Anda di halaman 1dari 20

RESPONSI

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Disusun Oleh : Eva Noelfiasma G 00070 !

Pem"im"in#: $%& '& P%ase()a$i Ma*a%$i+ S,&KK

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PEN-AKIT KULIT DAN KELAMIN .AKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR& MOE0ARDI SURAKARTA

1022 RESPONSI ILMU PEN-AKIT KULIT DAN KELAMIN

Pembimbing Nama Mahasiswa NIM

: dr. H. Prasetyadi Mawardi, Sp.KK : Eva Noelfiasma : !!!"!#$

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

I&

SINONIM Molluscum contagiosum, %&til b&lat 'ana%(ana%)*,+

II&

DE.INISI Mol&s%&m %ontagios&m adalah penya%it infe%si vir&s yang tida% berbahaya pada %&lit, bersifat &m&m dan self-limited, disebab%an oleh vir&s ,Nyang tergolong pox virus yait& Molluscum Contagiosum Virus 'M./), %linis ber&pa pap&la miliar sampai lenti%&lar, b&lat, berwarna seperti %&lit ata& p&tih m&tiara, tampa% seperti lilin dengan &mbili%asi sentral, berbent&% %&bah 'dome shaped), pada perm&%aannya terdapat le%&%an berisi massa yang mengand&ng badan mol&s%&m diseb&t delle. Mol&s%&m %ontagios&m mer&pa%an infe%si vir&s yang sering mengenai ana%(ana%. Pada orang dewasa penya%it ini m&n0&l seiring dengan mening%atnya 1&mlah infe%si HI/. Pen&laran penya%it ini dapat melal&i %onta% %&lit langs&ng, %onta% membran m&%osa, %onta% se%s&al serta a&toino%&lasi.*,+,2,3,$

III& EPIDEMIOLOGI

Infe%si Molluscum Contagiosum Virus 'M./) ter1adi di sel&r&h d&nia dan terlihat %h&s&s mengenai man&sia. Prevalensi dari infe%si M./ telah mening%at se0ara berarti pada beberapa dasawarsa yang lal&, terb&%ti dengan adanya salah sat& penelitian di 4S- yang men0atat bahwa ada pening%atan sebesar ** %ali lipat dari pasien yang datang berobat %arena penya%it ini selama d&a dasawarasa tera%hir. Pening%atan ini terlihat sebanding dengan pening%atan 1&mlah penya%it men&lar se%s&al. Mes%ip&n prevalensi mol&s%&m %ontagios&m pada ana%(ana% di 4S- %&rang dari $5, har&s tetap diwaspadai, sebab 1&mlahnya bisa ber&bah(&bah tergant&ng tempat, dan infe%si yang s&b(%linis m&ng%in lebih banya% ter1adi daripada penya%it yang 1elas ge1ala %linisnya. Penelitian representatif yang dila%&%an di -&stralia men0atat bahwa pada se1&mlah +25 dari pop&lasi yang men&n1&%%an ge1ala s&b(%linis ata& ge1ala yang %&rang di%enali. Infe%si HI/ mer&pa%an risi%o tertinggi yang menyebab%an penya%it ini mel&as dan berlangs&ng lama, dan individ& dengan riwayat atopi lebih men&n1&%%an penambahan 1&mlah lesi serta menyebab%an penya%it ini lebih mel&as dan berlangs&ng lama.* Mol&s%&m %ontagios&m &m&mnya ter1adi pada daerah tropis dan s&btropis. 6erdasar%an st&di epidemiologi, transmisi pada penya%it ini ber%aitan dengan higinitas yang b&r&% dan fa%tor i%lim seperti panas dan %elembapan.# Pen&laran penya%it ini ter1adi melal&i %onta% %&lit langs&ng ata& %onta% membran m&%osa ata& %onta% se%s&al. Hand&%, dan %olam renang telah dilapor%an sebagai s&mber infe%si, dan %onta% individ& pada olah raga yang memb&t&h%an %onta% langs&ng seperti g&lat 1&ga mer&pa%an resi%o tinggi pen&laran penya%it. -&toino%&lasi dan %oebnerisasi 1&ga memegang peranan bagi pen&laran penya%it ini.* I3& ETIOLOGI Mol&s%&m Kontagios&m disebab%an oleh M./ yang tergolong dalam pox virus, mer&pa%an vir&s besar dengan diameter +!!(2!! nm dan berinti ,N-. /ir&s ini mengalami repli%asi dalam sitoplasma sel yang terinfe%si. " Membran bagian l&ar dan dalam di%elilingi oleh n&%leoid berbent&% seperti halter

'dumbbell- shaped nucleoid).

enomnya adalah ,N- d&ple7 linear dengan

ta%siran berat *+!(++! megadalton.8 M./ bel&m dapat dibia%%an 'di%&lt&r), bai% pada 1aringan %&lt&r ata&p&n tel&r. 6erdasar%an analisis ,N-, M./ memili%i 3 s&btipe mayor ya%ni: M./(*, M./(*a, M./(+ dan M./2 '#. M./(* lebih &m&m dibanding%an yang lain. 9ida% ada perbedaan %linis yang 1elas diantara strain M./ '*). M./* mer&pa%an s&btipe vir&s yang paling &m&m menyebab Mol&s%&m Kontagios&m di sel&r&h d&nia, ter&tama pada ana%(ana%, bah%an di 4S- :85 penya%it ini disebab%an oleh M./*. Sedang%an M./+ mer&pa%an s&btipe yang &m&mnya ditem&%an pada individ& yang terinfe%si HI/.* Pada %ebanya%an orang dewasa yang sehat, epidermis dan inf&ndib&l&m dari foli%el ramb&t ditempati oleh M./.: M./ terbagi dalam se1&mlah genomi0 yang mirip dengan vir&s lain yang tergolong pox vir&s, sehingga tida% dapat dibeda%an dari vir&s lain yang tergolong pox vir&s mes%ip&n dengan mengg&na%an mi%ros%op ele%tron. ,an %ira(%ira +;2 dari gen M./ mirip dengan gen pada va00inia dan variola vir&s yang mer&pa%an golongan smallpox vir&s.* 3& PATOGENESIS /ir&s mas&% melal&i l&%a %e0il, %em&dian mer&sa% epidermis dan mas&% %e sitoplasma sel strat&m malpighi dan strat&m gran&lare. Sel yang terinfe%si di antara sel(sel normal, a%an t&mb&h d&a %ali lebih 0epat dibanding sel normal, dan a%an menemb&s epidermis %e atas membent&% s&at& pap&l. -ntigen vir&s terdapat di dalam sel yang terinfe%si dan :!5 penderita mengalami penyebaran antibodi terhadap antigen ini. Hal ini dapat dib&%ti%an dengan pemeri%saan im&nofl&oresensi.# <epli%asi vir&s ter1adi di dalam sitoplasma sel epitel epidermal yang terinfe%si, dan sel epitel yang terinfe%si berepli%asi +7 %ali lipat dari normal. Parti%el vir&s dalam sitoplasma ini bent&%nya ber&pa gran&la(gran&la in%l&si 'badan mol&s%&m, badan Henderson(Patterson). 6adan in%l&si terseb&t 0&%&p besar &nt&% dilihat dengan m&dah mema%ai mi%ros%op 0ahaya biasa. Per&bahan patologi dipi0& oleh vir&s yang meng&bah se1&mlah besar massa hialin asidofili% dalam sitoplasma 'di%enal sebagai badan mol&s%&m dari

badan Henderson(Paterson). Hipertrofi epidermis yang terlo%alisir mel&as %e dermis tanpa mer&sa% lapisan dasar dan 1&ga terlihat di atas %&lit sebagai lesi yang nyata. Infe%si se%&nder dapat mema0& rea%si inflamasi. -da banya% gen dari M./ yang berperan dalam melemah%an respon im&n terhadap vir&s ini, termas&% diantaranya adalah : '*) Homolog dari mayor histo0ompatibility %elas * rantai berat, '+) Homolog 0emo%in yang menghambat inflamasi, '2) Homolog gl&tation pero%sida yang melind&ngi vir&s dari %er&sa%an o%sidatif oleh pero%sida. Keadaan s&b%lini% %arier dari M./ ada pada banya% orang dewasa.*,+ Pen&laran penya%it ini ter1adi melal&i %onta% langs&ng dan sering 1&ga melal&i %onta% se%s&al, hand&%, dan %olam renang. Parti%el vir&s terlepas dari perm&%aan lesi, dimana mere%a %em&dian menyebar %e area lain ata& %e orang lain. Pen&laran %e individ& lain tampa%nya memerl&%an %onta% antar %&lit yang sering. Per%embangan dari lesi genital pada dewasa ter1adi melal&i berbagai 0ara a%tivitas se%s&alnya. /ir&s ini se0ara m&dah dit&lar%an, dan %emamp&an dalam men&lar%an terseb&t diting%at%an oleh %ehadiran tra&ma pada %&lit. Sebagian besar infe%si tida% ter1adi di tempat yang terdapat str&%t&r adne%sa, nam&n ino%&lasi langs&ng dalam ostia foli%el ramb&t sering ter1adi. Masa in%&basi vir&s ini adalah +(8 mingg&. In%&basi yang lama ini meny&lit%an dalam men0ari s&mber yang men&lar%an penya%it ini.+,: /I. GE4ALA KLINIS Masa in%&basi mol&s%&m %ontagios&m bervariasi rata(rata +(" mingg&, tapi bisa lebih lama nam&n dapat ber%isar antara *(# b&lan. Pada sebagian besar pasien ge1alanya asimptomati% ata& hanya mengel&h%an gatal ringan sa1a.8 =esi yang timb&l berawal dari pap&l %e0il yang membesar sampai &%&ran 2(#mm dan 1arang ber&%&ran sampai 2 0m, %eadaan ini diseb&t mol&s%&m ra%sasa ' giant molluscum) pada penderita dengan im&nodefisiensi. Mol&s%&m %ontagios&m bisa mengenai sem&a ras dan 1enis %elamin. Mol&s%&m %ontagios&m dapat ter1adi pada sem&a &m&r tetapi &m&mnya mengenai ana%(ana% ber&m&r %&rang dari $ tah&n dan pada orang m&da dengan %egiatan se%s&al yang a%tif. Mol&s%&m Kontagios&m %ebanya%an asimptom, tetapi gatal dan nyeri m&ng%in ter1adi pada lesi yang mengalami inflamasi. Inflamasi ter1adi %eti%a lesi mengalami tra&ma dan

protein vir&s mas&% %e dalam dermis. Kehadiran protein ini a%an menimb&l%an rea%si terhadap antigen asing. =esi yang mengalami iritasi dan inflamasi terlihat seperti %r&sta dan dapat 1&ga terlihat seperti abses.+,: =esi primer dari mol&s%&m %ontagios&m sangat spesifi% yait& ber&pa pap&la miliar sampai lenti%&lar, b&lat, %enyal, perm&%aan hal&s, berbatas tegas, berwarna seperti %&lit ata& p&tih m&tiara, tampa% seperti lilin dengan &mbili%asi sentral, berbent&% %&bah 'dome shaped), pada perm&%aannya terdapat le%&%an berisi massa yang mengand&ng badan mol&s%&m diseb&t delle. >i%a dapat dipi1at a%an tampa% %el&ar massa yang berwarna p&tih seperti nasi. Pap&la biasanya ber&%&ran +(# mm, lesi dapat lebih l&as pada beberapa %as&s ter&tama pada individ& yang terinfe%si HI/. ,alam %eadaan yang 1arang se%ali, &%&rannya dapat men0apai 2 0m.*,+," >&mlah dari pap&la bervariasi rata(rata *(+!, tetapi bisa 1&ga rat&san. Pap&la it& m&ng%in tersebar l&as ata& terlo%alisir sa1a. =esi m&ltipel yang bergab&ng bisa membent&% pla%at. =o%alisasi penya%it ini pada m&%a, leher, badan, dan e%stremitas. Kas&s mol&s%&m %ontagios&m yang pen&larannya melal&i %onta% se%s&al, lo%alisasi penya%itnya pada daerah genetalia, p&bis, paha, dan per&t bagian bawah. Kas&s ini 1arang bisa mengenai m&%osa oral, bibir, %elopa% mata, dan %on1&ngtiva. =esi yang tersebar l&as ter1adi pada orang imunocompromise dengan infe%si HI/, limfoma, le&%imia, %eganasan lain, dan terapi obat yang im&nos&presif. =esi bersifat asimptom sehingga %adang penya%it ini ditem&%an se0ara insidental pada pemeri%saan genital yang sebenarnya &nt&% t&1&an lain. Pada lesi %adang dapat timb&l infe%si se%&nder sehingga timb&l s&p&rasi.+,2,: ,iagnosis %linis biasanya bisa dipa%ai ter&tama 1i%a lesi &mbili%asi ditem&%an. Kadang(%adang pada pasien -I,S dengan infe%si lain 'ter&tama 0ripto0o00osis) a%an menimb&l%an lesi yang mirip dengan Mol&s%&m Kontagios&m. Konfirmasi dari diagnosis %linis dapat dengan m&dah diperoleh dengan 1alan biopsi ata& mengel&ar%an badan mol&s%&m &nt&% pemeri%saan sitologi%. Per&bahan men1adi eritem dan e%semato&s bisa ter1adi di se%itar lesi, dan ini diseb&t dermatitis mol&s%&m. Pap&la dapat eritem tergant&ng dari respon im&n terhadap infe%si. Pasien dengan sindroma im&nodefisiensi bisa mengalami

per%embangan lesi yang besar dan l&as pada daerah genital ma&p&n e%stra genital.* 3II& DIAGNOSIS ,iagnosis biasanya ditega%%an hanya dengan gambaran %linis dari bent&%an lesi yang %has. Penge0atan dengan iemsa, ?right, ata& ram men&n1&%%an adanya badan mol&s%&m. 6ahan yang a%an di0at diperoleh dengan mengambil sampel dari &mbili%asi pada lesi yang mer&pa%an badan mol&s%&m dengan %eratinosit. 6adan in%l&si ini mengand&ng parti%el(parti%el vir&s serta sel( sel terinfe%si yang mengalami hipertrofi dan bergera% %e arah perm&%aan %&lit. ,engan biopsi men&n1&%%an sifat yang %has yait& hiperplasia epidermis dengan badan in%l&si intrasitoplasmi% eosinofili% pada %eratinosit, tetapi hal ini 1arang dila%&%an.+,".8 -ntigen M./ dapat diidentifi%asi melal&i imm&nofl&oresensi 'fluorescent antibody technique) dan ditem&%an pada #:5 pasien dengan lesi yang nampa%. Pemeri%saan pada daerah genital har&s dila%&%an dengan teliti %arena pap&la dengan &mbili%asi yang tersebar sering tert&t&p oleh ramb&t p&bis. Kebanya%an pasien memp&nyai lesi yang bisa dengan m&dah dilihat. Pemeri%saan di&tama%an pada ramb&t p&bis, genital, daerah anal, lipat paha, dan badan. =esi bisa m&n0&l pada berbagai tempat %e0&ali telapa% tangan dan %a%i.8 3III& DIAGNOSIS 5ANDING Sebagai diagnosis banding mol&s%&m %ontagios&m adalah ver&%a v&lgaris, %arsinoma sel basal, varisela, f&r&n%el, papiloma, li%en plan&s, li%en nitid&s, acne whiteheads, milia, siringoma, histiositoma, 1&venil 7antogran&loma, nev&s, pioderma, gran&loma piogeni%, melanoma amelanoti%, t&mor appendageal, 0ripto0o00osis, histoplasmosis, peni0illiosis, granuloma anulare papuler, %ista in%l&si epidermal. =esi yang besar 'giant molluscum) dapat didiagnosis banding dengan %eratoa%antoma.*,+,3,"

I6&

TERAPI

"

Mol&s%&m Kontagios&m adalah penya%it infe%si vir&s yang dapat semb&h spontan. Pada %elompo% pasien im&no%ompeten 1arang ditem&i lesi Mol&s%&m Kontagios&m bertahan lebih dari + b&lan. 9erapi &nt&% memperbai%i ge1ala yang timb&l diperl&%an pada beberapa pasien dengan pen&r&nan stat&s im&n, dimana didapat%an lesi e%stensif dan persisten. Pemberian terapi dila%&%an berdasar%an beberapa pertimbangan melip&ti %eb&t&han pasien, re%&rensi penya%it serta %e0ender&ngan pengobatan yang meninggal%an lesi pigmentasi ata& 1aringan par&t. Sebagian besar pengobatan mol&s%&m %ontagios&m bersifat tra&matis pada lesi. Prinsip pengobatan Mol&s%&m Kontagios&m pada &m&mnya adalah mengel&ar%an massa yang mengand&ng badan mol&s%&m. Pilihan terapi terbar& men0a%&p pemberian antivir&s dan agen im&nomod&lator.2,".*! 6eri%&t ini mer&pa%an beberapa pilihan terapi yang &m&m dig&na%an dalam penatala%sanaan Mol&s%&m Kontagios&m: *. K&retase Pap&la yang %e0il dapat dengan 0epat diambil dengan %&ret, dengan ata& tanpa anestesi lo%al. Perdarahan dapat dihenti%an dengan mema%ai te%anan %ain %asa ata& 0airan Monsel. K&retase berg&na %eti%a ada beberapa lesi %arena mer&pa%an 0ara ter0epat, serta mer&pa%an terapi yang handal. S%ar yang %e0il m&ng%in terbent&%, oleh %arena it& te%ni% ini sehar&snya dihindari pada area %osmeti% yang penting. =ido%ain;prilo%ain 'EM=-) 0ream yang diberi%an 2!(#! menit sebel&m terapi membant& meng&rangi rasa sa%it saat dila%&%an %&retase pada ana%(ana%.** +. .ryos&rgery .ryos&rgery mer&pa%an salah sat& terapi yang &m&m dan efisien dig&na%an dalam pengobatan Mol&s%&m Kontagios&m, ter&tama pada lesi predile%si perianal dan perigenital. 6ahan yang dig&na%an adalah nitrogen 0air. -pli%asi mengg&na%an lidi %apas pada masing(masing lesi selama *!(*$ deti%. Pemberian terapi dapat di&lang dengan interval +(2 mingg&. Efe% samping melip&ti rasa nyeri saat pemberian terapi, erosi, &lserasi serta terbent&%nya 1aringan par&t hipopigmentasi ma&p&n hiperpigmentasi.*+,*2,*3 2. .ataridin

Mer&pa%an agen %eratoliti% ber&pa lar&tan yang mengand&ng !,:5 collodian dan acetone. .ataridin adalah terapi yang aman dan efe%tif. 9elah men&n1&%%an hasil mem&as%an pada penanganan infe%si Molluscum Contagiosum Virus 'M./). Pemberian bahan ini '0ataridin !,"5) terbatas pada p&n0a% lesi serta didiam%an selama %&rang lebih 3 1am sebel&m lesi di0&0i. .antaridin mengind&%si lep&han pada %&lit sehingga perl& dila%&%an tes terlebih dah&l& pada lesi sebel&m dig&na%an. =esi lep&h bisa semb&h tanpa be%as l&%a. 6ila pasien mamp& menoleransi bahan ini, terapi dapat di&lang se%ali semingg& sampai lesi hilang. Efe% samping pemberian terapi melip&ti eritema, pr&rit&s serta rasa nyeri dan terba%ar pada daerah lesi. Kontraindi%asi pengg&naan .antharidin pada lesi Mol&s%&m Kontagios&m di daerah wa1ah. Metode alternatif adalah dengan mema%ai 0ataridin dalam 1&mlah %e0il sa1a ata& ver&sol yang lebih poten '0ataridin *5, asam salisilat 2!5, podofilin $5) dan men&t&p area lesi selama * hari. =ep&han %e0il yang ter1adi bisa diterapi dengan Polisporin.**,*+,*2 3. Potasi&m Hidro%sida '=ar&tan K@H) =ar&tan K@H *!5 diberi%an + %ali sehari pada lesi dengan mengg&na%an lidi %apas. Pemberian terapi dihenti%an bila didapat%an respon inflamasi ata& timb&l &l%&s pada daerah lesi. Perbai%an lesi didapat%an setelah %&rang lebih 2! hari pemberian terapi. Efe% samping ber&pa pembent&%an 1aringan par&t hipertropi% serta hipopigmentasi dan hiperpigmentasi pada daerah lesi. Seb&ah st&di mere%omendasi%an pengg&naan lar&tan K@H $5 yang memili%i efe% samping minimal dalam pengobatan Mol&s%&m Kontagios&m pada ana% (ana%.**,*+,*2 $. .imetidin oral .imetidine mer&pa%an antagonis reseptor histamin H+ yang menstim&lasi rea%si hipersensitifitas tipe lambat. Me%anisme %er1a .imetidine pada terapi Mol&s%&m Kontagios&m masih bel&n di%etah&i se0ara 1elas. Seb&ah st&di men&n1&%%an %eberhasilan pengg&naan 0imetidine dosis 3! mg;%g66;oral;hari dosis terbagi d&a pada pengobatan Mol&s%&m Kontagios&m dengan lesi e%stensif. .imetidine berintera%si dengan berbagai pengobatan sistemi% lain, sehingga perl& dila%&%an anamnesis riwayat

pengobatan pada pasien yang a%an mendapat terapi obat ini.*2,*$ Pasien ana%( ana% diterapi dengan 0imetidin oral selama + b&lan dengan dosis 3!mg;%g;hari. Pada ana%(ana% dengan terapi yang leng%ap, sem&a lesi bisa hilang. 9ida% ada efe% samping yang ter1adi. <espon terapi dengan 0imetidin lebih bag&s pada ana%(ana% dengan riwayat atopi.** #. 9erapi laser =aser dengan pan1ang gelombang $8$ nm efe%tif, bai%, dan 0epat mengobati Mol&s%&m Kontagios&m.** 6eberapa st&di men&n1&%%an hasil mem&as%an pengg&naan modalitas terapi laser pada lesi Mol&s%&m Kontagios&m. Perbai%an lesi di0apai dalam wa%t& + mingg& setelah pemberian terapi tanpa disertai efe% samping yang berarti. 9erapi laser mer&pa%an salah sat& pilihan terapi yang efisien nam&n memili%i %e%&rangan dari segi efe%tivitas biaya.*+,*2 ". -sam tri%loroasetat Pengel&pasan mema%ai asam tri%loroasetat "!5 dan di&lang setiap + mingg& 1i%a perl&, tiap pema%aian rata(rata meng&rangi lesi sebesar 3!,$5 pada pasien HI/ dengan Mol&s%&m Kontagios&m yang l&as. 9ida% ada penyebaran lesi Mol&s%&m, s%ar, ata& infe%si se%&nder yang ter1adi dalam + b&lan setelah pengobatan.** 8. Podofilin dan podofiloto%sin S&spensi podofilin +$5 dalam lar&tan benAoin ata& al%ohol dapat diapli%asi%an pada lesi dengan mengg&na%an lidi %apas, dibiar%an selama * ( 3 1am %em&dian dila%&%an pembilasan dengan mengg&na%an air bersih. Pemberian terapi dapat di&lang se%ali semingg&. 9erapi ini memb&t&h%an perhatian %h&s&s %arena mengand&ng m&tagen yait& quercetin dan aempherol. Efe% samping lo%al a%ibat pengg&naan bahan ini melip&ti erosi pada perm&%aan %&lit normal serta timb&lnya 1aringan par&t. Efe% samping sistemi% a%ibat pengg&naan se0ara l&as pada perm&%aan m&%osa ber&pa ne&ropati saraf perifer, gangg&an gin1al, ile&s, le&%openi dan trombositopenia.*2,*$ Podofiloto%sin mer&pa%an alternatif yang lebih aman dibanding%an podofilin. Sebanya% !,!$ ml podofiloto%sin $5 diapli%asi%an

*!

pada lesi + %ali sehari selama 2 hari. Kontraindi%asi absol&t %ed&a bahan ini pada wanita hamil.*2 :. 9retinoin 9retinoin mer&pa%an derivat vitamin - yang berf&ngsi sebagai agen anti(proliferasi sel. Krim tretinoin !,*5 dig&na%an pada penanganan Mol&s%&m Kontagios&m. Pemberian dengan 0ara dioles%an + %ali sehari pada lesi. Penyemb&han dilapor%an ter1adi dalam wa%t& ** hari setelah pemberian terapi. Efe% samping terapi ber&pa eritema pada daerah timb&lnya lesi. Pilihan lain mengg&na%an %rim tretinoin !,!$5 men&n1&%%an hasil yang mem&as%an dengan efe% samping ber&pa iritasi ringan.*2,*$ *!. Im&nomod&lator Pengg&naan im&nomod&lator telah men1adi bagian dari pilihan terapi Mol&s%&m Kontagios&m. Pada pasien dengan gangg&an f&ngsi im&n dimana didapat%an lesi e%stensif tersebar di sel&r&h t&b&h, terapi lo%al yang bersifat destr&%tif di%ata%an tida% efe%tif. Pengg&naan im&nomod&lator telah memberi%an hasil mem&as%an.*2 Im&nomod&lator topi%al telah dig&na%an pada berma0am %elainan %&lit. Mole%&l im&nomod&lator topi%al memili%i %emamp&an memodifi%asi respon im&n lo%al pada %&lit, bersifat stim&lator ma&p&n s&presor terhadap respon im&n. Pemilihan preparat topi%al didasar%an pada beberapa alasan antara lain hasil terapi mem&as%an, %em&dahan apli%asi serta ting%at %eamanan lebih bai% dibanding%an preparat sistemi%. Im&nomod&lator topi%al terbagi men1adi + bagian besar, yait& im&nomod&lator steroid dan im&nomod&lator non(steroid.*# 6eri%&t ini adalah %lasifi%asi im&nomod&lator non(steroid topi%al di bidang dermatologi:*# *. Ma0rola0t&m a. 9a0rolim&s b. Pime0rolim&s 0. Sirolim&s d. Si%losporin +. -lergen %onta%

**

a. ,yphen0yprone ',P.) b. SB&ari0 -0id ,ib&tyl Ester 'S-,6E) 0. ,initro0hlorobenAene ',N.6) 2. Im&nostim&lator a. ImiB&imod b. <esiB&imod 3. Im&nomod&lator lain a. .al0ipotriol b. -nthralin 0. Cin0 topi%al d. Interferon topi%al e. Interferon intralesi Im&nomod&lator non(steroid topi%al yang &m&m dig&na%an pada terapi Mol&s%&m Kontagios&m adalah imiB&imod. ImiB&imod mer&pa%an mole%&l sinteti% golongan imida!oquinoline amine.*#,*" Me%anisme %er1a imiB&imod masih bel&m di%etah&i se0ara 1elas. Pemberian imiB&imod se0ara topi%al merangsang respon im&n sel&ler dan respon im&n lo%al melal&i stim&lasi monosit, ma%rofag dan sel dendriti% di 1aringan perifer &nt&% memprod&%si sito%in proinflamasi, ter&tama interferon(D * 'IEN(D *), interferon(D + 'IEN(D +), interferon(D $ 'IEN(D $), interferon(D # 'IEN(D #), interferon(D 8 'IEN(D 8), interle&%in *+ 'I=(*+) dan "umor #ecrosing $actor-% '9NE(D). Me%anisme terseb&t mer&pa%an pertahanan alami primer terhadap infe%si vir&s. IEN(D a%an menghambat respon 9 helper + '9h+), sedang%an I=(*+ dan 9NE(D menstim&lasi respon 9 helper * '9h*). ImiB&imod di%etah&i berperan p&la dalam mening%at%an mat&rasi dan migrasi sel =angerhans f&ngsional yang berperan sebagai antigen presenting cell pada 1aringan epidermis %&lit, men&1& %elen1ar limfe regional. Keadaan ini memb&at respon im&n yang diind&%si oleh imiB&imod men1adi lebih spesifi% terhadap antigen tertent&.*8 ImiB&imod tersedia dalam bent&% %rim *5 dan $5, bermanfaat dalam penanganan %elainan infe%si ma&p&n neoplasma dermatologi. ImiB&imod dig&na%an 2 %ali;mingg& pada malam hari sampai lesi hilang se0ara menyel&r&h ata& selama ma%simal *# mingg&. ,ioles%an pada tiap lesi dan

*+

didiam%an selama #(*! 1am.*+,*$,*" Pema%aian %rim imiB&imod $5, $ hari dalam semingg& selama *# mingg& memberi%an perbai%an lesi pada *$ pasien ana% dengan Mol&s%&m Kontagios&m.*" Penelitian lain membanding%an %rim imiB&imod *5 dengan pla0ebo pada *!! pasien la%i(la%i Mol&s%&m Kontagios&m, didapat%an perbai%an lesi menyel&r&h pada 8#5 pasien yang mendapat terapi %rim imiB&imod *5. <e%&rensi lesi Mol&s%&m Kontagios&m ter1adi *! b&lan setelah pemberian tera%hir %rim imiB&imod *5 pada seorang pasien. Pengg&naan %rim imiB&imod se0ara &m&m 0&%&p dapat ditoleransi. Efe% samping minimal ber&pa rasa gatal, nyeri dan terba%ar pada %&lit. Pada beberapa %as&s pernah dilapor%an ter1adinya efe% samping ber&pa eritema, ind&rasi, erosi dan &l%&s. Efe% samping sistemi% ber&pa sa%it nyeri %epala, nyeri otot dan flu li e symptoms didapat%an pada beberapa %as&s.*# 9ida% didapat%an b&%ti timb&lnya efe% samping sistemi% ma&p&n to%si% pada ana%( ana%.*2 **. -ntivir&s -ntivir&s yang &m&m dig&na%an dalam pengobatan Mol&s%&m Kontagios&m adalah .idofovir. .idofovir mer&pa%an analog n&%leosida deoxytidine " monophosphate yang memili%i a%tivitas antivir&s terhadap se1&mlah besar ,N- vir&s melip&ti 0itomegalovir&s '.M/), vir&s herpes simple7 'HS/), &uman 'apiloma Virus 'HP/) dan Molluscum Contagiosum Virus 'M./).*$,*8 ,idalam t&b&h host, 0idofovir mengalami + fase fosforilasi melal&i 1al&r monofosfat %inase dan pir&vat %inase. Melal&i %ed&a fase fosforilasi terseb&t a%an terbent&% 0idofovir difosfat yang mer&pa%an metabolit a%tif 0idofovir. .idofovir difosfat be%er1a sebagai inhibitor %ompetitif terhadap ,N- polimerase vir&s sehingga mamp& menghambat sintesis ,N- vir&s.*: .idofovir tersedia dalam bent&% %rim 25, sol&sio intravena dan intralesi. 6eberapa st&di men&n1&%%an hasil mem&as%an pengg&naan 0idofovir topi%al ma&p&n in1e%si intralesi pada pengobatan penya%it %&lit yang disebab%an oleh vir&s. <esol&si lesi Mol&s%&m Kontagios&m didapat%an + ( # mingg& setelah pemberian terapi.*: Seb&ah laporan %as&s menyeb&t%an

*2

efe%tifitas pemberian %rim 0idofovir 25 se%ali sehari selama 8 mingg& pada pengobatan + penderita Mol&s%&m Kontagios&m ana% dengan infe%si &uman (mmunodeficiency Virus 'HI/).*2 Meadows d%% melapor%an %eberhasilan terapi %rim 0idofovir 25 dan sol&sio 0idofovir intravena pada 2 orang penderita HI/ sero(positif disertai Mol&s%&m Kontagios&m dengan predile%si lesi di daerah wa1ah, badan, e%stremitas, dan perianal. Pemberian terapi 0idofovir intravena pada + orang pasien memberi%an perbai%an lesi dalam wa%t& + b&lan, sedang%an apli%asi %rim 0idofovir 25 d&a %ali sehari selama + mingg& pada seorang pasien memberi%an perbai%an lesi se0ara menyel&r&h.+* .idofovir memili%i potensi 0&%&p bai% dalam pengobatan Mol&s%&m Kontagios&m, ter&tama pada pasien dengan pen&r&nan stat&s im&n. -%an tetapi %&rangnya efe%tifitas dari segi biaya memberi%an batasan tersendiri dalam pemilihan terapi.*2 Seb&ah arti%el menyeb&t%an harga %rim 0idofovir 25 adalah sebesar 4SF #$ per gram.*: Efe% samping lo%al pemberian terapi 0idofovir men0a%&p rea%si inflamasi pada daerah se%itar lesi, sedang%an efe% samping sistemi% melip&ti nefroto%si%, ne&tropenia dan asidosis metaboli%.++ 6& PROGNOSIS Mol&s%&m Kontagios&m memp&nyai prognosis yang bai%. Penya%it ini dapat semb&h spontan tetapi memb&t&h%an wa%t& yang lama yait& berb&lan(b&lan sampai tah&nan. ,engan menghilangnya sem&a lesi yang ada, penya%it ini tida% ata& 1arang residif.*,+,2

*3

DA.TAR PUSTAKA *. 9om, ?ynnisG Eriedlander, Sheila Eallon. +!!8. 'oxvirus (nfections in EitApatri0% ,ermatology in eneral Medi0ine. "th ed. New Hor%: M0 raw Hill. pp: *:**(*:*2. +. 6andyopadhyay, ,ebabrata. +!!:. Moll&s0&m .ontagios&m. ,ermatology =e0t&re Notes. .al0&ta India. &ttp)**dermind.tripot.com*mc.htm. '+* >&li +!**). 2. Hando%o, <onny P. +!!8. Penya%it /ir&s. ,alam: ,1&anda, -dhiG HamAah, Mo0htarG -isah, Siti. (lmu 'enya it +ulit dan +elamin. >a%arta: Ea%&ltas Kedo%teran 4niversitas Indonesia. h: **3(**$. 3. Siregar, < S. +!!$. ,tlas -erwarna .aripati 'enya it +ulit. Edisi +. >a%arta: E .. h: ":(8!. $. ,harmawan, N&grohoa1i. +!!:. Hando&t: 'enya it +ulit /ang 0isebab an Virus. h: *$(+!. #. -mir&din, M ,. +!!3. 'enya it Menular .e sual. >og1a%arta: P9. =KiS Pelangi -%sara. h.+**(+*$. ". Harahap, Marwali. +!!!. Ilm& Penya%it K&lit. >a%arta: Hipo0rates. h: ::(*!!. 8. Ka&ffman, .=. Moll&s0&m 0ontangios&m. +!!# >an +3G http:;;www.emedi0ine.0om;derm;topi0+"!.htm. '+* >&li +!**) :. ?olff, Kla&sG >ohnson, <i0hard -llen. +!!:. $it!patric Color ,tlas and .ynopsis of Clinical 0ermatology. New Hor%: M0 raw Hill. pp: ""*(""$. *!. =yn0h, Peter >G Edward, =ibby. *::3. 1enital 0ermatology. New Hor%: .h&r0hill =ivingstone. pp: *+#(*+8. **. P&triyanti, 9i%a. +!!:. 'enatala sanaan Molus um +ontagiosum) (munomodulator dan ,ntivirus "opi al. Ea%&ltas Kedo%teran 4niversitas -irlangga. http)**www.scribd.com*doc*23343564*penatala sanaan-molus um- ontagiosum'+* >&li +!**) *+. Habif, 9homas P. +!!3. Clinical 0ermatology. 3th ed. St. =o&is: ../ Mosby 0o. pp: 233(23$, 28!. *2. .rowe, Mar% -. Molluscum Contagiosum. http)**emedicine.medscape.com*article*478598-overview. '+* >&li +!**)

*$

*3. Hanson, ,aniel I ,ayna ;ournal. +!!2, ::*(**.

. ,iven. Molluscum Contagiosum. 0ermatology :nline

http)**dermatology.cdlib.org*42*reviews*molluscum*diven.html. '+* >&li +!**) *$. /alentine ..=.G ,iven ,. "reatment Modalities for Molluscum Contagiosum. 0ermatologic "herapy. /ol. *2. September +!!!, No. 2. *#. Ka&ffman, =isa .. Molluscum Contagiosum. http)**emedicine.medscape.com*article*9<253=-overview. '+* >&li +!**) *". Khandp&r S., Sharma /K, S&manth K. "opical (munomodulators in 0ermatology. > Postgrad Med. /ol. $!. >&ni +!!3, No.+. pp: *2* (*2". *8. Na1arian, ,avid > I >oseph .. English III. (miquimod Cream) , #ew Multipurpose "opical "herapy for 0ermatology. Continuing >ducation Credit. /ol. +8. +!!2, No.+. pp: *++ (*+$. *:. P&neet, 6hargava I Kanodia San1ay. (miquimod) , #ovel (mmune ?esponse Modifier. Indian >. Se7. 9ransm. ,is. /ol. +". +!!#, No.*. pp: +(3. +!. Cabaws%y, Edward >, >r. - <eview of 9opi0al and Intralesional .idofovir. ,ermatology @nline >o&rnal. /ol. #. +!!!, No.*. hal * (*#. http)**dermatology.cdlib.org*0:;vol<num7*therapy*cidofovir*!abaws y.html. '+* >&li +!**) +*. Meadows, K.P. ?esolution of ?ecalcitrant Molluscum Contagiosum virus @esions in &uman (mmunodefficiency Virus -(nfected 'atients "reated with Cidofovir. -r0hives of ,ermatology. /ol. *22. *::". ++. 9oro, >orge <. et al. "opical Cidofovir) , novel treatment for ?ecalc itrant Molluscum Contagiosum in Children (nfected Aith &uman (mmunodeficiency Virus. <eport of .ases. -r0h ,ermatol. /ol. *2#. -g&st&s +!!!. pp: :82(:8$.

*#

STATUS PENDERITA

I& ANAMNESIS A& I$en(i(as Nama 4m&r >enis %elamin -lamat 9anggal pemeri%saan No. <M : -n. : + tah&n : =a%i(la%i : ayamsari <9 !+;!* 6any&anyar, S&ra%arta : 8 >&li +!** : !*!"#*32

5& Keluhan U(ama : bintil(bintil di se%itar mata 7& Ri*a)a( Pen)a8i( Se8a%an# Se1a% # b&lan yang lal& timb&l bintil(bintil pada wa1ah ter&tama di se%itar mata %anan. M&la(m&la bintil hanya sedi%it dan %e0il, %em&dian ma%in lama ma%in banya% dan mel&as. 6intil di se%itar mata sebagian men1adi merah se1a% + hari yang lal& dan terasa nyeri saat disent&h. 6intil tida% sering digar&%. D& Ri*a)a( Pen)a8i( Dahulu <iwayat alergi ma%anan dan obat : 'J) s&s& form&la <iwayat sa%it asma <iwayat penya%it ser&pa E& Ri*a)a( Kelua%#a <iwayat alergi ma%anan <iwayat alergi obat <iwayat sa%it asma : disang%al : disang%al : disang%al : disang%al : disang%al

*"

<iwayat penya%it ser&pa

: 'J) %a%a% pasien '$ b&lan yang lal&)

.& Ri*a)a( Ke"iasaan Penderita biasanya dimandi%an + %ali sehari dengan mengg&na%an air dan sab&n mandi biasa. 6a1& penderita selal& diganti setelah mandi. Hand&% yang dipa%ai penderita di0&0i semingg& se%ali. II& PEMERIKSAAN .ISIK A& S(a(us Gene%alis *. Keadaan &m&m +. /ital sign : 6ai%, 0ompos mentis, giAi %esan 0&%&p : <espirasi rate : +*7 ; menit Nadi S&h& 2. Kepala 3. ?a1ah $. =eher #. P&ngg&ng ". 9hora7 8.-bdomen :. l&te&s *!.-nogenital **.E%stremitas atas : :!7 ; menit : afebril

: lihat stat&s lo%alis : lihat stat&s lo%alis : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : lihat stat&s lo%alis

*+.E%stremitas bawah : dalam batas normal 5& S(a(us De%ma(olo#is <egio fa0ialis 'orbita de7tra): terdapat p&st&l m&ltiple dengan erosi dan dasar eritem serta %r&sta di atasnya. <egio fa0ialis 'nasalis de7tra): terdapat vesi%el m&ltiple <egio 0apitis 'de7tra) dan region dors&m man&s de7tra: terdapat vesi%el soliter

*8

*:

III& PEMERIKSAAN PENUN4ANG 9ida% dila%&%an I3& USULAN PEMERIKSAAN 9ida% dila%&%an 3& DIAGNOSIS 5ANDING Mol&s%&m Kontagios&m 3I& DIAGNOSIS KER4A Mol&s%&m Kontagios&m 3II& TERAPI Medi%amentosa : /ita0id !,!$5 0ream * 7 &e 'malam) Imboost syr&p + dd K 0th 3III& PROGNOSIS -d vitam -d sanam -d f&ngsionam -d 0osmeti0&m : bai% : bai% : bai% : bai%

+!