Anda di halaman 1dari 3

Perusakan tulang disebabkan trauma karena oklusi Penyebab lain dari perusakan tulang secara lokal adalah traumakarena

oklusi. Trauma karena oklusi dapat menyebabkan kehilangantulang tanpa atau dengan keberadaan inflamasi. Trauma tanpa keberadaan inflamasi.Tanpa adanyainflamasi, perubahan yang disebabkan trauma karena oklusi bervariasimulai dari meningkatnya kompresi/himpitan dan tarikan ( tension ) padaligament periodontal dan peningkatan osteoklasis tulang alveolarsampai ke nekrosis ligament periodontal dan resorpsi tulang dansubstansi gigi. Perubahan tersebut adalah reversible; artinya dapatmengalami perbaikan apabila tekanan yang berlebihan dapatdihilangkan. Namun demikian, trauma karena oklusi yang menetapmengakibatkan pelebaran berbentuk cerobong asap (membesarkearah atas) pada bagian ligament periodontal yang dekat ke kristatulang alveolar, disertai resorpsi tulang alveolar yang berbatasan.Perubahan yang dapat menyebabkan krista tulang alveolar berbentukangular, adalah merupakan adaptasi dari jaringan periodontal yangbertujuan menyiapkan bantalan bagi tekanan oklusal yang meningkat.Namun sebaliknya, perubahan pada bentuk tulang yang terjadi justrumemperlemah dukungan gigi dan menyebabkan timbulnya mobilitasgigi (kegoyangan gigi).

Perusakan tulang disebabkan oleh penjalaran inflamasigingival Penjalaran inflamasi kronis dari gingival ke tulang alveolarmerupakan penyebab paling sering dari perusakan tulang padapenyakit periodontal. Menjalarnya inflamasi dari gingival ke jaringaperiodontal pendukung menandai peralihan gingivitis menjadiperiodontis marginalis. Periodontis marginalis selalu didahului olehgingivitis, tetapi tidak semua kasus gingivitis kronis menjadiperiodontis marginalis.Perusakan tulang pada penyakit periodontal bukanlah prosesnekrosis tulang. Perusakan tulang melibatkan aktivitas sel-sel yanghidup sepanjang tulang alveolar yang hidup (bukan nekrosis). Nekrosisdan pus bila terjadi pada penyakit periodontal hanyalah melibatkandinding jaringan lunak saku periodontal, dan bukan di sepanjang tepitulang alveolar yang mengalami resorbsi.Dihipotesakan berperannya dua tipe sel dalam proses resorpsitulang alveolar, yaitu: 1) osteoklas , yang berperan menyingkirkanbagian mineral dari tulang, dan 2) sel mononukleus , yang berperandalam degradasi matriks organic. Kedua tipe sel tersebut ditemukanpada permukaan tulang alveolar yang mengalami resorpsi. Mekanisme perusakan tulang.-

Hausmann telahmengemukakan lima mekanisme bagaimana produk plak bakteri dapatmenyebabkan kehilangan tulang pada penyakit periodontal:1.Aksi langsung dari produk plak terhadap sel-sel progenitortulang menginduksi diferensiasi sel-sel progenitor tersebutmenjadi osteoklas.2.Produk plak beraksi secara langsung terhadap tulang, danmerusaknya melalui mekanisme nonseluler.3.Produk plak menstimulasi sel-sel gingival, sehingga sel-selgiginya tersebut melepas mediator, yang pada akhirnyamenginduksi sel-sel progenitor tulang berdiferensiasi menjadiosteoklas.4.Produk plak menyebabkan sel-sel gingival melepas ajen atausubstansi yang dapat bertindak sebagai ko-faktor padaresorpsi tulang.5.Produk plak menyebabkan sel-sel gingival melepaskan ajenyang merusak tulang dengan jalan aksi kimiawi secaralangsung, tanpa keterlibatan osteoklas.

MOBILITI GIGI Yang dimaksud dengan mobiliti gigi adalah goyangnya gigi.Karena gigi yang tertanam didalam soket gigi bukanlah tertanam kakusebagaimana layaknya tiang yang disemenkan, maka harus dibedakandua jenis mobiliti: mobiliti fisiologis dan mobiliti patologis. Mobiliti fisiologis Mobiliti gigi bukanlah semata-mata pertanda penyakitperiodontal. Pada gigi yang normal pun dijumpai mobiliti yangfisiologis, yang bervariasi berdasarkan tipe gigi dan paruh waktu hari.Mobiliti fisiologis lebih besar pada waktu bangun tidur di pagi hari,untuk selanjutnya akan berkurang. Meningkatnya mobiliti di pagi hariadalah karena gigi sedikit ekstrusi karena di waktu tidur tidakberkontak dengan angagonisnya.Mobiliti gigi terjadi dalam dua tahap: 1) Tahap inisial atauintrasoket , pada tahap mana gigi bergerak sebatas ligamenperiodontal. Hal ini berkaitan dengan distorsi viskoelastik ligamenperiodontal dan redistribusi cairan, kandungan interbundel, danserabut ligamen periodontal. Pergerakan inisial ini terjadi dengantekanan sekitar 100 lb dan pergerakannya sejauh 0,05-0.10 mm (50-100 m). 2) Tahap sekunder , yang terjadi secara bertahap. Mobiliti patologis Mobiliti yang melebihi rentangan mobiliti yang normaldinamakan mobiliti abnormal atau mobiliti patologis. Kategori patologisdisini adalah karena mobilitinya melampaui mobilit yang normal;periodonsiumnya sendiri pada saat pemeriksaan tidak harusmenunjukkan tanda-tanda berpenyakit.19

PeriodonsiaUniv. Sam RatulangiMeningkatnya mobilitas gigi bisa disebabkan salah satu ataulebih faktor berikut: 1.Hilangnya dukungan terhadap gigi karena kehilangan tulang.2.Trauma karena oklusi.3.Penjalaran inflamasi dari gingiva atau dari periapikal ke ligamen periodontal.4.Bedah periodontal.5.Kehamilan, menstruasi dan kontrasepsi hormonal.6.Proses patologis pada rahang yang merusak tulang alveolar dan/atau akar gigi.