Anda di halaman 1dari 8

Isolator (Insulator) untuk Transmisi

By: Nanang Hardianto

Berfungsi untuk mengisolasi antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan atau ground dan antar fasa yang bertegangan secara elektrik. Kegagalan fungsi isolasi udara disebabkan karena breakdown voltage yang terlampaui (jarak yang tidak sesuai, perubahan nilai tahanan udara, tegangan lebih).

Gambar Insulator

A. Sesuai fungsinya, insulator yang baik harus memenuhi sifat : Karakteristik elektrik Insulator mempunyai ketahanan tegangan impuls petir pengenal dan tegangan kerja, tegangan tembus minimum sesuai tegangan kerja dan merupakan bahan isolasi yang diapit oleh logam sehingga merupakan kapasitor. Kapasitansinya diperbesar oleh polutan maupun kelembaban udara di permukaannya. Apabila nilai isolasi menurun akibat dari polutan maupun kerusakan pada insulator, maka akan tejadi kegagalan isolasi yang akhirnya dapat menimbulkan gangguan. Beberapa karakteristik elektrik yang terdapat dalam spesifikasi insulator diantaranya creepage distance, dry lightning impulse withstand voltage, wet power-frequency withstand voltage, dan power-frequency puncture voltage. Creepage distance didefinisikan sebagai jarak terpendek pada permukaan sebuah insulator antara dua buah konduktor. Panjang creepage distance, tegangan sistem yang digunakan dan kadar polusi suatu daerah menentukan jumlah disk atau keping insulator yang digunakan.

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

Gambar Creepage Distance Tabel Hubungan Tingkat Polusi dan Specific Creepage Distance

Tingkat Polusi Ringan Sedang Berat Sangat Berat

Harga Minimal Creepage Distance dalam mm/KV 16 20 25 31

Specific (SCD)

Sedangkan karakteristik elektrik yang lain menggambarkan kekuatan insulator tersebut dilewati tegangan pada kondisi tertentu. Karakteristik mekanik Insulator harus mempunyai kuat mekanik guna menanggung beban tarik konduktor penghantar maupun beban berat insulator dan konduktor penghantar. Biasanya dinyatakan dalam kN yang menggambarkan hasil uji impact atau tekan (mechanical failing load) terhadap material yang digunakan. Jumlah jenis dan type isolator tiap rangkaian, tergantung pada spesifikasi SUTT dan juga kondisi jalur yang dilalui (route map) SUTT, misal : daerah yang kondisi udaranya normal, daerah yang mengandung polusi kimia yang tinggi, daerah yang udaranya mengandung garam (asin), dan lain-lain. Untuk daerah yang kondisi udaranya baik (tidak mengandung polusi kimia dan asin), digunakan Isolator Type Normal. Sedangkan untuk daerah yang udaranya berpolusi tinggi, digunakan Isolator Type Fog (Fog Type Insulator). B. Berdasarkan material yang digunakan ada beberapa jenis insulator, diantaranya: Insulator keramik (porselen & gelas). a. Insulator porselen Insulator porselen mempunyai keunggulan tidak mudah pecah, tahan terhadap cuaca. Dalam penggunaannya insulator ini harus di glasur. Warna glasur biasanya coklat, dengan warna lebih tua atau lebih muda. Hal itu juga berlaku untuk daerah dimana glasur lebih tipis dan lebih terang, sebagai contoh pada bagian tepi dengan radius kecil. Daerah yang di glasur harus dilingkupi glasur halus dan mengkilat, bebas dari retak dan cacat lain. b. Insulator gelas Digunakan hanya untuk insulator jenis piring atau disk. Bagian gelas harus bebas dari lubang atau cacat lain termasuk adanya gelembung dalam gelas. Warna gelas biasanya hijau, dengan warna lebih tua atau lebih muda. Jika terjadi kerusakan insulator gelas mudah dideteksi.

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

Gambar Tipe Insulator

Insulator non-keramik (komposit) Insulator non-keramik (komposit) terbuat dari bahan polimer. Insulator komposit dilengkapi dengan mechanical load-bearing fiberglass rod, yang diselimuti oleh weather shed polimer untuk mendapatkan nilai kekuatan eletrik yang tinggi. Komponen utama dari insulator komposit yaitu : a. End fittings b. Corona ring(s) c. Fiberglass-reinforced plastic rod d. Interface between shed and sleeve e. Weather shed

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

Gambar Insulator Komposit

C. Menurut bentuknya insulator dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya: Insulator piring (disc) Dipergunakan untuk insulator penegang dan insulator gantung, dimana jumlah piringan insulator disesuaikan dengan tegangan sistem, dengan tambahan tiga buah insulator sebagai cadangan.

Gambar 34 : Insulator piring (a) tipe clevis (b) tipe ball-and-socket

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

Gambar Komponen insulator piring tipe ball-and-socket

Cara penentuan jumlah disc yang digunakan adalah sebagai berikut: Nominal voltage sistem : 132 kV rms Rated voltage sistem = 132kV*1.2 = 145 kV rms Maximum rated voltage : phase to phase Test creepage distance = 145kV*31mm/kV= 4495 mm (pada kondisi daerah dengan polusi yang parah) Formation manufacture details: Typical substation insulator : 80KN minimum failing load Creepage : 330 mm Spacing distance : 127 mm Jumlah insulator yang dibutuhkan untuk memenuhi 4495mm creepage adalah 4495/330=13.6 atau total minimal insulator yang dibutuhkan untuk setiap konduktor phasa adalah 14 unit. Sebagai cadangan biasanya ditambahkan 3 disc insulator. Sehingga pada satu rangkaian diperlukan sekitar 17disc insulator untuk sistem dengan tegangan sistem 132kV. Insulator tipe post Dipergunakan sebagai tumpuan dan memegang bagi konduktor diatasnya untuk pemasangan secara vertikal dan sebagai insulator dudukan. Biasanya terpasang pada tower jenis pole atau pada tiang sudut. Dipergunakan untuk memegang dan menahan konduktor untuk pemasangan secara horizontal.

Gambar Insulator post

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

Insulator long rod Insulator long rod adalah insulator porselen atau komposit yang digunakan untuk beban tarik.

Gambar Insulator long rod

D. Menurut pemasangannya ada beberapa jenis insulator, yaitu: I string Pemasangannya hanya berupa sebuah isolator yang tergantung langsung menghubungkan antara cross arm tower dengan konduktor yang terpasang. Biasanya ini digunakan untuk konduktor tegangan 70kV dengan pertimbangan konduktor yang ditahan tidak terlalu berat. Insulator yang digunakan berupa insulator long rod.

Gambar Insulator I string

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

V string Pemasangannya dengan cara sebuah konduktor dihubungkan dengan dua titik yang berbeda pada cross arm dengan menggunakan dua buah insulator yang disusun sehingga membentuk huruf V.

Gambar Insulator V string

Horizontal string Pemasangan insulator dengan cara ini sebenarnya tidak horizontal sepenuhnya, tetapi membentuk sudut yang kecil dengan garis horizontal. Tujuannya adalah untuk mengimbangi gaya tarik dari konduktor tersebut.

Gambar Insulator horizontal string

Single string Pemasangannya sama seperti pada I string. Antara konduktor dan tower dipisahkan dengan sebuah insulator yang dipasang secara tegak.

Gambar Insulator single string

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto

Double string Cara pemasangan sebenarnya sama seperti single string ataupun I string tetapi jumlah insulator yang digunakan dua rangkaian. Tujuannya adalah agar jika satu rangkaian putus maka masih ada rangkaian lain yang dapat menahan konduktor. Pemasangan seperti ini terutama dipakai pada transmisi saat melewati sungai atau jalan raya.

Gambar Insulator double string

Quadruple string Berupa empat buah rangkaian insulator yang dipasang menjadi satu secara paralel untuk memisahkan antara konduktor dengan cross arm tower. Biasanya hal ini untuk mengatasi besarnya berat konduktor saat transmisi melintasi sungai yang besar ataupun jalan raya yang lebar.

Gambar Insulator quadruple

Isolator (Insulator) untuk Transmisi_Nanang Hardianto