Anda di halaman 1dari 32

8

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. METODE STUDENT FACILITATOR AND EXPLANING
Proses belajar mengajar yang dilakukan guru memerlukan metode yang
tepat dalam pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Agar tujuan dalam
proses belajar mengajar bisa tercapai secara efektif dan efisien, kemampuan guru
dalam menguasai materi tidaklah mencukupi. Disamping penguasan materi, guru
juga harus memiliki kemampuan untuk mengelolah proses belajar mengajar
dengan baik, yaitu melalui pemilihan metode penyampaian materi yang tepat
dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan dan juga
kemampuan siswa yang menerima materi. Sehingga guru dapat mencapai tujuan
pembelajaran yang diinginkan secara maksimal.
1. Pengertian Metode Student Facilitator And Explaning
Menurut Ismail pengertian metode adalah suatu sarana untuk menemukan,
menguji dan menyusun data bagi data yang diperlukan bagi pengembangan
disiplin ilmu tersebut.
7
Pada intinya metode berfungsi sebagai pengantar sebuah
tujuan kepada obyek sasaran dengan cara yang sesuai dengan perkembangan
obyek sasaran tersebut. Ditinjau dari segi etimologis (bahasa), metode berasal dari
bahasa Yunani, yaitu methodos . Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu
matha yang berarti melalui atau melewati, dan hodos yang berarti jalan atau


7
Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM (Semarang: Rasail Media Group,
2009), hlm. 7
9
cara. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai
tujuan .
8
Dengan demikian, Metode berarti jalan atau cara yang ditentukan oleh
seorang guru dalam proses pembelajaran. Metode tersebut harus dilalui untuk
mencapai sebuah tujuan pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan di
dalam kelas yang sebelum pembelajaran dimulai sudah direncanakan oleh guru.
Sebagaimana yang di ketahui, bahwa metode mengajar merupakan sasaran
interaksi antara guru dengan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
Dengan demikian yang perlu diperhatikan adalah ketepatan sebuah metode
mengajar yang dipilih dengan tujuan, jenis dan juga sifat materi pengajaran, serta
kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut.
Yeni mengatakan dalam karya Ilmiahnya, bahwa guru hendaknya cermat
dalam memilih dan menggunakan metode mengajar terutama yang banyak
melibatkan siswa secara aktif. Makin baik metode itu, maka semakin efektif pula
pencapaian tujuannya. Jadi untuk menetapkan lebih dahulu apakah sebuah metode
dapat disebut baik, diperlukan patokan yang bersumber dari beberapa faktor
utama.
9
Menurut Ismail, guru sebelum memutuskan untuk memilih suatu metode
agar lebih mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tujuan yang beragam jenis dan fungsinya
b. Siswa yang beragam tingkat pemahamannya
c. Situasi yang beragam keadaannya


8
M.Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara,1996), hlm. 61
9
Yeni Saraswati, Op.,Cit, hlm. 21
10
d. Fasilitas yang beragam kualitas dan keadaannya
e. Pribadi guru serta keprofesionalan yang berbeda
f. Kelebihan dan kelemahan metode.
10
Dengan adanya beberapa pengertian dan faktor yang mempengaruhi
metode, setiap materi pelajaran memiliki metode yang berbeda karena setiap
materi pelajaran memiliki karakteristik sendiri. Akan tetapi secara umum metode
pengajaran dapat digolongkan menjadi beberapa golongan. Salah satu diantaranya
adalah metode Student Facilitator And Explaning.
Metode Student Facilitator And Explaning ini merupakan salah satu dari
tipe model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok
kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen.
Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan
kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.
11
Menurut Lei metode Student Facilitator And Explaining merupakan suatu
metode dimana siswa mempresentasikan ide atau pendapat pada siswa lainnya.
12
Sedangkan menurut Agus metode Student Facilitator And Explaining mempunyai
arti metode yang menjadikan siswa dapat membuat peta konsep maupun bagan
untuk meningkatkan kreatifitas siswa dan prestasi belajar siswa.
13
Perbedaan
metode Student Facilitator And Explaning dengan metode diskusi terletak pada


10
Ibid., hlm. 32-33
11
Trianto, Model-Model Pembelajaran inovatif (Jakarta: Indonesia, 2007), hlm. 52
12
Anita Lie, Op.Cit., 50
13
Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori dan aplekasi PAIKEM (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2009), hlm. 129
11
cara pertukaran pikiran antar siswa. Dimana dalam metode Student Facilitator
And Explaning siswa menerangkan dengan bagan maupun peta konsep.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
metode Student Facilitator And Explaning menjadikan siswa sebagai fasilitator
dan di ajak berpikir secara kreatif sehingga menghasilkan pertukaran informasi
yang lebih mendalam dan lebih menarik serta menimbulkan rasa percaya diri pada
siswa untuk menghasilkan karya yang diperlihatkan kepada teman-temannya.
2. Kelebihan dan Kelemahan Metode Student Facilitator And Explaning
Setiap metode yang sudah ada selama ini mempunyai kelebihan dan
kelemahan, begitu juga dengan metode Student Facilitator And Explaning
memiliki kedua hal tersebut.
Begitu juga metode yang digunakan oleh guru maupun peneliti yang
menggunakan penelitian tindakan kelas dalam proses belajar mengajar memiliki
kelebihan dan kelemahan, adapun kelebihan dan kelemahan metode Student
Facilitator And Explaning sebagai berikut:
14
a. Kelebihan
1) Dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya potensi berpikir
kritis siswa secara optimal.
2) Melatih siswa aktif, kreatif dan menghadapi setiap permasalahan.
3) Mendorong tumbuhnya tenggang rasa, mau mendengarkan dan
menghargai pendapat orang lain.


14
Joko Tri Prasetiya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka setia, 2005), hlm. 91
12
4) Mendorong tumbuhnya sikap demonstrasi.
5) Melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan saling bertukar
pendapat secara obyektif, rasional guna menemukan suatu
kebenaran dalam kerja sama anggota kelompok.
6) Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat siswa
secara terbuka.
7) Melatih siswa untuk selalu dapat mandiri dalam menghadapi setiap
masalah.
8) Melatih kepemimpinan siswa.
9) Memperluas wawasan siswa melalui kegiatan saling bertukar
informasi, pendapat dan pengalaman antar mereka.
Beberapa kelebihan yang sudah dipaparkan memiliki satu persamaan yaitu
metode Student Facilitator And Explaning memudahkan siswa untuk
meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar yang selama ini prestasi belajar
siswa dalam materi Akuntansi belum mencapai keberhasilan yang maksimal.
Selain kelebihan metode Student Facilitator And Explaning juga memiliki
kelemahan yang berpengaruh pada pencapaian tujuan belajar.
b. Kelemahan
1) Timbul rasa yang kurang sehat antar siswa satu dengan yang
lainnya.
2) Peserta didik yang malas mungkin akan menyerahkan bagian
pekerjaannya pada teman yang pandai.
13
3) Penilaian individu sulit karena tersembunyi dibalik kelompoknya.
4) Metode Student Facilitator And Explaning memerlukan persiapan-
persiapan agak rumit dibanding dengan metode lain, misalnya
metode ceramah.
5) Apabila terjadi persaingan yang negatif hasil pekerjaan akan
memburuk.
6) Peserta didik yang malas memiliki kesempatan untuk tetap pasif
dalam kelompoknya, dan memungkinkan akan mempengaruhi
kelompoknya sehingga usaha kelompok tersebut akan gagal.
Kelemahan dari metode Student Facilitator And Explaning yang sudah
dipaparkan tersebut bukanlah hal yang membuat peneliti menjadi patah harapan,
dengan mengetahui kekurangan tersebut peneliti akan meminimkan terjadinya
kekurangan ketika melakukan penelitian. Dengan menyusun langkah-langkah
pembelajaran penerapan metode Student Facilitator And Explaning.
3. Langkah-Langkah Metode Student Facilitator And Explaning
Metode Student Facilitator And Explaning adalah metode yang
mendasarkan pada penugasan tiap-tiap kelompok, dimana setiap kelompok diberi
tugas yang berbeda. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mengorganisasi
kelompoknya dalam mencari informasi tentang tugas yang didapatkan melalui
sumber belajar. Kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain
14
membuat pertanyaan pada masing-masing topik diskusi. Setelah semua kelompok
sudah mempresentasikan hasil diskusinya maka dilakukan evaluasi untuk
mengetahui ketercapaian dalam pembelajaran tersebut. Menurut Suprijono dalam
Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem langkah-langkah dari metode
Student Facilitator And Explaning adalah, sebagai berikut:
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai/KD;
2) Guru mendemonstrasikan/menyajikan garis-garis besar materi
pembelajaran;
3) Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa
lainnya, misalnya melalui bagan/peta konsep. Hal ini bisa dilakukan
secara bergiliran;
4) Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa;
5) Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu;
6) Evaluasi.
15
Langkah yang ditempuh dalam penelitian ini secara garis besar ada
beberapa langkah seperti yang sudah disebutkan oleh Agus Suprijono. Dari
langkah-langkah tersebut peneliti akan mengetahui prestasi belajar siswa kelas XI
Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial semester genap yang diperoleh dari penerapan
metode Student Facilitator And Explaning.


15
Agus Suprijono, Op.,Cit, hlm. 128-129
15
B. PRESTASI BELAJAR
Setiap siswa diwarisi untuk mempunyai intelegensi, namun kemampuan
yang dimiliki siswa adalah tidak sama, kemampuan berfikir siswa ada yang tinggi
dan ada yang rendah. Dalam kenyataan kadang-kadang siswa mempunyai
kemampuan yang kurang pada saat tertentu dapat memperoleh hasil yang baik
terhadap prestasi belajarnya dan ada siswa yang kenyataan memiliki kemampuan
tinggi pada saat tertentu namun memperoleh hasil yang tidak baik terhadap
prestasi belajarnya. Pada diri siswa terdapat prestasi yang berbeda-beda. Prestasi
tersebut dapat diperoleh siswa dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan
olehnya pada kurun waktu tertentu.
1. Pengertian Prestasi Belajar
Terdapat banyak pengertian prestasi belajar yang didefinisikan oleh para
ahli. Berikut ini beberapa definisi prestasi belajar menurut para ahli:
a. Menurut kamus umum prestasi adalah penguasaan pengetahuan dan
ketrampilan yang dikembangkan oleh individu. Dalam mata pelajaran
lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan
guru.
16
b. Mas ud Khasan Abdul Qohar, dalam Syaiful Bahri Djamarah prestasi
adalah apa yang diciptakan hasil pekerjaaan yang menyenangkan hati
yang diperoleh dengan jalan keuletan . Sementara Nasrun Harahap dan
kawan-kawan memberikan batasan, bahwa prestasi belajar adalah
penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang


16
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus besar Indonesia (Balai Pustaka: Jakarta,
1989), hlm. 700
16
berkenaan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka
serta nilai-nilai yang terdapat didalam kurikulum.
17
c. Syaiful Bahri djamarah berpendapat: prestasi adalah hasil yang
dicapai dari suatu kegiatan .
18
Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi adalah
suatu hasil yang dicapai oleh siswa selama mengikuti proses belajar mengajar
ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai dari hasil evaluasi yang diberikan
oleh guru. Sehingga guru mengetahui prestasi belajar yang berbeda antar siswa,
karena dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam pencapaian prestasi belajar.
2. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah suatu hasil yang dicapai oleh siswa selama
mengikuti proses belajar mengajar. Setiap individu dalam meningkatkan prestasi
belajarnya, banyak faktor yang mempengaruhi. Tetapi pada dasarnya faktor-faktor
ini dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor dari dalam (internal) dan
faktor dari luar (eksternal).
a. Faktor Internal
Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa, antara lain:
a. Faktor Jasmani dan Fisiologis
Kondisi jasmani atau fisiologis pada umumnya sangat
berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. User Usman


17
Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional,
1994), hlm. 21
18
Ibid., hlm 22
17
dan Lilis Setiawati mengatakan bahwa termasuk dalam faktor
jasmaniah yaitu panca indra yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya, seperti mengalami sakit, cacat tubuh atau perkembangan
yang tidak sempurna, berfungsinya kelenjar tubuh yang membawa
kelainan tingkah laku.
19
Dengan jasmani dan fisiologis atau raga
siswa yang sehat menjadikan psikologis atau jiwa siswa mudah
menerima rangsangan dari luar yang akan membentuk karakteristik
kepribadian setiap siswa.
b. Faktor Psikologis Meliputi:
a) Intelegensi
Pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan
psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri
dari lingkungan dengan cara yang tepat. Jadi intelegensi
sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga
kualitas-kualitas organ tubuh lainnya.
20
Tingkat intelegensi ini sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar
siswa. Dimana semakin tinggi intelegensi seorang siswa maka semakin tinggi pula
peluang untuk meraih prestasi. Sehingga siswa dapat bersikap semestinya
terhadap proses belajar mengajar.


19
User Uzman dan Lilis setiawati, upaya Optimasi Kegiatan Belajar Mengajar (Bandung: PT
remaja Rosda Karya, 1993), hlm. 10
20
Muhibbin syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan baru (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2004), hlm. 133
18
b) Sikap
Sikap yaitu suatu kecenderungan untuk mereaksi
terhadap suatu hal, orang atau benda dengan suka, tidak suka
atau acuh tak acuh. Terjadi sikap seseorang itu dapat
dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, kebisaaan dan
keyakinan.
21

Didalam diri siswa harus ada sikap yang positif
(menerima) kepada pelajaran yang dipelajari atau kepada
gurunya. Karena siswa yang sikapnya negatif (menolak)
kepada pelajaran atau gurunya maka tidak punya kemauan
untuk belajar, sebaiknya siswa yang sikapnya positif akan
digerakkan oleh sikapnya yang positif itu untuk belajar dan
siswa akan mempunyai minat untuk belajar.
c) Minat
Adapun yang dimaksud minat menurut para ahli
psikologi adalah suatu kecenderungan untuk selalu
memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus.
Minat ini erat kaitannya dengan perasaan terutama perasaan
senang. Karena itu dapat dikatakan minat itu terjadi karena
perasaan senang kepada sesuatu.


21
Alisuf sabri, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996), hlm. 83
19
Minat besar pengaruhnya terhadap pembelajaran. Jika siswa
mempelajari pelajaran yang diminatinya maka siswa tersebut
akan belajar dengan senang hati tanpa rasa beban serta siswa
menjadi berbakat dalam suatu bidang.
d) Bakat
Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang
dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa
yang akan datang. Dengan demikian sebetulnya setiap orang
memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi
sampai tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-
masing.
22
Seorang siswa yang berbakat terhadap salah satu bidang
siswa akan lebih cepat menyerap dan memahami segala hal
yang berhubungan dengan bidang tersebut karena dia
mempunyai suatu potensi. Dan diharapkan orang tua untuk
mengembangkan bakat anak yang sudah ada dan tidak
memaksakan suatu bidang yang tidak menjadi bakat anak.
Orang tua salah satu motivator siswa dalam pencarian bakat
pada suatu bidang, sehingga siswa memiliki motivasi untuk
mendalami suatu bidang.


22
Muhibbin Syah, op.cit, hlm. 135
20
e) Motivasi
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong
seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu.
23
Motivasi dapat
menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga
makin besar kesuksesan belajarnya.
Kuat lemahnya motivasi belajar seseorang mempengaruhi keberhasilan
belajar. Karena itu motivasi belajar perlu diusahakan, terutama yang berasal dari
dalam diri dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan
dan harus dihadapi untuk mencapai cita-cita. Senantiasa memasang tekat bulat dan
selalu optimis bahwa cita-cita dapat dicapai dengan belajar.
Perasaan selalu optimis terhadap pencapaian cita-cita merupakan faktor
dari dalam diri siswa, selain itu pencapaian cita-cita dan prestasi belajar siswa
juga dipengaruhi faktor eksternal sebagai faktor dari luar diri siswa.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yaitu faktor yang dari luar diri siswa. Adapun faktor
eksternal terdiri atas dua macam yaitu lingkungan sosial dan lingkungan non
sosial, yang meliputi:
24
1) Keadaan keluarga
Keadaan keluarga ini merupakan lingkungan social bagi
siswa. Dimana lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi


23
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Karya, 1998), hlm. 69
24
Muhibbin Syah, op.cit, hlm. 138
21
kegiatan belajar adalah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri.
Sifat-sifat orang tua, praktek pengelolaan keluarga, dan letak
rumah semuanya dapat memberi dampak baik ataupun buruk
terhadap kegiatan belajar dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
Contoh, kebisaaan yang bisaa diterapkan oleh orang tua siswa
dalam mengelola keluarga yang keliru, seperti kelalaian orang tua
dalam memonitor kegiatan anak dapat menimbulkan dampak yang
fatal. Dalam hal ini bukan saja anak tidak mau belajar melainkan ia
cenderung berperilaku menyimpang.
b) Kualitas pengajaran
Kualitas pengajaran yaitu tinggi rendahnya atau efektif
tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan
pengajaran. Hasil belajar pada hakekatnya tersirat dalam tujuan
pengajaran. Oleh sebab itu, hasil belajar siswa disekolah
dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pengajaran.
c) Sarana dan prasarana pembelajaran
Sarana pembelajaran merupakan alat yang digunakan dalam
proses pembelajaran untuk memperlancar terlaksananya prose
pembelajaran. sarana dan prasarana pembelajaran meliputi buku
palajaran, alat dan fasilitas laboratorium sekolah berbagai media
pengajaran lainnya, sedangkan prasarana pembelajaran dapat
22
meliputi gedung sekolah, ruang belajar, lapangan olahraga, ruang
ibadah dan lain-lain. Sekolah yang cukup memiliki sarana dan
prasarana yang diperlukan untuk belajar ditambah dengan cara
mengajar yang baik dari guru-gurunya, kecakapan guru dalam
mempermudah dan mempercepat belajar siswa.
Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Sudarwan Danim bahwa:
kelengkapan fasilitas belajar memberi pengaruh yang berarti terhadap prestasi
belajar siswa. Siswa yang fasilitas belajarnya lebih lengkap, prestasi belajarnya
lebih baik.
25
Menurut Siti Rahayu Haditono sebagaimana dikutip oleh Dimyanti di
Indonesia ditemukan banyak siswa memperoleh angka hasil balajar yang rendah.
Hal itu disebabkan oleh faktor-faktor seperti berikut:
26
a) Kurangnya fasilitas sekolah,
b) Siswa makin dihadapkan oleh berbagai pilihan dan mereka merasa
ragu dan takut gagal,
c) Kurangnya dorongan mental dari orang tua, karena orang tua tidak
memahami apa yang diajari anaknya disekolah dan
d) Keadaan gizi yang rendah, sehingga siswa tidak mampu belajar
lebih giat.


25
Sudarwan Danim, Media Komunikasih pendidikan (Jakarta: Bumi Kasara, 1995), hlm. 73
26
Dimyati dan Modjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), hlm.246
23
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar
dipengaruhi oleh faktor internal sebagai faktor dari dalam diri siswa dan faktor
eksternal sebagai faktor dari luar diri siswa. Kedua faktor tersebut harus
diperhatikan dalam pencapaian prestasi belajar siswa yang maksimal sehingga
tercapailah tujuan pembelajaran yang diinginkan oleh guru. Dalam pencapaian
tersebut guru mempunyai cara untuk penentuan prestasi belajar siswa yang
dibahas lebih mendlama pada bagian cara penentuan prestasi belajar.
3. Cara Penentuan Prestasi Belajar
Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan guru wajib
mengetahui sejauh mana keberhasilan siswanya telah berhasil mengikuti pelajaran
yang diberikan oleh guru. Untuk melaksanakan penilaian tentang prestasi belajar
siswa maka guru sebagai subyek evaluasi untuk setiap tes. Maka alat evaluasi
yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu: tes uraian dan tes
obyektif. Alat evaluasi tersebut dapat dilaksanakan pada awal semester, tengah
semester maupun akhir semester.
Selanjutnya tes uraian dan tes obyektif ini juga disebut sebagai teknik
evaluasi. Tes adalah suatu alat, atau prosedur yang sistematis dan obyektif untuk
memperoleh data atau keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara
yang boleh dikatakan tepat dan cepat. Menurut Nana Sudjana di dalam bukunya
Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar , bahwa tes sebagai alat penilaian
adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapatkan
jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes
24
tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan).
27
Tes yang bermacam bentuk
tersebut digunakan mengetahui prestasi siswa di setiap selesai melakukan
pembelajaran.
a. Macam-Macam Tes Berdasarkan Kegunaan
Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur/menentukan prestasi belajar
siswa, maka dibedakan menjadi 3 macam tes. Berikut penjelasan macam-macam
tes berdasarkan kegunaannya:
28
a) Tes Diagnostik
Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui
beberapa kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan tersebut
dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. Tes diagnostik
dilakukan diawal pelajaran yang selanjutnya akan di tes formatif pada
akhir pelajaran.
b) Tes Formatif
Dari kata "from" yang merupakan dasar dari istilah "formatif",
maka evaluasi formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana
telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu program tertentu. Dalam
kedudukannya seperti ini tes formatif dapat juga dipandang sebagai tes
diagnostik pada akhir pelajaran. Evaluasi formatif atau tes formatif


27
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2009), hlm. 35
28
Suharsini Arikunto, Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 33-
36
25
diberikan pada akhir setiap program. Tes ini merupakan post-tes atau
tes akhir setiap program pelajaran. Sedangkan tes akhir pada setiap
semester merupakan tes sumatif.
c) Tes Sumatif
Evaluasi sumatif atau tes sumatif dilaksanakan setelah ahkirnya
pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar.
Dalam pengalaman di sekolah tes formatif dapat disamakan dengan
ulangan harian, sedangkan tes sumatif ini dapat disamakan dengan
ulangan umum yang bisaanya dilaksanakan pada tiap akhir catur wulan
atau akhir semester akhir.
Berdasarkan uraian diatas maka prestasi belajar siswa dapat diukur melalui
tiga tes yang pelaksanaannya tidak bersamaan antara tes yang satu dengan tes
yang lainnya. Tes sumatif yang dilaksanakan paling akhir dari tes diagnostik dan
tes formatif.
Macam-macam tes yang sudah dipaparkan pada pembahasan sebelumnya
memiliki fungsi yang berbeda-beda. Penjelasan masing-masing fungsi tes sebagai
berikut:
29


29
Mulyadi, Hubungan antara Motivasi dan Intelegensi dengan Prestasi Belajar (Malang : FT.
IAIN), hlm. 24
26
a) Tes Diagnostik
Tes diagnostik yang dilakukan diawal pertemuan berfungsi untuk
menempatkan siswa yang memiliki kemampuan dasar tinggi, sedang
dan rendah, yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
(1) Menetapkan ada tidaknya pengetahuan dan atau keterampilan.
(2) Menetapkan tingkat penguasaan siswa terhadap bahan-bahan
pelajaran yang diberikan sebelumnya.
(3) Mengelompokan siswa atau dasar bermacam-macam metode
pengajar.
(4) Menetapkan faktor-faktor penyebab kegagalan yang berulang-
ulang dari siswa dalam belajarnya.
b) Tes Formatif
Tes formatif yang dilakukan pada akhir sebuah pembahasan
materi/program pembelajaran. Memiliki fungsi sebagai berikut:
(1) Sebagai umpan balik bagi siswa dan guru tentang kemajuan belajar
yang berhasil di capai dalam suatu unit pelajaran.
(2) Menetapkan dimana letak titik-titik kelemahan dari suatu unit
pelajaran sehingga dengan demikian dapat di susun dan diberi
alternatif-alternatif pengajaran perbaikan.
27
c) Tes Sumatif
Tes sumatif yang dilakukan diakhir semester, memiliki fungsi untuk
pemberian tanda lulus atau nilai untuk siswa pada akhir suatu unit pengajaran,
semester atau suatu tahap dalam pendidikan di sekolah.
Tes yang digolongkan berdasarkan kegunaan tersebut memiliki fungsi
yang berbeda namun secara keseluruhan tes diagnostik, tes formatif dan tes
sumatif memiliki fungsi sama yaitu untuk mengetahui prestasi yang dilakukan
oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran disekolah.
b. Macam-macam tes berdasarkan jenis
Selain tes ditinjau dari kegunaannya, tes juga ditinjau dari jenisnya
untuk penentuan prestasi belajar siswa. Macam-macam tes berdasarkan
jenisnya dibedakan menjadi dua macam tes, yaitu:
i. Tes Uraian
Tes uraian adalah pertanyaan yang menuntut siswa
menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan
mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan dan bentuk lain
yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan
kata-kata dan bahasa sendiri. Tes uraian ini disebut juga essay
examination, merupakan alat penilaian hasil belajar yang paling tua.
30
Tes uraian dalam menjawab pertanyaan diperlukan penulisan kata-kata
dengan bahasa sendiri, selain tes uraian ada tes obyektif untuk
mengukur prestasi siswa.


30
Nana Sudjana, Op.Cit., hlm. 35
28
ii. Tes Obyektif
Tes obyektif adalah pertanyaan yang ada pilihan jawabannya.
Soal bentuk obyektif ini banyak digunakan dalam menilai hasil belajar,
karena luasnya bahan pelajaran yang dapat dicakup dalam tes dan
mudahnya menilai jawaban yang diberikan.
31
Tes ini tidak
memerlukan penulisan kata-kata sendiri dalam menjawabnya namun
tes obyektif memerlukan ketepatan memilih dalam menjawab pilihan
jawaban.
Berdasarkan uraian diatas, maka prestasi belajar siswa dalam penelitian ini
adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah mengalami proses belajar
serta melakukan tes. Prestasi belajar siswa ditunjukkan dari perbandingan skor tes
pada setiap siklus. Tes dalam penentuan prestasi belajar pada penelitian ini adalah
tes uraian dan digunakan untuk mengisi nilai tes formatif, karena penelitian yang
dilakukan pada awal pertemuan semester genap. Sehingga materi pelajaran yang
digunakan dalam penelitian ini mata pelajaran Ekonomi SMA dengan materi
Akuntansi.
C. MATA PELAJARAN EKONOMI SMA
Mata pelajaran Ekonomi SMA merupakan mata pelajaran yang dipelajari
siswa SMA kelas XI jurusan IPS semester 1. Istilah Ekonomi sendiri berasal dari
bahasa Yunani yaitu Oikonomia. Kata tersebut berasal dari dua kata Oikos yang


31
Ibid., hlm. 44
29
memiliki arti rumah tangga dan Nomos yang memiliki arti aturan, jadi kata
Ekonomi memiliki arti aturan rumah tangga.
32
Ekonomi merupakan ilmu tentang
perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang
bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan
kegiatan produksi, konsumsi, dan/atau distribusi. Luasnya ilmu ekonomi SMA
dan terbatasnya waktu yang tersedia membuat standar kompetensi dan kompetensi
dasar ini dibatasi dan difokuskan kepada fenomena empirik ekonomi yang ada
disekitar siswa, sehingga siswa dapat merekam peristiwa ekonomi yang terjadi
disekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupannya yang lebih
baik. Dengan ketentuan mata pelajaran ekonomi untuk jenjang SMA disusun
secara sistematis, dimana ekonomi pada Semester 1 dan Akuntansi pada Semester
II. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh
pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar
Table 1.1 Mata pelajaran Ekonomi untuk SMA kelas XI Semester I
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami kondisi
ketenagakerjaan dan
dampaknya terhadap
pembangunan ekonomi
1.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan
1.2 Mendeskripsikan tujuan pembangunan
1.3 Mendeskripsikan proses pertumbuhan
ekonomi
1.4 Mendeskripsikan pengangguran beserta
dampaknya terhadap pembangunan
nasional


32
Haryanto Setya, IPS Ekonomi (Bekasi: CV Teguh Karya, 2009), hlm. 9
30
2. Memahami APBN dan
APBD
2.1 Menjelaskan pengertian, fungsi, tujuan
APBN dan APBD
2.2 Mengidentifikasi sumber-sumber
penerimaan pemerintah pusat dan
pemerintah daerah
2.3 Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di
bidang fiskal
2.4 Mengidentifikasi jenis-jenis pengeluaran
pemerintah pusat dan pemerintah daerah
3. Mengenal Pasar modal 3.1 Mengenal jenis produk dalam bursa efek
3.2 Mendeskripsikan mekanisme kerja bursa
efek
4. Memahami
perekonomian
Terbuka
4.1 Mengidentifikasi manfaat, keuntungan dan
faktor-faktor pendorong perdagangan
internasional
4.2 Mengidentifikasi kurs tukar valuta asing, dan
neraca pembayaran
4.3 Menjelaskan konsep tarif, kuota, larangan
ekspor, larangan impor, subsidi, premi,
diskriminasi harga dan dumping
4.4 Menjelaskan pengertian devisa, fungsi
sumber-sumber devisa dan tujuan
penggunaannya

Table 1.2 Mata pelajaran Akuntansi untuk SMA kelas XI Semester II
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
5. Memahami penyusunan
siklus akuntansi
perusahaan jasa
5.1 Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem
informasi
5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi
5.3 Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme
debit dan kredit
5.4 Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal
umum
5.5 Melakukan posting dari jurnal ke buku besar
5.6 Membuat ikhtisar siklus akuntansi
perusahaan jasa
5.7 Menyusun laporan keuangan perusahaan jasa

Table 1.1 dan Table 1.2 diadopsi dari peraturan menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006.
33


33
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 tahun 2006 Tentang Standart
ISI untuk satuan pendidikan dasar dan menangah (Jakarta: 2006), Hlm. 542-543
31
1. Materi Pengajaran Akuntansi
Materi pengajaran Akuntansi adalah salah satu materi yang diajarkan
kepada siswa SMA kelas XI jurusan IPS dengan standar kompetensi memahami
siklus akuntansi perusahaan jasa. Dimana Materi Akuntansi difokuskan pada
perilaku akuntansi jasa dan akuntansi perusahaan dagang. Siswa dituntut
memahami transaksi keuangan perusahaan jasa dan dagang serta mencatatnya
dalam suatu sistem akuntansi untuk disusun dalam laporan keuangan. Pemahaman
pencatatan ini berguna untuk memahami manajemen keuangan perusahaan jasa
dan dagang.
34
Sehingga peserta didik setelah mempelajari materi akuntansi
diharapkan mampu mencatat transaksi keaungan yang dilakukan oleh perusahaan
jasa dan perusahaan dagang.
a. Tujuan Instruksional
Mata pelajaran ekonomi yang dijadikan materi pelajaran pada siswa SMA,
bukanlah tanpa suatu tujuan. Tujuan dari Mata pelajaran Ekonomi SMA yang
ditulis dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22
tahun 2006 bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Memahami sejumlah konsep ekonomi untuk mengkaitkan peristiwa dan
masalah ekonomi dengan kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi
dilingkungan individu, rumah tangga, masyarakat, dan negara
2) Menampilkan sikap ingin tahu terhadap sejumlah konsep ekonomi yang
diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi


34
Ibid., hlm. 538
32
3) Membentuk sikap bijak, rasional dan bertanggung jawab dengan memiliki
pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi
yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat, dan negara
4) Membuat keputusan yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai sosial
ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional
maupun internasional.
35
Beberapa tujuan mata pelajaran ekonomi tersebut telah mengarahkan guru
terhadap proses pembelajaran yang dilakukan didalam kelas, sehingga guru harus
memiliki tujuan tersebut selama memberikan pembelajaran siswa pada mata
pelajaran ekonomi SMA dan materi pelajaran Akuntansi yang dilaksanakan pada
semester genap.
b. Ruang lingkup
Mata pelajaran Ekonomi tercantum juga dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 tahun 2006. Dimana mata
pelajaran Ekonomi mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan
dengan masalah ekonomi yang terjadi di lingkungan kehidupan terdekat hingga
lingkungan terjauh, meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1) Perekonomian
2) Ketergantungan
3) Spesialisasi dan pembagian kerja


35
Ibid., hlm. 539
33
4) Perkoperasian
5) Kewirausahaan
6) Akuntansi dan manajemen.
36
Aspek Akuntansi dan manajemen merupakan aspek dari materi pelajaran
akuntansi. Penelitian ini menggunakan aspek tersebut dikarenakan waktu
penelitian yang terdapat pada semester genap kelas XI jurusan IPS.
D. PENERAPAN METODE STUDENT FACILITATOR AND
EXPLANING PADA MATERI AKUNTANSI
Materi Akuntansi merupakan materi yang diajarkan di SMA kelas XI
Jurusan IPS pada semester genap. Dimana materi pelajaran Akuntansi merupakan
ilmu sosial yang mempelajari bagaimana cara siswa berusaha untuk
menginformasikan sistem keuangan secara teratur. Dengan demikian untuk
mencatat keuangan seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang sistem
informasi Akuntansi, sistem informasi akuntansi ini sangat erat dengan persamaan
dasar akuntansi. Materi akuntansi tersebut dapat dilaksanakan oleh guru untuk
pencapaian tujuan pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Student Facilitator And
Explaning.
Penerapan metode Student Facilitator And Explaning memiliki kelebihan
yaitu keterkaitan siswa sangat besar dalam proses pembelajaaran. Guru hanya
berperan sebagai fasilitator, artinya tidak ada campur tangan guru yang terlalu


36
Ibid., hlm 539
34
jauh dalam penyampaian materi terhadap siswa. Dari sini siswa diharapkan untuk
aktif dalam berdiskusi dan melakukan presentasi terhadap materi yang di
dapatkan. Kemampuan akademik siswa yang heterogen dimanfaatkan sebagai
acuan untuk membentuk kelompok belajar. Tahapannya adalah persiapan,
presentasi, kegiatan kelompok, presentasi kelas, pengulasan materi dan evaluasi.
Penerapan metode Student Facilitator And Explaning antar siswa dapat
saling menerangkan dengan menggunakan peta konsep ataupun bagan. Salah satu
dari siswa mempresentasikan hasilnya sedangkan siswa yang lain menanggapi dan
mengajukan pertanyaan mengenai Akuntansi sebagai Sistem Informasi dan
Persamaan Dasar Akuntansi. Setelah itu guru mengadakan kuis atau tes untuk
mengukur kemampuan belajar siswa terhadap materi yang dipelajari. Dimana kuis
dan tes ini dilakukan secara individu dan tidak diperbolehkan bekerja sama, untuk
membantu siswa lebih aktif lagi dan lebih bersemangat dalam proses belajar, guru
memberikan penghargaan dan predikat kepada masing-masing kelompok dengan
melihat skor kelompok, penghargaannya dapat berupa tepuk tangan, kata-kata
yang bagus, hadiah. Untuk lebih jelasnya, proses pembelajaran ini secara lengkap
akan dijabarkan dalam rencana pembelajaran dan penjabaran tahapan dalam siklus
penelitian.
E. PRESTASI BELAJAR DALAM PRESPEKTIF ISLAM
Belajar adalah salah satu cara siswa menuntut ilmu keberhasilan dalam
menuntut ilmu merupakan keinginan tiap individu. Tujuan menuntut ilmu adalah
terbentuknya insan kamil sesungguhnya merupakan tujuan individu dalam belajar
35
karena dengan konsep insan kamil, individu akan selamat dunia dan akhirat,
sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar
takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
keadaan beragama Islam. (Ali-Imran: 102).
37
Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan bahwa siswa diperintah untuk
belajar dengan berprestasi yang tinggi karena dengan belajar siswa mampu
mengenal Tuhannya maka siswa tersebut akan berhasil dalam hidupnya:


Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia
Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang
Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia
mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al- Alaq: 1-5)
38
Ayat diatas adalah ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
SAW. Kata pertama adalah bacalah , hal ini membuktikan bahwa pertama kali
manusia diperintah untuk membaca (belajar) tetapi tetap dalam jalan yang benar
(Islam). Manusia dalam penelitian ini siswa belajar dari tidak tahu menjadi tahu.
Ketika ada perintah untuk membaca (belajar) maka secara otomatis siswa
diperintah untuk berprestasi dalam belajar. Dengan prestasi belajar yang tinggi
(belajar dengan orientasi dunia dan akhirat) maka siswa akan berhasil dalam
hidupnya.
Dalam ayat lain terdapat juga dalil mengenai prestasi belajar:


37
Fuad Ihsan, Hamdani Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 1998), hlm. 64
38
Ibid., hlm. 74-75
36


Artinya: Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu. Dan kami Telah
menghilangkan daripadamu bebanmu. Yang memberatkan punggungmu. Dan
kami tinggikan bagimu sebutan (nama)-mu. Karena Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya
kamu berharap.
39
(Al-Insyirah 1-8)
Maksud ayat diatas adalah bahwa orang mukmin diberi kemudahan oleh
Allah SWT agar ,siswa mampu untuk segera melakukan hal lain setelah
melakukan aktivitas sebelumnya. Hal melakukan aktivitas adalah prestasi yang
harus diwujudkan oleh orang mukmin, makin banyak hal yang dikerjakan dan
diketahui oleh orang mukmin maka makin tinggi pula prestasi yang diraihnya.
F. PENELITIAN TERDAHULU
Untuk mengetahui hal-hal yang berkenaan dengan penelitian ini, ada
beberapa penelitian yang relevan dan dapat dijadikan bahan telaah oleh peneliti.
Penelitian yang dilakukan oleh Yeni Saraswati ditahun 2009 judul
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Facilitator and Explaining
(SFAE) untuk Meningkatkan Minat Belajar Fisika dan Prestasi Belajar Siswa
Kelas VIII B SMP Negeri 1 Singosari mengalami peningkatan pada minat
belajar Fisika dan prestasi belajar, dengan nilai rata-rata minat belajar yang cukup
baik yaitu pada siklus I sebesar 74, pada siklus II meningkat menjadi 89 dan


39
Djamaludin Ancok, Fuat Nashori Suroso, Psikologi Islam : Solusi Islam Atas problem-Problem
Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), hlm. 87-88
37
peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebelum diberi tindakan sebesar
66, pada siklus I meningkat sebesar 76, pada siklus II meningkat sebesar 87.
Keterlaksanaan pembelajaran model student facilitator and explaining (SFAE)
pada siklus I mencapai prosentase sebesar 73% dan pada siklus II meningkat
sebesar 91%.
40
Penelitian Yeni Saraswati yang meneliti pada pelajaran Fisika dan
mengalami keberhasilan. Penelitian yang juga mengalami keberhasilan dilakukan
oleh Fira Andie Susetyono (2010) Penerapan Strategi Student Facilitator And
Explaining Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan
Pemahaman Siswa Tentang Keliling Dan Luas Persegi Panjang Dan Persegi (PTK
Pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMPN 2 Kartasura Tahun Ajaran
2009/2010) . Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil
penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan pemahaman siswa
dalam pembelajaran Matematika tentang keliling dan luas persegi panjang dan
persegi. Hal ini dapat dilihat dari 1) Keaktifan Siswa: a. mengajukan pertanyaan,
sebelum tindakan 9,52%, setelah tindakan 52,38%, b. mengerjakan soal-soal
latihan di depan kelas, sebelum tindakan 16,67%, setelah tindakan, 66,67%, c.
mengemukakan ide atau pendapat, sebelum tindakan 21.43%, setelah tindakan
61,9%, d. menjawab pertanyan, sebelum tindakan 28,57%, setelah tindakan
73.81%, e. menyanggah atau menyetujui ide teman, sebelum tindakan 33,33%,
setelah tindakan 85.71%. 2) Pemahaman Siswa: a. mengkonstruksi soal dalam
model matematika, sebelum tindakan 53,38%, setelah tindakan 71,42%, b.


40
Yeni Saraswati, Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Facilitator and Explaining
(SFAE) untuk Meningkatkan Minat Belajar Fisika dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII B SMP
Negeri 1 Singosari (Malang: Kumpulan Skripsi UM MIPA, 2009)
38
penggunaan rumus, sebelum tindakan 33,33%, setelah tindakan 92,86%, c. proses
perhitungan, sebelum tindakan 47,6%, setelah tindakan 90,47%. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa penerapan strategi student facilitator and explaining dapat
meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika
tentang keliling dan luas persegi panjang dan persegi.
41
Penelitian yang sudah dilakukan oleh Fira Andie Susetyono dan Yeni
Saraswati telah mengalami keberhasilan. Dengan melihat keberhasilan yang sudah
diperoleh, peneliti ingin menggunakan metode Student Facilitator and Explaning
sebagai alat penelitian yang akan digunakan pada materi Akuntansi kelas XI di
semester genap.
Penelitian yang dilakukan oleh Inayatul Maula berbeda dari penelitian
yang dilakkukan oleh peneliti terdahulu, letak perbedaannya atau originalitas
penelitian lebih lanjut dapat dilihat melalui Table 1.3.
Tabel 1.3 Perbedaan peneliti dengan penelitian sebelumnya
No Nama
Peneliti dan
Tahun
Peneliitian

Persamaan Perbedaan Originalitas
Penelitian
1 Yeni
Saraswati
(2009)
Student
Facilitator And
Explaning
1. SMP
2. Fisika
3. Minat Belajar
1.Meneliti
prestasi
belajar
melalui
siklus yang
lebih panjang
2. Siklus
yang terdiri
dari siklus I,
siklus II dan
siklus III
3. Lokasi
2 Fira Andie
Susetyono
(2010)
Student
Facilitator And
Explaning
1. keaktifan
2. Pemahaman
siswa
2.SMP


41
Fira Andie Susetyono, Penerapan Strategi Student Facilitator And Explaining Dalam
Pembelajaran Matematikauntuk Meningkatkan Keaktifan Dan Pemahaman Siswa Tentang
Keliling Dan Luas Persegi Panjang Dan Persegi , (Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan UniversitasMuhammadiyah Surakarta, 2010)
39
penelitian di
SMA Negeri
1 Bangil
4. Pada kelas
XI IS 2