Anda di halaman 1dari 12

PERALATAN DAN BAHAN 1. Screen 2. Rakel 3. Screen Emulsion 4. Stencil Remover 5. Multi Solvent M3 6. Tinta Sablon 7.

Air bersih + Semprotan 8. Hair Dryer 9. Busa / Spon 10. Kaca 11. Stencil 12. PCB Polos 13. Sinar Matahari 14. Meja Sablon 15. Sikat Kuningan 16. Lap 17. Koran Bekas 18. Jangka 19. Feriklorit 20. Bor Penjelasan per alat : 1. Screen Screen merupakan tempat untuk memoles tinta sablon dan memindahkannya ke PCB. Screen dipakai sebagai media penghantar antara tinta sablon dengan target yang disablon. Ukuran screen terdiri dari beberapa macam jenis. Ukuran screen yang dimaksud bukan luasnya namun besarnya pori-pori screen. Screen adalah alat cetak sablon yang terdiri dari kain saring (monyl) yang dipasang pada sebuah bingkai (frame) kayu atau alumunium. Kain saring dan bingkai tersebut masing-masing memiliki ukuran tersendiri. Ukuran kain saring adalah Pori-pori (mesh), dan ukuran bingkai adalah luasnya (panjang X lebar). Kain saring yang biasa digunakan untuk sablon kertas adalah kain dengan kode: T120, T150, T165, T180, dan T200. Huruf T adalah kode dari berat kain per yard2, dimana kain dengan kode T termasuk kain yang tebal, sedangkan angka setelah huruf T adalah jumlah pori-pori per cm dari kain saring tersebut. jadi kain dengan kode T150, berarti kain saring tersebut termasuk kain yang tebal dengan jumlah pori-pori 150 buah per cm.

Screen yang banyak digunakan untuk sablon kertas adalah screen dengan ukuran bingkai 30cm X 40 cm, dengan nomor kain T150. harga screen T150 dengan bingkai kayu ukuran 30cm x 40cm berkisar Rp.30.000 - Rp50.000/bh. Screen dapat digunakan berulang-ulang bahkan dapat digunakan hingga bertahuntahun,tergantung dari pemeliharaan. 2. Rakel Rakel adalah alat untuk menyaput dan menekan tinta pada saat penyablonan, yang terdiri dari karet sintetis yang dipasang pada gagang kayu atau alumunium. Karet rakel untuk sablon kertas adalah jenis karet yang tahan terhadap minyak, dengan tingkat kekerasan tertentu. Rakel (karet & gagang) dijual per cm, dengan harga sekitar Rp.3.000 - Rp. 7.000/ cm, sedangkan panjang rakel yang biasa digunakan adalah ukuran 10cm, 12cm, 15cm, 20cm, 25 cm, 30cm, prinsipnya rakel yang digunakan harus lebih besar dari disain yang akan disablon. 3. Screen Emulsion Sebagai pelapis pada screen.

4. Stencil Remover Pembersih berbentuk pasta ini cukup efektif untuk membersihkan screen yang relatif bersih dari kotoran ( sisa tinta ), kelebihannya adalah sifatnya yang ramah lingkungan sehingga cukup aman untuk kulit dan tidak akan merusak kain saring anda / screen. Cara penggunaannya : cukup dioleskan secara merata ke bidang screen yang masih terlapisi oleh stencil / obat afdruk ( setelah terbebas dari bekas tinta ), biarkan obat ini bekerja ( sekitar 5 menit ), lalu siram dengan air bertekanan tinggi, ulangi proses bila stencil belum bersih sempurna.

5. Multi Solvent M3 Multi Solvent M3 dipakai bersama-sama dengan Stencil Remover untuk memudahkan membersihkan sisa Tinta bekas menyablon.

6. Tinta Sablon Tinta sablon atau cat sablon, digunakan untuk bahan yang akan di cetak ke PCB.

7. Air Bersih + Semprotan Air bersih selalu merupakan elemen utama untuk membersihkan sesauatu. Mulai dari membersihkan screen, sampai membersihkan tangan dari kotoran setelah menyelesaikan sablon pcb ini. Semprotan burung yang diisi dengan air bersih berguna untuk membersihkan screen setelah dijemur sehingga rangkaian bisa di sablon.

8. Hair Dryer Hair dryer digunakan untuk mempercepat pengeringan screen emulsion setelah dipoles di screen.

9. Busa / Spon

Busa / spon ini digunakan untuk membantu menekan pcb agar menempel secara maksimal di screen.

10. Kaca Kaca dipakai untuk proses penjemuran.

11. Stencil Gambar routing PCB dicetak di kertas kalkir. Bisa juga di print di kertas biasa yang dilumuri minyak goreng. Stensil ini yang nanti digunakan untuk mencetak film pada screen.

12. PCB Polos

Sebagai media target utama penyablonan. PCB adalah sebuah papan yang penuh dengan sirkuit dari logam yang menghubungkan komponen elektronik satu sama lain tanpa kabel. Papan sirkuit ini mendapatkan namanya karena diproduksi secara massal dengan cara pencetakan. 13. Sinar Matahari Sinar matahari merupakan panas alami untuk menjemur. Gambar PCB tertempel pada

Screen dan terdindih dengan Kaca, selanjutnya memulai untuk menjemur. Usahakan posisi Kaca menghadap ke Matahari setegak mungkin 90 derajat. Waktu yang diperlukan untuk menjemur +/- sekitar 10 detik. Jika cuaca agak mendung / tertutup awan.. biasanya sampai 20 s/d 40 detik. Semakin sering Anda mencoba dengan kondisi cuaca yang bervariasi maka semakin mengerti perkiraan waktu yang diperlukan. Bila cuacanya sangat mendung atau malam hari, Anda dapat memanfaatkan Lampu TL dengan jarak 10 s/d 15 cm. Waktu yang diperlukan dengan bantuan Lampu TL sekitar 5 menit. 14. Meja Sablon Ada beberapa jenis meja sablon yang biasa digunakan, yaitu meja panjang, meja rotary, meja baris, meja portable, dll, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Meja sablon harus diberi lem (print glue) terlebih dahulu agar posisi tidak berubah pada saat penyablonan.

15. Sikat Kuningan Sikat kuningan merupakan finishing touch penyablonan pcb. Sikat ini digunakan untuk membersihkan pcb dari kotorankotoran. 16. Lap Untuk membersihkan dari kotoran-kotoran seperti bekas cat

17. Koran Bekas Kertas Koran digunakan untuk proses pengeringan setelah afdruk. Cara mengeringkannya cukup ditempelkan pada screen yang basah.

18. Jangka Jangka digunakan untulk membersihkan jalur-jalur PCB yang kurang sempurna (masih ada kototran / sisa dari penyablonan)

19. Feriklorit Ferikorit digunakan untuk bahan perontok lapisan tembaga pada PCB.

20. Bor Bor digunakan untuk melubangi PCB sesuai dengan rout yang sudah di buat saat proses stensil dan penyablonan.

LANGKAH KERJA Simple : 1. Bersihkan screen 2. Campurkan fotosol + sensitizer (3 : 1) secukupnya, diaduk dan tuang lalu ratakan di permukaan screen (atas dan bawah) sesuai kebutuhan menggunakan rakel. Lalu keringkan memakai hair dryer sampai kering di tempat gelap 3. Letakkan film/kalkir di bagian atas screen yang ada fotoxolnya 4. Panaskan di sinar matahari kurang lebih 1 menit (kaca film screen spons) 5. Siram dengan air, semprot dengan air (film keluar / nampak)

6. Siapkan cat PVC (agak kental + pengencer M3) 7. Siapkan PCB (bersihkan memakai M3) 8. Ambil screen yang sudah dijemur lalu posisikan PCB di bawah screen. Screen diberi cat PVC di bagian film (ratakan). Cetak film di PCB menggunakan rakel. Keringkan hasilnya. 9. Cairkan FeCl3 dengan air dan celupkan PCB (digoyang goyang) sampai tembaganya hilang (pastikan jalur-jalurnya jelas) 10. Cuci bersih, lalu angkat cat dengan sikat kuning, cuci kembali 11. Keringkan dan lakukan pengeboran (rapikan) 12. Lakukan penyepuhan (lapisan perak), lalu bersihkan Advance : A. Afdruk Bersihkan screen yang akan digunakan, menggunakan sabun colek, M3 atau fotoxol 77 (jika ada bekas film), lalu keringkan

Siapkan adonan fotoxol 99 dengan cairan sensitizer dengan komposisi 3:1 secukupnya, lalu tuang dan ratakan dengan rakel pada permukaan screen secukupnya (atas-bawah). Siapkan screen yang sudah dibersihkan, kemudian oleskan bahan foto sensitip yang telah dibuat pada screen bagian luar sampai rata, lihat bagian dalam screen bila ada bahan foto sensitip yang terlalu tebal pada bagian dalam ratakan. Periksa sekali lagi proses pelapisan bahan foto sensitip dengan cara melihat screen ke arah sumber penerangan, untuk mengetahui apakah screen sudah tertutup dengan sempurna. (sumber penerangan bukan dari sinar lampu atau sinar matahari langsung). Keringkan screen yang sudah dilapisi foto sensitip pada oven atau dengan menggunakan pemanas atau hair dryer agar lapisan foto sensitip jadi kering (tidak kelihatan mengkilat) keringkan di dalam ruangan yang tidak terkena sinar atahari.Keringkan dengan hair dryer. Proses ini dilakukan dalam ruangan gelap.

Setelah kering, lakukan afdruk dengan meletakkan film (kertas kalkir) diatas screen dan ditumpuk dengan kaca tembus cahaya. Dibawah screen dipasang spons dan papan kayu sebagai penekan. Sehingga dari atas ada tumpukan dengan urutan kaca-kertas kalkir-screen-spons-papan kayu.

Tumpukan tersebut sinari dengan cahaya matahari. Proses penyinaran ini jangan terlalu lama, jika terlalu lama akan merusak film yang akan di cetak. Lama penyinaran dapat dilihat pada table berikut:

Proses penyinaran ini dapat dilakukan dengan bantuan cahaya matahari maupun cahaya lampu

Dengan Matahari

Setelah disinari, Lepas fim PCB, kaca dan busa pengganjal, lalu ambil screen untuk dibersihkan menggunakan air, dengan cara menyemprot screen (dengan gambar pindahan dari film PCB) menggunakan hair dryer. Setelah dibersihkan jemur screen pada terik matahari, hal ini dimaksudkan untuk mengeringkan screen dan sekaligus untuk memperkuat lapisan foto sensitipnya.

Lakukan pengeringan dengan kertas Koran (tempelkan saja) dilanjutkan dengan hair drayer. Proses afdruk film sudah selesai B. Sablon Siapkan tempat kerja penyablonan Siapkan cat sablon, yaitu cat PVC yang agak kental (diencerkan dengan M3) Siapkan PCB yang akan di sablon (bersihkan dengan M3) Letakkan PCB dibawah screen berfilm. Oleskan cat PVC secukupnya ke film yang akan di sablon, ratakan dengan rakel (1-2 kali rataan). Lakukan penyamblonan ke PCB dengan menekan film bercat dengan rakel dengan benar.

Angkat screen dengan tepat. Lalu keringkan PCB dengan hair dryer.

PCB yang sudah disablon akan di hilangkan tembaga yang tidak terpakai dengan cara merendam PCB ke dalam larutan feriklorit sampai tembaganya hilang. Larutan FeCl3 Campurkan serbuk FeCl3 dengan air, dengan perbandingan 1 : 5 (satu bagian FeCl3 dan 5 bagian air). Kemudian aduk sampai serbuk FeCl3 larut semua.

Cuci bersih dengan air, lalu angkat cat PVC yang menempel dengan sikat kuning. Cuci bersih kembali.

Pengeboran PCB PCB yang sudah dilarutkan, dapat dibersihkan tintanya (yang menempel pada gambar jalur) dengan menggunakan steel wool. Caranya adalah dengan menggosok-gosokan beberapa kali hingga lapisan tembaga PCB bersih mengkilat. Selanjutnya PCB tersebut siap untuk dibor pada bagian-bagian kaki komponen atau bagian lain yang dikehendaki. Pengeboran dapat dilakukan dengan mesin bor permanen atau portable. Pemilihan mata bor disesuaikan dengan diameter lubang kaki komponen (0,5 1 mm). Penyelesaian Akhir Apabila PCB yang sudah jadi akan digunakan untuk waktu yang lama (tidak langsung digunakan), maka lapisan tembaganya perlu dilapisi dengan vernis atau lah bening. Hal ini dimaksudkan agar tidah terjadi oksidasi pada lapisan tembaga PCB yang dapat menyebabkan sulitnya dalam penyolderan.Lakukan penyepuhan dengan cara merendam PCB ke dalam larutan perak campuran air selama 1 menit. Bersihkan dengan air dan sikat halus dengan sikat kuning. Keringkan ulang Siapkan penyambolan ulang di bagian atas PCB ( gambar komponen) Setelah di sablon, keringkan PCB sudah siap digunakan

KESIMPULAN Setelah melakukan praktikum sablon ini didapat sebuah kesimpulan bahwa teknik membuat PCB dengan sablon tidaklah mudah. Diperlukan latihan berulang kali sampai benar-benar bisa membuat hasil sablon PCB bagus. Teknik membuat PCB dengan sablon ini lebih sulit daripada menggunakan teknik setrika.