Anda di halaman 1dari 13

[BIOLOGI BY : HAMDALA]

SISTEM REPRODUKSI
SISTEM REPRODUKSI

Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya.

Organisme bereproduksi melalui 2 Cara :

1. Repoduksi aseksual (vegetatit)


Adalah terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin.
2. Reproduksi seksual (generatif)
Umumnya melibatkan persatuan sel kelamin (gamet) dari 2 individu yang berbeda
jenis kelamin.

Reproduksi Aseksual / Vegetatif 95

Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama
dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual
dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai
susunan genetik yang sama.

Reproduksi aseksual dapat dibagi atas lima jenis, yaitu :

1. Fisi
2. Pembentukan spora
3. Pembentukan tunas
4. Fragmentasi
5. Propagasi vegetatif

1. Fisi

Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Pada proses fisi individu terbelah menjadi
dua bagian yang sama.
Contoh :
- Pada pembelahan sel bakteri.
- Pada Plasmodum, reproduksi dengan fisi berganda, yaitu inti sel membelah
berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma. Proses ini disebut
skizogoni, sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.
Pembentukan spora

2. Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi
lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru,
spora dihasilkan oleh jamur, lumut, paku, sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

kadang-kadang juga dihasilkan oleh bakteri.


3. Pembentukan tunas

Organisme tertentu dapat membentuk tunas, berupa tonjolan kecil yang akan
berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran
kecil. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu
baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis
Coelenterata).
4. Fragmentasi

Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih, kemudian
setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya.
Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan
memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Fragmentasi terjadi antara lain
pada hewan spons (Porifera), cacing pipih, algae berbentuk benang.
5. Propagasi vegetatif

Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji.


Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut
akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. Propagasi vegetatif alamiah
dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut :

a. Stolon
Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat
tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi
anakan tanaman. Contoh: pada rumput teki, rumput gajah dan strawberi.
b. Akar tinggal atau rizom
Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk
menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang
mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia,
bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.
c. Tunas yang tumbuh di sekitar pangkal batang
Tunas ini membentuk numpun, misalnya: pohon pisang, pohon pinang dan pohon
bambu.
d. Tunas liar
Tunas liar terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki bagian meristem yang
dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh:
tunas cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dan begonia.
e. Umbi lapis
Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis
diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan
bawang.
f. Umbi batang
Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai
tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. Pada
umbi terdapat mata tunas - mata tunas yang
akan berkembang menjadi tanaman baru.
Contoh: kentang dan Caladium.

Reproduksi Seksual / Generatif

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

Pada reproduksi generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari dua individu yang
berbeda jenis kelaminnya, sehingga terjadi percampuran materi genetik yang
memungkinkan terbentuknya individu baru dengan sifat baru.

Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet jantan atau
spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam gamet tersebut dapat
dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan kelakuannya, kondisi gamet yang demikian
disebut heterogamet.

Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa singami didahului
dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu pertemuan sperma dengan sel telur.

Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan gamet betina
karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila salah satu lebih besar dari lainnya
disebut anisogamet.

Reproduksi Generatif Pada Angiospermae

Organ yang berfungsi untuk alat reproduksi generatif adalah bunga.

Gbr. Bunga dan bagian-bagian penyusunnya

TABEL BAGIAN-BAGIAN BUNGA

BAGIAN BUNGA FUNGSI

1. Kelopak (kalik) Melindungi kuncup bunga

2. Mahkota (korola) Menarik perhatian serangga

3. Benang sari (stamen) terdiri dari : Sebagai penghasil gamet jantan,


yaitu serbuk sari (pollen)
a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong
sari

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

4. Putik (pistilus) terdiri atas : Sebagai penghasil gamet betina

a. tangkai putik (stilus)


b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah
terdapat bakal biji (ovule)

Pembentukan Gamet Jantan

Bagaimana pembentukan gamet pada Angiosperma ?

Pembentukan butik serbuk terjadi di dalam kantung serbuk. Di dalam kantung serbuk
terdapat banyak sel induk butir serbuk yang diploid. Sel induk butik serbuk ini kemudian
akan membelah secara meiosis menjadi 4 sel butir serbuk (mikrospora) yang haploid.
Seperti pada bagan berikut.

SEL INDUK BUTIR SERBUK (DIPLOID)

 Membelah secara Miosis

EMPAT SEL BUTIR SERBUK (HAPLOID)

 Masing-masing inti butir serbuk membelah secara mitosis

SATU INTI VEGETATIF DAN SATU INTI GENERATIF

Pembentukan Gamet Betina

Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian
ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan
membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel
yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang.
Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang
berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2
sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat
mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid
dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan
lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.

Penyerbukan Dan Pembuahan

Penyerbukan dapat terjadi dengan berbagai perantara :

a. Perantara angin disebut anemogami, dapat terjadi bila butir serbuknya amat ringan,
kecil dan kering.
Contoh : pada pinus, damar, rumput-rumputan.
b. Perantara air disebut hidrogami.
Contoh : pada tanaman air.
c. Perantara hewan disebut zoogami.
Bila serangga  entomogami
burung  ornitogami
siput  malakogami
kelelawar  kiroptorogami
d. Perantara manusia disebut antropogami.
Contoh : penyerbukan vanilli di Indonesia.

Menurut asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4 :

a. Autogami (penyerbukan sendiri)


Serbuk sarinya berasal dari satu bunga yang sama. Bila terjadi pada saat bunga
belum mekar disebut kleistogami.
b. Geitonogami (penyerbukan tetangga)
Bila serbuk sari berasal dari bunga lain yang berada dalam satu pohon (satu
individu).
c. Alogami (penyerbukan silang)
Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.

Kadang-kadang terjadi kegagalan penyerbukan dan pada beberapa jenis tumbuhan tidak
mungkin terjadi autogami. Penyebabnya adalah sebagai berikut :

a. Dikogami : Bila waktu masaknya putik dan serbuk sari tidak bersamaan, hal ini
disebabkan karena:
1. Serbuk sari masak lebih dahulu daripada putiknya ....(protandri).
....Contoh : seledri, bawang Bombay, jagung
2. Putik masak lebih dahulu daripada serbuk sari ....(protogini).
b. Didesious : Bila pada satu spesies, alat kelamin jantan dan betinanya terpisah
Contoh : salak dan melinjo (Gnetum Arremon)
c. Heterostili : Bila panjang antara tangkai benang sari dan tangkai putik tidak sama
dan berbeda jauh.
Contoh : kopi, kina dan kaca piring.
d. Herkogami : Bila bentuk bunga tidak memungkinkan serbuk sari jatuh ke kepala
putik.
Contoh : vanili

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Butir serbuk/serbuk sari  menempel pada kepala putik  membentuk buluh serbuk (2
inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah mikropil (pintu kandung lembaga)
 inti generatif membelah  2 inti sperma  sampai di mikropil, inti vegetatif mati 
satu inti sperma membuahi sel telur  embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti
kandung lembaga  endosperma (makanan cadangan bagi embrio).

Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae


disebut pembuahan ganda.

Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :

1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)


2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:

a. Apogami : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga.


Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b.Partenogenesis : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c. Embrio adventif : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu
bagian selain kandung lembaga.

Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu
embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka,
jeruk dan mangga.

Reproduksi Generatif Pada Gymnospermae

Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus.

Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk
butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk
yang bersayap.

Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat
satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga
mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang
arkegonium.

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

Strobilus jantan  serbuk sari  jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik)  buluh
serbuk  membelah  inti tabung dan inti spermatogen  inti spermatogen 
membelah  dua inti sperma  membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium  zigot
 lembaga di dalam biji  tumbuhan baru.

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti


sperma membuahi satu sel telur.

Reproduksi Generatif Pada Mamalia

Pada vertebrata yang hidup di air melakukan fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi
eksternal).
Contoh : ikan dan katak.
Yang hidup di darat melakukan pembuahan di dalam tubuh (fertilisasi internal).

Pada mammalia jantan, alat kelaminnya disebut penis pada reptil seperti cecak dan
kadal menggunakan hemipenis (penis palsu), sedang pada bangsa burung misalnya :
bebek, untuk menyalurkan sperma menggunakan ujung kloaka.

Pada hewan yang melakukan fertilisasi internal dikenal adanya 3 macam perkembangan
embrio

1. Ovipar/bertelur :
....Bila embrio berkembang di dalam telur.
....Misalnya : pada jenis-jenis burung dan ikan.

2. Ovovivipar/bertelur dan beranak :


....Bila embrio berkembang di dalam telur yang diinkubasi dalam tubuh ....dengan
sumber nutrisi berasal dari telur.
....Misalnya : pada beberapa jenis ikan hiu.

3. Vivipar/beranak :
....Bila embrio tumbuh dan berkembang di dalam uterus dan mendapat ....nutrisi dari
induknya melalui plasenya.
....Misalnya : pada beberapa jenis mammalia.

Pada umumnya mammalia melahirkan anaknya (vivipar) dan kemudian menyusui


anaknya sampai anaknya mandiri. Beberapa perkecualian, misalnya : pada hewan paruh
bebek (Platypus), bertelur, setelah menetas anaknya baru disusui. Pada hewan
berkantung (Marsupialia), contoh : kanguru, anaknya lahir muda (amat prematur)
kemudian merayap masuk, kantung induknya, mencari putting susu, kemudian menyusu
dalam kantung sampai mandiri.

1. Alat Reproduksi Mammalia Jantan

Contoh : pada manusia.


Yang berkaitan dengan produksi sperma terdiri dari sepasang kelenjar kelamin yang
disebut testis yang disimpan dalam kantung disebut skrotum/kantung pelir. Di
dalam testis terdapat saluransaluran halus yang disebut tubulus seminiferus yang
merupakan tempat pembentukan spermatozoa. Untuk keluar tubuh spermatozoa
melewati saluran epididimis. Saluran ini kemudian melebar menjadi vas deferens
yang bermuara pada uretra. Palo pertemuan uretra dengan vas deferens terdapat
kelenjar prostat dan di sebelah belakangnya terdapat kelenjar cowper. Kedua

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

kelenjar tersebut berfungsi menghasilkan sekret untuk memberi nutrisi dan


mempermudah gerakan spermatozoa.
2. Alat Reproduksi Mammalia Betina

Contoh : pada manusia.


Pada manusia terdapat sepasang kelenjar kelamin yaitu ovarium yang berfungsi
menghasilkan sel telur. Dalam ovarium terdapat folikel Grad yang akan berkembang
menjadi sel telur (ovum). Ovarium dihubungkan dengan uterus (rahim) oleh suatu
saluran yang disebut tabung fallopii (Tuba fallopii). Uterus merupakan saluran
berongga yang lebih besar dengan bagian ujungnya bersatu membentuk saluran
sempit yaitu vagina.

Reproduksi Manusia

Alat Reproduksi pada pria maupun wanita pada dasarnya sama dengan alat reproduksi
pada mamalia lain. Pria menghasilkan gamet jantan atau spermatozoa yang berukuran
sangat kecil dan berbentuk menyerupai berudu, sedangkan wanita menghasilkan sel
telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium.

Pembentukan Gamet Jantan

Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Pada


tubulus seminiferus testis terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel
Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di
antara tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron. Proses
pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon.

Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating


Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH).

LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa


pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang
akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses
pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis
terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.

Proses Spermatogenesis :

Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer.


Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit
sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi
spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

(Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel sertoli akan
menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar
menghentikan sekresi FSH dan LH.

Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan
oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper.
Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau
air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 - 400 juta sel
spermatozoa.

Pembentukan Gamet Betina

Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan
berkembang menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase
pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga
masa pubertas.

Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis,
menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil, yaitu badan polar
pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel yang lebih besar yaitu
oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ovum tunggal
dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua.

Pengaruh Hormon dalam Oogenesis

Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel


folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang
disebut Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen
merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang
terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk
menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan
hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian
korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron
lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali.

Catatan : Pada laki-laki spermatogenesis terjadi seumur hidup, dan pelepasan


spermatozoa dapat terjadi setiap saat. Pada wanita, ovulasi hanya
berlangsung sampai umur sekitar 45 - 5O tahun. Seorang wanita hanya
mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya,
meskipun ovarium seorang bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500
ribu sampai 1 juta oosit primer.

Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya.
Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi
perdarahan (menstraasi). Menstruasi terjadi secara perfodik satu bulan
sekali.

Saat wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

tereduksi, menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi, sampai kemudian


terhenti sama sekali. Masa ini disebut menopause

Siklus Menstruasi Pada Wanita

Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata. Sedang pada mamalia lain terjadi
siklus estrus. Bedanya, pada siklus menstruasi, jika tidak terjadi pembuahan maka
lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh, sedangkan pada siklus
estrus, jika tidak terjadi pembuahan, endomentrium akan direabsorbsi oleh tubuh.

Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21
hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut :

Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer
yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah
dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf
yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya
LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus
yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen
menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang
berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi
pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.

Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan
kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang
berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk
mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron
juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum
mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian
nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya
akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini
disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka
FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

Gambar : Siklus Menstruasi

Kehamilan Dan Persalinan

Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii,


terjadilah zigot, zigot membelah secara mitosis menjadi dua, empat, delapan, enam
belas dan seterusnya. Pada saat 32 sel disebut morula, di dalam morula terdapat rongga
yang disebut blastosoel yang berisi cairan yang dikeluokan oleh tuba fallopii, bentuk ini
kemudian disebut blastosit. Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas merupakan dinding
blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau
ari-ari (plasenta), sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot)
merupakan calon janin. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan
implantasi (perlekatan dengan dinding uterus).

Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di rongga uterus, hormon
progesteron merangsang pertumbuhan uterus, dindingnya tebal, lunak, banyak
mengandung pembuluh darah, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk)
sebagai makanan embrio.

Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan
implantasi) dan melepaskan hormon korionik gonadotropin. Hormon ini melindungi
kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron
sehingga mencegah terjadinya menstruasi. Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis,
permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan.
Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi.

1. Pembuatan Lapisan Lembaga

Setelah hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm,
di sebelah dalam endoderm. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk
bulatan penuh. Dengan demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

Pula kantung kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning telur. Pada
manusia, kantung ini tidak berguna, maka tidak berkembang, tetapi kantung ini
sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur), karena kantung ini berisi persediaan
makanan bagi embrio.

Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Ketiga


lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer). Semua bagian tubuh
manusia akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut. Ektoderm akan membentuk
epidermis kulit dan sistem saraf, endoderm membentuk saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan, mesoderm membentuk antara lain rangka, otot, sistem
peredaran darah, sistem ekskresi dan sistem reproduksi.

2. Membran (Lapisan Embrio)

Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :

a. Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)

Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan


makanan bagi hewan ovipar, pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak
berguna.
b. Amnion

Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung,


gunanya melindungi janin dari tekanan atau benturan.
c. Alantois

Pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa


metabolisme. Pada mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil
dan masuk ke dalam jaringan tangkai badan, yaitu bagian yang akan
berkembang menjadi tall pusat.
d. Korion

Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. Jonjot
korion menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada
tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus
membentuk ari-ari (plasenta). Setelah semua membran dan plasenta terbentuk
maka embrio disebut janin/fetus.

3. Plasenta atau Ari-Ari

Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis tengah 20 cm, dan tebal
2,5 cm. Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28
setelah fertilisasi, plasenta berukuran kurang dari 1 mm. Plasenta berperan dalam
pertukaran gas, makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus. Pada sistem hubungan
plasenta, darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin, meskipun begitu
virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk
ke dalam darah janin.

Catatan : Makin tua kandungan, jumlah estrogen di dalam darah makin banyak,
progesteron makin sedikit. Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen

Hamda_h3
[BIOLOGI BY : HAMDALA]

yang merangsang uterus untuk berkontraksi, sedangkan progesteron


mencegah kontraksi uterus. Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh
kelenjar hipofisis jugs berperan dalam merangsang kontraksi uterus
menjelang persalinan. Progesteron dan estrogen juga merangsang
pertumbuhan kelenjar air susu, tetapi setelah kelahiran hormon
prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipoftsislah yang merangsang
produksi air susu.

Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah suatu cara yang bertujuan mencegah terjadinya pembuahan,


terdapat beberapa metode, antara lain:
a. Tanpa Alat Bantu

Dengan cara tidak melakukan koitus pada masa subur wanita (hari 12 - 16 siklus
haid). Cara ini dikenal dengan nama sistem kalender atau abstinensi.

b. Menggunakan Alat Bantu

Mencegah pertemuan ovum dengan spermatozoa, dapat dilakukan dengan berbagai


alat bantu, misalnya : kondom, spiral, jelly, dan lain-lain.

c. Sterilisasi

Sterilisasi dilakukan dengan mengikat/memotong saluran vas defereus dikenal


dengan istilah vasektomi, atau mengikat/memotong tuba fallopii dikenal dengan
istilah tubektomi.

Hamda_h3