Anda di halaman 1dari 4

Apabila solusi diatas disubstitusikan dalam persamaan gerak , maka persamaan skalar yang terjadi akan memberikan : 3 harga

untuk Tiga harga itu berhubungan dengan tiga hubungan dispersi ,yang semuanya melalui titik

k = 0 fungsi disperse termaksud tidak sama untuk arah yang berbeda dalam Kristal . 79. seluruh pembahasan tentang getaran kisi ,mulai dari Bt.71 sampai 78 ,berkisar tentang model matematik untuk getaran kisi . sebagian besar dari uraiannya adalah mengenai kristal linier. Model termaksud memberikan beberapa hasil tentang sifat getaran itu : 1) bentuk hubungan dispersi ( ) ( ) yang harus berlainan ; akustik dan optik. ( ) untuk

2) refleksi brass pada harga harga k tententu 3) ada cabang- cabang

Semua hasil tersebut harus dihadapkan dengan hasil pengukuran tentang

dapat menilai sampai dimana model matematis tersebut memang dapat dipergunakan untuk menggambarkan getaran kisi Namun perlu terlebih dahulu dibahas dan diterangkan melalui hamburan inelastik netron dalam Kristal dalam Kristal untuk dapat mengerti hasil eksperimental tentang ( )

Pembahasan hamburan inelastic netron sangat berguna pula ,karena hal itu akan memberikan pemanfaatan pada konsep fonon. Ada beberapa cara untuk memperoleh ( ) bagi Kristal Kristal ,tetapi yang paling

baik adalah metode hamburan netron ,hamburan inelastic dengan netron ini banyak dipergunakan setelah adanya sumber utama netron termal , reactor Berkenaan dengan itu maka dal;am Bt 80 dan seterusnya akan diuraikan tentang fonon dan hamburan tak elastic netron ,untuk kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil eksp[erimental pengukuran II.2 Fonon dan hamburan tak elastik netron 80. model debye yang dapat menerangkan ketergantungan panas jenis Kristal Cv dari suhu mutlak T suatu Kristal dilandaskan pada konsep bahwa : Energi getaran kisi Kristal terkuantisasi . Kuantum energi getaran kisi ini dinamakan fonon . Ternyata bahwa ada peristiwa fisik yang hanya dapat diterangkan dengan menganggap bahwa , kecuali memiliki energi , fonon itu harus dianggap mempunyai momentum linier . peristiwa peristiwa itu antara lain adalah: ( )

1) interaksi foton dengan kisi Kristal ( yang bersefar) ; interaksi Foton fonon 2) perpindahan kalor dalam Kristal yang terjadi karena beda suhu ; beda suhu itu menyebabkan terjadinya perubahan dalam getaran kisi kristal ; atau dikatakan terjadi interaksi foton- fonon karena perbedaan distribusi fonon. Dalam butir berikut hal itu akan dibahas artinya dipergunakan , dalam telaah mengenai hamburan elastik neutron . 81. dalam butuir 36, kita berkenalan dengan penulisan hokum Brass yang berbeda yaitu : = dengan ; dinamakan vector hamburan

adalah vector daalam kisi respirok . Hubungan tersebut kemudian dapat diluaskan menjadi : = +

dan diinterpretasikan sebagai berikut : adalah momentum linier foton yang datang adalah momentum linier foton yang dihambur sehingga hamburan = + dapat diinterpretasikan sebagai kekekalan momentum

linier dalam proses tumbukan , apabila : diinterpretasikan sebagai momentum linier seluruh Kristal karena massa Kristal sangan besar dibandingkan dengan energi foton yang terlibat maka energi kinetic yang terkait dengan momentum linier Kristal :
( )

Dalam ungkapan diatas M adalah massa Kristal ; sehingga : Foton yang dihambur dan foton yang datang mempunyai energi yang sama besar ; artinya ; hamburan Thomson

82. andaikanlah sekarang kita berhadapan dengan Kristal rill yang ditembaki dengan suatu berkas netron monokromatik . interaksi terjadi antara netron netron ini dengan inti atom , ataupun atam sebagai kesatuan , sesuai dengan mekanisme yang disebutkan dalam butuir butir tentang difraksi Bragg . berbeda dengan kadaannya dengan telaah tentang difraksi maka sekarang juga diperhatikan bahwa atom atom dengan mana netron berinteraksi juga bergetar sesuai dengan gambaran

model Debye. Kita terima saja konsep bahwa dalam interaksi ini getaran kisi direpresentsikan oleh fonon , dimana hokum kekekalan momentum linier dinyatakan oleh hubungan berikut: = + dengan: : momentum linier netron yang datang : momentum linier netron yang terhambur

: momentum Krista : momentum linier fonon tanda + dan yang menyertai , merepresentasikan masing asing keadaan dimana dalam prose situ dihasilkan fonon ( phonon creation ) atau dimana fonon sirna ( phonon annihilation) tentunya = untuk fonon tersebut. Hubungan diatas adalah untuk hamburan takelastik sedangkan kekekalan energi dalam prose situ dinyatakan dengan : = +

Dengan :

Mn : massa netron M : massa seluruh Kristal : frekuensi fonon

Telah dikatakan bahwa = +

0 . sehingga persamaan kekekalan tersebut menjadi :

Hubungan disperse setaraan kisi diperoleh dengan mengukur : Pertambahan atau pengurangan energi netron yang terhambur ( member Sebagai fungsi dari arah hamburan ( ) ,yang memberikan )

83. Dihalaman sbelah dicantumkan beberapa hubungan disperse yang diperoleh melalui metode hamburan tak- elastic netron .

Peralatan yang dipergunakan hamper sama dengan yang telah dikemukakan dalam telaah mengenai difraksi berkas netron oleh Kristal . Grafik eksperimental yang diberikan memuat hal hal berikut : 1) Dalam ( ) untuk logam natrium ,terlihat adanya cabang akustik saja ;

dengan tiga cabang untuk arah Kristal ( 110 ) . dua transversal dan 1 longitudinal untuk arah Kristal ( 100 ) dan ( 111 ) terjadi degenerasi.