Anda di halaman 1dari 5

PAPER MENGENAI PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN

(MOBILISASI DAN TRANSFERING)


MOBILISASI mengacu pada kemampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas, mudah
mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat, dan penting untuk kemandirian teratur.
(Barbara, Kozier 1995)
Tujuan dari mobilisasi yaitu memenuhi kebutuhan dasar (termasuk melakukan aktivitas
sehari-hari, dan aktivitas sehari-hari), mempertahankan diri (melindungi diri dari trauma),
mengekspresikan diri dengan gerakan tangan non-verbal, mencegah hilangnya kemampuan
fungsi tubuh, melancarkan peredaran darah. Mobilisasi sangat dipengaruhi oleh sistem
neuromuskular meliputi, sistem otot, skeletal, sendi, ligament, tendon, kartilago, dan syaraf.
JENIS TINDAKAN : Transferring pasien dari tempat tidur ke kursi roda dan transferring
pasien dari tempat tidur ke brankat.
TEORI YANG MENDASARI :
Manusia sebagai keseluruhan yang komplit dan independen, holistik secara biologis,
psikologis, sosial dan spiritual yang keseluruhannya tidak dapat dipisahkan, teori Henderson
mempunyai 14 kebutuhan dasar manusia yaitu: bernafas secara normal, makan dan minum
cukup, eliminasi, bergerak dan mempertahankan psisi yang dikehendaki (mobilisasi), istirahat
dan tidur, memilih cara berpakaian;berpakaian dan melepas pakaian, mempertahankan
temperatur suhu tubuh dalam rentang normal, menjaga tubuh tetap bersih dan rapi,
menghindari bahaya dari lingkungan, berkomunikasi dengan orang lain, beribadah menurut
keyakinan, bekerja yang menjajikan prestasi, bermain dan bepatisipasi dalam berbagai bentuk
rekreasi, belajar, menggali atau memuaskan rasa keinginantahuan yang mengacu pada
perkembangan dan kesehatan normal (Potter & Perry, 2005).
Selain itu disebutkan juga bahwa kepeerawatan merupakan suatu kegiatan membantu
individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktivitas yang memiliki kontribusi
terhadap kesehatan dan penyembuhannya, dimana individu tersebut akan mampu
mengerjakannya tanpa bantuan bila ia memiliki kekuatan, kemauan, dan pengetahuan yang
dibutuhkan. Dan hal ini dilakukan dengan cara membantu mendapatkan kembali
kemandiriannya secepat mungkin. (teori Henderson).
Ada juga teori dari Abdellah (1960) yang menyebutkan 21 masalah keperawatan Abdellah,
yang salah satunya adalah mempertahankan aktivitas fisik dan latihan fisik.

Imobilitas atau lebih dikenal dengan keterbatasan gerak dan juga didefinisikan oleh North
American Nursing Diagnosis Association (NANDA) sebagai suatu keadaan ketika individu
mengalami atau berisiko mengalami keter batasan gerak fisik baik aktif dan pasif memiliki
dampak pada sistem tubuh (Kim et al, 1995).
INDIKASI :

Untuk pasien yang mengalami fraktur

Klien yang mengalami kontraktur sendi

Klien bedah orthopedi

Kelainan postur pada klien


Klien yang mengalami distrofi muscular
Klien yang mengalami imobilisasi

Klien tirah baring

Klien pasca operasi

KONTRAINDIKASI :

Klien penderita penyakit kardiovaskuler


Klien bedah spinal, trauma medulla spinalis, atau trauma system saraf
Klien yang tidak siap atau mengeluh pusing

ALAT DAN BAHAN


Kursi Roda
Persiapan alat :
Kursi roda dalam posisi terkunci, memindahkan kaki istirahat, rem tempat tidur terkunci.
PROSEDUR KERJA
1. Cuci tangan
2. Lakukan persiapan
3. Bantu pasien untuk posisi duduk di tepi tempat tidur. Siapkan kursi roda dalam posisi
45 0 terhadap tempat tidur

4. Pasang sabuk pemindah bila perlu


5. Pastikan bahwa pasien menggunakan alas kaki yang stabil dan tidak licin
6. Renggangkan ke dua kaki anda
7. Fleksikan panggul dan lutut anda, sejajarkan lutut anda dengan lutut klien
8. Genggam sabuk pemindah dari bawah, atau rangkul aksila pasien dan tempatkan
tangan anda di skapula pasien
9. Angkat pasien sampai berdiri pada hitungan ke tiga sambil meluruskan panggul dan
tungkai anda, dengan tetap mempertahankan lutut agak fleksi
10. pertahankan stabilitas tungkai yang lemah atau paralisis dengan lutut
11. tupukkan pada kaki yang jauh dari kursi
12. intruksikan pasien untuk menggunakan lengan yang memegang kursi untuk
menyongkong.
13. Fleksikan panggul dan lutut anda sambil menurunkan pasien ke kursi
14. Kaji pasien untuk kesejajaran yang tepat untuk posisi duduk
15. Posisikan pasien pada posisi yang dipilih
16. Observasi pasien untuk menentukan respon terhadap pemindahan
17. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
MEMINDAHKAN PASIEN KE BRANKAR
Tujuan : Memindahkan pasien dari ruangan ke ruang lain untuk tujuan tertentu (pemeriksaan
diagnostik, pindah ruangan, dll)
ALAT DAN BAHAN
1. Brankar atau tempat tidur
2. Bantal (bila perlu)
Persiapan Alat :
Posisi tempat tidur pada sudut 90, rem tempat tidur terkunci, rem brankar terkunci.

PROSEDUR KERJA
1. Cuci tangan
2. Lakukan persiapan
3. Dua atau tiga perawat dengan tinggi badan kurang lebih sama yang berdiri
berdampingan terhadap tempat tidur pasien
4. Setiap orang bertanggung jawab untuk salah satu dari area tubuh pasien
5. Masing-masing pasien membentuk dasar pijakan yang luas yang mendekat ke tempat
tidur di depan, lutut agak fleksi
6. Lengan pengangkat ditempatkan di bawah kepala dan bahu, panggul, paha, dan
pergelangak kaki pasien, dengan jari jemari mereka menggenggam sisi tubuh pasien
7. Pengangkat menggulingkan pasien ke arah dada mereka
8. Pada hitungan ke 3, pasien di angkat dan di gendong ke dada perawat
9. Pada hitungan ke 3 yang ke dua. Perawat melangkah ke belakang dan menumpu ke
salah satu kaki untuk mengarah ke brankar atau tempat tidur lain, dengan bergerak ke
depan bila perlu
10. Perawat dengan perlahan menurunkan pasien ketengah brankar atau tempat tidur
dengan memfleksikan lutut dan panggul mereka sampai siku mereka ada setinggi tepi
brankar atau tempat tidur
11. Perawat mengkaji kesejajaran tubuh pasien, tempatkan pagar tempat tidur pada posisi
terpasang
12. Posisikan pasien pada posisi yang di pilih
13. Observasi pasien untuk menentukan respon tehadap pemindahan
14. Cuci tangan

DAFTAR PUSTAKA
(Potter & Perry, n.d.)Potter, & Perry. (n.d.). Buku Saku Keterampilan Dan Prosedur Dasar
(3rd ed., pp. 127130). Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Potter, & Perry. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan (4th ed.). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC.