BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Keberhasilan Program Keluarga Berencana Nasional tidak terlepas dari ketersediaan data dan informasi mengenai perkembangan program secara berkesinambungan, cepat, tepat, akurat dan berkualita. Salah satunya adalah data basis keluarga dan individu anggota keluarga yang memberi gambaran secara tepat dan menyeluruh tentang cirri maupun keadaan umum yang berkaitan dengan kondisi serta potensi keluarga, serta hasil-hasil pelaksanaan program Keluarga Berencana di lapangan. Hasil pendataan keluarga yang mencakup informasi tetang indicator demografi, keluarga berencana, tahapan keluarga sejahtera, dan data individu anggota keluarga mempunyai arti penting bagi kegiatan operasional di lapangan. Hasil pendataan ini dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu acuan dalam melaksanakan program intervensi terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang dan atau akan dilaksanakan, terutama kegiatan-kegiatan di tingkat lini lapangan, sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat lebih beerdaya guna dan berhasil guna. Pada awalnya, data dan informasi mengenai keluarga yang dikumpulkan hanya ditujukan bagi kepentingan operasional program KB di tingkat lini lapangan. Pada perkembangan selanjutnya, data dan informasi mengenai keluarga tersebut mulai banyak dipakai oleh instansi ataupun lembaga di luar Badan Keluarga Berencana, terutama untuk program-program pemberdayaan keluarga miskin. Sampai saat ini, hasil pendataan keluarga telah cukup luas digunakan oleh sector dan instansi pemerintah, LSOM, organisasi profesi dan swasta. Selanjutnya, agar dapat diperoleh data dan informasi secara cepat, tepat dan akurat yang dapat dipakai sebagai acuan dalam penentuan kebijakan, perencanaan dan pembinaan, maka perlu dilakukan analisis dan evaluasi terhadap hasil pendataan keluarga. B. TUJUAN Evaluasi pendataan keluarga ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan data basis keluarga dan individu yang memberikan gambaran secara tepat dan menyeluruh keadaan di lapangan tentang hasil-hasil pelaksanaan program keluarga berencana yang dapat digunakan untuk kepentingan operasional langsung di lapangan serta untuk kepentingan penetapan kebijaksanaan, perencanaan, pengendalian oleh pengelola dan pelaksanan di semua tingkatan serta permasalahan yang ada di lapangan C. METODE EVALUASI Metode yang digunakan dalam evaluasi ini adalah dengan mengaplikasikan analisa komparatif antar waktu.

BAB II
Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. 2009 – Kabupaten Malang

Page 1

606 14. Diharapkan hal ini tetap dipertahankan pada pelaksanaan pendataan keluarga tahun mendatang.609 Ada 14.312 dusun dan 3006 RW. tercatat bahwa jumlah RW/Dusun di Kabupaten Malang 1. Hal ini menunjukkan bahwa aparat desa/kelurahan telah memahami akan pentingnya data yang menyangkut keluarga. maka terdapat peningkatan sebesar 2.544 14. Jumlah kepala keluarga hasil pendataan tahun 2009 apabila dibandingkan dengan hasil pendataan tahun 2008 697.609.459 14.819 K K.606 14.10 %.28 % atau sebanyak 15. CAKUPAN WILAYAH (RT.ANALISIS HASIL PENDATAAN KELUARGA A. Penambahan RT tersebut dapat dimungkinkan karena adanya pemekaran wilayah dan adanya perumahan baru.313 RW) maka terdapat penurunan 1 Dusun atau 0.931 K K. Apabila diamati maka aktifitas melapor jumlah RT kecenderungan melaporkan 100 % hasil pendataan keluarga dari tahun 2005 – 2009 dan menunjukkan tren tetap.322 13.037 RW) maka terdapat penurunan sebesar 31 dusun atau 1. RW/DUSUN.322 RT). Apabila dibanding dengan hasil pendataan keluarga tahun 2008 (1. 3. Kepala Keluarga Jumlah Kepala Keluarga di Kabupaten Malang berdasarkan hasil pendataan tahun 2009 sebanyak 713.459 14. jumlah RT di Kabupaten Malang bertambah sebanyak 287 RT atau 1. Cakupan RW / Dusun Hasil pendataan keluarga tahun 2009. maka selama kurun waktu 5 tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh menurunnya kinerja dari petugas (kader) yang ada di tingkat RW / dusun.544 14.609 % 100 100 100 100 100 2. Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. Diharapkan hal ini tetap dipertahankan pada pelaksanaan pendataan keluarga tahun mendatang Tabel : 1 Cakupan Wilayah Rukun Tetangga (RT) Pendataan Keluarga 2004 – 2009 Kabupaten Malang No 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2006 2007 2008 2009 Rukun Tetangga (RT) Lapor Jumlah 14. Cakupan Rukun Tetangga (RT) Jumlah RT hasil pendataan keluarga tahun 2009 tercatat 14.03 %. baik secara individu maupun kelompok.322 13.888 KK. bila dibandingkan Jumlah RT hasil pendataan tahun 2008 (14. DESA) 1. INDIKATOR DEMOGRAFI 1. 2009 – Kabupaten Malang Page 2 . B.08 % sedang RW hasil pendataan tahun 2008 (3. Cakupan Desa / Kelurahan Seluruh desa / kelurahan di Kabupaten Malang telah aktif melaporkan hasil pendataan keluarga.

12 %. Hal ini berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Hal ini berkaitan dengan kondisi ketahanan keluarga.781 KK atau 11.905 KK atau 14.42 % terdapat di kecamatan Gondanglegi dan terendah 0. 83. Kepala Keluarga Menurut Status Pekerjaan Jumlah kepala keluarga yang tidak bekerja di kabupaten Malang hasil pendataan keluarga tahun 2009 relatif rendah. 2009 – Kabupaten Malang Page 3 .34 % diantaranya berstatus janda/duda/belum kawin. Apabila dilihat per kecamatan.18 %.819 kepala keluarga di kabupaten Malang hasil pendataan keluarga tahun 2009. Sedang kepala keluarga yang bekerja yaitu 640. Diharapkan persentase kepala keluarga yang berstatus janda/duda/belum kawin tidak terlalu besar dan semakin kecil semakin baik. persentase tertinggi 17.71 % diantaranya perempuan jika dibanding dengan hasil pendataan keluarga tahun 2008 sebesar 82.589 KK atau 11. maka akses untuk mendapatkan pekerjaan maupun penghasilan yang lebih baik tidak terbatas. Tabel : 2 Kepala Keluarga (KK) Menurut Status Pekerjaan Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.590 Kepala Keluarga atau 10.44 % di kecamatan Gedangan. Persentase tertinggi 15. jika di banding dengan hasil pendataan tahun 2008 maka terdapat kenaikan 0.46 % cenderung turun sebesar 0. b. Di Kabupaten Malang persentase kepala keluarga laki-laki lebih tinggi di banding kepala keluarga perempuan. dengan kata lain tingkat ketahanan keluarganya relatih tinggi. Dengan tingkat pendidikan yang pada umumnya lebih tinggi laki-laki.15 %.69 % cukup tinggi. jika dibanding hasil pendataan tahun 2008 sebesar 100.68 % terdapat pada kecamatan Gedangan.31 % dari jumlah kepala keluarga yang ada. yaitu 73. Untuk kabupaten Malang kepala keluarga yang berstatus janda/duda/belum kawin tidak terlalu besar.29 % jika dibanding dengan tahun 2008 sebesar 615. jika di banding dengan hasil pendataan tahun 2008 maka terdapat penurunan 0.15 %.14 % maka cenderung naik 0.150 atau 88.86 % cenderung turun 0. Dari jumlah 713.a. karena secara psikologis kepala keluarga yang berstatus kawin kondisi ketahanan keluarganya relatif lebih baik dibanding dengan kepala keluarga yang berstatus janda/duda/belum kawin.95 % ada di kecamatan Sumberpucung dan terendah 10.819 kepala keluarga di Kabupaten Malang 14.230 atau 88.18 %. c. Sedang untuk KK laki-laki sebesar 630.229 kepala keluarga atau 89. Kepala Keluarga Menurut Jenis Kelamin Keluarga yang dikepalai oleh seorang perempuan tingkat ketahanan keluarganya relatif lebih rendah dibandingkan dengan keluarga yang dikepalai oleh seorang lakilaki. Kepala Keluarga Menurut Status Perkawinan Dari 713.

74 28.20 0.169 24. Tabel :3 Kepala Keluarga (KK) Menurut Status Pendidikan Pendataan Keluarga Tahun 2008 dan Tahun 2009 Kabupaten Malang Tahun 2008 Tahun 2009 No Uraian +/Jml % Jml % 1 Tidak Tamat SD 169. terutama untuk keluarga dimana kebutuhan hidupnya masih cukup besar. Jiwa dalam Keluarga Jumlah keluarga di Kabupaten Malang yang terdata dalam pendataan tahun 2009 sebanyak 713.31 100 Dari sudut pandang ekonomi.931 100 713.295 57.98 3 Tamat SLTA 110.753 16.590 713.069 KK atau 3.59 2 Tamat SD-SLTP 392.47 jiwa. Diharapkan dengan adanya program pendidikan 12 tahun yang dicanangkan pemerintah dapat meminimalisir jumlah kepala keluarga yang tidak tamat SD. Apabila di amati perkembangan per tahun. Hal ini membuktikan bahwa program KB semakin dapat diterima di masyarakat luas dan bahkan merupakan sebuah kebutuhan.69 10.93 0.475.24 161. 2009 – Kabupaten Malang Page 4 .753 KK atau 16. terdapat 161. diasumsikan bahwa semakin rendah pendidikan seseorang semakin kecil kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak.22 % dan tamat Perguruan tinggi sebanyak 28. tamat SD-SLTP sebanyak 408.22 0. seorang kepala keluarga yang tidak bekerja akan mempengaruhi kondisi ketahanan keluarga yang di pimpinnya. Dari jumlah 713.54 %. Dengan demikian setiap keluarga terdapat 3. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan Kepala Keluarga di Kabupaten Malang dapat dikatakan semakin membaik. d.20 %.255 15.295 atau 57.10 Jumlah 697.819 kepala keluarga di Kabupaten Malang hasil pendataan tahun 2009.819 100 2.93. Kepala Keluarga Menurut Tingkat Pendidikan Ditinjau dari sudut pandang ekonomi. terlihat bahwa rata-rata jiwa per keluarga di Kabupaten Malang mulai tahun 2004 hingga tahun 2009 menunjukkan tren menurun. tamat SLTA terdapat kenaikan juga sebesar 0. Apabila dibanding dengan hasil pendataan tahun 2008 maka tidak tamat SD terdapat penurunan sebesar 1.069 3.42 % sedang untuk tamat Akademi/Perguruan Tinggi terdapat kenaikan 0.80 115.22 408. Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.819 keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 2.116 3.702 22. tamat SD-SLTP ada kenaikan sebesar 0.65 . tamat SLTA sebanyak 115.42 4 Tamat PT 26.391 56.65 % kepala keluarga yang pendidikannya tidak tamat SD.819 % Thd Jumlah KK 89.880 jiwa.Pendataan Keluarga Tahun 2009 Kabupaten Malang No Status Pekerjaan 1 Bekerja 2 Tidak Bekerja Jumlah Jumlah KK 640.19 %.229 73.1.98 %.702 KK atau 22.

89 0. dimana ibu akan memperoleh tambahan pengetahuan tentang pembinaan Balita melalui BKB.07 orang (artinya setiap 100 keluarga terdapat Lansia sebanyak 7 orang) Tabel : 5 Rata-Rata Balita.932 697. menunjukkan bahwa rata-rata setiap keluarga di Kabupaten Malang mempunyai Balita sebanyak 0.27 0.348.34 0.24 0.95 0.751 616. Dengan demikian jika suatu saat anaknya mempunyai permasalahan pribadi. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2006 2007 2008 2009 Jumlah Keluarga 652.454 2.65). untuk perkembangan rata-rata remaja per keluarga cenderung menurun.47 Apabila diamati per Kecamatan. dan Lansia sebanyak 0.170 47.418. BKR.499 171.486 2.114 602. a.25 0.87). Remaja per keluarga dan Lansia per keluarga akibat dari ketahanan keluarga yang smakin meningkat melalui kegiatan BKB. Remaja.987 621.Tabel : 4 Rata-rata Jiw Per keluarga Pendataan Keluarga Tahun 2004 – 2009 Kabupaten Malang No.82). hasil pendataan keluarga tahun 2009. remaja sebanyak 0. Jiwa Menurut Jenis kelamin Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.932 697.025 44.51 3. Disisi lain.24 orang (artinya setiap 100 keluarga ada Balita sebanyak 24 orang). 2009 – Kabupaten Malang Page 5 .25 0.29).468 217.28 0.790 213.585 682.57 3. Lansia Per Keluarga Pendataan Keluarga Tahun 2004 .819 Jumlah Jiwa 2. sedang untuk perkembangan rata-rata Lansia per keluarga menunjukkan tren naik turun. jumlah jiwa per keluarga tertinggi adalah Kecamatan Donomulyo (3. Remaja (Kesehatan Reproduksi Remaja) atau pembinaan Lansia. Sedang rata-rata terendah Kecamatan Jabung (3.86 orang (artinya setiap 100 keluarga terdapat remaja sebanyak 86 orang). Kecamatan Sumberpucung (3.235 614.880 Jiwa per Keluarga 3.86 0.931 713.714 181.23 0. dan BKL.941 618.32 0.90 0.258 171. Menurunnya rata-rata Balita per keluarga.2009-12-19 Kabupaten Malang Jml Kelg 652.931 713.376.364 2.819 Jumlah Jiwa Usia Balita Remaja Lansia 0<5 Th (7-21 (>60 th) th) 149.95 0.54 3. dapat segera terselesaikan terlebih dahulu didalam keluarga.937 666.585 682.422 172.102 Rata-rata dlm Kelg Balita Remaj Lansia 0<5 a (7-21 (>60 Th th) th) 0.937 666.06 0. dan Kecamatan Ampelgading (3.325 2.07 No Tahun 1 2 3 4 5 2004 2006 2007 2008 2009 Apabila diamati per tahun perkembangan rata-rata Balita per keluarga menunjukkan tren turun .475.60 3.120 171.451.

325 jiwa terdiri dari laki-laki 1.05.738 jiwa sedang perempuan 1.38 % adalah penduduk usia lebih dari 60 tahun. Artinya setiap 100 perempuan terdapat 98 lakilaki.1 7 3.234 jiwa atau 55.880 jiwa. pembinaan pada keluarga tetap harus dilakukan melalui kegiatan Bika Keluarga Balita (BKB).9 2 5-6 Th Jumlah % 3.9 7 8.76 % adalah remaja usia 16-21 tahun . menunjukkan bahwa tinkgat kesehatan masyarakat di Kabupaten Malang mulai membaik.231.639 jiwa atau 15.88 artinya terdapat kenaikan 0.726. Jika dibanding dengan hasil pendataan keluarga tahun 2008 tercatat sebanyak 2.7 9 55.2 2 55.451.244.Hasil pendataan keluarga tahun 2009 bahwa jumlah jiwa di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 2. anak pra sekolah (5-6 th) dan anak remaja dini usia 7-15 th mengalami penurunan.880 jiwa. KB dan kegiatan usaha ekonomi produktif.587 jiwa.8 7 10.0 9 55.384.2 1 15. Tahun 0-<5 Th Jumlah % 6.9 9 9.475.3 8 Jumlah Jiwa 1 2 3 4 5 2004 2006 2007 2008 2009 149941 171114 171751 172987 171235 88414 80162 76738 75946 73975 363517 357716 367654 372922 372639 255197 245074 248814 248103 241531 1310265 1309162 1335985 1353590 138423 4 181120 213258 217422 227777 23226 6 2348454 2376486 2418364 2451325 2475880 Bila dibandingkan dengan hasil pendataan pada tahun sebelumnya. b.2 4 55. yang terdiri dari laki-laki sebanyak 1.2 9 10.268 jiwa dan perempuan sebanyak 1.2 0 15.3 8 7.9 1 > 60 Th Jumlah % 7. Penurunan angka pada Balita usia 0 – 55 th tersebut membuktikan bahwa program keluarga berencana telah menunjukkan adanya kebersilan.3 1 10.93. 1.2 0 7. Ratio jenis kelamin anggota keluarga (sex ratio) sebesar 98.3 7 3. 3. 2009 – Kabupaten Malang Page 6 .232.1 0 7. Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).9 9 7-15 th Jumlah % 15.512 jiwa.92 % adalah Balita (0-<5 th) . Dari jumlah tersebut 171.99 % adalah anak usia 5 – 6 th .7 6 22-59 Th Jumlah % 55. Sedangkan peningkatan persentase pada usia lanjut > 60 th.975 jiwa atau 2.91 % adalah usia produktif 22-59 tahun sedang sisanya 232. maka untuk anak suia 0-<5 th (Balita). Tabel : 6 Jiwa Menurut Kelompok Umur Pendataan Keluarga Tahun 2004 .475. 241. Semua Balita sebaiknya mengikuti kegiatan Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. Namun demikian.05 % adalah remaja usia 7-15 th tahun .0 5 16-21 Th Jumlah % 10.1 2 9.266 jiwa atau 9.7 6 3. sex ratio 98.0 6 6.2 9 9.4 8 15.235 jiwa atau 6.218.531 jiwa atau 9.7 1 8.2009 Kabupaten Malang No.0 5 15. Jiwa Menurut Kelompok Umur Jumlah jiwa di Kabupaten Malang hasil Pendataan Keluarga tahun 2009 sebanyak 2. 73. Sedangkan untuk remaja dewasa 16-21 th dan usia lanjut > 60 th mengalami kenaikan.1 0 2. 1) Partisipasi Bayi dan Anak Balita Dalam Posyandu Posyandu merupakan tempat pelayanan terpadu yang bisanya dilaksanakan sebulan sekali yang kegiatannya antara lain yaitu pelayanan kesehatan.

649 15. Tabel : 8 Partisipasi Anak 7 .11 %) dan terendah adalah Kecamatan Singosari dimana semua Balita ikut Posyandu (0 %).< 5 th 0 . Tabel : 7 Partisipasi Bayi dan Anak Balita Dalam Posyandu Pendataan Keluarga Tahun 2009 Kabupaten Malang No 1 2 3 Kelompok Umur 0 . 2009 – Kabupaten Malang Page 7 .304 anak atau 5.795 91. Tingginya angka Balita yang belun / tidak mengikuti Posyandu tersebut.< 1 th dalam Posyandu ( 91.235 Apabila diamati per kelompok umur. terlihat bahwa persentase Balita usia 0-<5 th yang tidak ikut Posyandu tertinggi adalah Kecamatan Pagak (91.473 89.762 % 8.< 1 th 1 . pada tabel di atas terlihat bahwa persentase keikutsertaan bayi usia 0 .902 orang dan perempuan 8.64 10.< 5 th ( 88.45 % yang tidak sekolah yang terdiri dari laki-laki sebanyak 11.444 129.04 Tidak Ikut Posyandu Jumlah 3. kemudian Kecamatan Gondanglegi (18. Berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2009.402 orang. terdapat 20.96 % belum/tidak mengikuti osyandu.36 %).473 anak atau 89.36 152.235 anak.20 %) lebih besar dibandingkan dengan keikutsertaan anak usia 1 . menunjukkan bahwa dari jumlah 372.678 88.< 5 th Ikut Posyandu Jumlah % 37.20 114. agar dapat segera diikuti perkembangan kesehatannya sedini mungkin. Dari jumlah tersebut 152. sehingga mereka merasa tidak perlu lagi untuk ikut Posyandu.15 th Dalam Pendidikan Menurut Jenis Kelamin Pendataan Keluarga Tahun 2009 Kabupaten Malang Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.113 18.96 Jumlah 41. kemungkinan karena menurunnya kinerja PLKB/PKB maupun Kader. Apabila diamati per Kecamatan.31 %). Ada banyak kemungkinan dilapangan sehingga mereka tidak ikut Posyandu diantaranya adalah anak usia 4-5 th sudah masuk play group atau PAUD. kurangnya KIE pada masyarakat luas dan medan yang sulit menjangkau Posyandu sehingga para ibu kesulitan mengantarkan anaknya pergi ke Posyandu.763 atau 10. Hasil pendataan keluarga tahun 2009.Posyandu secara rutin.80 11.639 anak dan remaja usia 7 – 15 tahun. 2) Partisipasi Anak Usia 7 – 15 Tahun dalam Pendidikan Formal Program pemerintah wajib belajar 9 tahun di Kabupaten Malang sudah sesuai yang diharapakan dimana yang tidak bersekolah hanya 5 % dari total anak usia 7 – 15 tahun. jumlah anak Balita (usia 0-<5 th) di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 171.04 % diantaranya telah mengikuti Posyandu dan siasanya sebanyak atau 18.791 171.

45 % (th 2009).68 20. Tabel : 9 Partisipasi Anak 7 .49 % (th 2007).766 93.639 No 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2006 2007 2008 2009 Apabila diamati per Kecamatan.264 95.13 % (th 2008) dan 5. Page 8 Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.55 Tidak Sekolah Jumlah % 11.866 6.49 22.902 6.304 5. Definisi WUS relatif berbeda khususnya antara negara-negaramaju (developed country) dengan negara berkembang (developing country).716 367.00 %) kemudian Kecamatan Singosari (2. 6.462 8.87 352.876 6. Karena WUS mencerminkan potensi untuk berproduksi.2009 Kabupaten Malang Sekolah Jumlah % 334. Sedangkan persentase terendah adalah Kecamatan Bantur (2.30 343.335 94. terlihat bahwa dalam 3 tahun terakhir.No Uraian 1 Laki-Laki 2 Perempuan 3 Jumlah Sekolah Jumlah % 181.402 4.45 Jumlah 192.922 372.639 Apabila diamati pertahun.055 91.10 23.55 Tidak Sekolah Jumlah % 29. maka persentase tertinggi anak usia 7-15 th yang tidak sekolah terdapat di Kecamatan Jabung (12.950 6.74 %). Sehingga pada negara maju yang dikatakan WUS ada yang dimulai pada usia 10 tahun sampai dengan 55 tahun.70 23.51 350. Sedangkan pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia mengelompokkan WUS pada usia 15 sampai 49 tahun.32 352.973 179. 3.13 20. PUS terhadap WUS Jumlah WUS dalam masyarakat adalah penting artinya bagi Program KB. persentase anak remaja yang tidak sekolah menunjukkan kecenderungan tren menurun yaitu berturut-turut 6.517 357.056 93.335 94. dimana adanya dana BOS diharapkan dapat membantu keluarg-keluarga yang tidak mampu untuk dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang tingkat yang lebih tinggi sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Malang. Pada negara-negara maju dimana kemajuan tehnologi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang relatif tinggi mempengaruhi masa kesuburan seorang wanita. 2009 – Kabupaten Malang .90 333.45 Jumlah 363.654 372.778 93. Wanita Usia Subur (WUS) dan Pasangan Usia Subur (PUS) a.83 171.666 372.17 8.17 %) kemudia Kecamatan Pujon (11.071 93. bahkan ada yangt mengelompokkan 15 sampai adengan 45 tahun. Indikasi penurunan angka tersebut diharapkan dapat membantu dalam mempercepat penuntasan program pendidikan 9 tahun yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.304 5.27 %).15 th Dalam Pendidikan Pendataan Keluarga Tahun 2004 .

884 463.562 661.204 636. Persentase PUS terhadap WUS pada tahun 2009 tersebut mengalami kenaikan sebesar 1. Kenaikan persentase dimulai tahun 2004. sedang tahun 2009 mengalami kenaikan.2009 Kabupaten Malang No.493 478. Artinya Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. Hasil Pendataan Keluarga tahun 2009. Child Women Ratio (CWR) Untik perkembangan tingkat fertilitas pada suatu wilayah/daerah dalam kurun waktu tertentu adalah dengan melihat ratio jumlah balita usia 0-<5 th dengan jumlah Wanita Usia Subur (WUS) 5-49 th.Proporsi atau persentase Pasangan Usia Subur terhadap Wanita Usia Subur dapat dijadikan salah satu indikator keberhasilan upaya peningkatan usia kawin wanita serta indikator besar kecilnya sasaran yang harus digarap oleh Program KB. sebaliknya persentase yang besar mengindikasikan semakin menurunnya rata-rata usia kawin pertama wanita.30 %).13 70.525 orang.525.639 orang atau 72. tahun 2007 naik dan tahun 2008 turun. Tabel : 10 Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap Wanita Usia Subur (WUS) Pendataan Keluarga Tahun 2004 . dengan demikian dapat diketahui CWR sebesar 258.23 point dibandingkan hasil pendataan tahun 2008 (70.10 Apabila diamati per tahun. Sementara.87 %).525 443. b. tampak bahwa persentase PUS terhadap WUS menunjukkan perkembangan trend naik turun.235 dan jumlah Wanita Usia Subur (WUS) sebanyak 663. Sedangkan persentase terendah adalah Kecamatan Sumberpucung (62. Jika semakin kecil rationya maka diasumsikan semakin kecil angka kelahirannya. Hasil Pendataan Keluarga tahun 2009.466 468. Jumlah anak usia 0-<5 th (Balita) di Kabupaten Malang sebanyak 171.12 71. 2009 – Kabupaten Malang Page 9 .575 452. Dari jumlah tersebut yang termasuk Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 478.794 651.87 72.369 71.41 71. Tahun Wanita Usia Subur (WUS) Pasangan Usia Subur (PUS) PUS terhadap WUS (%) 1 2 3 4 5 2004 2006 2007 2008 2009 621. Kenaikan angka tersebut kemungkinan disebabkan karena menurunnya usia perkawinan wanita. persentase PUS terhadap WUS tertinggi adalah Kecamatan Kalipare ( 84.persentase yang kecil dapat diindikasikan sebagai meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita. jumlah WUS di Kabupaten Malang tercatat 663. berarti lebih dari separuh wanita usia subur di Kabupaten Malang berstatus kawin dan ini sangat potensial dalam meningkatkan angka kelahiran di Kabupaten Malang.10 %. Oleh karena itu KIE Kesehatan Reproduksi Remaja supaya terus ditingkatkan. Diharapkan kondisi yang naik turun ini tidak dialami tahuntahun mendatang. tahun 2006 turun.44 %).083 663. bila diamati per Kecamatan.98 % ) kemudian Kecamatan Gedangan (80.

517 orang atau 65.50 %. ataupun melahirkan pada usia yang sangat muda.562 661. jumlah PUS yang istrinya berumur dibawah 20 th sebanyak 11.235 CWR 241 269 264 262 258 Sementara apabila diamati pertahun. maka CWR tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 43 point.938 orang atau 2. yang termasuk kelompok 20-29 th sebanyak 315. PUS Menurut Kelompok Umur Keberhasilan program pendewasaan usia perkawinan dapat dilihat dari tinggi rendahnya persentase PUS yang istrinya berusia dibawah 20 th terhadap PUS yang ada. Sedang 175 terendah di Kecamatan Donomulyo dan 226 di Kecamatan Dampit. Apabila dibandingkan dengan hasil pendataan tahun 2008. Dari jumlah tersebut.2009 Kabupaten Malang No. Tabel : 12 Jumlah PUS Menurut Umur Istri Pendataan Keluarga Tahun 2004 . maka perkembangan CWR di Kabupaten Malang selama 5 tahun terakhir kecenderungan trend turun. Penurunan angka tersebut merupakan indikasi menurunnya jumlah anak yang dimiliki pada setiap wanita. hamil. Semakin kecil persentasenya berarti program pendewasaan usia perkawinan berjalan dengan baik. Pada tingkat kecamatan angka rasionya bervariasi antara 390 tertinggi di Kecamatan Ngajum dan 330 di Kecamatan Bantur.941 171.setiap 1000 wanita usia subur di Kabupaten Malang pada tahun 2009 terdapat 258 anak usia 0-<5 th. 2009 – Kabupaten Malang Page 10 .369 PUS.204 636.114 171. Tahun 1 2 3 4 5 2004 2006 2007 2008 2009 Wanita Usia Subur (WUS) 621.987 171.525 Anak Usia 0-<5 th 149.794 651. c. Jumlah Pasangan Usia Subur di Kabupaten Malang hasil Pendataan Keluarga tahun 2009 tercatat 478. Disamping itu persentase yang kecil mengindikasikan meningkatnya kesadaran akan resiko yang akan dihadapi jika kawin.2009 Kabupaten Malang No Tahun Dibawah 20 th Jumlah % 20-29 th Jumlah % Diatas 30 th Jumlah % Jumlah Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.083 663. Perkembangan angka kelahiran selama 5 tahun terakhir semakin kecil angka kelahiran meski jika dibanding hasil pendataan tahun 2004 cenderung naik. Tabel : 11 Child Women Ratio (CWR) Pendataan Keluarga Tahun 2004 .96 %.751 172.

06 31.369 Apabila diamati pertahun.03 % ). Mereka sudah dapat menentukan umur berapa untuk menikah.1 2 3 4 5 2004 2006 2007 2008 2009 16.826 305.938 3.84 32. akan semakin pendek masa reproduksinya.550 150. Penurunan dimulai pada tahun 2004 – 2007. Hal ini membuktikan bahwa KIE tentang kesehatan reproduksi remaja sudah dapat diterima masyarakat luas terutama pada wanita usia remaja/dewasa.090 12.196 147.438 150.914 33.88 2.636 303. Tahun 1 2004 Pasangan Usia Subur (PUS) 443.50 150. 2009 – Kabupaten Malang .493 478. INDIKATOR KELUARGA BERENCANA 1. maka prevalensi mengalami penurunan sebesar 2. Peserta KB Aktif Berdasarkan hasil pendataan tahun 2009.369 PUS.61 2. Disisi lain dengan semakin bertambah usia perkawinan pertama wanita.42 65.06 65. Pada tahun 2008 kembali cenderung mengalami penurunan.11 31.889 294. sedang untuk tahun 2009 mengalami kenaikan kembali. Dari jumlah tersebut yang menjadi peserta KB Aktif sebanyak 343. tahun 2008 mengalami kenaikan sedang tahun 2009 mengalami penurunan kembali. kemudian pada tahun 2007 mengalami sedikit kenaikan.597 11. tertinggi adalah Gedangan ( 7. Lebih besar dari pada pengurangan jumlah PUS ikut KB yang tidak PUS lagi karena menopause.96 443. persentase PUS yang istrinya umur dibawah 20 th.052 12.55 276. kemudian Kecamatan Tumpang (5.311 peserta atau prevalensinya 71. Apabila dilihat pada 6 tahun terakhir.69 2. Penurunan prevalensi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh penambahan jumlah PUS baru (Kemanten baru) yang pada umumnya tidak ber KB karena ingin segera punya anak.74 %).20 65. Sementara pada persentase PUS yang istrinya berusia 20-29 th pada tahun 20042007 cenderung turun.56 65.575 Peserta KB-Aktif 314.52 point.77 %.466 468. prevalensi peserta KB Aktif di Kabupaten Malang menunjukkan pada tahun 2004-2006 mengalami penurunan.63 2.517 62. sehingga semakin sedikit jumlah anak yang akan dilahirkan.575 452.884 463. kemudian pada tahun 2008 naik sedang tahun 2009 cenderung mengalami penurunan.567 145. Apabila dibandingkan dengan hasil pendataan tahun 2008. Sedangkan C.2009 Kabupaten Malang No.94 32. dari PUS di Kabupaten Malang tercatat sebanyak 478. Apabila diamati per Kecamatan. maka perkembangan persentase PUS yang istrinya berumur dibawah 20 th selama 6 tahun terakhir menunjukkan tren naik turun.119 13. Dengan melihat indikasi yang naik turun tersebut maka bisa dikatakan bahwa KIE KB dan pembinaan kepada akseptor perlu ditingkatkan lagi agar supaya angka DO dapat ditekan seminimal mungkin. Tabel : 13 Prevalensi Peserta KB Pendataan Keluarga Tahun 2004 .97 Page 11 Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.458 315.791 Prevalensi 70.

75 %).423 190. Sedangkan prevalensi terendah adalah Kecamatan Gondanglegi (64. sebanyak 343. Sementara apabila diamati per Kecamatan.311 peserta KB Aktif. Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.898 179.311 202.06 4 2008 324. Apabila diamati per Kecamatan.884 463. servis pelayanan pada jalur swasta semakin baik.65 5 2009 343. Berdsarkan hasil pendataan keluarga tahun 2009.475 184. Tahun PA-Swasta % Peran Swasta Aktif 1 2004 314.63 %).369 319. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh antara lain meningkatnya kemampuan masyarakat (akseptor) untuk membeli kontrasepsi.89 % diantaranya mendapatkan pelayanan KB melalui jalur swasta. Peserta KB Aktif Swasta Program KB saat ini telah diarahkan kepada kemandirin masyarakat dalam memperoleh pelayanan kontrasepsi serta peningkatan fungsi sektor swasta dalam penyediaan pelayanan kontrasepsi. tempat pelayanan yang mudah terjangkau masyarakat.33 %).25 71.35 %).475 324.89 Apabila diamati pertahun. 2.619 53.2 3 4 5 2006 2007 2008 2009 452.720 56. Angka tersebut naik sebesar 0.493 478.61 %) sedang terendah adalah Kecamatan kalipare (25. menunjukkan angka yang tidak konstan yaitu mulai 69 – 71 %.898 329.64 71.311 peserta atau 58. Dalam pelaksanaanya bukan lagi semata-mata menjadi tanggung kawab pemerintah saja tapi juga telah menjadi tanggung jawab masyarakat. persentase peserta KB-Aktif yang mendapatkan pelayanan melalui jalur swasta. maka prevalensi peserta KB-Aktif tertinggi adalah Kecamatan Ngantang (82.264 58. 2009 – Kabupaten Malang Page 12 .423 343. dan kesadaran klien dalam kemandirian tentang kebutuhan kontrasepsi semakin meningkat. maka perkembangan PS-Swasta menunjukkan kecenderungan tren naik. Oleh karenanya maka informasi mengenao sumber perolehan alat kontrasepsi bagi peserta KB adalah sangat penting.791 168.24 point bila dibandingkan dengan hasilpendataan keluarga tahun 2008.2009 Kabupaten Malang Peserta KBNo.77 Disisi lain menunjukkan bahwa angka prevalensi peserta KB Aktif di Kabupaten Malang selama kurun waktu 6 tahun.57 2 2006 319. Tabel : 14 Peran Swasta dalam Program KB Pendataan Keluarga Tahun 2004 . Sedang alat kontrasepsi yang ada saat ini dikhususkan pelayanannya untuk keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I. tertinggi adalah Kecamatan Karangploso (89. tercatat bahwa dari jumlah 343.399 56. Peran Swasta dalam pelayanan KB di Kabupaten Malang dapat dikatakan cukup tinggi.161 58.08 3 2007 329.466 468.311 70.09 69. kemudia Kecamatan Kasembon (79.

60 %) jika dibanding dengan tahun 2009 (14.369 PUS.92 % dari jumlah seluruh Pasangan Usia Subur.638 71. INDIKATOR KELUARGA SEJAHTERA 1. Melalui pendataan keluarga sejahtera dapat diketahui tingkatan kesejahteran keluarga untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan intervensi program pembangunan khususnya dalam program keluarga berencana. Dari jumlah tersebut.883 82. 2009 – Kabupaten Malang Page 13 .372 Angka persentase Unmetneed hasil Pendataan Keluarga tahun 2009 tersebut dapat dikatakan cukup rendah bila dibandingkan dengan hasil Pendataan Keluarga tahuntahun sebelumnya yang angkanya berkisar 17-18 %. Sementara apabila diamati per Kecamatan. melalui media cetak/media luar ruang/elektronika.04 %). sedang terendah Kecamatan Ngantang (6.09 %).001 38. 32.369 Ingin Anak Tertunda 33.49 14. D.884 463.668 35.13 %).124 % Unmetneed 12.216 86.677 32.883 47.92 %) terdapat kenaikan sebesar 2. Dengan demikian. angka pertentase unmetneed tertinggi adalah Kecamatan Dau (20.466 468. mudahnya pelayanan di segala tempat.248 PUS adalah yang ingin anak ditunda dan 39.215 47. Keluarga menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Pendataan Keluarga Sejahtera merupakan perkembangan dari proses pendataan keluarga yang sudah dilaksanakan sejak terbitnya UU no. Menurunnya angka unmetneed pada tahun 2009 tersebut disebabkan karena banyaknya sasaran yang sudah menjangkau pelayanan meski di tempat terpencil oleh Petugas.575 452. Untuk lebih menekan angka unmetneed diharapkan penggerakan dan KIE Keluarga Berencana perlu lebih digencarkan lagi kepada masyarakat luas melalui pertemuan-pertemuan formal dan informal.32 point. Unmetneed Jumlah PUS di Kabupaten Malang berdasarkan hasil pendataan tahun 2009 sebanyak 478.92 No Tahun Jumlah PUS 1 2 3 4 5 2004 2006 2007 2008 2009 443. sedang bila dibanding hasil pendataan tahun 2004 (12.883 80. serta tidak kalah pentingnya bermitra dengan LSM/LSOM disemua tingkatan wilayah. Tingkat kesejahteraan keluarga dikelompokkan ke dalam 5 (lima) tahap dan diterjemahkan ke dalam 21 indikator.493 478.215 47.74 18.86 17.372 PUS atau 14.248 Jumlah 55.3.961 39. Perumusan indikator tahapan didasarkan pada Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. jumlah PUS yang bukan peserta KB yang ingin anak ditunda dan tidak ingin anak lagi (unmetneed) sebanyak 71. 10 tahun 1992.60 17.124 PUS yang tidak ingin anak lagi. Tabel : 15 Unmetneed Pendataan Keluarga Tahun 2004-2009 Kabupaten Malang Unmetneed Tidak Ingin Anak 55. kemudia Kecamatan Gondanglegi (20.

III dan III Plus mengalami kecenderungan naik. c.702 keluarga atau 27. Keluarga Sejahtera II (KS II) sebanyak 197.09 Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera KS I 166.847 % 25.80 KS III 160.943 146. sosial psikologis dan kebutuhan pengembangannya). d). dan Keluarga Sejahtera II Plus (KS III Plus) sebanyak 21.687 keluarga atau 28.00 %.460 140. Jumlah keluarga di Kabupaten Malang berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2009.47 %.819 keluarga terdiri dari keluarga Pra Sejahtera (Pra S) sebanyak 144.702 203. 2009 – Kabupaten Malang Page 14 . b) Keluarga Sejahtera I. Tahun Jumlah Keluarga Pra Sej.819 % terhadap Jumlah Keluarga 20.119 23.01 25. tercatat sebanyak 7361.384 713.31 20. sedangkan untuk Keluarga Sejahtera II.43 KS III + 25.31 %.787 171.964 % 24.47 27. menunjukkan bahwa untuk perkembangan keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I ada kecenderungan menurun. Keluarga Sejahtera I (KS I) sebanyak 146.58 27.13 KS II 156. Jumlah dan perkembangan masing-masing tahapan dipengaruhi oleh berbagai aspek.70 28.943 keluarga atau 20.348 keluarga atau 3.856 % 24. Keluarga Pra Sejahtera.103 197.53 %.55 1 2 2004 2006 652.493 182.2009 Kabupaten Malang No. Keluarga Sejahtera III Plus. 144.07 22. sehingga tersusun tahapan keluarga dari terendah ke tahapan tertinggi terdiri dari : a).281 % 22. e). 1 2 3 4 5 Tahapan Keluarga Sejahtera Keluarga Pra Sejahtera Keluarga Sejahtera I Keluarga Sejahtera II Keluarga Sejahtera III Keluarga Sejahtera III Plus Jumlah Keluarga Jumlah 144. Tabel : 16 Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Pendataan Keluarga Tahun 2004 .49 21.103 keluarga atau 20. Tabel : 17 Persentase Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera Pendataan Keluarga Tahun 2004 .70 %.078 147.85 3.687 21. Keluarga Sejahtera III (KS III) sebanyak 203.) Keluarga Sejahtera II. terutama aspek ekonomi seperti krisis ekonomi yang terjadi secara meluas.585 Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.2009 Kabupaten Malang No.teori Maslow tentang tingkat kebutuhan manusia (dasar.00 100. Keluarga Sejahtera III.637 % 3.53 3.937 666.00 Apabila dibandingkan dengan hasil pendataan tahun sebelumnya.

23 40.60 26.687 28.384 3.22 41.12 3. 2009 – Kabupaten Malang Page 15 . menandakan bahwa tingkat ekonomi keluarga dapat dikatakan semakin membaik.56 43.23 42. persentase keluarga Pra Sejahtera + Keluarga Sejahtera I.477 146.01 %).2009 Kabupaten Malang No.931 713.34 3.931 713.31 131.77 % terhadap jumlah keluarga (713.932 697.56 20. Angka persentase tersebut dapat dikatakan cukup tinggi walaupun lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil pendataan 4 tahun sebelumnya diatas 40 %.103 19.264 144.semakin besar persentasenya berarti semakin rendah tingkat kesejahteraan penduduknya. Sedang terendah aadlah Kecamatan Dau (21.591 151. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2006 2007 2008 2009 Jumlah Keluarga 652. merupakan ”pekerjaan rumah” bagi seluruh pemerintah/LSM/LSOM dan masyarakat luas.937 666. tercatat sebanyak 291.3 4 5 2007 2008 2009 682.816 21.00 Menurunnya angka persentase Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I pada tahun 2009.70 196.67 20.943 21.819 149.83 28.748 21.32 20.885 196.819 Keluarga Pra S dan KS I Jumlah 310.288 203. Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th.90 21.81 %).77 Tingginya angka keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I tersebut. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I Tinggi rendahnya persentase keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I terhadap jumlah keluarga yang ada suatu wilayah dapat dijadikan tolok ukur tinggi rendahnya kesejahteraan penduduk di wilayah tersebut.960 143.046 % thd Jumlah Kelg 47.53 22. dalam menentukan kebijakan tahun yang akan datang.932 697. Jumlah keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I (Pra S dan KS I) di Kabupaten Malang hasil pendataan keluarga tahun 2009. Apabila diamati per Kecamatan.551 294.47 181.12 28. Tabel : 18 Persentase Keluarga Pra Sejahtera dan KS I Pendataan Keluarga Tahun 2004 .538 288.53 27.046 keluarga atau 40.702 26.680 185.741 291.128 281.585 682. 2.154 197. tertinggi adalah Kecamatan Gondanglegi (56.78 %).819 keluarga). kemudian Kecamatan Jabung (56.

serta kondisi perkembangan program di lapangan. Secara rinci kesimpulan hasil analisis dan evaluasi hasil pendataan keluarga tahun 2009 sebagai berikut : Page 16 Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. hasil analisis dan evaluasi pendataan keluarga juga dapat menggambarkan ciri maupun keadaan umum yang berkaitan dengan kondisi serta potensi keluarga. Selain itu. sehingga dapat digunakan dalam melakukan intervensi ataupun perbaikan terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang atau akan dilaksanakan.BAB III KESIMPULAN Hasil analisis dan evaluasi pendataan keluarga merupakan informasi yang sangat penting bagi pimpinan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan strategi dalam peningkatan pelaksanaan operasioal program keluarga berencana dan keluarga sejahtera. 2009 – Kabupaten Malang .

1. angka cakupannya menagalami . Analisis Hasil Pendataan Keluarga Th. 2009 – Kabupaten Malang Page 17 .. Sudah seluruh RT dan RW/Dusun di Kabupaten Malang terdata. Sudah seluruh kepala keluarga terdata sesuai jumlah keluarga yang ada. 2. dan bila dibandingkankan dengan tahun sebelumnya. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful