Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN (AHYT 252)

GERAK FOTOTROPISME PADA TUMBUHAN

Oleh: ROBBY PRIMADANI AIC204002 KELOMPOK VI

Dosen Pembimbing: Dra. Hj. Noorhidayati, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2006

PRAKTIKUM XI
Topik Tujuan Hari/ tanggal Tempat : Gerak fototropisme pada tumbuhan : Untuk mengamati dan mempelajari pengaruh cahaya terhadap gerak fototropisme dalam pertumbuhan. : Rabu, 13 Desember 2006 : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

III. TEORI DASAR


Aktivitas hidup tumbuhan selama hidupnya dapat diamati antara lain dari arah gerak iritabilitas dalam pertumbuhannya. Beberpa gerak yang dilakukan oleh tumbuhan dihasilkan sebagai respon tumbuhan terhadap sejumlah rangsangan dari luar atau dari lingkungannya. Gerak pada tumbuhan paling banyak berorientasi pada cahaya dan gravitasi. Berdasarkan atas orientasi gerak, gerak pada tumbuhan, sebagai respon tumbuhan terhadap rangsangan dari luar. Arah geraknya ditentukan oleh arah rangsangan, dapat positif atau negatif. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah geotropisme, fotortropisme, tigmotropisme, hidrotropisme, dan skototropisme. IV. HASIL PENGAMATAN Tabel hasil pengamatan jumlah biji yang berkecambah. No Tanaman pada tabung Arah gerak Keterangan Awal Akhir 1 Batang lengkap arah Timur Utara Tanaman segar mendatar 2 Batang lengkap ke Selatan Utara Tanaman segar arah bawah 3 Batang lengkap ke Utara Utara Tanaman segar arah atas 4 Batang tanpa pucuk Selatan Barat Tanaman segar arah ke bawah 5 Batang tanpa pucuk Utara Utara Tanaman segar arah ke mendatar V. ANALISIS DATA Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama empat hari terlihat tanaman iler menunjukkan terjadinya perubahan atau tumbuhan bergerak yaitu mendekati cahaya. Pergerakannya sangat lambat namun dapat dilihat terjadinya perubahan posisi pada tanaman iler yaitu: Tabung 1, pada tabung ini tumbuhan masih terlihat segar setelah empat hari dan arahnyapun berubah dari timur menuju ke arah utara.

I. ALAT DAN BAHAN: a. Alat: - Tabung reaksi 5 buah - Penyumbat gabus 5 buah - Statif dan klem - Benang - Baki b. Bahan: - Tanaman iler (Coleus scutellariodes) - Air - Vaselin II. CARA KERJA 1. Memotong 5 pucuk tanaman iler dengan ukuran sekitar 10 cm. 2. Mengisi 5 tabung reaksi dengan air sampai penuh, kemudian memasukkan pucuk melalui sumbat berlubang ke dalam tiap-tiap tabung sampai batangnya agak masuk ke dalam. Mengoleskan vaselin pada sumbat supaya tidak bocor. 3. Memasang kelima tabung tadi dalam posisi yang berlainan, yaitu: Tabung 1: batang lengkap ke arah mendatar Tabung 2: batang lengkap ke arah bawah Tabung 3: batang lengkap ke arah atas Tabung 4: batang tanpa pucuk arak ke bawah Tabung 5: batang tanpa pucuk arah mendatar 4. Mengamati perubahan yang terjadi sampai hari keempat dan mencatat dalam tabel pengamatan.

Tabung 2, pada tabung ini tanaman setelah empat hari masih terlihat segar dan arahnya pun berubah dari arahnya yang mula-mula selatan menjadi utara. Tabung 3, pada tabung ini tanaman masih segar dan tetap tumbuh ke arah utara. Tabung 4, pada tabung ini tanaman masih segar dengan perubahan arah dari selatan menuju barat. Tabung 5, pada tabung ini tanaman masih segar tanpa aperubahan arah yaitu tetap di utara. Dari perubahan-perubahan arah gerak pada semua tanaman dlam tabung yang diamati menunjukkan pada tanaman iler punya kecenderungan untuk bergerak menuju ke sumber cahaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanaman iler tersebut melakukan gerak tropik yaitu fototropisme. Dalam hal ini ada kecenderungan perubahan ke arah utara dan timur. Hal ini karena disebabkan sumber cahaya banyak berasal atau terdapat dari dua arah mata angin tersebut. VI. KESIMPULAN 1. Dari kelima tabung reaksi, baik yang dipasang menghadap ke atas, bawah atau mendatar baik batang lengkap maupun batang tanpa pucuk menunjukkan ke arah datangnya cahaya. 2. Faktor yang mempengaruhi arah perumbuhan tanaman salah satunya adalah cahaya matahari.