Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Akhir- akhir ini Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau Penyakit paru
Obstruksi Kronik (PPOK) semakin menarik untuk dibicarakan oleh karena prevalensi dan angka
mortalitas yang terus meningkat PPOK adalah penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi
ke-! di Amerika "erikat Diperkirakan bah#a morbiditas dan mortalitas akan terus meningkat
Diperkirakan 1$ %uta orang di A" didiagnosis dengan PPOK sementara 1$ %uta lainnya memiliki
PPOK yang tidak terdiagnosis (Antariksa& $''() Pada tahun $'')& PPOK di A" menyebabkan
1*&! %uta kun%ungan dokter ke rumah& dan pada tahun $''+& biaya tahunan total diperkirakan
melebihi !$&, %uta dolar -iaya ini lebih rendah dari keadaan sebenarnya karena tidak
memperhitungkan biaya akibat penyakit yang tidak terdiagnosis maupun komorbiditas PPOK
menimbulkan beban kesehatan& sosial dan ekonomi yang besar .erokok merupakan /aktor
terpenting penyebab PPOK disamping /aktor resiko lainnya seperti polusi udara& /aktor genetik
dan lain-lainnya (PDP0& $''))
$
BAB II
STATUS PENDERITA
A. IDENTITAS PENDERITA
1ama 2 3n4
5mur 2 +' tahun
6enis kelamin 2 7aki-laki
Peker%aan 2 "erabutan
Agama 2 0slam
Alamat 2 kepan%en
"tatus Perka#inan 2 .enikah
"uku 2 6a#a
3anggal periksa 2 1+ 1ovember $'1$
B. ANAMNESIS
1 Keluhan 5tama 2 "esak
$ 8i#ayat Penyakit "ekarang 2
Pasien datang ke 8umah "akit dengan keluhan sesak "esak se%ak ) hari yang
lalu sebelum masuk 8umah "kit "esak dirasakan tambah berat& dibuat beker%a
maupun istirahat tetap mengeluh sesak "elain itu pasien mengeluh batuk -atuk di
keluhkan se%ak 9 1 tahun yang lalu& batuk yang dirasakan terus menerus dan ada
riaknya :nam bulan sebelumnya pasien mengeluh batuk yang disertai darah sebelum
.8" Pasien %uga mengeluh nyeri di ulu hati& mual (-)& muntah (-)&
) 8i#ayat Penyakit Keluarga
- 8i#ayat ra#at inap 2 pernah opname sakit sama seperti ini
- 8i#ayat 3-C 2 (-)
- 8i#ayat sakit gula 2 Disangkal
- 8i#ayat darah tinggi 2 (;)
- 8i#ayat sakit liver 2 Disangkal
! 8i#ayat Penyakit Keluarga
- 8i#ayat sakit gula 2 (-)
)
- 8i#ayat darah tinggi 2 (;)
- 8i#ayat %antung 2 (-)
- 8i#ayat asma 2 (-)
* 8i#ayat Kebiasaan2
8i#ayat merokok (;)& 1-$ bungkus sehari se%ak ".P sampai sekarang masih akti/
merokok
8i#ayat minum alkohol (-)
8i#ayat minum kopi (;)
8i#ayat olahraga (-)
C. ANAMNESIS SISTEM
1 Kulit
7esi kulit (-)& lepuh (-)& gatal (-)& keropeng (-)& makula (-)& papula (-)& nodula (-)
$ Kepala
1yeri kepala (-)& pusing (-)& rambut rontok (-)& luka (-)& ben%olan (-)
) .ata
Pandangan mata berkunang-kunang (-)& penglihatan kabur (-)& keta%aman penglihatan
berkurang (-)
! <idung
8hinorrea (-)& epistaksis (-)
* 3elinga
Pendengaran berkurang (-)& berdengung (-)& cairan (-)
, .ulut
"aria#an (-)& bibir kering dan ber#arna pink (;)& kalau na/as bibir mecucu (-)& lidah
terasa pahit (-)
+ 3enggorokan
"akit menelan (-)& serak (-)
= Perna/asan
Sesak nafas (+), se%ak ) hari yang lalu& sering kambuh saat setelah aktivitas& ba!k
(+) keluar dahak& "en#$ (+).
( Kardiovaskuler
-erdebar-debar (-)& nyeri dada (-)& ampeg (-)
1' >astrointestinal
.ual (-)& muntah (-)& diare (-)& nafs! "akan !%!n (+), n&e%$ 'e%! (+)& -A- lancar
11 >enitourinaria
-AK lancar& )-, kali sehari& #arna kuning %ernih& dan %umlah dalam batas normal
1$ 1eurologik
Ke%ang (-)& lumpuh (-)& kaki kesemutan (-)
1) Psikiatrik
:mosi stabil (;)& mudah marah (-)
1! .uskolokeletal
!
Kaku otot (-)& kaku sendi (-)& nyeri sendi pinggul (-)& nyeri tangan dan kaki (-)& nyeri
otot (-)
1* :kstremitas atas
:dema (-)& sakit (-)& u%ung %ari tangan dingin (-)& telapak tangan pucat (-)
1, :kstremitas ba#ah
:dema (-)& sakit (-)& u%ung %ari kaki dingin (-)& telapak kaki pucat (-)
D. PEMERIKSAAN (ISIK
1 Keadaan 5mum
3ampak 7emah& kesadaran compos mentis (>C" !*,)& status gi?i kesan kurang
$ 3anda @ital
3ensi 2 1('A1'' mm<g
1adi 2 1$'B A menit
Perna/asan 2 $! B Amenit
"uhu 2 ),
!o
C
) Kulit
ke%$'!& ikterik (-)& sianosis (-)& venektasi (-)& petechie (-)& spider nevi (-)
! Kepala
-entuk mesocephal& luka (-)& rambut tidak mudah dicabut& ke%$'! (+)& atro/i m
temporalis (-)& makula (-)&papula (-)& nodula (-)&kelainan mimic #a%ah A bells palsy (-)
* .ata
kon%unctiva anemis (-A-)& sklera ikterik (-A-)
, <idung
1a/as cuping hidung (-)& sekret (-)& epistaksis (-)
+ .ulut
-ibir pucat (-)& bibir sianosis (-)& gusi berdarah (-)
= 3elinga
1yeri tekan mastoid (-)& sekret (-)& pendengaran berkurang (-)
( 3enggorokan
3onsil membesar (-)& pharing hiperemis (-)
1' 7eher
*
6@P tidak meningkat& trakea ditengah& pembesaran kelen%ar tiroid (-)& pembesaran
kelen%ar lim/e (-)& lesi pada kulit (-)
11 3horaks
1ormochest& simetris& pernapasan abdominalthoracal& retraksi (-)& spider nevi (-)&
pulsasi in/rasternalis (-)& sela iga melebar (-)
Cor 2
0nspeksi 2 ictus cordis tidak tampak
Palpasi 2 ictus cordis tak kuat angkat
Perkusi 2 batas kiri atas 2 "0C 00 7inea Para "ternalis "inistra
batas kanan atas 2 "0C 00 7inea Para "ternalis DeBtra
batas kiri ba#ah 2 "0C @ 1 cm medial 7inea .edio
Clavicularis "inistra
batas kanan ba#ah2 "0C 0@ 7inea Para "ternalis DeBtra
pinggang %antung 2 "0C 000 7inea Para "ternalis "inistra
(batas %antung terkesan normal)
Auskultasi2 -unyi %antung 0C00 intensitas normal& regular& bising (-)
Pulmo 2
Statis (depan dan belakang)
0nspeksi 2 dada kanan kiri simetris
Palpasi 2 /remitus raba kiri sama dengan kanan
Perkusi 2
"onor "onor
"onor "onor
"onor "onor
Auskultasi 2 suara dasar vesikuler normal& suara tambahan 2
R)n*+$
+ +
+ ,
, ,
-+ee.$n#
+ +
+ ,
, ,
1$ Abdomen
,
0nspeksi 2 dinding perut tampak cekung
Palpasi 2 n&e%$ ekan (+) /$ e'$#as%$!"
Perkusi 2 timpani& pekak beralih (-)
Auskultasi 2 -ising usus (;) normal
1) :ktremitas
Palmar eritema (-A-)
0a%$ ab!+ (+1+)
akral dingin Oedem
- -
- -
- -
- -
1! "istem genetalia2 dalam batas normal
E. DI((ERENTIAL DIAGN2SA
o COPD
o 3uberkulosis paru
o Asma
(. PEMERIKSAAN PENUN0ANG
Pemeriksaan darah lengkap
13 N)4e"be% 5615
DARAH LENGKAP HASIL NILAI N2RMAL
<b 1,&$ P2 1)&*-1=D 72 1$-1,
<itung leukosit +=$' !''' C 11'''
<itung %enis 'A'A78A5A) 1-*A'-1A*!-,$A1*-)*A)-+
7:D 96 72 1* D P2 $'
<itung trombosit $(!''' 1*'''' C !*''''
<ematokrit !(&= 72 !&*-,&* D P2 )&'-,&'
:ritrosit *&=! )&' C ,&'
KIMIA DARAH
G!:a Da%a+ Se;ak! 178 E 1!'
+
">O3 )* 72 E!)D P2 E ),
">P3 $, 72 E!)D P2 E),
U%e!" 9< $' C !'
Kreatinin '&+, 72 '&,-1&1D P2 '&*-'&(
Pemeriksaan rontgen (PA)

0nterpretasi
0dentitas
1ama 2 3n 4
5sia 2 +' tahun
"imetris
Kecukupan inspirasi cukup
3ulang 2 kondisi tulang normal& celah intercosta tidak melebar& tidak tampak
kelainan
3rakea 2 di tengah& bentuk lurus& tidak ada pergeseran& tidak didapatkan kelainan
<ilus 2 tidak membesar& tampak normal
Dia/ragma 2 letak normal& bagian kanan bentuk seperti kubah&
"inus costophrenicus 2 sudut bagian kiri tampak ta%am& bagian kanan sudutnya tampak
ta%am
Cor 2 bentuk %antung normal& pinggang %antung masih ada& letak ditengah
Paru 2 tak tampak in/iltrate& corakan bronchovaskuler dalam batas normal
Kesimpulan 2 :m/isema Pulmonum
G. RESUME
=
"esak se%ak ) hari yang lalu sebelum masuk 8umah "kit "esak dirasakan tambah berat&
dibuat beker%a maupun istirahat tetap mengeluh sesak "elain itu pasien mengeluh batuk -atuk
di keluhkan se%ak 9 1 tahun yang lalu& -atuk yang dirasakan terus menerus dan ada riaknya
:nam bulan sebelumnya pasien mengeluh batuk yang disertai darah sebelum .8" Pasien %uga
mengeluh nyeri di ulu hati& mual (-)& muntah (-) Pada pemeriksaan /isik didapatkan ronki (;) dan
#hee?ing (;)& nyeri tekan di epigastrium Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan 7:D ()&
>D" ()& neutro/il ()& pada pemeriksaan radiologi didapatkan lapang paru hiperlusen ada
corakan bronchovaskuler dalam batas normal kesan didapatkan kesimpulan em/isema
pulmonum
H. PENATALAKSANAAN
1 1on .edika mentosa
.en%elaskan kepada keluarga pasien penyakit ini disebabkan oleh penggunaan asap
rokok dan polusi sehingga diharapkan pasien lebih berhati-hati %ika ada yang
merokok dan benar-benar berhenti total dalam menggunaan rokok
.en%elaskan kepada pasien supaya patuh dalam minum obat dan keluarga pasien
dalam menga#asi pasien untuk minum obat
Diit tinggi kalori dan protein
-edrest dengan posisi trendelenburg dan tidak dian%urkan untuk beraktivitas
berlebihan
$ .edikamentosa
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B!mg
- 8anitidin $B1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
G. (L2- SHEET
(
1ama 2 3n .
Diagnosis 2 COPD
Tabel flowsheet penderita
1o 3gl " O A P
1 1(
1ov
$'1$
-atuk (;)&
sesak na/as
(;)& mual (-)&
3 2 1*'A(' mm<g
1 2 =$BAmenit
8r 2 $$BAmenit
" 2 ),$
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
;
- -
4hee?ing
; ;
;
- -
Abdomen 2 nyeri
tekan epigastrium

COPD
1on .edika mentosa
3irah baring
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
1'
$ $'
1ov
$'1$
-atuk (;)&
sesak na/as
(;)& mual(-)&
3 2 1='A1'' mm<g
1 2 =!BAmenit
8r 2 $'BAmenit
" 2 ),&$
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
;
- -
4hee?ing
; ;
;
- -
Abdomen 2 nyeri
tekan epigastrium&
COPD
1on .edika mentosa
3irah baring
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
) $1
1ov
$'1$
-atuk (;)&
sesak na/as
(;)& mual (-)&
nyeri perut di
ulu hati
3 2 1+'A1'' mm<g
1 2 =,BAmenit
8r 2 $'BAmenit
" 2 ),&$
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
COPD
1on .edika mentosa
3irah baring
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
11
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
;
- -
4hee?ing
; ;
;
- -
Abdomen 2 nyeri
tekan epigastrium&
! $$
1ov
$'1$
-atuk (;)&
sesak na/as
(;)& mual (-)&
nyeri perut di
ulu hati
3 2 1,'A1'' mm<g
1 2 =,BAmenit
8r 2 $'BAmenit
" 2 ),&,
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
;
- -
COPD
1on .edika mentosa
3irah baring
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
1$
4hee?ing
; ;
;
- -
Abdomen 2 nyeri
tekan epigastrium&
* $)
1ov
$'1$
7emas (;)&
-atuk (;)&
sesak na/as
()& mual (-)&
tidak bisa
-A-& nyeri
perut di ulu
hati
3 2 1*'A1'' mm<g
1 2 =,BAmenit
8r 2 $'BAmenit
" 2 ),
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
;
- -
4hee?ing
; ;
;
- -
Abdomen 2 nyeri
tekan epigastrium
COPD
1on .edika mentosa
3irah baring
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
- DulcolaB supp 1' mg
1)
, $!
1ov
$'1$
7emas (;)&
-atuk (;)&
sesak na/as
()& tidak bisa
-A-
3 2 1!'A=' mm<g
1 2 =,BAmenit
8r 2 1=BAmenit
" 2 ),&=
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
-
- -
4hee?ing
; ;
-
- -
Abdomen 2 nyeri
tekan epigastrium
COPD
1on .edika mentosa
7atihan duduk
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
- DulcolaB supp 1' mg
-
+ $,
1ov
$'1$
7emas (;)&
-atuk (;)&
sesak na/as
()
3 2 1*'A(' mm<g
1 2 =!BAmenit
8r 2 $'BAmenit
" 2 ),&=
o
C
3horaB 2
0nspeksi 2kanan dan
kiri simetris
Palpasi 2 suara
/remitus kananAkiri
sama
Perkusi 2
COPD
1on .edika mentosa
7atihan duduk
:dukasi kepada pasien
supaya berhenti merokok dan
patuh dalam minum obat&
.edikamentosa 2
- 0@FD 2 0n/us 87$' tpm
- O$ 2 $ 7Amnt
- @entolin 1eb $B ! mg
- 8anitidin $B 1*' mg
- @iccilin )B*'' mg
- Amino/ilin drip
1!
sonor "onor
sonor "onor
sonor "onor
Auskultasi
8onchi
; ;
-
- -
4hee?ing
; ;
-
- -
BAB III
1*
PEMBAHASAN PEN=AKIT
A. DE(INISI
Pen&ak$ Pa%! 2bs%!k$f K%)n$k (PP2K)
PPOK adalah penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang kronik dan
ter%adi berbagai perubahan patologis di paru& sehingga dapat menimbulkan beberapa penyakit
pada setiap individu (>O7D& $''()
B. (AKT2R RISIK2
1 Adapun beberapa /actor resiko menurut >O7D $''(2
1 >enetic
$ Paparan partikel polutan seperti2 asap rokok&
asap pabrik& organic dan inorganic& lingkungan yang berpolusi& dalam ruangan
yang kurang ventilasi udara dan sinar matahari
) >angguan pertumbuhan dan perkembangan
paru
! "tress oBidative
* 6enis kelamin
, 5sia
+ 0n/eksi saluran perna/asan
= "tatus social ekonomi
( 1utrisi
1' Comorbitiv
$ Adapun /actor resiko berdasarkan PPD0 $'')2
1 Kebiasaan merokok merupakan satu-satunya
penyebab kausal yang terpenting
Dalam pencatatan ri#ayat merokok perlu diperhatikan 2
a 8i#ayat merokok
- Perokok akti/
- Perokok pasi/
- -ekas perokok
1,
b Dera%at berat merokok dengan 0ndeks -rinkman (0-)& yaitu perkalian %umlah
rata-rata batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok dalam tahun 2
- 8ingan 2 '-$''
- "edang 2 $''-,''
- -erat 2 G,''
$ 8i#ayat terpa%an polusi udara di lingkungan dan tempat ker%a
) <ipereaktiviti bronkus
! 8i#ayat in/eksi saluran napas ba#ah berulang
* De/isiensi antitripsin al/a - 1& umumnya %arang terdapat di 0ndonesia
C. PAT2GENESIS DAN PAT2L2GI
Pada bronkitis kronik terdapat pembesaran kelen%ar mukosa bronkus& metaplasia sel goblet&
in/lamasi& hipertro/i otot polos pernapasan serta distorsi akibat /ibrosis :m/isema ditandai oleh
pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal& disertai kerusakan dinding alveoli "ecara
anatomik dibedakan tiga %enis em/isema2
1 :m/isema sentriasinar& dimulai dari bronkiolus respiratori dan meluas ke peri/er& terutama
mengenai bagian atas paru sering akibat kebiasaan merokok lama
$ :m/isema panasinar (panlobuler)& melibatkan seluruh alveoli secara merata dan terbanyak
pada paru bagian ba#ah
) :m/isema asinar distal (paraseptal)& lebih banyak mengenai saluran napas distal& duktus dan
sakus alveoler Proses terlokalisir di septa atau dekat pleura
Obstruksi saluran napas pada PPOK bersi/at ireversibel dan ter%adi karena perubahan
struktural pada saluran napas kecil yaitu2 in/lamasi& /ibrosis& metaplasi sel goblet dan hipertropi
otot polos penyebab utama obstruksi %alan napas
1+
D. DIAGN2SIS
>e%ala dan tanda PPOK sangat bervariasi& mulai dari tanpa ge%ala& ge%ala ringan hingga
berat Pada pemeriksaan /isis tidak ditemukan kelainan %elas dan tanda in/lasi paru
Diagnosis PPOK di tegakkan berdasarkan 2
1. Ga"ba%an K:$n$s
a Anamnesis
- 8i#ayat merokok atau bekas perokok dengan atau tanpa ge%ala pernapasan
- 8i#ayat terpa%an ?at iritan yang bermakna di tempat ker%a
- 8i#ayat penyakit em/isema pada keluarga
- 3erdapat /aktor predisposisi pada masa bayiAanak& mis berat badan lahir rendah (--78)&
in/eksi saluran napas berulang& lingkungan asap rokok dan polusi udara
- -atuk berulang dengan atau tanpa dahak
- "esak dengan atau tanpa bunyi mengi
b Pemeriksaan /isis
PPOK dini umumnya tidak ada kelainan
H 0nspeksi
- Pursed - lips breathing (mulut setengah terkatup mencucu)
- -arrel chest (diameter antero - posterior dan transversal sebanding)
- Penggunaan otot bantu napas
- <ipertropi otot bantu napas
- Pelebaran sela iga
- -ila telah ter%adi gagal %antung kanan terlihat denyut vena %ugularis i leher dan edema
tungkai Penampilan pink puffer atau blue bloater
H Palpasi
Pada em/isema /remitus melemah& sela iga melebar
H Perkusi
Pada em/isema hipersonor dan batas %antung mengecil& letak dia/ragma rendah& hepar
terdorong ke ba#ah
H Auskultasi
- suara napas vesikuler normal& atau melemah
- terdapat ronki dan atau mengi pada #aktu bernapas biasa atau pada ekspirasi paksa
1=
- ekspirasi meman%ang
- bunyi %antung terdengar %auh
Pink puffer
>ambaran yang khas pada em/isema& penderita kurus& kulit kemerahan dan pernapasan
pursed lips breathing
Blue bloater
>ambaran khas pada bronkitis kronik& penderita gemuk sianosis& terdapat edema tungkai dan
ronki basah di basal paru& sianosis sentral dan peri/er
Pursed - lips breathing
Adalah sikap seseorang yang bernapas dengan mulut mencucu dan ekspirasi yang
meman%ang "ikap ini ter%adi sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan retensi CO$
yang ter%adi sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan retensi CO$ yang ter%adi pada
gagal napas kronik
5. Pe"e%$ksaan Pen!n>an#
a Pemeriksaan rutin
1 Faal paru
H "pirometri (@:P1& @:P1 prediksi& K@P& @:P1AK@P
- Obstruksi ditentukan oleh nilai @:P1 prediksi (I) dan atau @:P1AK@P (I)
Obstruksi2 I @:P1(@:P1A@:P1 pred) E ='I @:P1I (@:P1AK@P) E +* I
- @:P1 merupakan parameter yang paling umum dipakai untuk menilai beratnya
PPOK dan memantau per%alanan penyakit
- Apabila spirometri tidak tersedia atau tidak mungkin dilakukan& AP: meter
#alaupun kurang tepat& dapat dipakai sebagai alternati/ dengan memantau
variabiliti harian pagi dan sore& tidak lebih dari $'I
H 5%i bronkodilator
- Dilakukan dengan menggunakan spirometri& bila tidak ada gunakan AP: meter
- "etelah pemberian bronkodilator inhalasi sebanyak = hisapan& 1* - $' menit
kemudian dilihat perubahan nilai @:P1 atau AP:& perubahan @:P1 atau AP: E
$'I nilai a#al dan E $'' ml
- 5%i bronkodilator dilakukan pada PPOK stabil
1(
$ Darah rutin
<b& <t& leukosit
) 8adiologi
Foto toraks PA dan lateral berguna untuk menyingkirkan penyakit paru lain Pada
em/isema terlihat gambaran 2
- <iperin/lasi
- <iperlusen
- 8uang retrosternal melebar
- Dia/ragma mendatar
- 6antung menggantung (%antung pendulumAtear drop/eye drop appearance)
b Pemeriksaan khusus (tidak rutin)
1 Faal paru
- @olume 8esidu (@8)& Kapasiti 8esidu Fungsional (K8F)& Kapasiti Paru 3otal
(KP3)& @8AK8F& @8AKP3 meningkat
- D7CO menurun pada em/isema
- 8a# meningkat pada bronkitis kronik
-@ariabiliti <arian AP: kurang dari $' I
$ 5%i latih kardiopulmoner
- "epeda statis (ergocycle)
- 6entera (treadmill)
- 6alan , menit& lebih rendah dari normal
) 5%i provokasi bronkus
5ntuk menilai dera%at hipereaktiviti bronkus& pada sebagian kecil PPOK terdapat
hipereaktiviti bronkus dera%at ringan
! 5%i coba kortikosteroid
.enilai perbaikan /aal paru setelah pemberian kortikosteroid oral (prednison atau
metilprednisolon) sebanyak )' - *' mg per hari selama $minggu yaitu peningkatan
@:P1 pascabronkodilator G $' I dan minimal $*' ml Pada PPOK umumnya tidak
terdapat kenaikan /aal paru setelah pemberian kortikosteroid
* Analisis gas darah
$'
3erutama untuk menilai 2
- >agal napas kronik stabil
- >agal napas akut pada gagal napas kronik
, 8adiologi
- C3 - "can resolusi tinggi
- .endeteksi em/isema dini dan menilai %enis serta dera%at em/isema atau bula yang
tidak terdeteksi oleh /oto toraks polos
- "can ventilasi per/usi
.engetahui /ungsi respirasi paru
+ :lektrokardiogra/i
.engetahui komplikasi pada %antung yang ditandai oleh Pulmonal dan hipertro/i
ventrikel kanan
= :kokardiogra/i
.enilai /un/si %antung kanan
( -akteriologi
Pemeriksaan bakteriologi sputum pe#arnaan >ram dan kultur resistensi diperlukan
untuk mengetahui pola kuman dan untuk memilih antibiotik yang tepat 0n/eksi
saluran napas berulang merupakan penyebab utama eksaserbasi akut pada penderita
PPOK di 0ndonesia
1' Kadar al/a-1 antitripsin
Kadar antitripsin al/a-1 rendah pada em/isema herediter (em/isema pada usia muda)&
de/isiensi antitripsin al/a-1 %arang ditemukan di 0ndonesia
$1
E. DIAGN2SIS BANDING
(. KLASI(IKASI
3erdapat ketidaksesuaian antara nilai @:P1 dan ge%ala penderita& oleh sebab itu perlu
diperhatikan kondisi lain >e%ala sesak napas mungkin tidak bisa diprediksi dengan @:P1
Figure 1-$2 "pirometri Classi/ication o/ COPD "everity -ased on Post--ronchodilatore
F:@1 (>O7D& $''()
"tage 02 .ild F:@1AF@CE'&+'
F:@1J='I predicted
"tage 002 .oderate F:@1AF@CE'&+'
*'IK F:@1E='I predicted
"tage 0002 "everse F:@1AF@CE'&+'
)'IK F:@1E*'I predicted
"tage 0@2 @ery "everse F:@1AF@CE'&+'
F:@1E)'I predicted or F:@1E*'I
Predicted plus shronic respiratory
/ailure
$$
G. PENATALAKSANAAN
A. Penaa:aksanaan !"!" PP2K
3u%uan penatalaksanaan 2
- .engurangi ge%ala
- .encegah eksaserbasi berulang
- .emperbaiki dan mencegah penurunan /aal paru
- .eningkatkan kualiti hidup penderita
Penatalaksanaan secara umum PPOK meliputi 2
1 :dukasi
$ Obat - obatan
) 3erapi oksigen
! @entilasi mekanik
* 1utrisi
, 8ehabilitasi
PPOK merupakan penyakit paru kronik progresi/ dan nonreversibel& sehingga
penatalaksanaan PPOK terbagi atas (1) penatalaksanaan pada keadaan stabil dan ($)
penatalaksanaan pada eksaserbasi akut
1. E/!kas$
:dukasi merupakan hal penting dalam pengelolaan %angka pan%ang pada PPOK stabil
:dukasi pada PPOK berbeda dengan edukasi pada asma Karena PPOK adalah penyakit
kronik yang ireversibel dan progresi/& inti dari edukasi adalah menyesuaikan keterbatasan
aktiviti dan mencegah kecepatan perburukan /ungsi paru -erbeda dengan asma yang masih
bersi/at reversibel& menghindari pencetus dan memperbaiki dera%at adalah inti dari edukasi
atau tu%uan pengobatan dari asma
3u%uan edukasi pada pasien PPOK 2
1 .engenal per%alanan penyakit dan pengobatan
$ .elaksanakan pengobatan yang maksimal
) .encapai aktiviti optimal
! .eningkatkan kualiti hidup
$)
:dukasi PPOK diberikan se%ak ditentukan diagnosis dan berlan%ut secara berulang pada
setiap kun%ungan& baik bagi penderita sendiri maupun bagi keluarganya :dukasi dapat
diberikan di poliklinik& ruang ra#at& bahkan di unit ga#at darurat ataupun di 0C5 dan di
rumah "ecara intensi/ edukasi diberikan di klinik rehabilitasi atau klinik konseling& karena
memerlukan #aktu yang khusus dan memerlukan alat peraga :dukasi yang tepat diharapkan
dapat mengurangi kecemasan pasien PPOK& memberikan semangat hidup #alaupun dengan
keterbatasan aktiviti Penyesuaian aktiviti dan pola hidup merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan kualiti hidup pasien PPOK
-ahan dan cara pemberian edukasi harus disesuaikan dengan dera%at berat penyakit&
tingkat pendidikan& lingkungan sosial& kultural dan kondisi ekonomi penderita
"ecara umum bahan edukasi yang harus diberikan adalah 2
1 Pengetahuan dasar tentang PPOK
$ Obat - obatan& man/aat dan e/ek sampingnya
) Cara pencegahan perburukan penyakit
! .enghindari pencetus (berhenti merokok)
* Penyesuaian aktiviti
Agar edukasi dapat diterima dengan mudah dan dapat dilaksanakan ditentukan skala
prioriti bahan edukasi sebagai berikut 2
1 -erhenti merokok
Disampaikan pertama kali kepada penderita pada #aktu diagnosis PPOK ditegakkan
$ Pengunaan obat - obatan
- .acam obat dan %enisnya
- Cara penggunaannya yang benar ( oral atau nebuliser )
- 4aktu penggunaan yang tepat (rutin dengan selang #aku tertentu atau kalau perlu)
- Dosis obat yang tepat dan e/ek sampingnya
) Penggunaan oksigen
- Kapan oksigen harus digunakan
- -erapa dosisnya
- .engetahui e/ek samping kelebihan dosis oksigen
! .engenal dan mengatasi e/ek samping obat atau terapi oksigen
$!
* Penilaian dini eksaserbasi akut dan pengelolaannya
Tan/a eksase%bas$ ?
- -atuk atau sesak bertambah
- "putum bertambah
- "putum berubah #arna
, .endeteksi dan menghindari pencetus eksaserbasi
+ .enyesuaikan kebiasaan hidup dengan keterbatasan aktiviti
:dukasi diberikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah diterima& langsung ke
pokok permasalahan yang ditemukan pada #aktu itu Pemberian edukasi sebaiknya diberikan
berulang dengan bahan edukasi yang tidak terlalu banyak pada setiap kali pertemuan :dukasi
merupakan hal penting dalam pengelolaan %angka pan%ang pada PPOK stabil& karena PPOK
merupakan penyakit kronik progresi/ yang ireversibel
R$n#an
- Penyebab dan pola penyakit PPOK yang ireversibel
- .encegah penyakit men%adi berat dengan menghindari pencetus& antara lain berhenti
merokok
- "egera berobat bila timbul ge%ala
Se/an#
- .enggunakan obat dengan tepat
- .engenal dan mengatasi eksaserbasi dini
- Program latihan /isik dan pernapasan
Be%a
- 0n/ormasi tentang komplikasi yang dapat ter%adi
- Penyesuaian aktiviti dengan keterbatasan
- Penggunaan oksigen di rumah
5. 2ba , )baan
a -ronkodilator
Diberikan secara tunggal atau kombinasi dari ketiga %enis bronkodilator dan disesuaikan
dengan klasi/ikasi dera%at berat penyakit (lihat tabel $) Pemilihan bentuk obat diutamakan
$*
inhalasi& nebuliser tidak dian%urkan pada penggunaan %angka pan%ang Pada dera%at berat
diutamakan pemberian obat lepas lambat (slow release) atau obat bere/ek pan%ang (long
acting)
.acam - macam bronkodilator 2
- >olongan antikolinergik
Digunakan pada dera%at ringan sampai berat& disamping sebagai bronkodilator %uga
mengurangi sekresi lendir (maksimal ! kali perhari)
- >olongan agonis beta - $
-entuk inhaler digunakan untuk mengatasi sesak& peningkatan %umlah penggunaan dapat
sebagai monitor timbulnya eksaserbasi "ebagai obat pemeliharaan sebaiknya digunakan
bentuk tablet yang bere/ek pan%ang -entuk nebuliser dapat digunakan untuk mengatasi
eksaserbasi akut& tidak dian%urkan untuk penggunaan %angka pan%ang
-entuk in%eksi subkutan atau drip untuk mengatasi eksaserbasi berat
- Kombinasi antikolinergik dan agonis beta - $
Kombinasi kedua golongan obat ini akan memperkuat e/ek bronkodilatasi& karena
keduanya mempunyai tempat ker%a yang berbeda Disamping itu penggunaan obat
kombinasi lebih sederhana dan mempermudah penderita
- >olongan Bantin
Dalam bentuk lepas lambat sebagai pengobatan pemeliharaan %angka pan%ang& terutama
pada dera%at sedang dan berat -entuk tablet biasa atau puyer untuk mengatasi sesak
(pelega napas)& bentuk suntikan bolus atau drip untuk mengatasi eksaserbasi akut
Penggunaan %angka pan%ang diperlukan pemeriksaan kadar amino/ilin darah
b Antiin/lamasi
Digunakan bila ter%adi eksaserbasi akut dalam bentuk oral atau in%eksi intravena& ber/ungsi
menekan in/lamasi yang ter%adi& dipilih golongan metilprednisolon atau prednison -entuk
inhalasi sebagai terapi %angka pan%ang diberikan bila terbukti u%i kortikosteroid positi/ yaitu
terdapat perbaikan @:P1 pascabronkodilator meningkat G $'I dan minimal $*' mg
c Antibiotika
<anya diberikan bila terdapat in/eksi Antibiotik yang digunakan 2
$,
- 7ini 0 2 amoksisilin makrolid
- 7ini 00 2 amoksisilin dan asam klavulanat
se/alosporin
kuinolon
makrolid baru
Pera#atan di 8umah "akit 2 (dapat dipilih)
- Amoksilin dan klavulanat
- "e/alosporin generasi 00 L 000 in%eksi
- Kuinolon per oral ditambah dengan yang anti pseudomonas
- Aminoglikose per in%eksi
- Kuinolon per in%eksi
- "e/alosporin generasi 0@ per in%eksi
d Antioksidan
Dapat mengurangi eksaserbasi dan memperbaiki kualiti hidup& digunakan 1 - asetilsistein
Dapat diberikan pada PPOK dengan eksaserbasi yang sering& tidak dian%urkan sebagai
pemberian yang rutin
e .ukolitik
<anya diberikan terutama pada eksaserbasi akut karena akan mempercepat perbaikan
eksaserbasi& terutama pada bronkitis kronik dengan sputum yang viscous .engurangi
eksaserbasi pada PPOK bronkitis kronik& tetapi tidak dian%urkan sebagai pemberian rutin
/ Antitusi/
Diberikan dengan hati C hati
$+
$=
@. Te%a'$ 2ks$#en
Pada PPOK ter%adi hipoksemia progresi/ dan berkepan%angan yang menyebabkan kerusakan
sel dan %aringan Pemberian terapi oksigen merupakan hal yang sangat penting untuk
mempertahankan oksigenasi seluler dan mencegah kerusakan sel baik di otot maupun organ -
organ lainnya
.an/aat oksigen 2
- .engurangi sesak
- .emperbaiki aktiviti
- .engurangi hipertensi pulmonal
- .engurangi vasokonstriksi
- .engurangi hematokrit
- .emperbaiki /ungsi neuropsikiatri
- .eningkatkan kualiti hidup
.acam terapi oksigen 2
- Pemberian oksigen %angka pan%ang
- Pemberian oksigen pada #aktu aktiviti
- Pemberian oksigen pada #aktu timbul sesak mendadak
- Pemberian oksigen secara intensi/ pada #aktu gagal napas
3erapi oksigen dapat dilaksanakan di rumah maupun di rumah sakit 3erapi oksigen di rumah
diberikan kepada penderita PPOK stabil dera%at berat dengan gagal napas kronik "edangkan di
rumah sakit oksigen diberikan pada PPOK eksaserbasi akut di unit ga#at daruraat& ruang ra#at
ataupun 0C5 Pemberian oksigen untuk penderita PPOK yang dira#at di rumah dibedakan 2
- Pemberian oksigen %angka pan%ang ( 7ong 3erm OBygen 3herapy M 73O3 )
- Pemberian oksigen pada #aktu aktiviti
- Pemberian oksigen pada #aktu timbul sesak mendadak
3erapi oksigen %angka pan%ang yang diberikan di rumah pada keadaan stabil terutama bila
tidur atau sedang aktiviti& lama pemberian 1* %am setiap hari& pemberian oksigen dengan nasal
$(
kanul 1 - $ 7Amnt 3erapi oksigen pada #aktu tidur bertu%uan mencegah hipoksemia yang sering
ter%adi bila penderita tidur
3erapi oksigen pada #aktu aktiviti bertu%uan menghilangkan sesak napas dan meningkatkan
kemampuan aktiviti "ebagai parameter digunakan analisis gas darah atau pulse oksimetri
Pemberian oksigen harus mencapai saturasi oksigen di atas ('I
Alat bantu pemberian oksigen
- 1asal kanul
- "ungkup venturi
- "ungkup rebreathing
- "ungkup nonrebreathing
)'
A:#)%$"a Penaa:aksanaan PP2K ?
)1
)$
BAB IA
KESIMPULAN
Dari kasus ini dapat dilihat dari hasil anamnesis& pemeriksaan /isik dan pemeriksaan
penun%ang rontgen thoraB yang dilakukan dapat disimpulkan bah#a diagnosis dari penderita
adalah COPD


))
DA(TAR PUSTAKA
>O7D& $''( Global Strategis or The !iagnosis "anage#ent $nd Pre%ention &f 'hronic
&bstructi%e Pul#onary !isease -y medical communications resource
Fauci& et al& $''( (arrison)s "anual &f "edicine 1+
th
:dition -y 3he .c >ra#-<ill
Companies 0n 1orth America
4<O $''( Guideline Treat#ent of '&P! !
th
edition
PDP0& $'') Penyakit Paru &bstruktif *ronik (PP&*)-Pedo#an !iagnosis + Penatalaksanaan
!i ,ndonesia- Perhimpunan Dokter Paru 0ndonesia
"udoyo& $''* Buku $.ar ,l#u Penyakit !ala# 6ilid 000 :disi 0@ Penerbit FK 50
Antariksa& $''( Penyakit Paru &bstruktif *ronik (PP&*)- Bagian Pul#onologi + ,l#u
*edokeran /espirasi Penerbit FK50 8" Persahabatan 6akarta