Anda di halaman 1dari 14

PANDUAN ASISTEN IMAM

GEREJA KATOLIK SANTO YUSUP


JL. DIPONEGORO NO.34 BLITAR (0342) 801624

BAB III LAIN - LAIN Pasal 30 Lain - Lain Hal-hal lain yang belum tercantum dalam pedoman pelayanan Asisten Imam ini akan ditambahkan kemudian setelah menerima masukan baru dari berbagai pihak dan disetujui Pastor Kepala Paroki.

21

1.

Sejumlah Devosi yang diselenggarakan di pusat paroki, sebaiknya dipimpin secara bergantian oleh Imam dan Asisten Imam, antara lain: b Selebrasi jalan salib yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada masa Prapaskah. b Memimpin Rosario pada bulan Maria (Mei) dan bulan Rosario (Oktober).

KATA PENGANTAR

Buku panduan Asisten Imam ini hadir, berangkat dari keprihatinan yang dialami oleh urnat, pengurus Gereja dan Asisten Imam sendiri. Di satu sisi Asisten Imam hendak melakukan yang terbaik bagi lingkungan dan Paroki, tetapi di sisi lain terdapat keraguan-keraguan tentang tugas dan batasannya. Disamping itu sebagian pengurus lingkungan masih belum dapat memahami secara jelas tentang hadirnya Asisten Imam ini. Secara sepintas muncul kesan bahwa antara pengurus lingkungan atau

2.

Dalam pelaksanaan Devosi, Asisten Imam sangat dianjurkan bekerja sama dengan petugas atau kelompok-kelompok yang ada. Pasal 29 Ibadat Lain

paroki dengan Asisten Imam merasa saling dibingungkan, hingga bisa jadi saling melempar tanggung jawab. Atau gejala yang lain Asisten Imam diperlakukan seperti Imam. Semua ini disebabkan oleh

Ibadat-ibadat lain.yang dapat dibantu oleh Asisten Imam, misalnya: a. b. c. d. Tuguran Kamis Putih Penerimaan abu pada Rabu Abu Upacara penghormatan Salib pada Jumat Agung Ibadat-ibadat lain sesuai petunjuk Pastor Paroki.

ketidakmampuan atau belum mampunya memahami tugas dan batasan masing-masing, serta jalur kooperatifnya. Hadirnya buku panduan yang sederhana ini diharapkan dapat menjembatani persoalan yang ada. Dan dapat memberi sumbangsih kepada Asisten Imam untuk dapat mengetahui tugasnya dan bagaimana melaksanakan dengan baik. Disamping itu secara tidak langsung dapat memberi jawaban bagi pihak-pihak yang berada dalam kebingungan dan keraguan. Kami sadar bahwa untuk menyusun buku ini tidak mudah, disamping hadirnya Asisten Imam di Paroki ini masih tergolong baru,

20

ii

ditambah lagi belum adanya panduan yang jelas dari Keuskupan. Demikian sumbangan kami, semoga buku ini bermanfaat, 5.

menghidangkan Sabda Allah bagi umat. Tempat duduk Asisten Imam bukan Sedilia (tempat duduk khusus Imam), melainkan tempat duduk lain yang layak baginya sebagai pemimpin Ibadat Sabda. Pasal 27 Pemakaman Orang Meninggal 1. Asisten Imam (tidak selalu) seringkali berbagi tugas dengan Imam, dalam hal: penutupan peri, pemberangkatan jenazah dan

kekurangan-kekurangan yang ada akan dilengkapi kemudian hari. Tuhan memberkati karya yang anda sampaikan dengan tulus dan iklas demi Kerajaan Allah.

pemakaman. Namun harus diingat bahwa bila dipandang perlu Ketua Lingkungan atau tokoh umat juga boleh melakukan upacara ini. 2. Pada Upacara Orang Meninggal. Asisten Imam juga diperkenankan memimpin Ibadat permohonan berkat bagi jenazah, memercikkan air suci namun tanpa pendupaan. 3. Yang disebut Upacara Pemakaman itu mulai dari Upacara Penutupan Peti, tirakatan dan Upacara Pemberangkatan jenazah, semua di tempat jenazah diistirahatkan, sampai dengan Upacara Penguburan, termasuk memimpin doa Rosario sepanjang jalan. 4. Upacara Pemakaman yang bertepatan dengan Jumat Agung dan Sabtu Sunyi dilaksanakan tanpa nyanyian. Pasal 28 Devosi

iii

19

Imam. 2. Asisten Imam menghindari hal-hal yang merupakan hak khusus Imam. Misalnya: b Berkat berupa Tanda salib uhtuk mernberikan berkat-akhir atau absolusi sesudah pernyataan tobat dalam liturgi. b Mendoakan Doa Syukur Agung Pasal 26 Ibadat Sabda 1. Apabila Imam berhalangan hadir untuk memimpin Perayaan Ekaristi yang biasanya diadakan dan dihadiri banyak umat. Asisten Imam memimpin Ibadat Sabda pada hari biasa di gereja pusat paroki, dan pada hari Minggu/ Hari Raya di gereja stasi. 2. Pedoman pelaksanaan Ibadat Sabda pada hari Minggu atau Hari Raya mengikuti petunjuk resmi yang dikeluarkan Komisi Liturgi KWI. Atau mengikuti Tata Perayaan Sabda seperti yang tercantum dalam buku Puji Syukur Nomor 289-318. 3. Teks doa dan bacaan-bacaan yang digunakan hendaknya diambil dari buku Misa menurut Kalender Liturgi pada hari yang

KATA PENGANTAR ....................................................................................................

DAFTAR ISI ................................................................................................................

BAB I ASISTEN IMAM ................................................................................................

PASAL 1 SIAPA ASISTEN IMAM? ...................................................................................

PASAL 2 MAKSUD DAN TUJUAN ...................................................................................

PASAL 3 CARA DAN JALAN MENUJU TUJUAN .................................................................

PASAL 4 WEWENANG DAN BATASNYA ..........................................................................

PASAL 5 TUGAS-TUGAS .............................................................................................

PASAL 6 SYARAT-SYARAT MENJADI ASISTEN IMAM .........................................................

PASAL 7 INTEGRITAS PELAYAN TUBUH KRISTUS .............................................................

PASAL 8 MASA BAKTI .................................................................................................

PASAL 9 TANDA IDENTITAS .........................................................................................

PASAL 10 SARANA PELAYANAN ...................................................................................

PASAL 11 TATA TERTIB ..............................................................................................

PASAL 12 ETIKET ......................................................................................................

PASAL 13 PEMBINAAN ................................................................................................

PASAL 14 PAGUYUBAN ASISTEN IMAM ..........................................................................

BAB II PELAKSANAAN TUGAS................................................................................. 1

PERIHAL 1 KOMUNI SUCI PADA UMUMNYA ........................................................... 1

bersangkutan. Dengan demikian, umat mengikuti masa liturgi dalam persekutuan Gereja universal. 4. Asisten Imam memimpin Ibadat Sabda bukan pada altar, tempat yang dikhususkan untuk Ekaristi, melainkan pada Ambo atau Mimbar Sabda, tempat yang memang dikhususkan untuk

PASAL 15 EKARISTI: KONTEKS DAN TUJUAN KOMUNI SUCI ............................................. 1

PASAL 16 PENERIMAAN KOMUNI SUCI ......................................................................... 1

PASAL 17 TATA CARA PENERIMAAN KOMUNI SUCI......................................................... 1

PASAL 18 HOSTI YANG TERJATUH ATAU KOTOR ........................................................... 1

18

iv

PERIHAL 2 KOMUNI SUCI DALAM EKARISTI .......................................................... 14 PASAL 19 TATA CARA KOMUNI SUCI DALAM EKARISTI ................................................... 14 PERIHAL 3 KOMUNI SUCI DI LUAR EKARISTI......................................................... 14 PASAL 20 MENERIRNA KOMUNI SUCI DI LUAR EKARISTI ................................................. 14 PASAL 21 PERLENGKAPAN LITURGI KOMUNI DI LUAR EKARISTI ........................................ 15 PASAL 22 PELAKSANAAN KOMUNI DI LUAR EKARISTI ..................................................... 15 PASAL 23 ORANG SAKIT ........................................................................................... 16 PASAL 24 ORANG DI PENJARA ATAU USIA LANJUT ........................................................ 17 PERIHAL 4 IBADAT NON-SAKRAMENTAL LAIN ...................................................... 17 PASAL 25 BATAS WEWENANG IBADAT NON-SAKRAMENTAL............................................. 17 PASAL 26 IBADAT SABDA........................................................................................... 18 PASAL 27 PEMAKAMAN ORANG MENINGGAL ................................................................. 19 PASAL 28 DEVOSI .................................................................................................... 19 PASAL 29 IBADAT LAIN .............................................................................................. 20 BAB III LAIN - LAIN ................................................................................................... 21 PASAL 30 LAIN - LAIN ............................................................................................... 21

sekali tidak dapat menelan, maka terbuka kemungkinan baginya untuk menyambut Tuhan dalam rupa Darah Kristus, yang

hendaknya disediakan dalam Perayaan Ekaristi. Pasal 24 Orang Di Penjara Atau Usia Lanjut 1. Terbuka kemungkinan, penerimaan Tubuh Kristus bagi orang lanjut usia yang rumahnya berdekatan, dilaksanakan secara bersama. 2. Sangat dianjurkan Penerimaan Tubuh Kristus di penjara, demi pewartaan Sabda Allah dan katekese pada waktu Ibadat Sabda lewat persiapan batin. 3. Dalam Pelayanan Tubuh Kristus bagi orang di penjara dalam waktu jangka panjang, tetaplah harus diusahakan agar dalam hati orang tahanan dinyalakan kerinduan akan Ekaristi. PERIHAL 4 IBADAT NON-SAKRAMENTAL LAIN Pasal 25 Batas Wewenang Ibadat Non-Sakramental 1. Ibadat-ibadat non-sakramental yang dipimpin Asisten Imam

sebaiknya ibadat yang bersifat parokial atau supra-lingkungan. Dengan demikian, ibadat Lingkungan beserta homilinya yang biasa dilaksanakan sendiri oleh Lingkungan tidak diambil-alih oleh Asisten

17

Tabernakel selayaknya ia memberitahukan kepada Imam, kecuali sudah mendapat ijin dari Imam. 2. Sementara pasien mempersiapkan batin secara pribadi, petugas mengatur segala perlengkapan yang diperlukan. 3. Komuni Suci di luar Ekaristi, kepada orang sakit, usia lanjut, di penjara pada prinsipnya harus didahului Ibadat persiapan batin. Namun bila tidak memungkin, cukuplah dengan doa syukur, doa mohon pengampunan, dan doa Bapa Kami. Pasal 23 Orang Sakit 1. Diharapkan Pelayan Tubuh Kristus melakukan komunikasi atau dialog dengan si sakit sebelum mengajaknya untuk persiapan batin. 2. Petugas hanya menerimakan Tubuh Kristus kepada si sakit tidak kepada anggota keluarga, juga petugas sendiri tidak ikut menyantap. 3. Bilamana si sakit dalam keadaan terbaring, sebaiknya Tubuh Tuhan diterimakan secara disuapkan pada mulut (lidah) si sakit. 4. Bilamana ada orang sakit yang kesulitan menelan , ia dapat dibantu dengan minum air setelah menyambut Tubuh Kristus. 5. Tidak dibenarkan mencelupkan Tubuh Kristus pada air sebelum memberikannya kepada orang sakit yang sulit menelan, sebab kehadiran Kristus dalam Hosti berlangsung selama bentuk hosti itu masih ada. 6. Bilamana penderita sakit berat pada tenggorokkan sehingga sama 3. Asisten Imam bertujuan: 1. 2.

BAB I ASISTEN IMAM Pasal 1 Siapa Asisten Imam? Asisten Imam adalah awam laki-laki yang ditugaskan oleh Uskup untuk membantu imam menerimakan Komuni Kudus dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh Imam. Pasal 2 Maksud Dan Tujuan

Ambil bagian mengabdi hadirat Allah dalam Sakramen Ekaristi Pembangunan, pertumbuhan dan kelestarian jemaat menjadi Tubuh Kristus yang hidup. Membantu Imam dalam melaksanakan Tugas Imamat Kristus. Pasal 3 Cara Dan Jalan Menuju Tujuan

Untuk mencapai tujuannya, Asisten Imam: 1. Memerlukan kesempatan atau peluang untuk melaksanakan imamat umum yang diterimanya berdasarkan Sakramen Baptis, khususnya di bidang liturgi dan ibadat gerejawi.

16

2.

Menyediakan diri untuk berpartisipasi secara aktif dan rajin dalam melaksanakan liturgi dan ibadat dalam hal-hal tertentu menurut cara yang sesuai dengan martabat, kedudukan dan tugasnya. 2.

wajib (hanya) bila tidak dikunjungi Imam yang merayakan Ekaristi di situ. Kepada umat yang sakit keras dan (sudah lama) tidak dapat ikut serta merayakan Ekaristi. 3. Kepada umat dalam bahaya maut, baik yang akan menjalani operasi besar maupun tentara yang menuju medan perang, sebagai Viatikum (= bekal suci dalam perjalanan) Pasal 21 Perlengkapan Liturgi Komuni Di Luar Ekaristi

3.

Memberikan teladan hidup yang baik dalam penghayatan iman katolik di tengah keluarga dan masyarakat.

4.

Membina hidup rohani secara tekun dan menggali sumber hidup kristiani, terutama melalui Ekaristi dan membaca serta

melaksanakan Firman Tuhan guna menyelaraskan hidup dengan tugas yang diembannya. Pasal 4 Wewenang Dan Batasnya 1. Asisten Imam diangkat oleh Uskup atas usulan umat dan Pastor Paroki. 2. 3. Asisten Imam bertugas selama berlakunya Surat Keputusan Uskup. Asisten Imam tidak diperkenankan melakukan hal-hal yang 2. b b

1.

Untuk Komuni Suci di luar Ekaristi, disediakan: b b Meja Taplak Kain Putih (= Korporale) untuk menempatkan piksis yang berisi Hosti. Salib, menghadap si penerima. Lilin bernyala. Bunga, kalau mungkin.

merupakan hak khusus Imam atau bersifat presidensial misalnya berkaitan dengan penerimaan sakramen-sakramen dan kebijakan parokial lainnya. 4. Asisten Imam bertugas selama bantuannya dinilai baik, diperlukan, dan diminta oleh Pastor Kepala Paroki. 5. Asisten Imam berusaha menurut kemampuannya memberikan teladan iman yang baik, membantu Imam melayani kebutuhan umat beriman akan santapan Tubuh Kristus, dan ikut membangun jemaat

Untuk membantu suasana batin sebaiknya pada dada si sakit yang berbaring dapat ditutupkan kain putih. Pasal 22 Pelaksanaan Komuni Di Luar Ekaristi

1.

Pelayan Tubuh Kristus dapat menerima Tubuh Kristus dalam Piksis langsung dari imam saat Perayaan Ekaristi, ia dapat juga mengambil komuni sendiri dari Tabernakel. Bila mengambil sendiri dari

15

PERIHAL 2 KOMUNI SUCI DALAM EKARISTI Pasal 19 Tata Cara Komuni Suci Dalam Ekaristi 1. Apabila tidak sejak awal Pelayan Tubuh Kristus mengikuti Ekaristi atau mendampingi Imam di panti imam. Maka ia masuk ke panti imam setelah Doa Anak Domba Allah atau bila Pastor Paroki menghendaki lain. 2. Pelayan Tubuh Kristus menerima Tubuh Tuhan langsung dari Imam yang memimpin Perayaan Ekaristi, tidak mengambilnya sendiri. 3. untuk menyatakan bahwa tugas Pelayan Tubuh Kristus adalah membantu Imam., maka secara simbolis ia menerima Sibori yang berisi Tubuh Tuhan dari tangan Imam, bukan mengambil sendiri atas prakarsa sendiri PERIHAL 3 KOMUNI SUCI DI LUAR EKARISTI Pasal 20 Menerirna Komuni Suci Di Luar Ekaristi Sebagai kekecualian, Tubuh Kristus dapat diberikan di luar Perayaan Ekaristi, antara lain: 1. Dalam Perayaan Ibadat Sabda pada hari Minggu atau Hari Raya 5. 3. 4. 2. 7. 6.

menjadi Tubuh Kristus yang hidup. Asisten Imam hanya berhak melayani jemaat di wilayah paroki, tempat tinggalnya. Apabila pindah ke paroki lain, ia tidak otomatis menjadi Asisten Imam di paroki barunya. Asisten Imam tidak secara otomatis dapat mengambil alih

kepemimpinan ibadat dan homili yang biasa dilaksanakan di Lingkungan. Pasal 5 Tugas-Tugas Tugas-tugas Asisten Imam adalah: 1. Membantu Imam menerimakan Komuni Suci kepada sesama umat beriman dalam Misa. Membawa Tubuh Kristus kepada umat yang sakit dan yang membutuhkan topangan dari santapan rohani itu misalnya: orang sakit, orang yang sedang dipenjara, membagi komuni pada para lanjut usia; dan juga dalam ibadat Sabda hari Minggu / Raya, dsb. . Melaksanakan pemakaman warga paroki yang meninggal Mendampingi Imam pada saat menerimakan Sakramen Pengurapan bagi orang sakit. Memimpin ibadat-ibadat non sakramental yang ditugaskan Pastor Kepala Paroki, misalnya: a. Ibadat Sabda Harian, di pusat paroki dan stasi, pada hari

14

Minggu atau Hari Raya, bilamana Imam berhalangan hadir. b. Selebrasi Jalan Salib pada masa Prapaskah. Pasal 6 Syarat-Syarat Menjadi Asisten Imam Asisten Imam haruslah: 1. Memberi teladan bagi seluruh umat, dalam hal hidup suci dan sikap hormat terhadap Sakramen Ekaristi. 2. Diusulkan, baik oleh umat Paroki maupun Pastor Paroki

terjatuh atau dimuntahkan, tidak disantap melainkan dimasukkan dalam Purifikatorium atau segelas air khusus, agar hancur dalam air tersebut. 2. Bila Hosti terjatuh dan tidak kotor, hendaknya diambil dan demi etiket (sopannya) disantap sendiri atau dimasukkan kembali ke dalam Sibori.

13

7.

Bila seorang anak mau menyambut Tubuh Kristus padahal diragukan apakah ia sudah diperbolehkan atau belum, hendaknya ditanya dengan teliti, jelas dan pasti. Bila temyata belum boleh, maka tidak diberi Tubuh Kristus, tetapi diberi tanda salib pada dahinya. Pasal 17 Tata Cara Penerimaan Komuni Suci 1.

Pasal 7 Integritas Pelayan Tubuh Kristus Sekalipun secara teologis sakramen bekerja "ex opere operato" Kristus, artinya dikerjakan oleh Kristus sendiri, tanpa tergantung pada kesucian pelayan sakramen, namun secara pastoral dituntut integritas (keutuhan) moral pribadi Pelayan Tubuh Tuhan (Komuni): Lahir-batin, perkataan-perbuatan, terbuka-tersembunyi, dan

1.

Saat menerimakan Tubuh Tuhan, hendaknya Pelayan Tubuh Kristus menunjukkan Tubuh Kristus kepada penerima, mengucapkan "Tubuh Kristus" secara jelas, tegas dan mantap. Selanjutnya menyerahkan-Nya kepada umat penerima setelah umat menjawab "Amin''. 2.

kemarin-sekarang-besok, sebagai ungkapan iman agar pribadi dan pelayanannya diterima oleh umat. Penampilan Pelayan Tubuh Kristus harus mencerminkan iman sejati akan misteri Ekaristi. Antara lain: b Kekhidmatan Busana liturgi yang sesuai. Bersih dan rapi.

2.

Sebaiknya Pelayan Tubuh Kristus waspada untuk tidak memberikan b Tubuh Kristus pada orang yang tidak berhak, yang seringkali b tampak dari tingkah lakunya. 3.

Selayaknya Pelayan Tubuh Kristus ikut serta secara penuh dalam Perayaan Ekaristi.

3.

Dalam pelayanan Sakramen berlaku Azas Praduga Tak Bersalah. Maka dalam menerimakan Tubuh Tuhan sebaiknya tak seorang Katolik pun ditolak menyambut Tubuh Kristus, kecuali dia jelas-jelas terkena larangan atau ex-komunikasi. Bila ada masalah hendaknya disampaikan pada Pastor Paroki. Pasal 18 Hosti Yang Terjatuh Atau Kotor 4.

Agar senantiasa menyadari peranannya yang luhur dalam pelayanan Sakramen Ekaristi, Pelayan Tubuh Kristus hendaknya rajin

memperdalam iman akan Ekaristi dan berupaya selalu memberi kesaksian iman yang benar. Pasal 8 Masa Bakti

1.

Bilamana Hosti kotor dan tidak layak disantap, misalnya sudah

12

Berdasarkan Surat Keputusan Keuskupan Surabaya, masa bakti Asisten. Imam bersifat sementara, selama tiga (3) tahun. Masa bakti tersebut dapat diperpanjang atau dipersingkat. Pasal 9 Tanda Identitas Di Paroki Santo Yusup Blitar tanda identitas seorang Asisten Imam berupa alba, singel (tali), dan kalung salib yang dikenakan setiap kali menjalankan tugas (menerimakan sakramen Maha Kudus atau memimpin upacara peribadatan). Pasal 10 Sarana Pelayanan 4. 1. Asisten Imam dibekali perlengkapan liturgi yang menjadi sarana pelayanannya, antara lain: a. b. c. d. 2. Alba, singel, kalung salib. Piksis (wadah untuk Tubuh Kristus). Alat pemercikan air suci. Buku ibadat. 6. 5. 3.

a. b. c.

Bukan Katolik (belum dibaptis secara Katolik) Belum waktunya diperbolehkan menerima Komuni. Terkena larangan (misalnya Kawin di luar Gereja, atau pendosa publik).

d.

Terkena ex-komunikasi (= dikeluarkan dari Gereja Katolik).

Orang yang diketahui umat bahwa dia terkena larangan atau exkomunikasi, sebaiknya sebelum Ekaristi, diberitahu bahwa dia tidak diperbolehkan menyambut Tubuh Kristus. Jika belum diberi tahu dan dia sudah terlanjur menghadap untuk menyambut Komuni Suci, dia diberi Komuni Suci. Tetapi setelah itu segera ditegur dan juga diberi tahu bahwa selanjutnya akan terang -terangan ditolak, jika ia nekat menyambut Komuni Suci. Dan jika sudah ditegur dia tetap nekat, dia harus terang-terangan ditolak. Bila pada penyambutan Tubuh Kristus ada gelagat, misalnya sikap atau perilaku yang tidak lazim, yang menimbulkan keraguan atau kecurigaan, hendaknya orang yang bersangkutan ditanya secara teliti, jelas dan pasti. Tidak usah tergesa-gesa, walaupun

dibelakangnya masih banyak umat yang berdiri. Bilamana orang yang tidak berhak, terlanjur diberi Tubuh Tuhan, maka hendaknya dia segera didekati dan ditanya dengan teliti, jelas dan pasti. Jika jelas ia tidak berhak, lalu Tubuh Tuhan diminta Pasal 11 kembali.

Perlengkapan liturgi tersebut disediakan oleh Gereja dan adalah milik Gereja, kecuali dipandang perlu Asisten Imam mengusahakan dan memilikinya sendiri.

11

BAB II PELAKSANAAN TUGAS PERIHAL 1 KOMUNI SUCI PADA UMUMNYA b. Pasal 15 Ekaristi: Konteks Dan Tujuan Komuni Suci Pada dasarnya penerimaan Tubuh Tuhan dilakukan hanya di dalam Perayaan Ekaristi, karena Tuhan memberi umat-Nya santapan rohani hanya dalam Perjamuan Suci, dan tujuan Komuni Suci adalah membawa umat kepada Perjamuan Suci, yaitu persatuan Allah dan umat-Nya (Keluarga Allah) di dunia maupun di surga. Kepada mereka yang tidak dapat ambil bagian di dalamnya karena alasan yang sangat berat dan jangka waktu yang lama, dikirim santapan rohani tersebut. Pasal 16 Penerimaan Komuni Suci 1. Yang diperkenankan menerima Tubuh Kristus adalah orang kristiani yang sudah dibaptis secara Katolik atau sudah diterima ke dalam Gereja Katolik, sudah cukup umur (dewasa secara akal-budi), dan dalam upacara khusus ("Komuni Pertama") sudah disahkan dan diperbolehkan menyambut Tubuh Kristus. 2. Yang tidak diperkenankan menerima Tubuh Kristus: b. c. c. b. 2. 1.

Tata Tertib Dalam organisasi Gereja, Asisten Imam: a. Membantu Pastor Paroki dalam melaksanakan Tugas Imamat Kristus. Terikat pada pendampingan dan pembinaan yang dilaksanakan Pastor Paroki Sehari-hari Asisten Imam: a. Harus menjaga nama baik dirinya sendiri, keluarganya, rekan kerja dan Gereja. Pelayanan Asisten Imam merupakan pengabdian murni sebagai perwujudan penghayatan iman sesuai dengan semangat Injil. (Bdk. Mat. 10; 8b). Tidak dibenarkan melakukan tindakan yang dapat menjadi batu sandungan bagi umat sehingga berdampak psykologis yang merugikan pelaksanaan tugas pelayanannya. 3. Dalam melaksanakan tugas, Asisten Imam: a. Mempersiapkan segalanya (ibadat sabda, homili, pemakaman, dsb) dengan cermat. Membuang jauh-jauh spontanitas.

Khususnya homili pada upacara pemakaman, yang bermanfaat luas, karena dihadiri juga oleh banyak umat non kristiani. Mengenakan pakaian liturgi yang menunjukkan identitasnya. Memanfaatkan dan menjaga inventaris perlengkapan liturgi; dan tidak dibenarkan mengalihkan hak atas perlengkapan tersebut

10

kepada oarang lain. d. Mentaati tata cara liturgi yang sudah baku, dan tidak mengarang sendiri. Ia harus bijaksana dalam menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, sedemikian rupa namun tidak bergeser dari tata cara liturgi yang sudah baku. e. f. Tidak dibenarkan merugikan Gereja dan umat yang dilayani Tidak dibenarkan melakukan transaksi jual beli atau melakukan tindakan yang berkaitan dengan utang-piutang, hingga 2.

Tuhan. Asisten Imam sehari-hari bersikap sopan, rendah hati dan bijaksana baik di dalam keluarga maupun di masyarakat, khususnya pada waktu memasuki dan berada di tempat ia menerimakan Tubuh Kristus; rumah kediaman paribadi, rumah sakit, asrama, penjara, atau tempat lainnya. Pasal 13 Pembinaan Asisten Imam terikat pada pendampingan dan pembinaan yang dilaksanakan oleh Pastor Kepala. Paroki atau orang lain yang dipandang mampu yang diberi delegasi oleh Pastor Kepala Paroki. Bentuk pendampingan dan pembinaan itu antara lain; 1. 2. Pertemuan sesuai dengan kebijakan Paroki. Rekoleksi, sekurang-kurangnya satu (1) kali setahun. Pasal 14 Paguyuban Asisten Imam Dalam rangka memudahkan dan mengembangkan tugasnya, para Asisten Imam membentuk paguyuban Asisten Imam Paroki, yang memilih Pasal 12 Etiket sendiri Ketua yang menjadi koordinator tugas-tugas.

menimbulkan batu sandungan. 4. Dalam halangan, Asisten Imam: a. Harus memberitahukan kepada Koordinator Asisten Imam atau Pastor Paroki. . b. Dapat mengajukan pengunduran diri kepada Uskup melalui Pastor Kepala Paroki, jikalau ada suatu hal yang membuatnya tidak mampu atau tidak mungkin lagi melaksanakan tugas pelayanannya. Misalnya: Pindah rumah di luar paroki. c. Mengembalikan kepada Pastor Kepala Parah perlengkapan liturgi yang dipercayakan kepadanya, bilamana sudah tidak menjabat Asisten Imam lagi.

1.

Hendaknya Asisten Imam menaruh hormat pada Tubuh Kristus melalui perilaku dan sikapnya yang sopan selama membawa Tubuh