Anda di halaman 1dari 8

http://inikimia.blogspot.

com/

TERMOKIMIA
Termokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari
perubahan energi dari suatu zat / materi dalam reaksi-reaksi kimia

Sistem Dan Lingkungan


Sistem
 Bagian dari alam semesta yang akan dipelajari

Sistem terdiri dari:


 Sistem Terbuka  terjadi pertukaran massa dan energi dengan alam sekitarnya
 Sistem Tertutup  terjadi pertukaran energi hanya pada dalam sistem tersebut
 Sistem Terisolasi  tidak memungkinkan terjadinya pertukaran, baik energi maupun
massa

Lingkungan
 Bagian dari alam dan terdapat diluar sistem

Proses
 Cara melaksanakan suatu perubahan keadaan sistem melalui jalan tertentu

 Proses Isotermis  proses perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau


sebaliknya, suhu sistem tetap
 Proses Adiabatis  proses dimana tidak ada panas yang masuk atau keluar dari
sistem
 Proses Reversibel  proses yang terjadi bila perubahan dilakukan dengan sangat
lambat sehingga suhu dan tekanan sistem selalu dalam keadaan kesetimbangan
dengan lingkungannya
 Proses Irreversibel  Proses yang terjadi bila sistem tidak selalu sitimbang dengan
lingkungannya

Hukum I Termodinamika
U2 – U1 = Δ U = q + w

U1 = energi dalam, pada keadaan awal


U2 = energi dalam, pada keadaan akhir
q = kalor yang menyertai reaksi kimia
q = m.c.Δt
q +, sistem menyerap kalor
q -, sistem membebaskan kalor
w = kerja yang dilakukan oleh atau pada sistem
w +, sistem menerima kerja
w -, sistem melakukan kerja

http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

w = P . ΔV
Energi Dalam dan Entalpi
ΔU ΔH
 Perubahan kalor dari reaksi yang  Perubahan kalor dari reaksi yang
berlangsung pada volume tetap berlangsung pada tekanan tetap
 ΔU = q + w = q + P . ΔV  ΔH = ΔU + P . ΔV = q – PΔV + PΔV

Hubungan ΔU dan ΔH
Untuk fase padat dan cair
ΔU = ΔH
Untuk fase gas
ΔH = ΔU + Δn . R . T
Δn = mol gas hasil reaksi – mol gas pereaksi

Reaksi Eksoterm dan Endoterm


ΔH = Hakhir – Hawal

Reaksi eksoterm = Hakhir < Hawal  ΔH –


Reaksi endoterm = Hakhir > Hawal  ΔH +

Entalpi Reaksi
1. Entalpi Pembentukan
 Perubahan entalpi yang menyertai pada pembentukan 1 mol
senyawa dari unsur-unsurnya
Contoh:
½ H2 (g) + ½ I2 (g)  HI (g) ; ΔH = + 25,9 kJ
Untuk reaksi kimia, besarnya ΔH dapat dihitung berdasar rumus:
ΔH = ΣΔHf hasil reaksi - ΣΔHf pereaksi
ΔHf = entalpi pembentukan

2. Entalpi Peruraian
 Perubahan entalpi yang menyertai pada peruraian 1 mol senyawa
menjadi unsur-unsurnya.
Contoh:
HI (g)  ½ H2 (g) + ½ I2 (g) ; ΔH = - 25,9 kJ

http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

Entalpi Pembentukan = (-) Entalpi Peruraian


3. Entalpi Pembakaran
 Perubahan entalpi yang menyertai pembakaran 1 mol senyawa
Contoh:
C2H6 (g) + 3 ½ O (g)  2 CO2 (g) + 3 H2O ; ΔH = - 1.559,5 kJ

Hukum Hess
 Kalor yang diserap atau dibebaskan pada suatu reaksi kimia tidak
bergantung pada tahap reaksi, tetapi bergantung pada keadaan awal
dan keadaan akhir

ΔH1
A C

ΔH4 ΔH2

B D
ΔH3

ΔH1 + ΔH2 = ΔH3 + ΔH4

Energi Ikatan
 Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang diperlukan
untuk memutuskan suatu ikatan dalam setiap senyawa yang berwujud
gas menjadi atom-atom gas

Contoh:
AB4 (g)  A (g) + 4B (g) ; ΔH = p kJ

D(A-B) = p/4 kJ

ΔH = Σ Energi ikatan pereaksi – Σ Energi ikatan hasil reaksi

Hukum II Termodinamika
 Dalam setiap proses spontan, entropi alam semesta selalu bertambah
(ΔS total > 0).
http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

Proses spontan selalu berlangsung dengan arah tertentu


Entropi = derajat ketidakteraturan suatu sistem
ΔS = q rev / T
Struktur teratur Struktur tak teratur
S1 S2

S1 < S2  ΔS (+)

Energi Bebas Gibbs


 Kespontanan suatu reaksi pada suhu dan tekanan tertentu dapat
dievaluasi berdasar perubahan Energi Bebas Gibbs (ΔG) suatu sistem

ΔG = ΔH – TΔS

ΔG < 0 , spontan
ΔG = 0 , setimbang
ΔG > 0 , tak spontan

Contoh Soal

1. Sebanyak 12,8 gram suatu contoh naftalena C10H8 dibakar


sempurna dalam kalorimeter. Massa air dalam kalorimeter 400
gram. Akibat reaksi tadi suhu air naik dari 25,39 0C menjadi
29,39 0C. Tentukanlah kalor reaksi yang terjadi untuk
pembakaran C10H8 dalam satuan kal/mol?
Jawab:

Massa air = 400 gram


Kalor jenis = 1 kal/gram 0C
Perubahan suhu = ( 29,39 – 25,39) 0C = 4 0C

q = m . c . ΔT = 400 . 1 . 4 = 1600 kalori

2. Tentukanlah ΔH reaksi dari:


H2 + ½ O2  H2O
Yang diketahui:
- energi ikatan rata-rata H2 = 104,2 kkal/mol
- energi ikatan rata-rata O – H = 110,6 kkal/mol
- energi ikatan rata-rata O2 = 119,0 kkal/mol
http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

Jawab:
ΔHr = (Energi ikatan H2 + energi ikatan O2) – (Energi pembentukan
ikatan H2O)
= [ 1 (104,2) + ½ (119,0)] – [1 (2) (110,6)]
= 176,5 kkal/mol

3. Tentukan energi ikatan rata-rata N – N dalam NH3, bila diketahui


perubahan entalpi pembentukan NH3 = - 11 kkal/mol, DH-H = 104
kkal/mol, dan DN=N = 226 kkal/mol?
Jawab:

ΔH reaksi = Energi pemutusan ikatan – Energi pembentukan ikatan


Diketahui : ΔH reaksi = - 11 kkal/mol

Energi Pemutusan = (1/2 x DN=N) + (3/2 x DH-H)


= (1/2 x 226) + (3/2 x 104)
= 269 kkal/mol

4. Tentukanlah perubahan entalpi standar untuk reaksi


pembakaran 1 mol siklopropana berdasar reaksi:
C2H6 (g) + 7/2 O2 (g)  2 CO2 (g)
Diketahui:
Hf0 CO2(g) = - 394 kJ/mol ; Hf0 C2H6(g) = - 85 kJ/mol
Hf0 H2O(g) = - 286 kJ/mol ; Hf0 O2(g) = 0 kJ/mol
Jawab:

ΔH reaksi = ΣΔHf0 produk - ΣΔHf0 pereaksi


= Σ ( 2 x Hf0 CO2(g) + 3 x Hf0 H2O(g) ) – Σ (Hf0 C2H6(g) + Hf0
O2(g) )
=[ ( 2 x – 394) + (3 x -286) ]– [(1 x -85) + (1/2 x 0)]
= - 1.561 kJ/mol

5. Berapakah ΔH pembentukan C2H6, jika diketahui:


ΔHf0 CO2 = - 287 kJ/mol
ΔH pembakaran C2H6(g) = - 1.565 kJ/mol
ΔHf0 CO2 = - 3,94 kJ/mol
Jawab:

C2H6(g) adalah suatu reaksi pembakaran sebagai berikut :

http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

C2H6(g) + 3 1/2O2 (g)  2CO2 (g) + 3 H2O (l) dengan ΔHr = - 1565
kJ/mol
Rumus:
ΔHr = ΔHf0 hasil - ΔHf0 pereaksi

-1565 = ( 2 x Hf0 CO2(g) + 3 x Hf0 H2O(g) ) – Σ (Hf0 C2H6(g) + 5Hf0


O2(g) )
-1565 = [2(-394) + 3(-287)] – [Hf0 C2H6(g) + 0 ]
Untuk ΔHf0 C2H6(g) = -788 – 861 + 1565
= - 84 kJ/mol

Jadi ΔH pembentukan C2H6 adalah – 84 kJ/mol

6. Pembakaran sempurna gas metana ditunjukkan oleh persamaan


reaksi berikut:
CH4 + 2O2  CO2 + 2H2O ; ΔH = - 840 kJ

Jika seluruh kalor yang dihasilkan digunakan untuk mendidihkan


air yang mula-mula bersuhu 25 0C maka volume air yang bisa
dididihkan menggunakan 24 gram metana adalah …
(C = 12, H = 1, c = 4,2 J/g 0C)
Jawab:

- CH4 = 24/16 = 1,5 mol


- Kalor yang dihasilkan pada pembakaran 1,5 mol CH4
q = 1,5 x 840 kJ = 1260 kJ
= 1260 . 103 J
- Kalor sebanyak ini dapat mendidihkan air:
q = m.c.Δt
1260 .10 3
m= 4,2 x (100 − 25 )
= 4000 gram
- Karena ρ air = 1 g/mL, maka volume air = 4000 mL atau 4 Liter

7. Diketahui:
ΔHf0 H2O (g) = - 242 kJmol-1
ΔHf0 CO2 (g) = - 394 kJmol-1
ΔHf0 C2H2(g) = 52 kJmol-1

http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

Jika 52 gram C2H2 dibakar secara sempurna sesuai dengan


persamaan:
2 CH2(g) + 5O2(g)  4 CO2 (g) + 2H2O(g)
Akan dihasilkan kalor sebanyak…
Jawab:

2 CH2(g) + 5O2(g)  4 CO2 (g) + 2H2O(g)

ΔH reaksi = ΣΔHf0 produk - ΣΔHf0 pereaksi


= [4(-394) + 2(-242)] – [2(52) + 5 . 0]
= - 2164 kJ
Kalor ini dilepaskan pada pembakaran 2 mol C2H2.
Jika ada 52 gram C2H2 :
C2H2 = 52/26 = 2 mol

ΔH = 2/2 x (-2164) = - 2164 kJ

8. Diketahui energi ikatan sebagai berikut:


C – C = 414 kJ/mol
C=O = 803 kJ/mol
O – H = 464 kJ/mol
O = O (O2) = 498 kJ/mol

Jika ΔH pembakaran C2H2 = - 1,26 x 103 kJ/mol, maka energi ikatan


C=C adalah…
Jawab:

H-C C-H + 5/2 O=O  2 O=C=O + H – O – H ; ΔH = -1260 kJ/mol

Diperoleh:

ΔH = ΣD kiri – ΣD kanan
= [2 x D C-H + D C=C + 5/2 x D O=O ] – [ 2 x D C=O + 2 x D O-
H]
- 1260 = [ 2 x 414 + D C=C + 5/2 x 498] – [ 4 x 803 + 2 x 464 ]
D C=C = 807 kJ

http://inikimia.blogspot.com/
http://inikimia.blogspot.com/

http://inikimia.blogspot.com/