BAB II.

PROFIL DAERAH
2.1. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Palangka Raya secara geografis terletak antara 0 45’ Lintang Utara, 3 30’ Lintang Selatan dan 111 Bujur Timur. Adapun batasbatas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur : Laut Jawa : Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan : Kalimantan Barat
2 o o o

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah adalah 153.564 km atau 8,25% dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia, dan merupakan Provinsi terluas ketiga setelah Provinsi Papua dan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Tengah meliputi 13 Kabupaten dan satu Kota, dengan luas setiap kabupaten/kota adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.1. Wilayah Administratif Provinsi Kalimantan Tengah 2007
Luas km2 Persentase 1 Kota Waringin Barat 10.759 7,01 2 Kota Waringin Timur 16.496 10,74 3 Kapuas 14.999 9,77 4 Barito Selatan 8.830 5,75 5 Barito Utara 8.300 5,40 6 Sukamara 3.827 2,49 7 Lamandau 6.414 4,18 8 Seruyan 16.404 10,68 9 Katingan 17.800 11,59 10 Pulang Pisau 8.997 5,86 11 Gunung Mas 10.804 7,04 12 Barito Timur 3.834 2,50 13 Murung raya 23.700 15,43 14 Palangka Raya 2.400 1,56 Jumlah 153.564 100,00 Sumber : Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka, 2008 No Kabupaten/Kota Jumlah Desa/Kelurahan 84 150 186 96 103 32 83 91 153 89 126 65 118 30 1.406

Daerah yang paling luas adalah Kabupaten Murung Raya 23.700 km2 (15,43%) dan Kabupaten Katingan 17.800 km (11,59%),
2 2

sedangkan wilayah terkecil adalah Kota

Palangka Raya dengan luas 2.400 km (1,56%).

II - 1

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 – 150 diatas permukaan laut dengan

kemiringan 8 -15 derajat. Hanya sebagian kecil, yaitu daerah di sebelah utara dengan topografi berbukit yaitu terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter diatas permukaan laut. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata pada siang hari 33 C dan pada malam hari 23 C. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi yaitu 60% per tahun. Rata-rata curah hujan bulanannya mencapai 200 mm. Pada tahun 2007 curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sampai April, sedangkan bulan kering/kemarau terjadi antara Juli sampai dengan Oktober. Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa dan banyak sungai besar dan kanal (anjir). Terdapat 11 sungai besar dan tidak kurang dari 33 sungai kecil yang masuk wilayah Kalimantan Tengah. Sungai-sungai besar dengan
O O

kedalaman 5 – 8 m dan lebar berkisar 100 -500 m diantaranya adalah sebagai berikut: Tabel 2.1.2. Nama Sungai di Kalimantan Tengah Menurut Panjang, Kedalaman dan Lebar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sumber: Nama Sungai Panjang (km) Dapat Dilayari (km) 150 190 250 100 300 270 520 150 500 420 700 Rata-rata kedalaman 8 4 6 6 5 6 6 5 7 6 8 Rata-rata lebar 150 100 150 250 250 350 250 100 450 450 500

Sungai Jelai 200 Sungai Arut 250 Sungai Lamandau 300 Sungai Kumai 175 Sungai Seruyan 350 Sungai Mentaya 400 Sungai Katingan 650 Sungai Sebangau 200 Sungai Kahayan 600 Sungai Kapuas 600 Sungai Barito 900 Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008

Selain sungai di wilayah Kalimantan Tengah banyak terdapat anjir/kanal yang menghubungkan antar wilayah desa maupun kecamatan di Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 15.356.699,80 ha sebagian besar berupa kawasan hutan. Pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah berdasarkan RTRW

Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari kawasan hutan lindung 2.250.887,66 ha (14,66%) dan kawasan budidaya 13.105.822,14 ha (85,34%). Penggunaan lahan

berdasarkan rencana RTRW Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 2.1.3. II - 2

Profil Daerah Tabel 2.1.3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007
No A. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kawasan Hutan Lindung 1 Hutan Lindung (HL) 2 Cagar Alam (CA) 3 Taman Wisata (TW) 4 Taman Nasional (TN) 5 Suaka Marga Satwa (SM) 6 Perlindungan dan Pelestarian Hutan (PPH) 7 Konservasi Mangrove (km) 8 Konservasi Air Hitam (KEAH) 9 Konservasi Flora dan Fauna (KFF) 10 Konservasi Gambut Tebal (KGTB) 11 Konservasi Hidrologi (KH) Jumlah A B Kawasan Budidaya 1 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Kawasan Pengembangan Produksi (KPP) 4 Hutan Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain (KPPL) 5 Hutan Tanaman Industri (HTI) 6 Areal Transmigrasi 7 Hutan Pendidikan dan Penelitian (HPP) 8 Kawasan Handil Rakyat (KHR) 9 Perairan (DS) Jumlah B Total (A+B) Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Luas (ha) 766.392,06 235.079,45 19.142,61 488.056,29 71.664,71 1.628,43 31.018,40 37.225,55 161.849,04 253.797,99 185.023,14 2.250.887,66 3.784.495,64 4.232.518,38 2.789.108,09 1.925.057,79 21.958,04 137.920,13 59.046,32 155.716,95 13.105.822,14 15.356.699,80 %

4,99 1,53 0,12 3,18 0,47 0,01 0,20 0,24 1,05 1,65 1,20 14,66 24,64 27,56 18,16 12,54 0,14 0,90 0,38 1,01
85,34 100,00

Sebagaimana terlihat pada Tabel 2.1.3 di atas, kawasan budidaya di Kalimantan Tengah sebagian besar masih berupa daerah hutan baik berupa hutan rawa, gambut, dan hutan produksi. Sebagian kawasan hutan di Kalimantan Tengah berupa lahan gambut dan pernah dijadikan proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan pemerintah pada tahun 1995. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan

berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal) dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101 - 200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan, serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan, sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.

II - 3

505 44.576 56.047.577 Jumlah (2006) 498.261 43.550 2.994 jiwa atau 48.984 57.070 63.900 10 Pulang Pisau 30.515 2 Kotawaringin Timur 79.220 58.41% dan penduduk perempuan 994.935 110.851 3 Kapuas 128.73%) dan Kotawaringin Barat (10.228 18.59% atau dengan sex ratio 106%.556 jiwa atau 51.236 9 Katingan 33.622 136.644 7 Lamandau 15.889 53. 2.354 93. Dari keseluruhan penduduk Kalimantan Tengah. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Tengah tergolong jarang yaitu rata-rata hanya 13 orang per km .949 5 Barito Utara 28.002 4 Barito Selatan 32. Tabel 2.052.4.4 2 .986 27.266 59.433 71.890 1.995 43.834 92.323 Jumlah (2007) 561.509 44.258 168.046 57. Provinsi Kalimantan Tengah II .108 167.123 2.304 61.748 89. sebagian besar (80.220 952.1.004.54%) diikuti Kotawaringin Timur (15.028. Sebaran penduduk di Kalimantan Tengah terpadat terdapat di Kota Palangka Raya yaitu 77 jiwa per km dan terkecil di Kabupaten Murung Raya 4 jiwa per km2.214 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/kota Laki-laki 117.576 994.081 338.047.432 322. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di daerah dengan akses infrastruktur umum memadai seperti ibukota Provinsi atau di ibukota Kabupaten.550 jiwa. 2 Kabupaten terbanyak penduduknya adalah Kabupaten Kapuas (16.005. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.034 14 Palangka Raya 45.360 39.385 8 Seruyan 32.556 1.766 88.132 20. Demografi Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 sebanyak 2.061 6 Sukamara 10.590 29.250 116. Sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah memiliki wilayah terluas ketiga di Indonesia dengan ditandai lahan yang membentang luas dimana sebagian besar masih ditutupi tumbuhan/vegetasi tropis yang sangat beragam jenisnya.2.428 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat juga dilihat bahwa penyebaran penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah belum merata.994 975.110 1.678 12 Barito Timur 22.716 188.907 Jumlah 2005 483.174 153. terdiri dari penduduk laki-laki 1.325 48.362 94.1.513 60.079 11 Gunung Mas 21.753 46. yaitu didominasi oleh penduduk berumur produktif 10 sampai 14 tahun.524 119.052. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kotawaringin Barat 57.920 13 Murung raya 21.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.91%).583 124.973 171.958.547 1.442 Jumlah 223.189 65.13%) berumur 10 tahun ke atas .986 Penduduk Perempuan 106.

tambang. karet dan kelapa dalam. Wilayahnya memiliki hamparan yang luas kaya akan hijauan sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. baik berupa hutan dengan berbagai vegetasi baik berupa mangrove. Pemanfaatan potensi hutan di wilayah ini semakin diperketat guna mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Bila dibandingkan dengan nilai IPM secara nasional. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Beberapa potensi sumber daya alam di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sumber daya hutan. Dibidang perikanan Kalimantan Tengah memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan sungai. danau dan perikanan laut.). indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). yaitu indikator kesehatan (indeks harapan hidup). Provinsi Kalimantan Tengah sebagaimana telah disebutkan di atas sebagian besar wilayahnya berupa hutan. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. rawa dan laut. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. hal ini II .1. Untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang melakukan penataan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. hutan bakau dan aneka tanaman hutan. kecil maupun unggas. rawa. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C dan gambut yang besar dan potensi batubara. Dibidang pertambangan potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan. Selain sumber daya alam tersebut diatas Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan.Profil Daerah memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih tersedia dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. baik peternakan besar. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).5 . pertanian dan perkebunan.2 (Tabel 2. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit. Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan.5. b. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.4 atau sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 73. maka nilai IPM Provinsi Kalimantan Tengah berada pada posisi ke 5 (lima). nilai indeks IPM adalah 73.

1 73.6 8 Barito Timur 70.7 72.5.0 10 Katingan 71.1.6 .4 5.2 5.6 73.6.2 71.0 624.6 71. Tabel 2.4 70.7 70.5 4 Barito Selatan 71.8 7 Kotawaringin Barat 71.0 14 Pulang Pisau 69.6.2 13 Sukamara 70.6 71. Indikator lain yang digunakan untuk melihat II .9 70. Tabel 2.4 72.5 6 Kapuas 71.0 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.4 73.5 71.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengindikasikan bahwa pembinaan SDM di provinsi ini relatif lebih baik. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah No IPM 2005 1 Kota Palangka Raya 77. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 97.1 9 Murung Raya 71.9 8.4 69.1.9 12 Lamandau 70. pengembangan SDM di Provinsi Kalimantan Tengah masih perlu untuk terus ditingkatkan.9 72.8 7.3 5 Gunung Mas 71. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.8 3 Kotawaringin Timur 72.3 Kalimantan Tengah 73.9 73.0 2 Barito Utara 72. Namun demikian bila dilihat peringkat menurut kabupaten/kota.3 11 Seruyan 70.5 97. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kalimantan Tengah Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.9 71.1. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.2 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab/upatenKota 2006 77.000) IPM Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kaliamntan Tengah 2005 2006 70.3 72.5 623. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.

84% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat Diploma serta S1 atau lebih dengan persentase 6.16%).Profil Daerah kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah. lulus setingkat SLTP (22. yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.176 Mengurus Rumah tangga 217.7 .620 Bukan Angkatan Kerja 360.48%. Pada Tahun 2006 TPAK Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 61.19%). namun rata-rata lama sekolah masih tetap. Tabel 2.72%) dan jasa kemasyarakatan (7. II . yang lulus SLTA sederajat hanya 16. yaitu 8 tahun.271 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja.963 Jumlah 1. Ini berarti penduduk di Kalimantan Tengah sebagian besar bekerja pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill.026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi.831 Bekerja 1. seperti pekerja kasar. Jenis Kegiatan utama Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah per Pebruari Tahun 2008 No A 1 2 B 3 4 5 Jenis Kegiatan Utama Jumlah Angkatan Kerja 1.12%. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sebanyak 68.88%).077.7.211 Belum Bekerja 51. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kalimantan Tengah adalah sektor pertanian. Sektor lainnya yang juga banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (10.96%.440 Sekolah 104. sebagian besar memiliki jenjang pendidikan maksimal Sekolah Dasar (54. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 mengalami sedikit peningkatan. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.301 Lainnya 38. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja.1.438. atau secara ratarata penduduk Kalimantan Tengah sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.

speed boat.710. Restoran 129.96 3.753 8 Keuangan 8.900 7 Angkutan. Selain prasarana jalan.31%) dalam keadaan baik. dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 3.27 3.47 km yang terdiri dari jalan negara 1.61%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 1. Infrastruktur a. Alat transportasi air yang digunakan meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. kelotok. Penduduk 10 tahun Keatas di Provinsi Kalimantan Tengah Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Utama Tahun 2007 Penduduk (Tahun 2007) 1 Pertanian 872.38 3.70 km (30.95 10.018.39%).9.19 km keadaan rusak dan rusak berat. II .1.8 .95 km dan jalan kabupaten sepanjang 8. Komunikasi 40.265.29 0.96 100.133. atau sebagai sarana perhubungan dengan provinsi lain.110 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Lapangan Usaha Persentase 68.858.57 km (Tabel 2.19 68. jalan provinsi 1.265 6 Perdagangan. Prasarana transportasi Salah satu prasarana transportasi darat yang penting berupa jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas penduduk dan barang dari satu daerah ke daerah lain. sepanjang 2.03 km (15. sebagai prasarana transportasi yang penting lainnya di Kalimantan Tengah adalah prasarna transportasi air.11 2.95 km.8.00 2.707. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibu kota kecamatan dan Kabupaten di Kalimnatan Tengah.22 0. Panjang jalan di Kalimantan Tengah pada tahun 2007 adalah 12.733.) Sebagian besar (66.184 9 Jasa kemasyarakatan 91.571 4 Listrik.258.54 km (18.005 10 Lainnya Jumlah 1.3.707 3 Industri Pengolah 41.77%).65 7. Pada tahun 2007 terdapat sebanyak 10 pelabuhan laut di Provinsi Kalimantan Tengah. Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.1.361 2 Pertambangan & penggalian 42. Hotel. Sebagian besar permukaan jalan di Kalimantan Tengah masih berupa tanah (56.364 5 Bangunan 37. tongkang dan tiong dan truk air.1. Gas & Air Bersih 1. long boat.714.06%) dari panjang jalan tersebut atau 8.

Pada tahun 2007 jumlah listrik yang diproduksi sebanyak 448.697.27.01 Kabupaten 901.1.96 Provinsi 311.95 1.01 2.707.121. Penyediaan tenaga listrik di Kalimantan Tengah dilayani oleh PT Perusahaan Listrik Negara yang tersebar di setiap kabupaten/kota.75 255.710.582 KWh dan susut/hilang 37.39 Tanah 354.216.75 3.9 .57 12.95 1.236.06 Jumlah 1. dan yang dijual sebanyak 382.95 8.714.790 KWh serta untuk pemakaian sendiri 9.70 1.72 341.212 C.84 Lainnya 0 Rusak Berat 319.133.212 BN b.842. sebagai berikut: Tabel 2.557. Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No A 1 2 3 4 Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan Jenis Permukaan Jalan Negara Provinsi Kabupaten Kota Jumlah Jenis Permukaan Jalan Diaspal 1.24 1. Banyaknya air bersih II . Prasarana listrik dan air minum Prasarana penyediaan tenaga listrik sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa baik yang berasal dari PLTD yang tersebar di kabupaten/kota di Kalimantan Tengah maupun langsung dialirkan dari interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan.212 C. Sumber pengolahan air bersih bersumber dari sungai atau air tanah yang diolah melalui unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah.98 1.79 6.897.01 4.789.212 C.930.03 2. F28.00 557.95 8.022 Kwh.08 405.1. F.47 Jumlah 1.10.733.Profil Daerah Tabel 2.133.212 C. Asan Beringin Sangkalemo Sanggu Dirung Kuala Pembuang Tumbang Samba Nama Kota Palangka Raya Pangkalan Bun Sampit Muara Teweh Kuala Kurun Buntok Puruk Cahu Kuala Pembuang Tumbang samba Type / jenis pesawat Boeing 737-300.707.356.20 894. Penyediaan sarana air bersih di Kalimantan Tengah juga sudah menjangkau sebagian besar kota dan desa di Kalimantan Tengah.714. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual terus bertambah dari tahun ke tahun.414.858.57 Kota Jumlah 1.054 Kwh.889.9.60 652.70 Kerikil 311.710.049. F.47 Kondisi Permukaan Jalan Baik Sedang Negara 645.66 989.258.80 3.19 447.158.54 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 1 2 3 4 B Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki prasarana perhubungan udara yaitu terdapat sebanyak 9 landasan pelabuhan udara.59 5.27 C.38 Rusak 302. Nama Pelabuhan Udara di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Bandara Tjilik Riwut Iskandar H.33 4.57 12.

11). Prasarana komunikasi penting lainnya yang juga telah ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah stasiun RRI Palangka Raya serta puluhan stasiun Radio Swasta Niaga dan amatir.633.809 sambungan dan sosial 152 sambungan serta wartel 1.421 unit.895 m3 meningkat 17.141 pelanggan.605 unit. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2. Sekolah TK di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 736 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota.305 pelanggan. dan Perguruan Tinggi 13 unit dengan jumlah mahasiswa 15.443 unit. Pelanggan terbesar pada Tahun 2006 adalah rumah tangga mencapai 31.36% dibanding tahun 2006 sebanyak 15. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 88. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 515 unit SMP terdiri 327 SMP Negeri dan 188 SMP Swasta. II . sarana sosial 1.10 .335 m3. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2006 yaitu sebanyak 93.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 17.6% dibanding tahun 2005 sebanyak 60.025. Jumlah kapasitas sambungan telepon pada tahun 2007 mencapai 73. Kantor Pos di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia disetiap kabupaten/kota bahkan sudah tersebar di setiap kecamatan.291 siswa. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai Universitas. Stasiun TVRI (TV Lokal) dan Stasitiun Relay dari beberapa TV swasta nasional.399 orang. pelabuhan dan lainnya 101 pelanggan. d. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Provinsi Kalimantan Tengah. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 30. c. instansi pemerintah 1. Fasilitas telepon seluler dan otomatis tersedia disemua ibukota kabupaten bahkan sampai ke beberapa ibukota kecamatan.090.323.1.637 sambungan.593. serta perusahaan dan pertokoan 3.578 orang (Tabel 2.390 pelanggan atau mengalami peningkatan 35. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU dan kejuruan 240 unit dan jumlah siswa 43. diikuti bisnis 5.

Jumlah Sekolah.605 515 240 13 4. T K 9 727 980 29.11 . Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 14 rumah sakit umum tersebar di setiap kabupaten/kota.1.1.957 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.1. SLTP 327 188 58. Tabel 2. 69 dokter gigi. Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Puskesmas Pembantu 1 Kotawaringin Barat 12 70 2 Kotawaringin Timur 18 103 3 Kapuas 23 120 4 Barito Selatan 10 53 5 Barito Utara 14 68 6 Sukamara 3 27 7 Lamandau 5 41 8 Seruyan 9 38 9 Katingan 15 89 10 Pulang Pisau 10 66 11 Gunung Mas 9 47 12 Barito Timur 8 45 13 Murung raya 11 51 14 Palangka Raya 8 43 Jumlah 157 861 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 No Kabupaten/Kota Puskesmas Tenaga Dokter Umum Gigi 41 10 28 8 39 9 23 5 25 5 11 5 17 1 14 2 20 1 22 2 18 1 18 3 19 1 71 16 366 69 Paramedis Perawat Bidan 246 139 324 159 368 221 279 90 212 105 72 34 103 59 117 59 205 108 173 148 122 68 170 92 120 65 446 113 2.419 2. serta ditambah puskesmas pembantu. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan. SMU/K 114 126 28.891 21.972 4.11.490 14.460 bidan dan 2.000 1.12. 42 dokter spesialis. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007 terdiri dari 366 orang dokter umum. seperti dapat dilihat pada Tabel 2.801 5.198 102.508 4.12.Profil Daerah Tabel 2.744 3.463 3.957 1.880 914 201 28.093 32. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.460 II .275 305.383 222 205.967 3.609 1.080 7. 1.941 19.961 Jumlah Sekolah 736 2. PT 1 12 11. S D 2.025 Sumber : Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Angka 2008 Sekolah Guru Negeri Swasta 56 1.834 Jumlah 2.109 e.501 1. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 157 unit. dan rumah bersalin 57 unit.834 1. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kabupaten. puskesmas pembantu 861 unit.

921 27.2.32 2 Arut Selatan 2. berada di daerah khatulistiwa dan terletak diantara: 1o19’ sampai dengan 3o36’ Lintang selatan.2.306 10.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.2. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribukota di Pangkalan Bun.10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan. Tabel 2.15 4 Arut Utara 2. Kondisi Geografi dan Demografi a. Sesuai dengan Undang Undang No. Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat.31 3 Kumai 2. Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau.1.12 . Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 110o 25’ sampai dengan 112o 50’ Bujur Timur.03 Sumber : Kotawaringin Barat dalam Angka tahun 2006 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 17 18 17 10 11 11 84 Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.759 km .1. Kecamatan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng.218 11.08 6 Pangkalan Banteng 1. 5 tahun 2002. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai menjadi Kecamatan Kumai. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kotawaringin Barat 2006 Luas km2 Persentase 1 Kotawaringin Lama 1.13% dari luas Kabupaten).21 Jumlah 239.921 km 2 (28.08% dari luas kabupaten) II . Wilayah Kotawaringin Barat terletak diantara 3 kabupaten tetangga yaitu: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Laut Jawa : Kabupaten Seruyan : Kabupaten Sukamara 2 Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat seluas 10.96 5 Pangkaln Lada 229 3.53 99.400 22. dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2 (3.685 24. KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 2.

Luasan Kawasan Hutan Dilihat dari Fungsinya di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jenis Penggunaannya A. Kawasan Lindung 1.142.73 1.47 22.462.01 0. daerah datar berombak. Topografi dan iklim Topografi Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada ketinggian antara 0 – 50 m dari permukaan laut dengan kemiringan antara 0 – 40% dan digolongkan menjadi 4 bagian dengan yaitu dataran. Hutan Produksi Tetap (HP) 3.08% luas kabupaten). Kawasan Khusus (KK) 7.3 C -23. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu 498.12 15. Suaka Margasatwa (SM) Total B.8.900.330.74 83. daerah berombak berbukit dan daerah berbukit-bukit.24 356.47 37. c. Kawasan Budidaya 1. Dari luasan lahan yang ada. Pemukiman & Penggunaan Lain (KPP/KPPL) 4. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas 2.907.33 208.13 .03 % 0.759 km .12 693.2.77 ha merupakan wilayah hutan dengan luasan berdasarkan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 2.2. Terdapat 3 sungai yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Sungai Arut. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Areal Transmigrasi (T1) 5.2. Hutan Nasional (TN) 3.544. Tabel 2.43 27.66 3.81 142.40 32.676.07 0.13% luas kabupaten) dan kecamatan Pangkalan Lada merupakan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km (3. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 2.34 10.990. Hutan Wisata (HW) 4.58%. Kawasan Pengem. 959.353.90 21.Profil Daerah b. Suhu udara maksimum berkisar antara 31.17 1. Sungai Kumai dan Sungai Lamandau dengan kedalaman rata-rata 5 meter dan lebar 100-300 meter. Jumlah hari hujan pada tahun 2006 tercatat 164 hari dan bulan Pebruari merupakan bulan dengan hari hujan terbanyak yaitu 22 hari. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 10.72 8.95 72.89 265.639.2. Hutan Lindung (HL) 2.29 9.0 C – 33. Rencana areal Transmigrasi (T2) 6. Danau dan Sungai (DS) Total Sumber : Profil Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Luas (Ha) / Area 8.6922.506.48 215. Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat secara umum beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan.8 C dan suhu minimum antara 21.452.921 km (28.75 18.310.4 C kelembaban udara berkisar antara 85.Prod/Kaws.28 2 2 2 O O O O II .

2.84% dan penduduk perempuan 98. Jika dilihat dari distribusi penduduk. II .16%.74% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2.2. Dibidang perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki sumber daya perairan yang meliputi perairan laut. baik peternakan besar. tambang. Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki wilayah sekitar 7% dari total luas provinsi Kalimantan Tengah. sungai. Sumber daya perkebunan yang terbesar berupa kebun kelapa sawit.677 jiwa atau 48. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d.14 . karet dan kelapa dalam. Hal ini ditunjukkan oleh kepadatan penduduk daerah perkotaan yang lebih besar dibandingkan dengan daerah pedesaan. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan. Penduduk laki-laki di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 108. Bila dilihat berdasarkan distribusi usia penduduknya. dan sumber daya b. Selain sumber daya alam tersebut diatas Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi untuk pengembangan peternakan.2.229 jiwa atau 51. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral yang termasuk bahan galian golongan C. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 32. Sumber daya manusia Sumberdaya manusia di Kabupaten Kotawaringin Barat didominasi oleh penduduk usia muda. dan rawa. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah perkotaan. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 sebanyak 204. Kabupaten Kotawaringin Barat dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). Dibidang pertambangan.16%. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 106. kecil maupun unggas. potensi sumber daya tambang masih banyak yang belum dimanfaatkan.906 jiwa. perairan yang meliputi sungai. pertanian dan perkebunan. Kabupaten ini memiliki beragam potensi sumber daya alam yang meliputi sumber daya hutan. rawa dan laut.

ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 51. sebanyak 161. atau sebanyak 175.9 7 1.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.15 . Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 penduduk tidak produktif.610 orang atau sekitar 65.8 93.2.08 102 II . Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 120.2.10% dari total penduduk usia kerja. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.5 71. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 65.4). nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Barat berada pada posisi ke 7 (tujuh) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan.000) IPM Peringkat Kalteng Reduksi shortfall Peringkat Nasional Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kota Waringin Barat 2005 2006 70.9 7. Sedangkan jumlah pencari kerja yang kegiatannya bukan bekerja pada tahun 2006 sebanyak 295 orang. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Rasio Ketergantungan Persentase 32. Pada tahun 2006 diketahui jumlah penduduk usia kerja yang aktivitas terbanyaknya bekerja.9 70.10 2.3. menurun dari tahun sebelumnya pada posisi 103.2.4.8 71. nilai IPM Kotawaringin Barat adalah 71.6 (Tabel 2. Tabel 2.6 618.10% dari total penduduk. Tabel 2.6 4 103 619. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.6 7.07 Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 mencapai 65.10% dari total keseluruhan.Profil Daerah Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun).74 65. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 52.550 orang.30%.07%.16 51.6 92.

451.463 Kwh yang terjual mencapai 57.284. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.542 pelanggan yang terdiri dari rumah tangga. jalan provinsi dan jalan kabupaten. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. instansi pemerintah dan khusus. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 15 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan.380 KVA. industri. Surat yang diterima oleh seluruh kantor pos jumlahnya mencapai 1.101 Kwh meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 53.689. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2006 masing-masing adalah 1.776 pelanggan pada tahun 2006 dengan daya tersambung mencapai 34. Jalan terdiri atas jalan negara.465. Bila dilihat dari jumlah pelanggan dan daya terpasang dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Infrastruktur a. Bila dilihat dari produksi dan pemakaian listrik di Kotawaringin Barat sejak Januari – Desember 2006 dengan tingkat produksi 65.52 km.739.524.450 pelanggan menjadi 30. social. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.3. dimana pada tahun 2005 sebanyak 29. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya.386. Prasarana air minum dan listrik Berdasarkan data BPAM Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2006 jumlah pelanggan air bersih adalah 7. b. Volume air yang disalurkan sebanyak 1.07 buah surat yang diterima dari publik.164.133 m3 yang meningkat bila dibandingkan tahun 2005 yang hanya 1. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.867 buah paket pengiriman. niaga.187.2. c.588 m3.16 . II . Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kotawaringin Barat. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2006 adalah 1. hal ini ditunjukkan oleh jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar masuk terminal. Frekuensi aktivitas angkutan darat pada tahun 2006 cukup besar.866 Kwh.

Sekolah Pertanian Pembangunan Muhamadiyah ada 1 dan sekolah Menengah Kejuruan ada 6 yang terdiri dari 3 swasta dan 3 negeri.6. SLTP 25 11 5. Tabel 2. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.521 1.156 92 45 38 372 15 54 61 199 51 24 8 14 89 49 1. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.17 . SLTA 9 4 3. Jumlah Sekolah. MTs ada 11 unit yang terdiri dari 1 negeri dan 3 swasta.2.347 Sumber : Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 10 160 1.5.2. Tabel 2. Sekolah TK di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 108 unit yang tersebar di 6 kecamatan. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 36 unit SMP terdiri 25 SMP Negeri dan 11 SMP Swasta.760 -MI 4 5 1.5.541 10.259 620 Jumlah 205 98 34. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 338 unit.416 2. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2006 selengkapnya disajikan pada Tabel 2.Profil Daerah d.049 337 -MA 1 3 282 238 -SPPM 1 146 -SMK 3 3 1. Kumai 3 16 4. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 13 unit.384 -MTs 2 9 869 836 4.945 518 Jumlah Sekolah 54 169 9 36 11 13 4 1 6 303 e. T K 1 53 75 3. Prasarana kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki satu rumah sakit umum (RSUD). Ktw Lama 1 12 2. S D 160 9 22. Arut Selatan 4 17 3. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 12 unit. Jumlah Sekolah.070 640 3. Arut Utara 1 7 5.2. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Puskesmas Puskesmas Pembantu 1. Pangkalan Lada 1 6 6. Pangkalan Banteng 2 17 Jumlah 12 75 Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 II .2.386 2.6. 9 unit negeri dan 4 unit swasta. dan puskesmas pembantu 75 unit Tabel 2.

496 km . Kondisi Geografi dan Demografi a. Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kotawaringin Barat Tahun 2006 Kecamatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat 20 44 17 10 7 26 124 Asisten Apotiker 5 2 2 9 Tenaga Teknis 5 39 9 3 3 8 67 1. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kalimantan Barat : Laut Jawa : Kabupaten Katingan : Laut Jawa Secara administratif Kabupaten Kotawaringin Timur terbagi menjadi 13 kecamatan dan 150 desa/kelurahan. Ktw Lama 4 1 8 2. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada titik koordinat 111 0 0 0 2 0 01' 50''BT . 124 perawat.1. Arut Selatan 4 5 24 3. 4 desa). Pangkalan Lada 9 6.3. Di Kotawaringin Barat tidak terdapat dokter spesialis.1. Tabel 2. 8 dokter gigi.18 . dengan luas wilayah 16. KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR 2.3. Kumai 5 2 18 4. Kabupaten Kotawaringin Timur berada di bagian tengah Provinsi Kalimantan Tengah. 88 bidan.7. 9 asisten apoteker.380 km . dan 67 orang tenaga teknisi lainnya. 2 2 II .3 32' 54''LS.2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Jumlah Tenaga Kesehatan di Kotawaringin Barat terdiri dari 19 orang dokter umum. Pangkalan Banteng 3 22 19 8 88 Jumlah Sumber : BPS Kotawaringin Barat Dalam Angka 2007 2. sedangkan kecamatan dengan luas wilayah paling kecil adalah Kecamatan Seranau (548 km .3. sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.113 0' 46''BT dan 1 23' 14''LS . 30 desa). Wilayah kecamatan yang paling luas dan juga jumlah desa yang paling banyak adalah Kecamatan Mentaya Hulu (3. Arut Utara 3 7 5.

3.241 Cempaga Hulu 1.2.1. Kondisi topografis wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 128 desa merupakan wilayah dataran dan 20 desa merupakan wilayah perbukitan. Baru Ketapang Baamang Seranau Kota besi Cempaga Cempaga Hulu Parengeaan Mentaya Hulu Antang Kalang Kotawaringin Timur Keterangan: Geografis : A = Pantai C = Lereng Topografis: B = Lembah/DAS D = Dataran Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.496 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.975 Kotawaringin Timur 16. 2006 b. Kondisi Topografi Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Tabel 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. 108 desa berada pada daerah lembah/daerah aliran sungai. Topografi dan iklim Secara geografis letak desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari dua desa berada pada wilayah pantai.Profil Daerah Tabel 2.2. dua desa berada pada lereng dan 38 desa berada pada daerah dataran.3.183 Parengeaan 1. Baru Ketapang 358 Baamang 591 Seranau 548 Kota besi 2.19 . Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan Luas(km2) Jumlah Desa (Buah) 8 4 6 6 8 4 4 13 8 6 23 30 30 150 Mentaya Hilir Selatan 318 Teluk Sampit 610 Pulau Hanaut 619 Mentaya Hilir Utara 723 M. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kecamatan A 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Jumlah Desa/Kelurahan B C D X 8 0 0 8 3 0 0 4 3 0 2 6 5 0 1 6 1 0 4 5 4 0 0 4 3 0 1 4 9 0 2 11 8 0 0 8 6 0 0 6 5 0 15 6 28 0 2 29 22 1 6 29 105 1 33 126 Y 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 14 Mentaya Hilir Selatan Teluk Sampit Pulau Hanaut Mentaya Hilir Utara M. 2007 X = Datar Y = Berbukit-bukit II .177 Cempaga 1. Luas Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Setelah Pemekaran Kecamatan).774 Mentaya Hulu 3.3.380 Antang Kalang 2.

048 KK.913 kepala keluarga (KK).602 KK.067 jiwa atau 74.3. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah kecamatan Mentaya Baru/Ketapang dengan jumlah penduduk 61.934 mm dan rata-rata hari hujan per tahun 69 hari.3. Kondisi Curah Hujan dan Hari Hujan Bulanan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Curah Hujan Hari Hujan (mm) (Hari) 1 Januari 123 4 2 Februari 106 3 3 Maret 169 7 4 April 148 6 5 Mei 489 5 6 Juni 67 2 7 Juli 25 2 8 Agustus 40 3 9 September 36 4 10 Oktober 99 7 11 November 317 13 12 Desember 315 13 Jumlah 1.07 jiwa per kepala keluarga (KK). Kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Teluk Sampit dengan jumlah penduduk sebanyak 8. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk wilayah beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 29 – 33 Celsius. 0 0 c. Data yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.934 69 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur. 2006 No Bulan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tingkat curah hujan rata-rata tahunan sebanyak 1.3.583 jiwa. Tabel 2.3.3.20 .061 jiwa dan jumlah KK sebanyak 14.182 jiwa dengan 2.4. II . sehingga rata-rata ukuran keluarga (size of family) adalah 4.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kondisi iklim khususnya curah hujan berdasarkan data tahun 2006 menunjukan bahwa curah hujan dan hari hujan tertinggi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur berada pada bulan Oktober hingga Mei. Demografi Berdasarkan data statistik. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua sebanyak 38. penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur hingga tahun 2005 berjumlah 305.

06 2.848 3.539 10 Cempaga Hulu 13.324 11 Parengeaan 24.80 8. KecamatanII .048 3 Pulau Hanaut 18.18 4.54 1.95 4. 2006 No Kecamatan Ukuran Keluarga (jiwa/KK) 4.067 74.41 2.706 5.723 6 Baamang 65.49 jiwa/km atau rata-rata 2.948 9 Cempaga 14.5.684 5 M.022 12 Mentaya Hulu 28. Data yang lebih rinci mengenai kepadatan penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur dapat dilihat pada Tabel 2.128 2 Teluk Sampit 8. Tahun 2005 Jumlah Penduduk Jiwa KK 1 Mentaya Hilir Selatan 20.4.583 9.5 dapat diketahui bahwa kecamatan yang paling padat penduduknya dalah kecamatan Mentawa Baru/Ketapang (170.80 jiwa per km2).602 6 Baamang 38.36 942 13 Antang Kalang 8.63 1. sehingga dapat dimengerti bila penduduknya lebih padat dibandingkan kecamatan lainnya.60 853 Kotawaringin Timur 18.3.012 6.21 .02 4.326 6.28 9.075 4 Mentaya Hilir Utara 16. Rincian Jumlah Penduduk dan Ukuran Keluarga di Kotawaringin Timur per Kecamatan.284 10 Cempaga Hulu 11.11 2.3.269 4. Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru/Ketapang lebih padat yakni sebesar 9.72 2.061 14.451 4.928 5 M.5.746 8 Kota besi 11.034 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.034 jiwa per desa.04 4.3.844 8 Kota besi 25. Baru Ketapang 170.3.160 13 Antang Kalang 25.07 4.81 3. Tahun 2005 Rata-rata Penduduk Per km2 Per desa 1 Mentaya Hilir Selatan 65.983 2. Baru Ketapang 61.646 jiwa dan 8.04 4.588 6.17 3.00 4.340 7 Seranau 10.13 3.120 9 Cempaga 18.86 4.99 3.646 7 Seranau 20. Kota Sampit terletak di Kecamatan Mentawa Baru/Ketapang.14 4.30 1. Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur per Kecamatan.182 2.49 2.786 2.723 jiwa.289 Jumlah 305.044 12 Mentaya Hulu 8.71 2.308 11 Parengeaan 13.569 4 Mentaya Hilir Utara 11.03 4. Tabel 2.272 7.07 Kepadatan penduduk rata-rata Kabupaten Kotawaringin Timur adalah sebesar 18.588 2 Teluk Sampit 13. 2007 No Kecamatan 2 Dari Tabel 2.913 Sumber: BPS Kabupaten Kotawaringin Timur.Profil Daerah Tabel 2.046 3 Pulau Hanaut 29.

3. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Struktur penduduk berdasarkan kelompok umur bahwa jumlah laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jumlah perempuan dengan ratio sebesar 111.534 0.264 14.268 60 – 64 2.3.822 305.784 1.3.HPT.245 144.630 9.867 3.633 4.938 10.527.246 17.501 21. Tata Guna Lahan Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.312 70 – 74 1.020 20 – 24 14.344 15.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kecamatan lainnya relatif lebih jarang penduduknya.330 40.680 22.674 25 – 29 11. dan yang paling jarang adalah kecamatan Mentaya Hulu dan Antang Kalang masing-masing sebesar 8.46 5 Jumlah penggunaan 1. Sumber daya alam Tata guna lahan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi empat kawasan yakni kawasan hutan.60 jiwa/km2 atau 853 jiwa per desa.81 3 Permukiman dan penggunaan lainnya 238.3.314 7.050 23.083 35 – 39 9.HL) 674.121 896 2.00 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.203 2. 2006 Sex Ratio 108 107 109 110 110 111 112 114 114 114 117 117 119 117 122 125 111 2.148 36.067 Sumber: Badan Pusat Statistik Kotawaringin Timur. perkebunan. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.181 55 – 59 2.499 13.997 65 – 69 1.2. Tabel 2.551 30 – 34 10. pemukiman dan penggunaan lainnya yang rinciannya dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2.7.683 15 – 19 17.88 2 Perkebunan 607.600 100.6.885 45.58 6 Total wilayah Kotawaringin Timur 1.571 50 – 54 3.6.276 92.453 20.22 .7.700 45 – 49 5.528 3.704 40 – 44 8. pertambangan.821 3.871 10.203 48.429 5. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Tahun 2005 Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0–4 25.687 18.440 8.386 10 – 14 20.649.839 2.253 5–9 23.327 15. Jumlah Penduduk Kotawaringin Timur Menurut Kelompok Umur.175 27.017 Jumlah 160.176 1.356 7.44 4 Pertambangan 7.667 75 ke atas 1. 2007 Luas Areal Ha % 1 Kawasan Hutan (HP.693 33.996 29.464 1.36 jiwa/km2 atau 942 jiwa per desa dan 8.2. 2007 No Penggunaan II .

239 orang.Profil Daerah Dari Tabel 2. Data lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 2.961 ha (59.403 orang (56.8.070 d.67 25.19 14.58 59. Tahun 2007 No I Arah Pemanfaatan Luas Areal Ha % 9. b.9.3.87 0.16 2. Rincian Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.459 Sub jumlah (I) 168.119 ha (69.158 II Kawasan Budidaya Non Kehutanan a.59 69. Perikanan.490 orang (3. Sedangkan tenaga kerja yang tidak menawarkan dirinya untuk bekerja II .8 diketahui bahwa luasan areal yang terdapat pada Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut yang penggunaannya diarahkan adalah seluas 1. pertambakan 2.527.634 b. dan pengangguran sebanyak 9.276 ha atau 92.58% dari luas areal wilayah Kotawaringin Timur. Permukiman dan lainnya (KPPL) 42.13%). Dari Tabel 2. 2007 Berdasarkan Tabel 2. bukan angkatan kerja yakni tenaga kerja yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga atau tenaga kerja penerima pendapatan. Tenaga kerja ini terdiri dari angkatan kerja yakni angkatan kerja yang mencari kerja.3.68 0.7 dapat diketahui bahwa tata guna lahan sudah mencapai 1. dan lain-lain.961 III Jumlah yang diarahkan pemanfaatannya 1.59 9. Pertanian 240.119 IV Total wilayah Kotawaringin Timur 1.158 ha (10.677 f.78% dari luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.746 e. Arahan pemanfaatan Kabupaten Kotawaringin Timur meliputi 1. Sumber daya manusia Tenaga kerja adalah penduduk pada usia kerja yakni pada kelompok umur 10 sampai dengan 64 tahun.3. Mangrove 6.78%) meliputi kawasan budidaya non kehutanan seluas 982. Berdasarkan Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Kalimantan Tengah Tahun 2006 diketahui jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 241.93%).191 ha atau 69.151. Pertanian Lahan Kering 160.151.151. Pertanian Lahan Basah 110.9 dapat diketahui bahwa potensi tenaga kerja yang sudah diserap lapangan kerja mencapai 135.649.23 .00 Kawasan Lindung a.3.699 b.59%) dan kawasan lindung seluas 168.51 10. Hutan Lindung 159.3.71 6. Tabel 2. Perkebunan 426.78 100. sungai.596 Sub jumlah (II) 982.600 Sumber: Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.19%).238 c. Tata guna lahan ini tidak termasuk danau.

47 16.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah sebanyak 96.346 orang yakni masih sekolah sebanyak 46. Lebih jelasnya terdapat pada Tabel 2.968 b.91%) dan lainnya sebanyak 8.968 orang (19. mengurus rumah tangga 40.9. Bekerja 135. 2006 Jenis/tingkat pendidikan Dihapuskan 8 662 456 1.3.126 Sisa/belum ditempatkan tahun ini 2 382 904 1. Banyaknya Pencari Kerja Menurut Jenis Pendidikan dan Jenis Penempatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.595 orang (3. Sebaran Dominasi Kegiatan Mata Pencaharian Penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan Mentaya Hilir Sel Pulau Hanaut Mentaya Hilir utara M.24 .783 orang (16. Lainnya 8.403 b.91 3.93 19.288 Data tahun 2006 menunjukan bahwa pada struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian didominasi pada kegiatan pertanian tanaman pangan. Mengurus Rumah Tangga 40.11. Sekolah 46.10.00 Pencari kerja yang mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja setempat umumnya berpendidikan SLTA/sederajat dan sarjana muda/sarjana.008 323 Jumlah 1.47%).239 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Pengangguran 9. 2007 No I Persentase (%) 56.595 Jumlah 241.11. Penduduk Kotawaringin Timur Umur 10 tahun ke Atas dan Jenis Kegiatan Utamanya Tahun 2006 Uraian Jumlah (orang) Angkatan Kerja a.783 c.3.10. Tabel 2.490 II Bukan Angkatan Kerja a.56%). 2003 Belum Pendaftaran Ditempatkan ditempatkan tahun ini tahun ini tahun lalu SD dan tidak tamat 13 13 SLTP dan setingkat 2 56 48 SLTA dan setingkat 362 1.175 800 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten kotawaringin Timur.56 100. Tabel 2.039 2.3.3. Baru Ketapang Baamang Kota besi Cempaga Parengeaan Pangan 0 1 4 2 4 7 1 7 Peternakan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 9 0 4 2 0 0 14 0 0 4 8 3 0 10 0 Perikanan 1 0 0 0 0 0 0 0 Pertanian Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 3 II . Tabel 2.098 416 Sarjana muda/sarjana 675 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.13 3.3.

hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah cukup baik.7 98.12).12.Profil Daerah Kecamatan Pertanian Kehutanan Perkebunan 0 0 0 0 11 4 0 0 1 0 31 26 Pertanian Lainnya 0 0 1 0 0 4 Pangan Peternakan Mentaya Hulu 28 0 Cempaga Hulu 31 0 Antang Kalang 12 0 Seranau 5 0 Teluk Sampit 1 0 Jumlah 103 1 Sumber: BPS Kabupaten dan Hasil Olahan.7 622.12. nasional berada pada posisi ke 87. nilai IPM Kabupaten Kotawaringin Timur adalah relatif tinggi dan berada pada posisi ke 3 (tiga) diantara 14 kabupaten/kota.5 (Tabel 2.25 .000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kotawaringin Timur 2005 2006 68.3.3.7 72. nilai IPM Kotawaringin Timur adalah 72.9 79.81 3 2.3.0 8. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kotawaringin Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.7 87 0. 2007 Perikanan 0 0 0 0 1 2 Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.7 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72.5 80 3 624. Infrastruktur a. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 8. Prasarana jalan dan transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan II . Tabel 2. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.7 72.3. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Peringkat secara Kotawaringin Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3.0 98.

3. jalan provinsi (101. Sebaran Sarana Prasarana Transportasi Kebupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Prasarana Lalu Lintas (desa) Darat Sungai Logistik 1 Mentaya Hilir Selatan 12 0 0 2 Pulau Hanaut 4 2 0 3 Mentaya Hilir Utara 3 3 0 4 M. Sebaran keberadaan sarana dan prasarana transportasi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur.648. diikuti oleh prasarana darat sebanyak 66.13. jalan perkotaan (123. di mana 3. Asan yang terletak pada posisi 20 22' LS dan 112 56' BT dengan elevasi 3 meter.02% 76. Tabel 2.707 m melalui sambungan induk sebesar rata-rata II .417 km) dan jalan desa (44.13.131.16.03% . Tingkat pelayanan bandara dapat didarati oleh pesawat jenis Cassa 212 dengan kapasitas 19 orang dan Fokker dengan kapasitas 80 orang. Prasarana air minum dan listrik Pada tahun 2006 telah didistribusikan sebanyak 3.724 m air bersih di kabupaten Kotawaringin Timur. Untuk lebih jelasnya sebaran sarana prasarana transportasi kebupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2. Angkutan antar daerah di dalam wilayah kabupaten melalui angkutan sungai didukung oleh 19 pelabuhan dan dermaga yang tersebar di seluruh wilayah.65% dan kritis 5.750 km). Sarana transportasi terbanyak adalah melalui sarana sungai sebanyak 77.59%.37% .26 3 3 .750 km). Angkutan darat terdiri dari angkutan yang berpusat di Kota Sampit. tidak mantap 8.3.300 km). Angkutan udara terdapat pada bandar udara H.391. angkutan lintas kabupaten dengan fasilitas terminal Patih Rumbih di Kota Sampit dan terminal kecil sebanyak 6 buah.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Baru / Ketapang 5 1 0 5 Baamang 3 3 0 6 Kota besi 6 5 1 7 Cempaga 11 1 11 8 Parengeaan 12 7 12 9 Mentaya Hulu 2 28 8 10 Antang Kalang 8 21 10 Jumlah 66 71 42 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan 2007 No Kecamatan Terminal 2 0 0 1 0 0 1 1 1 0 6 Sarana (desa) Dermaga Bandara 2 0 3 0 0 0 1 0 0 1 8 0 4 0 1 0 0 0 0 0 19 1 0 b.856 km).33%. Panjang jalan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari jalan nasional (298.78. jalan kabupaten (1. terdapat kecamatan yang tidak mempunyai kendaraan roda empat yaitu pulau Hanaut. Kondisi jalan yang ada bervariasi yaitu kondisi mantap berkisar 15.

265.052 31.413 1.3 3 Kota besi 6. sejumlah 119. 2007 No Unit kerja Pelayanan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur masih mengandalkan tenaga diesel.846 684 24.7 7 Kuala Kuayan 5. Prasarana komunikasi dan penginapan Telekomunikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur telah dilakukan dengan jaringan telepon PTSN maupun telepon seluler.434 3. dapat dihitung bahwa baru 48.3. Cangkupan Pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Penduduk Cangkupan Pelayanan (jiwa) (jiwa) % 1 Sampit 83.492 sambungan.8 11 Kuala Pembuang 13.Profil Daerah 61.444 m3. ke 3 3 pelanggan perusahaan/hotel/restoran sebanyak 285 pelanggan sebesar 128. sehingga secara keseluruhan disalurkan dengan jumlah 14.868 m3 disalurkan ke 171 pelanggan kantor pemerintahan dan 86.14.267 45.477.605 2.309. Untuk lebih jelasnya mengenai cangkupan pelayanan PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat pada Tabel 2.548 dan pemakaian listrik terjual 79.580 40.3.500 19.724 54. c. II . Kabupaten Kotawaringin Timur mempunyai 8.7 6 Parengeaan 5. PDAM Kabupaten Kotawaringin Timur.146 pelanggan. Dilihat dari jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Kotawaringin Timur.0 15 Bagendang 2.27 . Dari total distribusi yang disalurkan 3.800 sambungan telepon yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur. Cangkupan pelayanan terbanyak berada di kota Sampit dengan jumlah pelanggan sebanyak 7.0 2 Pelangsian 17.0 5 Pundu 3.284 9.0 13 Mentaya Sebrang 4.912 jiwa atau baru 18.036 54.4 12 Panda Hara 2.7 10 Samuda 18.104 6.006 sambungan.0 4 Cempaka Mulia 3.231 m disalurkan ke pelanggan badan sosial.912 28.742 KWH.998 10.180 33.450 1.073 1.7% dari penduduk dengan jumlah sambungan sebanyak 10.8 Jumlah 184.307 984 19. Pada tahun 2005 jumlah pelanggan listrik adalah 36.699 486 18.0 9 Tumbang Samba 9.0 8 Kasongan 6. yang disalurkan ke pelanggan rumah tangga sebesar 13.045 1.14. Tabel 2. yang dapat tersambung dengan jaringan internet.7 Sumber: Corporate Plan 2001-2006. Cakupan pelayanan PDAM pada tahun 2006 hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan akan 66.649 1.563 66.077m .614 39.042 2.791 414 14.541 1.1% yang terlayani oleh PLN.272 36.6 14 Kareng Pangi 2.401 2.868 m3 per hari.

Tidur 1 Mentaya Hilir Selatan 0 5 0 0 0 2 Teluk Sampit 0 0 0 0 0 3 Pulau Hanaut 0 0 0 0 0 4 Mentaya Hilir Utara 0 2 0 0 0 5 M.16.3.3.16.3. Tabel 2.15.3. 2007 No Kecamatan d.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keberadaan komunikasi terdiri dari 1 buah warnet dan 86 wartel sedangkan fasilitas pariwisata terdiri dari 61 penginapan dengan 855 kamar dan 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.467 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Sebaran Fasilitas Komunikasi dan Penginapan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Komunikasi Penginapan (buah) Warnet Wartel Hotel Kamar T. 2007 SMK 0 0 0 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 6 PT 0 0 0 0 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 Pesantren 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 II . Prasarana pendidikan Fasilitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2006 berjumlah 772 dimulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) dan pesantren. Untuk lebih jelasnya mengenai fasilitas komunikasi dan pariwisata dapat dilihat pada Tabel 2.467 buah tempat tidur. Sebaran Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur 2006 No Kecamatan TK SD SDLB SLTP SLTA 1 Mentaya Hilir Selatan 4 23 0 5 1 2 Teluk Sampit 0 7 0 0 0 3 Pulau Hanaut 5 25 0 3 0 4 Mentaya Hilir Utara 2 11 0 1 0 5 M. Baru /Ketapang 18 41 0 14 6 6 Baamang 7 22 1 5 3 7 Seranau 2 8 0 1 0 8 Kota besi 3 33 0 8 0 9 Cempaga 1 21 0 5 1 10 Cempaga Hulu 1 19 0 2 0 11 Parengeaan 7 30 0 4 1 12 Mentaya Hulu 3 42 0 6 1 13 Antang Kalang 2 35 0 2 0 Jumlah 55 317 1 56 13 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan. Tabel 2.28 .15. Baru /Ketapang 1 40 44 554 923 6 Baamang 0 31 10 222 398 7 Seranau 0 0 0 0 0 8 Kota besi 0 2 0 0 0 9 Cempaga 0 2 0 0 0 10 Cempaga Hulu 0 0 0 0 0 11 Parengeaan 0 4 6 60 117 12 Mentaya Hulu 0 0 1 19 29 13 Antang Kalang 0 0 0 0 0 Jumlah 1 86 61 855 1.

221 Posyandu.739 Peningkatan jumlah sekoah (%) (3. Prasarana kesehatan Keberadaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri dari 1 (satu) unit Rumah Sakit Umum (RSU).794 * data tidak tersedia **belum termasuk jumlah TK Sumber : Bappeda Kotawaringin Timur.399 4. guru dan murid tahun pada tahun 2005 dibandingkan tahun 1995 dan tahun 2005. 17 unit Puskesmas.3. 2005 Sekolah Guru (orang) 1995 2005 * * 972 769 428 476 223 290 204 1.18. apotek yang terdapat di 6 desa dan toko obat di 19 desa. perkembangan jumlah sekolah.17.576 4. S D 150 145 23. T K 32 * * * 2. SLTP 35 33 7.29 .17 Jumlah Sekolah.3) (5. SLTA 11 15 2. dapat dilihat pada Tabel 2.3.7) 36.549 23. Tabel 2. 94 poliklinik desa (polindes). Tabel 2.470 36.3.Profil Daerah Menurut Bappeda (2005).125 -SMK 4 9 2.3.951 Jumlah 232 202** 33.6 125 e.142 3. Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2006 Kecamatan RSU Puskesmas PP TPD Fasilitas Kesehatan TPB Posyandu Polides 14 0 15 8 32 13 17 16 12 4 17 35 38 221 7 2 8 7 5 5 0 11 13 0 13 13 10 94 Apotik 0 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Toko Obat 5 0 0 1 10 1 0 0 0 0 1 1 0 19 Mentaya Hilir 0 1 4 1 1 Selatan Teluk Sampit 0 0 4 0 0 Pulau Hanaut 0 1 10 1 0 Mentaya Hilir 0 1 6 1 0 Utara M. 27 TPD.522 6. Sebaran fasilitas kesehatan dapat dilhat pada Tabel 2. 2007 II .18. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 1995 dan Tahun 2005 Jumlah Sekolah Murid (unit) (siswa) 1995 2005 1995 2005 1. Baru 1 3 9 12 11 /Ketapang Baamang 0 2 4 3 5 Seranau 0 0 4 0 0 Kota besi 0 1 11 1 0 Cempaga 0 2 6 2 1 Cempaga Hulu 0 1 3 1 0 Parengeaan 0 2 9 2 15 Mentaya Hulu 0 1 7 1 14 Antang Kalang 0 2 15 2 15 Jumlah 1 17 92 27 62 Sumber: BPS Kotawaringin Timur dan Hasil Olahan.623 1.

00 2.86% dari luas kabupaten) kemudian Kecamatan Kapuas Hulu dengan luas 2.63 4 Basarang 206.128.4.00 3.00 100.86 10 Timpah 2.00 40.00 3. KABUPATEN KAPUAS 2.44%) serta Kecamatan II .27 8 Kapuas Barat 480.00 0. Kabupaten Kapuas meliputi 12 kecamatan dengan luas setiap kecamatan seperti pada Tabel 2.00 0. dan kawasan non pasang surut umumnya di bagian utara yang memiliki potensi lahan perkebunan karet rakyat dan perkebunan besar swasta.00 km 2 (40.00 17.00 km2 (17.1. Kondisi Geografi dan Demografi a.016. umumnya di bagian selatan sebagai daerah potensi pertanian tanaman pangan.596.00 13.35 3 Selat 394. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Kapuas 2007 Luas km2 Persentase 1 Kapuas Kuala 427. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Kapuas merupakan salah satu dari 14 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Kuala Kapuas.44 11 Kapuas Tengah 1.00 km2 (13. 2007 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 14 7 16 13 8 8 14 9 14 9 19 17 148 Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Mantangai dengan luas 6.999.37 5 Kapuas Hilir 91.1.85 2 Kapuas Timur 202.00 1.90 7 Kapuas Murung 491. Kabupaten Kapuas terbagi dalam dua kawasan besar yaitu kawasan pasang surut.1.77% dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.30 .20 9 Mantangai 6.00 Sumber : Kapuas Dalam Angka.00 2.4.4.016.61 6 Pulau Petak 135.999 km atau 9.833.4.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2.22 12 Kapuas Hulu 2.596.128.00 1.31 Jumlah 14. Tabel 2.31%) dan Kecamatan Timpah seluas 2.00 12. Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut: • Sebelah Utara • Sebelah Selatan • Sebelah Timur • Sebelah Barat : Kabupaten Gunung Mas : Laut Jawa : Kabupaten Barito Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan) : Kabupaten Pulang Pisau 2 Luas wilayah Kabupaten Kapuas adalah 14.

Profil Daerah Kapuas Tengah seluas 1. kebun.22%) sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kapuas Hilir dengan luas 91.00 km2 (0. Kabupaten Kapuas memiliki iklim tropis lembab dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 21 C sampai 23 C dan temperatur maksimum sampai 36 C. Curah hujan setiap tahun berkisar antara 116-973. Sungai Kapuas dengan panjang 600 km.000 ha.85 km. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan dengan sumber daya air yang cukup banyak menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal.5 km.900 ha. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Kapuas seluas 1.499. sedangkan bulan kering/kemarau terjadi pada Juli sampai Oktober.900 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m diatas permukaan laut. lahan kebun dan lainnya 340. Anjir-anjir tersebut menghubungkan beberapa Wilayah perairan dan sungai yang masuk wilayah kapuas O O O wilayah di Kabupaten Kapuas serta wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. dan 3). Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Kapuas yaitu dibagian utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500 diatas permukaan laut dengan kemiringan 8 -15 derajat.31 . Pemanfaatan lahan pertanian meliputi lahan persawahan yang sebagian besar berupa lahan pasang surut dan tadah hujan. Pada tahun 2007 Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari. Selain perbukitan juga terdapat daerah pegunungan dengan kemiringan 15 – 25 derajat. Sungai Kapuas Murung. Anjir Basarang sepanjang 24 km dan Anjir Tamban sepanjang 25 km. 2). diantaranya: 1). Lahan non sawah meliputi rawa. Anjir Kalampan sepanjang 14. Pada bagian selatan terdiri dari pantai dan rawa-rawa dengan ketinggian diantara 0 -5 m dari permukaan laut dengan elevasi 0 – 8% dan dipengaruhi oleh pasang surut. Pemanfaatan lahan terdiri dari lahan pertanian seluas 280. Daerah pantai pesisir sepanjang 189. Areal hutan di Kabupaten Kapuas sebagian besar berupa hutan gambut dan sebagian diantaranya berupa lahan eks proyek lahan gambut (PLG) yang pernah dicanangkan II .833 km2 (12. dan hutan produksi sekitar 879.38 km. b.0 mm.61%). dengan panjang 66. rawa dan beberapa sungai besar dan kanal (anjir). serta kolam dan tambak. c. Kapuas memiliki wilayah perairan yang meliputi danau. Selain sungai di Kabupaten Kapuas terdapat 4 buah anjir/kanal yaitu: Anjir Serapat sepanjang 28 km. ladang/tegalan. lahan pertambangan. pemukiman.000 ha.

773 13.726 45.109 167.070 Penduduk Perempuan 16.2. Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Rumah Tangga 1 Kapuas Kuala 10.114 18.185 12.657 12.352 8.766 7 Kapuas Murung 12. terdiri dari penduduk laki-laki 171.377 8 Kapuas Barat 4.532 10 Timpah 2.979 4 Basarang 4.206 45. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Kapuas rata-rata 22.844 22.236 90.583 jiwa. diikuti Kecamatan Kapuas Murung (13.077 4. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Kapuas tahun 2007 sebanyak 338.261 6.47% dengan sex ratio 102.32 .732 6 Pulau Petak 4.528 9. serta lahan gambut dalam dengan kedalaman 2001 – 300 cm untuk tanaman perkebunan dan kehutanan.622 9.811 9.209 17.199 Jumlah 89.12%. Sebaran penduduk banyak terdapat di Kecamatan Selat (26. Umumnya penduduk masih banyak yang bertempat tinggal di sekitar ibukota kabupaten atau di ibukota kecamatan.856 23.002 Sumber: Kapuas Dalam angka.466 171. serta Kapuas Kuala (9.067 19.586 9.730 3 Selat 23.451 9 Mantangai 9.53% dan penduduk perempuan 167.070 jiwa atau 50. Lahan dengan gambut sedang yang memiliki kedalaman 101.261 19.795 5 Kapuas Hilir 3. d. diatas terlihat bahwa penyebaran penduduk di Kabupaten Kapuas belum merata.513 Jumlah 32. Beberapa tahun terakhir lahan eks PLG kembali akan dikelola dan didayagunakan secara terarah. dan Kecamatan Mantagai (11.686 6.733 9.200 cm diperuntukkan bagi tanaman perkebunan dan buah-buahan.256 10.575 338.2.275 3.882 22.875 8.513 jiwa atau 49. 2007 No Kecamatan Laki-laki 16.334 9. Dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut akan dibedakan berdasarkan ketebalan/kedalaman gambutnya.57 jiwa per km .4.330 11 Kapuas Tengah 4.671 11.030 44.409 2 Kapuas Timur 5.70%).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pemerintah pada tahun 1995. Tabel 2. II .64%) sebagai ibukota kabupaten.35%).583 Berdasarkan Tabel 2.702 12 Kapuas Hulu 2. sedangkan gambut sangat dalam dengan ketebalan > 3 m diperuntukkan bagi kawasan konservasi dan kehutanan.087 6. 2 Kecamatan terpadat penduduknya adalah 2 2 Kecamatan Selat dengan rata-rata 229 jiwa per km dan penduduk paling sedikit terdapat di Kecamatan Timpah dengan kepadatan 4 jiwa per km .549 19.208 18.4.03%).663 37.396 6. Lahan gambut dengan ketebalan 50 cm sampai 100 cm (gambut tipis/dangkal dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija.

Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat II .4. pertanian dan perkebunan. rawa dan laut. dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.000 ha dan luas potensi perkebunan 340.011 ha. Beberapa potensi sumber daya alam di Kabupaten Kapuas meliputi sumber daya alam tambang. Dari luasan tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 5.Profil Daerah 2. Kabupaten kapuas memiliki potensi sumber daya pertanian dan perkebunan.2. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). dan perikanan laut sekitar 25. mika. koalin. Kabupaten Kapuas kaya akan potensi untuk pengembangan peternakan. Dibidang perikanan Kabupaten Kapuas memiliki sumber daya perairan dengan luas perairan mencapai 333. Sebagian besar (97. rawa 156. Adapun sumber daya hutan Kabupaten Kapuas berdasarkan RTRW Kabupaten Kapuas tahun 2005 memiliki luas wilayah hutan 891. Sedangkan potensi gambut diperkirakan sebanyak 16. Sumber daya alam Kabupaten Kapuas memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.04 ha yang meliputi perairan sungai 151. Kabupaten Kapuas memiliki potensi sumber daya tambang yang besar.5 juta ton. granit.88%) wilayah hutan produksi dan produksi terbatas sudah diusahakan dan untuk itu perlu kerja keras dalam rangka melestarikan sumber daya hutan ini.780. baik peternakan besar.202 ha. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.600 ha. zircon dan batu gamping.415 ha dan hutan produksi 505. andesit. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. intan 3.1 juta m serta berbagai bahan galian golongan C seperti pasir kuarsa. diantaranya berbagai jenis batuan dan mineral.5 juta m dan emas 2. danau 98 ha. b.394 ha dan selebihnya berupa hutan produksi terbatas 380.33 . kecil maupun unggas.000 ha.04 ha. Hal ini karena wilayahnya berupa hamparan yang luas dan kaya dengan hijauan sebaga sumber pakan ternak yang dapat dikembangkan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kapuas perlu melakukan penataan pembangunan dan ruang wilayahnya sehingga sumber daya yang ada dapat termanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. Luas areal pertanian sekitar 280. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).720 ha. 3 Berdasarkan data tahun 2005 Kabupaten Kapuas 3 memiliki potensi cadangan batubara sekitar 210 juta ton. sumber daya dibidang kehutan. Selain sumber daya alam tersebut diatas.362.

6 8 Barito Timur 70.6 71.8 3 Kotawaringin Timur 72.7 72. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.1 9 Murung Raya 71.1 73.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota 2006 77.9 70.5 71.3 11 Seruyan 70. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Kapuas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.3 5 Gunung Mas 71.4 72.0 14 Pulang Pisau 69.6 71.2 13 Sukamara 70.0 10 Katingan 71. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).4. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.4 69. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.0 2 Barito Utara 72.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.2 71. nilai IPM Kabupaten Kapuas adalah 72.5 4 Barito Selatan 71.4.34 .9 12 Lamandau 70.2 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71.3 72. Angka partisipasi sekolah II .9 71. berada pada posisi ke 6 (enam) diantara 14 kabupaten/kota. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah IPM 2005 1 Palangka Raya 77.5 6 Kapuas 71.3).8 7 Kotawaringin Barat 71. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 .9 72. Nilai IPM Kabupaten Kapuas termasuk kategori sedang.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.8 (Tabel 2. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.4.9 73. Tabel 2. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.4. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.3 Kalimantan Tengah 71.3.4 70.

85 km jalan kabupaten tersebut sebagian besar (64.4. sepanjang 298. Tabel 2.0 1.Profil Daerah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.48%) dalam keadaan sedang dan hanya sepanjang 308.634. 2.9 km.3.0 7 627.7 624.9 94.98 km dalam keadaan rusak.3 7.6 72.42 km.3 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.710. II .3 70. Prasarana angkutan sungai masih merupakan prasarana angkutan penting yang menghubungkan antar ibukota kecamatan.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Kapuas 2005 2006 70. atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kapuas sudah tamat SD namun masih banyak yang tidak tamat SLTP.05%) dalam keadaan baik.8 98. Infrastruktur a. Selain prasarna jalan.10 km yang terdiri dari jalan negara 459. Dari sepanjang 1. Prasarana Transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Panjang jalan di Kabupaten Kapuas pada tahun 2007 adalah 2.43%) atau 1.2 105.3 7.3 93.98 km (17.6 6 Perkembangan indikator pendidikan angka melek huruf dari tahun 2005 – 2006 menunjukkan sedikit peningkatan.89 km (18.4. Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Kapuas masih berupa tanah. sebagai prasaran transportasi yang penting lainnya di Kabupaten Kapuas adalah prasarna transportasi air. namun rata-rata lama sekolah masih tetap. jalan provinsi 463.9 71. Rata-rata lama sekolah 7.35 . dan yang dilapisi aspal baru sepanjang 206.4.710.35 km dan jalan kabupaten sepanjang 1.102. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Kapuas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.85 km.

seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon untuk sarana hubungan secara langsung. Di Kabupaten Kapuas terdapat 8 unit kantor pos yang tersebar di delapan kecamatan serta ditambah dengan 4 unit rumah pos. serta perusahaan dan pertokoan 251. long boat. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Kapuas dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Kuala Kapuas.750 m 3 Banyaknya air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 3 meningkat 12.056 buah paket pengiriman dan 11. 2 unit pos kelingling.825 pelanggan.663 pelanggan. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.248 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 10. II .301.255 pelanggan atau mengalami peningkatan 3% dibanding tahun 2006 sebanyak 10. Alat transportasi sungai yang ada di Kabupaten Kapuas meliputi angkutan penumpang dan angkutan barang seperti kapal.985.950 pelanggan. tongkang dan tiong. c. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Kapuas bersumber dari sungai yang diolah dan dikelola oleh 10 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kapuas.718 paket penerimaan. kelotok. Banyaknya pelanggan air bersih juga mengalami peningkatan pada tahun 2007 yaitu sebanyak 11. 2. instansi pemerintah 164. dengan kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga R1 mencapai 36.938 m .948 Kwh. Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. sarana umum 95 dan badan sosial dan rumahsakit 82 pelanggan. Jumlah pelayanan surat pos yang terjadi di seluruh kantor pos pada tahun 2007 jumlahnya mencapai 202. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Kapuas.936 Kwh atau meningkat 4.051.863.36 . b. speed boat. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. Sedangkan untuk pengiriman dan penerimaan paket pos selama tahun 2007 masing-masing adalah 48. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang dialirkan yang bersumber dari 21 unit pembangkit tenaga diesel sebanyak 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Pelabuhan dan sarana pendaratan angkutan air lainnya masih berperan penting dalam memperlancar angkutan perairan.17% dibanding tahun 2006 sebanyak 2. 76 kotak pos dan 13 unit bis surat.26% dibanding tahun 2006 sebanyak 2. Jumlah pelanggan selama tahun 2007 tercatat sebanyak 41.152 unit.

721 1. dan polindes 25 unit. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 91 unit SMP terdiri 52 SMP Negeri dan 39 SMP Swasta. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Kapuas sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA.4.Profil Daerah d. Jumlah Sekolah.199 5. S D 384 118 54.6. II . Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Guru Jumlah Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Sekolah 1.091 orang.936 orang.300 2.510 878 502 3. 4 dokter spesialis.457 13. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 502 unit.PT: . seperti dapat dilihat pada tabel 2. dengan jumlah murid tahun 2007 sebanyak 2. 2007 (STIE= Sekolah Tiggi Ilmu Ekonomi. serta ditambah puskesmas pembantu di setiap UPT transmigrasi yang ada di kabupaten Kapuas. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 23 unit. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Kapuas terdapat 1 rumah sakit umum. Tenaga kesehatan khususnya dokter sudah tersedia di setiap kecamatan.024 2. 214 bidan dan 233 perawat serta ditunjang oleh banyak tenaga dan jasa para medis lainnya.834 728 Sumber : Kabupaten Kapuas Dalam Angka.37 . Sekolah TK di Kabupaten Kapuas sebanyak 103 unit yang tersebar di 12 kecamatan.680 25. 13 dokter gigi. SMU 16 15 7. SLTP 52 39 7. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas dan telah merata di seluruh kecamatan.265 545 159 31 5. dan Perguruan Tinggi 2 unit dengan jumlah mahasiswa 1. T K 102 2936 272 102 2. puskesmas pembantu 39 unit.4.5.STAI 1 749 71 1 Jumlah 452 276 68.771 666 419 91 4.363 3. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 31 unit. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Kapuas tahun 2007 terdiri dari 35 orang dokter umum.STIE 1 342 35 1 . STAI= Sekolah Tinggi Agama Islam) Sekolah e. Tabel 2.

664 km2 terdiri dari 12 Kecamatan.38 0 0 0 0 . Jumlah Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kapuas Tahun 2007 No Tenaga Dokter Umum Gigi 1 Kapuas Kuala 2 2 1 2 Kapuas Timur 1 1 1 3 Selat 6 8 2 4 Basarang 1 1 0 5 Kapuas Hilir 1 1 1 6 Pulau Petak 1 1 0 7 Kapuas Murung 4 4 2 8 Kapuas Barat 1 1 0 9 Mantangai 31 3 1 10 Timpah 1 1 1 11 Kapuas Tengah 1 2 1 12 Kapuas Hulu 1 1 1 Jumlah 51 26 11 Sumber : BPS. Kondisi Geografi dan Demografi a. Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak membujur atau memanjang sepanjang sungai Barito dengan letak 1 20‘ Lintang Utara – 2 35 ‘ Lintang Selatan dan 114 – 115 Bujur Timur. : Kabupaten Kapuas. : Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah yang pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) dengan batas wilayah: • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. sehingga posisi dan perbatasan mengalami perubahan sebagai berikut : • Sebelah Utara • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat : Kabupaten Barito Utara. : Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. : Kabupaten Barito Timur.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. : Kalimantan Selatan.5. KABUPATEN BARITO SELATAN 2. : Kabupaten Kapuas.4. Kabupaten Kapuas Dalam Angka 2007/2008 Kecamatan Puskesmas Paramedis Perawat Bidan 17 10 10 6 55 37 10 15 9 13 11 15 46 29 13 5 21 25 10 9 9 14 6 6 217 184 2.1. Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2001 (sebelum pemekaran) mempunyai luas wilayah 12. Setelah pemekaran pada tahun 2002 luas II . Berdasarkan Undang-undang Nomor 05 tahun 2002 Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.5.6.

Luas wilayah Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Barito Selatan setelah Pemekaran (2004) No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gn.829 1. kawasan hutan produksi. Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sumber daya pertanian baik tanaman pangan maupun perkebunan. O O O d.417 16.830 km . Pada Tahun 2006 jumlah Penduduk Barito Selatan menjadi 122. termasuk daerah hujan tipe B.099 1.470 15. kawasan pengembangan hutan rakyat. Topografi dan iklim Kabupaten Barito Selatan terletak di garis Khatulistiwa.39 12.196 1.5. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.54 21. Rata-rata hujan tiap tahun 2. c. Jumlah penduduk dan kerapatan penduduk Barito Selatan menurut kecamatannya dapat dilihat sebagai berikut. 7 kelurahan dan 83 desa termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan Pemukiman Masyarakat Suku Terasing (PMST).830 km2 terdiri dari 6 Kecamatan. kawasan konservasi.71 13.578 jiwa laki-laki dan 60. Tabel 2.933 8. yaitu iklim yang memiliki 1-2 bulan kemarau dalam setahun.50 C (bulan Juli).50 C (bulan Oktober) dan suhu minimum 24. dengan suhu maksimum 27.1.39 2 .730 16.929 jiwa yang terdiri dari 62. memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat beraneka ragam.89 100. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Barto Selatan Tahun 2004 sebanyak 121.461 121. Kabupaten Barito Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah aliran sungai II . Sumber daya alam Kabupaten Barito Selatan dengan luas 8.133 45. Bintang Awai Jumlah Luas Wilayah ( km2 ) 708 2.310 Kepadatan (jiwa/km2) 16 8 15 25 14 8 14 2.099 16.310 jiwa dengan kerapatan penduduk rata-rata 14 jiwa/km2.Profil Daerah wilayah menjadi 8.351 perempuan.45 20.2. Temperatur rata-rata antara 25 – 27 C.5. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 12.00 Jumlah penduduk 11.664 km2 terdiri dari kawasan hutan.665 mm dengan 107 hari hujan.830 % luas 8. serta kawasan pemukiman dan wilayah pengembangan. b.065 1.02 23.

Bila dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. kawasan ini sangat cocok untuk studi / penelitian dan obyek wisata. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006 . b.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Coklat.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67. Bulan.40 .9 98. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.3 97. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Selatan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Potensi kekayaan tambang wilayah ini juga masih banyak tersimpan dan menunggu waktu dapat dimanfaatkan.5 68. Potensi tambang wilayahini diantaranya minyak bumi dan potensi bahan galian seperti pasir kuarsa. danau dan rawa yang tersebar di seluruh kecamatan. Kabupaten Barito Selatan memiliki bentangan hutan alam yang luas dan kaya berbagai macam ragam jenis pohon dan hasil hutan ikutan lainnya yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi.3 (Tabel 2.3 125 6 625. granit. Bintang. nilai IPM Kabupaten Barito Utara berada pada posisi ke 4 (empat) diantara 14 kabupaten/kota. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik.5.4. Dengan potensi sungai. kaolin. menyimpan potensi yang sangat besar di sektor perikanan. dan batu bara.2).5 620.80 4 II .0 8. serta berbagai jenis anggrek juga tumbuh subur seperti : Anggrek hitam.2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 97 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 125.5. Tabel 2. tanah liat.0 71. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. Pensil dan lain-lain.4 97 3.5 72. Mata kucing. nilai IPM Kabupaten Barito Selatan adalah 72. Di Barito Selatan juga terdapat ekosistem air hitam yang konon hanya ada dua (2) saja di seluruh dunia. Tebu.2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Barito.0 8.

Prasarana komunikasi Sarana komunikasi di Kabupaten Barito Selatan sebelum tahn 2003 masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel dan kantor pos. Dari sebanyak 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40. Pada tahun 2004 telah dilakukan perbaikan sepanjang 67. Hingga tahun 2004 telah beroperasi juga berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL. sebagian besar ruas jalan yang rusak mencapai 324. dan Terminal Tabukan. Di samping itu.61 km (11.598 unit). Terminal Anjir Pasar.707 unit/rumah.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Prasarana listrik dan air minum Pada tahun 2004 prasarana listrik hampir menjangkau sebagian besar wilayah Barito Selatan. b. Transportasi di Barito Selatan terdiri dari transportasi darat dan sungai. Dalam dua tahun terakhir jalan menuju dan dalam kota Marabahan telah menggunakan bahan aspal hotmix.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2. 14 miliar. Prasarana transportasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya meningkatkan kondisi ruas jalan kabupaten sepanjang 592. meningkat 11.8%). sedangkan transportasi sungai berupa klotok. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Barito Selatan. Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat) sehingga penduduk di wilayah ini sudah dapat menggunakan telpon seluler.41 .5. Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. Transportasi darat berupa mobil angkutan. 33 miliar.3.35%). guna memperlancar arus transportasi. Infrastruktur a. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4. perbaikan dan peningkatan beberapa jembatan kayu ulin menjadi konstruksi beton telah dibangun dengan penambahan siring beton sepanjang 200 m dengan biaya sebesar Rp. speed boat.2 km dari tahun ke tahun.3 km (54. serta tersedia 81 Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan. dan masih terdapat jalan rusak sepanjang 256. bus air dan motor boat. Pada tahun 2002. Saait ini f asilatas telepon Flexi dari II .507 unit. c.69 km (43. Terminal Handil Bakti.088 unit/ rumah atau meningkat 18. pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Marabahan.4%) dengan biaya Rp.Profil Daerah 2.

berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan.572 1. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 42 unit SMP terdiri 23 SMP Negeri dan 19 SMP Swasta. Jumlah Sekolah.462 4.000 km.5. S D 3. II .107 1. 2007 Sekolah TK di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 40 unit yang tersebar di seluruh kecamatan. e. Tabel 2. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Barito Selatan sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA (Tabel 2.680 25.849 orang. pemerintah Kabupaten Barsel telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer.376 3.3.248 Jumlah 452 276 68.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844. Posyandu. f. SMU/K 5. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMU 17 unit dengan jumlah siswa 1.42 .423 1. Prestasi bidang kesehatan yang telah diraih dalam tahun 2003 antara lain: • • • Juara II Dinas Kesehatan Berprestasi.65 km dengan total biaya Rp.363 Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka. Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. Prasarana kesehatan Kabupaten Barito Selatan memiliki fasilitas rumah sakit. Juara I Balita Sehat Indonesia. 6. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 183 unit. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4.838 3.319 116 312 165 195 63 1. Spesialis dan Paramedis. SLTP 4. dan Bidan Teladan dan Dokter Teladan Se-Kalsel.5.7 miliar.834 Jumlah Sekolah 40 183 42 17 282 728 1.3).203 10. PT: Total 203 79 15.721 551 1.383 orang. T K 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. Tenaga Medis.. yaitu RSUD Marabahan tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2006 Sekolah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 2 38 171 12 23 19 7 10 Murid Negeri Swasta 180 1. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas. 25.603 246 Guru Negeri Swasta 12 207 1. dengan jumlah murid tahun 2006 sebanyak 1.

Lahei.0. Gunung Timang. Laung Tuhup. Kondisi Geografi dan Demografi a. Montallat. Wilayah Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya menjadi Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu.1. Tanah Siang. wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai daerah otonom membawahi wilayah kabupaten administrasi Murung Raya. terluas ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. Teweh Timur dan Gunung Purei.000 km2. menyesuaikan dengan keberaan UU No.6. khususnya dalam kaitan perkembangan pemerintahan dan pembangunan. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Muara Teweh ditetapkan berdasarkan UU No. yaitu: BPD Cabang Marabahan.17/15/3. 2.43 O O O O . Gunung Timang. Sumber Barito. tentang Pokokpokok Pemerintahan Daerah. dengan ibukotanya di Puruk Cahu. dengan 6 Kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah. II . Setelah adanya pemekaran Kabupaten pada Tahun 2002. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Selatan beroperasi tiga bank. Selanjutnya. Kabupaten Barito Utara terletak pada posisi geografis 114 27’ 00” – 115 49’ 00” BT dan 0 58’ 30” LU – 1 26’ 00” LS dengan batas-batas wilayah: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah timur • Sebelah barat : Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Timur. melalui SK Mendagri tanggal 29 Juni 1950 No. KABUPATEN BARITO UTARA 2. BRI Cabang Marabahan.Profil Daerah g.22 Tahun 1946. yaitu wilayah Pembantu Bupati yaitu Kecamatan Murung. Permata Intan. yakni mencakup wilayah seluas 32. maka sejak tahun 1982 Kabupaten Administrastif Murung Raya diubah statusnya menjadi Kantor Pembantu Bupati Wilayah Murung Raya dengan ibukota tetap di Puruk Cahu. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya.6. Montallat. Seiring perkembangan wilayah.5 Tahun 1974. maka Kabupaten Barito Utara mempunyai luas wilayah ± 8. : Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan. Teweh Timur.300 km2. Gunung Purei dan Lahei dengan 10 Kelurahan dan 93 Desa. Pada saat itu wilayah Kabupaten Barito Utara masih sangat luas. : Kabupaten Barito Selatan dan Provinsi Kalimantan Selatan. Awalnya. BNI 46 Cabang Marabahan. Kecamatan Teweh Tengah. dan : Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas. wilayah Kabupaten Barito Utara mencakup 1 (satu) wilayah Pembantu Bupati dan 11 (sebelas) Kecamatan.

000 – 3.850 Ha. d.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. Demografi Jumlah penduduk sampai dengan Januari 2007 adalah 114.000 m/tahun dibagian utara. 2 II . : 69.787 ha.050 jiwa atau 48.500 mm pertahun. : 6. Menurut peta curah hujan Provinsi Kalimantan Tengah.605 ha.853 jiwa atau 51.000 mm pertahun O O c.506 ha. sedangkan menurut RTRW Kabupaten Barito Utara Tahun 2004 / RTRWP Tahun 1999 luas potensi hutan seluas 485.22% dan penduduk perempuan 56.78% atau dengan sex ratio 105. yaitu dari 3. : 186. Penduduk di Kabupaten Barito Utara tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 58. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Utara rata-rata kerapatan 14 jiwa per km .500 – 3. Berdasarkan data dan peta curah hujan Kabupaten Barito Utara dibagi menjadi 2 (dua) kelas yaitu sebagai berikut: • • Wilayah dengan curah hujan antara 3.08% per tahun. : 159. Luas Kawasan hutan dapat dirinci sebagai berikut : (1) Hutan Produksi (2) Hutan Lindung (3) Cagar Alam (4) Kawasan Pengembangan Produksi (5) Hutan Produksi Terbatas (6) Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lainnya (7) Lokasi Transmigrasi : 316. dan : 133 ha.000 Ha. Yang dipengaruhi oleh musim.000 mm/tahun dibagian selatan menjadi lebih dari 4.000 ha. Keadaan temperatur udara rata-rata maksimum lebih kurang 35 C dan minimum kurang lebih 20 C dengan kelembaban nisbi (RH) rata-rata 85% pertahun. yaitu musim hujan dan musim kemarau.0%.44 . dan Wilayah dengan curah hujan antara 2.506 ha. Topografi dan iklim Iklim di Kabupaten Barito Utara termasuk iklim tropis yang lembab dan panas. : 91. Wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai curah hujan yang tertinggi diantara kabupaten-kabupaten lainnya. Lahan dan penggunaannya Luas Kawasan Kabupaten Barito Utara berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003 adalah 830.903 jiwa dengan dengan laju pertumbuhan 1.792 ha.

nilai IPM Kabupaten Barito Utara adalah 73. meskipun bila dilihat secara nasional masih perlu lebih ditingkatkan lagi dibidang pembangunan SDM. Berdasarkan kondisi fisik. tambang.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 72. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup. II . dan sumber daya perairan yang meliputi sungai.8 (Tabel 2.928 Ha. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.Profil Daerah 2. terdiri dari perairan Sungai. Sumber daya alam Kabupaten Barito Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. Sumber daya alam di Kabupaten Barito Utara adalah meliputi sumberdaya lahan pertanian dan perkebunan.6. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. rawa dan laut. Kabupaten Barito Utara memiliki Luas perairan umum (Perairan air Tawar) 4.1). Danau.1. Untuk mendukung pengembangan pertanian. Rawa. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Utara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. wilayah Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi yang cukup baik bagi pengembangan usaha pertanian tanaman pangan dan holtikultura.6. sumber daya dibidang kehutan. b. Selebihnya masih merupakan sawah tadah hujan. Hanya areal sawah di daerah ini yang menggunakan sarana irigasi (semi teknis).6. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah relatif lebih baik. pemerintah Kabupaten Barito Utara telah membangun dua unit DAM kecil di daerah Trinsing dan Trahean Kecamatan Teweh Tengah. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. nilai IPM Kabupaten Barito Utara termasuk tinggi berada pada posisi ke 2 (dua) diantara 14 kabupaten/kota.. Waduk dan Air Genangan.45 . indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.

Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Utara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.0 98. Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terdaftar sebagai pencari kerja tahun 2006 adalah 2. Tingkat pendidikan pencari kerja sebagian besar adalah Sarjana Diploma dan Sarjana Strata-1 sebesar 44% dan lulusan SLTA sebesar 37%. serta mendukung pengembangan potensi daerah dalam bentuk sekolah kejuruan. keterampilan dan kesehatan.46 . serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.252 orang. Pengembangan SDM di kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan. Pembangunan SDM juga dilakukan melalui peningkatan pembangunan bidang kesehatan. Komite Sekolah dan lembaga sosial lainnya guna membantu anak usia sekolah dari kalangan kurang mampu. Peran serta ini antara lain dengan mendorong peran aktif lembaga GN-OTA.3 71. Indikatornya antara lain: II .000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 71. Beberapa kebijakan dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM yang telah ditempuh antara lain pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan.4 98. Universitas Palangka Raya. peningkatan mutu pendidikan. Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong perkembangan aktivitas pendidikan adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan.9 61 4.2 72.6. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. peningkatan relevansi pendidikan. S-1 dan Program Pascasarjana. Orientasi pendidikan juga diarahkan agar memenuhi standar akreditasi pemerintah serta responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat memenuhi tuntutan bursa tenaga kerja. dan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. SD 6% dan tidak tamat SD 7%.1 73. Selebihnya adalah SLTP 6%.4 7. Pemerintah Daerah telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Beberapa diantaranya saat ini tengah mengikuti program pendidikan S-2 di luar negeri.5 8.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.17 2 Keberhasilan pembangunan SDM di wilayah ini dapat pula dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja di wilayah ini.0 616. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.1.8 77 2 622.

47 Pada jalan HPH sebagian jalan masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan pihak perusahaan.93 249. Prasarana transportasi Jaringan jalan darat di Kabupaten Barito Utara menurut statusnya terbagi atas jalan negara. Transportasi melalui Jalan Darat (melalui jalan Negara) arah selatan menuju Banjarmasin dengan jarak ± 425 km ditempuh rata-rata 8 – 10 jam perjalanan.130.2.Profil Daerah • Peningkatan usia harapan hidup. tersedia Dermaga apung pada ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan. Transportasi sungai di Kabupaten Barito Utara sangat memegang peranan penting. khususnya kota Muara Teweh. Jauh sebelum adanya jalur jaringan jalan darat. Jalan Negara yang melewati Kabupaten Barito Utara adalah merupakan jalur jalan antar provinsi yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan (dari Banjarmasin) ke arah Ampah-Kandui-Muara Teweh.2.97 4 Jalan Desa 36.60 63. • Penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan.46 3. Tabel 2. II .88 104. • Peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.47 .04 Jumlah 123.00 3.47 205. 2007 Status Jalan Baik (km) Rusak Berat (km) 64.40 77.6.50 2 Jalan Provinsi 14.40 3 Jalan Kabupaten 86.58 229.85 792. dan • Peningkatan produktivitas kerja. transportasi sungai merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan. 2. desa dan jalan HPH. Untuk melayani fasilitas kapal-kapal sungai tersebut. Di musim hujan kondisi jalan sangat licin dan hampir tidak bisa dilewati pada tempat-tempat tertentu yang terjal dan pada musim kemarau dibatasi oleh debu yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan. provinsi.3. tetapi jalur ini sangat tergantung keadaan alam.569. Panjang dan kondisi jalan berdasarkan status di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 No Kondisi Sedang Rusak (km) (km) 1 Jalan Negara 213. baik untuk pengangkutan orang ataupun barang ke dan dari daerah pedalaman.95 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.6. Infrastruktur a.20 244. Montallat. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat. kabupaten.08 5 Jalan HPH .68 295. khususnya pada daerah yang berbasis utama pada daerah aliran Sungai Barito dan anak sungainya.

untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten. Sarana air bersih dari PDAM umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan seperta Muara Teweh. Tiki dan lain-lain. Pelayanan Pos di Barito Utara tersedia satu unit Kantor Pos di Muara Teweh. Saat ini rute penerbangan Muara Teweh. Pesawat jenis BN dan Casa 212.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. c. b.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tumpung Laung dan Muara Lahei. Direncanakan untuk tamban layanan internet dalam beberapa bulan ke depan akan beroperasi provider dari telkom dengan produknya speedy net. Muara Lahei dan Kandui. Beberapa operator telepon seluler yang saat ini aktif adalah Telkomsel. Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang berupaya membangun Bandara Baru di desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah kurang lebih 25 km dari Muara Teweh untuk mengantisifasi perkembangan transport udara. Pelayanan telekomunikasi di Muara Teweh. XL. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN umumnya telah menjangkau semua kecamatan di Kabupaten Barito Utara. Indosat.48 . SLJJ dan SLI. beserta derivatnya. ibukota Kabupaten Barito Utara tersedia satu buah kantor cabang PT. Palangka Raya dan Banjarmasin dibuka dua kali seminggu oleh perusahaan penerbangan perintis Dirgantara Air Servis (DAS). Guna melayani kiriman melalui titipan. di Muara Teweh ada beberapa cabang perusahaan jasa titipan (travel) yang siap untuk membantu melayani barang-barang kiriman seperti KGP. LTH. Kapasitas bandara mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 200 jurusan Muara Teweh Jakarta. II . Fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Barito Utara. Surabaya. Lapangan udara di Kabupaten Barito Utara ada satu buah yaitu yang berada di kota Muara Teweh jalan Pendreh Kecamatan Teweh Tengah dengan nama Bandara Beringin. Bali dan kota kota besar lainnya di Indonesia. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Barito Utara adalah tersedianya kantor Pos. Transportasi melalui Sungai Barito dan Anak Sungai Barito dengan jarak ± 700 km ke arah selatan menuju Banjarmasin dengan waktu tempuh menggunakan Tongkang mesin sendiri atau ditarik dengan Tugboat ± 48 jam. Selain itu juga tersedia fasilitas internet menggunakan telkomnet instan.

6.4). Kondisi sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut : – 101 unit dalam kondisi baik – 59 unit mengalami rusak ringan – 64 unit mengalami rusak sedang – 67 unit mengalami rusak berat. Puskesmas. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 291 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi yang terdiri dari 206 milik pemerintah dan 85 swasta (Tabel 2. Tabel 2.49 .Profil Daerah d. Pustu dan Polindes Per Kecamatan Tahun 2006 No 1 2 Kecamatan Montallat Gunung Timang Nama Puskesmas Jumlah Puskesmas Pembantu 7 5 3 3 9 3 10 6 7 4 4 7 8 2 69 Jumlah Poliklinik Desa (Polindes) 6 4 3 3 7 3 1 4 2 7 40 Tumpung Laung Kandui Ketapang 3 Gunung Purei Lampeong 4 Teweh Timur Benangin Mampuak 5 Teweh Tengah Muara Teweh Lanjas Lemo PIR Butong Sei Rahayu 6 Lahei Lahei I Lahei II Benao Jumlah 14 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka. Tabel 2. Puskesmas Pembantu. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Barito Utara yang ada adalah Rumah Sakit Daerah Muara Teweh Tipe C.3.6. 2007 II .4.3). Polindes dan Posyandu serta Apotek (Tabel 2. Puskesmas.6. Sarana Pendidikan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2007 Jenjang Negeri Swasta Sekolah 1 TK/RA 1 55 2 SD/MI 177 6 3 SDLB 1 0 4 SMP/MTs 19 14 5 SMA/MA 6 7 6 SMK 2 0 7 PT 0 3 Jumlah 206 85 Kabupaten Barito Utara Dalam Angka.6. 2007 No Total 56 183 1 33 13 2 3 291 e.

Secara geografis kabupaten Sukamara terletak pada 2°19' sampai 3°07' Lintang Selatan (LS) dan 110°25' sampai dengan 111°9' Bujur Timur (BT). Jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah menurut kecamatan disajikan dalam Tabel 2. f.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tenaga yang ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 367 orang.700 Ha atau kurang lebih 2% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. genangan air. Wilayah kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan dan 29 desa. pantai dan tanah lainnya. Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung merupakan kecamatan baru yang telah sesuai Perda Kabupaten Sukamara No. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Barito Utara beroperasi beberapa bank. tenaga non teknis kesehatan sebanyak 34 orang. II . BRI Cabang Muara Teweh. Kondisi Fisik dan Geografi a. 2. dengan batas – batas wilayah. sungai. sarjana kesehatan masyarakat 11 orang. Tenaga dokter spesialis 3 orang. Jelai. yang terdiri dari hutan. rawa. dokter gigi 4 orang.1.7.7.50 . dan tenaga kesehatan lainnya 64 orang. apoteker 3 orang.7. Pantai Lunci (diresmikan tanggal 15 Juni 2006) dan Permata Kecubung (diresmikan tanggal 17 Juni 2006). Bank Mandiri serta Asuransi Jiwasraya dan Bumi Putera. sarjana keperawatan 3 orang. BNI 46 Cabang Muara Teweh. sebagai berikut : Sebelah utara Sebelah timur Sebelah selatan Sebelah barat : Kabupaten Lamandau : Kabupaten Kotawaringin Barat : Laut Jawa : Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat 2 Secara administrasi pemerintahan Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 (lima) kecamatan. yaitu Kecamatan Sukamara.827 km atau 382. danau. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) 28 orang. Balai Riam. 03 Tahun 2006 tanggal 12 April 2006 tentang pembentukan Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung yang selanjutnya diundangkan pada tanggal 05 Mei 2006. perawat 126 orang. terdiri dari tenaga teknis kesehatan sebanyak 305 orang. yaitu: BPD Cabang Muara Teweh. dokter umum 20 orang. Luas dan batas wilayah Luas wilayah Kabupaten Sukamara adalah 3. KABUPATEN SUKAMARA 2. bidan 101 orang.1 berikut.

Daerah lainnya yang terletak pada ketinggian 7 .2.92% terletak pada ketinggian 0 .375 2 Jelai 1) 59.525 160.200 17.7. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sukamara dengan luas 1.500 m dpl sekitar 74. kemudian Kecamatan Pantai Lunci dengan luas 804 km dan Kecamatan Jelai seluas 796 km .Profil Daerah Tabel 2.500 Data pada Tabel 2. II . Setiap tanaman memerlukan topografi yang sesuai agar dapat berproduksi optimal.925 56.21 Persentase terhadap Luas Kabupaten (%) 26.035 52.2.275 18. Tabel 2. 1 2 3 4 5 Kecamatan Kelurahan Desa 6 4 8 4 7 29 Luas (km2) 1. Topografi Topografi merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian lokasi untuk investasi/budidaya pertanian dalam arti luas.08% yang peruntukan penggunaanya cocok untuk perkebunan.000 133. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Balai Riam seluas 522.1 Jumlah Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukamara No.80 13.980 780 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No.01 17.51 .26 804. Jumlah 84. 2 2 2 2 b.028 km .250 80.86 20. Letak Kabupaten Sukamara berdasarkan ketinggian disajikan pada Tabel 2. Topografi dan iklim 1).028.130 780 JUMLAH 82. pertanian tanah kering dan sawah.00 676.00 522. Daerah ini dipengaruhi oleh pasang surut dan penggunaan lahan yang cocok adalah untuk tambak.00 Sukamara 2 Jelai 1 Balai Riam Pantai Lunci Permata Kecubung Jumlah 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara 2006 Kabupaten Sukamara terdiri dari 5 Kecamatan.65 21. kelapa.600 98.900 316. menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara sekitar 25.2 Ketinggian Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0–7 m 7–25 m 25–100 m 100–500 m Induk 1 Sukamara 31.350 34.26 km .69 100.560 16.00 796.95 3.827.7 m di atas permukaan laut (dpl). tergantung pada parameter fisik dan kimia tanah lainnya.7.7.475 3 Balai Riam 2) 1. mangrove/konservasi pantai dan sawah.7.

700 3.52 . Berdasarkan Tabel 2. sehingga terbentuk gambut yang cembung (dome). kemiringan 2-15% dari bergelombang sampai berbukit. II .900 Jumlah 197.3. tanah yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya seluas 3.000 46.400 84.000 3 Balai Riam 18. yang terbentuk akibat hutan rawa monoton telah mencapai klimaks.025 29.500 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung No. Analisis fisiografi juga sebagai masukan dalam analisis daya dukung lingkungan. tepatnya pantai yang berbatasan dengan Laut Jawa. Wilayah Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi beberapa fisiografi sebagai berikut : Daratan rendah. Penggunaan lahan dengan kemiringan > 40% ini disarankan kawasan lindung/ kawasan hutan. Terbentuk dari hasil pengendapan pantai.7.7.375 316. misalnya pembangunan jalan dan gedung. Lahan gambut Wilayah ini terletak di belakang wilayah endapan sungai (levee). Tabel 2.600 2 Sukamara 46. masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Seluruh wilayah daratan rendah. baik yang berupa endapan sungai maupun endapan pantai. kemiringan 15-40% berbukit dan kemiringan > 40% bergunung.7. endapan pantai Wilayah ini terdapat di tepi pantai. 2).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Topografi yang digambarkan dalam kemiringan tanah mempunyai peranan yang penting dalam pemanfaatan tanah baik untuk pembangunan pertanian maupun untuk pembangunan infrastruktur. yaitu dengan kemiringan lahan lebih dari 40%.800 37. Dataran ini bertekstur tanah sedang sampai halus.375 98. Topografi tanah dengan kemiringan 0-2% termasuk datar. Data kemiringan lahan Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.600 133.825 29. endapan sungai Wilayah ini terdapat di tepi sungai yang berbelok-belok (meander) atau danau kecil. Letaknya agak tinggi. Daratan rendah.700 3.3. yang berupa tanah kering atau sedikit tergenang dan memiliki tekstur kasar. Fisiografi Kajian fisiografi merupakan salah satu pendekatan keruangan yang menganalisa karakteristik bentang alam berdasarkan persamaan sifat-sifat fisik tanah. Dataran ini dapat dijumpai terutama di antara di sekitar Sungai Jelai dan pantai.3 Kemiringan Lahan Kabupaten Sukamara dalam Ha Kecamatan 0-2% 2-15% 15-40% >40% Jumlah Induk 1 Jelai 133.200 84. yang berjarak 2 – 5 km dari pantai. namun kadang-kadang tergenang dan banjir akibat limpahan air sungai.375 ha.

berbutir sedang sampai kasar. 3). tak berlapis (endapan sungai). mengandung sisa tumbuhan. Dataran ini membentang dari sukamara hingga ke pantai. dan lempung kaolinan warna putih kekuningan. diendapkan dilingkungan paralik. agak padat. Yang terbentuk pada masa tersier dan kuarter. Bentuk wilayah ini berbukit dan bergunung. sangat lunak (daerah pasang surut). Lain-lain Bagian yang termasuk lain-lain adalah tubuh air. terutama disekitar Sungai Jelai dan di sebelah selatan kota sukamara. Umur formasi ini diperkirakan Miosen Tengah sampai Plistosen. sehingga pada beberapa tempat drainase agak terlambat. Dataran ini memiliki tekstur tanah kasar. tebal sekitar dari 50 – 100 m. di daerah ini terdapat Formasi Aluvium (Qa) yang tersusun dari material gambut berwarna coklat kehitaman (endapan rawa).Profil Daerah Dataran rendah. coklat kehitaman. Ditinjau dari formasi bahan material pembentukannya. Sebagian lahan ini telah digunakan untuk pertanian tanaman keras dan selebihnya beruap hutan. karbonan setempat mengandung lignit. Daerah pesisir secara geologis terbentuk dari proses endapan-endapan dari sungai dan proses pasang surut dan pengaruh laut. lempung kelabu kecoklatan. 1976). terdapat di bagian hulu. kemas terbuka dengan matriks berukuran pasir. diantaranya danau dan rawa. Pada daerah ini belum sempat terbentuk gambut. Batu lempung warna kelabu. yang didominasi oleh batuan endapan pasir dan liat dan diselingi dengan batuan intrusi yang umumnya masam. tersingkap sebagai sisipan dalam batu pasir dengan ketebalan 20 – 60 cm. Pada wilayah ini air sulit mengalir keluar karena wilayah ini sangat datar. setempat berstruktur sedimen silang siur. bersifat liat. Berselingan dengan batu pasir. pasir lepas berwarna kekuningan halus-kasar. komponen terdiri dari fragmen kuarsit dan basal. agak lunak. yaitu merupakan depresi atau cekungan yang airnya masih dalam. tebalnya diperkirakan 300 m. Tanah yang terbentuk dari II . batuan endapan pantai Wilayah ini terletak agak ke hilir/tengah. berdasarkan korelasi dengan Formasi Dahor di Lembar Tewah (Sumintadipura. Pegunungan/perbukitan batuan intrusi masam Wilayah ini merupakan daerah patahan (told) dan lipatan (fault). Daerah tengah dan hulu terbentuk dari batuan endapan dan beku.53 . Geologi Berdasarkan peta geologi lembar Palangka Raya tahun 1995 wilayah Kabupaten Sukamara terbentuk dari batuan endapan dan batuan beku. berwarna kekuningan sampai kelabu. berukuran 1 – 3 cm. Formasi Dahor (TQd) yang terdiri dari material Konglomerat. Tanah ini banyak dijumpai dari bagian tengah hingga ke utara dan merupakan lahan yang baik untuk pertanian lahan kering. Endapan yang dihasilkan oleh proses di sungai menghasilkan tanah endapan di kiri – kanan Sungai Jelai yang dapat mencapai 5 km dari tepi sungai.

7. Lembar Pangkalan Bun.54 .7. enadapan pasir yang membentuk tanah regosol. andesit. Kobar 1986 No Jumlah 133.000 3 Balai Riam 62. Tanah pasir yang terbentuk dari proses ini merupakan tanah yang miskin hara yang banyak dijumpai di pesisir hingga ke bagian tengah. Materi penyusun batuan endapan ini terdiri dari endapan bahan organik yang membentu tanah gambut.dalam Ha Kecamatan Batuan Endapan Batuan Beku Induk 1 Jelai 133.4. Sedangkan bagian selanjutnya hingga ke hilir melewati landform Group Aluvial dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk batuan sediment yamg mengandung pasir. Proses pengendapan dari proses laut menghasilkan tanah/hamparan pasir dan tanggul pesisir di sepanjang pantai. bahwa bagian hulu (bagian kecil) dari sungai ini berasal dari daerah Landform Group Volkan formasi tua yang merupakan daerah dengan kelompok tanah yang terbentuk dari bahan induk breksi gunung api.847 36.900 316. seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. Endapan bahan organik yang terkurung dalam jebakan air membentuk tanah gambut yang banyak di jumpai di daerah belakang tepi sungai.053 Sumber : Buku A Ka. Oleh karena itu sifat batuan secara geologis akan menentukan kesuburan tanah dan kemudian berpengaruh terhadap kesesuaian penggunaan untuk budidaya tanaman. tahun 1994.7.03 Jumlah 280.600 84. dan tuf yang bersifat resisten.000 98. Hamparan pasir ini ada mencapai jarak ± 20 km ke arah daratan. Batuan beku dengan bahan pembentuk dari andesit dan basalt membetuk tanah latosol. Sebagian tanah ini dipergunakan untuk lokasi permukiman dan pertanian.500 Dari aspek geologi dapat dijelaskan bahwa pemanfaatan lahan yang berasal dari bahan induk pasir adalah sangat terbatas karena tingkat kesuburannya sangat rendah. Data geologi Kabupaten Sukamara sesuai Peta Geologi Bersistem Indonesia. II .600 2 Sukamara 84. Tabel 2.4 Geologi Kabupaten Sukamara . lempung dan sisa-sisa tanaman dan bersifat mudah tererosi.4. Data geologi Kabupaten Sukamara terdiri dari batuan endapan dan batuan beku. lava. 1513. Dengan menggunakan data pada tabel 2. Jenis tanah tanah yang terbentuk di suatu daerah dipengaruhi oleh struktur batuan induk yang oleh proses bio-fisik atau proses pelapukan akan membentuk jenis tanah tertentu.447 36.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah endapan sungai merupakan lahan yang relatif subur dan sebagian besar telah digunakan sebagai permukiman dan lahan pertanian. endapan lumpur dan lempung mebentuk tanah alluvial dan tanah podsolik. terutama dari Kuala Jelai hingga ke sungai bakau. terlihat bahwa mayoritas wilayah Kabupaten sukamara terbentuk dari batuan endapan.

Bila karakteristiknya tidak mendukung untuk budidaya tanaman. Unsur . II . Tanah yang relatip lebih subur adalah tanah dengan bahan induk dari batuan beku. Stagnasi ketersediaan air tersebut harus dapat diketahui sebelum membangun kebun/tambak agar resiko kegagalan panen yang diakibatkan oleh kekurangan/kelebihan air lebih kecil. Iklim Curah hujan sebagai salah satu unsur iklim merupakan komponen ekologi utama pemasok air dalam sistem produksi tanaman. maka lahan tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan. dalam melakukan evaluasi lahan pertanian. Namun.Profil Daerah Tanah yang relatip baik adalah tanah yang berasal dari bahan endapan lumpur dan liat yang banyak ditemukan di sekitar bantaran sungai. Oleh karena itu. amoniak atau metan. kelembaban nisbi. jumlah bulan basah/kering. kualitas lahan yang pertama diperhatikan adalah kondisi iklim nya. Hasil rekapitulasi dari data-data suhu. 4). Kondisi tersebut dibutuhkan bulan-bulan kering. Dalam budidaya tambak. pada periode tertentu akan terjadi kelebihan air. beragam. suhu. Dengan demikian. curah hujan. ada saat-saat dimana dasar tambak nya perlu dikeringkan agar terjadi perbaikan sifat fisik tanahnya. karena karakteristiknya yang memang sangat dinamis. Resiko tersebut dapat diketahui dengan cara menyusun potensi masa tanam berdasarkan perhitungan neraca air. dan terjadi kekurangan air pada periode lainnya. Akibat keadaan tersebut. Untuk memprediksi karakteristik suhu udara. 1988). maka ketersediaan air yang berharap dari curah hujan sering mengancam sistem produksi tanaman tersebut.55 . dan penyinaran matahari di kecamatan digunakan data-data dari Stasiun Klimatologi dari Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun. kelembaban dan lama penyinaran matahari. maka kesetimbangan air yang tersedia dan jumlah air yang dibutuhkan berfluktuasi menurut waktu. Data iklim tersebut diperoleh dari Stasiun Penangkar Hujan Sukamara selama 5 tahun dari tahun 1999 – 2003. dan sulit dikendalikan. kelembaban. Curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan bulan kering 2-3 bulan adalah cukup baik untuk membuat kondisi tambak seperti tersebut diatas (Soeseno. Informasi data iklim sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan kebun tanaman semusim dan tahunan karena iklim merupakan faktor penentu sistem produksi pertanian yang paling sulit dikendalikan. Sebagai akibat dari sifat ekstrim nya yang kadang melebihi kebutuhan dan kekeringan tanpa ada hujan.unsur iklim yang sangat penting dalam budidaya pertanian dan perikanan adalah. meningkatkan mineralisasi bahan organic dan untuk menghilangkan bahan-bahan beracun seperti H2S. yang mungkin pada saat periode pertumbuhan tanaman/ikan/udang.

5 31.0 26. Tabel 2.9 26. dengan jumlah bulan basah sebanyak 4 bulan.7 23.7 26.0 33.0 35.4 35.9 32.7 27.5 23.1 31.0 Max 30.1 22. Suhu rata-rata bulanan sebesar 25.0 23.5 30.987 1.9 27.6.3 31.0 26.4 238.9 23.6 23.5 Periode Tahun 2004 2005 Min Rt2 Max Min 23.7 31.9 21. sedangkan rata – rata curah hujan bulanan sebesar 51.5 26.6 dan Tabel 2.1 25.5 Max 30.6 26.3 26.6 31.7.7 23.9 32.3 26.2 25.4 31.4 23.5 23.9 22.2 23. II .56 .5 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.0 31.5 32.5 25.5 22.5 26.9 27.6 96.2 26.5 26.0 23.9 31.3 31. dan 3 bulan kering.0 131.9 26.2 226.1 33.1 23.9 26.764 1.3 26.7 27.6 21.2 23.9 Max 30.9 31.1 23.6 31.5 16.2 51.5 23.9 26.2 26.4 26.9 27.0 23.3 26.0 23.2 2007 Min Rt2 23.2 25.0 26.7 26.5 27.7. Musim hujan terjadi mulai bulan Nopember – April.5 31.8 32.1 22.5 – 35 o o o C dan suhu bulanan minimum sebesar 22.5 26.7 23.6 32.608 Sumber: Stasiun Penakar Hujan Sukamara.0 32.7 23.0 23.5 24.1 26.2 32.4 27.9 C.9 26.5 Curah Hujan (Mm) Stasiun Penakar Hujan Sukamara Tahun 2003 – 2007 Tahun 1993 2004 2005 2006 Januari 164 199 361 279 Februari 140 251 0 0 Maret 203 115 194 344 April 302 142 127 247 Mei 311 196 181 180 Juni 102 119 78 67 Juli 254 129 74 31 Agustus 79 99 8 0 September 61 48 94 0 Oktober 190 65 131 76 Nopember 323 230 258 187 Desember 316 294 258 197 Rt2 Tahunan 2.9 31.5 23.4 34.0 22.7 25.7.0 31.7 22.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dan lama penyinaran matahari dari kedua stasiun klimatologi tersebut berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.6 24.9 26.2 – 84.345 Rt2 Bulanan 285.0 31.5 23.9 31. dengan suhu bulanan maksimum 30. Tahun 2003-2007 Rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Sukamara adalah 1.4 276.0 31. Pada Tabel 3.4 23.5 23.9 27.2 31.7 27.5.4 Max 31.0 Tabel 2.0 – 23.7.7 23.0 26.4 31.5 26.1 31.7 23.5 23.4 Rt2 26.9 22.2 51.2 32.7 23.6 Suhu Rata-Rata.1 33.608 – 2.9 25.4 23.7 23.0 30.2 22.445 1.445 mm/th.5 26.4 26.7.7 2006 Min Rt2 23. Tahun 2003-2007 Bulan 2007 423 575 115 313 0 115 78 70 52 95 194 315 2.8% dan lama penyinaran matahari sebesar 41 – 62%.2 26.0 23.5 berikut disajikan curah hujan (mm) stasiun penakar Sukamara tahun 2003-2007.6 31.0 32.6 26.9 22.7.6 27.9 23.2 mm/bln.7 26.2 194. Kelembaban udara bulanan sebesar 77.7 32.9 26. zone iklim di kecamatan Jelai termasuk kedalam D1.5 23.1 30. Tabel 2. Suhu Maksimum dan Suhu Minimum di Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003 – 2007 Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des 2003 Min Rt2 23.9 22.9 26.6 30.9 – 27.9 31.6 23.2 113.2 193.7 27.6 32. Berdasarkan kriteria Iklim Oldman (1977).2 173.7 23.3 31.6 31.1 31. yaitu zone iklim yang memiliki 3-4 bulan basah dan < 2 bulan kering.1 26.0 26.0 29.9 23.3 32.2 31.9 23.7 26.7 23.4 23.7 32.4 23.0 31.1 C.2 31.6 26.7 23.5 25.0 – 285.0 26.0 22.7 26.4 26.9 32.4 31.0 30.9 23.7 31.

3 Rt2 Bulanan 45.8 82.2 80.2 84.8 62.8 82.7.2 41.7.7. Data penggunaan lahan Kabupaten Sukamara dapat dilihat pada Tabel 2. tahun 2003-2007 Bulan Tahun 2006 45 47 50 58 67 72 39 39 35 49 49 41 59.4 Sumber: Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun.4 61.8 c.2 49.3 65.6 64.2 77.9 2007 47 49 51 55 57 60 62 55 52 50 47 38 62.6 52. Lahan dan penggunaannya Penggunaan lahan adalah wujud interaksi manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhannya.4 Sumber: Stasiun Klimatologi P.0 96.3 Rt2 Bulanan 82.6 57.57 .8 83.9.8 Kelembaban Udara Rata-Rata (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 1999-2003 Tahun 2003 2004 2005 2006 Januari 84 86 83 80 Februari 83 85 84 81 Maret 81 83 82 83 April 82 85 83 83 Mei 84 85 83 82 Juni 83 82 82 81 Juli 81 81 81 78 Agustus 78 79 79 74 September 79 78 77 74 Oktober 80 81 80 879 Nopember 83 84 82 84 Desember 84 85 84 85 Rt2 Tahunan 98.8 83.7 Penyinaran Matahari (%) Stasiun Klimatologi Pangkalan Bun Tahun 2003-2007 2003 2004 2005 Januari 42 44 49 Februari 45 47 50 Maret 49 50 52 April 52 5 57 Mei 55 57 60 Juni 58 62 62 Juli 56 60 60 Agustus 59 62 62 September 49 60 52 Oktober 50 57 55 Nopember 49 51 50 Desember 42 39 45 Rt2 Tahunan 60.0 82.0 83.4 98.2 80. Bun.Profil Daerah Tabel 2.8 77.6 49.4 49.4 47. Interaksi manusia dengan lahan akan terbentuk pola penggunaan dan intensitas penggunaan lahan. Tahun 1999 – 2003 Bulan 2007 81 82 85 81 85 83 80 79 78 80 83 86 98.2 99. Identifikasi penggunaan lahan erat kaitannya dengan tingkat efisiensi pemanfaatan lahan dan kerusakan lahan.0 55.8 53. II .0 Tabel 2.

7.977 Cagar Alam Hutan Lindung (mangrove) Kawasan Budidaya II 6.480 382.17 104. telah habis tertebang dan terbakar. Jenis Penggunaan Tanah Luas (Ha) 8. Tabel 2.49 139.9 Penggunaan Tanah Kabupaten Sukamara No. selanjutnya berupa semak belukar 78. jalan) Jumlah Sumber : Hasil analisis citra.10.55%). 7.286 42.29 0.853 12.711 Ha (37.71 8.14 11. 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2. Hutan Produksi (HP) 2. Dari peruntukan lahan seperti pada tabel tersebut.21 11.435 4.310 1.46 20. KPP Luas Total 314.03%). Meski luas lahan berstatus hutan produksi (HP) cukup luas. namun pada kenyataannya hutan tersebut sudah tidak produktif lagi atau kayu yang tumbuh di hutan tersebut sudah tidak ada lagi. 8. 10. 3.641 Ha (20. I 1.01 100 Kebun Campuran Emplasemen Hutan Negara Pemukiman penduduk Kebun Karet Kelapa Sawit Ladang Padang Rumput Rawa dan persawahan Semak dan Belukar Tambak Lainnya (sungai. 11.641 554 44.97 3.524 3.39 5.55 0. Hutan Transmigrasi 1. 12.757 20 141. tambak dan pemukiman. 6.08 37. Sebenarnya jika status lahan yang berupa hutan produksi dapat segera dialih fungsikan. Luas lahan kehutanan di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2.908 5.690 1.09 3. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 33.099 78. maka merupakan potensi besar bagi Kabupaten Sukamara untuk membangun sektor perkebunan dan pertanian dalam rangka intensifikasi pemanfaatan lahan. 4. Sukamara Tahun 2006 II .01 7.7. danau.34 20.00 Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. 9. Fungsi Kawasan Luas (Ha) Persentase (%) Kawasan Lindung 12.44 0. 1.721 Persentase (%) 2.03 0. Thn 2006 Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa penggunaan lahan yang terbesar adalah berupa hutan sebesar 141.122 28.10 Luas Hutan Kabupaten Sukamara Menurut Jenisnya Tahun 2006 No.475 100. lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan budidaya di luar kehutanan adalah : KPP dan KPPL yaitu untuk perkebunan.711 1.58 .321 2.508 22.7. 5. KPPL 44.01 37.

07%).038 5. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2006 sebanyak 36. dengan kategori penduduk jarang. Tabel 2.099 5. Pantai Lunci (13.92 16. Balai Riam (14.219 Sumber : Sukamara Dalam Angka 2006 Konsentrasi penduduk Kabupaten Sukamara terbanyak berada di ibukota kabupaten yaitu di wilayah Kecamatan Sukamara (42. lihat peta 4.582 Permata Kecubung 3.7.251 2.00 Sukamara 8.456 2.180 Persentase (%) 42.12 II . 1).518 Balai Riam 2. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah perempuan disajikan pada Tabel 2.714 16.09%).961 Jumlah 15.202 Jumlah 19.07 14.Profil Daerah Penggunaan KPPL diutamakan untuk pemenuhan lahan bagi kegiatan masyarakat meliputi permukiman dan lahan usaha. Angkatan kerja Struktur penduduk dapat dilihat dari sex ratio dan dari sisi usia produktif dan non produktif.916 36.35 100. Rata–rata kepadatan penduduk 9. transmigrasi surut. dan Kecamatan Permata Kecubung (16. Alokasi lahan untuk lokasi adalah untuk pengembangan permukiman dan pertanian sawah pasang d.7.728 5.399 4.330 2. Berdasarkan sex ratio. 5.961 jiwa perempuan tersebar pada 5 kecamatan yang bermukim di 3 kelurahan dan 29 desa.148 Jelai 2.92%).210 2.11 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 No. Selebihnya tersebar relatif merata di wilayah kecamatan lainnya yaitu di Kecamatan Jelai (13.7.56 13.219 laki-laki dan 16.24 jiwa/km2. Kecamatan Laki-laki Perempuan 7.09 13.1.11.59 .35%). Perkebunan untuk kegiatan investasi dalam skala besar utamanya diperuntukkan perkebunan kelapa sawit.769 Pantai Lunci 2. 1 2 3 4. Jumlah penduduk per kecamatan disajikan pada Tabel 2.180 jiwa.56%). terdiri dari 19.

32 8.807 3.81 1.160 998 40 – 44 986 719 45 – 49 759 578 50 – 54 683 396 55 – 59 301 249 60 – 64 349 315 65 – 69 217 178 70 – 74 144 149 75 + 293 144 Sukamara 19. Penduduk berdasarkan usia dibagi menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : usia produktif (15 – 64 tahun) dan usia non produktif (0-4 tahun dan > 65 tahun). maka ini berarti di Kabupaten Sukamara punya potensi besar dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga dan pendapatan masyarakat Sumakamara pada umumnya.13 Penduduk Sukamara Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif per Kecamatan No.52 1.28 116.7.650 2.71 3.26 7.96 4.67 5.253 6.125 Jumlah 15.31 Persentase (%) 14.352 2.097 15 – 19 1. Perbandingan usia tidak produktif dengan usia produktif menghasilkan angka beban ketergantungan (Dependency Ratio).035 2.88 110.91 92. Jenis Kelamin dan Sex Ratio Kelompok Jenis Kelamin Umur Laki-Laki Perempuan 0–4 2.23 106.219 16.574 Permata Kecubung 2.31 172.577 5–9 3.991 2.968 10 – 14 2.91 96.728 5.379 25 – 29 1.56 109.12 Penduduk Sukamara Tahun 2006 Menurut Kelompok Umur.153 35 – 39 1.7.474 7.271 1.17 107.620 20 – 24 1.538 Jelai 2.521 Balai Riam 1.88 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Jumlah 5.461 3.52 16.12 46.47 120.29 9. 1 2 3 4 5 Kecamatan 0 -14 15 – 64 > 65 387 172 194 163 209 1.732 1.7.98 1.246 Jumlah 16.09 0.079 550 664 395 293 437 36. Oleh karena pada umumnya penduduk yang mencari nafkah dan menjadi kepala keluarga adalah penduduk lalki-laki.096 4.705 1.916 36.21 100. Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.413 2.00 Secara keseluruhan penduduk Sukamara lebih didominasi oleh penduduk laki-laki.23 137.180 Angka Beban Tanggungan per 100 orang 104 88 69 96 82 91 Sukamara 7.260 1.676 2.399 4.038 5.301 2.961 Persentase 53.710 2.441 30 – 34 1.180 Sex Ratio 103.39 129.13 131.70 2.64 203.156 18.84 1.550 1. Angka beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.85 13.020 Pantai Lunci 2.60 .128 2.158 1.79 121.27 6.099 5.885 3.899 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 II .13.47 113. dimana setiap 100 orang penduduk perempuan terdapat sebanyak 113 orang penduduk laki-laki.337 1.84 105.

346 Pertambangan & Penggalian 6 Listrik & Air Minum 2 Bangunan/Konstruksi 7 Perdagangan 145 Industri Pengolahan 29 Pengangkutan & Komunikasi 29 Bank & Lembaga Keuangan 2 Jasa-jasa 98 Tahun 2006 1.719 jiwa.896 589 232 14 659 7.56 3 2 1 38 0.377 jiwa.719 Jelai Skmr 3.72 302 151 142 2.Profil Daerah Angka Dependency Ratio Kabupaten Sukamara adalah 91.407 1.662 6.569 45 30 69 1.103 7.10 302 30 31 745 4.255 2.870 12.55 50 30 23 364 2.304 13. dimana pada tahun 2002 hanya terdapat tenaga kerja sebanyak 12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Kerja Kecamatan PersenBalai Pantai Permata Jumlah tase (%) Riam Lunci Kecubung 3.76%. Hal ini cukup wajar.014 2003 3. sedangkan yang paling sedikit adalah sektor bank & lembaga keuangan hanya 26 jiwa (0. pada tahun 2006 terjadi peningkatan menjadi sebanyak 16.048 6.11%). sedangkan penduduk yang tidak produktif sebanyak 47.16%).377 100 3.61 .322 2004 4.135 13. Jika dipersentase diketahui bahwa jumlah penduduk yang produktif sebanyak 52.10%).22 6 2 2 26 0.7.150 3.980 3.103 1. karena Kabupaten Sukamara merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana wilayahnya. II .664 2005 3.876 16.368 8.24%.441 Pertanian 1.086 2002 5.35 3.991 67. Tabel 2.16 344 105 162 1.23 23 7 12 118 0.780 14. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebanyak 10.314 5.177 1. Dari performance dependency ratio ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukamara punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas penduduknya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor lain yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah sektor jasa dan sektor industri pengolahan.636 jiwa (16.636 16. kemudian diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 2. ini berarti bahwa setiap 100 orang usia produktif menanggung sebanyak 91 orang penduduk yang tidak produktif.14 Pekerjaan Penduduk Umum > 10 tahun keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama per Kecamatan No.11 23 6 11 91 0.740 1.991 jiwa (67. terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja tiap tahunnya.492 10.052 Sumber : Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Berdasarkan tabel diatas.

955 52.728 Pantai Lunci 5. Proyeksi penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Sukamara tahun 2002 sebanyak 31.154 2 Sukamara 0.379 35.186 15.286 10.342 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Hasil Analisa.004 15. Tahun 2010 .827 9.7.180 jiwa. 1 2 3 4 5 Kecamatan 1) 2002 2003 2004 2005 2006 Rata2 Pertumbuhan (%) Jelai 8.15 berikut.949 12. Sumber daya alam Kabupaten Sukamara memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk dikembangkan II .714 37.417 35.15 Jumlah Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Sukamara. Dalam rangka penambahan jumlah penduduk pemerintah daerah merencanakan pembangunan lokasi transmigrasi sebanyak 6 UPT dengan jumlah tambahan penduduk sekitar 1800 KK atau 9000 Jiwa.399 Balai Riam2) 10.526 5.579 13.755 Kabupaten Sukamara 42.226 15.099 Permata Kecubung 5.127 9. Diantara potensi sumber daya alam tersebut adalah sumber daya .7.35 2.569 15. Tahun 2001 . 2006 No.62 dalam rangka memacu pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan penduduk.038 Sukamara 12.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 2).2. Berdasarkan Tabel tersebut jumlah penduduk kabupaten sukamara 81.940 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 36. Tabel 2.52 Berdasarkan data jumlah penduduk per kecamatan selama 5 (lima) tahun terakhir diatas.062 20.916 Kab. Kecamatan 2025 16.43%.16 Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Sukamara.7.940 33.453 14.501 27. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.505 12. maka proyeksi jumlah penduduk sampai tahun 2025 disajikan pada Tabel 2.399 9.2025 Tingkat Jumlah Penduduk (Jiwa) Pertumbuhan 2010 2015 2020 1 Jelai1) 0.092 50.668 10.16.018 11.754 10. Tabel 2.746 65.2005 Jumlah Penduduk (Jiwa) No.180 Keterangan : 1) Kecamatan Jelai termasuk didalamnya Kecamatan Pantai Lunci 2) Kecamatan Balai Riam termasuk didalamnya Kecamatan Permata Kecubung Sumber : Sukamara dalam Angka Tahun 2006 4.343 36.7.433 3 Balai Riam2) 0. Sukamara 31.038 81.699 jiwa dengan peningkatan penduduk sekitar 133.631 4.445 14.699 2.7.026 10. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.

indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . lading. Dari beberapa hasil penelitian mengenai potensi wilayah yang dilakukan di Kabupaten telah direkomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memprioritaskan 4 kawasan pengembangan dengan masing-masing fungsi strategisnya sebagai berkut : 1) Kawasan perdagangan dan jasa dipusatkan di Kecamatan Sukamara. perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat).dan Pantai Lunci. seluas 42. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.0 (Tabel 2.03) adalah kawasan hutan Negara. dll. juga sumber daya tambang seperti pasir kuarsa dan biji besi.1).6. Perikanan dan Wisata di Kecamatan Jelai.Profil Daerah sektor kelautan dan perikanan berupa ikan dan udang dari laut Jawa dan ikan dari perairan umum. seluas 78. nilai IPM Kabupaten Sukamara adalah 70. Sedangkan sisisanya seluas 97. Sumber daya manusia Indeks pembangunan manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.122 Ha (11.394 Ha (25.711 Ha (37.641 Ha (20. menurun dibanding tahun sebelumnya pada peringkat 186. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup). 2) Kawasan Pertanian.4 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. persawahan. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.45%) untuk penggunaan lain-lain termasuk tambak. seluas 22. nilai IPM Kabupaten Sukamara relatif rendah berada pada posisi ke 13 (tiga belas) diantara 14 kabupaten/kota. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). karet rakyat. Dilihat dari penggunaan lahan yang ada seluas 141.853 Ha (5. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146.01%) berupa padang rumput dan lahan pasir kuarsa. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.97%) perkebunan kelapa sawit.63 . Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. 3) Kawasan Perkebunan di kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung. pemukiman. dan 4) Kawasan Pertambangan Pasir Kuarsa dan Biji Besi di Kecamatan Pantai Lunci dan Permata Kecubung b. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). sumber daya pertanian dan perkebunan (padi pasang surut.55%) berupa semak belukar. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik.

2 70. dengan rincian penduduk laki-laki sebesar 5.50 13 Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.98%.6 6.52%. Tingkat pendidikan II . Tabel 2.38%. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Sukamara Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf. jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin hanya sebesar 89.64 . serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.0 94.984 orang atau sekitar 28.0 168 13 626. Penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak atau belum tamat SD mencapai 44. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Lebih sedikitnya jumlah penduduk yang bisa membaca huruf latin mungkin terjadi karena masih ada anak-anak yang duduk di bangku awal sekolah dasar yang belum bisa membaca dan penduduk yang pernah sekolah tetapi tidak bisa atau sudah tidak bisa lagi membaca.9 70. Dari total penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah sekolah (157.17. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. sebagian besarnya tidak atau belum tamat SD.74% dan penduduk perempuan sebanyak 12.8 7.34%.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Sukamara 2005 2006 67. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.17.7 94.4 186 1.2 67.02%. Berdasarkan data Susenas tahun 2006.712 orang). Hal ini jika dikaitkan dengan data penduduk usia 5 tahun ke atas yang sedang atau pernah bersekolah yang besarnya mencapai 90. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Sukamara Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. dapat disimpulkan bahwa masih ada sekitar 1. Penduduk usia 5 tahun ke atas yang belum atau tidak pernah sekolah mencapai 9.7.60% penduduk yang sedang atau pernah bersekolah belum dapat membaca dan menulis huruf latin.7.8 625. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.

37%. Sebagian besar dari penduduk Kabupaten Sukamara yang mengalami keluhan kesehatan. sehingga tidak perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan cukup dengan mengobati sendiri.51%.Profil Daerah yang terbanyak lainnya yang pernah ditamatkan oleh penduduk adalah SD/MI yakni sekitar 38. Angka Partispasi Sekolah Kasar Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Uraian Persentase (%) 69. hal ini ditunjukkan dari besarnya persentase penduduk usia ini yang sedang bersekolah secara umum hanya mencapai 69.34% dari total penduduk usia sekolah lanjutan atas (16-18 tahun). juga melakukan pengobatan sendiri. mereka anggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya. Angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan pertama secara umum hanya mencapai 33.Sekolah Menengah Atas Sumber: Hasil perhitungan data BPS Tahun 2006 Angka partisipasi sekolah kasar tingkat pendidikan lanjutan (usia 13-18 tahun) dan tingkat partisipasi sekolah pendidikan lanjutan atas (usia 16-18 tahun) partisipasi sekolahnya masih relatif rendah.34 Angka Partisipasi Kasar .Sekolah Dasar .36%. Penyebab lainnya adalah mudahnya mendapatkan obat-obatan yang diperlukan penduduk melakukan pengobatan karena sebagian besar obat yang dipakai untuk mengatasi keluhan-keluhan kesehatan yang diderita oleh penduduk di kabupaten tanah laut dijual bebas di pasaran. Sedangkan angka partisipasi sekolah kasar untuk pendidikan lanjutan atas.08% dari total penduduk usia sekolah lanjutan pertama.23%. jumlahnya secara umum hanya mencapai 28.65 . Besarnya jumlah penduduk yang melakukan pengobatan sendiri ini mungkin disebabkan oleh penyakit yang menjadi keluhan sebagian besar penduduk ini. Tabel 2.Sekolah Menengah Pertama . yakni mencapai 72. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Angka partisipasi sekolah kasar penduduk usia sekolah dasar (7-12 tahun) pada tahun 2006 masih rendah.18. Sedangkan jumlah penduduk yang tamat pendidikan lanjutan ke atas hanya sekitar 14.51 33. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengukur keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi. yaitu perbandingan antara jumlah penduduk yang masuk angkatan II .7. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.08 28.

Jaringan jalan yang terdapat di Kabupaten Sukamara sepanjang 702.80%). Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kabupaten ini.25% dari penduduk yang bekerja dan yang tamat S1 atau lebih persentasenya kecil sekali.66%. Infrastruktur a. Jangkauan sistem jaringan belum mencapai pusat permukiman. seperti pekerja kasar.62%) sektor pengangkutan (4.86%) 2. sedangkan hubungan dengan pusat permukiman lainnya belum lancar. Pada tahun 2006 TPAK Kabupaten Sukamara sebesar 86.377 jiwa dengan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 18.21%. Data ini menunjukkan bahwa kondisi jalan yang dapat berfungsi dalam segala cuaca hanya 15. Transportasi darat Sistem transportasi darat sangat penting peranannya dalam meningkatkan mobilitas orang.14%). antar desa dengan kota dan antar wilayah yang lebih luas.24%. hanya sekitar 3. Tersedianya jaringan jalan yang didukung dengan noda trnsportasi yang memadai yang menghubungkan desa dengan kota akan memperlancar arus barang dan orang antar desa. Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Sukamara adalah sektor pertanian. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja. dan sektor pertambangan galian C (0. jalan tanah 417.90 km yang terdiri dari jalan aspal 106. jalan kerikil 184. Ini berarti penduduk Kabupaten Sukamara yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan skill. Berdasarkan data jaringan jalan dan sarana angkutan darat yang telah ada dapat disimpulkan bahwa sistem trnasportasi dan layanan angkutan darat di Kecamatan Jelai II . barang dan peningkatan investasi. sektor jasa dan pemerintahan (6.08 km.89 km. sebagian besar hanya berpendidikan maksimal setingkat SLTP (69.20 km.54%).34%).7.66 . barang dan jasa. Meningkatnya arus lalu lintas akan mendorong tumbuhnya pusat kegiatan ekonomi baru diantara kawasan yang dilewati sistem jaringan transportasi. sementara hubungan yang sudah lancar adalah pada ruas jalan Sukamara dengan Kotawaringin Lama.0% dari total panjang jalan. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (16.13 km. industri kecil (3. jalan lainnya 5. Prasarana transportasi 1). Lulusan SLTA sederajat hanya 27.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kerja (bekerja atau mencari pekerjaan) sebanyak 16. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 61.899 jiwa.3. Kondisi ini menjadi kendala bagi pergerakan orang.

Kapasitas dan jangkauan pelayanan listrik dapat dilihat pada Tabel 2.209 ton dan muat 276. b.7. Prasarana listrik dan air minum Kebutuhan listrik untuk penerangan di layani oleh PLN Cabang Sukamara dan generator listrik yang disediakan oleh penduduk.506 ton. Transportasi sungai Sungai Jelai berperan dalam transportasi yang menghubungkan desa-desa dan menghubungkan desa dengan Sukamara sebagai ibukota kabupaten. 3).67 . Sungai Jelai juga merupakan pintu gerbang keluar masuk barang dan orang melalui angkutan laut dari dan keluar kabupaten. berikut. Jumlah angkutan sungai yang ada terdiri dari speed boat 31 unit. Pelayanan jaringan listrik PLN belum menjangkau seluruh desa dan sebagian besar desa menggunakan sumber listrik generator dimiliki oleh pribadi. Kabupaten ini mempunyai pelabuhan laut yaitu pelabuhan Sukamara yang berfungsi sebagai pelabuhan nasional. barang dan jasa. Berkembangnya kegiatan perkebunan dan bangkitan pergerakan angkutan darat akan berdampak pada peningkatan vollume angkutan melalui pelabuhan Sukamara.19. Permukiman yang terdapat di wilayah pesisir yaitu Kecamatan Jelai. Jika dibanding dengan potensi daerah yang menjadi kawasan pelayanan Pelabuhan Sukamara. maka kondisi pelabuhan yang ada saat ini kurang memadai untuk mengantisipasi perkembangan di masa datang. II . Sebagian besar desa yang terdapat di wilayah ini dilayani oleh trayek angkutan sungai dari Sukamara yang beroperasi secara reguler.Profil Daerah masih dalam tahap pengembangan dan belum mampu memberi kontribusi yang optimal untuk memperlancar pergerakan orang .015 kunjungan dengan volume aktivitas bongkar mencapai 119. Hal ini perlu diikuti dengan pengembangan pelabuhan Sukamara agar dapat berperan sebagai terminal distribusi lingkup regional dan sebagai pintu gerbang ke Kalimantan Tengah di wilayah barat. merupakan kawasan yang bertumpu pada sistem angkutan laut dalam memasarkan hasil produksinya. Transportasi laut Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan daerah ini dengan daerah luar. 2). Pada tahun 2006 jumlah kapal yang berlabuh mencapai 1. Pelabuhan Sukamara sangat memegang peran penting sebagai terminal distribusi barang melalui angkutan laut.

maka dari data tersebut terlihat bahwa layanan listrik di Kabupaten Sukamara baru menjangkau 33.7. Lama (Kobar) 1. Pelayanan bahan bakar untuk kebutuhan penduduk dan kegiatan industri masih didatangkan dari Kotawaringin Barat.264. Jumlah rumah tangga di Kota Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 5.911 Sumber : PT.461 5.290 214.150 2.20. 2006 Jumlah Langganan (unit) 1. Sukamara 2.772 345 0 141 707 0 8. Prasarana air bersih yang dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) hanya ada di Kota Sukamara.297 rumah tangga. Jika diasumsikan satu unit rumah tangga adalah satu pelanggan.208.50%.162 rumah tangga.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.435.550 103.888 Rumah Tangga Niaga (Besar & Kecil) Industri (Besar & Kecil) Sosial (RS & Rmh Ibadah) Instansi Pemerintah Khusus Hidran Umum Jumlah Sumber : PDAM Sukamara 2006 Pelayanan PDAM di Kabupaten Sukamara masih terbatas di wilayah perkotaan yaitu di Kota Sukamara.450 pelanggan. Jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Sukamara disajikan seperti dalam Tabel 2. PLN Ranting Sukamara 2006 No. 1 2 3 4 5 6 7 Katagore Pelanggan Jumlah Pelanggan (unit) 331 2 0 9 7 0 23 372 Volume Air yang disalurkan (M3) 66. Stasiun penyalur bahan umum (SPBU) belum terdapat di Kota Sukamara.41%.19 Jumlah Pelanggan Listrik dan Daya Terpasang di Kabupaten Sukamara. Kecamatan Daya terpasang (VA) 354. Tabel 2.68 .7. Sebagian besar penduduk menggunakan sumber air minum dari pompa.158 3.7.430 290.450 4. perigi dan sungai. Pantai Lunci 411 6. Dari data tersebut maka rumah tangga di wilayah Kota Sukamara yang terlayani PDAM masih sangat sedikit yaitu baru mencapai 6. Jelai 466 2. Sedangkan jumlah pelanggan PLN Ranting Sukamara di luar wilayah kecamatan Kotawaringin Lama adalah sebanyak 3.923 76. Permata Kecubung 154 Jumlah 4. Balai Riam 271 4.550 1.20 Jumlah Pelanggan PDAM Kabupaten Sukamara No. II .420 Gardu 19 3 20 5 1 48 Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukamara pada tahun 2006 tercatat sebanyak 10. Ktw.

Secara rinci jumlah sarana kesehatan per kecamatan di wilayah kabupaten Sukamara pada tahun 2006 disajikan pada Tabel 2. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 4 unit. dan SMK sebanyak 1 unit.7.21 Jumlah Sekolah.69 . Madrasah Tsanawiyah 4 unit.Profil Daerah c. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Sukamara sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. SMK 1 0 151 0 Jumlah 56 23 7. Jelai. Sedangka Pustu terdapat di semua kecamatan yaitu sebanyak 27 unit Pustu. Tabel 2. Sekolah TK di Kabupaten Tanah Laut sebanyak 15 unit yang tersebar di 5 kecamatan. Pada tingkat kecamatan telah tersedia 3 unit puskesmas yang terdapat di tiga kecamatan (kecamatan Sukamara. S D/MI 45 3 4. Semua wilayah kota Sukamara dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sukamara untuk kebutuhan komunikasi bagi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Prasarana komunikasi Prasarana komunikasi telepon otomat hanya terdapat di kota Sukamara dan telepon satelit di kota kecamatan.7.955 348 3. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sukamara terdapat 1 rumah sakit umum daerah (RSUD). dan Balai Riam).355 Sumber : Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Sekolah Guru Negeri Swasta 0 42 349 112 26 67 30 23 0 551 56 Jumlah Sekolah 15 48 10 5 1 79 e. Madrasah Ibtidaiyah 2 unit. Selain fasilitas tersebut terdapat sebanyak 2 unit Pondok Bersalin Desa di kecamatan Sukamara dan Balai Riam. SMU/MA 3 2 635 164 5. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 6 unit. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Sukamara Tahun 2006 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.433 157 4. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 46 unit.22 II . Madrasah Aliyah 1 Unit. d.174 1. SMP/MTs 7 3 1. T K 0 15 0 686 2. Sebagian besar penduduk menggunakan fasilitas telepon selller (handphone).

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Tabel 2.7.22 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Kecamatan 1. 2. 3. 4. 5. Rumah Sakit Puskesmas Pustu/Posyandu 4 7 5 4 7 27 Pondok Bersalin 0 1 1 0 0 2

Jelai 0 1 Sukamara 1 1 Balai Riam 0 1 Pantai Lunci 0 0 Permata Kecubung 0 0 Jumlah 1 3 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006

Jumlah sarana kesehatan yang ada saat ini di wilayah kabupaten Sukamara meski sudah cukup memadai untuk jumlah penduduk yang besarnya hanya 36.180 jiwa, namun perlu ada peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas untuk wilayah kecamatan Pantai Lunci dan kecamatan Permata Kecubung. Adapun jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar terdiri dari dokter umum 8 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga kesehatan masyarakat 3 orang, apoteker 5 orang, perawat 63 orang, perawat gigi 6 orang, bidan 30 orang, ahli gizi 5 orang, tenaga kesehatan lingkungan 12 orang, analis kesehatan 6 orang, radiographer 2 orang, pekarya kesehatan 2 orang, sarjana non kesehatan (administrasi) 2 orang. Secara rinci jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sukamara disajikan pada Tabel 2.7.23.

Tabel 2.7.23 Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kabupaten Sukamara Tahun 2006
Dokter Dokter Dokter Parawat Spesialis Umum Gigi 1. Jelai 0 1 0 9 2. Sukamara 0 6 1 48 3. Balai Riam 0 1 0 12 4. Pantai Lunci 0 0 0 0 5. Permata Kecubung 0 0 0 0 Jumlah 0 8 1 69 Sumber : BPS Kabupaten Sukamara Dalam Angka Tahun 2006 Kecamatan Bidan 7 13 10 0 0 30

Berdasarkan data di atas maka jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sukamar masih sangat kurang terutama untuk tenaga dokter spesialis sebagai syarat utama

keberadaan sebuah rumah sakit. Sebagian besar penduduk Kabupaten Sukamara masih mengandalkan dukun kampung dan obat yang dijual di pasaran untuk mengobati penyakit. Penduduk Kabupaten Sukamara yang berada pada kelas menengah ke atas biasanya jika menderita sakit parah mereka berobat ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun atau ke Rumah Sakit yang ada di Semarang dan Surabaya. Kesadaran penduduk terutama penduduk yang tinggal dibantaran sungai akan pentingnya kesehatan relative masih sangat kurang. II - 70 Hal ini bisa dilihat dari prilaku konsumsi yang masih kurang memperhatikan

Profil Daerah syarat-syarat higines, termasuk masih banyaknya penduduk yang membuang kotoran dan sampah di sungai yang sekaligus digunakan sebagai sumber air minum.

f. Prasarana pengairan Kawasan pesisir Kabupaten Sukamara merupakan daerah pasang surut yang telah berkembang dalam kegiatan pertanian sawah dan perkebunan kelapa. Sesuai kondisi yang selalu tergenang air akibat pengaruh pasang surut, pemerintah daerah membangun saluran drainase untuk mengeluarkan air dari daerah rawa, disamping yang dibangun pemerintah, masyarakat membangun saluran yang disebut handil di berbagai tempat di kawasan ini. Panjang saluran pengairan terdapat 20 km dengan kondisi tidak terawat/tidak fungsional.

g. Prasarana dan sarana Lainnya Prasarana lainnya seperti bank, apotik, rumah sakit bersalin masih terbatas. Lembaga keuangan perbankan hanya ada dua yaitu BPD dan unit BRI yang terletak di kota Sukamara. Fasilitas apotik yang sangat perlu untuk mendukung penyediaan obat bagi masyarakat terbatas hanya ada 1 buah di RSUD. Sarana lain seperti SPBU untuk pengisian bahan bakar dengan harga subsidi juga belum tersedia, demikian pula untuk sarana angkutan umum dalam kota juga belum tersedia. Sarana lain yang juga sangat diperlukan untuk peningkatan kecerdasan dan keterampilan penduduk adalah adannya Balai Latihan Kerja, Perpustakaan dan Toko Buku yang lengkap termasuk fasilitas Wartel dan Warnet (Warung Internet).

2.8. KABUPATEN LAMANDAU

2.8.1. Kondisi Geografi dan Demografi

a. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat yang terletak di daerah khatulistiwa sehingga beriklim tropis. Kabupaten Lamandau terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Bulik, Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Menthobi Raya, Kecamatan Sematu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Batang Kawa, dan Kecamatan Delang dengan total luas wilayah 6.414 kilometer persegi dengan jumlah pendudk tahun 2006 sebanyak 55.911 jiwa.

II - 71

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Batas wilayah Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut : • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotawaringin Barat : Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat. : Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sukamara. : Kabupaten Kotawaringin Barat

b. Topografi dan iklim Ketinggian dari permukaan laut pada wilayah Kabupaten Lamandau berkisar antara 25 sampai dengan 500 meter yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lamandau merupakan daerah pada kawasan-kawasan yang relatif tinggi dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah perbukitan di wilayah Kabupaten Lamandau. Secara umum daerah-daerah di Kabupaten Lamandau beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim kemarau/kering dan musim hujan. Musim kemarau jatuh pada bulan Juni sampai dengan September sedangkan musim penghujan pada bulan Oktober sampai dengan Mei. Banyaknya hari hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dengan hari hujan adalah 27, adapun jumlah hari hujan pada tahun 2006 adalah sebanyak 193. Curah hujan selama tahun 2006 adalah sebesar 2.286,3 mm.

c. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Lamandau memiliki luas lahan 6.414 km atau setara 4,18% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayahnya berupa dataran tinggi dan perbukitan serta juga terdiri dari rawa, dataran rendah, dan dialiri oleh sungai-sungai besar maupun kecil. Wilayah aliran sungai menjadi jalur trasnportasi dan urat nadi perekonomian di daerah ini. Meskipun belum tersedia data pasti rencana tataruang wilayah namun secara garis besar keadaan penggunaan lahan di wilayah ini terdiri dari daerah persawahan, perkebunan, perairan, pemukiman/kampung, padang rumput, ladang/tegalan, kebun, hutan, semak belukar dan alang-alang. Lahan yang berupa hutan lebat dan semak beukan merupakan bagian lahan terbesar dari wilayah ini.
2

d. Demografi Penduduk Kabupaten Lamandau pada tahun 2006 sejumlah 55.911 jiwa, dengan tingkat kepadatan 8,72 jiwa/km . Berdasarkan kecamatan, jumlah penduduk terbesar ada di Kecamatan Bulik dengan jumlah penduduk 13.852 jiwa, disusul kecamatan Menthobi Raya sebanyak 8.625 jiwa. Jumlah penduduk terkecil adalah kecamatan Batang Kawa dengan jumlah penduduk hanya 3.057 jiwa.
2

II - 72

Penduduk Kabupaten Lamandau Tahun 2006 Rata-rata Penduduk Per Per RT Desa/Kelurahan 1 Bulik 20.1. Batang Kawa.89 8 Dealang 7.84 jiwa/km . dan Belantikan Raya) serta potensi batu bara di wilayah Kecamatan Lamandau. Dari jumlah dan tingkat kepadatan penduduk terlihat tingkat penyebaran penduduk di Kabupaten Lamandau tidak merata dan ketidak merataan sebaran penduduk ini merupakan penyebab terhambatnya pembangunan di suatu daerah.74 6 Belantikan ray 4. bukit.67 3. Salah satu sumber daya alam yang tersedia berupa kawasan hutan lebat dengan berbagai vegetasi tanaman di dalamnya serta hasil hutan lainnya.81 1.89 784. 2 2 2. kacamatan yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Sematu Jaya dengan kepadatan 91.09 3.46 339. danau.73 .Profil Daerah Tabel 2. potensi tambang emas di beberapa kecamatan (Delang. sedangkan yang paling jarang penduduknya adalah kecamatan Belantikan Raya dengan kepadatan 4 jiwa/km . serta wisata budaya dan wisata agro. Potensi tanaman pertanian yang terbesar adalah padi ladang. II . Wisata tirta (air terjun.50 5 Lamandau 4.60 4 Menthobi Raya 13.80 3. sungai dan riam ). Kabupaten Lamandau memiliki potensi tambang seperti biji besi terdapat hampir di setiap kecamatan. Selain itu potensi alamnya dengan topografi berbukit sebagian dimanfaatkan untuk usaha pertanian dan perkebunan.80 519.2.43 3.83 3.139.77 7 Batang Kawa 4.40 586. Kabupaten Lamandau mempunyai objek parawisata yang cukup banyak baik jumlah maupun jenisnya.33 3. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.65 524. Sumber daya alam Kabupaten Lamandau memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang perlu dikelola dan dikembangkan secara tepat untuk kesejahteraan masyarakat.62 3 Sematu Jaya 91.00 3.97 Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka. 2007 No Kecamatan Kepadatan (km2) Jika dilihat dari kepadatan penduduk.00 421.8.84 1.84 2 Bulik Timur 5. Objek wisata di Kabupaten Lamandau diantaranya terdiri dari Wisata alam (hutan.154. sedangkan potensi tanaman perkebunan yang terbesar adalah kelapa sawit dan perkebunan karet rakyat. kolam).8.30 3.

000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Lamandau 2005 2006 66. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.379 Lainnya 1.261 Sekolah 9. Tabel 2.2 (Tabel 2.2 161 11 628.969 Bekerja 22. Tabel 2.828 7.8.860 1. Kondisi semacam ini memberikan imbas yang cukup berat bagi ketenagakerjaan di Kabupaten Lamandau.8. Apabila dilihat dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas menurut jenis kegiatan utama adalah bekerja menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b.9 160 2.738 43. Peringkat IPM secara nasional berada pada posisi ke 160.9 70.8.25 12 Membaiknya upaya peningkatan SDM tampaknya tidak terlepas dari kecenderungan terus meningkatnya tamatan lembaga-lembaga pendidikan formal.827 Mengurus rumah tangga 5.2.6 70.8. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.74 .8 624.591 Sumber : Kabupaten Lamandau dalam Angka 2006 II . indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.8 66. Jumlah Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Utama Kegiatan Utama 2004 2005 2006 25.9 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Lamandau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.382 2. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. nilai IPM Kabupaten Lamandau masih relatif rendah berada pada posisi ke 12 (dua belas) diantara 14 kabupaten/kota.685 9.004 44. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.2).3.898 7.6 7.4 95.124 Total 39. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.2.272 9.9 7.8. nilai IPM Kabupaten Lamandau adalah 70. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu mendapat perhatian yang serius.3.6 94.775 25.

disamping travel. Prasarana dan sarana transportasi Berdasarkan hasil catatan PUD dan Cabang Dinas PU Kabupaten Lamandau tahun 2006 dalam Kabupaten Lamandau Dalam Angka Tahun 2006 terdapat ruas jalan kabupaten sepanjang 702. saat ini dari Kabupaten Lamandau ke ibukota provinsi sudah dapat dilalui melalui transportasi darat dengan menggunakan bus yang melayani penumpang setiap hari. Infrastruktur a.Profil Daerah 2. Fasilitas penunjang prasarana perhubungan di Kabupaten Lamandau terdapat 1 terminal induk. serta 5 unit sambungan usaha besar. Bila dilihat dari panjang jalan menurut kondisi jalan yang baik sepanjang 293.8.60 km.41 km dan yang tidak dirinci sepanjang 8.90 km dengan total jalan diaspal 191. Selain transportasi darat dari Lamandau menuju Kabupaten Kotawaringin Barat juga dapat dilalui menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speed boat. Kantor Pos/Kantor Pos dan giro yang ada di Kabupaten Lamandau berjumlah 1 unit termasuk di Kecamatan Bulik dan pos desa berada di Kecamatan Lamandau dan Kecamatan Delang. Dari jalan yang ada di Kabupaten Lamandau sepanjang 195 km merupakan jalan Negara. Jumlah pelanggan di wilayah ini terdiri dari 6 sambungan untuk lembag sosial. Pada Tahun 2006 produksi listrik yang disalurkan melalui unit PLN Kabupaten Lamandau sebanyak 3. dan yang rusak berat sepanjang 102 km.499 m3. 1 terminal pembantu dan pelabuhan sungai.94 km. 700. II . b. 244 rumah tangga. rusak sepanjang 63 km. Prasarana listrik dan air minum Penyedian tenaga listrik dikelola oleh Pt Perusahaan Listrik Negara. 3 c.3.75 .181 m dimana sebagian besar disalurkan kepada konsumen rumah tangga sebesar 46.19 km. 1 unit sambungan pemerintah.587 KWh dan yang terjual 3.30 km. tanah 325. Dengan semakin baiknya pasilitas transportasi yang ada di Kabupaten Lamandau akan berdampak terhadap peningkatan jumlah alat transportasi yang ada. sedang 244.36 km. Prasarana komunikasi Peranan jasa pos dan telekomunikasi dalam menunjang pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Lamandau amat penting.140 KWh.875. 56 km jalan provinsi dan 702 km merupakan jalan kabupaten. Seiring dengan pembangunan jalan sebagai sarana transportasi darat yang utama. kerikil 177. Jumlah air minum yang dislaurkan di wilayah Kabupaten lamandau pada Tahun 2006 sebanyak 50.

Bila dilihat dari jumlah guru yang ada pun tidak merata.76 .8. Kecamatan Sekolah Swasta Negeri 27 14 8 7 4 3 15 Guru Swasta 4 5 5 4 3 2 Jumlah 31 19 13 11 7 5 15 e. jumlah guru terbanyak adalah pada Kecamatan Bulik sebanyak 31 orang. terjangkau dan merata. Prasarana kesehatan Di samping kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai Kabupaten Lamandau juga masih terus dihadapkan pada tantangan dan masalah kesehatan lain sebagai akibat terjadinya transisi demografi dan transisi epidemiologi karena adanya perubahan keadaan sosial. serta semakin meningkat dan variatifnya berbagai tuntutan masyarakat akan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu. sebagian besar penduduk Kabupaten Lamandau sekurang-kurangnya tamat SLTP atau yang sederajat. tingkat pendidikan. Dengan prioritas ini.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah d. kondisi lingkungan dan pengaruh globalisasi. Fasilitas pendidikan sekolah khususnya untuk sekolah menengah umum (SMU) atau setingkat masih belum merata di semua kecamatan. SD/MI sebanyak 103 sekolah. pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD. keadaan ekonomi.4. berkesinambungan dan merata yang didukung dengan program II . sedangkan jumlah guru yang paling sedikit adalah pada SMU Kecamatan Batang Kawa yang hanya 5 orang. Prasarana pendidikan Pada tahun 2006 jumlah sekolah untuk TK sebanyak 41 sekolah. Pelaksanaan pembangunan kesehatan yang intensif. Tabel 2. prioritas pembangunan pendidikan harus diprioritaskan pada pendidikan dasar dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. SLTP/MTs sebanyak 22 sekolah dan untuk SLTA/SMK/MA sebanyak 10 sekolah. Berdasarkan Agenda pembangunan nasional. Keadaan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Menurut Status dan Kecamatan Negeri Jumlah 1 1 Bulik Bulik Timur 1 1 Sematu Jaya Menthobi 1 1 4 Raya 1 1 5 Lamandau Belantikan 1 1 6 Raya 1 1 7 Batang Kawa 1 1 8 Dealang Sumber : Kabupaten Lamandau Dalam Angka 1 2 3 No. Berdasarkan data Kabupaten Lamandau dalam angka tahun 2006 kecamatan belum ada SMU / SMK / MA adalah kecamatan Bulik Timur. Di sisi lain terjadi peningkatan kejadian untuk penyakit non infeksi seperti penyakitpenyakit degeneratif dan penyakit akibat perilaku masyarakat.

rawa. Belantika Raya. Kabupaten Seruyan memiliki luas wilayah 16. dan tenaga analis 2 orang. II .9. 5 unit puskesmas dan 47 unit puskesmas pembantu serta 21 unit polindes.8’’ Bujur Timur dan 0O 46’ 23’’ – 3O 33’ 43. Dari segi tenaga medis. Kabupaten Lamandau memiliki 12 orang dokter umum. bidan 47 orang. Kondisi Geografi dan Demografi a. Begitu juga dengan dokter gigi yang hanya ada di Kecamatan Bulik. kemudian Kecamatan Sematu Jaya. laut dan genangan air. Menthobi Raya. Bila dilihat dari jumlah dokter umum yang ada masih tidak merata.77 . Lamandau. 1 dokter gigi. dan Delang terdapat 2 orang dokter umum pada peran dokter umum ini sangat diharapkan oleh masyarakat. perawat 74 orang. Dukungan infrastruktur/fasiltas kesehatan di Kabupaten Lamandau terdiri dari 1 unit Rumah Sakit Umum. 2. sungai. 2 Kabupaten Seruyan terdiri dari 5 kecamatan dan 86 Desa dan 3 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut.9’’ Lintang Selatan.Profil Daerah kesehatan yang baik diharapkan dapat semakin memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.1. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. : Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat. ahli gigi 5 orang. : Laut Jawa.9. KABUPATEN SERUYAN 2.75’’ – 113O 32’ 16. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur.471 km terdiri dari hutan. Secara administratif batas wilayahnya terdiri dari: • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat berkorelasi positif dengan jangkauan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. dan Batang Kawa belum ada dokter umum. hal ini terlihat pada kecamatan Bulik Timur. Secara administratif Kabupaten Seruyan dengan ibukota Kuala Pembuang terletak diantara 111O 29’ 13. Disisi lain Kecamatan Bulik ada 6 orang dokter umum.

sedangkan Kemarau antara Juli .746 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka.512. Seruyan.479. curah hujan rata-rata per tahun 3. dan • bagian selatan merupakan daerah dataran rendah terdiri atas lahan rawa dan pantai dengan ketinggian dan kemiringan 0-50O dari permukaan laut dan 0 -8 m.6% dari luas wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari lahan dengan rincian sebagia berikut. 2 II . c. Musim penghujan akan terjadi antara bulan Desember .135 4 Seruyan Tengah 2. daerah ini kaya akan perikanan laut dan darat. Tipe iklim adalah tropis lembab dan panas. Wilayah kabupaten Seruyan termasuk daerah yang beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29O C dan temperatur tertinggi 34O C. dan genangan air lainnya seluas 605.087 2 Danau Sembuluh 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tabel 2.68 km2 atau setara 27.52% terhadap luas Kabupaten Seruyan.77% terhadap luas Kabupaten Seruyan. Rawa-rawa seluas 733. yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi daerah hilir (daerah bagian selatan). Sungai.9.354.012 5 Seruyan Hulu 4.49 km2 atau seluas 4. danau. • • • • Hutan belantara seluas 11. • Bagian utara merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian di atas 150 m dari permukaan laut dan kemiringan 15 – 40O yang ditumbuhi hutan lebat.Maret. Luas Wilayah Kabupaten Seruyan Menurut Kecamatan No Kecamatan Luas (km2) Desa 12 10 10 26 28 Jumlah Kelurahan 2 1 - 1 Seruyan Hilir 6.8 hari.81 km2 atau sekitar 3. dan Pertanahan lainnya seluas 3.424 3 Hanau 1.1.September.72% terhadap luas Kabupaten. Lahan dan penggunaannya Kabupaten Seruyan yang mempunyai luas wilayah 16. • Bagian barat merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak yang mempunyai vegetasi hutan mangrove dan kayu rawa.02 km2 atau 69.8 mm dengan rata-rata hujan per tahun 13.78 . 2007 b.404 km atau 11. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Seruyan terdiri dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan perincian sebagai berikut: • Bagian timur merupakan daerah rawa-rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan rawa lebak serta ditumbuhi vegetasi berupa bakau dan kayu rawa.99% terhadap luas Kabupaten Seruyan.

995 62. Kale.567 36.079 Sumber: Seruyan Dalam Angka. 3) Anak Sungai Manjul. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. 4) Anak Sungai Salau. Demografi Jumlah penduduk di Kabupaten Seruyan tahun 2007 sebanyak 129. Di Kabupaten Seruyan juga dijumpai kaya sumber daya bahan tambang dari berbagai jenis batuan dan mineral. kedalaman rata-rata 6 m dan lebar rata-rata adalah 400 m dengan anak sungai terdiri dari : 1) Anaka Sungai Danau Sembulu.097 2 Danau Sembuluh 7. Wilayah Kabupaten Seruyan dibelah oleh Sungai Seruyan yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 400 km dan yang dapat dilayari 270 km. berpotensial sebagai pemasok kebutuhan wilayah dan penggunaan hasil produk wilayah dan mendukung berjalannya kegiatan ekonomi wilayah regional.079 jiwa dan penduduk perempuan 62.979 16. menjadikan Kabupaten Seruyan memiliki potensi alam yang kaya akan sumber daya wisata yang dapat dikembangkan.978 34.345 jiwa atau dengan ratio penduduk laki-laki dan perempuan 107%. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.424 jiwa. baik sumber daya di perairan. Tabel 2.689 Jumlah 67.164 14.330 29. Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten yang strategis di bagian selatan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan menjamin kemudahan interaksi dengan wilayah lainnya. panjang 65 km. Jumlah Penduduk.424 Sex Ratio 108 109 105 109 106 107 2.2.345 129. panjang 76 km.9. panjang 50 km. 5) Anak Sungai Pukun.979 4 Seruyan Tengah 15. 2007 No Kecamatan Penduduk Perempuan Jumlah 17. 2) Anak Sungai Kalua Besa. dan 6) Anak Sungai S. Jenis Kelamin.79 . panjang 30 km.9. kehutanan.2. dan Ratio Menurut Kecamatan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Laki-Laki 1 Seruyan Hilir 19. panjang 30 km.957 14. Sumber daya alam Kabupaten Seruyan merupakan Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. pantai dan daratan dengan berbagai jenis tanaman dan satwa.306 12. terdiri dari penduduk laki-laki 67. anjang 30 km.529 5 Seruyan Hulu 6. Dengan bentangan alam yang meliputi wilayah lautan.815 3 Hanau 17. II .859 6.634 7.Profil Daerah d.

3.9. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Seruyan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. jalan perkotaan 49.7 99.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Seruyan 2005 2006 67. jalan kabupaten seruyan 383.9 80 10 618.3.7 7.2 67.4 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 146. nilai IPM Kabupaten Seruyan adalah 71. jalan provinsi 120 km. Tabel 2.).5 km. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Seruyan adalah 818. Karena itu pemerintah daerah Seruyan berupaya membuka semua akses menuju Seruyan lewat darat. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf. air.80 memperbaiki jalan yang rusak dan meningkatkan akses jalan baru dan . hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini perlu ditingkatkan agar lebih baik. Dalam rangka penyediaan prasarana jalan darat pemerintah daerah dan provinsi berupaya II .8 7.9 (Tabel 2. nilai IPM Kabupaten Seruyan relatif rendah berada pada posisi ke 11 (sebelas) diantara 14 kabupaten/kota.9.7 km serta jalan desa 175.81 11 2. mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang berada pada peringkat 136. maupun udara.3. Infrastruktur a.9. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.8 70. Kondisi transportasi yang kurang nyaman memang menjadi kendala bagi Seruyan tumbuh menjadi kota seperti kabupaten pendahulunya.3 615.9.3. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.3 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Seruyan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.3 99.4 87 0.252 km meliputi jalan nasional 90 km.052 km.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. Prasarana transportasi Prasarana transportasi merupakan prasarana pengangkutan dan perhubungan yang penting. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.

2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 66 677 86 120 82 93 56 23 890 313 Jumlah Sekolah 29 129 22 8 2 190 II .869 2. Sarana air bersih dari PDAM di Kabupaten Seruyan umumnya hanya menjangkau daerah ibukota kecamatan. Prasarana komunikasi Salah satu prasarana komunikasi di Kabupaten Seruyan adalah tersedianya kantor Pos. Selain itu juga tersedia fasilitas telepon seluler saat ini sudah bisa dinikmati di semua kecamatan dan beberapa desa di Kabupaten Seruyan.134 1. Sarana Pendidikan di Kabupaten Seruyan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1.678 3.699 m . SD 129 unit. SLJJ dan SLI.310 5.9.4. Pelayanan Pos di Seruyan tersedia satu unit Kantor Pos di kuala pembuan. b.738.Telkom untuk pelayanan telepon lokal. SLTP 22 unit.091 Sumber: Kabupaten Seruyan Dalam Angka.487 463 4. maupun pelabuhan penumpang.513 Kwh dengan jumlah tenag terjual 7. SMK 1 1 124 108 Jumlah 139 51 18. Pada Tahun 2005 tercatat jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 79. untuk di kecamatan dan desa-desa diadakan Pos Pembantu. 3 c.376 Kwh. T K 29 1. direncanakan membuka pelabuhan samudra yang Di sektor perhubungan laut berfungsi sebagai prasarana pengangkutan barang terutama pelabuhan CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah). Prasarana pendidikan Sarana pendidikan sampai dengan tahun 2007 berjumlah 190 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta. Tabel 2. Pelanggan air bersih di kabupaten Seruyan terdiri dari pelanggan rumah tangga 457 unit dan instansi pemerintah sebanyak 17 unit sambungan. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut: TK 29 unit. SMU 8 unit dan SMK 2 unit. d.Profil Daerah mempersiapkan jembatan di atas Sungai Seruyan. Pelayanan telekomunikasi di Kuala Pembuang ibu kota Kabupaten Seruyan tersedia satu buah kantor cabang PT. Prasarana listrik dan air minum Sarana listrik dari PLN telah menjangkau semua wilayah kecamatan di Kabupaten Seruyan. SMU 3 5 565 973 5. S D 120 9 14. SLTP 15 7 3.474.81 . Untuk menambah pelayanan telekomunikasi tersedia wartel yang berada sampai kecamatan dan banyak desa. Produksi tenaga listrik di Kabupaten Seruyan pada tahun 2006 sebanyak 8.

793 1. : Laut Jawa.00 Katingan Hulu Marikit Senaman Mantikei Katingan Tengah Pulau Malan Tewang Sangalang Garing Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang Katingan Kuala Mendawai Jumlah Sumber: Katingankab. 2.800 km² dengan Batas Wilayah adalah sebagi berikut.26 100. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan terdiri dari 13 dokter umum. dan dibantu oleh 26 tenaga perawat dan 46 tenaga bidan. • Sebelah utara • Sebelah selatan • Sebelah barat • Sebelah timur : Provinsi Kalimantan Barat. Kota Palangka Raya serta Kabupaten Pulang Pisau.69 8.go. 1 dokter gigi.1).3° 30 ' LS.id. Kondisi Geografi dan Demografi a.02 6.826 17. KABUPATEN KATINGAN 2.1.19 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah e. dan : Kabupaten Kotawaringin Timur : Kabupaten Gunung Mas.440 1.24 17. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Katingan secara geografis terletak di daerah Khatulistiwa.09 10. dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Senaman Mantikei dan terkecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Tewang Sangalang Garing (Tabel 2. Luas Wilayah Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Ibukota Kecamatan Tumbang Senamang Tumbang Hiran Tumbang Kaman Tumbang Samba Buntut Bali Pendahara Kasongan Petak Bahandang Baun Bango Pagatan Mendawai Lua(km2) 2.800 % Terhadap Luas Wilayah 14.030 1.63 12.178 3. Tabel 2.10. Berdasarkan daerah administratifnya Kabupaten Katingan terdiri atas 11 kecamatan. Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2002 luas wilayah Kabupaten Katingan adalah ± 17.72 4. yaitu di antara 112° 0 ' BT . saat ini berjumlah 9 unit ditambah Puskesmas Pembantu 39 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu. 2008 II .089 805 568 663 804 2.12 4.0° 20 ' LS dan 113° 45 ' BT. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.1. Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. Puskesmas disetiap kecamatan.604 2.52 3.10.10.82 .52 15.10.

75%). c. penduduk banyak terkosentrasi pada tiga kecamatan yaitu di Katingan Kuala (17. Katingan Hilir (16. Beberapa kecamatan lainnya dengan kepadatan penduduk relatif lebih padat adalah Kecamatan Katingan Tengah yaitu 18 jiwa/km2. Wilayah Khusus (Hutan Lindung.68%). Sungai Sanamang = 65 km. Demografi Berdasarkan Data BPS keadaan penduduk Kabupaten Katingan Tahun 2006 berjumlah 133. dan Sungai Mahup = 50 km.km2. Sungai Samba = 100 km . Kecamatan II . Bagian Utara berupa perbukitan dengan ketinggian 200 -1500 m dari permukaan laut.200 m dari permukaan laut. dan Wilayah Perairan seluas 190 km. Margasatwa. Kabupaten Katingan beriklim tropis yang panas dan lembab dengan suhu udara pada siang hari rata-rata 33°C dan temperatur tertinggi mencapai 36°C.83 2 . Sungai Bamban = 75 km .480 jiwa penduduk laki-laki dan 63. Lahan dan penggunaannya Total lahan di Kabupaten Katingan seluas 17. Bagian Tengah berupa dataran dengan ketinggian 50 .2). sedangkan penduduk terjarang berada di Kecamatan Marikit dan Kamipang yauti 3 jiwa.410 km . sedangkan pada malam hari mengalami kelembaban.13%).Profil Daerah b. Topografi dan iklim Keadaan topografi Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut: • • • Dibagian Selatan merupakan daerah pantai dan rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut dengan ketinggian 0 – 50 m dari permukaan laut.500 ha yang berada pada ketinggian 0 – 2 m terdiri dari: • • • Wilayah Daratan seluas 12. yaitu adanya Sungai Katingan dengan panjang 650 km yang dapat dilayari 520 km dan bermuara di Laut Jawa dengan anak sungai sebagai berikut : • • • • • • Sungai Kalanaman = 65 km . Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Katingan Hilir yaitu 33 jiwa/km .55%). dan Tewang Sanggalang Garing (7. 2 d.900 km2 .049 jiwa yang terdiri dari 69. Bila dilihat berdasarkan sebarannya penduduk di Kabupaten Katingan belum merata penyebarannya. Sungai Hiran = 75 km . Katingan Tengah (14.569 jiwa penduduk perempuan atau dengan sex ratio 109 (Tabel 2. Keadaan hidrologi dalam wilayah Kabupaten Katingan.10. dan lain-lain) seluas 4.

795 17.729 40–44 5.748 7.864 35–39 5.072 3.514 16.037 13.59%) dinominasi oleh penduduk usia muda antara 0-14 tahun sebanyak 43.77%.917 7.327 11. Tabel 2.206 25–29 8.688 20.113 11.84 .27 2.979 11.107 7.322 13.595 10.136 6.217 19.2.891 6. Jumlah Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kecamatan tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Kecamatan KK Laki-Laki 6.435 10–14 9.438 14.682 125.539 3.721 6.094 3. sedangkan penduduk bukan usia kerja (46.702 Tewang Sanggalang Garing 2.378 3.3. Jumah penduduk dan Perkembangan penduduk berdasarkan kelompok umurnya dapat dilihat pada Tabel 2.429 3.528 6.923 9.177 19.873 3.904 15–19 9. Bila dilihat penduduk berdasarkan kelompok umurnya pada tahun 2006.425 3.112 2006 21.725 Kamipang 1. namun pertumbuhan penduduk tahun 2005 – 2006 meningkat 8%.298 1.133 5.614 133.130 7.521 4.107 3.429 126.327 3.734 7.07 9.713 3. dan Kecamatan Katingan Kuala dengan kepadatan penduduk 13 jiwa/km2.959 5. terlihat sebagian besar (53.331 69.689 11.294 3.409 2.866 Jumlah 2006 33.37 17.263 1.10.758 7.674 9.768 3.046 19.673 45–49 4.179 2.283 63.255 60–64 1.799 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.336 8.616 19.56 0 Sumber: Pemda Kabupaten Katingan.911 Tasik Payawan 1.57 19.742 3.71 5.486 129.908 Mendawai 1.266 2005 21.042 10.736 13.408 Jumlah 120.021 6.265 Katingan Tengah 4.961 17.609 3.3.324 9.307 4.127 2.254 20.056 7.516 6.693 20–24 10.175 9.074 55–59 2.084 2. Tabel 2.865 Marikit 1.026 30–34 7.838 9.645 Katingan Kuala 5.195 3.752 5. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Kabupaten Katingan Menurut Kelompok Umur Kelompok 2001 2002 2003 Umur 0-4 24.766 Pulau Malan 1.400 Katingan Hilir 5.718 1.643 3.10.107 3. Sedangkan kecamatan lainnya tergolong jarang penduduknya dengan kepadatan penduduk berkisar antara 3 – 8 jiwa/km2.02 16. 2007 2004 20.049 Katingan Hulu 2.907 6.401 12.311 20.363 11.838 8.707 >64 3. Pertumbuhan penduduk pada periode mengalami fluktuasi.417 130.486 22.480 Perempuan 5.10.279 50–54 3. 2007 Pertumbuhan penduduk rata-rata Kabupaten Katingan pada periode 2001 sampai 2006 sebesar 1.312 4.891 11.317 4.306 14.331 1.456 3.647 4.773 6.527 120.692 4.865 4.575 23.625 6.546 5–9 25.483 6.087 9.596 12.507 Sanaman Mantikei 3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Tewang Sanggalang Garing yaitu 17 jiwa/km2.569 Jumlah Penduduk 11.61%) berada pada usia kerja (antara 15 – 64 tahun).65% per tahun.717 II .62 1.132 2.610 2.

4).10. Sebagian besar penduduk Katingan bertempat tinggal di daerah aliran sungai dengan memanfaatkan sumber daya perairan sungai dan laut.43%). nilai IPM Kabupaten Katingan masih rendah dan berada pada posisi ke 10 (sepuluh) diantara 14 kabupaten/kota. baik sumber daya di perairan. b. Bentangan wilayahnya yang luas diikuti pula oleh kekayaan sumber daya alamnya. perkebunan dan potensi lahan yang sesuai untuk tanaman pangan. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah.5 meningkat sedikit dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . Potensi lainnya adalah tanaman hias salah satunya Nepenthes yang berasal dari hutan dan telah dibudidayakan oleh beberapa petani lokal. Kabupaten Katingan kaya akan hasil hutan baik berupa aneka jenis kayu dan rotan.85 .3 (Tabel 2. Selain sumber daya perairan. sedangkan peringkat secara nasional berada pada posisi ke 137. Sumber daya alam Kabupaten Katingan dengan luas wilayah 17. tangkap dan daerah konservasi (closed season) atau daerah resapan serta dapat pula menjadi bisnis agrowisata. Kabupaten Katingan merupakan daerah penghasil kayu 2 2 terbesar di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh perusahaan pemegang izin HPH maupun izin IPK. nilai IPM Kabupaten Katingan adalah 71.Profil Daerah 2.9. Kawasankawasan sepanjang aliran sungai mempunyai potensi untuk perikanan budidaya. Kabupaten Katingan memiliki potensi pengembangan sumber daya perkebunan. hal ini dapat terlihat dari 141 desa dari 152 desa bertempat dipingir DAS. sementara yang dominan saat ini adalah kelapa sawit dan karet. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. sedangkan sumber daya pertanian tanaman pangan sebagian besar adalah padi.800 km merupakan kabupaten dengan luas wilayahnya terluas kedua mencapai 11. Wilayah Kabupaten Katingan dilalui oleh Sungai Katingan dengan 6 (enam) anak sungai yang mengalir dari utara ke selatan dan bermuara ke Laut Jawa dengan panjang 650 km dan yang dapat dilayari 520 km. Sebagain besar sumber daya alam yang ada belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. kehutanan.59% dibanding luas wilayah Kalimantan Tengah yaitu setelah Kabupaten Murung Raya dengan luas wilayah 23. Sumber daya hutan lainnya yang dihasilkan adalah berupa rotan. bahan galian. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.2.700 km (15.

diaspal 2.10.6 71.75% dan sebagian besar berada dalam keadaan rusak (50.04 100.69 10 2.24 43.5 137 0. Panjang dan Keadaan Jalan di Kabupaten Katingan Tahun 2006 Uraian Panjang Jalan (km) Jenis Permukaan a.6 71. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting yang menghubungkan antar wilayah.57 d.89 19.6 Total 272.22 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka.10. kerikil 2.4 621.8 99. Kabupaten Katingan selain memiliki prasaran perhubungan darat juga memiliki prasaran perhubungan udara dan air.20 100. lainnya 215.4.76 0. Baik 7.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Katingan 2005 2006 67.4.8 7.15 Total 272.1 7.81%.5. tanah 52.81 3. Rusak Berat 117.24%) dan rusak berat (43.10. sedang 3.66 b.76 d. Panjang jalan menurut status jalan di Kabupaten Katingan adalah 272.4 99.07 b.2 c. Infrastruktur a. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. Tabel 2. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Katingan Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.10. Prasarana perhubungan udara yang telah ada berupa lapangan udara yang berada di II .75 50.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.20%). 2007 No 1 Persentase 0.43 c.3 123 8 623.3. Tabel 2.22 km dengan kondisi jalan dalam keadaan baik 2.22 2 Kondisi jalan a.0 67.00 Untuk meningkatkan pelayanan dibidang transportasi.31 79.00 2. Sedang 10. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Katingan Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Rusak 136.86 .

492 8.534 1.606 1. Tumbang Samba.461 Kwh.534 1.329 1. Kantor Pos yang ada di Kabupaten Katingan terdapat di Kecamatan Katingan Hilir.10.721 4.220 240 10.799 Sumber data : Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Katingan No Sarana 2006 1. Lapangan Udara Tumbang Samba berdiri tahun 1984 dan operasional tahun 1987 dengan panjang landasan pacu 650 Meter dan lebar 23 Meter. Prasarana Pelabuhan Laut yang ada di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan telah dibangun melalui dana APBN yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2003 dan telah diserahkan kepada daerah dengan status pelabuhan sungai. Pendahara dan Kereng Pangi dengan distribusi air 5 liter/detik dengan jumlah pelanggan 488 dengan kapasitas yang ada 54.10. Jumlah Kepala Keluarga yang Mendapat Pelayanan Air Bersih Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Kepala Keluarga 1. Tingkat pelayanan listrik di Kabupaten Katingan setiap tahun mengalami peningkatan khususnya dilihat dari jangkauan pelayanan.Profil Daerah Kecamatan Katingan Tengah (Tumbang Samba). Tabel 2. Prasarana komunikasi Kantor Pos merupakan salah satu prasarana tempat pelayanan komunikasi masyarakat.742 6. Sanaman Mantikei dan Pagatan.460 pelanggan dengan jumlah produkis listrik 7. Prasarana listrik dan air minum Fasilitas listrik di Kabupaten Katingan sudah dapat menjangkau semua kecamatan dan pengelolaannya dilakukan oleh PLN Cabang Palangka Raya dengan menggunakan listrik tenaga air dari Kalimantan Selatan dan PLTD Katingan Kuala.252 m³.721 4.492 8.742 6.606 1.846 1. Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN di Kabupaten Katingan Tahun 2002-2006 Jumlah KK/Tahun 2002 2003 2004 2005 1 Listrik 3. Meskipun demikian jangkauan II .804.577 Sumber data : Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Katingan No Pelayanan PLN 2006 10.799 Jumlah 1. Katingan Tengah.87 .329 1. b. Sampai Tahun 2006 terdapat 10.460 Pengelolaan air bersih dilakukan oleh PDAM Kasongan. di manfaatkan sebagai pelayanan perintis ke wilayah utara dengan pesawat tipe BN.462 2 PLTS 115 Jumlah 3. Tabel 2.846 c.6.7.

SMU 18 unit dan SMK 2 unit. Prasarana pendidikan Sarana pendidikan di Kabupaten tersedia mulai dari tingkat TK sampai SLTA. 2007 Sekolah Guru Negeri Swasta 6 108 1.561 Sumber: Kabupaten Katingan Dalam Angka. PT telkom mengupayakan fasilitas Ultraphone.265 1. SD 198 unit. S D 192 6 19.88 .677 2. SLTP 29 15 3. Pada tahun 2007 jumlah prasarana pendidikan sebanyak 341 unit dengan jenjang pendidikan dari TK sampai SLTA yang terdiri dari milik pemerintah maupun swasta.340 35 330 168 127 149 40 1.143 5. antara lain telepon seluler GSM Telkomsel (Simpati). Dalam menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan disetiap puskesmas di kecamatan ditunjang oleh adanya tenaga kesehatan. Satelindo(Mentari) dan XL.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pelayanan Kantor Pos Kasongan mampu menjangkau di 11 kecamatan di Kabupaten Katingan. Sarana Pendidikan di Kabupaten Katingan Tahun 2007 Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Negeri Swasta 1. Terdapat beberap penyedia sarana telepon selular di wilayah ini.469 1. dan Telepon CDMA Telkom (Flexi). T K 1 78 105 2. Fasilitas telepon juga telah tersedia di Kabupaten Katingan. Untuk menjangkau daerah pedesaan. SLTP 44 unit. Fasilitas telepon seluler juga telah menjangkau wilayah Kabaupaten Katingan. Tabel 2. Prasarana kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Seruyan yang ada adalah Rumah Sakit Daerah.467 murid.10. Jumlah murid yang sekolah mulai dari Tk sampai SLTA sebanyak 377. II . Sebagian besar (63%) masih berada pada jenjang pendidikan SD. ditambah Puskesmas Pembantu 52 unit serta didesa-desa ada Polindes dan Posyandu. d.8.159 3. dengan beberapa jenis kapasitas yang dimiliki dan digunakan tersebar di beberapa daerah serta fasilitas Cluster yang digunakan untuk melayani pelanggan yang lokasinya satu sama lainnya berdekatan. Jumlah sambungan telepon di Kabupaten Katingan berjumlah 454 kapasitas sentral dan 454 unit sambungan telepon.437 7. SMU 8 10 1. Pada Tahun 2006 jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Katingan terdiri dari 21 dokter umum.803 500 Jumlah Sekolah 79 198 44 18 2 341 e.345 4. Puskesmas saat ini berjumlah 13 unit tersebar disetiap kecamatan. dan dibantu oleh 97 tenaga perawat dan 61 tenaga bidan.598 2. SMK 2 237 Jumlah 230 111 24. Jumlah sarana pendidikan secara umum digambarkan sebagai berikut TK sebanyak 79 unit. 2 dokter gigi.

323 km2 dan Kecamatan Kahayan Kuala dengan luas 1.96 4 Maliku 413.564 km ).00 6 Jabiren Raya 1.801. Tabel 2.00 km2.00 6.1.155. Luas Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pulang Pisau 2007 Luas km2 Persentase 1 Kahayan Kuala 1.323.00 12. rawa-rawa II . : Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. KABUPATEN PULANG PISAU 2. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. : Laut Jawa.59 5 Kahayan Hilir 360.89 o o o 2 .00 42.Profil Daerah 2.25 3 Pandih Batu 535.997.85% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153. Kondisi Geografi dan Demografi a.11.11. sedangkan kecamatan yang luas daerahnya paling kecil adalah Kecamatan Kahayan Hilir dengan luas daerah 360 km . dan : Kabupaten Kapuas.801.70 8 Banama Tingang 626.00 8. 2 0 0 0 0 2 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan dengan luas setiap kecamatan adalah sebagaimana disajian pada Tabel berikut. dengan luas wilayah 8.14 4.70 7 Kahayan Tengah 783.96 Jumlah 8. Kabupaten Pulang Pisau dengan ibukota Pulang Pisau memiliki batas wilayah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah barat Sebelah timur : Kabupaten Gunung Mas.11.120 BT dan 10 . Topografi dan iklim Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari daerah perbukitan di bagian utara dengan ketinggian antara 50 – 100 m dari permukaan laut dengan elevasi 8 – 15 serta daerah pegunungan dengan elevasi 15 – 25 .00 100.86 5. b. diantara 110 .1. Bagian selatan terdiri dari pantai pesisir .00 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2008 No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan 10 8 16 14 9 8 14 15 94 Kabupaten Pulang Pisau meliputi 8 kecamatan.00 14. kemudian Kecamatan Jabiren Raya dengan luas 1.84 2 Sebangau Kuala 3.997 km (899.155 km2. Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Sebangau Kuala dengan luas 3.700 Ha) atau sekitar 5.0 LS.00 4. Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa.

5 km yang menghubungkan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya. dan Daerah pantai pesisir sepanjang 13.5OC. : 1.3000 mm setiap tahun.789 km2). Kawasan hutan terdiri dari kawasan hutan lindung (1. c.5OC sampai 27.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah dengan ketinggian antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi 0 – 8o serta dipengaruhi oleh air pasang surut.997 km2 terdiri dari kawasan hutan seluas 5. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Oktober-Desember serta Januari-Maret berkisar antara 2000 .095 km2 dan kawasan budidaya seluas 3. 2 2 2 2 2 2 2 . : 99 km . Kabupaten Pulang Pisau termasuk daerah beriklim tropis lembab. hutan bakau (280 km2) dan kawasan air hitam (65 km ). • • • Anjir Basarang sepanjang 24 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 7 km. Sungai Sebangau sepanjang 200 km. Lahan dan penggunaannya Wilayah Kabupaten Pulang Pisau seluas 8.902 km2.961 km2). : 753 km . rawa-rawa. Temperatur udara rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2006 berkisar antara 26. Anjir Kalampan sepanjang 14. Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau. dan : 16 km2.5OC dan temperatur minimum 22. Anjir/Terusan Raya sepanjang 18 km menjadi alur transportasi dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6 km. sedangkan temperatur maksimum mencapai 32.384 km . hutan gambut (2.4 km. Adapun luasan kawasan budidaya terdiri dari: • • • • • • • • II . : 46 km .9OC. Rata-rata kelembaban udara tiap bulan > 80% dengan rata –rata penyinaran matahari di atas 50%. dan dilintasi sungai yang termasuk dalam wilayah Pulang Pisau yaitu: • • • Sungai Kahayan sepanjang 600 km. : 492 km2.5 km dan yang masuk wilayah Pulang Pisau sepanjang 6. Bulan kering terjadi pada bulan Juni – September.90 Hutan produksi Hutan produksi tetap Pertanian ladang basah (sawah) Perkebunan dan peternakan Pemukiman perkotaan Pemukiman Transmigrasi Perairan dan sungai Jaringan jalan : 369 km . : 404 km .

081 7.2.323.2.40%) dihilir/bagian selatan.02% dan penduduk usia 65 tahun ke atas sebesar 2. Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 sebanyak 119.13% dan penduduk perempuan sebanyak 58.155.00 1. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 mencapai 68. atau sebanyak 82.708 58.396 11. Kabupaten Pulang Pisau dapat digolongkan ke dalam penduduk intermediate (dari ‘penduduk tua’ ke ‘penduduk muda’). Laju pertumbuhan penduduk tahun 2006 sampai 2007 sebesar 1.554 8 Banama Tingang 626.11.936 jiwa.401 11.5 jiwa per km.079 61.756 21.11.313 23.87%.Profil Daerah d.187 9.00 30.648 12.86 5.813 4. 19.134 7.21% di kecamatan kota dan 19.00 1.621 5 Kahayan Hilir 360.212 7 Kahayan Tengah 783. Kelompok Umur dan Persentase Penduduk di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Kelompok Umur Persentase 0 – 14 29.00 5.309 6 Jabiren Raya 1. Jumlah dan penyebaran penduduk Pulang Pisau menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.00 4. Bila dilihat distribusi penduduk berdasarkan usia.704 22.906 8.00 2.110 4 Maliku 413. Jumlah dan Sebaran Penduduk Kabupaten Pulang Pisau Menurut Kecamatan Tahun 2007 Luas Wilayah` Rumah (km2) Tangga Laki-laki 1 Kahayan Kuala 1. tingkat kepadatan penduduk rata-rata 13.869 3.580 3. dimana jumlah penduduk usia 0-14 tahun sebesar 29.39 Sumber: Kabupaten Pulang Pisau.147 Jumlah 8.692 11.855 119.39%.326 jiwa atau 51.594 10.801.783 10.936 Tabel 2.597 3.972 3.997.62% dan dengan jenis II .326 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.377 4.262 orang. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.610 Jumlah 19.787 4.91 .39% berdomisili di hulu di bagian utara Kabupaten Pulang Pisau.59% dari total penduduk. 2008 No Kecamatan Penduduk Perempuan 9. Jika dilihat dari distribusi penduduk. persebaran penduduk sebagian besar (61.14 6.59 65 + 2.071 4.610 jiwa atau 48.401 9.44%. Tabel 2.973 3 Pandih Batu 535. terdiri dari penduduk laki-laki 61.02 15 – 64 68.3. 2008 Jumlah penduduk bila dilihat menurut klasifikasi pekerjaan.11.400 2 Sebangau Kuala 3.00 2. yang terbanyak adalah penduduk yang bekerja sebagai petani/nelayan sebanyak 27.

Wilayah Pulang Pisau dengan lahan yang luas dan tersedianya hijauan memiliki yang besar untuk pengembangan peternakan. pemukiman.99%.75 Jumlah 119. dan 3. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kabupaten Pulang Pisau yang utama melihat dari luas wilayah 8.799 2. Pulang Pisau juga memiliki sumber daya mineral dan bahan galian golongan C dan golongan AB.074 27.92 . hutan gambut (2.11.2.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.12 4 Pens/Purnawirawan 459 0.62 8 Peg/Karyawan Swasta 2.37%) merupakan kawasan budidaya. perairan dan sungai dan jaringan jalan.095 km (56.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah pekerjaan lainnya 30.961 km ).22 10 Pekerjaan Lainnya 37.560 2.99 11 Belum/Tidak Bekerja 32.11.117 30. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.649 7.997 km 2 2 (899.789 km ). Adapun kawasan budidaya seluas 3.902 km terdiri dari hutan produksi dan hutan produksi tetap. Tabel 2. Kawasan hutan terbagi menjadi kawasan hutan lindung (1. Jumlah dan Persentase Penduduk Menurut Pekerjaan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jumlah Persentase Penduduk 1 PNS 2. lahan pertanian.79 2 TNI 42 0.04 3 Polri 149 0.61 7 Petani/Nelayan 33. 2008 No Jenis Pekerjaan 2.043 26.34 9 Buruh 8. Perincian jumlah penduduk menurut klasifikasi pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 2. Wilayah dataran rendah dan wilayah yang dekat pantai memiliki sumber daya alam yang cocok untuk kegiatan pertanian tanaman pangan.902 km (43. wilayah perairan berpotensi sebagai wilayah pengembangan sumber daya perikanan dan daerah pedalaman umumnya berpotensi sebagai daerah pengembangan perkebunan.75%.4.11.768 100.38 5 Wiraswasta 2. Kabupaten Pulang Pisau memiliki beragam potensi yang masih dapat 2 2 2 2 dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk. II . Sedangkan penduduk yang belum atau tidak bekerja sebanyak 26. kawasan mangrove/bakau (280 km ) dan kawasan air hitam (65 km ).144 1.4. perkebunan dan peternakan.700 ha) dengan penggunaan lahan 5.63%) 2 2 merupakan kawasan hutan.14 6 Pedagang 732 0.

3 11 Seruyan 70.9 sedikit meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 69.3 (Tabel 2. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP). Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.Profil Daerah Keaslian alamnya baik perairan dan hutan yang belum banyak terjamah menjadikan daerah ini memiliki potensi sebagai cagar alam dan budaya.9 70. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).9 71.5 71. hal ini mengindikasikan perlunya pembinaan SDM yang lebih ditingkatkan lagi untuk mengejar ketinggalan dari kabupaten lainnya dibidang pembangunan SDM.5 6 Kapuas 71. Nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah yang paling kecil.4 Peringkat Nasional 2005 2006 6 6 77 61 80 87 125 97 112 103 98 105 103 120 167 135 134 133 123 137 136 146 161 160 168 186 200 203 5 5 Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.1 73.4 72.9 12 Lamandau 70. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Peringkat Provinsi Kalimantan Tengah 2005 1 Palangka Raya 77.93 .8 3 Kotawaringin Timur 72.3 72. Tabel 2.9 72. nilai IPM Kabupaten Pulang Pisau adalah 69. b.4 70.6 Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 No Kab/Kota IPM 2006 77.9 73.6 71.0 10 Katingan 71.3 Kalimantan Tengah 71. indeks pendidikan yang dilihat darirata-rta lama sekolah II .2 71.4 69.6 8 Barito Timur 70. Namun bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Tengah.5 4 Barito Selatan 71.6 71.5.11. yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).3 5 Gunung Mas 71.8 7 Kotawaringin Barat 71.10.7 72.0 14 Pulang Pisau 69.2 13 Sukamara 70.1 9 Murung Raya 71. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator.0 2 Barito Utara 72. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah.5).

2 625. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu.35 Tidak/Belum Sekolah 20.92 D-III 722 0. Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.47 SLTA/Sederajat 13.36 Tidak Tamat SD 23.6.0 91.5 69. Ini berarti penduduk Pulang Pisau yang bekerja kebanyakan masih mengandalkan tenaga yang berakibat pada jenis pekerjaan yang digelutinya hanya berkisar pada pekerjaan yang tidak banyak membutuhkan keahlian. Tabel 2.00 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau.7.0 7.9 67.952 33.208 16.9 Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf.2 7.777 11.86% dan yang lulus SLTA sederajat 11.3 69.100 0.94 .60 D-I/D-II 1. sebagian besar berpendidikan maksimal setingkat SD/tidak tamat SD (51.768 100. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapaita penduduk.98%. serta penduduk yang memiliki pendidikan tamat S1 atau lebih persentasenya masih sedikit sekitar 0. Bila dilihat dari tingkat pendidikan penduduk Pulang Pisau.86 SD/Sederajat 39. Yang lulus SLTP sederajat 15.762 1.2 626.000 15.6 93. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita (Rp. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Jenis Pendidikan Jumlah Penduduk Persentase S-2/S-3 75 0.11.172 19.11.50 SLTP/Sederajat 19.11. Tabel 2.50%. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.87 Jumlah 119.000) IPM Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Pulang Pisau 2005 2006 66.06 Diploma IV/S1 1.6. 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 II .71%).

Prasarana transportasi Jalan dan jembatan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Kondisi Baik 115.39 693. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di kabupaten ini. Luas areal pelabuhan sekitar 58 Ha dan memiliki aral tambat sepanjang 90 meter dengan lebar 10 meter.8.75 693. II .05 119. Permukaan Aspal 115.05 167 167 B.8 518.09 km).05 119. Selain pembangunan badan jalan.582 m.Profil Daerah Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kabupaten Pulang Pisau adalah sektor pertanian.7 344 287. Berdasarkan statusnya terdiri atas jalan negara (119. jalan provinsi (167 km) dan jalan kabupaten (693.09 46. Panjang Jalan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007 Keadaan jalan Negara (km) 2006 2007 Status Jalan Provinsi (km) 2006 2007 Kabupaten (km) 2006 2007 35 95 466. 2008 Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki prasarana transportasi air berupa pelabuhan dan dermaga.34%. Tabel 2.5 342. 2. untuk memperlancar arus transportasi darat.05 119.11.3.05 86 97 Sedang 7 0 37 40 Rusak 0 0 44 30 Jumlah 122.05 167 167 Sumber: Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain.95%.25 693.05 55 68 Kerikil 4 0 67 74 Tanah 0 0 45 25 Jumlah 119. Infrastruktur a. Panjang jalan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 adalah 979.34 273.11. Pelabuhan antar pulau terdapat satu buah yang berada di Kota Pulang Pisau yaitu di perairan Alur Sei Kahayan. Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki jembatan dengan total panjang 6.05 119.09 77.75 61. Selain itu banyak penduduk yang bekerja sebagai buruh (7.09 A. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai lebih dari separuh tenaga kerja yang ada atau sekitar 54. Selain itu juga terdapat 11 buah dermaga yang sudah tersebar di setiap kecamatan untuk melayani angkutan sungai dan kapal perintis yang beroperasi sejak tahun 2003.54 127.95 . Penduduk yang bekerja sebagai PNS dan TNI/Polri sebanyak 1.75 596.14 km.05 km).22%) dan karyawan swasta 2.32%.

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

b. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di Pulang Pisau dipenuhi oleh PT. Perusahaan Listrik Negara Ranting Pulang Pisau. Sumber tenaga listrik dialirkan langsung dari jaringan interkoneksi PLTU/PLTA di Kalimantan Selatan melalui gardu induk di Kelurahan Kalawa. Pada tahun 2007 jumlah listrik yang tersambung memiliki daya sebanyak 11.390.700 VA atau meningkat 39% dibanding tahun 2006 sebanyak 8.410.400 VA. Jumlah pengguna fasiltas listrik selama tahun 2007 tercatat sebanyak 16.844 pelanggan atau meningkat dianding tahun 2006 sebanyak 12.105 pelanggan. Kelompok pelanggan terbesar adalah rumah tangga. Sumber pengolahan air bersih di Kabupaten Pulang Pisau bersumber dari sungai dan air tanah yang diolah dan dikelola oleh 2 unit pensuplai air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Pulang Pisau. Kapasitas produksi air bersih pada kedua unit pengolahan tersebut sebanyak 28 liter/detik. Jumlah air bersih yang disalurkan pada tahun 2007 sebanyak 311.467 m dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.477 pelanggan. Jumlah pelanggan terbanyak adalah rumah tempat tinggal mencapai 1.371 pelanggan, serta perusahaan dan pertokoan 25, instansi pemerintah 53, sarana umum 13 dan badan sosial dan rumahsakit 15 pelanggan. c. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kabupaten Pulang Pisau, seperti kantor pos dan jaringan telepon. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya memberi jasa pelayanan surat menyurat, paket barang, pengiriman uang, dan keagenan untuk cek, giro, tabanas dan pembayaran. Di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 6 buah kantor pos yang tersebar di enam kecamatan kecuali di Kecamatan Kahayan Tengah, Jabiren Raya dan Sebangau Kuala yang dilayani melalui pos keliling dan rumah pos. Untuk mendukung pelayanan jasa pos juga telah tersedia bis surat di setiap kecamatan. Pelayanan jasa telekomunikasi di wilayah Pulang Pisau saat ini disediakan oleh beberapa operator layanan yaitu PT Telkom dengan layanan jaringan telepon rumah dan GSM, PT Indosat, PT Telkomsel dan PT Excelcomindo dengan layanan GSM. telekomunikasi telah sampai hampir ke semua kecamatan dengan baik. Layanan
3

d. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. Sekolah TK di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 64 unit yang tersebar di 8 kecamatan. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 203 unit. Tingkat II - 96

Profil Daerah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 41 unit SMP terdiri 31 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat 18 unit SMA. Tabel 2.11.9. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah Sekolah Murid Negeri Swasta Total 1. T K 64 64 1445 2. S D 176 27 203 18136 3. SLTP 31 10 41 6900 4. SMU 8 10 18 4810 Jumlah 215 111 326 31291 Sumber : Selayang Pandang Kabupaten Pulang Pisau, 2008 Sekolah Guru 19 1434 280 175 1908

e. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau terdapat 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada tingkat kecamatan tersedia 9 puskesmas di seluruh kecamatan. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas dengan fasilitas rawat inap 5 unit, puskesmas rawat jalan 4 unit, dan puskesmas pembantu 63 unit, serta57 unit polindes. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau terdiri dari 1 dokter spesialis, 3 orang dokter umum, 8 dokter gigi, serta bidan 8 orang dan 137 perawat (Tabel 2.11.10.). Tabel 2.11.10. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2007
Jumlah (unit) 1 Rumah Sakit 1 2 Puskesmas 9 3 Puskesmas Pembantu 63 4 Polindes 57 5 Posyandu 157 6 Pos Obat Desa 30 7 Dokter Spesialis Bedah 1 8 Dokter Umum 3 9 Dokter Gigi 8 10 Bidan 8 11 Perawat 137 12 Laboatorium 4 13 Gudang Farmasi 1 14 Apotik 1 Sumber : BPS Kabupaten Pulang Pisau Dalam Angka No Jenis Fasilitas/Pelayanan

2.12. KABUPATEN GUNUNG MAS Perkembangan suatu daerah ditentukan oleh aktivitas ekonomi dan berbagai kebijakan skala mikro maupun skala makro daerah yang bersangkutan. Dengan kata lain, perkembangan II - 97

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

suatu daerah pada dasarnya ditentukan oleh sisi permintaan (demand side) dan sisi penyediaan (supply side) dan juga dari kinerja investasi. Perkembangan Kabupaten Gunung Mas sebagai sebuah kabupaten baru tampaknya masih jauh dari pembagian kerja yang menghendaki terdapatnya kelompok masyarakat yang berkerja (berproduksi) untuk kepentingan ekspor, sementara kelompok lain menghasilkan kebutuhan masyarakat Gunung Mas sendiri. Kondisi obyektif/kenyataannya, hanya sebagian kecil kebutuhan bahan pokok sehari-hari masyarakat Gunung Mas yang dapat dipenuhi oleh produksi daerah sendiri. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan pasokan (supply) yang dipengaruhi oleh lingkungan, struktur ketenagakerjaan, budaya pungut dan infrastruktur yang ada di Gunung Mas.

2.12.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi, Kabupaten Gunung Mas terletak di daerah khatulistiwa, diantara 110
0

- 1200 BT dan 100 - 00 LS, dengan luas wilayah 10.804 km2 (1.080.400 ha) atau

sekitar 7,04% dari total luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (153.564 km2). Kabupaten Gunung Mas dengan ibukota di Kuala Kurun memiliki batas wilayah sebagai berikut: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Provinsi Kalimantan Barat. : Pulang Pisau; : Kabupaten Kapuas; : Kabupaten Kasongan; dan

Secara administratif Kabupaten Gunung Mas memiliki 11 kecamatan dengan 12 kelurahan dan 113 desa, dengan luas setiap kecamatan adalah sebagai berikut. Tabel 2.12.1. Luas Daerah Manurut Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2007
km2 1 Manuhing 1.113 2 Manuhing Raya 601 3 Rungan 1.025 4 Rungan Hulu 791 5 Sepang 397 6 Mihing Raya 343 7 Kurun 842 8 Tewah 1.136 9 Kahayan Hulu Utara 1.589 10 Damang Batu 1.425 11 Miri Manasa 1.542 Jumlah 10.804 Sumber : Gunung Mas Dalam Angka, BPS. 2008 No Kecamatan Luas Persentase 10,3 5,6 9,5 7,3 3,7 3,2 7,8 10,5 14,7 13,2 14,3 100,0 Jumlah Desa/Kelurahan 12 6 21 11 7 6 15 16 12 8 11 125

II - 98

rawa-rawa dan ada tiga jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas. dan • Daerah selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang berpotensi mengalami banjir cukup besar pada musim-musim hujan.99 . Sungai Miri (anak Sungai Kahayan).75 km. Rungan dan Manuhing. sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Kabupaten Gunung Mas pada umumnya termasuk beriklim tropis dan lembab dengan temperatur antara 21°C-23°C dan maksimal mencapai 36°C. Sungai Kahayan dengan panjang ± 600. yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7-9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan) kurang dari 2 bulan. Wilayah Kabupatan Gunung Mas dilintangi oleh 3 sungai yaitu Sungai Kahayan. Kemudian pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah alluvial yang berasal dari endapan sungai dengan jenis tanah Alluvial Hydromorfik Kelabu. tersebar dan dapat dijumpai di beberapa sungai/anak sungai di wilayah Gunung Mas yaitu Sungai Kahayan. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gunung Mas terdiri atas beberapa jenis tanah yaitu Podsolik Merah Kuning. Hydromorfik Kelabu.Profil Daerah b. dan Sungai Miri. Gley Humus dan Komplek Regosol Podsolik. Sungai Rungan dengan panjang ± 86. hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terendah pada bulan Agustus dengan rata-rata 0.25 km.00 km. Tahun 2004. selain itu juga daerah Kabupaten Gunung Mas memiliki perairan yang meliputi danau. jenis tanah yang dominan adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang tersebar di bagian utara wilayah Gunung Mas dengan ketebalan 110 cm. Ada empat jalur sungai yang berada/masuk wilayah Kabupaten Gunung Mas yaitu: • • • • Sungai Manuhing dengan panjang ± 28.03 mm dan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 36. disamping itu sebagai pemukiman penduduk masih berada di daerah pinggir sungai. serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15°-25°. Alluvial.1 mm. II . Sungai Rungan dan Sungai Manuhing (anak Sungai Rungan). dan anak-anak sungai lainnya yang berfungsi sebagai penunjang alternatif transportasi darat untuk angkutan barang maupun penumpang. Intensitas penyinaran matahari selalu tinggi dan sumber daya air yang cukup banyak. Pentingnya peranan sungai ini disebabkan oleh terbatasnya/terganggunya prasarana perhubungan darat. Topografi dan iklim Keadaan topografis Kabupaten Gunung Mas terdiri dari: • Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500m dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan 8°-15°. Klimatologi wilayah Kabupaten Gunung Mas berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975) termasuk tipe iklim B1. Alluvial Hydromorfik.

Demografi Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas pada tahun 2007 sebanyak 92.024 39.254 39.107 9.9%).456 76.2). Laju pertumbuhan penduduk selama kurun waktu tahun 1998 sampai 2007 sebesar 3.637 3. terdiri dari penduduk laki-laki 48. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas Tahun 1998-2007 Tahun 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004*) 2005*) 2006*) 2007*) Kecamatan Laki-laki 34.819 76.231 39.357 Miri Manasa 1.562 81.3).10.195 80.766 Rasio Jenis Kelamin 110 110 108 113 111 111 110 107 112 112 105 110 Manuhing 3. Tewah (17.478 6.836 37.12.505 jiwa atau 52.690 Sepang 2.028 92.108 1.933 86.2.740 Jumlah 48.143 Rungan Hulu 3.668 Tewah 8.505 Sumber: Gunung Mas Dalam Angka 2008 II .668 7.12.083 40.730 Rungan 7.655 44.067 76.12.513 39. maka persebaran penduduk Gunun mas terkonsentrasi pada Kecamatan Kurun (21.482 38. Tabel 2.851 2.31% pertahun dengan tingkat rasio jenis kelamain 110 (Tabel 2.197 41.217 39.279 Mihing Raya 2.065 Manuhing Raya 2.781 2.432 37.671 3. Seiring denga persebaran penduduk tersebut.304 Damang Batu 2.261 jiwa atau 47.736 45.713 42.100 .505 Laki-laki Perempuan 37.255 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah c.29% dan penduduk perempuan sebanyak 44.261 Perempuan 2.9%). Jika dilihat dari distribusi penduduk.594 41.848 80.261 Jumlah 71.025 44.049 42. maka tingkat kepadatan penduduk juga lebih rapat pada ketiga wilayah tersebut (Tabel 2.329 Kurun .200 Kahayan Hulu Utara 4.766 jiwa.050 2.71%.1%) dan Rungan (14.004 42.087 83.003 48.602 36.

Rencana pemanfaatan ruang di Kabupaten Gunung Mas berdasarkan RTRW Kabupaten Gunung Mas 2005-2015 yaitu: 1) Kawasan Hutan Produksi. 17. dan 5) Pemukiman dan Penggunaan lain. danau dan rawa.589 1.780 Rungan Hulu 6.945 Sepang 4. 164.871 Kahayan Hulu Utara 8. kawasan pemukiman.804 Kepadatan Penduduk 5.080. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian tahun 2003 (BPS Provinsi Kalimantan Tengah).51 ha lahan bukan untuk pertanian (bangunan.2. 3) Kawasan Hutan Lindung (HL).395 Jumlah 92.33%. 354.78 10.97 5. Jumlah Penduduk Luas Daerah (km2) 1. pekarangan. ladang.846 Manuhing Raya 5. kebun).13 2.98%.9 12.25 8.72%. 11. 7. 6. kawasan pemukiman dan untuk rencana pengembangan produksi serta pengunaan lainnya.11.95 ha. Sumber daya alam Luas wilayah Kabupaten Gunung Mas adalah 10. Berdasarkan hasil survai “Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas” yang dilaksanakan Pemerintah II .67 13. sawah) seluas 2. 8.436 Kurun 20. Persebaran Penduduk di Kabupaten Gunung Mas Menurut Kecamatan Tahun 2007 Kecamatan 1. laha tidur dan lahan lain-lain) seluas 0.766 Sumber. sungai. Wilayah Gunung Mas terdiri atas: kawasan hutan produksi (tetap dan terbatas).59 Manuhing 5. 2) Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).360. 122.329 Mihing Raya 4.44 8.63 ha. 32. 4) Kawasan Pengembangan Produksi (KPP). ladang.54 ha. serta daerah pertanian (sawah.465 Miri Manasa 3.13 3.44 ha. 226.434. Dilihat dari pemanfaatannya.113 601 1. 5. kawasan hutan lindung.15 13.3. Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara.136 1. 3.637 ha. ratarata luas penguasaan lahan per keluarga pertanian di Gunung Mas adalah sebesar 2.336 Tewah 15.Profil Daerah Tabel 2.12. 4. 2.542 10. yang terdiri atas lahan untuk pertanian (kebun.061. 191.93 24.71%.155 Damang Batu 4.400 ha yang sebagian besar merupakan dataran tinggi yang sangat potensial untuk daerah perkebunan.2 8.402. Khusus untuk kawasan rencana pengembangan produksi dan penggunaan lainnya tersedia kawasan lebih dari 50% dari luas wilayah. 11. Gunung Mas Dalam Angka 2008 2.208 Rungan 13.025 791 397 343 842 1. 9. 10.425 1.101 2 . Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.804 km atau 1. 20. 15.37 ha.22%.16 ha.

Tahun 2006 1 2 3 4 5 6 No Kecamatan Kebun 4.47 Rungan dan Rungan Hulu 3.4 Penguasaan Lahan Pertanian Oleh Petani di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006 Jumlah Manuhing dan Manuhing Raya 4. lebih baik dari tahun sebelumnya pada posisi 112. atau secara rata-rata penduduk Gunung Mas sudah tamat SD namun masih banyak yang belum tamat SLTP.7 tahun yang berarti secara rata-rata masih dibawah angka wajib belajar 9 tahun.4 ha dengan seperti tabel berikut. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas adalah 72.32 0. II . hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini sudah baik dan perlu lebih ditingkatkan.23 2. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 103.5).23 Batu dan Miri Manasa Rata-rata 2. Rata-rata lama sekolah 8.97 2.04 3.54 Tewah 2. Tabel 2.85 Kahayan Hulu Utara.15.5 (Tabel 2.20 0.04 1.80 0. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk.03 0.37 0.102 .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2006. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006.12.00 0.40 Sumber : Laporan Akhir.19 0. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.09 0.08 0.3 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.08 1.00 b. Damang 2.03 Jenis Lahan (Ha) Ladang Sawah 0.12. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduknya dan angka melek huruf.49 0.26 Kurun 2. Pemerintan Kabupaten Gunung Mas dan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.48 3.87 0.71 Sepang dan Mihing Raya 4.40 3. Bila dibandingkan indikator pendidikan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah dari tahun 2005 – 2006 sedikit meningkat. diperoleh informasi bahwa rata-rata luas lahan yang dikuasai dan diusahakan untuk pertanian adalah 3. Master Plan Agribisnis di Kabupaten Gunung Mas. nilai IPM Kabupaten Gunung Mas relatif lebih baik yaitu berada pada posisi ke 5 (lima) diantara 14 kabupaten/kota.12.00 0.

49% merupakan jalan kabupaten.00 jalan Kabupaten 33. Prasarana transportasi Prasarana transportasi yang terdapat di Kabupaten Gunung mas terdiri dari sungai.33% jalan provinsi dan 60.3 71.0 8. 19.72 575. Sungai Rungan. Diharapkan dalam waktu 1 – 2 tahun kedepan akses jalur transportasi darat antara Palangka Raya dan Kuala Kurun sudah dalam kondisi baik. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Gunung Mas Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp. Jalur utama transportasi sungai adalah Sungai Kahayan.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kabupaten Gunung Mas 2005 67.17 Jalan Provinsi 10.4 72.70 0.6 5 2.00 64.00 78.4% dalam kondisi baik serta 46.00 184. Perkerasan c. darat dan udara. Sedangkan kondisi jalan yang rusak dan rusak berat mencapai 47. Berdasarkan kondisinya maka hanya 6.3 621.3 622. Infrastruktur a. Aspal b.00 16. Jenis Permukaan a. prasarana transportasi darat di Gunung Mas mencakup jalan sepanjang 952 km yang terdiri dari 20. Tanah Jumlah Jalan Negara 16.Profil Daerah Tabel 2. Meskipun telah terdapat prasarana transportasi darat dan udara.92 II .40 109.50 81. Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan dan Kondisi Jalan di Gunung Mas Tahun 2007 Keadaan Jalan I.16. Sebagian besar kondisi jalan rusak dan rusak berat berada pada jalur antara Palangka Raya ke Kuala Kurun yang saat ini masih dalam proses pembangunan.5 112 5 2006 67. tapi prasarana transportasi utama masih mengandalkan sungai dengan menggunakan jenis perahu klotok dan speed boat.4 8. Sampai dengan tahun 2007.3. Kerikil/Sirtu d.12.5 dalam kondisi sedang.67 192.60 0.12.4 98.18% jalan negara.5.1%.12.7 99.50 489.00 52. Sungai Miri dan Sungai Manuhing.103 . Tabel 2.3 103 2.

34 79. Rusak 8. Tahun 2007 ini. Untuk Sarana komunikasi melalui fasilitas telepon. Sedang 163. Prasarana komunikasi Salah satu sarana komunikasi yang dimanfaatkan masyarakat Gunung Mas adalah Pos.115º Bujur Timur dan 1º2’ Lintang Utara .08% dibandingkan tahun 2006 yang tercatat sebanyak 1. Kondisi Geografi dan Demografi a. 333 juta dan Rp. Jumlah kantor pos di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 3 kantor.00 70.00 Sumber : Gunung mas Dalam Angka. Kemampuan PLN wiayah Gunung Mas untuk memproduksi listrik sebesar itu didukung dengan 22 unit mesin diesel. Prasarana listrik dan air minum Dari 11 kecamatan yang ada di wilayah Gunung mas.10 c. Baik 16. maka di setiap kecamatan sejak tahun 2004 terdapat pelayanan jasa telepon seluler (Telkomsel dan Satelindo) disamping sarana komunikasi utama yang dikelola oleh PT Telekomunikasi Indoneia (Telkom).2º5’ Lintang Selatan.00 d.92 II.579 pelanggan. Jumlah wesel pos yang diterima dan terkirim sebesar Rp.33 24. Rusak Berat 4. 2008 b.20 575.20 211.150 pelanggan.381.70 200.596 pelanggan dengan kebutuhan total air minum sebanyak 312. Secara astronomis Kabupaten ini terletak pada posisi 114º . BPS. 2. Jumlah pelanggan yang terdaftar pada tahun 2007 mengalami peningkatan 1. Secara administratif.834 km² (atau 2.977 Kwh kepada 4. 2.999 juta dan seluruhnya masih dari dalam negeri. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Barito Timur memiliki luas 3.13.82 130. Kabupaten Barito Timur ini memiliki batas wilayah sebagai berikut : II . Kondisi Jalan a.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Keadaan Jalan Jalan Negara Jalan Provinsi jalan Kabupaten 33.1. jumlah pelanggan air PDAM pada tahun 2007 sebanyak 1. jumlah produksi listrik di wilayah Gunung Mas mencapai 5. terdapat 5 kecamatan yang belum memiliki unit PLN.104 .707 m3.13. Berdasarkan data PDAM Kabupaten Gunung Mas. c.50 10.564 km²) dibentuk berdasarkan Undang Undang Nomor 5 tahun 2002.037 Kwh dengan jumlah yang dijual sebesar 5.60 b.761.17 184.30 Jumlah 192. yang terdapat di Kecamatan Sepang. KABUPATEN BARITO TMUR 2.50% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah : 153. Kurun dan Tewah.

11 Tahun 2006 ada dua kecamatan yang dimekarkan yaitu Kecamatan Dusun Tengah dimekarkan menjadi tiga kecamatan yaitu Dusun Tengah.532 km2 terdiri dari 17 desa dan 1 kelurahan. sedangkan pada bagian barat dan selatan terdiri atas daerah (rawa). Pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito timur No. (31. dan Tanah lainnya seluas 104.rawa seluas 122. (27. (38.28%). 14 Tahun 2007 tentang pembentukan desa di Kabupaten Barito Timur menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan 102 desa dan 3 kelurahan. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan fisiografi wilayah Kabupaten Barito Timur dapat digolongkan 4 (empat) bagian utama sebagai berikut : • • • • Hutan belantara seluas 146. dan Paku. pada bagian utara dan timur sebagian besar berada di wilayah daratan dengan tingkat ketinggian antara 0 .467 Ha.73%). Sementara itu untuk jenis dan penamaan tanah dilakukan menurut sistem Soil Taxanomy (USDA. dan : 258 km terdiri dari 5 desa dan 1 kelurahan.50 meter diatas permukaan laut (dpl) dan tingkat kemiringan antara 0 . b. : Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan.105 . dan : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. (2. terbagi atas 6 (enam) wilayah kecamatan serta 68 desa/kelurahan (terinci 65 desa dan 3 kelurahan) dengan rincian sebagai berikut: 1) Dusun Tengah 2) Pematang Karau 3) Awang 4) Patangkep Tutui 5) Dusun Timur 6) Benua Lima : 1.400 Ha. Satuan wilayah administrasi Kabupaten Barito Timur pada awal pemekaran. : 203 km2 terdiri dari 8 desa. Topografi dan iklim Kondisi fisik wilayah (fisiografi) Kabupaten Barito Timur. : 1. 2 2 Pada tahun 2006 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur No.007 km terdiri dari 18 desa dan 1 kelurahan. Sungai/ danau / genangan air seluas 10.8%. Rawa. : 579 km2 terdiri dari 10 desa. : 225 km2 terdiri dari 7 desa.82%). serta Kecamatan Dusun Timur dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Dusun Timur dan Paju Epat.Profil Daerah • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah.17%).011 Ha.765 Ha. 1990) pada tingkat ordo tanah. Raren Batuah. Berdasarkan peta tanah tinjau skala II .

Wilayah daratan terdiri dari kawasan hutan produksi.000 (Puslitanak. Lahan dan penggunaannya Total luasan Kabupaten Barito Timur seluas 3.000 (RePPPort. Alfisol. Rata-rata curah hujan per tahunnya relatif tinggi. yaitu Kota Ampah (Ibukota Kecamatan Dusun Tengah) yang merupakan pusat utama kegiatan perekonomian untuk Kabupaten Barito TImur dengan tingkat kepadatan paling tinggi mencapai 33 jiwa/km² diikuti oleh kecamatan Dusun Timur dengan Ibukota Tamiang Layang yang sekaligus Ibukota Kabupaten Barito Timur dengan tingkat Kepadatan Penduduk 10 jiwa/km². 1985) di Kalimantan Tengah terdapat 8 (delapan) ordo tahnah yang tersebar pada wilayah kabupaten/ kota yaitu terdiri dari Histosol.106 . alfisol.73%). dan Kaharingan. terutama tanah ordo ultisol. dengan tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Timur masih tergolong tidak padat yaitu baru mencapai 19 jiwa/km² dengan pertumbuhan penduduk rata. Inceptisol. dan Spodosol.834 km² yang berada pada ketinggian 0 – 50 m dpl terdiri dari kawasan sebagai berikut Hutan belantara seluas 146. (27. Secara umum masyarakat Barito Timur dikenal agamis dengan kerukunan dan toleransi beragama cukup tinggi. Oxisol.rata 2%. kawasan konservasi. kawasan pengembangan khusunya untuk pengembangan sektor pertanian.67 mm.765 ha.382 laki-laki dan 39. (38. Demografi Jumlah penduduk menurut hasil registrasi Badan Kependudukan. dan Tanah lainnya seluas 104. II . Tipe iklim Kabupaten Barito Timur adalah tropis dan relatif panas. berjumlah 81. Sungai/danau/genangan air seluas 10.400 ha. Islam.218 jiwa terdiri atas 41. dan mollisol pada lahan kering sebagian besar telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan (ladang) dan perkebunan (terutama kebun Karet dan Rotan).Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah 1 : 1. perkebunan.82%).rawa seluas 122.836 wanita. dimana pada siang hari suhu mencapai 34ºC.467 ha. oxisol. (31.011 ha.17%).000. (2. Untuk wilayah Kabupaten Barito Timur yang sebagian besar berada pada wilayah daratan dan perbukitan dengan tanah mineral. 2000) dan peta Land System dan Land Suitability skala 1 : 250. Bila diamati menurut kecamatan terdapat perbedaan kepadatan penduduk yang cukup berarti. Ultisol. Rawa.28%). Katolik. Mollisol. Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur pada tahun 2005. serta kawasan pemukiman dan pembangunan perkotaan. Entisol. c. d. Agama yang dianut mayoritas di Kabupaten Barito Timur antara lain : Kristen Protestan. dan peternakan. yaitu mencapai 197.

kanal dan jalan darat merupakan sarana yang memudahkan aksesibilitas maupun distribusi hasil produksi. Pengembangan ternak besar dilakukan denganc ara penggemukan dan pembibitan. Salah satu sumber daya penting yang dimiliki adalah adanya sumber daya lahan pertanian baik lahan pasang surut. Wilayah Barito Timur merupakan areal hutan rawa gambut seluas 60. Tiap tahun rata-rata menghasilkan 20. Salah satu komoditas perkebunan yang 3 prospektif dikembangkan adalah kelapa sawit.1 (Tabel 2. Ketersediaan sungai besar. Sumber daya alam Kabupaten Barito Timur memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk Kesejahteraan bersama. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.000 m kayu galam dengan berbagai ukuran. Selain itu terdapat potensi kelautan seperti di Kecamatan Tabunganen dengan kawasasn perairan pantai/laut seluas 20. Potensi ternak yang dapat dikembangkan berupa ternak besar. Ukuran yang digunakan dalam menilai IPM adalah meliputi indeks kesehatan yang dilihat dari angka harapan hidup.Profil Daerah 2. hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah ini masih perlu lebih baik.000 ha.107 . kecil dan unggas. Sumber daya perikanan potensial yang dimiliki antara lain kondisi geografis sebagian besar wilayah Barito Timur yang dikelilingi oleh sungai. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006. tegalan dan juga tersedia lahan sawah fungsional. indeks pendidikan yang dilihat dari rata-rata lama sekolah II . nilai IPM Kabupaten Barito Timur tergolong sedang berada pada posisi ke 8 (delapan) diantara 14 kabupaten/kota. Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se-Provinsi Kalimantan Tengah. dan lahan produktif di beberapa lokasi transmigrasi.6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 70.2. b.1).315 ha. anak sungai.13.900 km2 dan lahan budidaya air payau (tambak) seluas 3. Pada sektor peternakan potensi yang dimiliki meliputi potensi dan daya dukung pengembangan bidang peternakan berupa lahan potensial ± 60 ha dengan dukungan padang rumput dan lahan penggembalaan pemeliharaan seluas 62.13.000 ha dengan dominasi hutan galam.600 ekor sapi bali. Potensi sumber daya alam bidang perkebunan meliputi potensi lahan rawa gambut yang dapat dimanfaatkan sebagai usaha perkebunan seluas 112.127 ha yang mampu menampung sekitar 170. Peringkat secara nasional berada pada posisi ke 135 meningkat dibanding tahun 2005 yang berada pada posisi 167. nilai IPM Kabupaten Barito Timur adalah 71.

000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Timur 2005 2006 67.4 94. Tabel 2.1 167 12 620. ditempuh strategi dan kebijakan antara lain: • • • • Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan. program kesehatan Kabupaten Barito Timur menetapkan visi.” Untuk mewujudkan visi tersebut. Dengan mengacu pada visi dan misi Indonesia Sehat dan Kalimantan Tengah tahun 2010.1. Peningkatan mutu pendidikan. Pembangunan • • • • kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.1 70. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. S-1 dan Program Pascasarjana. serta indeks daya beli yang dilihat dari pengeluran riil per kapita penduduk. kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Barito Timur Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2. peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3.108 . “Kabupaten Barito II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah penduduknya dan angka melek huruf.2 71. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Barito Timur Tahun 2005 – 2006 IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.07 8 Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan.13.6 8. yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat.3 617.6 135 5. Peningkatan relevansi pendidikan.6 7.5 67.6 97.13. Visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Bartim adalah: “Terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. dan Peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan. dan peningkatan produktivitas kerja. penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan. Indikatornya antara lain: peningkatan usia harapan hidup. ketrampilan dan kesehatan.1.

pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal seperti: Terminal Kota Tamiang Layang. serta tersedia Dermaga yang tersebar di beberapa kecamatan.5 km. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito timur tahun 2006. Prasarana listrik dan air minum Dari 194 desa dan 6 kelurahan di kabupaten ini pada tahun 2004 telah terjangkau jaringan listrik 185 desa dan 5 kelurahan dengan total pengguna sebanyak 40.6 km. bus air dan motor boat. 2.3. dan Terminal Tabukan.90 km.707 II .. jalan tanah sepanjang 248.70 km.011. maka sebagian besar jalan yang sudah di aspal yaitu sepanjang 321. dan Mendorong kemandirian masyarakat kecamatan untuk hidup sehat. Jika ditinjau dari kondisinya. Terminal Anjir Pasar.52 km.13. maka panjang jalan dengan kondisi baik 317. Infrastruktur a.4 km. sedangkan transportasi sungai berupa klotok. dan jalan kerikil sepanjang 127. Jika dilihat dari kondisi permukaan jalan.5 km. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu. dan kondisi rusak berat 266. Misi program pembangunan kesehatan yang dilakukan antara lain: • • • • Menggerakkan pembangunan wilayah kecamatan yang berwawasan kesehatan.088 unit/rumah atau meningkat 18.Profil Daerah Timur Sehat Tahun 2008”. Jalan Provinsi sepanjang 182. Transportasi darat berupa mobil angkutan.6 km. panjang jalan darat di wilayah Kabupaten Barito Timur tercatat 1. speed boat. Menurut data tahun 2003. guna memperlancar arus transportasi. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.9 km. keluarga. b. Terminal Handil Bakti. dan Jalan Kabupaten sepanjang 856. dan Jalan Kabupaten sepanjang 707 km. Jalan Negara sepanjang 103. Prasarana transportasi Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perdagangan dan mengalirnya arus barang dan jasa.93% dibandingkan tahun 2003 sejumlah 33. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Bartim. masyarakat dan lingkungan. yang terbagi atas Jalan Negara sepanjang 121. Transportasi di Barito Timur terdiri dari transportasi darat dan sungai. merata dan terjangkau. Peningkatan kondisi ruas jalan di Kabupaten Barito Timur terus diupayakan. kondisi sedang 40 km.1 km.109 . Jalan Provinsi sepanjang 105.3 km.

d.Barito Timur 2007 II . Sebelumnya.13.880 275 4 SLTA/MA 10 1.5% dibandingkan angka tahun 2002 (2.675 1. Guru. Jumlah Sekolah. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel. 2005 Jenjang Pendidikan e. maka pemerintah Kab Barito Timur merehab 18 sekoilah yang terletak di beberapa desa. dan Puskesmas Pembantu 41 buah.555 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barito Timur. Sarana dan prasarana kesehatan lainnya tersebar di seluruh kecamatan seperti Puskesmas 6 buah.3. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat). Prasarana kesehatan Kabupaten Bartim memiliki fasilitas rumah sakit.826 164 5 SMK 2 240 49 Jumlah 205 15. Tabel 2. Perkembangan sarana pendidikan di Kabupaten Bartim adalah sebagai berikut.13. yaitu RSUD Tamiang Layang tipe D plus yang akan dikembangkan menjadi tipe C. c. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dan Lain-lain. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Barito Timur tahun 2002 No. berikut instalasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Handil Bakti di wilayah selatan. dan Murid Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kabupaten Barito Timur No Jumlah Jumlah Jumlah Sekolah Murid Guru 1 Taman Kanak-Kanak 23 491 42 2 Sekolah Dasar 147 10. 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kesehatan Dokter Jumlah 14 66 115 1 16 54 266 Keterangan 9 Dokter Umum 5 Dokter Gigi Bidan Pengatur Rawat Apoteker/Ass Apoteker SPKU/Pembantu Perawat Tenaga Teknis Jumlah Sumber: Kab. Puskesmas Perawatan 1 buah.2. meningkat 11.110 . Tabel 2.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah unit/rumah.238 1.598 unit). Fasilatas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan di seluruh kecamatan. Prasarana pendidikan Pendidikan hal yang mendasar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menyikapi luasnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.025 3 SLTP/MIS 23 2.507 unit. Sementara sambungan PDAM pada tahun 2004 telah mencapai 4.

5 tahun 2002 yang meliputi 5 (lima) kecamatan. Bank dan Asuransi Di Kabupaten Bartim beroperasi tiga bank.700 km . yaitu: BPD Cabang Tamiang Layang. (7) Uut Murung. Baru pada tanggal 2 Juli 2002 ditetapkan sebagai Kabupaten Murung Raya dengan UU No.Profil Daerah f. yaitu: (1) Murung.4 miliar dan tahun 2004 sepanjang 620 km dengan biaya Rp. 25. yaitu: Murung. dan (10) Barito Tuhup Raya. BRI Cabang Tamiang Layang. Letak geografi dan luas wilayah Kabupaten Murung Raya (Murung Raya) merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Tengah dengan ibukota Puruk Cahu. berdasarkan Perda No. (5) Sumber Barito.14.14. 2. Luas wilayah mencapai 23. Permata Intan.7 miliar. O O 2 O O 2 II . Irigasi Untuk mendukung pengembangan pertanian. Laung Tuhup. dan : Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas. dan 115 desa. Kondisi Geografi dan Demografi a. g. 9 kelurahan. : Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur) dan Barito Utara. (4) Permata Intan.1.000 km. 6. (9) Sungai Babuat.65 km dengan total biaya Rp. serta terdapat satu unit Asuransi Jiwasraya. dan Sumber Barito. BNI 46 Cabang Tamiang Layang. Tanah Siang. Total panjang saluran irigasi yang dimiliki saat ini adalah 4. sekunder dan tersier) pada tahun 2003 sepanjang 844.111 . Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kabupaten Barito Utara dan Kapuas. (2) Tanah Siang.700 km dengan posisi geografis 0 53’48” – 0 46’06” LU dan 113 20’ – 115 55’ BT. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Murung Raya adalah: • • • • Sebelah utara : Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Kutai Barat (Kalimantan Timur). Luas Wilayah Murung raya seluas 23. 3 tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah sehingga terbentuk 10 kecamatan. (3) Laung Tuhup. KABUPATEN MURUNG RAYA 2. (8) Seribu Riam. pemerintah Kabupaten Bartim telah melakukan pemeliharaan/normalisasi irigasi/tabat (saluran drainase primer. Sejak tahun 2007. (6) Tanah Siang Selatan. terdiri dari 10 kecamatan. Sebelumnya. daerah ini merupakan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Barito Utara Wilayah Murung Raya.

75 km) dan Sungai Busang (75. Kabupaten Murung Raya termasuk daerah beriklim tropis yang lembab dan panas. meskipun demikian penggunaan lahan di Kabupaten ini antara lian diperuntukkan bagi kawasan huutan lindung/kawasan konservasi. karena secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan curah hujan cukup tinggi. Luas Kabupaten Murung Raya mencapai 15. Penduduk di Kabupaten Murung Raya tahun 2007 terdiri dari penduduk laki-laki 45.58% per tahun. malam hari rata-rata 23.04%). Pertumbuhan penduduk Kabupaten Murung Raya sejak tahun 200-2003 rata-rata 5.112 2 . Beberapa cabang atau anak sungai yang dapat dilayari yaitu: Sungai Laung (35.71 jiwa per km .000 mm/tahun.75 km).185 jiwa atau dengan sex ratio 108. Lahan dan penggunaannya Total luas areal di Kabupaten Murung Raya seluas 23. Ratio penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2003 adalah 110.017 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0.56% hingga 9.65. berkisar 2. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai urat nadi transportasi untuk angkutan barang dan penumpang di sebagian besar wilayah Kabupaten Murung Raya. hutan produksi terbatas.909 mm/tahun dan kelembaban nisbi (RH) sekitar 85%.. Hal ini berarti setiap 100 penduduk perempuan terdapat 110 penduduk laki-laki. kemudian II .08%). Sungai Babuat (29.25 km). Rata-rata laju pertumbuhan penduduk tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumber Barito (9.5OC.25 km). Curah hujan rata-rata 2.832 jiwa dan penduduk perempuan 42. diikuti Kecamatan Murung (6. Kawasan pemukiman dan kawasan pengembangan budidaya.500 – 4.20%). Pertumbuhan penduduk terendah tercatat pada Kecamatan Laung Tuhup (3.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah b. Sampai saat ini belum diperoleh data pasti Rencana Tata Ruang wilayah Kabupaten Murung Raya.56%) dan Tanah Siang (4.700 km merupakan wilayah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Tengah. Topografi dan iklim Wilayah Kabupaten Murung Raya dilintasi oleh Sungai Barito dan beberapa anak sungai dengan panjang dan kedalaman sungai yang sangat berfariasi. Suhu siang hari rata-rata 26.20%. c. Sungai Joloi (40.33%) dan Permata Intan (6. cagar alam. Demografi Jumlah penduduk sampai akhir tahun 2007 adalah 88.2OC. Laju pertumbuhan penduduk per kecamatan berkisar antara 3.43% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya ratarata kerapatan 3.23% pertahun. 2 d. Sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Tanah Siang yaitu 118. kawasan hutan produksi. Kedalaman dasar berkisar antara 3 – 8 m dan badan sungai lebih dari 25 m.

Profil Daerah Kecamatan Sumber Barito 116 dan laung Tuhup 111. Semakin tinggi nilai sex ratio ini, menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki semakin banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan pada periode tertentu

2.14.2. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

a. Sumber daya alam Kabupaten Murung Raya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat kembangkan. Wilayahnya yang luas dengan bentangan daratan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman hutan dan sumber daya hayati lainnya. Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya hayati di Kabupaten Murung Raya masih relatif rendah dibanding dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar, kabupaten ini memiliki potensi bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa,dan bahan galian non logam lainnya.

b. Sumber daya manusia Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006, nilai IPM Kabupaten Murung Raya adalah 71,6 meningkat dibanding tahun 2005 dengan nilai IPM 71,0 (Tabel 2.14.1). Bila dibandingkan dengan nilai IPM kabupaten/ kota se Provinsi Kalimantan Tengah, Nilai IPM Kabupaten Murung Raya termasuk rendah berada pada posisi ke 9 (sembilan) diantara 14 kabupaten/kota, hal ini mengindikasikan pembinaan SDM di wilayah perlu ditingkatkan lebih baik. Perkembangan IPM dan Komponen Penyusun IPM di Kabupaten Murung Raya Tahun 2005-2006 diperlihatkan pada Tabel 2.14.1. Tabel 2.14.1. Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen Penyusun IPM Kabupaten Murung Raya Tahun 2005 – 2006
IPM & Komponen Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) Angka Melek Huruf (persen) Pengeluaran Riil Per Kapita disesuaikan (Rp.000) IPM Peringkat Nasional Reduksi shortfall Peringkat Kalteng Sumber: IPM Kalimantan Tengah 2006 Kab Barito Utara 2005 2006 67,6 67,8 6,6 7,0 99,3 99,3 624,6 71,0 134 9 627,4 71,6 133 2,06 9

Pengembangan SDM di Kabupaten ini difokuskan pada bidang pendidikan, ketrampilan dan kesehatan. Bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat II - 113

Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah

Banjarmasin, Universitas Palangka Raya, serta beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa untuk program D3, S-1 dan Program Pascasarjana, yang diikuti oleh aparatur dan unsur masyarakat. Pengembangan SDM melalui Pembangunan kesehatan diarahkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Indikatornya antara lain: • • • • peningkatan usia harapan hidup; penurunan angka kematian bayi/anak/ibu melahirkan; peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat; dan peningkatan produktivitas kerja, kesadaran masyarakat akan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat.

2.14.3. Infrastruktur

a. Prasarana transportasi Transportasi di Mura terdiri dari transportasi udara, darat dan sungai. Bandar udara adalah eks lapangan terbang milik PT Indo Muro Kencana yang bisa didarati oleh jenis pesawat perintis. Transportasi darat berupa mobil angkutan, sedangkan transportasi

sungai berupa klotok, speed boat, bus air dan motor boat. Seiring dengan meningkatnya arus penumpang/lalu lintas di Kabupaten Mura, guna memperlancar arus transportasi, pemeritah kabupaten telah membangun beberapa terminal AKAP di Puruk Cahu Seberang. Tabel 2.14.2. Kondisi jalan di Kabupaten Murung Raya hingga Januari 2008
No 1 2 3 4 5 6 Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Status Jalan Provinsi HPH tidak aktif HPH aktif Kabupaten Desa/Lingkungan Dalam kota Jumlah Panjang (km) 50,00 399,90 481,35 455,52 20,00 50,57 1.457,34 Lebar (m) 4,50 6,00 6,00 4,00 2,00 6,00 HRS (km) ATB (km) 50,00 8,70 58,70 Latasir (km) 20,00 20,00

No 1 2 3 4 5 6

Lapen (km) 20,00 20,00

Kerikil (km) 30,00 30,00

Beton (km) 20,00 0,16 20,16

Tanah (km) 399,90 471,35 322,62 1.203,87

Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 114

Profil Daerah Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan ekonomi disuatu wilayah. Panjang jalan di Kabupaten Murung raya Tahun 2008 mencapai 1.457,34 km. Sejak tahun 2003 telah dan sedang dibangun Jembatan Sungai Barito Hulu yang melintasi Sungai Barito dengan realiasasi dana sebesar Rp. 41.489.381.000

b. Prasarana listrik dan air minum Sumber tenaga listrik di Kabupaten Murung Raya berasal dari uit pembangkit

perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan data realisasi pengusahaan PLN Ranting Puruk Cahu dan MISIF hingga Desember 2007 terdapat 4.081 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 4.438.150 kwh. Sementara jumlah produksi hanya sebesar 659.844 kwh dan daya distribusi yang tersedia sebesar 635.962 kwh. Tabel 2.14.3. Kondisi Produksi dan Distribusi Tenaga Listrik PLN di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 No. Uraian Produksi Disalurkan ke unit lain Pemakaian sendiri Susut distribusi Susut distribusi Tersedia distribusi Kwh terjual Jumlah pelanggan Daya tersambung Jumlah travo Panjang SUTM Panjang SUTR Daya mesin terpasang Daya mampu Beban puncak Uraian Satuan Kwh Kwh Kwh Kwh % Kwh Kwh Lg Kwh Unit kms kms Unit/Kw Kw Kw Satuan RTG P. Cahu 570.562 0 21.857 -15.644 -2,85 548.705 564.349 2.518 3.330.590 29 43.500 27.431 2.586 1.255 1.156 ULD Mangkahui 17.325 0 346 2.766 16,29 16.979 14.213 330 236.650 2 910 1.712 100 80 79 Sub RTG M. Laung 57.113 0 1.395 -501 -0,90 55.178 56.219 845 599.900 4 18.113 7.904 340 294 250 ULD Tb. Lahung 11.214 0 224 -3.075 -33,71 10.990 14.695 227 171.150 2 973 2.735 80 70 70 ULD M. Untu 3.630 0 60 545 15,27 3.570 3.025 161 99.500 2 1.150 2.150 40 40 20 Jumlah 659.844 0 23.882 -16.536 -2.60 635.962 652.501 4.081 4.438.150 39 64.646 41.932 3.146 1.739 1.575

1 Produksi Kwh 2 Disalurkan ke unit lain Kwh 3 Pemakaian sendiri Kwh 4 Susut distribusi Kwh 5 Susut distribusi % 6 Tersedia distribusi Kwh 7 Kwh terjual Kwh 8 Jumlah pelanggan Lg 9 Daya tersambung Kwh 10 Jumlah travo Unit 11 Panjang SUTM kms 12 Panjang SUTR kms 13 Daya mesin terpasang Unit/Kw 14 Daya mampu Kw 15 Beban puncak Kw Sumber: Kabupaten Murung Raya, 2008

II - 115

4. Prasarana komunikasi Pada tahun 2003 telah dibangun BTS Satelindo (Indosat).116 . Sebelumnya.250 1 55 1 0 1 0 3 84 0 5 221 2 15 3 36 35 953 0 1 33 356 6.14. Rumah Tangga 14 2.335 8 3.741 3.774 0 221 15 4. Fasilitas telepon Flexi dari Telkomsel dapat dipergunakan hampir di seluruh kecamatan.070 2 14.821 18 4. Hingga tahun 2004 telah masuk pula berbagai operator telepon selular lainnya seperti Telkomsel dan XL dll.498 33 4 14 11 0 5 2 13 185 6 3 1.638 3 RS Pemerintah 2 140 4 Tempat Ibadah 1 59 5 Sekolah 0 0 6 Terminal Air 0 0 7 Hidran Umum 0 0 8 MCK 0 0 9 Instansi Pemerintah 0 0 10 Niaga Kecil 8 1.244 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Uraian Rumah Tangga Ind.647 PDAM ABP PURUK CAHU SEBERANG Kubikasi Pelanggan (M3) 108 16. Terdapat seayak 4 unit pengolahan air di wilayah ini dengan total jumlah pelanggan sebanyak 1.267 m3. II .198 443.696 142 60.267 c.219 713 6. Uraian Jumlah Pelanggan 1.546 Sumber: Kabupaten Murung Raya.340 3.265 6 3. Kondisi pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya PDAM PUSAT PURUK CAHU Kubikasi Pelanggan (M3) 931 295.4. Rumah Tangga RS Pemerintah Tempat Ibadah Sekolah Terminal Air Hidran Umum MCK Instansi Pemerintah Niaga Kecil Niaga Besar TNI/Polri Jumlah Tabel 2.985 0 0 0 0 3 946 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 111 17. sarana komunikasi masih terbatas pada telepon rumah dan sejumlah wartel.774 pelanggan dan total penyaluran air bersih sebanyak 443.774 Jumlah Kubikasi (M3) 340.523 11 Niaga Besar 0 0 12 TNI/Polri 0 0 Jumlah 180 26.165 1.528 1 573 9 5.690 10 4. 2008 No. Realisasi data pelanggan PDAM per 31 Desember 2007 di Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut: Tabel 2.14.732 62.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Sumber air bersih di Kabupaten Murung Raya berasal dari air tanah atau air bersih dari perusahaan daerah air minumu setempat.070 14.143 PDAM UNIT IKK MUARA LAUNG Kubikasi Pelanggan (M3) 304 5. (Lanjutan) PDAM ABP MANGKAHUI Kubikasi Pelanggan (M3) 1 Rumah Tangga 155 22.127 392.931 No.188 2 Ind.

8 unit Puskesmas. dan : 54 orang. : 3 orang. Spesialis dan Paramedis yang tersedia pada saat ini adalah: • • • • • • • • Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker Skm Perawat Bidan Tenaga lainnya : 1 orang. KOTA PALANGKA RAYA 2. yaitu satu unit RSUD Puruk Cahu tipe D. : 67 orang.Profil Daerah d. Letak geografi dan luas wilayah Secara geografi. dengan luas wilayah 2. satu unit Gudang Farmasi. 2008 Kecamatan Jumlah Gedung SMP/MTs SMA/MA/SMK 7 3 7 1 2 1 2 1 2 1 20 7 Jumlah 62 58 45 33 31 229 e. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kabupaten Murung Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak sampai dengan SLTA.15. Jumlah gedung sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2007 No.15. Wilayah administrasi Kota Palangka II . Prasarana kesehatan Kabupaten Mura memiliki fasilitas rumah sakit.7 20' BT dan 1 30' – 2 30" LS. 12 unit Polindes.51 km (267.851 Ha).14. TK SD/MI 1 Murung 19 33 2 Laung Tuhup 6 44 3 Tanah Siang 2 40 4 Permata Intan 4 26 5 Sumber Barito 4 24 Jumlah 35 167 Sumber: Kabupaten Murung Raya. Tabel 2. dan lima unit mobil Puskesmas Keliling. 2. : 2 orang. : 3 orang.678. 46 unit Pustu. : 17 orang.117 2 0 0 0 0 . : 62 orang. 135 unit Posyandu. Kota Palangka Raya terletak pada 6 40' . Pemda telah memprogramkan kunjungan dokter spesialis secara berkala. Tenaga Medis.1. Kondisi Geografi dan Demografi a. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan.5.

Tempat tertinggi terletak di tengah wilayah kota Palangka Raya.1OC.8 mm.14 km2. Demografi Jumlah penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 sebesar 182. Keadaan curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Februari sebesar 252. Lahan dan penggunaannya Luas wilayah Kota Palangka Raya sebesar 2. Kota Palangka Raya memiliki temperatur udara maksimum pada tahun 2006 berkisar antara 31. terbesar terjadi pada bulan September yang mencapai 3.30 km2.5OC dan temperatur minimum antara 20. Namun demikian secara umum kelas lereng Kota Palangka Raya termasuk datar yaitu rata-rata <3%. : Kabupaten Gunung Mas. dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 90.1O – 32.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah Raya terdiri atas 5 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut. (3) Perkampungan 45.50 km2.5OC sampai 27OC.053.54 km2.45% dengan rata-rata kepadatan penduduk 68 orang/km 2 II . b. Topografi dan iklim Wilayah Kota Palangka Raya terletak pada ketinggian ± 13 m sampai 97 m di atas permukaan laut.41 km2. Suhu rata-rata tiap bulannya berkisar antara 23. (4).485.5 knots.55% dan penduduk perempuan sebesar 92. Jekan Raya. c. Berdasarkan data dari stasiun meteorologi Provinsi Kalimantan Tengah.118 . Kota Palangka Raya merupakan daerah yang beriklim tropis seperti pada umumnya wilayah Indonesia. Bukit-bukit yang ada mempunyai ketinggian bervariasi antara 118 m sampai 197 m.6OC sampai 33. (6) Lain-lain 69.75 km2.25 km2. Untuk keadaan kecepatan angin.62 km2. elevensinya semakin tinggi dari arah selatan ke utara. Rata-rata curah hujan per tahun di Palangka Raya adalah 266 mm.51 km2 dapat terdiri dari (1) Kawasan Hutan 2.572 orang atau 49.678.230 orang atau 50. Bukit Batu. Areal Perkebunan 22. (2) Tanah Pertanian 12. dan Rakumprit dengan luas masing-masing 117. yaitu perbukitan di Kelurahan Banturung dan Tangkiling. 352.00 km2 dan 1. : Kabuaten Pulau Pisau. 583. 572. d. Batas-batas Kota Palangka Raya adalah sebagai berikut di sebelah: • • • • Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Kota Palangka RayaGunung Mas.2 knots dan terendah terjadi pada bulan Februari yakni sekitar 1. dan : Kabupaten Katingan.65 km2.86 km2.802 jiwa. (5) Sungai dan Danau 42. Sebangau.

06%. Rasio ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 46%.20.51% dari total keseluruhan atau sebanyak 126.93%) untuk kawasan pemukiman dan sisanya adalah rawa. 12.1.06 Dengan jumlah penduduk kelompok usia produktif (15-64 tahun). Perbandingan antara pencari kerja dan permintaan tenaga kerja pada tahun 2006 adalah 9 : 1.75 km ha 2 2 2 (92. Penduduk yang termasuk dalam usia kerja (usia 15 tahun ke atas) di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 berjumlah 49% untuk laki-laki dan 51% untuk perempuan. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia a.119 . Tabel 2.703. Jumlah penduduk yang terbanyak adalah pada usia 15 . sungai.47%) tanah pertanian.2. Jumlah pencari kerja lebih besar daripada permintaan tenaga kerja di setiap tingkat pendidikan baik laki-laki atau perempuan. ternyata memiliki nilai rasio ketergantungan sebesar 44%.30 km (0. Artinya hanya 1 dari 9 orang yang akan diterima sebagai tenaga kerja. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang didefinisikan sebagai rasio jenis kelamin. Penduduk perempuan di Palangka Raya lebih besar dibandingkan penduduk laki-laki yang ditunjukkan oleh nilai sex ratio sebesar 98.15. Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 3.19 tahun sebanyak 21.83%) perkebunan. Kelompok Umur dan Prosentase Penduduk di Kota Palangka Raya tahun 2006 Kelompok Umur 0 – 14 15 – 64 65 + Persentase 28. 22.8%) merupakan kawasan 2 hutan.65 km (0.939 jiwa atau 12%. 2. danau dan lainII .43 69.767 jiwa atau 2.06 km (14. Artinya secara rata-rata setiap 100 penduduk produktif menanggung 44 penduduk tidak produktif. Jika dilihat dari distribusi penduduk. yang juga termasuk dalam kelompok usia kerja pada tahun 2006 mencapai 69.15.51 2.485.404 jiwa. persebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di daerah Kecamatan Pahandut dengan jumlah 64. 300. Besarnya jumlah penduduk tidak produktif (usia muda dan usia tua) berdampak pada tingginya angka rasio ketergantungan.Profil Daerah Komposisi penduduk dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin. Sumber daya alam Potensi sumber daya alam Kota Palangka Raya yang utama melihat dari luas wilayah yang ada dengan penggunaan lahan 2.

Peningkatan penduduk yang bersekolah selama tahun 2006-2007 merupakan keberhasilan Kota Palangka Raya dalam upaya memperluas pelayanan pendidikan. Penghitungan IPM ini merupakan formula yang digunakan oleh UNDP (United Nation Development Program) sejak tahun 1990 untuk mengukur upaya pencapaian pembangunan manusia suatu wilayah / negara dan mempublikasikannya dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Banyaknya Sekolah. Ruang Kelas. Angka partisipasi sekolah digunakan untuk mengukur banyaknya penduduk yang telah menerima pendidikan di suatu jenjang pendidikan tertentu Indikator pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk menilai kemajuan dan kualitas suatu bangsa karena masyarakat yang berpendidikan akan lebih mudah menyerap informasi pembangunan sehingga dapat meningkatkan kualitas penduduk daerah tersebut.2. Sumber daya manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator gabungan dari beberapa indikator. Tinggi rendahnya angka melek huruf mencerminkan kualitas penduduk. Tabel 2. b. dan Guru Menurut Jenis Sekolah Jenis Sekolah Sekolah Kelas Guru TK 102 269 232 SD 102 819 1. Murid.499 SLB 2 14 19 SMP 36 319 711 SMA 18 183 516 SMK 15 114 336 Sumber : Kantor Statistik Kota Palangka Raya. Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan angka melek huruf. Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas II .Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah lain. Ketiga indikator dasar tersebut dianggap dapat mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu wilayah. Kota Palangka Raya telah mengembangkan beragam program dalam rangka memanfaatkan beragam potensi sumber daya alam yang masih dan dapat dikelola untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan penduduk.15.246 3. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi sekolah penduduk di Kota Palangka Raya yang cenderung semakin meningkat.043 Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemajuan dunia pendidikan adalah Angka Partisipasi Sekolah.120 . yaitu Indikator kesehatan (indeks harapan hidup).682 79 10. indikator pendidikan (indeks melek huruf dan rata-rata lama sekolah) dan indikator ekonomi (tingkat daya beli penduduk / purchasing power parity / PPP).492 18. 2008 Murid 4.894 6.

Jumlah kendaraan bermotor di Palangka Raya jauh lebih banyak daripada tak bermotor. Sedangkan sisanya adalah dokter umum. banyaknya apotek. Apotek di Palangka Raya sebagian besar milik swasta yaitu sebanyak 36 buah. 2. gastritis.15. kerikil (27. Dua indikator ini dipandang sebagai pengukur tingkat pengetahuan masyarakat.41%. dan jumlah kunjungan penyakit terbanyak.15. 161. jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian mencapai 37.43 km yang dibagi menurut jenis permukaannya yaitu aspal (453. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan di Kota Palangka Raya pada tahun 2006 adalah 828. 2007 Tenaga kesehatan terbesar adalah bidan. jumlah kendaraan bermotor adalah 46. dan diare. Sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja yang ada di Kota ini. dan tanah (347. Infrastruktur a.60%). gingivitis.15.121 . Data indicator tersebut pada tahun 2006 ditunjukan pada table 2. 167 orang. pulpa. perawat dan tenaga teknis dengan jumlah masing-masing 110. banyaknya tenaga kesehatan. pharingitis.3 Tabel 2. konstruksi (12. Prasarana jalan Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.46%) dan pertanian (9.24 km). Keluhan-keluhan penyakit lain dari penduduk antara lain penyakit pada system otot jaringan.3.318 kunjungan pada tahun 2006. penyakit tekanan darah tinggi. Indikator kesehatan terletak pada jumlah rumah sakit.3. alergi kulit. Jumlah kunjungan terbesar adalah pada penyakit ISPA yaitu sebanyak 49. pada tahun 2006. dan yang milik pemerintah sebanyak 3 buah. Sektor lainnya yang juga cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan (24.Profil Daerah dapat menggambarkan dan memperkuat pembangunan di bidang pendidikan. puskesmas. dokter gigi dan asisten apoteker.73 km).826 dan jumlah II .46 km). Lapangan usaha yang paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Kota Palangka Raya adalah sektor jasa. Indikator Kesehatan di Palangka Raya Tahun 2006.08%). infeksi kulit. Indikator Jumlah Rumah Sakit 3 Puskesmas 51 Tenaga Kesehatan 480 Apotek 39 Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

Jumlah KWH yang dibangkitkan dan KWH yang terjual tampaknya terus bertambah dari tahun ke tahun. Prasarana komunikasi Berbagai sarana komunikasi sudah tersedia di Kota Palangka Raya. Jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga (12.158) kemudian diikuti perusahaan (809 pelanggan).568. Tabel 2. c. d. Jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 227 unit. 2007 II . kantor pemerintahan (170 pelanggan).4. SLTA -SMU -SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta 1 112 227 0 30 1 9 6 7 4 2 2 267 119 Murid Negeri Swasta 140 4894 33470 0 6382 19 2024 657 1266 354 758 303 42016 5570 Guru Negeri Swasta 22 375 2050 0 500 13 188 88 112 43 76 45 2760 476 Jumlah Sekolah 113 227 31 15 11 4 386 Sumber : BPS Kota Palangka Raya. Prasarana listrik dan air minum Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik di dipenuhi oleh Perusahaan Umum Listrik Negara. Kendala yang dihadapi dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah ini adalah masih terbatasnya kendala prasarana jalan dari pusat-pusat produksi di wilayah pedesaan ke pusat pemasaran di Kota Palangka Raya.708. Pos sebagai sarana komunikasi yang paling tua usianya masih merupakan pilihan utama bagi masyarakat dalam melakukan hubungan komunikasi walaupun sudah ada sarana komunikasi lainnya. T K 2.927 pelanggan berarti terjadi peningkatan jumlah pelanggan. dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11.461 Jumlah pelanggan air minum selama tahun 2006 tercatat sebanyak 13. Prasarana pendidikan Prasarana pendidikan di Kota Palangka Raya sudah tersedia mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) sampai SLTA. badan sosial dan rumah sakit (240 pelanggan) dan umum (8 pelanggan). Jumlah KWH yang dibangkitkan pada tahun 2006 adalah 126. Di Kota Palangka Raya terdapat 995 buah kantor pos yang tersebar di lima kecamatan. Sekolah TK di Kota Palangka Raya sebanyak 113 unit yang tersebar di 9 kecamatan. S D 3. SLTP 4. Hal ini disebabkan biaya yang murah dan mampu menjangkau konsumennya sampai pada daerah yang terjauh.15.385 pelanggan.Penelitian Pengembangan KPJu Unggulan UMKM Kalimantan Tengah kendaraan tak bermotor adalah 1.122 .156. Murid dan Guru di Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Palangka Raya Sekolah 1. Jumlah Sekolah.713 dan jumlah KWH yang dijual adalah 113. b. seperti kantor pos untuk sarana surat menyurat dan jaringan telepon dan telepon seluler untuk sarana hubungan secara langsung.

Jumlah Tenaga Medis dan Paramedis di Kota Palangka Raya Tahun 2006 Dokter Dokter Bidan Perawat Umum Gigi 1. Bukit Batu 1 5. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.Profil Daerah Berdasarkan data yang ada. Jumlah Tenaga Kesehatan di Kota Palangka Raya terdiri dari 27 orang dokter umum.5. Pada tahun 2006 jumlah puskesmas yang tersebar di kecamatan terdiri dari puskesmas umum 8 unit.6. Tabel 2. Pahandut 7 2 32 42 2. Rakumpit Sumber : Kantor Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. 161 perawat. 18 unit Madrasah Tsanawiyah serta 6 unit Madrasah Aliyah. Jekan Raya 4 4. Pada tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) terdapat SMA 11 unit. Tahun 2006 Kecamatan Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Pembantu 12 2 18 11 - 3 1.15. 2007 Kecamatan Asisten 3 Tenaga Teknis 26 9 122 10 - II . dan 167 tenaga teknis. 2007 Tabel 2. Pahandut 2 2. e. Sabangau 1 3. Jumlah Pelayanan Kesehatan di Kota Palangka Raya.15.123 . kecuali Kecamatan Rakumpit. Jekan Raya 14 9 60 82 4. Sabangau 2 5 7 3. 60 unit dan sekolah menengah kejuruan (SMK) 4 unit. Pada tingkat kecamatan telah tersedia puskesmas hampir di seluruh kecamatan. tingkat sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebanyak 31 unit SMP terdiri 30 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta. 110 bidan. Bukit Batu 4 1 13 30 5. puskesmas pembantu 43 unit. Selain dari Sekolah Umum terdapat juga 17 unit Madrasah Ibtidayah. Prasarana kesehatan Guna mememenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya terdapat 3 rumah sakit yang terletak di Kecamatan Pahandut. 12 dokter gigi. 3 asisten apoteker.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.