Anda di halaman 1dari 7

BAB II

GAMBARAN UMUM DAERAH PERENCANAAN

2.1

Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

2.1.1

Kondisi Geografis
Secara geografis Kecamatan Sungai Raya terletak di Kabupaten Kubu Raya
berada disisi barat daya Provinsi Kalimantan Barat atau berada pada posisi 0 0 13440,83
sampai dengan 10 0053,09 Lintang Selatan dan 1090 0219,32 Bujur Timur sampai
dengan 1090 5832,16 Bujur Timur. Sedangkan secara administratif, batas wilayah
Kabupaten Kubu Raya adalah sebagai berikut:
a. Sebelah utara

: berbatasan dengan Kota Pontianak dan Kec. Sungai Ambawang

b. Sebelah timur

: berbatasan dengan Kec. Sungai Kakap dan Kec. Rsau Jaya

c. Sebelah selatan : berbatasan dengan Kec. Kubu


d. Sebelah barat
2.1.2

: berbatasan dengan Kec. Terentang

Kondisi Fisik
A. Geologi
Secara geologis daerah Kabupaten Kubu Raya hampir seluruhnya terdiri dari endapan
aluvial, pasang surut, danau, rawa dan undak. Berdasarkan posisinya, seluruh areal
studi terletak pada formasi aluvium dan endapan rawa (Qa) yang merupakan formasi
paling muda berumur quarter. Formasi ini terdiri dari kerikil, pasir, lanau, lumpur dan
gambut. Endapan ini menutupi dataran aluvial dan pasang surut di bagian barat,
lembah sungai kapuas dan lembahlembah sungai besar lainnya yang mengalir ke
terain perbukitan yang terpotongpotong dan kedalam dataran aluvial. Bagian barat
dan selatan terdiri dari endapanendapan laut dan sungai baru berumur paling muda
dan menempati seluruh zona pertanian bagian barat Kubu Raya. Zona pantai terdiri
dari cekungan liat yang tertutup oleh rawarawa gambut dan dilintasi danaudanau
dangkal dan rawa yang terkena banjir secara periodik yang berada di antara teras
teras tertutup gambut.

B. Klimatologi
Di Kabupaten Kubu Raya dan umumnya di Indonesia, hanya dikenal dua musim
yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada bulan
Juni sampai dengan bulan September. Sedangkan musim penghujan bisa terjadi pada
bulan Desember sampai dengan bulan Maret. Keadaan ini berganti setiap setengah tahun
setelah melewati masa peralihan pada bulan April Mei dan Oktober November.
Curah hujan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah iklim, keadaan
geografi dan perputaran / pertemuan arus udara. Pada tahun 2015 di Kecamatan Sungai
Raya Kabupaten Kubu Raya jumlah curah hujan berkisar 2.755,00 mm. Curah hujan
terendah tercatat pada bulan September yaitu 92,0 mm dan tertinggi tercatat pada bulan
Nopember yaitu sebesar 430,0 mm.
Sedangkan rata-rata hari hujan pada tahun 2015 adalah 18 hari. Jumlah hari hujan
terbanyak terjadi pada bulan Nopember yaitu 25 hari, sedangkan terendah terjadi pada
bulan Juli yaitu 9 hari.
C. Topografi
Secara keseluruhan wilayah Kabupaten Kubu Raya terdiri dari dataran rendah,
umumnya datar, sebagian bergelombang dan sebagian kecil berbukit dengan kemiringan
0% - 60%. Meskipun hampir seluruh wilayah Kubu Raya berupa dataran rendah dan
rawa-rawa dengan ketinggian 10 m dan kemiringan < 2%.
2.1.3

Administratif
Kecamaran Sungai Raya merupakan kecamatan yang berada pada Kabupaten
Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah Kecamatan Sungai Raya
673,52 km. Wilayah Kecamatan Sungai Raya terdiri dari 20 desa, desa yang memiliki
wilayah terluas adalah Desa Sungai Bulan yaitu sebesar 84,59 km dan desa dengan
wilayah terkecil adalah Desa Pulau Jambu yaitu 2,292 km2.

Gambar 2.1 Peta Administrasi Kecamatan Sungai Raya


2.2

Demografi
Metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk sampai tahun rencana
adalah metode peramalan (forecasting). Pada dasarnya metode analisis ini mencoba
mencari pola kecenderungan pertumbuhan masa lalu sebagai masukan untuk meramalkan
kondisi masa depan. Analisis dengan menggunakan metode ini dipermudah dengan
adanya perangkat lunak komputer yang dikenal dengan Statgraphics (statistical graphics
system).
Beberapa hal penting yang berkaitan dengan analisis (serta prosedur perhitungannya)
adalah:
1. Harus tersedia minimal delapan rentang waktu data (time series) penduduk yang akan
diperkirakan jumlahnya di masa depan. Semakin banyak data proses penghalusan
(smoothing) menjadi semakin akurat, karena kesalahan juga kecil.

2. Untuk meminimalkan kesalahan, dilakukan perhitungan secara berulang (iterasi) dengan


berbagai macam parameter hingga ditemukan kesalahan yang paling kecil
(mendekati nol).
Metode yang digunakan untuk proyeksi jumlah penduduk ada 3, yaitu sebagai berikut :
1. Metode Matematik, ada 2 cara, yaitu:
a. Linear Rate of Growth, ada 2 cara yaitu:
-

Arithmathic Rate of Growth(Pertumbuhan Penduduk Aritmatik rata-rata):


pertumbuhan penduduk dengan jumlah yang sama setiap tahun Pn=
P0(1+rn).

Geometric Rate of Growth(Pertumbuhan Penduduk Geometrik rata-rata):


pertumbuhan penduduk menggunakan dasar bunga berbunga (bunga
majemuk) Pn=P0 (1+r)n.

b. Eksponential Rate of Growth(Pertumbuhan Penduduk Eksponensial rata-rata):


Pertumbuhan penduduk secara terus menerus setiap hari dengan angka
pertumbuhan penduduk yang konstan Pn= P0 ern
Dimana P0: jumlah penduduk pada tahun awal
Pn: jumlah penduduk pada tahun ke-n
r: tingkat pertumbuhan penduduk dari tahun awal ke tahun ke-n.
n: banyak perubahan tahun.
2. Metode Komponen
Metode ini sering digunakan dalam penghitungan proyeksi penduduk.Metode ini
melakukan tiap komponen penduduk secara terpisah dan untuk mendapat proyeksi
jumlah penduduk total, hasil proyeksi tiap komponen digabungkan.
Metode ini membutuhkan data-data sebagai berikut:
a. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang telah dilakukan
perapihan (smothing).
b. Pola mortalitas menurut umur.
c. Pola fertilitas menurut umur.
d. Rasio jenis kelamin saat lahir.
e. Proporsi migrasi menurut umur.

Rumus proyeksi penduduk : Pn = Po ( 1 + r )n


Keterangan : Pn = jumlah penduduk pada tahun n (ditanyakan)
Po =jumlah penduduk pada tahun 0 / tahun dasar (diketahui)
n = jumlah tahun antara 0 hingga n
r = tingkat pertumbuhan penduduk pertahun ( dalam % )
Pada tahun 2014 penduduk Kecamatan Sungai Raya tercatat sebesar 202.453 jiwa.
Jika dibagi dengan luas wilayah Kecamatan Sungai Raya yang cukup luas yakni
673,533 km2, maka kepadatan penduduk tercatat sebesar 300 jiwa per km 2.
Penyebaran penduduk di Kecamatan Sungai Raya terlihat belum merata, Desa Arang
Limbung memiliki kepadatan penduduk terbesar yaitu sebesar 650 jiwa per km 2,
diikuti Desa Sungai Raya dengan kepadatan penduduk sebesar 637 jiwa per km 2.
Sedangkan Desa Pulau Jambu memiliki kepadatan penduduk yang paling jarang
adalah yakni 1 jiwa per km2. Laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Sungai
Raya selama kurun waktu 2010 2015 adalah sebesar 1,792%. Laju pertumbuhan
penduduk tertinggi terjadi di Desa Pulau Limbung dan Desa Gunung Tamang yaitu
sebesar 1,81%.
Tabel 2.2. Data jumlah penduduk
Tahun

Jumlah Penduduk (jiwa)

2011

191.929

2012

196.102

2013

198.855

2014

202.453

Sumber : Kecamatan Sungai Raya Dalam Angka 2015

2.3

Fasilitas Umum
Tabel 2.3. Data Sarana Kecamatan Sungai Raya

Sarana

Uraian

Jumlah

Perkantoran

Kantor Camat

24 pegawai

Pertaian (BPP)

12 pegawai

BPS (KSK)

1 pegawai

UPT. Dinas Pendidikan

19 pegawai

KUA

10 pegawai

Sekolah

61 Sekolah

Murid

16827 murid

Puskesmas

14 Unit

Polindes

17 unit

H1

75 tempat tidur

H2

60 tempat tidur

Masjid

193 Buah

Surau

283 Buah

Gereja Protestan

34 Buah

Gereja Katholik

11 Buah

Pura

3 Buah

Vihara

7 Buah

Kelenteng

6 Buah

Pendidikan

Sarana Kesehatan

Hotel

Tempat Ibadah

Sumber : Kecamatan Sungai Raya Dalam Angka 2015