).3.158 ha (10.78% dari luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. dan lain-lain.600 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.119 ha (69. Permukiman dan lainnya (KPPL) 42.3.3.78%) meliputi kawasan budidaya non kehutanan seluas 982. Pertanian Lahan Basah 110.9. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Perikanan.71 6. Mangrove 6.403 orang (56. Hutan Lindung 159. Berdasarkan Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Kalimantan Tengah Tahun 2006 diketahui jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 241. Tata guna lahan ini tidak termasuk danau.119 IV Total wilayah Kotawaringin Timur 1.16 2. Sumber daya manusia Tenaga kerja adalah penduduk pada usia kerja yakni pada kelompok umur 10 sampai dengan 64 tahun.59 9.9 dapat diketahui bahwa potensi tenaga kerja yang sudah diserap lapangan kerja mencapai 135.151.961 ha (59.51 10. bukan angkatan kerja yakni tenaga kerja yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga atau tenaga kerja penerima pendapatan.677 f.699 b.8.59%) dan kawasan lindung seluas 168.23 .191 ha atau 69.238 c.151.276 ha atau 92. pertambakan 2.93%).59 69. Tabel 2.746 e. Perkebunan 426. Pertanian Lahan Kering 160.961 III Jumlah yang diarahkan pemanfaatannya 1.490 orang (3.151.58 59.3.596 Sub jumlah (II) 982. b. 2007 Berdasarkan Tabel 2.7 dapat diketahui bahwa tata guna lahan sudah mencapai 1.070 d.649.3.8 diketahui bahwa luasan areal yang terdapat pada Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut yang penggunaannya diarahkan adalah seluas 1.

47 16. Tabel 2.968 orang (19. Tabel 2. Lebih jelasnya terdapat pada Tabel 2.239 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah.56%).595 Jumlah 241. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.11.175 800 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten kotawaringin Timur.3. Mengurus Rumah Tangga 40.93 19.47%). Penduduk Kotawaringin Timur Umur 10 tahun ke Atas dan Jenis Kegiatan Utamanya Tahun 2006 Uraian Jumlah (orang) Angkatan Kerja a. Tabel 2.13 3.56 100.3.9.00 Pencari kerja yang mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja setempat umumnya berpendidikan SLTA/sederajat dan sarjana muda/sarjana.403 b. Sebaran Dominasi Kegiatan Mata Pencaharian Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan Mentaya Hilir Sel Pulau Hanaut Mentaya Hilir utara M.126 Sisa/belum ditempatkan tahun ini 2 382 904 1. 2007 No I Persentase (%) 56. mengurus rumah tangga 40.3. Baru Ketapang Baamang Kota besi Cempaga Parengeaan Pangan 0 1 4 2 4 7 1 7 Peternakan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 9 0 4 2 0 0 14 0 0 4 8 3 0 10 0 Perikanan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 3 II .039 2. 2006 Jenis/tingkat pendidikan Dihapuskan 8 662 456 1.91%) dan lainnya sebanyak 8.008 323 Jumlah 1.783 c.24 .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah sebanyak 96.3.11. Lainnya 8. 2003 Belum Pendaftaran Ditempatkan ditempatkan tahun ini tahun ini tahun lalu SD dan tidak tamat 13 13 SLTP dan setingkat 2 56 48 SLTA dan setingkat 362 1. Sekolah 46.288 Data tahun 2006 menunjukan bahwa pada struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian didominasi pada kegiatan pertanian tanaman pangan.10.346 orang yakni masih sekolah sebanyak 46.968 b.490 II Bukan Angkatan Kerja a. Bekerja 135.783 orang (16. Pengangguran 9.595 orang (3.91 3.098 416 Sarjana muda/sarjana 675 1. Banyaknya Pencari Kerja Menurut Jenis Pendidikan dan Jenis Penempatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.10.3.

7 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72.12). nasional berada pada posisi ke 87. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kotawaringin Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.25 . serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.7 72.7 72.81 3 2.3.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kotawaringin Timur 2005 2006 68. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.Profil Daerah Kecamatan Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 0 0 0 11 4 0 0 1 0 31 26 Pertanian Lainnya 0 0 1 0 0 4 Pangan Peternakan Mentaya Hulu 28 0 Cempaga Hulu 31 0 Antang Kalang 12 0 Seranau 5 0 Teluk Sampit 1 0 Jumlah 103 1 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.0 98.3.7 87 0.5 80 3 624. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.3. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah relatif tinggi dan berada pada posisi ke 3 (tiga) diantara 14 kabupaten/kota. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan II . hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah cukup baik. nilai IPM Kotawaringin Timur adalah 72.0 8.3.7 622. Prasarana jalan dan transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Peringkat secara Kotawaringin Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.9 79. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Infrastruktur a.5 (Tabel 2.7 98.0 8.12. 2007 Perikanan 0 0 0 0 1 2 Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.12. Tabel 2.3.

78.16.65% dan kritis 5. terdapat kecamatan yang tidak mempunyai kendaraan roda empat yaitu pulau Hanaut.417 km) dan jalan desa (44.300 km). di mana 3.59%. Angkutan darat terdiri dari angkutan yang berpusat di Kota Sampit.33%.02% 76. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari jalan nasional (298. Sebaran keberadaan sarana dan prasarana transportasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur. Untuk lebih jelasnya sebaran sarana prasarana transportasi kebupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.750 km). Tingkat pelayanan bandara dapat didarati oleh pesawat jenis Cassa 212 dengan kapasitas 19 orang dan Fokker dengan kapasitas 80 orang.3.856 km).131. Sebaran Sarana Prasarana Transportasi Kebupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Prasarana Lalu Lintas (desa) Darat Sungai Logistik 1 Mentaya Hilir Selatan 12 0 0 2 Pulau Hanaut 4 2 0 3 Mentaya Hilir Utara 3 3 0 4 M.391.37% .26 3 3 . angkutan lintas kabupaten dengan fasilitas terminal Patih Rumbih di Kota Sampit dan terminal kecil sebanyak 6 buah. Baru / Ketapang 5 1 0 5 Baamang 3 3 0 6 Kota besi 6 5 1 7 Cempaga 11 1 11 8 Parengeaan 12 7 12 9 Mentaya Hulu 2 28 8 10 Antang Kalang 8 21 10 Jumlah 66 71 42 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan 2007 No Kecamatan Terminal 2 0 0 1 0 0 1 1 1 0 6 Sarana (desa) Dermaga Bandara 2 0 3 0 0 0 1 0 0 1 8 0 4 0 1 0 0 0 0 0 19 1 0 b.648.13. Sarana transportasi terbanyak adalah melalui sarana sungai sebanyak 77. Asan yang terletak pada posisi 20 22' LS dan 112 56' BT dengan elevasi 3 meter. jalan perkotaan (123.750 km). jalan provinsi (101.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Prasarana air minum dan listrik Pada tahun 2006 telah didistribusikan sebanyak 3.13. Tabel 2. Kondisi jalan yang ada bervariasi yaitu kondisi mantap berkisar 15.707 m melalui sambungan induk sebesar rata-rata II . diikuti oleh prasarana darat sebanyak 66. Angkutan antar daerah di dalam wilayah kabupaten melalui angkutan sungai didukung oleh 19 pelabuhan dan dermaga yang tersebar di seluruh wilayah.724 m air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur. Angkutan udara terdapat pada bandar udara H. jalan kabupaten (1. tidak mantap 8.03% .3.

0 4 Cempaka Mulia 3.267 45.1% yang terlayani oleh PLN.3 3 Kota besi 6.649 1.3.444 m3.605 2. yang dapat tersambung dengan jaringan internet.180 33.309.791 414 14.541 1. Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2006 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66.14.614 39.231 m disalurkan ke pelanggan badan sosial. Cangkupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.077m .Profil Daerah 61.724 54.045 1.699 486 18. ke 3 3 pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 285 pelanggan sebesar 128.146 pelanggan.14. 2007 No Unit kerja Pelayanan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan tenaga diesel.742 KWH.563 66. PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur.0 15 Bagendang 2.0 8 Kasongan 6.7 10 Samuda 18.7 6 Parengeaan 5.042 2. Untuk lebih jelasnya mengenai cangkupan pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.912 28. Dilihat dari jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur.0 2 Pelangsian 17.0 9 Tumbang Samba 9.450 1.104 6.8 Jumlah 184. yang disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 13.434 3.0 5 Pundu 3.052 31. Cangkupan Pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Penduduk Cangkupan Pelayanan (jiwa) (jiwa) % 1 Sampit 83.006 sambungan.27 . dapat dihitung bahwa baru 48.7 Sumber: Corporate Plan 2001-2006. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan listrik adalah 36. sejumlah 119.868 m3 disalurkan ke 171 pelanggan kantor pemerintahan dan 86.036 54.7 7 Kuala Kuayan 5.307 984 19.413 1.265. sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 14.477. Tabel 2.3.500 19.846 684 24.6 14 Kareng Pangi 2. Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 8.998 10.284 9.580 40.868 m3 per hari.0 13 Mentaya Sebrang 4.912 jiwa atau baru 18. Prasarana komunikasi dan penginapan Telekomunikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur telah dilakukan dengan jaringan telepon PTSN maupun telepon seluler.7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10.073 1. c.4 12 Panda Hara 2.8 11 Kuala Pembuang 13.401 2. II .800 sambungan telepon yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur.492 sambungan.272 36. Dari total distribusi yang disalurkan 3.548 dan pemakaian listrik terjual 79.

3. Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas komunikasi dan pariwisata dapat dilihat pada Tabel 2. Sebaran Fasilitas Komunikasi dan Penginapan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Komunikasi Penginapan (buah) Warnet Wartel Hotel Kamar T. 2007 SMK 0 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 6 PT 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 Pesantren 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 II . Baru /Ketapang 18 41 0 14 6 6 Baamang 7 22 1 5 3 7 Seranau 2 8 0 1 0 8 Kota besi 3 33 0 8 0 9 Cempaga 1 21 0 5 1 10 Cempaga Hulu 1 19 0 2 0 11 Parengeaan 7 30 0 4 1 12 Mentaya Hulu 3 42 0 6 1 13 Antang Kalang 2 35 0 2 0 Jumlah 55 317 1 56 13 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Sebaran Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur 2006 No Kecamatan TK SD SDLB SLTP SLTA 1 Mentaya Hilir Selatan 4 23 0 5 1 2 Teluk Sampit 0 7 0 0 0 3 Pulau Hanaut 5 25 0 3 0 4 Mentaya Hilir Utara 2 11 0 1 0 5 M.3.467 buah tempat tidur.3.15. Prasarana pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2006 berjumlah 772 dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) dan pesantren. Tabel 2.16.15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.16. Baru /Ketapang 1 40 44 554 923 6 Baamang 0 31 10 222 398 7 Seranau 0 0 0 0 0 8 Kota besi 0 2 0 0 0 9 Cempaga 0 2 0 0 0 10 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 11 Parengeaan 0 4 6 60 117 12 Mentaya Hulu 0 0 1 19 29 13 Antang Kalang 0 0 0 0 0 Jumlah 1 86 61 855 1.467 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Tabel 2. Tidur 1 Mentaya Hilir Selatan 0 5 0 0 0 2 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 3 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 4 Mentaya Hilir Utara 0 2 0 0 0 5 M.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keberadaan komunikasi terdiri dari 1 buah warnet dan 86 wartel sedangkan fasilitas pariwisata terdiri dari 61 penginapan dengan 855 kamar dan 1.28 . 2007 No Kecamatan d.3.

951 Jumlah 232 202** 33.3) (5. T K 32 * * * 2.Profil Daerah Menurut Bappeda (2005). Prasarana kesehatan Keberadaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 1 (satu) unit Rumah Sakit Umum (RSU). Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 1995 dan Tahun 2005 Jumlah Sekolah Murid (unit) (siswa) 1995 2005 1995 2005 1.18.6 125 e.142 3. perkembangan jumlah sekolah. apotek yang terdapat di 6 desa dan toko obat di 19 desa.794 * data tidak tersedia **belum termasuk jumlah TK Sumber : Bappeda Kotawaringin Timur. Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan RSU Puskesmas PP TPD Fasilitas Kesehatan TPB Posyandu Polides 14 0 15 8 32 13 17 16 12 4 17 35 38 221 7 2 8 7 5 5 0 11 13 0 13 13 10 94 Apotik 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Toko Obat 5 0 0 1 10 1 0 0 0 0 1 1 0 19 Mentaya Hilir 0 1 4 1 1 Selatan Teluk Sampit 0 0 4 0 0 Pulau Hanaut 0 1 10 1 0 Mentaya Hilir 0 1 6 1 0 Utara M. 221 Posyandu.522 6. Tabel 2.739 Peningkatan jumlah sekoah (%) (3.3.549 23. 2005 Sekolah Guru (orang) 1995 2005 * * 972 769 428 476 223 290 204 1. SLTP 35 33 7. SLTA 11 15 2.3. dapat dilihat pada Tabel 2.399 4.470 36.7) 36. 94 poliklinik desa (polindes). S D 150 145 23.623 1.18. Sebaran fasilitas kesehatan dapat dilhat pada Tabel 2.17 Jumlah Sekolah. Baru 1 3 9 12 11 /Ketapang Baamang 0 2 4 3 5 Seranau 0 0 4 0 0 Kota besi 0 1 11 1 0 Cempaga 0 2 6 2 1 Cempaga Hulu 0 1 3 1 0 Parengeaan 0 2 9 2 15 Mentaya Hulu 0 1 7 1 14 Antang Kalang 0 2 15 2 15 Jumlah 1 17 92 27 62 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Tabel 2. 2007 II .3.17. 27 TPD.29 . guru dan murid tahun pada tahun 2005 dibandingkan tahun 1995 dan tahun 2005.576 4. 17 unit Puskesmas.3.125 -SMK 4 9 2.

Tabel 2.128.31%) dan Kecamatan Timpah seluas 2.86% dari luas kabupaten) kemudian Kecamatan Kapuas Hulu dengan luas 2.00 100. dan kawasan non pasang surut umumnya di bagian utara yang memiliki potensi lahan perkebunan karet rakyat dan perkebunan besar swasta.4. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas 2007 Luas km2 Persentase 1 Kapuas Kuala 427.44%) serta Kecamatan II .00 1.999.20 9 Mantangai 6.128.77% dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.61 6 Pulau Petak 135.1.37 5 Kapuas Hilir 91.1. Kondisi Geografi dan Demografi a.00 km 2 (40.00 0.833.1.00 km2 (17. 2007 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 14 7 16 13 8 8 14 9 14 9 19 17 148 Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Mantangai dengan luas 6.596.016.44 11 Kapuas Tengah 1.30 .00 2.4.4. Kabupaten Kapuas meliputi 12 kecamatan dengan luas setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.90 7 Kapuas Murung 491.00 Sumber : Kapuas Dalam Angka.31 Jumlah 14. KABUPATEN KAPUAS 2.00 2. Kabupaten Kapuas terbagi dalam dua kawasan besar yaitu kawasan pasang surut.00 3.35 3 Selat 394. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kabupaten Gunung Mas : Laut Jawa : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan) : Kabupaten Pulang Pisau 2 Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.00 0.22 12 Kapuas Hulu 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.999 km atau 9.596.85 2 Kapuas Timur 202.00 3.016.00 1. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu dari 14 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Kuala Kapuas.4.00 17.00 km2 (13.00 12.86 10 Timpah 2.27 8 Kapuas Barat 480.63 4 Basarang 206.00 13.00 40. umumnya di bagian selatan sebagai daerah potensi pertanian tanaman pangan.

Anjir Kalampan sepanjang 14. kebun. Anjir-anjir tersebut menghubungkan beberapa Wilayah perairan dan sungai yang masuk wilayah kapuas O O O wilayah di Kabupaten Kapuas serta wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Pemanfaatan lahan terdiri dari lahan pertanian seluas 280. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1.38 km.0 mm. 2).61%). Sungai Kapuas dengan panjang 600 km.833 km2 (12. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan dengan sumber daya air yang cukup banyak menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Curah hujan setiap tahun berkisar antara 116-973. dan 3).900 ha.900 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m diatas permukaan laut. Kapuas memiliki wilayah perairan yang meliputi danau. Pada bagian selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian diantara 0 -5 m dari permukaan laut dengan elevasi 0 – 8% dan dipengaruhi oleh pasang surut. Areal hutan di Kabupaten Kapuas sebagian besar berupa hutan gambut dan sebagian diantaranya berupa lahan eks proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan II . diantaranya: 1). lahan kebun dan lainnya 340. dengan panjang 66. Sungai Kapuas Murung. Daerah pantai pesisir sepanjang 189. rawa dan beberapa sungai besar dan kanal (anjir). c. lahan pertambangan. b. Anjir Basarang sepanjang 24 km dan Anjir Tamban sepanjang 25 km.Profil Daerah Kapuas Tengah seluas 1.31 . Pemanfaatan lahan pertanian meliputi lahan persawahan yang sebagian besar berupa lahan pasang surut dan tadah hujan.00 km2 (0. Selain perbukitan juga terdapat daerah pegunungan dengan kemiringan 15 – 25 derajat. dan hutan produksi sekitar 879. pemukiman. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Kapuas yaitu dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 diatas permukaan laut dengan kemiringan 8 -15 derajat. Kabupaten Kapuas memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 21 C sampai 23 C dan temperatur maksimum sampai 36 C. Pada tahun 2007 Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari.000 ha.5 km. Lahan non sawah meliputi rawa.000 ha.22%) sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kapuas Hilir dengan luas 91. sedangkan bulan kering/kemarau terjadi pada Juli sampai Oktober.85 km.499. ladang/tegalan. Selain sungai di Kabupaten Kapuas terdapat 4 buah anjir/kanal yaitu: Anjir Serapat sepanjang 28 km. serta kolam dan tambak.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pemerintah pada tahun 1995.208 18.726 45. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya.070 Penduduk Perempuan 16.275 3. diatas terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kabupaten Kapuas belum merata. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kapuas Kuala 10. diikuti Kecamatan Kapuas Murung (13.114 18.200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan.451 9 Mantangai 9.663 37.2.030 44.070 jiwa atau 50.4.209 17. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas tahun 2007 sebanyak 338. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101.185 12. Tabel 2. d.199 Jumlah 89.03%).979 4 Basarang 4.513 Jumlah 32.396 6. dan Kecamatan Mantagai (11. 2 Kecamatan terpadat penduduknya adalah 2 2 Kecamatan Selat dengan rata-rata 229 jiwa per km dan penduduk paling sedikit terdapat di Kecamatan Timpah dengan kepadatan 4 jiwa per km .47% dengan sex ratio 102. serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.875 8.64%) sebagai ibukota kabupaten. terdiri dari penduduk laki-laki 171.067 19. II . Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija.622 9.733 9.256 10.57 jiwa per km .575 338. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata 22.657 12.002 Sumber: Kapuas Dalam angka.882 22.334 9.671 11.686 6.261 19.795 5 Kapuas Hilir 3.513 jiwa atau 49.352 8. sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.32 .70%).583 Berdasarkan Tabel 2.583 jiwa.330 11 Kapuas Tengah 4.702 12 Kapuas Hulu 2.236 90.206 45.586 9.53% dan penduduk perempuan 167. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah.261 6.811 9.077 4.549 19.766 7 Kapuas Murung 12.109 167.409 2 Kapuas Timur 5.730 3 Selat 23.856 23.532 10 Timpah 2.773 13.732 6 Pulau Petak 4.4.466 171.087 6.12%.528 9. Sebaran penduduk banyak terdapat di Kecamatan Selat (26.35%). 2007 No Kecamatan Laki-laki 16.844 22.2. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kabupaten atau di ibukota kecamatan. serta Kapuas Kuala (9.377 8 Kapuas Barat 4.

415 ha dan hutan produksi 505.202 ha.33 .362.5 juta ton.720 ha. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral. rawa 156. koalin. Kabupaten Kapuas kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Dibidang perikanan Kabupaten Kapuas memiliki sumber daya perairan dengan luas perairan mencapai 333. Adapun sumber daya hutan Kabupaten Kapuas berdasarkan RTRW Kabupaten Kapuas tahun 2005 memiliki luas wilayah hutan 891. Sumber daya alam Kabupaten Kapuas memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Sebagian besar (97. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. rawa dan laut. Beberapa potensi sumber daya alam di Kabupaten Kapuas meliputi sumber daya alam tambang. Dari luasan tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 5.000 ha dan luas potensi perkebunan 340. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kapuas perlu melakukan penataan pembangunan dan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.000 ha. pertanian dan perkebunan.04 ha. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat II .2. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Sedangkan potensi gambut diperkirakan sebanyak 16.4. kecil maupun unggas.600 ha. 3 Berdasarkan data tahun 2005 Kabupaten Kapuas 3 memiliki potensi cadangan batubara sekitar 210 juta ton. sumber daya dibidang kehutan.04 ha yang meliputi perairan sungai 151. dan perikanan laut sekitar 25. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Hal ini karena wilayahnya berupa hamparan yang luas dan kaya dengan hijauan sebaga sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. mika. granit. zircon dan batu gamping.394 ha dan selebihnya berupa hutan produksi terbatas 380. Kabupaten Kapuas memiliki potensi sumber daya tambang yang besar.5 juta m dan emas 2. Selain sumber daya alam tersebut diatas.1 juta m serta berbagai bahan galian golongan C seperti pasir kuarsa.011 ha. baik peternakan besar.Profil Daerah 2. intan 3.780. Luas areal pertanian sekitar 280. Kabupaten kapuas memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan.88%) wilayah hutan produksi dan produksi terbatas sudah diusahakan dan untuk itu perlu kerja keras dalam rangka melestarikan sumber daya hutan ini. b. andesit. danau 98 ha.

9 73.6 71.4 70.5 4 Barito Selatan 71.1 73.3).4. Nilai IPM Kabupaten Kapuas termasuk kategori sedang.4.9 72.6 8 Barito Timur 70.9 70.3 Kalimantan Tengah 71.9 12 Lamandau 70. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah IPM 2005 1 Palangka Raya 77.3. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. berada pada posisi ke 6 (enam) diantara 14 kabupaten/kota. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .7 72.5 6 Kapuas 71. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).4.0 2 Barito Utara 72.8 (Tabel 2.3 11 Seruyan 70.0 10 Katingan 71.2 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.8 7 Kotawaringin Barat 71.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 14 Pulang Pisau 69.4 72.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota 2006 77.2 71.5 71.9 71.6 71.34 . indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.4.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.4 69. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. nilai IPM Kabupaten Kapuas adalah 72.3 72. Tabel 2.3 5 Gunung Mas 71.1 9 Murung Raya 71. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Angka partisipasi sekolah II .2 13 Sukamara 70.8 3 Kotawaringin Timur 72.

Tabel 2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kapuas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 206.89 km (18.35 .85 km jalan kabupaten tersebut sebagian besar (64.3 7.3.710.7 624. Prasarana Transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.9 94. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibukota kecamatan. Infrastruktur a. jalan provinsi 463. Rata-rata lama sekolah 7. Panjang jalan di Kabupaten Kapuas pada tahun 2007 adalah 2.48%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 308.3 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.4.0 1.43%) atau 1.3 93.98 km dalam keadaan rusak.8 98. Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Kapuas masih berupa tanah.2 105.102. Selain prasarna jalan. namun rata-rata lama sekolah masih tetap.35 km dan jalan kabupaten sepanjang 1. sebagai prasaran transportasi yang penting lainnya di Kabupaten Kapuas adalah prasarna transportasi air. atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kapuas sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.42 km.85 km.0 7 627.634.Profil Daerah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.4.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Kapuas 2005 2006 70. 2.9 71. Dari sepanjang 1.710.05%) dalam keadaan baik. sepanjang 298.10 km yang terdiri dari jalan negara 459.6 72. II .4.9 km.3 70.6 6 Perkembangan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 menunjukkan sedikit peningkatan.3 7.98 km (17.

Pada tahun 2007 jumlah listrik yang dialirkan yang bersumber dari 21 unit pembangkit tenaga diesel sebanyak 2.152 unit. Jumlah pelayanan surat pos yang terjadi di seluruh kantor pos pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 202. instansi pemerintah 164. Di Kabupaten Kapuas terdapat 8 unit kantor pos yang tersebar di delapan kecamatan serta ditambah dengan 4 unit rumah pos. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kapuas dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Kuala Kapuas.936 Kwh atau meningkat 4. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 10. 2. dengan kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga R1 mencapai 36. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung.248 pelanggan. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Kapuas bersumber dari sungai yang diolah dan dikelola oleh 10 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kapuas.825 pelanggan. 2 unit pos kelingling. Alat transportasi sungai yang ada di Kabupaten Kapuas meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal.950 pelanggan.301. speed boat.663 pelanggan. sarana umum 95 dan badan sosial dan rumahsakit 82 pelanggan.056 buah paket pengiriman dan 11.948 Kwh. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kapuas.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.051.750 m 3 Banyaknya air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 3 meningkat 12.938 m . b. II . kelotok. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebanyak 11.863.255 pelanggan atau mengalami peningkatan 3% dibanding tahun 2006 sebanyak 10.26% dibanding tahun 2006 sebanyak 2.985. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2007 masing-masing adalah 48.36 . Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh. c. serta perusahaan dan pertokoan 251. tongkang dan tiong. 76 kotak pos dan 13 unit bis surat. long boat. Jumlah pelanggan selama tahun 2007 tercatat sebanyak 41. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya.17% dibanding tahun 2006 sebanyak 2.718 paket penerimaan.

Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kecamatan. 4 dokter spesialis.STIE 1 342 35 1 . Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 31 unit.5.091 orang. Tabel 2.37 . dan polindes 25 unit.936 orang. 2007 (STIE= Sekolah Tiggi Ilmu Ekonomi. seperti dapat dilihat pada tabel 2.457 13. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 23 unit. T K 102 2936 272 102 2.Profil Daerah d.4.721 1. S D 384 118 54. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas tahun 2007 terdiri dari 35 orang dokter umum. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 502 unit. 214 bidan dan 233 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan. STAI= Sekolah Tinggi Agama Islam) Sekolah e. dan Perguruan Tinggi 2 unit dengan jumlah mahasiswa 1.265 545 159 31 5.STAI 1 749 71 1 Jumlah 452 276 68.363 3. SLTP 52 39 7. puskesmas pembantu 39 unit.300 2. serta ditambah puskesmas pembantu di setiap UPT transmigrasi yang ada di kabupaten Kapuas. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Guru Jumlah Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah 1. SMU 16 15 7.PT: . Jumlah Sekolah.6.4. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas terdapat 1 rumah sakit umum. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 91 unit SMP terdiri 52 SMP Negeri dan 39 SMP Swasta. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kapuas sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Kapuas sebanyak 103 unit yang tersebar di 12 kecamatan. II . dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 2. 13 dokter gigi.199 5.834 728 Sumber : Kabupaten Kapuas Dalam Angka.771 666 419 91 4.510 878 502 3.024 2.680 25.

: Kalimantan Selatan. : Kabupaten Kapuas.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.664 km2 terdiri dari 12 Kecamatan. Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) mempunyai luas wilayah 12. Kabupaten Kapuas Dalam Angka 2007/2008 Kecamatan Puskesmas Paramedis Perawat Bidan 17 10 10 6 55 37 10 15 9 13 11 15 46 29 13 5 21 25 10 9 9 14 6 6 217 184 2. KABUPATEN BARITO SELATAN 2. : Kabupaten Barito Timur. Setelah pemekaran pada tahun 2002 luas II . Kondisi Geografi dan Demografi a. Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak membujur atau memanjang sepanjang sungai Barito dengan letak 1 20‘ Lintang Utara – 2 35 ‘ Lintang Selatan dan 114 – 115 Bujur Timur. sehingga posisi dan perbatasan mengalami perubahan sebagai berikut : • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara.5. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) dengan batas wilayah: • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara.4.5.38 0 0 0 0 .1. : Kabupaten Kapuas. : Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 No Tenaga Dokter Umum Gigi 1 Kapuas Kuala 2 2 1 2 Kapuas Timur 1 1 1 3 Selat 6 8 2 4 Basarang 1 1 0 5 Kapuas Hilir 1 1 1 6 Pulau Petak 1 1 0 7 Kapuas Murung 4 4 2 8 Kapuas Barat 1 1 0 9 Mantangai 31 3 1 10 Timpah 1 1 1 11 Kapuas Tengah 1 2 1 12 Kapuas Hulu 1 1 1 Jumlah 51 26 11 Sumber : BPS.6. : Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 05 tahun 2002 Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.

351 perempuan. Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah aliran sungai II .830 % luas 8.133 45.665 mm dengan 107 hari hujan.829 1.730 16. Luas wilayah Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Barito Selatan setelah Pemekaran (2004) No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gn.417 16.461 121.196 1.065 1. 7 kelurahan dan 83 desa termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Suku Terasing (PMST).470 15. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Barto Selatan Tahun 2004 sebanyak 121.89 100. Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sumber daya pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan. dengan suhu maksimum 27. Pada Tahun 2006 jumlah Penduduk Barito Selatan menjadi 122.39 12. Sumber daya alam Kabupaten Barito Selatan dengan luas 8.54 21.5. Rata-rata hujan tiap tahun 2. c.00 Jumlah penduduk 11.310 jiwa dengan kerapatan penduduk rata-rata 14 jiwa/km2.50 C (bulan Oktober) dan suhu minimum 24.099 16. yaitu iklim yang memiliki 1-2 bulan kemarau dalam setahun. kawasan pengembangan hutan rakyat. kawasan hutan produksi.02 23.664 km2 terdiri dari kawasan hutan. Topografi dan iklim Kabupaten Barito Selatan terletak di garis Khatulistiwa. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.830 km2 terdiri dari 6 Kecamatan. Jumlah penduduk dan kerapatan penduduk Barito Selatan menurut kecamatannya dapat dilihat sebagai berikut.1.50 C (bulan Juli). kawasan konservasi. Temperatur rata-rata antara 25 – 27 C. Tabel 2. O O O d. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 12.39 2 .310 Kepadatan (jiwa/km2) 16 8 15 25 14 8 14 2.830 km . b.929 jiwa yang terdiri dari 62.578 jiwa laki-laki dan 60.2.45 20.5. serta kawasan pemukiman dan wilayah pengembangan. Bintang Awai Jumlah Luas Wilayah ( km2 ) 708 2.099 1. termasuk daerah hujan tipe B.933 8. memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat beraneka ragam.71 13.Profil Daerah wilayah menjadi 8.

3 97.40 .5.9 98. Bintang. Potensi kekayaan tambang wilayah ini juga masih banyak tersimpan dan menunggu waktu dapat dimanfaatkan. Bulan. Pensil dan lain-lain. Dengan potensi sungai.2).000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67.3 125 6 625. tanah liat. Mata kucing. nilai IPM Kabupaten Barito Utara berada pada posisi ke 4 (empat) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. Tebu. Coklat. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Selatan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.5 620.0 71.5 72. b.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Barito. granit.3 (Tabel 2.2. Kabupaten Barito Selatan memiliki bentangan hutan alam yang luas dan kaya berbagai macam ragam jenis pohon dan hasil hutan ikutan lainnya yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi. kaolin. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 . Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.0 8. nilai IPM Kabupaten Barito Selatan adalah 72.4. Tabel 2. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 97 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 125.2. Di Barito Selatan juga terdapat ekosistem air hitam yang konon hanya ada dua (2) saja di seluruh dunia. danau dan rawa yang tersebar di seluruh kecamatan. serta berbagai jenis anggrek juga tumbuh subur seperti : Anggrek hitam.80 4 II . Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. kawasan ini sangat cocok untuk studi / penelitian dan obyek wisata.4 97 3. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.0 8.5. dan batu bara. Potensi tambang wilayahini diantaranya minyak bumi dan potensi bahan galian seperti pasir kuarsa. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.5 68.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. menyimpan potensi yang sangat besar di sektor perikanan.

Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. sebagian besar ruas jalan yang rusak mencapai 324. bus air dan motor boat. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. Infrastruktur a. dan Terminal Tabukan. Pada tahun 2002. serta tersedia 81 Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. perbaikan dan peningkatan beberapa jembatan kayu ulin menjadi konstruksi beton telah dibangun dengan penambahan siring beton sepanjang 200 m dengan biaya sebesar Rp.3. Prasarana listrik dan air minum Pada tahun 2004 prasarana listrik hampir menjangkau sebagian besar wilayah Barito Selatan.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. Di samping itu. Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan.507 unit.8%). Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat) sehingga penduduk di wilayah ini sudah dapat menggunakan telpon seluler. Transportasi darat berupa mobil angkutan. Dari sebanyak 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40. dan masih terdapat jalan rusak sepanjang 256. Prasarana transportasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang 592.69 km (43. Transportasi di Barito Selatan terdiri dari transportasi darat dan sungai. Saait ini f asilatas telepon Flexi dari II . c.35%). 33 miliar. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Marabahan.5.707 unit/rumah.Profil Daerah 2. Pada tahun 2004 telah dilakukan perbaikan sepanjang 67. Hingga tahun 2004 telah beroperasi juga berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33.61 km (11. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Barito Selatan. meningkat 11.4%) dengan biaya Rp. Dalam dua tahun terakhir jalan menuju dan dalam kota Marabahan telah menggunakan bahan aspal hotmix. 14 miliar. b. Prasarana komunikasi Sarana komunikasi di Kabupaten Barito Selatan sebelum tahn 2003 masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel dan kantor pos.598 unit). Terminal Anjir Pasar.2 km dari tahun ke tahun.3 km (54.088 unit/ rumah atau meningkat 18. Terminal Handil Bakti. guna memperlancar arus transportasi. speed boat.41 .

Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Barito Selatan sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA (Tabel 2.423 1.603 246 Guru Negeri Swasta 12 207 1. Tenaga Medis.383 orang. yaitu RSUD Marabahan tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.834 Jumlah Sekolah 40 183 42 17 282 728 1.. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 183 unit. pemerintah Kabupaten Barsel telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer.319 116 312 165 195 63 1. Jumlah Sekolah. PT: Total 203 79 15. dan Bidan Teladan dan Dokter Teladan Se-Kalsel. Tabel 2.721 551 1. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas.3).462 4. Juara I Balita Sehat Indonesia. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 17 unit dengan jumlah siswa 1. T K 2.363 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka. Spesialis dan Paramedis.838 3. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan.203 10.107 1.5. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 42 unit SMP terdiri 23 SMP Negeri dan 19 SMP Swasta. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.5.42 .248 Jumlah 452 276 68.000 km. f.849 orang.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp.3. SLTP 4. Posyandu. S D 3. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4.65 km dengan total biaya Rp.376 3. 25. 6. e. SMU/K 5.572 1.7 miliar.680 25. Prasarana kesehatan Kabupaten Barito Selatan memiliki fasilitas rumah sakit. 2007 Sekolah TK di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 unit yang tersebar di seluruh kecamatan. II . dengan jumlah murid tahun 2006 sebanyak 1. Prestasi bidang kesehatan yang telah diraih dalam tahun 2003 antara lain: • • • Juara II Dinas Kesehatan Berprestasi. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006 Sekolah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 2 38 171 12 23 19 7 10 Murid Negeri Swasta 180 1.

tentang Pokokpokok Pemerintahan Daerah. maka sejak tahun 1982 Kabupaten Administrastif Murung Raya diubah statusnya menjadi Kantor Pembantu Bupati Wilayah Murung Raya dengan ibukota tetap di Puruk Cahu.000 km2.6. Selanjutnya. : Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan. Wilayah Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya menjadi Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu.1. Tanah Siang. Gunung Purei dan Lahei dengan 10 Kelurahan dan 93 Desa. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Muara Teweh ditetapkan berdasarkan UU No. yaitu: BPD Cabang Marabahan. Kabupaten Barito Utara terletak pada posisi geografis 114 27’ 00” – 115 49’ 00” BT dan 0 58’ 30” LU – 1 26’ 00” LS dengan batas-batas wilayah: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur. Montallat. menyesuaikan dengan keberaan UU No.0. Teweh Timur dan Gunung Purei. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. Teweh Timur. Kecamatan Teweh Tengah. khususnya dalam kaitan perkembangan pemerintahan dan pembangunan. : Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. BNI 46 Cabang Marabahan. dengan 6 Kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah. Permata Intan. Lahei. Gunung Timang.22 Tahun 1946. KABUPATEN BARITO UTARA 2.5 Tahun 1974. wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai daerah otonom membawahi wilayah kabupaten administrasi Murung Raya. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Selatan beroperasi tiga bank. 2. dengan ibukotanya di Puruk Cahu. maka Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah ± 8.300 km2. Laung Tuhup. Gunung Timang. yaitu wilayah Pembantu Bupati yaitu Kecamatan Murung. dan : Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas.43 O O O O . II . Awalnya. Setelah adanya pemekaran Kabupaten pada Tahun 2002. wilayah Kabupaten Barito Utara mencakup 1 (satu) wilayah Pembantu Bupati dan 11 (sebelas) Kecamatan. Pada saat itu wilayah Kabupaten Barito Utara masih sangat luas. BRI Cabang Marabahan. Sumber Barito. yakni mencakup wilayah seluas 32. Kondisi Geografi dan Demografi a.6. Seiring perkembangan wilayah. Montallat. terluas ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.Profil Daerah g.17/15/3. melalui SK Mendagri tanggal 29 Juni 1950 No.

787 ha.78% atau dengan sex ratio 105. Yang dipengaruhi oleh musim.000 Ha.000 mm/tahun dibagian selatan menjadi lebih dari 4.000 – 3.000 mm pertahun O O c.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.050 jiwa atau 48. d. sedangkan menurut RTRW Kabupaten Barito Utara Tahun 2004 / RTRWP Tahun 1999 luas potensi hutan seluas 485.506 ha.000 m/tahun dibagian utara. dan : 133 ha. : 159. : 91.08% per tahun. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Utara rata-rata kerapatan 14 jiwa per km .605 ha. : 69. Menurut peta curah hujan Provinsi Kalimantan Tengah.0%.850 Ha. yaitu dari 3.903 jiwa dengan dengan laju pertumbuhan 1. Wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai curah hujan yang tertinggi diantara kabupaten-kabupaten lainnya. Lahan dan penggunaannya Luas Kawasan Kabupaten Barito Utara berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003 adalah 830.792 ha. : 6. Topografi dan iklim Iklim di Kabupaten Barito Utara termasuk iklim tropis yang lembab dan panas.22% dan penduduk perempuan 56.000 ha.853 jiwa atau 51. Berdasarkan data dan peta curah hujan Kabupaten Barito Utara dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu sebagai berikut: • • Wilayah dengan curah hujan antara 3. Luas Kawasan hutan dapat dirinci sebagai berikut : (1) Hutan Produksi (2) Hutan Lindung (3) Cagar Alam (4) Kawasan Pengembangan Produksi (5) Hutan Produksi Terbatas (6) Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (7) Lokasi Transmigrasi : 316.44 .506 ha. yaitu musim hujan dan musim kemarau. Demografi Jumlah penduduk sampai dengan Januari 2007 adalah 114.500 – 3. : 186. Penduduk di Kabupaten Barito Utara tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 58. 2 II . dan Wilayah dengan curah hujan antara 2.500 mm pertahun. Keadaan temperatur udara rata-rata maksimum lebih kurang 35 C dan minimum kurang lebih 20 C dengan kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun.

Waduk dan Air Genangan. nilai IPM Kabupaten Barito Utara adalah 73. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik.. Sumber daya alam Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Hanya areal sawah di daerah ini yang menggunakan sarana irigasi (semi teknis).6.45 . Danau.1). II . wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi yang cukup baik bagi pengembangan usaha pertanian tanaman pangan dan holtikultura. nilai IPM Kabupaten Barito Utara termasuk tinggi berada pada posisi ke 2 (dua) diantara 14 kabupaten/kota. Kabupaten Barito Utara memiliki Luas perairan umum (Perairan air Tawar) 4. Sumber daya alam di Kabupaten Barito Utara adalah meliputi sumberdaya lahan pertanian dan perkebunan. Rawa. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai. pemerintah Kabupaten Barito Utara telah membangun dua unit DAM kecil di daerah Trinsing dan Trahean Kecamatan Teweh Tengah. Berdasarkan kondisi fisik. sumber daya dibidang kehutan.6. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72. Untuk mendukung pengembangan pertanian.2. Selebihnya masih merupakan sawah tadah hujan. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.928 Ha. rawa dan laut.6. terdiri dari perairan Sungai.Profil Daerah 2. meskipun bila dilihat secara nasional masih perlu lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM.1.8 (Tabel 2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. b. tambang.

Tingkat pendidikan pencari kerja sebagian besar adalah Sarjana Diploma dan Sarjana Strata-1 sebesar 44% dan lulusan SLTA sebesar 37%.4 98. dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan.1.252 orang. S-1 dan Program Pascasarjana.1 73.8 77 2 622. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Utara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.3 71.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.4 7.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 71. Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.2 72. Beberapa diantaranya saat ini tengah mengikuti program pendidikan S-2 di luar negeri. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan SDM di kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. Pembangunan SDM juga dilakukan melalui peningkatan pembangunan bidang kesehatan. Selebihnya adalah SLTP 6%. Peran serta ini antara lain dengan mendorong peran aktif lembaga GN-OTA. keterampilan dan kesehatan. Universitas Palangka Raya.9 61 4.46 . Orientasi pendidikan juga diarahkan agar memenuhi standar akreditasi pemerintah serta responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan bursa tenaga kerja.0 98. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai pencari kerja tahun 2006 adalah 2. Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong perkembangan aktivitas pendidikan adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan. SD 6% dan tidak tamat SD 7%. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3. Indikatornya antara lain: II . peningkatan relevansi pendidikan.6. Komite Sekolah dan lembaga sosial lainnya guna membantu anak usia sekolah dari kalangan kurang mampu. serta mendukung pengembangan potensi daerah dalam bentuk sekolah kejuruan.5 8. peningkatan mutu pendidikan. Beberapa kebijakan dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang telah ditempuh antara lain pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.0 616.17 2 Keberhasilan pembangunan SDM di wilayah ini dapat pula dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja di wilayah ini.

khususnya pada daerah yang berbasis utama pada daerah aliran Sungai Barito dan anak sungainya.58 229. baik untuk pengangkutan orang ataupun barang ke dan dari daerah pedalaman.88 104. Transportasi sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan penting. • Peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.47 Pada jalan HPH sebagian jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan pihak perusahaan.08 5 Jalan HPH .47 . 2007 Status Jalan Baik (km) Rusak Berat (km) 64. Infrastruktur a.60 63.68 295. Montallat.6. provinsi.50 2 Jalan Provinsi 14.47 205. tetapi jalur ini sangat tergantung keadaan alam. Di musim hujan kondisi jalan sangat licin dan hampir tidak bisa dilewati pada tempat-tempat tertentu yang terjal dan pada musim kemarau dibatasi oleh debu yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. tersedia Dermaga apung pada ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan.Profil Daerah • Peningkatan usia harapan hidup.20 244.95 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Prasarana transportasi Jaringan jalan darat di Kabupaten Barito Utara menurut statusnya terbagi atas jalan negara. transportasi sungai merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan. II .00 3.3. Panjang dan kondisi jalan berdasarkan status di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 No Kondisi Sedang Rusak (km) (km) 1 Jalan Negara 213.2. Untuk melayani fasilitas kapal-kapal sungai tersebut.40 3 Jalan Kabupaten 86.46 3. khususnya kota Muara Teweh.569. dan • Peningkatan produktivitas kerja. 2.97 4 Jalan Desa 36. Jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat. Jalan Negara yang melewati Kabupaten Barito Utara adalah merupakan jalur jalan antar provinsi yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (dari Banjarmasin) ke arah Ampah-Kandui-Muara Teweh.6.130. kabupaten. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat. Transportasi melalui Jalan Darat (melalui jalan Negara) arah selatan menuju Banjarmasin dengan jarak ± 425 km ditempuh rata-rata 8 – 10 jam perjalanan.85 792. • Penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. desa dan jalan HPH.40 77.93 249.2.04 Jumlah 123. Tabel 2.

ibukota Kabupaten Barito Utara tersedia satu buah kantor cabang PT. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Barito Utara adalah tersedianya kantor Pos. Muara Lahei dan Kandui. Tiki dan lain-lain. II . XL. LTH. Direncanakan untuk tamban layanan internet dalam beberapa bulan ke depan akan beroperasi provider dari telkom dengan produknya speedy net. Saat ini rute penerbangan Muara Teweh. Transportasi melalui Sungai Barito dan Anak Sungai Barito dengan jarak ± 700 km ke arah selatan menuju Banjarmasin dengan waktu tempuh menggunakan Tongkang mesin sendiri atau ditarik dengan Tugboat ± 48 jam. Lapangan udara di Kabupaten Barito Utara ada satu buah yaitu yang berada di kota Muara Teweh jalan Pendreh Kecamatan Teweh Tengah dengan nama Bandara Beringin. Pelayanan Pos di Barito Utara tersedia satu unit Kantor Pos di Muara Teweh. c. Pesawat jenis BN dan Casa 212. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten.48 . Indosat. beserta derivatnya.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN umumnya telah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Barito Utara. Pelayanan telekomunikasi di Muara Teweh.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tumpung Laung dan Muara Lahei. b. Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang berupaya membangun Bandara Baru di desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah kurang lebih 25 km dari Muara Teweh untuk mengantisifasi perkembangan transport udara. Guna melayani kiriman melalui titipan. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. Beberapa operator telepon seluler yang saat ini aktif adalah Telkomsel. Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia. Sarana air bersih dari PDAM umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan seperta Muara Teweh. Selain itu juga tersedia fasilitas internet menggunakan telkomnet instan. SLJJ dan SLI. Surabaya. di Muara Teweh ada beberapa cabang perusahaan jasa titipan (travel) yang siap untuk membantu melayani barang-barang kiriman seperti KGP. Kapasitas bandara mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 200 jurusan Muara Teweh Jakarta. Palangka Raya dan Banjarmasin dibuka dua kali seminggu oleh perusahaan penerbangan perintis Dirgantara Air Servis (DAS). Fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Barito Utara.

Profil Daerah d. Puskesmas.3. Polindes dan Posyandu serta Apotek (Tabel 2. Pustu dan Polindes Per Kecamatan Tahun 2006 No 1 2 Kecamatan Montallat Gunung Timang Nama Puskesmas Jumlah Puskesmas Pembantu 7 5 3 3 9 3 10 6 7 4 4 7 8 2 69 Jumlah Poliklinik Desa (Polindes) 6 4 3 3 7 3 1 4 2 7 40 Tumpung Laung Kandui Ketapang 3 Gunung Purei Lampeong 4 Teweh Timur Benangin Mampuak 5 Teweh Tengah Muara Teweh Lanjas Lemo PIR Butong Sei Rahayu 6 Lahei Lahei I Lahei II Benao Jumlah 14 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Puskesmas Pembantu.3).4). Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Barito Utara yang ada adalah Rumah Sakit Daerah Muara Teweh Tipe C.6. Tabel 2.49 . 2007 II . Sarana Pendidikan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 Jenjang Negeri Swasta Sekolah 1 TK/RA 1 55 2 SD/MI 177 6 3 SDLB 1 0 4 SMP/MTs 19 14 5 SMA/MA 6 7 6 SMK 2 0 7 PT 0 3 Jumlah 206 85 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.4.6. Puskesmas. 2007 No Total 56 183 1 33 13 2 3 291 e.6. Tabel 2.6. Kondisi sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut : – 101 unit dalam kondisi baik – 59 unit mengalami rusak ringan – 64 unit mengalami rusak sedang – 67 unit mengalami rusak berat. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 291 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi yang terdiri dari 206 milik pemerintah dan 85 swasta (Tabel 2.

danau. yaitu: BPD Cabang Muara Teweh. terdiri dari tenaga teknis kesehatan sebanyak 305 orang. BNI 46 Cabang Muara Teweh. BRI Cabang Muara Teweh. II . KABUPATEN SUKAMARA 2. Jelai. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Utara beroperasi beberapa bank.700 Ha atau kurang lebih 2% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi Fisik dan Geografi a. sarjana kesehatan masyarakat 11 orang. Tenaga dokter spesialis 3 orang. Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung merupakan kecamatan baru yang telah sesuai Perda Kabupaten Sukamara No. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) 28 orang. dengan batas – batas wilayah. Bank Mandiri serta Asuransi Jiwasraya dan Bumi Putera. tenaga non teknis kesehatan sebanyak 34 orang. Balai Riam. perawat 126 orang. 2. Secara geografis kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai 3°07' Lintang Selatan (LS) dan 110°25' sampai dengan 111°9' Bujur Timur (BT). bidan 101 orang. Jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah menurut kecamatan disajikan dalam Tabel 2.7.1. Wilayah kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan dan 29 desa.1 berikut. sungai. 03 Tahun 2006 tanggal 12 April 2006 tentang pembentukan Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung yang selanjutnya diundangkan pada tanggal 05 Mei 2006.827 km atau 382.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tenaga yang ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 367 orang. dokter gigi 4 orang. genangan air. Pantai Lunci (diresmikan tanggal 15 Juni 2006) dan Permata Kecubung (diresmikan tanggal 17 Juni 2006). sarjana keperawatan 3 orang.7. yaitu Kecamatan Sukamara. Luas dan batas wilayah Luas wilayah Kabupaten Sukamara adalah 3. apoteker 3 orang. f. sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Kabupaten Kotawaringin Barat : Laut Jawa : Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat 2 Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 (lima) kecamatan. rawa.50 . dokter umum 20 orang. pantai dan tanah lainnya.7. dan tenaga kesehatan lainnya 64 orang. yang terdiri dari hutan.

80 13. Jumlah 84.86 20. Daerah ini dipengaruhi oleh pasang surut dan penggunaan lahan yang cocok adalah untuk tambak.925 56. pertanian tanah kering dan sawah.95 3. Tabel 2.51 .00 522.475 3 Balai Riam 2) 1. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Balai Riam seluas 522. 1 2 3 4 5 Kecamatan Kelurahan Desa 6 4 8 4 7 29 Luas (km2) 1.00 796.08% yang peruntukan penggunaanya cocok untuk perkebunan. tergantung pada parameter fisik dan kimia tanah lainnya.00 676.200 17.525 160.7. mangrove/konservasi pantai dan sawah.2. menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara sekitar 25. Topografi dan iklim 1).275 18. kemudian Kecamatan Pantai Lunci dengan luas 804 km dan Kecamatan Jelai seluas 796 km .26 804.250 80.7 m di atas permukaan laut (dpl). Topografi Topografi merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian lokasi untuk investasi/budidaya pertanian dalam arti luas.69 100.035 52.01 17. Setiap tanaman memerlukan topografi yang sesuai agar dapat berproduksi optimal. II .600 98.028 km .827.350 34.7.500 Data pada Tabel 2.65 21.Profil Daerah Tabel 2. kelapa.92% terletak pada ketinggian 0 . Daerah lainnya yang terletak pada ketinggian 7 .26 km .2.028.1 Jumlah Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukamara No.980 780 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.2 Ketinggian Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0–7 m 7–25 m 25–100 m 100–500 m Induk 1 Sukamara 31.375 2 Jelai 1) 59.900 316.560 16.500 m dpl sekitar 74. Letak Kabupaten Sukamara berdasarkan ketinggian disajikan pada Tabel 2.130 780 JUMLAH 82.00 Sukamara 2 Jelai 1 Balai Riam Pantai Lunci Permata Kecubung Jumlah 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara 2006 Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 Kecamatan.21 Persentase terhadap Luas Kabupaten (%) 26.7. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sukamara dengan luas 1. 2 2 2 2 b.7.000 133.

7.700 3. Wilayah Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi beberapa fisiografi sebagai berikut : Daratan rendah. baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai.52 .800 37. masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Topografi yang digambarkan dalam kemiringan tanah mempunyai peranan yang penting dalam pemanfaatan tanah baik untuk pembangunan pertanian maupun untuk pembangunan infrastruktur. Lahan gambut Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee).600 133. Letaknya agak tinggi. kemiringan 15-40% berbukit dan kemiringan > 40% bergunung.400 84. yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar. Daratan rendah. Data kemiringan lahan Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2. tanah yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya seluas 3.500 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.3. Seluruh wilayah daratan rendah. II .375 ha. Topografi tanah dengan kemiringan 0-2% termasuk datar.600 2 Sukamara 46.7. Tabel 2.3.375 98.3 Kemiringan Lahan Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% >40% Jumlah Induk 1 Jelai 133. yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klimaks. endapan pantai Wilayah ini terdapat di tepi pantai.900 Jumlah 197. Fisiografi Kajian fisiografi merupakan salah satu pendekatan keruangan yang menganalisa karakteristik bentang alam berdasarkan persamaan sifat-sifat fisik tanah.7.375 316. 2).000 46. Berdasarkan Tabel 2. namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai. kemiringan 2-15% dari bergelombang sampai berbukit. yaitu dengan kemiringan lahan lebih dari 40%. Terbentuk dari hasil pengendapan pantai.000 3 Balai Riam 18. tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa.200 84. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus. Analisis fisiografi juga sebagai masukan dalam analisis daya dukung lingkungan.700 3. Dataran ini dapat dijumpai terutama di antara di sekitar Sungai Jelai dan pantai. Penggunaan lahan dengan kemiringan > 40% ini disarankan kawasan lindung/ kawasan hutan. misalnya pembangunan jalan dan gedung.825 29. yang berjarak 2 – 5 km dari pantai.025 29. endapan sungai Wilayah ini terdapat di tepi sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil. sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome).

1976). coklat kehitaman. komponen terdiri dari fragmen kuarsit dan basal. Daerah pesisir secara geologis terbentuk dari proses endapan-endapan dari sungai dan proses pasang surut dan pengaruh laut. Ditinjau dari formasi bahan material pembentukannya. tebalnya diperkirakan 300 m. batuan endapan pantai Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah. setempat berstruktur sedimen silang siur. Sebagian lahan ini telah digunakan untuk pertanian tanaman keras dan selebihnya beruap hutan. yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung. berwarna kekuningan sampai kelabu.Profil Daerah Dataran rendah. bersifat liat. Formasi Dahor (TQd) yang terdiri dari material Konglomerat. terutama disekitar Sungai Jelai dan di sebelah selatan kota sukamara. diendapkan dilingkungan paralik. dan lempung kaolinan warna putih kekuningan. diantaranya danau dan rawa. Endapan yang dihasilkan oleh proses di sungai menghasilkan tanah endapan di kiri – kanan Sungai Jelai yang dapat mencapai 5 km dari tepi sungai. Tanah yang terbentuk dari II . karbonan setempat mengandung lignit. sangat lunak (daerah pasang surut). Berselingan dengan batu pasir. Geologi Berdasarkan peta geologi lembar Palangka Raya tahun 1995 wilayah Kabupaten Sukamara terbentuk dari batuan endapan dan batuan beku. Batu lempung warna kelabu. Dataran ini memiliki tekstur tanah kasar. berbutir sedang sampai kasar. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut. tebal sekitar dari 50 – 100 m.53 . Dataran ini membentang dari sukamara hingga ke pantai. kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Plistosen. Tanah ini banyak dijumpai dari bagian tengah hingga ke utara dan merupakan lahan yang baik untuk pertanian lahan kering. Daerah tengah dan hulu terbentuk dari batuan endapan dan beku. yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam. sehingga pada beberapa tempat drainase agak terlambat. Lain-lain Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air. berdasarkan korelasi dengan Formasi Dahor di Lembar Tewah (Sumintadipura. tak berlapis (endapan sungai). Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault). terdapat di bagian hulu. mengandung sisa tumbuhan. pasir lepas berwarna kekuningan halus-kasar. berukuran 1 – 3 cm. tersingkap sebagai sisipan dalam batu pasir dengan ketebalan 20 – 60 cm. Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar. Yang terbentuk pada masa tersier dan kuarter. di daerah ini terdapat Formasi Aluvium (Qa) yang tersusun dari material gambut berwarna coklat kehitaman (endapan rawa). agak padat. 3). lempung kelabu kecoklatan. agak lunak.

000 3 Balai Riam 62. Proses pengendapan dari proses laut menghasilkan tanah/hamparan pasir dan tanggul pesisir di sepanjang pantai.000 98. Materi penyusun batuan endapan ini terdiri dari endapan bahan organik yang membentu tanah gambut. Oleh karena itu sifat batuan secara geologis akan menentukan kesuburan tanah dan kemudian berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan untuk budidaya tanaman.600 2 Sukamara 84.900 316. Hamparan pasir ini ada mencapai jarak ± 20 km ke arah daratan. seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. terutama dari Kuala Jelai hingga ke sungai bakau. endapan lumpur dan lempung mebentuk tanah alluvial dan tanah podsolik. Tabel 2. Endapan bahan organik yang terkurung dalam jebakan air membentuk tanah gambut yang banyak di jumpai di daerah belakang tepi sungai. lava.4.7. Sebagian tanah ini dipergunakan untuk lokasi permukiman dan pertanian.447 36. dan tuf yang bersifat resisten. Batuan beku dengan bahan pembentuk dari andesit dan basalt membetuk tanah latosol. Kobar 1986 No Jumlah 133. Data geologi Kabupaten Sukamara sesuai Peta Geologi Bersistem Indonesia. andesit. Sedangkan bagian selanjutnya hingga ke hilir melewati landform Group Aluvial dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk batuan sediment yamg mengandung pasir.03 Jumlah 280. bahwa bagian hulu (bagian kecil) dari sungai ini berasal dari daerah Landform Group Volkan formasi tua yang merupakan daerah dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk breksi gunung api. II . enadapan pasir yang membentuk tanah regosol. Jenis tanah tanah yang terbentuk di suatu daerah dipengaruhi oleh struktur batuan induk yang oleh proses bio-fisik atau proses pelapukan akan membentuk jenis tanah tertentu. Dengan menggunakan data pada tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah endapan sungai merupakan lahan yang relatif subur dan sebagian besar telah digunakan sebagai permukiman dan lahan pertanian. Tanah pasir yang terbentuk dari proses ini merupakan tanah yang miskin hara yang banyak dijumpai di pesisir hingga ke bagian tengah. 1513. lempung dan sisa-sisa tanaman dan bersifat mudah tererosi. Lembar Pangkalan Bun.7.54 .053 Sumber : Buku A Ka. tahun 1994. Data geologi Kabupaten Sukamara terdiri dari batuan endapan dan batuan beku.500 Dari aspek geologi dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang berasal dari bahan induk pasir adalah sangat terbatas karena tingkat kesuburannya sangat rendah.847 36.4.7. terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten sukamara terbentuk dari batuan endapan.dalam Ha Kecamatan Batuan Endapan Batuan Beku Induk 1 Jelai 133.4 Geologi Kabupaten Sukamara .600 84.

kelembaban dan lama penyinaran matahari. Data iklim tersebut diperoleh dari Stasiun Penangkar Hujan Sukamara selama 5 tahun dari tahun 1999 – 2003. Hasil rekapitulasi dari data-data suhu. maka lahan tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan. dan terjadi kekurangan air pada periode lainnya. kelembaban. karena karakteristiknya yang memang sangat dinamis. Akibat keadaan tersebut. jumlah bulan basah/kering. Dengan demikian. Dalam budidaya tambak. Kondisi tersebut dibutuhkan bulan-bulan kering. kelembaban nisbi. maka ketersediaan air yang berharap dari curah hujan sering mengancam sistem produksi tanaman tersebut.Profil Daerah Tanah yang relatip baik adalah tanah yang berasal dari bahan endapan lumpur dan liat yang banyak ditemukan di sekitar bantaran sungai. kualitas lahan yang pertama diperhatikan adalah kondisi iklim nya. Sebagai akibat dari sifat ekstrim nya yang kadang melebihi kebutuhan dan kekeringan tanpa ada hujan. Iklim Curah hujan sebagai salah satu unsur iklim merupakan komponen ekologi utama pemasok air dalam sistem produksi tanaman. curah hujan. Untuk memprediksi karakteristik suhu udara. dan penyinaran matahari di kecamatan digunakan data-data dari Stasiun Klimatologi dari Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. Bila karakteristiknya tidak mendukung untuk budidaya tanaman. Unsur .55 . suhu. maka kesetimbangan air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan berfluktuasi menurut waktu. ada saat-saat dimana dasar tambak nya perlu dikeringkan agar terjadi perbaikan sifat fisik tanahnya. Oleh karena itu. 4). amoniak atau metan.unsur iklim yang sangat penting dalam budidaya pertanian dan perikanan adalah. 1988). beragam. meningkatkan mineralisasi bahan organic dan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun seperti H2S. II . Tanah yang relatip lebih subur adalah tanah dengan bahan induk dari batuan beku. Curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan bulan kering 2-3 bulan adalah cukup baik untuk membuat kondisi tambak seperti tersebut diatas (Soeseno. Resiko tersebut dapat diketahui dengan cara menyusun potensi masa tanam berdasarkan perhitungan neraca air. dalam melakukan evaluasi lahan pertanian. pada periode tertentu akan terjadi kelebihan air. Informasi data iklim sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan kebun tanaman semusim dan tahunan karena iklim merupakan faktor penentu sistem produksi pertanian yang paling sulit dikendalikan. Namun. dan sulit dikendalikan. Stagnasi ketersediaan air tersebut harus dapat diketahui sebelum membangun kebun/tambak agar resiko kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekurangan/kelebihan air lebih kecil. yang mungkin pada saat periode pertumbuhan tanaman/ikan/udang.

5 16.7.9 23.1 23.5 31.9 27.7 2006 Min Rt2 23.9 27.1 23.5 25. zone iklim di kecamatan Jelai termasuk kedalam D1.0 26.6 24.8 32.2 51.7 26.6 26.7.6 23.2 26.4 23.1 26.9 22. Tahun 2003-2007 Rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Sukamara adalah 1.1 31.9 22.9 31.5 Max 30.6 26.1 33.3 31.0 32.9 27.7 32.7 23.3 31.9 22.0 – 285.6 32.6 96.9 25.7 23.0 23.0 31.2 2007 Min Rt2 23.7 31.4 26.6 31.9 32.4 Rt2 26.7 23.987 1.5 23.5 23.2 31.9 26.1 22.8% dan lama penyinaran matahari sebesar 41 – 62%.5 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.2 26. sedangkan rata – rata curah hujan bulanan sebesar 51.0 Max 30.7 26.7. Berdasarkan kriteria Iklim Oldman (1977). Musim hujan terjadi mulai bulan Nopember – April.4 23.2 25.2 23.0 Tabel 2.5 – 35 o o o C dan suhu bulanan minimum sebesar 22.2 173.5 23.0 22.9 23.7 27. Tabel 2.5 22.9 26.9 23.6 31.5 32. Suhu rata-rata bulanan sebesar 25. II .4 31.5 23.0 22.2 51.0 29.764 1.5 26. dan 3 bulan kering.0 32.9 31.1 26.6 21.9 26.9 31.2 22.5 23.445 1.5.5 26.5 30.4 35.1 31.5 31.5 berikut disajikan curah hujan (mm) stasiun penakar Sukamara tahun 2003-2007. dengan jumlah bulan basah sebanyak 4 bulan.9 22.9 23.5 26.6 30. yaitu zone iklim yang memiliki 3-4 bulan basah dan < 2 bulan kering.9 26.9 31.7 23.7 23.4 27.7 23.6 32.9 21.0 23.9 32.56 . Tabel 2.0 23.2 31.4 238.9 Max 30.5 24.0 31.0 23.0 131.7 27.6 31.5 26.2 25.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dan lama penyinaran matahari dari kedua stasiun klimatologi tersebut berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.7 23.7 26.6.4 31.3 32.0 26.0 26.9 31.9 23.4 23.4 23.0 – 23.9 C. Tahun 2003-2007 Bulan 2007 423 575 115 313 0 115 78 70 52 95 194 315 2.7. Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003 – 2007 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des 2003 Min Rt2 23.7 26.3 26.0 26. dengan suhu bulanan maksimum 30.7 23.0 31.7 31.4 23.4 26.3 26.7 22.0 33.445 mm/th.3 26.6 27.608 Sumber: Stasiun Penakar Hujan Sukamara.4 31.7.7 25.7 26.1 31.9 26.0 30.2 26.0 31.9 32.0 26.4 Max 31.9 26.2 113.9 26.1 22.7 23. Pada Tabel 3.7 23.6 dan Tabel 2.5 23.5 27.0 26.6 Suhu Rata-Rata.9 26.9 – 27.5 23.0 23.4 34.2 23.1 30.6 31.7 23.9 27.5 26.2 32.2 194.608 – 2.2 31.5 23.0 23.6 23.1 33.5 26.2 mm/bln.7 27.2 32.1 C.7 32.5 25.7 27. Kelembaban udara bulanan sebesar 77.5 Curah Hujan (Mm) Stasiun Penakar Hujan Sukamara Tahun 2003 – 2007 Tahun 1993 2004 2005 2006 Januari 164 199 361 279 Februari 140 251 0 0 Maret 203 115 194 344 April 302 142 127 247 Mei 311 196 181 180 Juni 102 119 78 67 Juli 254 129 74 31 Agustus 79 99 8 0 September 61 48 94 0 Oktober 190 65 131 76 Nopember 323 230 258 187 Desember 316 294 258 197 Rt2 Tahunan 2.0 30.7.345 Rt2 Bulanan 285.2 – 84.2 193.5 Periode Tahun 2004 2005 Min Rt2 Max Min 23.0 35.4 276.6 26.0 31.3 26.1 25.4 26.2 226.3 31.

0 83.3 65.0 Tabel 2.8 82.6 52.9 2007 47 49 51 55 57 60 62 55 52 50 47 38 62.7. Lahan dan penggunaannya Penggunaan lahan adalah wujud interaksi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhannya. Data penggunaan lahan Kabupaten Sukamara dapat dilihat pada Tabel 2.4 47.8 Kelembaban Udara Rata-Rata (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 1999-2003 Tahun 2003 2004 2005 2006 Januari 84 86 83 80 Februari 83 85 84 81 Maret 81 83 82 83 April 82 85 83 83 Mei 84 85 83 82 Juni 83 82 82 81 Juli 81 81 81 78 Agustus 78 79 79 74 September 79 78 77 74 Oktober 80 81 80 879 Nopember 83 84 82 84 Desember 84 85 84 85 Rt2 Tahunan 98.8 82.4 98.7 Penyinaran Matahari (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003-2007 2003 2004 2005 Januari 42 44 49 Februari 45 47 50 Maret 49 50 52 April 52 5 57 Mei 55 57 60 Juni 58 62 62 Juli 56 60 60 Agustus 59 62 62 September 49 60 52 Oktober 50 57 55 Nopember 49 51 50 Desember 42 39 45 Rt2 Tahunan 60. II .0 55.3 Rt2 Bulanan 82.4 61.8 62.8 77. Bun.6 64.2 80.2 49.2 84.2 41.4 49.9.4 Sumber: Stasiun Klimatologi P.4 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.6 57.8 c.2 99. Identifikasi penggunaan lahan erat kaitannya dengan tingkat efisiensi pemanfaatan lahan dan kerusakan lahan. tahun 2003-2007 Bulan Tahun 2006 45 47 50 58 67 72 39 39 35 49 49 41 59.0 96.6 49.0 82.2 77.8 83.8 53.8 83.57 .Profil Daerah Tabel 2. Interaksi manusia dengan lahan akan terbentuk pola penggunaan dan intensitas penggunaan lahan.3 Rt2 Bulanan 45.7.2 80. Tahun 1999 – 2003 Bulan 2007 81 82 85 81 85 83 80 79 78 80 83 86 98.7.

tambak dan pemukiman.7. 6. Sukamara Tahun 2006 II . 9. Tabel 2. KPP Luas Total 314. Dari peruntukan lahan seperti pada tabel tersebut. namun pada kenyataannya hutan tersebut sudah tidak produktif lagi atau kayu yang tumbuh di hutan tersebut sudah tidak ada lagi.00 Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Luas lahan kehutanan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.97 3. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 33. 1.475 100. Fungsi Kawasan Luas (Ha) Persentase (%) Kawasan Lindung 12.9 Penggunaan Tanah Kabupaten Sukamara No.01 100 Kebun Campuran Emplasemen Hutan Negara Pemukiman penduduk Kebun Karet Kelapa Sawit Ladang Padang Rumput Rawa dan persawahan Semak dan Belukar Tambak Lainnya (sungai.46 20.10 Luas Hutan Kabupaten Sukamara Menurut Jenisnya Tahun 2006 No. Meski luas lahan berstatus hutan produksi (HP) cukup luas.01 37.01 7. 10. Hutan Produksi (HP) 2.09 3.21 11. I 1.977 Cagar Alam Hutan Lindung (mangrove) Kawasan Budidaya II 6. jalan) Jumlah Sumber : Hasil analisis citra. 4.49 139.7. Thn 2006 Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa penggunaan lahan yang terbesar adalah berupa hutan sebesar 141.29 0.03 0.08 37.14 11.17 104.099 78.908 5.03%). selanjutnya berupa semak belukar 78.641 Ha (20.524 3. telah habis tertebang dan terbakar.310 1.7.641 554 44. 3.10. 2.711 Ha (37.757 20 141. danau.286 42.71 8.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) 8.480 382.721 Persentase (%) 2.853 12. 11.34 20.39 5.58 .690 1. Sebenarnya jika status lahan yang berupa hutan produksi dapat segera dialih fungsikan.122 28. 12. 8.435 4. 5.44 0. maka merupakan potensi besar bagi Kabupaten Sukamara untuk membangun sektor perkebunan dan pertanian dalam rangka intensifikasi pemanfaatan lahan.55%).55 0.711 1. Hutan Transmigrasi 1.508 22.321 2. KPPL 44. lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan budidaya di luar kehutanan adalah : KPP dan KPPL yaitu untuk perkebunan. 7.

dan Kecamatan Permata Kecubung (16.330 2. 1 2 3 4.59 . Balai Riam (14.07 14.916 36.399 4.7. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2006 sebanyak 36. Pantai Lunci (13.456 2.92%).769 Pantai Lunci 2. Jumlah penduduk per kecamatan disajikan pada Tabel 2.099 5. Tabel 2.714 16.148 Jelai 2.09%).210 2. Selebihnya tersebar relatif merata di wilayah kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Jelai (13. dengan kategori penduduk jarang.00 Sukamara 8.11.11 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 No.56%). yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan disajikan pada Tabel 2.7.518 Balai Riam 2.180 jiwa.251 2. 5.92 16.Profil Daerah Penggunaan KPPL diutamakan untuk pemenuhan lahan bagi kegiatan masyarakat meliputi permukiman dan lahan usaha.7.582 Permata Kecubung 3.07%).56 13.038 5.961 Jumlah 15.35 100. transmigrasi surut.961 jiwa perempuan tersebar pada 5 kecamatan yang bermukim di 3 kelurahan dan 29 desa.180 Persentase (%) 42.24 jiwa/km2. Kecamatan Laki-laki Perempuan 7.35%). Rata–rata kepadatan penduduk 9. Angkatan kerja Struktur penduduk dapat dilihat dari sex ratio dan dari sisi usia produktif dan non produktif. Alokasi lahan untuk lokasi adalah untuk pengembangan permukiman dan pertanian sawah pasang d. terdiri dari 19.09 13.12 II .219 laki-laki dan 16. Perkebunan untuk kegiatan investasi dalam skala besar utamanya diperuntukkan perkebunan kelapa sawit. 1).728 5. lihat peta 4.202 Jumlah 19.219 Sumber : Sukamara Dalam Angka 2006 Konsentrasi penduduk Kabupaten Sukamara terbanyak berada di ibukota kabupaten yaitu di wilayah Kecamatan Sukamara (42.1. Berdasarkan sex ratio.

98 1.961 Persentase 53.84 1.732 1.474 7.27 6.441 30 – 34 1. maka ini berarti di Kabupaten Sukamara punya potensi besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dan pendapatan masyarakat Sumakamara pada umumnya.23 137.31 172.885 3.47 113.271 1.56 109.32 8.180 Angka Beban Tanggungan per 100 orang 104 88 69 96 82 91 Sukamara 7.620 20 – 24 1. Tabel 2.31 Persentase (%) 14.67 5.91 96. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 0–4 2.21 100.39 129.676 2.728 5.521 Balai Riam 1.038 5.88 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Jumlah 5.91 92.26 7.413 2.52 16.899 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 II . dimana setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sebanyak 113 orang penduduk laki-laki.71 3.180 Sex Ratio 103.7.00 Secara keseluruhan penduduk Sukamara lebih didominasi oleh penduduk laki-laki.807 3.12 Penduduk Sukamara Tahun 2006 Menurut Kelompok Umur.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.352 2.991 2.128 2.916 36.099 5.13 131.160 998 40 – 44 986 719 45 – 49 759 578 50 – 54 683 396 55 – 59 301 249 60 – 64 349 315 65 – 69 217 178 70 – 74 144 149 75 + 293 144 Sukamara 19.79 121.399 4.337 1.035 2.650 2.461 3.13.12 46.156 18.301 2.81 1.96 4. Penduduk berdasarkan usia dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : usia produktif (15 – 64 tahun) dan usia non produktif (0-4 tahun dan > 65 tahun).219 16. 1 2 3 4 5 Kecamatan 0 -14 15 – 64 > 65 387 172 194 163 209 1.17 107.47 120.7.246 Jumlah 16.88 110.577 5–9 3.538 Jelai 2.096 4.52 1.968 10 – 14 2.158 1.7.710 2.020 Pantai Lunci 2.60 .29 9.23 106.153 35 – 39 1.574 Permata Kecubung 2.84 105.85 13.079 550 664 395 293 437 36.13 Penduduk Sukamara Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif per Kecamatan No.705 1. Oleh karena pada umumnya penduduk yang mencari nafkah dan menjadi kepala keluarga adalah penduduk lalki-laki.125 Jumlah 15. Angka beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.097 15 – 19 1.260 1.28 116.253 6.379 25 – 29 1.09 0. Perbandingan usia tidak produktif dengan usia produktif menghasilkan angka beban ketergantungan (Dependency Ratio).64 203.70 2.550 1.

ini berarti bahwa setiap 100 orang usia produktif menanggung sebanyak 91 orang penduduk yang tidak produktif.314 5.16 344 105 162 1.24%.61 .368 8.569 45 30 69 1.377 100 3.177 1.72 302 151 142 2.719 jiwa.876 16. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 2.150 3.991 67. karena Kabupaten Sukamara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana wilayahnya.014 2003 3.7.662 6.636 16.10%).664 2005 3.255 2.441 Pertanian 1.086 2002 5.052 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Berdasarkan tabel diatas.16%). pada tahun 2006 terjadi peningkatan menjadi sebanyak 16.991 jiwa (67. terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja tiap tahunnya. Jika dipersentase diketahui bahwa jumlah penduduk yang produktif sebanyak 52.407 1. sedangkan penduduk yang tidak produktif sebanyak 47.719 Jelai Skmr 3. II . Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebanyak 10.11 23 6 11 91 0.346 Pertambangan & Penggalian 6 Listrik & Air Minum 2 Bangunan/Konstruksi 7 Perdagangan 145 Industri Pengolahan 29 Pengangkutan & Komunikasi 29 Bank & Lembaga Keuangan 2 Jasa-jasa 98 Tahun 2006 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Kerja Kecamatan PersenBalai Pantai Permata Jumlah tase (%) Riam Lunci Kecubung 3.980 3.740 1.322 2004 4.492 10.636 jiwa (16.11%). Dari performance dependency ratio ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukamara punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas penduduknya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.35 3.56 3 2 1 38 0.76%. dimana pada tahun 2002 hanya terdapat tenaga kerja sebanyak 12. Sektor lain yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa dan sektor industri pengolahan.10 302 30 31 745 4. sedangkan yang paling sedikit adalah sektor bank & lembaga keuangan hanya 26 jiwa (0.135 13.Profil Daerah Angka Dependency Ratio Kabupaten Sukamara adalah 91.377 jiwa.896 589 232 14 659 7.870 12.048 6.304 13.23 23 7 12 118 0.103 1.14 Pekerjaan Penduduk Umum > 10 tahun keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama per Kecamatan No.780 14.103 7. Hal ini cukup wajar. Tabel 2.22 6 2 2 26 0.55 50 30 23 364 2.

343 36.7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2).026 10. Kecamatan 2025 16.453 14. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.955 52.379 35.180 jiwa.579 13.2.004 15.916 Kab.399 9. Tabel 2.7. Berdasarkan Tabel tersebut jumlah penduduk kabupaten sukamara 81.827 9.631 4. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.526 5.286 10.433 3 Balai Riam2) 0. Dalam rangka penambahan jumlah penduduk pemerintah daerah merencanakan pembangunan lokasi transmigrasi sebanyak 6 UPT dengan jumlah tambahan penduduk sekitar 1800 KK atau 9000 Jiwa. Sumber daya alam Kabupaten Sukamara memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk dikembangkan II .2005 Jumlah Penduduk (Jiwa) No.52 Berdasarkan data jumlah penduduk per kecamatan selama 5 (lima) tahun terakhir diatas.501 27.62 dalam rangka memacu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan penduduk.445 14.127 9. Diantara potensi sumber daya alam tersebut adalah sumber daya .7. 1 2 3 4 5 Kecamatan 1) 2002 2003 2004 2005 2006 Rata2 Pertumbuhan (%) Jelai 8.699 jiwa dengan peningkatan penduduk sekitar 133. Tahun 2010 .018 11.186 15.154 2 Sukamara 0.099 Permata Kecubung 5.43%.949 12.7.180 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Sukamara dalam Angka Tahun 2006 4.038 Sukamara 12. maka proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2025 disajikan pada Tabel 2.728 Pantai Lunci 5.754 10.746 65.15 berikut.062 20.755 Kabupaten Sukamara 42.16 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Sukamara.15 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara. Tabel 2.038 81.699 2.940 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 36.16.668 10.226 15.940 33. Proyeksi penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2002 sebanyak 31. Sukamara 31. 2006 No.569 15.505 12.7.714 37.092 50.417 35.399 Balai Riam2) 10.342 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Hasil Analisa.35 2. Tahun 2001 .2025 Tingkat Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan 2010 2015 2020 1 Jelai1) 0.

1).122 Ha (11.dan Pantai Lunci. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). persawahan. Dari beberapa hasil penelitian mengenai potensi wilayah yang dilakukan di Kabupaten telah direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memprioritaskan 4 kawasan pengembangan dengan masing-masing fungsi strategisnya sebagai berkut : 1) Kawasan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kecamatan Sukamara. Sedangkan sisisanya seluas 97. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. Dilihat dari penggunaan lahan yang ada seluas 141.6. nilai IPM Kabupaten Sukamara adalah 70.55%) berupa semak belukar.01%) berupa padang rumput dan lahan pasir kuarsa.641 Ha (20.4 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.45%) untuk penggunaan lain-lain termasuk tambak. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. nilai IPM Kabupaten Sukamara relatif rendah berada pada posisi ke 13 (tiga belas) diantara 14 kabupaten/kota. seluas 22. seluas 42. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. juga sumber daya tambang seperti pasir kuarsa dan biji besi. seluas 78.0 (Tabel 2. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat).97%) perkebunan kelapa sawit.03) adalah kawasan hutan Negara. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Perikanan dan Wisata di Kecamatan Jelai. dll. menurun dibanding tahun sebelumnya pada peringkat 186.711 Ha (37. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. pemukiman. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .63 .853 Ha (5. 3) Kawasan Perkebunan di kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung. lading. dan 4) Kawasan Pertambangan Pasir Kuarsa dan Biji Besi di Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung b.Profil Daerah sektor kelautan dan perikanan berupa ikan dan udang dari laut Jawa dan ikan dari perairan umum. sumber daya pertanian dan perkebunan (padi pasang surut. 2) Kawasan Pertanian. karet rakyat.394 Ha (25. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).

2 70. Penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak atau belum tamat SD mencapai 44.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.52%.8 7.17.50 13 Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.9 70.98%.6 6. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Sukamara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.984 orang atau sekitar 28.02%. Penduduk usia 5 tahun ke atas yang belum atau tidak pernah sekolah mencapai 9. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Sukamara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.712 orang).64 .4 186 1.17.0 94.38%. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Lebih sedikitnya jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin mungkin terjadi karena masih ada anak-anak yang duduk di bangku awal sekolah dasar yang belum bisa membaca dan penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak bisa atau sudah tidak bisa lagi membaca.7.7. Dari total penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah sekolah (157. Tabel 2. sebagian besarnya tidak atau belum tamat SD.7 94. jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin hanya sebesar 89. Tingkat pendidikan II . dengan rincian penduduk laki-laki sebesar 5. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan.74% dan penduduk perempuan sebanyak 12.2 67.34%. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. dapat disimpulkan bahwa masih ada sekitar 1. Berdasarkan data Susenas tahun 2006. Hal ini jika dikaitkan dengan data penduduk usia 5 tahun ke atas yang sedang atau pernah bersekolah yang besarnya mencapai 90.0 168 13 626.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Sukamara 2005 2006 67.8 625.60% penduduk yang sedang atau pernah bersekolah belum dapat membaca dan menulis huruf latin.

7. hal ini ditunjukkan dari besarnya persentase penduduk usia ini yang sedang bersekolah secara umum hanya mencapai 69. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Angka partisipasi sekolah kasar penduduk usia sekolah dasar (7-12 tahun) pada tahun 2006 masih rendah.Sekolah Dasar .34 Angka Partisipasi Kasar .65 .Sekolah Menengah Atas Sumber: Hasil perhitungan data BPS Tahun 2006 Angka partisipasi sekolah kasar tingkat pendidikan lanjutan (usia 13-18 tahun) dan tingkat partisipasi sekolah pendidikan lanjutan atas (usia 16-18 tahun) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah. Angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan pertama secara umum hanya mencapai 33.37%.08% dari total penduduk usia sekolah lanjutan pertama.34% dari total penduduk usia sekolah lanjutan atas (16-18 tahun). Besarnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri ini mungkin disebabkan oleh penyakit yang menjadi keluhan sebagian besar penduduk ini.36%.Profil Daerah yang terbanyak lainnya yang pernah ditamatkan oleh penduduk adalah SD/MI yakni sekitar 38. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi. Penyebab lainnya adalah mudahnya mendapatkan obat-obatan yang diperlukan penduduk melakukan pengobatan karena sebagian besar obat yang dipakai untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang diderita oleh penduduk di kabupaten tanah laut dijual bebas di pasaran. juga melakukan pengobatan sendiri. Sedangkan jumlah penduduk yang tamat pendidikan lanjutan ke atas hanya sekitar 14.51 33. mereka anggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya.51%. yakni mencapai 72. Sedangkan angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan atas. jumlahnya secara umum hanya mencapai 28. Sebagian besar dari penduduk Kabupaten Sukamara yang mengalami keluhan kesehatan. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan II .08 28.Sekolah Menengah Pertama .18.23%. Tabel 2. Angka Partispasi Sekolah Kasar Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Uraian Persentase (%) 69. sehingga tidak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan cukup dengan mengobati sendiri. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.

hanya sekitar 3.7.89 km. Pada tahun 2006 TPAK Kabupaten Sukamara sebesar 86. jalan lainnya 5.90 km yang terdiri dari jalan aspal 106.54%). Infrastruktur a. jalan kerikil 184. Tersedianya jaringan jalan yang didukung dengan noda trnsportasi yang memadai yang menghubungkan desa dengan kota akan memperlancar arus barang dan orang antar desa.14%). antar desa dengan kota dan antar wilayah yang lebih luas. Berdasarkan data jaringan jalan dan sarana angkutan darat yang telah ada dapat disimpulkan bahwa sistem trnasportasi dan layanan angkutan darat di Kecamatan Jelai II . sebagian besar hanya berpendidikan maksimal setingkat SLTP (69.66 . sektor jasa dan pemerintahan (6.34%). Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.13 km. Ini berarti penduduk Kabupaten Sukamara yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill.899 jiwa.62%) sektor pengangkutan (4. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Sukamara adalah sektor pertanian. sementara hubungan yang sudah lancar adalah pada ruas jalan Sukamara dengan Kotawaringin Lama.21%. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten ini. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 61.08 km. seperti pekerja kasar.66%. barang dan peningkatan investasi.24%. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (16.20 km. jalan tanah 417. Jangkauan sistem jaringan belum mencapai pusat permukiman. Prasarana transportasi 1).377 jiwa dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 18. barang dan jasa.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) sebanyak 16. Lulusan SLTA sederajat hanya 27. Meningkatnya arus lalu lintas akan mendorong tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru diantara kawasan yang dilewati sistem jaringan transportasi.86%) 2. Kondisi ini menjadi kendala bagi pergerakan orang.25% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat S1 atau lebih persentasenya kecil sekali. sedangkan hubungan dengan pusat permukiman lainnya belum lancar.0% dari total panjang jalan.3. dan sektor pertambangan galian C (0. industri kecil (3. Jaringan jalan yang terdapat di Kabupaten Sukamara sepanjang 702. Data ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang dapat berfungsi dalam segala cuaca hanya 15.80%). Transportasi darat Sistem transportasi darat sangat penting peranannya dalam meningkatkan mobilitas orang.

Transportasi sungai Sungai Jelai berperan dalam transportasi yang menghubungkan desa-desa dan menghubungkan desa dengan Sukamara sebagai ibukota kabupaten. Kabupaten ini mempunyai pelabuhan laut yaitu pelabuhan Sukamara yang berfungsi sebagai pelabuhan nasional.506 ton.Profil Daerah masih dalam tahap pengembangan dan belum mampu memberi kontribusi yang optimal untuk memperlancar pergerakan orang . Prasarana listrik dan air minum Kebutuhan listrik untuk penerangan di layani oleh PLN Cabang Sukamara dan generator listrik yang disediakan oleh penduduk. Pelabuhan Sukamara sangat memegang peran penting sebagai terminal distribusi barang melalui angkutan laut. b. Sebagian besar desa yang terdapat di wilayah ini dilayani oleh trayek angkutan sungai dari Sukamara yang beroperasi secara reguler. Jika dibanding dengan potensi daerah yang menjadi kawasan pelayanan Pelabuhan Sukamara.209 ton dan muat 276. 3). barang dan jasa. Pelayanan jaringan listrik PLN belum menjangkau seluruh desa dan sebagian besar desa menggunakan sumber listrik generator dimiliki oleh pribadi. Sungai Jelai juga merupakan pintu gerbang keluar masuk barang dan orang melalui angkutan laut dari dan keluar kabupaten.67 . II . Permukiman yang terdapat di wilayah pesisir yaitu Kecamatan Jelai. Berkembangnya kegiatan perkebunan dan bangkitan pergerakan angkutan darat akan berdampak pada peningkatan vollume angkutan melalui pelabuhan Sukamara. Pada tahun 2006 jumlah kapal yang berlabuh mencapai 1.19. berikut. Hal ini perlu diikuti dengan pengembangan pelabuhan Sukamara agar dapat berperan sebagai terminal distribusi lingkup regional dan sebagai pintu gerbang ke Kalimantan Tengah di wilayah barat. 2). maka kondisi pelabuhan yang ada saat ini kurang memadai untuk mengantisipasi perkembangan di masa datang.015 kunjungan dengan volume aktivitas bongkar mencapai 119. Jumlah angkutan sungai yang ada terdiri dari speed boat 31 unit. merupakan kawasan yang bertumpu pada sistem angkutan laut dalam memasarkan hasil produksinya. Transportasi laut Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan daerah ini dengan daerah luar.7. Kapasitas dan jangkauan pelayanan listrik dapat dilihat pada Tabel 2.

264.550 1. Lama (Kobar) 1. II . Tabel 2.450 4.888 Rumah Tangga Niaga (Besar & Kecil) Industri (Besar & Kecil) Sosial (RS & Rmh Ibadah) Instansi Pemerintah Khusus Hidran Umum Jumlah Sumber : PDAM Sukamara 2006 Pelayanan PDAM di Kabupaten Sukamara masih terbatas di wilayah perkotaan yaitu di Kota Sukamara. maka dari data tersebut terlihat bahwa layanan listrik di Kabupaten Sukamara baru menjangkau 33.435. Sebagian besar penduduk menggunakan sumber air minum dari pompa.923 76. Sukamara 2.68 .20.20 Jumlah Pelanggan PDAM Kabupaten Sukamara No. Kecamatan Daya terpasang (VA) 354.158 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Jelai 466 2. Prasarana air bersih yang dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) hanya ada di Kota Sukamara.911 Sumber : PT.461 5. PLN Ranting Sukamara 2006 No. Balai Riam 271 4.7. Stasiun penyalur bahan umum (SPBU) belum terdapat di Kota Sukamara.420 Gardu 19 3 20 5 1 48 Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 10.7.290 214.150 2. Jumlah rumah tangga di Kota Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 5.7. Pelayanan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk dan kegiatan industri masih didatangkan dari Kotawaringin Barat. Sedangkan jumlah pelanggan PLN Ranting Sukamara di luar wilayah kecamatan Kotawaringin Lama adalah sebanyak 3. 1 2 3 4 5 6 7 Katagore Pelanggan Jumlah Pelanggan (unit) 331 2 0 9 7 0 23 372 Volume Air yang disalurkan (M3) 66.19 Jumlah Pelanggan Listrik dan Daya Terpasang di Kabupaten Sukamara.772 345 0 141 707 0 8. Ktw.297 rumah tangga. 2006 Jumlah Langganan (unit) 1.450 pelanggan. perigi dan sungai.162 rumah tangga.208. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sukamara disajikan seperti dalam Tabel 2. Permata Kecubung 154 Jumlah 4. Dari data tersebut maka rumah tangga di wilayah Kota Sukamara yang terlayani PDAM masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 6. Jika diasumsikan satu unit rumah tangga adalah satu pelanggan.550 103.50%. Pantai Lunci 411 6.41%.430 290.

21 Jumlah Sekolah. Sebagian besar penduduk menggunakan fasilitas telepon selller (handphone). Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 4 unit.Profil Daerah c. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 46 unit.955 348 3. Selain fasilitas tersebut terdapat sebanyak 2 unit Pondok Bersalin Desa di kecamatan Sukamara dan Balai Riam.7. Semua wilayah kota Sukamara dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sukamara untuk kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik. dan Balai Riam). Prasarana komunikasi Prasarana komunikasi telepon otomat hanya terdapat di kota Sukamara dan telepon satelit di kota kecamatan. SMU/MA 3 2 635 164 5.7. Secara rinci jumlah sarana kesehatan per kecamatan di wilayah kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2. SMP/MTs 7 3 1.355 Sumber : Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Sekolah Guru Negeri Swasta 0 42 349 112 26 67 30 23 0 551 56 Jumlah Sekolah 15 48 10 5 1 79 e. Jelai. dan SMK sebanyak 1 unit. Madrasah Tsanawiyah 4 unit. T K 0 15 0 686 2. Sedangka Pustu terdapat di semua kecamatan yaitu sebanyak 27 unit Pustu.174 1. Madrasah Aliyah 1 Unit. Madrasah Ibtidaiyah 2 unit.69 . Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sukamara terdapat 1 rumah sakit umum daerah (RSUD).433 157 4. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Sukamara sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.22 II . SMK 1 0 151 0 Jumlah 56 23 7. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. d. Sekolah TK di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 15 unit yang tersebar di 5 kecamatan. Pada tingkat kecamatan telah tersedia 3 unit puskesmas yang terdapat di tiga kecamatan (kecamatan Sukamara. S D/MI 45 3 4. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 6 unit. Tabel 2.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Tabel 2.7.22 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. Rumah Sakit Puskesmas Pustu/Posyandu 4 7 5 4 7 27 Pondok Bersalin 0 1 1 0 0 2

Jelai 0 1 Sukamara 1 1 Balai Riam 0 1 Pantai Lunci 0 0 Permata Kecubung 0 0 Jumlah 1 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006

Jumlah sarana kesehatan yang ada saat ini di wilayah kabupaten Sukamara meski sudah cukup memadai untuk jumlah penduduk yang besarnya hanya 36.180 jiwa, namun perlu ada peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas untuk wilayah kecamatan Pantai Lunci dan kecamatan Permata Kecubung. Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar terdiri dari dokter umum 8 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3 orang, apoteker 5 orang, perawat 63 orang, perawat gigi 6 orang, bidan 30 orang, ahli gizi 5 orang, tenaga kesehatan lingkungan 12 orang, analis kesehatan 6 orang, radiographer 2 orang, pekarya kesehatan 2 orang, sarjana non kesehatan (administrasi) 2 orang. Secara rinci jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.7.23.

Tabel 2.7.23 Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Dokter Dokter Dokter Parawat Spesialis Umum Gigi 1. Jelai 0 1 0 9 2. Sukamara 0 6 1 48 3. Balai Riam 0 1 0 12 4. Pantai Lunci 0 0 0 0 5. Permata Kecubung 0 0 0 0 Jumlah 0 8 1 69 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Kecamatan Bidan 7 13 10 0 0 30

Berdasarkan data di atas maka jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar masih sangat kurang terutama untuk tenaga dokter spesialis sebagai syarat utama

keberadaan sebuah rumah sakit. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sukamara masih mengandalkan dukun kampung dan obat yang dijual di pasaran untuk mengobati penyakit. Penduduk Kabupaten Sukamara yang berada pada kelas menengah ke atas biasanya jika menderita sakit parah mereka berobat ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun atau ke Rumah Sakit yang ada di Semarang dan Surabaya. Kesadaran penduduk terutama penduduk yang tinggal dibantaran sungai akan pentingnya kesehatan relative masih sangat kurang. II - 70 Hal ini bisa dilihat dari prilaku konsumsi yang masih kurang memperhatikan

Profil Daerah syarat-syarat higines, termasuk masih banyaknya penduduk yang membuang kotoran dan sampah di sungai yang sekaligus digunakan sebagai sumber air minum.

f. Prasarana pengairan Kawasan pesisir Kabupaten Sukamara merupakan daerah pasang surut yang telah berkembang dalam kegiatan pertanian sawah dan perkebunan kelapa. Sesuai kondisi yang selalu tergenang air akibat pengaruh pasang surut, pemerintah daerah membangun saluran drainase untuk mengeluarkan air dari daerah rawa, disamping yang dibangun pemerintah, masyarakat membangun saluran yang disebut handil di berbagai tempat di kawasan ini. Panjang saluran pengairan terdapat 20 km dengan kondisi tidak terawat/tidak fungsional.

g. Prasarana dan sarana Lainnya Prasarana lainnya seperti bank, apotik, rumah sakit bersalin masih terbatas. Lembaga keuangan perbankan hanya ada dua yaitu BPD dan unit BRI yang terletak di kota Sukamara. Fasilitas apotik yang sangat perlu untuk mendukung penyediaan obat bagi masyarakat terbatas hanya ada 1 buah di RSUD. Sarana lain seperti SPBU untuk pengisian bahan bakar dengan harga subsidi juga belum tersedia, demikian pula untuk sarana angkutan umum dalam kota juga belum tersedia. Sarana lain yang juga sangat diperlukan untuk peningkatan kecerdasan dan keterampilan penduduk adalah adannya Balai Latihan Kerja, Perpustakaan dan Toko Buku yang lengkap termasuk fasilitas Wartel dan Warnet (Warung Internet).

2.8. KABUPATEN LAMANDAU

2.8.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga beriklim tropis. Kabupaten Lamandau terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Bulik, Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Menthobi Raya, Kecamatan Sematu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Batang Kawa, dan Kecamatan Delang dengan total luas wilayah 6.414 kilometer persegi dengan jumlah pendudk tahun 2006 sebanyak 55.911 jiwa.

II - 71

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Batas wilayah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Barat : Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat. : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara. : Kabupaten Kotawaringin Barat

b. Topografi dan iklim Ketinggian dari permukaan laut pada wilayah Kabupaten Lamandau berkisar antara 25 sampai dengan 500 meter yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan daerah pada kawasan-kawasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah perbukitan di wilayah Kabupaten Lamandau. Secara umum daerah-daerah di Kabupaten Lamandau beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Banyaknya hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan hari hujan adalah 27, adapun jumlah hari hujan pada tahun 2006 adalah sebanyak 193. Curah hujan selama tahun 2006 adalah sebesar 2.286,3 mm.

c. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Lamandau memiliki luas lahan 6.414 km atau setara 4,18% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan serta juga terdiri dari rawa, dataran rendah, dan dialiri oleh sungai-sungai besar maupun kecil. Wilayah aliran sungai menjadi jalur trasnportasi dan urat nadi perekonomian di daerah ini. Meskipun belum tersedia data pasti rencana tataruang wilayah namun secara garis besar keadaan penggunaan lahan di wilayah ini terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, perairan, pemukiman/kampung, padang rumput, ladang/tegalan, kebun, hutan, semak belukar dan alang-alang. Lahan yang berupa hutan lebat dan semak beukan merupakan bagian lahan terbesar dari wilayah ini.
2

d. Demografi Penduduk Kabupaten Lamandau pada tahun 2006 sejumlah 55.911 jiwa, dengan tingkat kepadatan 8,72 jiwa/km . Berdasarkan kecamatan, jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Bulik dengan jumlah penduduk 13.852 jiwa, disusul kecamatan Menthobi Raya sebanyak 8.625 jiwa. Jumlah penduduk terkecil adalah kecamatan Batang Kawa dengan jumlah penduduk hanya 3.057 jiwa.
2

II - 72

40 586.33 3. II .00 3.84 jiwa/km . serta wisata budaya dan wisata agro.80 3. Kabupaten Lamandau memiliki potensi tambang seperti biji besi terdapat hampir di setiap kecamatan.65 524.2. Potensi tanaman pertanian yang terbesar adalah padi ladang.67 3.81 1. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.89 784.8.84 1. sedangkan potensi tanaman perkebunan yang terbesar adalah kelapa sawit dan perkebunan karet rakyat. kolam). Kabupaten Lamandau mempunyai objek parawisata yang cukup banyak baik jumlah maupun jenisnya.77 7 Batang Kawa 4. sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah kecamatan Belantikan Raya dengan kepadatan 4 jiwa/km .30 3.74 6 Belantikan ray 4. Penduduk Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Rata-rata Penduduk Per Per RT Desa/Kelurahan 1 Bulik 20.50 5 Lamandau 4.00 421. Dari jumlah dan tingkat kepadatan penduduk terlihat tingkat penyebaran penduduk di Kabupaten Lamandau tidak merata dan ketidak merataan sebaran penduduk ini merupakan penyebab terhambatnya pembangunan di suatu daerah.Profil Daerah Tabel 2.139. 2 2 2. sungai dan riam ).89 8 Dealang 7.1.80 519. danau.43 3. Objek wisata di Kabupaten Lamandau diantaranya terdiri dari Wisata alam (hutan.83 3. 2007 No Kecamatan Kepadatan (km2) Jika dilihat dari kepadatan penduduk.46 339.62 3 Sematu Jaya 91.73 . Batang Kawa. Wisata tirta (air terjun.97 Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka. Selain itu potensi alamnya dengan topografi berbukit sebagian dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan perkebunan.154. dan Belantikan Raya) serta potensi batu bara di wilayah Kecamatan Lamandau. Sumber daya alam Kabupaten Lamandau memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang perlu dikelola dan dikembangkan secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat.09 3.84 2 Bulik Timur 5.60 4 Menthobi Raya 13. kacamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Sematu Jaya dengan kepadatan 91. Salah satu sumber daya alam yang tersedia berupa kawasan hutan lebat dengan berbagai vegetasi tanaman di dalamnya serta hasil hutan lainnya. bukit.8. potensi tambang emas di beberapa kecamatan (Delang.

Tabel 2.25 12 Membaiknya upaya peningkatan SDM tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal.860 1.124 Total 39. nilai IPM Kabupaten Lamandau adalah 70.591 Sumber : Kabupaten Lamandau dalam Angka 2006 II .3.3. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu mendapat perhatian yang serius.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.2 161 11 628.2. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.382 2.6 94. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. nilai IPM Kabupaten Lamandau masih relatif rendah berada pada posisi ke 12 (dua belas) diantara 14 kabupaten/kota.4 95.9 70.2. Tabel 2. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di Kabupaten Lamandau.6 70.379 Lainnya 1. Peringkat IPM secara nasional berada pada posisi ke 160.6 7.2).004 44.969 Bekerja 22.2 (Tabel 2.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Lamandau 2005 2006 66.828 7. Apabila dilihat dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas menurut jenis kegiatan utama adalah bekerja menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun Tabel 2.8. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kegiatan Utama 2004 2005 2006 25.738 43.898 7.8. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.775 25.8.272 9. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.8 66.261 Sekolah 9. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.9 7.8.74 .685 9.8.8 624.827 Mengurus rumah tangga 5.9 160 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.

8. kerikil 177. Jumlah pelanggan di wilayah ini terdiri dari 6 sambungan untuk lembag sosial. II . sedang 244.140 KWh. Prasarana listrik dan air minum Penyedian tenaga listrik dikelola oleh Pt Perusahaan Listrik Negara. b. Selain transportasi darat dari Lamandau menuju Kabupaten Kotawaringin Barat juga dapat dilalui menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speed boat. serta 5 unit sambungan usaha besar. 1 unit sambungan pemerintah.30 km.Profil Daerah 2. Pada Tahun 2006 produksi listrik yang disalurkan melalui unit PLN Kabupaten Lamandau sebanyak 3. Jumlah air minum yang dislaurkan di wilayah Kabupaten lamandau pada Tahun 2006 sebanyak 50. Fasilitas penunjang prasarana perhubungan di Kabupaten Lamandau terdapat 1 terminal induk.75 . saat ini dari Kabupaten Lamandau ke ibukota provinsi sudah dapat dilalui melalui transportasi darat dengan menggunakan bus yang melayani penumpang setiap hari.94 km.875.90 km dengan total jalan diaspal 191.587 KWh dan yang terjual 3. tanah 325. 1 terminal pembantu dan pelabuhan sungai. Dengan semakin baiknya pasilitas transportasi yang ada di Kabupaten Lamandau akan berdampak terhadap peningkatan jumlah alat transportasi yang ada. dan yang rusak berat sepanjang 102 km. Kantor Pos/Kantor Pos dan giro yang ada di Kabupaten Lamandau berjumlah 1 unit termasuk di Kecamatan Bulik dan pos desa berada di Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang. Infrastruktur a. 3 c. 244 rumah tangga.499 m3. rusak sepanjang 63 km.60 km.19 km. Dari jalan yang ada di Kabupaten Lamandau sepanjang 195 km merupakan jalan Negara.3. disamping travel. Prasarana komunikasi Peranan jasa pos dan telekomunikasi dalam menunjang pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Lamandau amat penting. Prasarana dan sarana transportasi Berdasarkan hasil catatan PUD dan Cabang Dinas PU Kabupaten Lamandau tahun 2006 dalam Kabupaten Lamandau Dalam Angka Tahun 2006 terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang 702.181 m dimana sebagian besar disalurkan kepada konsumen rumah tangga sebesar 46.41 km dan yang tidak dirinci sepanjang 8. 56 km jalan provinsi dan 702 km merupakan jalan kabupaten. Seiring dengan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi darat yang utama. Bila dilihat dari panjang jalan menurut kondisi jalan yang baik sepanjang 293. 700.36 km.

prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. sedangkan jumlah guru yang paling sedikit adalah pada SMU Kecamatan Batang Kawa yang hanya 5 orang. Tabel 2.76 . sebagian besar penduduk Kabupaten Lamandau sekurang-kurangnya tamat SLTP atau yang sederajat. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif. SD/MI sebanyak 103 sekolah. kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi. berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program II . Prasarana pendidikan Pada tahun 2006 jumlah sekolah untuk TK sebanyak 41 sekolah. Kecamatan Sekolah Swasta Negeri 27 14 8 7 4 3 15 Guru Swasta 4 5 5 4 3 2 Jumlah 31 19 13 11 7 5 15 e. Keadaan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Menurut Status dan Kecamatan Negeri Jumlah 1 1 Bulik Bulik Timur 1 1 Sematu Jaya Menthobi 1 1 4 Raya 1 1 5 Lamandau Belantikan 1 1 6 Raya 1 1 7 Batang Kawa 1 1 8 Dealang Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka 1 2 3 No. Fasilitas pendidikan sekolah khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua kecamatan. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Berdasarkan Agenda pembangunan nasional. Bila dilihat dari jumlah guru yang ada pun tidak merata. tingkat pendidikan. Dengan prioritas ini. keadaan ekonomi. Berdasarkan data Kabupaten Lamandau dalam angka tahun 2006 kecamatan belum ada SMU / SMK / MA adalah kecamatan Bulik Timur.8. SLTP/MTs sebanyak 22 sekolah dan untuk SLTA/SMK/MA sebanyak 10 sekolah.4. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakitpenyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat. terjangkau dan merata. serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. Prasarana kesehatan Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai Kabupaten Lamandau juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial. jumlah guru terbanyak adalah pada Kecamatan Bulik sebanyak 31 orang.

8’’ Bujur Timur dan 0O 46’ 23’’ – 3O 33’ 43. hal ini terlihat pada kecamatan Bulik Timur. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur. : Laut Jawa.77 . Disisi lain Kecamatan Bulik ada 6 orang dokter umum. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat berkorelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Bila dilihat dari jumlah dokter umum yang ada masih tidak merata. dan Batang Kawa belum ada dokter umum. dan tenaga analis 2 orang. Kabupaten Lamandau memiliki 12 orang dokter umum.9’’ Lintang Selatan. kemudian Kecamatan Sematu Jaya. Secara administratif Kabupaten Seruyan dengan ibukota Kuala Pembuang terletak diantara 111O 29’ 13. II .9. KABUPATEN SERUYAN 2. perawat 74 orang.Profil Daerah kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. 2. ahli gigi 5 orang.1.9. Secara administratif batas wilayahnya terdiri dari: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. 2 Kabupaten Seruyan terdiri dari 5 kecamatan dan 86 Desa dan 3 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut. bidan 47 orang. dan Delang terdapat 2 orang dokter umum pada peran dokter umum ini sangat diharapkan oleh masyarakat. 1 dokter gigi.471 km terdiri dari hutan. 5 unit puskesmas dan 47 unit puskesmas pembantu serta 21 unit polindes.75’’ – 113O 32’ 16. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. Dari segi tenaga medis. Kondisi Geografi dan Demografi a. laut dan genangan air. Belantika Raya. Dukungan infrastruktur/fasiltas kesehatan di Kabupaten Lamandau terdiri dari 1 unit Rumah Sakit Umum. sungai. Lamandau. : Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat. rawa. Begitu juga dengan dokter gigi yang hanya ada di Kecamatan Bulik. Menthobi Raya. Kabupaten Seruyan memiliki luas wilayah 16.

Maret.49 km2 atau seluas 4.02 km2 atau 69. Luas Wilayah Kabupaten Seruyan Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas (km2) Desa 12 10 10 26 28 Jumlah Kelurahan 2 1 - 1 Seruyan Hilir 6. dan Pertanahan lainnya seluas 3. sedangkan Kemarau antara Juli . 2007 b.72% terhadap luas Kabupaten. dan • bagian selatan merupakan daerah dataran rendah terdiri atas lahan rawa dan pantai dengan ketinggian dan kemiringan 0-50O dari permukaan laut dan 0 -8 m.81 km2 atau sekitar 3. yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi daerah hilir (daerah bagian selatan).77% terhadap luas Kabupaten Seruyan.6% dari luas wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan dengan rincian sebagia berikut.9. 2 II .September.8 hari.087 2 Danau Sembuluh 2.746 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka.52% terhadap luas Kabupaten Seruyan. Rawa-rawa seluas 733. Tipe iklim adalah tropis lembab dan panas. Musim penghujan akan terjadi antara bulan Desember .68 km2 atau setara 27. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Seruyan yang mempunyai luas wilayah 16.99% terhadap luas Kabupaten Seruyan.012 5 Seruyan Hulu 4.354. • • • • Hutan belantara seluas 11. danau.1.8 mm dengan rata-rata hujan per tahun 13.78 .135 4 Seruyan Tengah 2. • Bagian utara merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian di atas 150 m dari permukaan laut dan kemiringan 15 – 40O yang ditumbuhi hutan lebat. dan genangan air lainnya seluas 605.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. • Bagian barat merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak yang mempunyai vegetasi hutan mangrove dan kayu rawa. curah hujan rata-rata per tahun 3.479.424 3 Hanau 1.404 km atau 11. c. daerah ini kaya akan perikanan laut dan darat. Wilayah kabupaten Seruyan termasuk daerah yang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29O C dan temperatur tertinggi 34O C. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Seruyan terdiri dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan perincian sebagai berikut: • Bagian timur merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak serta ditumbuhi vegetasi berupa bakau dan kayu rawa.512. Sungai. Seruyan.

079 Sumber: Seruyan Dalam Angka. 5) Anak Sungai Pukun. kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata adalah 400 m dengan anak sungai terdiri dari : 1) Anaka Sungai Danau Sembulu. dan Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Laki-Laki 1 Seruyan Hilir 19.2.529 5 Seruyan Hulu 6.689 Jumlah 67. baik sumber daya di perairan.330 29.079 jiwa dan penduduk perempuan 62. pantai dan daratan dengan berbagai jenis tanaman dan satwa.9. 3) Anak Sungai Manjul.345 129.Profil Daerah d.995 62. Wilayah Kabupaten Seruyan dibelah oleh Sungai Seruyan yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 400 km dan yang dapat dilayari 270 km. anjang 30 km.978 34. Jenis Kelamin.957 14. berpotensial sebagai pemasok kebutuhan wilayah dan penggunaan hasil produk wilayah dan mendukung berjalannya kegiatan ekonomi wilayah regional.306 12.567 36. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.424 jiwa.424 Sex Ratio 108 109 105 109 106 107 2. panjang 30 km.2. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan tahun 2007 sebanyak 129. kehutanan. 4) Anak Sungai Salau. menjadikan Kabupaten Seruyan memiliki potensi alam yang kaya akan sumber daya wisata yang dapat dikembangkan. 2007 No Kecamatan Penduduk Perempuan Jumlah 17.634 7.815 3 Hanau 17. terdiri dari penduduk laki-laki 67. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan.164 14. Di Kabupaten Seruyan juga dijumpai kaya sumber daya bahan tambang dari berbagai jenis batuan dan mineral. 2) Anak Sungai Kalua Besa. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten yang strategis di bagian selatan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan menjamin kemudahan interaksi dengan wilayah lainnya. Sumber daya alam Kabupaten Seruyan merupakan Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Jumlah Penduduk. dan 6) Anak Sungai S.859 6. panjang 65 km.097 2 Danau Sembuluh 7. panjang 30 km.345 jiwa atau dengan ratio penduduk laki-laki dan perempuan 107%.979 4 Seruyan Tengah 15. Dengan bentangan alam yang meliputi wilayah lautan. panjang 76 km. Tabel 2. Kale.79 . panjang 50 km. II .979 16.9.

000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Seruyan 2005 2006 67. Prasarana transportasi Prasarana transportasi merupakan prasarana pengangkutan dan perhubungan yang penting.3 99. jalan kabupaten seruyan 383. mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada peringkat 136.7 7.3 71.3. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. jalan provinsi 120 km.252 km meliputi jalan nasional 90 km. maupun udara.5 km.3. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.7 km serta jalan desa 175.3.9. Dalam rangka penyediaan prasarana jalan darat pemerintah daerah dan provinsi berupaya II .4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.9 (Tabel 2.4 87 0.3. jalan perkotaan 49. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.3 615.9.9. air. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Seruyan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146.2 67. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.80 memperbaiki jalan yang rusak dan meningkatkan akses jalan baru dan .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.9. Karena itu pemerintah daerah Seruyan berupaya membuka semua akses menuju Seruyan lewat darat. Infrastruktur a. Tabel 2.9 80 10 618. Kondisi transportasi yang kurang nyaman memang menjadi kendala bagi Seruyan tumbuh menjadi kota seperti kabupaten pendahulunya. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.8 70.).052 km. nilai IPM Kabupaten Seruyan relatif rendah berada pada posisi ke 11 (sebelas) diantara 14 kabupaten/kota. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.7 99. nilai IPM Kabupaten Seruyan adalah 71. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Seruyan adalah 818.81 11 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Seruyan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.8 7.

SD 129 unit.474.Profil Daerah mempersiapkan jembatan di atas Sungai Seruyan. 3 c. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Seruyan adalah tersedianya kantor Pos. Produksi tenaga listrik di Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 sebanyak 8. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 66 677 86 120 82 93 56 23 890 313 Jumlah Sekolah 29 129 22 8 2 190 II . SMK 1 1 124 108 Jumlah 139 51 18.81 .678 3. Sarana Pendidikan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.376 Kwh.134 1. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN telah menjangkau semua wilayah kecamatan di Kabupaten Seruyan.310 5.487 463 4. Pelanggan air bersih di kabupaten Seruyan terdiri dari pelanggan rumah tangga 457 unit dan instansi pemerintah sebanyak 17 unit sambungan. SMU 8 unit dan SMK 2 unit. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 190 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. T K 29 1.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. S D 120 9 14. Sarana air bersih dari PDAM di Kabupaten Seruyan umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan.4. maupun pelabuhan penumpang. Pelayanan telekomunikasi di Kuala Pembuang ibu kota Kabupaten Seruyan tersedia satu buah kantor cabang PT. Tabel 2. SLTP 15 7 3.738. Pelayanan Pos di Seruyan tersedia satu unit Kantor Pos di kuala pembuan. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut: TK 29 unit. b.9.699 m .513 Kwh dengan jumlah tenag terjual 7. Selain itu juga tersedia fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Seruyan. SLTP 22 unit. d. SMU 3 5 565 973 5. direncanakan membuka pelabuhan samudra yang Di sektor perhubungan laut berfungsi sebagai prasarana pengangkutan barang terutama pelabuhan CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah). Pada Tahun 2005 tercatat jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 79.091 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka. SLJJ dan SLI. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa.869 2. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu.

10.26 100. Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur : Kabupaten Gunung Mas.02 6.09 10. dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Senaman Mantikei dan terkecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Tewang Sangalang Garing (Tabel 2.1). saat ini berjumlah 9 unit ditambah Puskesmas Pembantu 39 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu.1. : Laut Jawa.24 17.69 8.63 12. 2.604 2.10.10.00 Katingan Hulu Marikit Senaman Mantikei Katingan Tengah Pulau Malan Tewang Sangalang Garing Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang Katingan Kuala Mendawai Jumlah Sumber: Katingankab. KABUPATEN KATINGAN 2.10.id.12 4. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan terdiri dari 13 dokter umum. Kondisi Geografi dan Demografi a. 2008 II . Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Katingan secara geografis terletak di daerah Khatulistiwa. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan.3° 30 ' LS. Berdasarkan daerah administratifnya Kabupaten Katingan terdiri atas 11 kecamatan. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.800 % Terhadap Luas Wilayah 14.1. Puskesmas disetiap kecamatan.793 1.72 4.030 1.089 805 568 663 804 2. Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002 luas wilayah Kabupaten Katingan adalah ± 17.52 3. yaitu di antara 112° 0 ' BT .440 1.19 3.82 .178 3. 1 dokter gigi.0° 20 ' LS dan 113° 45 ' BT.826 17.go.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah e. Luas Wilayah Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Ibukota Kecamatan Tumbang Senamang Tumbang Hiran Tumbang Kaman Tumbang Samba Buntut Bali Pendahara Kasongan Petak Bahandang Baun Bango Pagatan Mendawai Lua(km2) 2.800 km² dengan Batas Wilayah adalah sebagi berikut. • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. Tabel 2.52 15. dan dibantu oleh 26 tenaga perawat dan 46 tenaga bidan.

2).68%). Bila dilihat berdasarkan sebarannya penduduk di Kabupaten Katingan belum merata penyebarannya. Sungai Samba = 100 km .10. yaitu adanya Sungai Katingan dengan panjang 650 km yang dapat dilayari 520 km dan bermuara di Laut Jawa dengan anak sungai sebagai berikut : • • • • • • Sungai Kalanaman = 65 km . penduduk banyak terkosentrasi pada tiga kecamatan yaitu di Katingan Kuala (17. Bagian Utara berupa perbukitan dengan ketinggian 200 -1500 m dari permukaan laut. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Katingan Hilir yaitu 33 jiwa/km . Beberapa kecamatan lainnya dengan kepadatan penduduk relatif lebih padat adalah Kecamatan Katingan Tengah yaitu 18 jiwa/km2.900 km2 . Sungai Bamban = 75 km . 2 d.200 m dari permukaan laut.480 jiwa penduduk laki-laki dan 63.55%). Katingan Tengah (14.500 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m terdiri dari: • • • Wilayah Daratan seluas 12.km2. Sungai Hiran = 75 km .049 jiwa yang terdiri dari 69. dan Tewang Sanggalang Garing (7. Demografi Berdasarkan Data BPS keadaan penduduk Kabupaten Katingan Tahun 2006 berjumlah 133. Wilayah Khusus (Hutan Lindung. Keadaan hidrologi dalam wilayah Kabupaten Katingan. Kabupaten Katingan beriklim tropis yang panas dan lembab dengan suhu udara pada siang hari rata-rata 33°C dan temperatur tertinggi mencapai 36°C. dan Wilayah Perairan seluas 190 km. sedangkan penduduk terjarang berada di Kecamatan Marikit dan Kamipang yauti 3 jiwa. Margasatwa. sedangkan pada malam hari mengalami kelembaban. Bagian Tengah berupa dataran dengan ketinggian 50 .75%). Sungai Sanamang = 65 km. dan Sungai Mahup = 50 km.Profil Daerah b. dan lain-lain) seluas 4.83 2 . Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Katingan seluas 17. c. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut: • • • Dibagian Selatan merupakan daerah pantai dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut dengan ketinggian 0 – 50 m dari permukaan laut.569 jiwa penduduk perempuan atau dengan sex ratio 109 (Tabel 2. Kecamatan II . Katingan Hilir (16.410 km .13%).

961 17.175 9.107 7.136 6.10.864 35–39 5.57 19.908 Mendawai 1.429 126.865 Marikit 1.643 3.688 20.3.306 14.56 0 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.725 Kamipang 1.625 6.707 >64 3.575 23.693 20–24 10. Pertumbuhan penduduk pada periode mengalami fluktuasi.569 Jumlah Penduduk 11.713 3. dan Kecamatan Katingan Kuala dengan kepadatan penduduk 13 jiwa/km2.311 20.979 11.327 11.616 19.107 3.10.59%) dinominasi oleh penduduk usia muda antara 0-14 tahun sebanyak 43.10.331 69.132 2.195 3.094 3. 2007 Pertumbuhan penduduk rata-rata Kabupaten Katingan pada periode 2001 sampai 2006 sebesar 1.429 3.400 Katingan Hilir 5. Tabel 2.2. Bila dilihat penduduk berdasarkan kelompok umurnya pada tahun 2006.072 3.923 9.907 6.074 55–59 2.021 6.866 Jumlah 2006 33.255 60–64 1.480 Perempuan 5.71 5.435 10–14 9.408 Jumlah 120.596 12.838 9.959 5.736 13.177 19.37 17.336 8.528 6.327 3.283 63.206 25–29 8. Jumlah Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Kecamatan KK Laki-Laki 6.263 1.133 5.483 6.689 11.692 4.516 6. namun pertumbuhan penduduk tahun 2005 – 2006 meningkat 8%.742 3.77%.324 9.265 Katingan Tengah 4.113 11. terlihat sebagian besar (53.084 2. Sedangkan kecamatan lainnya tergolong jarang penduduknya dengan kepadatan penduduk berkisar antara 3 – 8 jiwa/km2.911 Tasik Payawan 1.521 4.702 Tewang Sanggalang Garing 2.217 19.507 Sanaman Mantikei 3.61%) berada pada usia kerja (antara 15 – 64 tahun).595 10.673 45–49 4.748 7.674 9.84 .363 11.758 7.087 9.417 130.647 4.766 Pulau Malan 1.891 6.546 5–9 25.682 125.734 7.107 3.62 1.127 2. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kelompok Umur Kelompok 2001 2002 2003 Umur 0-4 24.409 2.795 17.773 6.799 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.486 129.07 9.298 1.729 40–44 5.717 II .331 1.307 4. sedangkan penduduk bukan usia kerja (46.056 7.610 2.294 3.049 Katingan Hulu 2.312 4.891 11.279 50–54 3.873 3.917 7.609 3.179 2.401 12.539 3.645 Katingan Kuala 5.752 5.768 3.614 133.037 13.718 1.3.27 2.322 13.254 20.026 30–34 7.514 16.378 3.425 3.721 6. 2007 2004 20.130 7.486 22.904 15–19 9.456 3.02 16.527 120. Jumah penduduk dan Perkembangan penduduk berdasarkan kelompok umurnya dapat dilihat pada Tabel 2.838 8.317 4.65% per tahun.112 2006 21.438 14. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tewang Sanggalang Garing yaitu 17 jiwa/km2.865 4.042 10.266 2005 21.046 19.

Sumber daya hutan lainnya yang dihasilkan adalah berupa rotan.59% dibanding luas wilayah Kalimantan Tengah yaitu setelah Kabupaten Murung Raya dengan luas wilayah 23. Bentangan wilayahnya yang luas diikuti pula oleh kekayaan sumber daya alamnya. kehutanan. Sumber daya alam Kabupaten Katingan dengan luas wilayah 17.700 km (15.Profil Daerah 2.3 (Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Katingan masih rendah dan berada pada posisi ke 10 (sepuluh) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini dapat terlihat dari 141 desa dari 152 desa bertempat dipingir DAS.800 km merupakan kabupaten dengan luas wilayahnya terluas kedua mencapai 11.43%). tangkap dan daerah konservasi (closed season) atau daerah resapan serta dapat pula menjadi bisnis agrowisata.10. nilai IPM Kabupaten Katingan adalah 71.2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten Katingan memiliki potensi pengembangan sumber daya perkebunan.9. Selain sumber daya perairan. Sebagain besar sumber daya alam yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. sementara yang dominan saat ini adalah kelapa sawit dan karet. Kabupaten Katingan merupakan daerah penghasil kayu 2 2 terbesar di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin HPH maupun izin IPK.5 meningkat sedikit dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. bahan galian. baik sumber daya di perairan. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.85 . Wilayah Kabupaten Katingan dilalui oleh Sungai Katingan dengan 6 (enam) anak sungai yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 650 km dan yang dapat dilayari 520 km. Kawasankawasan sepanjang aliran sungai mempunyai potensi untuk perikanan budidaya. Potensi lainnya adalah tanaman hias salah satunya Nepenthes yang berasal dari hutan dan telah dibudidayakan oleh beberapa petani lokal. Sebagian besar penduduk Katingan bertempat tinggal di daerah aliran sungai dengan memanfaatkan sumber daya perairan sungai dan laut. Kabupaten Katingan kaya akan hasil hutan baik berupa aneka jenis kayu dan rotan. b. sedangkan peringkat secara nasional berada pada posisi ke 137.4). sedangkan sumber daya pertanian tanaman pangan sebagian besar adalah padi. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .

Prasarana perhubungan udara yang telah ada berupa lapangan udara yang berada di II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.76 0.81%.4 621.10. diaspal 2. Rusak Berat 117.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Katingan 2005 2006 67.69 10 2.15 Total 272.66 b.10.8 99.8 7.10.75% dan sebagian besar berada dalam keadaan rusak (50. Panjang dan Keadaan Jalan di Kabupaten Katingan Tahun 2006 Uraian Panjang Jalan (km) Jenis Permukaan a.4.3.22 km dengan kondisi jalan dalam keadaan baik 2.43 c.5 137 0. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Katingan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.6 Total 272. tanah 52. Tabel 2.76 d.31 79. Baik 7. sedang 3. kerikil 2. Tabel 2. lainnya 215. Kabupaten Katingan selain memiliki prasaran perhubungan darat juga memiliki prasaran perhubungan udara dan air.81 3.89 19.75 50.00 2.1 7.4.5. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Katingan adalah 272. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Katingan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3 123 8 623.86 .57 d. Infrastruktur a. Rusak 136.24 43.6 71.2 c.24%) dan rusak berat (43.22 2 Kondisi jalan a.10.4 99.00 Untuk meningkatkan pelayanan dibidang transportasi.22 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka.07 b.6 71.20%). 2007 No 1 Persentase 0.0 67. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting yang menghubungkan antar wilayah.04 100.20 100. Sedang 10.

799 Jumlah 1. di manfaatkan sebagai pelayanan perintis ke wilayah utara dengan pesawat tipe BN.220 240 10. Pendahara dan Kereng Pangi dengan distribusi air 5 liter/detik dengan jumlah pelanggan 488 dengan kapasitas yang ada 54. Kantor Pos yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir.742 6.799 Sumber data : Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Katingan No Sarana 2006 1.460 Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kasongan.87 .721 4.10. Prasarana listrik dan air minum Fasilitas listrik di Kabupaten Katingan sudah dapat menjangkau semua kecamatan dan pengelolaannya dilakukan oleh PLN Cabang Palangka Raya dengan menggunakan listrik tenaga air dari Kalimantan Selatan dan PLTD Katingan Kuala.577 Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan No Pelayanan PLN 2006 10. Prasarana Pelabuhan Laut yang ada di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan telah dibangun melalui dana APBN yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2003 dan telah diserahkan kepada daerah dengan status pelabuhan sungai. Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN di Kabupaten Katingan Tahun 2002-2006 Jumlah KK/Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Listrik 3.460 pelanggan dengan jumlah produkis listrik 7. Lapangan Udara Tumbang Samba berdiri tahun 1984 dan operasional tahun 1987 dengan panjang landasan pacu 650 Meter dan lebar 23 Meter. Tabel 2. b. Sanaman Mantikei dan Pagatan.Profil Daerah Kecamatan Katingan Tengah (Tumbang Samba).10.742 6.329 1. Prasarana komunikasi Kantor Pos merupakan salah satu prasarana tempat pelayanan komunikasi masyarakat.462 2 PLTS 115 Jumlah 3.846 1.534 1. Tingkat pelayanan listrik di Kabupaten Katingan setiap tahun mengalami peningkatan khususnya dilihat dari jangkauan pelayanan. Katingan Tengah.846 c. Tabel 2.804.6.534 1.492 8.329 1. Jumlah Kepala Keluarga yang Mendapat Pelayanan Air Bersih Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Kepala Keluarga 1.492 8.7. Sampai Tahun 2006 terdapat 10. Meskipun demikian jangkauan II . Tumbang Samba.461 Kwh.606 1.606 1.252 m³.721 4.

437 7. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut TK sebanyak 79 unit. Sarana Pendidikan di Kabupaten Katingan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.8.469 1. dan dibantu oleh 97 tenaga perawat dan 61 tenaga bidan. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 6 108 1. PT telkom mengupayakan fasilitas Ultraphone.10.345 4. T K 1 78 105 2. SLTP 44 unit.340 35 330 168 127 149 40 1.159 3. Jumlah murid yang sekolah mulai dari Tk sampai SLTA sebanyak 377. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan terdiri dari 21 dokter umum. 2 dokter gigi. Puskesmas saat ini berjumlah 13 unit tersebar disetiap kecamatan. S D 192 6 19. Fasilitas telepon juga telah tersedia di Kabupaten Katingan. d. SD 198 unit. ditambah Puskesmas Pembantu 52 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu. Pada tahun 2007 jumlah prasarana pendidikan sebanyak 341 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta.803 500 Jumlah Sekolah 79 198 44 18 2 341 e.598 2. antara lain telepon seluler GSM Telkomsel (Simpati). Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. Terdapat beberap penyedia sarana telepon selular di wilayah ini.265 1. SMU 18 unit dan SMK 2 unit. SMU 8 10 1. SMK 2 237 Jumlah 230 111 24. Fasilitas telepon seluler juga telah menjangkau wilayah Kabaupaten Katingan. Jumlah sambungan telepon di Kabupaten Katingan berjumlah 454 kapasitas sentral dan 454 unit sambungan telepon. dan Telepon CDMA Telkom (Flexi). Satelindo(Mentari) dan XL.467 murid. dengan beberapa jenis kapasitas yang dimiliki dan digunakan tersebar di beberapa daerah serta fasilitas Cluster yang digunakan untuk melayani pelanggan yang lokasinya satu sama lainnya berdekatan. Tabel 2. Sebagian besar (63%) masih berada pada jenjang pendidikan SD.88 . II .677 2. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah. SLTP 29 15 3.561 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. Untuk menjangkau daerah pedesaan. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan di Kabupaten tersedia mulai dari tingkat TK sampai SLTA.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pelayanan Kantor Pos Kasongan mampu menjangkau di 11 kecamatan di Kabupaten Katingan.143 5.

00 42.997 km (899.59 5 Kahayan Hilir 360. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pulang Pisau 2007 Luas km2 Persentase 1 Kahayan Kuala 1.96 Jumlah 8.00 100.00 8. Topografi dan iklim Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari daerah perbukitan di bagian utara dengan ketinggian antara 50 – 100 m dari permukaan laut dengan elevasi 8 – 15 serta daerah pegunungan dengan elevasi 15 – 25 .323 km2 dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas 1.11.00 6 Jabiren Raya 1.1. Tabel 2. dengan luas wilayah 8.85% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sebangau Kuala dengan luas 3.00 14.00 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2008 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 10 8 16 14 9 8 14 15 94 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan.14 4.11. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kahayan Hilir dengan luas daerah 360 km .120 BT dan 10 .564 km ).86 5.1. : Laut Jawa.84 2 Sebangau Kuala 3. Bagian selatan terdiri dari pantai pesisir . : Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. rawa-rawa II . KABUPATEN PULANG PISAU 2.155.11.00 km2. 2 0 0 0 0 2 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan dengan luas setiap kecamatan adalah sebagaimana disajian pada Tabel berikut.801.00 4. diantara 110 . b.70 8 Banama Tingang 626.0 LS.997.801.Profil Daerah 2.00 6.323.89 o o o 2 .70 7 Kahayan Tengah 783. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa. dan : Kabupaten Kapuas.96 4 Maliku 413. Kabupaten Pulang Pisau dengan ibukota Pulang Pisau memiliki batas wilayah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Kabupaten Gunung Mas. Kondisi Geografi dan Demografi a.00 12.25 3 Pandih Batu 535.155 km2.700 Ha) atau sekitar 5. kemudian Kecamatan Jabiren Raya dengan luas 1.

Lahan dan penggunaannya Wilayah Kabupaten Pulang Pisau seluas 8. Bulan kering terjadi pada bulan Juni – September.902 km2. : 753 km . Sungai Sebangau sepanjang 200 km. Anjir Kalampan sepanjang 14. rawa-rawa. : 404 km .789 km2).384 km . dan dilintasi sungai yang termasuk dalam wilayah Pulang Pisau yaitu: • • • Sungai Kahayan sepanjang 600 km.3000 mm setiap tahun.997 km2 terdiri dari kawasan hutan seluas 5.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dengan ketinggian antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi 0 – 8o serta dipengaruhi oleh air pasang surut.90 Hutan produksi Hutan produksi tetap Pertanian ladang basah (sawah) Perkebunan dan peternakan Pemukiman perkotaan Pemukiman Transmigrasi Perairan dan sungai Jaringan jalan : 369 km . Temperatur udara rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2006 berkisar antara 26.961 km2). hutan gambut (2. Rata-rata kelembaban udara tiap bulan > 80% dengan rata –rata penyinaran matahari di atas 50%. Adapun luasan kawasan budidaya terdiri dari: • • • • • • • • II .9OC. • • • Anjir Basarang sepanjang 24 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 7 km. Kawasan hutan terdiri dari kawasan hutan lindung (1.4 km. : 1. Kabupaten Pulang Pisau termasuk daerah beriklim tropis lembab. : 492 km2.5OC dan temperatur minimum 22.5 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober-Desember serta Januari-Maret berkisar antara 2000 . : 46 km . Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau.095 km2 dan kawasan budidaya seluas 3. hutan bakau (280 km2) dan kawasan air hitam (65 km ). dan : 16 km2. sedangkan temperatur maksimum mencapai 32. 2 2 2 2 2 2 2 .5OC. c.5OC sampai 27. dan Daerah pantai pesisir sepanjang 13.5 km yang menghubungkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya. : 99 km . Anjir/Terusan Raya sepanjang 18 km menjadi alur transportasi dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6 km.

783 10.11.326 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.00 1.400 2 Sebangau Kuala 3.554 8 Banama Tingang 626.00 4.86 5.610 jiwa atau 48.5 jiwa per km.187 9.704 22.00 1.855 119. Tabel 2.692 11. Bila dilihat distribusi penduduk berdasarkan usia.2.134 7. persebaran penduduk sebagian besar (61. atau sebanyak 82.813 4. 2008 No Kecamatan Penduduk Perempuan 9.973 3 Pandih Batu 535.147 Jumlah 8. tingkat kepadatan penduduk rata-rata 13.02% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.40%) dihilir/bagian selatan.401 11. 19.62% dan dengan jenis II .21% di kecamatan kota dan 19.313 23.079 61.580 3.648 12.323.02 15 – 64 68.11.071 4.936 Tabel 2.401 9.621 5 Kahayan Hilir 360. yang terbanyak adalah penduduk yang bekerja sebagai petani/nelayan sebanyak 27.2. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006 sampai 2007 sebesar 1.396 11.594 10.87%. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Kelompok Umur Persentase 0 – 14 29. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 mencapai 68.309 6 Jabiren Raya 1. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 29.11.326 jiwa atau 51.081 7. Jumlah dan Sebaran Penduduk Kabupaten Pulang Pisau Menurut Kecamatan Tahun 2007 Luas Wilayah` Rumah (km2) Tangga Laki-laki 1 Kahayan Kuala 1.936 jiwa.801.00 2.59% dari total penduduk.972 3.756 21. Kabupaten Pulang Pisau dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’).00 5.787 4.262 orang. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 sebanyak 119. Jumlah dan penyebaran penduduk Pulang Pisau menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.869 3.110 4 Maliku 413.59 65 + 2.708 58.3.39 Sumber: Kabupaten Pulang Pisau.155.00 2.906 8.212 7 Kahayan Tengah 783.39%.610 Jumlah 19.13% dan penduduk perempuan sebanyak 58. terdiri dari penduduk laki-laki 61.377 4. Jika dilihat dari distribusi penduduk.91 .39% berdomisili di hulu di bagian utara Kabupaten Pulang Pisau.597 3. 2008 Jumlah penduduk bila dilihat menurut klasifikasi pekerjaan.997.44%.Profil Daerah d.14 6.00 30.

Kawasan hutan terbagi menjadi kawasan hutan lindung (1.14 6 Pedagang 732 0.04 3 Polri 149 0.34 9 Buruh 8.79 2 TNI 42 0.043 26.4.902 km (43.12 4 Pens/Purnawirawan 459 0. hutan gambut (2. Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bekerja sebanyak 26.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Adapun kawasan budidaya seluas 3.095 km (56.560 2. Wilayah Pulang Pisau dengan lahan yang luas dan tersedianya hijauan memiliki yang besar untuk pengembangan peternakan. perkebunan dan peternakan.61 7 Petani/Nelayan 33. dan 3. wilayah perairan berpotensi sebagai wilayah pengembangan sumber daya perikanan dan daerah pedalaman umumnya berpotensi sebagai daerah pengembangan perkebunan. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.902 km terdiri dari hutan produksi dan hutan produksi tetap.75%.99%. perairan dan sungai dan jaringan jalan.37%) merupakan kawasan budidaya.649 7. 2008 No Jenis Pekerjaan 2.700 ha) dengan penggunaan lahan 5.22 10 Pekerjaan Lainnya 37. II .961 km ). Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Pekerjaan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jumlah Persentase Penduduk 1 PNS 2.2.789 km ). Perincian jumlah penduduk menurut klasifikasi pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 2.117 30.997 km 2 2 (899.92 .11.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pekerjaan lainnya 30.768 100.38 5 Wiraswasta 2. Pulang Pisau juga memiliki sumber daya mineral dan bahan galian golongan C dan golongan AB.799 2.4.144 1. Kabupaten Pulang Pisau memiliki beragam potensi yang masih dapat 2 2 2 2 dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.75 Jumlah 119.62 8 Peg/Karyawan Swasta 2. lahan pertanian. kawasan mangrove/bakau (280 km ) dan kawasan air hitam (65 km ). Tabel 2.99 11 Belum/Tidak Bekerja 32.074 27. Wilayah dataran rendah dan wilayah yang dekat pantai memiliki sumber daya alam yang cocok untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.63%) 2 2 merupakan kawasan hutan. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kabupaten Pulang Pisau yang utama melihat dari luas wilayah 8.11. pemukiman.11.

Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.0 2 Barito Utara 72.93 .9 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 69. indeks pendidikan yang dilihat darirata-rta lama sekolah II .9 72.0 10 Katingan 71.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota IPM 2006 77.5 71. nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah 69.11.6 71.3 11 Seruyan 70.Profil Daerah Keaslian alamnya baik perairan dan hutan yang belum banyak terjamah menjadikan daerah ini memiliki potensi sebagai cagar alam dan budaya.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.9 73.8 7 Kotawaringin Barat 71.6 8 Barito Timur 70.0 14 Pulang Pisau 69.2 13 Sukamara 70. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.9 71.4 69.5).3 5 Gunung Mas 71.3 (Tabel 2. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).9 12 Lamandau 70.9 70.1 9 Murung Raya 71. b. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi untuk mengejar ketinggalan dari kabupaten lainnya dibidang pembangunan SDM.5.5 6 Kapuas 71.5 4 Barito Selatan 71. Nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah yang paling kecil.3 72.6 71. Tabel 2.2 71.3 Kalimantan Tengah 71.7 72.10. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).1 73. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah 2005 1 Palangka Raya 77.4 72.8 3 Kotawaringin Timur 72. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).4 70.

0 91. Ini berarti penduduk Pulang Pisau yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan keahlian.100 0.71%).777 11.98%.06 Diploma IV/S1 1.2 625.5 69.87 Jumlah 119. sebagian besar berpendidikan maksimal setingkat SD/tidak tamat SD (51.000 15. Tabel 2. Tabel 2.0 7.768 100.208 16.11. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.952 33.11.50 SLTP/Sederajat 19. 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II . Yang lulus SLTP sederajat 15.50%.000) IPM Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Pulang Pisau 2005 2006 66.762 1.3 69. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.94 .00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.92 D-III 722 0. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk Pulang Pisau.172 19.6 93.6. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.47 SLTA/Sederajat 13.35 Tidak/Belum Sekolah 20.9 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. serta penduduk yang memiliki pendidikan tamat S1 atau lebih persentasenya masih sedikit sekitar 0.11. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita (Rp. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jenis Pendidikan Jumlah Penduduk Persentase S-2/S-3 75 0. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.2 626.86 SD/Sederajat 39.9 67.7.86% dan yang lulus SLTA sederajat 11.60 D-I/D-II 1.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapaita penduduk.2 7.6.36 Tidak Tamat SD 23.

5 342. Panjang Jalan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Keadaan jalan Negara (km) 2006 2007 Status Jalan Provinsi (km) 2006 2007 Kabupaten (km) 2006 2007 35 95 466. 2.11.05 55 68 Kerikil 4 0 67 74 Tanah 0 0 45 25 Jumlah 119. Infrastruktur a. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.09 km). Prasarana transportasi Jalan dan jembatan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.8 518. 2008 Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki prasarana transportasi air berupa pelabuhan dan dermaga.75 596.11.3.22%) dan karyawan swasta 2.54 127.75 61. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 54. Kondisi Baik 115. Pelabuhan antar pulau terdapat satu buah yang berada di Kota Pulang Pisau yaitu di perairan Alur Sei Kahayan. Selain itu banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh (7. Tabel 2.Profil Daerah Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Pulang Pisau adalah sektor pertanian.32%.05 119.582 m.34%.05 119. Selain itu juga terdapat 11 buah dermaga yang sudah tersebar di setiap kecamatan untuk melayani angkutan sungai dan kapal perintis yang beroperasi sejak tahun 2003.09 77.05 119.39 693. Luas areal pelabuhan sekitar 58 Ha dan memiliki aral tambat sepanjang 90 meter dengan lebar 10 meter. jalan provinsi (167 km) dan jalan kabupaten (693.05 86 97 Sedang 7 0 37 40 Rusak 0 0 44 30 Jumlah 122. Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki jembatan dengan total panjang 6.05 119.09 A. II . Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten ini.09 46.95 .8.25 693.05 km). Berdasarkan statusnya terdiri atas jalan negara (119.75 693.05 167 167 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Penduduk yang bekerja sebagai PNS dan TNI/Polri sebanyak 1.05 167 167 B. Panjang jalan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 adalah 979.14 km. Selain pembangunan badan jalan.95%.7 344 287.34 273. Permukaan Aspal 115. untuk memperlancar arus transportasi darat.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Pulang Pisau dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Pulang Pisau. Sumber tenaga listrik dialirkan langsung dari jaringan interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan melalui gardu induk di Kelurahan Kalawa. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang tersambung memiliki daya sebanyak 11.390.700 VA atau meningkat 39% dibanding tahun 2006 sebanyak 8.410.400 VA. Jumlah pengguna fasiltas listrik selama tahun 2007 tercatat sebanyak 16.844 pelanggan atau meningkat dianding tahun 2006 sebanyak 12.105 pelanggan. Kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Pulang Pisau bersumber dari sungai dan air tanah yang diolah dan dikelola oleh 2 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pulang Pisau. Kapasitas produksi air bersih pada kedua unit pengolahan tersebut sebanyak 28 liter/detik. Jumlah air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 311.467 m dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.477 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 1.371 pelanggan, serta perusahaan dan pertokoan 25, instansi pemerintah 53, sarana umum 13 dan badan sosial dan rumahsakit 15 pelanggan. c. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Pulang Pisau, seperti kantor pos dan jaringan telepon. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya memberi jasa pelayanan surat menyurat, paket barang, pengiriman uang, dan keagenan untuk cek, giro, tabanas dan pembayaran. Di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 6 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan kecuali di Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya dan Sebangau Kuala yang dilayani melalui pos keliling dan rumah pos. Untuk mendukung pelayanan jasa pos juga telah tersedia bis surat di setiap kecamatan. Pelayanan jasa telekomunikasi di wilayah Pulang Pisau saat ini disediakan oleh beberapa operator layanan yaitu PT Telkom dengan layanan jaringan telepon rumah dan GSM, PT Indosat, PT Telkomsel dan PT Excelcomindo dengan layanan GSM. telekomunikasi telah sampai hampir ke semua kecamatan dengan baik. Layanan
3

d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 64 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 203 unit. Tingkat II - 96

Profil Daerah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 41 unit SMP terdiri 31 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 18 unit SMA. Tabel 2.11.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Total 1. T K 64 64 1445 2. S D 176 27 203 18136 3. SLTP 31 10 41 6900 4. SMU 8 10 18 4810 Jumlah 215 111 326 31291 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau, 2008 Sekolah Guru 19 1434 280 175 1908

e. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada tingkat kecamatan tersedia 9 puskesmas di seluruh kecamatan. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas dengan fasilitas rawat inap 5 unit, puskesmas rawat jalan 4 unit, dan puskesmas pembantu 63 unit, serta57 unit polindes. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 1 dokter spesialis, 3 orang dokter umum, 8 dokter gigi, serta bidan 8 orang dan 137 perawat (Tabel 2.11.10.). Tabel 2.11.10. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah (unit) 1 Rumah Sakit 1 2 Puskesmas 9 3 Puskesmas Pembantu 63 4 Polindes 57 5 Posyandu 157 6 Pos Obat Desa 30 7 Dokter Spesialis Bedah 1 8 Dokter Umum 3 9 Dokter Gigi 8 10 Bidan 8 11 Perawat 137 12 Laboatorium 4 13 Gudang Farmasi 1 14 Apotik 1 Sumber : BPS Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka No Jenis Fasilitas/Pelayanan

2.12. KABUPATEN GUNUNG MAS Perkembangan suatu daerah ditentukan oleh aktivitas ekonomi dan berbagai kebijakan skala mikro maupun skala makro daerah yang bersangkutan. Dengan kata lain, perkembangan II - 97

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

suatu daerah pada dasarnya ditentukan oleh sisi permintaan (demand side) dan sisi penyediaan (supply side) dan juga dari kinerja investasi. Perkembangan Kabupaten Gunung Mas sebagai sebuah kabupaten baru tampaknya masih jauh dari pembagian kerja yang menghendaki terdapatnya kelompok masyarakat yang berkerja (berproduksi) untuk kepentingan ekspor, sementara kelompok lain menghasilkan kebutuhan masyarakat Gunung Mas sendiri. Kondisi obyektif/kenyataannya, hanya sebagian kecil kebutuhan bahan pokok sehari-hari masyarakat Gunung Mas yang dapat dipenuhi oleh produksi daerah sendiri. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan pasokan (supply) yang dipengaruhi oleh lingkungan, struktur ketenagakerjaan, budaya pungut dan infrastruktur yang ada di Gunung Mas.

2.12.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi, Kabupaten Gunung Mas terletak di daerah khatulistiwa, diantara 110
0

- 1200 BT dan 100 - 00 LS, dengan luas wilayah 10.804 km2 (1.080.400 ha) atau

sekitar 7,04% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.564 km2). Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota di Kuala Kurun memiliki batas wilayah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Provinsi Kalimantan Barat. : Pulang Pisau; : Kabupaten Kapuas; : Kabupaten Kasongan; dan

Secara administratif Kabupaten Gunung Mas memiliki 11 kecamatan dengan 12 kelurahan dan 113 desa, dengan luas setiap kecamatan adalah sebagai berikut. Tabel 2.12.1. Luas Daerah Manurut Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2007
km2 1 Manuhing 1.113 2 Manuhing Raya 601 3 Rungan 1.025 4 Rungan Hulu 791 5 Sepang 397 6 Mihing Raya 343 7 Kurun 842 8 Tewah 1.136 9 Kahayan Hulu Utara 1.589 10 Damang Batu 1.425 11 Miri Manasa 1.542 Jumlah 10.804 Sumber : Gunung Mas Dalam Angka, BPS. 2008 No Kecamatan Luas Persentase 10,3 5,6 9,5 7,3 3,7 3,2 7,8 10,5 14,7 13,2 14,3 100,0 Jumlah Desa/Kelurahan 12 6 21 11 7 6 15 16 12 8 11 125

II - 98

Sungai Kahayan dengan panjang ± 600. Sungai Rungan dan Sungai Manuhing (anak Sungai Rungan). Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak. Hydromorfik Kelabu. dan anak-anak sungai lainnya yang berfungsi sebagai penunjang alternatif transportasi darat untuk angkutan barang maupun penumpang.03 mm dan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 36.00 km. yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7-9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan) kurang dari 2 bulan. Tahun 2004. dan Sungai Miri. Gley Humus dan Komplek Regosol Podsolik. Ada empat jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas yaitu: • • • • Sungai Manuhing dengan panjang ± 28.Profil Daerah b. Sungai Rungan dengan panjang ± 86. Sungai Miri (anak Sungai Kahayan). jenis tanah yang dominan adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang tersebar di bagian utara wilayah Gunung Mas dengan ketebalan 110 cm. Alluvial Hydromorfik. Wilayah Kabupatan Gunung Mas dilintangi oleh 3 sungai yaitu Sungai Kahayan.1 mm. selain itu juga daerah Kabupaten Gunung Mas memiliki perairan yang meliputi danau.75 km.25 km. rawa-rawa dan ada tiga jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas.99 . dan • Daerah selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang berpotensi mengalami banjir cukup besar pada musim-musim hujan. Topografi dan iklim Keadaan topografis Kabupaten Gunung Mas terdiri dari: • Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500m dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan 8°-15°. sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. disamping itu sebagai pemukiman penduduk masih berada di daerah pinggir sungai. II . serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15°-25°. tersebar dan dapat dijumpai di beberapa sungai/anak sungai di wilayah Gunung Mas yaitu Sungai Kahayan. Alluvial. hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terendah pada bulan Agustus dengan rata-rata 0. Klimatologi wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975) termasuk tipe iklim B1. Kemudian pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah alluvial yang berasal dari endapan sungai dengan jenis tanah Alluvial Hydromorfik Kelabu. Pentingnya peranan sungai ini disebabkan oleh terbatasnya/terganggunya prasarana perhubungan darat. Rungan dan Manuhing. Kabupaten Gunung Mas pada umumnya termasuk beriklim tropis dan lembab dengan temperatur antara 21°C-23°C dan maksimal mencapai 36°C. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri atas beberapa jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning.

357 Miri Manasa 1.766 Rasio Jenis Kelamin 110 110 108 113 111 111 110 107 112 112 105 110 Manuhing 3.025 44. maka persebaran penduduk Gunun mas terkonsentrasi pada Kecamatan Kurun (21.2. Jika dilihat dari distribusi penduduk.217 39.107 9.9%).668 Tewah 8.29% dan penduduk perempuan sebanyak 44.594 41. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 1998-2007 Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004*) 2005*) 2006*) 2007*) Kecamatan Laki-laki 34.143 Rungan Hulu 3.781 2.004 42.432 37.261 Perempuan 2.71%.254 39.478 6.065 Manuhing Raya 2.31% pertahun dengan tingkat rasio jenis kelamain 110 (Tabel 2.12.050 2.003 48.482 38.024 39.1%) dan Rungan (14.848 80. Laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 1998 sampai 2007 sebesar 3.655 44. Seiring denga persebaran penduduk tersebut.637 3.668 7.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah c. maka tingkat kepadatan penduduk juga lebih rapat pada ketiga wilayah tersebut (Tabel 2. Tewah (17.713 42.100 .261 jiwa atau 47.933 86.740 Jumlah 48.505 Laki-laki Perempuan 37.329 Kurun .505 Sumber: Gunung Mas Dalam Angka 2008 II .2).279 Mihing Raya 2.028 92.12.083 40. Tabel 2.456 76.836 37.690 Sepang 2.067 76.108 1.304 Damang Batu 2. terdiri dari penduduk laki-laki 48.10.087 83.730 Rungan 7.261 Jumlah 71.9%).851 2.200 Kahayan Hulu Utara 4. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2007 sebanyak 92.231 39.671 3.3).513 39.819 76.766 jiwa.255 2.12.197 41.505 jiwa atau 52.736 45.049 42.602 36.195 80.562 81.

98%.22%. sungai.113 601 1.425 1.780 Rungan Hulu 6.360.78 10.542 10. 6.061.3. 226.846 Manuhing Raya 5. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (BPS Provinsi Kalimantan Tengah).51 ha lahan bukan untuk pertanian (bangunan.871 Kahayan Hulu Utara 8.37 ha.44 ha.44 8. Dilihat dari pemanfaatannya. yang terdiri atas lahan untuk pertanian (kebun. 10.71%.336 Tewah 15.93 24.2 8. Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara. 2.025 791 397 343 842 1.400 ha yang sebagian besar merupakan dataran tinggi yang sangat potensial untuk daerah perkebunan. kawasan pemukiman dan untuk rencana pengembangan produksi serta pengunaan lainnya.63 ha. ladang. 9.54 ha. kawasan hutan lindung. 3) Kawasan Hutan Lindung (HL). dan 5) Pemukiman dan Penggunaan lain. laha tidur dan lahan lain-lain) seluas 0. 32. 11. Persebaran Penduduk di Kabupaten Gunung Mas Menurut Kecamatan Tahun 2007 Kecamatan 1.11.95 ha. Rencana pemanfaatan ruang di Kabupaten Gunung Mas berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2005-2015 yaitu: 1) Kawasan Hutan Produksi.25 8. 17.2.101 2 . serta daerah pertanian (sawah.329 Mihing Raya 4. 15. Jumlah Penduduk Luas Daerah (km2) 1.637 ha.13 3. sawah) seluas 2.080. 4) Kawasan Pengembangan Produksi (KPP). 3. kawasan pemukiman.395 Jumlah 92.436 Kurun 20.67 13.804 Kepadatan Penduduk 5.804 km atau 1.434. 8. 5. pekarangan.589 1.12. 11. danau dan rawa.72%.Profil Daerah Tabel 2.33%. 7. 164. 4.15 13. 354.59 Manuhing 5.155 Damang Batu 4.766 Sumber. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Wilayah Gunung Mas terdiri atas: kawasan hutan produksi (tetap dan terbatas).13 2. Khusus untuk kawasan rencana pengembangan produksi dan penggunaan lainnya tersedia kawasan lebih dari 50% dari luas wilayah. 2) Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).945 Sepang 4.16 ha. Sumber daya alam Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah 10.136 1. 20.97 5.402.208 Rungan 13. kebun). Berdasarkan hasil survai “Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas” yang dilaksanakan Pemerintah II . 122. ratarata luas penguasaan lahan per keluarga pertanian di Gunung Mas adalah sebesar 2. ladang. Gunung Mas Dalam Angka 2008 2.465 Miri Manasa 3.9 12. 191.

atau secara rata-rata penduduk Gunung Mas sudah tamat SD namun masih banyak yang belum tamat SLTP.12. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah baik dan perlu lebih ditingkatkan.4 Penguasaan Lahan Pertanian Oleh Petani di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006 Jumlah Manuhing dan Manuhing Raya 4.15. Damang 2.97 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006.00 0.37 0. Tahun 2006 1 2 3 4 5 6 No Kecamatan Kebun 4.04 1. Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Pemerintan Kabupaten Gunung Mas dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.80 0. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 103. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas relatif lebih baik yaitu berada pada posisi ke 5 (lima) diantara 14 kabupaten/kota.40 Sumber : Laporan Akhir.08 1.5 (Tabel 2.48 3. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas adalah 72.03 Jenis Lahan (Ha) Ladang Sawah 0.23 2.03 0. diperoleh informasi bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai dan diusahakan untuk pertanian adalah 3.26 Kurun 2.12. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.7 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun. Rata-rata lama sekolah 8. Tabel 2.47 Rungan dan Rungan Hulu 3.85 Kahayan Hulu Utara. lebih baik dari tahun sebelumnya pada posisi 112.102 .04 3.08 0.00 0.00 b.4 ha dengan seperti tabel berikut.87 0.12.40 3.3 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.71 Sepang dan Mihing Raya 4. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dari tahun 2005 – 2006 sedikit meningkat.54 Tewah 2.20 0.09 0.49 0.32 0. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.23 Batu dan Miri Manasa Rata-rata 2.19 0.5). II .

17 Jalan Provinsi 10.4% dalam kondisi baik serta 46. darat dan udara. Sungai Miri dan Sungai Manuhing. Jalur utama transportasi sungai adalah Sungai Kahayan. Meskipun telah terdapat prasarana transportasi darat dan udara.33% jalan provinsi dan 60.00 jalan Kabupaten 33.00 78.18% jalan negara.92 II .50 489.5 112 5 2006 67.70 0.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Gunung Mas 2005 67. Sungai Rungan.50 81.3 103 2.12.4 8.16.60 0. Berdasarkan kondisinya maka hanya 6.00 52. Jenis Permukaan a.4 98. Sedangkan kondisi jalan yang rusak dan rusak berat mencapai 47.67 192. Tabel 2.12. Diharapkan dalam waktu 1 – 2 tahun kedepan akses jalur transportasi darat antara Palangka Raya dan Kuala Kurun sudah dalam kondisi baik. Prasarana transportasi Prasarana transportasi yang terdapat di Kabupaten Gunung mas terdiri dari sungai. Sampai dengan tahun 2007.103 . Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Gunung Mas Tahun 2007 Keadaan Jalan I.00 64.40 109. Aspal b. 19.00 16.6 5 2.Profil Daerah Tabel 2.7 99.3 621.72 575.5. Kerikil/Sirtu d. Tanah Jumlah Jalan Negara 16. prasarana transportasi darat di Gunung Mas mencakup jalan sepanjang 952 km yang terdiri dari 20.5 dalam kondisi sedang. Sebagian besar kondisi jalan rusak dan rusak berat berada pada jalur antara Palangka Raya ke Kuala Kurun yang saat ini masih dalam proses pembangunan.1%.12. Perkerasan c. tapi prasarana transportasi utama masih mengandalkan sungai dengan menggunakan jenis perahu klotok dan speed boat.4 72.00 184.3.3 71.49% merupakan jalan kabupaten.3 622. Infrastruktur a.0 8.

terdapat 5 kecamatan yang belum memiliki unit PLN. Prasarana listrik dan air minum Dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Gunung mas. 2008 b.10 c. Kondisi Geografi dan Demografi a. Kondisi Jalan a. 2. 333 juta dan Rp.20 575.30 Jumlah 192.00 d. Kabupaten Barito Timur ini memiliki batas wilayah sebagai berikut : II . Secara administratif. 2.70 200.60 b. Tahun 2007 ini.999 juta dan seluruhnya masih dari dalam negeri.2º5’ Lintang Selatan. jumlah produksi listrik di wilayah Gunung Mas mencapai 5.92 II.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keadaan Jalan Jalan Negara Jalan Provinsi jalan Kabupaten 33.761. Sedang 163.08% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 1. Jumlah wesel pos yang diterima dan terkirim sebesar Rp.977 Kwh kepada 4.33 24.34 79.381. c. maka di setiap kecamatan sejak tahun 2004 terdapat pelayanan jasa telepon seluler (Telkomsel dan Satelindo) disamping sarana komunikasi utama yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indoneia (Telkom).150 pelanggan.00 Sumber : Gunung mas Dalam Angka.17 184. Jumlah pelanggan yang terdaftar pada tahun 2007 mengalami peningkatan 1.834 km² (atau 2. Baik 16.596 pelanggan dengan kebutuhan total air minum sebanyak 312. jumlah pelanggan air PDAM pada tahun 2007 sebanyak 1. Berdasarkan data PDAM Kabupaten Gunung Mas. Prasarana komunikasi Salah satu sarana komunikasi yang dimanfaatkan masyarakat Gunung Mas adalah Pos.579 pelanggan.50 10. BPS. yang terdapat di Kecamatan Sepang. KABUPATEN BARITO TMUR 2. Kurun dan Tewah. Rusak 8.564 km²) dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2002. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Timur memiliki luas 3. Untuk Sarana komunikasi melalui fasilitas telepon.50% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah : 153.20 211.82 130. Jumlah kantor pos di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 3 kantor.115º Bujur Timur dan 1º2’ Lintang Utara . Rusak Berat 4.037 Kwh dengan jumlah yang dijual sebesar 5. Secara astronomis Kabupaten ini terletak pada posisi 114º .13.00 70.104 .13.707 m3.1. Kemampuan PLN wiayah Gunung Mas untuk memproduksi listrik sebesar itu didukung dengan 22 unit mesin diesel.

(38. 14 Tahun 2007 tentang pembentukan desa di Kabupaten Barito Timur menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan 102 desa dan 3 kelurahan. dan Tanah lainnya seluas 104. Raren Batuah. 1990) pada tingkat ordo tanah. : 579 km2 terdiri dari 10 desa.105 . : 203 km2 terdiri dari 8 desa. : 225 km2 terdiri dari 7 desa. pada bagian utara dan timur sebagian besar berada di wilayah daratan dengan tingkat ketinggian antara 0 .007 km terdiri dari 18 desa dan 1 kelurahan.11 Tahun 2006 ada dua kecamatan yang dimekarkan yaitu Kecamatan Dusun Tengah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Dusun Tengah.765 Ha. terbagi atas 6 (enam) wilayah kecamatan serta 68 desa/kelurahan (terinci 65 desa dan 3 kelurahan) dengan rincian sebagai berikut: 1) Dusun Tengah 2) Pematang Karau 3) Awang 4) Patangkep Tutui 5) Dusun Timur 6) Benua Lima : 1.011 Ha. serta Kecamatan Dusun Timur dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Dusun Timur dan Paju Epat. 2 2 Pada tahun 2006 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur No. b.17%). (31. sedangkan pada bagian barat dan selatan terdiri atas daerah (rawa).8%.Profil Daerah • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. (27. Satuan wilayah administrasi Kabupaten Barito Timur pada awal pemekaran.532 km2 terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan. dan : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Rawa.rawa seluas 122.50 meter diatas permukaan laut (dpl) dan tingkat kemiringan antara 0 . : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. dan Paku. Berdasarkan fisiografi wilayah Kabupaten Barito Timur dapat digolongkan 4 (empat) bagian utama sebagai berikut : • • • • Hutan belantara seluas 146. Topografi dan iklim Kondisi fisik wilayah (fisiografi) Kabupaten Barito Timur. (2. Berdasarkan peta tanah tinjau skala II . Sementara itu untuk jenis dan penamaan tanah dilakukan menurut sistem Soil Taxanomy (USDA.467 Ha.82%). dan : 258 km terdiri dari 5 desa dan 1 kelurahan.400 Ha.73%). Pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur No. : 1. Sungai/ danau / genangan air seluas 10.28%).

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 1 : 1.000 (RePPPort. 1985) di Kalimantan Tengah terdapat 8 (delapan) ordo tahnah yang tersebar pada wilayah kabupaten/ kota yaitu terdiri dari Histosol.73%). Secara umum masyarakat Barito Timur dikenal agamis dengan kerukunan dan toleransi beragama cukup tinggi.467 ha. Inceptisol. (27. Agama yang dianut mayoritas di Kabupaten Barito Timur antara lain : Kristen Protestan. yaitu mencapai 197. alfisol. oxisol.836 wanita. dan Kaharingan. Rata-rata curah hujan per tahunnya relatif tinggi.382 laki-laki dan 39.106 . Sungai/danau/genangan air seluas 10. serta kawasan pemukiman dan pembangunan perkotaan. dengan tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Timur masih tergolong tidak padat yaitu baru mencapai 19 jiwa/km² dengan pertumbuhan penduduk rata. Untuk wilayah Kabupaten Barito Timur yang sebagian besar berada pada wilayah daratan dan perbukitan dengan tanah mineral. dan Tanah lainnya seluas 104.765 ha. d. Katolik.82%). Lahan dan penggunaannya Total luasan Kabupaten Barito Timur seluas 3. dan Spodosol. dimana pada siang hari suhu mencapai 34ºC. yaitu Kota Ampah (Ibukota Kecamatan Dusun Tengah) yang merupakan pusat utama kegiatan perekonomian untuk Kabupaten Barito TImur dengan tingkat kepadatan paling tinggi mencapai 33 jiwa/km² diikuti oleh kecamatan Dusun Timur dengan Ibukota Tamiang Layang yang sekaligus Ibukota Kabupaten Barito Timur dengan tingkat Kepadatan Penduduk 10 jiwa/km². Demografi Jumlah penduduk menurut hasil registrasi Badan Kependudukan.218 jiwa terdiri atas 41. Tipe iklim Kabupaten Barito Timur adalah tropis dan relatif panas. Bila diamati menurut kecamatan terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti. berjumlah 81. Ultisol. kawasan pengembangan khusunya untuk pengembangan sektor pertanian. Alfisol. II . dan peternakan. Islam. Rawa. c. 2000) dan peta Land System dan Land Suitability skala 1 : 250. (31.67 mm. Mollisol. terutama tanah ordo ultisol. Wilayah daratan terdiri dari kawasan hutan produksi. dan mollisol pada lahan kering sebagian besar telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan (ladang) dan perkebunan (terutama kebun Karet dan Rotan).834 km² yang berada pada ketinggian 0 – 50 m dpl terdiri dari kawasan sebagai berikut Hutan belantara seluas 146.28%). Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur pada tahun 2005. kawasan konservasi.011 ha.rawa seluas 122. perkebunan. Entisol.000 (Puslitanak.000. (38. (2.400 ha. Oxisol.17%).rata 2%.

600 ekor sapi bali.13. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.315 ha.2.1). Potensi sumber daya alam bidang perkebunan meliputi potensi lahan rawa gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 112. Potensi ternak yang dapat dikembangkan berupa ternak besar. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. kanal dan jalan darat merupakan sarana yang memudahkan aksesibilitas maupun distribusi hasil produksi. Sumber daya perikanan potensial yang dimiliki antara lain kondisi geografis sebagian besar wilayah Barito Timur yang dikelilingi oleh sungai. nilai IPM Kabupaten Barito Timur adalah 71.13. Sumber daya alam Kabupaten Barito Timur memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk Kesejahteraan bersama.Profil Daerah 2. Pada sektor peternakan potensi yang dimiliki meliputi potensi dan daya dukung pengembangan bidang peternakan berupa lahan potensial ± 60 ha dengan dukungan padang rumput dan lahan penggembalaan pemeliharaan seluas 62. b. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.000 ha. Selain itu terdapat potensi kelautan seperti di Kecamatan Tabunganen dengan kawasasn perairan pantai/laut seluas 20. Salah satu sumber daya penting yang dimiliki adalah adanya sumber daya lahan pertanian baik lahan pasang surut. nilai IPM Kabupaten Barito Timur tergolong sedang berada pada posisi ke 8 (delapan) diantara 14 kabupaten/kota. Wilayah Barito Timur merupakan areal hutan rawa gambut seluas 60. Tiap tahun rata-rata menghasilkan 20.1 (Tabel 2.000 m kayu galam dengan berbagai ukuran. Pengembangan ternak besar dilakukan denganc ara penggemukan dan pembibitan.127 ha yang mampu menampung sekitar 170.6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. tegalan dan juga tersedia lahan sawah fungsional. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 135 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 167. Salah satu komoditas perkebunan yang 3 prospektif dikembangkan adalah kelapa sawit. Ketersediaan sungai besar. kecil dan unggas.900 km2 dan lahan budidaya air payau (tambak) seluas 3. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. dan lahan produktif di beberapa lokasi transmigrasi.107 . hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini masih perlu lebih baik.000 ha dengan dominasi hutan galam. anak sungai. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II .

Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Pembangunan • • • • kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.07 8 Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan.6 8. Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.13. Peningkatan relevansi pendidikan.1 167 12 620.6 135 5. dan Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan.5 67. “Kabupaten Barito II .” Untuk mewujudkan visi tersebut.2 71.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Timur 2005 2006 67. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bartim adalah: “Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan.108 . ketrampilan dan kesehatan. ditempuh strategi dan kebijakan antara lain: • • • • Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. S-1 dan Program Pascasarjana. Indikatornya antara lain: peningkatan usia harapan hidup.1 70. dan peningkatan produktivitas kerja.1.6 7. peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.3 617. Dengan mengacu pada visi dan misi Indonesia Sehat dan Kalimantan Tengah tahun 2010.1. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.13. program kesehatan Kabupaten Barito Timur menetapkan visi. penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Peningkatan mutu pendidikan.6 97.4 94.

speed boat.5 km. Terminal Anjir Pasar.52 km. dan kondisi rusak berat 266. b.109 . dan Mendorong kemandirian masyarakat kecamatan untuk hidup sehat.70 km. dan Jalan Kabupaten sepanjang 707 km. panjang jalan darat di wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 1. 2.4 km. jalan tanah sepanjang 248. Jalan Provinsi sepanjang 182. maka sebagian besar jalan yang sudah di aspal yaitu sepanjang 321.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. bus air dan motor boat. kondisi sedang 40 km.9 km. keluarga. Menurut data tahun 2003.088 unit/rumah atau meningkat 18..90 km. maka panjang jalan dengan kondisi baik 317.6 km. dan jalan kerikil sepanjang 127. Prasarana listrik dan air minum Dari 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini pada tahun 2004 telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.5 km. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito timur tahun 2006. dan Jalan Kabupaten sepanjang 856. Transportasi darat berupa mobil angkutan. masyarakat dan lingkungan. Peningkatan kondisi ruas jalan di Kabupaten Barito Timur terus diupayakan. yang terbagi atas Jalan Negara sepanjang 121. serta tersedia Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Bartim. merata dan terjangkau. Jika dilihat dari kondisi permukaan jalan. Jalan Provinsi sepanjang 105.Profil Daerah Timur Sehat Tahun 2008”. Jalan Negara sepanjang 103.1 km.6 km.3 km. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Misi program pembangunan kesehatan yang dilakukan antara lain: • • • • Menggerakkan pembangunan wilayah kecamatan yang berwawasan kesehatan. guna memperlancar arus transportasi. dan Terminal Tabukan. Infrastruktur a. Jika ditinjau dari kondisinya.707 II . Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Tamiang Layang. Transportasi di Barito Timur terdiri dari transportasi darat dan sungai.13. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. Terminal Handil Bakti. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan mengalirnya arus barang dan jasa.3.011.

2005 Jenjang Pendidikan e. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas 6 buah.880 275 4 SLTA/MA 10 1. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat). Fasilatas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan.025 3 SLTP/MIS 23 2. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. Sebelumnya.2. Tabel 2. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Barito Timur tahun 2002 No. dan Murid Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kabupaten Barito Timur No Jumlah Jumlah Jumlah Sekolah Murid Guru 1 Taman Kanak-Kanak 23 491 42 2 Sekolah Dasar 147 10.507 unit.598 unit).555 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Timur. Puskesmas Perawatan 1 buah.238 1.Barito Timur 2007 II . d. Perkembangan sarana pendidikan di Kabupaten Bartim adalah sebagai berikut. Prasarana pendidikan Pendidikan hal yang mendasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menyikapi luasnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.13.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. Jumlah Sekolah. 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan Dokter Jumlah 14 66 115 1 16 54 266 Keterangan 9 Dokter Umum 5 Dokter Gigi Bidan Pengatur Rawat Apoteker/Ass Apoteker SPKU/Pembantu Perawat Tenaga Teknis Jumlah Sumber: Kab.3. Guru.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah unit/rumah. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dan Lain-lain.13.110 . meningkat 11. dan Puskesmas Pembantu 41 buah. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel. maka pemerintah Kab Barito Timur merehab 18 sekoilah yang terletak di beberapa desa. Prasarana kesehatan Kabupaten Bartim memiliki fasilitas rumah sakit.675 1.826 164 5 SMK 2 240 49 Jumlah 205 15. c. Tabel 2. yaitu RSUD Tamiang Layang tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C.

Sebelumnya. daerah ini merupakan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya. O O 2 O O 2 II . Kondisi Geografi dan Demografi a. pemerintah Kabupaten Bartim telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer.7 miliar. (6) Tanah Siang Selatan. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Murung Raya (Murung Raya) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Puruk Cahu. Luas Wilayah Murung raya seluas 23. Sejak tahun 2007. 6. (8) Seribu Riam.000 km. 5 tahun 2002 yang meliputi 5 (lima) kecamatan.700 km . (2) Tanah Siang. (9) Sungai Babuat. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. 25. Luas wilayah mencapai 23. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Bartim beroperasi tiga bank. (4) Permata Intan.14.65 km dengan total biaya Rp. yaitu: Murung.14. dan Sumber Barito.700 km dengan posisi geografis 0 53’48” – 0 46’06” LU dan 113 20’ – 115 55’ BT.Profil Daerah f. yaitu: (1) Murung. BRI Cabang Tamiang Layang. dan : Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas.1. dan (10) Barito Tuhup Raya. berdasarkan Perda No. Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Utara dan Kapuas. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. dan 115 desa. yaitu: BPD Cabang Tamiang Layang. (5) Sumber Barito. g. Permata Intan. Tanah Siang. (7) Uut Murung. : Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) dan Barito Utara. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Murung Raya adalah: • • • • Sebelah utara : Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur). 2. Baru pada tanggal 2 Juli 2002 ditetapkan sebagai Kabupaten Murung Raya dengan UU No. (3) Laung Tuhup. 9 kelurahan. BNI 46 Cabang Tamiang Layang. Laung Tuhup.111 . 3 tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk 10 kecamatan. KABUPATEN MURUNG RAYA 2. terdiri dari 10 kecamatan.

700 km merupakan wilayah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Tengah.832 jiwa dan penduduk perempuan 42. Sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Siang yaitu 118. Pertumbuhan penduduk terendah tercatat pada Kecamatan Laung Tuhup (3. Hal ini berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 110 penduduk laki-laki. c. berkisar 2.20%). kawasan hutan produksi. Sampai saat ini belum diperoleh data pasti Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten Murung Raya.71 jiwa per km . Beberapa cabang atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu: Sungai Laung (35. Laju pertumbuhan penduduk per kecamatan berkisar antara 3. Kabupaten Murung Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan panas. Kawasan pemukiman dan kawasan pengembangan budidaya.909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH) sekitar 85%.23% pertahun. Kedalaman dasar berkisar antara 3 – 8 m dan badan sungai lebih dari 25 m. cagar alam. karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan curah hujan cukup tinggi.112 2 .000 mm/tahun. Penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 45. Lahan dan penggunaannya Total luas areal di Kabupaten Murung Raya seluas 23.58% per tahun.500 – 4. meskipun demikian penggunaan lahan di Kabupaten ini antara lian diperuntukkan bagi kawasan huutan lindung/kawasan konservasi. Sungai Babuat (29.25 km).75 km). Rata-rata laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumber Barito (9. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya sejak tahun 200-2003 rata-rata 5.5OC.2OC. diikuti Kecamatan Murung (6.08%). Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15.25 km). Suhu siang hari rata-rata 26..Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. kemudian II .43% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Curah hujan rata-rata 2.75 km) dan Sungai Busang (75. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya ratarata kerapatan 3. hutan produksi terbatas. Sungai Joloi (40.20%. malam hari rata-rata 23. Ratio penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2003 adalah 110.65.185 jiwa atau dengan sex ratio 108. Demografi Jumlah penduduk sampai akhir tahun 2007 adalah 88. Topografi dan iklim Wilayah Kabupaten Murung Raya dilintasi oleh Sungai Barito dan beberapa anak sungai dengan panjang dan kedalaman sungai yang sangat berfariasi.33%) dan Permata Intan (6.56%) dan Tanah Siang (4. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya.017 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0.56% hingga 9.04%). 2 d.

Profil Daerah Kecamatan Sumber Barito 116 dan laung Tuhup 111. Semakin tinggi nilai sex ratio ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki semakin banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan pada periode tertentu

2.14.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

a. Sumber daya alam Kabupaten Murung Raya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat kembangkan. Wilayahnya yang luas dengan bentangan daratan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman hutan dan sumber daya hayati lainnya. Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati di Kabupaten Murung Raya masih relatif rendah dibanding dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar, kabupaten ini memiliki potensi bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa,dan bahan galian non logam lainnya.

b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006, nilai IPM Kabupaten Murung Raya adalah 71,6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71,0 (Tabel 2.14.1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se Provinsi Kalimantan Tengah, Nilai IPM Kabupaten Murung Raya termasuk rendah berada pada posisi ke 9 (sembilan) diantara 14 kabupaten/kota, hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah perlu ditingkatkan lebih baik. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Murung Raya Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.14.1. Tabel 2.14.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Murung Raya Tahun 2005 – 2006
IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67,6 67,8 6,6 7,0 99,3 99,3 624,6 71,0 134 9 627,4 71,6 133 2,06 9

Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan, ketrampilan dan kesehatan. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat II - 113

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Banjarmasin, Universitas Palangka Raya, serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3, S-1 dan Program Pascasarjana, yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pengembangan SDM melalui Pembangunan kesehatan diarahkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya antara lain: • • • • peningkatan usia harapan hidup; penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan; peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat; dan peningkatan produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.

2.14.3. Infrastruktur

a. Prasarana transportasi Transportasi di Mura terdiri dari transportasi udara, darat dan sungai. Bandar udara adalah eks lapangan terbang milik PT Indo Muro Kencana yang bisa didarati oleh jenis pesawat perintis. Transportasi darat berupa mobil angkutan, sedangkan transportasi

sungai berupa klotok, speed boat, bus air dan motor boat. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Mura, guna memperlancar arus transportasi, pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal AKAP di Puruk Cahu Seberang. Tabel 2.14.2. Kondisi jalan di Kabupaten Murung Raya hingga Januari 2008
No 1 2 3 4 5 6 Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Panjang (km) 50,00 399,90 481,35 455,52 20,00 50,57 1.457,34 Lebar (m) 4,50 6,00 6,00 4,00 2,00 6,00 HRS (km) ATB (km) 50,00 8,70 58,70 Latasir (km) 20,00 20,00

No 1 2 3 4 5 6

Lapen (km) 20,00 20,00

Kerikil (km) 30,00 30,00

Beton (km) 20,00 0,16 20,16

Tanah (km) 399,90 471,35 322,62 1.203,87

Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 114

Profil Daerah Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan ekonomi disuatu wilayah. Panjang jalan di Kabupaten Murung raya Tahun 2008 mencapai 1.457,34 km. Sejak tahun 2003 telah dan sedang dibangun Jembatan Sungai Barito Hulu yang melintasi Sungai Barito dengan realiasasi dana sebesar Rp. 41.489.381.000

b. Prasarana listrik dan air minum Sumber tenaga listrik di Kabupaten Murung Raya berasal dari uit pembangkit

perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan data realisasi pengusahaan PLN Ranting Puruk Cahu dan MISIF hingga Desember 2007 terdapat 4.081 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 4.438.150 kwh. Sementara jumlah produksi hanya sebesar 659.844 kwh dan daya distribusi yang tersedia sebesar 635.962 kwh. Tabel 2.14.3. Kondisi Produksi dan Distribusi Tenaga Listrik PLN di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 No. Uraian Produksi Disalurkan ke unit lain Pemakaian sendiri Susut distribusi Susut distribusi Tersedia distribusi Kwh terjual Jumlah pelanggan Daya tersambung Jumlah travo Panjang SUTM Panjang SUTR Daya mesin terpasang Daya mampu Beban puncak Uraian Satuan Kwh Kwh Kwh Kwh % Kwh Kwh Lg Kwh Unit kms kms Unit/Kw Kw Kw Satuan RTG P. Cahu 570.562 0 21.857 -15.644 -2,85 548.705 564.349 2.518 3.330.590 29 43.500 27.431 2.586 1.255 1.156 ULD Mangkahui 17.325 0 346 2.766 16,29 16.979 14.213 330 236.650 2 910 1.712 100 80 79 Sub RTG M. Laung 57.113 0 1.395 -501 -0,90 55.178 56.219 845 599.900 4 18.113 7.904 340 294 250 ULD Tb. Lahung 11.214 0 224 -3.075 -33,71 10.990 14.695 227 171.150 2 973 2.735 80 70 70 ULD M. Untu 3.630 0 60 545 15,27 3.570 3.025 161 99.500 2 1.150 2.150 40 40 20 Jumlah 659.844 0 23.882 -16.536 -2.60 635.962 652.501 4.081 4.438.150 39 64.646 41.932 3.146 1.739 1.575

1 Produksi Kwh 2 Disalurkan ke unit lain Kwh 3 Pemakaian sendiri Kwh 4 Susut distribusi Kwh 5 Susut distribusi % 6 Tersedia distribusi Kwh 7 Kwh terjual Kwh 8 Jumlah pelanggan Lg 9 Daya tersambung Kwh 10 Jumlah travo Unit 11 Panjang SUTM kms 12 Panjang SUTR kms 13 Daya mesin terpasang Unit/Kw 14 Daya mampu Kw 15 Beban puncak Kw Sumber: Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 115

638 3 RS Pemerintah 2 140 4 Tempat Ibadah 1 59 5 Sekolah 0 0 6 Terminal Air 0 0 7 Hidran Umum 0 0 8 MCK 0 0 9 Instansi Pemerintah 0 0 10 Niaga Kecil 8 1.188 2 Ind.265 6 3. Kondisi pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya PDAM PUSAT PURUK CAHU Kubikasi Pelanggan (M3) 931 295.931 No.821 18 4. Sebelumnya.219 713 6.335 8 3.741 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Sumber air bersih di Kabupaten Murung Raya berasal dari air tanah atau air bersih dari perusahaan daerah air minumu setempat.116 .4.498 33 4 14 11 0 5 2 13 185 6 3 1. Rumah Tangga 14 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Uraian Rumah Tangga Ind. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dll. Uraian Jumlah Pelanggan 1.198 443.4.774 Jumlah Kubikasi (M3) 340. 2008 No. Terdapat seayak 4 unit pengolahan air di wilayah ini dengan total jumlah pelanggan sebanyak 1.690 10 4. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.165 1.647 PDAM ABP PURUK CAHU SEBERANG Kubikasi Pelanggan (M3) 108 16. II .696 142 60.250 1 55 1 0 1 0 3 84 0 5 221 2 15 3 36 35 953 0 1 33 356 6.774 0 221 15 4.985 0 0 0 0 3 946 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111 17.267 c.070 2 14.523 11 Niaga Besar 0 0 12 TNI/Polri 0 0 Jumlah 180 26. (Lanjutan) PDAM ABP MANGKAHUI Kubikasi Pelanggan (M3) 1 Rumah Tangga 155 22.070 14.546 Sumber: Kabupaten Murung Raya. Rumah Tangga RS Pemerintah Tempat Ibadah Sekolah Terminal Air Hidran Umum MCK Instansi Pemerintah Niaga Kecil Niaga Besar TNI/Polri Jumlah Tabel 2.528 1 573 9 5.244 7. Fasilitas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan hampir di seluruh kecamatan.267 m3.14.14. Realisasi data pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut: Tabel 2. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).732 62.143 PDAM UNIT IKK MUARA LAUNG Kubikasi Pelanggan (M3) 304 5.774 pelanggan dan total penyaluran air bersih sebanyak 443.127 392.340 3.

satu unit Gudang Farmasi.51 km (267. dan : 54 orang.14. Prasarana kesehatan Kabupaten Mura memiliki fasilitas rumah sakit. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Murung Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak sampai dengan SLTA. dengan luas wilayah 2. : 17 orang. : 3 orang. Tabel 2. : 3 orang. TK SD/MI 1 Murung 19 33 2 Laung Tuhup 6 44 3 Tanah Siang 2 40 4 Permata Intan 4 26 5 Sumber Barito 4 24 Jumlah 35 167 Sumber: Kabupaten Murung Raya.5. KOTA PALANGKA RAYA 2. : 62 orang. dan lima unit mobil Puskesmas Keliling. 2.Profil Daerah d. Spesialis dan Paramedis yang tersedia pada saat ini adalah: • • • • • • • • Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker Skm Perawat Bidan Tenaga lainnya : 1 orang.1.117 2 0 0 0 0 .851 Ha). 46 unit Pustu. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. Jumlah gedung sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 No. yaitu satu unit RSUD Puruk Cahu tipe D.7 20' BT dan 1 30' – 2 30" LS. : 2 orang.15.678.15. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan. Kondisi Geografi dan Demografi a. 135 unit Posyandu. Pemda telah memprogramkan kunjungan dokter spesialis secara berkala. Tenaga Medis. Wilayah administrasi Kota Palangka II . 12 unit Polindes. 2008 Kecamatan Jumlah Gedung SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 3 7 1 2 1 2 1 2 1 20 7 Jumlah 62 58 45 33 31 229 e. : 67 orang. 8 unit Puskesmas. Kota Palangka Raya terletak pada 6 40' .

Kota Palangka Raya merupakan daerah yang beriklim tropis seperti pada umumnya wilayah Indonesia.62 km2. 352.86 km2.51 km2 dapat terdiri dari (1) Kawasan Hutan 2. Keadaan curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 252. Tempat tertinggi terletak di tengah wilayah kota Palangka Raya. 583. (6) Lain-lain 69.30 km2. b. elevensinya semakin tinggi dari arah selatan ke utara.802 jiwa. Areal Perkebunan 22.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Raya terdiri atas 5 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut.50 km2.25 km2. Topografi dan iklim Wilayah Kota Palangka Raya terletak pada ketinggian ± 13 m sampai 97 m di atas permukaan laut.678.55% dan penduduk perempuan sebesar 92. Namun demikian secara umum kelas lereng Kota Palangka Raya termasuk datar yaitu rata-rata <3%. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kota Palangka Raya sebesar 2. : Kabuaten Pulau Pisau.485. Suhu rata-rata tiap bulannya berkisar antara 23.5OC dan temperatur minimum antara 20.6OC sampai 33.75 km2.118 . Batas-batas Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kota Palangka RayaGunung Mas. Untuk keadaan kecepatan angin.8 mm. dan : Kabupaten Katingan. Demografi Jumlah penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 sebesar 182. dan Rakumprit dengan luas masing-masing 117. : Kabupaten Gunung Mas. Berdasarkan data dari stasiun meteorologi Provinsi Kalimantan Tengah.053.54 km2. yaitu perbukitan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling. Bukit Batu. (5) Sungai dan Danau 42.230 orang atau 50. Sebangau. (4). (2) Tanah Pertanian 12. Kota Palangka Raya memiliki temperatur udara maksimum pada tahun 2006 berkisar antara 31.5 knots.572 orang atau 49.00 km2 dan 1. 572. Rata-rata curah hujan per tahun di Palangka Raya adalah 266 mm. c. Jekan Raya.5OC sampai 27OC. dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 90.2 knots dan terendah terjadi pada bulan Februari yakni sekitar 1. Bukit-bukit yang ada mempunyai ketinggian bervariasi antara 118 m sampai 197 m. (3) Perkampungan 45. d.1O – 32.45% dengan rata-rata kepadatan penduduk 68 orang/km 2 II .1OC.65 km2.41 km2. terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 3.14 km2.

Jumlah penduduk yang terbanyak adalah pada usia 15 .30 km (0.2. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 69. sungai.703. Penduduk perempuan di Palangka Raya lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki yang ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 98.19 tahun sebanyak 21.404 jiwa. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 berjumlah 49% untuk laki-laki dan 51% untuk perempuan.767 jiwa atau 2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.51% dari total keseluruhan atau sebanyak 126.43 69.15.06%. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 44%. 2. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 44 penduduk tidak produktif. 12. 22.06 km (14.15. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 3. Perbandingan antara pencari kerja dan permintaan tenaga kerja pada tahun 2006 adalah 9 : 1. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin.93%) untuk kawasan pemukiman dan sisanya adalah rawa. Tabel 2.119 .65 km (0. danau dan lainII .20.8%) merupakan kawasan 2 hutan. Kelompok Umur dan Prosentase Penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Persentase 28.939 jiwa atau 12%. Artinya hanya 1 dari 9 orang yang akan diterima sebagai tenaga kerja. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 46%.06 Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun).47%) tanah pertanian. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kota Palangka Raya yang utama melihat dari luas wilayah yang ada dengan penggunaan lahan 2.83%) perkebunan.51 2. 300.Profil Daerah Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. Jumlah pencari kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja di setiap tingkat pendidikan baik laki-laki atau perempuan.1. Jika dilihat dari distribusi penduduk.485.75 km ha 2 2 2 (92. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah Kecamatan Pahandut dengan jumlah 64.

Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas II . 2008 Murid 4. b. Murid. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Kota Palangka Raya telah mengembangkan beragam program dalam rangka memanfaatkan beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.499 SLB 2 14 19 SMP 36 319 711 SMA 18 183 516 SMK 15 114 336 Sumber : Kantor Statistik Kota Palangka Raya.15.492 18.682 79 10. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk di Kota Palangka Raya yang cenderung semakin meningkat.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah lain. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.120 .246 3. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.2. dan Guru Menurut Jenis Sekolah Jenis Sekolah Sekolah Kelas Guru TK 102 269 232 SD 102 819 1.894 6. Ruang Kelas. Banyaknya Sekolah. Tabel 2. Peningkatan penduduk yang bersekolah selama tahun 2006-2007 merupakan keberhasilan Kota Palangka Raya dalam upaya memperluas pelayanan pendidikan. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.043 Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).

Jumlah kunjungan terbesar adalah pada penyakit ISPA yaitu sebanyak 49. banyaknya apotek.60%).41%. gingivitis. Indikator Kesehatan di Palangka Raya Tahun 2006. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37. Indikator Jumlah Rumah Sakit 3 Puskesmas 51 Tenaga Kesehatan 480 Apotek 39 Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Sedangkan sisanya adalah dokter umum.3.826 dan jumlah II . alergi kulit. dan tanah (347. dan jumlah kunjungan penyakit terbanyak. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. pulpa. banyaknya tenaga kesehatan. penyakit tekanan darah tinggi. puskesmas.24 km). Infrastruktur a.121 . dokter gigi dan asisten apoteker.318 kunjungan pada tahun 2006.43 km yang dibagi menurut jenis permukaannya yaitu aspal (453.46%) dan pertanian (9. perawat dan tenaga teknis dengan jumlah masing-masing 110.15.3. 2007 Tenaga kesehatan terbesar adalah bidan. gastritis.08%). jumlah kendaraan bermotor adalah 46. 167 orang. Panjang jalan di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 adalah 828. pharingitis. 161. Apotek di Palangka Raya sebagian besar milik swasta yaitu sebanyak 36 buah. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (24. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kota Palangka Raya adalah sektor jasa. pada tahun 2006. Indikator kesehatan terletak pada jumlah rumah sakit. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kota ini.15.3 Tabel 2.46 km). dan diare.73 km).Profil Daerah dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. kerikil (27.15. 2. infeksi kulit. dan yang milik pemerintah sebanyak 3 buah. Keluhan-keluhan penyakit lain dari penduduk antara lain penyakit pada system otot jaringan. Data indicator tersebut pada tahun 2006 ditunjukan pada table 2. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat. Jumlah kendaraan bermotor di Palangka Raya jauh lebih banyak daripada tak bermotor. konstruksi (12.

T K 2. d.713 dan jumlah KWH yang dijual adalah 113.122 .15. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.4. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara.927 pelanggan berarti terjadi peningkatan jumlah pelanggan. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. SLTA -SMU -SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 1 112 227 0 30 1 9 6 7 4 2 2 267 119 Murid Negeri Swasta 140 4894 33470 0 6382 19 2024 657 1266 354 758 303 42016 5570 Guru Negeri Swasta 22 375 2050 0 500 13 188 88 112 43 76 45 2760 476 Jumlah Sekolah 113 227 31 15 11 4 386 Sumber : BPS Kota Palangka Raya. Jumlah KWH yang dibangkitkan pada tahun 2006 adalah 126. badan sosial dan rumah sakit (240 pelanggan) dan umum (8 pelanggan). c. S D 3.385 pelanggan. Sekolah TK di Kota Palangka Raya sebanyak 113 unit yang tersebar di 9 kecamatan. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon dan telepon seluler untuk sarana hubungan secara langsung.461 Jumlah pelanggan air minum selama tahun 2006 tercatat sebanyak 13. Di Kota Palangka Raya terdapat 995 buah kantor pos yang tersebar di lima kecamatan.158) kemudian diikuti perusahaan (809 pelanggan). Jumlah Sekolah. b. dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11. 2007 II . Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya.156. kantor pemerintahan (170 pelanggan). SLTP 4. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kota Palangka Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kota Palangka Raya.568. Kendala yang dihadapi dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah ini adalah masih terbatasnya kendala prasarana jalan dari pusat-pusat produksi di wilayah pedesaan ke pusat pemasaran di Kota Palangka Raya. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Palangka Raya Sekolah 1.708. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 227 unit. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kendaraan tak bermotor adalah 1. Jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga (12.

Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 11 unit. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kota Palangka Raya. Pahandut 2 2. Tahun 2006 Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu 12 2 18 11 - 3 1. e.Profil Daerah Berdasarkan data yang ada. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Palangka Raya Tahun 2006 Dokter Dokter Bidan Perawat Umum Gigi 1. tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 31 unit SMP terdiri 30 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta.5.123 . 3 asisten apoteker. 161 perawat. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 8 unit.15. 60 unit dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 4 unit. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya terdapat 3 rumah sakit yang terletak di Kecamatan Pahandut. Jekan Raya 14 9 60 82 4. Jekan Raya 4 4. 2007 Tabel 2. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas hampir di seluruh kecamatan. Bukit Batu 4 1 13 30 5. Pahandut 7 2 32 42 2. 18 unit Madrasah Tsanawiyah serta 6 unit Madrasah Aliyah. 110 bidan.15. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Tabel 2. 12 dokter gigi. Sabangau 2 5 7 3. Sabangau 1 3. kecuali Kecamatan Rakumpit. Bukit Batu 1 5. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Palangka Raya terdiri dari 27 orang dokter umum. puskesmas pembantu 43 unit.6. Selain dari Sekolah Umum terdapat juga 17 unit Madrasah Ibtidayah. dan 167 tenaga teknis. 2007 Kecamatan Asisten 3 Tenaga Teknis 26 9 122 10 - II .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->